Anda di halaman 1dari 17

MUTASI meningkatkan keragaman genetik

Penyediaan Sumber Gen

Penyediaan sumber gen merupakan hal mendasar bagi pemenuhan kebutuhan manusia dan bagi program pemuliaan tanaman. Keragaman yang tanaman. tinggi dari plasma nutfah sebagai sumber gen akan mendukung pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin berkembang dan keberhasilan program pemuliaan yang dilakukan. dilakukan.

SUMBER GENETIK DAPAT DIPEROLEH DARI :


TANAMAN KOMERSIAL LAMA/BARU MATERI PEMULIAAN LAMA YANG BELUM DIUJI/DIREGISTRASI TAPI MENGANDUNG GEN PENTING MATERI PEMULIAAN YANG MEMILIKI GEN-GEN SPESIFIK (RESISTENSI spesifik, PROTEIN spesifik, dll.) POPULASI LOKAL MATERI GENETIK KHUSUS (MUTAN, dll.) POLYPLOID DAN ANEUPLOID HIBRIDA SINTETIK SPESIES LIAR DAN GULMANYA

Jika dari plasma nutfah yang ada tidak tersedia keragaman yang diperlukan, maka peningkatan keragaman genetik dapat diupayakan melalui : - introduksi dilakukan dengan mendatangkan materi genetik dari luar negeri, menghasilkan tambahan materi yang spesifik sesuai kebutuhan - persilangan antar species dilakukan untuk menggabungkan sifat-sifat sifatdari tetua dengan kisaran sifat yang berbeda, menghasilkan kisaran keragaman yang lebih luas

Mutasi
Mutasi adalah perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang terjadi secara tiba-tiba, tiba-tiba, acak, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan (heritable). heritable). Mutasi merupakan perubahan pewarisan sifat secara tibatiba-tiba pada suatu makhluk hidup, yang memberikan hidup, pengaruh besar terhadap fenotipe (De Vries, 1901). Vries, Mutasi dapat terjadi secara spontan di alam (spontaneous mutation) dan dapat juga terjadi melalui mutation) induksi (induced mutation). mutation).

Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami dan mutasi hasil induksi. induksi. Keduanya dapat menimbulkan variasi genetik untuk dijadikan dasar seleksi tanaman, tanaman, baik seleksi secara alami (evolusi) maupun seleksi secara buatan evolusi) (pemuliaan). pemuliaan).

Mutan


Makhluk hidup yang mengalami mutasi

Mutagenik


Bersifat menyebabkan mutasi

Mutagen
 

Bahan yang digunakan /dapat menyebabkan mutasi Bahan mutagen yang sering digunakan dalam penelitian pemuliaan tanaman digolongkan menjadi dua kelompok yaitu mutagen kimia (chemical mutagen) dan mutagen fisika (physical (chemical mutagen) (physical mutagen). mutagen). Mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl (alkylating agents) misalnya seperti ethyl methane sulphonate agents) (EMS), diethyl sulphate (dES), methyl methane sulphonate (MMS), hydroxylamine, nitrous acids, acridines dan sebagainya (IAEA, 1977). Mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing (ionizing radiation) radiation) dan termasuk diantaranya adalah sinar-X, radiasi sinarGamma, radiasi beta, neutrons, dan partikel dari aselerators.

induksi mutasi dilakukan dengan cara menginduksi materi tanaman menggunakan berbagai mutagen (radiasi sinar, bahan kimia) (radiasi sinar, kimia) menghasilkan mutan. mutan.
Mutasi dapat dilakukan dengan menggunakan perlakuan energi dan kimia (Sunarto, 1997). Sunarto, a. Penggunaan radiasi sinar/partikel sinar/ Perlu dosis dan waktu yang tepat untuk setiap jenis radiasi dalam menghasilkan mutan. mutan. Bahan yang diradiasi dapat berupa biji maupun bagian tanaman yang lain, terutama yang bersifat meristematik. meristematik.

Jenis sinar/partikel yang dapat dimanfaatkan untuk menginduksi mutasi : sinar X sinar (gamma) sinar (beta) partikel elektron penembakan neutron lambat atau cepat sinar ultra violet

b. Penggunaan bahan mutagenik (mutagen) Dilakukan dengan perendaman, penetesan bahan kimia mutagenik dengan dosis, frekuensi, dan waktu tertentu. Jenis bahan kimia yang dapat digunakan untuk menginduksi mutasi : - EMS (Ethyl-methanosulfonat) (Ethyl- ethylenimin - diepoksibutan - oksida etilen - garam Nitrogen

Jenis Mutasi  Mutasi Gen

Normal Mutasi Kromosom

Abnormal

Mutasi Gen


Gen merupakan sekuens dari untai DNA yang mengkode pembentukan protein tertentu. Hanya satu untai DNA yang tertentu. terlibat dalam pembentukan protein melalui transkripsi mRNA. Perubahan dalam penerjemahan/translasi untai DNA template penerjemahan/ akan mengakibatkan perbedaan dalam sintesis protein. Kesalahan atau perubahan pada tahap tersebut yang menyebabkan terjadinya mutasi gen. Beberapa tipe mutasi gen yang dapat terjadi antara lain :

Substitusi Ada penggantian nukleotida dengan nukleotida yang bukan semestinya. Insersi Ada penambahan/sisipan nukleotida baru pada bagian tertentu, sehingga jumlah nukleotida bertambah dari jumlah semula Delesi Ada pengurangan jumlah nukleotida, sehingga jumlah nukleotida berkurang dari jumlah semula. Jumlah nukleotida yang hilang bisa satu atau lebih. Inversi Ada pembalikan urutan nukleotida, baik sebagian maupun keseluruhan.

DNA

mRNA Asam Amino

EST, PER, MDH, dll. Tinggi tanaman, warna bunga, ketahanan terhadap penyakit, toleran tanah masam, dll.

Protein

Fenotipe Tanaman

Mutasi Kromosom

Delesi perubahan yang diakibatkan hilangnya satu atau beberapa gen pada kromosom Inversi perubahan yang diakibatkan berubahnya urutan beberapa gen pada kromosom menjadi berkebalikan dengan urutan semula Translokasi perubahan yang diakibatkan berpindahnya satu atau beberapa gen pada suatu kromosom ke kromosom yang lain Duplikasi perubahan yang diakibatkan copy ganda beberapa gen pada kromosom