PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ………………………………………………………… Landasan Hukum .. …………………………………………………….. Maksud dan Tujuan …..………………………………………………… Sistimatika ….…………………………………………………………… 3 4 4 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 14 23 26 28 29 31 32 34 36 37

II.

POTENSI WILAYAH A. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan ………………………. B. Potensi Sumberdaya Alam ……………………………………………… C. Potensi Bidang Ekonomi ……………………………………………….. D. Potensi Sarana dan Prasarana ………………………………………….. E. PotensiTernak ………………………………………………………….. KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. Konsumsi Hasil Ternak …………………………………………………. B. Produksi Ternak dan Olahannya ……………………………………….. C. Populasi Ternak …………………………………………………………. D. Investasi, Lapangan Kerja dan Pergadangan Ternak …………………… E. PDRB Peternakan ……………………………………………………….. F. Bidang Teknis …………………………………………………………... MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Masalah …………………………………………………………………. B. Tantangan Yang Akan Dihadapi Kedepan ……………………………… SASARAN UMUM A. Metode Prediksi ………………………………………………………… B. Sasaran Jangka Pendek (2005 – 2009) …………………………………. C. Sasaran Jangka Menegah (2010 – 2014) ……………………………….. D. Sasaran Jangka Panjang (2015 – 2024) ………………………………… E. Sasaran Tahun 2004 ……………………………………………………. KEBIJAKAN TEKNIS & PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005-2024 A. Kebijakan Umum ……………………………………………………….. B. Kebijakan Operasional …………………………………………………..

III

IV

V

VI

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

1

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

VII

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2005 – 2009 A Issu Pokok pembangunan peternakan ………………………………….. B Visi, Misi, Tujuan dan sasaran …………………………………………. C Analisis Lingkungan Styrategis ………………………………………… D Strategi dan Program Prioritas ………………………………………….. E Matriks Program Prioritas, Program Aksi dan Indikator Kinerja ……….

52 58 59 64 70

VIII LAMPIRAN - LAMPIRAN

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

2

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Propinsi Lampung memiliki luas wilayah 3,3 juta ha, secara administrative terbagi dalam 10 wilayah Kabupaten / Kota, 162 Kecamatan, 2010 Desa dan 165 kelurahan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 mencapai 6,85 juta jiwa, atau merupakan Propinsi terpadat di luar Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan penduduk Lampung pada kurun waktu 1980-1990 cukup tinggi yaitu 2,67%, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Nasional yang hanya 1,97%. Letak geografis Propinsi Lampung sangat strategis, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Pulau Jawa, yang sampai saat ini masih merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, budaya dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Secara topografis Lampung dibagi menjadi 5 (lima) wilayah, yaitu : 1) Daerah tofografi berbukit sampai bergunung, yang meliputi daerah Bukit Barisan, Gunung Pesawaran, Gunung Rajabasa, Bukit Pugung, Bukit Pesagi dan Sekincau 2) Daerah berombak sampai bergelombang, dicirikan dengan vegetasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, lada dan tanaman pertanian perladangan 3) Dataran alluvial, daerah ini sangat luas meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur, ketinggian nya antara 25 – 74 m dpl, dengan kemiringan 0 – 3 % 4) Dataran rawa pasang surut, berada di sepanjang pantai timur dengan ketinggian ½ - 1 meter. 5) “river basin”, yang terdiri dari Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara Disamping itu secara umum Lampung beriklim tropis-humid dengan angin laut lembah yang bertiup dari Samudra Indonesia, yaitu November – Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut, sedangkan Juli – Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kelembaban udara di Lampung rata rata berkisar antara 80 – 88% dan ternyata kelembaban udara akan lebih tinggi pada tempat yang tinggi. Dengan potensi wilayah yang sangat mendukung untuk Pembangunan Peternakan, sampai dengan saat ini Lampung dikenal sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional. Pada tahun 2003 saja Lampung mengeluarkan sapi potong dan kerbau sebanyak 150.382 ekor, kambing dan domba 139.782 ekor , dan babi 26.068 ekor, dengan nilai ± Rp 885,82 milyar. Disamping itu juga Lampung dikenal sebagai barometer industri penggemukan sapi potong, sumber bibit sapi potong dan kambing, dan pusat pengembangan kambing boer. Akan tetapi hal yang terpenting dan yang perlu disadari oleh semua pihak, adalah :

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

3

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

1) Bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya pakan untuk ternak ruminansia sangat melimpah. Dari potensi 1,41 juta satuan ternak baru termanfaatkan 33,20%. Demikian juga dengan potensi bahan baku pakan konsentrat seperti jagung dan limbah agro industri 2) Bahwa Lampung memiliki letak geografis yang sangat strategis, sehingga mempunyai keunggulan komperatif terhadap pasar raksasa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dibandingkan dengan Propinsi lain. 3) Bahwa pembangunan peternakan masih bertumpu pada peternakan rakyat yang didukung dengan sumber pembiayaan pemerintah, potensi investasi terbesar dari sector swasta masih perlu digali lebih intensif lagi Oleh sebab itu untuk membangun peternakan di Lampung diperlukan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, sesuai dengan potensi yang ada, aspiratif, akomodatif, serta memperhatikan kendala, tantangan dan peluang yang terus berkembang. B. Landasan Hukum Penyusunan Kebijakan Teknis dan Perencanaan Pembangunan Peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, lebih merupakan landasan berfikir logik. Hal ini diawali dengan pemikiran bahwa pembangunan peternakan harus berkelanjutan, memiliki target dan sasaran yang jelas, harus mampu mengejar ketertinggalan atau adanya percepatan, mampu menjawab kendala tantangan dan perubahan yang terus bergulir, serta dengan pertimbangan bahwa apa yang dikerjakan saat ini akan tercermin dan berpengaruh pada pembangunan peternakan dimasa datang. Sedangkan landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan teknis ini yang merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan Peternakan berkelanjutan, adalah Undang – undang No. 32/2004, PP Nomor : 108 Tahun 2000. Renstra Propinsi Lampung, Renstra Departemen Pertanian dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud penyusunan Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan ini adalah menyusun rancangan kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, menengah dan pendek, yang memuat beberapa bahasan utama antara lain keragaan pembangunan peternakan yang telah dicapai, masalah atau tantangan yang dihadapi, memuat sasaran kuantitatif jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, menetapkan metoda atau pendekatan teknis

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

4

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

k w . . Bab VI Kebijakan Umum dan Kebijakan Operasional.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re yang akan dilaksanakan. Sistematika Sistematika penyajian dokumen kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. 2.s o ft w a k e r. Bab IV Masalah dan Tantangan yang akan dihadapi kedepan.2009 serta Lampiran Lampiran yang memuat dinamika populasi. swasta serta masyarakat peternakan pada umumnya. menengah dan jangka pendek ini terbagi dalam tujuh bab yang masing masing merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. D. Bab II Potensi Wilayah. E:\KEBIJ TEK-260405. bab III Keragaan yang telah Dicapai. Bab V Sasaran yang akan Dicapai.doc/Datin 5 .c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . produksi dan konsumsi hasil ternak serta hal hal yang mendukung atau sebagai penjelasan daripada tulisan ini. menengah dan jangka pendek serta renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan umum pelaksanaan kegiatan pembangunan peternakan di Propinsi Lampung dan akan menjadi acuan bagi Kabupaten Kota. Tujuan Tujuan disusunnya Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. serta pada bab tersendiri menyusun Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Adapun rincian isi dokumen ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. Bab VII Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2005 .

412 jiwa (15. dimana 220. Lampung Selatan 20.59% (974.66%).doc/Datin 6 .179 jiwa (11.18%). .417 jiwa (1.01%). Tulang Bawang dan Way Kanan 26.089 KK (20. yang tersebar di Lampung barat 382.43%) diantaranya adalah rumah tangga peternakan.505 jiwa (17. Lampung Timur 885.08 juta KK.565 KK) adalah rumah tangga pertanian.55 %).33% dan Kota Bandar Lampung 1. yang tersebar di Lampung Tengah. Tulang Bawang 723. sektor industri 10% dan sektor jasa 24%. Hal lain yang merupakan potensi sumberdaya manusia di Provinsi Lampung yang dapat mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tenaga penyuluh pertanian (1. menurun drastis jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode 1980-1990 (2.059 jiwa (8.09%. maka jumlah rumah tangga pertanian diperkirakan mencapai 1. jumlah rumah tangga di Lampung sebanyak 1.275 org). Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Jumlah penduduk Lampung pada tahun 2003 mencapai 6.46%. Petugas pengawas mutu bibit (3 org) Disamping itu kelembagaan pendidikan di Lampung yang memproduksi tenaga ahli dan madya dibidang peternakan antara lain Jurusan Peternakan dan D3 Kesehatan Hewan Universitas Lampung dan D3 peternakan Politeknik . Jika angka ini dianalogkan pada kondisi tahun 2003. Lampung Tengah 1.37 %) dan Kota Metro 122.706 jiwa (5.998 jiwa.768 KK diantaranya adalah rumah tangga peternakan. Way Kanan 359.92%).25%.58%). Petugas pengawas mutu pakan (25 org). dimana 199. Lampung Utara.342. penduduk Lampung selama tahun 1990 – 2000 rata rata tumbuh sebesar 1.79%).080 jiwa (12. E:\KEBIJ TEK-260405.69%). Kepala Cabang Dinas Peternakan Kecamatan (155 org). sedangkan antara tahun 2000 dan 2001 penyerapan tenaga kerja sektor pertanian justru meningkat sebesar 1.073. Lampung Barat 2. Lampung Timur dan Metro sebanyak 49. dari jumlah tersebut 72.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .67%) dan tahun 19711980 (5.096 jiwa (10.177.24%). Tenaga Asisten Teknis Reproduksi (ATR) (14 org). Tenaga Pemeriksa Kebuntingan (PKB) (22 org). Renstra Provinsi Lampung tahun 2005-2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2003 struktur tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 66%. Jika dilihat dari pertumbuhannya.85%.284 jiwa (5.02%.59%. Lampung Utara 549. Kota Bandar Lampung 779.48%.77%). Ini menunjukan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 1993 peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja menurun cukup signifikan yaitu ± 6. Jumlah aparat Dinas Peternakan / yang membidangi peternakan (253 org). k w .578 KK.Tenaga inseminator (180 org).c ww w om k lic lic . Lampung Selatan 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Tenaga Dokter Hewan (92 org). Tanggamus 801. Dengan trend seperti ini diperkirakan pertumbuhan penduduk Lampung periode 2005-2024 juga akan terjadi penurunan. Tenaga Sarjana Peternakan (382 org).s o ft w a k e r.260 jiwa (11.852.s o ft w a re BAB II POTENSI WILAYAH A. Berdasarkan sensus pertanian tahun 1993.

kambing.844 ha (1.62%). sawah 238. perkebunan dan perkebunan campuran serta alang alang seluas ± 1. daun ubi jalar. assosiasi bisnis peternakan (5 ass). lahan yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mendukung pengembangan peternakan adalah sebagian lahan perkampungan. rawa dan danau 15. Dari rincian di atas.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.47%).3 juta ha.s o ft w a re Sementara kelembagaan yang telah ada dan mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di propinsi Lampung antara lain kelompok peternak (874 kelompok). memegang peranan utama untuk membangun peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. tebu. Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang sangat besar terutama yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. kacang kacangan.979 ha (26. Sementara saat ini baru mencapai 468. Potensi Sumberdaya Alam Luas wilayah Propinsi Lampung ± seluas 3. antara lain wilayah yang memiliki ketinggian diatas 700 m dpl seperti Kecamatan Talang Padang.180 Unit ternak.41 juta unit ternak. ditambah dengan sumberdaya manusia yang terampil.51%). atau masih terdapat peluang pengembangan sebanyak 66. BPPV.550 ekor sapi/kerbau.93%).591 ha (0. Karantina. limbah kelapa sawit. demikian juga dengan daun singkong.s o ft w a k e r.03%) dan penggunaan lain seluas 49. maka akan menghasilkan peternakan selain tangguh dan berkelanjutan juga akan mampu bersaing dengan produk peternakan dari wilayah atau negeri lain. sapi perah.32%). antara lain jerami padi dan jagung yang tersedia sepanjang tahun mampu menampung 49. Lampung mampu menampung ternak ruminansia besar dan kecil sebanyak 1. kelembagaan keuangan (8 lembaga) serta himpunan mahasiswa peternakan (1 himp). perkebunan 703. Secara tofografis.860 ha (20. asosiasi kemitraan peternakan ayam ras dan sapi potong (2 ass).866 ha (9.523 ha (1.96 juta ha atau 59.40 % dari total luas wilayah Lampung Lahan sebagai basis ekologi budidaya ternak dan penghasil bahan baku pakan. Lampung Tengah dan Lampung Timur memiliki E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic . secara agroklimat sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi perah.51%) (Lampung Dalam Angka.doc/Datin 7 .41%). k w . Dinas Peternakan/yang membidangi peternakan (11 dinas). lahan sawah. yang terdiri dari perkampungan 248. kebun campuran 327. hutan 871. dan domba. daerah rawa rawa seperti wilayah Rawasragi. berbudiluhur dan mampu memanfaatkan teknologi serta cerdas menangkap peluang pasar.169 ha (2. B. 2002).80 % ternak ruminansia besar dan kecil antara lain sapi potong. Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dan sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Barat. Demikian juga wilayah wilayah dengan vegetasi monokultur padi. Ambarawa dan sebagian besar wilayah Pantai Timur Kabupaten Tulang Bawang. organisasi profesi (8 Staf). Lampung juga memiliki wilayah yang secara spesifik sangat cocok untuk pengembangan ternak tertentu.47%). nanas. tegalan dan ladang.604 ha (8. alang alang 90.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . koperasi peternakan (50 unit).109 ha (7. kakao serta limbah agroindustri lainnya. Sehingga berdasarkan perhitungan ketersediaan pakan. . tegalan dan ladang 675.73%). kerbau. tambak 33.945 ha (21. BPTP.

63 %. Potensi Bidang Ekonomi Pada tahun 2001 perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 5.237 ekor babi 26. nenas. kehutanan 0. ketiga komoditi tersebut merupakan bahan baku utama konsenrat. Pada tahun 2003 jumlah ternak sapi yang dijual keluar Propinsi sebanyak 149. sedangkan komoditi ayam E:\KEBIJ TEK-260405. demikian juga dengan ubi kayu setiap tahunnya mencapai 3. walaupun sebenarnya sapi potong dapat dikembangkan pada wilayah yang memiliki bahan baku pakan hijauan atau serat.885. k w .86 %. dedak halus 290.000 ton.15%.81 %.068 ekor .88 % dari seluruh wilayah Lampung. Disamping itu juga Lampung merupakan daerah penghasil jagung dan ubi kayu yang cukup besar.4 juta ekor atau equivalen dengan ± Rp. meningkat 7. yaitu sektor pertanian. sektor perdagangan/hotel/restoran dan sektor industri pengolahan. Perekonomian Lampung didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi. Selama kurun waktu 1999-2003 PDRB sektor pertanian Propinsi Lampung atas dasar harga berlaku.doc/Datin 8 .s o ft w a k e r. Subsektor Peternakan selain menjadi andalan pendapatan dari 220 ribu keluarga peternak.54 %.73 % Jika dilihat sebarannya pada masing masing lapangan usaha (sektor). Indikator ini menunjukan mulai pulihnya kondisi perekonomian Lampung secara keseluruhan pasca krisis ekonomi tahun 1997. seperti daerah monokultur padi. 1. C. tanaman perkebunan 21. Sementara daerah lahan kering dengan luas 89.70 % peternakan dan hasil hasilnya 15.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. bahkan didaerah perkebunan tebu.821.86 %. menjadi andalan utama untuk pengembangan sapi potong. kerbau 1. Dari sekian banyak usaha pada sub sektor peternakan. juga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah. jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 3. Pemulihan perekonomian di Lampung ini terutama ditunjang oleh kenyataan bahwa hampir semua sektor telah mengalami pertumbuhan positif. mengalami peningkatan sebesar 3.43 milyar.355 ekor. domba 4.545 ekor. 1.90 Triliun pada tahun 2003. .5 juta ton. Setiap tahun Propinsi Lampung antara lain menghasilkan jagung tidak kurang dari 1 juta ton. kambing 135. dan ayam 8.32 % yaitu dari Rp. sedangkan dilihat kontribusinya terhadap sektor pertanian meningkat sebesar 7.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . maka pada tahun 2003 PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku terbentuk dari tanaman pangan sebesar 47.84% jika dibandingka dengan nilai tahun 2002 yaitu sebesar Rp. Lampung memiliki komoditi unggulan yaitu sapi potong.c ww w om k lic lic .77 % dan perikanan 13.027 ekor. Khusus PDRB bidang peternakan pada tahun 2003 meningkat sebesar 11.23 Triliun pada tahun 1999 menjadi Rp. hal ini terlihat dari kontribusi masing masing sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB Propinsi Lampung. kambing dan ayam ras. perkebunan kelapa sawit.63 % sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 2.82 milyar.s o ft w a re potensi yang besar untuk pengembangan ternak itik.

718.012 178 726.313 15.624 89.350 112 52.83 1.648.021 103 49.924 2001 373.705.521.007.076 123.s o ft w a k e r.723 23.095 182 761. listrik dan saluran telepon yang juga cukup memadai.456 66.163.240 20.179 423.970 1. Rumah Potong Hewan.44 10.705 429.131 22.c ww w om k lic lic .017 22.21 3.doc/Datin 9 . Banten dan Jawa Barat menyebabkan komoditi peternakan terutama sapi potong.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . tidak mengalami hambatan dalam pemasaran produknya.848 224 742.640. Ini semua akan mendukung berkembangnya investasi dan usaha dibidang peternakan.784 425. kambing. Populasi ternak selama lima tahun terakhir di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : Tabel 1. Letak geografis yang sangat strategis yaitu dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.740 19. Pabrik Pakan.28 2.178. Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner.22 10. k w . karantina hewan.109. Propinsi Lampung selama ini juga telah mengekspor pakan ternak berupa kulit nenas ke Jepang dan pakan ternak ke Australia D.800 2003 387. Pos Kesehatan Hewan.051.05 4.988 176 725. kerbau.866 2002 381. kecuali ayam ras karena telah mengalami persaingan antar propinsi yang cukup ketat.741 22.08 juta keluarga.220 45. Dari populasi yang ada tersebut ternak dikembangbiakan dan dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi local. Pos Inseminasi Buatan.723 94. ekspor dan untuk kebutuhan bibit.920 1.188 22.601.938 83.934 105 50.409.138 15. Potensi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung pembangunan peternakan di Lampung sudah cukup baik.205 24. Demikian juga dengan assesibilitas wilayah Lampung cukup baik.381 2000 372.81 4.534 110 50. Potensi Ternak Populasi ternak yang telah ada merupakan potensi dasar bagi pengembangan peternakan di Lampung.07 0.02 6. Instalasi Produksi Mani Beku.409 47. konsumsi propinsi lain.928 635. Populasi Ternak di propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 JENIS TERNAK Sapi potong Sapi perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Ayam buras Itik Puyuh 1999 372.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.350 48.159 R (%) 1.780.030 12.351 196 810.001 86 49.140.48 4.522. Bandara Raden Intan.300 2. domba.s o ft w a re kampung termasuk komoditi yang strategis karena dimiliki oleh hampir seluruh keluarga pertanian yang berjumlah 1.560 15.490 59. antara lain Pelabuhan Internasional Panjang. babi dan ayam kampung. Disisi lain potensi ekspor ternak kambing ke daerah Timur Tengah cukup besar.716 1.000 515. .063 80.7 E:\KEBIJ TEK-260405.29 71.000 2.600 84.927 40.600 15. E.

51 3.48 3. Uraian Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewan (gr/kap/hr) 1999 6. 3 berikut.1 4.95 4.45 3. PRODUKSI TERNAK DAN OLAHANNYA Dengan makin meningkatnya permintaan akan hasil ternak baik untuk Propinsi Lampung maupun luar Propinsi Lampung maka perlu adanya upaya-upaya untuk memacu peningkatan produksi ternak. peningkatan pendapatan masyarakat serta bentuk – bentuk kegiatan yang mampu mendorong aspirasi dan pengertian masyarakat tentang begitu pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak yaitu daging. 2 berikut : Tabel 2 : Konsumsi Hasil Ternak di Propinsi Lampung Tahun 1999-2003 No 1.87 2001 6.81 % untuk konsumsi daging. 3.64 4. KONSUMSI HASIL TERNAK Konsumsi komoditi peternakan yaitu daging.c ww w om k lic lic .90 4.42 3. 94.48 3.s o ft w a k e r. 2003 baru mencapai 68.20 4. Pada th.99 2002 6.68 % konsumsi telur.1 6.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan 68.83 2000 6.93 % konsumsi susu.13 Standar WKPG *) 10. B. Produksi hasil peternakan dari tahun 1999 – 2003 terlihat pada tabel. peningkatan daya beli masyarakat serta makin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi. Dengan demikian pencapaian konsumsi hasil peternakan masih perlu ditingkatkan baik melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak. .19 4.7 6. 4.doc/Datin 10 . E:\KEBIJ TEK-260405.55 3. Konsumsi hasil ternak Propinsi Lampung tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel. k w . 63.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .69 3. konsumsi yang telah dicapai oleh Propinsi Lampung masih belum memenuhi standar. Bila dibandingkan dengan standar berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.83 % untuk konsumsi Protein Hewani. telur dan susu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan bertambahnya penduduk.63 3.13 2003 6.s o ft w a re BAB III KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. 2.71 4. telur dan susu.84 4.0 *) Hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.

