Anda di halaman 1dari 19

Bahasa Indonesia

Analisis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik


1. Arfita Noor Amalia 2. Nisrina Firdaus (02) (07)

XI IS
1. 2. 3. Hikayat Gajah Terakhir Novel Sengsara Membawa Nikmat Novel Harry Potter dan Tawanan Azkaban

Unsur Intrinsik
Tema

Hikayat Gajah Terakhir Anonim


Hari akhir seekor gajah yang tinggal satu dimuka bumi. (Dalam novel diceritakan tentang seekor gajah yang tinggal satu dimuka bumi, berjuang menghadapi hidup yang awalnya ia hanya bergantung pada orang-orang di tempat sirkus.) Tetaplah berhati baik, meskipun kau sedang berada di kondisi susah dan terdesak sekalipun. (Dalam novel dapat kita lihat dan jadikan pelajaran tentang orang-orang sirkus yang awalnya perhatian denganya, merawat, dan memberi makan kemudian pada saat sudah tua dia dibiarkan begitu saja. Juga para masyarakat kumuh yang awalnya menganggap gajah sebagai sodaranya lalu rela menyerahkan sang gajah demi uang yang berlimpah.Namun sang gajah tetap sabar menerima perlakuan itu, dan tetap membantu masyarakat kumuh tanpa prasangka.)

Novel Sengsara Membawa Nikmat Pengarang : Tulis Sutan Suti


Kesabaran seseorang dalam menerima penderitaan. (Novel ini menceritakan ketabahan Midun yang mendapat cobaan bertubitubi tetapi ia tetap sabar dan akhirnya menuai kesabarannya dengan kebahagiaan.)

Novel Harry Potter dan Tawanan Azkaban Pengarang: JK Rowling

Amanat

Petualangan Harry Potter dalam menghindari kematiannya dari Sirius Black. (Novel ini menceritakan kehidupan tahun ketiga Harry selama bersekolah di Hogwarts yang dimana dia akan melawan Sirius Black, kaki tangan Voldemort) - Bersabarlah dalam menjalani Janganlah hanya melihat suatu kejadian kehidupan karena tak ada kehidupan dari satu sisi saja. Dikhawatirkan akan yang tanpa ujian atau cobaan, dan terjadinya salah sangka terhadap suatu percayalah bahwa dibalik cobaan dan peristiwa. (Dalam novel ini, banyak peristiwa yang ujian yang datang pasti ada hikmah menggambarkan terjadinya salah yang tersembunyi. (Midun yang mendapatkan hikmah dari sangka pelaku terhadap suatu cobaan yang dia hadapi berupa istri dan peristiwa.) pekerjaan.) - Pandai-pandailah mengemudikan hawa nafsu. (Dalam novel ini dicertakan Kacak yang selalu mengikuti hawa nafsunya akhirnya menimbulkan petaka bagi dirinya sendiri di akhir cerita yaitu masuknya ia di penjara.)

Latar

Tempat : 1. Perumahan mewah ( Tidak, tidak ada yang tinggal di kompleks perumahan mewah. Bukan apa-apa, meskipun anak-anak mereka sesungguhnya merasa senang begitu melihatku melintas di pinggiran perumahan mereka, tetapi ibu-ibu mereka mencemaskan anak-anaknya. ) 2. Pemukiman kumuh ( Tetapi tidak dengan anak-anak yang berada di pemukiman kumuh itu. Entah kenapa setiap aku datang dan anakanak mereka bersorak merubungiku. ) 3. Kebun kelapa sawit ( Benda gelap yang semula kukira hutan pada malam aku dibuang, ternyata hamparan kebun kelapa sawit semata. ) 4. Tempat sirkus (Kalau pada suatu masa mereka memperhatikanku karena aku pandai melakukan berbagai atraksi yang lucu dan menggemaskan mereka di bawah tenda rombongan sirkus; itu sekadar keahlian yang kupikir semua gajah biasa melakukannya.)

Tempat : 1. Padang (Minangkabau) (Sirih pinang selengkapnya, artinya ialah akan dikunyah guru, waktu ia menghentikan lelah tiap-tiap sesudah mengajar anak muda itu, dan lagi sirih pinang itu telah menjadi adat yang biasa di tanah Minangkabau.) 2. Bogor (Pada petang hari kami berjalan-jalan di kota Bogor.) 3. Betawi (Dengan hal demikian, ia telah mengetahui jalan-jalan di kota Betawi.) Waktu : 1. Waktu asar (Waktu asar sudah tiba.Amat cerah hari petang itu.) 2. Malam hari (Pada malam hari Midun dan Maun pergi pula ke pasar malam.) 3. Petang hari Jumat. (Ia berangkat pada petang hari Jumat.) 4. Pagi-pagi hari Sabtu (Pagi-pagi hari Sabtu, sebelum matahari terbit, sudah sampai di Bukittinggi.) 5. Tiga hari kemudian (Tiga hari kemudian, perkawinan Midun dan Halimah dilangsungkan.)

