Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PENGEMBANGAN SUMBERDAYA ALAM DAN INFRASTRUKTUR DI KOTA PAGAR ALAM i

Oleh : Heri Apriyanto ii

I.

PENDAHULUAN

Dalam rangka mendorong peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, serta pemanfaatan potensi daerah, maka Kota Adminitratif Pagar Alam Kabupaten Lahat pada tanggal 21 Juni 2001 dikeluarkan Undang-Undang RI No. 8 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Pagar Alam. Dengan demikian Kota Pagar Alam menjadi daerah otonom. Diharapkan dengan adanya penetapan Kota Otonom Pagar Alam tersebut dapat mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan yang ada di dalam wilayah Kota Pagar Alam dan daerah sekitarnya. Kota Pagar Alam memiliki potensi berbagai kekayaan alam, seperti hasil hutan pertanian dan perkebunan serta kondisi alam yang indah yang bisa dikembangkan menjadi objek pariwisata. Berbagai potensi lain yang dimiliki Kota Pagar Alam seperti tersedianya sarana dan prasarana yang memadai serta beberapa peninggalan sejarah dan seni budaya khas daerah diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan Kota Pagar Alam. Selain itu ditunjang pula oleh letak kota ini yang sangat strategis karena akses dengan kota lain, seperti Kabupaten Lahat, Kota Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Kota Palembang relatif cukup baik. Sebagai kota otonom baru, Pemerintah Kota Pagar Alam telah menetapkan visi yaitu mengembangan Kota Pagar Alam sebagai (1) Kota Agribisnis dan (2) Kota Pariwisata yang bernuansa Islami. Dengan berlakunya UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah serta Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom telah
i

ii

Makalah ini disampaikan pada Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam, yang diselenggarakan kerjasama antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan P2KTPW-BPPT di Kota Pagar Alam pada tanggal 26 Mei 2003 Heri Apriyanto, SSi, MT, Staf Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah, Deputi PKT, BPPT

membawa implikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, termasuk di dalamnya bidang pengembangan potensi daerah (perkebunan, wisata dan sebagainya). Saat ini kegiatan perekonomian utama yang ada di Kota Pagar Alam didominasi oleh kegiatan sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan, antara lain komoditas kopi dan teh. Tingkat ketergantungan wilayah ini terhadap komoditas ini cukup tinggi, karena komoditas ini dianggap dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan ekonominya. Kota Pagar Alam juga masih memiliki potensi lain yang diharapkan bisa mendorong akselerasi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah ini. Potensi tersebut adalah sumber daya alam yang bisa dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Kota Pagar Alam memiliki kondisi alam yang indah dan iklim yang sejuk, serta berbagai objek seperti air terjun, megalith, atau alam pegunungan. Saat ini masih banyak dari objekobjek tersebut yang belum dikelola ataupun dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Untuk menunjang visi Kota Pagar Alam maka perlu diidentifikasi dan dianalisis berbagai potensi dan kemampuan lahannya. Makalah ini akan mencoba membahas salah bagian yang perlu di masukkan ke dalam Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Kota Pagar Alam, yaitu potensi dan kemampuan lahan di Kota Pagar Alam. Dalam tulisan ini juga dilengkapi oleh pembahasan terhadap sarana dan prasarana dasar yang mendukung.

II.

METODOLOGI

Penelitian ini mempergunakan metode penelitian eksploratif dan survai, yaitu melakukan kajian-kajian referensi yang relevan dengan objek penelitian serta mengadakan survai data primer dan survai instansional (diskusi) guna melengkapi data dan informasi yang diperlukan dalam analisis masalah. - Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan terhadap empat jenis data yaitu (1) data regulasi/peraturan atau dokumen rencana, (2) data tabular/statistik dan (3) data spasial/peta serta (4) data lapangan.

- Analisis Data

Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Analisis deskriptif; analisis ini terutama digunakan untuk melakukan analisis kondisi wilayah dan kebijakan pengembangan Kota Pagar Alam, Analisis kesesuaian lahan; analisis ini digunakan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas unggulan.

III.

KONDISI WILAYAH

Kota Pagar Alam merupakan salah wilayah administrasi yang berada di Provinsi Sumatera Selatan. Dalam konteks regional, Kota Pagar Alam terletak sekitar 298 km dari Kota Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan dan 60 km di sebelah barat daya dari ibukota Kabupaten Lahat, sebagai bekas kabupaten induknya. Kota Pagar Alam secara astronomis terletak di antara 03o5908 Lintang Selatan sampai dengan 04o1545 Lintang Selatan dan 10o0700 Bujur Timur sampai dengan 103o2726 Bujur Timur. Sedangkan batas-batas wilayah Kota Pagar Alam adalah sebagai berikut: Utara Selatan Barat Timur : Kecamatan Jarai dan Kecamatan Pajar Bulan, Kab. Lahat : Provinsi Bengkulu : Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat : Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat

Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 2001, Kota Pagar Alam meliputi 5 kecamatan dengan luas wilayah mencapai 63.366 Ha. Kelima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pagar Alam Utara (5.606 Ha), Pagar Alam Selatan (6.259 Ha), Dempo Utara (12.483 Ha), Dempo Tengah (15.300 Ha), dan Dempo Selatan (28.104 Ha), yang terbagi atas 35 kelurahan. Berdasarkan kondisi fisiknya, Kota Pagar Alam merupakan daerah yang berbukit dan bergunung terutama pada bagian barat laut (Gunung Dempo) serta bagian SelatanTenggara. Bagian tengah hingga timur laut adalah dataran yang landai. Ketinggian wilayah antar kecamatan cukup beragam, berkisar antara 400 - 1.000 m dpal pada bagian timur laut hingga bagian tengah, meliputi sebagian kecil wilayah di Kota Pagar Alam, dengan memiliki kelerengan yang beragam berkisar antara 3% sampai dengan < 40%. Daerah yang berbukit hingga bergunung berada pada ketinggian antara 1.250 - 3.000 m dpal di daerah Gunung Dempo dengan kelerengan berkisar antara 12% sampai

Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam

dengan > 40%. Wilayah ini mencakup 72,8% dari luas keseluruhan Kota Pagar Alam, yang terdiri dari Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan, serta sedikit di Kecamatan Pagar Alam Utara Pagar Alam Selatan, dan Dempo Utara. Geologi daerah Pagar Alam pada bagian bawah tersusun oleh Formasi Pasemah yang terdiri dari tuf. Di atasnya terendapkan Formasi Bintunan yang tersusun oleh batu pasir tufan berbatu apung, tuf pasiran, konglomerat, dan tuf. Formasi Pasemah dan Formasi Bintunan ini terendapkan pada kala Pliosen Akhir hingga Pleistosen. Pada bagian atas didominasi oleh batuan breksi gunung api yang tersebar merata hingga ke bagian selatan Pagar Alam, yang juga tersusun oleh lava dan tuf hasil dari erupsi Gunung Dempo. Satuan Breksi Gunung Api ini diperkirakan berumur Holosen. Jenis tanah di Kota Pagar Alam yang paling dominan adalah Andosol Coklat dan Latosol Coklat Kemerahan, yaitu sekitar 52,3 Ha dan 26,4 Ha. Jenis tanah ini dari bahan induk tufvolkan intermediet hingga asam. Andosol banyak dijumpai pada daerah yang bergunung, yaitu masuk dalam wilayah kecamatan Pagar Alam Utara, Pagar Alam Selatan, Dempo Tengah. Jenis tanah yang lain adalah Latosol Coklat dan Latosol Coklat Kemerahan serta Litosol Coklat. Tanah penyusun berupa Litosol, Latosol dan Regosol terutama berasal dari bahan induk berupa batuan tuf volkan intermediet, dan sedikit Latosol dari tuf volkan intermediet asam. Kota Pagar Alam seperti halnya kota-kota lain di Pulau Sumatera, memiliki iklim tropika basah. Curah hujan rata-rata setahun bervariasi berkisar antara 1.462 mm (tahun 1997) - 5.199 mm (tahun 2001) yang tidak merata di seluruh wilayah. Berdasarkan data curah hujan Kota Pagar Alam tahun 1993-2002, diketahui bahwa curah hujan terkecil terjadi pada bulan Agustus (1.226 mm) dan terbesar pada bulan April (3.160 mm). Temperatur berkisar antara 20o C (minimum) hingga 28o C (maksimum). Jika dilihat dari kondisi topografinya, diperkirakan terdapat gradasi tingkat curah hujan yang semakin tinggi ke arah Barat dan Selatan. Sedangkan jumlah hari hujan bervariasi antara 119 hari (tahun 1997) sampai 247 hari (tahun 1998). Jumlah hari hujan terkecil terjadi pada bulan Agustus (89 hari) dan terbanyak pada bulan Januari (207 hari).

Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam

Dari segi hidrologi, di Kecamatan Pagar Alam Utara dan Kecamatan Pagar Alam Selatan terdapat sumber air permukaan cukup banyak terutama di Sungai Selangis, yang anak sungainya membentang luas hingga Kecamatan Dempo Utara. Selain itu juga dijumpai air permukaan lainnya yang meliputi Sungai Lematang di Kecamatan Dempo Tengah dengan beberapa anak sungainya antara lain Sungai Merah, Jernih, Lematang Cawang Kanan, Cawang Kiri, dan Cawang Kanan. Sungai Endikat di Kecamatan Dempo Selatan merupakan sumber air permukaan juga dengan beberapa sungai kecil di antaranya adalah Sungai Endikat Kanan dan Kiri, Sungai Kera, dan Sungai Putih. Sumber air permukaan di Kecamatan Dempo Utara berupa sungai-sungai kecil di antaranya adalah Sungai Cawang dan Sungai Selangis Besar, yang meliputi sekitar 14 anak sungai. Penggunaan lahan di Kota Pagar Alam berdasarkan hasil interpretasi dari Citra Landsat 7 liputan tanggal 6 Februari 2002 diketahui wilayah ini didominasi oleh perkebunan, yaitu sekitar 48,1%. Penggunaan lahan lainnya yang cukup luas adalah hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi terbatas, yaitu sekitar 27,9%. Perkebunan yang ada terutama adalah kopi, teh dan sayur mayur serta buah-buahan. Sebaran lahan perkebunan hampir meliputi semua kecamatan yang ada di Kota Pagar Alam. Luasnya lahan perkebunan menjadikan potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Sebagai kota yang relatif baru berkembang, luas lahan yang terbangun masih relatif sedikit, yaitu sekitar 3,9%. Tabel 1 Penggunaan Lahan di Kota Pagar Alam Tahun 2002
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hutan Perkebunan Pertanian lahan kering dan semak belukar Sawah Permukiman Lahan terbuka Jumlah Penggunaan Lahan Luas (Ha) 17.680 30.448 10.003 2.435 2.479 321 63.366 Persentase 27,9 48,1 15,8 3,8 3,9 0,5 100

Sumber : Hasil analisis Citra Landsat 7, P/R, 25/63, Liputan 6-2-2002

Sedangkan jumlah penduduk Kota Pagar Alam berdasarkan laporan kependudukan Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Kota Pagar Alam bulan Juli tahun 2002, jumlah penduduk Kota Pagar Alam berjumlah 118.301 jiwa, laki-laki
Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam
6

59.583 jiwa (50,36%) dan perempuan 58.718 jiwa ( 49,67%). Laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,04% pertahun.

IV.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis SDA/kemampuan lahan maka diketahui bahwa potensinya sangat besar dan diperkirakan mampu menunjang tercapainya visi Kota Pagar Alam sebagai (1) Kota Agribisnis dan (2) Kota Pariwisata yang bernuansa Islam. Kemampuan dan kesesuaian lahan wilayah Kota Pagar Alam sangat mendukung untuk pengembangan komoditas hortikultura dan kopi. Potensi obyek wisata khususnya alam dan budaya di Kota Pagar Alam sangat besar. Pegunungan, hamparan kebun teh yang luas, air terjun, danau merupakan pesona keindahan alam yang sangat layak untuk dijadikan sebagai obyek wisata yang berorientasi ke alam atau ekowisata. Di samping itu banyaknya peninggalan sejarah seperti batuan megalitik sangat mendukung perkembangan pariwisata di wilayah ini. Namun besarnya potensi yang ada ini belum diimbangi dengan tersedianya sarana dan prasarana dasar dan transportasi. Sarana dan prasarana yang ada masih sangat terbatas. Hal ini dapat dimaklumi karena Kota Pagar Alam masih masih berusia muda atau belum lama terbentuk sebagai daerah berotonomi sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dijadikan faktor pendukung tercapainya visi Kota Pagar Alam : Aspek Geografis : Posisi Kota Pagar Alam sangat strategis karena terletak pada lintasan jalur transportasi regional antara Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Bengkulu, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah dan perdagangan regional dengan adanya investor yang berminat untuk mengembangkan bidang agribisnis dan pariwisata. Aspek Sumberdaya alam : memiliki potensi sumberdaya lahan yang sangat cocok untuk mendukung pengembangan agribisnis dan memiliki sejumlah objek wisata alam yang sangat potensial yakni pemandangan yang indah serta udara yang sejuk. Adanya dukungan dari Pemerintah pusat dan provinsi dalam pengembangan agribisnis dan pariwisata.

Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam

Aspek Infrastruktur wilayah : wilayah ini dilalui oleh sistem jaringan jalan regional. Selain itu sudah tersedia jaringan listri, telekomunikasi serta prasarana perekonomian (seperti pasar, bank) walaupun masih terbatas namun peluang pengembangan cukup besar.

V.

REFERENSI , UU RI No. 8 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Pagar Alam Bakosurtanal, Peta Rupa Bumi Lb. Lahat, 1999 BPS Kota Pagar Alam, Kota Pagar Alam dalam Angka Tahun 2002 Lapan, Citra Landsat ETM 7, Liputan 20 Mei 2002 untuk Wilayah Kota Pagar Alam Pemerintah Kota Pagar Alam, RTRW Kota Pagar Alam Tahun 2002-2012 Pemerintah Kota Pagar Alam, Peraturan Daerah No. 8 tahun 2003 tentang Pembentukan Organisasi Kelurahan Dalam Kota Pagar Alam

Seminar Rencana Pengembangan (Development Plan) Kawasan Strategis Kota Pagar Alam