PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ………………………………………………………… Landasan Hukum .. …………………………………………………….. Maksud dan Tujuan …..………………………………………………… Sistimatika ….…………………………………………………………… 3 4 4 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 14 23 26 28 29 31 32 34 36 37

II.

POTENSI WILAYAH A. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan ………………………. B. Potensi Sumberdaya Alam ……………………………………………… C. Potensi Bidang Ekonomi ……………………………………………….. D. Potensi Sarana dan Prasarana ………………………………………….. E. PotensiTernak ………………………………………………………….. KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. Konsumsi Hasil Ternak …………………………………………………. B. Produksi Ternak dan Olahannya ……………………………………….. C. Populasi Ternak …………………………………………………………. D. Investasi, Lapangan Kerja dan Pergadangan Ternak …………………… E. PDRB Peternakan ……………………………………………………….. F. Bidang Teknis …………………………………………………………... MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Masalah …………………………………………………………………. B. Tantangan Yang Akan Dihadapi Kedepan ……………………………… SASARAN UMUM A. Metode Prediksi ………………………………………………………… B. Sasaran Jangka Pendek (2005 – 2009) …………………………………. C. Sasaran Jangka Menegah (2010 – 2014) ……………………………….. D. Sasaran Jangka Panjang (2015 – 2024) ………………………………… E. Sasaran Tahun 2004 ……………………………………………………. KEBIJAKAN TEKNIS & PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005-2024 A. Kebijakan Umum ……………………………………………………….. B. Kebijakan Operasional …………………………………………………..

III

IV

V

VI

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

1

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

VII

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2005 – 2009 A Issu Pokok pembangunan peternakan ………………………………….. B Visi, Misi, Tujuan dan sasaran …………………………………………. C Analisis Lingkungan Styrategis ………………………………………… D Strategi dan Program Prioritas ………………………………………….. E Matriks Program Prioritas, Program Aksi dan Indikator Kinerja ……….

52 58 59 64 70

VIII LAMPIRAN - LAMPIRAN

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

2

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Propinsi Lampung memiliki luas wilayah 3,3 juta ha, secara administrative terbagi dalam 10 wilayah Kabupaten / Kota, 162 Kecamatan, 2010 Desa dan 165 kelurahan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 mencapai 6,85 juta jiwa, atau merupakan Propinsi terpadat di luar Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan penduduk Lampung pada kurun waktu 1980-1990 cukup tinggi yaitu 2,67%, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Nasional yang hanya 1,97%. Letak geografis Propinsi Lampung sangat strategis, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Pulau Jawa, yang sampai saat ini masih merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, budaya dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Secara topografis Lampung dibagi menjadi 5 (lima) wilayah, yaitu : 1) Daerah tofografi berbukit sampai bergunung, yang meliputi daerah Bukit Barisan, Gunung Pesawaran, Gunung Rajabasa, Bukit Pugung, Bukit Pesagi dan Sekincau 2) Daerah berombak sampai bergelombang, dicirikan dengan vegetasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, lada dan tanaman pertanian perladangan 3) Dataran alluvial, daerah ini sangat luas meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur, ketinggian nya antara 25 – 74 m dpl, dengan kemiringan 0 – 3 % 4) Dataran rawa pasang surut, berada di sepanjang pantai timur dengan ketinggian ½ - 1 meter. 5) “river basin”, yang terdiri dari Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara Disamping itu secara umum Lampung beriklim tropis-humid dengan angin laut lembah yang bertiup dari Samudra Indonesia, yaitu November – Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut, sedangkan Juli – Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kelembaban udara di Lampung rata rata berkisar antara 80 – 88% dan ternyata kelembaban udara akan lebih tinggi pada tempat yang tinggi. Dengan potensi wilayah yang sangat mendukung untuk Pembangunan Peternakan, sampai dengan saat ini Lampung dikenal sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional. Pada tahun 2003 saja Lampung mengeluarkan sapi potong dan kerbau sebanyak 150.382 ekor, kambing dan domba 139.782 ekor , dan babi 26.068 ekor, dengan nilai ± Rp 885,82 milyar. Disamping itu juga Lampung dikenal sebagai barometer industri penggemukan sapi potong, sumber bibit sapi potong dan kambing, dan pusat pengembangan kambing boer. Akan tetapi hal yang terpenting dan yang perlu disadari oleh semua pihak, adalah :

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

3

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

1) Bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya pakan untuk ternak ruminansia sangat melimpah. Dari potensi 1,41 juta satuan ternak baru termanfaatkan 33,20%. Demikian juga dengan potensi bahan baku pakan konsentrat seperti jagung dan limbah agro industri 2) Bahwa Lampung memiliki letak geografis yang sangat strategis, sehingga mempunyai keunggulan komperatif terhadap pasar raksasa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dibandingkan dengan Propinsi lain. 3) Bahwa pembangunan peternakan masih bertumpu pada peternakan rakyat yang didukung dengan sumber pembiayaan pemerintah, potensi investasi terbesar dari sector swasta masih perlu digali lebih intensif lagi Oleh sebab itu untuk membangun peternakan di Lampung diperlukan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, sesuai dengan potensi yang ada, aspiratif, akomodatif, serta memperhatikan kendala, tantangan dan peluang yang terus berkembang. B. Landasan Hukum Penyusunan Kebijakan Teknis dan Perencanaan Pembangunan Peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, lebih merupakan landasan berfikir logik. Hal ini diawali dengan pemikiran bahwa pembangunan peternakan harus berkelanjutan, memiliki target dan sasaran yang jelas, harus mampu mengejar ketertinggalan atau adanya percepatan, mampu menjawab kendala tantangan dan perubahan yang terus bergulir, serta dengan pertimbangan bahwa apa yang dikerjakan saat ini akan tercermin dan berpengaruh pada pembangunan peternakan dimasa datang. Sedangkan landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan teknis ini yang merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan Peternakan berkelanjutan, adalah Undang – undang No. 32/2004, PP Nomor : 108 Tahun 2000. Renstra Propinsi Lampung, Renstra Departemen Pertanian dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud penyusunan Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan ini adalah menyusun rancangan kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, menengah dan pendek, yang memuat beberapa bahasan utama antara lain keragaan pembangunan peternakan yang telah dicapai, masalah atau tantangan yang dihadapi, memuat sasaran kuantitatif jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, menetapkan metoda atau pendekatan teknis

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

4

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Tujuan Tujuan disusunnya Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. Bab VII Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2005 .s o ft w a re yang akan dilaksanakan. Bab V Sasaran yang akan Dicapai. menengah dan jangka pendek ini terbagi dalam tujuh bab yang masing masing merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. . produksi dan konsumsi hasil ternak serta hal hal yang mendukung atau sebagai penjelasan daripada tulisan ini.2009 serta Lampiran Lampiran yang memuat dinamika populasi. Bab IV Masalah dan Tantangan yang akan dihadapi kedepan. 2. k w . Sistematika Sistematika penyajian dokumen kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. E:\KEBIJ TEK-260405. Adapun rincian isi dokumen ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. serta pada bab tersendiri menyusun Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bab II Potensi Wilayah. menengah dan jangka pendek serta renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan umum pelaksanaan kegiatan pembangunan peternakan di Propinsi Lampung dan akan menjadi acuan bagi Kabupaten Kota. swasta serta masyarakat peternakan pada umumnya. bab III Keragaan yang telah Dicapai. D.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Bab VI Kebijakan Umum dan Kebijakan Operasional.doc/Datin 5 .

dari jumlah tersebut 72. sedangkan antara tahun 2000 dan 2001 penyerapan tenaga kerja sektor pertanian justru meningkat sebesar 1.260 jiwa (11. jumlah rumah tangga di Lampung sebanyak 1.02%.85%. Hal lain yang merupakan potensi sumberdaya manusia di Provinsi Lampung yang dapat mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tenaga penyuluh pertanian (1.s o ft w a re BAB II POTENSI WILAYAH A. Jika angka ini dianalogkan pada kondisi tahun 2003. Tanggamus 801.089 KK (20.565 KK) adalah rumah tangga pertanian.073. k w . Tenaga Dokter Hewan (92 org).706 jiwa (5. Tenaga Asisten Teknis Reproduksi (ATR) (14 org). Tenaga Sarjana Peternakan (382 org).177.768 KK diantaranya adalah rumah tangga peternakan. Berdasarkan sensus pertanian tahun 1993. Jika dilihat dari pertumbuhannya.doc/Datin 6 .342. Lampung Selatan 1.59% (974.58%).s o ft w a k e r.080 jiwa (12. Tenaga Pemeriksa Kebuntingan (PKB) (22 org).c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Lampung Barat 2. yang tersebar di Lampung barat 382. Way Kanan 359.08 juta KK. Lampung Utara.46%. Petugas pengawas mutu bibit (3 org) Disamping itu kelembagaan pendidikan di Lampung yang memproduksi tenaga ahli dan madya dibidang peternakan antara lain Jurusan Peternakan dan D3 Kesehatan Hewan Universitas Lampung dan D3 peternakan Politeknik .33% dan Kota Bandar Lampung 1. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Jumlah penduduk Lampung pada tahun 2003 mencapai 6.67%) dan tahun 19711980 (5. Tulang Bawang 723.48%. Lampung Selatan 20. Lampung Timur dan Metro sebanyak 49.69%). maka jumlah rumah tangga pertanian diperkirakan mencapai 1.284 jiwa (5. dimana 199.37 %) dan Kota Metro 122. Dengan trend seperti ini diperkirakan pertumbuhan penduduk Lampung periode 2005-2024 juga akan terjadi penurunan.79%).852.01%).59%.275 org).505 jiwa (17.179 jiwa (11.43%) diantaranya adalah rumah tangga peternakan.09%. dimana 220.578 KK.18%).66%).059 jiwa (8.92%).417 jiwa (1.Tenaga inseminator (180 org).096 jiwa (10. Tulang Bawang dan Way Kanan 26.c ww w om k lic lic . Lampung Tengah 1. Jumlah aparat Dinas Peternakan / yang membidangi peternakan (253 org).412 jiwa (15. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Lampung Utara 549. sektor industri 10% dan sektor jasa 24%.55 %).24%). Renstra Provinsi Lampung tahun 2005-2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2003 struktur tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 66%.998 jiwa. yang tersebar di Lampung Tengah. Ini menunjukan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 1993 peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja menurun cukup signifikan yaitu ± 6. . penduduk Lampung selama tahun 1990 – 2000 rata rata tumbuh sebesar 1.77%). Kota Bandar Lampung 779. Lampung Timur 885. Petugas pengawas mutu pakan (25 org).25%. menurun drastis jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode 1980-1990 (2. Kepala Cabang Dinas Peternakan Kecamatan (155 org).

844 ha (1. memegang peranan utama untuk membangun peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.3 juta ha.169 ha (2. Demikian juga wilayah wilayah dengan vegetasi monokultur padi. rawa dan danau 15.s o ft w a k e r. koperasi peternakan (50 unit). tegalan dan ladang.03%) dan penggunaan lain seluas 49. Lampung juga memiliki wilayah yang secara spesifik sangat cocok untuk pengembangan ternak tertentu.604 ha (8. sawah 238. Lampung Tengah dan Lampung Timur memiliki E:\KEBIJ TEK-260405. kakao serta limbah agroindustri lainnya. Sehingga berdasarkan perhitungan ketersediaan pakan. B. Dari rincian di atas. Ambarawa dan sebagian besar wilayah Pantai Timur Kabupaten Tulang Bawang. k w . BPTP. tambak 33. organisasi profesi (8 Staf). Secara tofografis.945 ha (21. kacang kacangan.96 juta ha atau 59.62%).41%). alang alang 90.s o ft w a re Sementara kelembagaan yang telah ada dan mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di propinsi Lampung antara lain kelompok peternak (874 kelompok). Lampung mampu menampung ternak ruminansia besar dan kecil sebanyak 1.51%) (Lampung Dalam Angka. Sementara saat ini baru mencapai 468. tebu. lahan sawah.51%).523 ha (1. antara lain jerami padi dan jagung yang tersedia sepanjang tahun mampu menampung 49. BPPV.80 % ternak ruminansia besar dan kecil antara lain sapi potong. daerah rawa rawa seperti wilayah Rawasragi.180 Unit ternak. 2002). perkebunan 703. secara agroklimat sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi perah. antara lain wilayah yang memiliki ketinggian diatas 700 m dpl seperti Kecamatan Talang Padang. Dinas Peternakan/yang membidangi peternakan (11 dinas).doc/Datin 7 . .32%). demikian juga dengan daun singkong. Potensi Sumberdaya Alam Luas wilayah Propinsi Lampung ± seluas 3.41 juta unit ternak. yang terdiri dari perkampungan 248. dan domba. kerbau. asosiasi kemitraan peternakan ayam ras dan sapi potong (2 ass).979 ha (26. Karantina. assosiasi bisnis peternakan (5 ass).866 ha (9.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . perkebunan dan perkebunan campuran serta alang alang seluas ± 1. hutan 871.73%). kambing.93%). sapi perah.47%). kelembagaan keuangan (8 lembaga) serta himpunan mahasiswa peternakan (1 himp). kebun campuran 327. atau masih terdapat peluang pengembangan sebanyak 66. berbudiluhur dan mampu memanfaatkan teknologi serta cerdas menangkap peluang pasar. Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dan sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Barat.860 ha (20.47%).109 ha (7.40 % dari total luas wilayah Lampung Lahan sebagai basis ekologi budidaya ternak dan penghasil bahan baku pakan. Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang sangat besar terutama yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan.550 ekor sapi/kerbau. ditambah dengan sumberdaya manusia yang terampil.591 ha (0.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. lahan yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mendukung pengembangan peternakan adalah sebagian lahan perkampungan. daun ubi jalar.c ww w om k lic lic . maka akan menghasilkan peternakan selain tangguh dan berkelanjutan juga akan mampu bersaing dengan produk peternakan dari wilayah atau negeri lain. tegalan dan ladang 675. nanas. limbah kelapa sawit.

tanaman perkebunan 21.doc/Datin 8 . demikian juga dengan ubi kayu setiap tahunnya mencapai 3.068 ekor .84% jika dibandingka dengan nilai tahun 2002 yaitu sebesar Rp.82 milyar.355 ekor. Setiap tahun Propinsi Lampung antara lain menghasilkan jagung tidak kurang dari 1 juta ton. sedangkan dilihat kontribusinya terhadap sektor pertanian meningkat sebesar 7. perkebunan kelapa sawit.4 juta ekor atau equivalen dengan ± Rp. maka pada tahun 2003 PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku terbentuk dari tanaman pangan sebesar 47. Perekonomian Lampung didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi. yaitu sektor pertanian. dedak halus 290. bahkan didaerah perkebunan tebu. Khusus PDRB bidang peternakan pada tahun 2003 meningkat sebesar 11.73 % Jika dilihat sebarannya pada masing masing lapangan usaha (sektor). Pemulihan perekonomian di Lampung ini terutama ditunjang oleh kenyataan bahwa hampir semua sektor telah mengalami pertumbuhan positif. sedangkan komoditi ayam E:\KEBIJ TEK-260405. hal ini terlihat dari kontribusi masing masing sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB Propinsi Lampung.545 ekor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . dan ayam 8. seperti daerah monokultur padi.54 %. ketiga komoditi tersebut merupakan bahan baku utama konsenrat.88 % dari seluruh wilayah Lampung. Lampung memiliki komoditi unggulan yaitu sapi potong.23 Triliun pada tahun 1999 menjadi Rp. juga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah. kehutanan 0. Subsektor Peternakan selain menjadi andalan pendapatan dari 220 ribu keluarga peternak.s o ft w a re potensi yang besar untuk pengembangan ternak itik.90 Triliun pada tahun 2003. sektor perdagangan/hotel/restoran dan sektor industri pengolahan. domba 4.15%.70 % peternakan dan hasil hasilnya 15.81 %. mengalami peningkatan sebesar 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 1.86 %.5 juta ton.77 % dan perikanan 13. nenas. Sementara daerah lahan kering dengan luas 89.86 %.885. jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 3.63 %. C. Dari sekian banyak usaha pada sub sektor peternakan. Selama kurun waktu 1999-2003 PDRB sektor pertanian Propinsi Lampung atas dasar harga berlaku. kerbau 1. walaupun sebenarnya sapi potong dapat dikembangkan pada wilayah yang memiliki bahan baku pakan hijauan atau serat.43 milyar. Indikator ini menunjukan mulai pulihnya kondisi perekonomian Lampung secara keseluruhan pasca krisis ekonomi tahun 1997.32 % yaitu dari Rp.63 % sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 2. kambing dan ayam ras.s o ft w a k e r. Potensi Bidang Ekonomi Pada tahun 2001 perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 5. 1. Pada tahun 2003 jumlah ternak sapi yang dijual keluar Propinsi sebanyak 149. meningkat 7. Disamping itu juga Lampung merupakan daerah penghasil jagung dan ubi kayu yang cukup besar. k w . menjadi andalan utama untuk pengembangan sapi potong. .027 ekor.237 ekor babi 26. kambing 135.821.000 ton.

s o ft w a re kampung termasuk komoditi yang strategis karena dimiliki oleh hampir seluruh keluarga pertanian yang berjumlah 1.648.22 10.076 123.490 59.28 2. domba. Potensi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung pembangunan peternakan di Lampung sudah cukup baik. Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner. Letak geografis yang sangat strategis yaitu dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.000 515.988 176 725.866 2002 381. Propinsi Lampung selama ini juga telah mengekspor pakan ternak berupa kulit nenas ke Jepang dan pakan ternak ke Australia D.c ww w om k lic lic .29 71. Disisi lain potensi ekspor ternak kambing ke daerah Timur Tengah cukup besar.741 22.600 84.350 112 52. kambing.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.723 23.159 R (%) 1. kerbau. babi dan ayam kampung.456 66.534 110 50.051.095 182 761.934 105 50.140.030 12. Bandara Raden Intan.970 1.44 10. Rumah Potong Hewan.83 1.716 1. Potensi Ternak Populasi ternak yang telah ada merupakan potensi dasar bagi pengembangan peternakan di Lampung. Populasi ternak selama lima tahun terakhir di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : Tabel 1.08 juta keluarga. Ini semua akan mendukung berkembangnya investasi dan usaha dibidang peternakan. Demikian juga dengan assesibilitas wilayah Lampung cukup baik.220 45.7 E:\KEBIJ TEK-260405.784 425. Pos Kesehatan Hewan.381 2000 372.240 20.doc/Datin 9 . tidak mengalami hambatan dalam pemasaran produknya. .350 48.718.05 4.928 635.138 15.063 80.012 178 726.409 47.178.188 22.927 40.313 15. Pos Inseminasi Buatan. konsumsi propinsi lain. Pabrik Pakan.351 196 810.001 86 49. k w . ekspor dan untuk kebutuhan bibit.600 15. kecuali ayam ras karena telah mengalami persaingan antar propinsi yang cukup ketat.48 4. antara lain Pelabuhan Internasional Panjang.522.800 2003 387.409.81 4.07 0.920 1.705 429.705. Banten dan Jawa Barat menyebabkan komoditi peternakan terutama sapi potong.560 15.521.109.179 423.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .205 24.924 2001 373. listrik dan saluran telepon yang juga cukup memadai.640.780.163.017 22. E. Instalasi Produksi Mani Beku.021 103 49.000 2.848 224 742.300 2.131 22.s o ft w a k e r.007. karantina hewan.02 6.601. Populasi Ternak di propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 JENIS TERNAK Sapi potong Sapi perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Ayam buras Itik Puyuh 1999 372.723 94.740 19.624 89. Dari populasi yang ada tersebut ternak dikembangbiakan dan dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi local.21 3.938 83.

87 2001 6. Dengan demikian pencapaian konsumsi hasil peternakan masih perlu ditingkatkan baik melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak.99 2002 6.90 4.doc/Datin 10 .83 % untuk konsumsi Protein Hewani.48 3. k w . 94.c ww w om k lic lic . .51 3.68 % konsumsi telur. konsumsi yang telah dicapai oleh Propinsi Lampung masih belum memenuhi standar. peningkatan daya beli masyarakat serta makin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi.42 3. 4. 2003 baru mencapai 68.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 63. E:\KEBIJ TEK-260405. telur dan susu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan bertambahnya penduduk. Produksi hasil peternakan dari tahun 1999 – 2003 terlihat pada tabel.55 3. KONSUMSI HASIL TERNAK Konsumsi komoditi peternakan yaitu daging. Pada th.71 4. 2. telur dan susu. dan 68.1 4.13 2003 6.95 4.93 % konsumsi susu.69 3. Konsumsi hasil ternak Propinsi Lampung tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel.0 *) Hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.81 % untuk konsumsi daging.s o ft w a re BAB III KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A.s o ft w a k e r.13 Standar WKPG *) 10. peningkatan pendapatan masyarakat serta bentuk – bentuk kegiatan yang mampu mendorong aspirasi dan pengertian masyarakat tentang begitu pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak yaitu daging. PRODUKSI TERNAK DAN OLAHANNYA Dengan makin meningkatnya permintaan akan hasil ternak baik untuk Propinsi Lampung maupun luar Propinsi Lampung maka perlu adanya upaya-upaya untuk memacu peningkatan produksi ternak. B.64 4. 2 berikut : Tabel 2 : Konsumsi Hasil Ternak di Propinsi Lampung Tahun 1999-2003 No 1.48 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.84 4.45 3.83 2000 6.63 3.19 4. 3 berikut.7 6. 3.1 6. Bila dibandingkan dengan standar berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993. Uraian Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewan (gr/kap/hr) 1999 6.20 4.

