Anda di halaman 1dari 2

Shinjiterunda

Lepas setelah aku meninggalkan kota ini, aku tak sempat mengingat mereka lagi. Bahkan sudah 7 tahun kami tak berjumpa. Aku pun jarang mengirim pesan pada mereka. Karena aku sibuk dengan pendidikanku di negeri Sakura ini. Aku ingin sekali kembali ke Tanah Airku, tapi sepertinya aku masih harus terus melanjutkan pendidikan disini. Meski kurang 1 tahun lagi. Rasanya amatlah sangat lama. Aku rindu pada kalian, aku kangen, aku ingin sekali bertemu kalian, para sahabatku. Pagi ini, awal musim panas di Jepang. Sungguh hari-hari yang sangat melelahkan. Dan kesempatan untukku berlibur. Tapi aku bingung ingin berlibur kemana. Tidak mungkin aku kembali ke Indonesia sekarang. Aku terpikir oleh sahabat-sahabatku di Indonesia. Aku membuka HP ku, dan kucari nomor-nomor mereka yang mungkin belum aku hapus. Ternyata tidak ada, HP ku sudah ganti, dan nomorku juga ganti. Aku bingung. Seketika aku terpikir oleh Facebook. Aku coba membuka dan mencari sahabat-sahabat ku di Facebook. Dan syukurlah, ketemu. Inilah obrolanku di Facebook dengan teman lamaku. Ziiiiiiiiiiii.. awalku membuka chatingan. Sapa ya? balasnya. Ini aku, Zi. Dani. Dani?? Dani yang mana?? Dani teman mu SMP dulu. Waktu kita di SMP 4 Jakarta Dani?? Subhanalloh, Dan. Kau belum pulang ke Indonesia? Belum, Zi. 1 tahun lagi Lama amat. Aku kangen sama kau, Dan Aku juga, Zi. Oh ya, kamu punya FB.nya Wisnu? Punya namanya ini Wisnu Tjah Ndiablegh. Kamu add aja Oke Enak gag tinggal di Jepang? Enak sih enak, tapi ini musim gag enak, panas banget Ahahahaha aku pengen kesitu jadinya Kapan2 aku ajak deeh.. jiahahaha.. Kami ngobrol lama sekali, meski lewat chatting, tapi sudah 10% mengobati rasa kangenku. Aku pun akhirnya mendapatkan beberapa akun FB milik sahabatku di Indonesia. Setelah capek main FB di computer, aku langsung membaringkan tubuhku di tempat tidurku. Tok tok tok!

Dani-kun panggil seorang gadis dari balik pintu kamarku. I.. iya. Siapa? tanyaku Ini saya, Miyako Oh, Miyako-chan. i..iya sebentar. Aku bergegas membukakan pintu. Dan mempersilahkan dia masuk. Kami duduk bersebelahan. Dia adalah gadis yang cantik. Manis dan dia keturunan Indonesia, tapi tinggal di Jepang bersama Ibunya. Ayahnya adalah orang Indonesia. Jadi sedikit-sedikit dia bisa bahasa Indonesia. Ada perlu apa, Miyako-chan?. Mmmmmm, saya mau tanya. Apakah Dani-kun sudah taberu (makan)? Su.. sudah jawabku dengan malu-malu. Owh, baiklah kalau begitu. Gogomen nasai sudah mengganggu. Ini, sa.. saya ada sedikit makanan dari Mama. Tolong diterima sambil menyodorkan makanan dengan malumalu. A arigatou gozaimasu Onaji, saya pulang dulu, konichiwa.

Ko..konichiwa aku ternganga melihatnya. Meskipun sebenarnya aku sering melihatnya. Dia sangat baik padaku. Karena aku tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Ibunya juga sangat baik padaku. Ahh, semoga aku bisa menikahinya, ahahahahha Hari-hari ku berjalan seperti biasa, dan musim panas sudah berakhir, berangkat dan pulang sekolah selalu bersama Miyako-chan. Karena kami satu sekolah. Aku sering bercerita tentang sahabat-sahabatku di Indonesia kepada nya, dan dia ingin sekali ikut dengan ku ke Indonesia. Beberapa bulan berlalu, dan tahun berganti dan ini adalah musim Semi di bulan Maret. Aku dan Miyako-chan bertemu di taman bunga Sakura. Kami jadian dan berpacaran. Entah apakah ada adat pacaran di Jepang, tapi aku pikir itu ada.