Anda di halaman 1dari 7

Peranan Transportasi Darat dalam menunjang Industri Pariwisata (Studi kasus pada Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009)

Alfina Martiningsih 109084000015 Prodi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Email: Lagiisenndiri@yahoo.cm

1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya industri pariwisata di Indonesia merupakan hasil kerja keras pemerintah.Pemerintah telah mengusahakan berbagai fasilitas akomodasi, biro perjalanan, promosi, rekreasi, pemasaran, penyediaan sarana angkutan darat, laut maupun udara, pendidikan kepariwisataan, kemudahan wisata ke Indonesia maupun investasi di bidang industri pariwisata yang diharapkan sebagai sumber pemasukan devisa kedu atau ketiga a sesudah migas. Melihat makin pesatnya industri pariwisata di Indonesia ada salah satu Provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdapat obyek wisata yang terkenal seperti Indahnya dasar laut Kepulauan Wakatobi.Provinsi Sulawesi Tenggara terdiri dari 10 Kabupaten, 2 Kota, 111 Kecamatan dan 1.613 Kelurahan/Desa dengan luas wilayah 36.757,45 Km2 dengan ibukota Kendari.Di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 127 obyek wisata diantaranya 76 obyek wisata di Kabupaten Muna,12 obyek wisata di Kabupaten/Kota Kendari,6 obyek wisata di Kota Bau-Bau,5 obyek wisata di Kabupaten Buton,3 obyek wisata di Kota Konawe,6 obyek wisata di Kota Kolaka,4 obyek wisata di Kota Konawe Selatan,4 obyek wisata di Kabupaten Wakatobi,4 ojek wista di Kecamatan Wakorumba Selatan dan 7 obyek wisata di Kecamaran Maligano. Dalam PAD(Pendapatan Asli Daerah) Provinsi Sulawesi Tenggara,Sektor industri pariwisata menyumbang 350 Juta dari PAD sebesar 361,2 miliyar (Data BPS Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 ).Sektor industri pariwisata adalah sektor terendah penyumbang PAD Provinsi Sulawesi Selatan.Hal ini dikarenakan masih banyaknya jalan jalan yang rusak dan banyaknya wisatawan yang belum mengetahui obyek wisata yang ada di sana. Transportasi adalah alat penunjang yang paling utama dalam industri pariwisata.Transportasi yang mengangkut pergerakan orang atau barang pada hakikatnya telah dikenal secara alamiah sejak manusia ada di bumi ini,meskipun pergerakannya masih secara sederhana.Dari tahun ke tahun kebutuhan akan transportasi semakin banyak sehingga pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana agar pergerakan itu dapat berlangsung dengan aman,nyaman,lancar serta ekonomis. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan sarana transportasi darat dalam melakukan perjalanan pariwisata seperi mobil pribadi dan angkutan umum karena itu dirasa

sangat ekonomis dan prasarana yang menunjang seperti jalan tol sudah mulai banyak dibangun sehingga sangat mudah melakukan perjalanan darat.Seperti yang terjadi pada Provinsi Sulawesi tenggara yang dikenal dengan obyek wisata Kepulauan Wakatobi yang indah. Provinsi Sulawesi Tenggara sejak 4 tahun terakhir mulai mengenalkan berbagai obyek wisatanya seperti Kepulauan Wakatobi,Keraton Sultan Buton dan Pantai Gong sehingga sudah mulai banyak wisatawan yang berkunjung kesana.Sehingga pemerintah mulai membangun prasarana seperti terminal demi menunjang industri pariwisata. Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat pada tahun 2009 terdapat 8 terminal diantaranya 1 unit terminal tipe A(memiliki fasilitas lengkap),4 unit terminal tipe B(memiliki fasilitas yang sudah cukup baik) dan 3 unit terminal tipe C(memiliki fasilitas kurang memadai). Selain prasarana ada juga sarana yang menunjang agar para wisatawan mudah untuk mengunjungi obyek wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya sarana transportasi darat seperti mobil ataupun motor.
Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 MPU 3.066 10.951 3.405 12.541 99.352 13.372 BUS 63 7.951 31.508 35.341 100.572 36.367 M.BARANG 8.410 69.821 79.927 82.631 42.425 84.001 MOTOR 47.681 90.991 32.295 36.920 732.991 486.921

Sumber : Dit LLAJ-DitJen HubDat 2009 Pada tahun 2009 di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 13.372 unit mobil penumpang umum (MPU),36.367 unit BUS,84.001 unit mobil barang dan 486.921 unit motor Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis melakukan penelitian tentang peran transportasi khususnya transportasi darat sebagai penunjang industri pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan berbentuk skripsi dengan judul Peranan Transportasi Darat sebagai penunjang Industri Pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran Transportasi Darat yang menunjang Industri Pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara ? 2. Bagaimana pengaruh pendapatan yang dihasilkan dari industri pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara ? 3. Bagaimana peranan transportasi darat dalam menunjang industri pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara ?

1.3 Tujuan Sesuai dengan pokok permasalahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peranan transportasi darat sebagai penunjang industri pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

2.TINJAUAN PUSTAKA 1. Landasan Teori 1.1 Pariwisata Istilah pariwisata dalam etimologi berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu pari dan wisata.Pari berarti banyak ,berkali-kali atau berkeliling.Sedangkan wisata berarti bepergian.Maka kita dapat mengartikan pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Selain batasan tersebut diatas,banyak definisi lain yang dikemukakan para ahli pariwisata menurut : 1. Menurut Oka Yoeti Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari satu tempat ketempat lain , dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah ditempat yang dikunjungi tetapi sematamata untuk menikmati perjalanan hidup guna bertamasya dan rekreasi atau memenuhi keinginan yang beraneka ragam. 2. Menurut definisi yang lebih luas yang dikemukakan oleh H.Kodhyat (1983:4) Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. 3. Menurut (Herman V.Schularad) Pariwisata adalah sejumlah kegiatan terutama yang ada kaitannya dengan kegiatan perekonomian yang secara langsung berhubungan dengan masuknya,adanya pendiaman dan bergeraknya orang-orang keluar masuk suatu kota atau daerah dan negara. 4. Menurut Salah Wahab (1975:55) Pariwisata yaitu pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi.

1.2 Pengertian Industri Pariwisata Bila orang mendengar kata industri, gambaran dari kebanyakan orang adalah suatu bangunan pabrik dengan segala perlengkapannya yang mempunyai cerobong asap dengan menggunakan mesin dalam proses produksinya. Demikianlah gambaran industri pada umumnya, tetapi tidak demikian dengan industri pariwisata (Herman Bahar, 2002 : 23).

Kalau kita ikuti pengertian pengertian kata industri seperti yang telah kiat uraikan dalan bagian terdahulu, maka kita cendrung untuk memberikan batasan terhadap indust i r pariwisata yaitu : industri pariwisata adalah kumpulan bermacam macam perusahaan yang secara bersama sama mengahasilkan bang dan jasa (good and service) yang dibutuhkan wisatawan pada khususnya dan traveler pada umumnya.

Menurut R.S Darmajadi (Pengantar Pariwisata, 2002, hal 8)

Industri pariwisata merupakan rangkuman dari berbagai macam bidang usaha yang secara bersama sama mengahasilkan produk produk maupun jasa / pelayanan atau service yang nantinya baik langsung maupun tidak langsung akan dibutuhkan wisatawan nantinya. Pengertian industri pariwisata akan lebih jelas bila kita mempelajari dari jasa atau produk yang dihasilkan atau pelayanan yang diharapkan wisatawan ketika melakukan perjalanan. Dengan demikian akan terlihat tahap tahap wisatawan sebagai konsumen yang memerlukan pelayanan tertentu. 2.Transportasi 2.1 Pengertian Transportasi Transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Unsur-unsur transportasi meliputi :
y y y y y

Manusia yang membutuhkan Barang yang dibutuhkan Kendaraan sebagai alat/sarana Jalan dan terminal sebagai prasarana transportasi Pengelola transportasi

2.2 Fungsi Transportasi Transportasi memiliki tiga fungsi diantaranya :    Melancarakan arus barang dan jasa Menunjang perkembangan pembangunan Sebagai sarana penunjang industri pariwisata

2.3 Alat Transportasi Alat-alat transportasi terbagi menjadi tiga yaitu : a) Transportasi udara adalah salah satu sarana atau angkutan yang digunakan untuk memindahkan barang atau jasa dari satu tempat ke tempat yang lainnya

melalui jalur udara.Adapun jenis-jenis alat transportasi udara diantaranya pesawat dan helikopter b) Transportasi laut adalah sarana atau angkutan yang dipergunakan untuk memindahkan barang atau jasa dari satu tempat ke tempat lainnya dengan memalui jalur laut.Jenis kendaraan yang biasa digunakan adalah kapal atau perahu c) Transportasi darat adalah sarana yang digunakan sebagai alat pemindah baik barang atau jasa dengan melalui jalur darat.Transportasi darat merupakan sarana yang biasa digunakan sebagia besar masyarakat karena sering kita jumpai di jalan-jalan seperti mobil pribadi atau kendaraan umum,sepeda motor.Dana ada juga kereta api yang khusus berjalan di atas rel Transportasi darat sangat diminati para masyarakat dalam berwisata karena sangatmudah dan terjangkau.Semua orang tentu pernah menaiki sepeda motor,mobil,sepeda atau kereta api.Karena jenis alat transportasi ini sangat sering kita jumpai di hadapan kita.Bila kita berjalan pasti kita melihat jenis kendaraan ini lalu lalang di sekitar kita.Dalam berpariwisata alat transportasi ini juga yang umum digunakan para wisatawan karena sangat mudah didapat dan akses perjalannya juga sangat beragam.Di area wisata juga sering kita jumpai prasarana berupa parkir gratis serta adanya akses jalan tol yang dapat mempermudah perjalanan.

2. Penelitia Terdahulu Dalam penelitian pada tahun 2009 yang dilakukan oleh IKHSANTONO dari Universitas Sumatera Utara dengan judul ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH PADA SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP PERTUMBUHAN SEKTOR TRANSPORTASI DI KOTA MEDAN.Peneliti menggunakan model persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut : Y= + X + Y= PDRB Sektor Transportasi (dalam juta rupiah) = Intercept X = Pengeluaran pemerintah pada sektor transportasi (dalm juta rupiah) = Koefisien Regresi = Term of Eror

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa : a. Pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sektor transportasi atau pertumbuhan sektor transportasi di kota Medan dalam kurun waktu 1998-2007 pada tingkat kepercayaan 99 %.Sedangkan koefisien dari pengeluaran (X) sebesar 185,39 menunjukan bahwa apabila pemerintah meningkatkan sebesar 1 rupiah cateris paribus maka akan mendorong atau menyebabkan PDRB sektor transportasi meningkat sebesar 185 rupiah.Hal ini

sesuai dengan hipotesis bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh positif terhadap sektor pertumbuhan ekonomi. b. Berdasarkan uji-statistik diketahui pengeluaran pemerintah signifikan pada =1% dengan t-hitung> t-tabel (5,925>2,878).Dengan demikian Ha diterima artinya variabel pengeluaran pemerintah berpengaruh nyata terhadap variabel PDRB sektor transportasi pada tingkat kepercayaan 99 %.

3. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Bagan (Gambar) Berdasarkan pustaka diatas maka kerangka pemikiran teoritis terdiri dari satu variabel independen dan satu variabel dependen.Variabel independen adalah Retribusi Transportaasi (RT) dan variabel dependen adalah Pendapatan Industri Pariwisata (PIP)

Retribusi Transportasi (X)

Pendapatan Industri Pariwisata (Y)

3.2 Model Penelitian Model penelitian yang akan digunakan ini adalah untuk menganaliasis bagaimana pengaruh yang signifikan antara retribusi transportasi dengan pendapatan di industri pariwisata.Maka peneliti menggunakan metode regresi sederhana karena hanya ada 2 variabel yang akan diuji sebagai berikut : Y= o + 1RT + Y o = Pendapatan Industri Pariwisata = Konstanta

1RT = Retribusi Transportasi = Term of Eror

4. HIPOTESIS

Dari uraian model yang telah dibuat diatas dapat dilihat bahwa adanya hipotesis yang dilakukan agar terbukti berpengaruh atau tidak diantara kedua variabel tersebut.Berikut adalah uraian hipotesis yang akan digunakan sebagai berikut : Ho=Retribusi transportasi tidak berpengaruh secara signifikan dengan Pendapatan Industri pariwisata H = Retribusi transportasi berpengaruh secara signifikan dengan Pendapatan Industri pariwisata

5.DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengertian pariwisata www.google.com Skripsi Rilanto Arifin tahun 2005 Universitas Diponegoro,Semarang Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darata Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009 Kajian Ekonomi Regional Bank Kendari Skripsi oleh Ikhsantono tahun 2009 dengan judul Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertmbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan Universitas Sumatera Utara Kumpulan pengertian pariwisata

5.UCAPAN TERIMA KASIH Dalam keempatan kali ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini sebagai tugas untuk mata kuliah Ekonomi Wilayah dan Perkotaan yaitu kepada : 1) Allah SWT yang memberi rahmat serta kamudahan dalam menyelasaikan tugas ini 2) Bapak Tony S Chendrawan,ST,SE,Msi selaku dosen Ekonomi Wilayah dan Perkotaan yang selalu membantu menyelesaikan tugas ini 3) Kedua orang tua yang selalu mendukung dalam pembuatan tugas ini 4) Kakak senior IESP Muhammad Ihsan Hadzami serta Kakak alumni Manajemen Hanna Kristiaji yang membantu saya untuk penulisian tugas ini 5) Teman-teman IESP 4A yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang ikut memberi informasi serta masukan sehingga tugas ini terselesaikan tepat pada waktunya.