Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS 10 PRODUK MAKANAN ATAU MINUMAN BERPENGAWET

Disusun Oleh: NAMA NIM SEMESTER MATA KULIAH : Sony Pramudya Wardana : 13426/ 10/ THP : III : Mikrobiologi Pengolahan

DOSEN PENGASUH : Ngatirah SP. MP

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA 2011

1.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Susu Cair : Ultra Milk : Karton Multilapis (kedap udara) : PT Ultrajaya Milk Industry, Tbk. Bandung, Indonesia. : 04: 11 33 : 22 Januari 2012 : Susu sapi segar, Sukrosa, Bubuk coklat, Pemantap nabati, Perisa Coklat.

Bahan pengawet : Mekanisme pengawetan : 1. Menggunakan teknologi ultra high temperature (UHT) Yaitu proses pengawetan menggunakan suhu tinggi ( 135-1450C) dengan waktu yang singkat (2-5 detik). Tingginya suhu dapat membunuh seluruh mikroba baik pembusuk dan patogen, sedangkan waktu yang singkat untuk mencegah terjadinya kerusakan gizi serta untuk mendapatkan warna, aroma da rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya. 2. Kemasan karton multilapis Kemasan multilapis ini kedap udarasehingga mikroba tidak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteriperusak, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahayasehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya.

Denganterlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akantetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasisatu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebutsecara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusiasehingga menjamin

higienitas produk.

2.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Susu Kental Manis : Frisian Flag : Kaleng : PT Frisian Flag Indonesia, Jakarta, Indoneia : HC 100 : November 2011 : Sukrosa, Susu sapi segar, susu bubuk skim, air, lemak susu, butter milk bubuk, konsentrat protein susu, vitamin (C, E, Niasin, Kolin klorida, A, B6, D3), campuran laktosa.

Bahan pengawet

: Sukrosa/ gula

Mekanisme pengawetan : Bahan dengan konsentrasi gula tinggi dapat menyebabkan osmosis antara bahan dengan mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran, air

bergerak dari larutan dengan konsentrasi lebih rendah menuju larutan dengan konsentrasi lebih tinggi untuk mencapai

keeimbangan. Osmosis yang terjadi adalah air dari dalam sel mikroorganisme menembus membran menuju bahan dengan konsentrasi gula yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan mikroorganisme mengalami dehidrasi dan kelamaan akan mengkerut karena kekurangan cairan. Karena dehidrasi maka pertumbuhan mikrobia akan terhambat atau mati.

3.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Susu Bubuk : Dancow Actigo : Aluminium Foil : PT Nestle Indonesia, Kejayan-Pasuruan, Indonesia. : 0335022752 05:17 : Juni 2012 :Susu Sapi, Gula, Maltodekstrin, Susu Bubuk Skim, Bubuk Kakao, Kalsium Susu, Mineral, Pengelmusi Lesitin Kedelai, Premiks Vitamin.

Bahan pengawet : Mekanisme pengawetan :. Pengeringan, bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada dalam bahan pangan yang menyebabkan Aw rendah. Bahan dengan kadar air dan Aw yang rendah akan lebih awet. Dengan kadar air dan Aw yang rendah maka mikrobia tidak mudah untuk tumbuh karena mikrobia memerlukan air untuk kelangsungan metabolisme. Dengan kadar air dan Aw yang rendahmikrobia tidak dapat melakukan metabolisme dengan sempurna sehingga

pertumbuhannya akan terganggu.Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan Spray dryeratau Roller drayer.

4.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen

: Saus Pasta : La Fonte Bolognese : Plastik aluminium foil : PT Indosentra Pelangi, Cibitung untuk PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Jakarta.

Kode Produksi Expire Komposisi

: 020L125K35 : 02 November 2011 : Saus tomat, air,bumbu & rempah-rempah, minyak nabati, TVP, gula, garam, bumbu kaldu sapi, perisa sapi & daging sapi, antioksidan (askorbil palmitat, tokoferol), pengemulsi nabati, natrium benzoat, natrium metabisulfit.

Bahan pengawet : Natrium benzoat, Natrium metabisuit, antioksidan. Mekanisme pengawetan : 1. Natrium benzoat Merupakan turunan dari asam benzoat. Asam tersebut dituliskan sebagai HA. HA masuk kedalam membran sel dalam keadaan tidak terdessosiasi. Didalam sel asam tersebut akan melepaskan ion H+ dan A-. Peningkatan dan penumpukan H+ dan A- sangat mengganggu kesimbangan elektrolit mikrobia. Mikrobia akan berusaha mengeluarkan H+ dan A-, usaha tersebut akan menguras energi mikrobia (ATP) dan merusak sistem metabolismenya, sehingga pertumbuhan terhenti bahkan dapat mati. 2. Antioksidan Adalah senyawa-senyawa yang berfungsi memperlambat reaksi oksidasi

5.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Mie Instant : Indomie : Plastik : PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Jakarta : B32118 : 18 Desember 2011 :Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioca, garam, pemantap nabati, pengatur keasaman, mineral, (Zat besi), pewarna (tartrazin Cl 19140) dan antioksidan (TBHQ).

Bahan pengawet : Mekanisme pengawetan : Pengeringan, bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada dalam bahan pangan yang menyebabkan Aw rendah. Bahan dengan kadar air dan Aw yang rendah akan lebih awet. Dengan kadar air dan Aw yang rendah maka mikrobia tidak mudah untuk tumbuh karena mikrobia memerlukan air untuk kelangsungan metabolisme. Dengan kadar air dan Aw yang rendahmikrobia tidak dapat melakukan metabolisme dengan sempurna sehingga

pertumbuhannya akan terganggu.Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan Spray dryeratau Roller drayer.

6.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Syrup : Marjan : Botol Kaca : PT Lasallefood Indonesia, Depok, Indonesia : 10-D-29/58 : 29 April 2012 :Air, gula pasir, sari jeruk, asam sitrat, siklamat, Natrium benzoat, Tartrazin Cl 19140, FCF Cl 15985

Bahan pengawet : Natrium benzoat Mekanisme pengawetan : Bahan dengan konsentrasi gula tinggi dapat menyebabkan osmosis antara bahan dengan mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran, air

bergerak dari larutan dengan konsentrasi lebih rendah menuju larutan dengan konsentrasi lebih tinggi untuk mencapai

keeimbangan. Osmosis yang terjadi adalah air dari dalam sel mikroorganisme menembus membran menuju bahan dengan konsentrasi gula yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan mikroorganisme mengalami dehidrasi dan kelamaan akan mengkerut karena kekurangan cairan. Karena dehidrasi maka pertumbuhan mikrobia akan terhambat atau mati..

7.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Selai roti : Morin : Tube kaca : PT Astaguna Wisesa, Bekasi, Indonesia : 04 : 16 Mei 2012 :Gula, buah strawberry, pektin, asam sitrat, natrium benzoat, pewarna Ponceau 4R Cl 16255

Bahan pengawet : Natrium benzoat, gula Mekanisme pengawetan : Bahan dengan konsentrasi gula tinggi dapat menyebabkan osmosis antara bahan dengan mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran, air

bergerak dari larutan dengan konsentrasi lebih rendah menuju larutan dengan konsentrasi lebih tinggi untuk mencapai

keeimbangan. Osmosis yang terjadi adalah air dari dalam sel mikroorganisme menembus membran menuju bahan dengan konsentrasi gula yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan mikroorganisme mengalami dehidrasi dan kelamaan akan mengkerut karena kekurangan cairan. Karena dehidrasi maka pertumbuhan mikrobia akan terhambat atau mati.

8.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Margarin : Blue Band : Plastik : PT Unilever Indonesia Tbk, Bekasi, Indonesia : L2 : 9 Juni 2011 :Minyak nabati, air, garam, pengemulsi lesitin, kedelai, Trinatrium sitrat, asam sitrat, antioksidan BHA&BHT, perisa mentega,pewarna beta karoten Cl 75130, Anato Cl 75120, Kurkumin Cl 75300, Niasin, Vitamin (E, A, B1, B2, D dan sekuestran EDTA

Bahan pengawet : Antioksidan BHA&BHT Mekanisme pengawetan : BHA&BHT sebagai antioksidan berfungsi untuk mencegah terjadinya oksidasi lemak. Apabila tidak ada antioksidan maka akan terjadi oksidasi lemak yang merupakan salah satu reaksi perusakan bahan pangan yang berarti memperpendek daya tahan pangan.

9.

Jenis Produk Merk Kemasan Produsen Kode Produksi Expire Komposisi

: Minuman Teh Hijau : C2 : Botol plastik : PT URC Indonesia, Bekasi Indonesia :: 17 Februari 2012 :Air, Daun teh hijau, Pengatur Keasaman (Asam sitrat, Asam malat, Natrium sitrat), Antioksidan (Asam askorbat), Perisa apel, karamel.

Bahan pengawet : Pengatur Keasaman (Asam sitrat, Asam malat, Natrium sitrat), Antioksidan (Asam askorbat) Mekanisme pengawetan : 1. Pengatur keasaman yang memberikan sifat asam selain

mempengaruhi citarasa bahan pangan juga memberikan efek terhadap nilai pH bahan pangan. Mikrobia memiliki kadar toleransi tertentu sehingga bila pH terlalu asam maka mikroba tidak dapat berkembang dengan baik atau dapat mati. 2. Antioksidan berfungsi untuk mencegah terjadinya oksidasi bahan pangan. Apabila tidak ada antioksidan maka akan terjadi oksidasi yang merupakan salah satu reaksi perusakan bahan pangan yang berarti memperpendek daya tahan pangan.

10. Jenis Produk Merk

: Minuman karbonasi : Sprite

Bentuk Kemasan : Botol plastik Produsen Kode Produksi Expire Komposisi : PT COCA-COLA Bottling Indonesia, Bekasi Indonesia : SB 4B : 20 Juli 2011 :Air berkarbonasi, gula, beverage base sprite, dan pengawet Natrium benzoate Bahan pengawet : Natrium Benzoat Mekanisme pengawetan : Natrium benzoat merupakan turunan dari asam benzoat. Asam tersebut dituliskan sebagai HA. HA masuk kedalam membran sel dalam keadaan tidak terdessosiasi. Didalam sel asam tersebut akan melepaskan ion H+ dan A-. Peningkatan dan penumpukan H+ dan A- sangat mengganggu kesimbangan elektrolit mikrobia. Mikrobia akan berusaha mengeluarkan H+ dan A-, usaha tersebut akan menguras energi mikrobia (ATP) dan merusak sistem metabolismenya, sehingga pertumbuhan terhenti bahkan dapat mati.

DAFTAR PUSTAKA http://www.parenting.co.id/archive/web/forum/forum_detail.asp?catid=&id=1&to picid=5675diakses 28 Mei 2011 http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4486720diakses 28 Mei 2011 http://ehsablog.com/teknologi-pengawetan-dengan-bahan-kimia.htmldiakses 28 Mei 2011