ANTISIPASI TERHADAP DAMPAK BURUK PERDAGANGAN BEBAS ASEAN-CHINA

Posted: Februari 27, 2010 by Budi P. in Cargo Udara & Kurir

0 8 Votes “Produk Kesehatan Berkualitas, Unik dan Terjangkau untuk semua lapisan masyarakat” >>>>> Tidak Usah Bingung untuk Kirim Barang Domestik / Ekspor (Paket, Garment , Product Genco , Hewan ataupun Ikan) Via Udara/Airport >>>>> Dr Widodo Judarwanto SpA Dalam beberapa tahun ini, tampak membanjirnya barang Cina di Indonesia. Fenomena ini ternyata sudah mulai mengikis secara perlahan kebangkrutan industri lokal. Apalagi nantinya Perdagangan Bebas ASEAN-China diberlakukan di Indonesia, sangat mungkin kehancuran industri Indonesia semakin parah.

Perjanjian Free Trade Area Pemerintah melalui Menteri Perdagangan pada tanggal 28 Februari 2009 lalu bersama sejumlah menteri Perdagangan ASEAN, Australia dan New Zaeland telah menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru, atau AANZ-FTA (Asean, Australia, New Zealand Free Trade Area), yakni perjanjian kerjasama untuk melakukan perdagangan bebas di antara negara-negara tersebut. Sementara itu perjanjian ASEAN-China sudah akan mulai berlaku sejak bulan Januari 2010. Bahkan Menteri Perdagangan ASEAN juga telah membahas kerangka kerja penyusunan FTA dengan Uni Eropa dan India. Pokok dari perjanjian tersebut adalah masing-masing negara akan menurunkan tarif bea masuk barang dan jasa dari negara-negara yang terlibat perjanjian menjadi nol persen dengan tahapan-tahapan yang disepakati. Pada perjanjian AANZA-FTA, sekitar 86 persen dari pos tarif Indonesia bertahap akan menjadi nol persen pada 2015, atau sekitar 13 persen tarif menjadi nol persen pada 2009. Dari Australia, 92 persen jadi nol persen pada tahun pertama. Lebih dari 70 persen pos tarif Selandia Baru juga langsung nol persen di tahun pertama. Sementara produk peternakan, seperti daging dan susu, dari kedua negara itu dinolkan pada 2017-2020. Padahal jika dicermati perjanjian tersebut justru merugikan Indonesia. Selama ini misalnya

China akan lebih dominan dari negara-negara ASEAN. Neraca perdagangan Indonesia-Cina menunjukkan defisit yang terus membesar sejak tahun lalu. garam 66. membanjiri pasar-pasar nasional dengan harga murah. Akibatnya. seperti batik dan melakukan subsitusi impor dengan berupaya mengatasi masalahmasalah impor. biaya produksi produk-produk China rendah karena biaya per unit lebih rendah. gula 31%. Meski perdagangan bebas itu bisa juga berdampak signifikan pada industri nasional. Terbesar di sektor nonmigas. China menerapkan tarif pajak hingga nol persen. Pengusaha Indonesia yang tak mampu bersaing dengan Cina akan gulung tikar atau mengurangi kapasitas produksinya. kedelai 61%. Di saat bersamaan negara China agresif mendorong ekspor ke luar negeri dengan kebijakan yang bersaing. khususnya Cina. Dalam jangka pendek perdagangan bebas ASEAN-Cina ini lebih banyak mengindikasikan kerugian dibanding keuntungan. Pemerintah kurang mempersiapkan industri dalam negeri bersaing imbang dengan industri di ASEAN. Hal ini akan menekan harga ekspor. Perdagangan bebas ASEAN-Cina akan berdampak kepada tidak seimbangnya neraca perdagangan antara Cina dengan negara-negara ASEAN.neraca perdagangan non migas Indonesia baik dengan Australia dan New Zealand selalu negatif. tahun lalu Indonesia sudah mencatat defisit US$ 4 miliar. ketika perdagangan bebas ASEAN-Cina diberlakukan 1 Januari 2010. Artinya tanpa perdagangan bebas pun. angka pengangguran diperkirakan melonjak. Tang bisa dilakukan adalah bagaimana negara-negara tersebut menghindari praktik-praktik yang tidak sehat dalam perdagangan. yang pasti akan segera disambar industri negara tetangga. karena neraca perdagangan Indonesia-Cina pernah mencatat surplus sekitar US$ 300 juta. Indonesia dengan kekuatan pasar domestik sebesar 230 juta penduduk merupakan target pasar yang sangat besar. daging sapi 50%. termasuk Indonesia. Produk-produk yang murah tersebut. Jika tarif diturunkan menjadi nol persen maka dapat dipastikan ketergantungan pada impor akan semakin tinggi.% dan kapas sebanyak 80%. Dampak Buruk Indonesia Perdagangan bebas ASEAN-Cina per 1 Januari 2010 akan membuat banyak industri nasional gulung tikar karena kalah bersaing. Indonesia lalu dipaksa menampilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komperatif tertentu. Sementara industri pertanian yang kini terseok-seok akibat gempuran produk-produk impor akan semakin terpukul. Indonesia lebih banyak mengimpor barang dari kedua negara tersebut. Perdagangan bebas akan mempercepat proses deindustrialisasi dan mempersempit . Dengan produksi massal. Indonesia sulit menjadwal ulang perdagangan bebas ASEAN-China karena kesepakatannnya cukup lama. Sekedar catatan hingga saat ini Indonesia mengimpor sejumlah produk pertanian antara lain: gandum sebanyak 100% dari total kebutuhan gandum dalam negeri. susu 70%. Australia selama ini dikenal sebagai pemasok utama susu daging sapi dan sejumlah bahan pangan ke Indonesia. China lebih menguasai perdagangan karena produktivitas tenaga kerja yang tinggi dan massal.