Tempat: 1. Rumah Privet Drive no.4 (Keluarga Dursley yang tinggal di Privet Drive nomor 10empat-lah penyebab Harry tidak pernah bisa menikmati liburan musim panasnya.) 2. Magnolia Crescent (Harry bergidik dan memandang sepanjang jalan Magnolia Crescent.) 3. Kereta Api Hogwarts Express (Ada lentera-lentera di atasnya, dan lantai bergetar Hogwarts Express sudahbergerak lagi dan lampu juga sudah menyala.) 4. Desa Hogsmeade ("Sampai nanti," kata Harry, dan tanpa berkata apa-apa lagi, dia berlari menuruni jalan setapak menuju Hogsmeade.) 5. Kawasan pondok Hagrid (Hal pertama yang mereka lihat begitu memasuki pondok Hagrid adalah Buckbeak,...) 6. Lubang Dedalu Perkasa (Tempat Harry mengetahui kebenaran bahwa Sirius Black bukanlah penghianat.)

6. Pada keesokan harinya pagi-pagi Waktu: 1. Malam hari 1.Pagi (Pada keesokan harinya pagi-pagi (Sang gajah melintasi taman bermain Midun pergilah ke kantor (Waktu Harry dan Hermonie pergi menyelamatkan Sirius Black.) dan menyapa anak-anak pemukiman Hoofdcommissaris.) 2. Pagi hari itu. Dari sini dapat kita ketahui bahwa (Ketika siswa Hogwarts pergi ke Desa anak anak balita pasti akan aktiv dan Suasana : Hogsmeade.) bermain di kala pagi hari.) 1. Menakutkan 2. Malam hari (Ketika Kacak pergi kepasar dan orang( Maka, pada suatu malam buta, aku orang menyalami dia bukan karena Suasana: pun dilepaskan di sebuah pinggiran segan tetapi karena ketakutan.) 1. Menakutkan hutan. Apakah aku dilepaskan atau 2. Mengharukan (Ketika pelaku penyobekan lukisan dibuang; aku tak begitu paham. ) (Ketika Midun mendapatkan pekerjaan asrama Hogwarts oleh Sirius Black.) dari Tuan Hoofdcommissaris karena 2. Menegangkan Suasana : kebaikannya menolong anaknya.) (Saat mereka Harry dan Hermonie 1. Tegang menyelamatkan Sirius Black karena ( Aku pun kemudian hanya terherantakut mereka gagal.) heran ketika melihat mereka semua tiba-tiba berkelahi. Berkelahi macam budak-budak kecik. Orang-orang yang tadi begitu tulus, saling membantu, dan menjadi sahabat-sahabatku. Aku kemudian hanya ingat, tak lama sesudah itu hujan turun dengan lebatnya, suara petir menggelegar bercampur desingan peluru, dan puluhan makhluk berseragam tiba-tiba datang menyerbu. ) 2. Ceria ( Entah kenapa setiap aku datang dan anak-anak mereka bersorak merubungiku. )

Waktu:

3. Kesepian ( Bagi seekor gajah yang kesepian hal seperti itu sangat menyenangkan. Tidak, tidak; aku memang gajah tunggal, tapi bukanlah yang pemarah. ) Tokoh 1. 2. 3. 4. 5. Seekor gajah tua Ibu- ibu perumahan Anak-anak perumahan Anak-anak pemukiman kumuh Masyarakat pemukiman kumuh.
1. Midun 2. Tuanku Laras 3. Kacak 4. Haji Abbas 5. Maun 6. Halimah 7. Pak Karto 8. Syekh Abdullah Al-Hadramut 9. Tuan Hoofdcommissaris 10. Manjau

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Harry Potter Ron Weasley Hermonie Granger Sirius Black Reamus Lupin Buckbeak PeterPattigrew

Penokohan

1. Gajah tua: protagonis Sabar (Dia ikhlas menerima keadaanya saat dibuang kealam bebas, sabar menerima ketika dianggap berbahaya oleh masyarakat kota.) Penyayang (Dia senang melihat anak-anak yang mau menerima dirinya, mengajak mereka bermain, dan mau membantu warga walaupun pada awalnya dijauhi.)

1. Midun : protagonis, seorang pemuda berbudi, sopan, taat pada agama, serta penyabar. (Budi pekertinya amat baik dan tertib sopan santun kepada siapa jua pun. Tertawanya manis, sedap didengar; tutur katanya lemah lembut. Ia gagah berani lagi baik hati, penyayang dan pengasih, jarang orang yang sebaik dia hatinya. Sabar dan tak lekas marah, serta tulus ikhlas dalam segala hal. Hati tetap dan kemauannya keras.)

1. Harry Potter: protagonis, berani dan mudah emosi ("Kuharap ia menemukanku.Karena saat itu. Aku akan siap!Saat ia temukan aku, aku akan membunuhnya!") 2. Ron Weasley: protagonis tetapi suka menuduh kucing Hermonie memakan tikusnya ("Kucingmu membunuh tikusku! Omong kosong!") 3. Hermonie Granger: protagonis, pintar, dan rela berkorban (- Kalau kau ingin membunuh Harry, kau harus membbunuh kami juga, ujar Hermonie

2. Ibu ibu perumahan : antagonis Penuh ke khawatiran (Dalam novel diceritakan, mereka sangat takut anak-anaknya dekat dengan gajah. Khawatir jika sang gajah menyakiti anak-anaknya.) 3. Anak-anak perumahan: protagonis Ceria (Mereka selalu bermain bersama teman-teman dengan gembira, juga selalu menyapa orang-orang yang berada di sekitarnya termasuk menyapa sang gajah.) Terkekang (Dibalik kepolosan dan rasa ingin tahu mereka yang begitu tinggi mereka sangat terkekang karena peraturanperaturan yang dibuat oleh orang tuanya yang timbul karena rasa khawatir.) 4. Anak-anak protagonis pemukiman kumuh :

Polos (Mereka menyambut siapapun dan apapun dengan baik, tak peduli apakah membahayakan atau tidak .) Ceria (Selalu bermain bersama-sama tak jarang jika sang gajah dating mereka bermain dengan si gajah.

