Anda di halaman 1dari 46

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR Oleh Masrizal Dt Mangguang

PENGANTAR Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap bebagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit

TIGA KELOMPOK UTAMA PENYAKIT MENULAR

Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi. Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.

TIGA SIFAT UTAMA ASPEK PENULARAN PENYAKIT DARI ORANG KE ORANG. Waktu Generasi (Generation Time) Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

Waktu Generasi (Generation Time) Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan. Perbedaan masa tunas denga wakru generasi yaitu Masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, waktu generasi ialah waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik atau terselubung.

Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

Adalah tingkat kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan atau penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu berdasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut. Herd Immunity merupakan faktor utama dalam proses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu.

Angka Serangan (Attack Rate)

Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu di kalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki risiko atau kerentanan terhadap penyakit tersebut. Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancamam dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, sistem hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.

MANIFESTASI KLINIK SECARA UMUM

Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat atau meninggal dunia. Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal. Penyembuhan dapat lengkap atau dapat berlangsung jinak (mild) atau dapat pula dengan gejala sisa yang berat (serve sequele).

Infeksi Terselubung (Tanpa Gejala Klinis) Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakkan diri secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat didiagnosa tanpa cara tertentu seperti test tuberkulin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibodi dalam tubuh dll. Untuk mendapatkan perkiraan besar dan luasnya infeksi terselubung dalam masyarakat maka perlu dilakukan pengamatan atau survai epidemiologis dan tes tertentu pada populasi. Hasil survai ini dapa digunakauntuk pelaksanaan program, keterangan untuk kepentingan pendidikan.

PENYEBARAN KARAKTERISTIK TIGA JENIS PENYAKIT MENULAR Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung) Lebih banyak dengan gejala klinik jelas Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian

KOMPONEN PROSES PENYAKIT MENULAR Faktor Penyebab Penyakit Menular Interaksi Penyebab dengan Pejamu Mekanisme Patogenesis Sumber penularan

Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat faktor yang memegang peranan penting : Faktor penyebab atau agent yaitu organisme penyebab penyakit Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources Cara penularan khusus melalui mode of transmission

Unsur Penyebab Dikelompokkan Dalam :

Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis, dll. Kelompok cacing/helminth baik cacing darah maupun cacing perut. Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll. Fungus atau jamur baik uni maupun multiselular. Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia. Virus sebagai kelompok penyebab yang paling sederhana.

Penyakit Menular

Etiologi Bakteri Virus Protozoa Cacing Leptospira Jamur

Penyakit Menular Cara Penularan Vektor Permukaan Kulit Udara Air/makanan Binatang

Penyakit Menular Epidemiologi Zoonosis Sporadis Endemis Epidemis Pandemis

Istilah Dalam Epidemiologi Penyakit Menular a.Infeksi Masuk dan berkembangnya agen penyakit dalam tubuh manusia atau binatang serta timbul reaksi tubuh terhadap agen penyakit. b.Inokulasi (Inoculation) Masuknnya agen penyakit atau bibit penyakit berasal dari artropoda ke dalam tubuh manusia melalui gigitan pada kulit atau deposit pada membrane mukosa.. c.Infestasi (infestation) Masuknya artropoda pada permukaan tubuh manusia kemudian berkembang biak disebut d.Kontaminasi Adalah penyakit terdapat dalam makanan dan air yang digunakan oleh manusia.

Istilah Dalam Epidemiologi Penyakit Menular e.Penyakit infeksius Jenis penyakit berasl dari orang atau binatang yang menderita sakit atau mengalami infeksi f.Penyakit contagious Jenis penyakit yang ditularkan langsung dari orang sakit kepada orang sehat. h.Penyakit tidak menular Ditujukan pada jenis jenis penyakit seperti tumor,jantung coroner,diabetes militusdan lain-lain.

PERIODESITAS BERJANGKITNYA PENYAKIT.

a. Epidemik Berjangkinya suatu penyakit pada sekelompok orang di masyarakat dengan penyakit,waktu dan sumber yang sama di luar keadaan yang biasa (kejadian luar biasa). b. Endemik Sutau keadaan berjangkitnya prevalensi suatu jenis penyakit yang terjadi sepanjang tahun dengan frekuensi rendah pada di suatu tempat. c. Sporadik Jenis penyakit tidak tersebar merata pada tempat dan waktu yang tidak sama pada suatu saat dapat terjadi Epidermik.

