Anda di halaman 1dari 10

KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN Peranan Komunikasi dalam Kepemimpin an Pimpinan Formal dan Pimpinan Informal (Non Formal) dalam

Komunikasi Peranan Komunikasi dan Kewibawaan Pemimpin Bentuk dan Macam Sarana Informasi

Perilaku Kepemimpi nan

Media sebagai Alat Komunika si

PERANAN KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan merupakan pengaruh luar, terlaksana dalam suatu situasi diarahkan mencapai tujuan tertentu melalui proses komunikasi.

3 Matra untuk Bisa Berkomunikasi: Communiator (yang menyempaikan pesan) Communicate (pesan) Communicant (yang menerima pesan) Tipe berusaha (attemped leadership) apabila seseorang berusaha berpengaruh dalam mempengaruhi orang lain melalui komunikasi

3 Tipe Kepemimpinan menurut Hempill:

Tipe sukses (successful leadership) akan berhasil bila ada keseimbangan, keserasian, dabn keselarasan antara pemimpin dan yang dipimpin

Tipe effektif (effective leadership) timbul apabila para pengikutnya dapat mewujudkan tujuan kelompok

PIMPINAN FORMAL DAN INFORMAL (NON FORMAL) DALAM KOMUNIKASI

Pimpinan formal ialah seorangyang oleh organisasi tertentu, ditunjuk berdasarkan surat keputusan, pengengkatan dari organisasi yang bersangkutan, untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasinya yang dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut yang telah ditetapkan.

Pimpinan informal ialah seseorang yang walaupun tidak mendapatkan pengangkatan formal sebagai pemimpin tetapi karena memiliki sejumlah kualitas sehingga memungkinkan mencapai kedudukan sebagai orang yang dapat mempengaruhi kelakuan serta tindakan suatu kelompok masyarakat, baik dalam arti positif maupun negatif.

PERANAN KOMUNIKASI DAN KEWIBAWAAN PEMIMPIN

Kewibawaan pemimpin untuk mempengaruhi kelompok dengan tujuan:

Dasar perilaku kepeminpinan digolongkan dalam 3 bidang, yaitu:

Menghasilkan/mewujudkan tujuan kelompok yang meliputi juga: motivation terhadap tujuan kelompok. perencanaan untuk mencapai tujuan. penyediaan informasi. mencegah hambatan tindakan kelompok. menghindarkan hambatan untuk pencapaian tujuan

Mempertahankan dan memelihara kelompok itu sendiri untuk membina keakraban dan menjamin kesinambungan kelompok dan anggotanya.

Kemampuan meliputi keterampilan tanggap, kecerdasan umum, dan berbagai bakatbakat khusus.

Motivasi, menyatakan daya-daya tingkah laku yang meliputi kebutuhan dan sikap

Struktur fisik, merupakan serangkaian sifat-sifat jasmaniah secara menyeluruh dari seseorang.

TEKNIK-TEKNIK KEPEMIMPINAN

Teknik kepemimpinan ialah kemampuan dan keterampilan teknis serta social pemimpin dalam menerangkan teori-teori kepemimpinan pada praktek kehidupan serta organisasi, melingkupi konsep-konsep pemikiran, perilaku sehari-hari dan semua peralatan yang dipakainya. Upaya-upaya dalam Melakukan Teknik-teknik Keppemimpinan

Macam-macam Teknik Kepemimpinan

Hambatanhambatan dalam Melakukan Teknikteknik Kpemimpinan

Macam-macam Teknik Kepemimpinan

Teknik kepemimpinan pokok, ialah teknik kepemimpinan yang dapat digunakan sebagai dasar dari seluruh macam kepemimpinan. Teknik kepemimpinan khusus, yaitu teknikteknik kepemimpinan lainnya untuk menambah teknik kepemimpinan pokok.

Teknik meyiapkan orang-orang supaya menjadi pengikut. Teknik memperlakukan orang-orang manusia. bukan sebagai alat. Teknik untuk menjadi teladan bagi pengikut.

Kesetiakawanan dan solidaritas sosial Tenggang rasa dan tepo selero

Melakukan tindakan sewenang-wenang Penyalahgunaan wewenang Hambatanhambatan dalam Melakukan Teknik-teknik Kepemimpinan Mengahambat pelayanan pada anggota kelompok Pendekatan yang tidak manusiawi Sifat yang berlebihlebihan

Hemat dan sederhana Upaya-upaya dalam Melakukan Teknik-teknik Kepemimpinan Bekerja keras dan berkemauan keras Cermat dan teliti Tertib dan teratur Penuh rasa pengabdian dan pelayanan Jujur dan terbuka Kesatria dan patriot

Pemimpin dan Pengikut

Diibaratkan seperti sekeping mata uang yang bermuka dua

Kebijakan dan Kemampuan

Pemimpin/pimpinan mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai penentu kebijakan dan sebagai orang yang mempunyai kemampuan dan keterampilan sesuai dengan syarat-syarat kepemimpinan. Pola ini berdasarkan kepribadian Pancasila yang mengikuti asas dinamika kepemimpinan Indonesia: Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi pengaruh. Kepribadian yang terarah ke dalam (inner directed orientation), kepemimpinan seperti ini tampaknya suatu kecendrungan (tendensi) yang kuat untuk menjalankan pemerintahan yang otorita, artinya melaksanakan kehendak kepada pengikutnya tanpa mengindahkan pendapat serta kehendak orang lain. Kepribadian yang terarah ke luar (other directed orientation), menjalkankan pemerintahan dengan mendasarkan diri pada suasana dari kehendak pengikutnya yang berusaha menyelami jiwa masyarakat atau pendapat umum untuk menjadikan dasar atau pedoman untuk menentukan tindakannya.

POLA KEPEMIMPINAN

Pola Kepemimpinan Pancasila

Kepribadian Pemimpin

KEPEMIMPINAN PANCASILA

Prinsip-prinsip dan Normanorma Kepemimpinan Pancasila

Ciri-ciri dari Kepemimpinan Pancasila

Fungsi-fungsi Kepemimpinan

Pancasila sebagai Norma Moral bagi Pemimpin

Prinsip-prinsip dan Normanorma Kepemimpinan Pancasila

Prinsip utama kepemimpinan: Ing ngarso sung tulodo (mampu menjadi anutan) Ing madya mangun karso (mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi) Tut wuri handayani (mampu mendorong untuk berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab)

Norma-norma kepemimpinan: Berwibawa f. Jujur Berani mawasdiri g. Mampu melihat jauh ke depan h. Berani dan mampu mengatasi i. kesulitan Bersikap wajar j.

Terpercaya Bijaksana Mengayomi Dll

Ciri-ciri dari Kepemimpinan Pancasila

Pendapat S.P. Siagian, MPA, Ph.D. bahwa cirri-ciri kepemimpinan antara lain: Berpengetahuan luas Obyektif Adil dalam memperlakukan bawahan Menguasai prinsip-prinsip human relation Dapat dan mampu bertindak sebagai penasihat dan guru serta mengenal sifat dan keadaan bawahannya.

Tugas menanggapi situasi (masalah) Fungsi-fungsi Kepemimpinan Tugas menilai situasi (masalah) Tugas menentukan sikap, tindakan terhadap situasi (termasuk tugas mengambil keputusan)

Pancasila sebagai Norma Moral bagi Pemimpin

Pancasila sebagai norma moral bagi bangsa Indonesia mempunyai suatu kekuatan yang amat besar dalam hidup setiap bangsa (warga negara), termasuk setiap pemimpin dalam hidupnya baik dalam bermasyarakat mapunu tugasnya sebagai penyelenggara pemerintahan Negara (penguasa).

Jenderal de Gaulle Ia mempunyai posisi yang dominant sebagai presiden Prancis. Ia memerintah dengan wewenang sangat personal. Ia banyak berbuat semasa kepemipinannya.

Pola Kepemimpinan Tokoh-tokoh Dunia

P.J. Nehru Kepemimpinan dari Nehru selalu tertanam dalam sanubari rakyat India. Nehru mempunyai posisi yang dominant dalam kepemimpinan India. Walaupun demikian ia tidak menciptakan dinasti penggantinya. Penggantinya dipilih oleh rakyat secara bebas. Marsekal JB. Tito Kepemimpinannya sangat dikenang oleh rakyat Yugoslavia. Tito memiliki konsep pendirian yang lebih baik atau penggantian kekuasaan selama ini masih hidup daripada ia tiada lagi. F.D. Rosevelt Presiden AS yang pertama membawa negaranya sebagai salah sau pemimpin dunia dalam bidang politik internasional. Ia mempunyai kewpribadian yang kokoh dan kuat. Ia adalah pemimpin yang democrat. DR. Sun Jat Sen Ia adalah pendiri pembaharuan atau modernisasi di Cina. Ia membebaskan Cina dari pemikiran yang tradisional selama berabad-abad dikatakan ular naga yang sedang tidur. Ia seorang nasionalis dan demokratis.