Anda di halaman 1dari 3

Ega Septiani Priadi B1A08016

Aktivitas Senyawa Antibakteri dari Mikroalga Porphyridium cruentum

Antimikroba adalah senyawa yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme hidup atau dengan kata lain disebut juga antiboitika yaitu bahan-bahan yang bersumber hayati yang pada kadar rendah sudah menghambat pertumbuhan mikroorganisme hidup yaitu jamur, virus dan bakteri, Antibakteri adalah zat yang membunuh bakteri atau menekan pertumbuhan atau reproduksi mereka. Oleh karena itu, kelompok obat ini hanya berguna untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Misalnya saja mikroalga, yakni Porphyridium cruentum yang merupakan mikroalga merah

bersel satu yang termasuk kelas Rhodophyceae, hidup bebas atau berkoloni, Sel P. Cruentum berbentuk bulat dengan diameter 4 - 9 m. Struktur selnya terdiri dari sebuah nukleus (inti), kloroplas, badan golgi, mitokondria, lendir, pati dan vesikel. Porphyridium dapat hidup di berbagai habitat alam seperti air laut, air tawar, maupun pada permukaan tanah yang lembab dan membentuk lapisan kemerah-merahan yang sangat menarik. Habitat asli dari P. cruentum diduga berasal dari laut karena dapat hidup dengan baik pada media cair maupun media padat air laut. Porphyridium cruentum memiliki metabolit yang aktif secara biologi seperti antibiotik. Kelompok senyawa kimia utama yang merupakan antibakteri adalah fenol dan senyawa fenolat, alkohol, halogen, logam berat, detergen, aldehid, dan gas kemosterilisator. P. cruentum dapat digunakan sebagai antibakteri dari Escherichia coli dan dalam usus besar bersifat patogen apabila melebihi dari jumlah normalnya mampu menyebabkan peradangan selaput perut dan usus (gastroenteritis). Bakteri ini menjadi patogen yang berbahaya bila hidup di luar usus seperti pada saluran kemih, yang dapat mengakibatkan peradangan selaput lendir (sistitis). B. cereus dipastikan sebagai penyebab suatu kasus keracunan makanan yang salah satunya dapat mengakibatkan diare.

Mekanisme Kerja Bakteri Berdasarkan mekanisme kerja antibakteri dibagi lima kelompok yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri, mengganggu metabolisme sel bakteri, merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis protein sel bakteri dan menghambat sintesis asam nukleat sel bakteri. Mekanisme penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri oleh senyawa antibakteri dapat berupa perusakan dinding sel dengan cara menghambat pembentukannya atau mengubahnya setelah selesai terbentuk, perubahan permeabilitas membran sitoplasma sehingga menyebabkan keluarnya bahan makanan dari dalam sel, perubahan molekul protein dan asam nukleat, penghambatan kerja enzim, dan penghambatan sintesis asam nukleat dan protein. Di bidang farmasi, bahan antibakteri dikenal dengan nama antibiotik, yaitu suatu substansi kimia yang dihasilkan oleh mikroba dan dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain. Senyawa antibakteri dapat bekerja sebagai bakteristatik, bakterisidal, dan bakterilitik Uji Aktivitas Antibakteri Pengujian aktivitas antibakteri dapat dilakukan dengan metode difusi (sumuran) dan metode dilusi (pengenceran). Metode dilusi atau pengenceran merupakan metode yang pengamatannya berdasarkan kekeruhan larutan. Metode ini dapat menentukan secara kuantitatif, konsentrasi suatu obat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Prinsip dari cara ini adalah penghambatan pertumbuhan bakteri dalam pembenihan atau media cair oleh suatu obat yang dicampurkan ke dalam medium. Pembenihan yang dipakai harus merupakan pembenihan yang dapat menumbuhkan bakteri secara optimum dan tidak menetralkan obat yang digunakan (Bonang dan Koeswardono, 1982). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dapat ditentukan dengan metode dilusi. KHM ditentukan dengan mengamati adanya kekeruhan pada seri pengenceran dari sejumlah tabung yang telah diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. KBM ditentukan dari batas

tabung yang jernih untuk selanjutnya ditanam pada medium differensial secara goresan kemudian diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam dan diamati ada tidaknya pertumbuhan bakteri. Pada prinsipnya antibiotik diencerkan hingga memperoleh beberapa konsentrasi. Daftar Pustaka Agustini, Ni Wayan Sri, Kusmiati. 2007. Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri dari Mikroalga Porphyridium cruentum. Biodiversity. Volume 8. No. 1. Hal : 48-53. Effendi, Hefni. 2010. Bioprospecting Senyawa Aktif dari Laut. [online]. (http: farmasibahanalam.fileswordpress.com/2010/08/bioprospectingsenyawaakt if-dari-laut.pd, diakses tanggal 20 Maret 2011).