P. 1
contoh daftar isi

contoh daftar isi

|Views: 307|Likes:
Dipublikasikan oleh Febri Coy

More info:

Published by: Febri Coy on Jun 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2014

pdf

text

original

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ………………………………………………………… Landasan Hukum .. …………………………………………………….. Maksud dan Tujuan …..………………………………………………… Sistimatika ….…………………………………………………………… 3 4 4 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 14 23 26 28 29 31 32 34 36 37

II.

POTENSI WILAYAH A. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan ………………………. B. Potensi Sumberdaya Alam ……………………………………………… C. Potensi Bidang Ekonomi ……………………………………………….. D. Potensi Sarana dan Prasarana ………………………………………….. E. PotensiTernak ………………………………………………………….. KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. Konsumsi Hasil Ternak …………………………………………………. B. Produksi Ternak dan Olahannya ……………………………………….. C. Populasi Ternak …………………………………………………………. D. Investasi, Lapangan Kerja dan Pergadangan Ternak …………………… E. PDRB Peternakan ……………………………………………………….. F. Bidang Teknis …………………………………………………………... MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Masalah …………………………………………………………………. B. Tantangan Yang Akan Dihadapi Kedepan ……………………………… SASARAN UMUM A. Metode Prediksi ………………………………………………………… B. Sasaran Jangka Pendek (2005 – 2009) …………………………………. C. Sasaran Jangka Menegah (2010 – 2014) ……………………………….. D. Sasaran Jangka Panjang (2015 – 2024) ………………………………… E. Sasaran Tahun 2004 ……………………………………………………. KEBIJAKAN TEKNIS & PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005-2024 A. Kebijakan Umum ……………………………………………………….. B. Kebijakan Operasional …………………………………………………..

III

IV

V

VI

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

1

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

VII

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2005 – 2009 A Issu Pokok pembangunan peternakan ………………………………….. B Visi, Misi, Tujuan dan sasaran …………………………………………. C Analisis Lingkungan Styrategis ………………………………………… D Strategi dan Program Prioritas ………………………………………….. E Matriks Program Prioritas, Program Aksi dan Indikator Kinerja ……….

52 58 59 64 70

VIII LAMPIRAN - LAMPIRAN

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

2

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Propinsi Lampung memiliki luas wilayah 3,3 juta ha, secara administrative terbagi dalam 10 wilayah Kabupaten / Kota, 162 Kecamatan, 2010 Desa dan 165 kelurahan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 mencapai 6,85 juta jiwa, atau merupakan Propinsi terpadat di luar Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan penduduk Lampung pada kurun waktu 1980-1990 cukup tinggi yaitu 2,67%, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Nasional yang hanya 1,97%. Letak geografis Propinsi Lampung sangat strategis, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Pulau Jawa, yang sampai saat ini masih merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, budaya dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Secara topografis Lampung dibagi menjadi 5 (lima) wilayah, yaitu : 1) Daerah tofografi berbukit sampai bergunung, yang meliputi daerah Bukit Barisan, Gunung Pesawaran, Gunung Rajabasa, Bukit Pugung, Bukit Pesagi dan Sekincau 2) Daerah berombak sampai bergelombang, dicirikan dengan vegetasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, lada dan tanaman pertanian perladangan 3) Dataran alluvial, daerah ini sangat luas meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur, ketinggian nya antara 25 – 74 m dpl, dengan kemiringan 0 – 3 % 4) Dataran rawa pasang surut, berada di sepanjang pantai timur dengan ketinggian ½ - 1 meter. 5) “river basin”, yang terdiri dari Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara Disamping itu secara umum Lampung beriklim tropis-humid dengan angin laut lembah yang bertiup dari Samudra Indonesia, yaitu November – Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut, sedangkan Juli – Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kelembaban udara di Lampung rata rata berkisar antara 80 – 88% dan ternyata kelembaban udara akan lebih tinggi pada tempat yang tinggi. Dengan potensi wilayah yang sangat mendukung untuk Pembangunan Peternakan, sampai dengan saat ini Lampung dikenal sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional. Pada tahun 2003 saja Lampung mengeluarkan sapi potong dan kerbau sebanyak 150.382 ekor, kambing dan domba 139.782 ekor , dan babi 26.068 ekor, dengan nilai ± Rp 885,82 milyar. Disamping itu juga Lampung dikenal sebagai barometer industri penggemukan sapi potong, sumber bibit sapi potong dan kambing, dan pusat pengembangan kambing boer. Akan tetapi hal yang terpenting dan yang perlu disadari oleh semua pihak, adalah :

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

3

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

1) Bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya pakan untuk ternak ruminansia sangat melimpah. Dari potensi 1,41 juta satuan ternak baru termanfaatkan 33,20%. Demikian juga dengan potensi bahan baku pakan konsentrat seperti jagung dan limbah agro industri 2) Bahwa Lampung memiliki letak geografis yang sangat strategis, sehingga mempunyai keunggulan komperatif terhadap pasar raksasa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dibandingkan dengan Propinsi lain. 3) Bahwa pembangunan peternakan masih bertumpu pada peternakan rakyat yang didukung dengan sumber pembiayaan pemerintah, potensi investasi terbesar dari sector swasta masih perlu digali lebih intensif lagi Oleh sebab itu untuk membangun peternakan di Lampung diperlukan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, sesuai dengan potensi yang ada, aspiratif, akomodatif, serta memperhatikan kendala, tantangan dan peluang yang terus berkembang. B. Landasan Hukum Penyusunan Kebijakan Teknis dan Perencanaan Pembangunan Peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, lebih merupakan landasan berfikir logik. Hal ini diawali dengan pemikiran bahwa pembangunan peternakan harus berkelanjutan, memiliki target dan sasaran yang jelas, harus mampu mengejar ketertinggalan atau adanya percepatan, mampu menjawab kendala tantangan dan perubahan yang terus bergulir, serta dengan pertimbangan bahwa apa yang dikerjakan saat ini akan tercermin dan berpengaruh pada pembangunan peternakan dimasa datang. Sedangkan landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan teknis ini yang merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan Peternakan berkelanjutan, adalah Undang – undang No. 32/2004, PP Nomor : 108 Tahun 2000. Renstra Propinsi Lampung, Renstra Departemen Pertanian dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud penyusunan Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan ini adalah menyusun rancangan kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, menengah dan pendek, yang memuat beberapa bahasan utama antara lain keragaan pembangunan peternakan yang telah dicapai, masalah atau tantangan yang dihadapi, memuat sasaran kuantitatif jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, menetapkan metoda atau pendekatan teknis

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

4

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

bab III Keragaan yang telah Dicapai. Bab IV Masalah dan Tantangan yang akan dihadapi kedepan.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . k w . Bab VII Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2005 .s o ft w a re yang akan dilaksanakan. Bab V Sasaran yang akan Dicapai. Tujuan Tujuan disusunnya Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. Bab II Potensi Wilayah. menengah dan jangka pendek serta renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan umum pelaksanaan kegiatan pembangunan peternakan di Propinsi Lampung dan akan menjadi acuan bagi Kabupaten Kota. Adapun rincian isi dokumen ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. E:\KEBIJ TEK-260405. serta pada bab tersendiri menyusun Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. menengah dan jangka pendek ini terbagi dalam tujuh bab yang masing masing merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait.2009 serta Lampiran Lampiran yang memuat dinamika populasi. Sistematika Sistematika penyajian dokumen kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. D. Bab VI Kebijakan Umum dan Kebijakan Operasional. swasta serta masyarakat peternakan pada umumnya.doc/Datin 5 .c ww w om k lic lic . produksi dan konsumsi hasil ternak serta hal hal yang mendukung atau sebagai penjelasan daripada tulisan ini. 2.

Jika dilihat dari pertumbuhannya. Kepala Cabang Dinas Peternakan Kecamatan (155 org). Lampung Tengah 1. Lampung Barat 2.505 jiwa (17. Tulang Bawang dan Way Kanan 26.58%). Lampung Selatan 1. jumlah rumah tangga di Lampung sebanyak 1.342. menurun drastis jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode 1980-1990 (2. Tanggamus 801. Lampung Utara 549. Renstra Provinsi Lampung tahun 2005-2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2003 struktur tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 66%.073.09%. Lampung Utara.01%). Jumlah aparat Dinas Peternakan / yang membidangi peternakan (253 org).doc/Datin 6 . .s o ft w a re BAB II POTENSI WILAYAH A. Tenaga Sarjana Peternakan (382 org).998 jiwa.s o ft w a k e r.79%).55 %). Kota Bandar Lampung 779. sedangkan antara tahun 2000 dan 2001 penyerapan tenaga kerja sektor pertanian justru meningkat sebesar 1.768 KK diantaranya adalah rumah tangga peternakan.48%. Ini menunjukan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 1993 peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja menurun cukup signifikan yaitu ± 6.260 jiwa (11. Lampung Timur 885. Tulang Bawang 723.578 KK. penduduk Lampung selama tahun 1990 – 2000 rata rata tumbuh sebesar 1.096 jiwa (10.77%).67%) dan tahun 19711980 (5.69%). Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Jumlah penduduk Lampung pada tahun 2003 mencapai 6.284 jiwa (5.59% (974. dimana 199.852.85%.c ww w om k lic lic .24%). k w . Tenaga Pemeriksa Kebuntingan (PKB) (22 org). maka jumlah rumah tangga pertanian diperkirakan mencapai 1.46%.059 jiwa (8. Tenaga Dokter Hewan (92 org). yang tersebar di Lampung barat 382.25%. Jika angka ini dianalogkan pada kondisi tahun 2003.43%) diantaranya adalah rumah tangga peternakan. dari jumlah tersebut 72. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .66%). sektor industri 10% dan sektor jasa 24%. Way Kanan 359.417 jiwa (1.Tenaga inseminator (180 org).c W C re ! tr ac C tr ac k e r.706 jiwa (5. Berdasarkan sensus pertanian tahun 1993. Lampung Timur dan Metro sebanyak 49. Lampung Selatan 20.080 jiwa (12. Petugas pengawas mutu pakan (25 org).08 juta KK. dimana 220.92%). Dengan trend seperti ini diperkirakan pertumbuhan penduduk Lampung periode 2005-2024 juga akan terjadi penurunan.412 jiwa (15.59%. Tenaga Asisten Teknis Reproduksi (ATR) (14 org).089 KK (20. yang tersebar di Lampung Tengah.565 KK) adalah rumah tangga pertanian.02%.179 jiwa (11. Hal lain yang merupakan potensi sumberdaya manusia di Provinsi Lampung yang dapat mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tenaga penyuluh pertanian (1.33% dan Kota Bandar Lampung 1.177.18%). Petugas pengawas mutu bibit (3 org) Disamping itu kelembagaan pendidikan di Lampung yang memproduksi tenaga ahli dan madya dibidang peternakan antara lain Jurusan Peternakan dan D3 Kesehatan Hewan Universitas Lampung dan D3 peternakan Politeknik .275 org).37 %) dan Kota Metro 122.

tegalan dan ladang 675.3 juta ha. Secara tofografis. memegang peranan utama untuk membangun peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. BPTP.47%). koperasi peternakan (50 unit). perkebunan 703. assosiasi bisnis peternakan (5 ass).doc/Datin 7 . dan domba. asosiasi kemitraan peternakan ayam ras dan sapi potong (2 ass). Lampung Tengah dan Lampung Timur memiliki E:\KEBIJ TEK-260405.180 Unit ternak. nanas. sawah 238.03%) dan penggunaan lain seluas 49. Lampung mampu menampung ternak ruminansia besar dan kecil sebanyak 1. lahan yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mendukung pengembangan peternakan adalah sebagian lahan perkampungan. sapi perah. 2002). ditambah dengan sumberdaya manusia yang terampil.40 % dari total luas wilayah Lampung Lahan sebagai basis ekologi budidaya ternak dan penghasil bahan baku pakan.62%). kambing. BPPV.41%). limbah kelapa sawit.80 % ternak ruminansia besar dan kecil antara lain sapi potong.591 ha (0.550 ekor sapi/kerbau.s o ft w a k e r. k w .47%).c ww w om k lic lic .73%).945 ha (21. Karantina. . rawa dan danau 15. demikian juga dengan daun singkong. Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang sangat besar terutama yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. yang terdiri dari perkampungan 248.866 ha (9. kakao serta limbah agroindustri lainnya. kebun campuran 327. kelembagaan keuangan (8 lembaga) serta himpunan mahasiswa peternakan (1 himp).979 ha (26.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . daun ubi jalar.860 ha (20. antara lain wilayah yang memiliki ketinggian diatas 700 m dpl seperti Kecamatan Talang Padang. Sehingga berdasarkan perhitungan ketersediaan pakan. Demikian juga wilayah wilayah dengan vegetasi monokultur padi. Potensi Sumberdaya Alam Luas wilayah Propinsi Lampung ± seluas 3. alang alang 90. Lampung juga memiliki wilayah yang secara spesifik sangat cocok untuk pengembangan ternak tertentu.109 ha (7.51%) (Lampung Dalam Angka. Ambarawa dan sebagian besar wilayah Pantai Timur Kabupaten Tulang Bawang. Dari rincian di atas. organisasi profesi (8 Staf). perkebunan dan perkebunan campuran serta alang alang seluas ± 1. secara agroklimat sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi perah. B.32%). tebu. tambak 33.93%). maka akan menghasilkan peternakan selain tangguh dan berkelanjutan juga akan mampu bersaing dengan produk peternakan dari wilayah atau negeri lain. daerah rawa rawa seperti wilayah Rawasragi. Sementara saat ini baru mencapai 468. lahan sawah. tegalan dan ladang.s o ft w a re Sementara kelembagaan yang telah ada dan mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di propinsi Lampung antara lain kelompok peternak (874 kelompok). kacang kacangan.51%). Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dan sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Barat.169 ha (2. hutan 871. atau masih terdapat peluang pengembangan sebanyak 66.523 ha (1. kerbau.604 ha (8. antara lain jerami padi dan jagung yang tersedia sepanjang tahun mampu menampung 49.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.41 juta unit ternak.96 juta ha atau 59. Dinas Peternakan/yang membidangi peternakan (11 dinas).844 ha (1. berbudiluhur dan mampu memanfaatkan teknologi serta cerdas menangkap peluang pasar.

domba 4.545 ekor. Sementara daerah lahan kering dengan luas 89.88 % dari seluruh wilayah Lampung. demikian juga dengan ubi kayu setiap tahunnya mencapai 3. kehutanan 0. Khusus PDRB bidang peternakan pada tahun 2003 meningkat sebesar 11. meningkat 7. 1. Setiap tahun Propinsi Lampung antara lain menghasilkan jagung tidak kurang dari 1 juta ton.885.70 % peternakan dan hasil hasilnya 15.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .54 %. yaitu sektor pertanian.doc/Datin 8 .s o ft w a re potensi yang besar untuk pengembangan ternak itik.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.81 %. hal ini terlihat dari kontribusi masing masing sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB Propinsi Lampung.86 %. perkebunan kelapa sawit. kambing dan ayam ras. Subsektor Peternakan selain menjadi andalan pendapatan dari 220 ribu keluarga peternak.63 % sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 2. sedangkan komoditi ayam E:\KEBIJ TEK-260405. Dari sekian banyak usaha pada sub sektor peternakan. 1. Indikator ini menunjukan mulai pulihnya kondisi perekonomian Lampung secara keseluruhan pasca krisis ekonomi tahun 1997.43 milyar.90 Triliun pada tahun 2003. Selama kurun waktu 1999-2003 PDRB sektor pertanian Propinsi Lampung atas dasar harga berlaku. tanaman perkebunan 21.068 ekor . jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 3.23 Triliun pada tahun 1999 menjadi Rp.c ww w om k lic lic . nenas.84% jika dibandingka dengan nilai tahun 2002 yaitu sebesar Rp. kambing 135. Perekonomian Lampung didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi.s o ft w a k e r. walaupun sebenarnya sapi potong dapat dikembangkan pada wilayah yang memiliki bahan baku pakan hijauan atau serat. kerbau 1. mengalami peningkatan sebesar 3.821. juga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah. dedak halus 290.63 %.77 % dan perikanan 13.4 juta ekor atau equivalen dengan ± Rp.355 ekor.32 % yaitu dari Rp. menjadi andalan utama untuk pengembangan sapi potong. Pada tahun 2003 jumlah ternak sapi yang dijual keluar Propinsi sebanyak 149. maka pada tahun 2003 PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku terbentuk dari tanaman pangan sebesar 47.15%. . sedangkan dilihat kontribusinya terhadap sektor pertanian meningkat sebesar 7. Disamping itu juga Lampung merupakan daerah penghasil jagung dan ubi kayu yang cukup besar.237 ekor babi 26. Lampung memiliki komoditi unggulan yaitu sapi potong. ketiga komoditi tersebut merupakan bahan baku utama konsenrat.82 milyar.027 ekor. k w . C. dan ayam 8.000 ton. bahkan didaerah perkebunan tebu. sektor perdagangan/hotel/restoran dan sektor industri pengolahan.86 %.73 % Jika dilihat sebarannya pada masing masing lapangan usaha (sektor). Pemulihan perekonomian di Lampung ini terutama ditunjang oleh kenyataan bahwa hampir semua sektor telah mengalami pertumbuhan positif. Potensi Bidang Ekonomi Pada tahun 2001 perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 5. seperti daerah monokultur padi.5 juta ton.

848 224 742.640. Ini semua akan mendukung berkembangnya investasi dan usaha dibidang peternakan.205 24.7 E:\KEBIJ TEK-260405. listrik dan saluran telepon yang juga cukup memadai. Letak geografis yang sangat strategis yaitu dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.560 15.351 196 810.001 86 49.02 6.784 425.534 110 50. Populasi ternak selama lima tahun terakhir di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : Tabel 1. Propinsi Lampung selama ini juga telah mengekspor pakan ternak berupa kulit nenas ke Jepang dan pakan ternak ke Australia D. Populasi Ternak di propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 JENIS TERNAK Sapi potong Sapi perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Ayam buras Itik Puyuh 1999 372.600 15.051. babi dan ayam kampung.240 20. Pos Inseminasi Buatan.159 R (%) 1.109.409 47.095 182 761.521. Bandara Raden Intan. Instalasi Produksi Mani Beku.44 10. konsumsi propinsi lain.705 429.030 12. kambing. kecuali ayam ras karena telah mengalami persaingan antar propinsi yang cukup ketat. Potensi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung pembangunan peternakan di Lampung sudah cukup baik.705.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.188 22.600 84.920 1. Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner.48 4.970 1.000 2.08 juta keluarga. karantina hewan. kerbau. tidak mengalami hambatan dalam pemasaran produknya. Demikian juga dengan assesibilitas wilayah Lampung cukup baik.131 22.012 178 726.28 2.07 0.300 2.c ww w om k lic lic .29 71.800 2003 387. Rumah Potong Hewan.313 15. Banten dan Jawa Barat menyebabkan komoditi peternakan terutama sapi potong.601. Disisi lain potensi ekspor ternak kambing ke daerah Timur Tengah cukup besar. ekspor dan untuk kebutuhan bibit.456 66.s o ft w a k e r.140.021 103 49.723 94.409.624 89.s o ft w a re kampung termasuk komoditi yang strategis karena dimiliki oleh hampir seluruh keluarga pertanian yang berjumlah 1.723 23.017 22.928 635.05 4.927 40.178. Potensi Ternak Populasi ternak yang telah ada merupakan potensi dasar bagi pengembangan peternakan di Lampung. E.938 83.138 15.21 3.522.866 2002 381. Pabrik Pakan.350 112 52.718.648. domba.179 423.83 1. .490 59.doc/Datin 9 . antara lain Pelabuhan Internasional Panjang.000 515.741 22. Pos Kesehatan Hewan.381 2000 372.740 19.007.076 123.716 1.163. Dari populasi yang ada tersebut ternak dikembangbiakan dan dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi local.988 176 725.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .220 45.350 48. k w .063 80.780.81 4.22 10.924 2001 373.934 105 50.

KONSUMSI HASIL TERNAK Konsumsi komoditi peternakan yaitu daging. B.55 3. 2003 baru mencapai 68. 3 berikut. 2 berikut : Tabel 2 : Konsumsi Hasil Ternak di Propinsi Lampung Tahun 1999-2003 No 1.87 2001 6.83 2000 6.7 6.64 4.93 % konsumsi susu.1 4. Pada th.71 4.20 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. telur dan susu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan bertambahnya penduduk.95 4.99 2002 6.51 3.13 Standar WKPG *) 10.45 3.s o ft w a re BAB III KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. k w . 3. Produksi hasil peternakan dari tahun 1999 – 2003 terlihat pada tabel. konsumsi yang telah dicapai oleh Propinsi Lampung masih belum memenuhi standar.c ww w om k lic lic .83 % untuk konsumsi Protein Hewani.69 3. 94. 63. 4.48 3.48 3. Konsumsi hasil ternak Propinsi Lampung tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel.13 2003 6. Dengan demikian pencapaian konsumsi hasil peternakan masih perlu ditingkatkan baik melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak. E:\KEBIJ TEK-260405.19 4.63 3.84 4.s o ft w a k e r.68 % konsumsi telur. dan 68.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .42 3.90 4.1 6. .0 *) Hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993. PRODUKSI TERNAK DAN OLAHANNYA Dengan makin meningkatnya permintaan akan hasil ternak baik untuk Propinsi Lampung maupun luar Propinsi Lampung maka perlu adanya upaya-upaya untuk memacu peningkatan produksi ternak. Uraian Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewan (gr/kap/hr) 1999 6. peningkatan daya beli masyarakat serta makin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi. telur dan susu. 2. peningkatan pendapatan masyarakat serta bentuk – bentuk kegiatan yang mampu mendorong aspirasi dan pengertian masyarakat tentang begitu pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak yaitu daging.81 % untuk konsumsi daging. Bila dibandingkan dengan standar berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.doc/Datin 10 .

979 6.11 74.944.445 5.412. Babi 2. 28. 2. sehingga terjadi kematian ternak unggas yang mengakibatkan turunnya populasi. Ayam Ras Petelur dan Ayam Ras Pedaging mengalami penurunan.s o ft w a re Tabel 3 : Produksi Hasil Ternak Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 (dalam ton) No.208.76 33.40 69.149 2002 144. kerbau dan kambing) pertumbuhannya 1. Hal ini sisebabkan terjadinya wabah Flu Burung yang dimulai pada awal Agustus 2003 di beberapa Propinsi di Indonesia termasuk Propinsi Lampung.879.21 893.21 %.574 2003 149.00 % untuk telur.38 %.940.966.90 5.32 78.085.857. C.091 34.64 % untuk pupuk/kotoran ternak. Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Domba Babi Unggas 1999 89. Adapun untuk ternak potong (Sapi.356 141.122. 19.520 126. 1.669 101.180.07 % dan unggas selama kurun waktu 4 (Empat) tahun meningkat menjadi 136.32 % untuk daging.doc/Datin 11 . 3. 4.c ww w om k lic lic .759. atau 70.436.378.91 2003 47. Kambing 7.948 24.12 2000 43.79 868.47 37. .59 %.67% dan 3.623 26.98 Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa produk ternak dari tahun 1999 – 2003 terjadi peningkatan yaitu masing-masing 1.97 951.027 1.013 56. E:\KEBIJ TEK-260405.965 128.237 26.494 640.077 2001 121. 6. 2.83 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.199 41. Produksi daging Propinsi Lampung berupa ternak potong yang keluar Propinsi cukup besar.s o ft w a k e r.98%.790 2. 2.068 8.07%. 4. pada tahun 2003 produksi daging yang keluar Lampung setara dengan 33. Adapun produksi ternak dari Propinsi Lampung yang untuk memenuhi kebutuhan Propinsi lain adalah sebagai berikut : Tabel 4 : Produksi Ternak dari Lampung untuk memenuhi Kebutuhan Propinsi lain pada Th.58. sapi potong meningkat menjadi 13.979.02 4.98 77.400 5.61 36. Kerbau -15.22% kecuali domba yang mencapai 10. 1999 – 2003 (ekor) No 1.02 sampai 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .01 39.080.252 2. dimana dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan ternak unggas kecuali itik pada tahun 2002 – 2003 baik Ayam Buras.903.40 879.407.591 2.261 6.% dari produksi untuk konsumsi lokal.50 776. Komoditi Daging Telur Susu Kulit Basah Pupuk/Kotoran Ternak 1999 44.% untuk susu. 5.769.545 4.826 2000 154.74 2001 44.291 1. 5.50 Ton.248 Dari tabel tersebut diatas dapat disampaikan bahwa masing – masing selama kurun waktu 5 tahun.22 % untuk kulit dan 0.736.67 %.355 135. 5. 3. POPULASI TERNAK Perkembangan populasi ternak selama 5 tahun terakhir dapat dilihat terlihat pada tabel 1 diatas.67 37.87 2002 45.11 4.78 189.95%.42 4. k w . yaitu masing-masing 16.

14 18. 1.10 21.82 Trilyun dan pada tahun 2003 sebesar Rp.08 478.169.Peternakan Rakyat * Sapi potong * Unggas . Dengan demikian PDRB yang berasal dari sub sektor peternakan akan menjadi indikator sampai berapa besar peranan sub sektor peternakan mewarnai pembangunan daerah. besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah pada kurun waktu tertentu.43 402.s o ft w a k e r.856. Juta Rp.Perusahaan Peternakan Nilai Perdagangan Ternak .c ww w om k lic lic .169. Lapangan Kerja dan Perdagangan Ternak di Propinsi Lampung Tahun 2001 .Ternak Pot yang keluar .141 50.44 22.74 3.220.802. Pencapaian sasaran investasi.90 Trilyun. LAPANGAN KERJA DAN PERDAGANGAN TERNAK Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pembangunan peternakan adalah besarnya investasi. diantaranya karena mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang masih cukup luas.357.000 2002 6.02 19.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .63 386. 1. E. 1.30% yang disebabkan adanya serangan penyakit Hog Kholera pada Babi.129 1. b. Juta 2001 2.2003 No I.53 321. k w . 2. penyerapan dan penciptaan lapangan kerja serta perdagangan ternak antar Propinsi. Uraian INVESTASI: Pemerintah (Dana Pembangunan) Investasi Swasta Lapangan Kerja . PDRB PETERNAKAN Data PDRB suatu daerah mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat produk bruto yang di hasilkan oleh seluruh faktor produksi.99 418. Juta Rp.82 407.656 707.143 46.950 1.54 %. Jika dilihat dari indikator tersebut Propinsi Lampung mempunyai potensi yang cukup besar.s o ft w a re Sedangkan pada Tahun 2001–2002 pada Ternak Babi terjadi penurunan populasi sebesar 14. Dengan melihat tabel tersebut diatas maka investasi di bidang peternakan selama 3 tahun terakhir meningkat menjadi 65.Selisih Satuan Rp.600 821. . tahun 2002 mencapai nilai Rp.480 51. Demikian juga dengan besarnya nilai pendapatan yang berasal dari subsektor peternakan yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan peternakan dan besarnya kontribusi PDRB peternakan yaitu berdasarkan hitungan harga berlaku pada tahun 2001 mencapai nilai Rp.180 1. INVESTASI. lapangan kerja dan perdagangan ternak adalah sebagai berikut : Tabel 5 : Investasi.52 Trilyun.460 885. Pencapaian PDRB sub sektor peternakan atas dasar harga konstan dan berlaku dari Tahun 1999-2002 dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.000 STP STP Orang Rp. Juta Rp. Juta 21. D.000 2003 9.doc/Datin 12 . a.74 15.TernakPot yang masuk .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

73 Dari tabel tersebut dapat diartikan bahwa peranan sub sektor peternakan terhadap pertanian meningkat terus dari Tahun 1999-2002.185 27.doc/Datin 13 .102 25.809 0.97 1.77 1.478 21.923 11.1.749 21.48 -7.716 18. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.81 92.77 1.35 2.37 1.618 0.524 17.95 2. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.156.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .613.720.453 44.59 453.86 2.513 1.312 035 1.63 10.219 46. E:\KEBIJ TEK-260405.125.65 295.795 17.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.0.76 .85 295.264 44.407.03 3.103.93 65.99 17. (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Tanaman Pangan PDRB (Rp.39 22.c ww w om k lic lic .937 0.645 0.59 -4.875.49 325.249 13.41 10.79 5.00 759.92 490.142.515.566.04 27.478 42.355 12.02 2.28 2.70 1.32 7.637 42.(%) 5.662.68 2.53 1.71 744.47 2. (%) 4.0.398.479 Tabel 7: Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung Atas Dasar Harga Konstan Propinsi Lampung Tahun 1999-2003.40 72.369.708.937 11.603 13.416 2003 5.911.329.623. k w .372.42 1.602.216. . Lampung Th.01 299.324 14. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.s o ft w a re Tabel 6 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung atas dasar Harga berlaku Prop.738.991.142.584.90 739.94 .86 11.55 2.911 18.82 11.620.933 23.897 47.805 R. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.16 26.4.s o ft w a k e r.59 11.24 32.29 2.75 2.77 1.482 11.841 42.895. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 1.776 R.93 3. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.929 17.821.96 .958 12.887 15.60 1.65 1.73 773.16 43.56 501.18 471.185 41.954 2000 1. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 4.694 27.911 2002 1.179 28.022 0. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.659 12.98 2.298 10.104 2001 1.989 14.57 .49 488.87 36.352 2002 5.302.100.234.10 721.672.12 301.798 47.54 26.79 2000 4.06 1. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.581 30.039 0.344 10.329.262 47.92 1.962.587 2003 1. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.18 21.589 27.30 1.362 26.688 1.723 10.284 0.77 2001 5.099.115 13. 1999 – 2003 (Juta Rupiah) Subsektor Tanaman Pengan PDRB (Rp.04 22.35 12.506 16.703.

BAH. serta beberapa pelabuhan yang sewaktu waktu dipergunakan yaitu antara lain Pelabuhan Sukaraja.600 kg 245 kg 100 kg 1 ek 8 ek 1 ek 100 ek 40 ek *) hanya yang lewat / melapor melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang/tarahan Sedangkan data pemasukan ternak. dilakukan pemeriksaan dan pencatatan oleh Karantina Hewan. Lemong Kab Lampung Barat. Kota Agung.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r.126 ek 2.822 ek 1. Sebagaimana diketahui bahwa pintu keluar-masuk ternak / hewan / bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal hewan (HBAH) di Lampung ada di beberapa titik. antara lain Pelabuhan Panjang.831 ek 500 ek NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 URAIAN Daging aym (beku) Daging ayam (ekspor Jepang) Telur Jeroan Kulit Burung Siamang Anjing Kalong Kera JUMLAH 49. BIDANG TEKNIS 1.719 ek 59.500 ek 30.141 kg 625. Pelabuhan sungai Menggala dan TPI Lempasing. dengan kondisi pada tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tabel 8. atau sebaliknya penyakit dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. (3) pelayanan kesehatan hewan terpadu.573 ek 161 ek 30 ek 1 ek 55. . dilakukan tindakan pengamanan ternak secara preventif dalam bentuk pembinaan kesehatan hewan secara utuh. hewan. HBAH melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 *) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Sapi lokal Sapi eks impor Sapi bali bibit Kerbau Kuda Kambing Babi DOC Ayam Buras Ayam ras broiler Itik JUMLAH 1. Pelabuhan Bakauheni. HBAH ke Provinsi Lampung atau untuk Provinsi lain yang melalui karantina hewan adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re F. (4) pengamanan produksi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. antara lain (1) pengamanan sumberdaya alam. Dalam rangka pengendalian penyakit hewan yang diakibatkan oleh lalu lintas hewan/ternak/BAH/HBAH (Hasil Bahan Asal Hewan). menjadikan Lampung sebagai daerah penyangga bagi Provinsi lain di sumatera terhadap penyebaran penyakit yang berasal dari Pulau Jawa.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Simpang Pematang Kab Tulang Bawang. Blambangan Umpu Kab Way Kanan. Labuhan Maringgai. Data Pengeluaran Ternak. Srengsem.422 kg 37.595 ek 639. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Lampung yang letak geografisnya berbatasan dengan Propinsi Banten (Pulau Jawa) dan berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. (2) pengamanan lingkungan budidaya ternak. dan (5) pengamanan sarana produksi peternakan.doc/Datin 14 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . BAH. k w . Bandar Udara Branti. Sebagai upaya perlindungan terhadap ternak dan gangguan penyakit. baik penyakit yang sifatnya strategis ataupun ekonomis. Hewan.

rumah potong hewan (RPH) 8 unit. gumboro. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet. baru pada bulan Maret 2005 ditempatkan Pos Karantina berupa Pos Check Poin. cukup tinggi antara lain ayam potong. CRD (lab). BAH. helminthiosis (lab). brucellosis. sementara di pelabuhan Bakauheni yang memiliki arus lalu lintas barang dan orang sangat tinggi. pullorum (lab).doc/Datin 15 . tempat pemotongan hewan (TPH) 64 unit dan rumah potong ayam (RPA) dengan kualifikasi untuk ekspor 1 (satu) unit. Hewan.s o ft w a k e r.480. coryza/snot (lab). sapi. surra. tuberculosis dan PMK. klinis). BPPV 1 unit. yang tercatat hanya 4 (empat) komoditi pada 1 (satu) tempat yaitu Pelabuhan Karantina Panjang. Ayam afkir petelur. itupun lokasinya diluar area Pelabuhan Bakauheni.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. HBAH. salmonellosis. ternak. MCF. Sementara itu beberapa jenis penyakit strategis dan ekonomis yang telah didiagnosa secara labolatoris dan hasilnya negative antara lain anthrax. BEP (klinis) dan flu burung (lab.c ww w om k lic lic . SE. Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di 10 kab/Kota. BVD.545 Ton 1 ekor 25 ekor KETERANGAN Asal Australia Asal Amerika Jawa Barat Asal Jawa Dari hasil tindakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan . piroplasmosis. Propinsi Lampung telah memiliki sarana dan prasarana yaitu : Pos Keswan sebanyak 12 unit. anjing dll. BAH. rabies (lab. Bandara Branti serta check poin lalu lintas lainnya tidak tersedia datanya.412 ekor 8. scabies dan orf (klinis). klinis). Fasciollosis (lab). lab). haemochsiosis (lab). . Coccidiosis (lab). Sebagai gambaran. Sebagaimana diketahui bahwa HBAH masuk khususnya yang melalui Pelabuhan Bakauheni. karantina hewan 1 unit. Sementara lalu lintas pemasukan Hewan Ternak BAH dan HBAH.s o ft w a re Tabel 9: Data Pemasukan Ternak. ramadewa (lab. Hal ini disebabkan Stasiun Karantina Hewan kedudukannya (lokus) ada di Pelabuhan Panjang dan Tarahan (holding ground). yang melalui pelabuhan Bakauheni. klinis). daging. ND (lab. anaplasmosis. serrologis). telur. dibawah ini ditampilkan data kejadian penyakit hewan / ternak menular strategis selama tahun 2000 – 2003 E:\KEBIJ TEK-260405. HBAH melalui Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 NO 1 2 3 4 URAIAN SAPI Brahman cross Feather meat/ meat bone Kuda Kambing JUMLAH 91. k w . lymphoid leucosis (Lab). Sedangkan yang masih positif berada di Lampung antara lain hog cholera (susfected. sehingga masih ada kendala untuk memantau pemasukan hewan dan bahan asal hewan dari Jawa ke Lampung.

antara lain pengetahuan dan keterampilan peternak. dan N2 Cair (6) dan pengembangan IB swadaya. (3) conception rate.s o ft w a re Tabel 10.doc/Datin 16 . (4) recording dan system pelaporan. Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) mulai diintroduksi di Lampung pada tahun 1976. tingginya animo peternak yang telah mengenal program IB untuk memanfaatkan teknologi IB. serta meningkatnya pendapatan peternak peserta IB sebagai akibat dari meningkatnya harga jual ternak hasil IB.000 dosis mani beku sapi dan 10. Sedangkan keberhasilan program IB yang cukup monumental diantaranya adalah terbangunnya Instalasi Produksi Mani Beku di Terbanggi Besar. antara lain (1) cakupan wilayah inseminasi dan peningkatan jumlah akseptor. (2) ratio cervis per-conception. (5) distribusi dan sistem penjualan mani beku. .c ww w om k lic lic . dan perkembangannya sampai saat ini cukup baik. k w . sosialisasi program IB dan peralatan IB yang relative masih kurang. Adapun kondisi sarana dan prasarana fisik IPMB Terbanggi besar sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PENY HWN STRATEGIS Anthrax Brucellosis Bovine Viral Diarhea Gumboro Hog Cholera Rama Dewa New Castle Desease Rabies Salmonellosis SE Inf Bovine Rinotracheaisis Surra Anaplasmosis Piroplasmosis MCF Flu Burung 2000 0 1 0 0 0 0 5 14 0 0 0 0 0 0 2 0 2001 0 0 0 0 0 0 1 19 0 0 0 0 0 0 0 0 2002 0 0 0 0 1 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 2003 0 0 0 0 0 0 4 12 0 0 1 0 0 0 0 2 KET Data diperoleh dari hasil pemeriksaan BPPV wilayah III Bandar Lampung 2.000 dosis yang terdiri dari 40.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa hal yang sangat mendasar dan sangat berpengaruh terhadap kinerja IB sebagaimana tersebut diatas.000 dosis mani beku kambing. dalam arti pada beberapa aspek masih diperlukan perhatian dan peningkatan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . : Jumlah Kejadian Penyakit Hewan/Ternak menular Strategis di Propinsi Lampung Tahun 2000 . Sampai dengan tahun 2003 produksi mani beku IPMB Terbanggi Besar mencapai 50. kualitas budidaya (terutama pakan yang diberikan).

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Secara umum perkembangannya sampai saat ini adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. .s o ft w a re Tabel 11 Kondisi Sarana dan Prasarana Fisik IPMB Terbanggi Besar Sampai Dengan Tahun 2004 (dalam buah/unit) NO (1) A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2 3 4 5 6 D 1 2 E 1 2 3 4 5 6. PERALATAN IPMB (2) Peralatan Penampungan Vagina buatan sapi Vagina buatan kambing Sterilisasi vagina buatan Incubator Rak alat alat Inner Linner Termos IB gun sapi IB gun Kambing Peralatan pemeriksaan Kualitas Mikroscope listrik Mikroscope cahaya Fotometer Refrigerator CCTV Monitor Incubator alat gelas/kaca Lemari alat alat kaca Timbangan digital Peralatan Processing Cool top Filling and Sealing Machine Refrigerator Container Prae Freezing Rak Prae Freezing Sterilisasi Straw Peralatan Printing Straw Printing Straw Manual Printing Straw Automatic Peralatan Penyimpanan & Distribusi Container deppo Container operasional Vacuum Container Container deppo 200 liter Mobil pengangkut N2Cair & Straw & pakan Mobil Operasional TERSE DIA (3) 4 2 1 1 1 4 2 4 2 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 0 1 0 12 2 1 0 1 KEBUTU HAN (4) 15 8 1 1 4 15 4 6 6 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 6 1 1 1 24 6 2 2 2 2 KEKURA NGAN (5) 11 6 0 0 3 11 2 2 4 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 1 1 4 1 0 1 12 4 1 2 2 1 Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa program IB mulai diintroduksi pada tahun 1976. atau sudah berjalan selama 28 tahun.c ww w om k lic lic . k w .s o ft w a k e r.doc/Datin 17 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

BOERAWA.266 ekor. atau baru mencapai 26.816 33. meliputi pembinaan. Kinerja Pelaksanaan IB di Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Populasi Sapi (ekor) Jumlah betina produktif (ekor) Akseptor (ekor) Jumlah Inseminasi/Dosis SC Ratio CR (%) Kebuntingan (%) Kelahirannya (%) 1999 372.50 2002 381.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a re Tabel 12. Untuk mengembangkan perbibitan di Provinsi Lampung.663 38.534 104.63% jika dibandingkan dengan potensi akseptor yang ada yaitu ± 108. ternyata kemampuan ternak lokal dal.am menyediakan bakalan hanya dapat memenuhi 15 – 20 % sedangkan 80 – 85 % masih mendatangkan dari impor (Australia).350 108.589 25.138 39.39 80.105 1. serta telah diproduksinya mani beku jenis kambing BOER.doc/Datin 18 . Hal ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang perlu dikaji karena proses selama kurun waktu 28 tahun.40 60. dan lokasi sentra pembibitan ternak di Provinsi Lampung adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.021 104. 1997) sebagian besar masih merupakan usaha sambilan serta belum menariknya usaha pembibitan sapi potong bagi perusahaan peternakan karena pengembalian modalnya membutuhkan waktu yang relatif lama.37 92.98 55 74. Adapun jenis komoditas. kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a. k w .160 32. sementara itu peternakan rakyat yang merupakan “armada semut” yang potensial (Sujarmin.941 28.226 40. dan pembinaan produksi ternak bibit.72 Tahun 2001 373.563 42.001 104.50 98.639 1. Penggunaan bibit unggul kambing ini masih pada tahap pengenalan (mulai tahun 2002) dengan realisasi akseptor ± 2. Pembibitan Masalah utama yang dihadapi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak salah satunya adalah masih rendahnya ketersedian bibit ternak baik kualitas maupun kuantitasnya. pelayanan IB (pada VBC sapi dan kambing).c ww w om k lic lic . pelayanan kesehatan. Sedangkan pembibitan ternak kambing. .530 2.500 ekor. Provinsi Lampung mempunyai peluang yang besar terkait dengan potensi pasar dan sumberdaya pakan yang ada.165 31.458 29.58 93 2003 387.737 1.86 61.934 106.07 45. disisi lain sistim dan usaha pembibitan secara keseluruhan belum mendapat porsi perhatian yang memadai.99 Jumlah akseptor yang dapat di inseminasi pada tahun 2003 mencapai 29. 3. dan PE oleh UPTD IBBITKAN di instalasi Pembuatan Mani Baku Terbanggi Besar. Bila dilihat dari usaha pengemukan sapi potong di Provinsi Lampung. ternyata cakupannya relatife masih rendah. Mengembangkan sentra-sentra pembibitan ternak dalam bentuk pembibitan ternak rakyat/pembibitan pedesaan atau VBC dengan mengutamakan pada daerah-daerah penyebaran ternak pemerintah dan dilaksanakan melalui Pola Sistem Pelayanan Terpadu (SPT).s o ft w a k e r.00 62.892 2000 372. bimbingan pemasaran/panen hasil.458 ekor.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Jumlah dan kualitas bibit sapi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan produksi.

c ww w om k lic lic . 1. 1. 2.s o ft w a re a) Sapi Potong NO 1 KABUPATEN / KOTA Lampung Selatan NO 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 KECAMATAN Tanjung Bintang Sido Mulyo Jati Agung Simpang Agung Padang Ratu Punggur Gunung Sugih Terbanggi Besar Seputih Mataram Kota Gajah 2 Lampung Tengah b) Kambing NO 1 2 KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan NO 1 2 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 1 2 1 KECAMATAN Talang Padang Sumberejo Gedong Tataan Tanjung Bintang Way Lima Batanghari Nuban Sukadana Way Jepara Seputih Surabaya Seputih Banyak Seputih Mataram Kalirejo Padang Ratu Abung Timur Bukit Kemuning Tl. k w . bawang Tengah Lambu Kibang Kemiling 3 Lampung Timur 4 Lampung Tengah 5 6 7 Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung c) Itik NO 1. 2. 3. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan Lampung Tengah NO 1. KECAMATAN Pringsewu (Ambarawa) Wonosobo Palas Trimurjo E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 19 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

Lampung Selatan dan PT. Lamp. 2. 1. Tahun 1999 – 2003 No 1.doc/Datin 20 . 2.s o ft w a re d) Sapi Perah NO 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 E:\KEBIJ TEK-260405. Perkembangan populasi parent stock. Multi Breeder Adirama Indonesia (PT. KECAMATAN Batanghari Metro Pusat f) Puyuh NO 1. k w . PT. Natar Kab.000 Lpg. Nama Perusahaan PT.000 Jabotabek 10. MBAI Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 Distribusi Produksi / FS Pedaging Petelur 9. KECAMATAN Metro Pusat g) Babi NO 1. Talang Padang Kab.150. .s o ft w a k e r.575. produksi dan distribusi DOC ayam ras pada perusahaan pembibitan di Provinsi Lampung dari Tahun 1999 – 2003 adalah sebagai berikut Tabel 13 : Produksi dan Distribusi Final Stock Ayam Ras pada Perusahaan Pembibitan di Prov.c ww w om k lic lic . KABUPATEN / KOTA Kota Metro NO 1.256.648 2. KECAMATAN Seputih Raman Seputih Mataram b. 2.270 1.500. Tanggamus.149.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.942. KABUPATEN / KOTA Lampung Tengah NO 1. Charoen Pokphand Jaya Farm di Kec. KECAMATAN Talang Padang Metro Utara e) Ayam Buras NO 1.612 530. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Kota Metro NO 1.548.347 1. Indonesia Farming di Katibung Kabupaten Lampung Selatan. 1.325 13. KABUPATEN / KOTA Lampung Timur Kota Metro NO 1. Pembinaan pada Perusahaan Pembibitan Ayam Ras Jumlah perusahaan pembibitan Ayam ras di Provinsi Lampung ada 3 buah yaitu PT.450 2. Sumatera 10. MBAI) di Kec.733.000 10.400.

Berproduksi Lampung 3. Pakan Ternak.696. PT. Adapun perkembangan produksi bibit ayam ras pedaging tahun 1999 – 2000 meningkat 29. Indonesia Farming * Kebutuhan DOC petelur mulai tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain.500 2.986 - Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Tdk.850.15 %. 4.doc/Datin 21 . dan mulai tahun 2001 sampai dengan 2003 meningkat sebesar 52. Dari 3 (Tiga) buah perusahaan pembibitan ayam ras di Provinsi Lampung. perkebunan dan Agroindustri menjadi prioritas kegiatan sekaligus dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung dari satu satuan luas lahan usaha tani. Dengan demikian akan diperoleh Sinergis yang Produktif yaitu tanaman pertanian/perkebunan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik.000 10.370.46 %. Oleh karena itu upaya pemanfaatan sumber daya pertanian.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Charoen Pokphand 1999 2000 2001 2002 2003 1999 2000 2001 2002 2003 6.750 7. Kegiatan integrasi usaha peternakan dengan tanaman perkebunan/pertanian di Provinsi Lampung sudah dimulai sejak th.361. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas ternak ruminansia dan unggas adalah faktor pakan hijauan dan pakan konsentrat.548.s o ft w a k e r. PT. k w .124. .484. akan tetapi pada tahun 2000 – 2001 terjadi penurunan sebesar 27. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha budidaya ayam ras pedaging di Provinsi Lampung semakin berkembang dengan dukungan swasta melalui pola kemitraan seiring dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengkonsumsi protein asal ternak.245 1.226 2.68 %.000 8. Kendala yang dihadapi dalam penyediaan hijauan makanan ternak antara lain masih rendahnya kualitas pakan yang diberikan karena sebagian besar peternak tidak memiliki kebun rumput. sedangkan melalui sumber dana APBN/APBD dimulai tahun 2003 berupa pilot proyek yaitu sapi .s o ft w a re 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .480 3. sapi - E:\KEBIJ TEK-260405. 1997 yaitu pengembangan ternak kambing di kawasan kebun singkong.768.padi. yang melaksanakan pembibitan ayam ras petelur hanya PT. MBAI dan sejak tahun 2002 perusahaan ini tidak lagi melaksanakan pembibitan ayam ras petelur sehingga kebutuhan bibit ayam ras petelur di Provinsi Lampung sejak tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain.c ww w om k lic lic .

700. 2004 dilanjutkan dengan sapi . pakan itik dan pakan sapi. pakan puyuh.tebu. kambing .130 ekor Kambing Lada memiliki kapasitas tampung ±100. 6. 3.997 ekor Sapi Sawit memiliki kapasitas tampung ±40. 7.228 ekor Kambing Singkong memiliki kapsitas tampung ±1.c ww w om k lic lic . dapat dikembangkan integrasi ternak dengan tanaman pertanian/ perkebunan dengan daya tampung antara lain sebagai berikut: 1.000 ekor Sapi Nanas memiliki kapasitas tampung ±50. sapi .000 ekor Adapun jumlah pabrik pakan ternak di Provinsi Lampung berjumlah 5 perusahaan.565 ekor Sapi Tebu memiliki kapasitas tampung ±65. dengan jumlah petugas sampai tahun 2003 sebanyak 25 orang. dan jenis pakan yang diproduksi adalah pakan ayam ras petelur dan pedagang. Sapi Padi memiliki kapasitas tampung ±341. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melindungi peternak dari kualitas ransum yang tidak sesuai dengan label dan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan pada tahun 2004 dilaksanakan pelatihan pengawasan mutu pakan sebanyak 20 orang dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.coklat dan kambing . 2. Pengawasan mutu dilaksanakan oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan Kabupaten / Kota.doc/Datin 22 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 5.s o ft w a re sawit. k w . Dari tanaman Pertanian dan tanaman Perkebunan di Propinsi Lampung.s o ft w a k e r. 4. .000 ekor Kambing Coklat memiliki kapasitas tampung ±30.pisang.singkong dan pada th.

c ww w om k lic lic . bahkan justru bisa kontra produktif E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan impor susu (bahan baku dan olahan). tenaga fungsional penyuluh peternakan tidak ada lagi. Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan a.doc/Datin 23 . Tingkat pendidikan formal petani/peternak umumnya (60 . Jumlah induk sapi potong di Lampung masih sangat kurang baik kualitas maupun kuantitasnya. Bibit Ternak b. umumnya lebih tertarik bekerja di sector industri dan jasa di perkotaan c. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. permintaan terhadap komoditi ternak (daging. pendampingan dan sekolah lapang mengalami banyak hambatan d. k w . yaitu dalam bentuk impor bakalan sapi. sementara kemampuan suplay khususnya komoditi daging sapi dan susu masih tergantung pada impor. b. Minat tenaga kerja terdidik di pedesaan terhadap usaha peternakan masih sangat kecil.70 %) adalah lulusan SD dan tidak lulus SD. dan paramedis e. daging. akibatnya kegiatan penyuluhan. disisi lain pengeluaran bibit sapi dari Lampung sulit dikendalikan c. 2.s o ft w a k e r. sikap dan keterampilan) petugas lapangan relatif masih kurang antara lain Inseminator. Kelembagaan peternak pada umumnya kurang mandiri dan masih project oriented.telur. jiwa kewirausahanya masih sangat lemah. padahal sesungguhnya dengan pendekatan ini tidak menambah populasi. Terjadi banyak perpindahan bibit antar wilayah. Beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi prioritas dalam pemecahannya antara lain : 1.s o ft w a re BAB IV MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. . MASALAH Permasalahan yang masih harus terus dihadapi dan menjadi tantangan adalah aspek keberlanjutan. susu. kulit dan bibit ternak) terus meningkat. Jumlah dan kualitas (pengetahuan. yaitu dengan semakin tingginya tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat. akibatnya visi peternak terhadap usaha peternakannya hanya bersifat sambilan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

Penyakit Hewan a. E:\KEBIJ TEK-260405.000 – 120.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Untuk usaha penggemukan sapi. baik hijauan ataupun bahan baku konsentrat 4. kemudian mundur lagi ke tahun 2007. interval kelahiran. Harga pakan unggas (konsentrat) sangat fluktuatif dan pada saat – saat tertentu relative mahal jika dibandingkan dengan harga produk akhirnya. 3. Usaha perbibitan ternak (diluar ayam ras) belum diminati oleh perusahaan swasta e. Peternak belum melakukan pengolahan dan penyimpangan pakan yang berlimpah pada saat musim hujan dan pada saat panen. padahal potensi sumberdaya pakan local banyak yang belum dimanfaatkan. Hal ini membuktikan bahwa kemungkinan ada persoalan yang mendasar dalam upaya pembebasan rabies yang belum teridentifikasi. Gumboro. Dilihat dari aspek kualitas. ayam buras. c.doc/Datin 24 . Hog Cholera. Perbibitan ternak kerbau. . Komponen impor bahan baku pakan masih tinggi. b. Masih kurangnya informasi tentang jumlah dan lokasi bahan baku pakan. e. Penyakit menular lainnya (SE. mundur ke tahun 2003.s o ft w a k e r. Kontinuitas pakan hijauan pada musim kemarau masih menjadi kendala para peternak. Lampung masih mendatangkan bakalan sapi impor dari Australia sekitar 100. babi. produksi susu dan kinerja reproduksi. d. k w . Rama Dewa. Pakan Ternak a. kualitas pakan yang diberikan pada ternak ruminasia umumnya masih rendah. d. semula ditargetkan bebas tahun 1997. sapi perah. Teknologi pengolahan pakan belum dilaksanakan oleh peternak f. ND dll) masih memungkinkan terjadi out break. bakalan sapi potong dari Lampung belum dapat bersaing dengan produk impor g. Wabah Penyakit flu burung b.000 – 450. Target pembebasan penyakit rabies di Pulau Sumatera selalu mundur. Ditingkat peternak pada umumnya. Obat dan peralatan kesehatan hewan sebagian besar masih impor. c.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan produktivitas antara lain pertambahan berat badan harian.s o ft w a re d.000 ekor per tahun) f.000 ekor per tahun (Secara Nasional 400. berat lahir. Brucellosis. itik dan puyuh belum mendapat porsi pembinaan yang cukup dibandingkan dengan perlakuannya terhadap ternak sapi potong dan kambing.

sehingga tingkat effisiensinya rendah b. bagian keuntungan terbesar berada pada sector jasa yang dikuasai oleh para blantik (bukan peternak).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Belum tersosialisasinya IB kambing pada masyarakat c. k w . peralatan kesehatan dan peralatan pasca panen. pendidikan dan budaya peternak dan persyaratan yang terlalu memberatkan.s o ft w a re e. Peralatan peternakan sebagian masih mengandalkan barang impor seperti peralatan IB. Peralatan dan Teknologi a.c ww w om k lic lic . d. Prosentase kelahiran ternak di Lampung relative masih rendah (Sapi 19. Kebijakan makro dalam bidang permodalan belum banyak menyentuh para peternak pada umumnya. c. Pengelolaan Reproduksi a. Propinsi Lampung tidak memiliki pasar hewan/ternak yang representative. Kurangnya promosi terhadap konsumsi susu E:\KEBIJ TEK-260405. d.s o ft w a k e r.%) dibandingkan dengan kemampuan potensi genetic (Sapi 30 – 35 % dari populasi).00. d. b. Lalu lintas hewan antar pulau dan antar Provinsi sulit dikendalikan sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit 5. 6.doc/Datin 25 . pakan konsentrat.63 % dari potensi IB yang ada. Pelaksanaan kawin alam tidak dibarengi dengan sistim seleksi dan penggunaan pejantan yang baik. Pasar a. Modal. Harga beberapa komoditi peternakan antara lain telur ayam ras. DOC. 7. b. pada kambing > 8 bulan dan pada ternak kerbau > 24 bulan. covering pelayanan IB pada ternak sapi di Provinsi Lampung relatif masih rendah yaitu baru mencapai 26. Posisi tawar peternak masih sangat lemah. . c. ayam broiler dan telur ayam sangat fluktuatif. sehingga masih banyak terjadi inbreeding dan penggunaan pejantan yang berkualitas rendah. demikian juga persentase kelahiran pada ternak kerbau dan kambing relative masih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya e.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. hal ini terkait dengan pengetahuan. Sementara IB pada ternak ternak kambing baru dilaksanakan tahun 2003 dan IB pada ternak kerbau masih kesulitan dalam peyediaan mani bekunya. Lembaga permodalan yang ada masih sangat sulit diakses oleh peternak kebanyakan. Jarak kelahiran (calving interval) pada sapi masih panjang yaitu rata – rata > 16 Bulan. Skala usaha peternakan umumnya masih termasuk kedalam katagori sambilan dan cabang usaha. Sejak diintroduksi tahun 1976.

Terus berlanjutnya pengurasan bibit ternak yang berkualitas ke Provinsi lain dan pemotongan ternak betina bertanduk yang masih produktif.s o ft w a k e r. Hog Cholera. peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas dibidang peternakan dan kesehatan hewan. Dengan adanya perdagangan bebas kebijakan pajak dan bea masuk komoditi peternakan akan menjadi beban dalam usaha peternakan. 6. pendapatan masayarakat. serta kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular lainnya terutama Brucellosis. Lampung masih dibayangi dengan munculnya wabah (Out Break) Penyakit flu burung. Ketergantungan subsektor peternakan terhadap sektor lain semakin tinggi. Dampak negative pelaksanaan otonomi daerah diperkirakan masih akan mewarnai pelaksanaan pembangunan peternakan. 2. sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk. obat – obatan. .c ww w om k lic lic . TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI KEDEPAN. peralatan dan bahan baku susu. 3. antara lain yang perlu dicermati adalah : a. c. Perdagangan bebas ASEAN sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dan perdagangan bebas Asia Fasifik untuk Negara maju tahun 2010 dan untuk Negara berkembang tahun 2020. Globalisasi informasi dan perdagangan. sedangkan peranan peternakan terhadap pertanian diperkirakan akan terus semakin meningkat. dan daging sapi bahan baku pakan. Ketergantungan impor sapi bakalan. akibatnya usaha peternakan kurang dapat bersaing dengan Negara lain. b. Antraks. 7.s o ft w a re B. Kurang kondusifnya iklim usaha dan investasi. 9. Tidak efektif dan efisiennya pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan c. Rama Dewa. Transformasi struktur perekonopmian daerah/nasional akan terus berkembang yaitu : a. Peran relative sektor pertanian terhadap perekonomian semakin menurun. 8. Rabies dan Septichaemia E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . tingkat pendidikan dan budaya konsumsi pangan yang terus berkembang.doc/Datin 26 . 4. b.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Permintaan komoditi peternakan yang terus meningkat baik jumlah ataupun kualitasnya. 1. Restrukturisasi organisasi pemerintahan yang melaksanakan fungsi pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. Meningkatnya tuntutan efisiensi. 5. k w .

k w .s o ft w a k e r. diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya yang optimal dengan curahan input yang minimal. .doc/Datin 27 . Membangun komitmen masyarakat peternakan Lampung untuk bersama – sama mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak. Hal ini disebabkan masih “ terbukanya “ pintu – pintu masuk penyakit yaitu diperbatasan dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu. dan Sumberdaya Manusia berkualitas) juga ditentukan oleh sector atau lingkungan eksternal. E:\KEBIJ TEK-260405. Bakauheni. Persoalannya curahan input yang dibutuhkan yaitu dalam bentuk masuknya investasi (Modal. pintu masuk Internasional di pelabuhan Panjang serta Bandara Raden Intan. 10.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re Efizotica. Teknologi.c ww w om k lic lic . 11.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

yakni peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak secara efisien. Hal ini terjadi karena bentang ukuran populasi dengan konsumsi protein hewani sangat lebar. jumlah konsumsi protein berasal dari protein daging. baik dari daging. telur. dan susu.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dengan demikian nilai laju pertumbuhan penduduk sebesar 0. Kelebihan penggunaan metode prediksi konsumsi protein hewani asal ternak adalah bahwa perencanaan dapat diarahkan ke inti masalah peternakan. proporsi sumbangan dari masing-masing jenis ternak terhadap jumlah ketersediaan protein.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Hal ini dimungkinkan karena perhitungan nilai konsumsi protein secara tidak langsung juga memperhitungkan laju pertambahan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung yang tergambar dalam nilai daya beli masyarakat. yakni dari tahun 1993 s/d 2003. Protein telur berasal dari telur ayam buras. Meskipun demikian terdapat kelemahan karena hasil prediksi populasi akan menjadi tampak besar.doc/Datin 28 . itik. maupun susu. Protein daging merupakan penjumlahan protein karkas dan protein offal yang berasal dari ternak potong ruminansia dan non ruminansia. dan burung puyuh. Pada sisi lain. dianggap tetap dan proporsional. Pilihan untuk menganggap proporsi yang tetap didasarkan pada pembacaan trend proporsi protein antarjenis ternak dan antarjenis daging selama 10 tahun. Faktor penting yang mempengaruhi nilai konsumsi protein per kapita per hari adalah laju pertambahan penduduk. . sedangkan populasi ternak sebagai sumber protein hewani menjadi variable dependent. Sementara itu. Sedangkan protein susu untuk saat ini hanya bertumpu pada susu yang berasal dari sapi perah. telur. k w .s o ft w a k e r. ayam petelur. baik produksi dalam provinsi maupun pemasukkan dari luar provinsi.98%.s o ft w a re BAB V SASARAN UMUM A. Nilai duga yang diperolehpun akan lebih relistis dan akurat. Model prediksi ini berkebalikan dengan cara yang biasa dilakukan karena pada umumnya prediksi selalu dimulai dengan prediksi populasi dan diikuti dengan prediksi konsumsi protein. Metode Prediksi Pola prediksi penentuan sasaran pengembangan populasi ternak di Provinsi Lampung dalam jangka pendek didasarkan pada upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak per kapita per hari. sehingga akan berimplikasi terhadap aspek pembiayaan.98% digunakan sebagai acuan. Demikian juga dengan imbangan protein yang berasal dari offal dan karkas. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic . Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi protein akan menjadi variable independent. Selama 10 tahun terakhir. laju pertambahan penduduk di Provinsi Lampung rata-rata mencapai 0.

512 2.s o ft w a k e r.41 4.108 176.77 3. dan prediksi populasi pada tahun 2005-2009 secara lengkap disajikan pada Lampiran. Tabel 15 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2005 – 2009 (Ekor) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Pet.53 2.30 4.695 91.501 103 52.47 Prediksi jumlah penduduk.609 26.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.42 3.49 2.275 Laju (%) 1.54 3.899 671.579.51. yakni sebesar 0.776.89 4.271.264 2008 411.c ww w om k lic lic . .189 94.769 16. k w . Pertambahan penduduk mengacu kepada hasil perhitungan.103 107 53.667 15.890 993.547 114 53. sehingga laju pertambahan penduduk diperkirakan sebesar 0. Telur. Berdasarkan angka prediksi konsumsi protein ini.133 68.10 4.806 85. jumlah pemotongan.851.377.51 2008 7. Sasaran Jangka Pendek (2005-2009) Prediksi konsumsi protein per tahun pada tahun 2005-2009 diperkirakan mencapai 4.418.634 182.178 898.00 3.47 % per tahun.00 0.2009 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2005 7.73 gram per kapita per hari.473 188.9493%.230 2009 417.456.29 2006 7. B.571 2006 400.40 2007 7.s o ft w a re Pada sisi lain.440 27.54 3.052 24. Susu dan Protein Hewani Tahun 2005 .40.894 170.136 718.476 2.33 4.00 E:\KEBIJ TEK-260405.234 88. Ayam Ped.894 2. 4.249.299.29. 4.765 71.01 4.20 4.67 2. Itik Puyuh 2005 394.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .99 4.813 25.586 14.994 164.92 4.717 97.533 929.310.959.12 5. dan 4. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.841 868.817 73. Nilai faktor koreksi juga diperoleh dari pengamatan terhadap trend korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi selama 10 tahun.59 2.287 76. serta faktor koreksi pemotongan dianggap konstan.91 3.729.98 3.307 28.62 2009 8.98%.833 110 53.52 4.78 4. namun dalam operasinya angka tersebut memerlukan adjustment.66 4.00 3.761.00 3.176 78.doc/Datin 29 .Adapun prediksi sasaran konsumsi secara lengkap tertuang pada table 14 berikut : Tabel 14 : Prediksi Sasaran Konsumsi Daging.933 648.890 961.72 4. Sementara proporsi sumbangan protein antarjenis ternak maupun antarjenis daging.606 15.62.222.427 742.962 695. maka dapat disusun suatu prediksi populasi dari berbagai jenis ternak dan berbagai sumber protein.378 2007 405. 4.147.652 2. dengan laju pertambahan sekitar 2.544 2.73 Laju (%) 2.913 16.336 118 53. prediksi populasi akhir diduga dari faktor koreksi yang berasal dari nilai korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi.