2. Tuanku Laras: antagonis, seorang Kepala Kampung yang sangat kaya. Dia sangat ditakuti dan disegani dikampungnya. (Sungguhpun demikian, seorang pun tak ada yang berani menegurnya, karena orang takut kepada Tuanku Laras.) 3. Kacak: antagonis, seorang pemuda yang mempunyai sifat dan tingkah laku kurang baik. Dia angkuh dan kasar. (la tinggi hati, sombong, dan congkak. Hal itu sudah menyatakan, bahwa ia seorang yang busuk hati. Di kampung itu ia sangat dibenci orang, karena sangat angkuhnya. Perkataannya kasar, selalu menyakitkan hati.) 4. Haji Abbas: protagonis, seorang guru yang sangat mahir ngaji dan guru silat. (-Di dalam ilmu silat, memang Haji Abbas sudah termasyhur semanamana di seluruh tanah Minangkabau. -Tidak orang kampung itu saja, bahkan banyak orang yang datang dari negeri lain belajar mengaji kepada Haji Abbas.) 5. Maun: protagonis, seorang pemuda berbudi, sopan, serta taat kepada ajaran agama. Dia sahabat kental Midun.

- Kau memang paling cemerlang dibanding penyihir lain seusiamu. ) 4. Sirius Black : protagonis dan sangat menyayangi Harry (Dia sempat mengajak Harry untuk tinggal bersamnya.) 5. Reamus Lupin: protagonis dan sabar ( Aku pernah terlihat lebih buruk lagi, percayalah. ) 6. Buckbeak: protagonis dan malang nasibnya ( Buckbeak dijatuhi hukuman mati. ) 7. Peter Pattigrew: antagonis dan pengkhianat ( Kau telah menjual James dan Lily pada Voldemort! ujar Sirius. Aku tidak bermaksud melakukan itu!Pangeran Kegelapan. Kau tak bisa membayangkankekuatan yang dimilikinya! kata Pattigrew)

Bergelantungan di gadingnya dan naik (-"Sudah, Engku Muda;" ujar Maun di punggung gajah.) dengan sopan. -Ia tiada berani membantah, sebab 5. Masyarakat kumuh : antagonis Maun sudah tahu sejak dari kecil akan Tidak banyak aturan tabiat Midun.) (Pada masyarakat ini lebih banyak 6. Halimah: protagonis, seorang gadis kebebasan yang diberikan. Mereka yatim. Dia tinggal dengan ayah tirinya tidak terlalu mengatur anak-anaknya.) yang kaya raya. Dia termasuk Kekhawatiran rendah perempuan berbudi. (Membiarkan apapun yang terjadi, (-Ketika babu menyebutkan membolehkan anak-anak bermain NyaiAsmanah, Midun maklum bahwa dengan gajah dan tidak disertai dengan bapak tiri Halimah itu orang putih, rasa khawatirnya.) tidak sebangsa dengan dia. Gotong royong - Sesudah Halimah bermaaf-maafan (Pada saat menemukan sang gajah dengan nenek itu, maka Midun mereka mempunyai ide untuk pergilah mengantarkan nenek itu ke membangun desa. Dengan bantuan rumahnya.) sang gajah dan dikerjakan dengan 7. Pak Karto : protagonis, seorang sipir bersama sama.) penjara tempat Midun sewaktu Materialistis dipenjara di Jakarta. Dia mempunyai (Disaat terakhir ketika mereka hati yang baik. mengetahui bahwa gajah itu dicari (Mereka kedua minta terima kasih akan banyak orang, dan yang berhasil pertolongan Pak Karto.) menemukan akan diberi imbalan mereka menyerahkan sang gajah begitu saja, demi uang.) 8. Syekh Abdullah Al-Hadramut: antagonis, saudagar kaya keturunan Arab. Hatinya kurang baik. Dia terkenal sebagai seorang rentenir. (-Tetapi dalam pada itu Syekh Abdullah sudah mengambil keuntungan lebih

dulu daripada harga kain itu. Penipuan itu sekali-kali Midun tidak mengetahui. - "Apa? Bunga uang?" ujar Syekh Abdullah al-Hadramut. "Ini bukan perkara bunga. Uang yang f 250,- ini belum cukup. Midun mesti bayar sebanyak yang ditulis dalam kedua surat utang Midun; jumlahnya semua f 500,-.") 9. Tuan Hoofdcommissaris : antagonis, seorang kompeni dengan jabatan sebagai Kepala Komisaris. Dia mempunyai hati yang baik. (Setelah Hoofdcommissaris bercakap beberapa lamanya di telepon, Midun dibawa ke dalam sebuah kamar besar. Di situ dilihatnya amat banyak orang bekerja. Maka Midun pun mulailah bekerja sebagai juru tulis di kantor Hoofdcommissaris.) Manjau: antagonis, pemuda baikbaik, adik kandung Midun. (Begitu pula tentang pergaulan hidup dan caranya berteman dengan orang. Mendengarkan cerita Midun yang amat panjang itu, Manjau insaf benar-benar akan dirinya. la menekur dan menyesal.) 10.