Komoditi Daging Telur Susu Kulit Basah Pupuk/Kotoran Ternak 1999 44.966. 3.826 2000 154.58. 1.11 74.122.085.74 2001 44.67 37.445 5.78 189.59 %. Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Domba Babi Unggas 1999 89. 4.21 893. Produksi daging Propinsi Lampung berupa ternak potong yang keluar Propinsi cukup besar.149 2002 144. 2. Babi 2. Hal ini sisebabkan terjadinya wabah Flu Burung yang dimulai pada awal Agustus 2003 di beberapa Propinsi di Indonesia termasuk Propinsi Lampung. Kambing 7.355 135. Kerbau -15. E:\KEBIJ TEK-260405.90 5. 5.378.% untuk susu.208.291 1.407.42 4.068 8.38 %.01 39.98 Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa produk ternak dari tahun 1999 – 2003 terjadi peningkatan yaitu masing-masing 1.903.83 4.940.07%. 19. 2. 2.261 6. Ayam Ras Petelur dan Ayam Ras Pedaging mengalami penurunan. atau 70. kerbau dan kambing) pertumbuhannya 1.87 2002 45.22 % untuk kulit dan 0.574 2003 149.11 4.50 Ton.47 37.623 26.76 33.s o ft w a re Tabel 3 : Produksi Hasil Ternak Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 (dalam ton) No.669 101.436. yaitu masing-masing 16.252 2.944. 5.64 % untuk pupuk/kotoran ternak.248 Dari tabel tersebut diatas dapat disampaikan bahwa masing – masing selama kurun waktu 5 tahun.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .948 24. 4. pada tahun 2003 produksi daging yang keluar Lampung setara dengan 33.736.50 776.857.32 78.879.00 % untuk telur.013 56.40 879.91 2003 47.237 26. 28.591 2. POPULASI TERNAK Perkembangan populasi ternak selama 5 tahun terakhir dapat dilihat terlihat pada tabel 1 diatas.67 %. 5.979.% dari produksi untuk konsumsi lokal.077 2001 121.965 128.22% kecuali domba yang mencapai 10.790 2.doc/Datin 11 .769. sehingga terjadi kematian ternak unggas yang mengakibatkan turunnya populasi.98%.02 sampai 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 1999 – 2003 (ekor) No 1. C. k w .32 % untuk daging.199 41.07 % dan unggas selama kurun waktu 4 (Empat) tahun meningkat menjadi 136.12 2000 43.61 36.95%. 6.091 34.412.67% dan 3.98 77. sapi potong meningkat menjadi 13.40 69. Adapun untuk ternak potong (Sapi.979 6.494 640.180. 3. dimana dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan ternak unggas kecuali itik pada tahun 2002 – 2003 baik Ayam Buras.080.c ww w om k lic lic . .400 5.520 126.79 868.s o ft w a k e r.759.21 %.545 4. Adapun produksi ternak dari Propinsi Lampung yang untuk memenuhi kebutuhan Propinsi lain adalah sebagai berikut : Tabel 4 : Produksi Ternak dari Lampung untuk memenuhi Kebutuhan Propinsi lain pada Th.02 4.97 951.356 141.027 1.

143 46.53 321.10 21. besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah pada kurun waktu tertentu.Perusahaan Peternakan Nilai Perdagangan Ternak .82 Trilyun dan pada tahun 2003 sebesar Rp. tahun 2002 mencapai nilai Rp. Demikian juga dengan besarnya nilai pendapatan yang berasal dari subsektor peternakan yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan peternakan dan besarnya kontribusi PDRB peternakan yaitu berdasarkan hitungan harga berlaku pada tahun 2001 mencapai nilai Rp. PDRB PETERNAKAN Data PDRB suatu daerah mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat produk bruto yang di hasilkan oleh seluruh faktor produksi.129 1. Lapangan Kerja dan Perdagangan Ternak di Propinsi Lampung Tahun 2001 . 1.63 386.169.802. LAPANGAN KERJA DAN PERDAGANGAN TERNAK Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pembangunan peternakan adalah besarnya investasi. Juta Rp.74 15. Pencapaian sasaran investasi.180 1.TernakPot yang masuk .600 821.000 STP STP Orang Rp.c ww w om k lic lic . Pencapaian PDRB sub sektor peternakan atas dasar harga konstan dan berlaku dari Tahun 1999-2002 dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.82 407. Dengan demikian PDRB yang berasal dari sub sektor peternakan akan menjadi indikator sampai berapa besar peranan sub sektor peternakan mewarnai pembangunan daerah.99 418.460 885.08 478. Jika dilihat dari indikator tersebut Propinsi Lampung mempunyai potensi yang cukup besar.950 1.Selisih Satuan Rp. Uraian INVESTASI: Pemerintah (Dana Pembangunan) Investasi Swasta Lapangan Kerja .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Juta Rp.2003 No I.s o ft w a re Sedangkan pada Tahun 2001–2002 pada Ternak Babi terjadi penurunan populasi sebesar 14.14 18.02 19.44 22.169.000 2003 9. 1. a.656 707. INVESTASI.Peternakan Rakyat * Sapi potong * Unggas .000 2002 6. . Dengan melihat tabel tersebut diatas maka investasi di bidang peternakan selama 3 tahun terakhir meningkat menjadi 65. penyerapan dan penciptaan lapangan kerja serta perdagangan ternak antar Propinsi. diantaranya karena mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang masih cukup luas.Ternak Pot yang keluar .43 402. b.480 51. 2. Juta Rp.357.doc/Datin 12 . E.s o ft w a k e r. k w .30% yang disebabkan adanya serangan penyakit Hog Kholera pada Babi. Juta 21.856. Juta 2001 2.52 Trilyun. 1.90 Trilyun.220.74 3.141 50. D.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.54 %. lapangan kerja dan perdagangan ternak adalah sebagai berikut : Tabel 5 : Investasi.

589 27.407.738.933 23.97 1.216. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.362 26.581 30.16 26.618 0.04 22.478 21.93 3.479 Tabel 7: Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung Atas Dasar Harga Konstan Propinsi Lampung Tahun 1999-2003.809 0.55 2.4.929 17. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 1.41 10.329.04 27.566.795 17.73 Dari tabel tersebut dapat diartikan bahwa peranan sub sektor peternakan terhadap pertanian meningkat terus dari Tahun 1999-2002.18 471.18 21.179 28.s o ft w a re Tabel 6 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung atas dasar Harga berlaku Prop.369.989 14. 1999 – 2003 (Juta Rupiah) Subsektor Tanaman Pengan PDRB (Rp.37 1.35 12.524 17.821.798 47. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.659 12.86 2.506 16.482 11.06 1.10 721.(%) 5.513 1.00 759.805 R.708.01 299.603 13.723 10.1.102 25.32 7.02 2.0.49 325.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.185 27.344 10.637 42. (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Tanaman Pangan PDRB (Rp.587 2003 1.911.56 501.262 47.87 36.703.42 1.29 2.0.324 14.24 32.602.60 1.77 1.923 11.142.911 18.694 27.54 26. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.776 R.76 .352 2002 5.94 .720.416 2003 5.99 17.372.234.100.71 744.125.65 295.478 42.63 10.92 1.887 15.75 2.302.115 13.39 22. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp. E:\KEBIJ TEK-260405.103.897 47.79 2000 4.81 92.749 21.68 2.937 11. k w .022 0.c ww w om k lic lic .82 11.104 2001 1.85 295.s o ft w a k e r.28 2. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.93 65.90 739.398.099.284 0.645 0.30 1.911 2002 1.47 2.156. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 4.841 42.937 0.48 -7.49 488.96 .79 5.355 12.662.59 11. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.77 2001 5.77 1. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.98 2. . Lampung Th.954 2000 1.185 41.620.264 44.59 453.59 -4.298 10.688 1.73 773.65 1.312 035 1.329.doc/Datin 13 .16 43.53 1.142.03 3.249 13.039 0.40 72. (%) 4.219 46.875.895.613.962.92 490.77 1.35 2.57 .672.70 1.623.453 44.991.584.515.95 2.958 12.12 301.716 18.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .86 11.

Dalam rangka pengendalian penyakit hewan yang diakibatkan oleh lalu lintas hewan/ternak/BAH/HBAH (Hasil Bahan Asal Hewan).573 ek 161 ek 30 ek 1 ek 55. (2) pengamanan lingkungan budidaya ternak.822 ek 1. serta beberapa pelabuhan yang sewaktu waktu dipergunakan yaitu antara lain Pelabuhan Sukaraja. Kota Agung. BIDANG TEKNIS 1.doc/Datin 14 . dilakukan tindakan pengamanan ternak secara preventif dalam bentuk pembinaan kesehatan hewan secara utuh. BAH. Srengsem. Pelabuhan Bakauheni. baik penyakit yang sifatnya strategis ataupun ekonomis.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sebagai upaya perlindungan terhadap ternak dan gangguan penyakit. (4) pengamanan produksi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. dan (5) pengamanan sarana produksi peternakan. atau sebaliknya penyakit dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Blambangan Umpu Kab Way Kanan. HBAH melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 *) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Sapi lokal Sapi eks impor Sapi bali bibit Kerbau Kuda Kambing Babi DOC Ayam Buras Ayam ras broiler Itik JUMLAH 1. antara lain (1) pengamanan sumberdaya alam. Pelabuhan sungai Menggala dan TPI Lempasing.c ww w om k lic lic . dilakukan pemeriksaan dan pencatatan oleh Karantina Hewan.719 ek 59. BAH. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Lampung yang letak geografisnya berbatasan dengan Propinsi Banten (Pulau Jawa) dan berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. Sebagaimana diketahui bahwa pintu keluar-masuk ternak / hewan / bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal hewan (HBAH) di Lampung ada di beberapa titik.831 ek 500 ek NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 URAIAN Daging aym (beku) Daging ayam (ekspor Jepang) Telur Jeroan Kulit Burung Siamang Anjing Kalong Kera JUMLAH 49. (3) pelayanan kesehatan hewan terpadu. hewan. Lemong Kab Lampung Barat.s o ft w a re F.s o ft w a k e r.600 kg 245 kg 100 kg 1 ek 8 ek 1 ek 100 ek 40 ek *) hanya yang lewat / melapor melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang/tarahan Sedangkan data pemasukan ternak. dengan kondisi pada tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tabel 8. Data Pengeluaran Ternak. Simpang Pematang Kab Tulang Bawang. HBAH ke Provinsi Lampung atau untuk Provinsi lain yang melalui karantina hewan adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. menjadikan Lampung sebagai daerah penyangga bagi Provinsi lain di sumatera terhadap penyebaran penyakit yang berasal dari Pulau Jawa.126 ek 2. Bandar Udara Branti.141 kg 625. Labuhan Maringgai. Hewan.500 ek 30. .422 kg 37.595 ek 639. antara lain Pelabuhan Panjang.

CRD (lab). HBAH melalui Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 NO 1 2 3 4 URAIAN SAPI Brahman cross Feather meat/ meat bone Kuda Kambing JUMLAH 91. sehingga masih ada kendala untuk memantau pemasukan hewan dan bahan asal hewan dari Jawa ke Lampung. rabies (lab. Sebagaimana diketahui bahwa HBAH masuk khususnya yang melalui Pelabuhan Bakauheni. yang tercatat hanya 4 (empat) komoditi pada 1 (satu) tempat yaitu Pelabuhan Karantina Panjang. baru pada bulan Maret 2005 ditempatkan Pos Karantina berupa Pos Check Poin. pullorum (lab). anaplasmosis. klinis). Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet. Ayam afkir petelur.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sapi. k w . cukup tinggi antara lain ayam potong. haemochsiosis (lab). Sebagai gambaran. BPPV 1 unit. BAH. scabies dan orf (klinis). anjing dll. SE. dibawah ini ditampilkan data kejadian penyakit hewan / ternak menular strategis selama tahun 2000 – 2003 E:\KEBIJ TEK-260405. helminthiosis (lab). BVD. tempat pemotongan hewan (TPH) 64 unit dan rumah potong ayam (RPA) dengan kualifikasi untuk ekspor 1 (satu) unit. Bandara Branti serta check poin lalu lintas lainnya tidak tersedia datanya. lab). Sementara itu beberapa jenis penyakit strategis dan ekonomis yang telah didiagnosa secara labolatoris dan hasilnya negative antara lain anthrax. Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di 10 kab/Kota. salmonellosis.s o ft w a k e r. gumboro. BEP (klinis) dan flu burung (lab.c ww w om k lic lic . lymphoid leucosis (Lab). telur. Coccidiosis (lab). Sedangkan yang masih positif berada di Lampung antara lain hog cholera (susfected. serrologis). klinis). rumah potong hewan (RPH) 8 unit. Hal ini disebabkan Stasiun Karantina Hewan kedudukannya (lokus) ada di Pelabuhan Panjang dan Tarahan (holding ground). ramadewa (lab. Sementara lalu lintas pemasukan Hewan Ternak BAH dan HBAH. coryza/snot (lab). daging. brucellosis. Propinsi Lampung telah memiliki sarana dan prasarana yaitu : Pos Keswan sebanyak 12 unit. itupun lokasinya diluar area Pelabuhan Bakauheni. MCF.412 ekor 8. sementara di pelabuhan Bakauheni yang memiliki arus lalu lintas barang dan orang sangat tinggi. surra. BAH. ND (lab.480. Fasciollosis (lab). Hewan.545 Ton 1 ekor 25 ekor KETERANGAN Asal Australia Asal Amerika Jawa Barat Asal Jawa Dari hasil tindakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan . tuberculosis dan PMK. yang melalui pelabuhan Bakauheni.doc/Datin 15 . piroplasmosis. klinis). HBAH.s o ft w a re Tabel 9: Data Pemasukan Ternak. . karantina hewan 1 unit.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ternak.

Sampai dengan tahun 2003 produksi mani beku IPMB Terbanggi Besar mencapai 50.c ww w om k lic lic . serta meningkatnya pendapatan peternak peserta IB sebagai akibat dari meningkatnya harga jual ternak hasil IB. (4) recording dan system pelaporan. : Jumlah Kejadian Penyakit Hewan/Ternak menular Strategis di Propinsi Lampung Tahun 2000 .2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PENY HWN STRATEGIS Anthrax Brucellosis Bovine Viral Diarhea Gumboro Hog Cholera Rama Dewa New Castle Desease Rabies Salmonellosis SE Inf Bovine Rinotracheaisis Surra Anaplasmosis Piroplasmosis MCF Flu Burung 2000 0 1 0 0 0 0 5 14 0 0 0 0 0 0 2 0 2001 0 0 0 0 0 0 1 19 0 0 0 0 0 0 0 0 2002 0 0 0 0 1 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 2003 0 0 0 0 0 0 4 12 0 0 1 0 0 0 0 2 KET Data diperoleh dari hasil pemeriksaan BPPV wilayah III Bandar Lampung 2. antara lain (1) cakupan wilayah inseminasi dan peningkatan jumlah akseptor. dan N2 Cair (6) dan pengembangan IB swadaya.doc/Datin 16 . tingginya animo peternak yang telah mengenal program IB untuk memanfaatkan teknologi IB. .s o ft w a re Tabel 10.s o ft w a k e r. (3) conception rate. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa hal yang sangat mendasar dan sangat berpengaruh terhadap kinerja IB sebagaimana tersebut diatas. (5) distribusi dan sistem penjualan mani beku. Sedangkan keberhasilan program IB yang cukup monumental diantaranya adalah terbangunnya Instalasi Produksi Mani Beku di Terbanggi Besar. Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) mulai diintroduksi di Lampung pada tahun 1976. dalam arti pada beberapa aspek masih diperlukan perhatian dan peningkatan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.000 dosis mani beku sapi dan 10.000 dosis yang terdiri dari 40. antara lain pengetahuan dan keterampilan peternak.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 dosis mani beku kambing. dan perkembangannya sampai saat ini cukup baik. k w . sosialisasi program IB dan peralatan IB yang relative masih kurang. Adapun kondisi sarana dan prasarana fisik IPMB Terbanggi besar sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. kualitas budidaya (terutama pakan yang diberikan). (2) ratio cervis per-conception.

k w .s o ft w a k e r. Secara umum perkembangannya sampai saat ini adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. PERALATAN IPMB (2) Peralatan Penampungan Vagina buatan sapi Vagina buatan kambing Sterilisasi vagina buatan Incubator Rak alat alat Inner Linner Termos IB gun sapi IB gun Kambing Peralatan pemeriksaan Kualitas Mikroscope listrik Mikroscope cahaya Fotometer Refrigerator CCTV Monitor Incubator alat gelas/kaca Lemari alat alat kaca Timbangan digital Peralatan Processing Cool top Filling and Sealing Machine Refrigerator Container Prae Freezing Rak Prae Freezing Sterilisasi Straw Peralatan Printing Straw Printing Straw Manual Printing Straw Automatic Peralatan Penyimpanan & Distribusi Container deppo Container operasional Vacuum Container Container deppo 200 liter Mobil pengangkut N2Cair & Straw & pakan Mobil Operasional TERSE DIA (3) 4 2 1 1 1 4 2 4 2 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 0 1 0 12 2 1 0 1 KEBUTU HAN (4) 15 8 1 1 4 15 4 6 6 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 6 1 1 1 24 6 2 2 2 2 KEKURA NGAN (5) 11 6 0 0 3 11 2 2 4 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 1 1 4 1 0 1 12 4 1 2 2 1 Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa program IB mulai diintroduksi pada tahun 1976.doc/Datin 17 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re Tabel 11 Kondisi Sarana dan Prasarana Fisik IPMB Terbanggi Besar Sampai Dengan Tahun 2004 (dalam buah/unit) NO (1) A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2 3 4 5 6 D 1 2 E 1 2 3 4 5 6.c ww w om k lic lic . atau sudah berjalan selama 28 tahun.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . .

458 29.105 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . pelayanan kesehatan. Hal ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang perlu dikaji karena proses selama kurun waktu 28 tahun. bimbingan pemasaran/panen hasil.941 28.639 1.892 2000 372.39 80. dan PE oleh UPTD IBBITKAN di instalasi Pembuatan Mani Baku Terbanggi Besar.160 32. Provinsi Lampung mempunyai peluang yang besar terkait dengan potensi pasar dan sumberdaya pakan yang ada. Mengembangkan sentra-sentra pembibitan ternak dalam bentuk pembibitan ternak rakyat/pembibitan pedesaan atau VBC dengan mengutamakan pada daerah-daerah penyebaran ternak pemerintah dan dilaksanakan melalui Pola Sistem Pelayanan Terpadu (SPT).c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 1997) sebagian besar masih merupakan usaha sambilan serta belum menariknya usaha pembibitan sapi potong bagi perusahaan peternakan karena pengembalian modalnya membutuhkan waktu yang relatif lama.663 38.458 ekor.001 104.165 31.934 106.500 ekor.816 33. serta telah diproduksinya mani beku jenis kambing BOER. Untuk mengembangkan perbibitan di Provinsi Lampung.am menyediakan bakalan hanya dapat memenuhi 15 – 20 % sedangkan 80 – 85 % masih mendatangkan dari impor (Australia).530 2. 3. Kinerja Pelaksanaan IB di Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Populasi Sapi (ekor) Jumlah betina produktif (ekor) Akseptor (ekor) Jumlah Inseminasi/Dosis SC Ratio CR (%) Kebuntingan (%) Kelahirannya (%) 1999 372. . meliputi pembinaan. dan lokasi sentra pembibitan ternak di Provinsi Lampung adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.99 Jumlah akseptor yang dapat di inseminasi pada tahun 2003 mencapai 29. Sedangkan pembibitan ternak kambing. atau baru mencapai 26.589 25.50 98.58 93 2003 387.737 1. ternyata cakupannya relatife masih rendah.86 61.00 62.72 Tahun 2001 373.37 92. BOERAWA. sementara itu peternakan rakyat yang merupakan “armada semut” yang potensial (Sujarmin. Adapun jenis komoditas.350 108. Penggunaan bibit unggul kambing ini masih pada tahap pengenalan (mulai tahun 2002) dengan realisasi akseptor ± 2. pelayanan IB (pada VBC sapi dan kambing).07 45.563 42.50 2002 381. Pembibitan Masalah utama yang dihadapi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak salah satunya adalah masih rendahnya ketersedian bibit ternak baik kualitas maupun kuantitasnya.c ww w om k lic lic .doc/Datin 18 .s o ft w a re Tabel 12. k w .98 55 74.534 104.63% jika dibandingkan dengan potensi akseptor yang ada yaitu ± 108. ternyata kemampuan ternak lokal dal. Jumlah dan kualitas bibit sapi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan produksi. disisi lain sistim dan usaha pembibitan secara keseluruhan belum mendapat porsi perhatian yang memadai. kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a.138 39. dan pembinaan produksi ternak bibit.226 40.266 ekor.021 104. Bila dilihat dari usaha pengemukan sapi potong di Provinsi Lampung.40 60.s o ft w a k e r.

2.doc/Datin 19 . k w .c ww w om k lic lic . 1. 1. bawang Tengah Lambu Kibang Kemiling 3 Lampung Timur 4 Lampung Tengah 5 6 7 Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung c) Itik NO 1.s o ft w a re a) Sapi Potong NO 1 KABUPATEN / KOTA Lampung Selatan NO 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 KECAMATAN Tanjung Bintang Sido Mulyo Jati Agung Simpang Agung Padang Ratu Punggur Gunung Sugih Terbanggi Besar Seputih Mataram Kota Gajah 2 Lampung Tengah b) Kambing NO 1 2 KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan NO 1 2 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 1 2 1 KECAMATAN Talang Padang Sumberejo Gedong Tataan Tanjung Bintang Way Lima Batanghari Nuban Sukadana Way Jepara Seputih Surabaya Seputih Banyak Seputih Mataram Kalirejo Padang Ratu Abung Timur Bukit Kemuning Tl.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. KECAMATAN Pringsewu (Ambarawa) Wonosobo Palas Trimurjo E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 2. 3. .s o ft w a k e r. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan Lampung Tengah NO 1.

270 1. 2. KECAMATAN Talang Padang Metro Utara e) Ayam Buras NO 1.c ww w om k lic lic .256. KECAMATAN Batanghari Metro Pusat f) Puyuh NO 1.942. Multi Breeder Adirama Indonesia (PT. Talang Padang Kab.s o ft w a re d) Sapi Perah NO 1. Tanggamus.612 530. KABUPATEN / KOTA Lampung Tengah NO 1. Lampung Selatan dan PT.s o ft w a k e r.325 13. Perkembangan populasi parent stock.347 1. Lamp. . Tahun 1999 – 2003 No 1.000 Jabotabek 10.548. KABUPATEN / KOTA Lampung Timur Kota Metro NO 1. Pembinaan pada Perusahaan Pembibitan Ayam Ras Jumlah perusahaan pembibitan Ayam ras di Provinsi Lampung ada 3 buah yaitu PT.149. Sumatera 10.000 E:\KEBIJ TEK-260405. Indonesia Farming di Katibung Kabupaten Lampung Selatan.doc/Datin 20 .500. 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.733. MBAI) di Kec. Charoen Pokphand Jaya Farm di Kec. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Kota Metro NO 1.648 2. 1. MBAI Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 Distribusi Produksi / FS Pedaging Petelur 9. 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .575.400.000 10. produksi dan distribusi DOC ayam ras pada perusahaan pembibitan di Provinsi Lampung dari Tahun 1999 – 2003 adalah sebagai berikut Tabel 13 : Produksi dan Distribusi Final Stock Ayam Ras pada Perusahaan Pembibitan di Prov. KECAMATAN Seputih Raman Seputih Mataram b. KECAMATAN Metro Pusat g) Babi NO 1.150.450 2. Natar Kab. 2. Nama Perusahaan PT. KABUPATEN / KOTA Kota Metro NO 1. PT.000 Lpg. k w .

Dari 3 (Tiga) buah perusahaan pembibitan ayam ras di Provinsi Lampung. 1997 yaitu pengembangan ternak kambing di kawasan kebun singkong.124.370. dan mulai tahun 2001 sampai dengan 2003 meningkat sebesar 52.484.226 2. MBAI dan sejak tahun 2002 perusahaan ini tidak lagi melaksanakan pembibitan ayam ras petelur sehingga kebutuhan bibit ayam ras petelur di Provinsi Lampung sejak tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain. Kendala yang dihadapi dalam penyediaan hijauan makanan ternak antara lain masih rendahnya kualitas pakan yang diberikan karena sebagian besar peternak tidak memiliki kebun rumput. 4. yang melaksanakan pembibitan ayam ras petelur hanya PT.15 %.548. Oleh karena itu upaya pemanfaatan sumber daya pertanian. Dengan demikian akan diperoleh Sinergis yang Produktif yaitu tanaman pertanian/perkebunan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik.986 - Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Tdk. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas ternak ruminansia dan unggas adalah faktor pakan hijauan dan pakan konsentrat. akan tetapi pada tahun 2000 – 2001 terjadi penurunan sebesar 27.c ww w om k lic lic .750 7. Charoen Pokphand 1999 2000 2001 2002 2003 1999 2000 2001 2002 2003 6. Kegiatan integrasi usaha peternakan dengan tanaman perkebunan/pertanian di Provinsi Lampung sudah dimulai sejak th. PT.768.696. Pakan Ternak.000 8. PT.000 10. sedangkan melalui sumber dana APBN/APBD dimulai tahun 2003 berupa pilot proyek yaitu sapi .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .Berproduksi Lampung 3.doc/Datin 21 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.500 2. Indonesia Farming * Kebutuhan DOC petelur mulai tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain.padi.850.361.s o ft w a k e r.68 %. sapi - E:\KEBIJ TEK-260405.46 %.245 1.480 3. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha budidaya ayam ras pedaging di Provinsi Lampung semakin berkembang dengan dukungan swasta melalui pola kemitraan seiring dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengkonsumsi protein asal ternak. perkebunan dan Agroindustri menjadi prioritas kegiatan sekaligus dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung dari satu satuan luas lahan usaha tani. . Adapun perkembangan produksi bibit ayam ras pedaging tahun 1999 – 2000 meningkat 29.s o ft w a re 2. k w .

. 4.997 ekor Sapi Sawit memiliki kapasitas tampung ±40.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.pisang.000 ekor Adapun jumlah pabrik pakan ternak di Provinsi Lampung berjumlah 5 perusahaan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sapi Padi memiliki kapasitas tampung ±341.000 ekor Sapi Nanas memiliki kapasitas tampung ±50.tebu. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melindungi peternak dari kualitas ransum yang tidak sesuai dengan label dan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan pada tahun 2004 dilaksanakan pelatihan pengawasan mutu pakan sebanyak 20 orang dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan E:\KEBIJ TEK-260405. pakan puyuh. Pengawasan mutu dilaksanakan oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan Kabupaten / Kota.000 ekor Kambing Coklat memiliki kapasitas tampung ±30.130 ekor Kambing Lada memiliki kapasitas tampung ±100.s o ft w a k e r. 5.singkong dan pada th. 3. pakan itik dan pakan sapi. dengan jumlah petugas sampai tahun 2003 sebanyak 25 orang. 7. k w .doc/Datin 22 .565 ekor Sapi Tebu memiliki kapasitas tampung ±65. sapi . dan jenis pakan yang diproduksi adalah pakan ayam ras petelur dan pedagang.228 ekor Kambing Singkong memiliki kapsitas tampung ±1.s o ft w a re sawit.coklat dan kambing . Dari tanaman Pertanian dan tanaman Perkebunan di Propinsi Lampung. 6. 2. dapat dikembangkan integrasi ternak dengan tanaman pertanian/ perkebunan dengan daya tampung antara lain sebagai berikut: 1. 2004 dilanjutkan dengan sapi . kambing .700.c ww w om k lic lic .

disisi lain pengeluaran bibit sapi dari Lampung sulit dikendalikan c.s o ft w a k e r. pendampingan dan sekolah lapang mengalami banyak hambatan d. sementara kemampuan suplay khususnya komoditi daging sapi dan susu masih tergantung pada impor. umumnya lebih tertarik bekerja di sector industri dan jasa di perkotaan c. daging. padahal sesungguhnya dengan pendekatan ini tidak menambah populasi. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. 2. Tingkat pendidikan formal petani/peternak umumnya (60 .c ww w om k lic lic .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. yaitu dengan semakin tingginya tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat. kulit dan bibit ternak) terus meningkat. Jumlah dan kualitas (pengetahuan.70 %) adalah lulusan SD dan tidak lulus SD. b. akibatnya kegiatan penyuluhan. . Terjadi banyak perpindahan bibit antar wilayah. susu.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan a.telur. sikap dan keterampilan) petugas lapangan relatif masih kurang antara lain Inseminator.s o ft w a re BAB IV MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. jiwa kewirausahanya masih sangat lemah. bahkan justru bisa kontra produktif E:\KEBIJ TEK-260405. Kelembagaan peternak pada umumnya kurang mandiri dan masih project oriented. Bibit Ternak b. Jumlah induk sapi potong di Lampung masih sangat kurang baik kualitas maupun kuantitasnya. k w . Minat tenaga kerja terdidik di pedesaan terhadap usaha peternakan masih sangat kecil. tenaga fungsional penyuluh peternakan tidak ada lagi. yaitu dalam bentuk impor bakalan sapi. dan impor susu (bahan baku dan olahan). Beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi prioritas dalam pemecahannya antara lain : 1. dan paramedis e. akibatnya visi peternak terhadap usaha peternakannya hanya bersifat sambilan. MASALAH Permasalahan yang masih harus terus dihadapi dan menjadi tantangan adalah aspek keberlanjutan.doc/Datin 23 . permintaan terhadap komoditi ternak (daging.

babi.000 – 120. Hog Cholera. 3. ND dll) masih memungkinkan terjadi out break.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Usaha perbibitan ternak (diluar ayam ras) belum diminati oleh perusahaan swasta e. Brucellosis. Harga pakan unggas (konsentrat) sangat fluktuatif dan pada saat – saat tertentu relative mahal jika dibandingkan dengan harga produk akhirnya. Teknologi pengolahan pakan belum dilaksanakan oleh peternak f. berat lahir. Penyakit menular lainnya (SE.000 ekor per tahun) f. d. Komponen impor bahan baku pakan masih tinggi. interval kelahiran. produksi susu dan kinerja reproduksi. e. Wabah Penyakit flu burung b. mundur ke tahun 2003. Perbibitan ternak kerbau. Obat dan peralatan kesehatan hewan sebagian besar masih impor. kemudian mundur lagi ke tahun 2007. Dilihat dari aspek kualitas. sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan produktivitas antara lain pertambahan berat badan harian. Masih kurangnya informasi tentang jumlah dan lokasi bahan baku pakan.doc/Datin 24 . Rama Dewa.000 – 450. Peternak belum melakukan pengolahan dan penyimpangan pakan yang berlimpah pada saat musim hujan dan pada saat panen. Ditingkat peternak pada umumnya. sapi perah. c.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pakan Ternak a. b. kualitas pakan yang diberikan pada ternak ruminasia umumnya masih rendah.s o ft w a re d. Hal ini membuktikan bahwa kemungkinan ada persoalan yang mendasar dalam upaya pembebasan rabies yang belum teridentifikasi. d. ayam buras. bakalan sapi potong dari Lampung belum dapat bersaing dengan produk impor g.000 ekor per tahun (Secara Nasional 400. Penyakit Hewan a. baik hijauan ataupun bahan baku konsentrat 4. Lampung masih mendatangkan bakalan sapi impor dari Australia sekitar 100. itik dan puyuh belum mendapat porsi pembinaan yang cukup dibandingkan dengan perlakuannya terhadap ternak sapi potong dan kambing. Target pembebasan penyakit rabies di Pulau Sumatera selalu mundur. Kontinuitas pakan hijauan pada musim kemarau masih menjadi kendala para peternak. c. semula ditargetkan bebas tahun 1997. . Untuk usaha penggemukan sapi.c ww w om k lic lic . padahal potensi sumberdaya pakan local banyak yang belum dimanfaatkan. E:\KEBIJ TEK-260405. Gumboro.s o ft w a k e r. k w .

d. b.doc/Datin 25 . Pelaksanaan kawin alam tidak dibarengi dengan sistim seleksi dan penggunaan pejantan yang baik.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sehingga masih banyak terjadi inbreeding dan penggunaan pejantan yang berkualitas rendah. Lembaga permodalan yang ada masih sangat sulit diakses oleh peternak kebanyakan. Sejak diintroduksi tahun 1976.s o ft w a re e. k w . Skala usaha peternakan umumnya masih termasuk kedalam katagori sambilan dan cabang usaha. bagian keuntungan terbesar berada pada sector jasa yang dikuasai oleh para blantik (bukan peternak). pada kambing > 8 bulan dan pada ternak kerbau > 24 bulan. Harga beberapa komoditi peternakan antara lain telur ayam ras. Jarak kelahiran (calving interval) pada sapi masih panjang yaitu rata – rata > 16 Bulan. Peralatan dan Teknologi a. b. pendidikan dan budaya peternak dan persyaratan yang terlalu memberatkan. d. Modal.%) dibandingkan dengan kemampuan potensi genetic (Sapi 30 – 35 % dari populasi).c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . d. peralatan kesehatan dan peralatan pasca panen. Belum tersosialisasinya IB kambing pada masyarakat c. Sementara IB pada ternak ternak kambing baru dilaksanakan tahun 2003 dan IB pada ternak kerbau masih kesulitan dalam peyediaan mani bekunya. Peralatan peternakan sebagian masih mengandalkan barang impor seperti peralatan IB. 7. 6. Propinsi Lampung tidak memiliki pasar hewan/ternak yang representative. Posisi tawar peternak masih sangat lemah. sehingga tingkat effisiensinya rendah b. Pasar a.00. DOC. Prosentase kelahiran ternak di Lampung relative masih rendah (Sapi 19. pakan konsentrat. Kurangnya promosi terhadap konsumsi susu E:\KEBIJ TEK-260405. Lalu lintas hewan antar pulau dan antar Provinsi sulit dikendalikan sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit 5. covering pelayanan IB pada ternak sapi di Provinsi Lampung relatif masih rendah yaitu baru mencapai 26. . Kebijakan makro dalam bidang permodalan belum banyak menyentuh para peternak pada umumnya. hal ini terkait dengan pengetahuan. c. c.s o ft w a k e r. ayam broiler dan telur ayam sangat fluktuatif. Pengelolaan Reproduksi a.63 % dari potensi IB yang ada. demikian juga persentase kelahiran pada ternak kerbau dan kambing relative masih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya e.

7. Rama Dewa. 6. Restrukturisasi organisasi pemerintahan yang melaksanakan fungsi pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. peralatan dan bahan baku susu. tingkat pendidikan dan budaya konsumsi pangan yang terus berkembang. Dengan adanya perdagangan bebas kebijakan pajak dan bea masuk komoditi peternakan akan menjadi beban dalam usaha peternakan. Perdagangan bebas ASEAN sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dan perdagangan bebas Asia Fasifik untuk Negara maju tahun 2010 dan untuk Negara berkembang tahun 2020. 4. Antraks. k w . b. Ketergantungan impor sapi bakalan. . Meningkatnya tuntutan efisiensi. c. serta kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular lainnya terutama Brucellosis. Ketergantungan subsektor peternakan terhadap sektor lain semakin tinggi. Hog Cholera. Globalisasi informasi dan perdagangan. TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI KEDEPAN. dan daging sapi bahan baku pakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas dibidang peternakan dan kesehatan hewan. sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk. Terus berlanjutnya pengurasan bibit ternak yang berkualitas ke Provinsi lain dan pemotongan ternak betina bertanduk yang masih produktif.c ww w om k lic lic . Transformasi struktur perekonopmian daerah/nasional akan terus berkembang yaitu : a. akibatnya usaha peternakan kurang dapat bersaing dengan Negara lain. Peran relative sektor pertanian terhadap perekonomian semakin menurun. 3. Tidak efektif dan efisiennya pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan c. Lampung masih dibayangi dengan munculnya wabah (Out Break) Penyakit flu burung. 5. b. antara lain yang perlu dicermati adalah : a. 8. 1. sedangkan peranan peternakan terhadap pertanian diperkirakan akan terus semakin meningkat.s o ft w a re B. Rabies dan Septichaemia E:\KEBIJ TEK-260405. pendapatan masayarakat. Dampak negative pelaksanaan otonomi daerah diperkirakan masih akan mewarnai pelaksanaan pembangunan peternakan. obat – obatan. 9. 2.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Permintaan komoditi peternakan yang terus meningkat baik jumlah ataupun kualitasnya. Kurang kondusifnya iklim usaha dan investasi.doc/Datin 26 .

11. 10. pintu masuk Internasional di pelabuhan Panjang serta Bandara Raden Intan.doc/Datin 27 . Bakauheni.s o ft w a k e r. diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya yang optimal dengan curahan input yang minimal.s o ft w a re Efizotica. Persoalannya curahan input yang dibutuhkan yaitu dalam bentuk masuknya investasi (Modal. . dan Sumberdaya Manusia berkualitas) juga ditentukan oleh sector atau lingkungan eksternal.c ww w om k lic lic . Membangun komitmen masyarakat peternakan Lampung untuk bersama – sama mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Hal ini disebabkan masih “ terbukanya “ pintu – pintu masuk penyakit yaitu diperbatasan dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu. Teknologi. Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

98%.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . E:\KEBIJ TEK-260405. laju pertambahan penduduk di Provinsi Lampung rata-rata mencapai 0. telur. sehingga akan berimplikasi terhadap aspek pembiayaan. Nilai duga yang diperolehpun akan lebih relistis dan akurat.s o ft w a re BAB V SASARAN UMUM A. Kelebihan penggunaan metode prediksi konsumsi protein hewani asal ternak adalah bahwa perencanaan dapat diarahkan ke inti masalah peternakan. yakni dari tahun 1993 s/d 2003. Selama 10 tahun terakhir. Hal ini dimungkinkan karena perhitungan nilai konsumsi protein secara tidak langsung juga memperhitungkan laju pertambahan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung yang tergambar dalam nilai daya beli masyarakat. Model prediksi ini berkebalikan dengan cara yang biasa dilakukan karena pada umumnya prediksi selalu dimulai dengan prediksi populasi dan diikuti dengan prediksi konsumsi protein.doc/Datin 28 . Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi protein akan menjadi variable independent. dan susu. Sementara itu. Demikian juga dengan imbangan protein yang berasal dari offal dan karkas. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. Sedangkan protein susu untuk saat ini hanya bertumpu pada susu yang berasal dari sapi perah. Pada sisi lain. itik. jumlah konsumsi protein berasal dari protein daging. Faktor penting yang mempengaruhi nilai konsumsi protein per kapita per hari adalah laju pertambahan penduduk. telur. ayam petelur. sedangkan populasi ternak sebagai sumber protein hewani menjadi variable dependent. Metode Prediksi Pola prediksi penentuan sasaran pengembangan populasi ternak di Provinsi Lampung dalam jangka pendek didasarkan pada upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak per kapita per hari. Protein daging merupakan penjumlahan protein karkas dan protein offal yang berasal dari ternak potong ruminansia dan non ruminansia. dan burung puyuh.98% digunakan sebagai acuan.s o ft w a k e r. k w . baik produksi dalam provinsi maupun pemasukkan dari luar provinsi.c ww w om k lic lic . baik dari daging. Hal ini terjadi karena bentang ukuran populasi dengan konsumsi protein hewani sangat lebar. dianggap tetap dan proporsional. Pilihan untuk menganggap proporsi yang tetap didasarkan pada pembacaan trend proporsi protein antarjenis ternak dan antarjenis daging selama 10 tahun. Meskipun demikian terdapat kelemahan karena hasil prediksi populasi akan menjadi tampak besar.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . maupun susu. Dengan demikian nilai laju pertumbuhan penduduk sebesar 0. yakni peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak secara efisien. Protein telur berasal dari telur ayam buras. proporsi sumbangan dari masing-masing jenis ternak terhadap jumlah ketersediaan protein.

717 97.s o ft w a re Pada sisi lain.40.91 3.271.310.01 4.49 2. namun dalam operasinya angka tersebut memerlukan adjustment.729.66 4.73 gram per kapita per hari.962 695.817 73.544 2.776.51.20 4.418.230 2009 417. 4. Sasaran Jangka Pendek (2005-2009) Prediksi konsumsi protein per tahun pada tahun 2005-2009 diperkirakan mencapai 4.634 182.78 4.00 E:\KEBIJ TEK-260405.841 868.833 110 53.378 2007 405. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.29.00 3.00 3.264 2008 411. B.33 4. k w .571 2006 400.73 Laju (%) 2.609 26. dengan laju pertambahan sekitar 2.476 2.62. Nilai faktor koreksi juga diperoleh dari pengamatan terhadap trend korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi selama 10 tahun.275 Laju (%) 1.377.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sementara proporsi sumbangan protein antarjenis ternak maupun antarjenis daging.72 4.99 4.813 25.913 16.586 14.765 71.579.doc/Datin 29 .92 4. dan 4.606 15.12 5.234 88.547 114 53.890 961.47 Prediksi jumlah penduduk. Susu dan Protein Hewani Tahun 2005 .67 2.178 898.2009 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2005 7.103 107 53.89 4.29 2006 7. 4.c ww w om k lic lic .994 164. prediksi populasi akhir diduga dari faktor koreksi yang berasal dari nilai korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi. Pertambahan penduduk mengacu kepada hasil perhitungan.176 78.806 85.894 170.47 % per tahun.427 742.336 118 53. Telur.147. Tabel 15 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2005 – 2009 (Ekor) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Pet. serta faktor koreksi pemotongan dianggap konstan.108 176.s o ft w a k e r.Adapun prediksi sasaran konsumsi secara lengkap tertuang pada table 14 berikut : Tabel 14 : Prediksi Sasaran Konsumsi Daging.512 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .667 15.473 188.894 2.00 3.533 929.62 2009 8.249.695 91.9493%.851.189 94.307 28. yakni sebesar 0.136 718.440 27. Berdasarkan angka prediksi konsumsi protein ini.98%.890 993.41 4.133 68.30 4.761.222. sehingga laju pertambahan penduduk diperkirakan sebesar 0.98 3. 4. maka dapat disusun suatu prediksi populasi dari berbagai jenis ternak dan berbagai sumber protein.51 2008 7.52 4.769 16.42 3.10 4.54 3. Itik Puyuh 2005 394.899 671. Ayam Ped.53 2.287 76.959.299.54 3. jumlah pemotongan.501 103 52.052 24.59 2.933 648.00 0. .456.40 2007 7. dan prediksi populasi pada tahun 2005-2009 secara lengkap disajikan pada Lampiran.77 3.652 2.

533.959.222. Pada ayam petelur.364 kg. 91. dan 43.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 16.675. Sumbangan ternak unggas terhadap protein daging yang asli hanya berasal dari ayam potong. dan 28.769. k w .817. Pada populasi sapi potong ini laju pertambahan diperkirakan sekitar 1. Prediksi populasi domba mencapai : 68.28% per tahun. dengan laju pertambahan 3.133.776. serta mempunyai laju pertambahan sebesar 3.905. 929. 53.54% per tahun. laju pertambahan mencapai 3. dan itik sumbangan dapat dikatakan sumbangan “semu”. 107. 671.378. dan 118 ekor.s o ft w a k e r.473 ekor. namun populasi sapi perah cukup berkembang.271. 110.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan 97. Pada babi. Pada kedua komoditi ini.606.00% per tahun. prediksi populasi berdasarkan angka konsumsi telur pada ayam buras mencapai 14.579. yakni: 103.599.695.890.00% per tahun.189. 176.264. 170.365 kg. Sumbangan protein daging. Sedangkan populasi kerbau diprediksikan sebesar 52. 26.512.108. 71. selain dari ternak ruminan. 27.476. . dengan laju pertambahan populasi sebesar 9.287.00% per tahun.761. 88. 53.336 ekor. populasi diperkirakan sebesar: 2.307 ekor. 53. dan 21. 114.334. Sedangkan populasi puyuh sebesar: 164. Prediksi populasi kambing cukup besar. 2.634. dan 417. dan 78. 39.806.813. populasi diprediksikan sebesar: 648. dengan pertambahan populasi sebesar 3.178. 405. Hal ini terjadi karena ketiga jenis unggas terakhir menyumbangkan daging dalam bentuk ternak afkir.147.c ww w om k lic lic .377.00% pertahun.310. 182. prediksi jumlah daging impor dari 2005-2009 adalah 37. 15. 2.851.729. 695. dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. 19. 25. 400. Pada ayam potong. dengan laju pertambahan sekitar 0.833.652. Situasi ini akan mempengaruhi cara penentukan prediksi populasi. E:\KEBIJ TEK-260405.994.00% per tahun. 73.275 ekor dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. dan 742. Pada itik.933.913 ekor.765.456. dan 16. ayam petelur. 40.234. 15.678.230.418.894. Sementara kerbau dan kambing perah dianggap tidak berkembang.586. yakni: 868. Sedangkan dari ayam buras.243. prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein daging.667.doc/Datin 30 .s o ft w a re Populasi sapi potong pada tahun 2005-2009 berdasarkan angka prediksi konsumsi protein daging adalah 394.001. 411. 993.440.973. 898.103.547.899.176 ekor.609. juga berasal dari ternak unggas. 718. 2. serta laju pertambahan sebesar 3.136. sedangkan pada ketiga unggas yang lain prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein telur.250 ekor. 41.427 ekor.571.962.77% per tahun.91% per tahun. Sementara populasi ayam pedaging diprediksikan sebesar: 24.42% per tahun.052. 20.894. 94. dengan laju 3. dan 2.299. Pada kelompok unggas. dan 188. Sedangkan offal impor mencapai 18. dengan laju pertambahan populasi 3.717 ekor.841.00% per tahun. 76.544 ekor.67% per tahun. 961. 20.249. Pada sisi lain.501. dan 54. populasi diprediksikan sebesar : 85.

09 4. dan 21.168.617.990 932.325 19.20 Sumbangan terbesar protein hewani asal daging masih berasal dari unggas.782.130 219.457 961. Proporsi protein asal daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak dari waktu ke waktu dianggap konstan.713 ekor.369.887. E:\KEBIJ TEK-260405. 932.doc/Datin 31 .712 ekor.103 200.121.608 133 55.713 91.088.209.249. 904.251 21.128.49 4.750.178.53 5.483 81. Pada periode tahun 2010-2014 diperkirakan populasi ayam buras mencapai 17. Sedangkan puyuh mencapai 194.691 ekor.158 110.714 2. dan puyuh.088. 206.172 35.421 206.488.901 20.c ww w om k lic lic .128 33. konsumsi protein hewani asal ternak setiap tahun diperkirakan mencapai 4. 435.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .354. Pada itik.27 2. 20.95.17.498.625.592 20. Sasaran Jangka Menengah (2010-2014) Pada tahun 2010-2014.399. baik berupa ayam potong maupun ayam buras. 5. 200. 1.699.10 6.750.147 31.178. 20.70 4.629. .055.604.083 1.300. dan 219.608.536.025.025.22 4.120 33. Telur.94 2.871.318.782.121.130 ekor.103 2. Tabel 16 : Prediksi Konsumsi Daging.s o ft w a re C.84 2011 8.369.612 1.307.532.343 1. 990.097.879 ekor.277 101.120.421.995.866.483.901.141.28 gram per kapita per hari.097 213.45 4. 33.976 1.21 0. 1.775 2. 2.155. Populasi domba diprediksikan mencapai 81.691 Pada ternak ruminansia.866.103.147. ayam petelur afkir.498 107.051.628. populasi diprediksikan sebesar 766. 213. dan 5.488 2. yakni: 1.277. dan 1.617.172 ekor.17 2014 9.96 4.155. baik dari ruminan maupun non ruminan.400 2011 429.354 86.2014 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2010 8. 2.887 2013 441. 83.300 83.629.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.209 30.995.098 17. 429. 441.307.141 904.712 1.879 137 56.103.341. itik. 19.400. dan 447.425 129 55.536.318 122 54. 31.249 2014 447.699.457. Tabel 17 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2010 – 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2010 423.901. 86.425. Susu dan Protein Hewani Tahun 2010 . dan 35.57 5.341 126 54. berdasarkan tingkat konsumsi protein hewani tersebut secara lengkap disajikan pada table 16.055.91 6.83 4.604 2012 435. Populasi ternak potong.s o ft w a k e r. Prediksi populasi sapi potong mencapai: 423.628 766. 5.714.851 114.625 194.871 104. 4.775 ekor.06 2013 8. 961.95 2012 8.51 5. k w .28 Laju (%) 1. populasi terbesar diperkirakan berasal dari ternak kambing.532 2.399.84. Prediksi populasi ayam potong mencapai 30.825.712 990.06. 33.32 5. 1.825 89.168.62 5. Prediksi populasi ayam petelur sebesar 2.71 5.051. dan 2.9905. 2.

69 6.251 ekor.617.249. 904.2019 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2015 9. k w .72.995.421.61.67 5.82 5. 110. 133. Prediksi populasi kerbau mencapai 54.83 gram per kapita per hari sebagaimana tertuang pada table 18 berikut : Tabel 18 : Prediksi Konsumsi Daging. 200.72 5.46 Berdasarkan hal ini.30 6. dan 5. dan 24. Pada tahun 2014.369.059.03 1.887.083 ekor. 24. 104.83 Laju (%) 2.doc/Datin 32 .532. Sementara ternak sapi perah dan kuda dianggap tidak memberikan sumbangan yang memadai terhadap ketersediaan protein daging. Populasi ternak perah yang tersedia diperkirakan hanya berasal dari sapi perah.39. dan 219.782.87 5. sedangkan populasi puyuh diprediksikan mencapai 194.74 4.652. sumbangan protein susu terhadap protein hewani asal ternak berasal dari populasi sapi perah sebanyak 122. 19.400. 126.929 kg.776. Telur.05 2.209.604. Babi diprediksikan mencapai 101.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .488.c ww w om k lic lic .198. 2. 46. 55. Disini lain sumbangan dari daging impor diperkirakan mencapai 44. 961.117.103. dan 137 ekor.712. Sasaran Jangka Panjang (2015-2019) Pada tahun 2015-2019 konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung diperkirakan mencapai 5. 49. dan 990.476. 5.08 6.120. 47. 20. dan 2.714.89 6.691 ekor.325.77 5.72 2019 10.147.103.158. sedangkan offal mencapai 22.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka prediksi populasi ternak potong pada tahun 2014-2019. sedangkan kambing dan kerbau perah dianggap tidak ada. dan 114. 20.50. 5. dan 50. 107.536.50 2017 9. 5.629.612.87 4.851 ekor. 54.130 ekor. 2.699. dan 91.s o ft w a k e r. Susu dan Protein Hewani Tahun 2015 .343. Sementara sumbangan protein telur berasal dari suatu populasi yang terdiri atas ayam buras 17. dan 56. Pada sisi lain.99 1. 2.29 2016 9. 129.61 2018 9.48 4. 932.775 ekor.205.625.601 kg.763.172 ekor.097. konsumsi protein susu masih melibatkan pemasukkan susu dari luar daerah.s o ft w a re 89.35 4.750. 206.592.49 6. 213.866.098. 55. Populasi itik mencapai 766.976.61 4. dan 21.901. baik dari ruminansia maupun non ruminansia disajikan pada table 19 E:\KEBIJ TEK-260405. .128.399. D. Populasi ayam petelur diprediksikan mencapai 2. 23. 22.

813 2017 467.595 1.516 39. 23. dan 3. 460. 1.799.212. 246.918.831 2.385 3. .443 102.092 ekor. 154.239 142 56. 3.376 239.777.259.213.777.244.701. 55. 1.834.231.295.295.109. dan 41. Daging import diperkirakan mencapai 52.376.840 246. 473. dan 58. Tabel 19 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2015 454.270. Sementara ternak perah yang lain belum memberikan sumbangan protein.743. Sementara sumbangan dari protein telur berasal dari populasi ayam buras sebesar 22. 467.951. 24.549 23.444.213 1.366. populasi sapi perah dan kuda tetap dianggap tidak memberikan sumbangan terhadap ketersediaan protein asal daging.239.020.483 1. Meskipun demikian.921.578 117. melainkan juga melibatkan pemasukan susu dari luar daerah.037. 40.253.516.194 ekor.884.331.595 ekor.469.943. 1.049.813. 239.224.621 24. 3. dan 158 ekor. 57.719 kg. sedangkan puyuh mencapai 226. 22.696. 39.s o ft w a k e r. sedangkan offal mencapai 25. 37.212.729 1. 56. populasi sapi potong diprediksikan mencapai 454. Itik diperkirakan mencapai 1.176.951. 1.662 ekor.743 97.689. 1.079. Sumbangan terbesar diberikan oleh ayam potong yang mencapai populasi 36.019.979 1. dan 28.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w .662 253.883.701 3.921.418.816 131.595 158 57.079. 27.049.103. Sedangkan sumbangan dari protein susu berasal dari prediksi populasi sapi perah sebesar 142.271.883 3.696 1.251.385.102.294 kg.483.109. Kerbau diperkirakan mencapai 56.922 41. Prediksi populasi terbesar pada ternak ruminansia diperoleh dari ternak kambing sebesar 1. dan 24.979 ekor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .595.918.719. 146.457. 53.213 2016 460.419 ekor.075 22.643 22.444.884 100.443. dan 1.521.419 105.469. 3.338 121. 27.019. Sayangnya.457 1.251 36.194 3.493.729.701 40.doc/Datin 33 .866.131 124.162. dan 480.834 1.331.614.831.270 232.947 1.213.493 2018 473. 1. 57.271. 56.020 94.140.366 37.701. 232.102.124.947 ekor. Ayam petelur mencapai 2.231 150 57.c ww w om k lic lic . 150.037.840. patut dicatat bahwa jumlah protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah di Provinsi Lampung saja.190.579. 26.301.301. E:\KEBIJ TEK-260405. Pada ternak ruminansia besar.624.922 ekor.259.799. dan 1.521 226.190.669. dan 57.579.092 Sumbangan protein daging dari populasi ternak potong tetap didominasi oleh produksi daging dari ternak non ruminansia.253 2019 480.s o ft w a re .244.224.866 154 57.614 1.140. dan 253.957 128.065 24.689 146 56.124.

sapi potong import 122.267.319 3.365 1.585 146.178 43.900 ekor dan kerbau 59.367. .763.841 260.260 27.s o ft w a re E.985.701 1.37 gram per kapita per hari.755 1.483.858 26. Sedangkan populasi babi diperkirakan mencapai 150. Protein daging tersebut terutama berasal dari perkembangan populasi ternak unggas yang diprediksi mencapai 28.517. kontribusi ternak ruminansia kecil dan babi sangat signifikan.doc/Datin 34 .577 3.300.219 25.797 45.813 108. Populasi kambing diprediksi berkembang mencapai 1.007 2022 501. itik 1.191.023 ekor.300.147 1. Pembandingan antara prediksi populasi ayam buras dan ayam petelur sebagai penghasil daging dan telur memperlihatkan bahwa sebaran populasi lebih E:\KEBIJ TEK-260405. Sedangkan sumbangan kuda.48 gram per kapita per hari. Sedangkan populasi ayam petelur diperkirakan mencapai 3.599. Tabel 20 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2019 – 2024 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2020 487.135 288.823. sumbangan protein daging dari ternak ruminansia besar berasal dari populasi sapi potong yang diprediksi mencapai 515.383.149 1. Jumlah protein telur tersebut berasal dari prediksi populasi ayam petelur 3.c ww w om k lic lic .240 2024 515.669.763.476 Pada sisi lain.273 274.401.763.360 171 59.288.610 ekor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . daging dan offal impor terhadap protein daging dianggap tidak ada karena kecilnya.010 2021 494.s o ft w a k e r.279.557 ekor.479.700 ekor.525 281.557 ekor.470 44. Sedangkan tingkat konsumsi protein hewani asal ternak pada tahun itu diprediksi mencapai 6.957 ekor ayam buras dan 48.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.401.084 2023 508.634 138.498 117.964.419 163 58.562 ekor.538 26.593 142.135 ekor.203.558.38 gram per kapita per hari.852 114. Sasaran Tahun 2024 Prediksi perkembangan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan angka prediksi populasi ternak secara keseluruhan.378 267. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari daging ternak unggas.235.819 1.557 48.562 120. Selanjutnya pada ternak penghasil telur.517.701 ekor ayam pedaging sebagaimana terlihat pada table 20. Sementara itu.392. Pada tahun 2024 sumbangan protein daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak diperkirakan mencapai 3.306 1. dan burung puyuh 288.404.624 111.957 3.689.610 150.823.700 180 59.172.938 1.171. Namun ternak itik dan puyuh dianggap tidak memberikan sumbangan protein yang signifikan.340 167 58. .560 jiwa. sapi perah.270 1.708 135.479 176 59. k w . dan populasi domba mencapai 120.541 1.023 28. sumbangan protein telur berkembang sampai 2.476 ekor.010 3.575.938 ekor.159 47.258 3. Pada tahun 2024 jumlah penduduk diperkirakan mencapai 8.

E:\KEBIJ TEK-260405. k w . Terakhir.c ww w om k lic lic . melainkan juga melibatkan pemasukan susu olahan dari luar daerah. sedangkan populasi kambing dan kerbau perah dianggap tidak berkembang.20 gram per kapita per hari. kontribusi susu dalam penyediaan protein hewani asal ternak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5.s o ft w a k e r.doc/Datin 35 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re besar pada populasi ternak penghasil telur. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Meskipun demikian ketersediaan protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah yang ada di Lampung. Dengan demikian populasi yang lebih relevan digunakan sebagai prediktor adalah jumlah populasi pada ternak penghasil telur. Protein susu tersebut berasal dari perkiraan populasi sapi perah sebesar 180 ekor.

budaya local yang juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja. maka kebijakan teknis yang bersifat umum yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Etos kerja dan produktivitas tenaga kerja (peternak) sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan formal. 3. Ketersediaan produk produk tersebut akan dipenuhi dari upaya upaya peningkatan populasi dan produksi hasil ternak dengan intensifikasi (meningkatkan produktivitas per-satuan ternak). Meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani-ternak Kunci keberhasilan usaha di bidang peternakan terutama ditentukan oleh sampai sejauhmana peternak dapat meminimalisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas ternak baik dalam bentuk daging. dalam hal ini akan menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak. apalagi jika dibandingkan dengan Negara Negara tetangga seperti Thailand. 2.2024 A.c ww w om k lic lic . k w . Peranan penggunaan teknologi dan peningkatan skala usaha. merupakan fungsi utama pengembangan ternak. antar Pulau. pengetahuan dan keterampilan peternak. bahan baku industri dan permintaan ekspor. Meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dan hasil ternak Penyediaan produk komoditi ternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi local. Malaysia dan Vietnam. jika dibandingkan dengan peternak di Jawa. susu ataupun anak dan bibit.s o ft w a k e r. Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas Sumberdaya Manusia Peternakan Lampung Sudah menjadi rahasia umum bahwa etos kerja dan produktivitas peternak di Lampung relative lebih rendah. KEBIJAKAN UMUM Dalam rangka mencapai sasaran umum jangka panjang (2005 – 2024) . . Upaya yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada kurun waktu lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan mendorong kelembagaan social dan ekonomi di pedesaan untuk lebih berperan dalam upaya pemberdayaan peternak. telur.doc/Datin 36 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . serta masih rendahnya minat tenaga kerja muda untuk bekerja dibidang usahatani ternak.s o ft w a re BAB VI KEBIJAKAN TEKNIS PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005 . ekstensifikasi (meningkatkan E:\KEBIJ TEK-260405.

Hal ini akan berkaitan dengan upaya penerapan persyaratan kesehatan produk produk peternakan. harus diupayakan terus menerus sampai kapasitas daya tampung dan produktivitas mencapai titik jenuh . dan pelaksanaan system manajemen mutu (ISO. 5. Pemerintah Daerah juga perlu melakukan upaya – upaya untuk mendorong dan memobilisasi sumber – sumber pendanaan yang ada dan berpotensi untuk diinvestasikan pada usaha Peternakan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. retribusi. yang ditandai dengan era perdagangan bebas ASEAN (2003). Oleh karena kebijakan ini berdampak jangka panjang maka harus terus menerus dilaksanakan. khususnya komoditi yang akan diekspor dalam bentuk technical barrier on trade (TBT) dan sanitary and phytosanitary (SPS). produksi dan pasca produksi) Faktor permodalan dan investasi merupakan factor yang strategis untuk mencapai sasaran umum jangka panjang. kambing potong. tarif bea masuk) yang merupakan kewenangan pemerintah Pusat.doc/Datin 37 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405. inflasi. HASEP).c ww w om k lic lic . ditingkatkan kualitasnya dan dimonitor perkembangannya. Meningkatkan mutu dan daya saing produk peternakan Dengan semakin terbukanya system perdagangan antar wilayah dan bahkan antar Negara. dan diversifikasi (vertical dan horizontal) untuk meraih nilai tambah dan sebagai upaya pelestarian komoditi ternak tertentu. k w . Meningkatkan investasi sub sektor peternakan (pra produksi. Pada kondisi saat ini dan kedepan kebijakan moneter (suku bunga. 4. perluasan kawasan). yaitu terciptanya peluang kesempatan kerja produktif pada sub sector peternakan. DOC. merupakan bagian dari kebijakan umum yang strategis.Tanpa ada investasi baru maka usaha peternakan akan berjalan ditempat dan sasaran umum tidak akan tercapai. sertifikasi. . Oleh karena itu kebijakan peningkatan populasi dan produktivitas ternak merupakan strategi jangka panjang . kesepakatan Negara Negara APEC (2010 untuk Negara maju dan 2020 untuk Negara berkembang). nilai tukar rupiah) dan fiscal (pajak.s o ft w a re populasi. Upaya standarisasi.s o ft w a k e r. tidak ada jalan lain kecuali upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk produk peternakan. aneka ternak & ternak hias/exotik serta pakan ternak dimasa mendatang dapat terwujud. akreditasi. Dengan perhatian pada bidang ini diharapkan komoditi unggulan peternakan Lampung yang memiliki potensi ekspor antara lain daging ayam dan produk olahannya.

baik yang terkait dengan aspek genetic.s o ft w a k e r. magang.s o ft w a re 6. Penggunaan bibit ternak eksotik yang unggul. KEBIJAKAN OPERASIONAL Kebijakan operasional yang akan ditempuh dalam rangka mencapai sasaran jangka pendek (2005 – 2009) yaitu dengan menerapkan beberapa pendekatan teknis bidang khusus. (2) teknologi. sekolah lapang. incubator agribisnis bagi keluarga peternak agar mereka mampu menjangkau atau mengakses dirinya dengan (1) sumberdaya atau agro input. Namun demikian jika tidak hati hati dalam pengelolaannya. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia ditempuh melalui 4 (empat) tahapan. Pengembangan SDM dan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Percepatan proses tranformasi dari usahatani tradisional ke usahatani industri berintikan “capacity building” untuk memberdayakan petani ternak melalui pembinaan sumberdaya manusia.c ww w om k lic lic . kelembagaan dan permodalan a.doc/Datin 38 . Pembinaan Sumberdaya Manusia Pembinaan petani / peternak dilaksanakan dengan prinsip “menolong diri sendiri” (self-help) yang didasarkan atas kehendak meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating). penyakit ataupun punahnya plasma nutfah asli yang belum dimanfaatkan. (3) permodalan (4) pengolahan dan pasar. melalui kegiatan pelatihan. B.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . bukan saja tidak akan mendukung keberhasilan usaha ternak itu sendiri. Pendekatan teknis tersebut adalah sebagai berikut : 1. harus dirancang secara cermat dan terpola. Meningkatkan kemampuan mengelola sumberdaya dan menjaga kelestarian sumberdaya peternakan Lampung memiliki sumberdaya yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha berbasis ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . sehingga diharapkan dapat lebih akurat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan hal hal yang bersifat kontra produktip. yaitu : (1) Peningkatan kesadaran dan percaya diri (awareness and self-confidence development) (2) Peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating ability development) (3) Peningkatan kesejahteraan ekonomi (welfare development) (4) Peningkatan kesejahteraan social ekonomi (social culture and economic development) E:\KEBIJ TEK-260405. . bahkan dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian pemanfaatannya.