Kesepakatan perdagangan bebas yang telah dilakukan sejak delapan tahun lalu itu malah akan memperburuk sektor manufaktur. Pemerintah sebaiknya mengaktifkan rambu-rambu nontarif. sehingga job security tenaga kerja menjadi rapuh dan angka pengangguran diperkirakan meningkat. baru sepekan terakhir tujuh instansi baru mulai menghitung kemungkinan daya tahun industri manufaktur Indonesia. sekarang disinyalir banyak produk ilegal yang masuk. perbatasan provinsi. Tetapi secara jangka panjang langkah-langkah tersebut tidak bisa dipertahankan. Langkah segera yang dapat diupayakan adalah pemerintah negosiasi ulang kesepakatan perdagangan bebas itu atau minimal menundanya. Padahal sektor industri merupakan sektor kedua terbesar setelah pertanian dalam penyerapan tenaga kerja. Kelemahan ini harus dimanfaatkan oleh . Memang. Beberapa hal yang menjadi keemahan barang industri China adalah kualitasnya. Dalam jangka pendek perdagangan bebas itu bisa membuat angka pengangguran membengkak lagi ke level di atas 9. mana yang ilegal dan legal dengan tarif zero. Kalau tarifnya zero. Pemerintah harus memperbaiki berbagai kebijakan ekonomi untuk menghadapi perdagangan bebas. Selain itu. Perusahaan juga cenderung akan menahan biaya produksi melalui penghematan penggunaan tenaga kerja tetap. pengetatan pemeriksaan barang impor dalam jangka pendek bisa menahan serbuan produk Cina. berarti sudah tidak bisa ketahuan bedanya lagi. Misalnya. terutama untuk sektor-sektor yang belum siap. dalam jangka pendek perdagangan bebas itu antara lain akan membuat perusahaan yang tidak efisien bangkrut. kesepakatan itu mulai menuai masalah yang mengkhawatirkan. Namun. bangsa ini tidak bisa mengelak dari kebjaksanaan global tersebut. Akibat barang impor menjadi lebih murah. Sebagai bagian dari masyarakat dunia. volume impor barang konsumsi naik sehingga menghabiskan devisa dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sulit menguat. pemerintah hanya bisa membendung barang impor melalui mekanisme non-tarif. masalah penyelundupan harus diselesaikan agar daya saing produk Indonesia bisa tercapai.5 persen jika sekitar 700 jenis produk terpaksa “hilang” karena kalah bersaing oleh produk Cina. Indonesia perlu melakukan seleksi produk untuk melindungi industri nasional. pemerintah agaknya masih harus bekerja keras agar industri di Tanah Air bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Di sisi lain.kesempatan kerja. seperti safeguard (jaring pengaman) dan dumping. di luar penurunan tarif nol. yang selama ini dinilai tak punya gigi oleh para pengusaha. Pelabuhan Tanjungpriok. Celakanya. tampaknya Indonesia akan mengalami neto negatif yang tidak hanya merugikan sektor industri dan ketenagakerjaan. Antisipasi Melihat dampak yang sangat luar biasa merugikan tersebut sebaiknya harus dilakukan antisipasi yang cepat dan menyeluruh. Jakarta adalah salah satu pintu masuk barang ke Indonesia. Menjelang diimplementasikan bulan depan. sementara industri makanan dibolehkan masuk. pemerintah harus menyiapkan industri domestik agar bisa lebih kompetitif dengan produk Cina serta memberikan kemudahan dalam bentuk pendanaan atau lainnya. Pemerintah mencabut pungutan retribusi yang memberatkan dunia usaha di daerah agar industri lokal menjadi kompetitif. Pengetatan pemeriksaan barang masuk di pelabuhan harus dilakukan karena negara lain juga melakukan hal sama. Masyarakat Industri harus berjuang dengan keras untuk memenangkan persaingan global yang semakin mengancam. tapi juga penerimaan negara dari pajak. garmen Indonesia dibebaskan masuk ke negara lain. Dari faktor kerugian. termasuk dari Cina dan negara Asean lainnya. Dibutuhkan kejelian dan kreatifitas untuk dapat menembus persaingan ketat tersebut. Meski serbuan impor barang dari Cina diprediksi terjadi tiga bulan mendatang. Perdagangan bebas akan menjadi masalah baru dalam ketenagakerjaan di Indonesia. Situasi ketenagakerjaan ini tampaknya akan menjadi penyakit kronis yang bisa merapuhkan fundamental ekonomi Indonesia. Dalam jangka pendek. Pasalnya.

