Anda di halaman 1dari 15

BAB IV PERSEDIAAN

(Pencatatan dan Penilaian Sistem Periodik)

PERSEDIAAN BARANG DAGANG (MERCHANDISE INVENTORY)


BARANG YANG DIBELI UNTUK DIJUAL KEMBALI SISTEM PENCATATAN : - PERIODIK / METODE FISIK - PERPETUAL / BALANCE PERMANEN

Perbedaan Kedua Sistem Pencatatan


Transaksi Pembelian Retur pembelian & pot harga Biaya Angkut Prepetual Persediaan xx Kas/Hut xx Hutang xx Persediaan xx Persediaan xx Kas xx Periodik Pembelian xx Kas/Hut xx Hutang xx Retur Pemb xx Bi. Angkut xx kas xx

Pembayaran

Hutang xx Kas xx Persed xx Kas/Piut xx Penjualan xx HPPenj xx Persed xx Retur penj xx Piutang xx Persediaan xx HPPenj xx Kas xx Pot Penj xx Piutang xx

Hutang xx Kas xx Pot pemb xx Kas/Piut xx Penjualan xx

Penjualan

Retur penj & pot harga

Retur penj xx Piutang xx

Pelunasan/ Penerimaan kas

Kas xx Pot Penj xx Piutang xx

Transaksi 1.

Sistem Periodek 10.000 10.000

Sistem Perpetual Persed. Brg Dag Hutang 10.000 10.000

Membeli barang dagangan Pembelian secara kredit Rp 10.000 Hutang

2.

Retur pembelian Rp 500 Hutang Retur Pembelian

500 500 4.000 4.000

Hutang Persed. Brg Dag Piutang/Kas Penjualan HPP Persed. Brg Dag

500 500 4.000 1.500 4.000 1.500

3.

Terdapat dijual.

barang Harga jual

yang Piutang/Kas Rp Penjualan

4.000 dan harga pokok barang Rp 1.500 4. Pada akhir tahun

Mutlak harus dilakukan inventarisasi fisik Tanpa inventarisasi karena tanpa inventarisasi fisik barang, tidak persediaan, dapat diketahui persediaan yang ada dilakukan namun

sudah dapat diketahui inventarisasi perlu

Misalkan perhitungan akhir

menurut Ikhtisar L/R fisik pada Persed. Brg Dag.

150

Jika hasil inventarisasi fisik tidak sama dengan 150 saldo rekening persediaan, perusahaan perlu

tahun

saldo Persed. Brg Dag Ikhtisar L/R

200

membuat jurnal, jika sama tidak perlu 200 membuat jurnal.

persediaan Rp 200 dan pada awal tahun Rp 150.

METODE FISIK :
PEMBELIAN : DICATAT PADA PERKIRAAN PEMBELIAN SEBESAR HARGA POKOKNYA - PENJUALAN : DICATAT PADA PERKIRAAN PENJUALAN SEBESAR HARGA JUAL

- HARGA POKOK PENJUALAN : PERSEDIAAN AWAL PEMBELIAN BERSIH PERSED.BRG U/ DIJUAL PERSEDIAAN AKHIR HARGA POKOK PENJUALAN

Rp. XXX Rp. XXX + Rp. XXX Rp XX Rp.

- PERK.PERSEDIAAN BRG.DAG DIGUNAKAN UNTUK MENCATAT JUMLAH PERSEDIAAN PADA AWAL / AKHIR PERIODE SESUAI HASIL INVENTARISASI - PERLU ADJUSTMENT PADA AKHIR PERIODE AKUNTANSI AJE : MENIADAKAN PERSEDIAAN AWAL : IKHTISAR L/R PERSEDIAAN BRG. DAG (AWAL MENAMPAKKAN PERSEDIAAN AKHIR : PERSEDIAAN BRG. DAG (AKHIR) IKHTISAR L/R

MENENTUKAN NILAI DARI PERSEDIAAN AKHIR


 Jika perusahaan sering membeli barang dan harga beli masing-masing pembelian berbeda, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok barang yang dipakai/dijual dan harga pokok barang yang masih ada di gudang.  Karena harga belinya berbeda-beda, maka perlu asumsi arus barang yang akan digunakan sebagai dasar penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir

Metode PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN:


Metode rata-rata (average) Metode Masuk Pertama Keluar Pertama/MPKP (first-In first-out/FIFO) Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama/MTKP (last-In first-out/LIFO)

PENETAPAN HARGA POKOK SISTEM PERIODIK


RATA-RATA Misal: Unit HP/Unit H.Pokok 1/1 Persd aw 100 Rp.10 Rp. 1000 12/4 Pembel 200 Rp.11 Rp. 2200 20/9 Pembel 300 Rp.12 Rp. 3600 Rp.13 Rp. 5200 29/11Pembel 400 1000 Rp.12.000 Harga pokok rata2 Rp.12.000 = Rp.12 1000 Persed akhir diket = 450 unit Nilai Persediaan akhir = 450 x Rp.12 = Rp. 5400

Harga pokok Penjualan: Persediaan awal Rp. 1.000 Pembelian Rp. 11.000 Persed siap dijual Rp. 12.000 Persed akhir Rp. 5.400 Harga Pokok Penj Rp. 6.600

FIFO (First In First Out)


Harga Pokok Persed akhir: Unit HP/U H.Pokok 29/11 400 Rp.13 Rp.5.200 Rp.12 Rp. 600 20/9 50 450 Rp.5.800 H.Pokok Penjualan Persediaan tersedia dijual Rp.12.000 Persediaan akhir Rp. 5.800 H.Pokok Penjualan Rp. 6.200

LIFO (Last In First Out)


Harga Pokok Persediaan akhir Unit HP/U H. Pokok 1/1 100 Rp.10 Rp.1.000 12/4 200 Rp.11 Rp.2.200 Rp.12 Rp.1.800 20/9 150 450 Rp.5.000 H.P.Penjualan: Persediaan tersedia dijual Rp.12.000 Persediaan akhir Rp. 5.000 H.P.Penjualan Rp. 7.000

Implikasi thdp LapKeu

PT.JKL Laporan Laba/Rugi


31 Oktober 2004

PENJUALAN (550 unit x Rp.20) HARGA POKOK PENJUALAN: PERSEDIAAN AWAL PEMBELIAN BERSIH BRG TSD DIJUAL PERSEDIAAN AKHIR (period/FIFO) HARGA POKOK PENJUALAN Laba Kotor

Rp.11.000 Rp. 1.000 Rp.11.000+ Rp.12.000 Rp 5.000 Rp. 7.000 Rp.4.000

Soal latihan
Berikut adalah transaksi jual-beli barang yang terjadi pada PT. ABadi selama bulan Januari 2000: 1/1 persediaan awal 100unit @Rp.1000 6/1 Dibeli barang dagang sebanyak 300 unit @ Rp.1050 10/1 dijual brang dagang sebanyak 200 unit @Rp.1500 18/1 dibeli barang dagang sebanyk 150 unit @Rp.1100 24/1 dibeli barang dagang sebanyk 150 unit @Rp.1200 30/1 dijual brang dagang sebanyak 200 unit @Rp.1500 1. Hitunglah nilai persediaan akhir dgn metode FIFO, LIFO dan AVG! 2. Hitunglah laba kotor dengan metode FIFO, LIFO dan AVG!

Anda mungkin juga menyukai