Sedangkan dari ayam buras. dan itik sumbangan dapat dikatakan sumbangan “semu”.00% per tahun. Situasi ini akan mempengaruhi cara penentukan prediksi populasi. 88.42% per tahun. dengan laju 3. Sementara populasi ayam pedaging diprediksikan sebesar: 24.652. 107. Sumbangan protein daging. 73. populasi diprediksikan sebesar : 85. dan 21. 41. Pada kedua komoditi ini.336 ekor.271.695. Sedangkan populasi kerbau diprediksikan sebesar 52.501.299.675.275 ekor dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. 405. 400. dan 16. 2.933.776. juga berasal dari ternak unggas. 182.913 ekor.178.334.473 ekor. dengan pertambahan populasi sebesar 3.905.476. dengan laju pertambahan populasi sebesar 9.364 kg.c ww w om k lic lic . 695.427 ekor.973. dengan laju pertambahan populasi 3. .28% per tahun. 411. Prediksi populasi kambing cukup besar. selain dari ternak ruminan. dan 78. dan 2.678.890. ayam petelur.00% per tahun. 26. Sumbangan ternak unggas terhadap protein daging yang asli hanya berasal dari ayam potong. dan 97. 94. 53.729.00% per tahun. 15. 19.310. Prediksi populasi domba mencapai : 68.222.959. 929.001.230. Pada ayam potong. Hal ini terjadi karena ketiga jenis unggas terakhir menyumbangkan daging dalam bentuk ternak afkir. dan 742.108. 961. k w .378. Sedangkan offal impor mencapai 18.176 ekor. yakni: 868.doc/Datin 30 . 91.599. Pada kelompok unggas.440.606. Pada itik.817. 53.365 kg. Pada populasi sapi potong ini laju pertambahan diperkirakan sekitar 1. 76. 2. populasi diperkirakan sebesar: 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.813. Pada sisi lain. dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. 39.s o ft w a k e r.765.667. E:\KEBIJ TEK-260405.894.579. 20.571. dan 417. 16. dan 54. 718. serta laju pertambahan sebesar 3. sedangkan pada ketiga unggas yang lain prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein telur.243. Pada ayam petelur. dengan laju pertambahan 3.00% pertahun.761.544 ekor. serta mempunyai laju pertambahan sebesar 3.634.00% per tahun. prediksi jumlah daging impor dari 2005-2009 adalah 37. dengan laju pertambahan sekitar 0. Sedangkan populasi puyuh sebesar: 164. Sementara kerbau dan kambing perah dianggap tidak berkembang.136. 2.899. 898.418.264.00% per tahun. dan 188. 671.287. dan 118 ekor. 114.533. prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein daging.91% per tahun.249.67% per tahun.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 110. prediksi populasi berdasarkan angka konsumsi telur pada ayam buras mencapai 14. 176. 170.456. populasi diprediksikan sebesar: 648. dan 43. yakni: 103.994.s o ft w a re Populasi sapi potong pada tahun 2005-2009 berdasarkan angka prediksi konsumsi protein daging adalah 394.841.377.547.234.769. 53.189. laju pertambahan mencapai 3.851. 71. namun populasi sapi perah cukup berkembang. 15.833. 20.609.717 ekor.962.147. dan 28. 27.586.894.052.512. 40.54% per tahun. Pada babi.307 ekor.133.806.77% per tahun. 25. 993.250 ekor.103.

617.871 104. dan puyuh.536.901 20.249.53 5.629.49 4.498. dan 219.098 17.128 33.343 1.628. Populasi ternak potong.025.425.209 30.277 101. 932.055.318.70 4.28 Laju (%) 1. dan 447.691 Pada ternak ruminansia. 5.91 6. k w .400 2011 429.s o ft w a k e r.825.158 110.27 2.055.488. dan 1.147 31.976 1.713 91.421.995. Susu dan Protein Hewani Tahun 2010 .251 21.10 6. 20.103 2.866. 961.400.712 ekor.714 2.62 5.425 129 55.775 ekor. dan 21.498 107.doc/Datin 31 .57 5. dan 35. itik.712 990.421 206.399. Sasaran Jangka Menengah (2010-2014) Pada tahun 2010-2014.141 904. baik dari ruminan maupun non ruminan.097 213.775 2.06 2013 8.097.121.887.103. 990. 4. 2.94 2.369. E:\KEBIJ TEK-260405.103.901. dan 2.051.168. Prediksi populasi sapi potong mencapai: 423.608 133 55.95 2012 8.172 ekor.714.168.617. Tabel 16 : Prediksi Konsumsi Daging.341.2014 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2010 8.103 200.84 2011 8.130 ekor.088.629.9905.699.782.625 194. Telur.20 Sumbangan terbesar protein hewani asal daging masih berasal dari unggas. Prediksi populasi ayam potong mencapai 30. 206.025. 429. .887 2013 441.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. populasi terbesar diperkirakan berasal dari ternak kambing.483 81.608.249 2014 447. 1.141.s o ft w a re C. 19.17. baik berupa ayam potong maupun ayam buras.691 ekor.17 2014 9.457. berdasarkan tingkat konsumsi protein hewani tersebut secara lengkap disajikan pada table 16.354.532.051. 904.750.871.712 1. populasi diprediksikan sebesar 766. Pada itik. dan 5.990 932.21 0. 2.51 5.120 33.628 766. Tabel 17 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2010 – 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2010 423. 441.488 2.178.532 2. 2.209.147.130 219.307.699.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .83 4.457 961.782.128.995. ayam petelur afkir. yakni: 1.84.121.592 20. 1.483.625. 31.612 1.879 ekor.300. Sedangkan puyuh mencapai 194.300 83.c ww w om k lic lic .178.399.713 ekor.120.45 4.083 1. 20. 86. 33.155.172 35.604 2012 435.901. Prediksi populasi ayam petelur sebesar 2. 435.354 86.325 19.750.06.09 4.96 4. 83.851 114.369.604.318 122 54.825 89.22 4.879 137 56.536. 5.866. Pada periode tahun 2010-2014 diperkirakan populasi ayam buras mencapai 17. Proporsi protein asal daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak dari waktu ke waktu dianggap konstan. 200.28 gram per kapita per hari.307. konsumsi protein hewani asal ternak setiap tahun diperkirakan mencapai 4.155.32 5.277.71 5.341 126 54.95. 213. Populasi domba diprediksikan mencapai 81. 33.088. 1.

sedangkan offal mencapai 22.03 1.776. 24.c ww w om k lic lic .097. dan 5. 213.46 Berdasarkan hal ini.714.421. dan 91.083 ekor.625.82 5. 110. Pada sisi lain. baik dari ruminansia maupun non ruminansia disajikan pada table 19 E:\KEBIJ TEK-260405. . 206. 5.83 Laju (%) 2.s o ft w a re 89.89 6.61. 49.343.532.103. 47.251 ekor.712.35 4. Populasi itik mencapai 766.059.61 4. 129.87 4.147.400.72. 904.601 kg. maka prediksi populasi ternak potong pada tahun 2014-2019.39.49 6.629.866. dan 219.617.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sasaran Jangka Panjang (2015-2019) Pada tahun 2015-2019 konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung diperkirakan mencapai 5.995.604. 5. Telur. 2. 19. 54.369. 2.99 1. dan 2.50.198.120. Sementara sumbangan protein telur berasal dari suatu populasi yang terdiri atas ayam buras 17. 126. Prediksi populasi kerbau mencapai 54.61 2018 9.399. Pada tahun 2014.77 5. sumbangan protein susu terhadap protein hewani asal ternak berasal dari populasi sapi perah sebanyak 122.750. 104.50 2017 9. 133.29 2016 9.69 6.763.976.476. D. 23. 2.67 5.536.929 kg.08 6.103.2019 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2015 9. 932. 5.74 4. k w . Babi diprediksikan mencapai 101. dan 990.098.691 ekor. konsumsi protein susu masih melibatkan pemasukkan susu dari luar daerah. 200. dan 24. Susu dan Protein Hewani Tahun 2015 .901.488.158. dan 50.87 5.doc/Datin 32 . Populasi ternak perah yang tersedia diperkirakan hanya berasal dari sapi perah.652.782.612.325. 46.172 ekor. Populasi ayam petelur diprediksikan mencapai 2. dan 137 ekor.117.851 ekor.s o ft w a k e r.887.592.205.48 4. Disini lain sumbangan dari daging impor diperkirakan mencapai 44.699.130 ekor.775 ekor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 20. 22.30 6.128. sedangkan populasi puyuh diprediksikan mencapai 194.83 gram per kapita per hari sebagaimana tertuang pada table 18 berikut : Tabel 18 : Prediksi Konsumsi Daging.05 2.249.72 5. 55. dan 114. 961. dan 21. Sementara ternak sapi perah dan kuda dianggap tidak memberikan sumbangan yang memadai terhadap ketersediaan protein daging.72 2019 10.209. 20. sedangkan kambing dan kerbau perah dianggap tidak ada. 55. 107. dan 56.

213 2016 460. 26.921. patut dicatat bahwa jumlah protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah di Provinsi Lampung saja.419 ekor.799.816 131.019.079. 24.190. populasi sapi potong diprediksikan mencapai 454.979 1. 1.212.244.621 24.579.443. populasi sapi perah dan kuda tetap dianggap tidak memberikan sumbangan terhadap ketersediaan protein asal daging. 37.662 253.719 kg.065 24.831.701.124. dan 1.270. Daging import diperkirakan mencapai 52.493. Sementara sumbangan dari protein telur berasal dari populasi ayam buras sebesar 22.224.231 150 57.799. dan 3. dan 253.294 kg.701 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .884.239. Prediksi populasi terbesar pada ternak ruminansia diperoleh dari ternak kambing sebesar 1.943.444.251.194 3.049.271.124. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 40.140.614 1. dan 28.212. 467.190. .418.669.866 154 57.331.831 2.270 232.813 2017 467.719. dan 1.301.493 2018 473.224. 150.689.696 1. 473.239 142 56.253 2019 480. 53.918. 3. dan 158 ekor.doc/Datin 33 .813. 27. Sumbangan terbesar diberikan oleh ayam potong yang mencapai populasi 36.883. dan 41. 1. Itik diperkirakan mencapai 1. dan 480.951.777.483 1. Sedangkan sumbangan dari protein susu berasal dari prediksi populasi sapi perah sebesar 142.884 100.131 124.385 3.578 117.579.079. Tabel 19 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2015 454.595 1.951.251 36. 154. Ayam petelur mencapai 2.595 ekor. Pada ternak ruminansia besar.295.102.176.521. 56.366. sedangkan offal mencapai 25.947 ekor. 232.075 22. dan 24.729. 146.253.376.777. sedangkan puyuh mencapai 226. 55. 22.701 40.366 37. 56.922 41. 1.c ww w om k lic lic .103. melainkan juga melibatkan pemasukan susu dari luar daerah.s o ft w a re .259.443 102.516.595 158 57.213 1.662 ekor.020 94.883 3.102. 3.624.918.019.457 1. k w .957 128. dan 58. Kerbau diperkirakan mencapai 56. 57.140.109. 246. 27.457. 57.469.516 39.020.244.213.049.696.947 1.271.331.922 ekor. 23.259.295.301.743 97. 1. 3.109. Meskipun demikian.s o ft w a k e r.834.834 1.338 121. 239.419 105.840 246.701. Sayangnya.469.385. Sementara ternak perah yang lain belum memberikan sumbangan protein.231.643 22. 1. 1.092 Sumbangan protein daging dari populasi ternak potong tetap didominasi oleh produksi daging dari ternak non ruminansia.743. dan 57.037.689 146 56.037. 39.521 226.614.444.162.979 ekor.595.729 1.866.549 23.840.213.376 239.092 ekor.921.483. 460.194 ekor.

610 150.585 146.s o ft w a k e r.203. k w .763.938 ekor.149 1.700 180 59.797 45. Pada tahun 2024 sumbangan protein daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak diperkirakan mencapai 3.159 47.610 ekor. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari daging ternak unggas.669.479 176 59.38 gram per kapita per hari.48 gram per kapita per hari.813 108. sapi potong import 122.135 ekor.010 2021 494.191. Sedangkan sumbangan kuda.541 1.419 163 58.300. Sedangkan tingkat konsumsi protein hewani asal ternak pada tahun itu diprediksi mencapai 6.599. .s o ft w a re E. sapi perah.483. Sementara itu. Populasi kambing diprediksi berkembang mencapai 1. .476 ekor.273 274. dan burung puyuh 288. daging dan offal impor terhadap protein daging dianggap tidak ada karena kecilnya.479. Sasaran Tahun 2024 Prediksi perkembangan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan angka prediksi populasi ternak secara keseluruhan.708 135.763.392.319 3.517.401.819 1.404.823.634 138.823. kontribusi ternak ruminansia kecil dan babi sangat signifikan.957 3.147 1.178 43.172.575.593 142.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.562 120.701 ekor ayam pedaging sebagaimana terlihat pada table 20. itik 1.525 281.doc/Datin 34 .258 3.010 3. Selanjutnya pada ternak penghasil telur.498 117.135 288.367.763.267.517.365 1. sumbangan protein daging dari ternak ruminansia besar berasal dari populasi sapi potong yang diprediksi mencapai 515.023 28. Pada tahun 2024 jumlah penduduk diperkirakan mencapai 8.841 260.700 ekor. dan populasi domba mencapai 120.383.37 gram per kapita per hari.985.900 ekor dan kerbau 59.279. sumbangan protein telur berkembang sampai 2.171.562 ekor. Namun ternak itik dan puyuh dianggap tidak memberikan sumbangan protein yang signifikan.852 114.560 jiwa.701 1.755 1.401.557 ekor.300.219 25.558.557 ekor.023 ekor.858 26.378 267. Sedangkan populasi babi diperkirakan mencapai 150.470 44.240 2024 515.938 1. Pembandingan antara prediksi populasi ayam buras dan ayam petelur sebagai penghasil daging dan telur memperlihatkan bahwa sebaran populasi lebih E:\KEBIJ TEK-260405.624 111.557 48.270 1.577 3.084 2023 508.235.340 167 58.538 26.007 2022 501. Tabel 20 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2019 – 2024 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2020 487. Protein daging tersebut terutama berasal dari perkembangan populasi ternak unggas yang diprediksi mencapai 28.957 ekor ayam buras dan 48.c ww w om k lic lic .360 171 59.260 27.964.306 1. Jumlah protein telur tersebut berasal dari prediksi populasi ayam petelur 3.476 Pada sisi lain.689.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sedangkan populasi ayam petelur diperkirakan mencapai 3.288.

c ww w om k lic lic . E:\KEBIJ TEK-260405. Terakhir.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.20 gram per kapita per hari. Dengan demikian populasi yang lebih relevan digunakan sebagai prediktor adalah jumlah populasi pada ternak penghasil telur. Protein susu tersebut berasal dari perkiraan populasi sapi perah sebesar 180 ekor.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sedangkan populasi kambing dan kerbau perah dianggap tidak berkembang. .s o ft w a re besar pada populasi ternak penghasil telur. Meskipun demikian ketersediaan protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah yang ada di Lampung. kontribusi susu dalam penyediaan protein hewani asal ternak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5.doc/Datin 35 . k w . melainkan juga melibatkan pemasukan susu olahan dari luar daerah.

KEBIJAKAN UMUM Dalam rangka mencapai sasaran umum jangka panjang (2005 – 2024) .s o ft w a k e r. Etos kerja dan produktivitas tenaga kerja (peternak) sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan formal. budaya local yang juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 2. Malaysia dan Vietnam. serta masih rendahnya minat tenaga kerja muda untuk bekerja dibidang usahatani ternak. . Peranan penggunaan teknologi dan peningkatan skala usaha. 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani-ternak Kunci keberhasilan usaha di bidang peternakan terutama ditentukan oleh sampai sejauhmana peternak dapat meminimalisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas ternak baik dalam bentuk daging.c ww w om k lic lic . maka kebijakan teknis yang bersifat umum yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : 1. pengetahuan dan keterampilan peternak. antar Pulau. Meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dan hasil ternak Penyediaan produk komoditi ternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi local. ekstensifikasi (meningkatkan E:\KEBIJ TEK-260405. dalam hal ini akan menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak. bahan baku industri dan permintaan ekspor. telur. k w . Upaya yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada kurun waktu lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan mendorong kelembagaan social dan ekonomi di pedesaan untuk lebih berperan dalam upaya pemberdayaan peternak. Ketersediaan produk produk tersebut akan dipenuhi dari upaya upaya peningkatan populasi dan produksi hasil ternak dengan intensifikasi (meningkatkan produktivitas per-satuan ternak). jika dibandingkan dengan peternak di Jawa. susu ataupun anak dan bibit. apalagi jika dibandingkan dengan Negara Negara tetangga seperti Thailand.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.2024 A.doc/Datin 36 . Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas Sumberdaya Manusia Peternakan Lampung Sudah menjadi rahasia umum bahwa etos kerja dan produktivitas peternak di Lampung relative lebih rendah. merupakan fungsi utama pengembangan ternak.s o ft w a re BAB VI KEBIJAKAN TEKNIS PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005 .

Meningkatkan mutu dan daya saing produk peternakan Dengan semakin terbukanya system perdagangan antar wilayah dan bahkan antar Negara. HASEP). Meningkatkan investasi sub sektor peternakan (pra produksi. tarif bea masuk) yang merupakan kewenangan pemerintah Pusat. harus diupayakan terus menerus sampai kapasitas daya tampung dan produktivitas mencapai titik jenuh . Pada kondisi saat ini dan kedepan kebijakan moneter (suku bunga. E:\KEBIJ TEK-260405. Oleh karena kebijakan ini berdampak jangka panjang maka harus terus menerus dilaksanakan. tidak ada jalan lain kecuali upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk produk peternakan. dan pelaksanaan system manajemen mutu (ISO. Dengan perhatian pada bidang ini diharapkan komoditi unggulan peternakan Lampung yang memiliki potensi ekspor antara lain daging ayam dan produk olahannya. kesepakatan Negara Negara APEC (2010 untuk Negara maju dan 2020 untuk Negara berkembang). retribusi. k w . merupakan bagian dari kebijakan umum yang strategis.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kambing potong. yang ditandai dengan era perdagangan bebas ASEAN (2003). ditingkatkan kualitasnya dan dimonitor perkembangannya. perluasan kawasan). produksi dan pasca produksi) Faktor permodalan dan investasi merupakan factor yang strategis untuk mencapai sasaran umum jangka panjang.Tanpa ada investasi baru maka usaha peternakan akan berjalan ditempat dan sasaran umum tidak akan tercapai. 5. Upaya standarisasi. inflasi.s o ft w a k e r.s o ft w a re populasi. dan diversifikasi (vertical dan horizontal) untuk meraih nilai tambah dan sebagai upaya pelestarian komoditi ternak tertentu. nilai tukar rupiah) dan fiscal (pajak. aneka ternak & ternak hias/exotik serta pakan ternak dimasa mendatang dapat terwujud.c ww w om k lic lic . . Hal ini akan berkaitan dengan upaya penerapan persyaratan kesehatan produk produk peternakan. sertifikasi. 4. Oleh karena itu kebijakan peningkatan populasi dan produktivitas ternak merupakan strategi jangka panjang . akreditasi. Pemerintah Daerah juga perlu melakukan upaya – upaya untuk mendorong dan memobilisasi sumber – sumber pendanaan yang ada dan berpotensi untuk diinvestasikan pada usaha Peternakan.doc/Datin 37 . DOC. yaitu terciptanya peluang kesempatan kerja produktif pada sub sector peternakan. khususnya komoditi yang akan diekspor dalam bentuk technical barrier on trade (TBT) dan sanitary and phytosanitary (SPS).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

magang. bukan saja tidak akan mendukung keberhasilan usaha ternak itu sendiri. (3) permodalan (4) pengolahan dan pasar.s o ft w a re 6. harus dirancang secara cermat dan terpola. kelembagaan dan permodalan a.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . Pengembangan SDM dan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Percepatan proses tranformasi dari usahatani tradisional ke usahatani industri berintikan “capacity building” untuk memberdayakan petani ternak melalui pembinaan sumberdaya manusia. sekolah lapang. k w . . sehingga diharapkan dapat lebih akurat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Namun demikian jika tidak hati hati dalam pengelolaannya. bahkan dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian pemanfaatannya. sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan hal hal yang bersifat kontra produktip. Pendekatan teknis tersebut adalah sebagai berikut : 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. (2) teknologi. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia ditempuh melalui 4 (empat) tahapan. B. KEBIJAKAN OPERASIONAL Kebijakan operasional yang akan ditempuh dalam rangka mencapai sasaran jangka pendek (2005 – 2009) yaitu dengan menerapkan beberapa pendekatan teknis bidang khusus. Pembinaan Sumberdaya Manusia Pembinaan petani / peternak dilaksanakan dengan prinsip “menolong diri sendiri” (self-help) yang didasarkan atas kehendak meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating). incubator agribisnis bagi keluarga peternak agar mereka mampu menjangkau atau mengakses dirinya dengan (1) sumberdaya atau agro input. melalui kegiatan pelatihan. penyakit ataupun punahnya plasma nutfah asli yang belum dimanfaatkan. baik yang terkait dengan aspek genetic. Penggunaan bibit ternak eksotik yang unggul. Meningkatkan kemampuan mengelola sumberdaya dan menjaga kelestarian sumberdaya peternakan Lampung memiliki sumberdaya yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha berbasis ternak. yaitu : (1) Peningkatan kesadaran dan percaya diri (awareness and self-confidence development) (2) Peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating ability development) (3) Peningkatan kesejahteraan ekonomi (welfare development) (4) Peningkatan kesejahteraan social ekonomi (social culture and economic development) E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 38 .

