Anda di halaman 1dari 17

SMK Negeri 1 Cimahi

Laporan Diagnosa LAN

PC Router Free BSD dan Linux

Satrio Dwi Marthdanic

SMK Negeri 1 Cimahi Laporan Diagnosa LAN PC Router Free BSD dan Linux Satrio Dwi Marthdanic

2011

Program Studi : TKJ

Eksperimen : Diagnosa LAN

No. Eksperimen : 03

PC Router (FreeBSD dan Linux)

Nama : Satrio Dwi M

Kelas : XI TKJ B

Instruktur : Pak Rudy H Pak Adi S

Dwi M Kelas : XI TKJ B Instruktur : Pak Rudy H Pak Adi S 1.

1. Siswadapatmengetahuipengertiandari PC Router.

2. Siswadapatmengkonfigurasi PC Router pada system operasi FreeBSD dan Linux.

3. Siswadapatmengkonfigurasi PC Router denganberbagaitopologidandenganmenggunakanberbagaiopearsi system sebagai PC routernya.

system sebagai PC routernya. Istilah PC Router bila kita lihat berasal dari dua kata

Istilah PC Router bila kita lihat berasal dari dua kata yaitu PC dan Router. PC ( Personal Computer ) adalah sebuah perangkat set komputer yang berupa alat komputasi yang umum kita gunakan dalam kehidupan untuk membantu kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan Router adalah perangkat yang digunakan untuk merutekan jalur data antar network, mengatur lalu lintas jalur data antar network sehingga proses transfer data dapat berlangsung dengan baik dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Router ini akan menentukan jalur terbaik dalam proses transfer data, mencari jalan terbaik sehingga data dari host suatu jaringan akan terkirim dan sampai dengan baik pada host lainnya yang berada pada segmen jaringan yang berbeda. Router juga dapat diartikan sebagai perangkat keras yang berfungsi untuk memfasilitasi transmisi paket data melalui jaringan komputer. Dari pengertian PC dan Router yang sudah disampikan tersebut dapat dikatakan bahwa PC Router adalah perangkat pengatur lalu lintas data antar segmen jaringan yang berbeda dengan memanfaatkan Personal Computer sebagai device atau alatnya. Dengan perkataan lain PC Router adalah PC yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi layaknya sebuah router yang mengatur lalu lintas data. Dengan penggunaan PC sebagai router jaringan, maka kita dapat memanfaatkan PC yang tidak perlu spesifikasi yang tinggi sebagai router sehingga kita dapat menekan biaya, dibandingkan dengan pembelian dedicated router yang digunakan sebagai router, selain harganya relatif mahal, juga maintenance terhadap jenis router ini cukup sulit.

1. Topologi Bisamenggunakan software Edraw Network Diagram atau Microsoft Office Visio 2. VMWare Workstation 3.

1. Topologi Bisamenggunakan software Edraw Network Diagram atau Microsoft Office Visio

2. VMWare Workstation

3. FreeBSD_InstallCD.iso

4. ubuntu-10.04-server-i386.iso

3. FreeBSD_InstallCD.iso 4. ubuntu-10.04-server-i386.iso 1. SiapkanalatdanBahan 2. Topologi yang akandipraktekkan

1. SiapkanalatdanBahan

2. Topologi yang akandipraktekkan Topologi 1

4. ubuntu-10.04-server-i386.iso 1. SiapkanalatdanBahan 2. Topologi yang akandipraktekkan Topologi 1 Topologi 2

Topologi 2

3. Install semua file .iso yang akandigunakansebagai PC Router padaVMWare Workstation. 4. Setelahpenginstallanselesai,

3. Install semua file .iso yang akandigunakansebagai PC Router padaVMWare

Workstation.

4. Setelahpenginstallanselesai, buat team padaVMWare Workstation, agar praktek PC Router tidaktercampurdengan OS lain yang mungkinsudahterinstallpadaVMWare. Jadilebihterkondisikanpraktek PC Routernya di VMWare.