199 41.077 2001 121. yaitu masing-masing 16.979 6.623 26.22% kecuali domba yang mencapai 10.02 4.42 4.520 126.940.79 868.doc/Datin 11 . 5. 2. POPULASI TERNAK Perkembangan populasi ternak selama 5 tahun terakhir dapat dilihat terlihat pada tabel 1 diatas.01 39.237 26.00 % untuk telur. 1999 – 2003 (ekor) No 1.02 sampai 2.965 128. 6.83 4.97 951. kerbau dan kambing) pertumbuhannya 1. Hal ini sisebabkan terjadinya wabah Flu Burung yang dimulai pada awal Agustus 2003 di beberapa Propinsi di Indonesia termasuk Propinsi Lampung.95%.32 % untuk daging.378.87 2002 45.11 74.759.122.948 24. 3.78 189. .944.068 8.574 2003 149. sapi potong meningkat menjadi 13.% dari produksi untuk konsumsi lokal.291 1. 28.436.979.208.22 % untuk kulit dan 0.50 Ton.32 78. 19.98 77.826 2000 154.545 4.07 % dan unggas selama kurun waktu 4 (Empat) tahun meningkat menjadi 136.736.091 34.61 36.67 37. dimana dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan ternak unggas kecuali itik pada tahun 2002 – 2003 baik Ayam Buras.248 Dari tabel tersebut diatas dapat disampaikan bahwa masing – masing selama kurun waktu 5 tahun. sehingga terjadi kematian ternak unggas yang mengakibatkan turunnya populasi.47 37.98%.38 %.445 5. pada tahun 2003 produksi daging yang keluar Lampung setara dengan 33.790 2.98 Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa produk ternak dari tahun 1999 – 2003 terjadi peningkatan yaitu masing-masing 1. 2.50 776.412.58.c ww w om k lic lic .400 5. 1. Adapun produksi ternak dari Propinsi Lampung yang untuk memenuhi kebutuhan Propinsi lain adalah sebagai berikut : Tabel 4 : Produksi Ternak dari Lampung untuk memenuhi Kebutuhan Propinsi lain pada Th.879.080.% untuk susu. Kambing 7.252 2. 4. Adapun untuk ternak potong (Sapi.966.40 879. Babi 2.07%. Komoditi Daging Telur Susu Kulit Basah Pupuk/Kotoran Ternak 1999 44. 5.085. E:\KEBIJ TEK-260405.355 135.67 %.90 5. C.67% dan 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.591 2.74 2001 44.494 640. Produksi daging Propinsi Lampung berupa ternak potong yang keluar Propinsi cukup besar. atau 70.21 893. 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .356 141.s o ft w a re Tabel 3 : Produksi Hasil Ternak Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 (dalam ton) No.12 2000 43.91 2003 47.64 % untuk pupuk/kotoran ternak. Kerbau -15.76 33.027 1.59 %.261 6. 3.21 %. Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Domba Babi Unggas 1999 89. k w .407.669 101.180. Ayam Ras Petelur dan Ayam Ras Pedaging mengalami penurunan. 5.903.11 4. 4.857.s o ft w a k e r.149 2002 144.013 56.40 69.769.

lapangan kerja dan perdagangan ternak adalah sebagai berikut : Tabel 5 : Investasi.141 50.30% yang disebabkan adanya serangan penyakit Hog Kholera pada Babi. 2.169.90 Trilyun.143 46.TernakPot yang masuk .10 21.43 402.53 321. Juta 21.357.82 Trilyun dan pada tahun 2003 sebesar Rp.54 %.129 1.63 386. Pencapaian sasaran investasi.000 2002 6. Juta Rp. Demikian juga dengan besarnya nilai pendapatan yang berasal dari subsektor peternakan yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan peternakan dan besarnya kontribusi PDRB peternakan yaitu berdasarkan hitungan harga berlaku pada tahun 2001 mencapai nilai Rp. Juta Rp.600 821.856.480 51.656 707.14 18.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . tahun 2002 mencapai nilai Rp.802.220. Jika dilihat dari indikator tersebut Propinsi Lampung mempunyai potensi yang cukup besar.000 STP STP Orang Rp.44 22.74 15. .82 407.2003 No I.950 1. E.180 1. Juta 2001 2.169.74 3. Lapangan Kerja dan Perdagangan Ternak di Propinsi Lampung Tahun 2001 .99 418.Perusahaan Peternakan Nilai Perdagangan Ternak .52 Trilyun.000 2003 9.02 19.c ww w om k lic lic . a.s o ft w a k e r.Ternak Pot yang keluar . Pencapaian PDRB sub sektor peternakan atas dasar harga konstan dan berlaku dari Tahun 1999-2002 dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 12 . 1.460 885. 1.Selisih Satuan Rp.s o ft w a re Sedangkan pada Tahun 2001–2002 pada Ternak Babi terjadi penurunan populasi sebesar 14. D. b. Uraian INVESTASI: Pemerintah (Dana Pembangunan) Investasi Swasta Lapangan Kerja . INVESTASI. Dengan demikian PDRB yang berasal dari sub sektor peternakan akan menjadi indikator sampai berapa besar peranan sub sektor peternakan mewarnai pembangunan daerah.08 478. Juta Rp. LAPANGAN KERJA DAN PERDAGANGAN TERNAK Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pembangunan peternakan adalah besarnya investasi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 1. k w . Dengan melihat tabel tersebut diatas maka investasi di bidang peternakan selama 3 tahun terakhir meningkat menjadi 65. PDRB PETERNAKAN Data PDRB suatu daerah mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat produk bruto yang di hasilkan oleh seluruh faktor produksi. penyerapan dan penciptaan lapangan kerja serta perdagangan ternak antar Propinsi. besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah pada kurun waktu tertentu.Peternakan Rakyat * Sapi potong * Unggas . diantaranya karena mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang masih cukup luas.

216.59 453.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Lampung Th.24 32.59 -4.s o ft w a k e r.93 65.933 23. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.738.57 .329.613. .142.32 7.18 21.92 490.59 11.821.099.618 0. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.962.06 1.77 1.620.479 Tabel 7: Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung Atas Dasar Harga Konstan Propinsi Lampung Tahun 1999-2003.42 1.923 11.589 27.929 17.39 22.104 2001 1.723 10.344 10.954 2000 1.00 759.355 12.688 1.262 47.506 16.805 R.56 501.54 26.478 21.708.895. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 4. E:\KEBIJ TEK-260405.86 2.77 1.98 2.65 295.40 72.77 1.0.185 41.75 2.991.566.96 .362 26.398.716 18.234.911 18.581 30.453 44.312 035 1.125.76 . k w .302.587 2003 1.662.87 36.doc/Datin 13 .478 42.29 2.73 773.103.97 1.284 0.372.897 47.65 1.407.48 -7.77 2001 5.798 47.86 11.47 2.49 325.35 2.70 1. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.79 5.623.02 2.584.4.92 1.16 26. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.s o ft w a re Tabel 6 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung atas dasar Harga berlaku Prop.93 3.82 11.179 28.989 14.672.694 27.53 1.776 R.749 21. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 1.156.28 2.809 0.185 27.264 44.115 13.41 10.039 0.35 12.1.703.71 744.795 17.958 12.95 2.142.369.01 299.659 12.102 25.94 .85 295.645 0.416 2003 5.(%) 5.937 11.90 739.04 22.329.c ww w om k lic lic .841 42.30 1.100.03 3.324 14.73 Dari tabel tersebut dapat diartikan bahwa peranan sub sektor peternakan terhadap pertanian meningkat terus dari Tahun 1999-2002.37 1.99 17.0.875.513 1.219 46.515.911.16 43.79 2000 4.60 1. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.022 0.524 17.63 10.18 471.911 2002 1. (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Tanaman Pangan PDRB (Rp.482 11.55 2.887 15.720.298 10.352 2002 5.68 2.04 27.12 301.637 42.249 13.49 488.937 0.10 721.602. 1999 – 2003 (Juta Rupiah) Subsektor Tanaman Pengan PDRB (Rp.603 13. (%) 4.81 92.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.

atau sebaliknya penyakit dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. k w . Pelabuhan Bakauheni.573 ek 161 ek 30 ek 1 ek 55. Bandar Udara Branti. antara lain (1) pengamanan sumberdaya alam.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.595 ek 639. Data Pengeluaran Ternak.719 ek 59.822 ek 1.500 ek 30. BAH.141 kg 625.422 kg 37. serta beberapa pelabuhan yang sewaktu waktu dipergunakan yaitu antara lain Pelabuhan Sukaraja. Simpang Pematang Kab Tulang Bawang. HBAH melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 *) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Sapi lokal Sapi eks impor Sapi bali bibit Kerbau Kuda Kambing Babi DOC Ayam Buras Ayam ras broiler Itik JUMLAH 1. Kota Agung.s o ft w a k e r. dilakukan tindakan pengamanan ternak secara preventif dalam bentuk pembinaan kesehatan hewan secara utuh. Sebagai upaya perlindungan terhadap ternak dan gangguan penyakit. dan (5) pengamanan sarana produksi peternakan. Blambangan Umpu Kab Way Kanan. Labuhan Maringgai. Srengsem. menjadikan Lampung sebagai daerah penyangga bagi Provinsi lain di sumatera terhadap penyebaran penyakit yang berasal dari Pulau Jawa.600 kg 245 kg 100 kg 1 ek 8 ek 1 ek 100 ek 40 ek *) hanya yang lewat / melapor melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang/tarahan Sedangkan data pemasukan ternak. antara lain Pelabuhan Panjang. Sebagaimana diketahui bahwa pintu keluar-masuk ternak / hewan / bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal hewan (HBAH) di Lampung ada di beberapa titik.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Dalam rangka pengendalian penyakit hewan yang diakibatkan oleh lalu lintas hewan/ternak/BAH/HBAH (Hasil Bahan Asal Hewan).831 ek 500 ek NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 URAIAN Daging aym (beku) Daging ayam (ekspor Jepang) Telur Jeroan Kulit Burung Siamang Anjing Kalong Kera JUMLAH 49. HBAH ke Provinsi Lampung atau untuk Provinsi lain yang melalui karantina hewan adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Lampung yang letak geografisnya berbatasan dengan Propinsi Banten (Pulau Jawa) dan berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. (2) pengamanan lingkungan budidaya ternak. Hewan. . Lemong Kab Lampung Barat.126 ek 2. baik penyakit yang sifatnya strategis ataupun ekonomis. (4) pengamanan produksi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. (3) pelayanan kesehatan hewan terpadu. Pelabuhan sungai Menggala dan TPI Lempasing.s o ft w a re F. hewan. BIDANG TEKNIS 1. BAH.doc/Datin 14 . dilakukan pemeriksaan dan pencatatan oleh Karantina Hewan.c ww w om k lic lic . dengan kondisi pada tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tabel 8.

serrologis). Hal ini disebabkan Stasiun Karantina Hewan kedudukannya (lokus) ada di Pelabuhan Panjang dan Tarahan (holding ground).s o ft w a k e r. BAH.s o ft w a re Tabel 9: Data Pemasukan Ternak. Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di 10 kab/Kota.doc/Datin 15 . helminthiosis (lab). MCF. baru pada bulan Maret 2005 ditempatkan Pos Karantina berupa Pos Check Poin.480. coryza/snot (lab). cukup tinggi antara lain ayam potong.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . rabies (lab. Sementara itu beberapa jenis penyakit strategis dan ekonomis yang telah didiagnosa secara labolatoris dan hasilnya negative antara lain anthrax. lymphoid leucosis (Lab). tempat pemotongan hewan (TPH) 64 unit dan rumah potong ayam (RPA) dengan kualifikasi untuk ekspor 1 (satu) unit. tuberculosis dan PMK. BEP (klinis) dan flu burung (lab. CRD (lab). BVD. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet. ND (lab. k w . anaplasmosis. piroplasmosis. Propinsi Lampung telah memiliki sarana dan prasarana yaitu : Pos Keswan sebanyak 12 unit. . Ayam afkir petelur. ramadewa (lab. Fasciollosis (lab). haemochsiosis (lab).545 Ton 1 ekor 25 ekor KETERANGAN Asal Australia Asal Amerika Jawa Barat Asal Jawa Dari hasil tindakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan . salmonellosis. klinis).c ww w om k lic lic . Sementara lalu lintas pemasukan Hewan Ternak BAH dan HBAH. daging. yang melalui pelabuhan Bakauheni. sehingga masih ada kendala untuk memantau pemasukan hewan dan bahan asal hewan dari Jawa ke Lampung. klinis). scabies dan orf (klinis).c W C re ! tr ac C tr ac k e r. surra.412 ekor 8. dibawah ini ditampilkan data kejadian penyakit hewan / ternak menular strategis selama tahun 2000 – 2003 E:\KEBIJ TEK-260405. telur. rumah potong hewan (RPH) 8 unit. pullorum (lab). sementara di pelabuhan Bakauheni yang memiliki arus lalu lintas barang dan orang sangat tinggi. karantina hewan 1 unit. sapi. Bandara Branti serta check poin lalu lintas lainnya tidak tersedia datanya. ternak. Sedangkan yang masih positif berada di Lampung antara lain hog cholera (susfected. Sebagai gambaran. yang tercatat hanya 4 (empat) komoditi pada 1 (satu) tempat yaitu Pelabuhan Karantina Panjang. HBAH. klinis). BAH. SE. BPPV 1 unit. Sebagaimana diketahui bahwa HBAH masuk khususnya yang melalui Pelabuhan Bakauheni. itupun lokasinya diluar area Pelabuhan Bakauheni. HBAH melalui Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 NO 1 2 3 4 URAIAN SAPI Brahman cross Feather meat/ meat bone Kuda Kambing JUMLAH 91. brucellosis. lab). gumboro. Hewan. Coccidiosis (lab). anjing dll.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . tingginya animo peternak yang telah mengenal program IB untuk memanfaatkan teknologi IB. dan perkembangannya sampai saat ini cukup baik.000 dosis yang terdiri dari 40.c ww w om k lic lic . sosialisasi program IB dan peralatan IB yang relative masih kurang.000 dosis mani beku sapi dan 10. Sedangkan keberhasilan program IB yang cukup monumental diantaranya adalah terbangunnya Instalasi Produksi Mani Beku di Terbanggi Besar. (3) conception rate.2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PENY HWN STRATEGIS Anthrax Brucellosis Bovine Viral Diarhea Gumboro Hog Cholera Rama Dewa New Castle Desease Rabies Salmonellosis SE Inf Bovine Rinotracheaisis Surra Anaplasmosis Piroplasmosis MCF Flu Burung 2000 0 1 0 0 0 0 5 14 0 0 0 0 0 0 2 0 2001 0 0 0 0 0 0 1 19 0 0 0 0 0 0 0 0 2002 0 0 0 0 1 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 2003 0 0 0 0 0 0 4 12 0 0 1 0 0 0 0 2 KET Data diperoleh dari hasil pemeriksaan BPPV wilayah III Bandar Lampung 2. (4) recording dan system pelaporan. antara lain (1) cakupan wilayah inseminasi dan peningkatan jumlah akseptor. Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) mulai diintroduksi di Lampung pada tahun 1976. serta meningkatnya pendapatan peternak peserta IB sebagai akibat dari meningkatnya harga jual ternak hasil IB. Sampai dengan tahun 2003 produksi mani beku IPMB Terbanggi Besar mencapai 50. (2) ratio cervis per-conception. kualitas budidaya (terutama pakan yang diberikan). dalam arti pada beberapa aspek masih diperlukan perhatian dan peningkatan. antara lain pengetahuan dan keterampilan peternak. : Jumlah Kejadian Penyakit Hewan/Ternak menular Strategis di Propinsi Lampung Tahun 2000 .000 dosis mani beku kambing. dan N2 Cair (6) dan pengembangan IB swadaya. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa hal yang sangat mendasar dan sangat berpengaruh terhadap kinerja IB sebagaimana tersebut diatas.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Adapun kondisi sarana dan prasarana fisik IPMB Terbanggi besar sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. k w . (5) distribusi dan sistem penjualan mani beku.s o ft w a re Tabel 10.s o ft w a k e r.doc/Datin 16 . .

doc/Datin 17 . PERALATAN IPMB (2) Peralatan Penampungan Vagina buatan sapi Vagina buatan kambing Sterilisasi vagina buatan Incubator Rak alat alat Inner Linner Termos IB gun sapi IB gun Kambing Peralatan pemeriksaan Kualitas Mikroscope listrik Mikroscope cahaya Fotometer Refrigerator CCTV Monitor Incubator alat gelas/kaca Lemari alat alat kaca Timbangan digital Peralatan Processing Cool top Filling and Sealing Machine Refrigerator Container Prae Freezing Rak Prae Freezing Sterilisasi Straw Peralatan Printing Straw Printing Straw Manual Printing Straw Automatic Peralatan Penyimpanan & Distribusi Container deppo Container operasional Vacuum Container Container deppo 200 liter Mobil pengangkut N2Cair & Straw & pakan Mobil Operasional TERSE DIA (3) 4 2 1 1 1 4 2 4 2 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 0 1 0 12 2 1 0 1 KEBUTU HAN (4) 15 8 1 1 4 15 4 6 6 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 6 1 1 1 24 6 2 2 2 2 KEKURA NGAN (5) 11 6 0 0 3 11 2 2 4 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 1 1 4 1 0 1 12 4 1 2 2 1 Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa program IB mulai diintroduksi pada tahun 1976. . k w . atau sudah berjalan selama 28 tahun.s o ft w a re Tabel 11 Kondisi Sarana dan Prasarana Fisik IPMB Terbanggi Besar Sampai Dengan Tahun 2004 (dalam buah/unit) NO (1) A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2 3 4 5 6 D 1 2 E 1 2 3 4 5 6.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Secara umum perkembangannya sampai saat ini adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

934 106.58 93 2003 387. bimbingan pemasaran/panen hasil.99 Jumlah akseptor yang dapat di inseminasi pada tahun 2003 mencapai 29.72 Tahun 2001 373.500 ekor.941 28. dan pembinaan produksi ternak bibit. BOERAWA.816 33. Provinsi Lampung mempunyai peluang yang besar terkait dengan potensi pasar dan sumberdaya pakan yang ada.105 1. Bila dilihat dari usaha pengemukan sapi potong di Provinsi Lampung.doc/Datin 18 .40 60.737 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .266 ekor.534 104. disisi lain sistim dan usaha pembibitan secara keseluruhan belum mendapat porsi perhatian yang memadai. Adapun jenis komoditas. Hal ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang perlu dikaji karena proses selama kurun waktu 28 tahun. dan PE oleh UPTD IBBITKAN di instalasi Pembuatan Mani Baku Terbanggi Besar.37 92.663 38. dan lokasi sentra pembibitan ternak di Provinsi Lampung adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. Penggunaan bibit unggul kambing ini masih pada tahap pengenalan (mulai tahun 2002) dengan realisasi akseptor ± 2.50 2002 381.s o ft w a re Tabel 12.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.165 31. pelayanan kesehatan. ternyata kemampuan ternak lokal dal.am menyediakan bakalan hanya dapat memenuhi 15 – 20 % sedangkan 80 – 85 % masih mendatangkan dari impor (Australia).530 2.350 108. .98 55 74. Jumlah dan kualitas bibit sapi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan produksi. ternyata cakupannya relatife masih rendah.00 62. serta telah diproduksinya mani beku jenis kambing BOER. Sedangkan pembibitan ternak kambing.563 42. 1997) sebagian besar masih merupakan usaha sambilan serta belum menariknya usaha pembibitan sapi potong bagi perusahaan peternakan karena pengembalian modalnya membutuhkan waktu yang relatif lama.07 45.c ww w om k lic lic . atau baru mencapai 26.160 32.589 25. Untuk mengembangkan perbibitan di Provinsi Lampung. meliputi pembinaan.50 98. sementara itu peternakan rakyat yang merupakan “armada semut” yang potensial (Sujarmin.39 80. Kinerja Pelaksanaan IB di Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Populasi Sapi (ekor) Jumlah betina produktif (ekor) Akseptor (ekor) Jumlah Inseminasi/Dosis SC Ratio CR (%) Kebuntingan (%) Kelahirannya (%) 1999 372.86 61.226 40. Mengembangkan sentra-sentra pembibitan ternak dalam bentuk pembibitan ternak rakyat/pembibitan pedesaan atau VBC dengan mengutamakan pada daerah-daerah penyebaran ternak pemerintah dan dilaksanakan melalui Pola Sistem Pelayanan Terpadu (SPT).63% jika dibandingkan dengan potensi akseptor yang ada yaitu ± 108.138 39. kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a.639 1. 3.s o ft w a k e r.458 29. Pembibitan Masalah utama yang dihadapi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak salah satunya adalah masih rendahnya ketersedian bibit ternak baik kualitas maupun kuantitasnya.001 104.458 ekor.892 2000 372.021 104. pelayanan IB (pada VBC sapi dan kambing). k w .

s o ft w a re a) Sapi Potong NO 1 KABUPATEN / KOTA Lampung Selatan NO 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 KECAMATAN Tanjung Bintang Sido Mulyo Jati Agung Simpang Agung Padang Ratu Punggur Gunung Sugih Terbanggi Besar Seputih Mataram Kota Gajah 2 Lampung Tengah b) Kambing NO 1 2 KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan NO 1 2 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 1 2 1 KECAMATAN Talang Padang Sumberejo Gedong Tataan Tanjung Bintang Way Lima Batanghari Nuban Sukadana Way Jepara Seputih Surabaya Seputih Banyak Seputih Mataram Kalirejo Padang Ratu Abung Timur Bukit Kemuning Tl. 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 19 . 1. 2. KECAMATAN Pringsewu (Ambarawa) Wonosobo Palas Trimurjo E:\KEBIJ TEK-260405. . bawang Tengah Lambu Kibang Kemiling 3 Lampung Timur 4 Lampung Tengah 5 6 7 Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung c) Itik NO 1. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan Lampung Tengah NO 1. k w . 1.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 3.

PT. produksi dan distribusi DOC ayam ras pada perusahaan pembibitan di Provinsi Lampung dari Tahun 1999 – 2003 adalah sebagai berikut Tabel 13 : Produksi dan Distribusi Final Stock Ayam Ras pada Perusahaan Pembibitan di Prov. Charoen Pokphand Jaya Farm di Kec.325 13. KECAMATAN Seputih Raman Seputih Mataram b. Tanggamus.000 E:\KEBIJ TEK-260405.942. KABUPATEN / KOTA Lampung Tengah NO 1.256. KECAMATAN Batanghari Metro Pusat f) Puyuh NO 1. KECAMATAN Metro Pusat g) Babi NO 1. Perkembangan populasi parent stock. MBAI) di Kec. Talang Padang Kab.doc/Datin 20 . Natar Kab.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan pada Perusahaan Pembibitan Ayam Ras Jumlah perusahaan pembibitan Ayam ras di Provinsi Lampung ada 3 buah yaitu PT. MBAI Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 Distribusi Produksi / FS Pedaging Petelur 9. KABUPATEN / KOTA Kota Metro NO 1.500.347 1. .000 Lpg.733.s o ft w a k e r.270 1. Multi Breeder Adirama Indonesia (PT. 2.548. Lampung Selatan dan PT.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 2. 1.612 530. KECAMATAN Talang Padang Metro Utara e) Ayam Buras NO 1.000 Jabotabek 10.450 2.400.150.c ww w om k lic lic .149. 2. 1. Sumatera 10. Tahun 1999 – 2003 No 1. KABUPATEN / KOTA Lampung Timur Kota Metro NO 1.575.s o ft w a re d) Sapi Perah NO 1.648 2. Nama Perusahaan PT. Lamp.000 10. k w . Indonesia Farming di Katibung Kabupaten Lampung Selatan. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Kota Metro NO 1.

548.850.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .480 3.361. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas ternak ruminansia dan unggas adalah faktor pakan hijauan dan pakan konsentrat.750 7. PT. perkebunan dan Agroindustri menjadi prioritas kegiatan sekaligus dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung dari satu satuan luas lahan usaha tani. Dari 3 (Tiga) buah perusahaan pembibitan ayam ras di Provinsi Lampung. dan mulai tahun 2001 sampai dengan 2003 meningkat sebesar 52. Oleh karena itu upaya pemanfaatan sumber daya pertanian. MBAI dan sejak tahun 2002 perusahaan ini tidak lagi melaksanakan pembibitan ayam ras petelur sehingga kebutuhan bibit ayam ras petelur di Provinsi Lampung sejak tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain. Kegiatan integrasi usaha peternakan dengan tanaman perkebunan/pertanian di Provinsi Lampung sudah dimulai sejak th. yang melaksanakan pembibitan ayam ras petelur hanya PT.245 1. Charoen Pokphand 1999 2000 2001 2002 2003 1999 2000 2001 2002 2003 6. k w . Pakan Ternak.s o ft w a re 2.370. Kendala yang dihadapi dalam penyediaan hijauan makanan ternak antara lain masih rendahnya kualitas pakan yang diberikan karena sebagian besar peternak tidak memiliki kebun rumput.Berproduksi Lampung 3.000 10. sapi - E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.500 2.000 8.768. Indonesia Farming * Kebutuhan DOC petelur mulai tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain. Dengan demikian akan diperoleh Sinergis yang Produktif yaitu tanaman pertanian/perkebunan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik.doc/Datin 21 . PT.124. 4.68 %.15 %.c ww w om k lic lic . .696. sedangkan melalui sumber dana APBN/APBD dimulai tahun 2003 berupa pilot proyek yaitu sapi .226 2.986 - Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Tdk. 1997 yaitu pengembangan ternak kambing di kawasan kebun singkong.46 %. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha budidaya ayam ras pedaging di Provinsi Lampung semakin berkembang dengan dukungan swasta melalui pola kemitraan seiring dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengkonsumsi protein asal ternak.484.s o ft w a k e r. Adapun perkembangan produksi bibit ayam ras pedaging tahun 1999 – 2000 meningkat 29.padi. akan tetapi pada tahun 2000 – 2001 terjadi penurunan sebesar 27.

6.130 ekor Kambing Lada memiliki kapasitas tampung ±100. pakan itik dan pakan sapi.tebu. 2. dan jenis pakan yang diproduksi adalah pakan ayam ras petelur dan pedagang. 3.s o ft w a k e r.pisang.565 ekor Sapi Tebu memiliki kapasitas tampung ±65. dapat dikembangkan integrasi ternak dengan tanaman pertanian/ perkebunan dengan daya tampung antara lain sebagai berikut: 1.228 ekor Kambing Singkong memiliki kapsitas tampung ±1.singkong dan pada th. 7. Pengawasan mutu dilaksanakan oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan Kabupaten / Kota.s o ft w a re sawit. 5.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kambing . dengan jumlah petugas sampai tahun 2003 sebanyak 25 orang. pakan puyuh. sapi .000 ekor Sapi Nanas memiliki kapasitas tampung ±50.doc/Datin 22 . k w . .700. Sapi Padi memiliki kapasitas tampung ±341.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 ekor Adapun jumlah pabrik pakan ternak di Provinsi Lampung berjumlah 5 perusahaan. 4.c ww w om k lic lic . Dari tanaman Pertanian dan tanaman Perkebunan di Propinsi Lampung.997 ekor Sapi Sawit memiliki kapasitas tampung ±40.000 ekor Kambing Coklat memiliki kapasitas tampung ±30. 2004 dilanjutkan dengan sapi .coklat dan kambing . Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melindungi peternak dari kualitas ransum yang tidak sesuai dengan label dan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan pada tahun 2004 dilaksanakan pelatihan pengawasan mutu pakan sebanyak 20 orang dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan E:\KEBIJ TEK-260405.

MASALAH Permasalahan yang masih harus terus dihadapi dan menjadi tantangan adalah aspek keberlanjutan. bahkan justru bisa kontra produktif E:\KEBIJ TEK-260405. dan impor susu (bahan baku dan olahan). padahal sesungguhnya dengan pendekatan ini tidak menambah populasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 23 . Bibit Ternak b. kulit dan bibit ternak) terus meningkat. Kelembagaan peternak pada umumnya kurang mandiri dan masih project oriented. tenaga fungsional penyuluh peternakan tidak ada lagi. k w .c ww w om k lic lic .s o ft w a re BAB IV MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Terjadi banyak perpindahan bibit antar wilayah. akibatnya visi peternak terhadap usaha peternakannya hanya bersifat sambilan. Jumlah dan kualitas (pengetahuan. akibatnya kegiatan penyuluhan.70 %) adalah lulusan SD dan tidak lulus SD. sementara kemampuan suplay khususnya komoditi daging sapi dan susu masih tergantung pada impor.telur. yaitu dengan semakin tingginya tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat. Jumlah induk sapi potong di Lampung masih sangat kurang baik kualitas maupun kuantitasnya. 2. daging. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. permintaan terhadap komoditi ternak (daging.s o ft w a k e r. dan paramedis e. . pendampingan dan sekolah lapang mengalami banyak hambatan d. disisi lain pengeluaran bibit sapi dari Lampung sulit dikendalikan c. Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan a. jiwa kewirausahanya masih sangat lemah. sikap dan keterampilan) petugas lapangan relatif masih kurang antara lain Inseminator. yaitu dalam bentuk impor bakalan sapi. susu. b. Minat tenaga kerja terdidik di pedesaan terhadap usaha peternakan masih sangat kecil. umumnya lebih tertarik bekerja di sector industri dan jasa di perkotaan c.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Tingkat pendidikan formal petani/peternak umumnya (60 . Beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi prioritas dalam pemecahannya antara lain : 1.

ayam buras. Pakan Ternak a. e. padahal potensi sumberdaya pakan local banyak yang belum dimanfaatkan. babi.000 – 120. Kontinuitas pakan hijauan pada musim kemarau masih menjadi kendala para peternak. bakalan sapi potong dari Lampung belum dapat bersaing dengan produk impor g. Komponen impor bahan baku pakan masih tinggi. d.c ww w om k lic lic . Untuk usaha penggemukan sapi. Perbibitan ternak kerbau.s o ft w a re d. Masih kurangnya informasi tentang jumlah dan lokasi bahan baku pakan. sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan produktivitas antara lain pertambahan berat badan harian.doc/Datin 24 . kemudian mundur lagi ke tahun 2007. Brucellosis. E:\KEBIJ TEK-260405. semula ditargetkan bebas tahun 1997. Gumboro. Obat dan peralatan kesehatan hewan sebagian besar masih impor.000 ekor per tahun (Secara Nasional 400. berat lahir. Dilihat dari aspek kualitas.s o ft w a k e r. Teknologi pengolahan pakan belum dilaksanakan oleh peternak f.000 ekor per tahun) f. baik hijauan ataupun bahan baku konsentrat 4. mundur ke tahun 2003. . ND dll) masih memungkinkan terjadi out break. itik dan puyuh belum mendapat porsi pembinaan yang cukup dibandingkan dengan perlakuannya terhadap ternak sapi potong dan kambing. sapi perah. Peternak belum melakukan pengolahan dan penyimpangan pakan yang berlimpah pada saat musim hujan dan pada saat panen. Hal ini membuktikan bahwa kemungkinan ada persoalan yang mendasar dalam upaya pembebasan rabies yang belum teridentifikasi. Lampung masih mendatangkan bakalan sapi impor dari Australia sekitar 100. Ditingkat peternak pada umumnya. produksi susu dan kinerja reproduksi. d. Wabah Penyakit flu burung b. Target pembebasan penyakit rabies di Pulau Sumatera selalu mundur. Hog Cholera. kualitas pakan yang diberikan pada ternak ruminasia umumnya masih rendah. Penyakit menular lainnya (SE. c. c. Harga pakan unggas (konsentrat) sangat fluktuatif dan pada saat – saat tertentu relative mahal jika dibandingkan dengan harga produk akhirnya. Penyakit Hewan a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 – 450. k w . Rama Dewa. Usaha perbibitan ternak (diluar ayam ras) belum diminati oleh perusahaan swasta e. b. interval kelahiran. 3.

doc/Datin 25 . bagian keuntungan terbesar berada pada sector jasa yang dikuasai oleh para blantik (bukan peternak). Pasar a. sehingga masih banyak terjadi inbreeding dan penggunaan pejantan yang berkualitas rendah. Skala usaha peternakan umumnya masih termasuk kedalam katagori sambilan dan cabang usaha. Belum tersosialisasinya IB kambing pada masyarakat c. Pelaksanaan kawin alam tidak dibarengi dengan sistim seleksi dan penggunaan pejantan yang baik. b. c. DOC.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . d.%) dibandingkan dengan kemampuan potensi genetic (Sapi 30 – 35 % dari populasi). Propinsi Lampung tidak memiliki pasar hewan/ternak yang representative. hal ini terkait dengan pengetahuan. pada kambing > 8 bulan dan pada ternak kerbau > 24 bulan.s o ft w a re e. 7. covering pelayanan IB pada ternak sapi di Provinsi Lampung relatif masih rendah yaitu baru mencapai 26.s o ft w a k e r. d. Modal.63 % dari potensi IB yang ada. d. Lalu lintas hewan antar pulau dan antar Provinsi sulit dikendalikan sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit 5. Kebijakan makro dalam bidang permodalan belum banyak menyentuh para peternak pada umumnya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. ayam broiler dan telur ayam sangat fluktuatif. Harga beberapa komoditi peternakan antara lain telur ayam ras. Peralatan peternakan sebagian masih mengandalkan barang impor seperti peralatan IB. Prosentase kelahiran ternak di Lampung relative masih rendah (Sapi 19. Lembaga permodalan yang ada masih sangat sulit diakses oleh peternak kebanyakan. Kurangnya promosi terhadap konsumsi susu E:\KEBIJ TEK-260405. . Peralatan dan Teknologi a. Sejak diintroduksi tahun 1976. demikian juga persentase kelahiran pada ternak kerbau dan kambing relative masih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya e.c ww w om k lic lic . c. sehingga tingkat effisiensinya rendah b. 6. k w . Sementara IB pada ternak ternak kambing baru dilaksanakan tahun 2003 dan IB pada ternak kerbau masih kesulitan dalam peyediaan mani bekunya. pakan konsentrat. Jarak kelahiran (calving interval) pada sapi masih panjang yaitu rata – rata > 16 Bulan. Pengelolaan Reproduksi a.00. Posisi tawar peternak masih sangat lemah. peralatan kesehatan dan peralatan pasca panen. b. pendidikan dan budaya peternak dan persyaratan yang terlalu memberatkan.

2.s o ft w a k e r. sedangkan peranan peternakan terhadap pertanian diperkirakan akan terus semakin meningkat. serta kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular lainnya terutama Brucellosis.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Hog Cholera. dan daging sapi bahan baku pakan. pendapatan masayarakat. obat – obatan. Rama Dewa. Dengan adanya perdagangan bebas kebijakan pajak dan bea masuk komoditi peternakan akan menjadi beban dalam usaha peternakan. Meningkatnya tuntutan efisiensi. 1. c. Ketergantungan impor sapi bakalan. 6. Kurang kondusifnya iklim usaha dan investasi. Perdagangan bebas ASEAN sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dan perdagangan bebas Asia Fasifik untuk Negara maju tahun 2010 dan untuk Negara berkembang tahun 2020. 5. tingkat pendidikan dan budaya konsumsi pangan yang terus berkembang. Peran relative sektor pertanian terhadap perekonomian semakin menurun. b. Globalisasi informasi dan perdagangan. antara lain yang perlu dicermati adalah : a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Ketergantungan subsektor peternakan terhadap sektor lain semakin tinggi. TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI KEDEPAN. peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas dibidang peternakan dan kesehatan hewan. Permintaan komoditi peternakan yang terus meningkat baik jumlah ataupun kualitasnya. Lampung masih dibayangi dengan munculnya wabah (Out Break) Penyakit flu burung. b. k w . Restrukturisasi organisasi pemerintahan yang melaksanakan fungsi pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. . Terus berlanjutnya pengurasan bibit ternak yang berkualitas ke Provinsi lain dan pemotongan ternak betina bertanduk yang masih produktif. 9.c ww w om k lic lic . peralatan dan bahan baku susu. Rabies dan Septichaemia E:\KEBIJ TEK-260405. Transformasi struktur perekonopmian daerah/nasional akan terus berkembang yaitu : a. 4. sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk. Antraks.doc/Datin 26 . 8. Dampak negative pelaksanaan otonomi daerah diperkirakan masih akan mewarnai pelaksanaan pembangunan peternakan. Tidak efektif dan efisiennya pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan c.s o ft w a re B. 3. 7. akibatnya usaha peternakan kurang dapat bersaing dengan Negara lain.

Teknologi. . E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. Persoalannya curahan input yang dibutuhkan yaitu dalam bentuk masuknya investasi (Modal. pintu masuk Internasional di pelabuhan Panjang serta Bandara Raden Intan. Membangun komitmen masyarakat peternakan Lampung untuk bersama – sama mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional. dan Sumberdaya Manusia berkualitas) juga ditentukan oleh sector atau lingkungan eksternal. Bakauheni. 11.doc/Datin 27 .s o ft w a re Efizotica.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya yang optimal dengan curahan input yang minimal. k w . Hal ini disebabkan masih “ terbukanya “ pintu – pintu masuk penyakit yaitu diperbatasan dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu.c ww w om k lic lic . 10.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak.

baik produksi dalam provinsi maupun pemasukkan dari luar provinsi. yakni peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak secara efisien. . dan burung puyuh. Meskipun demikian terdapat kelemahan karena hasil prediksi populasi akan menjadi tampak besar. Nilai duga yang diperolehpun akan lebih relistis dan akurat. maupun susu.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pada sisi lain. Faktor penting yang mempengaruhi nilai konsumsi protein per kapita per hari adalah laju pertambahan penduduk. telur. Sedangkan protein susu untuk saat ini hanya bertumpu pada susu yang berasal dari sapi perah. Dengan demikian nilai laju pertumbuhan penduduk sebesar 0.98%.s o ft w a re BAB V SASARAN UMUM A. Selama 10 tahun terakhir. Protein telur berasal dari telur ayam buras. yakni dari tahun 1993 s/d 2003. k w . laju pertambahan penduduk di Provinsi Lampung rata-rata mencapai 0. Kelebihan penggunaan metode prediksi konsumsi protein hewani asal ternak adalah bahwa perencanaan dapat diarahkan ke inti masalah peternakan. Pilihan untuk menganggap proporsi yang tetap didasarkan pada pembacaan trend proporsi protein antarjenis ternak dan antarjenis daging selama 10 tahun.s o ft w a k e r. Hal ini dimungkinkan karena perhitungan nilai konsumsi protein secara tidak langsung juga memperhitungkan laju pertambahan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung yang tergambar dalam nilai daya beli masyarakat. Model prediksi ini berkebalikan dengan cara yang biasa dilakukan karena pada umumnya prediksi selalu dimulai dengan prediksi populasi dan diikuti dengan prediksi konsumsi protein. jumlah konsumsi protein berasal dari protein daging.c ww w om k lic lic . Hal ini terjadi karena bentang ukuran populasi dengan konsumsi protein hewani sangat lebar. dan susu. proporsi sumbangan dari masing-masing jenis ternak terhadap jumlah ketersediaan protein. Metode Prediksi Pola prediksi penentuan sasaran pengembangan populasi ternak di Provinsi Lampung dalam jangka pendek didasarkan pada upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak per kapita per hari.doc/Datin 28 . baik dari daging. dianggap tetap dan proporsional. itik.98% digunakan sebagai acuan. telur. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. Demikian juga dengan imbangan protein yang berasal dari offal dan karkas. sedangkan populasi ternak sebagai sumber protein hewani menjadi variable dependent.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sementara itu. Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi protein akan menjadi variable independent. ayam petelur. sehingga akan berimplikasi terhadap aspek pembiayaan. Protein daging merupakan penjumlahan protein karkas dan protein offal yang berasal dari ternak potong ruminansia dan non ruminansia. E:\KEBIJ TEK-260405.

264 2008 411. Pertambahan penduduk mengacu kepada hasil perhitungan.40 2007 7.00 3.841 868.249. Sementara proporsi sumbangan protein antarjenis ternak maupun antarjenis daging.53 2.378 2007 405.42 3.89 4.761.473 188.606 15.547 114 53.890 993.78 4.894 2.176 78.913 16.00 3.51 2008 7.54 3.92 4. Susu dan Protein Hewani Tahun 2005 .9493%.890 961.571 2006 400. yakni sebesar 0. Ayam Ped.813 25.00 0.275 Laju (%) 1.49 2.73 Laju (%) 2.67 2.147.222. . jumlah pemotongan. serta faktor koreksi pemotongan dianggap konstan.440 27.230 2009 417.47 % per tahun.s o ft w a re Pada sisi lain.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.634 182.851. Telur.41 4.77 3.579.72 4.c ww w om k lic lic .33 4.108 176.609 26.456.103 107 53.51.00 3.98 3. dengan laju pertambahan sekitar 2.59 2.512 2.01 4.806 85.336 118 53.00 E:\KEBIJ TEK-260405.501 103 52.769 16.307 28.2009 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2005 7.667 15.695 91.10 4.817 73.765 71.62.189 94.133 68.544 2. Itik Puyuh 2005 394.234 88.136 718.894 170.833 110 53.962 695.12 5.20 4.47 Prediksi jumlah penduduk.899 671.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .052 24. Sasaran Jangka Pendek (2005-2009) Prediksi konsumsi protein per tahun pada tahun 2005-2009 diperkirakan mencapai 4.29 2006 7.66 4. Tabel 15 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2005 – 2009 (Ekor) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Pet.91 3.776.994 164.476 2.652 2.40.377. B.427 742.54 3.310.533 929.299. Berdasarkan angka prediksi konsumsi protein ini.178 898.729. dan 4. namun dalam operasinya angka tersebut memerlukan adjustment.29.Adapun prediksi sasaran konsumsi secara lengkap tertuang pada table 14 berikut : Tabel 14 : Prediksi Sasaran Konsumsi Daging.s o ft w a k e r.doc/Datin 29 . 4.98%. 4.52 4.418.586 14. Nilai faktor koreksi juga diperoleh dari pengamatan terhadap trend korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi selama 10 tahun.62 2009 8. maka dapat disusun suatu prediksi populasi dari berbagai jenis ternak dan berbagai sumber protein. dan prediksi populasi pada tahun 2005-2009 secara lengkap disajikan pada Lampiran.271.30 4.717 97.287 76.959.73 gram per kapita per hari. k w .933 648. 4. prediksi populasi akhir diduga dari faktor koreksi yang berasal dari nilai korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi. sehingga laju pertambahan penduduk diperkirakan sebesar 0.99 4.

91.364 kg.377.42% per tahun.806.973.894.00% pertahun.doc/Datin 30 . 27.571.234.133.00% per tahun. sedangkan pada ketiga unggas yang lain prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein telur.456. 20. 114.310.776.336 ekor.769.579. serta laju pertambahan sebesar 3. dan itik sumbangan dapat dikatakan sumbangan “semu”.533. Hal ini terjadi karena ketiga jenis unggas terakhir menyumbangkan daging dalam bentuk ternak afkir. Sementara kerbau dan kambing perah dianggap tidak berkembang. dengan pertambahan populasi sebesar 3.544 ekor. Sementara populasi ayam pedaging diprediksikan sebesar: 24.586.476. 88. yakni: 868. dengan laju pertambahan sekitar 0. Sedangkan populasi kerbau diprediksikan sebesar 52. dan 742. Sumbangan protein daging.77% per tahun. 2. laju pertambahan mencapai 3. 170. dan 417.365 kg. Prediksi populasi domba mencapai : 68. 73.547.695. .427 ekor.899.00% per tahun.103. dengan laju pertambahan populasi 3.249. k w . dan 28. dengan laju pertambahan populasi sebesar 9. dan 43. 695. 2.c ww w om k lic lic . 929.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.913 ekor. 15. 53.264.994.512.841.501.678.250 ekor. Sedangkan populasi puyuh sebesar: 164. Pada populasi sapi potong ini laju pertambahan diperkirakan sekitar 1.243. 961. Pada babi. 16.634.222.761. 182.00% per tahun. Sumbangan ternak unggas terhadap protein daging yang asli hanya berasal dari ayam potong.052. Pada itik. 25. 53.962.890. 898.136. populasi diperkirakan sebesar: 2. populasi diprediksikan sebesar : 85.894.717 ekor.905. Pada kedua komoditi ini. Situasi ini akan mempengaruhi cara penentukan prediksi populasi. prediksi populasi berdasarkan angka konsumsi telur pada ayam buras mencapai 14. 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r.67% per tahun. 39.28% per tahun.933. E:\KEBIJ TEK-260405.54% per tahun. 110. dan 2.91% per tahun.s o ft w a re Populasi sapi potong pada tahun 2005-2009 berdasarkan angka prediksi konsumsi protein daging adalah 394.675.189.765. 671. Pada ayam petelur. 41.609. dengan laju pertambahan populasi sebesar 3.230.959.001. dan 97. 15.178.652.817. dan 118 ekor. 20. dengan laju 3. juga berasal dari ternak unggas. yakni: 103.851.729.599. Pada kelompok unggas.275 ekor dengan laju pertambahan populasi sebesar 3.440. dan 21.378. selain dari ternak ruminan.271.833. dan 188. 76.108. populasi diprediksikan sebesar: 648. Sedangkan offal impor mencapai 18. Sedangkan dari ayam buras. prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein daging.00% per tahun.147.667. Pada ayam potong. ayam petelur. dan 54. dan 78. 176. 19. 40. dan 16.00% per tahun.307 ekor. 411. 107. 94.606.287.299. Pada sisi lain. Prediksi populasi kambing cukup besar. 993. 53.418.176 ekor.813. dengan laju pertambahan 3. 400.334. 26.473 ekor. 405. prediksi jumlah daging impor dari 2005-2009 adalah 37. 71. serta mempunyai laju pertambahan sebesar 3. namun populasi sapi perah cukup berkembang. 718.

325 19.209. Proporsi protein asal daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak dari waktu ke waktu dianggap konstan.s o ft w a re C.57 5.121. .94 2.103 200.871.617.96 4.782.051.976 1.083 1.901 20.155. 429.879 137 56.625 194.400.051.103 2.608 133 55. Sasaran Jangka Menengah (2010-2014) Pada tahun 2010-2014.141.28 Laju (%) 1.249 2014 447.141 904.825 89. 2.369. Pada periode tahun 2010-2014 diperkirakan populasi ayam buras mencapai 17.95 2012 8.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .84.209 30. itik. dan 1. dan 2.712 990. dan 5.421 206.901.71 5. dan 21.62 5.901. 1. Tabel 16 : Prediksi Konsumsi Daging.17.399.155.9905.399.098 17.70 4. populasi diprediksikan sebesar 766.21 0. ayam petelur afkir.06 2013 8.604.369.168. 441.300.49 4.825. populasi terbesar diperkirakan berasal dari ternak kambing.887. E:\KEBIJ TEK-260405.158 110.608.532 2.866.879 ekor.097 213. konsumsi protein hewani asal ternak setiap tahun diperkirakan mencapai 4.425 129 55.341 126 54.28 gram per kapita per hari.103.712 ekor.714. Populasi domba diprediksikan mencapai 81.307.628. baik dari ruminan maupun non ruminan. k w .425.147. 435.775 ekor.45 4.088. 2.421. Pada itik. 904.714 2. 19.088.750. 33. 990.871 104.782.483 81.097.628 766.025.055.172 35.251 21.120.055.488 2.341. dan 219. 5.doc/Datin 31 .536.84 2011 8. dan 35. Susu dan Protein Hewani Tahun 2010 . Prediksi populasi ayam potong mencapai 30. 1. yakni: 1. 86.172 ekor.457.625. 200.691 Pada ternak ruminansia.178.457 961.691 ekor.83 4.354. 20.2014 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2010 8. 5.20 Sumbangan terbesar protein hewani asal daging masih berasal dari unggas.995. Populasi ternak potong.318.488.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 4.95.866.400 2011 429.498 107.750. Prediksi populasi sapi potong mencapai: 423.699.17 2014 9.c ww w om k lic lic .532. 932. 961.887 2013 441. Prediksi populasi ayam petelur sebesar 2.s o ft w a k e r. dan 447.53 5.629. berdasarkan tingkat konsumsi protein hewani tersebut secara lengkap disajikan pada table 16. Telur.249.498.604 2012 435.147 31.612 1. 2.713 91. Tabel 17 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2010 – 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2010 423.277 101.775 2.22 4.130 219.025.27 2. 1.130 ekor.995.307.343 1.10 6.712 1.617. Sedangkan puyuh mencapai 194. 213.277.536.128.168.851 114.354 86.318 122 54.300 83.103. 31. 206. baik berupa ayam potong maupun ayam buras. 83.120 33.699.51 5.128 33.713 ekor.592 20. 20.121.483.32 5.990 932.06.09 4. 33. dan puyuh.178.91 6.629.

55. 47.120.87 4. 49. baik dari ruminansia maupun non ruminansia disajikan pada table 19 E:\KEBIJ TEK-260405.50 2017 9. 206. dan 114.604. konsumsi protein susu masih melibatkan pemasukkan susu dari luar daerah. 932.714.629.249.343.48 4. sedangkan kambing dan kerbau perah dianggap tidak ada.99 1. Sasaran Jangka Panjang (2015-2019) Pada tahun 2015-2019 konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung diperkirakan mencapai 5.617.592.30 6. 24.103.625.209.69 6. 2.488. Disini lain sumbangan dari daging impor diperkirakan mencapai 44.399.251 ekor.49 6. 107.476. Susu dan Protein Hewani Tahun 2015 . 126.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .08 6.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 104.128. dan 21. D.s o ft w a k e r. 961. 5. sumbangan protein susu terhadap protein hewani asal ternak berasal dari populasi sapi perah sebanyak 122.72 2019 10.775 ekor.887. sedangkan populasi puyuh diprediksikan mencapai 194. dan 5. Populasi ayam petelur diprediksikan mencapai 2.29 2016 9. 129.147.782.400.421. 20.77 5.532. 213. 46.72.61. sedangkan offal mencapai 22.652.691 ekor.866.83 gram per kapita per hari sebagaimana tertuang pada table 18 berikut : Tabel 18 : Prediksi Konsumsi Daging.536.198. Sementara ternak sapi perah dan kuda dianggap tidak memberikan sumbangan yang memadai terhadap ketersediaan protein daging. Telur.03 1. Pada sisi lain.61 2018 9.901.67 5. Populasi itik mencapai 766.205.83 Laju (%) 2.89 6.39. Prediksi populasi kerbau mencapai 54.763. dan 990. dan 137 ekor.369. 5.851 ekor. Pada tahun 2014.103. 110. 133. dan 56.2019 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2015 9. dan 24. 23.87 5.776.117. 22.083 ekor.172 ekor. dan 91. 5.929 kg.712.976. 20. dan 50.35 4. 2. Populasi ternak perah yang tersedia diperkirakan hanya berasal dari sapi perah. 54.doc/Datin 32 .098.059. k w .612.699.158. 55. Babi diprediksikan mencapai 101. Sementara sumbangan protein telur berasal dari suatu populasi yang terdiri atas ayam buras 17. 200.130 ekor. .601 kg. dan 2.61 4.097.74 4.995. 19.s o ft w a re 89.46 Berdasarkan hal ini.c ww w om k lic lic .325. 904.50. 2.72 5.05 2. dan 219. maka prediksi populasi ternak potong pada tahun 2014-2019.82 5.750.

1.049.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .457.224. 146.696.813. Sementara ternak perah yang lain belum memberikan sumbangan protein.922 41.521 226.294 kg.443 102.231 150 57. E:\KEBIJ TEK-260405.689 146 56.884.251 36.549 23.621 24.190. 460.c ww w om k lic lic .295.799.719 kg.799.834.212.331. Prediksi populasi terbesar pada ternak ruminansia diperoleh dari ternak kambing sebesar 1. 53.578 117.831 2. sedangkan puyuh mencapai 226.419 ekor.883.239.921. 150.921. 3.469.483 1.213.295.213 1. Itik diperkirakan mencapai 1.270 232. 23.947 1.385.037.092 Sumbangan protein daging dari populasi ternak potong tetap didominasi oleh produksi daging dari ternak non ruminansia.493.579.301.253.253 2019 480. 1. Sedangkan sumbangan dari protein susu berasal dari prediksi populasi sapi perah sebesar 142. dan 253.259. populasi sapi perah dan kuda tetap dianggap tidak memberikan sumbangan terhadap ketersediaan protein asal daging.251.049.244.943.840. patut dicatat bahwa jumlah protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah di Provinsi Lampung saja. 154.124. 56.595 ekor.102.866. Tabel 19 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2015 454. Daging import diperkirakan mencapai 52.s o ft w a re .729.957 128.092 ekor.922 ekor.444.689. 232.271.947 ekor.701. 3. 56.979 1.239 142 56.662 253.614 1.140.701.516.816 131. dan 24.777.079.743.951. Ayam petelur mencapai 2.270.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.019.037.259.176.366. 1.079. melainkan juga melibatkan pemasukan susu dari luar daerah.075 22.643 22. 26.469.212.595.224. dan 1. 246. 1.065 24.s o ft w a k e r.271.595 158 57. 57. 37.231. 239.516 39.696 1.866 154 57.102.301. 55. dan 28.213. dan 57. 27. Sumbangan terbesar diberikan oleh ayam potong yang mencapai populasi 36.624. k w .190. dan 58.457 1.834 1.443.376.614.813 2017 467. 3.194 3.951. Kerbau diperkirakan mencapai 56.719.979 ekor. 57. 39. . 1.884 100.419 105.366 37.595 1.483.669.493 2018 473.194 ekor.883 3.701 40. Meskipun demikian.020 94.743 97.103.521.918.579.109.doc/Datin 33 . dan 41.213 2016 460.385 3.109. 473. 24.140.244. 1.131 124. dan 480.701 3. dan 3.918.162.124.662 ekor.331. 40. Pada ternak ruminansia besar. 22. dan 158 ekor.020.019. 467.729 1.777. sedangkan offal mencapai 25.418. Sayangnya.831.376 239. dan 1.444. populasi sapi potong diprediksikan mencapai 454.840 246.338 121. 27. Sementara sumbangan dari protein telur berasal dari populasi ayam buras sebesar 22.

852 114.340 167 58.023 ekor. sumbangan protein daging dari ternak ruminansia besar berasal dari populasi sapi potong yang diprediksi mencapai 515. .288.957 3.219 25.517.538 26.378 267.267. . Namun ternak itik dan puyuh dianggap tidak memberikan sumbangan protein yang signifikan.525 281.48 gram per kapita per hari.755 1.701 ekor ayam pedaging sebagaimana terlihat pada table 20.023 28. Pembandingan antara prediksi populasi ayam buras dan ayam petelur sebagai penghasil daging dan telur memperlihatkan bahwa sebaran populasi lebih E:\KEBIJ TEK-260405.270 1.007 2022 501.700 ekor. sapi perah. Protein daging tersebut terutama berasal dari perkembangan populasi ternak unggas yang diprediksi mencapai 28.273 274. Pada tahun 2024 jumlah penduduk diperkirakan mencapai 8. Tabel 20 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2019 – 2024 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2020 487.203.557 ekor.483.985.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.235. Sementara itu.938 1. Jumlah protein telur tersebut berasal dari prediksi populasi ayam petelur 3.470 44.823.doc/Datin 34 .178 43.557 ekor.171. Sedangkan populasi babi diperkirakan mencapai 150.577 3.593 142.689.159 47.401.823.938 ekor.599.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .279.260 27.763.404.841 260.38 gram per kapita per hari.700 180 59.900 ekor dan kerbau 59.149 1.957 ekor ayam buras dan 48.258 3.763.558.s o ft w a re E.819 1. Sedangkan sumbangan kuda.476 Pada sisi lain. kontribusi ternak ruminansia kecil dan babi sangat signifikan.557 48.575. k w .476 ekor.383.300.964.797 45.010 2021 494.634 138.401.306 1. daging dan offal impor terhadap protein daging dianggap tidak ada karena kecilnya.479 176 59.319 3.365 1.624 111.s o ft w a k e r.560 jiwa. dan populasi domba mencapai 120.610 150.541 1.300.191.701 1.392.562 ekor.813 108.084 2023 508.708 135. dan burung puyuh 288.147 1. Populasi kambing diprediksi berkembang mencapai 1.419 163 58.517.135 ekor.669. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari daging ternak unggas.562 120.585 146.610 ekor. Sedangkan populasi ayam petelur diperkirakan mencapai 3. Pada tahun 2024 sumbangan protein daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak diperkirakan mencapai 3. sapi potong import 122.172.135 288.240 2024 515. Sedangkan tingkat konsumsi protein hewani asal ternak pada tahun itu diprediksi mencapai 6.010 3.479. Sasaran Tahun 2024 Prediksi perkembangan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan angka prediksi populasi ternak secara keseluruhan.360 171 59. itik 1. sumbangan protein telur berkembang sampai 2.367.37 gram per kapita per hari. Selanjutnya pada ternak penghasil telur.c ww w om k lic lic .858 26.763.498 117.

20 gram per kapita per hari.s o ft w a k e r. kontribusi susu dalam penyediaan protein hewani asal ternak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5. k w . Dengan demikian populasi yang lebih relevan digunakan sebagai prediktor adalah jumlah populasi pada ternak penghasil telur. Terakhir. Protein susu tersebut berasal dari perkiraan populasi sapi perah sebesar 180 ekor.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sedangkan populasi kambing dan kerbau perah dianggap tidak berkembang.doc/Datin 35 . Meskipun demikian ketersediaan protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah yang ada di Lampung.c ww w om k lic lic . . E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . melainkan juga melibatkan pemasukan susu olahan dari luar daerah.s o ft w a re besar pada populasi ternak penghasil telur.

.2024 A. serta masih rendahnya minat tenaga kerja muda untuk bekerja dibidang usahatani ternak. Malaysia dan Vietnam. budaya local yang juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja.s o ft w a re BAB VI KEBIJAKAN TEKNIS PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005 . merupakan fungsi utama pengembangan ternak. apalagi jika dibandingkan dengan Negara Negara tetangga seperti Thailand. KEBIJAKAN UMUM Dalam rangka mencapai sasaran umum jangka panjang (2005 – 2024) . pengetahuan dan keterampilan peternak. Etos kerja dan produktivitas tenaga kerja (peternak) sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan formal.doc/Datin 36 .s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic . dalam hal ini akan menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak. telur. Ketersediaan produk produk tersebut akan dipenuhi dari upaya upaya peningkatan populasi dan produksi hasil ternak dengan intensifikasi (meningkatkan produktivitas per-satuan ternak). Peranan penggunaan teknologi dan peningkatan skala usaha. Meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dan hasil ternak Penyediaan produk komoditi ternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi local. bahan baku industri dan permintaan ekspor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Upaya yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada kurun waktu lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan mendorong kelembagaan social dan ekonomi di pedesaan untuk lebih berperan dalam upaya pemberdayaan peternak. maka kebijakan teknis yang bersifat umum yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : 1. k w . 3. 2. jika dibandingkan dengan peternak di Jawa. ekstensifikasi (meningkatkan E:\KEBIJ TEK-260405. susu ataupun anak dan bibit.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani-ternak Kunci keberhasilan usaha di bidang peternakan terutama ditentukan oleh sampai sejauhmana peternak dapat meminimalisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas ternak baik dalam bentuk daging. Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas Sumberdaya Manusia Peternakan Lampung Sudah menjadi rahasia umum bahwa etos kerja dan produktivitas peternak di Lampung relative lebih rendah. antar Pulau.

Tanpa ada investasi baru maka usaha peternakan akan berjalan ditempat dan sasaran umum tidak akan tercapai. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . produksi dan pasca produksi) Faktor permodalan dan investasi merupakan factor yang strategis untuk mencapai sasaran umum jangka panjang. harus diupayakan terus menerus sampai kapasitas daya tampung dan produktivitas mencapai titik jenuh .c ww w om k lic lic . Pada kondisi saat ini dan kedepan kebijakan moneter (suku bunga. yaitu terciptanya peluang kesempatan kerja produktif pada sub sector peternakan. nilai tukar rupiah) dan fiscal (pajak. Upaya standarisasi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan diversifikasi (vertical dan horizontal) untuk meraih nilai tambah dan sebagai upaya pelestarian komoditi ternak tertentu. khususnya komoditi yang akan diekspor dalam bentuk technical barrier on trade (TBT) dan sanitary and phytosanitary (SPS). aneka ternak & ternak hias/exotik serta pakan ternak dimasa mendatang dapat terwujud.doc/Datin 37 . dan pelaksanaan system manajemen mutu (ISO. HASEP). Meningkatkan mutu dan daya saing produk peternakan Dengan semakin terbukanya system perdagangan antar wilayah dan bahkan antar Negara. Oleh karena kebijakan ini berdampak jangka panjang maka harus terus menerus dilaksanakan. kesepakatan Negara Negara APEC (2010 untuk Negara maju dan 2020 untuk Negara berkembang). tidak ada jalan lain kecuali upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk produk peternakan.s o ft w a k e r. sertifikasi. inflasi. Oleh karena itu kebijakan peningkatan populasi dan produktivitas ternak merupakan strategi jangka panjang . Hal ini akan berkaitan dengan upaya penerapan persyaratan kesehatan produk produk peternakan. perluasan kawasan). yang ditandai dengan era perdagangan bebas ASEAN (2003). Pemerintah Daerah juga perlu melakukan upaya – upaya untuk mendorong dan memobilisasi sumber – sumber pendanaan yang ada dan berpotensi untuk diinvestasikan pada usaha Peternakan. retribusi. tarif bea masuk) yang merupakan kewenangan pemerintah Pusat. 5. DOC. Dengan perhatian pada bidang ini diharapkan komoditi unggulan peternakan Lampung yang memiliki potensi ekspor antara lain daging ayam dan produk olahannya. kambing potong. merupakan bagian dari kebijakan umum yang strategis. .s o ft w a re populasi. 4. akreditasi. Meningkatkan investasi sub sektor peternakan (pra produksi. ditingkatkan kualitasnya dan dimonitor perkembangannya. k w .

yaitu : (1) Peningkatan kesadaran dan percaya diri (awareness and self-confidence development) (2) Peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating ability development) (3) Peningkatan kesejahteraan ekonomi (welfare development) (4) Peningkatan kesejahteraan social ekonomi (social culture and economic development) E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan hal hal yang bersifat kontra produktip. melalui kegiatan pelatihan. k w . KEBIJAKAN OPERASIONAL Kebijakan operasional yang akan ditempuh dalam rangka mencapai sasaran jangka pendek (2005 – 2009) yaitu dengan menerapkan beberapa pendekatan teknis bidang khusus. Pengembangan SDM dan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Percepatan proses tranformasi dari usahatani tradisional ke usahatani industri berintikan “capacity building” untuk memberdayakan petani ternak melalui pembinaan sumberdaya manusia. Pendekatan teknis tersebut adalah sebagai berikut : 1. bahkan dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian pemanfaatannya. sekolah lapang. baik yang terkait dengan aspek genetic. Penggunaan bibit ternak eksotik yang unggul. penyakit ataupun punahnya plasma nutfah asli yang belum dimanfaatkan.s o ft w a k e r. incubator agribisnis bagi keluarga peternak agar mereka mampu menjangkau atau mengakses dirinya dengan (1) sumberdaya atau agro input. harus dirancang secara cermat dan terpola. bukan saja tidak akan mendukung keberhasilan usaha ternak itu sendiri.c ww w om k lic lic . Namun demikian jika tidak hati hati dalam pengelolaannya. (2) teknologi.s o ft w a re 6.doc/Datin 38 . B. kelembagaan dan permodalan a. Pembinaan Sumberdaya Manusia Pembinaan petani / peternak dilaksanakan dengan prinsip “menolong diri sendiri” (self-help) yang didasarkan atas kehendak meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating). (3) permodalan (4) pengolahan dan pasar. magang. Meningkatkan kemampuan mengelola sumberdaya dan menjaga kelestarian sumberdaya peternakan Lampung memiliki sumberdaya yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha berbasis ternak. sehingga diharapkan dapat lebih akurat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia ditempuh melalui 4 (empat) tahapan. .

s o ft w a re Dengan metoda pembinaan sumberdaya manusia ini diharapkan dapat menghasilakan SDM yang berkualitas. (1) Untuk kelompok pemula dapat diupayakan dengan bantuan cuma cuma . Permodalan merupakan factor yang sangat penting dan menentukan dalam pembinaan SDM dan pemberdayaan ekonomi pedesaan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. (4) kemitraan. yaitu melalui kebijakan yang berfihak pada dunia peternakan. yaitu produktif. diberikan bimbingan untuk dapat menjangkau (akses) dengan lembaga keuangan atau bantuan. misalnya gaduhan ternak atau BPLM (3) Untuk kelompok maju diupayakan melalui kredit bersubsidi. mandiri berbudiluhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . misalnya dari Departemen Sosial atau lembaga non pemerintah (NGO) (2) Untuk kelompok madya dapat diupayakan dengan bantuan bergulir. k w . (5) swadaya. c. .doc/Datin 39 . fasilitas khusus) dan akhirnya dengan melalui kredit komersial penuh. Bimbingan dan Pembinaan Permodalan Bimbingan dan pembinaan permodalan diarahkan untuk menghilangkan ketergantungan dan menumbuhkan kewaspadaan memasuki system ekonomi pasar. b.s o ft w a k e r. Oleh karena itu peternak dengan kelembagaan kelompok dalam wadah koperasi. (6) belajar sambil bekerja dan (7) pendekatan keluarga. Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Pembinaan kelembagaan ekonomi pedesaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembinaan SDM peternak. misalnya koperasi atau kelembagaan kemitraan. misalnya KKP. UKM yang dikelola Dinas Koperindag atau bentuk subsidi lainnya (4) Untuk kelompok mandiri diupayakan kredit komersial dengan berbagai kemudahan (kemitraan. Hal lain yang juga penting adalah perlindungan pemerintah terhadap usaha peternakan pada umumnya. Pembinaan SDM melalui pengembangan kelembagaan peternak dilakukan atas dasar 7 (tujuh) prinsip yaitu (1) pendekatan kelompok. kreatif. (3) kepemimpinan kelompok. E:\KEBIJ TEK-260405. (2) keserasian. dalam rangka menciptakan system pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan Pembinaan dan pengembangan kelembagaan peternak diarahkan untuk terwujudnya kelembagaan ekonomi peternak yang tangguh. efisien. disiplin.c ww w om k lic lic . yaitu unit usaha ekonomi yang berazazkan kekeluargaan.

Jurusan Peternakan Universitas Lampung.c ww w om k lic lic . k w . Untuk mendukung pelayanan fungsi fungsi teknis. Balai Karantina pertanian Panjang. b. antara lain Balai Embryo Transfer Cipelang Jawa Barat. serta beberapa institusi vertical antara lain Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah III Bandar Lampung . Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. . bahan baku industri. reproduksi. Instalasi Pembibitan Kambing di Negeri Sakti Gedung Tataan. produksi bibit hijauan pakan. Untuk meningkatkan produktivitas ternak di Lampung. Instalasi BPPT Lampung. BPTU Sembawa di Sumatera Selatan.s o ft w a k e r. Sarana dan Prasarana Peternakan Pengembangan sumberdaya. Pusat Penelitian Peternakan di Bogor. sarana dan prasarana peternakan dimaksudkan untuk memberikan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas dan efektivitas pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. guna meningkatkan ketersediaan komoditi dan produk produk peternakan untuk konsumsi masyarakat Lampung.doc/Datin 40 . kebutuhan antar Propinsi dan pasar ekspor. Disamping itu terdapat juga sarana dan prasarana milik “Pusat” yang dapat diakses untuk kepentingan pelayanan bidang peternakan di Lampung. a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pos Pos Inseminasi Buatan yang tersebar di 10 Kabupaten Kota. Balai Analisa Pakan di Bekasi Jawa Barat dan beberapa BPTU yang diberi mandate khusus seperti BPTU Baturaden (sapi perah) BPTU Siborong Borong (Babi) dan BPTU Pelaihari (Kambing). PE). BIB Lembang dan Singosari. Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Hajimena. fisiologi. Dukungan Pengembangan Perbibitan Ternak Instalasi Perbibitan Ternak Kambing di Negeri Sakti dan Sapi Bali di Campang Tiga akan berperan dalam memproduksi bibit unggul (elite) sapi Bali dan Kambing (Boer. BPMSOH Bogor. Instalasi Pembibitan Sapi Bali di Campang Tiga Lampung Selatan. Pos Pelayanan Kesehatan Hewan (12 unit). kesehatan dan tatalaksana. produksi dan produktivitas ternak. pengembangan teknologi pakan. Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) Terbanggi Besar. dalam rangka peningkatan populasi. pedoman beternak yang baik (good farming E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re 2. utamanya akan dilaksanakan melalui teknologi Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer yang didukung dengan peningkatan kualitas pakan. pakan. Dukungan Peningkatan Produktivitas Ternak Secara normatip peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi fungsi genetic. Pengembangan Sumberdaya. pemerintah provinsi telah menyediakan dukungan sarana dan prasarana peternakan yang dapat di akses oleh peternak dan yang sekaligus merupakan dukungan teknologi antara lain. dan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Lampung. Boerawa.

c. karena beberapa jenis pelayanan di bidang keswan sudah dapat dibiayai oleh peternak sendiri. Kabupaten dan Kota juga perlu didorong untuk mengembangkan Instalasi Pembibitan Ternak. Disamping itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner dan sekaligus mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain. Perbibitan dan Pakan perlu dikembangkan. Sementara di tingkat Provinsi sendiri. . maka pengawasan lalu lintas hewan. institusi UPTD IB. Lampung Selatan (3).s o ft w a k e r. dan tenaga teknis lain serta peralatan pendukungnya sesuai dengan standar pelayanan minimal bidang kesehatan hewan dan kesehatan mesyarakat veteriner. Lampung Timur (1). Kedua instalasi ini ditambah dengan IPMB Terbanggi Besar akan berperan untuk menjembatani peternak dengan teknologi. fasilitasi dan pengawasan Rumah Potong Hewan. Disamping itu untuk memperluas jangkauan pembinaan. Bangka Belitung dan Bengkulu). Hal ini sangat dimungkinkan. Dukungan Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Metro (1).s o ft w a re practices). bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal Hewan (HBAH). yaitu di Lampung Tengah (2). Poskeswan atau dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu perlu dikembangkan pada sentra sentra pengembangan ternak di seluruh wilayah Propinsi. E:\KEBIJ TEK-260405. Bahkan dalam jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan. Dimana peternak dapat magang. selain telah didukung oleh BPPV wilayah III Bandar Lampung yang membawahi 4 Propinsi (Lampung. Kelompok Peternak) atau bentuk kerjasama lainnya. paramedic . melalui bentuk kerjasama tripartite (Pemda. akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembangunan peternakan secara keseluruhan. Operasionalisasi Poskeswan kedepan diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan swasta dan masyarakat. membandingkan dan dilatih ditempat ini. Sumsel. paling tidak menjadi 2 (dua) UPTD yaitu UPTD IB dan UPTD Perbibitan dan pakan Ternak. perlu menambah jumlah Poskeswan dari 12 unit yang ada saat ini.c ww w om k lic lic . Yang perlu mendapat perhatian adalah penyediaan tenaga medis. dalam kurun waktu 5 tahun kedepan paling tidak perlu dibangun lagi di 3 (tiga) Kabupaten lainnya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 41 . k w . Lampung Utara (1) Kota Bandar Lampung (1) dan Tulang Bawang (3). Swasta. yang dapat dimulai dengan pembentukan UPTD Pembibitan Ternak di masing masing wilayah. serta berperan dalam pembinaan kelompok kelompok VBC dan penjaringan bibit unggul.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

tulang Bawang. bebas pada tahun 2007 (2) Penyakit flu burung dengan menggunakan metoda vaksinasi dan pengetatan bio security. telah disepakati harus bebas pada tahun 2007 (3) Diharapkan Lampung ditetapkan bebas penyakit SE (free area). brucellosis.s o ft w a k e r. Way Kanan dan Lampung Barat. karena sudah sejak tahun 1990 tidak pernak terjadi kasus penyakit tersebut. Pos cek poin yang ada di Lampung Selatan. hog cholera.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Penyakit flu burung atau avian influenza (AI). SE dan rabies merupakan penyakit hewan menular yang diprogramkan pemberantasan dan pengendaliannya secara Nasional ataupun regional. Sedangkan peningkatan produksi melalui penerapan embryo transfer. “early warning system”. Operasionalisasi daripada upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit selain dilaksanakan dengan vaksinasi. . k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 12 unit Poskeswan. dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Embryo Transfer Cipelang dan kelompok peternak . (1) Untuk penyakit rabies telah diprogramkan oleh semua Propinsi di Pulau Sumatera dan bangka Belitung. sedangkan mani beku yang tidak dihasilkan di IPMB akan didatangkan dari BIB Lembang dan BIB Singosari atau impor. sebagai upaya membentuk kelompok ternak “elite” sebagai sumber pejantan donor untuk IB dan betina donor untuk ET. demikian juga dengan penyakit ramadewa. melalui pengembangan kelompok kelompok binaan yang dirancang melalui model “Village Breeding Centre” (VBC). pengobatan massal.doc/Datin 42 . Petugas kecamatan dan petugas medis dan paramedic swasta ataupun yang beroperasi secara mandiri. Penyediaan mani beku dan Pelayanan Inseminasi Buatan Mani beku sapi potong dan kambing diproduksi di IPMB Terbanggi Besar. (4) Penyakit hog cholera sampai saat ini dapat dilokalisir dan hanya terjadi di Kabupaten Lampung Timur. peningkatan biosecurity. Kegiatan tersebut didukung dengan keberadaan BPPV wilayah III Bandar Lampung. e.s o ft w a re d. juga dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan bahan asal hewan.lima tahun kedepan penyakit ini diharapkan dapat bebas. E:\KEBIJ TEK-260405. ramadewa. Implementasi daripada pelaksanaan pelayanan Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer bekerjasama dengan Kabupaten/Kota dan para inseminator yang tersebar di 10 kabupaten / Kota sebanyak ± 180 orang. surveillance dan pemetaan.

diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara swadaya atau sharring yang adil antara pemerintah. tampaknya yang paling mudah adalah mengharapkan pada rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . coklat. Kapasitas tampung ternak sapi pada perkebunan sawit ± 40. Dengan demikian sangat diharapkan untuk mendorong diversikasi usaha perkebunan sawit dengan sisipan usaha penggemukan sapi. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan produksi (populasi) dan produktivitas ternak yang akan berpengaruh langsung kepada pendapatan peternak. Secara garis besar pendekatan teknis yang akan dikembangkan di Lampung adalah sebagai berikut : a. Dampak lain daripada pola ini akan mendukung pengembangan komoditi eksotik yang akan menjadi unggulan Lampung. perlu dirancang upaya atau teknik untuk meningkatkan kualitas dan penyimpanan pakan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan yang ada. dapat menampung ternak sapi sebanyak 549. peternak dan kalau memungkinkan fihak swasta.830. dan limbah pengolahan sawit.doc/Datin 43 . yaitu antara lain :kopi dan lada organic. Berdasarkan perhitungan data tahun 2003.200 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. singkong. oleh karena itu dalam membangun peternakan yang mantap dan tangguh factor pakan akan menjadi kunci keberhasilan utama. lahan perkebunan sawit. k w . baik pada skala usaha tani kecil ataupun pada skala perusahaan pertanian / perkebunan. pengolahan daun sawit. .s o ft w a k e r.Secara teknis pemanfaatan pakan pada lahan pertanian dan perkebunan dapat dijelaskan sebagai berikut : • Integrasi ternak dengan perkebunan sawit Sumber pakan pada pola integrasi dengan perkebunan sawit dapat diharapkan dari rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit.c ww w om k lic lic . tebu. Meskipun demikian. nenas dan tanaman padi.000 ekor dan ternak kambing 1.s o ft w a re Pelayanan Inseminasi Buatan dan embryo tangsfer serta bentuk pelayanan aspek reproduksi dan fisiologis lainnya. Pengembangan Pakan Pakan ternak merupakan factor produksi yang paling dominan dalam usaha peternakan. kopi. Hal yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan pola integrasi ternak ini adalah pemanfaatan pupuk organic yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menjaga kesuburan lahan. lada.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 3. Integrasi Ternak Dengan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Konsep paling efisien dalam pengembangan pakan untuk ruminansia adalah mengintegrasikan ternak ruminansia dengan usaha pertanian dan perkebunan.000 ekor.

• Integrasi ternak dengan perkebunan singkong Potensi pakan hijauan yang berasal dari limbah tanaman singkong di Lampung pada tahun 2001 sebanyak 1. yaitu mengintroduksi sapi Ongol kedalam perkebunan tebu. kenyataannya saat ini sapi jenis Ongol dan peranakannya (PO) berkembang di Jawa khususnya disekitar perkebunan tebu. Dibeberapa tempat.7 juta ton / tahun atau mampu menampung 1. yaitu di Kabupaten Lampung Tengah dan di Kabupaten Lampung Utara. k w . Dengan demikian introduksi populasi baru di kawasan industri gula dapat dikatakan tidak ada masalah. ternak kambing telah mengalami adaptasi dan mampu mengkonsumsi daun singkong segar. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang bersumber dari daun pucuk tebu.70 juta ekor kambing. Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah tanaman singkong untuk pakan adalah kandungan HCN yang dapat menyebabkan ternak keracunan.000 ekor. Secara teknis limbah nenas ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing dan domba.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan tebu Introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu sebenarnya telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1830.doc/Datin 44 . hay atau sillase E:\KEBIJ TEK-260405. bermitra dengan peternak di sekitar serta menjual pakan yang berasal dari limbah nenas kepada peternak yang membutuhkan. perusahaan ini juga memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman nenasnya.s o ft w a k e r. Di Lampung masih terdapat 2 (dua) perusahaan perkebunan nenas yang memiliki potensi untuk dipadukan dengan usaha peternakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.000 ekor. bahkan ada yang sampai 100%.c ww w om k lic lic . Artinya kalau 50% saja potensi limbah singkong dimanfaatkan untuk ternak kambing. . dengan tujuan sebagai alat transportasi tebu. • Integrasi ternak dengan perkebunan nenas Usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan nenas (pabrik pengalengan nenas) dengan memanfaatkan limbah telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan besar di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Upaya lain untuk meningkatkan daya guna daun singkong adalah dengan melalui pengolahan dan dapat disimpan dalam bentuk pellet. padahal populasi kambing tahun 2003 baru mencapai 810. Selain mampu menanggulangi persoalan limbah. terlebih dahulu dapat dilakukan fermentasi dan penambahan pakan acditive serta pemberian pakan konsentrat. maka akan ada tambahan populasi sebanyak 850.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

pengeringan dan tambahan unsur mikro. lada dan coklat Pengertian integrasi ternak kambing kedalam perkebuan kopi dan lada.000 ekor • Integrasi ternak dengan perkebunan pisang Lampung merupakan salah satu pemasok utama buah pisang ke Banten.s o ft w a k e r. k w . akan meningkatkan palatabilitas dan kandungan gizi sebagai pakan. seperti fermentasi jerami.c ww w om k lic lic .5 juta rumpun) paling tidak bisa menampung ±45.9 % berada di Kabupaten Lampung Selatan. pucuk tebu. pembuatan sillase E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . b. Potensi pengembangan ternak kambing yang diintegrasikan dengan perkebunan coklat.doc/Datin 45 . kulit kakao. lada dan coklat) serta dari produksi ternak kambing. pelepah dan tandan sawit. memiliki kandungan protein dan mineral yang baik untuk pakan udang. kulit coklat. dan sumber hijauan lainnya. lebih menekankan pada pemanfaatan tanaman pelindung yang biasanya menggunakan tanaman leguminosa (glirisidae .565 ekor. Padahal dengan sedikit proses pengolahan fermentasi. daun dan batang singkong. lamtoro dan dadap). dan dedak kopi untuk campuran konsentrat. rumput yang ada di sekitarnya serta pemanfaatan pupuk organic untuk tanaman utama. • Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang telah diintroduksikan sejak tahun 2002 di Kabupaten Tulang Bawang.000 ekor sapi per tahun.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kopi dan lada mencapai 130 150. Sehingga petani mendapatkan 2(dua) sumber nilai tambah.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan kopi . sebagian besar masih dibakar. Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Pakan Teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang perlu dikembangkan di Lampung antara lain : • Teknologi pengolahan dan penyimpanan jerami padi. Limbah dari tambak udang berupa kepala udang. yang memanfaatkan bonggol. DKI Jakarta dan Jawa Barat. belum banyak dimanfaatkan. • Integrasi ternak dengan pertanian padi Jerami padi di Lampung yang memiliki potensi sebagai pakan ternak dan mampu menampung sapi dan kerbau sebanyak ±341. dimana 67. . Itik yang mengkonsumsi kepala udang menghasilkan telur dengan kuning telur yang khas yaitu berwarna orange. daun dan rumput disekitar kebun. Dari luasan yang ada di Lampung (±4. yaitu dari peningkatan produksi tanaman utama (kopi.

perkebunan kakao. maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan. atau maksimal berapa persen bungkil sawit ada dalam ransum ayam petelur serta pemberian feed supplement (misalnya supplement blok) Tentu yang penting disini adalah. Informasi mendetail tentang hal ini sangat membantu pengembangan limbah agroindustri sebagai sumber pakan. Pabrik pakan mini mempunyai skala usaha 1 – 3 ton per hari dengan jangkauan sebaran 10-20 Km dari lokasi pabrik. pabrik dan konsumen harus berada dalam satu lingkaran yang dekat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. misalnya sampai berapa persen daun singkong racun dapat diberikan dalam ransum kambing. pabrik pakan. perkebunan kelapa. k w . e. System produksi yang digunakan adalah Mix and Delivery . Antara lain misalnya gerakan penghijauan dengan menggunakan tanaman leguminosa.c ww w om k lic lic . Pengembangan Pabrik Pakan Mini Masalah pokok dalam penyediaan pakan ternak adalah rentang jarak yang terbentang lebar antara sumber bahan pakan. keterampilan dan kemauan peternak dalam menyediakan pakan masih diperlukan kegiatan kegiatan yang bersifat ”gerakan”. (1) meningkatkan akses dengan lembaga penelitian dan (2) bagaimana mengintroduksikannya kepada peternak c. . kondisi. Gerakan penanaman dan pengembangan hijauan pakan Mengingat masih rendahnya apresiasi peternak terhadap pakan ternak. Pemikiran ini memunculkan konsep pengembangan pabrik pakan dalam skala kecil di kawasan pemeliharaan ternak.s o ft w a re • Teknologi penyusunan ransum. artinya setelah pakan dicampur E:\KEBIJ TEK-260405. Dengan demikian secara ideal antara sumber bahan. Inventarisasi Limbah Agroindustri Kegiatan dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi ketersediaan semua bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri. industri tapioka. baik berupa ikan maupun udang. serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan. lokasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . d.doc/Datin 46 . dan pabrik kacang tanah. dan konsumen.s o ft w a k e r. gerakan tidak membakar jerami padi setelah panen. Inventarisasi tersebut meliputi ketersediaan jumlah. gerakan menanam rumput unggul atau gerakan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan. Berbagai limbah agroindustri yang mungkin untuk dikembangkan adalah limbah perikanan.

pakan. kemitraan dengan perusahaan swasta atau melalui kebijakan anggaran ditingkat Propinsi ataupun Kabupaten. pelatihan / magang. . Dengan demikian setiap tahun dapat dibangun 1 pabrik pakan mini. Surat Utang Pemerintah (SUP). obat obatan. sertifikasi dan pengawasan terhadap agro input yang meliputi bibit.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Disamping itu kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat proses transformasi melalui dukungan terhadap proses sebelum peroduksi. 4. promosi. temu usahan dan lain lain. Dukungan Permodalan dan Investasi Dukungan permodalan dilaksanakan dengan cara mendekatkan para peternak terhadap fasilitas permodalan yang ada seperti Kredit Ketahanan Pangan (KKP). Sistem permodalan dengan cara bergulir melalui pola Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini. c. Sedangkan dukungan terhadap kegiatan pasca produksi yaitu pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha peternakan serta kemitraan antara perusahaan peternakan dan peternakan rakyat. Dukungan Informasi dan Promosi E:\KEBIJ TEK-260405. Pada 5 tahun pertama disarankan untuk membangun 5 pabrik pakan di 5 kabupaten yang mempunyai populasi ternak cukup padat. standarisasi.s o ft w a re kemudian langsung didistribusikan. pasca panen dan pemasaran. incubator agribisnis. akan didorong terus untuk menjadi sumber permodalan alternative dan menjadi dana abadi para peternak. modal ventura. Dukungan Pra Produksi dan Pasca Produksi Dukungan tersebut berupa upaya untuk meningkatkan investasi.doc/Datin 47 . Proses ini lebih menguntungkan karena tidak diperlukan proses pengeringan. sehingga tercipta peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. vaksin. k w . dan peralatan. produksi / budidaya. Dukungan dan bimbingan ditujukan untuk memberikan kemudahan melalui pelayanan usaha. b. Pengembangan Usaha Peternakan Kebijakan pengembangan usaha peternakan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan usaha agar investasi di bidang peternakan meningkat . informasi pasar. a.c ww w om k lic lic . akreditasi. kredit usaha kecil menengah (UKM).

Yang tidak kalah pentingnya adalah juga promosi dalam rangka menanamkan kecintaan dan kebiasaan makan (food habit) produk produk hasil peternakan lokal serta upaya meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak (daging. telur dan susu). baik pada sector hulu. dapat pula dilaksanakan melalui model kerjasama tripartite antara swasta. 6. IB. penimbangan/ pengukuran. kelembagaan kelompok sebagai E:\KEBIJ TEK-260405. Gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan gerakan peningkatan konsumsi daging. karena sampai saat ini usaha penggemukan sapi sebagian besar masih tergantung pada bakalan impor. k w . Pengembangan informasi melalui jaringan internet telah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan sehingga menjadi media informasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Promosi juga dilakukan dalam rangka menarik minat para investor guna mengembangkan usaha peternakan .s o ft w a re Informasi pasar dan promosi yang berkaitan dengan pengembangan usaha sangat diperlukan. baik pasar Nasional ataupun pasar ekspor. reproduksi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. budidaya ataupun pengolahan. Promosi dilakukan terutama terhadap komoditi unggulan peternakan Lampung yaitu sapi potong. Pengembangan usaha pembibitan ternak sapi ini menjadi sangat strategis dan mutlak untuk mendapatkan porsi prioritas. pemerintah dan peternak. kastrasi. Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong selain dilaksanakan dengan model inti plasma dan VBC. kambing dan ayam ras sehingga dapat dikenal dan diminati oleh pasar. Usaha penggemukan selain dilaksanakan oleh perusahaan swasta. Dengan demikian produk produk peternakan Lampung akan lebih diminati dan usaha peternakan akan berkembang lebih cepat. fisiologi. telur dan susu.c ww w om k lic lic . Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong Pengembangan usaha perbibitan ternak sapi potong akan tetap dikembangkan melalui model pengembangan sentra bibit pedesaan (Village Breeding Centre = VBC) dengan basis peternakan rakyat. masih sangat relevan untuk tetap diapresiasikan kepada masyarakat Lampung. embryo transfer dan sertifikasi.doc/Datin 48 . Disamping itu aspek pasar juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikelola secara kelembagaan. Pada model ini selain mengoptimalkan fungsi fungsi teknis (genetic. seleksi dan penyortiran. Pengembangan Usaha Sapi dan Kambing Perah Pengembangan ternak sapi perah selalu dihubungkan dengan peternak yang memiliki keterampilan budidaya lebih baik. juga dikembangkan usaha penggemukan yang terintegrasi dengan VBC .s o ft w a k e r. kesehatan dan tatalaksana) juga diterapkan manajemen pengelolaan perbibitan ternak yaitu pencatatan. 5. . pakan.

f. 8. pelayanan kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan.c ww w om k lic lic . banten . dan pemasaran (konsumen susu murni dan harga yang pantas). Pengembangan Usaha Burung Puyuh Usaha peternakan burung puyuh dapat dilakukan pada lahan yang relatip sempit dan diusahakan secara intensif. pakan. dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan dan pengembangan sentra sentra perbibitan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dalam rangka pengembangan sapi perah kedepan perlu dilakukan upaya perbaikan sebagai berikut : a. terutama untuk memenuhi pasar Jakarta. walaupun sebenarnya pada kondisi saat ini semuanya bermuara pada harga jual susu di tingkat peternak dan produksi susu yang rendah. 9. maka kelembagaan peternak harus di restrukturisasi c. Keempat komponen penentu ini masih bermasalah pada sentra pengembangan sapi perah di Kecamatan Talang Padang dan Metro. Pada aspek teknis antara lain perlu ada perbaikan bibit.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . E:\KEBIJ TEK-260405. 7. Pengembangan Usaha Ayam Ras Usaha peternakan ayam ras sudah sangat maju dan banyak ditentukan oleh peran swasta. Pemerintah dalam hal ini akan lebih banyak untuk mendorong untuk tumbuhnya iklim usaha yang kondusif dan membangun kemitraan antara swasta dan peternak yang lebih proporsional. proses pengolahan. oleh sebab itu ternak burung puyuh dapat dikembangkan di wilayah pinggiran perkotaan seperti Kota Bandar Lampung. sebagai akibat dari kualitas bibit dan pakan yang dibawah standar. Secara paralel perlu ada introduksi pengembangan ternak kambing yang memproduksi susu. Pengembangannya yaitu sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini pada ternak kambing. Promosi yang luas agar masyarakat mau minum susu murni d. b. k w . yaitu dengan cara persilangan antara kambing PE dengan Kambing Boer. Perbaikan penanganan pasca panen g. Jawa barat dan pasar ekspor ke Negara Negara Timur Tengah.s o ft w a re pengelola.s o ft w a k e r.doc/Datin 49 . Sebagai upaya terakhir tapi terbatas adalah subsidi atau bantuan pakan konsentrat. Untuk mempermudah pembinaan dan meningkatkan posisi tawar peternak. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Kambing/ Domba Peluang pasar ternak kambing kedepan sangat prospektif. Oleh karena itu ternak kambing dan ternak domba akan dikembangkan dengan sasaran menghasilkan ternak dengan bobot minimal 40 kg pada umur 10 bulan. Kemitraan dengan perusahaan swasta e.

perlu “direplikasi” ulang dengan konsepsi yang telah disempurnakan. Pengembangan ternak kerbau di Provinsi Lampung perlu mendapat perhatian mengingat ternak ini merupakan obyek penting dalam urusan adat istiadat suku Lampung. 12. Pengembangannya selain secara mandiri .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kematian dan sebagainya. Pringsewu.c ww w om k lic lic . Adapun pengembangan ternak ini dilakukan melalui peningkatan pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan. persilangan dengan kerbau unggul lokal melalui E:\KEBIJ TEK-260405. Pembinaan dan Pelayanan Teknis Ternak kerbau Usaha ternak kerbau masih merupakan peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang relative terbatas. seperti di kabupaten Lampung Selatan. antara lain pada wilayah komunitas masyarakat Bali. karena hampir 100% keluarga petani di Lampung memelihara ayam buras walaupun dengan jumlah yang relative kecil. Bandarjaya. baik dikembangkan pada komunitas masyarakat Bali ataupun dikembangkan secara khusus di Pulau Pulau yang ada di Lampung. karena pada umumnya memerlukan habitat di daerah rawa – rawa walaupun juga dapat dipelihara di dataran tinggi Selain itu jarak kelahiran ternak kerbau / calving interval) cukup panjang yaitu 18 – 20 bulan sehingga menyebabkan perkembangan ternak ini lambat dibandingkan dengan ternak sapi. Pengembangan Usaha Ternak Babi Pembinaan dan pengembangan usaha peternakan babi dilakukan terhadap wilayah wilayah yang secara social tidak menimbulkan penolakan. k w .doc/Datin 50 . Oleh sebab itu program Intensifikasi Ayam Buras (intab) yang telah dintroduksi sejak tahun 1980-an. Kalianda. Demikian juga dengan intensifikasi ternak itik (Intik) 11.s o ft w a k e r. Disamping itu juga Propinsi Lampung memiliki peluang untuk relokasi usaha peternakan Babi yang ada di DKI Jakarta. misalnya dikaitkan dengan upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit flu burung. Lampung Timur. Lampung Tengah dan kabupaten Tulang bawang. Kotabumi. 10. serta kota kota kabupaten dan kecamatan lainnya. . Banten dan Jawa Barat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . misalnya pada acara perkawinan. Pengembangan Intensifikasi Ayam Bukan Ras (buras) dan Itik Sebagaimana diketahui bahwa komoditi ayam buras posisinya sangat strategis jika dikaitkan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak. dapat dilakukan dengan system bapak angkat atau kemitraan antara peternak dengan “poultry shops” atau distributor pakan / obat lainnya.s o ft w a re Metro.

doc/Datin 51 . angsa. Konsumsi Protein hewani asal ternak masih rendah E:\KEBIJ TEK-260405. angsa. 14. ayam pelung. Disamping itu juga dalam rangka meningkatkan pendapatan dan peluang usaha masyarakat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan perlu dikembangkan juga ternak yang bersifat exotic atau ternak hias antara lain. Peningkatan Kerjasama dan koordinasi dengan lembaga penelitian. ayam kate. k w . maka “ Aneka Ternak” yang terdiri dari kelinci.c ww w om k lic lic . Peningkatan fungsi Koordinasi antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota. 13. antar kabupaten kota dan antar Propinsi dengan Pusat b.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sedangkan ternak rusa masih diperlukan upaya sosialisasi dan ujicoba secara terencana. perguruan tinggi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ISSUE POKOK PEMBANGUNAN PETERNAKAN : 1. bekisar dan lain – lain. Peningkatan koordinasi lintas sector. kalkun dan rusa perlu dikembangkan lebih luas lagi. . organisasi profesi dan swasta BAB VII RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009 A. hal ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan peternakan lebih dari 60% ditentukan oleh sector lain c. terutama komoditi yang sudah familier dengan petani di Lampung yaitu entok. kalkun dan kelinci. ayam kipas.s o ft w a re teknologi Inseminasi Buatan serta pengembangan pembuatan mani beku ternak kerbau.s o ft w a k e r. Peningkatan Fungsi Koordinasi dan Kerjasama a. Pengembangan Aneka Ternak Sebagai upaya substitusi dan dalam rangka meningkatkan konsumsi daging. entok. ayam cemani.

dan Propinsi di Indonesia. sebagai berikut : Tabel 14.7 gram/kapita/hari atau 78.03 3.01 kg.28 kg/kapita/tahun (65.76 5. maka penduduk Lampung pada tahun 2004 baru makan daging sapi 0.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.50 6. ayam kampung 3.33% dari standar minimal FAO.62 3.36 13.71 5. Sementara konsumsi telur di Lampung pada tahun 2004 mencapai 68 butir/kapita/tahun.09 kg/kapita/tahun (68. Jika dibandingkan dengan Negara Negara di Asia.25 25.97kg/kapita/tahun. serta konsumsi daging ayam E:\KEBIJ TEK-260405.02 4.55 kg. telur 6. kambing dan domba 0.97 20. bahwa standar konsumsi minimal protein hewani asal ternak adalah protein hewani 6 gram/kapita/hari.15 gram/kapita/hari atau baru mencapai 69. Telur dan Susu Beberapa Negara di Asia dan Beberapa Propinsi di Indonesia tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NEGARA*/ PROPINSI** Banglades China Jepang Malaysia Philipina Thailand Indonesia Lampung Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan KONSUMSI (kg/kapita/tahu) Daging Telur Susu 3.doc/Datin 52 . telur 4.55 39.85%) dan susu 4.04 7.35 kg/kapita/tahun (60.30 4. Sebagai gambaran perbandingan tingkat konsumsi daging.87 0.08 0. Vietnam 40 butir.54 10.10 3. Filipina 70 butir.50 Berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998 dan FAO.31 6.82 24. daging 10.63 3.96 4. bahkan beberapa pakar mengukur tingkat keberhasilan pembangunan dari tingkat konsumsi protein hewani dan menganggap jika konsumsi protein hewani terlalu rendah akan terjadi apa yang disebut “ loose generation”. dan ayam ras 2.01 4.16% dari standar minimal yang ditetapkan WKPG dan FAO.48 6. telur dan susu beberapa Negara di Asia.71 22.s o ft w a re Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi protein hewani sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Thailand 100 butir. k w .21 6.42%).43 3. Pencapaian tersebut setara dengan konsumsi daging 7.15 2. Jika dilihat dari konsumsi masing masing komoditi. Perbandingan Konsumsi Daging. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia 300 butir/kapita/tahun.00 9.87 17.50 1. .2 kg/kapita/tahun.30 kg.53 3.35 2.s o ft w a k e r.97 3.68 31.3 kg/kapita/tahun. Secara Nasional konsumsi protein hewani asal ternak Indonesia masih sangat rendah.50 17.c ww w om k lic lic .50 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .33 5.96 25. Sementara konsumsi protein hewani yang dicapai Propinsi Lampung pada tahun 2004 baru mencapai 4.83%).72 7.60 2.10 2. Indonesia hanya berada di atas Banglades dengan tingkat konsumsi protein hewani 4.51 0.00 10.84 4.5 kg /kapita/tahun dan susu 7.72 46.

Sebagai gambaran. Sementara konsumsi beras Nasional (133 kg/kapita/tahun) adalah konsumsi beras tertinggi di Dunia. Dari data tersebut di atas dan trend konsumsi produk peternakan dari tahun ke tahun di Propinsi Lampung. Propinsi Lampung pun semakin dikenal sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional. kemitraan penggemukan sapi. juga harganya relative terjangkau. Seiring dengan perjalanan waktu.76% per-tahun. tingkat pendidikan. juga sangat terkait dengan daya beli masyarakat. Dilihat dari sifatnya. maka secara bertahap yang dimulai tahun 1993. Ternak tersebut sebagian dibeli (“dipindahkan”) dari Lampung. Propinsi Lampung dikenal sebagai penghasil ternak potong dan bibit dan secara rutin mensuplai ternak potong untuk kebutuhan pasar DKI Jakarta. Akan tetapi setelah diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999. perlu memprioritaskan kepada komoditi unggas. Sedangkan ayam ras pedaging jika pada tahun 2009 ditargetkan naik 1 kg maka diperlukan populasi (kumulatif) sebesar 35. . Sebenarnya ini adalah peluang yang sangat baik E:\KEBIJ TEK-260405.55 kg/kapita per tahun.57 kg atau 78. kemitraan ayam. Artinya kebijakan pemerintah Propinsi Lampung dalam upaya meningkatkan konsumsi daging. serta program pendukung lainnya. Filipina 4 kg. Pengurasan populasi ternak terutama sapi dan kambing Diawali dengan berbagai program peningkatan populasi. budaya dan kebijakan pemerintah.s o ft w a k e r. yang didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan yaitu kesehatan. beberapa Propinsi di Sumatera melalui APBD dan APBN-nya banyak kegiatan pengadaan bibit ternak khususnya sapi dan kambing. Karena selain cepat dikembangkan.doc/Datin 53 . jika sampai dengan tahun 2009 konsumsi daging ayam kampung ditargetkan naik 1 kg menjadi 4. maka peranan produk unggas khususnya daging ayam kampung dan ayam broiler memegang peranan yang sangat penting. Thailand 16.s o ft w a re Malaysia 23 kg.05 %. Issu rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak.8 kg dan Vietnam 1 kg.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . inseminasi buatan.000 ekor bibit sapi dan kambing “pindah” dari Lampung ke beberapa Propinsi di sumatera.56% dari total konsumsi daging. yang secara monumental diawali dengan program BPSD (Bimbingan Peternak Sapi Pedaging) pada tahun 1977. kemudian dilanjutkan dengan proyek penyebaran ternak P3TK-IFAD pada tahun 1983. selain menyangkut aspek produksi dan distribusi. pengembangan pakan dan penyuluhan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. bahkan sampai ke Pulau Kalimantan. Jawa Barat. baik yang dibiayai APBN ataupun APBD. Sementara pertumbuhan populasi ayam pedaging selama 5 tahun terakhir hanya 4. 2.c ww w om k lic lic . produksi dan produktivitas ternak.6 juta ekor atau diperlukan peningkatan populasi rata rata 10. dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat. maka populasi (sesaat) pada tahun tersebut harus mencapai 16.15 juta ekor . yaitu pada tahun 2004 mencapai 5. k w . setiap tahun tidak kurang dari 40. komoditi unggas termasuk komoditi yang cepat dikembangkan.

Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang baru muncul di Lampung (Indonesia) dan baru dikenal oleh masyarakat peternakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. (4) surveillance dan penelusuran. 3. Penyakit ini juga telah menyebabkan terhentinya ekspor daging ayam dari Lampung ke Jepang. Oleh sebab itu dalam rangka melindungi peternak dari kerugian yang besar. peternak menjual kambing boerawanya. pada saat Propinsi Lampung sedang mulai mengembangkan kambing boerawa yaitu silangan antara Kambing PE dan Kambing Boer. oleh karena itu untuk membebaskan penyakit ini selain langkah langkah sebagaimana tersebut di atas.000 – 140. Sapi bakalan lokal secara kualitas dan kuantitas belum mampu memenuhi kebutuhan usaha penggemukan sapi di Lampung yang membutuhkan 120.s o ft w a k e r. Adapun materi pokok dari pedoman tersebut antara lain berisi langkah langkah pencegahan dan pemberantasan yaitu. k w .doc/Datin 54 . APBN dan partisipasi swasta dan masyarakat serta koordinasi vertical dan horizontal. (1) pelaksanaan biosekuriti secara ketat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . maka pemerintah telah menerbitkan pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung pada unggas. Adanya wabah flu burung (avian influenza) dan penyakit strategis lainnya Penyakit flu burung pada unggas (avian influenza) di Lampung disebabkan oleh virus influenza A (highly pathogenic) dari family Orthomyxoviridae .tahun. E:\KEBIJ TEK-260405. pelaporan dan evaluasi. APBD Kabupaten / Kota. akan tetapi persoalannya dikuatirkan pada saatnya nanti. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian sampai 100% dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak.daya saing dan tetap sebagai salah satu lumbung ternak Nasional. . ternyata dengan iming iming harga yang cukup tinggi (Rp 1 – 1. sehingga Lampung akan memiliki keunggulan . maka secara bertahap Lampung akan kekurangan bibit betina dan pejantan unggul.s o ft w a re untuk peternak di Lampung. (3) pembatasan lalulintas hewan dan bahan asal hewan. adalah ketergantungannya terhadap sapi bakalan impor. akan tetapi jika pengeluaran ternak bibit yang berkualitas tidak dapat dikendalikan. maka upaya yang harus menjadi prioritas adalah sosialisasi kepada masyarakat peternakan.5 juta per ekor kambing boerawa umur 8 bulan). Hal lain yang sampai saat ini juga menjadi bumerang dalam pengembangan peternakan di Lampung. (2) pelaksanaan vaksinasi.000 ekor bakalan per . perlu dukungan pembiayaan yang cukup besar baik dari APBD Propinsi. (6) stamping out serta (7) monitoring. Untuk ini juga perlu ada strategi pengembangan perbibitan yang komprehenship dan berkelanjutan. Sebagai contoh. Hal tersebut sangat wajar dan sesuai dengan hukum ekonomi. Propinsi lain akan lebih cepat mengembangkan kambing boerawa karena memiliki sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dari Lampung. dan dibeberapa sentra telah menghasilkan bibit. (5) peningkatan kesadaran masyarakat.

meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi. kendatipun biasanya kepentingan bisnisnya lebih dikedepankan.doc/Datin 55 . utuh dan halal (ASUH).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405. sehingga peternak dapat memilih yang terbaik dengan harga yang terjangkau. 4. merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik. Kurangnya akses peternak terhadap pelayanan public dibidang peternakan antara lain disebabkan banyaknya alih fungsi penyuluh pertanian. partisipatif. dimana upaya swastanisasi harus didasarkan pada asumsi bahwa lembaga sektor swasta mampu lebih fleksibel . . mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas agar masyarakat memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan. Tugas pelayanan tersebut dapat dilaksanakan oleh institusi diluar pemerintah atau dilakukan melalui swastanisasi. k w . Contoh pelayanan IB dan pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat. Pelayanan publik dibidang peternakan yang masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan antara lain perlindungan atau jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk peternakan yang aman. Disisi lain sebenarnya dengan diberlakukannya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah seharusnya fungsi pelayanan publik semakin baik. karena dalam undang undang tersebut antara lain mengatur penyerahan wewenang dari pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia atau disebut desentralisasi. Ramadewa pada sapi Bali. Septichaemia Epyzotica (SE). Pelimpahan kewenangan tersebut harus bertumpu pada batasan bahwa pelayanan yang dilimpahkan harus lebih efisiensi dan efektif.s o ft w a k e r. dan penyakit Rabies.c ww w om k lic lic . di Lampung juga terdapat beberapa penyakit menular dan strategis yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yaitu penyakit Brucellosis . dan berorientasi pada pengguna. tapi yang penting dengan privatisasi akan terjadi persaingan yang sehat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dapat bersaing secara sehat diantara para penyedia jasa pelayanan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan harga yang pantas. pendampingan dan penyuluhan. sehat. dan bentuk pelayanan public lainnya di bidang peternakan. Upaya pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberi kekuasaan . Hog Cholera. serta tidak adanya rekrutmen penyuluh dan petugas lapangan. Privatisasi adalah salah satu metoda untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Kurangnya akses kesehatan hewan masyarakat terhadap pelayanan peternakan dan Pelayanan publik dibidang peternakan perlu dikembangkan menjadi lebih transparan.s o ft w a re Disamping penyakit Flu Burung.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re 5. Sampai dengan tahun 2003 ternak yang ada baru mencapai 468. diperlukan waktu 35 – 40 tahun. Terbatasnya modal untuk pengembangan peternakan Masalah ini merupakan factor pembatas utama yang selalu dihadapi para peternak. Jika pertumbuhan populasi ternak seperti saat ini yaitu 2-4%. kelompok peternak dengan pemilik modal / lembaga keuangan belum ada yang memfasilitasi ? atau aparat pemerintah (petugas peternakan) tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat ? Ternyata banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan peternak tidak memiliki modal. Akan tetapi dari pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada 3 (tiga) pemegang kendali primer yang memegang peranan. Membangun dan menumbuhkan kepercayaan lembaga keuangan kepada peternak dan kelompok peternak. Akan tetapi persoalannya benarkah modal itu tidak ada ? ataukah peternak yang tidak memiliki kamampuan untuk akses ke sumber atau pemilik modal ? atau pemerintah yang belum berfihak kepada peternak ? atau lembaga keuangan dan pemilik modal yang sangat awam terhadap usaha peternakan yang sebenarnya layak ? atau antara peternak. Meningkatkan apresiasi lembaga keuangan dan pemilik modal lainnya terhadap berbagai usaha peternakan yang layak dibiayai d.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. terutama dalam hal pendampingan terhadap kelompok binaan dan difasilitasi secara langsung agar kelompok dapat berhubungan dengan lembaga keuangan e. b. 6. c.41 juta unit ternak). E:\KEBIJ TEK-260405. k w .41 juta unit ternak. Meningkatkan kualitas pelayanan aparat pemerintah.20% dari potensi sumberdaya alam yang tersedia.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .180 unit ternak atau baru mencapai 33. dalam hal ini yaitu pemilik modal atau lembaga keuangan. Potensi sumberdaya alam belum dimanfaatkan secara optimal Sebagaimana diketahui bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya alam yang mampu menampung ternak ruminansia sebanyak 1. Menumbuhkan keberpihakan pemerintah (komitmen) untuk membangun usaha dibidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya pada skala kecil dan menengah. . maka untuk mencapai kapasitas daya tampung optimal (1. pemerintah. dan peternak Faktor lain yang secara paralel harus berdampingan dengan pengembangan aspek permodalan adalah : a.doc/Datin 56 .820 unit ternak. Adanya peraturan perundangan yang mendukung dan berfihak pada peternak. atau masih tersedia ruang dan potensi pakan untuk 941.