(6) belajar sambil bekerja dan (7) pendekatan keluarga.c ww w om k lic lic . (1) Untuk kelompok pemula dapat diupayakan dengan bantuan cuma cuma .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . fasilitas khusus) dan akhirnya dengan melalui kredit komersial penuh. Permodalan merupakan factor yang sangat penting dan menentukan dalam pembinaan SDM dan pemberdayaan ekonomi pedesaan. mandiri berbudiluhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembinaan SDM melalui pengembangan kelembagaan peternak dilakukan atas dasar 7 (tujuh) prinsip yaitu (1) pendekatan kelompok. (3) kepemimpinan kelompok. Oleh karena itu peternak dengan kelembagaan kelompok dalam wadah koperasi. efisien. Bimbingan dan Pembinaan Permodalan Bimbingan dan pembinaan permodalan diarahkan untuk menghilangkan ketergantungan dan menumbuhkan kewaspadaan memasuki system ekonomi pasar. Hal lain yang juga penting adalah perlindungan pemerintah terhadap usaha peternakan pada umumnya. diberikan bimbingan untuk dapat menjangkau (akses) dengan lembaga keuangan atau bantuan. (4) kemitraan. kreatif. misalnya gaduhan ternak atau BPLM (3) Untuk kelompok maju diupayakan melalui kredit bersubsidi. b. yaitu produktif.s o ft w a re Dengan metoda pembinaan sumberdaya manusia ini diharapkan dapat menghasilakan SDM yang berkualitas. UKM yang dikelola Dinas Koperindag atau bentuk subsidi lainnya (4) Untuk kelompok mandiri diupayakan kredit komersial dengan berbagai kemudahan (kemitraan. misalnya dari Departemen Sosial atau lembaga non pemerintah (NGO) (2) Untuk kelompok madya dapat diupayakan dengan bantuan bergulir. . yaitu unit usaha ekonomi yang berazazkan kekeluargaan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. (2) keserasian. (5) swadaya. c. yaitu melalui kebijakan yang berfihak pada dunia peternakan.s o ft w a k e r. misalnya KKP.doc/Datin 39 . misalnya koperasi atau kelembagaan kemitraan. Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Pembinaan kelembagaan ekonomi pedesaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembinaan SDM peternak. dalam rangka menciptakan system pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan Pembinaan dan pengembangan kelembagaan peternak diarahkan untuk terwujudnya kelembagaan ekonomi peternak yang tangguh. E:\KEBIJ TEK-260405. disiplin. k w .

BPTU Sembawa di Sumatera Selatan. guna meningkatkan ketersediaan komoditi dan produk produk peternakan untuk konsumsi masyarakat Lampung. produksi bibit hijauan pakan. kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. Dukungan Pengembangan Perbibitan Ternak Instalasi Perbibitan Ternak Kambing di Negeri Sakti dan Sapi Bali di Campang Tiga akan berperan dalam memproduksi bibit unggul (elite) sapi Bali dan Kambing (Boer. Pengembangan Sumberdaya. Sarana dan Prasarana Peternakan Pengembangan sumberdaya. sarana dan prasarana peternakan dimaksudkan untuk memberikan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas dan efektivitas pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan.c ww w om k lic lic . produksi dan produktivitas ternak. dalam rangka peningkatan populasi. Disamping itu terdapat juga sarana dan prasarana milik “Pusat” yang dapat diakses untuk kepentingan pelayanan bidang peternakan di Lampung. pakan. Dukungan Peningkatan Produktivitas Ternak Secara normatip peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi fungsi genetic. k w . Boerawa. Untuk mendukung pelayanan fungsi fungsi teknis. BIB Lembang dan Singosari.doc/Datin 40 . Instalasi BPPT Lampung. serta beberapa institusi vertical antara lain Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah III Bandar Lampung . fisiologi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. Balai Analisa Pakan di Bekasi Jawa Barat dan beberapa BPTU yang diberi mandate khusus seperti BPTU Baturaden (sapi perah) BPTU Siborong Borong (Babi) dan BPTU Pelaihari (Kambing). kebutuhan antar Propinsi dan pasar ekspor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . PE). pedoman beternak yang baik (good farming E:\KEBIJ TEK-260405. Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Hajimena. Pos Pos Inseminasi Buatan yang tersebar di 10 Kabupaten Kota. . Pusat Penelitian Peternakan di Bogor. Pos Pelayanan Kesehatan Hewan (12 unit). kesehatan dan tatalaksana. antara lain Balai Embryo Transfer Cipelang Jawa Barat. b.s o ft w a re 2. Instalasi Pembibitan Kambing di Negeri Sakti Gedung Tataan. Jurusan Peternakan Universitas Lampung.s o ft w a k e r. Instalasi Pembibitan Sapi Bali di Campang Tiga Lampung Selatan. dan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Lampung. Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) Terbanggi Besar. Balai Karantina pertanian Panjang. a. utamanya akan dilaksanakan melalui teknologi Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer yang didukung dengan peningkatan kualitas pakan. pengembangan teknologi pakan. pemerintah provinsi telah menyediakan dukungan sarana dan prasarana peternakan yang dapat di akses oleh peternak dan yang sekaligus merupakan dukungan teknologi antara lain. bahan baku industri. BPMSOH Bogor.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Untuk meningkatkan produktivitas ternak di Lampung. reproduksi.

Lampung Selatan (3). perlu menambah jumlah Poskeswan dari 12 unit yang ada saat ini. dalam kurun waktu 5 tahun kedepan paling tidak perlu dibangun lagi di 3 (tiga) Kabupaten lainnya. paling tidak menjadi 2 (dua) UPTD yaitu UPTD IB dan UPTD Perbibitan dan pakan Ternak. Sementara di tingkat Provinsi sendiri. k w . karena beberapa jenis pelayanan di bidang keswan sudah dapat dibiayai oleh peternak sendiri. Dimana peternak dapat magang. yaitu di Lampung Tengah (2). membandingkan dan dilatih ditempat ini. Kabupaten dan Kota juga perlu didorong untuk mengembangkan Instalasi Pembibitan Ternak. serta berperan dalam pembinaan kelompok kelompok VBC dan penjaringan bibit unggul. Lampung Utara (1) Kota Bandar Lampung (1) dan Tulang Bawang (3). Poskeswan atau dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu perlu dikembangkan pada sentra sentra pengembangan ternak di seluruh wilayah Propinsi. institusi UPTD IB. Hal ini sangat dimungkinkan. Yang perlu mendapat perhatian adalah penyediaan tenaga medis. Sumsel. paramedic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembangunan peternakan secara keseluruhan. Lampung Timur (1). Swasta. Disamping itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner dan sekaligus mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain. Kedua instalasi ini ditambah dengan IPMB Terbanggi Besar akan berperan untuk menjembatani peternak dengan teknologi. . fasilitasi dan pengawasan Rumah Potong Hewan. maka pengawasan lalu lintas hewan. Perbibitan dan Pakan perlu dikembangkan.s o ft w a re practices). Metro (1).s o ft w a k e r. Kelompok Peternak) atau bentuk kerjasama lainnya. c. Bangka Belitung dan Bengkulu). yang dapat dimulai dengan pembentukan UPTD Pembibitan Ternak di masing masing wilayah. Dukungan Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. melalui bentuk kerjasama tripartite (Pemda. Bahkan dalam jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan. selain telah didukung oleh BPPV wilayah III Bandar Lampung yang membawahi 4 Propinsi (Lampung. dan tenaga teknis lain serta peralatan pendukungnya sesuai dengan standar pelayanan minimal bidang kesehatan hewan dan kesehatan mesyarakat veteriner. Disamping itu untuk memperluas jangkauan pembinaan. Operasionalisasi Poskeswan kedepan diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan swasta dan masyarakat.c ww w om k lic lic . E:\KEBIJ TEK-260405. bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal Hewan (HBAH).doc/Datin 41 .

(1) Untuk penyakit rabies telah diprogramkan oleh semua Propinsi di Pulau Sumatera dan bangka Belitung. dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Embryo Transfer Cipelang dan kelompok peternak . ramadewa. 12 unit Poskeswan. Pos cek poin yang ada di Lampung Selatan.c ww w om k lic lic . Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Penyakit flu burung atau avian influenza (AI).doc/Datin 42 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sebagai upaya membentuk kelompok ternak “elite” sebagai sumber pejantan donor untuk IB dan betina donor untuk ET. k w . (4) Penyakit hog cholera sampai saat ini dapat dilokalisir dan hanya terjadi di Kabupaten Lampung Timur. Petugas kecamatan dan petugas medis dan paramedic swasta ataupun yang beroperasi secara mandiri.lima tahun kedepan penyakit ini diharapkan dapat bebas. tulang Bawang. sedangkan mani beku yang tidak dihasilkan di IPMB akan didatangkan dari BIB Lembang dan BIB Singosari atau impor. Kegiatan tersebut didukung dengan keberadaan BPPV wilayah III Bandar Lampung. Sedangkan peningkatan produksi melalui penerapan embryo transfer. melalui pengembangan kelompok kelompok binaan yang dirancang melalui model “Village Breeding Centre” (VBC). Implementasi daripada pelaksanaan pelayanan Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer bekerjasama dengan Kabupaten/Kota dan para inseminator yang tersebar di 10 kabupaten / Kota sebanyak ± 180 orang. pengobatan massal. hog cholera. e.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. SE dan rabies merupakan penyakit hewan menular yang diprogramkan pemberantasan dan pengendaliannya secara Nasional ataupun regional. “early warning system”. brucellosis.s o ft w a k e r. Operasionalisasi daripada upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit selain dilaksanakan dengan vaksinasi. peningkatan biosecurity. karena sudah sejak tahun 1990 tidak pernak terjadi kasus penyakit tersebut. juga dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan bahan asal hewan. Way Kanan dan Lampung Barat. demikian juga dengan penyakit ramadewa. . Penyediaan mani beku dan Pelayanan Inseminasi Buatan Mani beku sapi potong dan kambing diproduksi di IPMB Terbanggi Besar. E:\KEBIJ TEK-260405. telah disepakati harus bebas pada tahun 2007 (3) Diharapkan Lampung ditetapkan bebas penyakit SE (free area). surveillance dan pemetaan. bebas pada tahun 2007 (2) Penyakit flu burung dengan menggunakan metoda vaksinasi dan pengetatan bio security.s o ft w a re d.

k w . Hal yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan pola integrasi ternak ini adalah pemanfaatan pupuk organic yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menjaga kesuburan lahan. nenas dan tanaman padi. Dengan demikian sangat diharapkan untuk mendorong diversikasi usaha perkebunan sawit dengan sisipan usaha penggemukan sapi. lada. dan limbah pengolahan sawit.000 ekor dan ternak kambing 1. 3.s o ft w a k e r. perlu dirancang upaya atau teknik untuk meningkatkan kualitas dan penyimpanan pakan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan yang ada. singkong. dapat menampung ternak sapi sebanyak 549. coklat. Integrasi Ternak Dengan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Konsep paling efisien dalam pengembangan pakan untuk ruminansia adalah mengintegrasikan ternak ruminansia dengan usaha pertanian dan perkebunan. lahan perkebunan sawit. Secara garis besar pendekatan teknis yang akan dikembangkan di Lampung adalah sebagai berikut : a. Kapasitas tampung ternak sapi pada perkebunan sawit ± 40. Berdasarkan perhitungan data tahun 2003. peternak dan kalau memungkinkan fihak swasta.200 ekor E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.Secara teknis pemanfaatan pakan pada lahan pertanian dan perkebunan dapat dijelaskan sebagai berikut : • Integrasi ternak dengan perkebunan sawit Sumber pakan pada pola integrasi dengan perkebunan sawit dapat diharapkan dari rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. kopi. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan produksi (populasi) dan produktivitas ternak yang akan berpengaruh langsung kepada pendapatan peternak. baik pada skala usaha tani kecil ataupun pada skala perusahaan pertanian / perkebunan.doc/Datin 43 . .000 ekor. Pengembangan Pakan Pakan ternak merupakan factor produksi yang paling dominan dalam usaha peternakan. oleh karena itu dalam membangun peternakan yang mantap dan tangguh factor pakan akan menjadi kunci keberhasilan utama.830. Meskipun demikian. tebu. diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara swadaya atau sharring yang adil antara pemerintah.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . tampaknya yang paling mudah adalah mengharapkan pada rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit.c ww w om k lic lic . pengolahan daun sawit. Dampak lain daripada pola ini akan mendukung pengembangan komoditi eksotik yang akan menjadi unggulan Lampung.s o ft w a re Pelayanan Inseminasi Buatan dan embryo tangsfer serta bentuk pelayanan aspek reproduksi dan fisiologis lainnya. yaitu antara lain :kopi dan lada organic.

hay atau sillase E:\KEBIJ TEK-260405. dengan tujuan sebagai alat transportasi tebu. • Integrasi ternak dengan perkebunan singkong Potensi pakan hijauan yang berasal dari limbah tanaman singkong di Lampung pada tahun 2001 sebanyak 1. • Integrasi ternak dengan perkebunan nenas Usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan nenas (pabrik pengalengan nenas) dengan memanfaatkan limbah telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan besar di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah.c ww w om k lic lic .000 ekor. . Dengan demikian introduksi populasi baru di kawasan industri gula dapat dikatakan tidak ada masalah. Upaya lain untuk meningkatkan daya guna daun singkong adalah dengan melalui pengolahan dan dapat disimpan dalam bentuk pellet. Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah tanaman singkong untuk pakan adalah kandungan HCN yang dapat menyebabkan ternak keracunan. maka akan ada tambahan populasi sebanyak 850. terlebih dahulu dapat dilakukan fermentasi dan penambahan pakan acditive serta pemberian pakan konsentrat. kenyataannya saat ini sapi jenis Ongol dan peranakannya (PO) berkembang di Jawa khususnya disekitar perkebunan tebu.000 ekor. ternak kambing telah mengalami adaptasi dan mampu mengkonsumsi daun singkong segar. yaitu di Kabupaten Lampung Tengah dan di Kabupaten Lampung Utara. perusahaan ini juga memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman nenasnya. k w . Secara teknis limbah nenas ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing dan domba. Dibeberapa tempat. bermitra dengan peternak di sekitar serta menjual pakan yang berasal dari limbah nenas kepada peternak yang membutuhkan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .70 juta ekor kambing. bahkan ada yang sampai 100%.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.7 juta ton / tahun atau mampu menampung 1.doc/Datin 44 . padahal populasi kambing tahun 2003 baru mencapai 810. yaitu mengintroduksi sapi Ongol kedalam perkebunan tebu. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang bersumber dari daun pucuk tebu. Di Lampung masih terdapat 2 (dua) perusahaan perkebunan nenas yang memiliki potensi untuk dipadukan dengan usaha peternakan. Artinya kalau 50% saja potensi limbah singkong dimanfaatkan untuk ternak kambing.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan tebu Introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu sebenarnya telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1830.s o ft w a k e r. Selain mampu menanggulangi persoalan limbah.

memiliki kandungan protein dan mineral yang baik untuk pakan udang. Itik yang mengkonsumsi kepala udang menghasilkan telur dengan kuning telur yang khas yaitu berwarna orange. dimana 67. belum banyak dimanfaatkan.9 % berada di Kabupaten Lampung Selatan. lada dan coklat) serta dari produksi ternak kambing. seperti fermentasi jerami. rumput yang ada di sekitarnya serta pemanfaatan pupuk organic untuk tanaman utama.000 ekor • Integrasi ternak dengan perkebunan pisang Lampung merupakan salah satu pemasok utama buah pisang ke Banten. lamtoro dan dadap). Potensi pengembangan ternak kambing yang diintegrasikan dengan perkebunan coklat. akan meningkatkan palatabilitas dan kandungan gizi sebagai pakan. yang memanfaatkan bonggol.5 juta rumpun) paling tidak bisa menampung ±45. lada dan coklat Pengertian integrasi ternak kambing kedalam perkebuan kopi dan lada. kulit kakao. .000 ekor sapi per tahun. pucuk tebu. • Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang telah diintroduksikan sejak tahun 2002 di Kabupaten Tulang Bawang. lebih menekankan pada pemanfaatan tanaman pelindung yang biasanya menggunakan tanaman leguminosa (glirisidae . pembuatan sillase E:\KEBIJ TEK-260405. sebagian besar masih dibakar.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Sehingga petani mendapatkan 2(dua) sumber nilai tambah. Limbah dari tambak udang berupa kepala udang. pengeringan dan tambahan unsur mikro. dan dedak kopi untuk campuran konsentrat.doc/Datin 45 . b. daun dan rumput disekitar kebun.565 ekor. yaitu dari peningkatan produksi tanaman utama (kopi.s o ft w a k e r. Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Pakan Teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang perlu dikembangkan di Lampung antara lain : • Teknologi pengolahan dan penyimpanan jerami padi. • Integrasi ternak dengan pertanian padi Jerami padi di Lampung yang memiliki potensi sebagai pakan ternak dan mampu menampung sapi dan kerbau sebanyak ±341. DKI Jakarta dan Jawa Barat.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan kopi . kopi dan lada mencapai 130 150. Padahal dengan sedikit proses pengolahan fermentasi. dan sumber hijauan lainnya. pelepah dan tandan sawit. Dari luasan yang ada di Lampung (±4.c ww w om k lic lic .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kulit coklat. daun dan batang singkong.

Antara lain misalnya gerakan penghijauan dengan menggunakan tanaman leguminosa. atau maksimal berapa persen bungkil sawit ada dalam ransum ayam petelur serta pemberian feed supplement (misalnya supplement blok) Tentu yang penting disini adalah. artinya setelah pakan dicampur E:\KEBIJ TEK-260405. keterampilan dan kemauan peternak dalam menyediakan pakan masih diperlukan kegiatan kegiatan yang bersifat ”gerakan”.s o ft w a k e r. lokasi. kondisi. gerakan menanam rumput unggul atau gerakan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan.c ww w om k lic lic . Gerakan penanaman dan pengembangan hijauan pakan Mengingat masih rendahnya apresiasi peternak terhadap pakan ternak. Pemikiran ini memunculkan konsep pengembangan pabrik pakan dalam skala kecil di kawasan pemeliharaan ternak. dan konsumen. dan pabrik kacang tanah.doc/Datin 46 . k w . .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . misalnya sampai berapa persen daun singkong racun dapat diberikan dalam ransum kambing. (1) meningkatkan akses dengan lembaga penelitian dan (2) bagaimana mengintroduksikannya kepada peternak c. d. Pengembangan Pabrik Pakan Mini Masalah pokok dalam penyediaan pakan ternak adalah rentang jarak yang terbentang lebar antara sumber bahan pakan. System produksi yang digunakan adalah Mix and Delivery . e.s o ft w a re • Teknologi penyusunan ransum. pabrik dan konsumen harus berada dalam satu lingkaran yang dekat. Dengan demikian secara ideal antara sumber bahan. baik berupa ikan maupun udang. serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan. perkebunan kelapa.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. industri tapioka. gerakan tidak membakar jerami padi setelah panen. Pabrik pakan mini mempunyai skala usaha 1 – 3 ton per hari dengan jangkauan sebaran 10-20 Km dari lokasi pabrik. Inventarisasi Limbah Agroindustri Kegiatan dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi ketersediaan semua bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri. pabrik pakan. perkebunan kakao. maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan. Berbagai limbah agroindustri yang mungkin untuk dikembangkan adalah limbah perikanan. Inventarisasi tersebut meliputi ketersediaan jumlah. Informasi mendetail tentang hal ini sangat membantu pengembangan limbah agroindustri sebagai sumber pakan.

