Anda di halaman 1dari 15

Diare Cair Akut Disertai Dehidrasi Sedang

Sandy - 102009032

Anamnesis
Lama

diare, Frekuensi BAB, volume tinja, warna tinja, ada lendir/darah di tinja ,tinja berbau, Diuresis (kencing), Penyakit penyerta seperti malnutrisi atau infeksi, Riwayat makan/minum sebelum/ sesudah diare dan Berat badan sebelum sakit.

Pemeriksaan Fisik

Tanda-tanda vital Suhu badan : mengalami peningkatan (subfebris) Kesadaran umum melemah Nadi : cepat dan lemah Pernafasan : frekuensi nafas meningkat Tekanan darah : menurun Antropometri: Penurunan berat badan. Pernafasan : Biasanya pernapasan agak cepat, bentuk dada normal, dan tidak ditemukan bunyi nafas tambahan.

Cardiovasculer

: Biasanya tidak ditemukan adanya kelainan, denyut nadi cepat dan lemah. Pencernaan : Ditemukan gejala mual dan muntah, mukosa bibir dan mulut kering, peristaltik usus meningkat, anoreksia, BAB lebih 3 x dengan konsistensi encer Perkemihan : Volume diuresis menurun.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan tinja Makroskopis : adanya mucus, darah, bau, warna, konsistensi tinja Mikroskopis : pemeriksaan darah samar pada tinja, sebukan sel lekosit, dan sebagainya pH dengan kertas lakmus cenderung asam, terlebih didapati intoleransi laktosa Kultur tinja, jika diduga agen penyebab adalah bakteri / cacing Pemeriksaan darah tepi , ELISA

Pemeriksaan

kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. Pemeriksaan kadar elektrolit seperti natrium, kalium, klorida, dalam serum. Foto abdomen. Rektoskopi / sigmoidoskopi : atas indikasi (biasanya pada diare berdarah).

Diagnosis Banding

Epidemiologi

Amerika Serikat, 20 35 juta kejadian diare terjadi setiap tahun Indonesia kematian anak karena diare 50.400 orang. 10.088 anak rotavirus. Di Jakarta dan Surabaya sekitar 21-42 persen balita meninggal akibat diare dari rotavirus. Anak umur < 2 tahun (tetapi > 3 bulan), Anak yang tidak diberikan ASI sampai umur 2 tahun, tidak divaksin campak , malnutrisi meningkatkan resiko terkenanya diare.

Etiologi

Fekal Oral Infeksi bakteri : Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Infeksi virus : Rotavirus, Astrovirus, dll Infeksi parasit : Cacing (Ascaris, Trichiuris, Strongyloides), Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lambia, Trichomonas hominis), dan jamur (Candida albicans).

Infeksi

parenteral otitis media akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis, Faktor malabrsorbsi Intoleransi laktosa. Faktor makanan makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan ( makanan pedas, asam), obat obatan, antasida Faktor psikologis rasa takut dan cemas

Etiologi (2)

Rotavirus 70mm roda dengan batasbatas yang tegas Genom double stranded RNA, segmented (10-12 segmen), capsid icosahedral (+), envelop (-), replikasi di sitoplasma. Mempunyai 5 serotype (A-E) + 2 Tentative (F dan G),

sel vili intestinum enterotoksin virus protein NSP4 sekresi berlebihan cairan dan elektrolit diare tanpa darah dan inflamasi. Sel vili yang mati keluar bersama tinja + virus dalam jumlah besar.
Menginfeksi

Mekanisme Diare
Gangguan osmotik Makanan / Zat tidak dapat diserap akan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus. Isi rongga usus yang berlebihan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Gangguan sekresi Toksin peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan diare Gangguan motilitas usus Peristaltik Usus