PERIODESITAS BERJANGKITNYA PENYAKIT d. Pandemik Jenis penyakit yang berjangkit dalam waktu cepat dan terjadi bersamaan di berbagai tempat di seluruh dunia. e. Klaster Jenis penyakit yang diderita oleh satu orang atau lebih,ditularkan dengan cepat ke orang sehat melalui hubungan darah (keluarga)atau kontak intim. f. Eksotik Adalah jenis penyakit yang berasl dari Negara lain dan berjangkit disuatu Negara.

PERIODESITAS BERJANGKITNYA PENYAKIT g. Zoonosis Penyakit atau infeksi yang ditularkan oleh hewan bertlang belakang kemanusia. h. Epizoonosis Penyakit zoonosis yang berjangkit secara efidemik pada hewan. i. Enzoonosis Zoonosis yang berjangkit secara endermik pada hewan

Sumber Penularan Penderita Pembawa kuman Binatang sakit Tumbuhan/benda

Cara Penularan Kontak langsung Melalui udara Melalui makanan atau minuman Melalui vector

Keadaan Pejamu Keadaan umum Kekebalan Status gizi Keturunan

Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke pejamu melalui : mukosa ataukulit saluran pencernaan saluran pernapasan saluran urogenitalia gigitan, suntikan, luka placenta

Interaksi Penyebab dengan Pejamu Infektivitasadalah kemampuan unsur penyebab atau agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu. Patogenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala klinis yang jelas Virulensi adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang berat terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas. Imunogenisitas adalah suatu kemampuan menghasilkan kekebalan atau imunitas

Sumber penularan

Manusia sebagai reservoir; Kelompok penyakit menular yang hanya dijumpai atau lebih sering hanya dijumpai pada manusia. Penyakit ini umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya dapat menimbulkan penyakit pada manusia saja. Reservoir binatang atau benda lain. Beberapa penyakit Zoonosis utama dan reservoir utamanya Pes (plaque) Tikus, Rabies (penyakit anjing gila Anjing), Thypus, Scrub & Murine Tikus, Leptospirosis Tikus.

Penelitian dan Pengendalian Epidemiologi Penyakit Menular

Studi tentang epidemiologi ini : Studi Riwayat Kasus (Case History Studies), Studi Kohort (Kohort Studies), Epidemiologi Eksperimen.

Dinamika Penularan Penyakit a. Reservoir pada manusia Pada penyakit menular,sumber infeksi berasl dari orang yang mengalami infeksi dapat berupa kasus atau karier. Kasus dapat berbentuk subklinis dan klinis.Pada kasus subklinis,tidak ditemukaan gejala penyakit atau bersipat asimtomatis tetapi berpotensi untuk menularkan infeksi pada orang lain.Contoh :penyakit poliomyelitis Karier terjadi karena proses penyebuhan tidak sempurna dan secara bakteriologis agen penyakit masih dalam tubuh .contohnya pada penyakit demam tifoid.

Dinamika Penularan Penyakit b. Reservoar hewan Sumber infeksi dapat berasal dari heawan atau burung dan berupa kasus karier seperti pada manusia.

Mode of transmission penyakit infeksi Langsung tidak langsung dari satu orang ke orang yang lain. ditinjau dari aspek local, regional internasional.