4. Pada 5 tahun pertama disarankan untuk membangun 5 pabrik pakan di 5 kabupaten yang mempunyai populasi ternak cukup padat. kredit usaha kecil menengah (UKM). kemitraan dengan perusahaan swasta atau melalui kebijakan anggaran ditingkat Propinsi ataupun Kabupaten. pakan. sehingga tercipta peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. produksi / budidaya. Dengan demikian setiap tahun dapat dibangun 1 pabrik pakan mini. standarisasi. pasca panen dan pemasaran. Disamping itu kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat proses transformasi melalui dukungan terhadap proses sebelum peroduksi. Dukungan Permodalan dan Investasi Dukungan permodalan dilaksanakan dengan cara mendekatkan para peternak terhadap fasilitas permodalan yang ada seperti Kredit Ketahanan Pangan (KKP). c. pelatihan / magang. informasi pasar.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sedangkan dukungan terhadap kegiatan pasca produksi yaitu pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha peternakan serta kemitraan antara perusahaan peternakan dan peternakan rakyat. Proses ini lebih menguntungkan karena tidak diperlukan proses pengeringan. Dukungan Informasi dan Promosi E:\KEBIJ TEK-260405. obat obatan.s o ft w a k e r. a.doc/Datin 47 . Sistem permodalan dengan cara bergulir melalui pola Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini.c ww w om k lic lic . . k w . vaksin. Dukungan dan bimbingan ditujukan untuk memberikan kemudahan melalui pelayanan usaha. akan didorong terus untuk menjadi sumber permodalan alternative dan menjadi dana abadi para peternak. sertifikasi dan pengawasan terhadap agro input yang meliputi bibit.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dukungan Pra Produksi dan Pasca Produksi Dukungan tersebut berupa upaya untuk meningkatkan investasi. dan peralatan. Surat Utang Pemerintah (SUP). promosi. incubator agribisnis.s o ft w a re kemudian langsung didistribusikan. modal ventura. temu usahan dan lain lain. Pengembangan Usaha Peternakan Kebijakan pengembangan usaha peternakan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan usaha agar investasi di bidang peternakan meningkat . b. akreditasi.

k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong selain dilaksanakan dengan model inti plasma dan VBC.doc/Datin 48 . Pengembangan Usaha Sapi dan Kambing Perah Pengembangan ternak sapi perah selalu dihubungkan dengan peternak yang memiliki keterampilan budidaya lebih baik. Usaha penggemukan selain dilaksanakan oleh perusahaan swasta. juga dikembangkan usaha penggemukan yang terintegrasi dengan VBC . embryo transfer dan sertifikasi. seleksi dan penyortiran. telur dan susu). pakan. reproduksi. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong Pengembangan usaha perbibitan ternak sapi potong akan tetap dikembangkan melalui model pengembangan sentra bibit pedesaan (Village Breeding Centre = VBC) dengan basis peternakan rakyat. Pengembangan informasi melalui jaringan internet telah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan sehingga menjadi media informasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. dapat pula dilaksanakan melalui model kerjasama tripartite antara swasta. kastrasi. baik pada sector hulu.s o ft w a k e r.s o ft w a re Informasi pasar dan promosi yang berkaitan dengan pengembangan usaha sangat diperlukan. karena sampai saat ini usaha penggemukan sapi sebagian besar masih tergantung pada bakalan impor. telur dan susu. Promosi juga dilakukan dalam rangka menarik minat para investor guna mengembangkan usaha peternakan . Dengan demikian produk produk peternakan Lampung akan lebih diminati dan usaha peternakan akan berkembang lebih cepat. pemerintah dan peternak. Pengembangan usaha pembibitan ternak sapi ini menjadi sangat strategis dan mutlak untuk mendapatkan porsi prioritas. kesehatan dan tatalaksana) juga diterapkan manajemen pengelolaan perbibitan ternak yaitu pencatatan. Pada model ini selain mengoptimalkan fungsi fungsi teknis (genetic. Yang tidak kalah pentingnya adalah juga promosi dalam rangka menanamkan kecintaan dan kebiasaan makan (food habit) produk produk hasil peternakan lokal serta upaya meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak (daging. Promosi dilakukan terutama terhadap komoditi unggulan peternakan Lampung yaitu sapi potong. Disamping itu aspek pasar juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikelola secara kelembagaan. 5. 6. fisiologi. kambing dan ayam ras sehingga dapat dikenal dan diminati oleh pasar. masih sangat relevan untuk tetap diapresiasikan kepada masyarakat Lampung. Gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan gerakan peningkatan konsumsi daging.c ww w om k lic lic . budidaya ataupun pengolahan. . kelembagaan kelompok sebagai E:\KEBIJ TEK-260405. baik pasar Nasional ataupun pasar ekspor. penimbangan/ pengukuran. IB.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

Keempat komponen penentu ini masih bermasalah pada sentra pengembangan sapi perah di Kecamatan Talang Padang dan Metro. 9. k w . walaupun sebenarnya pada kondisi saat ini semuanya bermuara pada harga jual susu di tingkat peternak dan produksi susu yang rendah. oleh sebab itu ternak burung puyuh dapat dikembangkan di wilayah pinggiran perkotaan seperti Kota Bandar Lampung. Jawa barat dan pasar ekspor ke Negara Negara Timur Tengah. sebagai akibat dari kualitas bibit dan pakan yang dibawah standar. pakan.s o ft w a re pengelola. Oleh karena itu ternak kambing dan ternak domba akan dikembangkan dengan sasaran menghasilkan ternak dengan bobot minimal 40 kg pada umur 10 bulan. Pemerintah dalam hal ini akan lebih banyak untuk mendorong untuk tumbuhnya iklim usaha yang kondusif dan membangun kemitraan antara swasta dan peternak yang lebih proporsional. yaitu dengan cara persilangan antara kambing PE dengan Kambing Boer. Pengembangan Usaha Ayam Ras Usaha peternakan ayam ras sudah sangat maju dan banyak ditentukan oleh peran swasta. proses pengolahan. Secara paralel perlu ada introduksi pengembangan ternak kambing yang memproduksi susu. dan pemasaran (konsumen susu murni dan harga yang pantas). Pengembangannya yaitu sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini pada ternak kambing. Kemitraan dengan perusahaan swasta e. banten . f.doc/Datin 49 . 8. Promosi yang luas agar masyarakat mau minum susu murni d. 7. Dalam rangka pengembangan sapi perah kedepan perlu dilakukan upaya perbaikan sebagai berikut : a. Perbaikan penanganan pasca panen g. pelayanan kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. Pada aspek teknis antara lain perlu ada perbaikan bibit. terutama untuk memenuhi pasar Jakarta.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan dan pengembangan sentra sentra perbibitan. E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic . Sebagai upaya terakhir tapi terbatas adalah subsidi atau bantuan pakan konsentrat. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Kambing/ Domba Peluang pasar ternak kambing kedepan sangat prospektif. b. maka kelembagaan peternak harus di restrukturisasi c.s o ft w a k e r. Pengembangan Usaha Burung Puyuh Usaha peternakan burung puyuh dapat dilakukan pada lahan yang relatip sempit dan diusahakan secara intensif. Untuk mempermudah pembinaan dan meningkatkan posisi tawar peternak. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 12.s o ft w a re Metro. Kalianda. kematian dan sebagainya. perlu “direplikasi” ulang dengan konsepsi yang telah disempurnakan. Pembinaan dan Pelayanan Teknis Ternak kerbau Usaha ternak kerbau masih merupakan peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang relative terbatas.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . karena hampir 100% keluarga petani di Lampung memelihara ayam buras walaupun dengan jumlah yang relative kecil. antara lain pada wilayah komunitas masyarakat Bali. Pengembangan Intensifikasi Ayam Bukan Ras (buras) dan Itik Sebagaimana diketahui bahwa komoditi ayam buras posisinya sangat strategis jika dikaitkan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak. Pengembangannya selain secara mandiri . Banten dan Jawa Barat. seperti di kabupaten Lampung Selatan. Adapun pengembangan ternak ini dilakukan melalui peningkatan pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan. misalnya pada acara perkawinan.s o ft w a k e r. Pringsewu. Lampung Tengah dan kabupaten Tulang bawang. 10.doc/Datin 50 . dapat dilakukan dengan system bapak angkat atau kemitraan antara peternak dengan “poultry shops” atau distributor pakan / obat lainnya. Lampung Timur. Kotabumi. serta kota kota kabupaten dan kecamatan lainnya. misalnya dikaitkan dengan upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit flu burung. k w . Pengembangan Usaha Ternak Babi Pembinaan dan pengembangan usaha peternakan babi dilakukan terhadap wilayah wilayah yang secara social tidak menimbulkan penolakan. Oleh sebab itu program Intensifikasi Ayam Buras (intab) yang telah dintroduksi sejak tahun 1980-an.c ww w om k lic lic . Demikian juga dengan intensifikasi ternak itik (Intik) 11. Pengembangan ternak kerbau di Provinsi Lampung perlu mendapat perhatian mengingat ternak ini merupakan obyek penting dalam urusan adat istiadat suku Lampung. karena pada umumnya memerlukan habitat di daerah rawa – rawa walaupun juga dapat dipelihara di dataran tinggi Selain itu jarak kelahiran ternak kerbau / calving interval) cukup panjang yaitu 18 – 20 bulan sehingga menyebabkan perkembangan ternak ini lambat dibandingkan dengan ternak sapi. Disamping itu juga Propinsi Lampung memiliki peluang untuk relokasi usaha peternakan Babi yang ada di DKI Jakarta. baik dikembangkan pada komunitas masyarakat Bali ataupun dikembangkan secara khusus di Pulau Pulau yang ada di Lampung. Bandarjaya. persilangan dengan kerbau unggul lokal melalui E:\KEBIJ TEK-260405.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r. ISSUE POKOK PEMBANGUNAN PETERNAKAN : 1. 14. kalkun dan rusa perlu dikembangkan lebih luas lagi. angsa. Disamping itu juga dalam rangka meningkatkan pendapatan dan peluang usaha masyarakat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan perlu dikembangkan juga ternak yang bersifat exotic atau ternak hias antara lain. Peningkatan fungsi Koordinasi antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota. ayam kate. 13. k w . Sedangkan ternak rusa masih diperlukan upaya sosialisasi dan ujicoba secara terencana. ayam pelung. Peningkatan Fungsi Koordinasi dan Kerjasama a. Peningkatan koordinasi lintas sector. Konsumsi Protein hewani asal ternak masih rendah E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re teknologi Inseminasi Buatan serta pengembangan pembuatan mani beku ternak kerbau. antar kabupaten kota dan antar Propinsi dengan Pusat b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ayam cemani. Pengembangan Aneka Ternak Sebagai upaya substitusi dan dalam rangka meningkatkan konsumsi daging. maka “ Aneka Ternak” yang terdiri dari kelinci. terutama komoditi yang sudah familier dengan petani di Lampung yaitu entok. angsa. Peningkatan Kerjasama dan koordinasi dengan lembaga penelitian. entok. bekisar dan lain – lain.doc/Datin 51 .c ww w om k lic lic . organisasi profesi dan swasta BAB VII RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009 A. kalkun dan kelinci.s o ft w a k e r. perguruan tinggi. hal ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan peternakan lebih dari 60% ditentukan oleh sector lain c. ayam kipas. .

02 4. dan ayam ras 2.87 17.00 9.25 25.84 4.s o ft w a re Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi protein hewani sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.71 22.87 0.33 5. ayam kampung 3.7 gram/kapita/hari atau 78. serta konsumsi daging ayam E:\KEBIJ TEK-260405. Pencapaian tersebut setara dengan konsumsi daging 7.36 13. Sebagai gambaran perbandingan tingkat konsumsi daging.10 3.60 2.28 kg/kapita/tahun (65. bahkan beberapa pakar mengukur tingkat keberhasilan pembangunan dari tingkat konsumsi protein hewani dan menganggap jika konsumsi protein hewani terlalu rendah akan terjadi apa yang disebut “ loose generation”. sebagai berikut : Tabel 14. k w .31 6.83%). Sementara konsumsi telur di Lampung pada tahun 2004 mencapai 68 butir/kapita/tahun.55 kg.50 1.72 7.00 10.08 0.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.68 31.50 6.48 6.50 6. Perbandingan Konsumsi Daging.71 5. Thailand 100 butir.97kg/kapita/tahun. Telur dan Susu Beberapa Negara di Asia dan Beberapa Propinsi di Indonesia tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NEGARA*/ PROPINSI** Banglades China Jepang Malaysia Philipina Thailand Indonesia Lampung Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan KONSUMSI (kg/kapita/tahu) Daging Telur Susu 3.50 Berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998 dan FAO. Indonesia hanya berada di atas Banglades dengan tingkat konsumsi protein hewani 4.35 2.63 3.85%) dan susu 4.97 20.97 3.3 kg/kapita/tahun.5 kg /kapita/tahun dan susu 7. .15 gram/kapita/hari atau baru mencapai 69.c ww w om k lic lic . Secara Nasional konsumsi protein hewani asal ternak Indonesia masih sangat rendah. daging 10.62 3.2 kg/kapita/tahun.35 kg/kapita/tahun (60.01 kg.33% dari standar minimal FAO. bahwa standar konsumsi minimal protein hewani asal ternak adalah protein hewani 6 gram/kapita/hari.96 25.doc/Datin 52 .53 3.55 39.10 2. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia 300 butir/kapita/tahun. telur 4.21 6. Filipina 70 butir. telur 6.04 7.96 4.s o ft w a k e r.15 2. Jika dilihat dari konsumsi masing masing komoditi. Vietnam 40 butir.30 kg.30 4.54 10. Sementara konsumsi protein hewani yang dicapai Propinsi Lampung pada tahun 2004 baru mencapai 4.50 17.09 kg/kapita/tahun (68.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .16% dari standar minimal yang ditetapkan WKPG dan FAO.82 24.72 46.01 4.03 3. kambing dan domba 0. telur dan susu beberapa Negara di Asia. Jika dibandingkan dengan Negara Negara di Asia. dan Propinsi di Indonesia.42%). maka penduduk Lampung pada tahun 2004 baru makan daging sapi 0.43 3.76 5.51 0.

baik yang dibiayai APBN ataupun APBD. budaya dan kebijakan pemerintah.76% per-tahun. Seiring dengan perjalanan waktu. 2. inseminasi buatan. Sementara pertumbuhan populasi ayam pedaging selama 5 tahun terakhir hanya 4. komoditi unggas termasuk komoditi yang cepat dikembangkan.05 %.s o ft w a k e r. juga sangat terkait dengan daya beli masyarakat. beberapa Propinsi di Sumatera melalui APBD dan APBN-nya banyak kegiatan pengadaan bibit ternak khususnya sapi dan kambing. Ternak tersebut sebagian dibeli (“dipindahkan”) dari Lampung.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . serta program pendukung lainnya. Karena selain cepat dikembangkan. dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat.000 ekor bibit sapi dan kambing “pindah” dari Lampung ke beberapa Propinsi di sumatera.57 kg atau 78. tingkat pendidikan. kemudian dilanjutkan dengan proyek penyebaran ternak P3TK-IFAD pada tahun 1983. Issu rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak. Sebagai gambaran. Sedangkan ayam ras pedaging jika pada tahun 2009 ditargetkan naik 1 kg maka diperlukan populasi (kumulatif) sebesar 35.56% dari total konsumsi daging. juga harganya relative terjangkau. Artinya kebijakan pemerintah Propinsi Lampung dalam upaya meningkatkan konsumsi daging. Thailand 16.55 kg/kapita per tahun. Sebenarnya ini adalah peluang yang sangat baik E:\KEBIJ TEK-260405. Dari data tersebut di atas dan trend konsumsi produk peternakan dari tahun ke tahun di Propinsi Lampung.c ww w om k lic lic .s o ft w a re Malaysia 23 kg. Jawa Barat. Propinsi Lampung pun semakin dikenal sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional. pengembangan pakan dan penyuluhan. k w . maka secara bertahap yang dimulai tahun 1993. Pengurasan populasi ternak terutama sapi dan kambing Diawali dengan berbagai program peningkatan populasi. setiap tahun tidak kurang dari 40. kemitraan ayam.15 juta ekor . maka peranan produk unggas khususnya daging ayam kampung dan ayam broiler memegang peranan yang sangat penting. jika sampai dengan tahun 2009 konsumsi daging ayam kampung ditargetkan naik 1 kg menjadi 4. yang secara monumental diawali dengan program BPSD (Bimbingan Peternak Sapi Pedaging) pada tahun 1977. . Akan tetapi setelah diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999. yaitu pada tahun 2004 mencapai 5. produksi dan produktivitas ternak. maka populasi (sesaat) pada tahun tersebut harus mencapai 16.6 juta ekor atau diperlukan peningkatan populasi rata rata 10. yang didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan yaitu kesehatan. Filipina 4 kg. kemitraan penggemukan sapi. Sementara konsumsi beras Nasional (133 kg/kapita/tahun) adalah konsumsi beras tertinggi di Dunia.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. bahkan sampai ke Pulau Kalimantan.8 kg dan Vietnam 1 kg.doc/Datin 53 . Propinsi Lampung dikenal sebagai penghasil ternak potong dan bibit dan secara rutin mensuplai ternak potong untuk kebutuhan pasar DKI Jakarta. selain menyangkut aspek produksi dan distribusi. perlu memprioritaskan kepada komoditi unggas. Dilihat dari sifatnya.

Penyakit ini dapat menimbulkan kematian sampai 100% dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak. Propinsi lain akan lebih cepat mengembangkan kambing boerawa karena memiliki sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dari Lampung. peternak menjual kambing boerawanya.000 – 140. pelaporan dan evaluasi. (3) pembatasan lalulintas hewan dan bahan asal hewan. Adanya wabah flu burung (avian influenza) dan penyakit strategis lainnya Penyakit flu burung pada unggas (avian influenza) di Lampung disebabkan oleh virus influenza A (highly pathogenic) dari family Orthomyxoviridae . dan dibeberapa sentra telah menghasilkan bibit.daya saing dan tetap sebagai salah satu lumbung ternak Nasional. ternyata dengan iming iming harga yang cukup tinggi (Rp 1 – 1.c ww w om k lic lic . k w .s o ft w a k e r. Hal tersebut sangat wajar dan sesuai dengan hukum ekonomi. adalah ketergantungannya terhadap sapi bakalan impor. (2) pelaksanaan vaksinasi.000 ekor bakalan per . APBD Kabupaten / Kota. Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang baru muncul di Lampung (Indonesia) dan baru dikenal oleh masyarakat peternakan. maka pemerintah telah menerbitkan pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung pada unggas. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Penyakit ini juga telah menyebabkan terhentinya ekspor daging ayam dari Lampung ke Jepang. pada saat Propinsi Lampung sedang mulai mengembangkan kambing boerawa yaitu silangan antara Kambing PE dan Kambing Boer.tahun. Sapi bakalan lokal secara kualitas dan kuantitas belum mampu memenuhi kebutuhan usaha penggemukan sapi di Lampung yang membutuhkan 120. Oleh sebab itu dalam rangka melindungi peternak dari kerugian yang besar. maka upaya yang harus menjadi prioritas adalah sosialisasi kepada masyarakat peternakan. perlu dukungan pembiayaan yang cukup besar baik dari APBD Propinsi. akan tetapi persoalannya dikuatirkan pada saatnya nanti.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . akan tetapi jika pengeluaran ternak bibit yang berkualitas tidak dapat dikendalikan. sehingga Lampung akan memiliki keunggulan . 3. Untuk ini juga perlu ada strategi pengembangan perbibitan yang komprehenship dan berkelanjutan. Hal lain yang sampai saat ini juga menjadi bumerang dalam pengembangan peternakan di Lampung. Sebagai contoh. Adapun materi pokok dari pedoman tersebut antara lain berisi langkah langkah pencegahan dan pemberantasan yaitu. APBN dan partisipasi swasta dan masyarakat serta koordinasi vertical dan horizontal.s o ft w a re untuk peternak di Lampung. (5) peningkatan kesadaran masyarakat.5 juta per ekor kambing boerawa umur 8 bulan). maka secara bertahap Lampung akan kekurangan bibit betina dan pejantan unggul.doc/Datin 54 . . (1) pelaksanaan biosekuriti secara ketat. (6) stamping out serta (7) monitoring. (4) surveillance dan penelusuran. oleh karena itu untuk membebaskan penyakit ini selain langkah langkah sebagaimana tersebut di atas.

Tugas pelayanan tersebut dapat dilaksanakan oleh institusi diluar pemerintah atau dilakukan melalui swastanisasi. Privatisasi adalah salah satu metoda untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Septichaemia Epyzotica (SE). E:\KEBIJ TEK-260405. kendatipun biasanya kepentingan bisnisnya lebih dikedepankan. Upaya pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberi kekuasaan . meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi.c ww w om k lic lic . dan berorientasi pada pengguna. sehingga peternak dapat memilih yang terbaik dengan harga yang terjangkau.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pelayanan publik dibidang peternakan yang masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan antara lain perlindungan atau jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk peternakan yang aman. Kurangnya akses kesehatan hewan masyarakat terhadap pelayanan peternakan dan Pelayanan publik dibidang peternakan perlu dikembangkan menjadi lebih transparan. Hog Cholera. merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik. serta tidak adanya rekrutmen penyuluh dan petugas lapangan.s o ft w a k e r. pendampingan dan penyuluhan. karena dalam undang undang tersebut antara lain mengatur penyerahan wewenang dari pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia atau disebut desentralisasi. utuh dan halal (ASUH). dan bentuk pelayanan public lainnya di bidang peternakan. dapat bersaing secara sehat diantara para penyedia jasa pelayanan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan harga yang pantas.doc/Datin 55 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Disisi lain sebenarnya dengan diberlakukannya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah seharusnya fungsi pelayanan publik semakin baik. Kurangnya akses peternak terhadap pelayanan public dibidang peternakan antara lain disebabkan banyaknya alih fungsi penyuluh pertanian. Contoh pelayanan IB dan pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat. mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas agar masyarakat memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan. 4. dimana upaya swastanisasi harus didasarkan pada asumsi bahwa lembaga sektor swasta mampu lebih fleksibel . partisipatif. Ramadewa pada sapi Bali. . di Lampung juga terdapat beberapa penyakit menular dan strategis yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yaitu penyakit Brucellosis .s o ft w a re Disamping penyakit Flu Burung. sehat. tapi yang penting dengan privatisasi akan terjadi persaingan yang sehat. Pelimpahan kewenangan tersebut harus bertumpu pada batasan bahwa pelayanan yang dilimpahkan harus lebih efisiensi dan efektif. dan penyakit Rabies.

Terbatasnya modal untuk pengembangan peternakan Masalah ini merupakan factor pembatas utama yang selalu dihadapi para peternak. Sampai dengan tahun 2003 ternak yang ada baru mencapai 468. Adanya peraturan perundangan yang mendukung dan berfihak pada peternak. atau masih tersedia ruang dan potensi pakan untuk 941. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . 6.s o ft w a re 5. b.s o ft w a k e r. Membangun dan menumbuhkan kepercayaan lembaga keuangan kepada peternak dan kelompok peternak.820 unit ternak.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . maka untuk mencapai kapasitas daya tampung optimal (1. Meningkatkan kualitas pelayanan aparat pemerintah. c. pemerintah.doc/Datin 56 . terutama dalam hal pendampingan terhadap kelompok binaan dan difasilitasi secara langsung agar kelompok dapat berhubungan dengan lembaga keuangan e.41 juta unit ternak). Potensi sumberdaya alam belum dimanfaatkan secara optimal Sebagaimana diketahui bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya alam yang mampu menampung ternak ruminansia sebanyak 1.41 juta unit ternak. kelompok peternak dengan pemilik modal / lembaga keuangan belum ada yang memfasilitasi ? atau aparat pemerintah (petugas peternakan) tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat ? Ternyata banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan peternak tidak memiliki modal. Jika pertumbuhan populasi ternak seperti saat ini yaitu 2-4%. Menumbuhkan keberpihakan pemerintah (komitmen) untuk membangun usaha dibidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya pada skala kecil dan menengah. Meningkatkan apresiasi lembaga keuangan dan pemilik modal lainnya terhadap berbagai usaha peternakan yang layak dibiayai d.20% dari potensi sumberdaya alam yang tersedia. dalam hal ini yaitu pemilik modal atau lembaga keuangan. diperlukan waktu 35 – 40 tahun.c ww w om k lic lic . dan peternak Faktor lain yang secara paralel harus berdampingan dengan pengembangan aspek permodalan adalah : a.180 unit ternak atau baru mencapai 33. k w . Akan tetapi persoalannya benarkah modal itu tidak ada ? ataukah peternak yang tidak memiliki kamampuan untuk akses ke sumber atau pemilik modal ? atau pemerintah yang belum berfihak kepada peternak ? atau lembaga keuangan dan pemilik modal yang sangat awam terhadap usaha peternakan yang sebenarnya layak ? atau antara peternak. Akan tetapi dari pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada 3 (tiga) pemegang kendali primer yang memegang peranan.

