contoh daftar isi

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ………………………………………………………… Landasan Hukum .. …………………………………………………….. Maksud dan Tujuan …..………………………………………………… Sistimatika ….…………………………………………………………… 3 4 4 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 14 23 26 28 29 31 32 34 36 37

II.

POTENSI WILAYAH A. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan ………………………. B. Potensi Sumberdaya Alam ……………………………………………… C. Potensi Bidang Ekonomi ……………………………………………….. D. Potensi Sarana dan Prasarana ………………………………………….. E. PotensiTernak ………………………………………………………….. KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. Konsumsi Hasil Ternak …………………………………………………. B. Produksi Ternak dan Olahannya ……………………………………….. C. Populasi Ternak …………………………………………………………. D. Investasi, Lapangan Kerja dan Pergadangan Ternak …………………… E. PDRB Peternakan ……………………………………………………….. F. Bidang Teknis …………………………………………………………... MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Masalah …………………………………………………………………. B. Tantangan Yang Akan Dihadapi Kedepan ……………………………… SASARAN UMUM A. Metode Prediksi ………………………………………………………… B. Sasaran Jangka Pendek (2005 – 2009) …………………………………. C. Sasaran Jangka Menegah (2010 – 2014) ……………………………….. D. Sasaran Jangka Panjang (2015 – 2024) ………………………………… E. Sasaran Tahun 2004 ……………………………………………………. KEBIJAKAN TEKNIS & PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005-2024 A. Kebijakan Umum ……………………………………………………….. B. Kebijakan Operasional …………………………………………………..

III

IV

V

VI

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

1

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

VII

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2005 – 2009 A Issu Pokok pembangunan peternakan ………………………………….. B Visi, Misi, Tujuan dan sasaran …………………………………………. C Analisis Lingkungan Styrategis ………………………………………… D Strategi dan Program Prioritas ………………………………………….. E Matriks Program Prioritas, Program Aksi dan Indikator Kinerja ……….

52 58 59 64 70

VIII LAMPIRAN - LAMPIRAN

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

2

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Propinsi Lampung memiliki luas wilayah 3,3 juta ha, secara administrative terbagi dalam 10 wilayah Kabupaten / Kota, 162 Kecamatan, 2010 Desa dan 165 kelurahan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 mencapai 6,85 juta jiwa, atau merupakan Propinsi terpadat di luar Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan penduduk Lampung pada kurun waktu 1980-1990 cukup tinggi yaitu 2,67%, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Nasional yang hanya 1,97%. Letak geografis Propinsi Lampung sangat strategis, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Pulau Jawa, yang sampai saat ini masih merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, budaya dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Secara topografis Lampung dibagi menjadi 5 (lima) wilayah, yaitu : 1) Daerah tofografi berbukit sampai bergunung, yang meliputi daerah Bukit Barisan, Gunung Pesawaran, Gunung Rajabasa, Bukit Pugung, Bukit Pesagi dan Sekincau 2) Daerah berombak sampai bergelombang, dicirikan dengan vegetasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, lada dan tanaman pertanian perladangan 3) Dataran alluvial, daerah ini sangat luas meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur, ketinggian nya antara 25 – 74 m dpl, dengan kemiringan 0 – 3 % 4) Dataran rawa pasang surut, berada di sepanjang pantai timur dengan ketinggian ½ - 1 meter. 5) “river basin”, yang terdiri dari Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara Disamping itu secara umum Lampung beriklim tropis-humid dengan angin laut lembah yang bertiup dari Samudra Indonesia, yaitu November – Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut, sedangkan Juli – Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kelembaban udara di Lampung rata rata berkisar antara 80 – 88% dan ternyata kelembaban udara akan lebih tinggi pada tempat yang tinggi. Dengan potensi wilayah yang sangat mendukung untuk Pembangunan Peternakan, sampai dengan saat ini Lampung dikenal sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional. Pada tahun 2003 saja Lampung mengeluarkan sapi potong dan kerbau sebanyak 150.382 ekor, kambing dan domba 139.782 ekor , dan babi 26.068 ekor, dengan nilai ± Rp 885,82 milyar. Disamping itu juga Lampung dikenal sebagai barometer industri penggemukan sapi potong, sumber bibit sapi potong dan kambing, dan pusat pengembangan kambing boer. Akan tetapi hal yang terpenting dan yang perlu disadari oleh semua pihak, adalah :

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

3

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

1) Bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya pakan untuk ternak ruminansia sangat melimpah. Dari potensi 1,41 juta satuan ternak baru termanfaatkan 33,20%. Demikian juga dengan potensi bahan baku pakan konsentrat seperti jagung dan limbah agro industri 2) Bahwa Lampung memiliki letak geografis yang sangat strategis, sehingga mempunyai keunggulan komperatif terhadap pasar raksasa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dibandingkan dengan Propinsi lain. 3) Bahwa pembangunan peternakan masih bertumpu pada peternakan rakyat yang didukung dengan sumber pembiayaan pemerintah, potensi investasi terbesar dari sector swasta masih perlu digali lebih intensif lagi Oleh sebab itu untuk membangun peternakan di Lampung diperlukan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, sesuai dengan potensi yang ada, aspiratif, akomodatif, serta memperhatikan kendala, tantangan dan peluang yang terus berkembang. B. Landasan Hukum Penyusunan Kebijakan Teknis dan Perencanaan Pembangunan Peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, lebih merupakan landasan berfikir logik. Hal ini diawali dengan pemikiran bahwa pembangunan peternakan harus berkelanjutan, memiliki target dan sasaran yang jelas, harus mampu mengejar ketertinggalan atau adanya percepatan, mampu menjawab kendala tantangan dan perubahan yang terus bergulir, serta dengan pertimbangan bahwa apa yang dikerjakan saat ini akan tercermin dan berpengaruh pada pembangunan peternakan dimasa datang. Sedangkan landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan teknis ini yang merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan Peternakan berkelanjutan, adalah Undang – undang No. 32/2004, PP Nomor : 108 Tahun 2000. Renstra Propinsi Lampung, Renstra Departemen Pertanian dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud penyusunan Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan ini adalah menyusun rancangan kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, menengah dan pendek, yang memuat beberapa bahasan utama antara lain keragaan pembangunan peternakan yang telah dicapai, masalah atau tantangan yang dihadapi, memuat sasaran kuantitatif jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, menetapkan metoda atau pendekatan teknis

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

4

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

produksi dan konsumsi hasil ternak serta hal hal yang mendukung atau sebagai penjelasan daripada tulisan ini.doc/Datin 5 .s o ft w a re yang akan dilaksanakan. Bab VII Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2005 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. menengah dan jangka pendek ini terbagi dalam tujuh bab yang masing masing merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. Tujuan Tujuan disusunnya Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. Sistematika Sistematika penyajian dokumen kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. Bab VI Kebijakan Umum dan Kebijakan Operasional. k w . bab III Keragaan yang telah Dicapai. Bab II Potensi Wilayah.c ww w om k lic lic .2009 serta Lampiran Lampiran yang memuat dinamika populasi. D.s o ft w a k e r. Bab V Sasaran yang akan Dicapai. swasta serta masyarakat peternakan pada umumnya. Adapun rincian isi dokumen ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. 2. menengah dan jangka pendek serta renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan umum pelaksanaan kegiatan pembangunan peternakan di Propinsi Lampung dan akan menjadi acuan bagi Kabupaten Kota. Bab IV Masalah dan Tantangan yang akan dihadapi kedepan. . serta pada bab tersendiri menyusun Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. E:\KEBIJ TEK-260405.

. dari jumlah tersebut 72. Lampung Tengah 1. Lampung Utara. Tenaga Asisten Teknis Reproduksi (ATR) (14 org). Tenaga Sarjana Peternakan (382 org).09%.417 jiwa (1.02%.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Way Kanan 359. jumlah rumah tangga di Lampung sebanyak 1.505 jiwa (17. Berdasarkan sensus pertanian tahun 1993.177. Tulang Bawang dan Way Kanan 26.Tenaga inseminator (180 org). menurun drastis jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode 1980-1990 (2.24%).doc/Datin 6 .59% (974. Lampung Timur dan Metro sebanyak 49. Tenaga Dokter Hewan (92 org).073.089 KK (20.998 jiwa.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.69%).768 KK diantaranya adalah rumah tangga peternakan.37 %) dan Kota Metro 122.s o ft w a k e r. Jika angka ini dianalogkan pada kondisi tahun 2003. E:\KEBIJ TEK-260405. sedangkan antara tahun 2000 dan 2001 penyerapan tenaga kerja sektor pertanian justru meningkat sebesar 1.080 jiwa (12. Petugas pengawas mutu bibit (3 org) Disamping itu kelembagaan pendidikan di Lampung yang memproduksi tenaga ahli dan madya dibidang peternakan antara lain Jurusan Peternakan dan D3 Kesehatan Hewan Universitas Lampung dan D3 peternakan Politeknik . Lampung Barat 2. Dengan trend seperti ini diperkirakan pertumbuhan penduduk Lampung periode 2005-2024 juga akan terjadi penurunan.284 jiwa (5.08 juta KK. Jumlah aparat Dinas Peternakan / yang membidangi peternakan (253 org). Renstra Provinsi Lampung tahun 2005-2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2003 struktur tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 66%. Ini menunjukan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 1993 peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja menurun cukup signifikan yaitu ± 6.852. Kota Bandar Lampung 779. Lampung Utara 549.43%) diantaranya adalah rumah tangga peternakan.46%. penduduk Lampung selama tahun 1990 – 2000 rata rata tumbuh sebesar 1.33% dan Kota Bandar Lampung 1. Petugas pengawas mutu pakan (25 org).18%). dimana 199. sektor industri 10% dan sektor jasa 24%. Lampung Selatan 1. yang tersebar di Lampung Tengah.578 KK.096 jiwa (10.260 jiwa (11. maka jumlah rumah tangga pertanian diperkirakan mencapai 1. Kepala Cabang Dinas Peternakan Kecamatan (155 org).77%). yang tersebar di Lampung barat 382. Tenaga Pemeriksa Kebuntingan (PKB) (22 org).55 %).85%.67%) dan tahun 19711980 (5. Hal lain yang merupakan potensi sumberdaya manusia di Provinsi Lampung yang dapat mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tenaga penyuluh pertanian (1.s o ft w a re BAB II POTENSI WILAYAH A.059 jiwa (8. Jika dilihat dari pertumbuhannya.66%). Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Jumlah penduduk Lampung pada tahun 2003 mencapai 6. dimana 220.565 KK) adalah rumah tangga pertanian.48%.275 org).79%).412 jiwa (15.179 jiwa (11. Tulang Bawang 723. Tanggamus 801. Lampung Selatan 20.59%.706 jiwa (5. Lampung Timur 885.92%).c ww w om k lic lic .58%).342.25%. k w .01%).

lahan sawah. antara lain jerami padi dan jagung yang tersedia sepanjang tahun mampu menampung 49.550 ekor sapi/kerbau. Dari rincian di atas. hutan 871. secara agroklimat sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi perah. Sehingga berdasarkan perhitungan ketersediaan pakan. Karantina. yang terdiri dari perkampungan 248. B.866 ha (9.47%). asosiasi kemitraan peternakan ayam ras dan sapi potong (2 ass).c ww w om k lic lic . ditambah dengan sumberdaya manusia yang terampil. kerbau. maka akan menghasilkan peternakan selain tangguh dan berkelanjutan juga akan mampu bersaing dengan produk peternakan dari wilayah atau negeri lain. Lampung juga memiliki wilayah yang secara spesifik sangat cocok untuk pengembangan ternak tertentu.doc/Datin 7 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.945 ha (21.03%) dan penggunaan lain seluas 49. tebu. Sementara saat ini baru mencapai 468. berbudiluhur dan mampu memanfaatkan teknologi serta cerdas menangkap peluang pasar.80 % ternak ruminansia besar dan kecil antara lain sapi potong. tambak 33. kelembagaan keuangan (8 lembaga) serta himpunan mahasiswa peternakan (1 himp). Dinas Peternakan/yang membidangi peternakan (11 dinas). BPTP.40 % dari total luas wilayah Lampung Lahan sebagai basis ekologi budidaya ternak dan penghasil bahan baku pakan. daun ubi jalar.523 ha (1.96 juta ha atau 59. perkebunan 703. assosiasi bisnis peternakan (5 ass). .73%). tegalan dan ladang 675. Ambarawa dan sebagian besar wilayah Pantai Timur Kabupaten Tulang Bawang.169 ha (2.51%) (Lampung Dalam Angka. Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dan sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Barat.41%).47%).979 ha (26. atau masih terdapat peluang pengembangan sebanyak 66. perkebunan dan perkebunan campuran serta alang alang seluas ± 1.844 ha (1. alang alang 90. Potensi Sumberdaya Alam Luas wilayah Propinsi Lampung ± seluas 3.s o ft w a re Sementara kelembagaan yang telah ada dan mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di propinsi Lampung antara lain kelompok peternak (874 kelompok). limbah kelapa sawit. k w . nanas. kakao serta limbah agroindustri lainnya. daerah rawa rawa seperti wilayah Rawasragi. lahan yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mendukung pengembangan peternakan adalah sebagian lahan perkampungan. kebun campuran 327.32%).s o ft w a k e r. koperasi peternakan (50 unit). 2002).860 ha (20.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .109 ha (7. kambing. antara lain wilayah yang memiliki ketinggian diatas 700 m dpl seperti Kecamatan Talang Padang. Lampung mampu menampung ternak ruminansia besar dan kecil sebanyak 1.180 Unit ternak.604 ha (8. kacang kacangan.62%). demikian juga dengan daun singkong. organisasi profesi (8 Staf). sapi perah. Lampung Tengah dan Lampung Timur memiliki E:\KEBIJ TEK-260405. Demikian juga wilayah wilayah dengan vegetasi monokultur padi. Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang sangat besar terutama yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan.591 ha (0. tegalan dan ladang.3 juta ha. dan domba.41 juta unit ternak. BPPV.51%). Secara tofografis. rawa dan danau 15. sawah 238.93%). memegang peranan utama untuk membangun peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.

1.355 ekor.81 %. Lampung memiliki komoditi unggulan yaitu sapi potong. kambing dan ayam ras. nenas.885. Setiap tahun Propinsi Lampung antara lain menghasilkan jagung tidak kurang dari 1 juta ton.027 ekor. jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 3. juga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah.90 Triliun pada tahun 2003. Dari sekian banyak usaha pada sub sektor peternakan. perkebunan kelapa sawit. sektor perdagangan/hotel/restoran dan sektor industri pengolahan.doc/Datin 8 . yaitu sektor pertanian. sedangkan komoditi ayam E:\KEBIJ TEK-260405. dan ayam 8.068 ekor .70 % peternakan dan hasil hasilnya 15. Indikator ini menunjukan mulai pulihnya kondisi perekonomian Lampung secara keseluruhan pasca krisis ekonomi tahun 1997.84% jika dibandingka dengan nilai tahun 2002 yaitu sebesar Rp. kambing 135.86 %. Sementara daerah lahan kering dengan luas 89.77 % dan perikanan 13. domba 4. Subsektor Peternakan selain menjadi andalan pendapatan dari 220 ribu keluarga peternak. sedangkan dilihat kontribusinya terhadap sektor pertanian meningkat sebesar 7. tanaman perkebunan 21. hal ini terlihat dari kontribusi masing masing sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB Propinsi Lampung.23 Triliun pada tahun 1999 menjadi Rp.63 % sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 2. Khusus PDRB bidang peternakan pada tahun 2003 meningkat sebesar 11. Pada tahun 2003 jumlah ternak sapi yang dijual keluar Propinsi sebanyak 149. bahkan didaerah perkebunan tebu.63 %. Perekonomian Lampung didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi.c ww w om k lic lic . dedak halus 290. C.545 ekor. seperti daerah monokultur padi.5 juta ton.32 % yaitu dari Rp.4 juta ekor atau equivalen dengan ± Rp. Selama kurun waktu 1999-2003 PDRB sektor pertanian Propinsi Lampung atas dasar harga berlaku. mengalami peningkatan sebesar 3. kehutanan 0. Pemulihan perekonomian di Lampung ini terutama ditunjang oleh kenyataan bahwa hampir semua sektor telah mengalami pertumbuhan positif.s o ft w a re potensi yang besar untuk pengembangan ternak itik. walaupun sebenarnya sapi potong dapat dikembangkan pada wilayah yang memiliki bahan baku pakan hijauan atau serat.15%. maka pada tahun 2003 PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku terbentuk dari tanaman pangan sebesar 47.237 ekor babi 26. . menjadi andalan utama untuk pengembangan sapi potong. Potensi Bidang Ekonomi Pada tahun 2001 perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 5.43 milyar.82 milyar. 1.s o ft w a k e r. meningkat 7.821. Disamping itu juga Lampung merupakan daerah penghasil jagung dan ubi kayu yang cukup besar.54 %. demikian juga dengan ubi kayu setiap tahunnya mencapai 3.000 ton. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .88 % dari seluruh wilayah Lampung. ketiga komoditi tersebut merupakan bahan baku utama konsenrat.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.86 %.73 % Jika dilihat sebarannya pada masing masing lapangan usaha (sektor). kerbau 1.

456 66.81 4. Potensi Ternak Populasi ternak yang telah ada merupakan potensi dasar bagi pengembangan peternakan di Lampung.030 12. Banten dan Jawa Barat menyebabkan komoditi peternakan terutama sapi potong.7 E:\KEBIJ TEK-260405.934 105 50.21 3.800 2003 387.723 94.05 4.600 15.927 40.920 1.22 10. Populasi Ternak di propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 JENIS TERNAK Sapi potong Sapi perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Ayam buras Itik Puyuh 1999 372.522.138 15. Dari populasi yang ada tersebut ternak dikembangbiakan dan dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi local.740 19.205 24.648.83 1.350 112 52.001 86 49. Propinsi Lampung selama ini juga telah mengekspor pakan ternak berupa kulit nenas ke Jepang dan pakan ternak ke Australia D.848 224 742.534 110 50.063 80. Pos Inseminasi Buatan. kecuali ayam ras karena telah mengalami persaingan antar propinsi yang cukup ketat.381 2000 372. Populasi ternak selama lima tahun terakhir di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : Tabel 1.007.220 45. domba. E.705.109.08 juta keluarga. k w . Rumah Potong Hewan.716 1.521.07 0.624 89.s o ft w a re kampung termasuk komoditi yang strategis karena dimiliki oleh hampir seluruh keluarga pertanian yang berjumlah 1. tidak mengalami hambatan dalam pemasaran produknya. Demikian juga dengan assesibilitas wilayah Lampung cukup baik.179 423.970 1. antara lain Pelabuhan Internasional Panjang.131 22.44 10. Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner.28 2.076 123. Letak geografis yang sangat strategis yaitu dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.095 182 761.300 2. Bandara Raden Intan.928 635. Disisi lain potensi ekspor ternak kambing ke daerah Timur Tengah cukup besar.784 425. listrik dan saluran telepon yang juga cukup memadai.159 R (%) 1.240 20.313 15.723 23.350 48.163. karantina hewan.s o ft w a k e r.188 22. Ini semua akan mendukung berkembangnya investasi dan usaha dibidang peternakan.48 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 9 .718.178. kambing. Instalasi Produksi Mani Beku.29 71.601.000 515. Pos Kesehatan Hewan.600 84.000 2.924 2001 373.780.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . ekspor dan untuk kebutuhan bibit.560 15.351 196 810.c ww w om k lic lic . kerbau.02 6. Potensi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung pembangunan peternakan di Lampung sudah cukup baik. babi dan ayam kampung.938 83.409.741 22.140.490 59. .051. konsumsi propinsi lain.988 176 725.409 47.021 103 49.705 429.012 178 726.017 22.866 2002 381. Pabrik Pakan.640.

4. dan 68.71 4. k w .s o ft w a k e r. Pada th.84 4.42 3. 63. Produksi hasil peternakan dari tahun 1999 – 2003 terlihat pada tabel.87 2001 6. PRODUKSI TERNAK DAN OLAHANNYA Dengan makin meningkatnya permintaan akan hasil ternak baik untuk Propinsi Lampung maupun luar Propinsi Lampung maka perlu adanya upaya-upaya untuk memacu peningkatan produksi ternak.51 3. Bila dibandingkan dengan standar berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993. telur dan susu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan bertambahnya penduduk. 3 berikut. .1 4. konsumsi yang telah dicapai oleh Propinsi Lampung masih belum memenuhi standar. Dengan demikian pencapaian konsumsi hasil peternakan masih perlu ditingkatkan baik melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak.0 *) Hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.68 % konsumsi telur.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 3.83 % untuk konsumsi Protein Hewani.7 6.93 % konsumsi susu.c ww w om k lic lic . 2 berikut : Tabel 2 : Konsumsi Hasil Ternak di Propinsi Lampung Tahun 1999-2003 No 1.20 4.48 3. peningkatan daya beli masyarakat serta makin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi.83 2000 6. E:\KEBIJ TEK-260405.55 3.1 6. 2003 baru mencapai 68.81 % untuk konsumsi daging. telur dan susu.13 Standar WKPG *) 10.90 4.63 3. 2. Konsumsi hasil ternak Propinsi Lampung tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel.64 4. KONSUMSI HASIL TERNAK Konsumsi komoditi peternakan yaitu daging.doc/Datin 10 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.99 2002 6. B. 94. peningkatan pendapatan masyarakat serta bentuk – bentuk kegiatan yang mampu mendorong aspirasi dan pengertian masyarakat tentang begitu pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak yaitu daging.s o ft w a re BAB III KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A.69 3.13 2003 6.48 3.95 4.19 4.45 3. Uraian Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewan (gr/kap/hr) 1999 6.

32 % untuk daging. C. k w .95%. 2.623 26. 5.857.59 %. Komoditi Daging Telur Susu Kulit Basah Pupuk/Kotoran Ternak 1999 44. dimana dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan ternak unggas kecuali itik pada tahun 2002 – 2003 baik Ayam Buras.42 4.50 776.013 56.11 74.c ww w om k lic lic .520 126.291 1.378.149 2002 144.826 2000 154.21 %.64 % untuk pupuk/kotoran ternak. Kerbau -15.080.940.736.87 2002 45. yaitu masing-masing 16. .50 Ton.doc/Datin 11 . 1999 – 2003 (ekor) No 1.944. 4.78 189.22 % untuk kulit dan 0.400 5.948 24.494 640.90 5.38 %.545 4. Ayam Ras Petelur dan Ayam Ras Pedaging mengalami penurunan.91 2003 47.98 77.091 34.979.261 6.74 2001 44. 1. 2.077 2001 121. 5.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .027 1. Adapun produksi ternak dari Propinsi Lampung yang untuk memenuhi kebutuhan Propinsi lain adalah sebagai berikut : Tabel 4 : Produksi Ternak dari Lampung untuk memenuhi Kebutuhan Propinsi lain pada Th.07 % dan unggas selama kurun waktu 4 (Empat) tahun meningkat menjadi 136.248 Dari tabel tersebut diatas dapat disampaikan bahwa masing – masing selama kurun waktu 5 tahun.% untuk susu.98%.356 141. 4. Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Domba Babi Unggas 1999 89. atau 70.97 951. 5.67 %. sehingga terjadi kematian ternak unggas yang mengakibatkan turunnya populasi.02 sampai 2.22% kecuali domba yang mencapai 10.591 2.574 2003 149.67% dan 3. Babi 2.% dari produksi untuk konsumsi lokal. kerbau dan kambing) pertumbuhannya 1.965 128.252 2.445 5. Hal ini sisebabkan terjadinya wabah Flu Burung yang dimulai pada awal Agustus 2003 di beberapa Propinsi di Indonesia termasuk Propinsi Lampung.00 % untuk telur.966.180. 3.068 8.208. POPULASI TERNAK Perkembangan populasi ternak selama 5 tahun terakhir dapat dilihat terlihat pada tabel 1 diatas.759.979 6.669 101. 6. sapi potong meningkat menjadi 13.40 879.11 4.879.01 39.237 26.21 893. pada tahun 2003 produksi daging yang keluar Lampung setara dengan 33.79 868.40 69.07%.12 2000 43. Adapun untuk ternak potong (Sapi.412.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 19.98 Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa produk ternak dari tahun 1999 – 2003 terjadi peningkatan yaitu masing-masing 1.085.83 4.790 2.58. 28.47 37.769.355 135.s o ft w a re Tabel 3 : Produksi Hasil Ternak Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 (dalam ton) No.s o ft w a k e r. Kambing 7.436. E:\KEBIJ TEK-260405. 2.67 37.76 33.32 78.199 41.407. 3.61 36.903.122.02 4. Produksi daging Propinsi Lampung berupa ternak potong yang keluar Propinsi cukup besar.

1.s o ft w a re Sedangkan pada Tahun 2001–2002 pada Ternak Babi terjadi penurunan populasi sebesar 14. Demikian juga dengan besarnya nilai pendapatan yang berasal dari subsektor peternakan yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan peternakan dan besarnya kontribusi PDRB peternakan yaitu berdasarkan hitungan harga berlaku pada tahun 2001 mencapai nilai Rp.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . a.52 Trilyun. diantaranya karena mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang masih cukup luas. lapangan kerja dan perdagangan ternak adalah sebagai berikut : Tabel 5 : Investasi. LAPANGAN KERJA DAN PERDAGANGAN TERNAK Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pembangunan peternakan adalah besarnya investasi.30% yang disebabkan adanya serangan penyakit Hog Kholera pada Babi.74 3. tahun 2002 mencapai nilai Rp.480 51.600 821.82 407.Selisih Satuan Rp. Juta Rp. Dengan demikian PDRB yang berasal dari sub sektor peternakan akan menjadi indikator sampai berapa besar peranan sub sektor peternakan mewarnai pembangunan daerah. b. E.220. Lapangan Kerja dan Perdagangan Ternak di Propinsi Lampung Tahun 2001 .02 19. 1. PDRB PETERNAKAN Data PDRB suatu daerah mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat produk bruto yang di hasilkan oleh seluruh faktor produksi.90 Trilyun.TernakPot yang masuk . Pencapaian sasaran investasi. Juta 21.169. Pencapaian PDRB sub sektor peternakan atas dasar harga konstan dan berlaku dari Tahun 1999-2002 dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic .82 Trilyun dan pada tahun 2003 sebesar Rp. Jika dilihat dari indikator tersebut Propinsi Lampung mempunyai potensi yang cukup besar.08 478.54 %.000 STP STP Orang Rp.Ternak Pot yang keluar .63 386.460 885.Perusahaan Peternakan Nilai Perdagangan Ternak . INVESTASI.129 1. . k w .99 418.802.43 402.2003 No I.856.357. penyerapan dan penciptaan lapangan kerja serta perdagangan ternak antar Propinsi. Juta Rp.656 707.doc/Datin 12 . D.141 50.143 46. Juta 2001 2. Uraian INVESTASI: Pemerintah (Dana Pembangunan) Investasi Swasta Lapangan Kerja .s o ft w a k e r.180 1. Juta Rp.169.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.950 1.53 321. Dengan melihat tabel tersebut diatas maka investasi di bidang peternakan selama 3 tahun terakhir meningkat menjadi 65.44 22.10 21.14 18.000 2002 6.74 15. 1.000 2003 9. besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah pada kurun waktu tertentu.Peternakan Rakyat * Sapi potong * Unggas . 2.

720.37 1.478 42.12 301.65 295. 1999 – 2003 (Juta Rupiah) Subsektor Tanaman Pengan PDRB (Rp.841 42.86 2.513 1.645 0.03 3.86 11.958 12.749 21.185 41.324 14.73 773. k w . Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.24 32.798 47.662.39 22.92 490.887 15.47 2.42 1.478 21.911 18.506 16.584.35 2.56 501.989 14.479 Tabel 7: Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung Atas Dasar Harga Konstan Propinsi Lampung Tahun 1999-2003. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 4.(%) 5.54 26.77 1.039 0.0.603 13.716 18.115 13.407.776 R.302.911 2002 1.805 R.16 26.694 27.59 453.453 44. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.911. (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Tanaman Pangan PDRB (Rp.962.142.79 5. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.515. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.04 27.100. E:\KEBIJ TEK-260405.262 47.77 1.329.620.581 30.362 26.355 12.933 23.875.06 1. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.104 2001 1.352 2002 5.102 25.97 1.4.416 2003 5.672.623.566.738.95 2.618 0.18 21.s o ft w a k e r.77 1.96 .482 11.30 1.185 27.18 471. .369.264 44.41 10.219 46.10 721.821.16 43.312 035 1.57 .87 36.79 2000 4.59 11.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.937 0.93 3.76 .613. Lampung Th.c ww w om k lic lic .708.1.49 325.70 1.344 10.48 -7.637 42.795 17.688 1.329.398.55 2.179 28. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.602.04 22.65 1.659 12. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 1.234.923 11.897 47.524 17.937 11.60 1.249 13.216.703. (%) 4.85 295.93 65.98 2.40 72.81 92.587 2003 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .35 12.71 744.29 2.809 0. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.022 0.99 17.723 10.156.0.298 10.73 Dari tabel tersebut dapat diartikan bahwa peranan sub sektor peternakan terhadap pertanian meningkat terus dari Tahun 1999-2002.929 17.90 739.75 2.01 299.284 0.589 27.02 2.142. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.895.125.94 .372.53 1.92 1.68 2.49 488.00 759.s o ft w a re Tabel 6 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung atas dasar Harga berlaku Prop.63 10.82 11.32 7.28 2.doc/Datin 13 .77 2001 5.954 2000 1.103.59 -4.991.099.

doc/Datin 14 .822 ek 1. (2) pengamanan lingkungan budidaya ternak. baik penyakit yang sifatnya strategis ataupun ekonomis. Simpang Pematang Kab Tulang Bawang. dilakukan pemeriksaan dan pencatatan oleh Karantina Hewan. dan (5) pengamanan sarana produksi peternakan. k w . Pelabuhan Bakauheni. HBAH melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 *) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Sapi lokal Sapi eks impor Sapi bali bibit Kerbau Kuda Kambing Babi DOC Ayam Buras Ayam ras broiler Itik JUMLAH 1.s o ft w a k e r. Pelabuhan sungai Menggala dan TPI Lempasing. hewan. BAH.s o ft w a re F.573 ek 161 ek 30 ek 1 ek 55. antara lain Pelabuhan Panjang. . HBAH ke Provinsi Lampung atau untuk Provinsi lain yang melalui karantina hewan adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.422 kg 37.500 ek 30. (3) pelayanan kesehatan hewan terpadu. Sebagaimana diketahui bahwa pintu keluar-masuk ternak / hewan / bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal hewan (HBAH) di Lampung ada di beberapa titik. dilakukan tindakan pengamanan ternak secara preventif dalam bentuk pembinaan kesehatan hewan secara utuh.600 kg 245 kg 100 kg 1 ek 8 ek 1 ek 100 ek 40 ek *) hanya yang lewat / melapor melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang/tarahan Sedangkan data pemasukan ternak. antara lain (1) pengamanan sumberdaya alam. Bandar Udara Branti. BIDANG TEKNIS 1. Blambangan Umpu Kab Way Kanan.c ww w om k lic lic . menjadikan Lampung sebagai daerah penyangga bagi Provinsi lain di sumatera terhadap penyebaran penyakit yang berasal dari Pulau Jawa. (4) pengamanan produksi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. serta beberapa pelabuhan yang sewaktu waktu dipergunakan yaitu antara lain Pelabuhan Sukaraja. Lemong Kab Lampung Barat. BAH. dengan kondisi pada tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tabel 8. Hewan. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Lampung yang letak geografisnya berbatasan dengan Propinsi Banten (Pulau Jawa) dan berada di ujung Selatan Pulau Sumatera.831 ek 500 ek NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 URAIAN Daging aym (beku) Daging ayam (ekspor Jepang) Telur Jeroan Kulit Burung Siamang Anjing Kalong Kera JUMLAH 49.595 ek 639. Labuhan Maringgai.126 ek 2. Kota Agung. Srengsem. Dalam rangka pengendalian penyakit hewan yang diakibatkan oleh lalu lintas hewan/ternak/BAH/HBAH (Hasil Bahan Asal Hewan). Data Pengeluaran Ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sebagai upaya perlindungan terhadap ternak dan gangguan penyakit.141 kg 625.719 ek 59.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . atau sebaliknya penyakit dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.

k w . salmonellosis. Sedangkan yang masih positif berada di Lampung antara lain hog cholera (susfected. Sementara lalu lintas pemasukan Hewan Ternak BAH dan HBAH. coryza/snot (lab). BVD.s o ft w a re Tabel 9: Data Pemasukan Ternak. Hal ini disebabkan Stasiun Karantina Hewan kedudukannya (lokus) ada di Pelabuhan Panjang dan Tarahan (holding ground). CRD (lab). BEP (klinis) dan flu burung (lab. tuberculosis dan PMK. sehingga masih ada kendala untuk memantau pemasukan hewan dan bahan asal hewan dari Jawa ke Lampung. sapi. lab). surra. anjing dll. serrologis). HBAH melalui Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 NO 1 2 3 4 URAIAN SAPI Brahman cross Feather meat/ meat bone Kuda Kambing JUMLAH 91. Fasciollosis (lab). rumah potong hewan (RPH) 8 unit. pullorum (lab). Hewan. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet. karantina hewan 1 unit.s o ft w a k e r. Sebagai gambaran.480. BAH. ternak. klinis). baru pada bulan Maret 2005 ditempatkan Pos Karantina berupa Pos Check Poin.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . daging. itupun lokasinya diluar area Pelabuhan Bakauheni. haemochsiosis (lab). Bandara Branti serta check poin lalu lintas lainnya tidak tersedia datanya. rabies (lab.c ww w om k lic lic .doc/Datin 15 .412 ekor 8. MCF. . ND (lab. Sementara itu beberapa jenis penyakit strategis dan ekonomis yang telah didiagnosa secara labolatoris dan hasilnya negative antara lain anthrax. dibawah ini ditampilkan data kejadian penyakit hewan / ternak menular strategis selama tahun 2000 – 2003 E:\KEBIJ TEK-260405. scabies dan orf (klinis). klinis).c W C re ! tr ac C tr ac k e r. BPPV 1 unit. yang melalui pelabuhan Bakauheni. brucellosis. sementara di pelabuhan Bakauheni yang memiliki arus lalu lintas barang dan orang sangat tinggi. ramadewa (lab. lymphoid leucosis (Lab). HBAH. cukup tinggi antara lain ayam potong. tempat pemotongan hewan (TPH) 64 unit dan rumah potong ayam (RPA) dengan kualifikasi untuk ekspor 1 (satu) unit. helminthiosis (lab). klinis). yang tercatat hanya 4 (empat) komoditi pada 1 (satu) tempat yaitu Pelabuhan Karantina Panjang. BAH. Coccidiosis (lab). Propinsi Lampung telah memiliki sarana dan prasarana yaitu : Pos Keswan sebanyak 12 unit. Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di 10 kab/Kota.545 Ton 1 ekor 25 ekor KETERANGAN Asal Australia Asal Amerika Jawa Barat Asal Jawa Dari hasil tindakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan . piroplasmosis. gumboro. Sebagaimana diketahui bahwa HBAH masuk khususnya yang melalui Pelabuhan Bakauheni. SE. telur. Ayam afkir petelur. anaplasmosis.

antara lain (1) cakupan wilayah inseminasi dan peningkatan jumlah akseptor.s o ft w a re Tabel 10. Sedangkan keberhasilan program IB yang cukup monumental diantaranya adalah terbangunnya Instalasi Produksi Mani Beku di Terbanggi Besar. (5) distribusi dan sistem penjualan mani beku.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) mulai diintroduksi di Lampung pada tahun 1976. antara lain pengetahuan dan keterampilan peternak. .000 dosis mani beku sapi dan 10.2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PENY HWN STRATEGIS Anthrax Brucellosis Bovine Viral Diarhea Gumboro Hog Cholera Rama Dewa New Castle Desease Rabies Salmonellosis SE Inf Bovine Rinotracheaisis Surra Anaplasmosis Piroplasmosis MCF Flu Burung 2000 0 1 0 0 0 0 5 14 0 0 0 0 0 0 2 0 2001 0 0 0 0 0 0 1 19 0 0 0 0 0 0 0 0 2002 0 0 0 0 1 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 2003 0 0 0 0 0 0 4 12 0 0 1 0 0 0 0 2 KET Data diperoleh dari hasil pemeriksaan BPPV wilayah III Bandar Lampung 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Sampai dengan tahun 2003 produksi mani beku IPMB Terbanggi Besar mencapai 50. dan perkembangannya sampai saat ini cukup baik. (3) conception rate. dan N2 Cair (6) dan pengembangan IB swadaya. (4) recording dan system pelaporan.doc/Datin 16 . Adapun kondisi sarana dan prasarana fisik IPMB Terbanggi besar sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa hal yang sangat mendasar dan sangat berpengaruh terhadap kinerja IB sebagaimana tersebut diatas. dalam arti pada beberapa aspek masih diperlukan perhatian dan peningkatan. sosialisasi program IB dan peralatan IB yang relative masih kurang. k w .000 dosis mani beku kambing.s o ft w a k e r. kualitas budidaya (terutama pakan yang diberikan). : Jumlah Kejadian Penyakit Hewan/Ternak menular Strategis di Propinsi Lampung Tahun 2000 . (2) ratio cervis per-conception.000 dosis yang terdiri dari 40. tingginya animo peternak yang telah mengenal program IB untuk memanfaatkan teknologi IB. serta meningkatnya pendapatan peternak peserta IB sebagai akibat dari meningkatnya harga jual ternak hasil IB.

. atau sudah berjalan selama 28 tahun.doc/Datin 17 . k w .c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r.s o ft w a re Tabel 11 Kondisi Sarana dan Prasarana Fisik IPMB Terbanggi Besar Sampai Dengan Tahun 2004 (dalam buah/unit) NO (1) A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2 3 4 5 6 D 1 2 E 1 2 3 4 5 6. PERALATAN IPMB (2) Peralatan Penampungan Vagina buatan sapi Vagina buatan kambing Sterilisasi vagina buatan Incubator Rak alat alat Inner Linner Termos IB gun sapi IB gun Kambing Peralatan pemeriksaan Kualitas Mikroscope listrik Mikroscope cahaya Fotometer Refrigerator CCTV Monitor Incubator alat gelas/kaca Lemari alat alat kaca Timbangan digital Peralatan Processing Cool top Filling and Sealing Machine Refrigerator Container Prae Freezing Rak Prae Freezing Sterilisasi Straw Peralatan Printing Straw Printing Straw Manual Printing Straw Automatic Peralatan Penyimpanan & Distribusi Container deppo Container operasional Vacuum Container Container deppo 200 liter Mobil pengangkut N2Cair & Straw & pakan Mobil Operasional TERSE DIA (3) 4 2 1 1 1 4 2 4 2 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 0 1 0 12 2 1 0 1 KEBUTU HAN (4) 15 8 1 1 4 15 4 6 6 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 6 1 1 1 24 6 2 2 2 2 KEKURA NGAN (5) 11 6 0 0 3 11 2 2 4 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 1 1 4 1 0 1 12 4 1 2 2 1 Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa program IB mulai diintroduksi pada tahun 1976.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Secara umum perkembangannya sampai saat ini adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

3.105 1. dan lokasi sentra pembibitan ternak di Provinsi Lampung adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.663 38.37 92. Kinerja Pelaksanaan IB di Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Populasi Sapi (ekor) Jumlah betina produktif (ekor) Akseptor (ekor) Jumlah Inseminasi/Dosis SC Ratio CR (%) Kebuntingan (%) Kelahirannya (%) 1999 372.50 2002 381.226 40. k w .39 80.021 104. atau baru mencapai 26.am menyediakan bakalan hanya dapat memenuhi 15 – 20 % sedangkan 80 – 85 % masih mendatangkan dari impor (Australia).639 1.99 Jumlah akseptor yang dapat di inseminasi pada tahun 2003 mencapai 29.530 2.72 Tahun 2001 373.816 33.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. .934 106.160 32. kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a. serta telah diproduksinya mani beku jenis kambing BOER. pelayanan kesehatan.534 104. Provinsi Lampung mempunyai peluang yang besar terkait dengan potensi pasar dan sumberdaya pakan yang ada.350 108.458 ekor. bimbingan pemasaran/panen hasil.c ww w om k lic lic . Sedangkan pembibitan ternak kambing.40 60. pelayanan IB (pada VBC sapi dan kambing).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sementara itu peternakan rakyat yang merupakan “armada semut” yang potensial (Sujarmin. Bila dilihat dari usaha pengemukan sapi potong di Provinsi Lampung. meliputi pembinaan.s o ft w a re Tabel 12.s o ft w a k e r.589 25.63% jika dibandingkan dengan potensi akseptor yang ada yaitu ± 108.458 29.500 ekor. Mengembangkan sentra-sentra pembibitan ternak dalam bentuk pembibitan ternak rakyat/pembibitan pedesaan atau VBC dengan mengutamakan pada daerah-daerah penyebaran ternak pemerintah dan dilaksanakan melalui Pola Sistem Pelayanan Terpadu (SPT).98 55 74. 1997) sebagian besar masih merupakan usaha sambilan serta belum menariknya usaha pembibitan sapi potong bagi perusahaan peternakan karena pengembalian modalnya membutuhkan waktu yang relatif lama.50 98. BOERAWA.86 61. dan PE oleh UPTD IBBITKAN di instalasi Pembuatan Mani Baku Terbanggi Besar.165 31. Hal ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang perlu dikaji karena proses selama kurun waktu 28 tahun. Pembibitan Masalah utama yang dihadapi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak salah satunya adalah masih rendahnya ketersedian bibit ternak baik kualitas maupun kuantitasnya. ternyata kemampuan ternak lokal dal. Jumlah dan kualitas bibit sapi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan produksi.892 2000 372.00 62.07 45.138 39. dan pembinaan produksi ternak bibit. ternyata cakupannya relatife masih rendah.doc/Datin 18 .266 ekor. Penggunaan bibit unggul kambing ini masih pada tahap pengenalan (mulai tahun 2002) dengan realisasi akseptor ± 2.58 93 2003 387.941 28.563 42. Untuk mengembangkan perbibitan di Provinsi Lampung.001 104.737 1. disisi lain sistim dan usaha pembibitan secara keseluruhan belum mendapat porsi perhatian yang memadai. Adapun jenis komoditas.

doc/Datin 19 .s o ft w a re a) Sapi Potong NO 1 KABUPATEN / KOTA Lampung Selatan NO 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 KECAMATAN Tanjung Bintang Sido Mulyo Jati Agung Simpang Agung Padang Ratu Punggur Gunung Sugih Terbanggi Besar Seputih Mataram Kota Gajah 2 Lampung Tengah b) Kambing NO 1 2 KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan NO 1 2 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 1 2 1 KECAMATAN Talang Padang Sumberejo Gedong Tataan Tanjung Bintang Way Lima Batanghari Nuban Sukadana Way Jepara Seputih Surabaya Seputih Banyak Seputih Mataram Kalirejo Padang Ratu Abung Timur Bukit Kemuning Tl. 1. .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . 1. bawang Tengah Lambu Kibang Kemiling 3 Lampung Timur 4 Lampung Tengah 5 6 7 Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung c) Itik NO 1. KECAMATAN Pringsewu (Ambarawa) Wonosobo Palas Trimurjo E:\KEBIJ TEK-260405. k w . 2. 2. 3. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan Lampung Tengah NO 1.

KABUPATEN / KOTA Lampung Tengah NO 1.256.150. MBAI Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 Distribusi Produksi / FS Pedaging Petelur 9.400.648 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.942.325 13.000 10. Pembinaan pada Perusahaan Pembibitan Ayam Ras Jumlah perusahaan pembibitan Ayam ras di Provinsi Lampung ada 3 buah yaitu PT. Tahun 1999 – 2003 No 1. k w .000 Lpg. 1.347 1. Multi Breeder Adirama Indonesia (PT. KECAMATAN Seputih Raman Seputih Mataram b.548.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .270 1. 2. PT. 1. 2.s o ft w a k e r. produksi dan distribusi DOC ayam ras pada perusahaan pembibitan di Provinsi Lampung dari Tahun 1999 – 2003 adalah sebagai berikut Tabel 13 : Produksi dan Distribusi Final Stock Ayam Ras pada Perusahaan Pembibitan di Prov.c ww w om k lic lic . Tanggamus. KECAMATAN Talang Padang Metro Utara e) Ayam Buras NO 1. Natar Kab. KECAMATAN Batanghari Metro Pusat f) Puyuh NO 1. KABUPATEN / KOTA Kota Metro NO 1. Charoen Pokphand Jaya Farm di Kec. Perkembangan populasi parent stock. KECAMATAN Metro Pusat g) Babi NO 1.733.doc/Datin 20 .s o ft w a re d) Sapi Perah NO 1. Nama Perusahaan PT. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Kota Metro NO 1. Lamp.500.575.450 2.149.000 Jabotabek 10.612 530. Talang Padang Kab. .000 E:\KEBIJ TEK-260405. MBAI) di Kec. KABUPATEN / KOTA Lampung Timur Kota Metro NO 1. Lampung Selatan dan PT. 2. Indonesia Farming di Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Sumatera 10.

480 3.s o ft w a k e r.padi.Berproduksi Lampung 3. MBAI dan sejak tahun 2002 perusahaan ini tidak lagi melaksanakan pembibitan ayam ras petelur sehingga kebutuhan bibit ayam ras petelur di Provinsi Lampung sejak tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain. . PT.484.68 %.850.s o ft w a re 2. Dari 3 (Tiga) buah perusahaan pembibitan ayam ras di Provinsi Lampung.548.226 2.696. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas ternak ruminansia dan unggas adalah faktor pakan hijauan dan pakan konsentrat. Dengan demikian akan diperoleh Sinergis yang Produktif yaitu tanaman pertanian/perkebunan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik. sapi - E:\KEBIJ TEK-260405.000 10. Kendala yang dihadapi dalam penyediaan hijauan makanan ternak antara lain masih rendahnya kualitas pakan yang diberikan karena sebagian besar peternak tidak memiliki kebun rumput.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. akan tetapi pada tahun 2000 – 2001 terjadi penurunan sebesar 27. Pakan Ternak. yang melaksanakan pembibitan ayam ras petelur hanya PT. k w .768.c ww w om k lic lic . Adapun perkembangan produksi bibit ayam ras pedaging tahun 1999 – 2000 meningkat 29. perkebunan dan Agroindustri menjadi prioritas kegiatan sekaligus dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung dari satu satuan luas lahan usaha tani.245 1.361. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha budidaya ayam ras pedaging di Provinsi Lampung semakin berkembang dengan dukungan swasta melalui pola kemitraan seiring dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengkonsumsi protein asal ternak.124. 1997 yaitu pengembangan ternak kambing di kawasan kebun singkong.986 - Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Tdk. Kegiatan integrasi usaha peternakan dengan tanaman perkebunan/pertanian di Provinsi Lampung sudah dimulai sejak th.370.doc/Datin 21 . Charoen Pokphand 1999 2000 2001 2002 2003 1999 2000 2001 2002 2003 6. Oleh karena itu upaya pemanfaatan sumber daya pertanian. sedangkan melalui sumber dana APBN/APBD dimulai tahun 2003 berupa pilot proyek yaitu sapi .15 %. PT.000 8.750 7. dan mulai tahun 2001 sampai dengan 2003 meningkat sebesar 52. Indonesia Farming * Kebutuhan DOC petelur mulai tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain.46 %.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 4.500 2.

997 ekor Sapi Sawit memiliki kapasitas tampung ±40.singkong dan pada th. pakan puyuh. k w .700.000 ekor Sapi Nanas memiliki kapasitas tampung ±50. Dari tanaman Pertanian dan tanaman Perkebunan di Propinsi Lampung. kambing .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. dengan jumlah petugas sampai tahun 2003 sebanyak 25 orang.s o ft w a re sawit. pakan itik dan pakan sapi. sapi . 5.000 ekor Kambing Coklat memiliki kapasitas tampung ±30.doc/Datin 22 .228 ekor Kambing Singkong memiliki kapsitas tampung ±1.000 ekor Adapun jumlah pabrik pakan ternak di Provinsi Lampung berjumlah 5 perusahaan. 2004 dilanjutkan dengan sapi .coklat dan kambing .565 ekor Sapi Tebu memiliki kapasitas tampung ±65. dan jenis pakan yang diproduksi adalah pakan ayam ras petelur dan pedagang. 6. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melindungi peternak dari kualitas ransum yang tidak sesuai dengan label dan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan pada tahun 2004 dilaksanakan pelatihan pengawasan mutu pakan sebanyak 20 orang dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan E:\KEBIJ TEK-260405.pisang.130 ekor Kambing Lada memiliki kapasitas tampung ±100.c ww w om k lic lic .tebu. 3. Sapi Padi memiliki kapasitas tampung ±341. 4. 7. dapat dikembangkan integrasi ternak dengan tanaman pertanian/ perkebunan dengan daya tampung antara lain sebagai berikut: 1. . Pengawasan mutu dilaksanakan oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan Kabupaten / Kota. 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

2. umumnya lebih tertarik bekerja di sector industri dan jasa di perkotaan c. jiwa kewirausahanya masih sangat lemah. disisi lain pengeluaran bibit sapi dari Lampung sulit dikendalikan c. Bibit Ternak b. dan impor susu (bahan baku dan olahan).c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re BAB IV MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A.c ww w om k lic lic . Terjadi banyak perpindahan bibit antar wilayah. tenaga fungsional penyuluh peternakan tidak ada lagi. akibatnya visi peternak terhadap usaha peternakannya hanya bersifat sambilan.70 %) adalah lulusan SD dan tidak lulus SD.telur.s o ft w a k e r. yaitu dalam bentuk impor bakalan sapi. k w . Sejak diberlakukannya otonomi daerah. yaitu dengan semakin tingginya tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat. pendampingan dan sekolah lapang mengalami banyak hambatan d. Beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi prioritas dalam pemecahannya antara lain : 1. dan paramedis e. sikap dan keterampilan) petugas lapangan relatif masih kurang antara lain Inseminator. Jumlah dan kualitas (pengetahuan. Tingkat pendidikan formal petani/peternak umumnya (60 . b. akibatnya kegiatan penyuluhan.doc/Datin 23 . susu. Kelembagaan peternak pada umumnya kurang mandiri dan masih project oriented. daging. . Minat tenaga kerja terdidik di pedesaan terhadap usaha peternakan masih sangat kecil. kulit dan bibit ternak) terus meningkat. bahkan justru bisa kontra produktif E:\KEBIJ TEK-260405. permintaan terhadap komoditi ternak (daging. MASALAH Permasalahan yang masih harus terus dihadapi dan menjadi tantangan adalah aspek keberlanjutan. Jumlah induk sapi potong di Lampung masih sangat kurang baik kualitas maupun kuantitasnya. Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan a. padahal sesungguhnya dengan pendekatan ini tidak menambah populasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sementara kemampuan suplay khususnya komoditi daging sapi dan susu masih tergantung pada impor.

Perbibitan ternak kerbau. d.s o ft w a re d. Peternak belum melakukan pengolahan dan penyimpangan pakan yang berlimpah pada saat musim hujan dan pada saat panen. berat lahir. Gumboro. Komponen impor bahan baku pakan masih tinggi.000 – 120. Penyakit Hewan a. k w . E:\KEBIJ TEK-260405.000 ekor per tahun (Secara Nasional 400.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. Wabah Penyakit flu burung b. Hog Cholera. semula ditargetkan bebas tahun 1997.doc/Datin 24 . Usaha perbibitan ternak (diluar ayam ras) belum diminati oleh perusahaan swasta e. bakalan sapi potong dari Lampung belum dapat bersaing dengan produk impor g. Masih kurangnya informasi tentang jumlah dan lokasi bahan baku pakan. 3. Teknologi pengolahan pakan belum dilaksanakan oleh peternak f. e. kemudian mundur lagi ke tahun 2007. mundur ke tahun 2003. produksi susu dan kinerja reproduksi. ND dll) masih memungkinkan terjadi out break. interval kelahiran. Kontinuitas pakan hijauan pada musim kemarau masih menjadi kendala para peternak. Target pembebasan penyakit rabies di Pulau Sumatera selalu mundur. Lampung masih mendatangkan bakalan sapi impor dari Australia sekitar 100. Hal ini membuktikan bahwa kemungkinan ada persoalan yang mendasar dalam upaya pembebasan rabies yang belum teridentifikasi. c. Pakan Ternak a. padahal potensi sumberdaya pakan local banyak yang belum dimanfaatkan. Untuk usaha penggemukan sapi. d. . baik hijauan ataupun bahan baku konsentrat 4. ayam buras.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan produktivitas antara lain pertambahan berat badan harian. Rama Dewa. kualitas pakan yang diberikan pada ternak ruminasia umumnya masih rendah.000 ekor per tahun) f. Brucellosis. babi. Dilihat dari aspek kualitas. b. sapi perah. itik dan puyuh belum mendapat porsi pembinaan yang cukup dibandingkan dengan perlakuannya terhadap ternak sapi potong dan kambing.000 – 450. Harga pakan unggas (konsentrat) sangat fluktuatif dan pada saat – saat tertentu relative mahal jika dibandingkan dengan harga produk akhirnya. Penyakit menular lainnya (SE. Obat dan peralatan kesehatan hewan sebagian besar masih impor. Ditingkat peternak pada umumnya.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . c.

s o ft w a re e. covering pelayanan IB pada ternak sapi di Provinsi Lampung relatif masih rendah yaitu baru mencapai 26. pakan konsentrat. Lembaga permodalan yang ada masih sangat sulit diakses oleh peternak kebanyakan. 6.c ww w om k lic lic . Sejak diintroduksi tahun 1976.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pengelolaan Reproduksi a. bagian keuntungan terbesar berada pada sector jasa yang dikuasai oleh para blantik (bukan peternak). pada kambing > 8 bulan dan pada ternak kerbau > 24 bulan. Lalu lintas hewan antar pulau dan antar Provinsi sulit dikendalikan sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit 5. Propinsi Lampung tidak memiliki pasar hewan/ternak yang representative.s o ft w a k e r. Peralatan dan Teknologi a. Peralatan peternakan sebagian masih mengandalkan barang impor seperti peralatan IB.00. Pasar a. Posisi tawar peternak masih sangat lemah. Skala usaha peternakan umumnya masih termasuk kedalam katagori sambilan dan cabang usaha. d. sehingga masih banyak terjadi inbreeding dan penggunaan pejantan yang berkualitas rendah. pendidikan dan budaya peternak dan persyaratan yang terlalu memberatkan. d. Kebijakan makro dalam bidang permodalan belum banyak menyentuh para peternak pada umumnya. sehingga tingkat effisiensinya rendah b. d. Harga beberapa komoditi peternakan antara lain telur ayam ras. Pelaksanaan kawin alam tidak dibarengi dengan sistim seleksi dan penggunaan pejantan yang baik.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .%) dibandingkan dengan kemampuan potensi genetic (Sapi 30 – 35 % dari populasi).doc/Datin 25 . c. . Modal. Sementara IB pada ternak ternak kambing baru dilaksanakan tahun 2003 dan IB pada ternak kerbau masih kesulitan dalam peyediaan mani bekunya. peralatan kesehatan dan peralatan pasca panen. hal ini terkait dengan pengetahuan. Prosentase kelahiran ternak di Lampung relative masih rendah (Sapi 19.63 % dari potensi IB yang ada. c. b. b. DOC. k w . demikian juga persentase kelahiran pada ternak kerbau dan kambing relative masih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya e. Jarak kelahiran (calving interval) pada sapi masih panjang yaitu rata – rata > 16 Bulan. ayam broiler dan telur ayam sangat fluktuatif. Kurangnya promosi terhadap konsumsi susu E:\KEBIJ TEK-260405. 7. Belum tersosialisasinya IB kambing pada masyarakat c.

peralatan dan bahan baku susu. Dampak negative pelaksanaan otonomi daerah diperkirakan masih akan mewarnai pelaksanaan pembangunan peternakan.c ww w om k lic lic . Peran relative sektor pertanian terhadap perekonomian semakin menurun.s o ft w a re B. Hog Cholera. obat – obatan. b. serta kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular lainnya terutama Brucellosis. Tidak efektif dan efisiennya pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan c. Permintaan komoditi peternakan yang terus meningkat baik jumlah ataupun kualitasnya. Rabies dan Septichaemia E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 26 . Antraks. akibatnya usaha peternakan kurang dapat bersaing dengan Negara lain. Globalisasi informasi dan perdagangan. Meningkatnya tuntutan efisiensi. Terus berlanjutnya pengurasan bibit ternak yang berkualitas ke Provinsi lain dan pemotongan ternak betina bertanduk yang masih produktif. sedangkan peranan peternakan terhadap pertanian diperkirakan akan terus semakin meningkat. Perdagangan bebas ASEAN sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dan perdagangan bebas Asia Fasifik untuk Negara maju tahun 2010 dan untuk Negara berkembang tahun 2020.s o ft w a k e r. 4. 6. sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk. 8. Ketergantungan subsektor peternakan terhadap sektor lain semakin tinggi. 3. . tingkat pendidikan dan budaya konsumsi pangan yang terus berkembang. pendapatan masayarakat. 9. Transformasi struktur perekonopmian daerah/nasional akan terus berkembang yaitu : a. Restrukturisasi organisasi pemerintahan yang melaksanakan fungsi pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. Kurang kondusifnya iklim usaha dan investasi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 5. b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Ketergantungan impor sapi bakalan. 2. k w . dan daging sapi bahan baku pakan. TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI KEDEPAN. 1. c. Dengan adanya perdagangan bebas kebijakan pajak dan bea masuk komoditi peternakan akan menjadi beban dalam usaha peternakan. Rama Dewa. antara lain yang perlu dicermati adalah : a. peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas dibidang peternakan dan kesehatan hewan. 7. Lampung masih dibayangi dengan munculnya wabah (Out Break) Penyakit flu burung.

10.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Membangun komitmen masyarakat peternakan Lampung untuk bersama – sama mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional. E:\KEBIJ TEK-260405. k w . diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya yang optimal dengan curahan input yang minimal. Hal ini disebabkan masih “ terbukanya “ pintu – pintu masuk penyakit yaitu diperbatasan dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu. Persoalannya curahan input yang dibutuhkan yaitu dalam bentuk masuknya investasi (Modal. .c ww w om k lic lic . Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak. Bakauheni.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 27 . pintu masuk Internasional di pelabuhan Panjang serta Bandara Raden Intan. Teknologi.s o ft w a k e r. dan Sumberdaya Manusia berkualitas) juga ditentukan oleh sector atau lingkungan eksternal.s o ft w a re Efizotica. 11.

Faktor penting yang mempengaruhi nilai konsumsi protein per kapita per hari adalah laju pertambahan penduduk.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re BAB V SASARAN UMUM A. Protein daging merupakan penjumlahan protein karkas dan protein offal yang berasal dari ternak potong ruminansia dan non ruminansia. dan susu.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . telur. Pilihan untuk menganggap proporsi yang tetap didasarkan pada pembacaan trend proporsi protein antarjenis ternak dan antarjenis daging selama 10 tahun. k w . telur.doc/Datin 28 . Selama 10 tahun terakhir. Dengan demikian nilai laju pertumbuhan penduduk sebesar 0. maupun susu. yakni peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak secara efisien. yakni dari tahun 1993 s/d 2003. itik. ayam petelur. Sedangkan protein susu untuk saat ini hanya bertumpu pada susu yang berasal dari sapi perah. baik dari daging. Sementara itu. . Hal ini terjadi karena bentang ukuran populasi dengan konsumsi protein hewani sangat lebar. Metode Prediksi Pola prediksi penentuan sasaran pengembangan populasi ternak di Provinsi Lampung dalam jangka pendek didasarkan pada upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak per kapita per hari. sedangkan populasi ternak sebagai sumber protein hewani menjadi variable dependent. baik produksi dalam provinsi maupun pemasukkan dari luar provinsi. Model prediksi ini berkebalikan dengan cara yang biasa dilakukan karena pada umumnya prediksi selalu dimulai dengan prediksi populasi dan diikuti dengan prediksi konsumsi protein. dianggap tetap dan proporsional. laju pertambahan penduduk di Provinsi Lampung rata-rata mencapai 0. jumlah konsumsi protein berasal dari protein daging.c ww w om k lic lic . yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi protein akan menjadi variable independent. sehingga akan berimplikasi terhadap aspek pembiayaan. Protein telur berasal dari telur ayam buras.98%. dan burung puyuh.s o ft w a k e r. Pada sisi lain. Meskipun demikian terdapat kelemahan karena hasil prediksi populasi akan menjadi tampak besar. proporsi sumbangan dari masing-masing jenis ternak terhadap jumlah ketersediaan protein. Demikian juga dengan imbangan protein yang berasal dari offal dan karkas. Nilai duga yang diperolehpun akan lebih relistis dan akurat.98% digunakan sebagai acuan. E:\KEBIJ TEK-260405. Kelebihan penggunaan metode prediksi konsumsi protein hewani asal ternak adalah bahwa perencanaan dapat diarahkan ke inti masalah peternakan. Hal ini dimungkinkan karena perhitungan nilai konsumsi protein secara tidak langsung juga memperhitungkan laju pertambahan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung yang tergambar dalam nilai daya beli masyarakat.

571 2006 400.72 4.176 78.52 4.544 2. Sasaran Jangka Pendek (2005-2009) Prediksi konsumsi protein per tahun pada tahun 2005-2009 diperkirakan mencapai 4. jumlah pemotongan.doc/Datin 29 .54 3.806 85. Telur.533 929.652 2. dengan laju pertambahan sekitar 2.2009 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2005 7.547 114 53.133 68.962 695.717 97.418.299.310.53 2.230 2009 417. prediksi populasi akhir diduga dari faktor koreksi yang berasal dari nilai korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi.00 3.501 103 52.913 16.959.40.29.833 110 53.609 26.51.s o ft w a k e r. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.00 0. namun dalam operasinya angka tersebut memerlukan adjustment.765 71.307 28.00 3.377. Pertambahan penduduk mengacu kepada hasil perhitungan. 4.78 4. Nilai faktor koreksi juga diperoleh dari pengamatan terhadap trend korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi selama 10 tahun. dan prediksi populasi pada tahun 2005-2009 secara lengkap disajikan pada Lampiran.136 718.103 107 53.776.178 898.579. yakni sebesar 0.761.Adapun prediksi sasaran konsumsi secara lengkap tertuang pada table 14 berikut : Tabel 14 : Prediksi Sasaran Konsumsi Daging. sehingga laju pertambahan penduduk diperkirakan sebesar 0. k w .769 16.20 4.473 188.894 170.667 15. serta faktor koreksi pemotongan dianggap konstan.41 4.287 76.427 742.10 4.c ww w om k lic lic .73 gram per kapita per hari.249. Itik Puyuh 2005 394.851.052 24.894 2.59 2.634 182. .51 2008 7.62 2009 8.841 868.994 164. Tabel 15 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2005 – 2009 (Ekor) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Pet.264 2008 411. Ayam Ped.00 3.378 2007 405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.33 4. 4.586 14.189 94.606 15.91 3.147.476 2. maka dapat disusun suatu prediksi populasi dari berbagai jenis ternak dan berbagai sumber protein.73 Laju (%) 2.890 961.275 Laju (%) 1.29 2006 7.817 73.s o ft w a re Pada sisi lain.271.729.62.01 4. 4.54 3. Berdasarkan angka prediksi konsumsi protein ini.222.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .89 4.47 % per tahun.42 3.92 4.99 4.30 4.440 27.512 2.9493%.899 671. Susu dan Protein Hewani Tahun 2005 .77 3.336 118 53.47 Prediksi jumlah penduduk. dan 4.67 2.695 91. Sementara proporsi sumbangan protein antarjenis ternak maupun antarjenis daging.234 88.890 993.49 2.933 648.813 25.98%.108 176.40 2007 7. B.00 E:\KEBIJ TEK-260405.12 5.98 3.66 4.456.