31-50 ekor = 16. 8. 11-20 ekor = 2. masing masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain”.doc/Datin 57 . 4-6 ekor = 44.00% adalah usaha sambilan dan cabang usaha 14 % E:\KEBIJ TEK-260405. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan teknologi yang mudah diaplikasikan oleh peternak.45%.0%. Dari angka sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peternak sapi potong yang skala usahanya masih termasuk skala usaha sambilan mencapai 88. Ternak itik ≤ 30 ekor = 70%. antara lain merupakan salah satu dampak negative dari pelaksanaan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) yaitu “ Daerah Daerah sebagaimana disebut pada ayat (1). 7. menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan investasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah membangun komitmen semua komponen pembangunan yaitu masyarakat. Ternak babi 1-10 ekor = 58%. antara lain peningkatan bobot hidup ternak. k w .5%.25%. Sedangkan ternak kambing yang memiliki 1-10 ekor 61. Disamping itu juga upaya peningkatan produksi selain dilaksanakan melalui peningkatan populasi ternak.75%.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. misalnya menjadi 10 atau 15 tahun. 11-30 ekor = 34.05%. diperkirakan tidak akan serta merta merubah sikap dan perilaku dalam melaksanakan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang baru.0%.0% dan >30 ekor = 8.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .0%.70%. dan cabang usaha = 11. 7-10 ekor = 8.25% dan cabang usaha 32.75% dan >20 ekor = 6.s o ft w a re Upaya kita tentu bagaimana mendorong agar potensi sumberdaya alam yang ada dapat secara optimal dimanfaatkan dan mempercepat waktu pencapaiannya.0% dan >50 ekor = 14.80%. cabang usaha 34. serta pada ternak itik 86.70%. Pada peternak kambing usaha sambilan 61. Walaupun UU nomor 22 tahun 1999 secara otomatis tidak berlaku lagi setelah terbitnya UU nomor 32 tahun 2004. pada ternak babi usaha sambilan 58. .3% dan >20 0. peningkatan pertambahan berat badan harian dan diversifikasi produk. Skala usaha peternakan belum ekonomis Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2002 di Propinsi Lampung. ramah lingkungan dan berkelanjutan. swasta & pemerintah. peternak yang memiliki sapi 1 – 3 ekor mencapai 43.0%.0%. 11-20 ekor = 32. serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Propinsi dan Kabupaten Kurang dan rancunya koordinasi antar Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota serta antara Pemerintah (pusat) dan Daerah Propinsi . juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Koordinasi antara Pusat. akan tetapi nuansa pasal 4 ayat (2) pada UU nomor 22 tahun 1999.

mandiri dan professional 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . B. SASARAN E:\KEBIJ TEK-260405. VISI MEWUJUDKAN LAMPUNG SEBAGAI LUMBUNG TERNAK YANG TANGGUH DAN MANDIRI 2.s o ft w a re Ciri daripada usaha peternakan yang sambilan dan cabang usaha adalah kurang efisien di dalam pengelolaan factor factor produksi.doc/Datin 58 . Meningkatkan populasi dan produksi ternak guna menyediakan bahan pangan asal ternak yang terjamin baik kualitas. k w . Meningkatkan daya saing produk unggulan peternakan Lampung 4. dan perluasan pangsa pasar. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya Meningkatkan peranan Provinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional Meningkatkan pendapatan peternak 4.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic . MISI 1. Meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan yaitu sapi potong dan kambing. . kuantitas dan kontinuitasnya. Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal. VISI. peningkatan kualitas dan kontinuitas produk. melalui peningkatan aksesibilitas peternak terhadap modal dan teknologi. TUJUAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung Meningkatkan produktivitas ternak Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan Meningkatkan skala usaha peternakan Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tepat guna terutama dibidang pakan. TUJUAN DAN SASARAN 1. 3. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yg tangguh . Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan daya saing kualitas produk peternakan. reproduksi. perlu adanya upaya peningkatan skala usaha secara bertahap. dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. budidaya dan pengolahan produk peternakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dengan harga terjangkau serta semakin berperan dlm menyediakan kebutuhan nasional 2. MISI.

73 gram/kapita/hari 2) Terwujudnya peningkatan produktivitas ternak. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Analisis lingkungan strategis adalah suatu analisis yang dilakukan secara objektif dan komprenship dengan mempergunakan data yang akurat.s o ft w a re Sasaran umum yang ingin dicapai pada tahun 2009 adalah : 1) Tercapainya konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung pada tahun 2009 sebesar 4.86 juta ekor 8) Pendapatan peternak minimal sama dengan UMR C. yaitu dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (pelunag dan ancaman) yang dihadapi.15 %. Rata rata calving interval 14 bulan pada ternak sapi dan 8 bulan pada ternak kambing 3) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dibidang peternakan. baik dalam pembanguanan daerah.478 ekor dan unggas 8.sector ataupun dalam pembangunan sub sektor peternakan khususnya di Propinsi Lampung. 6) Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk pengembangan peternakan pada tahun 2009 sebesar 5 % 7) Pengeluaran ternak ke Propinsi lain untuk kebutuhan bibit dan ternak potong pada tahun 2009 adalah: sapi potong 172.411 ekor.55 %. PE). k w . Service per conseption pelayanan IB ternak sapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 1. Analisis lingkungan strategis merupakan satu upaya objektif untuk merumuskan dan memformulasikan strategi pembangunan yang dilakukan dengan pendekatan “SWOT”. Jadi perencanaan strategis sangat penting untuk memperoleh keunggulan kinerja baik berupa produk ataupun servis yang sesuai dengan keinginan dan tuntunan stakeholder sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi E:\KEBIJ TEK-260405. Covering pelayanan kesehatan meningkat 40 % b. kambing dan domba 243.39 % c. skala usaha ternak babi 5 % dan skala usaha ternak itik meningkat 2 %.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . domba 39. Covering pelayanan Inseminasi Buatan meningkat 26. 5) Populasi ternak sapipotong 55 % merupakan hasil IB dan ternak kambing 30 % merupakan kambing unggul hasil IB (Persilangan kambing Boer. kerbau 11. Melalui analisis ini diharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung dapat melihat secara objektif kondisi-kondisisi internal dan eksternal.9 % . Kambing 40.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.5 %.15 %. terbaru dan berasal dari lingkungan insternal dan eksternal.63 % 4) Terwujudnya peningkatan skala usaha peternakan antara lain pada tahun 2009 skala usaha sambilan dan cabang usaha pada peternakan sapi potong meningkat statusnya 1 % dan 3.doc/Datin 59 . dan babi 57. antara lain : a. Tingkat kelahiran ternak pada tahun 2009 meningkat masing masing ternak sapi potong menjadi 23.543 ekor kerbau 2.151 ekor. masyarakat. swasta dan pemerintah. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen.s o ft w a k e r. babi 24. . skala usaha ternak kambing 3 %. antara lain : a.35 % b.

kulit biji kopi. sumber pakan dan tempat budidaya dimiliki Lampung sangat luas yaitu 3. tapi juga sekaligus memiliki kelemehan yang kemungkinan besar dapat menghambat kemajuan dan / atau rencana pembangunan peternakan yang telah ditetapkan. tellur dan susu masih rendah 4) Perusahaan Swasta Perusahaan swasta telah banyak berkembang di Lampung antara lain bergerak di bidang penggemukan sapi potong. bungkil sawit. 1.c ww w om k lic lic . Analisis Lingkungan Internal(Kekuatan dan Kelemahan) Secara riel Propinsi Lampung memiliki kekuatan besar yang mampu mempercepat lajunya perkembangan peternakan. pakan ternak dan distributor / deppo obat hewan Beberapa perusahaan swasta telah melakukan kemitraan dengan kelompok peternak disekitarnya E:\KEBIJ TEK-260405. serta mengubah kelemahan menjadi ancaman yang harus diatasi.41 juta unit ternak. ayam ras dan pakan ternak Potensi pasar lokal juga masih dapat ditingkatkan.s o ft w a k e r.doc/Datin 60 . ayam ras.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sementara pada tahun 2003 baru mencapai 33.s o ft w a re yang telah ditetapkan serta dapat mengantisipasi dengan cepat kemungkinan perubahan yang juga terjadi dengan cepat. mengingat konsumsi daging. mollase. . anatara lain jagung. Sampai saat ini Lampung menjadi salah satu pemasok ternak potong ke DKI Jakarta. Banten dan Jawa Barat. dimana 54. Banten dan Jawa Barat serta bibit sapi dan kambing ke Propinsi di Sumatera Lampung memiliki komoditi yang mempunyai prospek untuk di ekspor yaitu ternak kambing. k w .180 unit ternak • Bahan baku pakan konsentrat melimpah di Lampung. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan internal sejak dini.20% atau 468.3 juta ha. gaplek dan lain lain 2) Letak geografis dan tofografis o Letak geografis Lampung sangat strategis karena berada di pintu gerbang Sumatera dan Jawa 3) Pasar Lampung dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta. dedak halus. Secara sistematis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Propinsi Lampung dalam pembangunan peternakan adalah sebagai berikut : a. diharapkan seluruh jajaran dan masyarakat peternakan mampu menagntisipasi dan mampu mengubah kekuatan menjadi peluang.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . bungkil kelapa.18% nya adalah lahan yang dapt dipergunakan untuk budidaya ternak • Kapasitas tampung Lampung untuk ternak ruminansia sebanyak 1. Kekuatan 1) Sumberdaya Alam • Lahan sebagai basis ekologi.

BPTP. karantina hewan. hal ini antara lain disebabkan tingkat pendidikan formal petani ternak juga rendah. Poskeswan. • Tenaga kerja terdidik justru lebih tertarik bekerja di kota kota besar • Aksesibilitas kelembagaan peternak terhadap modal. yaitu SD kebawah. yaitu sapi potong dan kambing 6) Kebijakan Pemerintah Dukungan pemerintah Provinsi & Kab/Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional Dukungan pembiayaan melalui APBD Propinsi cenderung terus meningkat 7) Sarana dan Prasarana • • Propinsi Lampung telah memiliki Instalasi pembuatan mani Beku di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Prasarana pendukung lainnya adalah BPPV. sementara peternak sendiri aksesibilitasnya rendah 3) Ternak • Kualitas bibit dan produktivitas ternak di Lampung masih rendah • Usaha perbibitan ternak belum diminati oleh perusahaan swasta • Tingkat kepemilikan ternak relatip masih rendah • Data populasi ternak kurang akurat • Usaha penggemukan sapi potong masih tergantung pada bakalan umpor 4) Peralatan .s o ft w a re 5) Komoditi unggulan Komoditi ternak unggulan Lampung telah dikenal oleh masyarakat di luar Propinsi .c ww w om k lic lic . teknologi dan informasi masih sangat rendah 2) Modal • Para peternak pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup • Skala usaha beternak umumnya masih rendah • Lembaga permodalan sulit diakses oleh peternak pada umumnya • Kebijakan makro dibidang permodalan belum menyentuh para peternak kecil dipedesaan. dan Pos Inseminasi Buatan b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pos Satgas. . Mesin dan Bahan E:\KEBIJ TEK-260405. Kelemahan 1) Sumberdaya Manusia • Pengetahuan.doc/Datin 61 .s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . Pelabuhan Internasional Panjang. sikap dan keterampilan peternak relative rendah.

Flu Burung.s o ft w a k e r. teknologi dan tatalaksana budidaya yang efisien E:\KEBIJ TEK-260405. . perkebunan dan perikanan serta optimalisasi pemanfaatan lahan marginal 2) Lampung memiliki kapasitas tampung ternak ruminansia sebanyak 1. Ramadewa.41 juta AU. peralatan kesehatan hewan. peralatan dan msin budidaya Bengkel alat alat peternakan belum berkembang dengan baik 5) Obat dan pakan Sebagian bahan baku obat dan obat hewan masih diimpor Sebagian bahan baku pakan konsentrat antara lain tepung ikan masih tergantung dari bahan baku impor 6) Kesehatan Hewan Masih adanya penyakit hewan menular di Lampung antara lain SE.c ww w om k lic lic . Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) a. dan ND Lalu lintas hewan antar Pulau dan antar Propinsi sulit dikendalikan. Brucellosis.s o ft w a re • • Sebagian besar peralatan dan mesin peternakan masih tergantung dari barang impor. sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit Jumlah Poskeswan dan petugas pelayanan kesehatan sangat terbatas . antara lain peralatan IB.20 %. k w . jadi masih ada peluang pengembangan sebesar 66.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Hog Cholera. sementara yang ada baru mencapai 33. Peluang 1) Mengintegrasikan usaha peternakan kedalam usaha / perusahaan pertanian.80 % 3) Mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal 4) Meningkatkan produktivitas ternakmelalui penggunaan bibit unggul. 7) Kebijakan Pemerintah • Pungutan retribusi di Kabupaten / Kota yang kontra produktip karena semakin menambah biaya produksi • Perencanaan dan pembiayaan pembangunan peternakan yang kurang tepat • Adanya euphoria otonomi daerah 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 62 .

KEBIJAKAN Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam rangka pembangunan peternakan di Propinsi Lampung adalah : mencapai tujuan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung (Tujuan 1) . juga menjadi daya tarik investasi b. telur dan susu. dan sebagai substitusi daging merah (sapi. Dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi ataupun untuk pasar ekspor 7) Ayam ras yang merupakan salah satu unggulan Lampung. kerbau. domba dan babi) 8) Dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan di Lampung serta masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Lampung. ditunjang dengan potensi sumberdaya alam serta iklim usaha yang semakin baik. 10) Letak geografis Lampung yang dekat denga pasar raksasa DKI Jakarta. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN & SASARAN) 1. agar harganya terjangkau masyarakat E:\KEBIJ TEK-260405. Banten dan Jawa Barat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re 5) Pengembangan ternak kambing Boerawa yang memiliki potensi pasar di dalam dan di Luar Negeri 6) Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang melimpah.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Meningkatkan produksi daging. Ancaman 1) Globalisasi perdagangan 2) Euporia otonomi daerah 3) Semakin tingginya ketergantungan dan keterkaitan antar sektor 4) Adanya tuntutan efisiensi.c ww w om k lic lic . kambing. . dapat dirintis ulang sebagai komoditi ekspor.doc/Datin 63 . k w . kualitas dan kontinuitas produk 5) Out break penyakit flu burung dan penyakit hewan menular lainnya 6) Pengurasan populasi sapi potong dan kerbau yang diakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali dan pemotongan ternak betina produktip 7) Ketergantungan pasokan sapi bakalan dari Australia 8) Kemungkinan terjadinya bioterorisme 9) Restrukturisasi organisasi D. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap manfaat protein hewani bagi tubuh manusia b. maka ini akan menjadi potensi pasar yang cukup besar 9) Dengan semakin dikenalnya Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional dan iklim usaha yang semakin kondusip. antara lain: a. baik bahan baku konsentrat ataupun hijauan. akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang peternakan di Lampung .s o ft w a k e r.

Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Merumuskan pedoman standar pelayanan minimal di bidang peternakan dan kesehatan hewan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan skala usaha peternakan (Tujuan 4). Melakukan swastanisasi atau mengembangkan metoda pelayanan public berbasis masyarakat di bidang peternakan b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . budaya dan tingkat pendidikan masyarakat. sikap dan keterampilan peternak Kebijakan yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan (Tujuan 3). Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dibidang pakan reproduksi. Didukung dengan organisasi yang terdesentralisasi. oleh karena itu peningkatan koordinasi lintas sector menjadi sangat penting. Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi protein hewani adalah daya beli. antara lain : a. magang dan pendampingan pemanfaatan teknologi pada pra produksi budidaya dan pasca panen E:\KEBIJ TEK-260405. keswan tatalaksana pemeliharaan dan pengolahan produk peternakan (Tujuan 5). pelatihan. kemitraan dan berkelompok. Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta c. Misalnya mengembangkan ternak kelinci. k w . .c ww w om k lic lic . burung merpati atau yang semula fokus terhadap daging sapi (daging merah) ke daging ayam (daging putih) yang memiliki fleksibilitas yang tinggi d. Didukung dengan adanya perubahan perilaku dari pemberi pelayanan atau mengubah sikap dan mental model (Oentarto. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak (Tujuan 2). Meningkatkan aksesibilitas peternak / kelompok peternak kepada lembaga keuangan dan pemilik modal b. reproduksi dan fisiologi ternak dan tatalaksana pemeliharaan c. perguruan tinggi dan perusahaan swasta b. Mengembangkan pola usaha peternakan yang efisien. pakan. murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak b. Melaksanakan percontohan. kesehatan.s o ft w a re c. Pengembangan pengolahan pasca panen produk produk peternakan menjadi bahan konsumsi yang menarik dan aman dikonsumsi e. efektip dan menguntungkan. Meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian. adalah antara lain : a.doc/Datin 64 .s o ft w a k e r. antara lain : a. efektip dan efisien c. misalnya melalui introduksi pengolahan dan penyimpanan pakan. Diversifikasi terhadap jenis produk peternakan yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan dengan produk peternakan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepatguna bekerjasama dengan lembaga penelitian. Meningkatkan kinerja aspek aspek bibit.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.2004) d. antara lain : a.

Mengembangkan komoditi ternak unggulan Lampung yang tidak dimiliki oleh wilayah lain antara lain ternak kambing Boer. antara lain : a.s o ft w a re Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan (Tujuan 6). Meningkatkan pengetahuan. Mengembangkan pola integrasi ternak kedalam perusahaan petani & perkebunan serta agroindustri lainnya. optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan kualitas pakan. sikap dan keterampilan (PSK) peternak E:\KEBIJ TEK-260405. pemda dan swasta untuk mengimpor bibit unggul terutama sapi. Meningkatkan skala usaha dan produktivitas ternak b. b. Boerawa dan penggemukan sapi eks impor d. adalah : a. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya pakan local untuk mengganti/mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan.c ww w om k lic lic . Optimalisasi pemanfaatan teknologi antara lain. antara lain : a. Memfasilitasi dan mendorong pemerintah pusat. kambing dan GPS ayam ras c. Mengembangkan teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang berasal dari limbah pertanian. antara lain : a. (Tujuan 9). perkebunan dan perikanan d. Mendorong atau bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan limbah perkebunan. c. Mengembangangkan kawasan produk peternakan unggulan d. c.s o ft w a k e r. embryo transfer.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Menggali sumber permodalan untuk mendukung usaha peternakan yang terintegrasi dengan usaha pertanian/perkebunan/perikanan. penggunaan bibit unggul. Melakukan percepatan peningkatan populasi ternak melalui pengembangan system perbibitan. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan peranan Propinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional (Tujuan 8). k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi c. Mendorong perusahaan swasta dibidang perkebunan/ pertanian dan agroindustri lainnya untuk membuka usaha terpadu dengan memasukan usaha peteranakan sebagai cabang atau bagian dari perusahaan intinya. . peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan IB.doc/Datin 65 . Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam (Tujuan 7). pengendalian pemotongan betina produktif dan pengendalian pengeluaran bibit unggul keluar Propinsi b. Memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan usahanya secara bermitra dengan masyarakat sekitar Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. pertanian dan perikanan sebagai pakan ternak melalui pola integrasi b. IB.

s o ft w a re Mendorong tumbuhnya dan memfasilitasi kelembagaan peternak menjadi kelembagaan yang mampu berperan sebagai mediator bagi anggotanya untuk membangun usaha peternakan e. mampu mengoptimalkan dan mengakses sunber daya (alam.doc/Datin 66 . modal dan teknplogi).s o ft w a k e r. Tujuan a) Meningkatkan profesionalisme dan produktivitas peternak dan petugas b) Meningkatkan peranan dan kualitas kelembagaan peternak dan kelembagaan lain yang mendukung pembangunan dibidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 2) Program Pengembangan Integrasi Ternak dengan Tanaman Pertanian/ Perkebunan a. PROGRAM PRIORITAS 1) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Peternakan Sumberdaya Manusia dan a. .c ww w om k lic lic . b. k w . Arah Program ini diarahkan untuk menciptakan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang tangguh dan mandiri. Tujuan a) Meningkatkan “capacity building” dari padalahan usaha pertanian/perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan per satuan luas lahan usaha b) Meningkatkan populasi ternak c) Meningkatkan pendapatan peternak disekitar perusahaan d) Mengembangkan usaha tani terpadu. 2. Arah Program ini diarahkan untuk mendorong perusahaan perkebunan / pertanian dan agroindustri lainnya untuk melaksanakan diversifikasi usaha bidang peternakan dan mengembangkan kemitraan dengan nilai ternak yang ada disekitar perusahaan. b. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan produksi dan produktivitas ternak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Meningkatkan pangsa pasar produk produk peternakan d.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

utuh dan halal) f) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak E:\KEBIJ TEK-260405. k w . dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman. penanganan dan penerapan teknologi reproduksi.s o ft w a re 3) Program Peningkatan Produksi & Produktivitas Ternak a. penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksana budidaya b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . sehat. pemberantasan. Tujuan a) Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak b) Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas) c) Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya d) Mencegah tejadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan l\kepada manusia e) Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk produk peternakan yang dikonsumsi.s o ft w a k e r. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak.doc/Datin 67 . melalui penerapan panca usaha ternak. . telur. pengembangan kualitas. susu serta produk olahannya untuk konsumsi masyarakat Lampung dalam jumlah dan kualitas yang cukup serta harga yang terjangkau i) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 4) Program Pembinaan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner a. yaitu penggunaan bibit unggul. pengendalian dan penolakan penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) b. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan dan ternak milik peternakan rakyat melalui upaya pencegahan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kuantitas dan kontinuitas pakan. Tujuan e) Mendorong percepatan peningkatan populasi ternak f) Mempertahankan stabilitas potensi Lampung sebagai lumbung ternak Nasional g) Mengembangkan potensi Lampung sebagai salah satu pusat bibit ternak sapi dan kambing h) Menyediakan daging.

pengembangan perbibitan dan pakan ternak. manajemen dan akses pasar.doc/Datin 68 . b. transparan. serta dengan mengembangkan bentuk bentuk pelayanan yang berbasis masyarakat dan swastanisasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . inseminasi buatan. serta meningkatkan investasi di bidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak d) Mengembangkan kemitraan peternakan yang adil dan saling menguntungkan 7) Mengembangkan Ternak Kambing Boerawa a. Tujuan a) Meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dan swasta b) Meningkatkan tingkat keberhasilan pelayanan Inseminasi buatan c) Meningkatkan derajat kesehatan.s o ft w a re 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan dibidang Peternakan a. Arah Program ini diarahkan untuk Pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Dalam hubungan ini peranserta swasta dan badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi mewujudkan industri peernakan yang sinergis dengan peternakan rakyat dan sumberdaya local b. guna memperoleh nilai tambah yang tinggi dengan masukan teknologi. Tujuan a) Meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri b) Menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya agribisnis dan agroindustri. penyuluhan dan pelatihan teknis. peningkatan pemberdayaan peternak dan kelompok peternak. . Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public dibidang peternakan yang lebih berorientasi kepada pengguna. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Arah Program ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. menekan tingkat kematian dan tidak terjadinya out break penyakit hewan menular d) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 6) Program Pengembangan agribisnis dan kemitraan peternakan a. terutama dalam bidang kesehatan hewan.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. partisipatip. k w .

Tujuan a) Meningkatkan bobot kambing potong. yang didukung dengan ketersediaan data peternakan yang akurat dan omprehenship. Arah Program ini diarahkan untuk mengembalikan peranan ternak kerbau sebagai ternak unggulan Lampung serta mengembangkan aneka ternak sebagai komoditi substitusi untuk memenuhi kebutuhan daging.s o ft w a re b. Meningkatkan kualitas budidaya peternakan sapi dan kambing perah 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405. Meningkatkan kualitas SDM peternak sapi dan kambing perah 4. Tujuan a) Meningkatkan kualitas data peternakan yaitu data yang memenuhi criteria akurat. Arah Arah dari pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Tujuan 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Mengembangkan sentra – sentra peternakan sapi dan kambing perah 2.s o ft w a k e r. k w .doc/Datin 69 . Arah Program ini diarahkan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan peternakan yang akuntabel. Meningkatkan populasi sapi dan kambing perah 5. .c ww w om k lic lic . b. b. diharapkan pada umur 8 bulan dapat mencapai bobot 30 – 40 kg b) Mengembangkan kawasan pembibitan kambing Boerawa c) Meningkatkan kualitas daging kambing melalui persilangan dan perlakuan lainnya 8) Program Peningkatan kualitas data dan Perencanaan Pembangunan Peternakan a. komprehenship dan tepat waktu b) Meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan data dan informasi bidang peternakan c) Meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan peternakan 9) Program Pengembangan Ternak Perah a. Meningkatkan konsumsi susu murni 10) Pengembangan & Pembinaan Ternak Kerbau & Aneka Ternak a.

Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan pet. flu burung Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masyarakat merasa aman mengkonsumsi produk peternakan (daging.s o ft w a k e r. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung 2. Pembinaan klp pet.doc/Datin 70 . Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2005 1. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1.2 dan 3 lomba kelompok.Lampung Meningkatnya kualitas keg. Pet. Penerima bantuan mesin pakan 6. telur susu) Menurunnya kasus penularan penyakit zoonosis 2.s o ft w a re b. Magang dan pelatihan penyuluh pertanian (PPL) 3. yang terdiri dari 5 jenis & dapat menjadi contoh.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (kelembagaan Adm. . pengelola keuangan) o Tidak terjadi out break penyakit flu burung o Masy memahami dan terampil cara pengend & penolakan peny. Penerima integrasi 5. Pembinaan klp. budidaya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner E:\KEBIJ TEK-260405. Pemberantasan. k w . o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Dikenalnya produk unggulan pet. PROGRAM AKSI DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2005 – 2009 1. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. MATRIKS PROGRAM PRIORITAS. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2005 PROGRAM PRIORITAS 1. Pembinaan kampong tua 2. Tujuan a) Meningkatkan populasi & produksi ternak kerbau b) Meningkatkan peranan aneka ternak dan unggas dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur c) Mengembangkan komoditi aneka ternak sebagai alternative usaha dibidang peternakan. Program Prioritas. Pemberantasan. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Promosi dan sosialisasi produk unggulan peternakan 4. E.

8 Kab. ayam buras dan itik. Pengembangan perbibitan Kambing di IPKU Negeri Sakti 6.Kec.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . .Lampung .000 dosis Meningkatnya performan IPMB Terbanggi besar o Meningkatnya pengetahuan. Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. k w . integrasi ternak dgn tanaman pertanian / perkebunan 4. Pelayanan redistribusi dan penjualan ternak tidak layak bibit asset pemda Propinsi . Penyusunan perencanaan 2006. Peningkatan kualitas pelayanan di bidang peternakan 1. & peningk. PE & Saanen yg berkualitas sebanyak 18 ekor Menghasilkan pejantan unggul untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Mengasilkan bibit sapi bali unggul 7 ekor/tahun Menghasilkan pejantan sapi bali untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Tertib laporan. Gaduhan ternak asset Pemerintah Propinsi Lampung 5.s o ft w a re 3. pengumpulan dan pengolahan data 2005 serta Pemantauan dan Evaluasi E:\KEBIJ TEK-260405.Pembinaan teknis adm. Prop. realistis dan meng- 2. IB meningkat 5% S/C 1. Pengembangan perbibitan ternak Terwujudnya klpk klpk VBC sapi kambing. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga 7. 66 Kec . Pembinaan dan pengawasan pengemb perbibitan ternak pemerintah 4. Pet. sikap dan keterampilan (PSK) peternak dalam mengelola dan memanfaatkan pakan & kompos o Berkembangnya pemanfaatan limbah pertanian/ perkebunan dan perikanan untuk pakan & kotoran untuk pupuk tanaman o Tumbuhnya minat perusahaan swasta/agroindustri untuk mengemb. usaha Peternakan secara terpadu Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 100 ekor Revolving 100 ekor Jmlh penggaduh baru 100 KK Terbinanya teknis adm. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. Menghasilkan bibit kambing Boer.000 dosis dan Kambing 10. Pembin. Peningkatan kualitas pelayanan Inseminasi Buatan dan kesehatan hewan 2.39 % dan CR 80% Tersedia publikasi data dalam bentuk buku statistic. yang akuntabel.Lokasi 100 Desa .s o ft w a k e r. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. dan situs internet Up dating data di web site berjalan dengan baik Tersusunnya perencanaan pemb. buku saku. di kelompok peternak Meningkatnya produk ternak bibit. kualitas pakan serta pengemb. tertib pengelolaan adm gaduhan ternak Covering pelay. Gaduhan ternak asset Pem. Boerawa.doc/Datin 71 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.Kab. Produksi mani beku sapi 35.c ww w om k lic lic .

s o ft w a k e r. dapat di laks. dgn baik (tepat waktu. mutu sasaran) 6.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembinaan dan pengembangan ternak dengan pola integrasi 2. . Pemb.doc/Datin 72 . agribisnis peternakan 1. k w .pet.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Penyusunan perencanaan pemb. realistis dan akomodatif Kegiatan pemb. peternak dapat nilai tambah Percontohan pabrik pakan 2 unit Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Monitoring dan Pengendalian E:\KEBIJ TEK-260405. Pet. Penyusunan dan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Pngemb. Pet tahun 2006 yang akuntabel. Pemb. Peningkatan kualitas data & perenc.c ww w om k lic lic . Peternakan Tersusunnya perenc.s o ft w a re akomodasi aspirasi & peran serta masy 3. Pengolahan dan publikasi data 2. Demplot pabrik pakan ternak SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu Termanfaatkannya limbah tanaman pisang untuk pakan Identifikasi tanaman tebu. Pengumpulan. peternakan tahun 2006 3. jerami padi Terbangunnya 2 unit pabrik pakan ternak di kelpk peternak Harga pakan lebih murah. 1.

Sakti & Campang Tiga 3. lada dan singkong. Ternak 1. Pengembangan Integ. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. 4. ayam buras dan itik. Latihan petugas IB. 2. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pengembangan perbibitan ternak (Sapi. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 2. Demplot pola integrasi ternak kamb. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2006 PROGRAM PRIORITAS 1. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Peternak Kampung Tua 7. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Kelp. sapi. Neg. Latihan pengolah produk pet. Pemb. k w .pisang. 2. pertanian dan Perikanan. Kambing. Tersedia leaflet (10. kambing. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Dari swasta. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Kontes Ternak 6.000 dosis dan Kambing 10. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.s o ft w a k e r.2 dan 3 lomba kelompok. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2006 1. domba. entok. Pada usaha tani padi 3. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan.doc/Datin 73 .Kambing. 8. Pelatihan Teknis Pet. Ayam Buras. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Latihan teknis bagi petugas. Program Prioritas. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3.000 Exp) Proposal pola integrasi.c ww w om k lic lic . .000 dosis 2.s o ft w a re 2. KCD & PPL 5.

Fasilitas pet. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5.s o ft w a re 4. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. Pemberantasan. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. Prop. Kambing perah. & Pemberant. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb. pengendalian dan penolakan penyakit rabies Produksi bibit ayam cemani. AI. 66 Kec .Lokasi 182 Desa . kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. .doc/Datin 74 . Ternak 1. Memahami & terus berperan serta dlm pengend.s o ft w a k e r. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405.Kec. • Pengemb. 7. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 8 Kab 6. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. k w . pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6.Kab. Pemberantasan.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 4. HMT 1000.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Lampung pada : . & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. 5. Pengemb.Boerawa 2. 4.

Pemb. k w . Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. straw dan alat IB 5. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 6. Pengembangan Ternak Perah 1. Pengolahan dan publikasi data 2. Pengumpulan. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Peningkatan kualitas data & perenc.s o ft w a re 7. Pet tahun 2007 yang akuntabel. perbibitan ternak pemerintah 7. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Masy. tertib pengel. Pembinaan & pengawasan pengemb. realistis dan akomodatif 5. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 8. 1. Pembinaan. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Ayam Ras & Kambing) 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab.doc/Datin 75 . Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 7. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Dikenal terutama oleh pihak investor. Di Lamp. (daging. Pemb.s o ft w a k e r. Revisi Perda No. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. penyediaan bidang pet. Peternakan Tersusunnya perenc. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. . Meningkat Perda pengganti lebih baik. peternakan tahun 2007 E:\KEBIJ TEK-260405. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Pengemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pngembangan agribisnis peternakan 1. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Pet. Penyusunan perencanaan pemb. • Tertib laporan. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. LS & KBL 3. sosialisasi. 9.c ww w om k lic lic . 1 Tahun 1977. Peningkatan 4. bibit pet. pencegahan & pemb. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner 6. Tanggamus 2. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Pengemb.

doc/Datin 76 . k w . Ternak kerbau kerbau & aneka 2. . Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin.s o ft w a k e r.pet. Pengemb. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.c ww w om k lic lic . E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Monitoring dan Pengendalian 10. Dan 1.

Pengembangan pejantan unggul (Sapi. k w . Latihan teknis bagi petugas. Pada usaha tani padi 3.doc/Datin 77 . 8. 4. domba. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Kelp.000 Exp) Proposal pola integrasi. sapi. Peternak Kampung Tua 7. Kambing. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Dari swasta.2 dan 3 lomba kelompok.s o ft w a k e r. KCD & PPL 5.Sakti & Campang Tiga 3.Kambing. Program Prioritas.s o ft w a re 3. lada dan singkong. Pengembangan Integ. (Sapi. ayam buras dan itik. Pengembangan perbibitan ternak 2. Latihan pengolah produk pet. Pelatihan Teknis Pet.000 dosis dan Kambing 10. . di kelompok pet. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. entok. Tersedia leaflet (10.000 dosis 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Demplot pola integrasi ternak kamb.c ww w om k lic lic .Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor 6. 2. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan • Demplot pakan seimbang o Kualitas pakan yang diberikan ditingkat E:\KEBIJ TEK-260405. Neg. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2007 1. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2007 PROGRAM PRIORITAS 1. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. pertanian dan Perikanan. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. 2. Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Ayam Buras.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kambing.pisang. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Latihan petugas IB. 2. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Pemb. Kontes Ternak 6. Ternak 1.

Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Fasilitas pet. telur susu) E:\KEBIJ TEK-260405. Ternak 1. Pembinaan. Prop. 8 Kab 8.doc/Datin 78 .Lokasi 182 Desa . Pengadaan bibit kambing Boer Kamb. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1.Boerawa 2. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic .Kec. merasa aman mengkonsumsi produk pet. 7. Lampung pada : . Pemberantasan. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. HMT 1000. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. 9. Kambing perah. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. & Pemberant. . Pengemb. k w . Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami Demplot pengolahan kepala udang Gerakan penanaman HPT Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal Demplot pembuatan pakan lengkap. • Pengemb. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. 4. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. AI. 66 Kec .Kab.s o ft w a re • • • • • • • peternakan setempat Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Demplot peternak sillase pakan local. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Produksi bibit ayam cemani. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masy. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. Pemberantasan. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. (daging. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . bibit pet. Ayam Ras & Kamb) Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan Pengemb. 2008 Pet. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. • Tertib laporan. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Pengemb. Pembinaan dan introduksi IB pada Meningkatnya produktivitas ternak Pembin. Meningkat • Perda pengganti lebih baik.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • 3. 2. perbibitan ternak pemerintah 1. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Pemb. Pengumpulan. Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data kualitas data & data pemb. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5.s o ft w a k e r. Peningkatan 1. LS & KBL 3. 9. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Pelayanan. peternakan tahun 2008 yang akuntabel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1.s o ft w a re 6. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Peternakan perenc. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan pemb. 7. . mutu sasaran) 10. Ternak kerbau kerbau melalui Inseminasi Buatan kerbau & aneka 4. Pengemb. Tanggamus 2.c ww w om k lic lic . Pengembangan aneka ternak IPKU di Berkembangnya aneka ternak di IPKU ternak Negeri Sakti di Negeri Sakti. Pemb. E:\KEBIJ TEK-260405. Revisi Perda No. Pet th. Di Lamp. penyediaan bidang pet. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. sosialisasi. 5. Pengembangan Ternak Perah Pembinaan & pengawasan pengemb. 4. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Dan 3. tertib pengel. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.doc/Datin 79 . 1 Tahun 1977. pencegahan & pemb. Menurunnya kasus penularan peny. Peningkatan 1. Penyusunan perencanaan pemb. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. k w . Pet. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. realistis dan akomodatif 3. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb.pet. Tersusunnya perenc. Pngembangan agribisnis peternakan 1. 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Dikenal terutama oleh pihak investor. straw dan alat IB 2. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

KCD & PPL 5.Sakti & Campang Tiga 3.000 dosis 3. .s o ft w a k e r. Pengembangan perbibitan ternak 2. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Ayam Buras. 2.doc/Datin 80 . 4. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Demplot pola integrasi ternak kamb. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. 2. (Sapi. 2. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan.000 dosis dan Kambing 10.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Pemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sapi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Pelatihan Teknis Pet.pisang. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Dari swasta. kambing. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. ayam buras dan itik. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2008 PROGRAM PRIORITAS 1.000 Exp) Proposal pola integrasi. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. domba.c ww w om k lic lic . Latihan petugas IB. Kambing. Latihan teknis bagi petugas. Peternak Kampung Tua 7. Kelp. Latihan pengolah produk pet. Tersedia leaflet (10. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Ternak 1. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.2 dan 3 lomba kelompok. lada dan singkong. Pada usaha tani padi 3. Neg. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2008 1. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. pertanian dan Perikanan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . entok. 8.Kambing. Kontes Ternak 6. Program Prioritas. Pengembangan Integ.s o ft w a re 4. k w .

Kamb.Kab. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul 1. 5. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah.doc/Datin 81 . AI. 8 Kab Produksi bibit ayam cemani. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. 66 Kec .000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 13. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap.Lokasi 182 Desa . pengendalian dan penolakan penyakit rabies o Terbangunnya system pengend.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. Lampung pada : . & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. 4. kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local.Boerawa 2.Kec. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th 12. Fasilitas pet. Prop. & Pemberant. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Pengadaan bibit kambing Boer Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti Pengadaan KambingBetina Induk Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. . Pemberantasan.s o ft w a k e r. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb.s o ft w a re 10. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Pengemb. k w .c ww w om k lic lic . 11. 3. Ternak 1. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Kambing perah. HMT 1000. Pembinaan & peningk.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. • Pengemb. Pemberantasan.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

4. Pembinaan, Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner

Masy. merasa aman mengkonsumsi produk pet. (daging, telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Di Lamp. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan, tertib pengel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1,39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu •

6. Pngembangan agribisnis peternakan

1. Pengemb. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi, Ayam Ras & Kamb) 2. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

5. Pembinaan & pengawasan pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pengembangan Ternak Perah 1. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Tanggamus 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. LS & KBL 3. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 8. Peningkatan 1. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman, sosialisasi, penyediaan bidang pet. straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan

5. Revisi Perda No. 1 Tahun 1977.

9. Peningkatan kualitas data & perenc. Pemb. Pet.

Pelayanan, pencegahan & pemb. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. 1. Pengumpulan, Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data data pemb. Peternakan 2. Penyusunan perencanaan pemb. Tersusunnya perenc. Pemb. Pet tahun peternakan tahun 2009 2009 yang akuntabel, realistis dan akomodatif

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

82

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

3. Monitoring dan Pengendalian 10. Pengemb. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti

Kegiatan pemb.pet. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu, mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

83

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Program Prioritas, Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2009
PROGRAM PRIORITAS
1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan

PROGRAM AKSI TAHUN 2009
1. Lomba Kelompok Peternak

INDIKATOR KINERJA
oTerpilihnya juara 1,2 dan 3 lomba kelompok, yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bid. pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Dari swasta. Tersedia leaflet (10.000 Exp) Proposal pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu, sapi- pisang, sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.

2. Latihan petugas IB, Neg.Sakti & Campang Tiga 3. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pelatihan Teknis Pet. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6. Pemb. Kelp. Peternak Kampung Tua 7. Latihan pengolah produk pet. 8. Latihan teknis bagi petugas. 2. Pengembangan Integ. Ternak 1. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan, pertanian dan Perikanan.

2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi, lada dan singkong. 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Demplot pola integrasi ternak kamb. Pada usaha tani padi 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi, Kambing, Ayam Buras, Itik)

• • •

Terwujudnya klpk klpk VBC sapi, kambing, ayam buras dan itik, entok, domba, kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan, di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 dosis dan Kambing 10.000 dosis

3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi,Kambing,Kerbau) di IPMB • • •

Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

84

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Terealisasinya : 6. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Prop. Lampung pada : - Lokasi 182 Desa - Kec. 66 Kec - Kab. 8 Kab 7. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti Produksi bibit ayam cemani, kate dan • Pemb. Fasilitas pet. Ayam di IPKU pelung Negeri Sakti Terjaringnya kambing pejantan • Penyebaran & Penjaringan Kambing boerawa yang berkualitas Boerawa. Produksi susu kambing 500 lt/th • Pengemb. Kambing perah. 8. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. Pengemb. Ternak 1. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Boerawa 2. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit rabies

Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek

v Tersedianya bibit unggul kamb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul

o Terbangunnya system pengend. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. AI. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

85

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

Revisi Perda No. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing 6. Pet. Pengumpulan. LS & KBL 3. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Di Lamp. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Pembinaan. Meningkat Perda pengganti lebih baik. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. perbibitan ternak pemerintah 7. 5. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Peningkatan kualitas data & perenc.s o ft w a re 7. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. peternakan tahun 2010 E:\KEBIJ TEK-260405. Penyusunan perencanaan pemb. (daging. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. sosialisasi. 1 Tahun 1977. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb.doc/Datin 86 . Sosialisasi minum susu sapi dan kamb.s o ft w a k e r. tertib pengel. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Masy. Pngembangan agribisnis peternakan 1. • Tertib laporan. Pengemb. 9. realistis dan akomodatif 3. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Pengolahan dan publikasi data 2. pencegahan & pemb. 1. k w . Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Peternakan Tersusunnya perenc.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Pemb.c ww w om k lic lic . merasa aman mengkonsumsi produk pet. . Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Pembinaan & pengawasan pengemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. Tanggamus 2. Pengembangan Ternak Perah 1. Ayam Ras & Kamb) 2. 8. Dikenal terutama oleh pihak investor. Peningkatan 1. Pemb. Pet. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Pengemb. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 4. penyediaan bidang pet. bibit pet. Pet tahun 2010 yang akuntabel. straw dan alat IB 2.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405. . Monitoring dan Pengendalian 10. Dan 1. Pembinaan dan intorduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.pet.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re 3. Pengemb.doc/Datin 87 . k w .c ww w om k lic lic . dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.s o ft w a k e r.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful