PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ………………………………………………………… Landasan Hukum .. …………………………………………………….. Maksud dan Tujuan …..………………………………………………… Sistimatika ….…………………………………………………………… 3 4 4 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 14 23 26 28 29 31 32 34 36 37

II.

POTENSI WILAYAH A. Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan ………………………. B. Potensi Sumberdaya Alam ……………………………………………… C. Potensi Bidang Ekonomi ……………………………………………….. D. Potensi Sarana dan Prasarana ………………………………………….. E. PotensiTernak ………………………………………………………….. KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A. Konsumsi Hasil Ternak …………………………………………………. B. Produksi Ternak dan Olahannya ……………………………………….. C. Populasi Ternak …………………………………………………………. D. Investasi, Lapangan Kerja dan Pergadangan Ternak …………………… E. PDRB Peternakan ……………………………………………………….. F. Bidang Teknis …………………………………………………………... MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A. Masalah …………………………………………………………………. B. Tantangan Yang Akan Dihadapi Kedepan ……………………………… SASARAN UMUM A. Metode Prediksi ………………………………………………………… B. Sasaran Jangka Pendek (2005 – 2009) …………………………………. C. Sasaran Jangka Menegah (2010 – 2014) ……………………………….. D. Sasaran Jangka Panjang (2015 – 2024) ………………………………… E. Sasaran Tahun 2004 ……………………………………………………. KEBIJAKAN TEKNIS & PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005-2024 A. Kebijakan Umum ……………………………………………………….. B. Kebijakan Operasional …………………………………………………..

III

IV

V

VI

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

1

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

VII

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2005 – 2009 A Issu Pokok pembangunan peternakan ………………………………….. B Visi, Misi, Tujuan dan sasaran …………………………………………. C Analisis Lingkungan Styrategis ………………………………………… D Strategi dan Program Prioritas ………………………………………….. E Matriks Program Prioritas, Program Aksi dan Indikator Kinerja ……….

52 58 59 64 70

VIII LAMPIRAN - LAMPIRAN

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

2

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Propinsi Lampung memiliki luas wilayah 3,3 juta ha, secara administrative terbagi dalam 10 wilayah Kabupaten / Kota, 162 Kecamatan, 2010 Desa dan 165 kelurahan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 mencapai 6,85 juta jiwa, atau merupakan Propinsi terpadat di luar Pulau Jawa dan Bali. Pertumbuhan penduduk Lampung pada kurun waktu 1980-1990 cukup tinggi yaitu 2,67%, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Nasional yang hanya 1,97%. Letak geografis Propinsi Lampung sangat strategis, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Pulau Jawa, yang sampai saat ini masih merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, budaya dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Secara topografis Lampung dibagi menjadi 5 (lima) wilayah, yaitu : 1) Daerah tofografi berbukit sampai bergunung, yang meliputi daerah Bukit Barisan, Gunung Pesawaran, Gunung Rajabasa, Bukit Pugung, Bukit Pesagi dan Sekincau 2) Daerah berombak sampai bergelombang, dicirikan dengan vegetasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, lada dan tanaman pertanian perladangan 3) Dataran alluvial, daerah ini sangat luas meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur, ketinggian nya antara 25 – 74 m dpl, dengan kemiringan 0 – 3 % 4) Dataran rawa pasang surut, berada di sepanjang pantai timur dengan ketinggian ½ - 1 meter. 5) “river basin”, yang terdiri dari Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara Disamping itu secara umum Lampung beriklim tropis-humid dengan angin laut lembah yang bertiup dari Samudra Indonesia, yaitu November – Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut, sedangkan Juli – Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kelembaban udara di Lampung rata rata berkisar antara 80 – 88% dan ternyata kelembaban udara akan lebih tinggi pada tempat yang tinggi. Dengan potensi wilayah yang sangat mendukung untuk Pembangunan Peternakan, sampai dengan saat ini Lampung dikenal sebagai salah satu Lumbung Ternak Nasional. Pada tahun 2003 saja Lampung mengeluarkan sapi potong dan kerbau sebanyak 150.382 ekor, kambing dan domba 139.782 ekor , dan babi 26.068 ekor, dengan nilai ± Rp 885,82 milyar. Disamping itu juga Lampung dikenal sebagai barometer industri penggemukan sapi potong, sumber bibit sapi potong dan kambing, dan pusat pengembangan kambing boer. Akan tetapi hal yang terpenting dan yang perlu disadari oleh semua pihak, adalah :

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

3

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

1) Bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya pakan untuk ternak ruminansia sangat melimpah. Dari potensi 1,41 juta satuan ternak baru termanfaatkan 33,20%. Demikian juga dengan potensi bahan baku pakan konsentrat seperti jagung dan limbah agro industri 2) Bahwa Lampung memiliki letak geografis yang sangat strategis, sehingga mempunyai keunggulan komperatif terhadap pasar raksasa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dibandingkan dengan Propinsi lain. 3) Bahwa pembangunan peternakan masih bertumpu pada peternakan rakyat yang didukung dengan sumber pembiayaan pemerintah, potensi investasi terbesar dari sector swasta masih perlu digali lebih intensif lagi Oleh sebab itu untuk membangun peternakan di Lampung diperlukan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, sesuai dengan potensi yang ada, aspiratif, akomodatif, serta memperhatikan kendala, tantangan dan peluang yang terus berkembang. B. Landasan Hukum Penyusunan Kebijakan Teknis dan Perencanaan Pembangunan Peternakan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, lebih merupakan landasan berfikir logik. Hal ini diawali dengan pemikiran bahwa pembangunan peternakan harus berkelanjutan, memiliki target dan sasaran yang jelas, harus mampu mengejar ketertinggalan atau adanya percepatan, mampu menjawab kendala tantangan dan perubahan yang terus bergulir, serta dengan pertimbangan bahwa apa yang dikerjakan saat ini akan tercermin dan berpengaruh pada pembangunan peternakan dimasa datang. Sedangkan landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan teknis ini yang merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan Peternakan berkelanjutan, adalah Undang – undang No. 32/2004, PP Nomor : 108 Tahun 2000. Renstra Propinsi Lampung, Renstra Departemen Pertanian dan Renstra Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud penyusunan Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan ini adalah menyusun rancangan kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang, menengah dan pendek, yang memuat beberapa bahasan utama antara lain keragaan pembangunan peternakan yang telah dicapai, masalah atau tantangan yang dihadapi, memuat sasaran kuantitatif jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, menetapkan metoda atau pendekatan teknis

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

4

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

2.c ww w om k lic lic . serta pada bab tersendiri menyusun Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. produksi dan konsumsi hasil ternak serta hal hal yang mendukung atau sebagai penjelasan daripada tulisan ini.2009 serta Lampiran Lampiran yang memuat dinamika populasi.s o ft w a k e r. bab III Keragaan yang telah Dicapai. Bab IV Masalah dan Tantangan yang akan dihadapi kedepan. menengah dan jangka pendek ini terbagi dalam tujuh bab yang masing masing merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. E:\KEBIJ TEK-260405. D.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Adapun rincian isi dokumen ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. Bab VII Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2005 . Sistematika Sistematika penyajian dokumen kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. . swasta serta masyarakat peternakan pada umumnya. k w . Bab II Potensi Wilayah.s o ft w a re yang akan dilaksanakan. Tujuan Tujuan disusunnya Kebijakan teknis dan perencanaan pembangunan peternakan jangka panjang. Bab VI Kebijakan Umum dan Kebijakan Operasional. Bab V Sasaran yang akan Dicapai. menengah dan jangka pendek serta renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan umum pelaksanaan kegiatan pembangunan peternakan di Propinsi Lampung dan akan menjadi acuan bagi Kabupaten Kota.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 5 .

Potensi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Jumlah penduduk Lampung pada tahun 2003 mencapai 6. . dari jumlah tersebut 72.412 jiwa (15. Lampung Barat 2. Kota Bandar Lampung 779. Jika angka ini dianalogkan pada kondisi tahun 2003.58%).48%.24%).177.s o ft w a re BAB II POTENSI WILAYAH A.46%.37 %) dan Kota Metro 122. k w .02%.85%. Tenaga Asisten Teknis Reproduksi (ATR) (14 org).69%).01%). Petugas pengawas mutu bibit (3 org) Disamping itu kelembagaan pendidikan di Lampung yang memproduksi tenaga ahli dan madya dibidang peternakan antara lain Jurusan Peternakan dan D3 Kesehatan Hewan Universitas Lampung dan D3 peternakan Politeknik .179 jiwa (11.080 jiwa (12.096 jiwa (10. Lampung Tengah 1.43%) diantaranya adalah rumah tangga peternakan.92%).852.79%).578 KK. Dengan trend seperti ini diperkirakan pertumbuhan penduduk Lampung periode 2005-2024 juga akan terjadi penurunan.073.059 jiwa (8. Tanggamus 801. jumlah rumah tangga di Lampung sebanyak 1.284 jiwa (5.998 jiwa.77%).s o ft w a k e r. Jika dilihat dari pertumbuhannya. Tenaga Sarjana Peternakan (382 org).18%).342. Lampung Utara. Tenaga Dokter Hewan (92 org). Berdasarkan sensus pertanian tahun 1993. sektor industri 10% dan sektor jasa 24%.67%) dan tahun 19711980 (5.66%). yang tersebar di Lampung barat 382. Lampung Timur 885. Renstra Provinsi Lampung tahun 2005-2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2003 struktur tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 66%.089 KK (20. dimana 220.09%.565 KK) adalah rumah tangga pertanian.706 jiwa (5. Kepala Cabang Dinas Peternakan Kecamatan (155 org). Petugas pengawas mutu pakan (25 org). Lampung Timur dan Metro sebanyak 49.c ww w om k lic lic .275 org).55 %).doc/Datin 6 .25%. Way Kanan 359. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Jumlah aparat Dinas Peternakan / yang membidangi peternakan (253 org). Hal lain yang merupakan potensi sumberdaya manusia di Provinsi Lampung yang dapat mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tenaga penyuluh pertanian (1.08 juta KK.505 jiwa (17.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka jumlah rumah tangga pertanian diperkirakan mencapai 1.59% (974. Lampung Utara 549. Lampung Selatan 20.Tenaga inseminator (180 org).260 jiwa (11. penduduk Lampung selama tahun 1990 – 2000 rata rata tumbuh sebesar 1. Tenaga Pemeriksa Kebuntingan (PKB) (22 org). Lampung Selatan 1.33% dan Kota Bandar Lampung 1.59%.768 KK diantaranya adalah rumah tangga peternakan. sedangkan antara tahun 2000 dan 2001 penyerapan tenaga kerja sektor pertanian justru meningkat sebesar 1.417 jiwa (1. Ini menunjukan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 1993 peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja menurun cukup signifikan yaitu ± 6. yang tersebar di Lampung Tengah. menurun drastis jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode 1980-1990 (2. Tulang Bawang dan Way Kanan 26. dimana 199. Tulang Bawang 723.

169 ha (2. Dari rincian di atas.51%) (Lampung Dalam Angka. Sehingga berdasarkan perhitungan ketersediaan pakan. tegalan dan ladang 675.550 ekor sapi/kerbau. dan domba. secara agroklimat sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi perah. yang terdiri dari perkampungan 248.591 ha (0. Ambarawa dan sebagian besar wilayah Pantai Timur Kabupaten Tulang Bawang. alang alang 90.40 % dari total luas wilayah Lampung Lahan sebagai basis ekologi budidaya ternak dan penghasil bahan baku pakan. sapi perah. Karantina.96 juta ha atau 59. k w . hutan 871. assosiasi bisnis peternakan (5 ass).s o ft w a re Sementara kelembagaan yang telah ada dan mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di propinsi Lampung antara lain kelompok peternak (874 kelompok).945 ha (21. antara lain wilayah yang memiliki ketinggian diatas 700 m dpl seperti Kecamatan Talang Padang.32%). organisasi profesi (8 Staf). kacang kacangan.80 % ternak ruminansia besar dan kecil antara lain sapi potong. Lampung mampu menampung ternak ruminansia besar dan kecil sebanyak 1. Potensi Sumberdaya Alam Luas wilayah Propinsi Lampung ± seluas 3. 2002). daun ubi jalar.47%).s o ft w a k e r.523 ha (1. Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang sangat besar terutama yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. daerah rawa rawa seperti wilayah Rawasragi.03%) dan penggunaan lain seluas 49.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .979 ha (26. Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dan sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Barat. maka akan menghasilkan peternakan selain tangguh dan berkelanjutan juga akan mampu bersaing dengan produk peternakan dari wilayah atau negeri lain. asosiasi kemitraan peternakan ayam ras dan sapi potong (2 ass). lahan yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mendukung pengembangan peternakan adalah sebagian lahan perkampungan.93%). Lampung Tengah dan Lampung Timur memiliki E:\KEBIJ TEK-260405. Lampung juga memiliki wilayah yang secara spesifik sangat cocok untuk pengembangan ternak tertentu. perkebunan dan perkebunan campuran serta alang alang seluas ± 1.109 ha (7. Secara tofografis.41 juta unit ternak. kebun campuran 327. berbudiluhur dan mampu memanfaatkan teknologi serta cerdas menangkap peluang pasar. Demikian juga wilayah wilayah dengan vegetasi monokultur padi.62%). Sementara saat ini baru mencapai 468.3 juta ha. BPTP. . kakao serta limbah agroindustri lainnya. limbah kelapa sawit. ditambah dengan sumberdaya manusia yang terampil. memegang peranan utama untuk membangun peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. sawah 238. demikian juga dengan daun singkong.73%).180 Unit ternak. tebu.51%).47%). tambak 33.41%). kerbau.844 ha (1. kambing. kelembagaan keuangan (8 lembaga) serta himpunan mahasiswa peternakan (1 himp). antara lain jerami padi dan jagung yang tersedia sepanjang tahun mampu menampung 49. BPPV.866 ha (9. atau masih terdapat peluang pengembangan sebanyak 66. Dinas Peternakan/yang membidangi peternakan (11 dinas). B. lahan sawah.doc/Datin 7 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. rawa dan danau 15.c ww w om k lic lic . tegalan dan ladang. koperasi peternakan (50 unit). perkebunan 703.604 ha (8. nanas.860 ha (20.

4 juta ekor atau equivalen dengan ± Rp. nenas. Sementara daerah lahan kering dengan luas 89.000 ton. seperti daerah monokultur padi.545 ekor.90 Triliun pada tahun 2003.32 % yaitu dari Rp.54 %. tanaman perkebunan 21.82 milyar. hal ini terlihat dari kontribusi masing masing sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB Propinsi Lampung. domba 4.355 ekor. mengalami peningkatan sebesar 3.63 % sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 2.84% jika dibandingka dengan nilai tahun 2002 yaitu sebesar Rp.5 juta ton. Perekonomian Lampung didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi.88 % dari seluruh wilayah Lampung. kambing 135. juga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah. perkebunan kelapa sawit. Khusus PDRB bidang peternakan pada tahun 2003 meningkat sebesar 11. Subsektor Peternakan selain menjadi andalan pendapatan dari 220 ribu keluarga peternak. Indikator ini menunjukan mulai pulihnya kondisi perekonomian Lampung secara keseluruhan pasca krisis ekonomi tahun 1997.068 ekor .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Disamping itu juga Lampung merupakan daerah penghasil jagung dan ubi kayu yang cukup besar. maka pada tahun 2003 PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku terbentuk dari tanaman pangan sebesar 47. sedangkan komoditi ayam E:\KEBIJ TEK-260405. Setiap tahun Propinsi Lampung antara lain menghasilkan jagung tidak kurang dari 1 juta ton.86 %. Dari sekian banyak usaha pada sub sektor peternakan.70 % peternakan dan hasil hasilnya 15. walaupun sebenarnya sapi potong dapat dikembangkan pada wilayah yang memiliki bahan baku pakan hijauan atau serat.63 %. meningkat 7. bahkan didaerah perkebunan tebu. 1. sektor perdagangan/hotel/restoran dan sektor industri pengolahan.81 %. kerbau 1. sedangkan dilihat kontribusinya terhadap sektor pertanian meningkat sebesar 7.77 % dan perikanan 13.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.86 %. k w . kehutanan 0. 1.23 Triliun pada tahun 1999 menjadi Rp. dan ayam 8.027 ekor. ketiga komoditi tersebut merupakan bahan baku utama konsenrat. C.s o ft w a re potensi yang besar untuk pengembangan ternak itik. kambing dan ayam ras. Pemulihan perekonomian di Lampung ini terutama ditunjang oleh kenyataan bahwa hampir semua sektor telah mengalami pertumbuhan positif.885.s o ft w a k e r. Pada tahun 2003 jumlah ternak sapi yang dijual keluar Propinsi sebanyak 149.c ww w om k lic lic .237 ekor babi 26.doc/Datin 8 .73 % Jika dilihat sebarannya pada masing masing lapangan usaha (sektor). yaitu sektor pertanian.43 milyar.15%. jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 3. menjadi andalan utama untuk pengembangan sapi potong. Lampung memiliki komoditi unggulan yaitu sapi potong. demikian juga dengan ubi kayu setiap tahunnya mencapai 3. .821. Selama kurun waktu 1999-2003 PDRB sektor pertanian Propinsi Lampung atas dasar harga berlaku. dedak halus 290. Potensi Bidang Ekonomi Pada tahun 2001 perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 5.

s o ft w a k e r.601.521.351 196 810.928 635. Banten dan Jawa Barat menyebabkan komoditi peternakan terutama sapi potong.159 R (%) 1. kecuali ayam ras karena telah mengalami persaingan antar propinsi yang cukup ketat.381 2000 372. kerbau. Instalasi Produksi Mani Beku. babi dan ayam kampung.718.313 15.83 1.21 3.188 22.716 1.409 47. Pos Inseminasi Buatan.300 2.934 105 50. .800 2003 387.000 2. Propinsi Lampung selama ini juga telah mengekspor pakan ternak berupa kulit nenas ke Jepang dan pakan ternak ke Australia D.22 10.095 182 761.doc/Datin 9 .001 86 49. Potensi Ternak Populasi ternak yang telah ada merupakan potensi dasar bagi pengembangan peternakan di Lampung. Populasi Ternak di propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 JENIS TERNAK Sapi potong Sapi perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Ayam buras Itik Puyuh 1999 372. domba.s o ft w a re kampung termasuk komoditi yang strategis karena dimiliki oleh hampir seluruh keluarga pertanian yang berjumlah 1. Letak geografis yang sangat strategis yaitu dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta.007.920 1.560 15.723 94.522.012 178 726. Potensi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung pembangunan peternakan di Lampung sudah cukup baik.c ww w om k lic lic .220 45.000 515.81 4.784 425. Rumah Potong Hewan.07 0.28 2. Ini semua akan mendukung berkembangnya investasi dan usaha dibidang peternakan.05 4.624 89.600 15. Demikian juga dengan assesibilitas wilayah Lampung cukup baik.848 224 742.076 123. listrik dan saluran telepon yang juga cukup memadai.705 429.648.063 80.48 4.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .600 84. Dari populasi yang ada tersebut ternak dikembangbiakan dan dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi local.131 22.924 2001 373.970 1. k w .140. kambing. Pabrik Pakan.640.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. antara lain Pelabuhan Internasional Panjang.051.017 22.927 40. Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner.741 22. Bandara Raden Intan.44 10.163.021 103 49.29 71.409.7 E:\KEBIJ TEK-260405.988 176 725.205 24.350 48.138 15.02 6.350 112 52.030 12.109. Pos Kesehatan Hewan.456 66. tidak mengalami hambatan dalam pemasaran produknya.08 juta keluarga. karantina hewan.490 59. konsumsi propinsi lain.938 83.780.866 2002 381.179 423.240 20.705.534 110 50.740 19. Populasi ternak selama lima tahun terakhir di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : Tabel 1.723 23. Disisi lain potensi ekspor ternak kambing ke daerah Timur Tengah cukup besar. ekspor dan untuk kebutuhan bibit. E.178.

telur dan susu.83 % untuk konsumsi Protein Hewani.doc/Datin 10 .99 2002 6.95 4. Pada th.42 3.81 % untuk konsumsi daging.51 3. . peningkatan pendapatan masyarakat serta bentuk – bentuk kegiatan yang mampu mendorong aspirasi dan pengertian masyarakat tentang begitu pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak yaitu daging.0 *) Hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993.7 6. 2003 baru mencapai 68.71 4. Dengan demikian pencapaian konsumsi hasil peternakan masih perlu ditingkatkan baik melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak. Bila dibandingkan dengan standar berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993. 2. B. 63.83 2000 6.55 3.84 4.64 4.93 % konsumsi susu. 4.1 4.s o ft w a re BAB III KERAGAAN YANG TELAH DICAPAI A.13 Standar WKPG *) 10. 3 berikut.45 3. E:\KEBIJ TEK-260405. Uraian Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewan (gr/kap/hr) 1999 6. Konsumsi hasil ternak Propinsi Lampung tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel.69 3.68 % konsumsi telur.s o ft w a k e r.87 2001 6. PRODUKSI TERNAK DAN OLAHANNYA Dengan makin meningkatnya permintaan akan hasil ternak baik untuk Propinsi Lampung maupun luar Propinsi Lampung maka perlu adanya upaya-upaya untuk memacu peningkatan produksi ternak. dan 68. telur dan susu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan bertambahnya penduduk. 3.1 6. konsumsi yang telah dicapai oleh Propinsi Lampung masih belum memenuhi standar.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.63 3. KONSUMSI HASIL TERNAK Konsumsi komoditi peternakan yaitu daging. Produksi hasil peternakan dari tahun 1999 – 2003 terlihat pada tabel.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . peningkatan daya beli masyarakat serta makin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi.19 4.20 4. 2 berikut : Tabel 2 : Konsumsi Hasil Ternak di Propinsi Lampung Tahun 1999-2003 No 1. k w .c ww w om k lic lic . 94.48 3.48 3.90 4.13 2003 6.

4. POPULASI TERNAK Perkembangan populasi ternak selama 5 tahun terakhir dapat dilihat terlihat pada tabel 1 diatas. Kambing 7.979.940.64 % untuk pupuk/kotoran ternak. k w . Ayam Ras Petelur dan Ayam Ras Pedaging mengalami penurunan.50 Ton.948 24.826 2000 154.98 77.149 2002 144.623 26.669 101. 2.40 69. atau 70.67% dan 3.22 % untuk kulit dan 0.91 2003 47.013 56. 1999 – 2003 (ekor) No 1. 28.40 879. Produksi daging Propinsi Lampung berupa ternak potong yang keluar Propinsi cukup besar.11 4. 5.07%.574 2003 149.080.085.180.22% kecuali domba yang mencapai 10.436. Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Domba Babi Unggas 1999 89.78 189.261 6.s o ft w a k e r. 2.199 41.79 868.944.47 37.38 %. 19. 3.doc/Datin 11 .591 2.11 74.494 640.00 % untuk telur.32 % untuk daging.01 39.58. pada tahun 2003 produksi daging yang keluar Lampung setara dengan 33.83 4.736. sehingga terjadi kematian ternak unggas yang mengakibatkan turunnya populasi. Komoditi Daging Telur Susu Kulit Basah Pupuk/Kotoran Ternak 1999 44.122.74 2001 44.068 8.97 951.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.857. 6.98%.02 sampai 2.07 % dan unggas selama kurun waktu 4 (Empat) tahun meningkat menjadi 136.32 78.12 2000 43.091 34.c ww w om k lic lic .903.76 33. .21 893.378.90 5. 3.248 Dari tabel tersebut diatas dapat disampaikan bahwa masing – masing selama kurun waktu 5 tahun. Kerbau -15.291 1.208. Adapun untuk ternak potong (Sapi. 5.s o ft w a re Tabel 3 : Produksi Hasil Ternak Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 (dalam ton) No.879.237 26.356 141. 4.520 126.077 2001 121. dimana dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan ternak unggas kecuali itik pada tahun 2002 – 2003 baik Ayam Buras.59 %. yaitu masing-masing 16.67 %.21 %.42 4.759.979 6.769.98 Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa produk ternak dari tahun 1999 – 2003 terjadi peningkatan yaitu masing-masing 1. 5.412.02 4. 2.400 5.407.355 135.87 2002 45. sapi potong meningkat menjadi 13.027 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .67 37.966.445 5. kerbau dan kambing) pertumbuhannya 1. E:\KEBIJ TEK-260405.50 776. Hal ini sisebabkan terjadinya wabah Flu Burung yang dimulai pada awal Agustus 2003 di beberapa Propinsi di Indonesia termasuk Propinsi Lampung.965 128.252 2. Adapun produksi ternak dari Propinsi Lampung yang untuk memenuhi kebutuhan Propinsi lain adalah sebagai berikut : Tabel 4 : Produksi Ternak dari Lampung untuk memenuhi Kebutuhan Propinsi lain pada Th. 1.% untuk susu.61 36.545 4. Babi 2.95%.790 2. C.% dari produksi untuk konsumsi lokal.

Juta 21.143 46.c ww w om k lic lic .82 407. a.000 STP STP Orang Rp.Ternak Pot yang keluar .doc/Datin 12 . Pencapaian sasaran investasi. lapangan kerja dan perdagangan ternak adalah sebagai berikut : Tabel 5 : Investasi.90 Trilyun.44 22.02 19.54 %. PDRB PETERNAKAN Data PDRB suatu daerah mempunyai manfaat untuk mengetahui tingkat produk bruto yang di hasilkan oleh seluruh faktor produksi.63 386. 1.53 321.43 402. Dengan melihat tabel tersebut diatas maka investasi di bidang peternakan selama 3 tahun terakhir meningkat menjadi 65.TernakPot yang masuk . Uraian INVESTASI: Pemerintah (Dana Pembangunan) Investasi Swasta Lapangan Kerja .08 478.802.000 2003 9.141 50.s o ft w a re Sedangkan pada Tahun 2001–2002 pada Ternak Babi terjadi penurunan populasi sebesar 14. Juta Rp.180 1.Perusahaan Peternakan Nilai Perdagangan Ternak . Juta 2001 2.s o ft w a k e r.Peternakan Rakyat * Sapi potong * Unggas .14 18. besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah pada kurun waktu tertentu. 1. Jika dilihat dari indikator tersebut Propinsi Lampung mempunyai potensi yang cukup besar.950 1. 1.169.357. Juta Rp.30% yang disebabkan adanya serangan penyakit Hog Kholera pada Babi.460 885. b. Demikian juga dengan besarnya nilai pendapatan yang berasal dari subsektor peternakan yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan peternakan dan besarnya kontribusi PDRB peternakan yaitu berdasarkan hitungan harga berlaku pada tahun 2001 mencapai nilai Rp. Dengan demikian PDRB yang berasal dari sub sektor peternakan akan menjadi indikator sampai berapa besar peranan sub sektor peternakan mewarnai pembangunan daerah. Lapangan Kerja dan Perdagangan Ternak di Propinsi Lampung Tahun 2001 .480 51. Pencapaian PDRB sub sektor peternakan atas dasar harga konstan dan berlaku dari Tahun 1999-2002 dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. LAPANGAN KERJA DAN PERDAGANGAN TERNAK Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pembangunan peternakan adalah besarnya investasi.74 3.Selisih Satuan Rp.656 707. tahun 2002 mencapai nilai Rp.600 821.220. D. diantaranya karena mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang masih cukup luas.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w .856.2003 No I.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. penyerapan dan penciptaan lapangan kerja serta perdagangan ternak antar Propinsi.10 21.000 2002 6.74 15.169. . Juta Rp.82 Trilyun dan pada tahun 2003 sebesar Rp. E. INVESTASI.99 418. 2.129 1.52 Trilyun.

104 2001 1. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.352 2002 5.929 17.524 17.142.623.54 26.738.47 2.02 2.602.35 12.302.0.809 0.923 11.97 1.506 16.92 490.99 17.887 15. Juta) Persentase (%) Tanaman Perkbn PDRB (Rp.93 65.96 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.92 1. E:\KEBIJ TEK-260405.4. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.65 295.24 32.76 .513 1.989 14.362 26.55 2.589 27.566.372. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp.185 27. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 1.71 744.63 10.708.954 2000 1.284 0.85 295.398.35 2.81 92.04 27.841 42.716 18.937 11.86 11.603 13.59 453.56 501.94 .216.12 301.16 43.039 0.179 28.doc/Datin 13 .099.103. Juta) Persentase (%) Total Pertanian 1999 4.73 Dari tabel tersebut dapat diartikan bahwa peranan sub sektor peternakan terhadap pertanian meningkat terus dari Tahun 1999-2002.264 44.41 10.49 325.156.70 1.87 36.805 R.587 2003 1.79 2000 4.115 13.68 2.720.77 1.(%) 5.694 27.703.75 2.659 12.18 471.185 41.82 11.637 42.49 488.298 10.897 47.937 0.18 21.688 1.234.355 12. Juta) Persentase (%) Kehutanan PDRB (Rp.53 1.798 47.42 1. Lampung Th.022 0.16 26.90 739.875. .672.249 13.102 25.369.407.10 721.911.0.03 3.37 1.28 2.125.219 46.895.482 11.645 0.958 12.57 .59 11.29 2.93 3.479 Tabel 7: Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung Atas Dasar Harga Konstan Propinsi Lampung Tahun 1999-2003.s o ft w a k e r.723 10.48 -7.991.142.77 1.262 47.933 23.962.795 17.79 5. (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Tanaman Pangan PDRB (Rp. k w .329.776 R.416 2003 5.584.06 1.478 42.60 1.86 2.312 035 1. 1999 – 2003 (Juta Rupiah) Subsektor Tanaman Pengan PDRB (Rp.613. Juta) Persentase (%) Perikanan PDRB (Rp.662.95 2.59 -4.478 21.s o ft w a re Tabel 6 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Propinsi Lampung atas dasar Harga berlaku Prop.620.c ww w om k lic lic .453 44.40 72.324 14.911 18.73 773.329.1.618 0.344 10.01 299.77 1.821.77 2001 5.581 30.65 1.32 7. Juta) Persentase (%) Peternakan PDRB (Rp. (%) 4.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .749 21.100.04 22.39 22.30 1.911 2002 1.00 759.98 2.515.

antara lain Pelabuhan Panjang.831 ek 500 ek NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 URAIAN Daging aym (beku) Daging ayam (ekspor Jepang) Telur Jeroan Kulit Burung Siamang Anjing Kalong Kera JUMLAH 49. dilakukan pemeriksaan dan pencatatan oleh Karantina Hewan. Srengsem. dilakukan tindakan pengamanan ternak secara preventif dalam bentuk pembinaan kesehatan hewan secara utuh. Hewan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . BAH. (4) pengamanan produksi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. antara lain (1) pengamanan sumberdaya alam. Dalam rangka pengendalian penyakit hewan yang diakibatkan oleh lalu lintas hewan/ternak/BAH/HBAH (Hasil Bahan Asal Hewan).595 ek 639. Data Pengeluaran Ternak. Blambangan Umpu Kab Way Kanan. Kota Agung. dengan kondisi pada tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tabel 8. . Sebagai upaya perlindungan terhadap ternak dan gangguan penyakit. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Lampung yang letak geografisnya berbatasan dengan Propinsi Banten (Pulau Jawa) dan berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. menjadikan Lampung sebagai daerah penyangga bagi Provinsi lain di sumatera terhadap penyebaran penyakit yang berasal dari Pulau Jawa.500 ek 30. Bandar Udara Branti. Labuhan Maringgai.719 ek 59. HBAH melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 *) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Sapi lokal Sapi eks impor Sapi bali bibit Kerbau Kuda Kambing Babi DOC Ayam Buras Ayam ras broiler Itik JUMLAH 1.600 kg 245 kg 100 kg 1 ek 8 ek 1 ek 100 ek 40 ek *) hanya yang lewat / melapor melalui Stasiun Karantina Hewan Panjang/tarahan Sedangkan data pemasukan ternak. Simpang Pematang Kab Tulang Bawang.s o ft w a re F.s o ft w a k e r. (2) pengamanan lingkungan budidaya ternak.doc/Datin 14 . serta beberapa pelabuhan yang sewaktu waktu dipergunakan yaitu antara lain Pelabuhan Sukaraja. Pelabuhan sungai Menggala dan TPI Lempasing. BAH.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.822 ek 1. BIDANG TEKNIS 1. (3) pelayanan kesehatan hewan terpadu. Sebagaimana diketahui bahwa pintu keluar-masuk ternak / hewan / bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal hewan (HBAH) di Lampung ada di beberapa titik. k w . Pelabuhan Bakauheni. HBAH ke Provinsi Lampung atau untuk Provinsi lain yang melalui karantina hewan adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. baik penyakit yang sifatnya strategis ataupun ekonomis.126 ek 2.c ww w om k lic lic . Lemong Kab Lampung Barat. atau sebaliknya penyakit dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.141 kg 625.573 ek 161 ek 30 ek 1 ek 55.422 kg 37. hewan. dan (5) pengamanan sarana produksi peternakan.

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . yang melalui pelabuhan Bakauheni. BAH.412 ekor 8.480. rabies (lab. scabies dan orf (klinis).s o ft w a re Tabel 9: Data Pemasukan Ternak. karantina hewan 1 unit. MCF. BAH. Ayam afkir petelur. CRD (lab). pullorum (lab).c W C re ! tr ac C tr ac k e r. daging. salmonellosis. telur. ternak. serrologis).c ww w om k lic lic . surra. BEP (klinis) dan flu burung (lab. brucellosis. Propinsi Lampung telah memiliki sarana dan prasarana yaitu : Pos Keswan sebanyak 12 unit. SE. ramadewa (lab. Hal ini disebabkan Stasiun Karantina Hewan kedudukannya (lokus) ada di Pelabuhan Panjang dan Tarahan (holding ground).doc/Datin 15 . BPPV 1 unit. Sebagai gambaran.545 Ton 1 ekor 25 ekor KETERANGAN Asal Australia Asal Amerika Jawa Barat Asal Jawa Dari hasil tindakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan . k w . HBAH. tempat pemotongan hewan (TPH) 64 unit dan rumah potong ayam (RPA) dengan kualifikasi untuk ekspor 1 (satu) unit. sapi. helminthiosis (lab). . tuberculosis dan PMK. Bandara Branti serta check poin lalu lintas lainnya tidak tersedia datanya.s o ft w a k e r. baru pada bulan Maret 2005 ditempatkan Pos Karantina berupa Pos Check Poin. cukup tinggi antara lain ayam potong. haemochsiosis (lab). Sementara itu beberapa jenis penyakit strategis dan ekonomis yang telah didiagnosa secara labolatoris dan hasilnya negative antara lain anthrax. yang tercatat hanya 4 (empat) komoditi pada 1 (satu) tempat yaitu Pelabuhan Karantina Panjang. lymphoid leucosis (Lab). rumah potong hewan (RPH) 8 unit. ND (lab. Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di 10 kab/Kota. Hewan. Fasciollosis (lab). BVD. anjing dll. sementara di pelabuhan Bakauheni yang memiliki arus lalu lintas barang dan orang sangat tinggi. klinis). Coccidiosis (lab). anaplasmosis. klinis). piroplasmosis. gumboro. coryza/snot (lab). Sebagaimana diketahui bahwa HBAH masuk khususnya yang melalui Pelabuhan Bakauheni. sehingga masih ada kendala untuk memantau pemasukan hewan dan bahan asal hewan dari Jawa ke Lampung. itupun lokasinya diluar area Pelabuhan Bakauheni. dibawah ini ditampilkan data kejadian penyakit hewan / ternak menular strategis selama tahun 2000 – 2003 E:\KEBIJ TEK-260405. HBAH melalui Karantina Hewan Panjang Tahun 2003 NO 1 2 3 4 URAIAN SAPI Brahman cross Feather meat/ meat bone Kuda Kambing JUMLAH 91. klinis). Sementara lalu lintas pemasukan Hewan Ternak BAH dan HBAH. lab). Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet. Sedangkan yang masih positif berada di Lampung antara lain hog cholera (susfected.

Adapun kondisi sarana dan prasarana fisik IPMB Terbanggi besar sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. Sampai dengan tahun 2003 produksi mani beku IPMB Terbanggi Besar mencapai 50. antara lain (1) cakupan wilayah inseminasi dan peningkatan jumlah akseptor. dan N2 Cair (6) dan pengembangan IB swadaya. : Jumlah Kejadian Penyakit Hewan/Ternak menular Strategis di Propinsi Lampung Tahun 2000 . (2) ratio cervis per-conception. kualitas budidaya (terutama pakan yang diberikan). . Sedangkan keberhasilan program IB yang cukup monumental diantaranya adalah terbangunnya Instalasi Produksi Mani Beku di Terbanggi Besar. k w . (3) conception rate.s o ft w a k e r. Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) mulai diintroduksi di Lampung pada tahun 1976. sosialisasi program IB dan peralatan IB yang relative masih kurang.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan perkembangannya sampai saat ini cukup baik.2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PENY HWN STRATEGIS Anthrax Brucellosis Bovine Viral Diarhea Gumboro Hog Cholera Rama Dewa New Castle Desease Rabies Salmonellosis SE Inf Bovine Rinotracheaisis Surra Anaplasmosis Piroplasmosis MCF Flu Burung 2000 0 1 0 0 0 0 5 14 0 0 0 0 0 0 2 0 2001 0 0 0 0 0 0 1 19 0 0 0 0 0 0 0 0 2002 0 0 0 0 1 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 2003 0 0 0 0 0 0 4 12 0 0 1 0 0 0 0 2 KET Data diperoleh dari hasil pemeriksaan BPPV wilayah III Bandar Lampung 2.000 dosis mani beku kambing.c ww w om k lic lic . Dari hasil pengamatan terdapat beberapa hal yang sangat mendasar dan sangat berpengaruh terhadap kinerja IB sebagaimana tersebut diatas.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 dosis yang terdiri dari 40.s o ft w a re Tabel 10. dalam arti pada beberapa aspek masih diperlukan perhatian dan peningkatan. (5) distribusi dan sistem penjualan mani beku.doc/Datin 16 . serta meningkatnya pendapatan peternak peserta IB sebagai akibat dari meningkatnya harga jual ternak hasil IB. antara lain pengetahuan dan keterampilan peternak.000 dosis mani beku sapi dan 10. (4) recording dan system pelaporan. tingginya animo peternak yang telah mengenal program IB untuk memanfaatkan teknologi IB.

c ww w om k lic lic . Secara umum perkembangannya sampai saat ini adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. atau sudah berjalan selama 28 tahun.doc/Datin 17 .s o ft w a re Tabel 11 Kondisi Sarana dan Prasarana Fisik IPMB Terbanggi Besar Sampai Dengan Tahun 2004 (dalam buah/unit) NO (1) A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2 3 4 5 6 D 1 2 E 1 2 3 4 5 6. k w . PERALATAN IPMB (2) Peralatan Penampungan Vagina buatan sapi Vagina buatan kambing Sterilisasi vagina buatan Incubator Rak alat alat Inner Linner Termos IB gun sapi IB gun Kambing Peralatan pemeriksaan Kualitas Mikroscope listrik Mikroscope cahaya Fotometer Refrigerator CCTV Monitor Incubator alat gelas/kaca Lemari alat alat kaca Timbangan digital Peralatan Processing Cool top Filling and Sealing Machine Refrigerator Container Prae Freezing Rak Prae Freezing Sterilisasi Straw Peralatan Printing Straw Printing Straw Manual Printing Straw Automatic Peralatan Penyimpanan & Distribusi Container deppo Container operasional Vacuum Container Container deppo 200 liter Mobil pengangkut N2Cair & Straw & pakan Mobil Operasional TERSE DIA (3) 4 2 1 1 1 4 2 4 2 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 0 1 0 12 2 1 0 1 KEBUTU HAN (4) 15 8 1 1 4 15 4 6 6 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 6 1 1 1 24 6 2 2 2 2 KEKURA NGAN (5) 11 6 0 0 3 11 2 2 4 0 0 0 0 0 1 2 1 0 0 1 1 4 1 0 1 12 4 1 2 2 1 Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa program IB mulai diintroduksi pada tahun 1976. .s o ft w a k e r.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .

am menyediakan bakalan hanya dapat memenuhi 15 – 20 % sedangkan 80 – 85 % masih mendatangkan dari impor (Australia).534 104.39 80.563 42.98 55 74. dan PE oleh UPTD IBBITKAN di instalasi Pembuatan Mani Baku Terbanggi Besar. dan pembinaan produksi ternak bibit. Untuk mengembangkan perbibitan di Provinsi Lampung.37 92. Bila dilihat dari usaha pengemukan sapi potong di Provinsi Lampung.941 28.160 32.72 Tahun 2001 373. 3.226 40. k w .266 ekor.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . Mengembangkan sentra-sentra pembibitan ternak dalam bentuk pembibitan ternak rakyat/pembibitan pedesaan atau VBC dengan mengutamakan pada daerah-daerah penyebaran ternak pemerintah dan dilaksanakan melalui Pola Sistem Pelayanan Terpadu (SPT). kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a.816 33. serta telah diproduksinya mani beku jenis kambing BOER.58 93 2003 387. ternyata kemampuan ternak lokal dal.663 38.001 104. . Sedangkan pembibitan ternak kambing.639 1.892 2000 372.s o ft w a re Tabel 12. meliputi pembinaan. Kinerja Pelaksanaan IB di Propinsi Lampung Tahun 1999 – 2003 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Populasi Sapi (ekor) Jumlah betina produktif (ekor) Akseptor (ekor) Jumlah Inseminasi/Dosis SC Ratio CR (%) Kebuntingan (%) Kelahirannya (%) 1999 372.99 Jumlah akseptor yang dapat di inseminasi pada tahun 2003 mencapai 29.138 39.165 31. disisi lain sistim dan usaha pembibitan secara keseluruhan belum mendapat porsi perhatian yang memadai.86 61.530 2.s o ft w a k e r. pelayanan kesehatan.500 ekor. bimbingan pemasaran/panen hasil.63% jika dibandingkan dengan potensi akseptor yang ada yaitu ± 108.458 ekor.07 45.350 108.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Provinsi Lampung mempunyai peluang yang besar terkait dengan potensi pasar dan sumberdaya pakan yang ada.00 62. ternyata cakupannya relatife masih rendah.doc/Datin 18 .021 104. Pembibitan Masalah utama yang dihadapi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak salah satunya adalah masih rendahnya ketersedian bibit ternak baik kualitas maupun kuantitasnya. Penggunaan bibit unggul kambing ini masih pada tahap pengenalan (mulai tahun 2002) dengan realisasi akseptor ± 2.50 2002 381.934 106. atau baru mencapai 26.589 25. 1997) sebagian besar masih merupakan usaha sambilan serta belum menariknya usaha pembibitan sapi potong bagi perusahaan peternakan karena pengembalian modalnya membutuhkan waktu yang relatif lama. BOERAWA. Adapun jenis komoditas.458 29. dan lokasi sentra pembibitan ternak di Provinsi Lampung adalah sebagai berikut : E:\KEBIJ TEK-260405. Jumlah dan kualitas bibit sapi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan produksi. pelayanan IB (pada VBC sapi dan kambing). sementara itu peternakan rakyat yang merupakan “armada semut” yang potensial (Sujarmin.737 1.40 60. Hal ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang perlu dikaji karena proses selama kurun waktu 28 tahun.105 1.50 98.

bawang Tengah Lambu Kibang Kemiling 3 Lampung Timur 4 Lampung Tengah 5 6 7 Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung c) Itik NO 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 3. KECAMATAN Pringsewu (Ambarawa) Wonosobo Palas Trimurjo E:\KEBIJ TEK-260405. . 2.doc/Datin 19 . 1. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan Lampung Tengah NO 1. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . 2.s o ft w a re a) Sapi Potong NO 1 KABUPATEN / KOTA Lampung Selatan NO 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 KECAMATAN Tanjung Bintang Sido Mulyo Jati Agung Simpang Agung Padang Ratu Punggur Gunung Sugih Terbanggi Besar Seputih Mataram Kota Gajah 2 Lampung Tengah b) Kambing NO 1 2 KABUPATEN / KOTA Tanggamus Lampung Selatan NO 1 2 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 1 2 1 KECAMATAN Talang Padang Sumberejo Gedong Tataan Tanjung Bintang Way Lima Batanghari Nuban Sukadana Way Jepara Seputih Surabaya Seputih Banyak Seputih Mataram Kalirejo Padang Ratu Abung Timur Bukit Kemuning Tl. 1.s o ft w a k e r.

575. Lamp.000 Jabotabek 10.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . KECAMATAN Metro Pusat g) Babi NO 1.548.450 2.500. 1. KABUPATEN / KOTA Lampung Tengah NO 1.000 10. Tanggamus. MBAI Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 Distribusi Produksi / FS Pedaging Petelur 9. k w .733.000 Lpg. Pembinaan pada Perusahaan Pembibitan Ayam Ras Jumlah perusahaan pembibitan Ayam ras di Provinsi Lampung ada 3 buah yaitu PT.s o ft w a k e r. . Tahun 1999 – 2003 No 1. KECAMATAN Seputih Raman Seputih Mataram b. Indonesia Farming di Katibung Kabupaten Lampung Selatan. KECAMATAN Batanghari Metro Pusat f) Puyuh NO 1. Multi Breeder Adirama Indonesia (PT.doc/Datin 20 . KABUPATEN / KOTA Lampung Timur Kota Metro NO 1. 1. produksi dan distribusi DOC ayam ras pada perusahaan pembibitan di Provinsi Lampung dari Tahun 1999 – 2003 adalah sebagai berikut Tabel 13 : Produksi dan Distribusi Final Stock Ayam Ras pada Perusahaan Pembibitan di Prov. Talang Padang Kab. PT.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . 2. KABUPATEN / KOTA Kota Metro NO 1. MBAI) di Kec.612 530.325 13. Sumatera 10. KECAMATAN Talang Padang Metro Utara e) Ayam Buras NO 1.149.150.270 1.000 E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a re d) Sapi Perah NO 1. Natar Kab. Lampung Selatan dan PT. 2.400.347 1. Charoen Pokphand Jaya Farm di Kec. KABUPATEN / KOTA Tanggamus Kota Metro NO 1.942.648 2. Perkembangan populasi parent stock. Nama Perusahaan PT. 2.256.

15 %. Indonesia Farming * Kebutuhan DOC petelur mulai tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain.696. . PT.000 8.Berproduksi Lampung 3. Kendala yang dihadapi dalam penyediaan hijauan makanan ternak antara lain masih rendahnya kualitas pakan yang diberikan karena sebagian besar peternak tidak memiliki kebun rumput. sapi - E:\KEBIJ TEK-260405. PT.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. MBAI dan sejak tahun 2002 perusahaan ini tidak lagi melaksanakan pembibitan ayam ras petelur sehingga kebutuhan bibit ayam ras petelur di Provinsi Lampung sejak tahun 2002 dipenuhi dari Provinsi lain. Adapun perkembangan produksi bibit ayam ras pedaging tahun 1999 – 2000 meningkat 29.548. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha budidaya ayam ras pedaging di Provinsi Lampung semakin berkembang dengan dukungan swasta melalui pola kemitraan seiring dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengkonsumsi protein asal ternak.245 1. 1997 yaitu pengembangan ternak kambing di kawasan kebun singkong.480 3.370.s o ft w a k e r. Kegiatan integrasi usaha peternakan dengan tanaman perkebunan/pertanian di Provinsi Lampung sudah dimulai sejak th.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .68 %. dan mulai tahun 2001 sampai dengan 2003 meningkat sebesar 52. yang melaksanakan pembibitan ayam ras petelur hanya PT.750 7. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas ternak ruminansia dan unggas adalah faktor pakan hijauan dan pakan konsentrat.s o ft w a re 2.padi.850.c ww w om k lic lic .124. Dari 3 (Tiga) buah perusahaan pembibitan ayam ras di Provinsi Lampung.000 10. Dengan demikian akan diperoleh Sinergis yang Produktif yaitu tanaman pertanian/perkebunan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik.768.361.986 - Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Tdk. 4.46 %. Pakan Ternak. Charoen Pokphand 1999 2000 2001 2002 2003 1999 2000 2001 2002 2003 6. k w .226 2.500 2. sedangkan melalui sumber dana APBN/APBD dimulai tahun 2003 berupa pilot proyek yaitu sapi . Oleh karena itu upaya pemanfaatan sumber daya pertanian.doc/Datin 21 . perkebunan dan Agroindustri menjadi prioritas kegiatan sekaligus dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung dari satu satuan luas lahan usaha tani.484. akan tetapi pada tahun 2000 – 2001 terjadi penurunan sebesar 27.

Sapi Padi memiliki kapasitas tampung ±341. Pengawasan mutu dilaksanakan oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan Kabupaten / Kota.228 ekor Kambing Singkong memiliki kapsitas tampung ±1.c ww w om k lic lic . kambing . Dari tanaman Pertanian dan tanaman Perkebunan di Propinsi Lampung. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melindungi peternak dari kualitas ransum yang tidak sesuai dengan label dan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan pada tahun 2004 dilaksanakan pelatihan pengawasan mutu pakan sebanyak 20 orang dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan E:\KEBIJ TEK-260405.s o ft w a k e r. pakan puyuh.doc/Datin 22 . .singkong dan pada th. 3. 5. pakan itik dan pakan sapi.000 ekor Adapun jumlah pabrik pakan ternak di Provinsi Lampung berjumlah 5 perusahaan.s o ft w a re sawit.700. 2.000 ekor Kambing Coklat memiliki kapasitas tampung ±30.tebu.pisang. 2004 dilanjutkan dengan sapi .c W C re ! tr ac C tr ac k e r.565 ekor Sapi Tebu memiliki kapasitas tampung ±65. sapi .000 ekor Sapi Nanas memiliki kapasitas tampung ±50. dan jenis pakan yang diproduksi adalah pakan ayam ras petelur dan pedagang.130 ekor Kambing Lada memiliki kapasitas tampung ±100.coklat dan kambing . dapat dikembangkan integrasi ternak dengan tanaman pertanian/ perkebunan dengan daya tampung antara lain sebagai berikut: 1. k w . 6.997 ekor Sapi Sawit memiliki kapasitas tampung ±40. 4.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 7. dengan jumlah petugas sampai tahun 2003 sebanyak 25 orang.

b. dan impor susu (bahan baku dan olahan). susu. Beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi prioritas dalam pemecahannya antara lain : 1.70 %) adalah lulusan SD dan tidak lulus SD. yaitu dengan semakin tingginya tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. tenaga fungsional penyuluh peternakan tidak ada lagi. Jumlah dan kualitas (pengetahuan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 23 . sikap dan keterampilan) petugas lapangan relatif masih kurang antara lain Inseminator. Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan a.s o ft w a k e r. sementara kemampuan suplay khususnya komoditi daging sapi dan susu masih tergantung pada impor. Bibit Ternak b. daging. padahal sesungguhnya dengan pendekatan ini tidak menambah populasi. k w . jiwa kewirausahanya masih sangat lemah. yaitu dalam bentuk impor bakalan sapi. umumnya lebih tertarik bekerja di sector industri dan jasa di perkotaan c. MASALAH Permasalahan yang masih harus terus dihadapi dan menjadi tantangan adalah aspek keberlanjutan. kulit dan bibit ternak) terus meningkat. Minat tenaga kerja terdidik di pedesaan terhadap usaha peternakan masih sangat kecil. bahkan justru bisa kontra produktif E:\KEBIJ TEK-260405. Kelembagaan peternak pada umumnya kurang mandiri dan masih project oriented. akibatnya kegiatan penyuluhan. pendampingan dan sekolah lapang mengalami banyak hambatan d. 2.telur. Tingkat pendidikan formal petani/peternak umumnya (60 .c ww w om k lic lic . permintaan terhadap komoditi ternak (daging. Jumlah induk sapi potong di Lampung masih sangat kurang baik kualitas maupun kuantitasnya. . dan paramedis e. disisi lain pengeluaran bibit sapi dari Lampung sulit dikendalikan c. Terjadi banyak perpindahan bibit antar wilayah. akibatnya visi peternak terhadap usaha peternakannya hanya bersifat sambilan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a re BAB IV MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI A.

Masih kurangnya informasi tentang jumlah dan lokasi bahan baku pakan. Rama Dewa.000 ekor per tahun (Secara Nasional 400. .c ww w om k lic lic . c. berat lahir. k w . baik hijauan ataupun bahan baku konsentrat 4. babi. Penyakit menular lainnya (SE. bakalan sapi potong dari Lampung belum dapat bersaing dengan produk impor g.s o ft w a k e r. Hal ini membuktikan bahwa kemungkinan ada persoalan yang mendasar dalam upaya pembebasan rabies yang belum teridentifikasi. Lampung masih mendatangkan bakalan sapi impor dari Australia sekitar 100.doc/Datin 24 . Usaha perbibitan ternak (diluar ayam ras) belum diminati oleh perusahaan swasta e. Target pembebasan penyakit rabies di Pulau Sumatera selalu mundur. Pakan Ternak a. Untuk usaha penggemukan sapi.000 – 120. d. E:\KEBIJ TEK-260405. d. sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan produktivitas antara lain pertambahan berat badan harian.000 ekor per tahun) f. Obat dan peralatan kesehatan hewan sebagian besar masih impor. Gumboro. Ditingkat peternak pada umumnya. ND dll) masih memungkinkan terjadi out break. Harga pakan unggas (konsentrat) sangat fluktuatif dan pada saat – saat tertentu relative mahal jika dibandingkan dengan harga produk akhirnya. itik dan puyuh belum mendapat porsi pembinaan yang cukup dibandingkan dengan perlakuannya terhadap ternak sapi potong dan kambing. Dilihat dari aspek kualitas. mundur ke tahun 2003. Wabah Penyakit flu burung b. produksi susu dan kinerja reproduksi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .000 – 450.s o ft w a re d. Hog Cholera. Komponen impor bahan baku pakan masih tinggi. semula ditargetkan bebas tahun 1997. 3. e. b. kemudian mundur lagi ke tahun 2007. Perbibitan ternak kerbau. Kontinuitas pakan hijauan pada musim kemarau masih menjadi kendala para peternak. Peternak belum melakukan pengolahan dan penyimpangan pakan yang berlimpah pada saat musim hujan dan pada saat panen. c. sapi perah. Penyakit Hewan a. ayam buras. interval kelahiran. padahal potensi sumberdaya pakan local banyak yang belum dimanfaatkan. Teknologi pengolahan pakan belum dilaksanakan oleh peternak f. Brucellosis.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kualitas pakan yang diberikan pada ternak ruminasia umumnya masih rendah.

peralatan kesehatan dan peralatan pasca panen.%) dibandingkan dengan kemampuan potensi genetic (Sapi 30 – 35 % dari populasi). d. . Pasar a.00. 6. pendidikan dan budaya peternak dan persyaratan yang terlalu memberatkan. Posisi tawar peternak masih sangat lemah. Peralatan dan Teknologi a. sehingga masih banyak terjadi inbreeding dan penggunaan pejantan yang berkualitas rendah. b. b. sehingga tingkat effisiensinya rendah b. Pengelolaan Reproduksi a. ayam broiler dan telur ayam sangat fluktuatif. hal ini terkait dengan pengetahuan. Peralatan peternakan sebagian masih mengandalkan barang impor seperti peralatan IB. covering pelayanan IB pada ternak sapi di Provinsi Lampung relatif masih rendah yaitu baru mencapai 26. k w . Harga beberapa komoditi peternakan antara lain telur ayam ras.doc/Datin 25 . c. Propinsi Lampung tidak memiliki pasar hewan/ternak yang representative. Kurangnya promosi terhadap konsumsi susu E:\KEBIJ TEK-260405. Modal.s o ft w a k e r. Lalu lintas hewan antar pulau dan antar Provinsi sulit dikendalikan sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit 5. bagian keuntungan terbesar berada pada sector jasa yang dikuasai oleh para blantik (bukan peternak).s o ft w a re e. DOC. c. Belum tersosialisasinya IB kambing pada masyarakat c. Jarak kelahiran (calving interval) pada sapi masih panjang yaitu rata – rata > 16 Bulan. Sejak diintroduksi tahun 1976.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. d. pakan konsentrat.c ww w om k lic lic . d. Prosentase kelahiran ternak di Lampung relative masih rendah (Sapi 19. Lembaga permodalan yang ada masih sangat sulit diakses oleh peternak kebanyakan. pada kambing > 8 bulan dan pada ternak kerbau > 24 bulan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sementara IB pada ternak ternak kambing baru dilaksanakan tahun 2003 dan IB pada ternak kerbau masih kesulitan dalam peyediaan mani bekunya. Pelaksanaan kawin alam tidak dibarengi dengan sistim seleksi dan penggunaan pejantan yang baik.63 % dari potensi IB yang ada. 7. Skala usaha peternakan umumnya masih termasuk kedalam katagori sambilan dan cabang usaha. demikian juga persentase kelahiran pada ternak kerbau dan kambing relative masih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya e. Kebijakan makro dalam bidang permodalan belum banyak menyentuh para peternak pada umumnya.

obat – obatan. 7. pendapatan masayarakat. Lampung masih dibayangi dengan munculnya wabah (Out Break) Penyakit flu burung.doc/Datin 26 . Meningkatnya tuntutan efisiensi.s o ft w a re B. Permintaan komoditi peternakan yang terus meningkat baik jumlah ataupun kualitasnya. 8.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. antara lain yang perlu dicermati adalah : a. b. Peran relative sektor pertanian terhadap perekonomian semakin menurun. 6. Terus berlanjutnya pengurasan bibit ternak yang berkualitas ke Provinsi lain dan pemotongan ternak betina bertanduk yang masih produktif. Dengan adanya perdagangan bebas kebijakan pajak dan bea masuk komoditi peternakan akan menjadi beban dalam usaha peternakan. Tidak efektif dan efisiennya pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan c. akibatnya usaha peternakan kurang dapat bersaing dengan Negara lain. 9. Kurang kondusifnya iklim usaha dan investasi. Perdagangan bebas ASEAN sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dan perdagangan bebas Asia Fasifik untuk Negara maju tahun 2010 dan untuk Negara berkembang tahun 2020. Globalisasi informasi dan perdagangan. Antraks. serta kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular lainnya terutama Brucellosis. Hog Cholera. tingkat pendidikan dan budaya konsumsi pangan yang terus berkembang. dan daging sapi bahan baku pakan. TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI KEDEPAN. Restrukturisasi organisasi pemerintahan yang melaksanakan fungsi pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan.c ww w om k lic lic . 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 4.s o ft w a k e r. peralatan dan bahan baku susu. 3. Rama Dewa. peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas dibidang peternakan dan kesehatan hewan. c. Rabies dan Septichaemia E:\KEBIJ TEK-260405. k w . 1. Ketergantungan impor sapi bakalan. sedangkan peranan peternakan terhadap pertanian diperkirakan akan terus semakin meningkat. sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk. Transformasi struktur perekonopmian daerah/nasional akan terus berkembang yaitu : a. Ketergantungan subsektor peternakan terhadap sektor lain semakin tinggi. b. Dampak negative pelaksanaan otonomi daerah diperkirakan masih akan mewarnai pelaksanaan pembangunan peternakan. . 5.

. E:\KEBIJ TEK-260405. Persoalannya curahan input yang dibutuhkan yaitu dalam bentuk masuknya investasi (Modal.s o ft w a k e r. Hal ini disebabkan masih “ terbukanya “ pintu – pintu masuk penyakit yaitu diperbatasan dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu.s o ft w a re Efizotica.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 11. Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak. dan Sumberdaya Manusia berkualitas) juga ditentukan oleh sector atau lingkungan eksternal.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. 10. k w .doc/Datin 27 . Teknologi. pintu masuk Internasional di pelabuhan Panjang serta Bandara Raden Intan. Membangun komitmen masyarakat peternakan Lampung untuk bersama – sama mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional.c ww w om k lic lic . diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya yang optimal dengan curahan input yang minimal. Bakauheni.

Sementara itu. Selama 10 tahun terakhir. baik produksi dalam provinsi maupun pemasukkan dari luar provinsi. Kelebihan penggunaan metode prediksi konsumsi protein hewani asal ternak adalah bahwa perencanaan dapat diarahkan ke inti masalah peternakan. Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi protein akan menjadi variable independent. E:\KEBIJ TEK-260405. Protein daging merupakan penjumlahan protein karkas dan protein offal yang berasal dari ternak potong ruminansia dan non ruminansia.98% digunakan sebagai acuan. Hal ini dimungkinkan karena perhitungan nilai konsumsi protein secara tidak langsung juga memperhitungkan laju pertambahan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung yang tergambar dalam nilai daya beli masyarakat. Protein telur berasal dari telur ayam buras. Dengan demikian nilai laju pertumbuhan penduduk sebesar 0. Pada sisi lain. proporsi sumbangan dari masing-masing jenis ternak terhadap jumlah ketersediaan protein.s o ft w a re BAB V SASARAN UMUM A. jumlah konsumsi protein berasal dari protein daging. telur. Sedangkan protein susu untuk saat ini hanya bertumpu pada susu yang berasal dari sapi perah. maupun susu. Demikian juga dengan imbangan protein yang berasal dari offal dan karkas. Nilai duga yang diperolehpun akan lebih relistis dan akurat. sedangkan populasi ternak sebagai sumber protein hewani menjadi variable dependent. yakni peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak secara efisien. telur. dan burung puyuh. baik dari daging. itik. dan susu.98%. . Hal ini terjadi karena bentang ukuran populasi dengan konsumsi protein hewani sangat lebar. k w . Pilihan untuk menganggap proporsi yang tetap didasarkan pada pembacaan trend proporsi protein antarjenis ternak dan antarjenis daging selama 10 tahun.c ww w om k lic lic .doc/Datin 28 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Faktor penting yang mempengaruhi nilai konsumsi protein per kapita per hari adalah laju pertambahan penduduk.s o ft w a k e r. Model prediksi ini berkebalikan dengan cara yang biasa dilakukan karena pada umumnya prediksi selalu dimulai dengan prediksi populasi dan diikuti dengan prediksi konsumsi protein. yakni dari tahun 1993 s/d 2003. dianggap tetap dan proporsional. ayam petelur. Metode Prediksi Pola prediksi penentuan sasaran pengembangan populasi ternak di Provinsi Lampung dalam jangka pendek didasarkan pada upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak per kapita per hari. sehingga akan berimplikasi terhadap aspek pembiayaan. laju pertambahan penduduk di Provinsi Lampung rata-rata mencapai 0. Meskipun demikian terdapat kelemahan karena hasil prediksi populasi akan menjadi tampak besar.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.

817 73.841 868. 4. dengan laju pertambahan sekitar 2. dan prediksi populasi pada tahun 2005-2009 secara lengkap disajikan pada Lampiran. 4.33 4.222.54 3.456.833 110 53.s o ft w a k e r.894 170. Sementara proporsi sumbangan protein antarjenis ternak maupun antarjenis daging.271.40.544 2.717 97.851.652 2. Telur.89 4.67 2.178 898.2009 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2005 7.586 14.933 648. Berdasarkan angka prediksi konsumsi protein ini.00 3.62 2009 8.doc/Datin 29 . dan 4.959. sehingga laju pertambahan penduduk diperkirakan sebesar 0.299.176 78.c ww w om k lic lic .512 2.264 2008 411.47 % per tahun.813 25.41 4. prediksi populasi akhir diduga dari faktor koreksi yang berasal dari nilai korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi.01 4. serta faktor koreksi pemotongan dianggap konstan.53 2.189 94.52 4.12 5.00 0. Pertambahan penduduk mengacu kepada hasil perhitungan.s o ft w a re Pada sisi lain. B.473 188.136 718. jumlah pemotongan.579.108 176. yakni sebesar 0.440 27.62.894 2. 4.547 114 53.49 2.51 2008 7.765 71. .249.29.00 3.73 gram per kapita per hari.234 88.54 3.00 3.Adapun prediksi sasaran konsumsi secara lengkap tertuang pada table 14 berikut : Tabel 14 : Prediksi Sasaran Konsumsi Daging.899 671.336 118 53. maka dapat disusun suatu prediksi populasi dari berbagai jenis ternak dan berbagai sumber protein.806 85.66 4.29 2006 7.890 993.052 24.606 15. Tabel 15 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2005 – 2009 (Ekor) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Pet.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.73 Laju (%) 2.427 742.307 28.275 Laju (%) 1.776.9493%.310.761.98%.769 16.634 182.77 3. Sasaran Jangka Pendek (2005-2009) Prediksi konsumsi protein per tahun pada tahun 2005-2009 diperkirakan mencapai 4. Itik Puyuh 2005 394.51.890 961.571 2006 400.230 2009 417.667 15.91 3.287 76.47 Prediksi jumlah penduduk. yakni dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.133 68. k w .994 164.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .729.99 4. namun dalam operasinya angka tersebut memerlukan adjustment.533 929.10 4.00 E:\KEBIJ TEK-260405.962 695. Susu dan Protein Hewani Tahun 2005 .30 4.78 4. Nilai faktor koreksi juga diperoleh dari pengamatan terhadap trend korelasi antara tingkat pemotongan dengan jumlah populasi selama 10 tahun.20 4.40 2007 7.377.72 4.913 16.501 103 52.378 2007 405.418.92 4.147.609 26.103 107 53.695 91.59 2. Ayam Ped.98 3.476 2.42 3.

76.54% per tahun.00% per tahun. 88.264.28% per tahun.42% per tahun.364 kg.769.806. 114. Pada ayam potong. 94.571. E:\KEBIJ TEK-260405.678. Situasi ini akan mempengaruhi cara penentukan prediksi populasi.67% per tahun.418. dan 16. 15.77% per tahun.s o ft w a k e r. Prediksi populasi domba mencapai : 68. Sumbangan protein daging. 20.765.894.547. 39. 110. 961.579.s o ft w a re Populasi sapi potong pada tahun 2005-2009 berdasarkan angka prediksi konsumsi protein daging adalah 394. dengan laju pertambahan populasi 3.599. dan 188. populasi diperkirakan sebesar: 2.147. 40. dan 21. populasi diprediksikan sebesar: 648.501. sedangkan pada ketiga unggas yang lain prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein telur. 53. Sedangkan dari ayam buras.108. 400.512.334. Sedangkan populasi kerbau diprediksikan sebesar 52.973.365 kg. 15.00% pertahun. 19.473 ekor.c ww w om k lic lic .606. yakni: 868.243. . populasi diprediksikan sebesar : 85. Sementara kerbau dan kambing perah dianggap tidak berkembang. dan 28.250 ekor. 73.176 ekor.doc/Datin 30 . k w . 929.962.634.905.307 ekor.652. Pada sisi lain. prediksi populasi didasarkan pada konsumsi protein daging. Sedangkan populasi puyuh sebesar: 164.544 ekor. juga berasal dari ternak unggas. 71. dengan laju pertambahan 3. Pada populasi sapi potong ini laju pertambahan diperkirakan sekitar 1. 2. 25. dan 742. 2. 411.00% per tahun. Pada babi.249.817.440. 182.275 ekor dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. yakni: 103. 671.695. 176.476. prediksi jumlah daging impor dari 2005-2009 adalah 37. 16.533. 27.994.894. dan itik sumbangan dapat dikatakan sumbangan “semu”. dan 2.761.001. 993.675.234. 898.813. 170. serta mempunyai laju pertambahan sebesar 3. dan 97. dan 417. 718. Pada itik.833. dengan laju 3.230. Sedangkan offal impor mencapai 18.189. 41.287. dengan laju pertambahan populasi sebesar 9. prediksi populasi berdasarkan angka konsumsi telur pada ayam buras mencapai 14.667.933. dan 43. Prediksi populasi kambing cukup besar.222.378.717 ekor. namun populasi sapi perah cukup berkembang.851. ayam petelur.729.377. dengan pertambahan populasi sebesar 3.586. dengan laju pertambahan populasi sebesar 3. 53.890.456.271. 2.00% per tahun. Sementara populasi ayam pedaging diprediksikan sebesar: 24. dan 78.427 ekor. dengan laju pertambahan sekitar 0.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .103.052. Sumbangan ternak unggas terhadap protein daging yang asli hanya berasal dari ayam potong.299. dan 54.133.00% per tahun. 405. Hal ini terjadi karena ketiga jenis unggas terakhir menyumbangkan daging dalam bentuk ternak afkir. dan 118 ekor.178. laju pertambahan mencapai 3.776.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.00% per tahun. 695. 53. Pada kedua komoditi ini.336 ekor. serta laju pertambahan sebesar 3. selain dari ternak ruminan. Pada ayam petelur. 20. 91.609. 26.136.841. Pada kelompok unggas.913 ekor.310.91% per tahun.899. 107.959.

421.750. Pada itik.103 2. Pada periode tahun 2010-2014 diperkirakan populasi ayam buras mencapai 17.866.712 ekor. 20.300. k w .120 33. dan 447.628 766.866.09 4.178.341.871 104.9905. dan 1.121.369.141 904. baik dari ruminan maupun non ruminan.96 4.097.097 213. Sasaran Jangka Menengah (2010-2014) Pada tahun 2010-2014.055.71 5.051.325 19.172 35. populasi terbesar diperkirakan berasal dari ternak kambing. dan 2.307.488 2.c ww w om k lic lic . 5.341 126 54.612 1.103 200. populasi diprediksikan sebesar 766. 441.130 219.399.103. berdasarkan tingkat konsumsi protein hewani tersebut secara lengkap disajikan pada table 16. 961.879 137 56. yakni: 1.617.712 990.775 ekor. ayam petelur afkir.714.17 2014 9.699.249.307.083 1. konsumsi protein hewani asal ternak setiap tahun diperkirakan mencapai 4.49 4.17.06 2013 8.343 1.592 20. Sedangkan puyuh mencapai 194. 86.32 5. 1.2014 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2010 8.141.425 129 55. 1. 435.51 5.098 17.300 83.782. dan 219.399.625 194.354 86. .28 gram per kapita per hari.825 89. 990.604 2012 435.990 932.70 4.28 Laju (%) 1.536. Prediksi populasi sapi potong mencapai: 423.20 Sumbangan terbesar protein hewani asal daging masih berasal dari unggas.532. 2. Tabel 17 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2010 – 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2010 423. Populasi ternak potong. Populasi domba diprediksikan mencapai 81.168.95 2012 8.608 133 55.369.901. 2.628. 5. 932.53 5. dan puyuh. Prediksi populasi ayam potong mencapai 30.879 ekor. 200.498 107.06.249 2014 447.995.83 4.155.457.901.536.147. 33.128 33. baik berupa ayam potong maupun ayam buras.421 206.629. 33.025.91 6.94 2.130 ekor. Susu dan Protein Hewani Tahun 2010 .103.147 31.750.318.901 20.318 122 54.277.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.851 114.10 6.887 2013 441. itik.84 2011 8.483.691 Pada ternak ruminansia.178.871. Prediksi populasi ayam petelur sebesar 2. Proporsi protein asal daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak dari waktu ke waktu dianggap konstan. 213.713 91.121.604.120. E:\KEBIJ TEK-260405. dan 21. 2.158 110.155.782.425. 83. dan 35.712 1.691 ekor.172 ekor.976 1. 904.713 ekor.625.45 4.488.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .22 4.84.483 81.055.887.62 5. 429.775 2.21 0.168. dan 5.532 2.714 2.088. Tabel 16 : Prediksi Konsumsi Daging.57 5.s o ft w a k e r. 31.251 21.209 30. 19. 4.088. 206.498.277 101.457 961.025.400 2011 429.354.s o ft w a re C.95.617.608.699.995.629.27 2. 20.400.doc/Datin 31 .128. Telur. 1.051.825.209.

2. dan 21. Populasi ternak perah yang tersedia diperkirakan hanya berasal dari sapi perah. dan 56.251 ekor. baik dari ruminansia maupun non ruminansia disajikan pada table 19 E:\KEBIJ TEK-260405. 55. .601 kg. D.249.147.343.72 5.714. 19. sedangkan kambing dan kerbau perah dianggap tidak ada.536. sedangkan populasi puyuh diprediksikan mencapai 194.120.69 6.s o ft w a re 89. dan 5. 961. 213. 110. 133.205. dan 990.87 5.08 6.532. sumbangan protein susu terhadap protein hewani asal ternak berasal dari populasi sapi perah sebanyak 122.158.098.198. 20.399. 129.976.2019 No 1 2 3 4 Jenis Ternak Daging (kg/kap/th) Telur (kg/kap/th) Susu (kg/kap/th) Protein Hewani (gr/kap/hr) 2015 9. 107.c ww w om k lic lic .50 2017 9.750. 126. Sementara ternak sapi perah dan kuda dianggap tidak memberikan sumbangan yang memadai terhadap ketersediaan protein daging.488. 55. dan 114.72. Susu dan Protein Hewani Tahun 2015 .699.629.05 2.82 5.61 2018 9.72 2019 10.77 5.46 Berdasarkan hal ini. 46. Pada tahun 2014.35 4. 22.83 Laju (%) 2.74 4.866. 5.851 ekor. dan 137 ekor.995.782. k w .99 1.30 6. 5.652.103.625. 47.172 ekor.369.49 6. sedangkan offal mencapai 22.130 ekor. Sasaran Jangka Panjang (2015-2019) Pada tahun 2015-2019 konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung diperkirakan mencapai 5.083 ekor.61. maka prediksi populasi ternak potong pada tahun 2014-2019. Pada sisi lain. 904.776. dan 50.929 kg.592. Populasi itik mencapai 766.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .117.83 gram per kapita per hari sebagaimana tertuang pada table 18 berikut : Tabel 18 : Prediksi Konsumsi Daging.612. Disini lain sumbangan dari daging impor diperkirakan mencapai 44. Populasi ayam petelur diprediksikan mencapai 2. 20.691 ekor. 206.doc/Datin 32 .901. Prediksi populasi kerbau mencapai 54.617.325.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dan 2.89 6.87 4. dan 91. konsumsi protein susu masih melibatkan pemasukkan susu dari luar daerah.712. Sementara sumbangan protein telur berasal dari suatu populasi yang terdiri atas ayam buras 17. 932.209.775 ekor. Telur.48 4. 49. 2.059. 23.s o ft w a k e r.39.67 5. 2.400.763.097. dan 24.476.103.03 1. 24.421.50. dan 219.604. 200. 54.29 2016 9.128.887. 5. Babi diprediksikan mencapai 101.61 4. 104.

331. dan 1.103.624.469.443 102.251 36. sedangkan offal mencapai 25.883 3. 56.124.224.102.190.020 94.595 158 57.743.921.516.176.799.669.469.419 ekor.295.614 1.020.131 124.579.049.194 3.884.834.239.259. populasi sapi perah dan kuda tetap dianggap tidak memberikan sumbangan terhadap ketersediaan protein asal daging. patut dicatat bahwa jumlah protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah di Provinsi Lampung saja.884 100.866 154 57.943. dan 253. dan 1.729 1.385. Kerbau diperkirakan mencapai 56.701 40.194 ekor. 22.595 ekor. 3.921. Daging import diperkirakan mencapai 52.253.079. E:\KEBIJ TEK-260405.813. populasi sapi potong diprediksikan mencapai 454.270.816 131.979 1.331.259.493 2018 473.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.595. 460.866.689. 239.376 239.109. Meskipun demikian. 1.643 22.840 246. 57. sedangkan puyuh mencapai 226. 37. melainkan juga melibatkan pemasukan susu dari luar daerah.213 1.162. 150.947 ekor.831.951. Prediksi populasi terbesar pada ternak ruminansia diperoleh dari ternak kambing sebesar 1.271.418.doc/Datin 33 . Sayangnya. 3.595 1.065 24. 39.049.295. dan 57.385 3.719 kg.777. k w .376.419 105.212.840.918.799.124.883.213.662 ekor.231 150 57.701. 1. dan 58. Sumbangan terbesar diberikan oleh ayam potong yang mencapai populasi 36.457 1. Itik diperkirakan mencapai 1. Sementara ternak perah yang lain belum memberikan sumbangan protein.190.294 kg. 57.102. Sedangkan sumbangan dari protein susu berasal dari prediksi populasi sapi perah sebesar 142.614.212. .224.719. 27. 1.037. 26. 1. Ayam petelur mencapai 2.270 232. 473. dan 24. 1.831 2.253 2019 480.443.366 37.444. 232.493. 3.444.579.701 3. 53. dan 480. Pada ternak ruminansia besar.092 ekor.521 226.689 146 56.922 41.516 39. 27. Tabel 19 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2015 454.521.947 1.019.301.834 1. 40. 246.621 24.s o ft w a re .951.957 128.244. Sementara sumbangan dari protein telur berasal dari populasi ayam buras sebesar 22.457.079.366.979 ekor.918.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .019. 24.743 97. 56.231. 1.239 142 56. dan 41.662 253.813 2017 467. dan 28.075 22.696.271.729.251.213. 23.213 2016 460. 467.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r.777.244.696 1.338 121.578 117. dan 3.922 ekor.037. 146.483 1. 154.092 Sumbangan protein daging dari populasi ternak potong tetap didominasi oleh produksi daging dari ternak non ruminansia.701.109.483.549 23. 55.301.140.140. dan 158 ekor.

300. Selanjutnya pada ternak penghasil telur.270 1.010 2021 494.023 28. dan burung puyuh 288. Sedangkan sumbangan kuda.479.007 2022 501.476 ekor.319 3.38 gram per kapita per hari.517.957 3.010 3.852 114. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari daging ternak unggas.273 274.541 1.558.938 1.985.306 1.191.610 ekor.701 1. sapi perah.700 180 59.634 138.525 281.669.763.365 1.476 Pada sisi lain.023 ekor.s o ft w a k e r.392. daging dan offal impor terhadap protein daging dianggap tidak ada karena kecilnya.560 jiwa.401.593 142.562 120. Sedangkan populasi babi diperkirakan mencapai 150.538 26.383. sumbangan protein daging dari ternak ruminansia besar berasal dari populasi sapi potong yang diprediksi mencapai 515. .689.479 176 59. Populasi kambing diprediksi berkembang mencapai 1.763.483.557 ekor.938 ekor. Pada tahun 2024 sumbangan protein daging terhadap total konsumsi protein hewani asal ternak diperkirakan mencapai 3.577 3.c ww w om k lic lic .159 47.562 ekor.470 44.964.279. kontribusi ternak ruminansia kecil dan babi sangat signifikan.517.258 3.37 gram per kapita per hari.701 ekor ayam pedaging sebagaimana terlihat pada table 20.084 2023 508.178 43.172. sapi potong import 122.367.823.135 ekor.288.763.401.797 45.149 1. Sasaran Tahun 2024 Prediksi perkembangan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan angka prediksi populasi ternak secara keseluruhan.624 111.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.610 150.135 288.267.755 1.260 27. Protein daging tersebut terutama berasal dari perkembangan populasi ternak unggas yang diprediksi mencapai 28. k w . Sementara itu.203.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Sedangkan tingkat konsumsi protein hewani asal ternak pada tahun itu diprediksi mencapai 6.404. Jumlah protein telur tersebut berasal dari prediksi populasi ayam petelur 3.841 260.340 167 58.557 48.498 117.360 171 59.378 267.300. . Sedangkan populasi ayam petelur diperkirakan mencapai 3. dan populasi domba mencapai 120.219 25.708 135.585 146.48 gram per kapita per hari.599.s o ft w a re E.235.858 26.813 108. Pada tahun 2024 jumlah penduduk diperkirakan mencapai 8.575.240 2024 515.957 ekor ayam buras dan 48. itik 1.147 1.doc/Datin 34 .557 ekor. sumbangan protein telur berkembang sampai 2. Pembandingan antara prediksi populasi ayam buras dan ayam petelur sebagai penghasil daging dan telur memperlihatkan bahwa sebaran populasi lebih E:\KEBIJ TEK-260405.823. Tabel 20 : Prediksi Populasi Ternak Tahun 2019 – 2024 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Ternak Sapi Potong Sapi Perah Kerbau Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik Puyuh 2020 487.419 163 58.171. Namun ternak itik dan puyuh dianggap tidak memberikan sumbangan protein yang signifikan.900 ekor dan kerbau 59.819 1.700 ekor.

20 gram per kapita per hari.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. Dengan demikian populasi yang lebih relevan digunakan sebagai prediktor adalah jumlah populasi pada ternak penghasil telur. k w . Terakhir.s o ft w a re besar pada populasi ternak penghasil telur. . melainkan juga melibatkan pemasukan susu olahan dari luar daerah. kontribusi susu dalam penyediaan protein hewani asal ternak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5. E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 35 . sedangkan populasi kambing dan kerbau perah dianggap tidak berkembang. Protein susu tersebut berasal dari perkiraan populasi sapi perah sebesar 180 ekor. Meskipun demikian ketersediaan protein susu tersebut bukan hanya berasal dari populasi sapi perah yang ada di Lampung.

3. antar Pulau. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani-ternak Kunci keberhasilan usaha di bidang peternakan terutama ditentukan oleh sampai sejauhmana peternak dapat meminimalisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas ternak baik dalam bentuk daging. serta masih rendahnya minat tenaga kerja muda untuk bekerja dibidang usahatani ternak. maka kebijakan teknis yang bersifat umum yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas Sumberdaya Manusia Peternakan Lampung Sudah menjadi rahasia umum bahwa etos kerja dan produktivitas peternak di Lampung relative lebih rendah. Peranan penggunaan teknologi dan peningkatan skala usaha. pengetahuan dan keterampilan peternak. Ketersediaan produk produk tersebut akan dipenuhi dari upaya upaya peningkatan populasi dan produksi hasil ternak dengan intensifikasi (meningkatkan produktivitas per-satuan ternak). 2. bahan baku industri dan permintaan ekspor. apalagi jika dibandingkan dengan Negara Negara tetangga seperti Thailand.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . telur. . k w . Meningkatkan populasi dan produktivitas ternak dan hasil ternak Penyediaan produk komoditi ternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi local. KEBIJAKAN UMUM Dalam rangka mencapai sasaran umum jangka panjang (2005 – 2024) . merupakan fungsi utama pengembangan ternak. Etos kerja dan produktivitas tenaga kerja (peternak) sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan formal. Malaysia dan Vietnam. budaya local yang juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja.c ww w om k lic lic .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Upaya yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada kurun waktu lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan mendorong kelembagaan social dan ekonomi di pedesaan untuk lebih berperan dalam upaya pemberdayaan peternak.s o ft w a k e r. ekstensifikasi (meningkatkan E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin 36 . jika dibandingkan dengan peternak di Jawa.s o ft w a re BAB VI KEBIJAKAN TEKNIS PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2005 . dalam hal ini akan menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak.2024 A. susu ataupun anak dan bibit.

Meningkatkan mutu dan daya saing produk peternakan Dengan semakin terbukanya system perdagangan antar wilayah dan bahkan antar Negara. tarif bea masuk) yang merupakan kewenangan pemerintah Pusat.s o ft w a k e r. dan pelaksanaan system manajemen mutu (ISO. khususnya komoditi yang akan diekspor dalam bentuk technical barrier on trade (TBT) dan sanitary and phytosanitary (SPS). sertifikasi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. tidak ada jalan lain kecuali upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk produk peternakan.c ww w om k lic lic . Pada kondisi saat ini dan kedepan kebijakan moneter (suku bunga. aneka ternak & ternak hias/exotik serta pakan ternak dimasa mendatang dapat terwujud. E:\KEBIJ TEK-260405. merupakan bagian dari kebijakan umum yang strategis. HASEP). Upaya standarisasi. akreditasi. Meningkatkan investasi sub sektor peternakan (pra produksi. ditingkatkan kualitasnya dan dimonitor perkembangannya.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .Tanpa ada investasi baru maka usaha peternakan akan berjalan ditempat dan sasaran umum tidak akan tercapai. retribusi. produksi dan pasca produksi) Faktor permodalan dan investasi merupakan factor yang strategis untuk mencapai sasaran umum jangka panjang. Dengan perhatian pada bidang ini diharapkan komoditi unggulan peternakan Lampung yang memiliki potensi ekspor antara lain daging ayam dan produk olahannya. harus diupayakan terus menerus sampai kapasitas daya tampung dan produktivitas mencapai titik jenuh . DOC. k w . inflasi.doc/Datin 37 . . kambing potong. Oleh karena kebijakan ini berdampak jangka panjang maka harus terus menerus dilaksanakan. 5. perluasan kawasan). Pemerintah Daerah juga perlu melakukan upaya – upaya untuk mendorong dan memobilisasi sumber – sumber pendanaan yang ada dan berpotensi untuk diinvestasikan pada usaha Peternakan. nilai tukar rupiah) dan fiscal (pajak. 4.s o ft w a re populasi. dan diversifikasi (vertical dan horizontal) untuk meraih nilai tambah dan sebagai upaya pelestarian komoditi ternak tertentu. Hal ini akan berkaitan dengan upaya penerapan persyaratan kesehatan produk produk peternakan. yang ditandai dengan era perdagangan bebas ASEAN (2003). yaitu terciptanya peluang kesempatan kerja produktif pada sub sector peternakan. Oleh karena itu kebijakan peningkatan populasi dan produktivitas ternak merupakan strategi jangka panjang . kesepakatan Negara Negara APEC (2010 untuk Negara maju dan 2020 untuk Negara berkembang).

sekolah lapang. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia ditempuh melalui 4 (empat) tahapan. sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan hal hal yang bersifat kontra produktip.s o ft w a re 6. (3) permodalan (4) pengolahan dan pasar. magang. baik yang terkait dengan aspek genetic. Meningkatkan kemampuan mengelola sumberdaya dan menjaga kelestarian sumberdaya peternakan Lampung memiliki sumberdaya yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha berbasis ternak. yaitu : (1) Peningkatan kesadaran dan percaya diri (awareness and self-confidence development) (2) Peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating ability development) (3) Peningkatan kesejahteraan ekonomi (welfare development) (4) Peningkatan kesejahteraan social ekonomi (social culture and economic development) E:\KEBIJ TEK-260405. penyakit ataupun punahnya plasma nutfah asli yang belum dimanfaatkan. Namun demikian jika tidak hati hati dalam pengelolaannya.s o ft w a k e r. Pengembangan SDM dan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Percepatan proses tranformasi dari usahatani tradisional ke usahatani industri berintikan “capacity building” untuk memberdayakan petani ternak melalui pembinaan sumberdaya manusia.c ww w om k lic lic . Pendekatan teknis tersebut adalah sebagai berikut : 1. k w . Penggunaan bibit ternak eksotik yang unggul. B.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . harus dirancang secara cermat dan terpola. Pembinaan Sumberdaya Manusia Pembinaan petani / peternak dilaksanakan dengan prinsip “menolong diri sendiri” (self-help) yang didasarkan atas kehendak meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan (income generating). incubator agribisnis bagi keluarga peternak agar mereka mampu menjangkau atau mengakses dirinya dengan (1) sumberdaya atau agro input.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . bahkan dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian pemanfaatannya. bukan saja tidak akan mendukung keberhasilan usaha ternak itu sendiri. kelembagaan dan permodalan a. (2) teknologi. melalui kegiatan pelatihan. sehingga diharapkan dapat lebih akurat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. KEBIJAKAN OPERASIONAL Kebijakan operasional yang akan ditempuh dalam rangka mencapai sasaran jangka pendek (2005 – 2009) yaitu dengan menerapkan beberapa pendekatan teknis bidang khusus.doc/Datin 38 .

E:\KEBIJ TEK-260405. dalam rangka menciptakan system pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan Pembinaan dan pengembangan kelembagaan peternak diarahkan untuk terwujudnya kelembagaan ekonomi peternak yang tangguh. efisien.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . UKM yang dikelola Dinas Koperindag atau bentuk subsidi lainnya (4) Untuk kelompok mandiri diupayakan kredit komersial dengan berbagai kemudahan (kemitraan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Pembinaan kelembagaan ekonomi pedesaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembinaan SDM peternak. misalnya gaduhan ternak atau BPLM (3) Untuk kelompok maju diupayakan melalui kredit bersubsidi. yaitu produktif. (6) belajar sambil bekerja dan (7) pendekatan keluarga. c. fasilitas khusus) dan akhirnya dengan melalui kredit komersial penuh. diberikan bimbingan untuk dapat menjangkau (akses) dengan lembaga keuangan atau bantuan. Hal lain yang juga penting adalah perlindungan pemerintah terhadap usaha peternakan pada umumnya. (4) kemitraan. (2) keserasian. Oleh karena itu peternak dengan kelembagaan kelompok dalam wadah koperasi. Permodalan merupakan factor yang sangat penting dan menentukan dalam pembinaan SDM dan pemberdayaan ekonomi pedesaan. kreatif. . Bimbingan dan Pembinaan Permodalan Bimbingan dan pembinaan permodalan diarahkan untuk menghilangkan ketergantungan dan menumbuhkan kewaspadaan memasuki system ekonomi pasar.s o ft w a re Dengan metoda pembinaan sumberdaya manusia ini diharapkan dapat menghasilakan SDM yang berkualitas. yaitu melalui kebijakan yang berfihak pada dunia peternakan. k w . disiplin. b.doc/Datin 39 . (3) kepemimpinan kelompok. (5) swadaya. misalnya dari Departemen Sosial atau lembaga non pemerintah (NGO) (2) Untuk kelompok madya dapat diupayakan dengan bantuan bergulir. misalnya KKP.c ww w om k lic lic . Pembinaan SDM melalui pengembangan kelembagaan peternak dilakukan atas dasar 7 (tujuh) prinsip yaitu (1) pendekatan kelompok. mandiri berbudiluhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu unit usaha ekonomi yang berazazkan kekeluargaan. (1) Untuk kelompok pemula dapat diupayakan dengan bantuan cuma cuma . misalnya koperasi atau kelembagaan kemitraan.s o ft w a k e r.

dan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Lampung. pedoman beternak yang baik (good farming E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic . Instalasi Pembibitan Sapi Bali di Campang Tiga Lampung Selatan. Pusat Penelitian Peternakan di Bogor. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. BIB Lembang dan Singosari. dalam rangka peningkatan populasi. PE). guna meningkatkan ketersediaan komoditi dan produk produk peternakan untuk konsumsi masyarakat Lampung. Pos Pelayanan Kesehatan Hewan (12 unit). utamanya akan dilaksanakan melalui teknologi Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer yang didukung dengan peningkatan kualitas pakan. Disamping itu terdapat juga sarana dan prasarana milik “Pusat” yang dapat diakses untuk kepentingan pelayanan bidang peternakan di Lampung. kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan. kesehatan dan tatalaksana. serta beberapa institusi vertical antara lain Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah III Bandar Lampung . Dukungan Peningkatan Produktivitas Ternak Secara normatip peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi fungsi genetic. BPTU Sembawa di Sumatera Selatan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sarana dan prasarana peternakan dimaksudkan untuk memberikan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas dan efektivitas pelayanan dibidang peternakan dan kesehatan hewan. produksi dan produktivitas ternak. pakan.s o ft w a k e r. Balai Karantina pertanian Panjang. k w . fisiologi. produksi bibit hijauan pakan. Instalasi Pembibitan Kambing di Negeri Sakti Gedung Tataan. Untuk mendukung pelayanan fungsi fungsi teknis. pemerintah provinsi telah menyediakan dukungan sarana dan prasarana peternakan yang dapat di akses oleh peternak dan yang sekaligus merupakan dukungan teknologi antara lain. BPMSOH Bogor. b. a. Jurusan Peternakan Universitas Lampung. kebutuhan antar Propinsi dan pasar ekspor. pengembangan teknologi pakan. Instalasi BPPT Lampung. Balai Analisa Pakan di Bekasi Jawa Barat dan beberapa BPTU yang diberi mandate khusus seperti BPTU Baturaden (sapi perah) BPTU Siborong Borong (Babi) dan BPTU Pelaihari (Kambing).s o ft w a re 2. Sarana dan Prasarana Peternakan Pengembangan sumberdaya. Untuk meningkatkan produktivitas ternak di Lampung. Pos Pos Inseminasi Buatan yang tersebar di 10 Kabupaten Kota. Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) Terbanggi Besar.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Hajimena. Dukungan Pengembangan Perbibitan Ternak Instalasi Perbibitan Ternak Kambing di Negeri Sakti dan Sapi Bali di Campang Tiga akan berperan dalam memproduksi bibit unggul (elite) sapi Bali dan Kambing (Boer. reproduksi.doc/Datin 40 . Boerawa. . antara lain Balai Embryo Transfer Cipelang Jawa Barat. bahan baku industri. Pengembangan Sumberdaya.

s o ft w a k e r. c. Disamping itu untuk memperluas jangkauan pembinaan. melalui bentuk kerjasama tripartite (Pemda. dalam kurun waktu 5 tahun kedepan paling tidak perlu dibangun lagi di 3 (tiga) Kabupaten lainnya.c ww w om k lic lic . . serta berperan dalam pembinaan kelompok kelompok VBC dan penjaringan bibit unggul. membandingkan dan dilatih ditempat ini. Poskeswan atau dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu perlu dikembangkan pada sentra sentra pengembangan ternak di seluruh wilayah Propinsi. Lampung Timur (1). selain telah didukung oleh BPPV wilayah III Bandar Lampung yang membawahi 4 Propinsi (Lampung. Dimana peternak dapat magang. Kelompok Peternak) atau bentuk kerjasama lainnya. Sumsel. paramedic . E:\KEBIJ TEK-260405. Bahkan dalam jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan.s o ft w a re practices). Lampung Utara (1) Kota Bandar Lampung (1) dan Tulang Bawang (3). Lampung Selatan (3). Metro (1). fasilitasi dan pengawasan Rumah Potong Hewan. Operasionalisasi Poskeswan kedepan diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan swasta dan masyarakat. akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembangunan peternakan secara keseluruhan. perlu menambah jumlah Poskeswan dari 12 unit yang ada saat ini. paling tidak menjadi 2 (dua) UPTD yaitu UPTD IB dan UPTD Perbibitan dan pakan Ternak. k w . Bangka Belitung dan Bengkulu). Sementara di tingkat Provinsi sendiri.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. yaitu di Lampung Tengah (2). karena beberapa jenis pelayanan di bidang keswan sudah dapat dibiayai oleh peternak sendiri. dan tenaga teknis lain serta peralatan pendukungnya sesuai dengan standar pelayanan minimal bidang kesehatan hewan dan kesehatan mesyarakat veteriner. Disamping itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner dan sekaligus mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain. bahan asal hewan (BAH) dan hasil bahan asal Hewan (HBAH). Perbibitan dan Pakan perlu dikembangkan. Yang perlu mendapat perhatian adalah penyediaan tenaga medis. Swasta. Kedua instalasi ini ditambah dengan IPMB Terbanggi Besar akan berperan untuk menjembatani peternak dengan teknologi. Kabupaten dan Kota juga perlu didorong untuk mengembangkan Instalasi Pembibitan Ternak. institusi UPTD IB. Hal ini sangat dimungkinkan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Dukungan Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.doc/Datin 41 . maka pengawasan lalu lintas hewan. yang dapat dimulai dengan pembentukan UPTD Pembibitan Ternak di masing masing wilayah.

juga dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan bahan asal hewan. hog cholera. sebagai upaya membentuk kelompok ternak “elite” sebagai sumber pejantan donor untuk IB dan betina donor untuk ET. . Sedangkan peningkatan produksi melalui penerapan embryo transfer.doc/Datin 42 . surveillance dan pemetaan. SE dan rabies merupakan penyakit hewan menular yang diprogramkan pemberantasan dan pengendaliannya secara Nasional ataupun regional. e. (4) Penyakit hog cholera sampai saat ini dapat dilokalisir dan hanya terjadi di Kabupaten Lampung Timur. bebas pada tahun 2007 (2) Penyakit flu burung dengan menggunakan metoda vaksinasi dan pengetatan bio security. brucellosis. Penyediaan mani beku dan Pelayanan Inseminasi Buatan Mani beku sapi potong dan kambing diproduksi di IPMB Terbanggi Besar. Operasionalisasi daripada upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit selain dilaksanakan dengan vaksinasi. sedangkan mani beku yang tidak dihasilkan di IPMB akan didatangkan dari BIB Lembang dan BIB Singosari atau impor. Way Kanan dan Lampung Barat. demikian juga dengan penyakit ramadewa. 12 unit Poskeswan. telah disepakati harus bebas pada tahun 2007 (3) Diharapkan Lampung ditetapkan bebas penyakit SE (free area). karena sudah sejak tahun 1990 tidak pernak terjadi kasus penyakit tersebut. E:\KEBIJ TEK-260405. tulang Bawang.lima tahun kedepan penyakit ini diharapkan dapat bebas. ramadewa. Pos cek poin yang ada di Lampung Selatan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . melalui pengembangan kelompok kelompok binaan yang dirancang melalui model “Village Breeding Centre” (VBC). (1) Untuk penyakit rabies telah diprogramkan oleh semua Propinsi di Pulau Sumatera dan bangka Belitung. “early warning system”. Kegiatan tersebut didukung dengan keberadaan BPPV wilayah III Bandar Lampung.c ww w om k lic lic . Implementasi daripada pelaksanaan pelayanan Inseminasi Buatan dan Embryo Transfer bekerjasama dengan Kabupaten/Kota dan para inseminator yang tersebar di 10 kabupaten / Kota sebanyak ± 180 orang.s o ft w a re d. Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Penyakit flu burung atau avian influenza (AI).s o ft w a k e r. pengobatan massal.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . peningkatan biosecurity. Petugas kecamatan dan petugas medis dan paramedic swasta ataupun yang beroperasi secara mandiri. dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Embryo Transfer Cipelang dan kelompok peternak .

nenas dan tanaman padi.830. tebu. Berdasarkan perhitungan data tahun 2003.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Dengan demikian sangat diharapkan untuk mendorong diversikasi usaha perkebunan sawit dengan sisipan usaha penggemukan sapi. Hal yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan pola integrasi ternak ini adalah pemanfaatan pupuk organic yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menjaga kesuburan lahan.Secara teknis pemanfaatan pakan pada lahan pertanian dan perkebunan dapat dijelaskan sebagai berikut : • Integrasi ternak dengan perkebunan sawit Sumber pakan pada pola integrasi dengan perkebunan sawit dapat diharapkan dari rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. Secara garis besar pendekatan teknis yang akan dikembangkan di Lampung adalah sebagai berikut : a. pengolahan daun sawit. Dampak lain daripada pola ini akan mendukung pengembangan komoditi eksotik yang akan menjadi unggulan Lampung.200 ekor E:\KEBIJ TEK-260405.000 ekor. coklat. oleh karena itu dalam membangun peternakan yang mantap dan tangguh factor pakan akan menjadi kunci keberhasilan utama. baik pada skala usaha tani kecil ataupun pada skala perusahaan pertanian / perkebunan.s o ft w a re Pelayanan Inseminasi Buatan dan embryo tangsfer serta bentuk pelayanan aspek reproduksi dan fisiologis lainnya. k w .000 ekor dan ternak kambing 1. Integrasi Ternak Dengan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Konsep paling efisien dalam pengembangan pakan untuk ruminansia adalah mengintegrasikan ternak ruminansia dengan usaha pertanian dan perkebunan.s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic . peternak dan kalau memungkinkan fihak swasta. diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara swadaya atau sharring yang adil antara pemerintah. yaitu antara lain :kopi dan lada organic. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan produksi (populasi) dan produktivitas ternak yang akan berpengaruh langsung kepada pendapatan peternak. kopi. 3. lada. Pengembangan Pakan Pakan ternak merupakan factor produksi yang paling dominan dalam usaha peternakan. . singkong. dapat menampung ternak sapi sebanyak 549. lahan perkebunan sawit. Meskipun demikian. Kapasitas tampung ternak sapi pada perkebunan sawit ± 40.doc/Datin 43 . tampaknya yang paling mudah adalah mengharapkan pada rumput yang tumbuh di bawah pohon sawit. perlu dirancang upaya atau teknik untuk meningkatkan kualitas dan penyimpanan pakan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan yang ada. dan limbah pengolahan sawit.

ternak kambing telah mengalami adaptasi dan mampu mengkonsumsi daun singkong segar.70 juta ekor kambing.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan tebu Introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu sebenarnya telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1830. Selain mampu menanggulangi persoalan limbah.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . maka akan ada tambahan populasi sebanyak 850. Artinya kalau 50% saja potensi limbah singkong dimanfaatkan untuk ternak kambing. dengan tujuan sebagai alat transportasi tebu. bermitra dengan peternak di sekitar serta menjual pakan yang berasal dari limbah nenas kepada peternak yang membutuhkan.000 ekor. hay atau sillase E:\KEBIJ TEK-260405. yaitu di Kabupaten Lampung Tengah dan di Kabupaten Lampung Utara. Di Lampung masih terdapat 2 (dua) perusahaan perkebunan nenas yang memiliki potensi untuk dipadukan dengan usaha peternakan. • Integrasi ternak dengan perkebunan singkong Potensi pakan hijauan yang berasal dari limbah tanaman singkong di Lampung pada tahun 2001 sebanyak 1. Dibeberapa tempat.000 ekor. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang bersumber dari daun pucuk tebu. padahal populasi kambing tahun 2003 baru mencapai 810. perusahaan ini juga memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman nenasnya. Secara teknis limbah nenas ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing dan domba. kenyataannya saat ini sapi jenis Ongol dan peranakannya (PO) berkembang di Jawa khususnya disekitar perkebunan tebu. . terlebih dahulu dapat dilakukan fermentasi dan penambahan pakan acditive serta pemberian pakan konsentrat. yaitu mengintroduksi sapi Ongol kedalam perkebunan tebu. Dengan demikian introduksi populasi baru di kawasan industri gula dapat dikatakan tidak ada masalah.doc/Datin 44 .c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. • Integrasi ternak dengan perkebunan nenas Usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan nenas (pabrik pengalengan nenas) dengan memanfaatkan limbah telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan besar di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah tanaman singkong untuk pakan adalah kandungan HCN yang dapat menyebabkan ternak keracunan. Upaya lain untuk meningkatkan daya guna daun singkong adalah dengan melalui pengolahan dan dapat disimpan dalam bentuk pellet.7 juta ton / tahun atau mampu menampung 1. bahkan ada yang sampai 100%.

b. yang memanfaatkan bonggol.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. sebagian besar masih dibakar. pembuatan sillase E:\KEBIJ TEK-260405.9 % berada di Kabupaten Lampung Selatan. daun dan batang singkong.s o ft w a k e r. kulit coklat. akan meningkatkan palatabilitas dan kandungan gizi sebagai pakan. pengeringan dan tambahan unsur mikro.5 juta rumpun) paling tidak bisa menampung ±45. kopi dan lada mencapai 130 150. daun dan rumput disekitar kebun. dan sumber hijauan lainnya.565 ekor. • Integrasi ternak dengan pertanian padi Jerami padi di Lampung yang memiliki potensi sebagai pakan ternak dan mampu menampung sapi dan kerbau sebanyak ±341. memiliki kandungan protein dan mineral yang baik untuk pakan udang. lamtoro dan dadap). rumput yang ada di sekitarnya serta pemanfaatan pupuk organic untuk tanaman utama.000 ekor sapi per tahun. Itik yang mengkonsumsi kepala udang menghasilkan telur dengan kuning telur yang khas yaitu berwarna orange. DKI Jakarta dan Jawa Barat. • Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang Integrasi ternak itik di kawasan tambak udang telah diintroduksikan sejak tahun 2002 di Kabupaten Tulang Bawang. k w . Potensi pengembangan ternak kambing yang diintegrasikan dengan perkebunan coklat. Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Pakan Teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang perlu dikembangkan di Lampung antara lain : • Teknologi pengolahan dan penyimpanan jerami padi. yaitu dari peningkatan produksi tanaman utama (kopi. pucuk tebu. lebih menekankan pada pemanfaatan tanaman pelindung yang biasanya menggunakan tanaman leguminosa (glirisidae . dimana 67. dan dedak kopi untuk campuran konsentrat.s o ft w a re • Integrasi ternak dengan perkebunan kopi .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 45 . lada dan coklat Pengertian integrasi ternak kambing kedalam perkebuan kopi dan lada.c ww w om k lic lic . . belum banyak dimanfaatkan. seperti fermentasi jerami.000 ekor • Integrasi ternak dengan perkebunan pisang Lampung merupakan salah satu pemasok utama buah pisang ke Banten. lada dan coklat) serta dari produksi ternak kambing. pelepah dan tandan sawit. Dari luasan yang ada di Lampung (±4. kulit kakao. Limbah dari tambak udang berupa kepala udang. Sehingga petani mendapatkan 2(dua) sumber nilai tambah. Padahal dengan sedikit proses pengolahan fermentasi.

Antara lain misalnya gerakan penghijauan dengan menggunakan tanaman leguminosa. gerakan menanam rumput unggul atau gerakan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan. Informasi mendetail tentang hal ini sangat membantu pengembangan limbah agroindustri sebagai sumber pakan.doc/Datin 46 . k w . gerakan tidak membakar jerami padi setelah panen. perkebunan kelapa. Inventarisasi Limbah Agroindustri Kegiatan dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dapat dilakukan adalah menginventarisasi ketersediaan semua bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri.s o ft w a k e r. Inventarisasi tersebut meliputi ketersediaan jumlah. dan konsumen. Pengembangan Pabrik Pakan Mini Masalah pokok dalam penyediaan pakan ternak adalah rentang jarak yang terbentang lebar antara sumber bahan pakan. Pabrik pakan mini mempunyai skala usaha 1 – 3 ton per hari dengan jangkauan sebaran 10-20 Km dari lokasi pabrik. pabrik pakan. (1) meningkatkan akses dengan lembaga penelitian dan (2) bagaimana mengintroduksikannya kepada peternak c. maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan. dan pabrik kacang tanah. e. serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan. Dengan demikian secara ideal antara sumber bahan. lokasi. industri tapioka. keterampilan dan kemauan peternak dalam menyediakan pakan masih diperlukan kegiatan kegiatan yang bersifat ”gerakan”.c ww w om k lic lic . Berbagai limbah agroindustri yang mungkin untuk dikembangkan adalah limbah perikanan. System produksi yang digunakan adalah Mix and Delivery . Gerakan penanaman dan pengembangan hijauan pakan Mengingat masih rendahnya apresiasi peternak terhadap pakan ternak. kondisi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . d.s o ft w a re • Teknologi penyusunan ransum. Pemikiran ini memunculkan konsep pengembangan pabrik pakan dalam skala kecil di kawasan pemeliharaan ternak. artinya setelah pakan dicampur E:\KEBIJ TEK-260405. baik berupa ikan maupun udang. atau maksimal berapa persen bungkil sawit ada dalam ransum ayam petelur serta pemberian feed supplement (misalnya supplement blok) Tentu yang penting disini adalah. pabrik dan konsumen harus berada dalam satu lingkaran yang dekat. perkebunan kakao. misalnya sampai berapa persen daun singkong racun dapat diberikan dalam ransum kambing.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. .

promosi. Dukungan Pra Produksi dan Pasca Produksi Dukungan tersebut berupa upaya untuk meningkatkan investasi. modal ventura. Dukungan dan bimbingan ditujukan untuk memberikan kemudahan melalui pelayanan usaha. dan peralatan. a.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. c. kredit usaha kecil menengah (UKM). . temu usahan dan lain lain. Sedangkan dukungan terhadap kegiatan pasca produksi yaitu pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha peternakan serta kemitraan antara perusahaan peternakan dan peternakan rakyat. Proses ini lebih menguntungkan karena tidak diperlukan proses pengeringan. pakan. sertifikasi dan pengawasan terhadap agro input yang meliputi bibit.c ww w om k lic lic . vaksin. incubator agribisnis. Dengan demikian setiap tahun dapat dibangun 1 pabrik pakan mini. Disamping itu kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat proses transformasi melalui dukungan terhadap proses sebelum peroduksi. 4. k w .s o ft w a re kemudian langsung didistribusikan. Dukungan Permodalan dan Investasi Dukungan permodalan dilaksanakan dengan cara mendekatkan para peternak terhadap fasilitas permodalan yang ada seperti Kredit Ketahanan Pangan (KKP). standarisasi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . informasi pasar. Sistem permodalan dengan cara bergulir melalui pola Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini. Pada 5 tahun pertama disarankan untuk membangun 5 pabrik pakan di 5 kabupaten yang mempunyai populasi ternak cukup padat. Surat Utang Pemerintah (SUP). pasca panen dan pemasaran.s o ft w a k e r. pelatihan / magang. b. Pengembangan Usaha Peternakan Kebijakan pengembangan usaha peternakan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan usaha agar investasi di bidang peternakan meningkat .doc/Datin 47 . sehingga tercipta peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. akreditasi. obat obatan. kemitraan dengan perusahaan swasta atau melalui kebijakan anggaran ditingkat Propinsi ataupun Kabupaten. produksi / budidaya. akan didorong terus untuk menjadi sumber permodalan alternative dan menjadi dana abadi para peternak. Dukungan Informasi dan Promosi E:\KEBIJ TEK-260405.

Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong selain dilaksanakan dengan model inti plasma dan VBC.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan gerakan peningkatan konsumsi daging. baik pada sector hulu.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Promosi dilakukan terutama terhadap komoditi unggulan peternakan Lampung yaitu sapi potong. Yang tidak kalah pentingnya adalah juga promosi dalam rangka menanamkan kecintaan dan kebiasaan makan (food habit) produk produk hasil peternakan lokal serta upaya meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak (daging. seleksi dan penyortiran. Pengembangan Usaha Sapi dan Kambing Perah Pengembangan ternak sapi perah selalu dihubungkan dengan peternak yang memiliki keterampilan budidaya lebih baik. pemerintah dan peternak. kambing dan ayam ras sehingga dapat dikenal dan diminati oleh pasar.doc/Datin 48 . embryo transfer dan sertifikasi. reproduksi. telur dan susu). Usaha penggemukan selain dilaksanakan oleh perusahaan swasta. dapat pula dilaksanakan melalui model kerjasama tripartite antara swasta. kastrasi.s o ft w a k e r. kesehatan dan tatalaksana) juga diterapkan manajemen pengelolaan perbibitan ternak yaitu pencatatan. fisiologi. penimbangan/ pengukuran. k w . IB. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong Pengembangan usaha perbibitan ternak sapi potong akan tetap dikembangkan melalui model pengembangan sentra bibit pedesaan (Village Breeding Centre = VBC) dengan basis peternakan rakyat. 5. . kelembagaan kelompok sebagai E:\KEBIJ TEK-260405. budidaya ataupun pengolahan.s o ft w a re Informasi pasar dan promosi yang berkaitan dengan pengembangan usaha sangat diperlukan. Dengan demikian produk produk peternakan Lampung akan lebih diminati dan usaha peternakan akan berkembang lebih cepat. baik pasar Nasional ataupun pasar ekspor. Disamping itu aspek pasar juga menjadi hal yang sangat penting untuk dikelola secara kelembagaan. Promosi juga dilakukan dalam rangka menarik minat para investor guna mengembangkan usaha peternakan . telur dan susu. karena sampai saat ini usaha penggemukan sapi sebagian besar masih tergantung pada bakalan impor.c ww w om k lic lic . juga dikembangkan usaha penggemukan yang terintegrasi dengan VBC . Pengembangan usaha pembibitan ternak sapi ini menjadi sangat strategis dan mutlak untuk mendapatkan porsi prioritas. masih sangat relevan untuk tetap diapresiasikan kepada masyarakat Lampung. Pada model ini selain mengoptimalkan fungsi fungsi teknis (genetic. 6. pakan. Pengembangan informasi melalui jaringan internet telah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan sehingga menjadi media informasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

pakan. Pemerintah dalam hal ini akan lebih banyak untuk mendorong untuk tumbuhnya iklim usaha yang kondusif dan membangun kemitraan antara swasta dan peternak yang lebih proporsional. f. Sebagai upaya terakhir tapi terbatas adalah subsidi atau bantuan pakan konsentrat.s o ft w a re pengelola.c ww w om k lic lic . Keempat komponen penentu ini masih bermasalah pada sentra pengembangan sapi perah di Kecamatan Talang Padang dan Metro. Secara paralel perlu ada introduksi pengembangan ternak kambing yang memproduksi susu. banten . Perbaikan penanganan pasca panen g. maka kelembagaan peternak harus di restrukturisasi c. Untuk mempermudah pembinaan dan meningkatkan posisi tawar peternak. Promosi yang luas agar masyarakat mau minum susu murni d. sebagai akibat dari kualitas bibit dan pakan yang dibawah standar. oleh sebab itu ternak burung puyuh dapat dikembangkan di wilayah pinggiran perkotaan seperti Kota Bandar Lampung. . Jawa barat dan pasar ekspor ke Negara Negara Timur Tengah. Kemitraan dengan perusahaan swasta e. 7.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pada aspek teknis antara lain perlu ada perbaikan bibit. dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan dan pengembangan sentra sentra perbibitan.s o ft w a k e r. pelayanan kesehatan dan tatalaksana pemeliharaan.doc/Datin 49 . dan pemasaran (konsumen susu murni dan harga yang pantas). terutama untuk memenuhi pasar Jakarta. 9. Dalam rangka pengembangan sapi perah kedepan perlu dilakukan upaya perbaikan sebagai berikut : a.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Pengembangan Usaha Ayam Ras Usaha peternakan ayam ras sudah sangat maju dan banyak ditentukan oleh peran swasta. Oleh karena itu ternak kambing dan ternak domba akan dikembangkan dengan sasaran menghasilkan ternak dengan bobot minimal 40 kg pada umur 10 bulan. walaupun sebenarnya pada kondisi saat ini semuanya bermuara pada harga jual susu di tingkat peternak dan produksi susu yang rendah. b. proses pengolahan. yaitu dengan cara persilangan antara kambing PE dengan Kambing Boer. E:\KEBIJ TEK-260405. Pengembangan Usaha Pembibitan dan Penggemukan Kambing/ Domba Peluang pasar ternak kambing kedepan sangat prospektif. Pengembangan Usaha Burung Puyuh Usaha peternakan burung puyuh dapat dilakukan pada lahan yang relatip sempit dan diusahakan secara intensif. Pengembangannya yaitu sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini pada ternak kambing. 8.

persilangan dengan kerbau unggul lokal melalui E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. . karena pada umumnya memerlukan habitat di daerah rawa – rawa walaupun juga dapat dipelihara di dataran tinggi Selain itu jarak kelahiran ternak kerbau / calving interval) cukup panjang yaitu 18 – 20 bulan sehingga menyebabkan perkembangan ternak ini lambat dibandingkan dengan ternak sapi. baik dikembangkan pada komunitas masyarakat Bali ataupun dikembangkan secara khusus di Pulau Pulau yang ada di Lampung. perlu “direplikasi” ulang dengan konsepsi yang telah disempurnakan. dapat dilakukan dengan system bapak angkat atau kemitraan antara peternak dengan “poultry shops” atau distributor pakan / obat lainnya. Pembinaan dan Pelayanan Teknis Ternak kerbau Usaha ternak kerbau masih merupakan peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang relative terbatas. Bandarjaya. k w . 12.c ww w om k lic lic . Disamping itu juga Propinsi Lampung memiliki peluang untuk relokasi usaha peternakan Babi yang ada di DKI Jakarta. Adapun pengembangan ternak ini dilakukan melalui peningkatan pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan. Pengembangan Usaha Ternak Babi Pembinaan dan pengembangan usaha peternakan babi dilakukan terhadap wilayah wilayah yang secara social tidak menimbulkan penolakan.doc/Datin 50 . seperti di kabupaten Lampung Selatan. Oleh sebab itu program Intensifikasi Ayam Buras (intab) yang telah dintroduksi sejak tahun 1980-an. serta kota kota kabupaten dan kecamatan lainnya.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a re Metro. Banten dan Jawa Barat. Pringsewu. misalnya pada acara perkawinan. Demikian juga dengan intensifikasi ternak itik (Intik) 11. Pengembangannya selain secara mandiri . Pengembangan Intensifikasi Ayam Bukan Ras (buras) dan Itik Sebagaimana diketahui bahwa komoditi ayam buras posisinya sangat strategis jika dikaitkan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak. antara lain pada wilayah komunitas masyarakat Bali. misalnya dikaitkan dengan upaya pemberantasan dan pengendalian penyakit flu burung. Kalianda. 10.s o ft w a k e r. Pengembangan ternak kerbau di Provinsi Lampung perlu mendapat perhatian mengingat ternak ini merupakan obyek penting dalam urusan adat istiadat suku Lampung. karena hampir 100% keluarga petani di Lampung memelihara ayam buras walaupun dengan jumlah yang relative kecil. Kotabumi. kematian dan sebagainya. Lampung Tengah dan kabupaten Tulang bawang. Lampung Timur.

