Anda di halaman 1dari 7

Gejala Penyakit Tipes

1 April, 2009

Hati-hatilah pada saat musim hujan seperti sekarang ini. Selain banyak bakteri yang berkembang biak kadangkala prilaku hidup kita belum sehat. Sertingkali kita jajan dipinggir jalan yang sudah barang tentu banyak debu yang menempel di jajanan tersebut. Makan bakso, saos satu botol kita habiskan sendiri.(mentang-mentang gratis). Namun prilaku hidup kita inilah yang banyak mendatangkan penyakit, salah satunya adalah tipes. Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri Salomenella Typhosanama kerannya tersebut sekeren bahaya yang ditimbulkannya. Kuman ini lebih banyak menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat..(nah lo..) Kuman Sallomella termasuk genus bakteri entrobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman dalam tubuh 5 -12 hari. Nama keren bakteri tipes diberikan oleh Pak tua Edward Salmon, seorang ahli patologi dari Amerika, walaupun rekannya theobold Smith yang pertama kali menemukan bakterium pada Tahun 1885 pada tubuh babi. Pada demam tifoid/tipes ini, ada beberama masa ketika kuman masuk ke dalam tubuh penderita, diantaranya: Masa inkubasi (saat pertama kali kuman ini masuk kemudian tidur sebentar untuk menyiapkan amunisi yang diperluan untuk menyerang tubuh kita), Masa ini berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Anoreksia (ga nafsu makan, bukan karena makanannya g enak lho..) Rasa malas Sakit kepala bagian depan Nyeri otot Lidah kotor Gangguan perut (perut meragam dan sakit)

Gejala Khas dari demam ini? Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut. Minggu Pertama (awal terinfeksi) Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39c hingga 40c, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti. Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderit a sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga. Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketuj uh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercakbercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai . Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi. Minggu Kedua Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.

Gejala toksemia (ketika kuman sudah masuhk aliran darah) semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain. Minggu Ketiga Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada s aat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin. Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga. Minggu Keempat Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis. Komplikasi jika tidak ditangani segera? 1. Komplikasi Intestinal Perdarahan usus Perforasi usus Ileus paralitik

y y y

2. Komplikasi Ekstra -Intestinal Komplikasi Kardiovaskuler : kegagalan sirkulasi perifer (renjatanseptik),miokarditis,trombosis dan tromboflebitis Komplikasi darah : anemia hemolitik ,trombositopenia, dan /atau Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) dan Sindrom uremia hemolitik Komplikasi paru : Pneumonia,empiema,dan pleuritis Komplikasi hepar dan kandung empedu : hepatitis dan kolesistitis Komplikasi ginjal : glomerulonefritis,pielonefritis, dan perinefritis Komplikasi tulang : osteomielitis,periostitis,spondilitisdan Artritis Komplikasi Neuropsikiatrik : Delirium, meningismus, meningitis, polineuritisperifer, sindrom guillain-barre, psikosis dan sindrom katatonia Langkah terbaik adalah segera mungkin konsultasikan dengan dokter.

