Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENTINGNYA PERLINDUNGAN ANAK

DI SUSUN OLEH : NAMA NPM PRODI SEMESTER : ALFIAN PAHLEVI : 08810572 : ILMU HUKUM :6

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya karya ilmiah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya. Adapun penulisan ini bertujuan untuk memberi pentingya informasi tentang

dalam melindungi anak dari berbagai ancaman yang akan

membahayakan dirinya dan dapat mempengaruhi mentalitas anak tersebut. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ini. Kami juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi salah satu sumber literature atau sumber informasi pengetahuan tentang pentingnya dalam menjaga hak serta kewajiban anak,kepada semua pihak yang telah membaca karya ilmiah ini. Penulis menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada pembaca,penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih sempurna. Semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Metro,

Juni 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................ ................................ ....................... Kata Pengantar ................................ ................................ ...................... Daftar Isi ................................ ................................ ............................... BAB I Pendahuluan ................................ ................................ ............... A. B. C. D. E. Latar Belakang ................................ ................................ ..... Identifikasi Masalah ................................ ............................. Pembatasan Masalah ................................ ............................ Rumusan Masalah ................................ ................................ Tujuan dan Manfaat Pembahasan ................................ .........

i ii iii 1 1 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 7 7 7 8 9

BAB II Landasan Teori................................ ................................ .......... A. Anak................................ ................................ ..................... B. Undang-Undang Perlindungan Anak ................................ .... C. Kekerasan Terhadap Anak ................................ ................... BAB III Metodologi Penulisan ................................ .............................. A. Metode Penulisan ................................ ................................ . B. Waktu dan Tempat ................................ ............................... BAB IV Isi ................................ ................................ ............................ A. B. C. D. E. F. G. Pengertian Anak ................................ ................................ ... Hak-hak Anak ................................ ................................ ...... Kewajiban dan Tanggung Jawab Siapa Anak ....................... UU yang mengatur perlindungan anak di Indonesia .............. Pengertian Kekerasan ................................ ........................... Angka kekerasan terhadap anak ................................ ........... Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak ........................

BAB V Penutup ................................ ................................ ..................... A. Kesimpulan ................................ ................................ .......... B. Saran ................................ ................................ .................... Daftar Pustaka ................................ ................................ ...................... 10 10 8

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masih banyak anak yang diperlakuan tidak selayaknya yang ia terima terutama di Indonesia. Banyaknya kejadian ini karena faktor ekonomi yang tidak memadai sehingga anak kehilangan hak yang seharusnya ia dapati layaknya anak-anak lainnya. Padahal dapat diketahui banyak undang-undang yang menjaga hak-hak anak. Bahkan PBB telah mendirikan organisasi khusus tentang anak yang dinamakan UNICEF. Ini ditekankan khususnya terhadap keluarga agar mengetahui bahwa pentingnya menjaga hak-hak anak agar menjadi manusia seutuhnya dikemudian hari.

B. Indentifikasi Masalah Kekerasan terhadap anak sering kali terjadi pada abad ke -21 ini khususnya di Indonesia. Contoh kasus pelanggaran hak anak yaitu dari segi makan bergizi yang idealnya mendukung pertumbuhan jiwa dan fisiknya secara normal dan gizi pendidikan yang mengantarkan dirinya secar intelektual,ternyata anak Indonesia saat ini sedang berada dalam kantong ketidakberdayaan atas hak-hak fundamentalnya,terbukti pada saat ini lebih dari 2 juta anak Indonesia yang berusia dibawah dua tahun mengalami kekurangan gizi dan sebanya 7,2 juta anak tingkat Siswa dapat dan SLTP yang terancam putus sekolah (Kompas,3 juli 2000) Penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak pada umumnya

dikarenakan faktor ekonomi dan ketidak matangan mentalitas keluarga dalam menghadapi suatu masalah. Seringnya terjadi kekerasan ini membuat mental anak menjadi labil dan akhirnya menyebabkan dampak dalam kehidupannya baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat luas. Oleh karena itu penulis mengambil tema perlindungan terhadap anak di dalam karya ini.

C. Pembatasan Masalah Karena luasnya materi tentang perlindungan terhadap anak ,maka penulis membatasi ruang lingkup masalah ini yaitu hak-hak anak serta upaya penanggulangan kekerasan terhadap anak.

D. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan anak? 2. Apa hak-hak yang harus diterima anak? 3. Kewajiban dan tanggung jawab siapa anak? 4. Apa Undang-Undang atau peraturan yang mengatur tentang perlindungan anak? 5. Apakah yang dimaksud dengan kekerasan terhadap anak? 6. Bagaimana angka kekerasan terhadap anak? 7. Bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak?

E. Tujuan dan Manfaat Pembahasan Tentunya setiap pekerjaan memiliki tujuan serta manfaat masingmasing. karya ilmiah ini bertujuan agar public mengetahui bahwa pentingnya dalam melindungi anak-anak serta memberikan hak yang seharusnya ia dapati. Dan saya berharap agar karya ini dapat hendaknya menguragi angka kekerasan khususnya terhadap anak.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Anak Anak merupakan karunia tuhan yang mesti dilindungi dan dijaga hakhaknya sebagai manusia. Tentunya anak mempunyai suatu yang bisa mempertanggung jawabkannya yaitu negara serta yang berkewajiban untuk membmbing serta mendapatkan hak-haknya secara utuh yaitu keluarga dan masyarakat. Pihak tersebut tentunya harus melindungi,memenuhi serta memelihara hak-hak anak agar berkembang hendaknya menjadi manusia seutuhnya dan berguna bagi bangsa serta agama nantinya.

B. Undang-Undang Perlindungan Anak Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak agar terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

C. Kekerasan Terhadap Anak Kekerasan adalah perbuatan penyalahgunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa menggunakan sarana secara melawan hukum dan menimbulkan bahaya bagi badan, nyawa, kemerdekaan, penderitaan fisik, seksual, psikologis, termasuk menjadikan orang pingsan atau tidak berdaya.

BAB III METODOLOGI PENULISAN

A. Metode Penulisan Metode yang digunakan ialah metode studi pustaka (study research) dengan mencari bahan dari sumber serta menggunakan media telekomunikasi internet.

B. Waktu dan Tempat Dalam menyelesaikan karya ini dimulai pada tanggal 1 juni hingga 15 juni 2010 dan bertempat di Madrasah Aliyan Negeri (MAN) 2 Padang

BAB IV ISI

A. Pengertian Anak Menurut John Locke (1986) anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Sobur (1988), mengartikan anak sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan. Haditono (1992), berpendapat bahwa anak merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi

perkembangannya. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga, dan keluarga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Augustinus (1987), yang dipandang sebagai peletak dasar permulaan psikologi anak, mengatakan bahwa anak tidaklah sama dengan orang dewasa, anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan, anak-anak lebih mudah belajar dengan contohcontoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa.

B. Hak-hak Anak: Anak berhak mendapatkan nama dan kewarganegaraan(Pasal 7) Tidak ada satu pihak pun bisa seenaknya merubah identitas dan kewarganegaraan anal (Pasal 8) Anak memiliki hak berkarya, berpendapat dan berkumpul (Pasal 12, 13, 15) ANAK memiliki hak berkarya, berpendapat dan berkumpul (Pasal 12, 13, 15) ANAK berhak mendapat dan mengetahui informasi yang bermanfaat (Pasal 13 & 17) Kehidupan pribadi Ku, harus dilindungi dari campur tangan semena-mena dan berbagai serangan (Pasal 16)

Anak harus dilindungi dari tindak kekerasan dan perlakuan seenaknya (Pasal 37 (a))

ANAK berhak diasuh oleh orangtua dengan penuh kasih saying dalam keluarga bahagia sampai dewasa (Pasal 5)

Apabila orangtua tidak mampu mereka harus dibantu agar ANAK terhindar dari bahaya Namun apabila orangtua mengancam kelangsungan hidup KU (Pasal 19)

Maka ANAK berhak dicarikan orangtua asuh yang bias menjaga dan memelihara (Pasal 20) Atau iangkat anak secara hukum dengan

kepentingan terbaik sebagai pertimbangan utama (Pasal 21) ANAK berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baikPasal 24 Agar tetap sehat ANAK perlu gizi, pakaian dan tempat tinggal yang sehat pula Pasal 26 Meski ANAK berbedakemampuan baik jasmani dan rohani Anak tetap harus mendapat pendidikan dan perawatan khusus Pasal 23 Pendidikan sangat penting ANAK berhak mendapatkannya walaupun keluarga Ku miskin Pasal 28 Dengan pendidikan ANAK bias tumbuh menjadi manusia berguna menghargai sesama serta memiliki kemampuan dan ketrampilanPasal 29 Agar ANAK bisa berkembang, rekreasi dan mengikuti kegiatan budaya menjadi hak Ku pula Pasal 31 Ketika ada bencana alam atau kekacauan, terpaksa menjadi pengungsi, ANAK berhak memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan Pasal 22 Apabila terjadi perang jangan paksa ANAK menjadi tentara Pasal 38 Dalam perang ANAK lah yang paling sering jadi korban, maka lindungi dan rawatlah ANAK Pasal 39 Manakala ANAK terlibat kejahatan hukumlah ANAK sejauh tidak melanggar hak-hak yang ANAK miliki Pasal 37 Jangan biarkan ANAK berada dan tenggelam dalam keadaan yang tidak menyenangkan dan mengancam jiwa anak Jangan paksa ANAK bekerja seperti orang dewasa Pasal 32

Jangan jerumuskan ANAK untuk menggunakan narkotika, obat-obatan terlarang dan minuman keras Pasal 33

ANAK harus dilindungi dari Kekerasan SeksualPasal 34 ANAK harus dilindungi dari penculikan, penjualan dan perdagangan anak Pasal 35

Apabila ANAK kelompok minoritas, hak-hak anak tidak boleh diingkari termasuk penghargaan terhadap budaya, agama dan bahasaku Pasal 30

C. Kewajiban dan Tanggung Jawab Siapa Anak Yaitu negara melalui pemerintah, DPR/D dan kehakiman dengan membuat bermacam-macam peraturan terhadap perlindungan anak yang mana Negara berkewajiban atas menghargai,melindungi UU No. 23/2002 dan memenuhi hak-hak anak sedangkan yang bertanggung jawab terhadap anak adalah orang tua dan masyarakat dalam melaksanakan hak -hak anak agar anak kelak menjadi manusia seutuhnya

D. Undang-Undang yang mengatur perlindungan anak di Indonesia Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sudah disahkan selama dua tahun, tetapi pelaksanaan di lapangan belum berjalan seperti yang diharapkan. Masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan undang-undang itu menyampaikan sederet persoalan yang secara nyata mereka hadapi sehari-hari di lapangan dalam pelaksanaan undangundang tersebut.UNDANG-Undang Perlindungan Anak diadakan dengan tujuan menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

E. Pengertian kekerasan Pengertian kekerasan dalam RUU KUHP adalah setiap perbuatan penyalahgunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa menggunakan sarana secara melawan hukum dan menimbulkan bahaya bagi badan, nyawa, kemerdekaan, penderitaan fisik, seksual, psikologis, termasuk menjadikan orang pingsan

10

atau tidak berdaya. Ancaman kekerasan adalah suatu hal atau keadaan yang menimbulkan rasa takut, cemas, atau khawatir pada orang yang diancam. Secara fitrah Allah telah menganugerahkan rasa kasih dan sayang orangtua kepada anaknya sebagai modal awal untuk melakukan pengasuhan dan pendidikan anak.

F. Angka kekerasan terhadap anak Sejumlah peraturan terkait perlindungan anak dinilai tidak bergigi. Kurangnya sosialisasi perundang-undangan tersebut membuat eskalasi kekerasan terhadap anak tetap tinggi. Sebanyak 25 juta anak Indonesia pernah mendapat tindak kekerasan. Angka itu kemudian dinilai mengkhawatirkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. Data ini dihitung berdasarkan hasil survei kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2006, yakni sekitar 2,29 juta anak pernah menjadi korban kekerasan. Sementara jumlah penduduk anak menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pertengahan 2009, tercatat 85.146.600 jiwa atau 38,86 persen dari penduduk Indonesia. "Jika persentase kekerasan 2009 dianggap sama dengan 2006, berarti ada sekitar 25 juta anak pernah mendapat tindak kekerasan. Ini sudah mengkhawatirkan, perlu ada kebijakan pencegahan dan penanganan," kata Linda seusai peluncuran Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanganan Kekeras terhadap Anak di an Ja-karta, Jumat (19/3). Sebenarnya sejumlah peraturan terkait perlindungan anak sudah dibuat, di antaranya UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. Namun keberadaan UU tersebut tidak membuat tingkat kekerasan terhadap anak menurun.

11

G. Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak Anak anak diharapkan patuh dan rajin belajar agar terjadi keharmonisan di dalam keluarga dan diharapkan kepada keluarga agar tidak memeberi hukuman yang melanggar UU jika anak berbuat suatu yang diangap tidak benar selain itu dari pemerintah dibutuhkan sosialisasi . Proses Sosialisasi menurut Astrid Dionisio, spesialis perlindungan anak dari Unicef, peraturan terkait perlindungan anak yang ada tidak maksimal dalam implementasinya. Hal tersebut disebabkan adanya hambatan dalam proses sosialisasi. "Ada kesenjangan informasi dan sosialiasi yang dilakukan pada publik," ujarnya. Untuk itu, ia menanggapi positif lahimya Peraturan Menteri (Penmen) Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2010 tentang RAN Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak. "Permen ini saya anggap sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap perlindungan anak," imbuh Astrid. Peraturan menteri tersebut diluncurkan dengan tujuan melengkapi berbagai instrumen hukum di tataran operasional. Inti dari pelaksanaan RAN ini adalah menitikberatkan pada sosialiasi sejumlah peraturan terkait

perlindungan anak yang sudah ada. Sosialisasi dilakukan dengan berkoordinasi dengan sejumlah

kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Sosial, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan sejumlah organisasi masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat

12

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Anak adalah makhluk sosial yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya, anak juga mempunyai perasaan, pikiran, kehendak tersendiri yang merupakan totalitas psikis dan sifat-sifat serta struktur yang berlainan pada setiap fase perkembangan. Kekerasan pun dalam pandamngan islam dinilai tidak baik dan bukan suatu solusi dalam sebuah masalah.

B. Saran Penulis menguraikan seharusnya Negara melalui pemerintah, DPR/D dan kehakiman memenuhi, memelihara serta menjaga hak -hak yang harus diperoleh oleh anak serta keluarga dan masyarakat lebih memahami peran. Penulis berharap dengan adanya ini pembaca mengetahui dan memahami apa yang seharusnya dilakukan terhadap anak

13