53. dan 742. Sedangkan populasi kerbau diprediksikan sebesar 52.678. 695. 110. 20.250 ekor. Pada itik.136. 2.377.933.418.189. prediksi populasi berdasarkan angka konsumsi telur pada ayam buras mencapai 14.378. dan 2. 91.00% per tahun.899. dan itik sumbangan dapat dikatakan sumbangan “semu”.00% per tahun.133.851.579. 76.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 94.264. 39. laju pertambahan mencapai 3. Pada kedua komoditi ini.365 kg. serta mempunyai laju pertambahan sebesar 3.599. 718.586. 671. 993. 929.230. dan 118 ekor. selain dari ternak ruminan. 170. dengan laju 3. 182. 53. 405. k w . 53.00% per tahun.28% per tahun.67% per tahun. dan 21.176 ekor. 19. dan 97. 40. dan 43.440. 26. 71. Situasi ini akan mempengaruhi cara penentukan prediksi populasi. Pada sisi lain.s o ft w a re Populasi sapi potong pada tahun 2005-2009 berdasarkan angka prediksi konsumsi protein daging adalah 394.052. yakni: 103.00% pertahun.606.178.00% per tahun. populasi diprediksikan sebesar : 85. 898.817. dengan laju pertambahan populasi sebesar 3.512. yakni: 868.91% per tahun.c ww w om k lic lic .717 ekor.813.634. prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein daging.905. Sumbangan protein daging.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sementara kerbau dan kambing perah dianggap tidak berkembang. Sedangkan dari ayam buras. prediksi jumlah daging impor dari 2005-2009 adalah 37. Pada kelompok unggas.769.913 ekor.501. Prediksi populasi kambing cukup besar.275 ekor dengan laju pertambahan populasi sebesar 3.695. dan 28.336 ekor.894.667. E:\KEBIJ TEK-260405. 20. Sementara populasi ayam pedaging diprediksikan sebesar: 24. 27.962. dengan laju pertambahan populasi sebesar 9. namun populasi sapi perah cukup berkembang.729. 2.00% per tahun.544 ekor. 41.571.609. 411. 2. 400.427 ekor.652.42% per tahun.841.doc/Datin 30 .959. 73.54% per tahun. sedangkan pada ketiga unggas yang lain prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein telur. Pada populasi sapi potong ini laju pertambahan diperkirakan sekitar 1. Pada babi. populasi diperkirakan sebesar: 2.473 ekor. dan 188.761. dengan laju pertambahan sekitar 0.765. juga berasal dari ternak unggas. Pada ayam potong. dengan laju pertambahan 3. Hal ini terjadi karena ketiga jenis unggas terakhir menyumbangkan daging dalam bentuk ternak afkir. 107. Pada ayam petelur. dan 54.222.675.287.890.547. Sumbangan ternak unggas terhadap protein daging yang asli hanya berasal dari ayam potong.77% per tahun.994.271.310. serta laju pertambahan sebesar 3. Sedangkan populasi puyuh sebesar: 164. 15. 16.833. dan 417.147.s o ft w a k e r. .307 ekor.533. populasi diprediksikan sebesar: 648.776. 176. 25.364 kg. dan 78.243.894. 114. dengan pertambahan populasi sebesar 3.806. dan 16.973.456.234.476. 961.108.299.001. Sedangkan offal impor mencapai 18.334. ayam petelur. 88. 15. dengan laju pertambahan populasi 3.103. Prediksi populasi domba mencapai : 68.249.

713 ekor. 1. 429.318 122 54.147 31. Tabel 17 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2010 – 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2010 423.088.343 1.95 2012 8.976 1.84.425 129 55.10 6. 206.83 4.399.94 2.354 86.9905. dan 2. 1.2014 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2010 8.120.300.051. 932.06. dan 21. 904. Populasi ternak potong. Sasaran Jangka Menengah (2010-2014) Pada tahun 2010-2014.249.168. 5. baik dari ruminan maupun non ruminan.055. Pada periode tahun 2010-2014 diperkirakan populasi ayam buras mencapai 17.128 33.32 5.025.625.629.051.775 ekor.70 4.536. E:\KEBIJ TEK-260405. 213.141 904.103 200.714 2.158 110.871.20 Sumbangan terbesar protein hewani asal daging masih berasal dari unggas.369. 19. 31.155.782. dan 447.22 4.604 2012 435.300 83. 2.53 5.121.691 Pada ternak ruminansia.990 932.901 20.341. dan 1.901.699.825. 20.155.498.532. 1.62 5.055.498 107.354.995. Prediksi populasi ayam petelur sebesar 2.851 114. k w .097 213.91 6.617. dan puyuh. dan 219.doc/Datin 31 .178.27 2. dan 35.103. 86. yakni: 1. 4.141.369.825 89.025.879 137 56.s o ft w a re C.750.128.130 ekor.251 21. konsumsi protein hewani asal ternak setiap tahun diperkirakan mencapai 4.713 91. 33.782.483 81.249 2014 447.457. Prediksi populasi ayam potong mencapai 30.750.147.209.57 5.28 Laju (%) 1.608.120 33. dan 5. Pada itik.318.604.421.103 2. Sedangkan puyuh mencapai 194.691 ekor.45 4. 5.421 206. Proporsi protein asal daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak dari waktu ke waktu dianggap konstan.483.17 2014 9.532 2.628.09 4. itik.307.097.488 2.84 2011 8.712 1.307. populasi diprediksikan sebesar 766.083 1.c ww w om k lic lic .628 766.21 0.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.400 2011 429. 441.901.168.625 194. 435.712 ekor.608 133 55.425.121.172 ekor.887.49 4.488. 2. 2.775 2.887 2013 441.341 126 54.96 4.098 17.617. Populasi domba diprediksikan mencapai 81. . Susu dan Protein Hewani Tahun 2010 .325 19.277.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .699. Prediksi populasi sapi potong mencapai: 423.172 35.088. Telur. 990. ayam petelur afkir.s o ft w a k e r. baik berupa ayam potong maupun ayam buras.995. 33.712 990.06 2013 8.130 219.71 5.28 gram per kapita per hari.178.277 101.866.400. 961.399.51 5. 20.612 1. 83. berdasarkan tingkat konsumsi protein hewani tersebut secara lengkap disajikan pada table 16.879 ekor. populasi terbesar diperkirakan berasal dari ternak kambing.866.536.17.103.714.629. Tabel 16 : Prediksi Konsumsi Daging.592 20.95.871 104.457 961. 200.209 30.

775 ekor.99 1.74 4. 55.399.147. 22.61. Telur.995.488. 126.198. 55. 2.887.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.421.128. 104. Sasaran Jangka Panjang (2015-2019) Pada tahun 2015-2019 konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung diperkirakan mencapai 5. Pada tahun 2014.098.130 ekor. dan 24. dan 990. 20.35 4. 46. sumbangan protein susu terhadap protein hewani asal ternak berasal dari populasi sapi perah sebanyak 122. Pada sisi lain. 2. 5.61 2018 9. Babi diprediksikan mencapai 101.251 ekor. sedangkan kambing dan kerbau perah dianggap tidak ada. 24. 19.103.08 6.82 5.536.87 4.851 ekor. 133.89 6.763. dan 219.750. dan 137 ekor. 5.612.158.39.691 ekor.61 4.30 6.87 5.249. 49. Populasi ternak perah yang tersedia diperkirakan hanya berasal dari sapi perah.doc/Datin 32 . sedangkan offal mencapai 22.532. 110. Susu dan Protein Hewani Tahun 2015 . 5. baik dari ruminansia maupun non ruminansia disajikan pada table 19 E:\KEBIJ TEK-260405.67 5.50 2017 9.49 6.617. Populasi ayam petelur diprediksikan mencapai 2. Sementara sumbangan protein telur berasal dari suatu populasi yang terdiri atas ayam buras 17.601 kg.172 ekor. .s o ft w a re 89.83 Laju (%) 2. dan 50.400. 47.205. dan 21.77 5. 54.369.69 6.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic .103.714. dan 5.48 4.776.343.712. 961.901.782.866.29 2016 9.699.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 2. dan 114.325.059.50. dan 2. Populasi itik mencapai 766.117.592.476. 213. Prediksi populasi kerbau mencapai 54.083 ekor.604.83 gram per kapita per hari sebagaimana tertuang pada table 18 berikut : Tabel 18 : Prediksi Konsumsi Daging. 200.976. dan 56. maka prediksi populasi ternak potong pada tahun 2014-2019. 206.72. 932.652.120.625. 23. 904.209. 107.72 5. k w .929 kg.2019 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2015 9. Disini lain sumbangan dari daging impor diperkirakan mencapai 44. Sementara ternak sapi perah dan kuda dianggap tidak memberikan sumbangan yang memadai terhadap ketersediaan protein daging.629. 20. D.05 2.097. dan 91.03 1. 129.46 Berdasarkan hal ini. konsumsi protein susu masih melibatkan pemasukkan susu dari luar daerah.72 2019 10. sedangkan populasi puyuh diprediksikan mencapai 194.

799. dan 480. Sedangkan sumbangan dari protein susu berasal dari prediksi populasi sapi perah sebesar 142.020. 3.253. E:\KEBIJ TEK-260405. dan 41.366.457 1.579.701 40.331.614 1. 53.019.578 117.385 3.696 1.621 24. 57. Pada ternak ruminansia besar.124.419 105.295.696.239.079.194 ekor.799.866.922 ekor.469. 460.049.884 100.418.662 253. Sementara sumbangan dari protein telur berasal dari populasi ayam buras sebesar 22.c ww w om k lic lic .124.131 124.376.483 1. 57.689 146 56.140.239 142 56. Prediksi populasi terbesar pada ternak ruminansia diperoleh dari ternak kambing sebesar 1. populasi sapi perah dan kuda tetap dianggap tidak memberikan sumbangan terhadap ketersediaan protein asal daging. populasi sapi potong diprediksikan mencapai 454. dan 158 ekor. Itik diperkirakan mencapai 1.549 23.777.213 1.444.213.301.579.729. k w .719 kg.259.918.079. 22.419 ekor.595 1.979 1.813 2017 467.595 158 57.701 3.662 ekor.866 154 57.947 1.295.834 1.831.366 37.831 2. 1.834.457.947 ekor.595.469.092 Sumbangan protein daging dari populasi ternak potong tetap didominasi oleh produksi daging dari ternak non ruminansia.102. 27.162.921.689. sedangkan puyuh mencapai 226.444.840.701. 23. 1. 56. Ayam petelur mencapai 2.194 3.669.385. 40.595 ekor.251 36. Sumbangan terbesar diberikan oleh ayam potong yang mencapai populasi 36.979 ekor. dan 28.176. Tabel 19 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2015 454.s o ft w a k e r.s o ft w a re . melainkan juga melibatkan pemasukan susu dari luar daerah.338 121.224.624.719. dan 253.037. 1. dan 58. dan 3.244.020 94.918.957 128.701.376 239.270 232. Daging import diperkirakan mencapai 52.521 226.883.921. 1. 27.443. 154.251. dan 57.301. patut dicatat bahwa jumlah protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah di Provinsi Lampung saja. dan 1. 39. 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.443 102.190.516.213 2016 460. 146.743 97. 150.270.951.516 39.231.493. Sayangnya.037.075 22.109.212.483.102. sedangkan offal mencapai 25.493 2018 473.190.883 3.884.103.729 1. dan 1. 26.816 131.922 41.840 246.doc/Datin 33 .049. Sementara ternak perah yang lain belum memberikan sumbangan protein. 3.213. 55.777.253 2019 480.244. 56.231 150 57. 467. 37.521.109. . 1.294 kg.019.212.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .092 ekor.224.813.331. 473.140. Meskipun demikian.614. 24.271.643 22.743. Kerbau diperkirakan mencapai 56. 3.951.943.065 24. 232.271. 239. dan 24.259. 246.

476 Pada sisi lain.558.365 1.010 2021 494.562 120.419 163 58.517. k w .38 gram per kapita per hari.610 ekor.48 gram per kapita per hari.700 180 59.708 135.689.084 2023 508. Populasi kambing diprediksi berkembang mencapai 1.360 171 59.900 ekor dan kerbau 59. Pada tahun 2024 sumbangan protein daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak diperkirakan mencapai 3.306 1.s o ft w a re E.562 ekor.479 176 59.470 44. Sedangkan sumbangan kuda.378 267.319 3.610 150.135 288.203.392.178 43. . Sedangkan populasi babi diperkirakan mencapai 150. . Pembandingan antara prediksi populasi ayam buras dan ayam petelur sebagai penghasil daging dan telur memperlihatkan bahwa sebaran populasi lebih E:\KEBIJ TEK-260405.538 26.s o ft w a k e r.577 3.701 1. Sedangkan tingkat konsumsi protein hewani asal ternak pada tahun itu diprediksi mencapai 6.938 1. itik 1.476 ekor.267. Sedangkan populasi ayam petelur diperkirakan mencapai 3.172.701 ekor ayam pedaging sebagaimana terlihat pada table 20.957 ekor ayam buras dan 48.367. Sasaran Tahun 2024 Prediksi perkembangan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan angka prediksi populasi ternak secara keseluruhan.755 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.240 2024 515.340 167 58.763.483.498 117.599.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .260 27. Protein daging tersebut terutama berasal dari perkembangan populasi ternak unggas yang diprediksi mencapai 28.823.147 1.401.023 ekor. sumbangan protein daging dari ternak ruminansia besar berasal dari populasi sapi potong yang diprediksi mencapai 515. dan populasi domba mencapai 120.007 2022 501.575.288.852 114. sapi perah.557 48.858 26.479.797 45.159 47.010 3. Selanjutnya pada ternak penghasil telur.557 ekor.doc/Datin 34 . Tabel 20 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2019 – 2024 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2020 487.300.624 111.279. Namun ternak itik dan puyuh dianggap tidak memberikan sumbangan protein yang signifikan.383.560 jiwa.300. sapi potong import 122.401.823.135 ekor.985. Sementara itu.219 25.669. Jumlah protein telur tersebut berasal dari prediksi populasi ayam petelur 3.191. kontribusi ternak ruminansia kecil dan babi sangat signifikan.964.37 gram per kapita per hari. sumbangan protein telur berkembang sampai 2.517.258 3.841 260.700 ekor.763. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari daging ternak unggas.557 ekor.171.593 142.525 281.404.149 1.585 146.235.819 1.634 138. dan burung puyuh 288.270 1.763.023 28.c ww w om k lic lic .957 3. Pada tahun 2024 jumlah penduduk diperkirakan mencapai 8.273 274.541 1.938 ekor.813 108. daging dan offal impor terhadap protein daging dianggap tidak ada karena kecilnya.

Meskipun demikian ketersediaan protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah yang ada di Lampung.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Protein susu tersebut berasal dari perkiraan populasi sapi perah sebesar 180 ekor.s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. E:\KEBIJ TEK-260405. Terakhir. kontribusi susu dalam penyediaan protein hewani asal ternak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5. .doc/Datin 35 . sedangkan populasi kambing dan kerbau perah dianggap tidak berkembang. k w .s o ft w a re besar pada populasi ternak penghasil telur.c ww w om k lic lic . Dengan demikian populasi yang lebih relevan digunakan sebagai prediktor adalah jumlah populasi pada ternak penghasil telur.20 gram per kapita per hari. melainkan juga melibatkan pemasukan susu olahan dari luar daerah.

c ww w om k lic lic . susu ataupun anak dan bibit. telur. Ketersediaan produk produk tersebut akan dipenuhi dari upaya upaya peningkatan populasi dan produksi hasil ternak dengan intensifikasi (meningkatkan produktivitas per-satuan ternak). antar Pulau. Etos kerja dan produktivitas tenaga kerja (peternak) sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan formal. dalam hal ini akan menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak.s o ft w a re BAB VI KEBIJAKAN TEKNIS PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005 .doc/Datin 36 . merupakan fungsi utama pengembangan ternak. k w . Upaya yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada kurun waktu lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan mendorong kelembagaan social dan ekonomi di pedesaan untuk lebih berperan dalam upaya pemberdayaan peternak. 2. Peranan penggunaan teknologi dan peningkatan skala usaha. apalagi jika dibandingkan dengan Negara Negara tetangga seperti Thailand. ekstensifikasi (meningkatkan E:\KEBIJ TEK-260405. serta masih rendahnya minat tenaga kerja muda untuk bekerja dibidang usahatani ternak. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani-ternak Kunci keberhasilan usaha di bidang peternakan terutama ditentukan oleh sampai sejauhmana peternak dapat meminimalisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas ternak baik dalam bentuk daging. pengetahuan dan keterampilan peternak. bahan baku industri dan permintaan ekspor. . Malaysia dan Vietnam. Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas Sumberdaya Manusia Peternakan Lampung Sudah menjadi rahasia umum bahwa etos kerja dan produktivitas peternak di Lampung relative lebih rendah.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 3. Meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dan hasil ternak Penyediaan produk komoditi ternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi local. maka kebijakan teknis yang bersifat umum yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : 1. budaya local yang juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja. KEBIJAKAN UMUM Dalam rangka mencapai sasaran umum jangka panjang (2005 – 2024) .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. jika dibandingkan dengan peternak di Jawa.2024 A.

dan diversifikasi (vertical dan horizontal) untuk meraih nilai tambah dan sebagai upaya pelestarian komoditi ternak tertentu. merupakan bagian dari kebijakan umum yang strategis. Pada kondisi saat ini dan kedepan kebijakan moneter (suku bunga. Oleh karena itu kebijakan peningkatan populasi dan produktivitas ternak merupakan strategi jangka panjang . akreditasi. 5. Dengan perhatian pada bidang ini diharapkan komoditi unggulan peternakan Lampung yang memiliki potensi ekspor antara lain daging ayam dan produk olahannya. kesepakatan Negara Negara APEC (2010 untuk Negara maju dan 2020 untuk Negara berkembang). tarif bea masuk) yang merupakan kewenangan pemerintah Pusat. kambing potong.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. produksi dan pasca produksi) Faktor permodalan dan investasi merupakan factor yang strategis untuk mencapai sasaran umum jangka panjang. dan pelaksanaan system manajemen mutu (ISO. Hal ini akan berkaitan dengan upaya penerapan persyaratan kesehatan produk produk peternakan.doc/Datin 37 . Upaya standarisasi. Meningkatkan mutu dan daya saing produk peternakan Dengan semakin terbukanya system perdagangan antar wilayah dan bahkan antar Negara. k w .c ww w om k lic lic . inflasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .Tanpa ada investasi baru maka usaha peternakan akan berjalan ditempat dan sasaran umum tidak akan tercapai. DOC. .s o ft w a re populasi. Pemerintah Daerah juga perlu melakukan upaya – upaya untuk mendorong dan memobilisasi sumber – sumber pendanaan yang ada dan berpotensi untuk diinvestasikan pada usaha Peternakan. yang ditandai dengan era perdagangan bebas ASEAN (2003).s o ft w a k e r. Oleh karena kebijakan ini berdampak jangka panjang maka harus terus menerus dilaksanakan. yaitu terciptanya peluang kesempatan kerja produktif pada sub sector peternakan. E:\KEBIJ TEK-260405. harus diupayakan terus menerus sampai kapasitas daya tampung dan produktivitas mencapai titik jenuh . retribusi. Meningkatkan investasi sub sektor peternakan (pra produksi. nilai tukar rupiah) dan fiscal (pajak. aneka ternak & ternak hias/exotik serta pakan ternak dimasa mendatang dapat terwujud. tidak ada jalan lain kecuali upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk produk peternakan. 4. perluasan kawasan). sertifikasi. khususnya komoditi yang akan diekspor dalam bentuk technical barrier on trade (TBT) dan sanitary and phytosanitary (SPS). HASEP). ditingkatkan kualitasnya dan dimonitor perkembangannya.