Media Langsung dari orang ke orang (permukaan kulit) Jenis penyakit yang ditularkan antara lain Penyakit kelamin Trakoma Antraks Penyakit pada kaki dan mulut HIV (AIDS) Scabies Gas ganggren Rabies Erissipelas Infeksi luka aerobic

Air borne disease. Jenis penyakit yang ditularkan antara lain : TBC paru Varicella Difteri Influenza Variola Morbili Manigtis Demam scarlet Mumps Rubella Pertussis

Water borne atau water related disease. Agen penyakit : 1. Virus :hepatitis virus,poliomielitis 2. Bakteri :koler,disentri,tifoid,diare 3. Protozoa :amubiasis,giardiasis 4. Helmintik :askariasis,penyakit cacing cambuk,penyakit hidatid 5. Leptospira :penyakit Weil Pejamu akuatik : 1. Bermultiplikasi di air :skistosomiasis (vector keong) 2. Tidak mermultiplikasi :guenea s worm dan fish tape worm(vector gelap)

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air Water borne mechanism Kuman potogen yang berada dalam air dapat menyebabkanpenyakit pada manusia,ditularkan melalui mulut atau system pencernaan.Contoh :kolera,tifoid,hepatitis virus,disentri basiler,poliomyelitis. Water washed mechanism jenis penyakit water mashed mechanism yang berkaitan dengan keberhasilan individu dan umum dapat berupa : a. Infeksi melalui alat pencernaan,seperti diare pada anakanak. b. Infeksi melaui kulit atau mata,seperti scabies dan trakoma. c. Penyakit melalui binatang pengerat,seperti leptospirosis.

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air Water based mechanism Jenis penyakit dengan agen penyakit yang menjalani sebagian siklus hidupnya didalam tubuh vector atau sebagai pejamu intermediet yang hidup di dalam air. Contoh :skitosomiasis,dracunculus medinensis Water related insect vetor mechanism

Jenis penyakit yang ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang biak di dalam air. Contoh ;filariasis,dangue,malaria,demam kuning (yellow fever).

Cara Pencegahan Penularan Penyakit melalui media air/makanan Penyakit Infeksi saluran pencernaan Memutus rantai Penyakit infeksi melalui kulit dan mata Hiegine personal Penyakit infeksi lain berhubungan dengan air Pengendalian vektor

Melalui Media vektor Penyakit DBD Malaria Filariasis Chikungunya Disentri Kolera Demam tifoid Paratiffoid

Transmisi arthropods borne diseases pada manusia Transmisi secara langsung Arthropoda secara langsung memindahkan penyakit atau infestasi dari satu orang keorang lain melalui kontak langsung. Contoh :Skabies,pedikulus. Transmisi secara mekanik Agen penyakit ditularkan secara mekanik oleh arthropoda. Contoh:penularan penyakit diare,tifoid,keracunan makanan dan trakoma oleh lalat.

Transmisi arthropods borne diseases pada manusia Transmisi secara biologi Bila agen penyakit bermultiplikasi atau mengalami beberapa perubahan dan perkembangan tampah adanya multiplikasi di dalam tubuh arthropoda maka disebut sebagai transmisi biologis.Ada tiga cara transmisiyang dikenal yaitu : 1. Propagatif Bila agen penyakit tidak mengalami perubahan siklus,tetapi bermutiplikasi di dalam tubuh vektor.Contoh :plague bacilli pada kutu tikus 2. Cyclo-developmental Bila agen penyakit perubahan siklus,dan multiplikasi di dalam tubuh arthropoda.Contoh :parasite malaria pada nyamuk anopheles. 3. Cylclo-develomental Bila mengalami perubahan siklus,tetapi tidak megalami multiplikasi si dalam tubuh arthropoda.Contoh :Parasit filaria pada nyamuk culek,dan cacing pada Cyclops.

Prinsip pengendalian arthropoda Ada beberapa prinsip dalam pengendalian arthropoda antara lain : 1. 2. 3. 4. Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol lingkungan kimia biologi genetic

Prinsip umum penanganan penyakit menular 1.Kotrol terhadaap sumber atau resersoir infeksi 2.Memutuskan rantai penularan 3.Proteksi pada kelompok penduduk yang rentan

Control terhadap sumber atau reservoir infeksi a. b. c. d. e. f. g. Diagnosis dini Notifikasi Isolasi Terapi Karantina Surveylans epideomologi. Desinfeksi

Memutus rantai penularan a. b. c. d. Vehicle transmission. Vektor transmission Airbone transmission Contact transmission

Proteksi pada kelompok penduduk rentan a. b. c. d. Imunisasi aktif Imunisasi fasif Kemolofilaksis Pendidikan kesehatan