Peningkatan Fungsi Koordinasi dan Kerjasama a. angsa. organisasi profesi dan swasta BAB VII RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009 A.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Konsumsi Protein hewani asal ternak masih rendah E:\KEBIJ TEK-260405. k w . perguruan tinggi.s o ft w a k e r. Sedangkan ternak rusa masih diperlukan upaya sosialisasi dan ujicoba secara terencana. Peningkatan fungsi Koordinasi antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota. terutama komoditi yang sudah familier dengan petani di Lampung yaitu entok. bekisar dan lain – lain. kalkun dan rusa perlu dikembangkan lebih luas lagi. antar kabupaten kota dan antar Propinsi dengan Pusat b. entok. hal ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan peternakan lebih dari 60% ditentukan oleh sector lain c. maka “ Aneka Ternak” yang terdiri dari kelinci. 14. Disamping itu juga dalam rangka meningkatkan pendapatan dan peluang usaha masyarakat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan perlu dikembangkan juga ternak yang bersifat exotic atau ternak hias antara lain. Peningkatan Kerjasama dan koordinasi dengan lembaga penelitian.doc/Datin 51 .s o ft w a re teknologi Inseminasi Buatan serta pengembangan pembuatan mani beku ternak kerbau. ayam cemani. ayam kipas. 13.c ww w om k lic lic . angsa. ayam kate. . Pengembangan Aneka Ternak Sebagai upaya substitusi dan dalam rangka meningkatkan konsumsi daging.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kalkun dan kelinci. ayam pelung. ISSUE POKOK PEMBANGUNAN PETERNAKAN : 1. Peningkatan koordinasi lintas sector.

76 5.43 3.50 17. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia 300 butir/kapita/tahun.42%).01 4.48 6. kambing dan domba 0. sebagai berikut : Tabel 14.08 0.85%) dan susu 4.10 2.97kg/kapita/tahun.5 kg /kapita/tahun dan susu 7. .28 kg/kapita/tahun (65.7 gram/kapita/hari atau 78.71 5.15 gram/kapita/hari atau baru mencapai 69.35 kg/kapita/tahun (60. Sebagai gambaran perbandingan tingkat konsumsi daging.30 kg.50 Berdasarkan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998 dan FAO. Sementara konsumsi protein hewani yang dicapai Propinsi Lampung pada tahun 2004 baru mencapai 4.84 4.50 6.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .60 2.50 6. dan Propinsi di Indonesia. Thailand 100 butir.00 10.55 39.55 kg.33% dari standar minimal FAO.87 0.03 3.51 0.35 2.87 17.31 6.62 3. Telur dan Susu Beberapa Negara di Asia dan Beberapa Propinsi di Indonesia tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NEGARA*/ PROPINSI** Banglades China Jepang Malaysia Philipina Thailand Indonesia Lampung Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan KONSUMSI (kg/kapita/tahu) Daging Telur Susu 3.04 7. telur 4. Secara Nasional konsumsi protein hewani asal ternak Indonesia masih sangat rendah.2 kg/kapita/tahun.97 20.33 5. Filipina 70 butir.09 kg/kapita/tahun (68.82 24. bahkan beberapa pakar mengukur tingkat keberhasilan pembangunan dari tingkat konsumsi protein hewani dan menganggap jika konsumsi protein hewani terlalu rendah akan terjadi apa yang disebut “ loose generation”.96 25.63 3. Jika dibandingkan dengan Negara Negara di Asia.c ww w om k lic lic .3 kg/kapita/tahun. Jika dilihat dari konsumsi masing masing komoditi. ayam kampung 3.21 6. Vietnam 40 butir.02 4.s o ft w a k e r.72 7.16% dari standar minimal yang ditetapkan WKPG dan FAO. dan ayam ras 2.30 4.54 10. bahwa standar konsumsi minimal protein hewani asal ternak adalah protein hewani 6 gram/kapita/hari.53 3. telur 6.68 31.72 46.00 9. Perbandingan Konsumsi Daging.s o ft w a re Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi protein hewani sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Indonesia hanya berada di atas Banglades dengan tingkat konsumsi protein hewani 4.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.15 2. Sementara konsumsi telur di Lampung pada tahun 2004 mencapai 68 butir/kapita/tahun.01 kg. telur dan susu beberapa Negara di Asia. daging 10. serta konsumsi daging ayam E:\KEBIJ TEK-260405.36 13.50 1. k w .doc/Datin 52 . Pencapaian tersebut setara dengan konsumsi daging 7.71 22.25 25.83%).96 4.10 3.97 3. maka penduduk Lampung pada tahun 2004 baru makan daging sapi 0.

baik yang dibiayai APBN ataupun APBD.8 kg dan Vietnam 1 kg. Propinsi Lampung dikenal sebagai penghasil ternak potong dan bibit dan secara rutin mensuplai ternak potong untuk kebutuhan pasar DKI Jakarta.05 %. Sebenarnya ini adalah peluang yang sangat baik E:\KEBIJ TEK-260405. perlu memprioritaskan kepada komoditi unggas. yaitu pada tahun 2004 mencapai 5.56% dari total konsumsi daging. maka peranan produk unggas khususnya daging ayam kampung dan ayam broiler memegang peranan yang sangat penting. pengembangan pakan dan penyuluhan. k w . kemudian dilanjutkan dengan proyek penyebaran ternak P3TK-IFAD pada tahun 1983. yang secara monumental diawali dengan program BPSD (Bimbingan Peternak Sapi Pedaging) pada tahun 1977. Karena selain cepat dikembangkan. tingkat pendidikan. Pengurasan populasi ternak terutama sapi dan kambing Diawali dengan berbagai program peningkatan populasi. Artinya kebijakan pemerintah Propinsi Lampung dalam upaya meningkatkan konsumsi daging.15 juta ekor . inseminasi buatan.000 ekor bibit sapi dan kambing “pindah” dari Lampung ke beberapa Propinsi di sumatera.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Thailand 16.s o ft w a re Malaysia 23 kg. Sementara pertumbuhan populasi ayam pedaging selama 5 tahun terakhir hanya 4. Seiring dengan perjalanan waktu.55 kg/kapita per tahun. maka populasi (sesaat) pada tahun tersebut harus mencapai 16. 2.76% per-tahun.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . yang didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan yaitu kesehatan. Sebagai gambaran. beberapa Propinsi di Sumatera melalui APBD dan APBN-nya banyak kegiatan pengadaan bibit ternak khususnya sapi dan kambing. kemitraan penggemukan sapi. juga harganya relative terjangkau. Dilihat dari sifatnya. dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat. Jawa Barat. maka secara bertahap yang dimulai tahun 1993.57 kg atau 78. budaya dan kebijakan pemerintah.6 juta ekor atau diperlukan peningkatan populasi rata rata 10. serta program pendukung lainnya. Ternak tersebut sebagian dibeli (“dipindahkan”) dari Lampung. Sementara konsumsi beras Nasional (133 kg/kapita/tahun) adalah konsumsi beras tertinggi di Dunia.c ww w om k lic lic . bahkan sampai ke Pulau Kalimantan. kemitraan ayam. setiap tahun tidak kurang dari 40. Dari data tersebut di atas dan trend konsumsi produk peternakan dari tahun ke tahun di Propinsi Lampung. juga sangat terkait dengan daya beli masyarakat. Sedangkan ayam ras pedaging jika pada tahun 2009 ditargetkan naik 1 kg maka diperlukan populasi (kumulatif) sebesar 35.s o ft w a k e r. Issu rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak.doc/Datin 53 . produksi dan produktivitas ternak. Filipina 4 kg. jika sampai dengan tahun 2009 konsumsi daging ayam kampung ditargetkan naik 1 kg menjadi 4. . Akan tetapi setelah diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999. komoditi unggas termasuk komoditi yang cepat dikembangkan. Propinsi Lampung pun semakin dikenal sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional. selain menyangkut aspek produksi dan distribusi.

Hal tersebut sangat wajar dan sesuai dengan hukum ekonomi. . pada saat Propinsi Lampung sedang mulai mengembangkan kambing boerawa yaitu silangan antara Kambing PE dan Kambing Boer.tahun.000 – 140. peternak menjual kambing boerawanya. perlu dukungan pembiayaan yang cukup besar baik dari APBD Propinsi. Propinsi lain akan lebih cepat mengembangkan kambing boerawa karena memiliki sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dari Lampung. (2) pelaksanaan vaksinasi.doc/Datin 54 . (1) pelaksanaan biosekuriti secara ketat. Sebagai contoh. APBD Kabupaten / Kota. Oleh sebab itu dalam rangka melindungi peternak dari kerugian yang besar. akan tetapi persoalannya dikuatirkan pada saatnya nanti. oleh karena itu untuk membebaskan penyakit ini selain langkah langkah sebagaimana tersebut di atas. Hal lain yang sampai saat ini juga menjadi bumerang dalam pengembangan peternakan di Lampung.s o ft w a re untuk peternak di Lampung. adalah ketergantungannya terhadap sapi bakalan impor. maka secara bertahap Lampung akan kekurangan bibit betina dan pejantan unggul. Adanya wabah flu burung (avian influenza) dan penyakit strategis lainnya Penyakit flu burung pada unggas (avian influenza) di Lampung disebabkan oleh virus influenza A (highly pathogenic) dari family Orthomyxoviridae . sehingga Lampung akan memiliki keunggulan .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .c ww w om k lic lic . APBN dan partisipasi swasta dan masyarakat serta koordinasi vertical dan horizontal. pelaporan dan evaluasi. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian sampai 100% dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak. (6) stamping out serta (7) monitoring.000 ekor bakalan per . 3. E:\KEBIJ TEK-260405. ternyata dengan iming iming harga yang cukup tinggi (Rp 1 – 1. Adapun materi pokok dari pedoman tersebut antara lain berisi langkah langkah pencegahan dan pemberantasan yaitu.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka upaya yang harus menjadi prioritas adalah sosialisasi kepada masyarakat peternakan. (3) pembatasan lalulintas hewan dan bahan asal hewan. maka pemerintah telah menerbitkan pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung pada unggas. dan dibeberapa sentra telah menghasilkan bibit. Untuk ini juga perlu ada strategi pengembangan perbibitan yang komprehenship dan berkelanjutan. k w . (4) surveillance dan penelusuran. (5) peningkatan kesadaran masyarakat. Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang baru muncul di Lampung (Indonesia) dan baru dikenal oleh masyarakat peternakan. Penyakit ini juga telah menyebabkan terhentinya ekspor daging ayam dari Lampung ke Jepang.daya saing dan tetap sebagai salah satu lumbung ternak Nasional.s o ft w a k e r. Sapi bakalan lokal secara kualitas dan kuantitas belum mampu memenuhi kebutuhan usaha penggemukan sapi di Lampung yang membutuhkan 120.5 juta per ekor kambing boerawa umur 8 bulan). akan tetapi jika pengeluaran ternak bibit yang berkualitas tidak dapat dikendalikan.

sehingga peternak dapat memilih yang terbaik dengan harga yang terjangkau. kendatipun biasanya kepentingan bisnisnya lebih dikedepankan. partisipatif. Pelimpahan kewenangan tersebut harus bertumpu pada batasan bahwa pelayanan yang dilimpahkan harus lebih efisiensi dan efektif.s o ft w a k e r. Kurangnya akses kesehatan hewan masyarakat terhadap pelayanan peternakan dan Pelayanan publik dibidang peternakan perlu dikembangkan menjadi lebih transparan. dan bentuk pelayanan public lainnya di bidang peternakan. dapat bersaing secara sehat diantara para penyedia jasa pelayanan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan harga yang pantas. Contoh pelayanan IB dan pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat. mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas agar masyarakat memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan. dimana upaya swastanisasi harus didasarkan pada asumsi bahwa lembaga sektor swasta mampu lebih fleksibel . dan berorientasi pada pengguna. 4. sehat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi. karena dalam undang undang tersebut antara lain mengatur penyerahan wewenang dari pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia atau disebut desentralisasi. . Upaya pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberi kekuasaan .doc/Datin 55 .c ww w om k lic lic . utuh dan halal (ASUH). tapi yang penting dengan privatisasi akan terjadi persaingan yang sehat. Privatisasi adalah salah satu metoda untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Pelayanan publik dibidang peternakan yang masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan antara lain perlindungan atau jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk peternakan yang aman. di Lampung juga terdapat beberapa penyakit menular dan strategis yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yaitu penyakit Brucellosis . E:\KEBIJ TEK-260405. Disisi lain sebenarnya dengan diberlakukannya UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah seharusnya fungsi pelayanan publik semakin baik. Septichaemia Epyzotica (SE). pendampingan dan penyuluhan. serta tidak adanya rekrutmen penyuluh dan petugas lapangan. Kurangnya akses peternak terhadap pelayanan public dibidang peternakan antara lain disebabkan banyaknya alih fungsi penyuluh pertanian. Hog Cholera. dan penyakit Rabies. Tugas pelayanan tersebut dapat dilaksanakan oleh institusi diluar pemerintah atau dilakukan melalui swastanisasi. Ramadewa pada sapi Bali.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w .s o ft w a re Disamping penyakit Flu Burung. merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik.

dan peternak Faktor lain yang secara paralel harus berdampingan dengan pengembangan aspek permodalan adalah : a.41 juta unit ternak. Jika pertumbuhan populasi ternak seperti saat ini yaitu 2-4%. Meningkatkan kualitas pelayanan aparat pemerintah. k w .41 juta unit ternak). Akan tetapi dari pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada 3 (tiga) pemegang kendali primer yang memegang peranan. kelompok peternak dengan pemilik modal / lembaga keuangan belum ada yang memfasilitasi ? atau aparat pemerintah (petugas peternakan) tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat ? Ternyata banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan peternak tidak memiliki modal. Menumbuhkan keberpihakan pemerintah (komitmen) untuk membangun usaha dibidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya pada skala kecil dan menengah. dalam hal ini yaitu pemilik modal atau lembaga keuangan. b.s o ft w a re 5.820 unit ternak. c.s o ft w a k e r. Adanya peraturan perundangan yang mendukung dan berfihak pada peternak.20% dari potensi sumberdaya alam yang tersedia. Sampai dengan tahun 2003 ternak yang ada baru mencapai 468. pemerintah. diperlukan waktu 35 – 40 tahun. Membangun dan menumbuhkan kepercayaan lembaga keuangan kepada peternak dan kelompok peternak. Terbatasnya modal untuk pengembangan peternakan Masalah ini merupakan factor pembatas utama yang selalu dihadapi para peternak. maka untuk mencapai kapasitas daya tampung optimal (1. Meningkatkan apresiasi lembaga keuangan dan pemilik modal lainnya terhadap berbagai usaha peternakan yang layak dibiayai d. Akan tetapi persoalannya benarkah modal itu tidak ada ? ataukah peternak yang tidak memiliki kamampuan untuk akses ke sumber atau pemilik modal ? atau pemerintah yang belum berfihak kepada peternak ? atau lembaga keuangan dan pemilik modal yang sangat awam terhadap usaha peternakan yang sebenarnya layak ? atau antara peternak.180 unit ternak atau baru mencapai 33. .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. E:\KEBIJ TEK-260405. Potensi sumberdaya alam belum dimanfaatkan secara optimal Sebagaimana diketahui bahwa Lampung memiliki potensi sumberdaya alam yang mampu menampung ternak ruminansia sebanyak 1. atau masih tersedia ruang dan potensi pakan untuk 941.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 6. terutama dalam hal pendampingan terhadap kelompok binaan dan difasilitasi secara langsung agar kelompok dapat berhubungan dengan lembaga keuangan e.c ww w om k lic lic .doc/Datin 56 .

misalnya menjadi 10 atau 15 tahun. serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Koordinasi antara Pusat. 11-20 ekor = 32. dan cabang usaha = 11. antara lain merupakan salah satu dampak negative dari pelaksanaan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) yaitu “ Daerah Daerah sebagaimana disebut pada ayat (1). peternak yang memiliki sapi 1 – 3 ekor mencapai 43. Walaupun UU nomor 22 tahun 1999 secara otomatis tidak berlaku lagi setelah terbitnya UU nomor 32 tahun 2004. akan tetapi nuansa pasal 4 ayat (2) pada UU nomor 22 tahun 1999.s o ft w a k e r.70%. 31-50 ekor = 16. 11-20 ekor = 2. ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pada peternak kambing usaha sambilan 61. cabang usaha 34. Disamping itu juga upaya peningkatan produksi selain dilaksanakan melalui peningkatan populasi ternak.0%. Skala usaha peternakan belum ekonomis Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2002 di Propinsi Lampung.0%.75%. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .0%. 7-10 ekor = 8.75% dan >20 ekor = 6. 11-30 ekor = 34.0%.5%.c ww w om k lic lic .3% dan >20 0. juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas.0%. Sedangkan ternak kambing yang memiliki 1-10 ekor 61.0% dan >50 ekor = 14. swasta & pemerintah. serta pada ternak itik 86. Dari angka sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peternak sapi potong yang skala usahanya masih termasuk skala usaha sambilan mencapai 88. Propinsi dan Kabupaten Kurang dan rancunya koordinasi antar Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota serta antara Pemerintah (pusat) dan Daerah Propinsi . 4-6 ekor = 44.0% dan >30 ekor = 8. 8.80%. peningkatan pertambahan berat badan harian dan diversifikasi produk. pada ternak babi usaha sambilan 58.25%. Ternak itik ≤ 30 ekor = 70%. antara lain peningkatan bobot hidup ternak. masing masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain”.25% dan cabang usaha 32.45%. diperkirakan tidak akan serta merta merubah sikap dan perilaku dalam melaksanakan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang baru. menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan investasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah membangun komitmen semua komponen pembangunan yaitu masyarakat.doc/Datin 57 . k w .70%. 7.05%.s o ft w a re Upaya kita tentu bagaimana mendorong agar potensi sumberdaya alam yang ada dapat secara optimal dimanfaatkan dan mempercepat waktu pencapaiannya.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan teknologi yang mudah diaplikasikan oleh peternak.00% adalah usaha sambilan dan cabang usaha 14 % E:\KEBIJ TEK-260405. Ternak babi 1-10 ekor = 58%.

. Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan daya saing kualitas produk peternakan. reproduksi.s o ft w a k e r. Meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan yaitu sapi potong dan kambing. VISI. k w . peningkatan kualitas dan kontinuitas produk. mandiri dan professional 3. VISI MEWUJUDKAN LAMPUNG SEBAGAI LUMBUNG TERNAK YANG TANGGUH DAN MANDIRI 2. kuantitas dan kontinuitasnya. Meningkatkan populasi dan produksi ternak guna menyediakan bahan pangan asal ternak yang terjamin baik kualitas.s o ft w a re Ciri daripada usaha peternakan yang sambilan dan cabang usaha adalah kurang efisien di dalam pengelolaan factor factor produksi. dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.doc/Datin 58 .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. TUJUAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung Meningkatkan produktivitas ternak Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan Meningkatkan skala usaha peternakan Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tepat guna terutama dibidang pakan. MISI. Meningkatkan daya saing produk unggulan peternakan Lampung 4.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal. dengan harga terjangkau serta semakin berperan dlm menyediakan kebutuhan nasional 2. melalui peningkatan aksesibilitas peternak terhadap modal dan teknologi. B. budidaya dan pengolahan produk peternakan. TUJUAN DAN SASARAN 1. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya Meningkatkan peranan Provinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional Meningkatkan pendapatan peternak 4. SASARAN E:\KEBIJ TEK-260405. 3. MISI 1. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yg tangguh .c ww w om k lic lic . dan perluasan pangsa pasar. perlu adanya upaya peningkatan skala usaha secara bertahap.

Kambing 40. yaitu dengan menganalisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (pelunag dan ancaman) yang dihadapi.15 %.73 gram/kapita/hari 2) Terwujudnya peningkatan produktivitas ternak. antara lain : a.151 ekor. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen. domba 39. kambing dan domba 243.39 % c. antara lain : a. kerbau 11.55 %.c ww w om k lic lic .9 % .86 juta ekor 8) Pendapatan peternak minimal sama dengan UMR C. Service per conseption pelayanan IB ternak sapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 1. Tingkat kelahiran ternak pada tahun 2009 meningkat masing masing ternak sapi potong menjadi 23.5 %. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Analisis lingkungan strategis adalah suatu analisis yang dilakukan secara objektif dan komprenship dengan mempergunakan data yang akurat. Melalui analisis ini diharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung dapat melihat secara objektif kondisi-kondisisi internal dan eksternal. k w . .478 ekor dan unggas 8.35 % b. swasta dan pemerintah. skala usaha ternak kambing 3 %. terbaru dan berasal dari lingkungan insternal dan eksternal. dan babi 57.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.sector ataupun dalam pembangunan sub sektor peternakan khususnya di Propinsi Lampung. baik dalam pembanguanan daerah. skala usaha ternak babi 5 % dan skala usaha ternak itik meningkat 2 %. Analisis lingkungan strategis merupakan satu upaya objektif untuk merumuskan dan memformulasikan strategi pembangunan yang dilakukan dengan pendekatan “SWOT”.543 ekor kerbau 2. babi 24. Covering pelayanan kesehatan meningkat 40 % b.63 % 4) Terwujudnya peningkatan skala usaha peternakan antara lain pada tahun 2009 skala usaha sambilan dan cabang usaha pada peternakan sapi potong meningkat statusnya 1 % dan 3.doc/Datin 59 . Jadi perencanaan strategis sangat penting untuk memperoleh keunggulan kinerja baik berupa produk ataupun servis yang sesuai dengan keinginan dan tuntunan stakeholder sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi E:\KEBIJ TEK-260405. 6) Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk pengembangan peternakan pada tahun 2009 sebesar 5 % 7) Pengeluaran ternak ke Propinsi lain untuk kebutuhan bibit dan ternak potong pada tahun 2009 adalah: sapi potong 172. 5) Populasi ternak sapipotong 55 % merupakan hasil IB dan ternak kambing 30 % merupakan kambing unggul hasil IB (Persilangan kambing Boer. masyarakat. Covering pelayanan Inseminasi Buatan meningkat 26.s o ft w a k e r.s o ft w a re Sasaran umum yang ingin dicapai pada tahun 2009 adalah : 1) Tercapainya konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung pada tahun 2009 sebesar 4. PE).PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Rata rata calving interval 14 bulan pada ternak sapi dan 8 bulan pada ternak kambing 3) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dibidang peternakan.411 ekor.15 %.

Kekuatan 1) Sumberdaya Alam • Lahan sebagai basis ekologi. Sampai saat ini Lampung menjadi salah satu pemasok ternak potong ke DKI Jakarta. 1. dedak halus. ayam ras.s o ft w a k e r.18% nya adalah lahan yang dapt dipergunakan untuk budidaya ternak • Kapasitas tampung Lampung untuk ternak ruminansia sebanyak 1.c ww w om k lic lic . tapi juga sekaligus memiliki kelemehan yang kemungkinan besar dapat menghambat kemajuan dan / atau rencana pembangunan peternakan yang telah ditetapkan. k w .s o ft w a re yang telah ditetapkan serta dapat mengantisipasi dengan cepat kemungkinan perubahan yang juga terjadi dengan cepat.doc/Datin 60 . serta mengubah kelemahan menjadi ancaman yang harus diatasi. .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan internal sejak dini. diharapkan seluruh jajaran dan masyarakat peternakan mampu menagntisipasi dan mampu mengubah kekuatan menjadi peluang.20% atau 468. Analisis Lingkungan Internal(Kekuatan dan Kelemahan) Secara riel Propinsi Lampung memiliki kekuatan besar yang mampu mempercepat lajunya perkembangan peternakan. bungkil kelapa.3 juta ha. mengingat konsumsi daging. dimana 54. Banten dan Jawa Barat.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . mollase.41 juta unit ternak. sumber pakan dan tempat budidaya dimiliki Lampung sangat luas yaitu 3. tellur dan susu masih rendah 4) Perusahaan Swasta Perusahaan swasta telah banyak berkembang di Lampung antara lain bergerak di bidang penggemukan sapi potong. sementara pada tahun 2003 baru mencapai 33. Secara sistematis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Propinsi Lampung dalam pembangunan peternakan adalah sebagai berikut : a. anatara lain jagung. bungkil sawit. ayam ras dan pakan ternak Potensi pasar lokal juga masih dapat ditingkatkan. gaplek dan lain lain 2) Letak geografis dan tofografis o Letak geografis Lampung sangat strategis karena berada di pintu gerbang Sumatera dan Jawa 3) Pasar Lampung dekat dengan pasar raksasa DKI Jakarta. kulit biji kopi. pakan ternak dan distributor / deppo obat hewan Beberapa perusahaan swasta telah melakukan kemitraan dengan kelompok peternak disekitarnya E:\KEBIJ TEK-260405. Banten dan Jawa Barat serta bibit sapi dan kambing ke Propinsi di Sumatera Lampung memiliki komoditi yang mempunyai prospek untuk di ekspor yaitu ternak kambing.180 unit ternak • Bahan baku pakan konsentrat melimpah di Lampung.

Mesin dan Bahan E:\KEBIJ TEK-260405. Poskeswan. yaitu SD kebawah.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. teknologi dan informasi masih sangat rendah 2) Modal • Para peternak pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup • Skala usaha beternak umumnya masih rendah • Lembaga permodalan sulit diakses oleh peternak pada umumnya • Kebijakan makro dibidang permodalan belum menyentuh para peternak kecil dipedesaan. dan Pos Inseminasi Buatan b. Kelemahan 1) Sumberdaya Manusia • Pengetahuan.doc/Datin 61 . BPTP. • Tenaga kerja terdidik justru lebih tertarik bekerja di kota kota besar • Aksesibilitas kelembagaan peternak terhadap modal. karantina hewan.c ww w om k lic lic . . Pos Satgas. yaitu sapi potong dan kambing 6) Kebijakan Pemerintah Dukungan pemerintah Provinsi & Kab/Kota untuk menjadikan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional Dukungan pembiayaan melalui APBD Propinsi cenderung terus meningkat 7) Sarana dan Prasarana • • Propinsi Lampung telah memiliki Instalasi pembuatan mani Beku di Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Prasarana pendukung lainnya adalah BPPV. hal ini antara lain disebabkan tingkat pendidikan formal petani ternak juga rendah.s o ft w a re 5) Komoditi unggulan Komoditi ternak unggulan Lampung telah dikenal oleh masyarakat di luar Propinsi . Pelabuhan Internasional Panjang. sikap dan keterampilan peternak relative rendah. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. sementara peternak sendiri aksesibilitasnya rendah 3) Ternak • Kualitas bibit dan produktivitas ternak di Lampung masih rendah • Usaha perbibitan ternak belum diminati oleh perusahaan swasta • Tingkat kepemilikan ternak relatip masih rendah • Data populasi ternak kurang akurat • Usaha penggemukan sapi potong masih tergantung pada bakalan umpor 4) Peralatan .

peralatan dan msin budidaya Bengkel alat alat peternakan belum berkembang dengan baik 5) Obat dan pakan Sebagian bahan baku obat dan obat hewan masih diimpor Sebagian bahan baku pakan konsentrat antara lain tepung ikan masih tergantung dari bahan baku impor 6) Kesehatan Hewan Masih adanya penyakit hewan menular di Lampung antara lain SE.80 % 3) Mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal 4) Meningkatkan produktivitas ternakmelalui penggunaan bibit unggul. antara lain peralatan IB. Hog Cholera. Ramadewa.20 %. sehingga dapat menimbulkan penyebaran penyakit Jumlah Poskeswan dan petugas pelayanan kesehatan sangat terbatas . peralatan kesehatan hewan.s o ft w a k e r.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.c ww w om k lic lic .doc/Datin 62 . jadi masih ada peluang pengembangan sebesar 66. Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) a. Flu Burung. perkebunan dan perikanan serta optimalisasi pemanfaatan lahan marginal 2) Lampung memiliki kapasitas tampung ternak ruminansia sebanyak 1. dan ND Lalu lintas hewan antar Pulau dan antar Propinsi sulit dikendalikan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sementara yang ada baru mencapai 33. Brucellosis. . k w .s o ft w a re • • Sebagian besar peralatan dan mesin peternakan masih tergantung dari barang impor.41 juta AU. Peluang 1) Mengintegrasikan usaha peternakan kedalam usaha / perusahaan pertanian. 7) Kebijakan Pemerintah • Pungutan retribusi di Kabupaten / Kota yang kontra produktip karena semakin menambah biaya produksi • Perencanaan dan pembiayaan pembangunan peternakan yang kurang tepat • Adanya euphoria otonomi daerah 2. teknologi dan tatalaksana budidaya yang efisien E:\KEBIJ TEK-260405.

dapat dirintis ulang sebagai komoditi ekspor. akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang peternakan di Lampung . Banten dan Jawa Barat. Dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi ataupun untuk pasar ekspor 7) Ayam ras yang merupakan salah satu unggulan Lampung.s o ft w a re 5) Pengembangan ternak kambing Boerawa yang memiliki potensi pasar di dalam dan di Luar Negeri 6) Lampung memiliki potensi bahan baku pakan yang melimpah. KEBIJAKAN Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam rangka pembangunan peternakan di Propinsi Lampung adalah : mencapai tujuan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Lampung (Tujuan 1) . baik bahan baku konsentrat ataupun hijauan. ditunjang dengan potensi sumberdaya alam serta iklim usaha yang semakin baik. dan sebagai substitusi daging merah (sapi. Meningkatkan produksi daging.doc/Datin 63 . Ancaman 1) Globalisasi perdagangan 2) Euporia otonomi daerah 3) Semakin tingginya ketergantungan dan keterkaitan antar sektor 4) Adanya tuntutan efisiensi. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap manfaat protein hewani bagi tubuh manusia b. k w . . domba dan babi) 8) Dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan di Lampung serta masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Lampung. kambing. kualitas dan kontinuitas produk 5) Out break penyakit flu burung dan penyakit hewan menular lainnya 6) Pengurasan populasi sapi potong dan kerbau yang diakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali dan pemotongan ternak betina produktip 7) Ketergantungan pasokan sapi bakalan dari Australia 8) Kemungkinan terjadinya bioterorisme 9) Restrukturisasi organisasi D. telur dan susu.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. maka ini akan menjadi potensi pasar yang cukup besar 9) Dengan semakin dikenalnya Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional dan iklim usaha yang semakin kondusip. 10) Letak geografis Lampung yang dekat denga pasar raksasa DKI Jakarta. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN & SASARAN) 1.s o ft w a k e r. agar harganya terjangkau masyarakat E:\KEBIJ TEK-260405.c ww w om k lic lic . antara lain: a.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . kerbau. juga menjadi daya tarik investasi b.

kesehatan. oleh karena itu peningkatan koordinasi lintas sector menjadi sangat penting. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dibidang pakan reproduksi. efektip dan menguntungkan. kemitraan dan berkelompok. Meningkatkan pengetahuan. Diversifikasi terhadap jenis produk peternakan yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan dengan produk peternakan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Didukung dengan adanya perubahan perilaku dari pemberi pelayanan atau mengubah sikap dan mental model (Oentarto. Misalnya mengembangkan ternak kelinci.2004) d.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. budaya dan tingkat pendidikan masyarakat. Merumuskan pedoman standar pelayanan minimal di bidang peternakan dan kesehatan hewan Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan skala usaha peternakan (Tujuan 4). sikap dan keterampilan peternak Kebijakan yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang peternakan (Tujuan 3). k w . Meningkatkan aksesibilitas peternak / kelompok peternak kepada lembaga keuangan dan pemilik modal b.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 64 . antara lain : a. Meningkatkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian. adalah antara lain : a. Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.c ww w om k lic lic . antara lain : a. burung merpati atau yang semula fokus terhadap daging sapi (daging merah) ke daging ayam (daging putih) yang memiliki fleksibilitas yang tinggi d. Melakukan swastanisasi atau mengembangkan metoda pelayanan public berbasis masyarakat di bidang peternakan b. murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak b. Perguruan Tinggi dan Perusahaan Swasta c.s o ft w a re c. Melaksanakan percontohan. antara lain : a. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak (Tujuan 2). Mengembangkan pola usaha peternakan yang efisien. perguruan tinggi dan perusahaan swasta b. Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi protein hewani adalah daya beli. keswan tatalaksana pemeliharaan dan pengolahan produk peternakan (Tujuan 5).s o ft w a k e r. Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepatguna bekerjasama dengan lembaga penelitian. pelatihan. Didukung dengan organisasi yang terdesentralisasi. Pengembangan pengolahan pasca panen produk produk peternakan menjadi bahan konsumsi yang menarik dan aman dikonsumsi e. misalnya melalui introduksi pengolahan dan penyimpanan pakan. magang dan pendampingan pemanfaatan teknologi pada pra produksi budidaya dan pasca panen E:\KEBIJ TEK-260405. Meningkatkan kinerja aspek aspek bibit. pakan. reproduksi dan fisiologi ternak dan tatalaksana pemeliharaan c. . efektip dan efisien c.

optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan kualitas pakan. Meningkatkan skala usaha dan produktivitas ternak b. . perkebunan dan perikanan d.c ww w om k lic lic . c. Memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan usahanya secara bermitra dengan masyarakat sekitar Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. kambing dan GPS ayam ras c. Boerawa dan penggemukan sapi eks impor d. Optimalisasi pemanfaatan teknologi antara lain. penggunaan bibit unggul. antara lain : a. pemda dan swasta untuk mengimpor bibit unggul terutama sapi.doc/Datin 65 . pengendalian pemotongan betina produktif dan pengendalian pengeluaran bibit unggul keluar Propinsi b. (Tujuan 9). Melakukan percepatan peningkatan populasi ternak melalui pengembangan system perbibitan. sikap dan keterampilan (PSK) peternak E:\KEBIJ TEK-260405. peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan IB. Mengembangangkan kawasan produk peternakan unggulan d.s o ft w a re Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk unggulan peternakan (Tujuan 6). Mengembangkan komoditi ternak unggulan Lampung yang tidak dimiliki oleh wilayah lain antara lain ternak kambing Boer.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. antara lain : a. Meningkatkan aksesibilitas peternak terhadap sumber permodalan dan teknologi c. Kebijakan yang digunakan dalam rangka meningkatkan peranan Propinsi Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak Nasional (Tujuan 8). k w . embryo transfer. c. Meningkatkan pengetahuan. pertanian dan perikanan sebagai pakan ternak melalui pola integrasi b. Mendorong atau bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan limbah perkebunan. adalah : a. Menggali sumber permodalan untuk mendukung usaha peternakan yang terintegrasi dengan usaha pertanian/perkebunan/perikanan. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya pakan local untuk mengganti/mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan. Mendorong perusahaan swasta dibidang perkebunan/ pertanian dan agroindustri lainnya untuk membuka usaha terpadu dengan memasukan usaha peteranakan sebagai cabang atau bagian dari perusahaan intinya. Kebijakan yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam (Tujuan 7). b. Mengembangkan pola integrasi ternak kedalam perusahaan petani & perkebunan serta agroindustri lainnya. Memfasilitasi dan mendorong pemerintah pusat. IB. Mengembangkan teknologi pengolahan dan penyimpanan pakan yang berasal dari limbah pertanian.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .s o ft w a k e r. antara lain : a.

mampu mengoptimalkan dan mengakses sunber daya (alam. E:\KEBIJ TEK-260405. b.s o ft w a k e r. 2.c ww w om k lic lic . PROGRAM PRIORITAS 1) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Peternakan Sumberdaya Manusia dan a. Meningkatkan pangsa pasar produk produk peternakan d. Tujuan a) Meningkatkan profesionalisme dan produktivitas peternak dan petugas b) Meningkatkan peranan dan kualitas kelembagaan peternak dan kelembagaan lain yang mendukung pembangunan dibidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 2) Program Pengembangan Integrasi Ternak dengan Tanaman Pertanian/ Perkebunan a. untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan produksi dan produktivitas ternak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . b. Tujuan a) Meningkatkan “capacity building” dari padalahan usaha pertanian/perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan per satuan luas lahan usaha b) Meningkatkan populasi ternak c) Meningkatkan pendapatan peternak disekitar perusahaan d) Mengembangkan usaha tani terpadu.s o ft w a re Mendorong tumbuhnya dan memfasilitasi kelembagaan peternak menjadi kelembagaan yang mampu berperan sebagai mediator bagi anggotanya untuk membangun usaha peternakan e. modal dan teknplogi).doc/Datin 66 . Arah Program ini diarahkan untuk menciptakan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang tangguh dan mandiri. Arah Program ini diarahkan untuk mendorong perusahaan perkebunan / pertanian dan agroindustri lainnya untuk melaksanakan diversifikasi usaha bidang peternakan dan mengembangkan kemitraan dengan nilai ternak yang ada disekitar perusahaan. .

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . sehat. k w . susu serta produk olahannya untuk konsumsi masyarakat Lampung dalam jumlah dan kualitas yang cukup serta harga yang terjangkau i) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 4) Program Pembinaan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner a. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak.s o ft w a k e r. Tujuan e) Mendorong percepatan peningkatan populasi ternak f) Mempertahankan stabilitas potensi Lampung sebagai lumbung ternak Nasional g) Mengembangkan potensi Lampung sebagai salah satu pusat bibit ternak sapi dan kambing h) Menyediakan daging. pengembangan kualitas.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. penanganan dan penerapan teknologi reproduksi. yaitu penggunaan bibit unggul. telur.c ww w om k lic lic . penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksana budidaya b.s o ft w a re 3) Program Peningkatan Produksi & Produktivitas Ternak a. Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan dan ternak milik peternakan rakyat melalui upaya pencegahan. pengendalian dan penolakan penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) b. Tujuan a) Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak b) Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas) c) Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya d) Mencegah tejadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan l\kepada manusia e) Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk produk peternakan yang dikonsumsi.doc/Datin 67 . . dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman. kuantitas dan kontinuitas pakan. utuh dan halal) f) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak E:\KEBIJ TEK-260405. melalui penerapan panca usaha ternak. pemberantasan.

s o ft w a k e r. serta meningkatkan investasi di bidang peternakan c) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak d) Mengembangkan kemitraan peternakan yang adil dan saling menguntungkan 7) Mengembangkan Ternak Kambing Boerawa a.s o ft w a re 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan dibidang Peternakan a. inseminasi buatan. menekan tingkat kematian dan tidak terjadinya out break penyakit hewan menular d) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak 6) Program Pengembangan agribisnis dan kemitraan peternakan a. k w .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . Tujuan a) Meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dan swasta b) Meningkatkan tingkat keberhasilan pelayanan Inseminasi buatan c) Meningkatkan derajat kesehatan. penyuluhan dan pelatihan teknis. serta dengan mengembangkan bentuk bentuk pelayanan yang berbasis masyarakat dan swastanisasi. terutama dalam bidang kesehatan hewan. partisipatip. Tujuan a) Meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri b) Menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya agribisnis dan agroindustri. manajemen dan akses pasar.c ww w om k lic lic . b. guna memperoleh nilai tambah yang tinggi dengan masukan teknologi. Dalam hubungan ini peranserta swasta dan badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi mewujudkan industri peernakan yang sinergis dengan peternakan rakyat dan sumberdaya local b. E:\KEBIJ TEK-260405.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. peningkatan pemberdayaan peternak dan kelompok peternak. transparan. Arah Program ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. Arah Program ini diarahkan untuk Pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. pengembangan perbibitan dan pakan ternak.doc/Datin 68 . Arah Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public dibidang peternakan yang lebih berorientasi kepada pengguna.

c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Meningkatkan populasi sapi dan kambing perah 5. b.s o ft w a k e r. yang didukung dengan ketersediaan data peternakan yang akurat dan omprehenship. b. Tujuan a) Meningkatkan kualitas data peternakan yaitu data yang memenuhi criteria akurat. Arah Program ini diarahkan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan peternakan yang akuntabel. diharapkan pada umur 8 bulan dapat mencapai bobot 30 – 40 kg b) Mengembangkan kawasan pembibitan kambing Boerawa c) Meningkatkan kualitas daging kambing melalui persilangan dan perlakuan lainnya 8) Program Peningkatan kualitas data dan Perencanaan Pembangunan Peternakan a. k w . Tujuan 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . . Mengembangkan sentra – sentra peternakan sapi dan kambing perah 2. E:\KEBIJ TEK-260405. Tujuan a) Meningkatkan bobot kambing potong. Arah Program ini diarahkan untuk mengembalikan peranan ternak kerbau sebagai ternak unggulan Lampung serta mengembangkan aneka ternak sebagai komoditi substitusi untuk memenuhi kebutuhan daging. Meningkatkan kualitas budidaya peternakan sapi dan kambing perah 3. komprehenship dan tepat waktu b) Meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan data dan informasi bidang peternakan c) Meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan peternakan 9) Program Pengembangan Ternak Perah a.s o ft w a re b. Arah Arah dari pengembangan Kambing Boerawa yang merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Dengan Kambing peranakan Etawa adalah membuka peluang pasar export kambing potong ke pasar Timur Tengah. Meningkatkan kualitas SDM peternak sapi dan kambing perah 4.doc/Datin 69 . Meningkatkan konsumsi susu murni 10) Pengembangan & Pembinaan Ternak Kerbau & Aneka Ternak a.c ww w om k lic lic .

PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner E:\KEBIJ TEK-260405. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung 2. Penerima bantuan mesin pakan 6. budidaya. Tujuan a) Meningkatkan populasi & produksi ternak kerbau b) Meningkatkan peranan aneka ternak dan unggas dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur c) Mengembangkan komoditi aneka ternak sebagai alternative usaha dibidang peternakan. pengelola keuangan) o Tidak terjadi out break penyakit flu burung o Masy memahami dan terampil cara pengend & penolakan peny. Program Prioritas. Pemberantasan. Pemberantasan. Pembinaan kampong tua 2. PROGRAM AKSI DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2005 – 2009 1. .c ww w om k lic lic .Lampung Meningkatnya kualitas keg. pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. Promosi dan sosialisasi produk unggulan peternakan 4. flu burung Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masyarakat merasa aman mengkonsumsi produk peternakan (daging. o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Dikenalnya produk unggulan pet. Pembinaan klp. Penerima integrasi 5. Pet. telur susu) Menurunnya kasus penularan penyakit zoonosis 2.2 dan 3 lomba kelompok. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2005 PROGRAM PRIORITAS 1. MATRIKS PROGRAM PRIORITAS. Pembinaan klp pet.s o ft w a k e r. yang terdiri dari 5 jenis & dapat menjadi contoh. Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan pet.doc/Datin 70 . Magang dan pelatihan penyuluh pertanian (PPL) 3. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. E. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w .s o ft w a re b. (kelembagaan Adm. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2005 1.

Pengembangan perbibitan ternak Terwujudnya klpk klpk VBC sapi kambing. Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan.Lampung . buku saku. sikap dan keterampilan (PSK) peternak dalam mengelola dan memanfaatkan pakan & kompos o Berkembangnya pemanfaatan limbah pertanian/ perkebunan dan perikanan untuk pakan & kotoran untuk pupuk tanaman o Tumbuhnya minat perusahaan swasta/agroindustri untuk mengemb.doc/Datin 71 . tertib pengelolaan adm gaduhan ternak Covering pelay. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3. usaha Peternakan secara terpadu Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 100 ekor Revolving 100 ekor Jmlh penggaduh baru 100 KK Terbinanya teknis adm. Produksi mani beku sapi 35. Peningkatan kualitas pelayanan di bidang peternakan 1. kualitas pakan serta pengemb. . PE & Saanen yg berkualitas sebanyak 18 ekor Menghasilkan pejantan unggul untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Mengasilkan bibit sapi bali unggul 7 ekor/tahun Menghasilkan pejantan sapi bali untuk diambil maninya sebanyak 2 ekor Tertib laporan. Prop.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pelayanan redistribusi dan penjualan ternak tidak layak bibit asset pemda Propinsi . Boerawa. pengumpulan dan pengolahan data 2005 serta Pemantauan dan Evaluasi E:\KEBIJ TEK-260405. k w . integrasi ternak dgn tanaman pertanian / perkebunan 4.000 dosis dan Kambing 10. 66 Kec . Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.s o ft w a re 3. Penyusunan perencanaan 2006. Gaduhan ternak asset Pemerintah Propinsi Lampung 5. Pet. & peningk.39 % dan CR 80% Tersedia publikasi data dalam bentuk buku statistic.Pembinaan teknis adm. 8 Kab. Gaduhan ternak asset Pem. dan situs internet Up dating data di web site berjalan dengan baik Tersusunnya perencanaan pemb. Menghasilkan bibit kambing Boer.000 dosis Meningkatnya performan IPMB Terbanggi besar o Meningkatnya pengetahuan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .Lokasi 100 Desa . ayam buras dan itik.c ww w om k lic lic . Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga 7. di kelompok peternak Meningkatnya produk ternak bibit. realistis dan meng- 2. Pembinaan dan pengawasan pengemb perbibitan ternak pemerintah 4. IB meningkat 5% S/C 1. yang akuntabel.Kab. Peningkatan kualitas pelayanan Inseminasi Buatan dan kesehatan hewan 2. Pembin.s o ft w a k e r.Kec. Pengembangan perbibitan Kambing di IPKU Negeri Sakti 6.

k w . Pengolahan dan publikasi data 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Pembinaan dan pengembangan ternak dengan pola integrasi 2. peternakan tahun 2006 3.c ww w om k lic lic . Demplot pabrik pakan ternak SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu Termanfaatkannya limbah tanaman pisang untuk pakan Identifikasi tanaman tebu. Pet.s o ft w a k e r. dapat di laks. Pngemb. Pengumpulan. Pemb. jerami padi Terbangunnya 2 unit pabrik pakan ternak di kelpk peternak Harga pakan lebih murah. mutu sasaran) 6. dgn baik (tepat waktu. Peternakan Tersusunnya perenc. .PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Peningkatan kualitas data & perenc. agribisnis peternakan 1. Monitoring dan Pengendalian E:\KEBIJ TEK-260405. realistis dan akomodatif Kegiatan pemb.pet. Penyusunan perencanaan pemb. Pemb. Pet tahun 2006 yang akuntabel. Penyusunan dan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. peternak dapat nilai tambah Percontohan pabrik pakan 2 unit Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. 1.doc/Datin 72 .s o ft w a re akomodasi aspirasi & peran serta masy 3.

s o ft w a re 2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Kontes Ternak 6.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Pemb. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Ternak 1. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Dari swasta.c ww w om k lic lic . . Ayam Buras. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2006 1. Pelatihan Teknis Pet. Demplot pola integrasi ternak kamb. entok. ayam buras dan itik. Program Prioritas. sapi. domba. 2. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Pada usaha tani padi 3. Pengembangan perbibitan ternak (Sapi. pertanian dan Perikanan.2 dan 3 lomba kelompok. KCD & PPL 5. Neg. Latihan petugas IB. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.000 dosis 2. Latihan teknis bagi petugas. Kambing. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1.pisang. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. k w . Peternak Kampung Tua 7. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 4. 2. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. kambing. Tersedia leaflet (10. Latihan pengolah produk pet. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. 8. 2.s o ft w a k e r.doc/Datin 73 . Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Pengembangan Integ.Kambing. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.Sakti & Campang Tiga 3.000 dosis dan Kambing 10. Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2006 PROGRAM PRIORITAS 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. lada dan singkong. Kelp. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi.000 Exp) Proposal pola integrasi. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 3.

& pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Pengemb. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. pengendalian dan penolakan penyakit rabies Produksi bibit ayam cemani. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Kambing perah. 66 Kec . • Pengemb.s o ft w a k e r. AI.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb.s o ft w a re 4.Kec. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. Fasilitas pet. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy.Boerawa 2. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.c ww w om k lic lic .Lokasi 182 Desa . Prop. 4. . 5. Pemberantasan. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. HMT 1000. Ternak 1. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. k w . Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. Lampung pada : . Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. 7.Kab. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 4. Pemberantasan.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.doc/Datin 74 . 8 Kab 6.

bibit pet. Pembinaan. LS & KBL 3. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 6. realistis dan akomodatif 5. perbibitan ternak pemerintah 7. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Peningkatan 4. Pet tahun 2007 yang akuntabel. Pengemb. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Pengembangan Ternak Perah 1. Pengumpulan. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Pemb. penyediaan bidang pet. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 8. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. peternakan tahun 2007 E:\KEBIJ TEK-260405. Peningkatan kualitas data & perenc. (daging. Peternakan Tersusunnya perenc. Penyusunan perencanaan pemb. . Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner 6. 9. Dikenal terutama oleh pihak investor. Pengolahan dan publikasi data 2. Pengemb.s o ft w a re 7. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 7. Pemb.c ww w om k lic lic .s o ft w a k e r. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. k w . sosialisasi. Revisi Perda No. Di Lamp. Pet. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. merasa aman mengkonsumsi produk pet. 1 Tahun 1977. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Tanggamus 2. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Meningkat Perda pengganti lebih baik. pencegahan & pemb.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Masy. straw dan alat IB 5. Pet. Pngembangan agribisnis peternakan 1. • Tertib laporan.doc/Datin 75 . 1.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Pembinaan & pengawasan pengemb. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. tertib pengel.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . Ayam Ras & Kambing) 2.

mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.pet. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu.s o ft w a k e r.c ww w om k lic lic . Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb. Ternak kerbau kerbau & aneka 2.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. k w . Monitoring dan Pengendalian 10.s o ft w a re 3. E:\KEBIJ TEK-260405.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 76 . Pengemb. .

Dari swasta. Pengembangan Integ. . Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. 2. Pengembangan pejantan unggul (Sapi.000 dosis 3. Pemb. Kelp.pisang. kambing. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan • Demplot pakan seimbang o Kualitas pakan yang diberikan ditingkat E:\KEBIJ TEK-260405. Kambing.c ww w om k lic lic . Kontes Ternak 6. 4. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor 6. lada dan singkong. entok. Neg.000 Exp) Proposal pola integrasi. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi. Pelatihan Teknis Pet. 2. Latihan teknis bagi petugas. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Demplot pola integrasi ternak kamb.Kambing. Program Prioritas. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. Pada usaha tani padi 3. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5.s o ft w a k e r. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy.Sakti & Campang Tiga 3. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. ayam buras dan itik. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4.doc/Datin 77 . Pengembangan perbibitan ternak 2. Ayam Buras. Latihan pengolah produk pet. di kelompok pet. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Tersedia leaflet (10. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2007 1. KCD & PPL 5. 2. Ternak 1. Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. pertanian dan Perikanan. 8. Peternak Kampung Tua 7.000 dosis dan Kambing 10.2 dan 3 lomba kelompok.s o ft w a re 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. sapi. (Sapi.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . domba.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Latihan petugas IB. k w . Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2007 PROGRAM PRIORITAS 1.

s o ft w a k e r. Memahami & terus berperan serta dlm pengend.Kec. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. 7. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Produksi bibit ayam cemani. Pemberantasan. Pembinaan.doc/Datin 78 . 9. & Pemberant. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb. .s o ft w a re • • • • • • • peternakan setempat Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya Demplot peternak sillase pakan local. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb.c ww w om k lic lic . • Pengemb. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami Demplot pengolahan kepala udang Gerakan penanaman HPT Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal Demplot pembuatan pakan lengkap. Pengadaan Kambing Betina Induk 5.Lokasi 182 Desa . Pengemb. 66 Kec . k w .Kab. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. AI.Boerawa 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. HMT 1000. Kambing perah.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb. telur susu) E:\KEBIJ TEK-260405. Prop.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Pemberantasan. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. (daging. 8 Kab 8. Fasilitas pet. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies Masy. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. 4. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul o Terbangunnya system pengend. pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3. Lampung pada : . pengendalian dan penolakan penyakit rabies 4. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. Ternak 1.

E:\KEBIJ TEK-260405. k w .c W C re ! tr ac C tr ac k e r. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. sosialisasi. 9. realistis dan akomodatif 3. Pelayanan.s o ft w a re 6. mutu sasaran) 10. 4. Revisi Perda No. peternakan tahun 2008 yang akuntabel. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. Dan 3. Peternakan perenc. Tanggamus 2. 1 Tahun 1977. tertib pengel.c ww w om k lic lic . Monitoring dan Pengendalian Kegiatan pemb. Pembinaan dan introduksi IB pada Meningkatnya produktivitas ternak Pembin. perbibitan ternak pemerintah 1. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. • Tertib laporan. Pengemb. Tersusunnya perenc. penyediaan bidang pet. Dikenal terutama oleh pihak investor. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. LS & KBL 3. Pet. Ayam Ras & Kamb) Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan Pengemb. Pemb. Menurunnya kasus penularan peny. Pengemb. Sosialisasi minum susu sapi dan kambing 8. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. 2.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • 3. Penyusunan perencanaan pemb.pet. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. Peningkatan 1. 2008 Pet. 5. Pengembangan Ternak Perah Pembinaan & pengawasan pengemb. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data kualitas data & data pemb. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Ternak kerbau kerbau melalui Inseminasi Buatan kerbau & aneka 4. Pengumpulan. . straw dan alat IB 2.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O .doc/Datin 79 . Pngembangan agribisnis peternakan 1. Pemb. pencegahan & pemb. 7.s o ft w a k e r. Pengembangan aneka ternak IPKU di Berkembangnya aneka ternak di IPKU ternak Negeri Sakti di Negeri Sakti. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet th. Di Lamp. Peningkatan 1. 2. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi.

Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2008 PROGRAM PRIORITAS 1. lada dan singkong. Latihan pengolah produk pet.s o ft w a k e r. . (Sapi.doc/Datin 80 . Pengembangan Integ. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Ayam Buras. di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.Sakti & Campang Tiga 3. sapi.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan. kambing. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi. 2.000 Exp) Proposal pola integrasi. Tersedia leaflet (10. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu. entok. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . 2.s o ft w a re 4. Program Prioritas. Kelp. KCD & PPL 5.pisang.000 dosis dan Kambing 10.Kambing. Neg. pertanian dan Perikanan. Pengembangan perbibitan ternak 2. Pelatihan Teknis Pet. Pemb. Peternak Kampung Tua 7. Lomba Kelompok Peternak INDIKATOR KINERJA oTerpilihnya juara 1.000 dosis 3. yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bidang pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Demplot pola integrasi ternak kamb. Kontes Ternak 6. 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi. Dari swasta. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi. Kambing.c ww w om k lic lic . Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5.Kerbau) di IPMB • • • Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor E:\KEBIJ TEK-260405. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Latihan teknis bagi petugas. domba. k w . 8. Pada usaha tani padi 3. Latihan petugas IB. ayam buras dan itik. Itik) • • • Terwujudnya klpk klpk VBC sapi.2 dan 3 lomba kelompok. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan PROGRAM AKSI TAHUN 2008 1. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. 2. Ternak 1.

8 Kab Produksi bibit ayam cemani. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. 66 Kec . Prop. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. • Pengemb. pengendalian dan penolakan penyakit rabies o Terbangunnya system pengend.s o ft w a k e r.Lokasi 182 Desa . Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Pengadaan bibit kambing Boer Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti Pengadaan KambingBetina Induk Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. 4. Ternak 1. HMT 1000. Pemberantasan. 13. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 2. Terealisasinya : Ternak setoran layak bbt 110 ekor Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. 5. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. Kambing perah. kate dan pelung Terjaringnya kambing pejantan boerawa yang berkualitas Produksi susu kambing 500 lt/th 12. Ayam di IPKU Negeri Sakti • Penyebaran & Penjaringan Kambing Boerawa. kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti • Pemb. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap.c ww w om k lic lic . & Pemberant. Pengemb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul 1. Pembinaan & peningk. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak bibit asset pemerintah. k w . Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies E:\KEBIJ TEK-260405. Lampung pada : . Pemberantasan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 3.000 stek v Tersedianya bibit unggul kamb.Kec. 11.Boerawa 2.Kab. .s o ft w a re 10. AI. 3.doc/Datin 81 . Fasilitas pet.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Kamb.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

4. Pembinaan, Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner

Masy. merasa aman mengkonsumsi produk pet. (daging, telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Di Lamp. Dikenal terutama oleh pihak investor. • Tertib laporan, tertib pengel. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1,39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelayanan SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu •

6. Pngembangan agribisnis peternakan

1. Pengemb. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi, Ayam Ras & Kamb) 2. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Pengemb. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.

5. Pembinaan & pengawasan pengemb. perbibitan ternak pemerintah 7. Pengembangan Ternak Perah 1. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. Tanggamus 2. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab. LS & KBL 3. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. 8. Peningkatan 1. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman, sosialisasi, penyediaan bidang pet. straw dan alat IB 2. Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet 3. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan

5. Revisi Perda No. 1 Tahun 1977.

9. Peningkatan kualitas data & perenc. Pemb. Pet.

Pelayanan, pencegahan & pemb. bibit pet. Meningkat • Perda pengganti lebih baik. 1. Pengumpulan, Pengolahan dan publikasi Tersusun dan terpublikasikan nya data data pemb. Peternakan 2. Penyusunan perencanaan pemb. Tersusunnya perenc. Pemb. Pet tahun peternakan tahun 2009 2009 yang akuntabel, realistis dan akomodatif

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

82

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

3. Monitoring dan Pengendalian 10. Pengemb. Dan 1. Pembinaan dan introduksi IB pada Pembin. Ternak kerbau kerbau & aneka 2. Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti

Kegiatan pemb.pet. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu, mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti.

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

83

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Program Prioritas, Program Aksi & Indikator Kinerja Tahun 2009
PROGRAM PRIORITAS
1. Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternakan

PROGRAM AKSI TAHUN 2009
1. Lomba Kelompok Peternak

INDIKATOR KINERJA
oTerpilihnya juara 1,2 dan 3 lomba kelompok, yang terdiri dari 5 jenis o± 450 anggota kelp dan ±1500 anggota kelp lainnya termotipasi u/ meningkatkan kualitas usahanya Peternak peserta magang 20 orang PPL peserta pelatihan 50 orang Meningkatnya kualitas pelayan bid. pet di tingkat Kecamatan (50 Kec) Dikenalnya produk unggulan peternakan Lampung oleh Masyarakat Meningkatnya pangsa pasar produk unggulan peternakan Lampung Konsepsi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan dikenal masy. Dari swasta. Tersedia leaflet (10.000 Exp) Proposal pola integrasi. • Tersedia demplot pola integrasi sapi – tebu, sapi- pisang, sapi – padi • Meningkatkan PSK Peternak dapat menarik minat swasta untuk mengembangkan pola integrasi.

2. Latihan petugas IB, Neg.Sakti & Campang Tiga 3. Latihan petugas & pengawasan Kesmavet 4. Pelatihan Teknis Pet. KCD & PPL 5. Kontes Ternak 6. Pemb. Kelp. Peternak Kampung Tua 7. Latihan pengolah produk pet. 8. Latihan teknis bagi petugas. 2. Pengembangan Integ. Ternak 1. Sosialisasi integrasi ternak dengan tanaman perkebunan, pertanian dan Perikanan.

2. Demplot pola integrasi sapi dengan perkebunan tebu (Pengelolaan pucuk tebu) 3. Demplot pola integrasi ternak kambing pola perkebunan coklat/kopi, lada dan singkong. 4. Demplot pola integrasi sapi pada usaha tani padi 5. Demplot pola integrasi ternak kamb. Pada usaha tani padi 3. Peningkatan produksi dan produktivitas ternak 1. Pengembangan perbibitan ternak 2. (Sapi, Kambing, Ayam Buras, Itik)

• • •

Terwujudnya klpk klpk VBC sapi, kambing, ayam buras dan itik, entok, domba, kelinci Berkembangnya jenis jenis ternak bibit hasil silangan, di kelompok peternak Meningkatnya produksi ternak bibit Produksi mani beku sapi 40.000 dosis dan Kambing 10.000 dosis

3. Pembuatan mani beku di IPMB Terbanggi Besar 4. Pengembangan pejantan unggul (Sapi,Kambing,Kerbau) di IPMB • • •

Sapi pejantan unggul 5 ekor Kerbau pejantan 2 ekor Kambing pejantan Boer 20 ekor

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

84

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

!

W

N O

y

bu

to

om

to

bu
ww

y

N O
.c

W C
re

!
tr
ac

C

tr

ac

k e r- s o ft w a

k e r- s o ft w a

re

5. Pembinaan & peningkatan kualitas pakan o Kualitas pakan yang diberikan • Demplot pakan seimbang ditingkat peternakan setempat • Pengembangan Pabrik pakan mini o Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya • Demplot peternak sillase pakan local. • Demplot pembuatan specimen o Kontinuitas pakan terjamin wafer/hay jerami • Demplot pengolahan kepala udang • Gerakan penanaman HPT • Inventarisasi & Publikasi bahan baku pakan lokal • Demplot pembuatan pakan lengkap. Terealisasinya : 6. Pelayanan redistribusi dan seleksi ternak Ternak setoran layak bbt 110 ekor bibit asset pemerintah. Revolving 110 ekor Jmlh penggaduh baru 110 KK Terbinanya ternak asset Pem. Prop. Lampung pada : - Lokasi 182 Desa - Kec. 66 Kec - Kab. 8 Kab 7. Pengembangan perbibitan Kambing & unggas di IPKU Negeri Sakti Produksi bibit ayam cemani, kate dan • Pemb. Fasilitas pet. Ayam di IPKU pelung Negeri Sakti Terjaringnya kambing pejantan • Penyebaran & Penjaringan Kambing boerawa yang berkualitas Boerawa. Produksi susu kambing 500 lt/th • Pengemb. Kambing perah. 8. Pengembangan perbibitan ternak sapi bali di IPSB Campang Tiga • Penyusunan pedoman/system pengend & pemberantasan AI • Pembibitan HMT • Pengujian Bibit ternak. 4. Pengemb. Ternak 1. Pengadaan bibit kambing Boer Kamb.Boerawa 2. Pengembangan instalasi pembibitan kambing IPKU Negeri Sakti 3. Pengadaan Kambing Betina Induk 5. Pembinaan Kesehatan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner 1. Pemberantasan dan pengendalian penyakit Flu Burung • Penyusunan pedoman/system pengend. & pemberantasan AI • Sosialisasi • Vaksinasi dan Pengobatan 5. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit hewan menular pada ternak 6. Pemberantasan, pengendalian dan penolakan penyakit rabies

Menghasilkan pejantan unggul 5 ekr Prod. HMT 1000.000 stek

v Tersedianya bibit unggul kamb. Boer v Berkembangnya sentra bibit kambing unggul

o Terbangunnya system pengend. & Pemberantasan AI & ND o Out Break AI dpt diantisifasi o Masy. Memahami & terus berperan serta dlm pengend. & Pemberant. AI. Tdk terjadi out break penyakit hewan menular di Lampung Kerugian peternak dapat dihindari Menurunnya kasus gigitan oleh hewan penular rabies

E:\KEBIJ TEK-260405.doc/Datin

85

.c

ww
w

om

k

lic

lic
.

k

w

.

Dikenal terutama oleh pihak investor. (daging. telur susu) Menurunnya kasus penularan peny. Pemb. zoonosis Jumlah & Kualitas kemitraan peternak meningkat Meningkatnya aksesibiliotas peternak kepada sumber-sumber pembiayaan usaha. adm gaduhan ternak Meningkatkan produksi susu sapi dan kambing Meningkatnya minat masyarakat untuk minum susu sapi dan susu kambing 6. LS & KBL 3. Pemb.c ww w om k lic lic . Skala usaha meningkat • Tumbuhan LKM di tingkat kelp. SPM yang telah disusun difahami dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tersusunnya SPM bidang tertentu • • Pelayanan. Peningkatan kualitas pelayanan IB kualitas pelay di • Pedoman. • Tertib laporan. Pengemb.c W C re ! tr ac C tr ac k e r. Meningkat Perda pengganti lebih baik. Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang peternakan 5. pencegahan & pemb. Pet. Tersusun dan terpublikasikan nya data pemb. Pembinaan & pengawasan pengemb. Pengembangan Pos Pelayanan Keswan 4. Pengembangan Ternak Perah 1.doc/Datin 86 . 9. . bibit pet. Tanggamus 2. Dukungan terhadap peternakan sapi perah di Gisting Kab. perbibitan ternak pemerintah 7. Promosi dan sosialisasi produk & potensi unggulan peternakan.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . straw dan alat IB 2. Pengolahan dan publikasi data 2. 1. Di Lamp. Penyusunan perencanaan pemb. Revisi Perda No. sosialisasi.s o ft w a k e r. Pngembangan agribisnis peternakan 1. merasa aman mengkonsumsi produk pet. Peningkatan 1. 5. Pengembangan ternak kambing perah di Gedong Tataan Kab.39 % dan CR 80% Meningkatnya peran serta masy dan swasta dalam yan kes wan Mortalitas & morbiditas menurun • Terbangunnya 1 – 2 unit pos pelay. • Optimalnya peran KKMB • Produk pet. Pembinaan. Peternakan Tersusunnya perenc. Sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner Masy. Ayam Ras & Kamb) 2. peternakan tahun 2010 E:\KEBIJ TEK-260405. 1 Tahun 1977. Pengembangan UKM dan peningk skala usaha peternakan melalui pembiayaan Perbankan 3. Peningkatan kualitas data & perenc. k w . Peningkatan kualitas kesehatan hewan dan kesmavet Covering pelayanan IB meningkat 5% S/C 1. tertib pengel. & Pembinaan kemityraan peternakan (Sapi. Sosialisasi minum susu sapi dan kamb. Unggulan Lampung semakin dikenal • Potensi pengemb. Pet. Pengemb. penyediaan bidang pet. 8. Pet tahun 2010 yang akuntabel. realistis dan akomodatif 3.s o ft w a re 7. Pengumpulan. Lembaga keuangan Mikro (LKM) & pembinaan KKMB 4.

pet. Monitoring dan Pengendalian 10.c W C re ! tr ac C tr ac k e r.s o ft w a k e r. Dan 1.s o ft w a re 3.PD F -X C h a n ge PD F -X C h a n ge ! W N O y bu to om to bu ww y N O . k w . Pengembangan aneka ternak IPKU di ternak Negeri Sakti Kegiatan pemb. Ternak kerbau kerbau & aneka 2.c ww w om k lic lic .doc/Datin 87 . mutu sasaran) Meningkatnya produktivitas ternak kerbau melalui Inseminasi Buatan Berkembangnya aneka ternak di IPKU di Negeri Sakti. Pembinaan dan intorduksi IB pada Pembin. dapat di laksanakan dengan baik (tepat waktu. E:\KEBIJ TEK-260405. . Pengemb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful