Anda di halaman 1dari 2

Jagalah Bumi Ini dari Kehancuran Lingkungan

Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT karena berkat nikmat dan hidayahNya, pada kesempatan yang baik ini kita masih diberikan hembusan nafas untuk dapat tetap berdiri di bumi ini dan menjalankan tugas kita sebagai khalifah di bumi. Salawat dan salam semoga selalu tercurah ke guru besar kita, sang pahlawan revolusi Islam yang telah membawa perubahan besar, merubah dari zaman biadab menuju zaman yang beradab, dari zamannya naik onta hingga kini naik toyota, dia ialah Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga pula tercurah kepada para keluarganya, para sahabatnya dan para kaumnya hingga akhir zaman. Pertama saya ingin mengucapkan selamat pagi dan salam sejahtera untuk Saudarasaudaraku yang masih terlihat berbahagia ditengah dunia yang sedang berduka. Langkah tak gentar saya jalankan dengan satu tujuan, yaitu melihat Bumi kita kembali hijau. Saudaraku, ketahuilah bahwa bumi kita sedang menangis karena pantainya terkikis dan hutannya dibabat dengan sadis hingga kekayaan di perut bumi pun dikeruk sampai habis. Bumi hanyalah korban yang tak berdosa dari ketidaktanggungjawaban dan keegoisan makhluk yang bernama MANUSIA. Namun, tidak semua manusia melakukan hal yang sadis seperti itu. Hanyalah manusia tertentu yang tidak memiliki otak dan hati nurani yang selalu mementingkan dirinya sendiri. Namun, tanpa kita sadari, sebenarnya kita telah menodai dan mengotori Bumi ini dengan hal-hal yang selalu kita anggap sepele. Kita telah menghancurkan bumi ini secara perlahan. Saudaraku, ketahuilah pula bahwa umur bumi telah menginjak uzur. Tidak dapat dikatakan muda lagi walaupun sebenarnya bumi bukan makhluk hidup. Rasulullah pun pernah berkata bahwa Bumi itu bagaikan nenek-nenek yang sudah tua dan rentan. Tidaklah sepantasnya kita membebaninya dengan begitu berat dengan segala keegoisan kita. Seyogyanya kita merawat Bumi ini agar tak cepat mengkerut dan cepat hancur. Saudara, hal sepele yang senantiasa kita lupakan ialah benda kecil yang sangat mematikan, yaitu yang bernama SAMPAH. Sampah merupakan musuh terbesar yang melukai dan menghancurkan bumi secara perlahan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang paling lemah kesadarannya terhadap sampah apabila dibandingkan dengan negara Jepang, Australia, Swedia, Amerika , dll.. Sekarang ini sampah telah menumpuk bagaikan gunung yang dapat membelah langit. Lihatlah di Jakarta ataupun Bandung, sampah telah membuat gunung baru didaerah tersebut. Sampah plastik yang sulit terurai dan butuh ratusan tahun untuk mengurainya telah masuk kedalam tanah dan mencemari air dan mengahambat pertumbuhan tumbuhan yang sedang semangat untuk tumbuh. Air yang tercemar itu airnya selalu kita gunakan untuk minum, cuci, mandi dll.. bayangkan betapa tercemarnya pula tubuh kita, penuh dengan kuman dan kotoran. Saudaraku, saya mengajak Anda semua untuk bersikap arif untuk menghadapi benda kecil ini. Sesungguhnya sampah dapat menjadi teman kita apabila kita dapat bersikap bijaksana

terhadap sampah. Ibu kita, Bapak kita, Guru kita, bahkan buku kecil kita yang tak pernah kita sentuh hingga makanan ringan yang kita makan selalu berkata Buanglah sampah pada tempatnya . Namun, terkadang kita bosan untuk memperhatikan hal tersebut. semboyan tersebut bukanlah omong kosong belaka. Namun, itu adalah kata mutiara nan indah yang harus kita lakukan. Andai saja setiap manusia di Bumi ini menyadari tentang sampah, pasti Bumi kita akan sedikit terobati dari lukanya. Padahal apabila kita cermati dengan teliti, sampah bisa menjadi aset kekayaan yang tak terhitung dengan uang. Sampah bisa menjadi energi alternatif dibalik keterpurukan energi di dunia. Sampah bisa menerangi Bumi ini sehingga tak gelap. Sampah pula bisa membuat Bumi ini kembali hijau apabila kita serius untuk menjadi teman baiknya. Saudara-saudara, kita pun tahu Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan alamnya. Coba bayangkan, tongkat saja apabila ditanam dapat menjadi tumbuhan. Indonesia bisa menjadi surganya dunia. Namun, terkadang mata kita tertutp rapat dan seolah tak pernah tahu bahwa bangsa kita sangat kaya. Cobalah susuri dari Sabang sampai Merauke, jengkal tanah yang mana yang tidak ditumbuhi oleh tumbuhan. Namun sekali lagi sangat disayang. Kekayaan alam kita itu dikeruk habis-habisan oleh bangsa lain, oleh perusahaan negeri lain tanpa kita menikmatinya sedikit pun. Bukan hanya kita tidak menikmati, namun kita ditindas. Lihatlah di Papua, wilayah yang sangat kaya tersebut sekarang hutannya telah gundul. Sewaktu-waktu bisa terjadi banjir yang melahap ribuan manusia tak berdosa. Perut bumi dikeruk habis-habisan tanpa ada upaya untuk mengembalikannya. Tentu saja ini ialah borok kecil bangsa kita. Apakah kita hanya ingin berdiam diri melihat semua borok itu dibalik layar kaca? Tentu saja tidak ! Pertanyaan terakhir saya, apakah Islam mengajarkan kita untuk mengotori bumi? Apakah tugas kita sebagai khalifah di bumi ialah untuk mengahncurkan bumi? Tentu saja jawabannnya adalah tidak! Maka dari itu saudaraku, bukalah mata Anda dan lihatlah dari sudut yang berbeda. Mungkin disudut yang berbeda tersebut Anda menemukan sebuah kebaikan ataukan menemukan sedikitnya setitik harapan. Pastilah selalu ada hikmah dari setiap permasalahan yang bertebaran di depan mata kita. Oleh karena itu, Saya mengajak kepada Saudara-saudara yang masih peduli dengan lingkungan dan cinta terhadap hijaunya Bumi ini, mari kita jaga Bumi ini. Apabila kita menjaga Bumi ini, maka Bumi akan menjaga kita. Buanglah sampah ketempat yang seharusnya, jadikan sampah sebagai sahabat kita yang akan menerangi Bumi ini. Kita obati Bumi ini dari para manusia yang tidak bertanggung jawab yang telah melukai Bumi. Jangan tunggu dan jangan sampai Bumi murka terhadap kita. Karena apabila Bumi murka, maka habislah kita semua. CINTAILAH BUMI INI!!!! SAVE OUR EARTH!!! GO GREEN!!! Wassalamualaikum Wr. Wb.