Alur

Sudut Pandang

Campuran (Karena pada awal cerita disebutkan asal usul si gajah. Dari mana ia berasal, latar belakangnya hingga mengapa ia dibuang ka alam lepas begitu saja (alur maju) lantas saat bercerita di tengah tengah sang gajah mengenang bagaimana ia diperlakukan di masa yang lalu.) Orang pertama (Di dalam hikayat ini peran utama adalah sang Gajah Terakhir saat bercerita tokoh ini diceritakan sebagai aku .) Semi-formal (Susunan kalimatnya baik dan benar, tidak disingkat-singkat dan tidak menggunakanistilah gaul. Namun tidak terlalu kaku, karena dalam hikayat ini menggunakankata-kata aku yang bertujuan agar lebih santai saat bercerita. Aku adalah seekor gajah. Gajah terakhir yang tersisa di muka bumi ini. Dengan begitu berarti aku juga seekor gajah tunggal,......)

Maju Campuran (Dalam novel ini memiliki alur : Karena di awal cerita ini dinyatakan Pengantar Penampilan sebagai alur maju tetapi di tengah ada Masalah Puncak cerita yang kembali ke masa lalu. Ketegangan Ketegangan Menurun Penyelesaian)

Gaya Bahasa

Orang ketiga Orang ketiga (Pada keesokan harinya, pagi-pagi (Di dalam novel ini penulis Midun pergilah ke kantor menyebutkan nama-nama tokoh diatas, Hoofdcommissaris. Ciri-ciri sudut dan sebagai orang yang serba tahu.) pandang ketig a yaitumenggunakan nama tokoh.) Metafora Personifikasi (- Anak muda biasanya lekas naik ( Pena bulunya berhenti di atas paragraf yang kelihatannya darah. cocok.) - Muka Halimah merah padam mendengar perkataan Midun yang amat dalam pengertiannya itu. ) Perumpamaan Perumpamaan (Lalu dilemparkannya gagang telepon ( - Susahnya yang sebagai Ponggok itu kembali ke pesawatnya, seakan merindukan bulan. Badan loyang menjatuhkan labah-labah beracun.) disangka emas. - Hidup ini sebagai roda, Udo! Sekali naik, sekali turun, tiap-tiap kesenangan mesti ada kesusahan.) Personifikasi (- Midun kena sihir, tepat benar kenanya. Perjalanan

darahnyasekonyong-konyong berubah. Hatinya kembang kempis, darah Midun berdebar, tetapi ia tidak dapat berkata-kata.) Sarkasme (- Memang engkau musuhku, jahanam! ujar Kacak dengan bengis. Engkaulah yang menghasut orang benci kepadaku. Engkau hendak jadi raja di kampung ini, binatang! )

Unsur Ekstrinsik Religi

Hikayat Gajah Terakhir -

Novel Sengsara Membawa Nikmat


Religi pengarang adalah Islam karena dalam novel itu diceritakan agama yang menjadi latar belakang novel adalah Islam. Latar belakang sosial budaya pengarang adalah adat Minang karena beliau sangat mengenal seluk beluk adat minang.

Latar belakang sosial budaya pengarang

Dilatar belakangi dengan kebudayaan Sumatera. Karena disini dijelaskan bahwa hikayat diterbitkan melalui media Riau Pos, dalam Hikayat cerita yang disajikan juga mengandung kebudayaan masyarakat Sumatera yang mayoritas bekerja di bidang perkebunan

Novel Harry Potter dan Tawanan Azkaban Religi pengarang adalah agama nasrani karena ditemukan seperti acara hari raya natal di novel itu. Latar belakang sosial budaya pengarang adalah adat Eropa, banyak ditemukan caraacara seperti Halloween.

Latar belakang pendidikan pengarang

Adat Istiadat

Sumatera khususnya Riau bukanlah kota metropolitan. Kita masih bisa menjumpai banyak perkebunan, ladang dan hamparan tanah hijau lainya sehingga bisa bercerita tentang kebudayaan yang terjadi di daerah perkebunan, terlebih perkebunan kelapa sawit. Masyarakat disana saling bantu membantu dalam mengerjakan sesuatu . Namun kesejahteraan masyarakatnya belum terpenuhi.

Latar belakang pendidikan pengarang adalah orang yang hanya tamat pendidikan redah seperti SMA, karena diceritakan bahwa pelaku utama hanyalah seorang hanyalah seseorang yang tidak berpendidikan tinggi, sehingga sulit mencari pekerjaan. Adat istiadat pengarang sama seperti di novel seperti adat Minang yang kental tetapi tetap dalam garis agama Islam.

Latar belakang pendidikan pengarang adalah lulusan dari universitas luar negeri. Hal itu terpancar dari kreasi sang pengarang yang sangat kreatif.

Adat istiadat pengarang tertuang dalam novelnya yang merupakan adat orang Eropa, yang tercipta dalam cara berpakaian, cara berpikir, dan acara adat seperi Halloween , dan lain-lain.

Nilai

Status Ekonomi

Budaya (Diceritakan dalam hikayat bagaimana kebudayaan orang-orang perumahan. Begitu hati-hati, waswas dan tidak mau sembarangan, penuh dengan peraturan. Sedangkan di masyarakat pemukiman kumuh semua dibiarkan begitu saja.) Sosial (Masyarakat kumuh lebih gotong royong dalam melakukan sesuatu. Tetapi mereka bisa merubah kerukunan menjadi kerusuhan begitu saja hanya karna uang.) Masyarakat perumahan elit (Kelompok ini ekonominya berkecukupan. Oleh maka itu mereka bisa menempati rumah hunian yang pantas. Oleh karena status ekonomi yang tinggi budaya masyarakat ini lebih berhati-hati terhadap hal asing, atau Sang Gajah dalam cerita ini.) Masyarakat kawasan kumuh (Dalam masyarakat ini status perekonomianya rendah sekali. Namun sifat masyarakat di kawasan kumuh saling bantu membantu. Termasuk untuk mencari nafkah ataupun membangun tempat mereka. Sisi negatif pada masyarakat ini adalah di

Moral Sosial (Karena salah satu amanat dari novel ini (Karena antara Ron, Harry, dan adalah untuk selalu mengendalikan Hermione selalu bersama-sama dan hawa nafsu.) saling membantu di saat yang lain kesusahan.) Agama (Novel ini mengandung nilai keagamaan yang merupakan agama Islam misalnya perbuatan yang dilakukan Syekh Abdullah Al-Hadramut yaitu mengambil bunga dari uang yang ia pinjam dari Midun yang dimana uang itu adalah uang haram.) Masyarakat miskin (sederhana) Orang yang mempunyai status ekonomi (Diceritakan dalam novel ini pemeran kalangan atas untama adalah seorang yang miskin (Setelah sukses dengan novelnya yang tetapi sangat baik dan sopan.) mempunyai 7 seri, J.K. Rowling menjadi orang kaya yang meraih penghasilan jutaan poundsterling dalam satu judul novel Harry Potter.)

salah satu sisi mereka menjadi orang yang sangat materialistis, mengingat terancamnya kehidupan mereka dari kemiskinan.)

Sinopsis:
Novel Sengsara Membawa Nikmat Pengarang: Tulis Sutan Suti Seorang pemuda bernama Kacak, karena merasa Mamaknya adalah seorang Kepala Desa yang dikuti, selalu bertingkah angkuh dan sombong. Dia suka ingin menang sendiri. Kacak paling tidak senang melihat orang bahagia atau yang melebihi dirinya. Kacak kurang disukai orang-orang kampungnya karena sifatnya yang demikian. Beda dengan Midun, walaupun anak orang miskin, namun sangat disukai oleh oran gorang kampungnya. Sebab Midun mempunyai perangai yang baik, sopan, taat agama, ramah serta pintar silat. Midun tidak sombong seperti Kacak.

Karena Midun banyak disukai orang, maka Kacak begitu iri dan dengki pada Midun. Kacak sangat benci pada Midun. Sering dia men cari kesempatan untuk bisa mencelakakan Midun, namun tidak pernah berhasil. Dia sering mencari gar a-gara agar Midun marah padanya, namun Midun tak pernah mau menanggapinya. Midun selalu menghindar ketika diajak Kacak untuk berkelahi. Midun bukan takut kalah dala m berkelahi dengan Kacak, karena dia tidak senang berkelahi saja. Ilmu silat yang dia miliki dari hasil belajarnya pada Haji Abbas bukan untuk dipergunakan berkelahi dan mencari musuh tapi untuk membela diri dan mencari teman.

Suatu hari istri Kacak terjatuh dalam sungai. Dia hampir lenyap dibawa arus. Untung waktu itu Midun sedang berada dekat tempat kejadian itu. Midun dengan sigap menolong istri Kacak itu. Istri Kacak selamat berkat pertolongan Midun. Kacak malah balik me nuduh Midun bahwa Midun hendak memperkosa istrinya. Air susu dibalas dengan air tuba. Begitulah Kacak berterima kasih pada Midun. Waktu itu Midun menanggapi tantangan itu. Dalam perkelahian itu Midun yang menang. Karena kalah, Kacak menjadi semakin marah pada Midun. Kaca k melaporkan semuanya pada Tuanku Laras. Kacak memfitnah Midun waktu itu, rupanya Tuanku Laras percaya dengan tuduhan Kacak itu. Midun mendapat hukuman dari Tuanku Laras. Midun diganjar hukuman oleh Tuanku Laras, yaitu harus bekerja di rumah Tuanku Laras tanpa mendapat gaji. Sedangkan orang yang ditugaskan oleh Tuanku Laras untuk mengwasi Midun selama menjalani hukuman itu adalah Kacak. Mendapat tugas itu, Kacak demikian bahagia. Kacak memanfaatkan untuk menyiksa Midun. Hampir tiap hari Midun diperlakukan secara kasar. Pukulan dan tendangan Kacak hampir tiap hari menghantam Midun. Juga segala macam kata-kata hinaan dari Kacak tiap hari mampir di telinga Midun. Namun semua perlakuan itu Midun terima dengan penuh kepasrahan. Walaupun Midun telah mendapat hukuman dari Mamaknya itu, namun Kacak rupanya belum puas juga. Dia belum puas sebab Midun masih dengan bebas berkeliaran di kampung utu. Dia tidak rela dan ikhlas kalau Midun masih berada di kampung itu. Kalau Midun masih berada di kampung mereka, itu berarti masih menjadi semacam penghalang utama bagi Kacak untuk bisa berbuat seenaknya di kampu ng itu. Untuk itulah dia hendak melenyapkan Midun dari kampung mereka untuk selama-lamanya. Untuk melaksanakan niatnya itu, Kacak membayar beberapa orang pembunuh bayaran untuk melenyapkan Midun. Usaha untuk melenyapkan Midun itu mereka laksanakan ketika di kampung itu diadakan suatu perlombaan kuda. Sewaktu Midun dan Maun sedang membeli makanan di warung kopi di pinggir gelanggang pacuan kuda itu, orang -orang sewaan Kacak itu menyerang Midun dengan sebelah Midun pisau. Tapi untung Midun berhasil mengelaknya. Namun perkelahian antar mereka tidak bisa dihindari. Maka terjadilah keributan di dalam

acar pacuan kuda itu. Perkelahian itu berhenti ketika polisi datang. Midun dan Maun langsung ditangkap dan dibawa ke kantor p olisi. Setelah diperiksa, Maun dibebaskan. Sedangkan Midun dinyatakan bersalah dan wajib mendekam dalam penjara. Mendengar kabar itu, waduuh betapa senangnya hati Kacak. Dengan Midun masuk penjara, maka dia bisa dengan bebas berbuat di kampung itu tanpa ada o rang yang berani menjadi penghalangnya. Selama di penjara itu, Midun mengalami berbagai siksaan. Dia di siksa oleh Para sipir penjara ataupun oleh Para tahanan yang ada dalam penjara itu. Para tahanan itu baru tidak berani mengganggu Midun ketika Midun suatu hari berhasil mengalahkan si jago Para tahanan. Karena yang paling dianggap jago oleh Para tahanan itu kalah, mereka kemudian pada takut dengan Midun. Midun sejak itu sangat dihormati oleh para tahanan lainnya. Midun menjadi sahabat mereka. Suatu hari, ketika Midun sedang bertugas menyapu jalan, Midun Melihat seorang wanita cantik sedang duduk duduk melamun di bawah pohon kenari. Ketika gadis itu pergi, ternyata kalung yang dikenakan gadis itu tertinggal di bawah pohon itu. Kalung it u kemudian dikembalikan oleh Midun ke rumah si gadis. Betapa senang hat i gadis itu. Gadis itu sampai jatuh hati sama Midun. Midun juga temyata jatuh hati juga sama si gadis. Nama gadis itu adalah Halimah. Setelah pertemuan itu, mereka berdua saling bertemu dekat jalan dulu itu. Mereka saling cerita pengalaman hidup, Halimah bercerita bahwa dia tinggal dengan seorang ayah tiri. Dia merasa tidak bebas tinggal dengan ayah tirinya. Dia hendak pergi dari rumah. Dia sangat mengharapkan suatu saat dia bisa tinggal dengan ayahnya yang waktu itu tinggal di Bogor. Keluar dari penjara, Midun membawa lari Halimah dari rumah ayah tirinya itu. Usaha Midun itu dibantu oleh Pak Karto seorang sipir penjara yang baik hati. Midun membawa Halimah ke Bogor ke rumah orang tua Halimah. Ayah Halimah orangnya baik. Dia sangat senang kalau Midun bersedia tinggal bersama mereka. Kurang lebih dua bulan Midun bersama ayah Halimah. Midun merasa tidak enak selama tinggal dengan keluarga Halimah itu hanya tinggal makan minum saja. Dia mulai hendak mencari penghasilan. Dia kemudian pergi ke Jakarta mencari kerja. Dalam Perjalanan ke Jakarta. Midun berkenalan dengan saudagar kaya keturunan arab. Nama saudagar ini sebenarnya seorang rentenir. Dengan tanpa pikiran yang jelek-jelek, Midun mau menerima uang pinjaman Syehk itu. Sesuai dengan saran Syehk itu, Midun membuka usaha dagang di Jakarta. Usaha Midun makin lama makin besar. Usahanya maju pesat. Melihat kemajuan usaha dagang yang dijalani Midun, rupanya membuat Syehk Abdullah Al -Hadramut iri hati. Dia menagih hutangnya Midun dengan jumlah yang jauh sekali d ari jumlah pinjaman Midun. Tentu saja Midun tidak bersedia membayarnya dengan jumlah yang berlipat lipat itu. Setelah gagal mendesak Midun dengan cara demikian, rupanya Syehk menagih dengan cara l ain. Dia bersedia uangnya tidak dibayar atau dianggap lunas, asal Midun bersedia menyerahkan Halimah untuk dia jadikan sebagai istrinya. Jelas

tawaran itu membuat Midun marah besar pada Syehk . Halimah juga sangat marah pada Syehk. Karena gagal lagi akhirnya Syehk mengajukan Midun ke meja hijau. Midun diadili den gan tuntutan hutang. Dalam persidangan itu Midun dinyatakan bersalah oleh pihak pengadilan. Midun masuk penjara lagi. Di hari Midun bebas itu, Midun jalan jalan dulu ke Pasar Baru. Sampai di pasar itu, tiba tiba Midun melihat suatu keributan. Ada seorang pribumi sedang mengamuk menyerang seorang Sinyo Belanda. Tanpa pikir panjang Midun yang suka menolong_orang itu, langsung menyelamatkan Si Sinyo Belanda.itu. Sinyo Belanda itu sangat berterima kasih pada Midun yang telah menyelamatkan nyawanya itu. Oleh Sinyo Belanda itu, Midun kemudian diperkenalkan kepada orang tua Sinyo itu. Orang tua Sinyo Belanda itu ternyata seorang Kepala Komisaris, yang dikenal sebagai Tuan Hoofdcommissaris. Sebagai ucapan terima kasihnya pada Midun yang telah menyelamatkan anaknya itu, Midun langsung diberinya pekerjaan. Pekerjaan Midun sebagai seorang juru Tulis. Setelah mendapat pekerjaan itu, Midun pun melamar Halimah. Dan mereka pun menikah di Bogor di rumah orang tua Halimah. Prestasi kerja Midun begitu baik di mata pimpinannya. Midun kemudian diangkat menjadi Kepala Mantri Polisi di Tanjung Priok. Dia langsung ditugaskan menumpas para penyeludup di Medan. Selama di Medan itu, Midun, bertemu dengan adiknya, yaitu Manjau. Manj au bercerita banyak tentang kampung halamannya. Midun begitu sedih rnendengar kabar keluarganya di kampung yang hidup menderita. Oleh karena itu ketika dia pulang ke Jakarta, Midun langsung minta ditugaskan di Kampung halamannya. Permintaan Midun itu dipenuhi oleh pimpinannya. Kepulangan Midun ke kampung halamannya itu membuat Kacak sangat gelisah. Kacak waktu itu sudah menjadi penghulu di kampung rnereka. Kacak menjadi gelisah sebab dia takut perbuatannya yang telah menggelapkan kas negara itu akan terbongkar. Dan dia yakin Midun akan berhasil rnembongkar perbuatan jeleknya itu. Tidak, lama kemudian, memang Kacak ditangkap. Dia terbukti telah menggelapkan uang kas negara yang ada di desa mereka. Akibatnya Kacak masuk penjara atas perbuatannva itu. Sedangkan Midun hidup berbahagia ber sama istri dan seluruh keluarganya di kampung.

Judul : Harry Potter dan Tawanan Azkaban Penulis: J.K. Rowling

Setelah marah dengan Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia mengembang secara ajaib, Harry Potter melarikan diri dari keluarga Dursley. Harry mengambil Bus Ksatria ke The Leaky Cauldron, di mana ia bertemu Cornelius Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah dikempiskan dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli tentang keselam atan Harry karena melarikan diri dari pembunuh -massa Sirius Black dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga dan wali Harry Potter, tapi mengkhianati keluarga kepada Lord Voldemort yang jahat. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia men coba untuk membunuh Harry, misterius menghilang. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter Pettigrew bersama dengan 12 pengamat mug gle. Harry dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Hogwarts Sekolah Sihir dan menemukan keamanan telah diperketat karena Black melarikan diri. Alasan sekarang dijaga oleh Dementor, gelap, makhluk jahat yang mengeringkan kebahagiaan orang terdekat dan penjaga penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan Harry pingsan. Remus Lupin, guru baru Pertahanan Terhadap I lmu Hitam memberitahu Harry dia lebih rentan terhadap dementor karena dia telah melihat kengerian yang tulus di masa lalunya. Lupin set uju untuk mengajari Harry Mantra Patronus, sebuah perisai melawan Dementor. Harry tertekan untuk belajar ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hogsmeade, desa setempat kebanyakan siswa diperbolehkan untuk mengunjungi di akhir pekan. Ia juga marah dengan Draco Malfoy untuk menghancurkan pelajaran pertama Hagrid sebagai guru Pemel iharaan Satwa Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya diserang oleh Buckbeak, Hippogriff kesayangan Hagrid, dan ayahnya memastikan bahwa Buckbeak yang dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Sepanjang tahun, Hermione menggunakan Time -Turner untuk bepergian dalam waktu dan menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Black berhasil membobol benteng dua kali, tetapi tidak dapat mencapai Harry. Fred dan George Weasley menunjukkan jalan rahasia ke Hogsmeade dan memberinya Peta Perampok kepada Harry. Selama satu kunjungan ke desa gelap, Harry hampir tertangkap saat Ron menemukan bahwa Scabbers, tikus Ron, telah menghilang. Ron yakin ia telah dimakan oleh Crookshanks, kucing Hermione, yang menyebabkan perselisihan antara dirinya dan Hermione. Hermione kemud ian menemukan Scabbers di gubuk Hagrid ketika mereka bertiga mengunjunginya sebelum eksekusi Buckbeak. Dalam perjalanan mereka kembali dari pondok, tiba-tiba Ron diserang oleh anjing hitam besar dan diseret ke dalam lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa. Harry dan Hermione mengikuti mereka dan menemukan dirinya dalam satu tahun, naik keatas gubuk dikenal sebagai Shrieking Shack. Mereka juga menemukan bahwa anjing merupakan animagus Sirius Black. Harry mencoba untuk menyerang Black ketika Lupin tiba. Hermione menghadapkan Lupin tentang kebiasaan dia telah diamati selama kelas dengan dia dan Lupin mengakui menjadi manusia serigala. Lupin

menjelaskan bahwa dia, Black, Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry, adalah teman baik dan menyebut diri mereka sebagai "Ma rauders". Untuk membuat transformasi Lupin lebih menyenangkan, teman-temannya semua menjadi Animagi, manusia yang bisa berubah menjadi binatang. Para Marauders tetap berteman setelah tumbuh dewasa, dan ketika mereka menentang Voldemort yang mengejar Potter, Bl ack menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Black kemudian mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk melayani sebagai umpan. Black menyadari Pettigrew adalah pengkhianat dan, daripada dibunuh oleh Black, Pettigrew menjadi Scab bers. Lupin dan Sirius berupaya untuk mengungkapkan diri Pettigrew, dan Pettigrew mengubah dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia mengakui cerita, tetapi Harry menghentikan Black dan Lupin membunuhnya dan menjadi pembunuh. Sebaliknya, Harry membujuk merek a untuk mengambil Pettigrew kembali ke kastil Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius. Namun, ketika mereka dan mereka kembali ke kastil, bulan purnama muncul dan Lupin transformasi. Pettigrew lolos sementara para Dementor turun pada yang lain. Mereka selamat di menit terakhir oleh Patronus yang Harry percaya itu dilakukan oleh ayahnya. Harry terbangun di dalam benteng dan mengetahui bahwa Black telah ditangkap. Untuk menyelamatkannya, Harry dan Hermione menggunakan Time-Turner untuk perjalanan kembali ke waktu lampau dan mencegah penangkapannya. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali melihat adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menikung Harry dan Sirius. Harry bertekad untuk mel ihat siapa yang mengirimkan Patronus, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Harry menyelamatkan Sirius dan melarikan diri dengan Buckbeak. Lupin, yang diketahui sebagai werewolf, mengundurkan diri. Harry khawatir bahwa Pettigrew dapat membantu Vol demort untuk kembali, tapi Dumbledore mengatakan mung kin Harry harus bersyukur bahwa ia telah membantu menyelamatkan nyawa Pettigrew.

Judul: Hikayat Gajah Terakhir Pengarang: Gde Agung Lontar Aku adalah seekor gajah tua yang tinggal merupakan satu-nya gajah yang ada di muka bumi ini . Hutan rimba kini telah tiada, kini aku menyusuri dari kota ke kota. Jujur saja aku lebih suka disini dari pada di perkebunan sawit, pinggiran sungai, ataupun bawah jembatan karena orang-orang disini bisa lebih menghargai aku, memberi aku kenyamanan. Tetapi sayangnya ketika aku melewati taman di pemukiman itu dan

melihat para anak kecil yang sedang bermain ibu-ibu melarang mereka mendekatiku. Mereka takut jikalau aku mengamuk pada anak - anak kecil itu tiba-tiba, juga ketakutan mereka jika aku tak dapat menahan tubuhku ini ketik a anak-anaknya sedang bermain denganku. Karena itulah aku mengerti dan tak pernah sakit hati pada mereka. Namun aku terheran ketika aku ke tempat kumuh. Anak -anak langsung mengerubungiku. Bermain di tubuhku, memainkan belalai dan bergelantungan pada gading ku yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ibuibu mereka membiarkan anaknya bermaindenganku tanpa rasa khawatir. Walaupun begitu aku tetap kesepian, ta k ada gajah lain selain aku. Aku teringat ketika pawang sirkus yang memeliharaku berdiskusi untuk melepaskanku dialam bebas. Malam itu aku dibebaskan di sebuah kebun, gelap gulita. Aku tak melihat apapun, namun suatu ketika aku mendengar teriakan manusia. Mereka hendak menangka pku. Akupun berlari, terus tanpa henti. Hingga akhirnya sampai suatu pagi aku terb angun. Aku melihat para manusia disekelilingku bingung akan apa yang harus dilakukan. Akhirnya diambilnya tali. Mereka mengikatku, mencabutinya panah yang ada di tubuhku lalu diberi nya obat merah. Setelah itu aku dipeliharanya. Mereka baik, akur dan guyub. Saat itu mereka sedang membangun desa. Saling bantu membantu, tak jarang mereka meminta bantuan padaku membawa balok-balok kayu yang ada. Setelah usai bekerja mereka bermain denganku . Mereka senang melihat pertunjukanku, seperti apa yang kulakukan saat di sirkus dulu. Ku fikir itu bukanlah suatu yang istimewa, hanyalah sebuah kebiasaan dan aku yakin semua gajah mampu melakukan itu. Lalu pada suatu saat aku mendengar percakapan orang desa ini. Mereka berkata semua orang baik ilmuwan, tempat sirkus dan l ain sebagainya sedang mencariku. Semua membutuhkanku. Hingga mereka bilang akan memberi sebuah imbalan pada siapa yang bisa menyerahkanku. Didalam diskusi itu juga ada yang tak setuju karena telah menganggap aku keluarganya. Namun sebagian dari mereka memaksa menyerahkan aku demi imbalan itu.