5. Jikaadasalahsatu OS yang digunakanmenjadi 2 PC, jangandiinstall 2 kali, cukupmelakukan cloning.

6. Untukmengcloning, klikkananpada machine (machine dalamkeadaanmati) clone pilihapakah full clone atauhanyalinknyasajafinish

7. Untuk RAM, janganterlalubesar, harussesuaidengan RAM PC kitasendiri. Jangansampaimelebihi RAM PC kita, karena machine tidakakanberjalan. Jika RAM PC kecil, gunakan RAM 128 MB atau 256 MB.

8. Untukmembuat team, masukke Home VMWareNew Team masukkannama

team, dantempatpenyimpananmasukkan virtual machine yang tadisudahterinstallmasukkankonfigurasi LAN segment Finish

9. Jikasemuakonfigurasisudahdilakukan, nyalakan team.

10. Masukkan username dan password ketiap-tiap machine.

11. Cek IP dan interface padatiap-tiap machine

a. FreeBSD danLinux : ifconfig a

12. Konfigurasi IP Address padatiap-tiap machine Topologi 1

a. H1 : nano /etc/network/interfaces auto (interface) iface (interface) inet static address (ip address)

netmask (netmask) network (network)

b. R1 : nano /etc/network/interfaces auto (interface) iface (interface) inet static address (ip address) netmask (netmask) network (network)

c. H2 : nano /etc/network/interfaces auto (interface) iface (interface) inet static address (ip address) netmask (netmask) network (network) Topologi 2

a. H1 : edit /etc/rc.conf ifconfig_(interface)=”inet (ip address) netmask (netmask)”

b. R1 : nano /etc/network/interfaces auto (interface) iface (interface) inet static address (ip address) netmask (netmask) network (network)

c. R2 : edit /etc/rc.conf ifconfig_(interface)=”inet (ip address) netmask (netmask)”

d. R3 : edit /etc/rc.conf ifconfig_(interface)=”inet (ip address) netmask (netmask)”

e. R4 : nano /etc/network/interfaces auto (interface) iface (interface) inet static address (ip address) netmask (netmask) network (network)

f. H1 : edit /etc/rc.conf ifconfig_(interface)=”inet (ip address) netmask (netmask)”

2. Konfigurasi Routing Topologi 1

d. H1 : nano /etc/network/interfaces

gateway (gateway)

e. H1 : nano /etc/network/interfaces gateway (gateway) Topologi 2

a. R1 : nano /etc/sysctl.conf #net.ipv4.ip_forward=1 net.ipv4.ip_forwarding

b. R2 : /etc/rc.conf static_routes=”(analogikan network yang akandihubungkan/dikonfigurasi)” route_(analogi)=”-net (network tujuan) (gateway)”

c.

R3 : /etc/rc.conf static_routes=”(analogikan network yang akandihubungkan/dikonfigurasi)” route_(analogi)=”-net (network tujuan) (gateway)”

d. R4 : nano /etc/sysctl.conf

#net.ipv4.ip_forward=1 net.ipv4.ip_forwarding

2. Restart networking FreeBSD :sh /etc/netstart Linux : invoke-rc.d networking restart

3. Cek IP dan interface masing-masing machine

4. Agar konfigurasibenar-benartersimpan, reboot masing-masing machine

5. Setelahmerestart, masukkankonfigurasi routing yang tidakmemakai script H1 : route add default (gateway) R2 : route add net (network yang akndihubungkan)/(netmask) gw (gateway) R4 : route add net (network yang akndihubungkan)/(netmask) gw (gateway) H2 : route add default (gateway)

6. Setelahkonfigurasiselesai, ujicobakoneksiantar host Ping (IP tujuan) Traceroute (IP tujuan)

7. Jikaterjadimasalah, berartiterdapatkesalahandalammengkonfigurasi PC Router

berartiterdapatkesalahandalammengkonfigurasi PC Router Topologi 1 1. Konfigurasi IP Address pada H1 2. Konfigurasi

Topologi 1

1. Konfigurasi IP Address pada H1

PC Router Topologi 1 1. Konfigurasi IP Address pada H1 2. Konfigurasi IP Address pada R1

2. Konfigurasi IP Address pada R1

3. Konfigurasi IP Address pada H2 4. Konfigurasi Routing pada H1 5. Konfigurasi Routing pada

3. Konfigurasi IP Address pada H2

3. Konfigurasi IP Address pada H2 4. Konfigurasi Routing pada H1 5. Konfigurasi Routing pada H2

4. Konfigurasi Routing pada H1

3. Konfigurasi IP Address pada H2 4. Konfigurasi Routing pada H1 5. Konfigurasi Routing pada H2

5. Konfigurasi Routing pada H2

6. Ujikoneksidari H1 7. Ujikoneksidari H2

6. Ujikoneksidari H1

6. Ujikoneksidari H1 7. Ujikoneksidari H2

7. Ujikoneksidari H2

Topologi 2 1. Konfigurasi Virtual Machine dan LAN Segment

Topologi 2

1. Konfigurasi Virtual Machine dan LAN Segment

Topologi 2 1. Konfigurasi Virtual Machine dan LAN Segment

2.

Konfigurasi IP Address pada H1

2. Konfigurasi IP Address pada H1 3. Konfigurasi IP Address pada R1 4. Konfigurasi IP Address

3. Konfigurasi IP Address pada R1

2. Konfigurasi IP Address pada H1 3. Konfigurasi IP Address pada R1 4. Konfigurasi IP Address

4. Konfigurasi IP Address pada R2

5. Konfigurasi IP Address pada R3 6. Konfigurasi IP Address pada R4

5. Konfigurasi IP Address pada R3

5. Konfigurasi IP Address pada R3 6. Konfigurasi IP Address pada R4

6. Konfigurasi IP Address pada R4

7. Konfigurasi IP Address pada H2 8. Konfigurasi Routing pada R1

7. Konfigurasi IP Address pada H2

7. Konfigurasi IP Address pada H2 8. Konfigurasi Routing pada R1

8. Konfigurasi Routing pada R1

9. Konfigurasi Routing pada R2 10. Konfigurasi Routing pada R3

9. Konfigurasi Routing pada R2

9. Konfigurasi Routing pada R2 10. Konfigurasi Routing pada R3

10. Konfigurasi Routing pada R3

11. Konfigurasi Routing pada R4 12. Restart networking FreeBSD

11. Konfigurasi Routing pada R4

11. Konfigurasi Routing pada R4 12. Restart networking FreeBSD

12. Restart networking FreeBSD

11. Konfigurasi Routing pada R4 12. Restart networking FreeBSD

Linux

Linux 13. Reboot machine 14. Konfigurasi routing tanpa script pada H1 15. Konfigurasi routing tanpa script

13. Reboot machine

14. Konfigurasi routing tanpa script pada H1

Reboot machine 14. Konfigurasi routing tanpa script pada H1 15. Konfigurasi routing tanpa script pada R1

15. Konfigurasi routing tanpa script pada R1

script pada H1 15. Konfigurasi routing tanpa script pada R1 16. Konfigurasi routing tanpa script pada

16. Konfigurasi routing tanpa script pada R4

script pada R1 16. Konfigurasi routing tanpa script pada R4 17. Konfigurasi routing tanpa script pada

17. Konfigurasi routing tanpa script pada H2

R1 16. Konfigurasi routing tanpa script pada R4 17. Konfigurasi routing tanpa script pada H2 18.

18. Ujikoneksi H1 H2

19. Ujikoneksi H2  H1

19. Ujikoneksi H2 H1

19. Ujikoneksi H2  H1
1. Dalamkonfigurasi PC Router sebaiknyamenggunakancarakonfigurasi PC Router yang disimpan di script, jadisetiap kali

1. Dalamkonfigurasi PC Router sebaiknyamenggunakancarakonfigurasi PC Router yang disimpan di script, jadisetiap kali reboot tidakperlumemasukkankembalikonfigurasi.

2. Dalampraktikum kali ini, membuktikanwalaupunoperasisistemnyaberbeda- bedatidakakanmenjadimasalahdalammengkonfigurasiatau pun memakainya. Jadiakansamasajajikaoperasisistemnyaberbeda, hanyaberbedapadasaatmengkonfigurasinya.

3. Dalammengkonfigurasi PC Router diperlukanketelitiandankesabarandalammelakukannya, jangansampaisalahmelakukankonfigurasi di operasi system yang bukansemestinyaataupuntertukar. Dan jikabelumterkoneksijuga, cobauntuk reboot machine atauterdapatkesalahandalammemasukkan input.