(1) Untuk kelompok pemula dapat diupayakan dengan bantuan cuma cuma . Hal lain yang juga penting adalah perlindungan pemerintah terhadap usaha peternakan pada umumnya. fasilitas khusus) dan akhirnya dengan melalui kredit komersial penuh. yaitu unit usaha ekonomi yang berazazkan kekeluargaan.s o ft w a k e r. UKM yang dikelola Dinas Koperindag atau bentuk subsidi lainnya (4) Untuk kelompok mandiri diupayakan kredit komersial dengan berbagai kemudahan (kemitraan. Pembinaan SDM melalui pengembangan kelembagaan peternak dilakukan atas dasar 7 (tujuh) prinsip yaitu (1) pendekatan kelompok. E:\KEBIJ TEK-260405. Bimbingan dan Pembinaan Permodalan Bimbingan dan pembinaan permodalan diarahkan untuk menghilangkan ketergantungan dan menumbuhkan kewaspadaan memasuki system ekonomi pasar. (5) swadaya. misalnya koperasi atau kelembagaan kemitraan. c. kreatif.c ww w om k lic lic . yaitu melalui kebijakan yang berfihak pada dunia peternakan. diberikan bimbingan untuk dapat menjangkau (akses) dengan lembaga keuangan atau bantuan. k w . Permodalan merupakan factor yang sangat penting dan menentukan dalam pembinaan SDM dan pemberdayaan ekonomi pedesaan. b. . Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Pembinaan kelembagaan ekonomi pedesaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembinaan SDM peternak. (2) keserasian. Oleh karena itu peternak dengan kelembagaan kelompok dalam wadah koperasi. misalnya KKP. efisien. yaitu produktif.s o ft w a re Dengan metoda pembinaan sumberdaya manusia ini diharapkan dapat menghasilakan SDM yang berkualitas. (4) kemitraan. dalam rangka menciptakan system pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan Pembinaan dan pengembangan kelembagaan peternak diarahkan untuk terwujudnya kelembagaan ekonomi peternak yang tangguh.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. disiplin. misalnya dari Departemen Sosial atau lembaga non pemerintah (NGO) (2) Untuk kelompok madya dapat diupayakan dengan bantuan bergulir. mandiri berbudiluhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.doc/Datin 39 . (6) belajar sambil bekerja dan (7) pendekatan keluarga. (3) kepemimpinan kelompok. misalnya gaduhan ternak atau BPLM (3) Untuk kelompok maju diupayakan melalui kredit bersubsidi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

fisiologi. Instalasi BPPT Lampung.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . antara lain Balai Embryo Transfer Cipelang Jawa Barat. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. bahan baku industri. Dukungan Peningkatan Produktivitas Ternak Secara normatip peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi fungsi genetic. Boerawa. Sarana dan Prasarana Peternakan Pengembangan sumberdaya. . Untuk mendukung pelayanan fungsi fungsi teknis. Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) Terbanggi Besar. sarana dan prasarana peternakan dimaksudkan untuk memberikan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas dan efektivitas pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. utamanya akan dilaksanakan melalui teknologi Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer yang didukung dengan peningkatan kualitas pakan. pedoman beternak yang baik (good farming E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . PE). Jurusan Peternakan Universitas Lampung. kesehatan dan tatalaksana. produksi bibit hijauan pakan. BIB Lembang dan Singosari. kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. Pengembangan Sumberdaya. guna meningkatkan ketersediaan komoditi dan produk produk peternakan untuk konsumsi masyarakat Lampung. Untuk meningkatkan produktivitas ternak di Lampung.doc/Datin 40 . dan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Lampung. Balai Karantina pertanian Panjang. a. reproduksi. pengembangan teknologi pakan. b. serta beberapa institusi vertical antara lain Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah III Bandar Lampung . dalam rangka peningkatan populasi. Pos Pos Inseminasi Buatan yang tersebar di 10 Kabupaten Kota. BPMSOH Bogor. Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Hajimena. Dukungan Pengembangan Perbibitan Ternak Instalasi Perbibitan Ternak Kambing di Negeri Sakti dan Sapi Bali di Campang Tiga akan berperan dalam memproduksi bibit unggul (elite) sapi Bali dan Kambing (Boer. pakan. Instalasi Pembibitan Kambing di Negeri Sakti Gedung Tataan. Pusat Penelitian Peternakan di Bogor. Disamping itu terdapat juga sarana dan prasarana milik “Pusat” yang dapat diakses untuk kepentingan pelayanan bidang peternakan di Lampung. Pos Pelayanan Kesehatan Hewan (12 unit).s o ft w a re 2. pemerintah provinsi telah menyediakan dukungan sarana dan prasarana peternakan yang dapat di akses oleh peternak dan yang sekaligus merupakan dukungan teknologi antara lain. Instalasi Pembibitan Sapi Bali di Campang Tiga Lampung Selatan. produksi dan produktivitas ternak. Balai Analisa Pakan di Bekasi Jawa Barat dan beberapa BPTU yang diberi mandate khusus seperti BPTU Baturaden (sapi perah) BPTU Siborong Borong (Babi) dan BPTU Pelaihari (Kambing). kebutuhan antar Propinsi dan pasar ekspor.c ww w om k lic lic . BPTU Sembawa di Sumatera Selatan.

Lampung Utara (1) Kota Bandar Lampung (1) dan Tulang Bawang (3).doc/Datin 41 . Hal ini sangat dimungkinkan. Disamping itu untuk memperluas jangkauan pembinaan.c ww w om k lic lic . Yang perlu mendapat perhatian adalah penyediaan tenaga medis. Bahkan dalam jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan. dalam kurun waktu 5 tahun kedepan paling tidak perlu dibangun lagi di 3 (tiga) Kabupaten lainnya. dan tenaga teknis lain serta peralatan pendukungnya sesuai dengan standar pelayanan minimal bidang kesehatan hewan dan kesehatan mesyarakat veteriner. Operasionalisasi Poskeswan kedepan diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan swasta dan masyarakat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . paramedic . maka pengawasan lalu lintas hewan. Lampung Selatan (3). serta berperan dalam pembinaan kelompok kelompok VBC dan penjaringan bibit unggul. perlu menambah jumlah Poskeswan dari 12 unit yang ada saat ini. Sumsel. Dukungan Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Swasta. yang dapat dimulai dengan pembentukan UPTD Pembibitan Ternak di masing masing wilayah. Metro (1). institusi UPTD IB. c. Disamping itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner dan sekaligus mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain. karena beberapa jenis pelayanan di bidang keswan sudah dapat dibiayai oleh peternak sendiri. Perbibitan dan Pakan perlu dikembangkan. melalui bentuk kerjasama tripartite (Pemda. Kabupaten dan Kota juga perlu didorong untuk mengembangkan Instalasi Pembibitan Ternak. Kedua instalasi ini ditambah dengan IPMB Terbanggi Besar akan berperan untuk menjembatani peternak dengan teknologi. bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal Hewan (HBAH). Sementara di tingkat Provinsi sendiri. fasilitasi dan pengawasan Rumah Potong Hewan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembangunan peternakan secara keseluruhan. Poskeswan atau dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu perlu dikembangkan pada sentra sentra pengembangan ternak di seluruh wilayah Propinsi. Lampung Timur (1). paling tidak menjadi 2 (dua) UPTD yaitu UPTD IB dan UPTD Perbibitan dan pakan Ternak. yaitu di Lampung Tengah (2). selain telah didukung oleh BPPV wilayah III Bandar Lampung yang membawahi 4 Propinsi (Lampung. Kelompok Peternak) atau bentuk kerjasama lainnya. membandingkan dan dilatih ditempat ini.s o ft w a k e r. . Dimana peternak dapat magang. E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re practices). Bangka Belitung dan Bengkulu). k w .

demikian juga dengan penyakit ramadewa. sedangkan mani beku yang tidak dihasilkan di IPMB akan didatangkan dari BIB Lembang dan BIB Singosari atau impor. hog cholera. Pos cek poin yang ada di Lampung Selatan.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Kegiatan tersebut didukung dengan keberadaan BPPV wilayah III Bandar Lampung.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. ramadewa. pengobatan massal. “early warning system”. Penyediaan mani beku dan Pelayanan Inseminasi Buatan Mani beku sapi potong dan kambing diproduksi di IPMB Terbanggi Besar. (4) Penyakit hog cholera sampai saat ini dapat dilokalisir dan hanya terjadi di Kabupaten Lampung Timur. Operasionalisasi daripada upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit selain dilaksanakan dengan vaksinasi. tulang Bawang.lima tahun kedepan penyakit ini diharapkan dapat bebas. bebas pada tahun 2007 (2) Penyakit flu burung dengan menggunakan metoda vaksinasi dan pengetatan bio security. melalui pengembangan kelompok kelompok binaan yang dirancang melalui model “Village Breeding Centre” (VBC). Sedangkan peningkatan produksi melalui penerapan embryo transfer. (1) Untuk penyakit rabies telah diprogramkan oleh semua Propinsi di Pulau Sumatera dan bangka Belitung.s o ft w a re d. Way Kanan dan Lampung Barat. dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Embryo Transfer Cipelang dan kelompok peternak . 12 unit Poskeswan. Implementasi daripada pelaksanaan pelayanan Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer bekerjasama dengan Kabupaten/Kota dan para inseminator yang tersebar di 10 kabupaten / Kota sebanyak ± 180 orang. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . e. juga dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan bahan asal hewan. surveillance dan pemetaan. E:\KEBIJ TEK-260405. peningkatan biosecurity. telah disepakati harus bebas pada tahun 2007 (3) Diharapkan Lampung ditetapkan bebas penyakit SE (free area). SE dan rabies merupakan penyakit hewan menular yang diprogramkan pemberantasan dan pengendaliannya secara Nasional ataupun regional. brucellosis.doc/Datin 42 . Petugas kecamatan dan petugas medis dan paramedic swasta ataupun yang beroperasi secara mandiri. . karena sudah sejak tahun 1990 tidak pernak terjadi kasus penyakit tersebut. Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Penyakit flu burung atau avian influenza (AI). sebagai upaya membentuk kelompok ternak “elite” sebagai sumber pejantan donor untuk IB dan betina donor untuk ET.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . pengolahan daun sawit.000 ekor.830. baik pada skala usaha tani kecil ataupun pada skala perusahaan pertanian / perkebunan. diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara swadaya atau sharring yang adil antara pemerintah. yaitu antara lain :kopi dan lada organic. perlu dirancang upaya atau teknik untuk meningkatkan kualitas dan penyimpanan pakan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan yang ada. lahan perkebunan sawit. oleh karena itu dalam membangun peternakan yang mantap dan tangguh factor pakan akan menjadi kunci keberhasilan utama.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kopi. Integrasi Ternak Dengan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Konsep paling efisien dalam pengembangan pakan untuk ruminansia adalah mengintegrasikan ternak ruminansia dengan usaha pertanian dan perkebunan. peternak dan kalau memungkinkan fihak swasta. k w . Secara garis besar pendekatan teknis yang akan dikembangkan di Lampung adalah sebagai berikut : a. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan produksi (populasi) dan produktivitas ternak yang akan berpengaruh langsung kepada pendapatan peternak. lada.Secara teknis pemanfaatan pakan pada lahan pertanian dan perkebunan dapat dijelaskan sebagai berikut : • Integrasi ternak dengan perkebunan sawit Sumber pakan pada pola integrasi dengan perkebunan sawit dapat diharapkan dari rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. 3.000 ekor dan ternak kambing 1.c ww w om k lic lic . Pengembangan Pakan Pakan ternak merupakan factor produksi yang paling dominan dalam usaha peternakan. Dengan demikian sangat diharapkan untuk mendorong diversikasi usaha perkebunan sawit dengan sisipan usaha penggemukan sapi. tebu. Meskipun demikian. coklat. singkong. tampaknya yang paling mudah adalah mengharapkan pada rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. nenas dan tanaman padi.200 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Hal yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan pola integrasi ternak ini adalah pemanfaatan pupuk organic yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menjaga kesuburan lahan. Kapasitas tampung ternak sapi pada perkebunan sawit ± 40. Berdasarkan perhitungan data tahun 2003. Dampak lain daripada pola ini akan mendukung pengembangan komoditi eksotik yang akan menjadi unggulan Lampung. dapat menampung ternak sapi sebanyak 549. dan limbah pengolahan sawit.s o ft w a k e r.s o ft w a re Pelayanan Inseminasi Buatan dan embryo tangsfer serta bentuk pelayanan aspek reproduksi dan fisiologis lainnya.doc/Datin 43 . .

Artinya kalau 50% saja potensi limbah singkong dimanfaatkan untuk ternak kambing. yaitu di Kabupaten Lampung Tengah dan di Kabupaten Lampung Utara. terlebih dahulu dapat dilakukan fermentasi dan penambahan pakan acditive serta pemberian pakan konsentrat.7 juta ton / tahun atau mampu menampung 1. bahkan ada yang sampai 100%. Selain mampu menanggulangi persoalan limbah. kenyataannya saat ini sapi jenis Ongol dan peranakannya (PO) berkembang di Jawa khususnya disekitar perkebunan tebu.000 ekor.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan tebu Introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu sebenarnya telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1830. dengan tujuan sebagai alat transportasi tebu. Dibeberapa tempat.000 ekor.doc/Datin 44 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . • Integrasi ternak dengan perkebunan singkong Potensi pakan hijauan yang berasal dari limbah tanaman singkong di Lampung pada tahun 2001 sebanyak 1. . bermitra dengan peternak di sekitar serta menjual pakan yang berasal dari limbah nenas kepada peternak yang membutuhkan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang bersumber dari daun pucuk tebu.s o ft w a k e r. Secara teknis limbah nenas ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing dan domba.c ww w om k lic lic . Upaya lain untuk meningkatkan daya guna daun singkong adalah dengan melalui pengolahan dan dapat disimpan dalam bentuk pellet. k w . ternak kambing telah mengalami adaptasi dan mampu mengkonsumsi daun singkong segar. hay atau sillase E:\KEBIJ TEK-260405. maka akan ada tambahan populasi sebanyak 850. Di Lampung masih terdapat 2 (dua) perusahaan perkebunan nenas yang memiliki potensi untuk dipadukan dengan usaha peternakan.70 juta ekor kambing. • Integrasi ternak dengan perkebunan nenas Usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan nenas (pabrik pengalengan nenas) dengan memanfaatkan limbah telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan besar di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah tanaman singkong untuk pakan adalah kandungan HCN yang dapat menyebabkan ternak keracunan. perusahaan ini juga memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman nenasnya. Dengan demikian introduksi populasi baru di kawasan industri gula dapat dikatakan tidak ada masalah. yaitu mengintroduksi sapi Ongol kedalam perkebunan tebu. padahal populasi kambing tahun 2003 baru mencapai 810.

b. rumput yang ada di sekitarnya serta pemanfaatan pupuk organic untuk tanaman utama. memiliki kandungan protein dan mineral yang baik untuk pakan udang.s o ft w a k e r.000 ekor • Integrasi ternak dengan perkebunan pisang Lampung merupakan salah satu pemasok utama buah pisang ke Banten. lamtoro dan dadap). yang memanfaatkan bonggol. daun dan batang singkong. Potensi pengembangan ternak kambing yang diintegrasikan dengan perkebunan coklat. Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Pakan Teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang perlu dikembangkan di Lampung antara lain : • Teknologi pengolahan dan penyimpanan jerami padi.5 juta rumpun) paling tidak bisa menampung ±45. daun dan rumput disekitar kebun. Itik yang mengkonsumsi kepala udang menghasilkan telur dengan kuning telur yang khas yaitu berwarna orange. Sehingga petani mendapatkan 2(dua) sumber nilai tambah. dan dedak kopi untuk campuran konsentrat. akan meningkatkan palatabilitas dan kandungan gizi sebagai pakan. kopi dan lada mencapai 130 150.000 ekor sapi per tahun. lada dan coklat Pengertian integrasi ternak kambing kedalam perkebuan kopi dan lada.c ww w om k lic lic .s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan kopi . Dari luasan yang ada di Lampung (±4. kulit coklat. k w . yaitu dari peningkatan produksi tanaman utama (kopi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . • Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang telah diintroduksikan sejak tahun 2002 di Kabupaten Tulang Bawang.doc/Datin 45 . kulit kakao. lebih menekankan pada pemanfaatan tanaman pelindung yang biasanya menggunakan tanaman leguminosa (glirisidae . belum banyak dimanfaatkan. lada dan coklat) serta dari produksi ternak kambing. Limbah dari tambak udang berupa kepala udang. seperti fermentasi jerami. pelepah dan tandan sawit. pengeringan dan tambahan unsur mikro. • Integrasi ternak dengan pertanian padi Jerami padi di Lampung yang memiliki potensi sebagai pakan ternak dan mampu menampung sapi dan kerbau sebanyak ±341. dimana 67.565 ekor. pucuk tebu. . sebagian besar masih dibakar.9 % berada di Kabupaten Lampung Selatan. pembuatan sillase E:\KEBIJ TEK-260405. DKI Jakarta dan Jawa Barat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan sumber hijauan lainnya. Padahal dengan sedikit proses pengolahan fermentasi.

pabrik pakan. serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pabrik pakan mini mempunyai skala usaha 1 – 3 ton per hari dengan jangkauan sebaran 10-20 Km dari lokasi pabrik. misalnya sampai berapa persen daun singkong racun dapat diberikan dalam ransum kambing. e. Gerakan penanaman dan pengembangan hijauan pakan Mengingat masih rendahnya apresiasi peternak terhadap pakan ternak. Dengan demikian secara ideal antara sumber bahan. .c ww w om k lic lic .doc/Datin 46 . d. gerakan tidak membakar jerami padi setelah panen. gerakan menanam rumput unggul atau gerakan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan. perkebunan kakao. dan konsumen. perkebunan kelapa. lokasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (1) meningkatkan akses dengan lembaga penelitian dan (2) bagaimana mengintroduksikannya kepada peternak c. Inventarisasi tersebut meliputi ketersediaan jumlah. artinya setelah pakan dicampur E:\KEBIJ TEK-260405. maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan. kondisi. dan pabrik kacang tanah. k w . baik berupa ikan maupun udang. atau maksimal berapa persen bungkil sawit ada dalam ransum ayam petelur serta pemberian feed supplement (misalnya supplement blok) Tentu yang penting disini adalah. System produksi yang digunakan adalah Mix and Delivery .s o ft w a k e r. Inventarisasi Limbah Agroindustri Kegiatan dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi ketersediaan semua bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri. pabrik dan konsumen harus berada dalam satu lingkaran yang dekat. industri tapioka.s o ft w a re • Teknologi penyusunan ransum. Pemikiran ini memunculkan konsep pengembangan pabrik pakan dalam skala kecil di kawasan pemeliharaan ternak. Pengembangan Pabrik Pakan Mini Masalah pokok dalam penyediaan pakan ternak adalah rentang jarak yang terbentang lebar antara sumber bahan pakan. Berbagai limbah agroindustri yang mungkin untuk dikembangkan adalah limbah perikanan. Antara lain misalnya gerakan penghijauan dengan menggunakan tanaman leguminosa. keterampilan dan kemauan peternak dalam menyediakan pakan masih diperlukan kegiatan kegiatan yang bersifat ”gerakan”. Informasi mendetail tentang hal ini sangat membantu pengembangan limbah agroindustri sebagai sumber pakan.

temu usahan dan lain lain. Pada 5 tahun pertama disarankan untuk membangun 5 pabrik pakan di 5 kabupaten yang mempunyai populasi ternak cukup padat. akan didorong terus untuk menjadi sumber permodalan alternative dan menjadi dana abadi para peternak. b. standarisasi. kemitraan dengan perusahaan swasta atau melalui kebijakan anggaran ditingkat Propinsi ataupun Kabupaten. Pengembangan Usaha Peternakan Kebijakan pengembangan usaha peternakan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan usaha agar investasi di bidang peternakan meningkat . . pasca panen dan pemasaran. sertifikasi dan pengawasan terhadap agro input yang meliputi bibit. kredit usaha kecil menengah (UKM). dan peralatan. Dengan demikian setiap tahun dapat dibangun 1 pabrik pakan mini. modal ventura. Disamping itu kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat proses transformasi melalui dukungan terhadap proses sebelum peroduksi. a. Dukungan dan bimbingan ditujukan untuk memberikan kemudahan melalui pelayanan usaha. Dukungan Permodalan dan Investasi Dukungan permodalan dilaksanakan dengan cara mendekatkan para peternak terhadap fasilitas permodalan yang ada seperti Kredit Ketahanan Pangan (KKP). informasi pasar. incubator agribisnis.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pakan. sehingga tercipta peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. c. Dukungan Informasi dan Promosi E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. obat obatan. Sedangkan dukungan terhadap kegiatan pasca produksi yaitu pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha peternakan serta kemitraan antara perusahaan peternakan dan peternakan rakyat. promosi.s o ft w a re kemudian langsung didistribusikan. vaksin.doc/Datin 47 . k w . pelatihan / magang. akreditasi. Proses ini lebih menguntungkan karena tidak diperlukan proses pengeringan. 4.c ww w om k lic lic . Dukungan Pra Produksi dan Pasca Produksi Dukungan tersebut berupa upaya untuk meningkatkan investasi. Surat Utang Pemerintah (SUP).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sistem permodalan dengan cara bergulir melalui pola Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini. produksi / budidaya.

baik pasar Nasional ataupun pasar ekspor. Pengembangan Usaha Sapi dan Kambing Perah Pengembangan ternak sapi perah selalu dihubungkan dengan peternak yang memiliki keterampilan budidaya lebih baik. IB.s o ft w a re Informasi pasar dan promosi yang berkaitan dengan pengembangan usaha sangat diperlukan. Yang tidak kalah pentingnya adalah juga promosi dalam rangka menanamkan kecintaan dan kebiasaan makan (food habit) produk produk hasil peternakan lokal serta upaya meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak (daging. baik pada sector hulu. Pengembangan informasi melalui jaringan internet telah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan sehingga menjadi media informasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan gerakan peningkatan konsumsi daging. Pengembangan usaha pembibitan ternak sapi ini menjadi sangat strategis dan mutlak untuk mendapatkan porsi prioritas. pakan. Promosi juga dilakukan dalam rangka menarik minat para investor guna mengembangkan usaha peternakan . penimbangan/ pengukuran. Promosi dilakukan terutama terhadap komoditi unggulan peternakan Lampung yaitu sapi potong. fisiologi. . 6. karena sampai saat ini usaha penggemukan sapi sebagian besar masih tergantung pada bakalan impor. kastrasi.doc/Datin 48 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kesehatan dan tatalaksana) juga diterapkan manajemen pengelolaan perbibitan ternak yaitu pencatatan. reproduksi. Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong selain dilaksanakan dengan model inti plasma dan VBC. kelembagaan kelompok sebagai E:\KEBIJ TEK-260405. Usaha penggemukan selain dilaksanakan oleh perusahaan swasta. budidaya ataupun pengolahan. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong Pengembangan usaha perbibitan ternak sapi potong akan tetap dikembangkan melalui model pengembangan sentra bibit pedesaan (Village Breeding Centre = VBC) dengan basis peternakan rakyat.c ww w om k lic lic . masih sangat relevan untuk tetap diapresiasikan kepada masyarakat Lampung. dapat pula dilaksanakan melalui model kerjasama tripartite antara swasta. 5.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . pemerintah dan peternak. seleksi dan penyortiran. Pada model ini selain mengoptimalkan fungsi fungsi teknis (genetic. kambing dan ayam ras sehingga dapat dikenal dan diminati oleh pasar. juga dikembangkan usaha penggemukan yang terintegrasi dengan VBC . Dengan demikian produk produk peternakan Lampung akan lebih diminati dan usaha peternakan akan berkembang lebih cepat. telur dan susu. k w . telur dan susu). Disamping itu aspek pasar juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikelola secara kelembagaan.s o ft w a k e r. embryo transfer dan sertifikasi.

dan pemasaran (konsumen susu murni dan harga yang pantas). 8. Perbaikan penanganan pasca panen g. Untuk mempermudah pembinaan dan meningkatkan posisi tawar peternak. b. . Pada aspek teknis antara lain perlu ada perbaikan bibit. Pengembangannya yaitu sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini pada ternak kambing. sebagai akibat dari kualitas bibit dan pakan yang dibawah standar. Pemerintah dalam hal ini akan lebih banyak untuk mendorong untuk tumbuhnya iklim usaha yang kondusif dan membangun kemitraan antara swasta dan peternak yang lebih proporsional.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Kemitraan dengan perusahaan swasta e. banten . 7. pakan. Jawa barat dan pasar ekspor ke Negara Negara Timur Tengah. Sebagai upaya terakhir tapi terbatas adalah subsidi atau bantuan pakan konsentrat. k w . Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Kambing/ Domba Peluang pasar ternak kambing kedepan sangat prospektif. Keempat komponen penentu ini masih bermasalah pada sentra pengembangan sapi perah di Kecamatan Talang Padang dan Metro. Secara paralel perlu ada introduksi pengembangan ternak kambing yang memproduksi susu. Promosi yang luas agar masyarakat mau minum susu murni d. pelayanan kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. yaitu dengan cara persilangan antara kambing PE dengan Kambing Boer. f. E:\KEBIJ TEK-260405. terutama untuk memenuhi pasar Jakarta.c ww w om k lic lic . dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan dan pengembangan sentra sentra perbibitan. maka kelembagaan peternak harus di restrukturisasi c.doc/Datin 49 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . walaupun sebenarnya pada kondisi saat ini semuanya bermuara pada harga jual susu di tingkat peternak dan produksi susu yang rendah. Pengembangan Usaha Burung Puyuh Usaha peternakan burung puyuh dapat dilakukan pada lahan yang relatip sempit dan diusahakan secara intensif. 9. oleh sebab itu ternak burung puyuh dapat dikembangkan di wilayah pinggiran perkotaan seperti Kota Bandar Lampung.s o ft w a re pengelola. Dalam rangka pengembangan sapi perah kedepan perlu dilakukan upaya perbaikan sebagai berikut : a.s o ft w a k e r. Pengembangan Usaha Ayam Ras Usaha peternakan ayam ras sudah sangat maju dan banyak ditentukan oleh peran swasta. proses pengolahan. Oleh karena itu ternak kambing dan ternak domba akan dikembangkan dengan sasaran menghasilkan ternak dengan bobot minimal 40 kg pada umur 10 bulan.

. dapat dilakukan dengan system bapak angkat atau kemitraan antara peternak dengan “poultry shops” atau distributor pakan / obat lainnya. Pembinaan dan Pelayanan Teknis Ternak kerbau Usaha ternak kerbau masih merupakan peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang relative terbatas. Pengembangannya selain secara mandiri . Oleh sebab itu program Intensifikasi Ayam Buras (intab) yang telah dintroduksi sejak tahun 1980-an. 12. Adapun pengembangan ternak ini dilakukan melalui peningkatan pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. persilangan dengan kerbau unggul lokal melalui E:\KEBIJ TEK-260405. Kalianda. Banten dan Jawa Barat. Demikian juga dengan intensifikasi ternak itik (Intik) 11. kematian dan sebagainya. baik dikembangkan pada komunitas masyarakat Bali ataupun dikembangkan secara khusus di Pulau Pulau yang ada di Lampung.s o ft w a re Metro. karena hampir 100% keluarga petani di Lampung memelihara ayam buras walaupun dengan jumlah yang relative kecil. perlu “direplikasi” ulang dengan konsepsi yang telah disempurnakan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pengembangan Usaha Ternak Babi Pembinaan dan pengembangan usaha peternakan babi dilakukan terhadap wilayah wilayah yang secara social tidak menimbulkan penolakan. Lampung Tengah dan kabupaten Tulang bawang. karena pada umumnya memerlukan habitat di daerah rawa – rawa walaupun juga dapat dipelihara di dataran tinggi Selain itu jarak kelahiran ternak kerbau / calving interval) cukup panjang yaitu 18 – 20 bulan sehingga menyebabkan perkembangan ternak ini lambat dibandingkan dengan ternak sapi. Pengembangan Intensifikasi Ayam Bukan Ras (buras) dan Itik Sebagaimana diketahui bahwa komoditi ayam buras posisinya sangat strategis jika dikaitkan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak.s o ft w a k e r. 10.c ww w om k lic lic . Disamping itu juga Propinsi Lampung memiliki peluang untuk relokasi usaha peternakan Babi yang ada di DKI Jakarta. k w . Lampung Timur. Pringsewu. Pengembangan ternak kerbau di Provinsi Lampung perlu mendapat perhatian mengingat ternak ini merupakan obyek penting dalam urusan adat istiadat suku Lampung. seperti di kabupaten Lampung Selatan. misalnya dikaitkan dengan upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit flu burung. misalnya pada acara perkawinan. Kotabumi. Bandarjaya. antara lain pada wilayah komunitas masyarakat Bali. serta kota kota kabupaten dan kecamatan lainnya.doc/Datin 50 .

Peningkatan Kerjasama dan koordinasi dengan lembaga penelitian. perguruan tinggi. Sedangkan ternak rusa masih diperlukan upaya sosialisasi dan ujicoba secara terencana. ayam pelung.doc/Datin 51 . Peningkatan Fungsi Koordinasi dan Kerjasama a. . entok. ayam cemani. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pengembangan Aneka Ternak Sebagai upaya substitusi dan dalam rangka meningkatkan konsumsi daging. hal ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan peternakan lebih dari 60% ditentukan oleh sector lain c.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ayam kate. bekisar dan lain – lain. antar kabupaten kota dan antar Propinsi dengan Pusat b. Disamping itu juga dalam rangka meningkatkan pendapatan dan peluang usaha masyarakat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan perlu dikembangkan juga ternak yang bersifat exotic atau ternak hias antara lain. angsa. kalkun dan rusa perlu dikembangkan lebih luas lagi. Peningkatan koordinasi lintas sector. kalkun dan kelinci. Konsumsi Protein hewani asal ternak masih rendah E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r.s o ft w a re teknologi Inseminasi Buatan serta pengembangan pembuatan mani beku ternak kerbau. Peningkatan fungsi Koordinasi antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota. ayam kipas. organisasi profesi dan swasta BAB VII RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009 A. angsa. ISSUE POKOK PEMBANGUNAN PETERNAKAN : 1. terutama komoditi yang sudah familier dengan petani di Lampung yaitu entok. maka “ Aneka Ternak” yang terdiri dari kelinci. 14. 13.c ww w om k lic lic .

bahwa standar konsumsi minimal protein hewani asal ternak adalah protein hewani 6 gram/kapita/hari.68 31.3 kg/kapita/tahun. Pencapaian tersebut setara dengan konsumsi daging 7.83%).60 2.33% dari standar minimal FAO.01 kg. Sementara konsumsi telur di Lampung pada tahun 2004 mencapai 68 butir/kapita/tahun.16% dari standar minimal yang ditetapkan WKPG dan FAO.2 kg/kapita/tahun.30 kg. dan ayam ras 2.35 kg/kapita/tahun (60.30 4.71 5. Sementara konsumsi protein hewani yang dicapai Propinsi Lampung pada tahun 2004 baru mencapai 4.54 10.01 4.63 3.10 3.96 4.50 17.04 7.82 24.43 3.08 0. telur dan susu beberapa Negara di Asia.36 13. telur 6.96 25.02 4.72 46. ayam kampung 3.55 39. Indonesia hanya berada di atas Banglades dengan tingkat konsumsi protein hewani 4.42%).50 6.62 3. Thailand 100 butir. Telur dan Susu Beberapa Negara di Asia dan Beberapa Propinsi di Indonesia tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NEGARA*/ PROPINSI** Banglades China Jepang Malaysia Philipina Thailand Indonesia Lampung Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan KONSUMSI (kg/kapita/tahu) Daging Telur Susu 3.00 10. bahkan beberapa pakar mengukur tingkat keberhasilan pembangunan dari tingkat konsumsi protein hewani dan menganggap jika konsumsi protein hewani terlalu rendah akan terjadi apa yang disebut “ loose generation”.35 2. daging 10. Filipina 70 butir.97 20.84 4.85%) dan susu 4.15 gram/kapita/hari atau baru mencapai 69.5 kg /kapita/tahun dan susu 7.51 0.72 7. k w .7 gram/kapita/hari atau 78.s o ft w a re Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi protein hewani sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.97kg/kapita/tahun.71 22.21 6. .50 6. telur 4.s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.25 25. Jika dilihat dari konsumsi masing masing komoditi. Secara Nasional konsumsi protein hewani asal ternak Indonesia masih sangat rendah. maka penduduk Lampung pada tahun 2004 baru makan daging sapi 0. serta konsumsi daging ayam E:\KEBIJ TEK-260405.10 2.53 3. Jika dibandingkan dengan Negara Negara di Asia.48 6.55 kg.50 Berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998 dan FAO.50 1.doc/Datin 52 . Vietnam 40 butir.09 kg/kapita/tahun (68. dan Propinsi di Indonesia.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .87 0. Perbandingan Konsumsi Daging.00 9.76 5.33 5. Sebagai gambaran perbandingan tingkat konsumsi daging. sebagai berikut : Tabel 14.31 6.15 2. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia 300 butir/kapita/tahun. kambing dan domba 0.28 kg/kapita/tahun (65.03 3.c ww w om k lic lic .97 3.87 17.

produksi dan produktivitas ternak. selain menyangkut aspek produksi dan distribusi. juga harganya relative terjangkau. perlu memprioritaskan kepada komoditi unggas.05 %. kemitraan ayam. maka secara bertahap yang dimulai tahun 1993.55 kg/kapita per tahun.8 kg dan Vietnam 1 kg. kemitraan penggemukan sapi. Pengurasan populasi ternak terutama sapi dan kambing Diawali dengan berbagai program peningkatan populasi.6 juta ekor atau diperlukan peningkatan populasi rata rata 10. maka peranan produk unggas khususnya daging ayam kampung dan ayam broiler memegang peranan yang sangat penting.57 kg atau 78.15 juta ekor . Artinya kebijakan pemerintah Propinsi Lampung dalam upaya meningkatkan konsumsi daging. Dari data tersebut di atas dan trend konsumsi produk peternakan dari tahun ke tahun di Propinsi Lampung. serta program pendukung lainnya.s o ft w a k e r. Seiring dengan perjalanan waktu. Sementara konsumsi beras Nasional (133 kg/kapita/tahun) adalah konsumsi beras tertinggi di Dunia.doc/Datin 53 . komoditi unggas termasuk komoditi yang cepat dikembangkan. . Sementara pertumbuhan populasi ayam pedaging selama 5 tahun terakhir hanya 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka populasi (sesaat) pada tahun tersebut harus mencapai 16. Sedangkan ayam ras pedaging jika pada tahun 2009 ditargetkan naik 1 kg maka diperlukan populasi (kumulatif) sebesar 35. Issu rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak.56% dari total konsumsi daging. Karena selain cepat dikembangkan. baik yang dibiayai APBN ataupun APBD. budaya dan kebijakan pemerintah. Dilihat dari sifatnya. setiap tahun tidak kurang dari 40. beberapa Propinsi di Sumatera melalui APBD dan APBN-nya banyak kegiatan pengadaan bibit ternak khususnya sapi dan kambing.76% per-tahun. 2. yang secara monumental diawali dengan program BPSD (Bimbingan Peternak Sapi Pedaging) pada tahun 1977. kemudian dilanjutkan dengan proyek penyebaran ternak P3TK-IFAD pada tahun 1983.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 ekor bibit sapi dan kambing “pindah” dari Lampung ke beberapa Propinsi di sumatera. tingkat pendidikan. Propinsi Lampung dikenal sebagai penghasil ternak potong dan bibit dan secara rutin mensuplai ternak potong untuk kebutuhan pasar DKI Jakarta.c ww w om k lic lic . Sebagai gambaran. pengembangan pakan dan penyuluhan. Thailand 16. Akan tetapi setelah diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999. yang didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan yaitu kesehatan. juga sangat terkait dengan daya beli masyarakat. Sebenarnya ini adalah peluang yang sangat baik E:\KEBIJ TEK-260405. bahkan sampai ke Pulau Kalimantan. k w . yaitu pada tahun 2004 mencapai 5. inseminasi buatan. Propinsi Lampung pun semakin dikenal sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional. jika sampai dengan tahun 2009 konsumsi daging ayam kampung ditargetkan naik 1 kg menjadi 4. Jawa Barat. dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat. Filipina 4 kg.s o ft w a re Malaysia 23 kg. Ternak tersebut sebagian dibeli (“dipindahkan”) dari Lampung.

Hal tersebut sangat wajar dan sesuai dengan hukum ekonomi. akan tetapi jika pengeluaran ternak bibit yang berkualitas tidak dapat dikendalikan. . peternak menjual kambing boerawanya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka upaya yang harus menjadi prioritas adalah sosialisasi kepada masyarakat peternakan. Penyakit ini juga telah menyebabkan terhentinya ekspor daging ayam dari Lampung ke Jepang. Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang baru muncul di Lampung (Indonesia) dan baru dikenal oleh masyarakat peternakan. E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 54 . maka pemerintah telah menerbitkan pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung pada unggas. 3. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian sampai 100% dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak. (4) surveillance dan penelusuran.c ww w om k lic lic .000 ekor bakalan per . APBD Kabupaten / Kota. ternyata dengan iming iming harga yang cukup tinggi (Rp 1 – 1. Oleh sebab itu dalam rangka melindungi peternak dari kerugian yang besar. Adapun materi pokok dari pedoman tersebut antara lain berisi langkah langkah pencegahan dan pemberantasan yaitu. k w . (5) peningkatan kesadaran masyarakat. akan tetapi persoalannya dikuatirkan pada saatnya nanti.daya saing dan tetap sebagai salah satu lumbung ternak Nasional.tahun. pada saat Propinsi Lampung sedang mulai mengembangkan kambing boerawa yaitu silangan antara Kambing PE dan Kambing Boer. Sebagai contoh. (6) stamping out serta (7) monitoring.5 juta per ekor kambing boerawa umur 8 bulan). Untuk ini juga perlu ada strategi pengembangan perbibitan yang komprehenship dan berkelanjutan.000 – 140. maka secara bertahap Lampung akan kekurangan bibit betina dan pejantan unggul. sehingga Lampung akan memiliki keunggulan . adalah ketergantungannya terhadap sapi bakalan impor. (2) pelaksanaan vaksinasi. (3) pembatasan lalulintas hewan dan bahan asal hewan. dan dibeberapa sentra telah menghasilkan bibit. Adanya wabah flu burung (avian influenza) dan penyakit strategis lainnya Penyakit flu burung pada unggas (avian influenza) di Lampung disebabkan oleh virus influenza A (highly pathogenic) dari family Orthomyxoviridae . (1) pelaksanaan biosekuriti secara ketat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. perlu dukungan pembiayaan yang cukup besar baik dari APBD Propinsi. APBN dan partisipasi swasta dan masyarakat serta koordinasi vertical dan horizontal. oleh karena itu untuk membebaskan penyakit ini selain langkah langkah sebagaimana tersebut di atas. pelaporan dan evaluasi. Hal lain yang sampai saat ini juga menjadi bumerang dalam pengembangan peternakan di Lampung. Propinsi lain akan lebih cepat mengembangkan kambing boerawa karena memiliki sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dari Lampung. Sapi bakalan lokal secara kualitas dan kuantitas belum mampu memenuhi kebutuhan usaha penggemukan sapi di Lampung yang membutuhkan 120.s o ft w a re untuk peternak di Lampung.

. Pelimpahan kewenangan tersebut harus bertumpu pada batasan bahwa pelayanan yang dilimpahkan harus lebih efisiensi dan efektif.s o ft w a k e r. 4. Ramadewa pada sapi Bali. sehat. karena dalam undang undang tersebut antara lain mengatur penyerahan wewenang dari pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia atau disebut desentralisasi. dapat bersaing secara sehat diantara para penyedia jasa pelayanan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan harga yang pantas. Septichaemia Epyzotica (SE). kendatipun biasanya kepentingan bisnisnya lebih dikedepankan. dan penyakit Rabies. dimana upaya swastanisasi harus didasarkan pada asumsi bahwa lembaga sektor swasta mampu lebih fleksibel .c ww w om k lic lic . serta tidak adanya rekrutmen penyuluh dan petugas lapangan. dan bentuk pelayanan public lainnya di bidang peternakan. Pelayanan publik dibidang peternakan yang masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan antara lain perlindungan atau jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk peternakan yang aman. Upaya pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberi kekuasaan . Contoh pelayanan IB dan pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat. tapi yang penting dengan privatisasi akan terjadi persaingan yang sehat. merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik. meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi. mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas agar masyarakat memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan. k w . Hog Cholera. partisipatif. Disisi lain sebenarnya dengan diberlakukannya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah seharusnya fungsi pelayanan publik semakin baik. utuh dan halal (ASUH).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405. Kurangnya akses kesehatan hewan masyarakat terhadap pelayanan peternakan dan Pelayanan publik dibidang peternakan perlu dikembangkan menjadi lebih transparan. sehingga peternak dapat memilih yang terbaik dengan harga yang terjangkau. Privatisasi adalah salah satu metoda untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pendampingan dan penyuluhan. Tugas pelayanan tersebut dapat dilaksanakan oleh institusi diluar pemerintah atau dilakukan melalui swastanisasi. di Lampung juga terdapat beberapa penyakit menular dan strategis yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yaitu penyakit Brucellosis . dan berorientasi pada pengguna.s o ft w a re Disamping penyakit Flu Burung.doc/Datin 55 . Kurangnya akses peternak terhadap pelayanan public dibidang peternakan antara lain disebabkan banyaknya alih fungsi penyuluh pertanian.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . terutama dalam hal pendampingan terhadap kelompok binaan dan difasilitasi secara langsung agar kelompok dapat berhubungan dengan lembaga keuangan e.doc/Datin 56 . k w .20% dari potensi sumberdaya alam yang tersedia.s o ft w a re 5. diperlukan waktu 35 – 40 tahun. b. Potensi sumberdaya alam belum dimanfaatkan secara optimal Sebagaimana diketahui bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya alam yang mampu menampung ternak ruminansia sebanyak 1. Menumbuhkan keberpihakan pemerintah (komitmen) untuk membangun usaha dibidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya pada skala kecil dan menengah. Meningkatkan kualitas pelayanan aparat pemerintah. pemerintah. c.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Jika pertumbuhan populasi ternak seperti saat ini yaitu 2-4%.c ww w om k lic lic . Terbatasnya modal untuk pengembangan peternakan Masalah ini merupakan factor pembatas utama yang selalu dihadapi para peternak. Membangun dan menumbuhkan kepercayaan lembaga keuangan kepada peternak dan kelompok peternak. maka untuk mencapai kapasitas daya tampung optimal (1. 6. Akan tetapi persoalannya benarkah modal itu tidak ada ? ataukah peternak yang tidak memiliki kamampuan untuk akses ke sumber atau pemilik modal ? atau pemerintah yang belum berfihak kepada peternak ? atau lembaga keuangan dan pemilik modal yang sangat awam terhadap usaha peternakan yang sebenarnya layak ? atau antara peternak.41 juta unit ternak). Sampai dengan tahun 2003 ternak yang ada baru mencapai 468. dan peternak Faktor lain yang secara paralel harus berdampingan dengan pengembangan aspek permodalan adalah : a. Adanya peraturan perundangan yang mendukung dan berfihak pada peternak.820 unit ternak. atau masih tersedia ruang dan potensi pakan untuk 941.180 unit ternak atau baru mencapai 33.41 juta unit ternak. kelompok peternak dengan pemilik modal / lembaga keuangan belum ada yang memfasilitasi ? atau aparat pemerintah (petugas peternakan) tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat ? Ternyata banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan peternak tidak memiliki modal. . dalam hal ini yaitu pemilik modal atau lembaga keuangan. Meningkatkan apresiasi lembaga keuangan dan pemilik modal lainnya terhadap berbagai usaha peternakan yang layak dibiayai d. E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. Akan tetapi dari pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada 3 (tiga) pemegang kendali primer yang memegang peranan.