y y y y y y y y

TIPES dan tifus adalah penyakit yang berbeda, tapi selama ini banyak orang menganggapnya sama. Sebenarnya apa perbedaan dan bagaimana menanganinya? Menurut spesialis penyakit tropis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Widayat Djoko SpPD KPTI, masih banyak terjadi salah kaprah mengenai penyakit tipes ini. Mulai dari penyebab, obat, bahkan namanya. Alhasil penanganan yang dilakukan pun menjadi tidak sesuai. Banyak orang yang menyebut penyakit tipes dengan sebutan tifus. Sebenarnya, tifus adalah infeksi yang ditularkan tikus yang menyebabkan demam dan ruam. Penyakit ini disebabkan parasit. Sementara tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella tifosa. Penyakit ini dapat menyerang tubuh melalui makanan atau minuman yang menyebabkan infeksi usus halus, kata Widayat. Widayat mengatakan, bakteri terbawa hingga di organ tubuh melalui peredaran darah. Bakteri tersebut berkembang biak, terutama di hati dan limpa. Dari dua organ tersebut, bakteri kemudian masuk kembali ke dalam peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, utamanya kelenjar limfoid usus halus. Akibatnya usus terluka dan menyebabkan perdarahan dan kebocoran usus. Lantas bagaimana membedakan demam tifoid dan demam berdarah (DBD)? Demam DBD lazimnya berlangsung sepanjang hari, sementara demam tifoid berlangsung hanya pada sore dan malam hari. Demam ini pun menyebabkan rasa nyeri kepala yang hebat, bahkan bisa mengakibatkan gangguan kesadaran. Mereka yang menderita DBD mengalami nyeri di ulu hati, termasuk mual pada bagian atas antara pusar dan ulu hati. Lain lagi dengan demam tifoid, pasien biasanya menderita sembelit dan rasa tidak enak pada bagian perut. Namun, jika belum cukup puas dengan penjelasan ini, maka langkah yang tepat adalah dengan melakukan tes darah. Namun, penyakit demam tifoid ini biasanya juga menghinggapi penderita DBD, apabila daya tahan tubuh menurun. Agar lebih mengetahui selukbeluk penyakit ini, Anda pun harus mengetahui gejala-gejalanya.Dr Jerry Balentine, Kepala Medis dan Wakil Presiden Rumah Sakit St Barnabas di Bronx, seperti dilansir dari webmd.com mengatakan, gejala demam tifoid bervariasi. Ada kalanya pula bakteri yang masuk langsung ke dalam tubuh dalam jumlah banyak terseb ut tidak menyebabkan demam tifoid. Melainkan hanya membuat tubuh terinfeksi diare, dan infeksi ini dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua hari. Sebaliknya, jika bakteri yang masuk dalam tubuh adalah dalam jumlah yang sedikit, menetap dalam tubuh dan ber kembang biak, malah akan memunculkan demam tifoid. Penyakit ini diawali dengan demam tinggi antara 39-40C dan lebih dari satu minggu. Biasanya pasien akan mengalami demam mulai pada malam hari, besok pagi gejala tersebut hilang, namun berlanjut ke malam-malam berikutnya, kata Jerry. Jika demam menyerang pada malam hari, maka seiring berjalannya hari, pasien pun akan menderita demam pada siang hari. Bukan hanya itu, pola demam pun makin hari makin naik layaknya anak tangga. Namun, demam tifoid, tidak pernah langsung demam tinggi pada hari pertama hingga ketiga. Kemudian pada hari keempat, perbaikan akan terjadi secara perlahan. Demam menurun secara bertahap dan suhu penderita kembali normal pada minggu atau 10 hari berikutnya. Tetapi, gejala dapat ti mbul kembali selama dua minggu sesudah demam menghilang. Ada pula demam paratifoid, yang disebabkan Salmonella paratyphi. Akan tetapi, demam ini lebih ringan ketimbang demam tifoid, kendati memiliki gejala yang hampir serupa dengan masa inkubasi yang lebih pendek. Masa sakit juga lebih pendek, dan dapat cepat disembuhkan dengan meminum antibiotik. Demam tifoid, mudah menular lewat makanan dan minuman yang mengandung bakteri. Bisa pula karena penanganan yang kurang higienis atau menggunakan air dari sumber air yang digunakan untuk keperluan mencuci. Maka, untuk mencegah penyebaran bakteri dari penderita yang baru pulih dari demam ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Di antaranya dengan mencuci tangan sesering mungkin, terlebih lagi sebelum makan d an setelah menggunakan toilet. Perlu diingat, ketika mencuci tangan, gunakan air hangat, dan menggosok tangan dengan sabun minimal 30 detik. Ada baiknya Anda menggunakan barang pribadi secara terpisah. Umpamanya, peralatan makan. Bagi mereka yang baru semb uh dari penyakit ini, tidak menyiapkan makanan untuk orang lain hingga dinyatakan sembuh total oleh dokter. Anda pun mulai saat ini sebaiknya mengurangi jajan di kaki lima, mengingat higienitas makanan yang disajikan kurang diperhatikan. Bukan tidak mungkin, makanan tersebut mengandung bakteri. Bukan hanya makanan yang dapat terkontaminasi bakteri, melainkan juga peralatan makan dan tangan Anda sendiri. Karenanya, jika pun ingin makan di kaki lima, sebaiknya perhatikan kondisi warungnya, apakah bersih termasuk peralatan makannya.

Akan lebih baik jika makanan yang dipilih adalah yang panas. Dengan demikian, akan membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Untuk mengolah makanan pun harus baik dan matang. Termasuk mencuci ikan yang harus dilakukan hingga bersih dan dimasak hingga matang. Hal ini juga berlaku ketika Anda mengolah makanan yang lain. Di Amerika, menurut Jerry, penderita demam tifoid telah berkurang banyak sejak tahun 1900 -an. Kini, kurang dari 500 kasus tentang penyakit ini, dilaporkan secara tahunan di Amerika Serikat (AS). Penderita kebanyakan mereka yang baru saja bepergian dari area endemik. Bandingkan pada tahun 1920- an ketika lebih dari 35.000 kasus demam tifoid menyerang AS. Meksiko, Amerika Selatan, India, Pakistan, dan Mesir adalah negara dengan risiko terbesar yang mengembangkan penyakit ini. Secara global, demam tifoid menyerang lebih dari 13 juta orang per tahun dengan lebih dari 500.000 pasien yang meninggal akibat penyakit ini.

Pengertian Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).

Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis. Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut. Diagnosis Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan laboratorium seperti : Terjadinya penurunan sel darah putih Anemia rendah karena pendarahan pada usus Trombosit menurun Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin Peningkatan titer Widal Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit. Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung. Serta, periksakanlah apakah kandung empedu anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu. Gejala Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini : - Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi. - Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare. - Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun. Pencegahan Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tipes , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes.

Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes. Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut. Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes. Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat. Pengobatan Penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa ( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini). Yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah pola makan yang benar. Misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga. Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr. (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus). Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat tinggi kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul. Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 10 hari ). Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.

TIPES / THYPUS Posted in Bakteri by Lenny on the December 24th, 2007 Pengertian Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus) Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis. Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut. Diagnosis

Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan laboratorium seperti : -Terjadinya penurunan sel darah putih -Anemia rendah karena pendarahan pada usus -Trombosit menurun -Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin Peningkatan titer Widal Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit. Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung. Serta, periksakanlah apakah kandung empedu anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu. Gejala Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini : - Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 710 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi. - Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare. - Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun. Pencegahan Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tipes , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes. Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes. Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut. Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes. Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.

Pengobatan Penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa ( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini). Yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah pola makan yang benar. Misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga. Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr. (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus). Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat tinggi kalori dan protein, obatobatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul. Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 10 hari ). Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.