. Garment . Product Genco .pelaku industri di Indonesia. ya karena bisnis penjualan lebih menguntungkan. Hewan ataupun Ikan) Via Udara/Airport >>>>> Banjir Produk China Banyak UKM Banting Setir (Ibadah Online). dari produsen menjadi pedagang berbagai produk impor khususnya yang berasal dari Cina dan India. dikutip dari : KORAN ANAK INDONESIA (http://korananakindonesia. Tak heran apabila mereka banyak yang beralih profesi.MEMBANJIRNYA produk impor yang berharga rendah membuat banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) semakin kelimpungan. Alasannya.wordpress.com/2010/01/18/antisipasi-terhadap-dampak-burukperdagangan-bebas-asean-china/) “Produk Kesehatan Berkualitas. Unik dan Terjangkau untuk semua lapisan masyarakat” >>>>> Tidak Usah Bingung untuk Kirim Barang Domestik / Ekspor (Paket.

Mereka tak perlu lagi pusing untuk mengeluarkan ongkos produksi. Lihat saja. pemerintah pun tak bisa menekan derasnya arus masuk produk luar khususnya dari Cina. untuk membeli bahan baku dan mengeluarkan ongkos pekerja jika hanya berjualan barang impor. Artinya. gerakan nasional yang bermisikan penumbuhan sektor usaha mikro. makanan dan minuman. Alhasil. Kalaupun mereka memaksakan untuk terus memproduksi barang jelas akan berisiko tinggi dan merugi. sehingga keberadaan dan peran UKM semakin terpinggirkan. Namun. Pergeseran dari yang tadinya produsen menjadi penjual pun sedikit banyak akan berpengaruh kuat terhadap potensi dan daya serap tenaga kerja. Dunia usaha pun semakin terpojok. sedikitnya bisa menghindari dan menekan jumlah pelaku UKM yang “banting setir” dari produsen menjadi pedagang. Betapa tidak. dan menengah (UMKM) pada tahun depan bisa berbalik apabila pemerintah tidak segera mencari solusi yang benar-benar pas. perlindungan dan peningkatan produktivitas dalam negeri semakin terabaikan. Jelas. juga sanggup menyerap tenaga kerja dalamjumlah banyak. serta furnitur. Pada sisi lain. sudah berapa banyak UKM yang bergerak di sektor pakaian jadi. Justru jumlah UKM rontok ditelan barang impor. tak mampu menciptakan industri baru yang lebih bisa bersaing dengan produk luar. Semoga. sektor UKM selama ini selain berperan besar terhadap ketahanan ekonomi nasional. apa yang diharapkan kelak tak ubahnya hanya isapan jempol. Bahkan. ya daripada terus-menerus merugi mending jadi penjual karena lebih menjanjikan. menepis anggapan bahwa UKM tak lagi berdaya menghadapi banjir produk impor.Kondisi ini mengisyaratkan. handycrqft. kecil. Apalagi melihat gejala banyaknya UKM yang berguguran serta adanya pergeseran usaha. Dengan terhentinya produksi akan mendongkrak jumlah tenaga kerja yang menganggur. apa yang dicanangkan oleh Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung dengan mengusung Gerakan Nasional Kewirausahaan pada 2011 bisa kandas di tengah jalan. tak bisa lagi berproduksi dan beralih menjadi pedagang. Pupuslah sudah harapan pemerintah untuk menjadikan pengusaha lokal – UKM – tuan rumah di negeri sendiri. Dengan mengubah pola pikir dalam berusaha disertai kerja keras dengan kondisi perekonomian dalam negeri yang mendukung. Jual barang China . karena produksinya akan kalah bersaing dengan barang impor yang harganya jauh lebih rendah. kita tak perlu berputus asa selagi mau bekerja keras dan menggalang kerja sama dengan menghasilkan barang yang berdaya saing dalam memerangi gencarnya produk impor. Sementara pemerintah kayaknya hare-hare saja. Misalnya. Persoalannya. dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi temyata tak mampu mendongkrak jumlah dan pergerakan dunia usaha – UKM – di dalam negeri. Padahal.

“Dari pada rugi. Itu sebabnya Nina berharap pemerintah dapat menciptakan industri baru yang lebih bersaing dengan produk impor asal China dan India sehingga produktivitas dalam negeri meningkat agar berpengaruh postif terhadap produk UMKM Dia juga mendesak pemerintah agar mendorong UMKM melalui pameran lokal dan internasional. Jakarta. “Produk impor yang harganya murah merugikan pengusaha kecil dan menengah.” ungkapnya. [banyak pengusaha UMKM berfikir] mending jadi penjual saja. “Baru bank Mayapada saja yang mau memberikan kredit lunak. Dia menjelaskan rendahnya harga jual produk impor membuat UMKM beresiko menanggung rugi karena kalah bersaing.” katanya. Nina Turniasih memprediksi kecenderungan tersebut akan terus terjadi di tahun depan apabila arus prod ffb uk impor China dan India yang memiliki harga murah semakin intens. penyerapan tenaga kerja pun turun menjadi sekitar 1/3 nya. Dia juga menjelaskan 30% UKM di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh kaum perempuan. hari ini.” Ungkap Nina usai konferensi pers di gedung Permata Kuningan. sehingga tidak perlu bayar tenaga kerja dan ongkos produksi. kerajinan tangan. Nina mengakui produk UMKM banyak diminati di luar negeri. Menurutnya sudah sepantasnya pemerintah juga memberikan jaminan kemudahan usaha bagi UMKM dalam mendapatkan kredit lunak. tetapi harus ada perbaikan dari segi kualitas. Namun demikian Nina tetap otimistis jumlah pengusaha UMKM pada 2011 dapat meningkat 10% dibandingkan tahun lalu. yang mikro bahkan turun menjadi sektor informal. furniture. sekarang industri ditutup dan hanya berjualan. perubahan tersebut justru akan menurunkan profit pengusaha kecil dan menengah. Skala usaha yang kecil pun turun menjadi mikro. usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat menyerap tenaga kerja hingga 96 juta. Dulu banyak yang industri menciptakan produk. dengan jumlah UMKM lebih dari 52 juta. (Irawan Joko Sampoerno) . Itupun masih berat untuk bisa bersaing dengan produk dari luar. Banyak yang menjadi penjual karena dianggap lebih menguntungkan. Ketua Bidang UKM. daya saing dan kontinuitas produk tersebut. terutama negara Skandinavia. dengan jumlah konversi paling banyak terjadi di sektor garmen. dan di sektor makanan dan minuman. Padahal pada 2009. Perempuan Pengusaha Jender dan Urusan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).Membanjirnya produk Cina membuat usaha kecil dan menengah benting setir menjadi penjual produk impor karena kalah bersaing dari segi harga. Menurut Nina. Oleh karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful