Anda di halaman 1dari 13

BARANG PUBLIK DAN BARANG PRIVAT

Barang publik memiliki dua syarat utama, yaitu non-rivalry dan non-excludable. Non-rivalry adalah konsumsi dari sebuah barang tidak akan mengurangi ketersediaan barang tersebut untuk orang lain. Non-excludable adalah tidak ada orang yang dapat dikecualikan (excluded) dari penggunaan barang tersebut.

Dari kedua ciri utama barang publik tersebut, kita dapat menganalisis, apakah pendidikan merupakan barang publik atau bukan. Apakah pendidikan memenuhi syarat nonrivalry???? Seperti definisi di atas, non-rivalry berarti konsumsi seseorang terhadap suatu barang, akan mempengaruhi ketersediaan barang tersebut bagi orang lain. Jika pendidikan memenuhi syarat non-rivalry, maka ketika seseorang mengkonsumsi pendidikan tidak akan mempengaruhi akses pendidikan orang lain. Jika dilihat dari logika ini, maka untuk memenuhi syarat non-rivalry, maka SPMB, SMPTN, UM, UAN, dan sejenisnya harus dihapuskan. Karena, ujian-ujian tersebut menentukan akses seseorang untuk dapat mengkonsumsi pendidikan.

Barang Publik Yang Penting


1.Pertahanan Nasional Kemampuan suatu negara menghalau setiap serangan dari luar merupakan contoh klasik. Jika suatu negara berhasil dipertahankan, tidak ada seorangpun yang bisa dicegah untuk menikmati manfaatnya. Terlebih lagi, ketika seseorang menikmati manfaatnya, manfaat yang dirasakanoleh orang lain tidak akan berkurang. Oleh sebab itu, pertahanan nasional tidak bersifat ekskludabel maupun rival. Pertahanan nasional juga menjadi salah satu barang publik yang paling mahal.

2. Penelitian ilmu pengetahuan Pengetahuan adalah barang publik. Jika seorang matematikawan menemukan sebuah teorima baru, maka teorima tersebut akan masuk kedalam ilmu pengetahuan yang boleh dimanfaatkan siapa saja secara gratis. Karena pengetahuan adalah barang publik, maka perusahaan-perusahaan swasta yang mencari keuntungan cenderung untuk menumpang gratis pada pengetahuan yang ditemukan oleh pihak lain, dan hasilnya, perusahan-perusahaan ini mengalokasikan sumber-sumber daya yang terlalu sedikit untuk menciptakan pengetahuan baru.

3. Pengentasan Kemiskinan Banyak program pemerintah ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Sistem kesejahteraan bersama (secara resmi disebut temporary asisistance for needy families)memberikan sedikit uang kepada keluarga miskin. Program-program anti kemiskinan ini dibiayai oleh pajak yang dipungut permerintah dari keluarga atau individu yang sukses secara finansial. Para ekonom seringa kali bersilang pendapat mengenai peran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Terdapat satu argumen penting yang harus kita ketahui: menurut pendukung programprogram anti kemiskinan, kegiatan pengentasan kemiskinan adalah barang publik.

y Barang pribadi (private goods) adalah barang-barang

yang ekskludabel dan rival. Bayangkan saja es cendol sebagai contoh. Es cendol jelas bersifat ekskludabel karena kita bisa mencegah orang lain dari mengkonsumsinya. Es cendol juga bersifat rival karena, jika hanya ada satu es cendol, dan ada seseorang yang mengkonsumsinya maka orang lain tidak bisa mengkonsumsinya. Sebagian besar barang yang ada di pasar adalah barang pribadi. Saat kita menganalisis penawaran dan permintaan kita mengasumsikan bahwa semua barang bersifat ekskludabel dan rival.

>>Dalam hal hal yang bersifat pribadi seperti barang privat (private goods), kesulitan seperti barang publik tidak mungkin terjadi. Jika seseorang menyukai sesuatu barang atau jasa sedangkan orang yang lain tidak menginginkanya, maka orang yang pertama akan membayarnya dan menerima barang atau jasa yang di kehendakinya, sedangkan orang kedua tadi tidak akan membayar dan tidak menerima apa apa. Dalam hal barang privat ini dikenal dengan exlcusion principle yaitu suatu prinsip yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak bersedia melakukan pembayaran dapat di kecualikan atau di keluarkan dari penggunaan/pemanfaatan brang/jasa tersebut.

y Berbeda dengan barang publik, barang privat memiliki

ciri yang bertolak belakang. Barang privat memiliki ciri utama rivalry dan excludable. Diantara kutub ekstrem tersebut, terdapat komoditas yang digolongkan sebagai common goods dan club goods. Common goods bercirikan rivalry dan non-excludable, contohnya adalah ikan dan air. Club goods adalah barang yang bercirikan non-rivalry dan excludable, contohnya adalah televisi satelit.