Pada peternak kambing usaha sambilan 61.45%.c ww w om k lic lic .70%.0% dan >30 ekor = 8. 11-20 ekor = 2. ramah lingkungan dan berkelanjutan. diperkirakan tidak akan serta merta merubah sikap dan perilaku dalam melaksanakan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang baru. menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan investasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah membangun komitmen semua komponen pembangunan yaitu masyarakat. pada ternak babi usaha sambilan 58. Koordinasi antara Pusat. antara lain merupakan salah satu dampak negative dari pelaksanaan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) yaitu “ Daerah Daerah sebagaimana disebut pada ayat (1).0%.3% dan >20 0. 11-20 ekor = 32. Skala usaha peternakan belum ekonomis Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2002 di Propinsi Lampung. swasta & pemerintah.5%. Ternak itik ≤ 30 ekor = 70%. k w .0%. Ternak babi 1-10 ekor = 58%. antara lain peningkatan bobot hidup ternak. Sedangkan ternak kambing yang memiliki 1-10 ekor 61.0%.0%.75% dan >20 ekor = 6.25% dan cabang usaha 32. Walaupun UU nomor 22 tahun 1999 secara otomatis tidak berlaku lagi setelah terbitnya UU nomor 32 tahun 2004.s o ft w a re Upaya kita tentu bagaimana mendorong agar potensi sumberdaya alam yang ada dapat secara optimal dimanfaatkan dan mempercepat waktu pencapaiannya.0%. 8. 7-10 ekor = 8. serta pada ternak itik 86. 11-30 ekor = 34.0% dan >50 ekor = 14. cabang usaha 34. masing masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain”.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 57 . Dari angka sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peternak sapi potong yang skala usahanya masih termasuk skala usaha sambilan mencapai 88.s o ft w a k e r. serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Propinsi dan Kabupaten Kurang dan rancunya koordinasi antar Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota serta antara Pemerintah (pusat) dan Daerah Propinsi . 7. akan tetapi nuansa pasal 4 ayat (2) pada UU nomor 22 tahun 1999. peningkatan pertambahan berat badan harian dan diversifikasi produk.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .75%.00% adalah usaha sambilan dan cabang usaha 14 % E:\KEBIJ TEK-260405.70%. dan cabang usaha = 11.25%.80%. 31-50 ekor = 16.05%. 4-6 ekor = 44. Disamping itu juga upaya peningkatan produksi selain dilaksanakan melalui peningkatan populasi ternak. juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan teknologi yang mudah diaplikasikan oleh peternak. peternak yang memiliki sapi 1 – 3 ekor mencapai 43. misalnya menjadi 10 atau 15 tahun. .

dan perluasan pangsa pasar. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yg tangguh . VISI. peningkatan kualitas dan kontinuitas produk. TUJUAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung Meningkatkan produktivitas ternak Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan Meningkatkan skala usaha peternakan Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tepat guna terutama dibidang pakan. B. perlu adanya upaya peningkatan skala usaha secara bertahap. k w .doc/Datin 58 . TUJUAN DAN SASARAN 1. MISI. melalui peningkatan aksesibilitas peternak terhadap modal dan teknologi. reproduksi.c ww w om k lic lic . kuantitas dan kontinuitasnya. Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan daya saing kualitas produk peternakan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Meningkatkan populasi dan produksi ternak guna menyediakan bahan pangan asal ternak yang terjamin baik kualitas. Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal. budidaya dan pengolahan produk peternakan. .s o ft w a k e r. Meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan yaitu sapi potong dan kambing. Meningkatkan daya saing produk unggulan peternakan Lampung 4. mandiri dan professional 3.s o ft w a re Ciri daripada usaha peternakan yang sambilan dan cabang usaha adalah kurang efisien di dalam pengelolaan factor factor produksi. VISI MEWUJUDKAN LAMPUNG SEBAGAI LUMBUNG TERNAK YANG TANGGUH DAN MANDIRI 2. 3. dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya Meningkatkan peranan Provinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional Meningkatkan pendapatan peternak 4. dengan harga terjangkau serta semakin berperan dlm menyediakan kebutuhan nasional 2. SASARAN E:\KEBIJ TEK-260405. MISI 1.

15 %. PE). skala usaha ternak babi 5 % dan skala usaha ternak itik meningkat 2 %.doc/Datin 59 . Kambing 40.c ww w om k lic lic .86 juta ekor 8) Pendapatan peternak minimal sama dengan UMR C. 6) Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk pengembangan peternakan pada tahun 2009 sebesar 5 % 7) Pengeluaran ternak ke Propinsi lain untuk kebutuhan bibit dan ternak potong pada tahun 2009 adalah: sapi potong 172. baik dalam pembanguanan daerah. kerbau 11. .151 ekor. domba 39. Analisis lingkungan strategis merupakan satu upaya objektif untuk merumuskan dan memformulasikan strategi pembangunan yang dilakukan dengan pendekatan “SWOT”. antara lain : a.s o ft w a re Sasaran umum yang ingin dicapai pada tahun 2009 adalah : 1) Tercapainya konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung pada tahun 2009 sebesar 4.478 ekor dan unggas 8. Melalui analisis ini diharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung dapat melihat secara objektif kondisi-kondisisi internal dan eksternal. skala usaha ternak kambing 3 %.411 ekor. yaitu dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (pelunag dan ancaman) yang dihadapi. masyarakat. Service per conseption pelayanan IB ternak sapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 1.5 %.63 % 4) Terwujudnya peningkatan skala usaha peternakan antara lain pada tahun 2009 skala usaha sambilan dan cabang usaha pada peternakan sapi potong meningkat statusnya 1 % dan 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Analisis lingkungan strategis adalah suatu analisis yang dilakukan secara objektif dan komprenship dengan mempergunakan data yang akurat.39 % c. dan babi 57.9 % .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.sector ataupun dalam pembangunan sub sektor peternakan khususnya di Propinsi Lampung.35 % b. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen. antara lain : a. Covering pelayanan kesehatan meningkat 40 % b.543 ekor kerbau 2. swasta dan pemerintah. babi 24. kambing dan domba 243. Tingkat kelahiran ternak pada tahun 2009 meningkat masing masing ternak sapi potong menjadi 23.73 gram/kapita/hari 2) Terwujudnya peningkatan produktivitas ternak. 5) Populasi ternak sapipotong 55 % merupakan hasil IB dan ternak kambing 30 % merupakan kambing unggul hasil IB (Persilangan kambing Boer. Rata rata calving interval 14 bulan pada ternak sapi dan 8 bulan pada ternak kambing 3) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dibidang peternakan. k w . Covering pelayanan Inseminasi Buatan meningkat 26.55 %. Jadi perencanaan strategis sangat penting untuk memperoleh keunggulan kinerja baik berupa produk ataupun servis yang sesuai dengan keinginan dan tuntunan stakeholder sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi E:\KEBIJ TEK-260405.15 %.s o ft w a k e r. terbaru dan berasal dari lingkungan insternal dan eksternal.

Banten dan Jawa Barat serta bibit sapi dan kambing ke Propinsi di Sumatera Lampung memiliki komoditi yang mempunyai prospek untuk di ekspor yaitu ternak kambing. mollase. diharapkan seluruh jajaran dan masyarakat peternakan mampu menagntisipasi dan mampu mengubah kekuatan menjadi peluang. bungkil sawit. gaplek dan lain lain 2) Letak geografis dan tofografis o Letak geografis Lampung sangat strategis karena berada di pintu gerbang Sumatera dan Jawa 3) Pasar Lampung dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta. Analisis Lingkungan Internal(Kekuatan dan Kelemahan) Secara riel Propinsi Lampung memiliki kekuatan besar yang mampu mempercepat lajunya perkembangan peternakan.c ww w om k lic lic .s o ft w a re yang telah ditetapkan serta dapat mengantisipasi dengan cepat kemungkinan perubahan yang juga terjadi dengan cepat. 1.180 unit ternak • Bahan baku pakan konsentrat melimpah di Lampung. anatara lain jagung. ayam ras. ayam ras dan pakan ternak Potensi pasar lokal juga masih dapat ditingkatkan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kulit biji kopi.3 juta ha.s o ft w a k e r. Sampai saat ini Lampung menjadi salah satu pemasok ternak potong ke DKI Jakarta. Kekuatan 1) Sumberdaya Alam • Lahan sebagai basis ekologi. dedak halus. Banten dan Jawa Barat.18% nya adalah lahan yang dapt dipergunakan untuk budidaya ternak • Kapasitas tampung Lampung untuk ternak ruminansia sebanyak 1. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan internal sejak dini. tapi juga sekaligus memiliki kelemehan yang kemungkinan besar dapat menghambat kemajuan dan / atau rencana pembangunan peternakan yang telah ditetapkan. .20% atau 468. bungkil kelapa. serta mengubah kelemahan menjadi ancaman yang harus diatasi. sumber pakan dan tempat budidaya dimiliki Lampung sangat luas yaitu 3. tellur dan susu masih rendah 4) Perusahaan Swasta Perusahaan swasta telah banyak berkembang di Lampung antara lain bergerak di bidang penggemukan sapi potong. Secara sistematis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Propinsi Lampung dalam pembangunan peternakan adalah sebagai berikut : a. mengingat konsumsi daging. k w .doc/Datin 60 . dimana 54. pakan ternak dan distributor / deppo obat hewan Beberapa perusahaan swasta telah melakukan kemitraan dengan kelompok peternak disekitarnya E:\KEBIJ TEK-260405.41 juta unit ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sementara pada tahun 2003 baru mencapai 33.

s o ft w a re 5) Komoditi unggulan Komoditi ternak unggulan Lampung telah dikenal oleh masyarakat di luar Propinsi . . sementara peternak sendiri aksesibilitasnya rendah 3) Ternak • Kualitas bibit dan produktivitas ternak di Lampung masih rendah • Usaha perbibitan ternak belum diminati oleh perusahaan swasta • Tingkat kepemilikan ternak relatip masih rendah • Data populasi ternak kurang akurat • Usaha penggemukan sapi potong masih tergantung pada bakalan umpor 4) Peralatan . yaitu sapi potong dan kambing 6) Kebijakan Pemerintah Dukungan pemerintah Provinsi & Kab/Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional Dukungan pembiayaan melalui APBD Propinsi cenderung terus meningkat 7) Sarana dan Prasarana • • Propinsi Lampung telah memiliki Instalasi pembuatan mani Beku di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Prasarana pendukung lainnya adalah BPPV. yaitu SD kebawah.s o ft w a k e r. dan Pos Inseminasi Buatan b.doc/Datin 61 . sikap dan keterampilan peternak relative rendah. Mesin dan Bahan E:\KEBIJ TEK-260405. karantina hewan. k w . • Tenaga kerja terdidik justru lebih tertarik bekerja di kota kota besar • Aksesibilitas kelembagaan peternak terhadap modal. Pelabuhan Internasional Panjang.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . teknologi dan informasi masih sangat rendah 2) Modal • Para peternak pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup • Skala usaha beternak umumnya masih rendah • Lembaga permodalan sulit diakses oleh peternak pada umumnya • Kebijakan makro dibidang permodalan belum menyentuh para peternak kecil dipedesaan.c ww w om k lic lic . hal ini antara lain disebabkan tingkat pendidikan formal petani ternak juga rendah. BPTP. Pos Satgas. Kelemahan 1) Sumberdaya Manusia • Pengetahuan. Poskeswan.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .20 %. k w . sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit Jumlah Poskeswan dan petugas pelayanan kesehatan sangat terbatas . Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) a. antara lain peralatan IB. Brucellosis.c ww w om k lic lic . perkebunan dan perikanan serta optimalisasi pemanfaatan lahan marginal 2) Lampung memiliki kapasitas tampung ternak ruminansia sebanyak 1. . Peluang 1) Mengintegrasikan usaha peternakan kedalam usaha / perusahaan pertanian.s o ft w a re • • Sebagian besar peralatan dan mesin peternakan masih tergantung dari barang impor.doc/Datin 62 . peralatan kesehatan hewan. Ramadewa. sementara yang ada baru mencapai 33. teknologi dan tatalaksana budidaya yang efisien E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.80 % 3) Mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal 4) Meningkatkan produktivitas ternakmelalui penggunaan bibit unggul. peralatan dan msin budidaya Bengkel alat alat peternakan belum berkembang dengan baik 5) Obat dan pakan Sebagian bahan baku obat dan obat hewan masih diimpor Sebagian bahan baku pakan konsentrat antara lain tepung ikan masih tergantung dari bahan baku impor 6) Kesehatan Hewan Masih adanya penyakit hewan menular di Lampung antara lain SE. Flu Burung.s o ft w a k e r. 7) Kebijakan Pemerintah • Pungutan retribusi di Kabupaten / Kota yang kontra produktip karena semakin menambah biaya produksi • Perencanaan dan pembiayaan pembangunan peternakan yang kurang tepat • Adanya euphoria otonomi daerah 2. dan ND Lalu lintas hewan antar Pulau dan antar Propinsi sulit dikendalikan. jadi masih ada peluang pengembangan sebesar 66.41 juta AU. Hog Cholera.

maka ini akan menjadi potensi pasar yang cukup besar 9) Dengan semakin dikenalnya Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional dan iklim usaha yang semakin kondusip. Meningkatkan produksi daging. telur dan susu. 10) Letak geografis Lampung yang dekat denga pasar raksasa DKI Jakarta.s o ft w a re 5) Pengembangan ternak kambing Boerawa yang memiliki potensi pasar di dalam dan di Luar Negeri 6) Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang melimpah. antara lain: a. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN & SASARAN) 1. kerbau. dapat dirintis ulang sebagai komoditi ekspor. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap manfaat protein hewani bagi tubuh manusia b. Dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi ataupun untuk pasar ekspor 7) Ayam ras yang merupakan salah satu unggulan Lampung. ditunjang dengan potensi sumberdaya alam serta iklim usaha yang semakin baik. dan sebagai substitusi daging merah (sapi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . juga menjadi daya tarik investasi b. Ancaman 1) Globalisasi perdagangan 2) Euporia otonomi daerah 3) Semakin tingginya ketergantungan dan keterkaitan antar sektor 4) Adanya tuntutan efisiensi. k w . akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang peternakan di Lampung .doc/Datin 63 .s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . . domba dan babi) 8) Dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan di Lampung serta masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Lampung. kambing. KEBIJAKAN Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam rangka pembangunan peternakan di Propinsi Lampung adalah : mencapai tujuan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung (Tujuan 1) . baik bahan baku konsentrat ataupun hijauan. Banten dan Jawa Barat. kualitas dan kontinuitas produk 5) Out break penyakit flu burung dan penyakit hewan menular lainnya 6) Pengurasan populasi sapi potong dan kerbau yang diakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali dan pemotongan ternak betina produktip 7) Ketergantungan pasokan sapi bakalan dari Australia 8) Kemungkinan terjadinya bioterorisme 9) Restrukturisasi organisasi D. agar harganya terjangkau masyarakat E:\KEBIJ TEK-260405.

Misalnya mengembangkan ternak kelinci. Pengembangan pengolahan pasca panen produk produk peternakan menjadi bahan konsumsi yang menarik dan aman dikonsumsi e. Meningkatkan kinerja aspek aspek bibit. oleh karena itu peningkatan koordinasi lintas sector menjadi sangat penting.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .2004) d. Diversifikasi terhadap jenis produk peternakan yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan dengan produk peternakan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.doc/Datin 64 . magang dan pendampingan pemanfaatan teknologi pada pra produksi budidaya dan pasca panen E:\KEBIJ TEK-260405. k w .c ww w om k lic lic . Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dibidang pakan reproduksi. adalah antara lain : a. antara lain : a. Meningkatkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian. kesehatan. Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta c. Mengembangkan pola usaha peternakan yang efisien. budaya dan tingkat pendidikan masyarakat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak (Tujuan 2). Didukung dengan organisasi yang terdesentralisasi. Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi protein hewani adalah daya beli. efektip dan efisien c. Meningkatkan aksesibilitas peternak / kelompok peternak kepada lembaga keuangan dan pemilik modal b. Melakukan swastanisasi atau mengembangkan metoda pelayanan public berbasis masyarakat di bidang peternakan b. perguruan tinggi dan perusahaan swasta b. pakan.s o ft w a re c.s o ft w a k e r. misalnya melalui introduksi pengolahan dan penyimpanan pakan. . Merumuskan pedoman standar pelayanan minimal di bidang peternakan dan kesehatan hewan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan skala usaha peternakan (Tujuan 4). kemitraan dan berkelompok. Didukung dengan adanya perubahan perilaku dari pemberi pelayanan atau mengubah sikap dan mental model (Oentarto. murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak b. keswan tatalaksana pemeliharaan dan pengolahan produk peternakan (Tujuan 5). Melaksanakan percontohan. efektip dan menguntungkan. Meningkatkan pengetahuan. sikap dan keterampilan peternak Kebijakan yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan (Tujuan 3). antara lain : a. burung merpati atau yang semula fokus terhadap daging sapi (daging merah) ke daging ayam (daging putih) yang memiliki fleksibilitas yang tinggi d. Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepatguna bekerjasama dengan lembaga penelitian. antara lain : a. reproduksi dan fisiologi ternak dan tatalaksana pemeliharaan c. pelatihan.

Mendorong perusahaan swasta dibidang perkebunan/ pertanian dan agroindustri lainnya untuk membuka usaha terpadu dengan memasukan usaha peteranakan sebagai cabang atau bagian dari perusahaan intinya.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan IB. Meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi c. Mendorong atau bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan limbah perkebunan. pertanian dan perikanan sebagai pakan ternak melalui pola integrasi b. kambing dan GPS ayam ras c. perkebunan dan perikanan d. Memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan usahanya secara bermitra dengan masyarakat sekitar Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. k w . Mengembangangkan kawasan produk peternakan unggulan d. sikap dan keterampilan (PSK) peternak E:\KEBIJ TEK-260405. antara lain : a. Boerawa dan penggemukan sapi eks impor d. pengendalian pemotongan betina produktif dan pengendalian pengeluaran bibit unggul keluar Propinsi b. (Tujuan 9).doc/Datin 65 . IB. Melakukan percepatan peningkatan populasi ternak melalui pengembangan system perbibitan. Optimalisasi pemanfaatan teknologi antara lain.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r.s o ft w a re Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan (Tujuan 6). c. Mengembangkan pola integrasi ternak kedalam perusahaan petani & perkebunan serta agroindustri lainnya. c. Mengembangkan komoditi ternak unggulan Lampung yang tidak dimiliki oleh wilayah lain antara lain ternak kambing Boer. adalah : a. optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan kualitas pakan. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya pakan local untuk mengganti/mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan. Menggali sumber permodalan untuk mendukung usaha peternakan yang terintegrasi dengan usaha pertanian/perkebunan/perikanan. antara lain : a. penggunaan bibit unggul. b. Meningkatkan pengetahuan. Memfasilitasi dan mendorong pemerintah pusat. antara lain : a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . Meningkatkan skala usaha dan produktivitas ternak b. embryo transfer. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam (Tujuan 7). Mengembangkan teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang berasal dari limbah pertanian. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan peranan Propinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional (Tujuan 8). pemda dan swasta untuk mengimpor bibit unggul terutama sapi.

Meningkatkan pangsa pasar produk produk peternakan d. E:\KEBIJ TEK-260405. PROGRAM PRIORITAS 1) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Peternakan Sumberdaya Manusia dan a.c ww w om k lic lic . 2. untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan produksi dan produktivitas ternak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.s o ft w a re Mendorong tumbuhnya dan memfasilitasi kelembagaan peternak menjadi kelembagaan yang mampu berperan sebagai mediator bagi anggotanya untuk membangun usaha peternakan e. k w . .s o ft w a k e r. Tujuan a) Meningkatkan profesionalisme dan produktivitas peternak dan petugas b) Meningkatkan peranan dan kualitas kelembagaan peternak dan kelembagaan lain yang mendukung pembangunan dibidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 2) Program Pengembangan Integrasi Ternak dengan Tanaman Pertanian/ Perkebunan a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . mampu mengoptimalkan dan mengakses sunber daya (alam. Arah Program ini diarahkan untuk mendorong perusahaan perkebunan / pertanian dan agroindustri lainnya untuk melaksanakan diversifikasi usaha bidang peternakan dan mengembangkan kemitraan dengan nilai ternak yang ada disekitar perusahaan. b. modal dan teknplogi). Tujuan a) Meningkatkan “capacity building” dari padalahan usaha pertanian/perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan per satuan luas lahan usaha b) Meningkatkan populasi ternak c) Meningkatkan pendapatan peternak disekitar perusahaan d) Mengembangkan usaha tani terpadu. Arah Program ini diarahkan untuk menciptakan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang tangguh dan mandiri. b.doc/Datin 66 .

pengendalian dan penolakan penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) b. melalui penerapan panca usaha ternak. Tujuan e) Mendorong percepatan peningkatan populasi ternak f) Mempertahankan stabilitas potensi Lampung sebagai lumbung ternak Nasional g) Mengembangkan potensi Lampung sebagai salah satu pusat bibit ternak sapi dan kambing h) Menyediakan daging. penanganan dan penerapan teknologi reproduksi. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. sehat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. telur. susu serta produk olahannya untuk konsumsi masyarakat Lampung dalam jumlah dan kualitas yang cukup serta harga yang terjangkau i) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 4) Program Pembinaan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner a. pengembangan kualitas. penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksana budidaya b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. . Tujuan a) Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak b) Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas) c) Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya d) Mencegah tejadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan l\kepada manusia e) Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk produk peternakan yang dikonsumsi. k w . Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan dan ternak milik peternakan rakyat melalui upaya pencegahan. yaitu penggunaan bibit unggul. pemberantasan. dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman. kuantitas dan kontinuitas pakan.doc/Datin 67 . utuh dan halal) f) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re 3) Program Peningkatan Produksi & Produktivitas Ternak a.c ww w om k lic lic .

Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public dibidang peternakan yang lebih berorientasi kepada pengguna. serta meningkatkan investasi di bidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak d) Mengembangkan kemitraan peternakan yang adil dan saling menguntungkan 7) Mengembangkan Ternak Kambing Boerawa a. Dalam hubungan ini peranserta swasta dan badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi mewujudkan industri peernakan yang sinergis dengan peternakan rakyat dan sumberdaya local b.s o ft w a re 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan dibidang Peternakan a. Arah Program ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. pengembangan perbibitan dan pakan ternak. E:\KEBIJ TEK-260405. inseminasi buatan. Arah Program ini diarahkan untuk Pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. menekan tingkat kematian dan tidak terjadinya out break penyakit hewan menular d) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 6) Program Pengembangan agribisnis dan kemitraan peternakan a.doc/Datin 68 . guna memperoleh nilai tambah yang tinggi dengan masukan teknologi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . terutama dalam bidang kesehatan hewan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. peningkatan pemberdayaan peternak dan kelompok peternak. transparan. k w . manajemen dan akses pasar. Tujuan a) Meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dan swasta b) Meningkatkan tingkat keberhasilan pelayanan Inseminasi buatan c) Meningkatkan derajat kesehatan. penyuluhan dan pelatihan teknis. Tujuan a) Meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri b) Menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya agribisnis dan agroindustri. .c ww w om k lic lic . serta dengan mengembangkan bentuk bentuk pelayanan yang berbasis masyarakat dan swastanisasi. partisipatip. b.s o ft w a k e r.

Tujuan a) Meningkatkan bobot kambing potong.s o ft w a k e r.doc/Datin 69 . Arah Arah dari pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Meningkatkan kualitas SDM peternak sapi dan kambing perah 4. b. Meningkatkan konsumsi susu murni 10) Pengembangan & Pembinaan Ternak Kerbau & Aneka Ternak a. b. diharapkan pada umur 8 bulan dapat mencapai bobot 30 – 40 kg b) Mengembangkan kawasan pembibitan kambing Boerawa c) Meningkatkan kualitas daging kambing melalui persilangan dan perlakuan lainnya 8) Program Peningkatan kualitas data dan Perencanaan Pembangunan Peternakan a. k w . Mengembangkan sentra – sentra peternakan sapi dan kambing perah 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Meningkatkan kualitas budidaya peternakan sapi dan kambing perah 3. Meningkatkan populasi sapi dan kambing perah 5. E:\KEBIJ TEK-260405. komprehenship dan tepat waktu b) Meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan data dan informasi bidang peternakan c) Meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan peternakan 9) Program Pengembangan Ternak Perah a. Tujuan a) Meningkatkan kualitas data peternakan yaitu data yang memenuhi criteria akurat.s o ft w a re b. Arah Program ini diarahkan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan peternakan yang akuntabel. Tujuan 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . . Arah Program ini diarahkan untuk mengembalikan peranan ternak kerbau sebagai ternak unggulan Lampung serta mengembangkan aneka ternak sebagai komoditi substitusi untuk memenuhi kebutuhan daging. yang didukung dengan ketersediaan data peternakan yang akurat dan omprehenship.

c ww w om k lic lic . Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung 2. budidaya. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. yang terdiri dari 5 jenis & dapat menjadi contoh. (kelembagaan Adm. Pembinaan kampong tua 2. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2005 1. Pembinaan klp. Program Prioritas. Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan pet. Tujuan a) Meningkatkan populasi & produksi ternak kerbau b) Meningkatkan peranan aneka ternak dan unggas dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur c) Mengembangkan komoditi aneka ternak sebagai alternative usaha dibidang peternakan. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2005 PROGRAM PRIORITAS 1. Pet. Pemberantasan. Promosi dan sosialisasi produk unggulan peternakan 4. telur susu) Menurunnya kasus penularan penyakit zoonosis 2.Lampung Meningkatnya kualitas keg. Pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. Penerima integrasi 5.2 dan 3 lomba kelompok.doc/Datin 70 . k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pengelola keuangan) o Tidak terjadi out break penyakit flu burung o Masy memahami dan terampil cara pengend & penolakan peny. Magang dan pelatihan penyuluh pertanian (PPL) 3. Pemberantasan. Penerima bantuan mesin pakan 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Dikenalnya produk unggulan pet. . pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. E. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.s o ft w a re b. flu burung Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masyarakat merasa aman mengkonsumsi produk peternakan (daging. Pembinaan klp pet. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. MATRIKS PROGRAM PRIORITAS. PROGRAM AKSI DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2005 – 2009 1.

dan situs internet Up dating data di web site berjalan dengan baik Tersusunnya perencanaan pemb.000 dosis Meningkatnya performan IPMB Terbanggi besar o Meningkatnya pengetahuan. di kelompok peternak Meningkatnya produk ternak bibit. 66 Kec .Lokasi 100 Desa . kualitas pakan serta pengemb. Pelayanan redistribusi dan penjualan ternak tidak layak bibit asset pemda Propinsi . buku saku.Pembinaan teknis adm. pengumpulan dan pengolahan data 2005 serta Pemantauan dan Evaluasi E:\KEBIJ TEK-260405. Pet. Gaduhan ternak asset Pem. Peningkatan kualitas pelayanan Inseminasi Buatan dan kesehatan hewan 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Prop.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . sikap dan keterampilan (PSK) peternak dalam mengelola dan memanfaatkan pakan & kompos o Berkembangnya pemanfaatan limbah pertanian/ perkebunan dan perikanan untuk pakan & kotoran untuk pupuk tanaman o Tumbuhnya minat perusahaan swasta/agroindustri untuk mengemb. Penyusunan perencanaan 2006. Boerawa.Lampung .39 % dan CR 80% Tersedia publikasi data dalam bentuk buku statistic. & peningk. IB meningkat 5% S/C 1.000 dosis dan Kambing 10. Produksi mani beku sapi 35.s o ft w a k e r. integrasi ternak dgn tanaman pertanian / perkebunan 4. Pengembangan perbibitan Kambing di IPKU Negeri Sakti 6. yang akuntabel. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. usaha Peternakan secara terpadu Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 100 ekor Revolving 100 ekor Jmlh penggaduh baru 100 KK Terbinanya teknis adm. Gaduhan ternak asset Pemerintah Propinsi Lampung 5. ayam buras dan itik.Kec. Pembin. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga 7. Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan.c ww w om k lic lic .Kab. 8 Kab. Menghasilkan bibit kambing Boer. realistis dan meng- 2.s o ft w a re 3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. PE & Saanen yg berkualitas sebanyak 18 ekor Menghasilkan pejantan unggul untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Mengasilkan bibit sapi bali unggul 7 ekor/tahun Menghasilkan pejantan sapi bali untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Tertib laporan. . Peningkatan kualitas pelayanan di bidang peternakan 1. Pembinaan dan pengawasan pengemb perbibitan ternak pemerintah 4. tertib pengelolaan adm gaduhan ternak Covering pelay.doc/Datin 71 . Pengembangan perbibitan ternak Terwujudnya klpk klpk VBC sapi kambing.

1. peternakan tahun 2006 3. peternak dapat nilai tambah Percontohan pabrik pakan 2 unit Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. jerami padi Terbangunnya 2 unit pabrik pakan ternak di kelpk peternak Harga pakan lebih murah. Pet.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Demplot pabrik pakan ternak SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu Termanfaatkannya limbah tanaman pisang untuk pakan Identifikasi tanaman tebu. Pengumpulan. Peternakan Tersusunnya perenc.s o ft w a re akomodasi aspirasi & peran serta masy 3. mutu sasaran) 6.doc/Datin 72 .pet. realistis dan akomodatif Kegiatan pemb. Pemb. Penyusunan perencanaan pemb.s o ft w a k e r. dapat di laks. agribisnis peternakan 1. Pngemb. Pet tahun 2006 yang akuntabel. dgn baik (tepat waktu.c ww w om k lic lic . Pemb. Monitoring dan Pengendalian E:\KEBIJ TEK-260405. Pengolahan dan publikasi data 2. . Peningkatan kualitas data & perenc. Pembinaan dan pengembangan ternak dengan pola integrasi 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Penyusunan dan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5.

Latihan petugas IB.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 73 . Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. 2.c ww w om k lic lic . Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2006 PROGRAM PRIORITAS 1. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.s o ft w a re 2.Kambing. sapi. Pengembangan perbibitan ternak (Sapi. KCD & PPL 5. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Pengembangan Integ. ayam buras dan itik. Kontes Ternak 6. 4. Kambing.000 dosis dan Kambing 10. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi.000 Exp) Proposal pola integrasi. 8. 2. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Latihan pengolah produk pet. kambing. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Ayam Buras. Neg.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pertanian dan Perikanan.000 dosis 2. Peternak Kampung Tua 7. Pelatihan Teknis Pet. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Pada usaha tani padi 3. k w . entok. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. lada dan singkong. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Program Prioritas. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Pemb. Demplot pola integrasi ternak kamb. Latihan teknis bagi petugas. Dari swasta. . Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. 2. Tersedia leaflet (10.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .pisang.Sakti & Campang Tiga 3. domba. Kelp. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan.s o ft w a k e r.2 dan 3 lomba kelompok. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2006 1. Ternak 1.

Fasilitas pet.Kab. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. 7. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.Boerawa 2. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. 8 Kab 6. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. 66 Kec . Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 4. HMT 1000. Pemberantasan. Prop. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Lokasi 182 Desa . . 4. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Lampung pada : . Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. pengendalian dan penolakan penyakit rabies Produksi bibit ayam cemani.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. 5. Pemberantasan.Kec. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb.s o ft w a re 4. • Pengemb. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Pengemb. & Pemberant. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Kambing perah. Ternak 1.doc/Datin 74 . k w . kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. AI. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend.

telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Di Lamp. 9. perbibitan ternak pemerintah 7.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dikenal terutama oleh pihak investor.s o ft w a k e r. Peternakan Tersusunnya perenc. • Tertib laporan. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. sosialisasi. LS & KBL 3. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Pembinaan. Pembinaan & pengawasan pengemb. Pemb. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 6. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 8. 1. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. peternakan tahun 2007 E:\KEBIJ TEK-260405. (daging. tertib pengel. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. bibit pet. Pengembangan Ternak Perah 1. Peningkatan 4. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 7. merasa aman mengkonsumsi produk pet. . straw dan alat IB 5. Tanggamus 2. Pet tahun 2007 yang akuntabel. 1 Tahun 1977. Meningkat Perda pengganti lebih baik. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Ayam Ras & Kambing) 2. Pengemb.doc/Datin 75 . & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. pencegahan & pemb. Peningkatan kualitas data & perenc. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. realistis dan akomodatif 5. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner 6. Pngembangan agribisnis peternakan 1. Revisi Perda No. Masy. Pet. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengolahan dan publikasi data 2. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet.s o ft w a re 7. Pet.c ww w om k lic lic . k w . penyediaan bidang pet. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Pemb. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Penyusunan perencanaan pemb. Pengumpulan.

Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. . Pengemb.s o ft w a re 3. Ternak kerbau kerbau & aneka 2.doc/Datin 76 . E:\KEBIJ TEK-260405. Monitoring dan Pengendalian 10. Dan 1. k w . mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.pet.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

lada dan singkong. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Peternak Kampung Tua 7. Pengembangan Integ. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Pemb. ayam buras dan itik.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy.2 dan 3 lomba kelompok. entok. Kontes Ternak 6. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan • Demplot pakan seimbang o Kualitas pakan yang diberikan ditingkat E:\KEBIJ TEK-260405. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Tersedia leaflet (10.doc/Datin 77 . Pada usaha tani padi 3. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Pelatihan Teknis Pet. Kambing. Dari swasta. sapi. Program Prioritas. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2007 1.Sakti & Campang Tiga 3. 4.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor 6. Kelp. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. 2. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2007 PROGRAM PRIORITAS 1.pisang. 2. KCD & PPL 5. Demplot pola integrasi ternak kamb.000 dosis dan Kambing 10. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. di kelompok pet.s o ft w a k e r. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Latihan teknis bagi petugas.000 Exp) Proposal pola integrasi. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.000 dosis 3. 2. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi. . pertanian dan Perikanan. Latihan petugas IB. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. k w . Ayam Buras.s o ft w a re 3. kambing. 8. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4.Kambing. Latihan pengolah produk pet. domba. Neg. Ternak 1.c ww w om k lic lic .

9. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.Boerawa 2. k w . Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Produksi bibit ayam cemani. Pengadaan Kambing Betina Induk 5.doc/Datin 78 . Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Lampung pada : .s o ft w a k e r. Pembinaan. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend.c ww w om k lic lic . • Pengemb.s o ft w a re • • • • • • • peternakan setempat Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Demplot peternak sillase pakan local. Pemberantasan. 7. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Kambing perah. Pengemb. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. 8 Kab 8. Prop.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami Demplot pengolahan kepala udang Gerakan penanaman HPT Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal Demplot pembuatan pakan lengkap. AI. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. & Pemberant. (daging.Kab.Kec. Pemberantasan. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. telur susu) E:\KEBIJ TEK-260405. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masy.Lokasi 182 Desa . & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. HMT 1000. . Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Ternak 1. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Fasilitas pet. 66 Kec . 4.

• Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Peternakan perenc. 2008 Pet. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. pencegahan & pemb.s o ft w a k e r. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha.s o ft w a re 6. Peningkatan 1. • Tertib laporan. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. perbibitan ternak pemerintah 1. Tersusunnya perenc. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan pemb.c ww w om k lic lic . 1 Tahun 1977. Ternak kerbau kerbau melalui Inseminasi Buatan kerbau & aneka 4. 2. Revisi Perda No. realistis dan akomodatif 3. Tanggamus 2. E:\KEBIJ TEK-260405. 5. 2. peternakan tahun 2008 yang akuntabel. Di Lamp. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Pngembangan agribisnis peternakan 1. mutu sasaran) 10. Pemb. sosialisasi.doc/Datin 79 . dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. Pengumpulan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. bibit pet. 7. Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data kualitas data & data pemb. Ayam Ras & Kamb) Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan Pengemb. Pengembangan aneka ternak IPKU di Berkembangnya aneka ternak di IPKU ternak Negeri Sakti di Negeri Sakti. 9. tertib pengel.pet. . Peningkatan 1. Pengembangan Ternak Perah Pembinaan & pengawasan pengemb. Pet th. Penyusunan perencanaan pemb. penyediaan bidang pet. LS & KBL 3. Pelayanan. Menurunnya kasus penularan peny. Pembinaan dan introduksi IB pada Meningkatnya produktivitas ternak Pembin. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengemb. Pet. k w . Pemb.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • 3. straw dan alat IB 2. Dan 3. Dikenal terutama oleh pihak investor. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Meningkat • Perda pengganti lebih baik.

000 Exp) Proposal pola integrasi. 4. domba. Pelatihan Teknis Pet. Demplot pola integrasi ternak kamb. Kelp. Pengembangan perbibitan ternak 2. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. pertanian dan Perikanan. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. 8. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5.pisang. Latihan teknis bagi petugas. entok.Kambing. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. 2. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan Integ. Latihan petugas IB.s o ft w a k e r. (Sapi.000 dosis dan Kambing 10. Pada usaha tani padi 3.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. ayam buras dan itik. Peternak Kampung Tua 7. lada dan singkong. Ayam Buras.2 dan 3 lomba kelompok. Neg. 2. sapi. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. kambing. KCD & PPL 5. Program Prioritas.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. . k w . Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan.000 dosis 3. Kambing.c ww w om k lic lic . 2. Dari swasta. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Latihan pengolah produk pet. Tersedia leaflet (10. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2008 1. Ternak 1. Kontes Ternak 6.Sakti & Campang Tiga 3. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2008 PROGRAM PRIORITAS 1.s o ft w a re 4.doc/Datin 80 . Pemb.

5. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th 12. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. . Pembinaan & peningk. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul 1. kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. 4. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. Fasilitas pet. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. 8 Kab Produksi bibit ayam cemani. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend.s o ft w a re 10.Kec. Pemberantasan. 11. AI.Kab.doc/Datin 81 . 3. Lampung pada : . Kamb. k w . & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Kambing perah. 66 Kec . • Pengemb. Ternak 1. Prop. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap.Lokasi 182 Desa .Boerawa 2.c ww w om k lic lic . & Pemberant. 13. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Pengadaan bibit kambing Boer Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti Pengadaan KambingBetina Induk Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Pemberantasan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. Pengemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. pengendalian dan penolakan penyakit rabies o Terbangunnya system pengend. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

4. Pembinaan, Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner

Masy. merasa aman mengkonsumsi produk pet. (daging, telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Di Lamp. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan, tertib pengel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1,39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu •

6. Pngembangan agribisnis peternakan

1. Pengemb. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi, Ayam Ras & Kamb) 2. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

5. Pembinaan & pengawasan pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pengembangan Ternak Perah 1. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Tanggamus 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. LS & KBL 3. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 8. Peningkatan 1. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman, sosialisasi, penyediaan bidang pet. straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan

5. Revisi Perda No. 1 Tahun 1977.

9. Peningkatan kualitas data & perenc. Pemb. Pet.

Pelayanan, pencegahan & pemb. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. 1. Pengumpulan, Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data data pemb. Peternakan 2. Penyusunan perencanaan pemb. Tersusunnya perenc. Pemb. Pet tahun peternakan tahun 2009 2009 yang akuntabel, realistis dan akomodatif

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

82

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

3. Monitoring dan Pengendalian 10. Pengemb. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti

Kegiatan pemb.pet. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu, mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

83

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Program Prioritas, Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2009
PROGRAM PRIORITAS
1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan

PROGRAM AKSI TAHUN 2009
1. Lomba Kelompok Peternak

INDIKATOR KINERJA
oTerpilihnya juara 1,2 dan 3 lomba kelompok, yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bid. pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Dari swasta. Tersedia leaflet (10.000 Exp) Proposal pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu, sapi- pisang, sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.

2. Latihan petugas IB, Neg.Sakti & Campang Tiga 3. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pelatihan Teknis Pet. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6. Pemb. Kelp. Peternak Kampung Tua 7. Latihan pengolah produk pet. 8. Latihan teknis bagi petugas. 2. Pengembangan Integ. Ternak 1. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan, pertanian dan Perikanan.

2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi, lada dan singkong. 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Demplot pola integrasi ternak kamb. Pada usaha tani padi 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi, Kambing, Ayam Buras, Itik)

• • •

Terwujudnya klpk klpk VBC sapi, kambing, ayam buras dan itik, entok, domba, kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan, di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 dosis dan Kambing 10.000 dosis

3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi,Kambing,Kerbau) di IPMB • • •

Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

84

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Terealisasinya : 6. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Prop. Lampung pada : - Lokasi 182 Desa - Kec. 66 Kec - Kab. 8 Kab 7. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti Produksi bibit ayam cemani, kate dan • Pemb. Fasilitas pet. Ayam di IPKU pelung Negeri Sakti Terjaringnya kambing pejantan • Penyebaran & Penjaringan Kambing boerawa yang berkualitas Boerawa. Produksi susu kambing 500 lt/th • Pengemb. Kambing perah. 8. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. Pengemb. Ternak 1. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Boerawa 2. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit rabies

Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek

v Tersedianya bibit unggul kamb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul

o Terbangunnya system pengend. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. AI. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

85

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

Pet.c ww w om k lic lic . Meningkat Perda pengganti lebih baik. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengolahan dan publikasi data 2.doc/Datin 86 . straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas data & perenc. Pembinaan & pengawasan pengemb. Pengumpulan. Pet. Tanggamus 2. Pet tahun 2010 yang akuntabel. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. k w . penyediaan bidang pet. Di Lamp. Pengemb.s o ft w a k e r. pencegahan & pemb. Pemb. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Pengemb. peternakan tahun 2010 E:\KEBIJ TEK-260405. tertib pengel. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing 6. (daging. 1 Tahun 1977. 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dikenal terutama oleh pihak investor. perbibitan ternak pemerintah 7. Pemb. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 4. Penyusunan perencanaan pemb. Ayam Ras & Kamb) 2. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Revisi Perda No. sosialisasi. 8. Pngembangan agribisnis peternakan 1. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4.s o ft w a re 7. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. 5. realistis dan akomodatif 3. 9. merasa aman mengkonsumsi produk pet. . Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Peningkatan 1. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Masy. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. bibit pet.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. LS & KBL 3. Peternakan Tersusunnya perenc. • Tertib laporan. Pengembangan Ternak Perah 1. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb.

s o ft w a k e r. Pengemb.doc/Datin 87 .c ww w om k lic lic . dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. Pembinaan dan intorduksi IB pada Pembin.pet. Dan 1. Monitoring dan Pengendalian 10. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re 3. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->