s o ft w a k e r.25%. serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. misalnya menjadi 10 atau 15 tahun.3% dan >20 0. akan tetapi nuansa pasal 4 ayat (2) pada UU nomor 22 tahun 1999. peningkatan pertambahan berat badan harian dan diversifikasi produk. Disamping itu juga upaya peningkatan produksi selain dilaksanakan melalui peningkatan populasi ternak.0%. 7-10 ekor = 8.0%. 7.doc/Datin 57 . antara lain merupakan salah satu dampak negative dari pelaksanaan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) yaitu “ Daerah Daerah sebagaimana disebut pada ayat (1). Propinsi dan Kabupaten Kurang dan rancunya koordinasi antar Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota serta antara Pemerintah (pusat) dan Daerah Propinsi . 11-30 ekor = 34. Ternak babi 1-10 ekor = 58%.0% dan >50 ekor = 14. dan cabang usaha = 11. peternak yang memiliki sapi 1 – 3 ekor mencapai 43. Sedangkan ternak kambing yang memiliki 1-10 ekor 61.0% dan >30 ekor = 8. serta pada ternak itik 86. Skala usaha peternakan belum ekonomis Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2002 di Propinsi Lampung. 4-6 ekor = 44. swasta & pemerintah. Ternak itik ≤ 30 ekor = 70%.s o ft w a re Upaya kita tentu bagaimana mendorong agar potensi sumberdaya alam yang ada dapat secara optimal dimanfaatkan dan mempercepat waktu pencapaiannya.c ww w om k lic lic . diperkirakan tidak akan serta merta merubah sikap dan perilaku dalam melaksanakan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang baru. Koordinasi antara Pusat.0%. 8.25% dan cabang usaha 32. pada ternak babi usaha sambilan 58. ramah lingkungan dan berkelanjutan.70%. 31-50 ekor = 16. Dari angka sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peternak sapi potong yang skala usahanya masih termasuk skala usaha sambilan mencapai 88.45%. 11-20 ekor = 32. Walaupun UU nomor 22 tahun 1999 secara otomatis tidak berlaku lagi setelah terbitnya UU nomor 32 tahun 2004.00% adalah usaha sambilan dan cabang usaha 14 % E:\KEBIJ TEK-260405. menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan investasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah membangun komitmen semua komponen pembangunan yaitu masyarakat.75%. juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas. antara lain peningkatan bobot hidup ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 11-20 ekor = 2.0%. .70%. masing masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain”.05%. Pada peternak kambing usaha sambilan 61.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .75% dan >20 ekor = 6. cabang usaha 34. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan teknologi yang mudah diaplikasikan oleh peternak. k w .5%.0%.80%.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . peningkatan kualitas dan kontinuitas produk. . k w . Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan daya saing kualitas produk peternakan. perlu adanya upaya peningkatan skala usaha secara bertahap.doc/Datin 58 . kuantitas dan kontinuitasnya. Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yg tangguh . dengan harga terjangkau serta semakin berperan dlm menyediakan kebutuhan nasional 2. TUJUAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung Meningkatkan produktivitas ternak Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan Meningkatkan skala usaha peternakan Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tepat guna terutama dibidang pakan. Meningkatkan daya saing produk unggulan peternakan Lampung 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. SASARAN E:\KEBIJ TEK-260405. MISI. MISI 1. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya Meningkatkan peranan Provinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional Meningkatkan pendapatan peternak 4.s o ft w a re Ciri daripada usaha peternakan yang sambilan dan cabang usaha adalah kurang efisien di dalam pengelolaan factor factor produksi. B. reproduksi. dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. melalui peningkatan aksesibilitas peternak terhadap modal dan teknologi.s o ft w a k e r. Meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan yaitu sapi potong dan kambing. Meningkatkan populasi dan produksi ternak guna menyediakan bahan pangan asal ternak yang terjamin baik kualitas. VISI. dan perluasan pangsa pasar. TUJUAN DAN SASARAN 1. VISI MEWUJUDKAN LAMPUNG SEBAGAI LUMBUNG TERNAK YANG TANGGUH DAN MANDIRI 2. budidaya dan pengolahan produk peternakan. mandiri dan professional 3.c ww w om k lic lic . 3.

Rata rata calving interval 14 bulan pada ternak sapi dan 8 bulan pada ternak kambing 3) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dibidang peternakan.9 % . kambing dan domba 243. Kambing 40. . domba 39.73 gram/kapita/hari 2) Terwujudnya peningkatan produktivitas ternak. 5) Populasi ternak sapipotong 55 % merupakan hasil IB dan ternak kambing 30 % merupakan kambing unggul hasil IB (Persilangan kambing Boer. yaitu dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (pelunag dan ancaman) yang dihadapi.s o ft w a k e r. terbaru dan berasal dari lingkungan insternal dan eksternal.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .39 % c. masyarakat. baik dalam pembanguanan daerah. skala usaha ternak babi 5 % dan skala usaha ternak itik meningkat 2 %. Tingkat kelahiran ternak pada tahun 2009 meningkat masing masing ternak sapi potong menjadi 23. swasta dan pemerintah. dan babi 57. Jadi perencanaan strategis sangat penting untuk memperoleh keunggulan kinerja baik berupa produk ataupun servis yang sesuai dengan keinginan dan tuntunan stakeholder sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.478 ekor dan unggas 8.s o ft w a re Sasaran umum yang ingin dicapai pada tahun 2009 adalah : 1) Tercapainya konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung pada tahun 2009 sebesar 4.5 %.63 % 4) Terwujudnya peningkatan skala usaha peternakan antara lain pada tahun 2009 skala usaha sambilan dan cabang usaha pada peternakan sapi potong meningkat statusnya 1 % dan 3.35 % b. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Analisis lingkungan strategis adalah suatu analisis yang dilakukan secara objektif dan komprenship dengan mempergunakan data yang akurat. Covering pelayanan Inseminasi Buatan meningkat 26.sector ataupun dalam pembangunan sub sektor peternakan khususnya di Propinsi Lampung. PE). antara lain : a. Covering pelayanan kesehatan meningkat 40 % b. Analisis lingkungan strategis merupakan satu upaya objektif untuk merumuskan dan memformulasikan strategi pembangunan yang dilakukan dengan pendekatan “SWOT”. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen.doc/Datin 59 .543 ekor kerbau 2.151 ekor. k w . 6) Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk pengembangan peternakan pada tahun 2009 sebesar 5 % 7) Pengeluaran ternak ke Propinsi lain untuk kebutuhan bibit dan ternak potong pada tahun 2009 adalah: sapi potong 172. Melalui analisis ini diharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung dapat melihat secara objektif kondisi-kondisisi internal dan eksternal.86 juta ekor 8) Pendapatan peternak minimal sama dengan UMR C.15 %.55 %.c ww w om k lic lic .15 %. antara lain : a. kerbau 11. Service per conseption pelayanan IB ternak sapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 1.411 ekor. babi 24. skala usaha ternak kambing 3 %.

Sampai saat ini Lampung menjadi salah satu pemasok ternak potong ke DKI Jakarta.20% atau 468. mengingat konsumsi daging. dimana 54. kulit biji kopi. . Kekuatan 1) Sumberdaya Alam • Lahan sebagai basis ekologi. Banten dan Jawa Barat serta bibit sapi dan kambing ke Propinsi di Sumatera Lampung memiliki komoditi yang mempunyai prospek untuk di ekspor yaitu ternak kambing.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. ayam ras dan pakan ternak Potensi pasar lokal juga masih dapat ditingkatkan. tapi juga sekaligus memiliki kelemehan yang kemungkinan besar dapat menghambat kemajuan dan / atau rencana pembangunan peternakan yang telah ditetapkan. bungkil sawit.18% nya adalah lahan yang dapt dipergunakan untuk budidaya ternak • Kapasitas tampung Lampung untuk ternak ruminansia sebanyak 1.c ww w om k lic lic . pakan ternak dan distributor / deppo obat hewan Beberapa perusahaan swasta telah melakukan kemitraan dengan kelompok peternak disekitarnya E:\KEBIJ TEK-260405. mollase. k w .41 juta unit ternak. Banten dan Jawa Barat. serta mengubah kelemahan menjadi ancaman yang harus diatasi.180 unit ternak • Bahan baku pakan konsentrat melimpah di Lampung. sumber pakan dan tempat budidaya dimiliki Lampung sangat luas yaitu 3. diharapkan seluruh jajaran dan masyarakat peternakan mampu menagntisipasi dan mampu mengubah kekuatan menjadi peluang. ayam ras. 1.3 juta ha.s o ft w a k e r. anatara lain jagung.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan internal sejak dini. Analisis Lingkungan Internal(Kekuatan dan Kelemahan) Secara riel Propinsi Lampung memiliki kekuatan besar yang mampu mempercepat lajunya perkembangan peternakan. gaplek dan lain lain 2) Letak geografis dan tofografis o Letak geografis Lampung sangat strategis karena berada di pintu gerbang Sumatera dan Jawa 3) Pasar Lampung dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta. tellur dan susu masih rendah 4) Perusahaan Swasta Perusahaan swasta telah banyak berkembang di Lampung antara lain bergerak di bidang penggemukan sapi potong.s o ft w a re yang telah ditetapkan serta dapat mengantisipasi dengan cepat kemungkinan perubahan yang juga terjadi dengan cepat. dedak halus. Secara sistematis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Propinsi Lampung dalam pembangunan peternakan adalah sebagai berikut : a. sementara pada tahun 2003 baru mencapai 33. bungkil kelapa.doc/Datin 60 .

Kelemahan 1) Sumberdaya Manusia • Pengetahuan. sikap dan keterampilan peternak relative rendah.s o ft w a k e r.s o ft w a re 5) Komoditi unggulan Komoditi ternak unggulan Lampung telah dikenal oleh masyarakat di luar Propinsi . yaitu sapi potong dan kambing 6) Kebijakan Pemerintah Dukungan pemerintah Provinsi & Kab/Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional Dukungan pembiayaan melalui APBD Propinsi cenderung terus meningkat 7) Sarana dan Prasarana • • Propinsi Lampung telah memiliki Instalasi pembuatan mani Beku di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Prasarana pendukung lainnya adalah BPPV. dan Pos Inseminasi Buatan b. Poskeswan. teknologi dan informasi masih sangat rendah 2) Modal • Para peternak pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup • Skala usaha beternak umumnya masih rendah • Lembaga permodalan sulit diakses oleh peternak pada umumnya • Kebijakan makro dibidang permodalan belum menyentuh para peternak kecil dipedesaan. Pos Satgas. • Tenaga kerja terdidik justru lebih tertarik bekerja di kota kota besar • Aksesibilitas kelembagaan peternak terhadap modal. k w . sementara peternak sendiri aksesibilitasnya rendah 3) Ternak • Kualitas bibit dan produktivitas ternak di Lampung masih rendah • Usaha perbibitan ternak belum diminati oleh perusahaan swasta • Tingkat kepemilikan ternak relatip masih rendah • Data populasi ternak kurang akurat • Usaha penggemukan sapi potong masih tergantung pada bakalan umpor 4) Peralatan .c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 61 . yaitu SD kebawah. karantina hewan. hal ini antara lain disebabkan tingkat pendidikan formal petani ternak juga rendah. . BPTP. Mesin dan Bahan E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pelabuhan Internasional Panjang.

s o ft w a k e r. jadi masih ada peluang pengembangan sebesar 66.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. peralatan kesehatan hewan. peralatan dan msin budidaya Bengkel alat alat peternakan belum berkembang dengan baik 5) Obat dan pakan Sebagian bahan baku obat dan obat hewan masih diimpor Sebagian bahan baku pakan konsentrat antara lain tepung ikan masih tergantung dari bahan baku impor 6) Kesehatan Hewan Masih adanya penyakit hewan menular di Lampung antara lain SE. 7) Kebijakan Pemerintah • Pungutan retribusi di Kabupaten / Kota yang kontra produktip karena semakin menambah biaya produksi • Perencanaan dan pembiayaan pembangunan peternakan yang kurang tepat • Adanya euphoria otonomi daerah 2. antara lain peralatan IB. k w . Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) a. Ramadewa. Brucellosis. sementara yang ada baru mencapai 33. Hog Cholera.s o ft w a re • • Sebagian besar peralatan dan mesin peternakan masih tergantung dari barang impor.20 %.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit Jumlah Poskeswan dan petugas pelayanan kesehatan sangat terbatas .doc/Datin 62 . dan ND Lalu lintas hewan antar Pulau dan antar Propinsi sulit dikendalikan.c ww w om k lic lic .80 % 3) Mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal 4) Meningkatkan produktivitas ternakmelalui penggunaan bibit unggul.41 juta AU. . perkebunan dan perikanan serta optimalisasi pemanfaatan lahan marginal 2) Lampung memiliki kapasitas tampung ternak ruminansia sebanyak 1. Flu Burung. teknologi dan tatalaksana budidaya yang efisien E:\KEBIJ TEK-260405. Peluang 1) Mengintegrasikan usaha peternakan kedalam usaha / perusahaan pertanian.

Dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi ataupun untuk pasar ekspor 7) Ayam ras yang merupakan salah satu unggulan Lampung. domba dan babi) 8) Dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan di Lampung serta masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Lampung. akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang peternakan di Lampung . 10) Letak geografis Lampung yang dekat denga pasar raksasa DKI Jakarta.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Meningkatkan produksi daging. baik bahan baku konsentrat ataupun hijauan. Banten dan Jawa Barat.s o ft w a re 5) Pengembangan ternak kambing Boerawa yang memiliki potensi pasar di dalam dan di Luar Negeri 6) Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang melimpah. antara lain: a.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . telur dan susu. KEBIJAKAN Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam rangka pembangunan peternakan di Propinsi Lampung adalah : mencapai tujuan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung (Tujuan 1) . dan sebagai substitusi daging merah (sapi. . maka ini akan menjadi potensi pasar yang cukup besar 9) Dengan semakin dikenalnya Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional dan iklim usaha yang semakin kondusip. kambing. dapat dirintis ulang sebagai komoditi ekspor. agar harganya terjangkau masyarakat E:\KEBIJ TEK-260405. juga menjadi daya tarik investasi b.doc/Datin 63 . Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap manfaat protein hewani bagi tubuh manusia b. Ancaman 1) Globalisasi perdagangan 2) Euporia otonomi daerah 3) Semakin tingginya ketergantungan dan keterkaitan antar sektor 4) Adanya tuntutan efisiensi. ditunjang dengan potensi sumberdaya alam serta iklim usaha yang semakin baik. kerbau. k w . kualitas dan kontinuitas produk 5) Out break penyakit flu burung dan penyakit hewan menular lainnya 6) Pengurasan populasi sapi potong dan kerbau yang diakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali dan pemotongan ternak betina produktip 7) Ketergantungan pasokan sapi bakalan dari Australia 8) Kemungkinan terjadinya bioterorisme 9) Restrukturisasi organisasi D. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN & SASARAN) 1.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .2004) d. Didukung dengan organisasi yang terdesentralisasi. antara lain : a. Diversifikasi terhadap jenis produk peternakan yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan dengan produk peternakan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. antara lain : a. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak (Tujuan 2).s o ft w a re c.doc/Datin 64 . k w . misalnya melalui introduksi pengolahan dan penyimpanan pakan. antara lain : a. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dibidang pakan reproduksi. Didukung dengan adanya perubahan perilaku dari pemberi pelayanan atau mengubah sikap dan mental model (Oentarto. efektip dan menguntungkan. adalah antara lain : a. oleh karena itu peningkatan koordinasi lintas sector menjadi sangat penting.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . magang dan pendampingan pemanfaatan teknologi pada pra produksi budidaya dan pasca panen E:\KEBIJ TEK-260405. . Melaksanakan percontohan. Meningkatkan aksesibilitas peternak / kelompok peternak kepada lembaga keuangan dan pemilik modal b. murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak b. Meningkatkan kinerja aspek aspek bibit. perguruan tinggi dan perusahaan swasta b.s o ft w a k e r. budaya dan tingkat pendidikan masyarakat. burung merpati atau yang semula fokus terhadap daging sapi (daging merah) ke daging ayam (daging putih) yang memiliki fleksibilitas yang tinggi d. Meningkatkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian. Pengembangan pengolahan pasca panen produk produk peternakan menjadi bahan konsumsi yang menarik dan aman dikonsumsi e. Misalnya mengembangkan ternak kelinci. Meningkatkan pengetahuan. pelatihan. Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepatguna bekerjasama dengan lembaga penelitian. Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi protein hewani adalah daya beli. Melakukan swastanisasi atau mengembangkan metoda pelayanan public berbasis masyarakat di bidang peternakan b. kemitraan dan berkelompok. kesehatan. keswan tatalaksana pemeliharaan dan pengolahan produk peternakan (Tujuan 5). Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta c. Merumuskan pedoman standar pelayanan minimal di bidang peternakan dan kesehatan hewan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan skala usaha peternakan (Tujuan 4). reproduksi dan fisiologi ternak dan tatalaksana pemeliharaan c. pakan. efektip dan efisien c. Mengembangkan pola usaha peternakan yang efisien. sikap dan keterampilan peternak Kebijakan yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan (Tujuan 3). Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Mendorong perusahaan swasta dibidang perkebunan/ pertanian dan agroindustri lainnya untuk membuka usaha terpadu dengan memasukan usaha peteranakan sebagai cabang atau bagian dari perusahaan intinya. Menggali sumber permodalan untuk mendukung usaha peternakan yang terintegrasi dengan usaha pertanian/perkebunan/perikanan. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya pakan local untuk mengganti/mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan. Melakukan percepatan peningkatan populasi ternak melalui pengembangan system perbibitan. pengendalian pemotongan betina produktif dan pengendalian pengeluaran bibit unggul keluar Propinsi b. Mengembangkan pola integrasi ternak kedalam perusahaan petani & perkebunan serta agroindustri lainnya. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam (Tujuan 7). Meningkatkan pengetahuan.c ww w om k lic lic . penggunaan bibit unggul.s o ft w a re Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan (Tujuan 6). peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan IB. optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan kualitas pakan. . Meningkatkan skala usaha dan produktivitas ternak b. antara lain : a.s o ft w a k e r. pertanian dan perikanan sebagai pakan ternak melalui pola integrasi b. c. Mengembangkan komoditi ternak unggulan Lampung yang tidak dimiliki oleh wilayah lain antara lain ternak kambing Boer.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (Tujuan 9). Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan peranan Propinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional (Tujuan 8). sikap dan keterampilan (PSK) peternak E:\KEBIJ TEK-260405. Boerawa dan penggemukan sapi eks impor d. Mendorong atau bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan limbah perkebunan. Mengembangkan teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang berasal dari limbah pertanian. Optimalisasi pemanfaatan teknologi antara lain. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Memfasilitasi dan mendorong pemerintah pusat. kambing dan GPS ayam ras c. Meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi c.doc/Datin 65 . Mengembangangkan kawasan produk peternakan unggulan d. c. Memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan usahanya secara bermitra dengan masyarakat sekitar Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. embryo transfer. antara lain : a. b. perkebunan dan perikanan d. adalah : a. antara lain : a. IB. pemda dan swasta untuk mengimpor bibit unggul terutama sapi.

Tujuan a) Meningkatkan “capacity building” dari padalahan usaha pertanian/perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan per satuan luas lahan usaha b) Meningkatkan populasi ternak c) Meningkatkan pendapatan peternak disekitar perusahaan d) Mengembangkan usaha tani terpadu. b. b. E:\KEBIJ TEK-260405. modal dan teknplogi). PROGRAM PRIORITAS 1) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Peternakan Sumberdaya Manusia dan a. Arah Program ini diarahkan untuk menciptakan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang tangguh dan mandiri. mampu mengoptimalkan dan mengakses sunber daya (alam. Tujuan a) Meningkatkan profesionalisme dan produktivitas peternak dan petugas b) Meningkatkan peranan dan kualitas kelembagaan peternak dan kelembagaan lain yang mendukung pembangunan dibidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 2) Program Pengembangan Integrasi Ternak dengan Tanaman Pertanian/ Perkebunan a.doc/Datin 66 . untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan produksi dan produktivitas ternak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Arah Program ini diarahkan untuk mendorong perusahaan perkebunan / pertanian dan agroindustri lainnya untuk melaksanakan diversifikasi usaha bidang peternakan dan mengembangkan kemitraan dengan nilai ternak yang ada disekitar perusahaan.s o ft w a re Mendorong tumbuhnya dan memfasilitasi kelembagaan peternak menjadi kelembagaan yang mampu berperan sebagai mediator bagi anggotanya untuk membangun usaha peternakan e. Meningkatkan pangsa pasar produk produk peternakan d.s o ft w a k e r. 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . k w . .

s o ft w a k e r. telur. pengendalian dan penolakan penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) b. penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksana budidaya b. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan dan ternak milik peternakan rakyat melalui upaya pencegahan. sehat. dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman. pemberantasan. pengembangan kualitas. utuh dan halal) f) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak E:\KEBIJ TEK-260405. melalui penerapan panca usaha ternak. Tujuan a) Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak b) Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas) c) Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya d) Mencegah tejadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan l\kepada manusia e) Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk produk peternakan yang dikonsumsi. k w . yaitu penggunaan bibit unggul.c ww w om k lic lic . Tujuan e) Mendorong percepatan peningkatan populasi ternak f) Mempertahankan stabilitas potensi Lampung sebagai lumbung ternak Nasional g) Mengembangkan potensi Lampung sebagai salah satu pusat bibit ternak sapi dan kambing h) Menyediakan daging.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . susu serta produk olahannya untuk konsumsi masyarakat Lampung dalam jumlah dan kualitas yang cukup serta harga yang terjangkau i) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 4) Program Pembinaan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner a. .s o ft w a re 3) Program Peningkatan Produksi & Produktivitas Ternak a. penanganan dan penerapan teknologi reproduksi.doc/Datin 67 . kuantitas dan kontinuitas pakan. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan dibidang Peternakan a. Tujuan a) Meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dan swasta b) Meningkatkan tingkat keberhasilan pelayanan Inseminasi buatan c) Meningkatkan derajat kesehatan.s o ft w a k e r. guna memperoleh nilai tambah yang tinggi dengan masukan teknologi. b. k w . transparan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . serta dengan mengembangkan bentuk bentuk pelayanan yang berbasis masyarakat dan swastanisasi. Tujuan a) Meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri b) Menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya agribisnis dan agroindustri. inseminasi buatan. terutama dalam bidang kesehatan hewan. E:\KEBIJ TEK-260405. manajemen dan akses pasar. Dalam hubungan ini peranserta swasta dan badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi mewujudkan industri peernakan yang sinergis dengan peternakan rakyat dan sumberdaya local b. pengembangan perbibitan dan pakan ternak. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public dibidang peternakan yang lebih berorientasi kepada pengguna. . menekan tingkat kematian dan tidak terjadinya out break penyakit hewan menular d) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 6) Program Pengembangan agribisnis dan kemitraan peternakan a. partisipatip. penyuluhan dan pelatihan teknis. serta meningkatkan investasi di bidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak d) Mengembangkan kemitraan peternakan yang adil dan saling menguntungkan 7) Mengembangkan Ternak Kambing Boerawa a.c ww w om k lic lic . Arah Program ini diarahkan untuk Pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah.doc/Datin 68 . Arah Program ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. peningkatan pemberdayaan peternak dan kelompok peternak.

. komprehenship dan tepat waktu b) Meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan data dan informasi bidang peternakan c) Meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan peternakan 9) Program Pengembangan Ternak Perah a. b. yang didukung dengan ketersediaan data peternakan yang akurat dan omprehenship. Meningkatkan kualitas budidaya peternakan sapi dan kambing perah 3.doc/Datin 69 . Meningkatkan konsumsi susu murni 10) Pengembangan & Pembinaan Ternak Kerbau & Aneka Ternak a. Meningkatkan kualitas SDM peternak sapi dan kambing perah 4. Tujuan a) Meningkatkan bobot kambing potong.s o ft w a re b. Tujuan 1. diharapkan pada umur 8 bulan dapat mencapai bobot 30 – 40 kg b) Mengembangkan kawasan pembibitan kambing Boerawa c) Meningkatkan kualitas daging kambing melalui persilangan dan perlakuan lainnya 8) Program Peningkatan kualitas data dan Perencanaan Pembangunan Peternakan a. b. Arah Program ini diarahkan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan peternakan yang akuntabel. Tujuan a) Meningkatkan kualitas data peternakan yaitu data yang memenuhi criteria akurat. Arah Arah dari pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Meningkatkan populasi sapi dan kambing perah 5. Mengembangkan sentra – sentra peternakan sapi dan kambing perah 2.c ww w om k lic lic . k w .s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Arah Program ini diarahkan untuk mengembalikan peranan ternak kerbau sebagai ternak unggulan Lampung serta mengembangkan aneka ternak sebagai komoditi substitusi untuk memenuhi kebutuhan daging.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E:\KEBIJ TEK-260405.

Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung 2. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2005 PROGRAM PRIORITAS 1. Penerima bantuan mesin pakan 6. MATRIKS PROGRAM PRIORITAS. telur susu) Menurunnya kasus penularan penyakit zoonosis 2. Pemberantasan. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2005 1. Penerima integrasi 5. Pembinaan klp pet. k w . (kelembagaan Adm. o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Dikenalnya produk unggulan pet. flu burung Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masyarakat merasa aman mengkonsumsi produk peternakan (daging. PROGRAM AKSI DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2005 – 2009 1.Lampung Meningkatnya kualitas keg. Pembinaan klp.s o ft w a re b. Pembinaan kampong tua 2. Pemberantasan. yang terdiri dari 5 jenis & dapat menjadi contoh. budidaya. Pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . E. Program Prioritas. Tujuan a) Meningkatkan populasi & produksi ternak kerbau b) Meningkatkan peranan aneka ternak dan unggas dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur c) Mengembangkan komoditi aneka ternak sebagai alternative usaha dibidang peternakan.doc/Datin 70 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . Magang dan pelatihan penyuluh pertanian (PPL) 3. Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan pet. Promosi dan sosialisasi produk unggulan peternakan 4. Pet. pengelola keuangan) o Tidak terjadi out break penyakit flu burung o Masy memahami dan terampil cara pengend & penolakan peny.2 dan 3 lomba kelompok.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.

Pembin.Lokasi 100 Desa . IB meningkat 5% S/C 1. Boerawa. k w . usaha Peternakan secara terpadu Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 100 ekor Revolving 100 ekor Jmlh penggaduh baru 100 KK Terbinanya teknis adm. kualitas pakan serta pengemb. sikap dan keterampilan (PSK) peternak dalam mengelola dan memanfaatkan pakan & kompos o Berkembangnya pemanfaatan limbah pertanian/ perkebunan dan perikanan untuk pakan & kotoran untuk pupuk tanaman o Tumbuhnya minat perusahaan swasta/agroindustri untuk mengemb. PE & Saanen yg berkualitas sebanyak 18 ekor Menghasilkan pejantan unggul untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Mengasilkan bibit sapi bali unggul 7 ekor/tahun Menghasilkan pejantan sapi bali untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Tertib laporan. Pet. buku saku. Prop. realistis dan meng- 2. Peningkatan kualitas pelayanan Inseminasi Buatan dan kesehatan hewan 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.39 % dan CR 80% Tersedia publikasi data dalam bentuk buku statistic. Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. & peningk. Gaduhan ternak asset Pemerintah Propinsi Lampung 5. ayam buras dan itik. di kelompok peternak Meningkatnya produk ternak bibit. pengumpulan dan pengolahan data 2005 serta Pemantauan dan Evaluasi E:\KEBIJ TEK-260405. dan situs internet Up dating data di web site berjalan dengan baik Tersusunnya perencanaan pemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . integrasi ternak dgn tanaman pertanian / perkebunan 4. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.c ww w om k lic lic . Gaduhan ternak asset Pem. Produksi mani beku sapi 35. Pengembangan perbibitan Kambing di IPKU Negeri Sakti 6. Pelayanan redistribusi dan penjualan ternak tidak layak bibit asset pemda Propinsi . Penyusunan perencanaan 2006. tertib pengelolaan adm gaduhan ternak Covering pelay. 8 Kab.Kec. Pembinaan dan pengawasan pengemb perbibitan ternak pemerintah 4.doc/Datin 71 .s o ft w a re 3.000 dosis dan Kambing 10. Peningkatan kualitas pelayanan di bidang peternakan 1. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. yang akuntabel. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga 7.s o ft w a k e r. Menghasilkan bibit kambing Boer.000 dosis Meningkatnya performan IPMB Terbanggi besar o Meningkatnya pengetahuan.Lampung . Pengembangan perbibitan ternak Terwujudnya klpk klpk VBC sapi kambing.Kab. 66 Kec .Pembinaan teknis adm.

s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic . k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 1. Peningkatan kualitas data & perenc.pet.s o ft w a re akomodasi aspirasi & peran serta masy 3. Pet tahun 2006 yang akuntabel. Demplot pabrik pakan ternak SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu Termanfaatkannya limbah tanaman pisang untuk pakan Identifikasi tanaman tebu. Pet. dapat di laks. . Monitoring dan Pengendalian E:\KEBIJ TEK-260405. Pengumpulan. Pengolahan dan publikasi data 2. Pemb. dgn baik (tepat waktu. jerami padi Terbangunnya 2 unit pabrik pakan ternak di kelpk peternak Harga pakan lebih murah. Pngemb. Pembinaan dan pengembangan ternak dengan pola integrasi 2. realistis dan akomodatif Kegiatan pemb.doc/Datin 72 . Penyusunan dan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Penyusunan perencanaan pemb. agribisnis peternakan 1. Pemb. Peternakan Tersusunnya perenc. peternak dapat nilai tambah Percontohan pabrik pakan 2 unit Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. mutu sasaran) 6. peternakan tahun 2006 3.

000 dosis 2.2 dan 3 lomba kelompok. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Neg.pisang. Latihan pengolah produk pet. Tersedia leaflet (10. Demplot pola integrasi ternak kamb. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan.s o ft w a k e r. entok.s o ft w a re 2. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. Kambing. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3.Sakti & Campang Tiga 3. kambing.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.c ww w om k lic lic . 2. Pengembangan Integ.000 Exp) Proposal pola integrasi. 2. ayam buras dan itik. 8.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Ayam Buras.doc/Datin 73 . Pada usaha tani padi 3. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. 4.Kambing. Peternak Kampung Tua 7. pertanian dan Perikanan. Ternak 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. domba. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. 2. KCD & PPL 5. Pelatihan Teknis Pet. Program Prioritas. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Latihan teknis bagi petugas. k w . Latihan petugas IB.000 dosis dan Kambing 10. sapi. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2006 1. Kelp. Pengembangan perbibitan ternak (Sapi. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2006 PROGRAM PRIORITAS 1. Dari swasta. lada dan singkong. . Kontes Ternak 6. Pemb.

Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 4.doc/Datin 74 . & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. . Lampung pada : . Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa.Lokasi 182 Desa . Fasilitas pet.Kec.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local.Boerawa 2. Pemberantasan. Prop. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb. Pengemb. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. • Pengemb. 8 Kab 6. Ternak 1. & Pemberant.c ww w om k lic lic . HMT 1000. k w .s o ft w a re 4. 66 Kec . Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. 4. 7.Kab. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. pengendalian dan penolakan penyakit rabies Produksi bibit ayam cemani. Pemberantasan. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. AI.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. 5. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Kambing perah.

pencegahan & pemb. realistis dan akomodatif 5. Peningkatan kualitas data & perenc. Pengembangan Ternak Perah 1. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Masy. Revisi Perda No. Pengumpulan. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 7. Penyusunan perencanaan pemb. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Pembinaan. Di Lamp. perbibitan ternak pemerintah 7. Meningkat Perda pengganti lebih baik. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 8. Dikenal terutama oleh pihak investor. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pet. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Ayam Ras & Kambing) 2. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Pet. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Peternakan Tersusunnya perenc. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Pembinaan & pengawasan pengemb. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 6. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. penyediaan bidang pet. Tanggamus 2. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner 6. tertib pengel. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. . • Tertib laporan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pngembangan agribisnis peternakan 1.s o ft w a re 7. (daging. bibit pet.doc/Datin 75 .39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Pengemb. Pemb. sosialisasi. Pet tahun 2007 yang akuntabel.s o ft w a k e r. k w . 1. 1 Tahun 1977. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. peternakan tahun 2007 E:\KEBIJ TEK-260405. 9.c ww w om k lic lic . straw dan alat IB 5. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pengemb. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pemb. Pengolahan dan publikasi data 2. Peningkatan 4. LS & KBL 3.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r. E:\KEBIJ TEK-260405. . Ternak kerbau kerbau & aneka 2.s o ft w a re 3. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin.pet.doc/Datin 76 . Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.c ww w om k lic lic . Monitoring dan Pengendalian 10. Dan 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. k w . mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. Pengemb.

• Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. 8. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan • Demplot pakan seimbang o Kualitas pakan yang diberikan ditingkat E:\KEBIJ TEK-260405. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Program Prioritas. Pelatihan Teknis Pet. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan.Sakti & Campang Tiga 3. Kelp. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. 2. . Neg. di kelompok pet. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2007 PROGRAM PRIORITAS 1. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.000 dosis 3. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Ayam Buras. Latihan pengolah produk pet.doc/Datin 77 . Latihan petugas IB. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Peternak Kampung Tua 7.000 dosis dan Kambing 10. lada dan singkong. Kambing.Kambing. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. domba.s o ft w a re 3. 2. sapi. kambing. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2007 1.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Latihan teknis bagi petugas.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor 6. entok. Demplot pola integrasi ternak kamb. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. pertanian dan Perikanan. 2. Pengembangan perbibitan ternak 2. Tersedia leaflet (10. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. ayam buras dan itik. k w .000 Exp) Proposal pola integrasi. Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.2 dan 3 lomba kelompok. Pengembangan Integ. Ternak 1. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Dari swasta. Pemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.pisang. (Sapi. Pada usaha tani padi 3. 4.

Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 9. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pemberantasan.doc/Datin 78 . • Pengemb.Kab. 8 Kab 8. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Produksi bibit ayam cemani. telur susu) E:\KEBIJ TEK-260405. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. . 7. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. 66 Kec . AI. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. HMT 1000.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Kambing perah. Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami Demplot pengolahan kepala udang Gerakan penanaman HPT Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal Demplot pembuatan pakan lengkap. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masy.Boerawa 2.Kec.s o ft w a re • • • • • • • peternakan setempat Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Demplot peternak sillase pakan local. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Prop.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .Lokasi 182 Desa . & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2.s o ft w a k e r. merasa aman mengkonsumsi produk pet. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy.c ww w om k lic lic . (daging. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan. Ternak 1. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Pengemb. Lampung pada : . pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. 4. & Pemberant. Fasilitas pet. k w . Memahami & terus berperan serta dlm pengend. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Pembinaan.

Pet. Pengemb. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan pemb. penyediaan bidang pet. 2008 Pet. realistis dan akomodatif 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • 3. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pembinaan dan introduksi IB pada Meningkatnya produktivitas ternak Pembin. Tanggamus 2. perbibitan ternak pemerintah 1. Ayam Ras & Kamb) Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan Pengemb. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. pencegahan & pemb. mutu sasaran) 10. . Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Pemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Pengumpulan. tertib pengel. straw dan alat IB 2. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Pengemb. sosialisasi. Pengembangan Ternak Perah Pembinaan & pengawasan pengemb. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. Ternak kerbau kerbau melalui Inseminasi Buatan kerbau & aneka 4. peternakan tahun 2008 yang akuntabel. 2. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Peternakan perenc. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Penyusunan perencanaan pemb. Pengembangan aneka ternak IPKU di Berkembangnya aneka ternak di IPKU ternak Negeri Sakti di Negeri Sakti. 2. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan. 9. 4. LS & KBL 3.doc/Datin 79 . Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data kualitas data & data pemb. Tersusunnya perenc. Dan 3. Di Lamp. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4.pet. Pemb. E:\KEBIJ TEK-260405. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Peningkatan 1.s o ft w a re 6.s o ft w a k e r. Peningkatan 1. Pngembangan agribisnis peternakan 1. 1 Tahun 1977. Revisi Perda No. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Menurunnya kasus penularan peny. Pet th. 7. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. bibit pet. Pelayanan. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab.c ww w om k lic lic . 5.

kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Dari swasta. ayam buras dan itik. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2008 1.s o ft w a re 4. Program Prioritas. (Sapi.doc/Datin 80 . yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. 8. Ayam Buras.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 2. Kontes Ternak 6. 4. Pemb. domba. 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2008 PROGRAM PRIORITAS 1. lada dan singkong.000 Exp) Proposal pola integrasi. pertanian dan Perikanan. Kambing. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Peternak Kampung Tua 7.s o ft w a k e r. Neg.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Kelp. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.000 dosis 3.Kambing. KCD & PPL 5.2 dan 3 lomba kelompok. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Pelatihan Teknis Pet.000 dosis dan Kambing 10. Pengembangan perbibitan ternak 2. Ternak 1. Pengembangan Integ. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. k w . Latihan petugas IB. Latihan pengolah produk pet. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.Sakti & Campang Tiga 3.c ww w om k lic lic .pisang. . Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. sapi. Demplot pola integrasi ternak kamb. entok. Pada usaha tani padi 3. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Tersedia leaflet (10. 2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. kambing. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Latihan teknis bagi petugas.

13. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. HMT 1000. Pemberantasan. 5. Fasilitas pet. k w .000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. Kamb. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Ternak 1.Lokasi 182 Desa . Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. 11. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. . AI.s o ft w a k e r. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th 12. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb.Kec.doc/Datin 81 . Pengemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . & Pemberant. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Pengadaan bibit kambing Boer Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti Pengadaan KambingBetina Induk Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Lampung pada : . 66 Kec .Boerawa 2. 3. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa.s o ft w a re 10. Pembinaan & peningk. Pemberantasan.Kab. pengendalian dan penolakan penyakit rabies o Terbangunnya system pengend. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. Kambing perah. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. 8 Kab Produksi bibit ayam cemani.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . • Pengemb. Prop. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul 1.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

4. Pembinaan, Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner

Masy. merasa aman mengkonsumsi produk pet. (daging, telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Di Lamp. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan, tertib pengel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1,39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu •

6. Pngembangan agribisnis peternakan

1. Pengemb. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi, Ayam Ras & Kamb) 2. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

5. Pembinaan & pengawasan pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pengembangan Ternak Perah 1. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Tanggamus 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. LS & KBL 3. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 8. Peningkatan 1. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman, sosialisasi, penyediaan bidang pet. straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan

5. Revisi Perda No. 1 Tahun 1977.

9. Peningkatan kualitas data & perenc. Pemb. Pet.

Pelayanan, pencegahan & pemb. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. 1. Pengumpulan, Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data data pemb. Peternakan 2. Penyusunan perencanaan pemb. Tersusunnya perenc. Pemb. Pet tahun peternakan tahun 2009 2009 yang akuntabel, realistis dan akomodatif

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

82

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

3. Monitoring dan Pengendalian 10. Pengemb. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti

Kegiatan pemb.pet. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu, mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

83

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Program Prioritas, Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2009
PROGRAM PRIORITAS
1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan

PROGRAM AKSI TAHUN 2009
1. Lomba Kelompok Peternak

INDIKATOR KINERJA
oTerpilihnya juara 1,2 dan 3 lomba kelompok, yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bid. pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Dari swasta. Tersedia leaflet (10.000 Exp) Proposal pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu, sapi- pisang, sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.

2. Latihan petugas IB, Neg.Sakti & Campang Tiga 3. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pelatihan Teknis Pet. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6. Pemb. Kelp. Peternak Kampung Tua 7. Latihan pengolah produk pet. 8. Latihan teknis bagi petugas. 2. Pengembangan Integ. Ternak 1. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan, pertanian dan Perikanan.

2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi, lada dan singkong. 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Demplot pola integrasi ternak kamb. Pada usaha tani padi 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi, Kambing, Ayam Buras, Itik)

• • •

Terwujudnya klpk klpk VBC sapi, kambing, ayam buras dan itik, entok, domba, kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan, di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 dosis dan Kambing 10.000 dosis

3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi,Kambing,Kerbau) di IPMB • • •

Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

84

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Terealisasinya : 6. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Prop. Lampung pada : - Lokasi 182 Desa - Kec. 66 Kec - Kab. 8 Kab 7. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti Produksi bibit ayam cemani, kate dan • Pemb. Fasilitas pet. Ayam di IPKU pelung Negeri Sakti Terjaringnya kambing pejantan • Penyebaran & Penjaringan Kambing boerawa yang berkualitas Boerawa. Produksi susu kambing 500 lt/th • Pengemb. Kambing perah. 8. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. Pengemb. Ternak 1. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Boerawa 2. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit rabies

Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek

v Tersedianya bibit unggul kamb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul

o Terbangunnya system pengend. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. AI. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

85

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

Penyusunan perencanaan pemb. Pengemb. Peningkatan 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. 9.doc/Datin 86 . Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Revisi Perda No. Meningkat Perda pengganti lebih baik. • Tertib laporan. 8. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Di Lamp.s o ft w a k e r. straw dan alat IB 2. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 4. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Masy. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Pemb. Pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pet. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Peternakan Tersusunnya perenc. Peningkatan kualitas data & perenc. Pembinaan. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Pet tahun 2010 yang akuntabel. (daging.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 5.s o ft w a re 7. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay.c ww w om k lic lic . adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing 6. pencegahan & pemb. Tanggamus 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Dikenal terutama oleh pihak investor. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. realistis dan akomodatif 3. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Pemb. Pembinaan & pengawasan pengemb. Ayam Ras & Kamb) 2. Pengolahan dan publikasi data 2. bibit pet. Pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pengembangan Ternak Perah 1. k w . LS & KBL 3. penyediaan bidang pet. tertib pengel. 1 Tahun 1977. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. sosialisasi. Pngembangan agribisnis peternakan 1. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Pengumpulan. 1. peternakan tahun 2010 E:\KEBIJ TEK-260405. .

Ternak kerbau kerbau & aneka 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Monitoring dan Pengendalian 10. Pembinaan dan intorduksi IB pada Pembin. Dan 1. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. Pengemb. E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. .s o ft w a re 3. k w .s o ft w a k e r. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.doc/Datin 87 . dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.pet.