KEBIJAKAN OPERASIONAL Kebijakan operasional yang akan ditempuh dalam rangka mencapai sasaran jangka pendek (2005 – 2009) yaitu dengan menerapkan beberapa pendekatan teknis bidang khusus. Pengembangan SDM dan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Percepatan proses tranformasi dari usahatani tradisional ke usahatani industri berintikan “capacity building” untuk memberdayakan petani ternak melalui pembinaan sumberdaya manusia.c ww w om k lic lic . baik yang terkait dengan aspek genetic. bukan saja tidak akan mendukung keberhasilan usaha ternak itu sendiri. k w . melalui kegiatan pelatihan. kelembagaan dan permodalan a.s o ft w a re 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (2) teknologi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. (3) permodalan (4) pengolahan dan pasar. penyakit ataupun punahnya plasma nutfah asli yang belum dimanfaatkan. sekolah lapang. yaitu : (1) Peningkatan kesadaran dan percaya diri (awareness and self-confidence development) (2) Peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating ability development) (3) Peningkatan kesejahteraan ekonomi (welfare development) (4) Peningkatan kesejahteraan social ekonomi (social culture and economic development) E:\KEBIJ TEK-260405. B. incubator agribisnis bagi keluarga peternak agar mereka mampu menjangkau atau mengakses dirinya dengan (1) sumberdaya atau agro input. sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan hal hal yang bersifat kontra produktip. sehingga diharapkan dapat lebih akurat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pembinaan Sumberdaya Manusia Pembinaan petani / peternak dilaksanakan dengan prinsip “menolong diri sendiri” (self-help) yang didasarkan atas kehendak meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating). harus dirancang secara cermat dan terpola. . Meningkatkan kemampuan mengelola sumberdaya dan menjaga kelestarian sumberdaya peternakan Lampung memiliki sumberdaya yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha berbasis ternak. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia ditempuh melalui 4 (empat) tahapan.doc/Datin 38 . bahkan dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian pemanfaatannya. magang. Pendekatan teknis tersebut adalah sebagai berikut : 1.s o ft w a k e r. Penggunaan bibit ternak eksotik yang unggul. Namun demikian jika tidak hati hati dalam pengelolaannya.

misalnya dari Departemen Sosial atau lembaga non pemerintah (NGO) (2) Untuk kelompok madya dapat diupayakan dengan bantuan bergulir.c ww w om k lic lic . Pembinaan SDM melalui pengembangan kelembagaan peternak dilakukan atas dasar 7 (tujuh) prinsip yaitu (1) pendekatan kelompok. (2) keserasian. UKM yang dikelola Dinas Koperindag atau bentuk subsidi lainnya (4) Untuk kelompok mandiri diupayakan kredit komersial dengan berbagai kemudahan (kemitraan. Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Pembinaan kelembagaan ekonomi pedesaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembinaan SDM peternak. Hal lain yang juga penting adalah perlindungan pemerintah terhadap usaha peternakan pada umumnya. efisien. mandiri berbudiluhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. misalnya gaduhan ternak atau BPLM (3) Untuk kelompok maju diupayakan melalui kredit bersubsidi. (1) Untuk kelompok pemula dapat diupayakan dengan bantuan cuma cuma . c.doc/Datin 39 . kreatif.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . yaitu melalui kebijakan yang berfihak pada dunia peternakan. (6) belajar sambil bekerja dan (7) pendekatan keluarga. Permodalan merupakan factor yang sangat penting dan menentukan dalam pembinaan SDM dan pemberdayaan ekonomi pedesaan. k w . fasilitas khusus) dan akhirnya dengan melalui kredit komersial penuh. (5) swadaya. (4) kemitraan. diberikan bimbingan untuk dapat menjangkau (akses) dengan lembaga keuangan atau bantuan.s o ft w a re Dengan metoda pembinaan sumberdaya manusia ini diharapkan dapat menghasilakan SDM yang berkualitas. disiplin. yaitu unit usaha ekonomi yang berazazkan kekeluargaan. Oleh karena itu peternak dengan kelembagaan kelompok dalam wadah koperasi. misalnya koperasi atau kelembagaan kemitraan. b. E:\KEBIJ TEK-260405. misalnya KKP. (3) kepemimpinan kelompok. dalam rangka menciptakan system pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan Pembinaan dan pengembangan kelembagaan peternak diarahkan untuk terwujudnya kelembagaan ekonomi peternak yang tangguh.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. yaitu produktif.s o ft w a k e r. Bimbingan dan Pembinaan Permodalan Bimbingan dan pembinaan permodalan diarahkan untuk menghilangkan ketergantungan dan menumbuhkan kewaspadaan memasuki system ekonomi pasar.

k w . produksi dan produktivitas ternak. fisiologi. antara lain Balai Embryo Transfer Cipelang Jawa Barat. kesehatan dan tatalaksana.s o ft w a re 2. Jurusan Peternakan Universitas Lampung. Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) Terbanggi Besar. Instalasi Pembibitan Kambing di Negeri Sakti Gedung Tataan. Instalasi Pembibitan Sapi Bali di Campang Tiga Lampung Selatan. produksi bibit hijauan pakan. Pengembangan Sumberdaya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. a. pakan.c ww w om k lic lic . Sarana dan Prasarana Peternakan Pengembangan sumberdaya. Untuk meningkatkan produktivitas ternak di Lampung. Balai Analisa Pakan di Bekasi Jawa Barat dan beberapa BPTU yang diberi mandate khusus seperti BPTU Baturaden (sapi perah) BPTU Siborong Borong (Babi) dan BPTU Pelaihari (Kambing). Pusat Penelitian Peternakan di Bogor. Dukungan Pengembangan Perbibitan Ternak Instalasi Perbibitan Ternak Kambing di Negeri Sakti dan Sapi Bali di Campang Tiga akan berperan dalam memproduksi bibit unggul (elite) sapi Bali dan Kambing (Boer. Disamping itu terdapat juga sarana dan prasarana milik “Pusat” yang dapat diakses untuk kepentingan pelayanan bidang peternakan di Lampung.s o ft w a k e r. serta beberapa institusi vertical antara lain Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah III Bandar Lampung . dalam rangka peningkatan populasi. sarana dan prasarana peternakan dimaksudkan untuk memberikan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas dan efektivitas pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. Pos Pelayanan Kesehatan Hewan (12 unit). BIB Lembang dan Singosari.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. Pos Pos Inseminasi Buatan yang tersebar di 10 Kabupaten Kota. Boerawa. Untuk mendukung pelayanan fungsi fungsi teknis. Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Hajimena. BPMSOH Bogor. utamanya akan dilaksanakan melalui teknologi Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer yang didukung dengan peningkatan kualitas pakan.doc/Datin 40 . Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. kebutuhan antar Propinsi dan pasar ekspor. guna meningkatkan ketersediaan komoditi dan produk produk peternakan untuk konsumsi masyarakat Lampung. reproduksi. Instalasi BPPT Lampung. pedoman beternak yang baik (good farming E:\KEBIJ TEK-260405. PE). pengembangan teknologi pakan. BPTU Sembawa di Sumatera Selatan. Dukungan Peningkatan Produktivitas Ternak Secara normatip peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi fungsi genetic. dan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Lampung. . b. bahan baku industri. Balai Karantina pertanian Panjang. pemerintah provinsi telah menyediakan dukungan sarana dan prasarana peternakan yang dapat di akses oleh peternak dan yang sekaligus merupakan dukungan teknologi antara lain.

c. E:\KEBIJ TEK-260405. institusi UPTD IB. yaitu di Lampung Tengah (2). Kabupaten dan Kota juga perlu didorong untuk mengembangkan Instalasi Pembibitan Ternak.doc/Datin 41 . Poskeswan atau dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu perlu dikembangkan pada sentra sentra pengembangan ternak di seluruh wilayah Propinsi. Metro (1). melalui bentuk kerjasama tripartite (Pemda.s o ft w a k e r. Sumsel. dan tenaga teknis lain serta peralatan pendukungnya sesuai dengan standar pelayanan minimal bidang kesehatan hewan dan kesehatan mesyarakat veteriner. Disamping itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner dan sekaligus mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain. yang dapat dimulai dengan pembentukan UPTD Pembibitan Ternak di masing masing wilayah. Swasta.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a re practices). Perbibitan dan Pakan perlu dikembangkan. Kelompok Peternak) atau bentuk kerjasama lainnya. Dukungan Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. fasilitasi dan pengawasan Rumah Potong Hewan. Lampung Timur (1). Kedua instalasi ini ditambah dengan IPMB Terbanggi Besar akan berperan untuk menjembatani peternak dengan teknologi. membandingkan dan dilatih ditempat ini. dalam kurun waktu 5 tahun kedepan paling tidak perlu dibangun lagi di 3 (tiga) Kabupaten lainnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah penyediaan tenaga medis. Hal ini sangat dimungkinkan. Dimana peternak dapat magang. maka pengawasan lalu lintas hewan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. selain telah didukung oleh BPPV wilayah III Bandar Lampung yang membawahi 4 Propinsi (Lampung.c ww w om k lic lic . serta berperan dalam pembinaan kelompok kelompok VBC dan penjaringan bibit unggul. paramedic . Disamping itu untuk memperluas jangkauan pembinaan. Lampung Selatan (3). Bangka Belitung dan Bengkulu). Bahkan dalam jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan. paling tidak menjadi 2 (dua) UPTD yaitu UPTD IB dan UPTD Perbibitan dan pakan Ternak. Operasionalisasi Poskeswan kedepan diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan swasta dan masyarakat. Sementara di tingkat Provinsi sendiri. akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembangunan peternakan secara keseluruhan. karena beberapa jenis pelayanan di bidang keswan sudah dapat dibiayai oleh peternak sendiri. Lampung Utara (1) Kota Bandar Lampung (1) dan Tulang Bawang (3). perlu menambah jumlah Poskeswan dari 12 unit yang ada saat ini. k w . . bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal Hewan (HBAH).

peningkatan biosecurity. Implementasi daripada pelaksanaan pelayanan Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer bekerjasama dengan Kabupaten/Kota dan para inseminator yang tersebar di 10 kabupaten / Kota sebanyak ± 180 orang. 12 unit Poskeswan. E:\KEBIJ TEK-260405. Pos cek poin yang ada di Lampung Selatan. sebagai upaya membentuk kelompok ternak “elite” sebagai sumber pejantan donor untuk IB dan betina donor untuk ET.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . telah disepakati harus bebas pada tahun 2007 (3) Diharapkan Lampung ditetapkan bebas penyakit SE (free area). Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Penyakit flu burung atau avian influenza (AI).doc/Datin 42 . bebas pada tahun 2007 (2) Penyakit flu burung dengan menggunakan metoda vaksinasi dan pengetatan bio security. surveillance dan pemetaan. “early warning system”. e. demikian juga dengan penyakit ramadewa. karena sudah sejak tahun 1990 tidak pernak terjadi kasus penyakit tersebut. Kegiatan tersebut didukung dengan keberadaan BPPV wilayah III Bandar Lampung. (4) Penyakit hog cholera sampai saat ini dapat dilokalisir dan hanya terjadi di Kabupaten Lampung Timur. ramadewa. (1) Untuk penyakit rabies telah diprogramkan oleh semua Propinsi di Pulau Sumatera dan bangka Belitung. Petugas kecamatan dan petugas medis dan paramedic swasta ataupun yang beroperasi secara mandiri. Sedangkan peningkatan produksi melalui penerapan embryo transfer. Operasionalisasi daripada upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit selain dilaksanakan dengan vaksinasi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. melalui pengembangan kelompok kelompok binaan yang dirancang melalui model “Village Breeding Centre” (VBC). sedangkan mani beku yang tidak dihasilkan di IPMB akan didatangkan dari BIB Lembang dan BIB Singosari atau impor. k w . tulang Bawang.s o ft w a re d.s o ft w a k e r. SE dan rabies merupakan penyakit hewan menular yang diprogramkan pemberantasan dan pengendaliannya secara Nasional ataupun regional. hog cholera. pengobatan massal.lima tahun kedepan penyakit ini diharapkan dapat bebas. brucellosis. . Way Kanan dan Lampung Barat. Penyediaan mani beku dan Pelayanan Inseminasi Buatan Mani beku sapi potong dan kambing diproduksi di IPMB Terbanggi Besar. juga dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan bahan asal hewan. dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Embryo Transfer Cipelang dan kelompok peternak .

dan limbah pengolahan sawit. Meskipun demikian. perlu dirancang upaya atau teknik untuk meningkatkan kualitas dan penyimpanan pakan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan yang ada.s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara swadaya atau sharring yang adil antara pemerintah. yaitu antara lain :kopi dan lada organic. Dampak lain daripada pola ini akan mendukung pengembangan komoditi eksotik yang akan menjadi unggulan Lampung. Kapasitas tampung ternak sapi pada perkebunan sawit ± 40. 3.Secara teknis pemanfaatan pakan pada lahan pertanian dan perkebunan dapat dijelaskan sebagai berikut : • Integrasi ternak dengan perkebunan sawit Sumber pakan pada pola integrasi dengan perkebunan sawit dapat diharapkan dari rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. Dengan demikian sangat diharapkan untuk mendorong diversikasi usaha perkebunan sawit dengan sisipan usaha penggemukan sapi. lahan perkebunan sawit. peternak dan kalau memungkinkan fihak swasta. tampaknya yang paling mudah adalah mengharapkan pada rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Hal yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan pola integrasi ternak ini adalah pemanfaatan pupuk organic yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menjaga kesuburan lahan. Berdasarkan perhitungan data tahun 2003. baik pada skala usaha tani kecil ataupun pada skala perusahaan pertanian / perkebunan. Secara garis besar pendekatan teknis yang akan dikembangkan di Lampung adalah sebagai berikut : a.doc/Datin 43 . dapat menampung ternak sapi sebanyak 549.830. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan produksi (populasi) dan produktivitas ternak yang akan berpengaruh langsung kepada pendapatan peternak. tebu. coklat. nenas dan tanaman padi. .200 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. k w . oleh karena itu dalam membangun peternakan yang mantap dan tangguh factor pakan akan menjadi kunci keberhasilan utama. Pengembangan Pakan Pakan ternak merupakan factor produksi yang paling dominan dalam usaha peternakan. kopi. pengolahan daun sawit.c ww w om k lic lic . singkong.000 ekor.s o ft w a re Pelayanan Inseminasi Buatan dan embryo tangsfer serta bentuk pelayanan aspek reproduksi dan fisiologis lainnya. lada.000 ekor dan ternak kambing 1. Integrasi Ternak Dengan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Konsep paling efisien dalam pengembangan pakan untuk ruminansia adalah mengintegrasikan ternak ruminansia dengan usaha pertanian dan perkebunan.

• Integrasi ternak dengan perkebunan singkong Potensi pakan hijauan yang berasal dari limbah tanaman singkong di Lampung pada tahun 2001 sebanyak 1. kenyataannya saat ini sapi jenis Ongol dan peranakannya (PO) berkembang di Jawa khususnya disekitar perkebunan tebu.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic . yaitu mengintroduksi sapi Ongol kedalam perkebunan tebu.doc/Datin 44 . hay atau sillase E:\KEBIJ TEK-260405.7 juta ton / tahun atau mampu menampung 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan tebu Introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu sebenarnya telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1830. Upaya lain untuk meningkatkan daya guna daun singkong adalah dengan melalui pengolahan dan dapat disimpan dalam bentuk pellet.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Dibeberapa tempat. Di Lampung masih terdapat 2 (dua) perusahaan perkebunan nenas yang memiliki potensi untuk dipadukan dengan usaha peternakan. ternak kambing telah mengalami adaptasi dan mampu mengkonsumsi daun singkong segar. Selain mampu menanggulangi persoalan limbah. dengan tujuan sebagai alat transportasi tebu. Secara teknis limbah nenas ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing dan domba.70 juta ekor kambing. bermitra dengan peternak di sekitar serta menjual pakan yang berasal dari limbah nenas kepada peternak yang membutuhkan.000 ekor. padahal populasi kambing tahun 2003 baru mencapai 810.000 ekor. • Integrasi ternak dengan perkebunan nenas Usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan nenas (pabrik pengalengan nenas) dengan memanfaatkan limbah telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan besar di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. . bahkan ada yang sampai 100%. Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah tanaman singkong untuk pakan adalah kandungan HCN yang dapat menyebabkan ternak keracunan. perusahaan ini juga memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman nenasnya. k w . Artinya kalau 50% saja potensi limbah singkong dimanfaatkan untuk ternak kambing. terlebih dahulu dapat dilakukan fermentasi dan penambahan pakan acditive serta pemberian pakan konsentrat. maka akan ada tambahan populasi sebanyak 850. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang bersumber dari daun pucuk tebu. yaitu di Kabupaten Lampung Tengah dan di Kabupaten Lampung Utara. Dengan demikian introduksi populasi baru di kawasan industri gula dapat dikatakan tidak ada masalah.

c ww w om k lic lic . Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Pakan Teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang perlu dikembangkan di Lampung antara lain : • Teknologi pengolahan dan penyimpanan jerami padi. kulit coklat. yaitu dari peningkatan produksi tanaman utama (kopi. kulit kakao. • Integrasi ternak dengan pertanian padi Jerami padi di Lampung yang memiliki potensi sebagai pakan ternak dan mampu menampung sapi dan kerbau sebanyak ±341. dan sumber hijauan lainnya. Dari luasan yang ada di Lampung (±4.000 ekor sapi per tahun. Limbah dari tambak udang berupa kepala udang.000 ekor • Integrasi ternak dengan perkebunan pisang Lampung merupakan salah satu pemasok utama buah pisang ke Banten.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . dimana 67.5 juta rumpun) paling tidak bisa menampung ±45.9 % berada di Kabupaten Lampung Selatan.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan kopi . Itik yang mengkonsumsi kepala udang menghasilkan telur dengan kuning telur yang khas yaitu berwarna orange. DKI Jakarta dan Jawa Barat. dan dedak kopi untuk campuran konsentrat. b. kopi dan lada mencapai 130 150. daun dan batang singkong.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pelepah dan tandan sawit.s o ft w a k e r. lada dan coklat Pengertian integrasi ternak kambing kedalam perkebuan kopi dan lada. yang memanfaatkan bonggol. sebagian besar masih dibakar. lamtoro dan dadap). Padahal dengan sedikit proses pengolahan fermentasi. Potensi pengembangan ternak kambing yang diintegrasikan dengan perkebunan coklat. akan meningkatkan palatabilitas dan kandungan gizi sebagai pakan. • Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang telah diintroduksikan sejak tahun 2002 di Kabupaten Tulang Bawang. seperti fermentasi jerami. Sehingga petani mendapatkan 2(dua) sumber nilai tambah. pucuk tebu. pembuatan sillase E:\KEBIJ TEK-260405. rumput yang ada di sekitarnya serta pemanfaatan pupuk organic untuk tanaman utama.565 ekor. k w .doc/Datin 45 . lebih menekankan pada pemanfaatan tanaman pelindung yang biasanya menggunakan tanaman leguminosa (glirisidae . . lada dan coklat) serta dari produksi ternak kambing. pengeringan dan tambahan unsur mikro. belum banyak dimanfaatkan. daun dan rumput disekitar kebun. memiliki kandungan protein dan mineral yang baik untuk pakan udang.

perkebunan kakao. atau maksimal berapa persen bungkil sawit ada dalam ransum ayam petelur serta pemberian feed supplement (misalnya supplement blok) Tentu yang penting disini adalah. . e. kondisi. serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Berbagai limbah agroindustri yang mungkin untuk dikembangkan adalah limbah perikanan.c ww w om k lic lic . gerakan tidak membakar jerami padi setelah panen. Pabrik pakan mini mempunyai skala usaha 1 – 3 ton per hari dengan jangkauan sebaran 10-20 Km dari lokasi pabrik. keterampilan dan kemauan peternak dalam menyediakan pakan masih diperlukan kegiatan kegiatan yang bersifat ”gerakan”. Dengan demikian secara ideal antara sumber bahan. baik berupa ikan maupun udang. lokasi. Gerakan penanaman dan pengembangan hijauan pakan Mengingat masih rendahnya apresiasi peternak terhadap pakan ternak. Pengembangan Pabrik Pakan Mini Masalah pokok dalam penyediaan pakan ternak adalah rentang jarak yang terbentang lebar antara sumber bahan pakan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (1) meningkatkan akses dengan lembaga penelitian dan (2) bagaimana mengintroduksikannya kepada peternak c. Antara lain misalnya gerakan penghijauan dengan menggunakan tanaman leguminosa. pabrik dan konsumen harus berada dalam satu lingkaran yang dekat. Inventarisasi Limbah Agroindustri Kegiatan dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi ketersediaan semua bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri. gerakan menanam rumput unggul atau gerakan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan. dan pabrik kacang tanah.s o ft w a re • Teknologi penyusunan ransum. Inventarisasi tersebut meliputi ketersediaan jumlah. System produksi yang digunakan adalah Mix and Delivery . Pemikiran ini memunculkan konsep pengembangan pabrik pakan dalam skala kecil di kawasan pemeliharaan ternak. Informasi mendetail tentang hal ini sangat membantu pengembangan limbah agroindustri sebagai sumber pakan. artinya setelah pakan dicampur E:\KEBIJ TEK-260405. dan konsumen. perkebunan kelapa. k w .s o ft w a k e r. misalnya sampai berapa persen daun singkong racun dapat diberikan dalam ransum kambing. d. industri tapioka. maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan. pabrik pakan.doc/Datin 46 .

4. Dukungan Pra Produksi dan Pasca Produksi Dukungan tersebut berupa upaya untuk meningkatkan investasi. promosi. obat obatan. Dukungan Informasi dan Promosi E:\KEBIJ TEK-260405. Dukungan Permodalan dan Investasi Dukungan permodalan dilaksanakan dengan cara mendekatkan para peternak terhadap fasilitas permodalan yang ada seperti Kredit Ketahanan Pangan (KKP). produksi / budidaya. Sedangkan dukungan terhadap kegiatan pasca produksi yaitu pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha peternakan serta kemitraan antara perusahaan peternakan dan peternakan rakyat. Pada 5 tahun pertama disarankan untuk membangun 5 pabrik pakan di 5 kabupaten yang mempunyai populasi ternak cukup padat.s o ft w a re kemudian langsung didistribusikan. Pengembangan Usaha Peternakan Kebijakan pengembangan usaha peternakan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan usaha agar investasi di bidang peternakan meningkat . dan peralatan.s o ft w a k e r. pelatihan / magang.c ww w om k lic lic . b. Disamping itu kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat proses transformasi melalui dukungan terhadap proses sebelum peroduksi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . akan didorong terus untuk menjadi sumber permodalan alternative dan menjadi dana abadi para peternak.doc/Datin 47 . c. kredit usaha kecil menengah (UKM). pakan. standarisasi. Dengan demikian setiap tahun dapat dibangun 1 pabrik pakan mini. vaksin. modal ventura. incubator agribisnis. pasca panen dan pemasaran.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. informasi pasar. Sistem permodalan dengan cara bergulir melalui pola Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini. k w . . Proses ini lebih menguntungkan karena tidak diperlukan proses pengeringan. temu usahan dan lain lain. Surat Utang Pemerintah (SUP). sertifikasi dan pengawasan terhadap agro input yang meliputi bibit. Dukungan dan bimbingan ditujukan untuk memberikan kemudahan melalui pelayanan usaha. sehingga tercipta peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. akreditasi. a. kemitraan dengan perusahaan swasta atau melalui kebijakan anggaran ditingkat Propinsi ataupun Kabupaten.

Promosi juga dilakukan dalam rangka menarik minat para investor guna mengembangkan usaha peternakan . kesehatan dan tatalaksana) juga diterapkan manajemen pengelolaan perbibitan ternak yaitu pencatatan. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong Pengembangan usaha perbibitan ternak sapi potong akan tetap dikembangkan melalui model pengembangan sentra bibit pedesaan (Village Breeding Centre = VBC) dengan basis peternakan rakyat. pakan. telur dan susu).doc/Datin 48 . pemerintah dan peternak. kastrasi. Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong selain dilaksanakan dengan model inti plasma dan VBC. Promosi dilakukan terutama terhadap komoditi unggulan peternakan Lampung yaitu sapi potong. budidaya ataupun pengolahan. Pengembangan informasi melalui jaringan internet telah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan sehingga menjadi media informasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Pengembangan usaha pembibitan ternak sapi ini menjadi sangat strategis dan mutlak untuk mendapatkan porsi prioritas. seleksi dan penyortiran. IB. kambing dan ayam ras sehingga dapat dikenal dan diminati oleh pasar. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. juga dikembangkan usaha penggemukan yang terintegrasi dengan VBC . baik pasar Nasional ataupun pasar ekspor. 6. reproduksi. .s o ft w a k e r.s o ft w a re Informasi pasar dan promosi yang berkaitan dengan pengembangan usaha sangat diperlukan. dapat pula dilaksanakan melalui model kerjasama tripartite antara swasta. telur dan susu.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . baik pada sector hulu. kelembagaan kelompok sebagai E:\KEBIJ TEK-260405. Gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan gerakan peningkatan konsumsi daging. Pengembangan Usaha Sapi dan Kambing Perah Pengembangan ternak sapi perah selalu dihubungkan dengan peternak yang memiliki keterampilan budidaya lebih baik. embryo transfer dan sertifikasi. 5. Yang tidak kalah pentingnya adalah juga promosi dalam rangka menanamkan kecintaan dan kebiasaan makan (food habit) produk produk hasil peternakan lokal serta upaya meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak (daging. Dengan demikian produk produk peternakan Lampung akan lebih diminati dan usaha peternakan akan berkembang lebih cepat.c ww w om k lic lic . masih sangat relevan untuk tetap diapresiasikan kepada masyarakat Lampung. karena sampai saat ini usaha penggemukan sapi sebagian besar masih tergantung pada bakalan impor. penimbangan/ pengukuran. Usaha penggemukan selain dilaksanakan oleh perusahaan swasta. Disamping itu aspek pasar juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikelola secara kelembagaan. fisiologi. Pada model ini selain mengoptimalkan fungsi fungsi teknis (genetic.

pakan. Pemerintah dalam hal ini akan lebih banyak untuk mendorong untuk tumbuhnya iklim usaha yang kondusif dan membangun kemitraan antara swasta dan peternak yang lebih proporsional. Jawa barat dan pasar ekspor ke Negara Negara Timur Tengah. 8. Perbaikan penanganan pasca panen g. Promosi yang luas agar masyarakat mau minum susu murni d. k w . yaitu dengan cara persilangan antara kambing PE dengan Kambing Boer. walaupun sebenarnya pada kondisi saat ini semuanya bermuara pada harga jual susu di tingkat peternak dan produksi susu yang rendah. Pengembangan Usaha Ayam Ras Usaha peternakan ayam ras sudah sangat maju dan banyak ditentukan oleh peran swasta. Pengembangan Usaha Burung Puyuh Usaha peternakan burung puyuh dapat dilakukan pada lahan yang relatip sempit dan diusahakan secara intensif. banten . f. terutama untuk memenuhi pasar Jakarta. Pengembangannya yaitu sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini pada ternak kambing. Sebagai upaya terakhir tapi terbatas adalah subsidi atau bantuan pakan konsentrat. oleh sebab itu ternak burung puyuh dapat dikembangkan di wilayah pinggiran perkotaan seperti Kota Bandar Lampung. E:\KEBIJ TEK-260405. proses pengolahan. Oleh karena itu ternak kambing dan ternak domba akan dikembangkan dengan sasaran menghasilkan ternak dengan bobot minimal 40 kg pada umur 10 bulan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sebagai akibat dari kualitas bibit dan pakan yang dibawah standar. 9. maka kelembagaan peternak harus di restrukturisasi c. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Kambing/ Domba Peluang pasar ternak kambing kedepan sangat prospektif. Keempat komponen penentu ini masih bermasalah pada sentra pengembangan sapi perah di Kecamatan Talang Padang dan Metro.s o ft w a re pengelola. . 7.doc/Datin 49 . Kemitraan dengan perusahaan swasta e.c ww w om k lic lic . dan pemasaran (konsumen susu murni dan harga yang pantas). pelayanan kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. Untuk mempermudah pembinaan dan meningkatkan posisi tawar peternak. Dalam rangka pengembangan sapi perah kedepan perlu dilakukan upaya perbaikan sebagai berikut : a. Pada aspek teknis antara lain perlu ada perbaikan bibit.s o ft w a k e r. b. dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan dan pengembangan sentra sentra perbibitan. Secara paralel perlu ada introduksi pengembangan ternak kambing yang memproduksi susu.

Oleh sebab itu program Intensifikasi Ayam Buras (intab) yang telah dintroduksi sejak tahun 1980-an. baik dikembangkan pada komunitas masyarakat Bali ataupun dikembangkan secara khusus di Pulau Pulau yang ada di Lampung.s o ft w a k e r. Demikian juga dengan intensifikasi ternak itik (Intik) 11. 10. . Pringsewu. karena hampir 100% keluarga petani di Lampung memelihara ayam buras walaupun dengan jumlah yang relative kecil. dapat dilakukan dengan system bapak angkat atau kemitraan antara peternak dengan “poultry shops” atau distributor pakan / obat lainnya.doc/Datin 50 . Disamping itu juga Propinsi Lampung memiliki peluang untuk relokasi usaha peternakan Babi yang ada di DKI Jakarta. Kotabumi. Banten dan Jawa Barat. antara lain pada wilayah komunitas masyarakat Bali. Pengembangan Intensifikasi Ayam Bukan Ras (buras) dan Itik Sebagaimana diketahui bahwa komoditi ayam buras posisinya sangat strategis jika dikaitkan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak. Adapun pengembangan ternak ini dilakukan melalui peningkatan pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan. Pengembangan Usaha Ternak Babi Pembinaan dan pengembangan usaha peternakan babi dilakukan terhadap wilayah wilayah yang secara social tidak menimbulkan penolakan. misalnya dikaitkan dengan upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit flu burung.s o ft w a re Metro. 12. Kalianda. Bandarjaya.c ww w om k lic lic . serta kota kota kabupaten dan kecamatan lainnya. Lampung Tengah dan kabupaten Tulang bawang. Pengembangannya selain secara mandiri .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kematian dan sebagainya. persilangan dengan kerbau unggul lokal melalui E:\KEBIJ TEK-260405. perlu “direplikasi” ulang dengan konsepsi yang telah disempurnakan. k w . Pengembangan ternak kerbau di Provinsi Lampung perlu mendapat perhatian mengingat ternak ini merupakan obyek penting dalam urusan adat istiadat suku Lampung. seperti di kabupaten Lampung Selatan. Lampung Timur.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembinaan dan Pelayanan Teknis Ternak kerbau Usaha ternak kerbau masih merupakan peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang relative terbatas. misalnya pada acara perkawinan. karena pada umumnya memerlukan habitat di daerah rawa – rawa walaupun juga dapat dipelihara di dataran tinggi Selain itu jarak kelahiran ternak kerbau / calving interval) cukup panjang yaitu 18 – 20 bulan sehingga menyebabkan perkembangan ternak ini lambat dibandingkan dengan ternak sapi.

Peningkatan Kerjasama dan koordinasi dengan lembaga penelitian. entok. Disamping itu juga dalam rangka meningkatkan pendapatan dan peluang usaha masyarakat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan perlu dikembangkan juga ternak yang bersifat exotic atau ternak hias antara lain. ISSUE POKOK PEMBANGUNAN PETERNAKAN : 1. bekisar dan lain – lain. angsa. Peningkatan koordinasi lintas sector. ayam pelung. kalkun dan kelinci. antar kabupaten kota dan antar Propinsi dengan Pusat b. organisasi profesi dan swasta BAB VII RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009 A. ayam kate.c ww w om k lic lic . Peningkatan fungsi Koordinasi antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota. ayam cemani.s o ft w a k e r. Peningkatan Fungsi Koordinasi dan Kerjasama a. k w . ayam kipas. kalkun dan rusa perlu dikembangkan lebih luas lagi. Sedangkan ternak rusa masih diperlukan upaya sosialisasi dan ujicoba secara terencana. Pengembangan Aneka Ternak Sebagai upaya substitusi dan dalam rangka meningkatkan konsumsi daging. terutama komoditi yang sudah familier dengan petani di Lampung yaitu entok.s o ft w a re teknologi Inseminasi Buatan serta pengembangan pembuatan mani beku ternak kerbau. 14. 13. angsa. Konsumsi Protein hewani asal ternak masih rendah E:\KEBIJ TEK-260405. hal ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan peternakan lebih dari 60% ditentukan oleh sector lain c. maka “ Aneka Ternak” yang terdiri dari kelinci. perguruan tinggi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . .doc/Datin 51 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.

Telur dan Susu Beberapa Negara di Asia dan Beberapa Propinsi di Indonesia tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NEGARA*/ PROPINSI** Banglades China Jepang Malaysia Philipina Thailand Indonesia Lampung Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan KONSUMSI (kg/kapita/tahu) Daging Telur Susu 3.97kg/kapita/tahun.62 3.7 gram/kapita/hari atau 78.35 kg/kapita/tahun (60. ayam kampung 3.55 kg.00 9.42%). dan Propinsi di Indonesia. daging 10. Jika dibandingkan dengan Negara Negara di Asia.96 25.87 0. telur 4. kambing dan domba 0. k w . Vietnam 40 butir.10 3.72 7.01 kg. .15 gram/kapita/hari atau baru mencapai 69. Secara Nasional konsumsi protein hewani asal ternak Indonesia masih sangat rendah.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.54 10.30 kg.96 4.33% dari standar minimal FAO.02 4. dan ayam ras 2.s o ft w a re Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi protein hewani sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.72 46.48 6.08 0.68 31.doc/Datin 52 .71 5.30 4.25 25.5 kg /kapita/tahun dan susu 7.55 39. Perbandingan Konsumsi Daging. Sebagai gambaran perbandingan tingkat konsumsi daging.63 3.87 17.50 6. telur dan susu beberapa Negara di Asia.3 kg/kapita/tahun. Sementara konsumsi telur di Lampung pada tahun 2004 mencapai 68 butir/kapita/tahun. bahwa standar konsumsi minimal protein hewani asal ternak adalah protein hewani 6 gram/kapita/hari.c ww w om k lic lic .83%). sebagai berikut : Tabel 14.2 kg/kapita/tahun.97 20.76 5. Sementara konsumsi protein hewani yang dicapai Propinsi Lampung pada tahun 2004 baru mencapai 4.28 kg/kapita/tahun (65.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .33 5.35 2.97 3.s o ft w a k e r. Jika dilihat dari konsumsi masing masing komoditi.04 7.71 22.53 3.00 10.50 6.43 3. telur 6.31 6.82 24. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia 300 butir/kapita/tahun.50 17. Indonesia hanya berada di atas Banglades dengan tingkat konsumsi protein hewani 4. maka penduduk Lampung pada tahun 2004 baru makan daging sapi 0.15 2. Filipina 70 butir.01 4.60 2.84 4.50 Berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998 dan FAO.16% dari standar minimal yang ditetapkan WKPG dan FAO.36 13. Thailand 100 butir.50 1.09 kg/kapita/tahun (68.51 0. Pencapaian tersebut setara dengan konsumsi daging 7. serta konsumsi daging ayam E:\KEBIJ TEK-260405.10 2.21 6. bahkan beberapa pakar mengukur tingkat keberhasilan pembangunan dari tingkat konsumsi protein hewani dan menganggap jika konsumsi protein hewani terlalu rendah akan terjadi apa yang disebut “ loose generation”.85%) dan susu 4.03 3.

yang secara monumental diawali dengan program BPSD (Bimbingan Peternak Sapi Pedaging) pada tahun 1977.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . produksi dan produktivitas ternak. Sementara konsumsi beras Nasional (133 kg/kapita/tahun) adalah konsumsi beras tertinggi di Dunia. kemitraan penggemukan sapi. Jawa Barat. Sedangkan ayam ras pedaging jika pada tahun 2009 ditargetkan naik 1 kg maka diperlukan populasi (kumulatif) sebesar 35. baik yang dibiayai APBN ataupun APBD. Sementara pertumbuhan populasi ayam pedaging selama 5 tahun terakhir hanya 4. serta program pendukung lainnya. bahkan sampai ke Pulau Kalimantan. Thailand 16. jika sampai dengan tahun 2009 konsumsi daging ayam kampung ditargetkan naik 1 kg menjadi 4.56% dari total konsumsi daging. k w . Propinsi Lampung pun semakin dikenal sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional. tingkat pendidikan. maka populasi (sesaat) pada tahun tersebut harus mencapai 16.57 kg atau 78. yang didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan yaitu kesehatan. budaya dan kebijakan pemerintah.76% per-tahun. . komoditi unggas termasuk komoditi yang cepat dikembangkan. juga harganya relative terjangkau. inseminasi buatan. Ternak tersebut sebagian dibeli (“dipindahkan”) dari Lampung.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Propinsi Lampung dikenal sebagai penghasil ternak potong dan bibit dan secara rutin mensuplai ternak potong untuk kebutuhan pasar DKI Jakarta. setiap tahun tidak kurang dari 40. Akan tetapi setelah diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999. yaitu pada tahun 2004 mencapai 5. kemitraan ayam. Sebenarnya ini adalah peluang yang sangat baik E:\KEBIJ TEK-260405. maka peranan produk unggas khususnya daging ayam kampung dan ayam broiler memegang peranan yang sangat penting.8 kg dan Vietnam 1 kg. beberapa Propinsi di Sumatera melalui APBD dan APBN-nya banyak kegiatan pengadaan bibit ternak khususnya sapi dan kambing. pengembangan pakan dan penyuluhan.s o ft w a k e r. 2. dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat.doc/Datin 53 . Seiring dengan perjalanan waktu. maka secara bertahap yang dimulai tahun 1993. Issu rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak. selain menyangkut aspek produksi dan distribusi. Artinya kebijakan pemerintah Propinsi Lampung dalam upaya meningkatkan konsumsi daging. Filipina 4 kg.c ww w om k lic lic .15 juta ekor .55 kg/kapita per tahun. perlu memprioritaskan kepada komoditi unggas. Dari data tersebut di atas dan trend konsumsi produk peternakan dari tahun ke tahun di Propinsi Lampung. juga sangat terkait dengan daya beli masyarakat. Pengurasan populasi ternak terutama sapi dan kambing Diawali dengan berbagai program peningkatan populasi.05 %.6 juta ekor atau diperlukan peningkatan populasi rata rata 10. Sebagai gambaran. Dilihat dari sifatnya.000 ekor bibit sapi dan kambing “pindah” dari Lampung ke beberapa Propinsi di sumatera.s o ft w a re Malaysia 23 kg. kemudian dilanjutkan dengan proyek penyebaran ternak P3TK-IFAD pada tahun 1983. Karena selain cepat dikembangkan.

Propinsi lain akan lebih cepat mengembangkan kambing boerawa karena memiliki sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dari Lampung. (1) pelaksanaan biosekuriti secara ketat. Hal tersebut sangat wajar dan sesuai dengan hukum ekonomi. Adapun materi pokok dari pedoman tersebut antara lain berisi langkah langkah pencegahan dan pemberantasan yaitu. (3) pembatasan lalulintas hewan dan bahan asal hewan. maka upaya yang harus menjadi prioritas adalah sosialisasi kepada masyarakat peternakan. k w . APBN dan partisipasi swasta dan masyarakat serta koordinasi vertical dan horizontal.daya saing dan tetap sebagai salah satu lumbung ternak Nasional.c ww w om k lic lic . maka secara bertahap Lampung akan kekurangan bibit betina dan pejantan unggul. pelaporan dan evaluasi. akan tetapi persoalannya dikuatirkan pada saatnya nanti.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Hal lain yang sampai saat ini juga menjadi bumerang dalam pengembangan peternakan di Lampung. perlu dukungan pembiayaan yang cukup besar baik dari APBD Propinsi.s o ft w a k e r. oleh karena itu untuk membebaskan penyakit ini selain langkah langkah sebagaimana tersebut di atas. maka pemerintah telah menerbitkan pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung pada unggas.000 – 140.tahun. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian sampai 100% dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak. Adanya wabah flu burung (avian influenza) dan penyakit strategis lainnya Penyakit flu burung pada unggas (avian influenza) di Lampung disebabkan oleh virus influenza A (highly pathogenic) dari family Orthomyxoviridae .5 juta per ekor kambing boerawa umur 8 bulan). Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang baru muncul di Lampung (Indonesia) dan baru dikenal oleh masyarakat peternakan. E:\KEBIJ TEK-260405. adalah ketergantungannya terhadap sapi bakalan impor. APBD Kabupaten / Kota. . ternyata dengan iming iming harga yang cukup tinggi (Rp 1 – 1.s o ft w a re untuk peternak di Lampung. akan tetapi jika pengeluaran ternak bibit yang berkualitas tidak dapat dikendalikan. Oleh sebab itu dalam rangka melindungi peternak dari kerugian yang besar. 3. (5) peningkatan kesadaran masyarakat. (2) pelaksanaan vaksinasi. (4) surveillance dan penelusuran. Sapi bakalan lokal secara kualitas dan kuantitas belum mampu memenuhi kebutuhan usaha penggemukan sapi di Lampung yang membutuhkan 120. (6) stamping out serta (7) monitoring. pada saat Propinsi Lampung sedang mulai mengembangkan kambing boerawa yaitu silangan antara Kambing PE dan Kambing Boer.doc/Datin 54 . Sebagai contoh. Untuk ini juga perlu ada strategi pengembangan perbibitan yang komprehenship dan berkelanjutan.000 ekor bakalan per . Penyakit ini juga telah menyebabkan terhentinya ekspor daging ayam dari Lampung ke Jepang. sehingga Lampung akan memiliki keunggulan .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. peternak menjual kambing boerawanya. dan dibeberapa sentra telah menghasilkan bibit.

Pelimpahan kewenangan tersebut harus bertumpu pada batasan bahwa pelayanan yang dilimpahkan harus lebih efisiensi dan efektif. . Contoh pelayanan IB dan pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat. E:\KEBIJ TEK-260405. dan bentuk pelayanan public lainnya di bidang peternakan. Ramadewa pada sapi Bali.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sehingga peternak dapat memilih yang terbaik dengan harga yang terjangkau. karena dalam undang undang tersebut antara lain mengatur penyerahan wewenang dari pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia atau disebut desentralisasi. Septichaemia Epyzotica (SE). Kurangnya akses kesehatan hewan masyarakat terhadap pelayanan peternakan dan Pelayanan publik dibidang peternakan perlu dikembangkan menjadi lebih transparan. sehat.doc/Datin 55 . tapi yang penting dengan privatisasi akan terjadi persaingan yang sehat.c ww w om k lic lic . Kurangnya akses peternak terhadap pelayanan public dibidang peternakan antara lain disebabkan banyaknya alih fungsi penyuluh pertanian. pendampingan dan penyuluhan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . dimana upaya swastanisasi harus didasarkan pada asumsi bahwa lembaga sektor swasta mampu lebih fleksibel . Disisi lain sebenarnya dengan diberlakukannya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah seharusnya fungsi pelayanan publik semakin baik. di Lampung juga terdapat beberapa penyakit menular dan strategis yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yaitu penyakit Brucellosis . utuh dan halal (ASUH). Upaya pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberi kekuasaan . Tugas pelayanan tersebut dapat dilaksanakan oleh institusi diluar pemerintah atau dilakukan melalui swastanisasi. dan penyakit Rabies. Pelayanan publik dibidang peternakan yang masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan antara lain perlindungan atau jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk peternakan yang aman. serta tidak adanya rekrutmen penyuluh dan petugas lapangan.s o ft w a k e r. Privatisasi adalah salah satu metoda untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut.s o ft w a re Disamping penyakit Flu Burung. 4. dan berorientasi pada pengguna. mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas agar masyarakat memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan. Hog Cholera. meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi. kendatipun biasanya kepentingan bisnisnya lebih dikedepankan. dapat bersaing secara sehat diantara para penyedia jasa pelayanan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan harga yang pantas. partisipatif. k w . merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik.

Akan tetapi persoalannya benarkah modal itu tidak ada ? ataukah peternak yang tidak memiliki kamampuan untuk akses ke sumber atau pemilik modal ? atau pemerintah yang belum berfihak kepada peternak ? atau lembaga keuangan dan pemilik modal yang sangat awam terhadap usaha peternakan yang sebenarnya layak ? atau antara peternak. Sampai dengan tahun 2003 ternak yang ada baru mencapai 468.20% dari potensi sumberdaya alam yang tersedia. pemerintah. kelompok peternak dengan pemilik modal / lembaga keuangan belum ada yang memfasilitasi ? atau aparat pemerintah (petugas peternakan) tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat ? Ternyata banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan peternak tidak memiliki modal. Jika pertumbuhan populasi ternak seperti saat ini yaitu 2-4%. E:\KEBIJ TEK-260405. Adanya peraturan perundangan yang mendukung dan berfihak pada peternak.c ww w om k lic lic . Meningkatkan apresiasi lembaga keuangan dan pemilik modal lainnya terhadap berbagai usaha peternakan yang layak dibiayai d.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. c. Meningkatkan kualitas pelayanan aparat pemerintah. Membangun dan menumbuhkan kepercayaan lembaga keuangan kepada peternak dan kelompok peternak. k w . 6. Menumbuhkan keberpihakan pemerintah (komitmen) untuk membangun usaha dibidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya pada skala kecil dan menengah.doc/Datin 56 .41 juta unit ternak). dan peternak Faktor lain yang secara paralel harus berdampingan dengan pengembangan aspek permodalan adalah : a.41 juta unit ternak.820 unit ternak. atau masih tersedia ruang dan potensi pakan untuk 941.s o ft w a k e r. dalam hal ini yaitu pemilik modal atau lembaga keuangan. terutama dalam hal pendampingan terhadap kelompok binaan dan difasilitasi secara langsung agar kelompok dapat berhubungan dengan lembaga keuangan e. diperlukan waktu 35 – 40 tahun.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . .s o ft w a re 5. maka untuk mencapai kapasitas daya tampung optimal (1. Akan tetapi dari pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada 3 (tiga) pemegang kendali primer yang memegang peranan. Terbatasnya modal untuk pengembangan peternakan Masalah ini merupakan factor pembatas utama yang selalu dihadapi para peternak.180 unit ternak atau baru mencapai 33. Potensi sumberdaya alam belum dimanfaatkan secara optimal Sebagaimana diketahui bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya alam yang mampu menampung ternak ruminansia sebanyak 1. b.

doc/Datin 57 .80%.25%. 4-6 ekor = 44.0%. Dari angka sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peternak sapi potong yang skala usahanya masih termasuk skala usaha sambilan mencapai 88. akan tetapi nuansa pasal 4 ayat (2) pada UU nomor 22 tahun 1999.70%.25% dan cabang usaha 32. Skala usaha peternakan belum ekonomis Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2002 di Propinsi Lampung. .05%.00% adalah usaha sambilan dan cabang usaha 14 % E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re Upaya kita tentu bagaimana mendorong agar potensi sumberdaya alam yang ada dapat secara optimal dimanfaatkan dan mempercepat waktu pencapaiannya.0%.45%. Walaupun UU nomor 22 tahun 1999 secara otomatis tidak berlaku lagi setelah terbitnya UU nomor 32 tahun 2004.75% dan >20 ekor = 6. 11-20 ekor = 2. peternak yang memiliki sapi 1 – 3 ekor mencapai 43. pada ternak babi usaha sambilan 58. menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan investasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah membangun komitmen semua komponen pembangunan yaitu masyarakat. Propinsi dan Kabupaten Kurang dan rancunya koordinasi antar Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota serta antara Pemerintah (pusat) dan Daerah Propinsi .0% dan >50 ekor = 14.0%.0% dan >30 ekor = 8. diperkirakan tidak akan serta merta merubah sikap dan perilaku dalam melaksanakan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang baru. 7.s o ft w a k e r. 7-10 ekor = 8. k w . misalnya menjadi 10 atau 15 tahun.0%. antara lain peningkatan bobot hidup ternak.75%.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. ramah lingkungan dan berkelanjutan. 11-30 ekor = 34. Sedangkan ternak kambing yang memiliki 1-10 ekor 61. serta pada ternak itik 86. Ternak babi 1-10 ekor = 58%. juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas. 8.5%. 31-50 ekor = 16.3% dan >20 0.70%.0%.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan teknologi yang mudah diaplikasikan oleh peternak. serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. cabang usaha 34. Disamping itu juga upaya peningkatan produksi selain dilaksanakan melalui peningkatan populasi ternak. masing masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain”. antara lain merupakan salah satu dampak negative dari pelaksanaan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) yaitu “ Daerah Daerah sebagaimana disebut pada ayat (1).c ww w om k lic lic . Ternak itik ≤ 30 ekor = 70%. 11-20 ekor = 32. swasta & pemerintah. peningkatan pertambahan berat badan harian dan diversifikasi produk. dan cabang usaha = 11. Koordinasi antara Pusat. Pada peternak kambing usaha sambilan 61.

kuantitas dan kontinuitasnya. Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan daya saing kualitas produk peternakan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 3. VISI MEWUJUDKAN LAMPUNG SEBAGAI LUMBUNG TERNAK YANG TANGGUH DAN MANDIRI 2. perlu adanya upaya peningkatan skala usaha secara bertahap.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a re Ciri daripada usaha peternakan yang sambilan dan cabang usaha adalah kurang efisien di dalam pengelolaan factor factor produksi. dan perluasan pangsa pasar. dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. reproduksi. MISI 1.c ww w om k lic lic . Meningkatkan daya saing produk unggulan peternakan Lampung 4. dengan harga terjangkau serta semakin berperan dlm menyediakan kebutuhan nasional 2. Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal. k w . mandiri dan professional 3.doc/Datin 58 . peningkatan kualitas dan kontinuitas produk. Meningkatkan populasi dan produksi ternak guna menyediakan bahan pangan asal ternak yang terjamin baik kualitas. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yg tangguh . TUJUAN DAN SASARAN 1. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya Meningkatkan peranan Provinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional Meningkatkan pendapatan peternak 4. budidaya dan pengolahan produk peternakan. . SASARAN E:\KEBIJ TEK-260405. TUJUAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung Meningkatkan produktivitas ternak Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan Meningkatkan skala usaha peternakan Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tepat guna terutama dibidang pakan. B. Meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan yaitu sapi potong dan kambing. MISI.s o ft w a k e r. VISI. melalui peningkatan aksesibilitas peternak terhadap modal dan teknologi.

Service per conseption pelayanan IB ternak sapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 6) Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk pengembangan peternakan pada tahun 2009 sebesar 5 % 7) Pengeluaran ternak ke Propinsi lain untuk kebutuhan bibit dan ternak potong pada tahun 2009 adalah: sapi potong 172.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . baik dalam pembanguanan daerah. skala usaha ternak babi 5 % dan skala usaha ternak itik meningkat 2 %. kambing dan domba 243.55 %. PE). Kambing 40. skala usaha ternak kambing 3 %.73 gram/kapita/hari 2) Terwujudnya peningkatan produktivitas ternak. Analisis lingkungan strategis merupakan satu upaya objektif untuk merumuskan dan memformulasikan strategi pembangunan yang dilakukan dengan pendekatan “SWOT”.543 ekor kerbau 2. babi 24.15 %.15 %. 5) Populasi ternak sapipotong 55 % merupakan hasil IB dan ternak kambing 30 % merupakan kambing unggul hasil IB (Persilangan kambing Boer. antara lain : a. Rata rata calving interval 14 bulan pada ternak sapi dan 8 bulan pada ternak kambing 3) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dibidang peternakan. Jadi perencanaan strategis sangat penting untuk memperoleh keunggulan kinerja baik berupa produk ataupun servis yang sesuai dengan keinginan dan tuntunan stakeholder sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi E:\KEBIJ TEK-260405. Covering pelayanan kesehatan meningkat 40 % b.s o ft w a re Sasaran umum yang ingin dicapai pada tahun 2009 adalah : 1) Tercapainya konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung pada tahun 2009 sebesar 4. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Analisis lingkungan strategis adalah suatu analisis yang dilakukan secara objektif dan komprenship dengan mempergunakan data yang akurat.39 % c. k w . antara lain : a.478 ekor dan unggas 8.sector ataupun dalam pembangunan sub sektor peternakan khususnya di Propinsi Lampung. domba 39. Melalui analisis ini diharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung dapat melihat secara objektif kondisi-kondisisi internal dan eksternal. masyarakat.411 ekor.151 ekor.s o ft w a k e r.63 % 4) Terwujudnya peningkatan skala usaha peternakan antara lain pada tahun 2009 skala usaha sambilan dan cabang usaha pada peternakan sapi potong meningkat statusnya 1 % dan 3.86 juta ekor 8) Pendapatan peternak minimal sama dengan UMR C. . terbaru dan berasal dari lingkungan insternal dan eksternal.9 % . dan babi 57. swasta dan pemerintah. kerbau 11. Tingkat kelahiran ternak pada tahun 2009 meningkat masing masing ternak sapi potong menjadi 23.5 %.doc/Datin 59 .c ww w om k lic lic . Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen. yaitu dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (pelunag dan ancaman) yang dihadapi.35 % b. Covering pelayanan Inseminasi Buatan meningkat 26.

c ww w om k lic lic . gaplek dan lain lain 2) Letak geografis dan tofografis o Letak geografis Lampung sangat strategis karena berada di pintu gerbang Sumatera dan Jawa 3) Pasar Lampung dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.180 unit ternak • Bahan baku pakan konsentrat melimpah di Lampung. tapi juga sekaligus memiliki kelemehan yang kemungkinan besar dapat menghambat kemajuan dan / atau rencana pembangunan peternakan yang telah ditetapkan. anatara lain jagung.20% atau 468. serta mengubah kelemahan menjadi ancaman yang harus diatasi. Banten dan Jawa Barat.3 juta ha. bungkil kelapa. mollase. Secara sistematis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Propinsi Lampung dalam pembangunan peternakan adalah sebagai berikut : a. Sampai saat ini Lampung menjadi salah satu pemasok ternak potong ke DKI Jakarta. ayam ras dan pakan ternak Potensi pasar lokal juga masih dapat ditingkatkan.18% nya adalah lahan yang dapt dipergunakan untuk budidaya ternak • Kapasitas tampung Lampung untuk ternak ruminansia sebanyak 1. sumber pakan dan tempat budidaya dimiliki Lampung sangat luas yaitu 3. dedak halus. kulit biji kopi.doc/Datin 60 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sementara pada tahun 2003 baru mencapai 33. Kekuatan 1) Sumberdaya Alam • Lahan sebagai basis ekologi. tellur dan susu masih rendah 4) Perusahaan Swasta Perusahaan swasta telah banyak berkembang di Lampung antara lain bergerak di bidang penggemukan sapi potong. . Banten dan Jawa Barat serta bibit sapi dan kambing ke Propinsi di Sumatera Lampung memiliki komoditi yang mempunyai prospek untuk di ekspor yaitu ternak kambing.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. bungkil sawit. 1.s o ft w a re yang telah ditetapkan serta dapat mengantisipasi dengan cepat kemungkinan perubahan yang juga terjadi dengan cepat. mengingat konsumsi daging.41 juta unit ternak. ayam ras.s o ft w a k e r. dimana 54. k w . pakan ternak dan distributor / deppo obat hewan Beberapa perusahaan swasta telah melakukan kemitraan dengan kelompok peternak disekitarnya E:\KEBIJ TEK-260405. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan internal sejak dini. Analisis Lingkungan Internal(Kekuatan dan Kelemahan) Secara riel Propinsi Lampung memiliki kekuatan besar yang mampu mempercepat lajunya perkembangan peternakan. diharapkan seluruh jajaran dan masyarakat peternakan mampu menagntisipasi dan mampu mengubah kekuatan menjadi peluang.

doc/Datin 61 . k w . dan Pos Inseminasi Buatan b.s o ft w a k e r. Mesin dan Bahan E:\KEBIJ TEK-260405. hal ini antara lain disebabkan tingkat pendidikan formal petani ternak juga rendah. sikap dan keterampilan peternak relative rendah.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pelabuhan Internasional Panjang. BPTP. yaitu sapi potong dan kambing 6) Kebijakan Pemerintah Dukungan pemerintah Provinsi & Kab/Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional Dukungan pembiayaan melalui APBD Propinsi cenderung terus meningkat 7) Sarana dan Prasarana • • Propinsi Lampung telah memiliki Instalasi pembuatan mani Beku di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Prasarana pendukung lainnya adalah BPPV.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Poskeswan. . yaitu SD kebawah. teknologi dan informasi masih sangat rendah 2) Modal • Para peternak pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup • Skala usaha beternak umumnya masih rendah • Lembaga permodalan sulit diakses oleh peternak pada umumnya • Kebijakan makro dibidang permodalan belum menyentuh para peternak kecil dipedesaan. Kelemahan 1) Sumberdaya Manusia • Pengetahuan. Pos Satgas.c ww w om k lic lic .s o ft w a re 5) Komoditi unggulan Komoditi ternak unggulan Lampung telah dikenal oleh masyarakat di luar Propinsi . sementara peternak sendiri aksesibilitasnya rendah 3) Ternak • Kualitas bibit dan produktivitas ternak di Lampung masih rendah • Usaha perbibitan ternak belum diminati oleh perusahaan swasta • Tingkat kepemilikan ternak relatip masih rendah • Data populasi ternak kurang akurat • Usaha penggemukan sapi potong masih tergantung pada bakalan umpor 4) Peralatan . • Tenaga kerja terdidik justru lebih tertarik bekerja di kota kota besar • Aksesibilitas kelembagaan peternak terhadap modal. karantina hewan.

Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) a. 7) Kebijakan Pemerintah • Pungutan retribusi di Kabupaten / Kota yang kontra produktip karena semakin menambah biaya produksi • Perencanaan dan pembiayaan pembangunan peternakan yang kurang tepat • Adanya euphoria otonomi daerah 2. perkebunan dan perikanan serta optimalisasi pemanfaatan lahan marginal 2) Lampung memiliki kapasitas tampung ternak ruminansia sebanyak 1.doc/Datin 62 . Brucellosis. k w . antara lain peralatan IB. peralatan kesehatan hewan.s o ft w a re • • Sebagian besar peralatan dan mesin peternakan masih tergantung dari barang impor. Flu Burung.s o ft w a k e r.20 %. .41 juta AU. dan ND Lalu lintas hewan antar Pulau dan antar Propinsi sulit dikendalikan. jadi masih ada peluang pengembangan sebesar 66.80 % 3) Mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal 4) Meningkatkan produktivitas ternakmelalui penggunaan bibit unggul. sementara yang ada baru mencapai 33.c ww w om k lic lic . Peluang 1) Mengintegrasikan usaha peternakan kedalam usaha / perusahaan pertanian.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. teknologi dan tatalaksana budidaya yang efisien E:\KEBIJ TEK-260405. Ramadewa. sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit Jumlah Poskeswan dan petugas pelayanan kesehatan sangat terbatas . peralatan dan msin budidaya Bengkel alat alat peternakan belum berkembang dengan baik 5) Obat dan pakan Sebagian bahan baku obat dan obat hewan masih diimpor Sebagian bahan baku pakan konsentrat antara lain tepung ikan masih tergantung dari bahan baku impor 6) Kesehatan Hewan Masih adanya penyakit hewan menular di Lampung antara lain SE. Hog Cholera.

dapat dirintis ulang sebagai komoditi ekspor. . Dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi ataupun untuk pasar ekspor 7) Ayam ras yang merupakan salah satu unggulan Lampung. Ancaman 1) Globalisasi perdagangan 2) Euporia otonomi daerah 3) Semakin tingginya ketergantungan dan keterkaitan antar sektor 4) Adanya tuntutan efisiensi. baik bahan baku konsentrat ataupun hijauan. kualitas dan kontinuitas produk 5) Out break penyakit flu burung dan penyakit hewan menular lainnya 6) Pengurasan populasi sapi potong dan kerbau yang diakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali dan pemotongan ternak betina produktip 7) Ketergantungan pasokan sapi bakalan dari Australia 8) Kemungkinan terjadinya bioterorisme 9) Restrukturisasi organisasi D. dan sebagai substitusi daging merah (sapi. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap manfaat protein hewani bagi tubuh manusia b. kerbau.s o ft w a re 5) Pengembangan ternak kambing Boerawa yang memiliki potensi pasar di dalam dan di Luar Negeri 6) Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang melimpah. telur dan susu. juga menjadi daya tarik investasi b.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. antara lain: a. Meningkatkan produksi daging.c ww w om k lic lic . kambing.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang peternakan di Lampung . 10) Letak geografis Lampung yang dekat denga pasar raksasa DKI Jakarta.s o ft w a k e r. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN & SASARAN) 1. agar harganya terjangkau masyarakat E:\KEBIJ TEK-260405. Banten dan Jawa Barat. domba dan babi) 8) Dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan di Lampung serta masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Lampung. maka ini akan menjadi potensi pasar yang cukup besar 9) Dengan semakin dikenalnya Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional dan iklim usaha yang semakin kondusip. ditunjang dengan potensi sumberdaya alam serta iklim usaha yang semakin baik. k w .doc/Datin 63 . KEBIJAKAN Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam rangka pembangunan peternakan di Propinsi Lampung adalah : mencapai tujuan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung (Tujuan 1) .

antara lain : a. misalnya melalui introduksi pengolahan dan penyimpanan pakan. Didukung dengan adanya perubahan perilaku dari pemberi pelayanan atau mengubah sikap dan mental model (Oentarto. .2004) d. antara lain : a. efektip dan efisien c. Mengembangkan pola usaha peternakan yang efisien. Meningkatkan aksesibilitas peternak / kelompok peternak kepada lembaga keuangan dan pemilik modal b. pelatihan. Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta c. reproduksi dan fisiologi ternak dan tatalaksana pemeliharaan c. Meningkatkan pengetahuan. kesehatan. Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepatguna bekerjasama dengan lembaga penelitian.c ww w om k lic lic .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Misalnya mengembangkan ternak kelinci. Meningkatkan kinerja aspek aspek bibit. Meningkatkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian. Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Melakukan swastanisasi atau mengembangkan metoda pelayanan public berbasis masyarakat di bidang peternakan b. antara lain : a. Diversifikasi terhadap jenis produk peternakan yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan dengan produk peternakan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. adalah antara lain : a. kemitraan dan berkelompok. Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi protein hewani adalah daya beli.doc/Datin 64 . keswan tatalaksana pemeliharaan dan pengolahan produk peternakan (Tujuan 5). budaya dan tingkat pendidikan masyarakat.s o ft w a re c. perguruan tinggi dan perusahaan swasta b. efektip dan menguntungkan. burung merpati atau yang semula fokus terhadap daging sapi (daging merah) ke daging ayam (daging putih) yang memiliki fleksibilitas yang tinggi d. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak (Tujuan 2).s o ft w a k e r. oleh karena itu peningkatan koordinasi lintas sector menjadi sangat penting.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Didukung dengan organisasi yang terdesentralisasi. Melaksanakan percontohan. Pengembangan pengolahan pasca panen produk produk peternakan menjadi bahan konsumsi yang menarik dan aman dikonsumsi e. murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak b. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dibidang pakan reproduksi. magang dan pendampingan pemanfaatan teknologi pada pra produksi budidaya dan pasca panen E:\KEBIJ TEK-260405. pakan. k w . Merumuskan pedoman standar pelayanan minimal di bidang peternakan dan kesehatan hewan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan skala usaha peternakan (Tujuan 4). sikap dan keterampilan peternak Kebijakan yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan (Tujuan 3).

(Tujuan 9). sikap dan keterampilan (PSK) peternak E:\KEBIJ TEK-260405. pertanian dan perikanan sebagai pakan ternak melalui pola integrasi b. IB. Mengembangkan pola integrasi ternak kedalam perusahaan petani & perkebunan serta agroindustri lainnya. Memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan usahanya secara bermitra dengan masyarakat sekitar Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. antara lain : a. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan peranan Propinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional (Tujuan 8). c. Memfasilitasi dan mendorong pemerintah pusat. kambing dan GPS ayam ras c. . Mengembangangkan kawasan produk peternakan unggulan d. adalah : a. Mengembangkan komoditi ternak unggulan Lampung yang tidak dimiliki oleh wilayah lain antara lain ternak kambing Boer. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya pakan local untuk mengganti/mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan. embryo transfer.s o ft w a re Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan (Tujuan 6). optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan kualitas pakan. Meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi c. pemda dan swasta untuk mengimpor bibit unggul terutama sapi. Meningkatkan skala usaha dan produktivitas ternak b. penggunaan bibit unggul. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 65 .s o ft w a k e r. b. Optimalisasi pemanfaatan teknologi antara lain. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam (Tujuan 7). peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan IB. Boerawa dan penggemukan sapi eks impor d. antara lain : a.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Melakukan percepatan peningkatan populasi ternak melalui pengembangan system perbibitan. c. pengendalian pemotongan betina produktif dan pengendalian pengeluaran bibit unggul keluar Propinsi b. antara lain : a. Menggali sumber permodalan untuk mendukung usaha peternakan yang terintegrasi dengan usaha pertanian/perkebunan/perikanan. Mengembangkan teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang berasal dari limbah pertanian. Mendorong perusahaan swasta dibidang perkebunan/ pertanian dan agroindustri lainnya untuk membuka usaha terpadu dengan memasukan usaha peteranakan sebagai cabang atau bagian dari perusahaan intinya. Mendorong atau bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan limbah perkebunan. Meningkatkan pengetahuan. perkebunan dan perikanan d.

Tujuan a) Meningkatkan “capacity building” dari padalahan usaha pertanian/perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan per satuan luas lahan usaha b) Meningkatkan populasi ternak c) Meningkatkan pendapatan peternak disekitar perusahaan d) Mengembangkan usaha tani terpadu. Arah Program ini diarahkan untuk mendorong perusahaan perkebunan / pertanian dan agroindustri lainnya untuk melaksanakan diversifikasi usaha bidang peternakan dan mengembangkan kemitraan dengan nilai ternak yang ada disekitar perusahaan.doc/Datin 66 .s o ft w a k e r. E:\KEBIJ TEK-260405. b.c ww w om k lic lic . Meningkatkan pangsa pasar produk produk peternakan d. untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan produksi dan produktivitas ternak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Arah Program ini diarahkan untuk menciptakan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang tangguh dan mandiri.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . Tujuan a) Meningkatkan profesionalisme dan produktivitas peternak dan petugas b) Meningkatkan peranan dan kualitas kelembagaan peternak dan kelembagaan lain yang mendukung pembangunan dibidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 2) Program Pengembangan Integrasi Ternak dengan Tanaman Pertanian/ Perkebunan a.s o ft w a re Mendorong tumbuhnya dan memfasilitasi kelembagaan peternak menjadi kelembagaan yang mampu berperan sebagai mediator bagi anggotanya untuk membangun usaha peternakan e. PROGRAM PRIORITAS 1) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Peternakan Sumberdaya Manusia dan a. k w . 2. b. modal dan teknplogi). mampu mengoptimalkan dan mengakses sunber daya (alam.

kuantitas dan kontinuitas pakan. telur. pengendalian dan penolakan penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) b.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksana budidaya b. k w .s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a re 3) Program Peningkatan Produksi & Produktivitas Ternak a. Tujuan e) Mendorong percepatan peningkatan populasi ternak f) Mempertahankan stabilitas potensi Lampung sebagai lumbung ternak Nasional g) Mengembangkan potensi Lampung sebagai salah satu pusat bibit ternak sapi dan kambing h) Menyediakan daging. yaitu penggunaan bibit unggul. pengembangan kualitas. utuh dan halal) f) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak E:\KEBIJ TEK-260405. melalui penerapan panca usaha ternak. penanganan dan penerapan teknologi reproduksi. dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. pemberantasan. . Tujuan a) Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak b) Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas) c) Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya d) Mencegah tejadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan l\kepada manusia e) Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk produk peternakan yang dikonsumsi.doc/Datin 67 .c ww w om k lic lic . sehat. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan dan ternak milik peternakan rakyat melalui upaya pencegahan. susu serta produk olahannya untuk konsumsi masyarakat Lampung dalam jumlah dan kualitas yang cukup serta harga yang terjangkau i) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 4) Program Pembinaan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner a.

c ww w om k lic lic . Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public dibidang peternakan yang lebih berorientasi kepada pengguna. b.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. partisipatip. manajemen dan akses pasar.s o ft w a re 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan dibidang Peternakan a. pengembangan perbibitan dan pakan ternak. menekan tingkat kematian dan tidak terjadinya out break penyakit hewan menular d) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 6) Program Pengembangan agribisnis dan kemitraan peternakan a. guna memperoleh nilai tambah yang tinggi dengan masukan teknologi.doc/Datin 68 .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Arah Program ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. k w . inseminasi buatan. E:\KEBIJ TEK-260405. terutama dalam bidang kesehatan hewan. penyuluhan dan pelatihan teknis. transparan. Tujuan a) Meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri b) Menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya agribisnis dan agroindustri. Dalam hubungan ini peranserta swasta dan badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi mewujudkan industri peernakan yang sinergis dengan peternakan rakyat dan sumberdaya local b. Tujuan a) Meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dan swasta b) Meningkatkan tingkat keberhasilan pelayanan Inseminasi buatan c) Meningkatkan derajat kesehatan. peningkatan pemberdayaan peternak dan kelompok peternak. . Arah Program ini diarahkan untuk Pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. serta dengan mengembangkan bentuk bentuk pelayanan yang berbasis masyarakat dan swastanisasi.s o ft w a k e r. serta meningkatkan investasi di bidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak d) Mengembangkan kemitraan peternakan yang adil dan saling menguntungkan 7) Mengembangkan Ternak Kambing Boerawa a.

Tujuan a) Meningkatkan kualitas data peternakan yaitu data yang memenuhi criteria akurat.s o ft w a re b.s o ft w a k e r. Arah Program ini diarahkan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan peternakan yang akuntabel. E:\KEBIJ TEK-260405. Arah Program ini diarahkan untuk mengembalikan peranan ternak kerbau sebagai ternak unggulan Lampung serta mengembangkan aneka ternak sebagai komoditi substitusi untuk memenuhi kebutuhan daging. .c ww w om k lic lic . Meningkatkan populasi sapi dan kambing perah 5. k w . Mengembangkan sentra – sentra peternakan sapi dan kambing perah 2. diharapkan pada umur 8 bulan dapat mencapai bobot 30 – 40 kg b) Mengembangkan kawasan pembibitan kambing Boerawa c) Meningkatkan kualitas daging kambing melalui persilangan dan perlakuan lainnya 8) Program Peningkatan kualitas data dan Perencanaan Pembangunan Peternakan a. b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Tujuan a) Meningkatkan bobot kambing potong. Tujuan 1. Meningkatkan konsumsi susu murni 10) Pengembangan & Pembinaan Ternak Kerbau & Aneka Ternak a. Meningkatkan kualitas SDM peternak sapi dan kambing perah 4.doc/Datin 69 . yang didukung dengan ketersediaan data peternakan yang akurat dan omprehenship. b. Arah Arah dari pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Meningkatkan kualitas budidaya peternakan sapi dan kambing perah 3. komprehenship dan tepat waktu b) Meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan data dan informasi bidang peternakan c) Meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan peternakan 9) Program Pengembangan Ternak Perah a.

pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. pengelola keuangan) o Tidak terjadi out break penyakit flu burung o Masy memahami dan terampil cara pengend & penolakan peny.2 dan 3 lomba kelompok.s o ft w a re b. Pembinaan klp. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2005 PROGRAM PRIORITAS 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . (kelembagaan Adm. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. .c ww w om k lic lic . Promosi dan sosialisasi produk unggulan peternakan 4. Pemberantasan. Magang dan pelatihan penyuluh pertanian (PPL) 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pet. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2005 1. E. Penerima bantuan mesin pakan 6. MATRIKS PROGRAM PRIORITAS. Penerima integrasi 5. Pemberantasan. PROGRAM AKSI DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2005 – 2009 1. yang terdiri dari 5 jenis & dapat menjadi contoh. o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Dikenalnya produk unggulan pet. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung 2. flu burung Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masyarakat merasa aman mengkonsumsi produk peternakan (daging. Pembinaan klp pet. Pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner E:\KEBIJ TEK-260405. Pembinaan kampong tua 2.Lampung Meningkatnya kualitas keg.s o ft w a k e r. Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan pet. budidaya. Program Prioritas.doc/Datin 70 . k w . telur susu) Menurunnya kasus penularan penyakit zoonosis 2. Tujuan a) Meningkatkan populasi & produksi ternak kerbau b) Meningkatkan peranan aneka ternak dan unggas dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur c) Mengembangkan komoditi aneka ternak sebagai alternative usaha dibidang peternakan.

8 Kab. usaha Peternakan secara terpadu Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 100 ekor Revolving 100 ekor Jmlh penggaduh baru 100 KK Terbinanya teknis adm. Boerawa.Pembinaan teknis adm. kualitas pakan serta pengemb. Peningkatan kualitas pelayanan Inseminasi Buatan dan kesehatan hewan 2. Pembinaan dan pengawasan pengemb perbibitan ternak pemerintah 4.000 dosis dan Kambing 10. Pelayanan redistribusi dan penjualan ternak tidak layak bibit asset pemda Propinsi . tertib pengelolaan adm gaduhan ternak Covering pelay. Gaduhan ternak asset Pemerintah Propinsi Lampung 5.Kec.Kab. realistis dan meng- 2. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. PE & Saanen yg berkualitas sebanyak 18 ekor Menghasilkan pejantan unggul untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Mengasilkan bibit sapi bali unggul 7 ekor/tahun Menghasilkan pejantan sapi bali untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Tertib laporan. integrasi ternak dgn tanaman pertanian / perkebunan 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Produksi mani beku sapi 35. . Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga 7. Pengembangan perbibitan Kambing di IPKU Negeri Sakti 6.doc/Datin 71 . pengumpulan dan pengolahan data 2005 serta Pemantauan dan Evaluasi E:\KEBIJ TEK-260405. Peningkatan kualitas pelayanan di bidang peternakan 1. Gaduhan ternak asset Pem. Penyusunan perencanaan 2006. & peningk. di kelompok peternak Meningkatnya produk ternak bibit.Lampung .39 % dan CR 80% Tersedia publikasi data dalam bentuk buku statistic.s o ft w a k e r. yang akuntabel.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . dan situs internet Up dating data di web site berjalan dengan baik Tersusunnya perencanaan pemb.000 dosis Meningkatnya performan IPMB Terbanggi besar o Meningkatnya pengetahuan.Lokasi 100 Desa . ayam buras dan itik. k w . Pengembangan perbibitan ternak Terwujudnya klpk klpk VBC sapi kambing.s o ft w a re 3. Pet. 66 Kec . IB meningkat 5% S/C 1. buku saku. Prop. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pembin.c ww w om k lic lic . Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. sikap dan keterampilan (PSK) peternak dalam mengelola dan memanfaatkan pakan & kompos o Berkembangnya pemanfaatan limbah pertanian/ perkebunan dan perikanan untuk pakan & kotoran untuk pupuk tanaman o Tumbuhnya minat perusahaan swasta/agroindustri untuk mengemb. Menghasilkan bibit kambing Boer.

jerami padi Terbangunnya 2 unit pabrik pakan ternak di kelpk peternak Harga pakan lebih murah. realistis dan akomodatif Kegiatan pemb. agribisnis peternakan 1.s o ft w a k e r. Pemb. Pengolahan dan publikasi data 2. Pet. Pemb. Pengumpulan. dapat di laks.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . mutu sasaran) 6.doc/Datin 72 . peternak dapat nilai tambah Percontohan pabrik pakan 2 unit Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Monitoring dan Pengendalian E:\KEBIJ TEK-260405. Pet tahun 2006 yang akuntabel. Peternakan Tersusunnya perenc. 1. Penyusunan perencanaan pemb. Pembinaan dan pengembangan ternak dengan pola integrasi 2. k w . dgn baik (tepat waktu. Peningkatan kualitas data & perenc. Demplot pabrik pakan ternak SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu Termanfaatkannya limbah tanaman pisang untuk pakan Identifikasi tanaman tebu. peternakan tahun 2006 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. .pet. Penyusunan dan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Pngemb.s o ft w a re akomodasi aspirasi & peran serta masy 3.

s o ft w a k e r. 4. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.000 dosis 2. entok. Dari swasta. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2006 PROGRAM PRIORITAS 1.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Pelatihan Teknis Pet. Ayam Buras. 2. KCD & PPL 5.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . domba. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Latihan petugas IB. Demplot pola integrasi ternak kamb. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Latihan teknis bagi petugas. Pengembangan Integ.2 dan 3 lomba kelompok.s o ft w a re 2. Kontes Ternak 6. Latihan pengolah produk pet. 8. Tersedia leaflet (10. Pemb. lada dan singkong. Neg. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.Sakti & Campang Tiga 3. Ternak 1. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.Kambing. Peternak Kampung Tua 7. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5.c ww w om k lic lic . Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi.pisang. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3.000 Exp) Proposal pola integrasi. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. . 2.doc/Datin 73 . Program Prioritas. Pengembangan perbibitan ternak (Sapi. ayam buras dan itik.000 dosis dan Kambing 10. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Kambing. Kelp. sapi. k w . kambing. 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pada usaha tani padi 3. pertanian dan Perikanan. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2006 1.

8 Kab 6. 4. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 4.Boerawa 2. & Pemberant. Lampung pada : . Prop. 7. Kambing perah. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy.doc/Datin 74 . kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. Pemberantasan. Fasilitas pet. Pengemb. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. Pemberantasan. AI. Ternak 1. .c ww w om k lic lic . Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah.s o ft w a re 4. HMT 1000.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.Kab. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. 66 Kec . Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. k w . Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. • Pengemb.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa.Lokasi 182 Desa .s o ft w a k e r. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Kec. 5. pengendalian dan penolakan penyakit rabies Produksi bibit ayam cemani. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5.

Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 8.s o ft w a k e r. Pengumpulan. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner 6. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Pet tahun 2007 yang akuntabel. sosialisasi. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. (daging. Ayam Ras & Kambing) 2. Pngembangan agribisnis peternakan 1. Meningkat Perda pengganti lebih baik. • Tertib laporan. Pet.s o ft w a re 7. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 6. LS & KBL 3. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Peningkatan kualitas data & perenc. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Pengolahan dan publikasi data 2. Dikenal terutama oleh pihak investor. Pengemb. pencegahan & pemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. k w . Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 7. Pengemb. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. straw dan alat IB 5. 1. Pembinaan & pengawasan pengemb. tertib pengel. Peternakan Tersusunnya perenc. Pengembangan Ternak Perah 1. bibit pet. Pemb. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. 1 Tahun 1977. Pembinaan. penyediaan bidang pet.c ww w om k lic lic . Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. realistis dan akomodatif 5. Revisi Perda No.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Peningkatan 4. Di Lamp.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. 9. Tanggamus 2. Penyusunan perencanaan pemb. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. peternakan tahun 2007 E:\KEBIJ TEK-260405. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. Pet. Masy.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3.doc/Datin 75 . . Pemb.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dan 1. Monitoring dan Pengendalian 10.pet. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w .c ww w om k lic lic . Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. Ternak kerbau kerbau & aneka 2.s o ft w a k e r. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. . E:\KEBIJ TEK-260405. Pengemb.doc/Datin 76 .s o ft w a re 3.

Program Prioritas. KCD & PPL 5. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2007 PROGRAM PRIORITAS 1.000 dosis 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Tersedia leaflet (10. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Pengembangan Integ. Kambing. 4. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. ayam buras dan itik. .s o ft w a k e r.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor 6. Kontes Ternak 6. Dari swasta. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.doc/Datin 77 . entok. 2.000 Exp) Proposal pola integrasi. k w .pisang. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan • Demplot pakan seimbang o Kualitas pakan yang diberikan ditingkat E:\KEBIJ TEK-260405. 8. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5.s o ft w a re 3. pertanian dan Perikanan. (Sapi.000 dosis dan Kambing 10. Neg. Latihan pengolah produk pet. lada dan singkong. Ayam Buras. 2.Sakti & Campang Tiga 3. Kelp.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Peternak Kampung Tua 7. Demplot pola integrasi ternak kamb. Latihan petugas IB. di kelompok pet.Kambing. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Pengembangan perbibitan ternak 2.c ww w om k lic lic . sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Pelatihan Teknis Pet. Latihan teknis bagi petugas. domba. sapi. Pemb. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. Pada usaha tani padi 3. Ternak 1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2007 1. Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. kambing. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4.2 dan 3 lomba kelompok. 2.

Kab. Fasilitas pet.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Ternak 1. 7. Pemberantasan. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Kambing perah. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.doc/Datin 78 . Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami Demplot pengolahan kepala udang Gerakan penanaman HPT Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal Demplot pembuatan pakan lengkap. Pengadaan Kambing Betina Induk 5.s o ft w a re • • • • • • • peternakan setempat Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Demplot peternak sillase pakan local.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. 9. HMT 1000.Lokasi 182 Desa . & Pemberant. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem.Kec. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. 66 Kec . Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Lampung pada : . 8 Kab 8.Boerawa 2.s o ft w a k e r. .c ww w om k lic lic . pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. 4. Prop. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. AI. Pemberantasan. k w . Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masy. • Pengemb. (daging. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Produksi bibit ayam cemani. Pengemb. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. telur susu) E:\KEBIJ TEK-260405.

Monitoring dan Pengendalian Kegiatan pemb. Pngembangan agribisnis peternakan 1. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. k w . realistis dan akomodatif 3. Ayam Ras & Kamb) Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan Pengemb. Pemb. mutu sasaran) 10. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Pelayanan. Tanggamus 2. Penyusunan perencanaan pemb.s o ft w a re 6. 2008 Pet. Pemb. Menurunnya kasus penularan peny. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Peningkatan 1. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Pengembangan Ternak Perah Pembinaan & pengawasan pengemb. E:\KEBIJ TEK-260405. 1 Tahun 1977. . & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Tersusunnya perenc. peternakan tahun 2008 yang akuntabel. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pembinaan dan introduksi IB pada Meningkatnya produktivitas ternak Pembin. Pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. perbibitan ternak pemerintah 1. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. LS & KBL 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha.pet. Dan 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. sosialisasi. Pengemb. Peternakan perenc. Di Lamp. Pengembangan aneka ternak IPKU di Berkembangnya aneka ternak di IPKU ternak Negeri Sakti di Negeri Sakti. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3.c ww w om k lic lic . Revisi Perda No. Pet th.doc/Datin 79 .39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • 3. Pengumpulan. Peningkatan 1. Pengemb. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data kualitas data & data pemb. 4. straw dan alat IB 2.s o ft w a k e r. bibit pet. 5. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Ternak kerbau kerbau melalui Inseminasi Buatan kerbau & aneka 4. 9. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. penyediaan bidang pet. 2. 7. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. pencegahan & pemb. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. tertib pengel. 2.

8. Neg. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.s o ft w a re 4. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. 2.s o ft w a k e r. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2008 PROGRAM PRIORITAS 1. lada dan singkong. Program Prioritas. (Sapi. kambing. k w . Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan.2 dan 3 lomba kelompok. Tersedia leaflet (10. KCD & PPL 5. entok. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. Pelatihan Teknis Pet. Pengembangan perbibitan ternak 2. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Demplot pola integrasi ternak kamb. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. Ternak 1. domba. 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Ayam Buras.000 dosis 3. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 Exp) Proposal pola integrasi. Pengembangan Integ. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2008 1. .Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405.Kambing.doc/Datin 80 . Latihan teknis bagi petugas.000 dosis dan Kambing 10. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu.c ww w om k lic lic .pisang. 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pemb. Pada usaha tani padi 3. Dari swasta. Latihan petugas IB. pertanian dan Perikanan.Sakti & Campang Tiga 3. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. sapi. Latihan pengolah produk pet. Kontes Ternak 6. Kelp. Kambing. 2. Peternak Kampung Tua 7. ayam buras dan itik.

Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul 1. AI. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. Pemberantasan. 13.s o ft w a re 10.Kec. 4.Kab. 8 Kab Produksi bibit ayam cemani.Boerawa 2. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. 66 Kec . Pembinaan & peningk. Lampung pada : . Prop. Ternak 1. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. k w . & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb.c ww w om k lic lic . 5. kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. HMT 1000.Lokasi 182 Desa . pengendalian dan penolakan penyakit rabies o Terbangunnya system pengend. Kambing perah. • Pengemb. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th 12. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. 3. Pengemb. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3.doc/Datin 81 . & Pemberant. Kamb. Fasilitas pet. Pemberantasan.s o ft w a k e r. 11. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Pengadaan bibit kambing Boer Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti Pengadaan KambingBetina Induk Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

4. Pembinaan, Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner

Masy. merasa aman mengkonsumsi produk pet. (daging, telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Di Lamp. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan, tertib pengel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1,39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu •

6. Pngembangan agribisnis peternakan

1. Pengemb. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi, Ayam Ras & Kamb) 2. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

5. Pembinaan & pengawasan pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pengembangan Ternak Perah 1. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Tanggamus 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. LS & KBL 3. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 8. Peningkatan 1. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman, sosialisasi, penyediaan bidang pet. straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan

5. Revisi Perda No. 1 Tahun 1977.

9. Peningkatan kualitas data & perenc. Pemb. Pet.

Pelayanan, pencegahan & pemb. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. 1. Pengumpulan, Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data data pemb. Peternakan 2. Penyusunan perencanaan pemb. Tersusunnya perenc. Pemb. Pet tahun peternakan tahun 2009 2009 yang akuntabel, realistis dan akomodatif

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

82

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

3. Monitoring dan Pengendalian 10. Pengemb. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti

Kegiatan pemb.pet. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu, mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

83

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Program Prioritas, Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2009
PROGRAM PRIORITAS
1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan

PROGRAM AKSI TAHUN 2009
1. Lomba Kelompok Peternak

INDIKATOR KINERJA
oTerpilihnya juara 1,2 dan 3 lomba kelompok, yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bid. pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Dari swasta. Tersedia leaflet (10.000 Exp) Proposal pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu, sapi- pisang, sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.

2. Latihan petugas IB, Neg.Sakti & Campang Tiga 3. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pelatihan Teknis Pet. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6. Pemb. Kelp. Peternak Kampung Tua 7. Latihan pengolah produk pet. 8. Latihan teknis bagi petugas. 2. Pengembangan Integ. Ternak 1. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan, pertanian dan Perikanan.

2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi, lada dan singkong. 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Demplot pola integrasi ternak kamb. Pada usaha tani padi 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi, Kambing, Ayam Buras, Itik)

• • •

Terwujudnya klpk klpk VBC sapi, kambing, ayam buras dan itik, entok, domba, kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan, di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 dosis dan Kambing 10.000 dosis

3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi,Kambing,Kerbau) di IPMB • • •

Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

84

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Terealisasinya : 6. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Prop. Lampung pada : - Lokasi 182 Desa - Kec. 66 Kec - Kab. 8 Kab 7. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti Produksi bibit ayam cemani, kate dan • Pemb. Fasilitas pet. Ayam di IPKU pelung Negeri Sakti Terjaringnya kambing pejantan • Penyebaran & Penjaringan Kambing boerawa yang berkualitas Boerawa. Produksi susu kambing 500 lt/th • Pengemb. Kambing perah. 8. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. Pengemb. Ternak 1. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Boerawa 2. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit rabies

Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek

v Tersedianya bibit unggul kamb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul

o Terbangunnya system pengend. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. AI. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

85

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. sosialisasi. Pengemb. Pengembangan Ternak Perah 1. Dikenal terutama oleh pihak investor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . LS & KBL 3. Pemb. Meningkat Perda pengganti lebih baik. 1. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay.c ww w om k lic lic . 1 Tahun 1977.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. perbibitan ternak pemerintah 7. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Di Lamp.doc/Datin 86 . Pngembangan agribisnis peternakan 1. penyediaan bidang pet. k w . Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Penyusunan perencanaan pemb. Tanggamus 2. Pembinaan & pengawasan pengemb. Pengumpulan. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Masy. Pengolahan dan publikasi data 2. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 4. 5. Peternakan Tersusunnya perenc. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Pet tahun 2010 yang akuntabel. bibit pet. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. peternakan tahun 2010 E:\KEBIJ TEK-260405. 8. • Tertib laporan.s o ft w a k e r. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. . realistis dan akomodatif 3. Revisi Perda No. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. pencegahan & pemb. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. 9. Pet. tertib pengel. Pemb. Peningkatan kualitas data & perenc. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Pengemb. Ayam Ras & Kamb) 2. Peningkatan 1. (daging.s o ft w a re 7. Pembinaan. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing 6. straw dan alat IB 2. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.s o ft w a re 3.s o ft w a k e r.doc/Datin 87 . E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dan 1. k w .c ww w om k lic lic . Pengemb. Monitoring dan Pengendalian 10. . Pembinaan dan intorduksi IB pada Pembin. mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.pet. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful