Anda di halaman 1dari 21

Laporan Praktikum Teknologi Minyak Atsiri, Rempah dan Fitofarmaka

Hari

: Jumat, 20 Mei 2011

Dosen : Drs. Chilwan Pandji S.Apth,M.Sc Asisten :


1. Amalia Fitria

F34070039

PEMBUATAN PRODUK BERBASIS MINYAK ATSIRI DAN REMPAH

Oleh: 1. Daniel Saputra 2. Dyah Pangestuti 3. RinataYudhatama (F34080019) (F34080086) (F34080140)

2011

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbesar untuk komoditii tertentu. Lebih dari 90% minyak atsiri Indonesia diekspor, sementara sisanya untuk kebutuhan lokal. Selain itu masih banyak tanaman penghasil minyak atsiri yang belum dikembangkan secara optimal, sehingga peluang untuk berbisnis minyak atsiri di Indonesia masih cukup besar dan sangat potensial untuk dikembangkan. Sebagai salah satu pusat megabiodiversiti, Indonesia menghasilkan 40 jenis dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di pasar dunia. Dari jumlah tersebut, 13 jenis telah memasuki pasar atsiri dunia, yaitu nilam, sereh wangi, cengkeh, jahe, pala, lada, kayu manis, cendana, melati, akar wangi, kenanga, kayu putih, dan kemukus. Minyak atsiri atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi. Perdagangan minyak atsiri murni juga masih cenderung terbatas, karena memang produksinya yang susah dan harus melalui proses yang lama dan rumit. Masalah utama dalam pengembangan minyak atsiri di Indonesia adalah mutu yang rendah dan harga yang juga rendah serta berfluktuasi. Pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk turunan yang bernilai tinggi, dan harmonisasi antarpelaku usaha diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada. Produk turunan minyak atsiri sangatlah banyak digemari. Penggunaan minyak atsiri dalam berbagai macam produk rumah tangga juga sangat banyak, seperti untuk desinfektan, penyegar ruangan, pewangi pakaian, dan untuk aromaterapi. Pemanfaatan minyak atsiri banyak digunakan untuk produk-produk kosmetik maupun kesehatan seperti pembuatan sabun aromaterapi, lulur aromaterapi, massage oil, krim perawatan kulit, lilin aromaterapi, aromaterapic lamp, dan lain-

lain. Untuk itu, praktikum pembuatan produk minyak atsiri, dalam hal ini pembuatan massage oil, lilin aromaterapi, dan garam mandi, perlu dilakukan.

B. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan produk berbasis minyak atsiri dan rempah, seperti garam mandi, massage oil, dan lilin aromaterapi.

II.

METODOLOGI

A. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain peralatan gelas, neraca, pipet tetes, sudip, pemanas, pipa PVC untuk cetakan, benang dan baskom. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah paraffin, stearin, garam inggris MgSO4 , minyak jarak, minyak kelapa, VCO, pewarna, minyak nilam dan berbagai jenis minyak atsiri dan air.

B. Metode a. Massage Oil


Bahan dan alat disiapkan

Bahan dicampur dengan komposisi 97% VCO/minyak kelapa/minyak jarak dan 3% minyak atsiri

Uji organoleptik

b. Garam Mandi Bahan ditimbang

Dicampur sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan

Uji organoleptik

c. Lilin Aromaterapi Paraffin dan stearin ditimbang

Bahan kemudian dipanaskan dalam wadah terpisah hingga mencair

Bubuk pewarna dicampur dengan parafin cair

Stearin dicampurkan dengan paraffin yang telah dicampur pewarna

Minyak nilam dan minyak melati ditambahkan sesuai dengan komposisi Benang dimasukkan dalam cetakan dan adonan lilin dituang ke dalam cetakan

Adonan didiamkan hingga mengeras

Dilakukan pengujian

III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan [Terlampir] B. Pembahasan Minyak atsiri adalah minyak hasil ekstratksi bagian tumbuhan atau hewan yang mempunyai aroma khas seperti bahan yang diekstrak. Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak atau bisa disebut lipofil. Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada produkproduk kecantikan dan kesehatan seperti, sabun aromaterapi, lulur aromaterapi, massage oil, krim perawatan kulit, lilin aromaterapi, dan aromaterapic lam. Minyak atsiri disini, ditambahkan pada produk baku misalnya sabun, paraffin, dan miyak pada massage oil. Penambahan minyak atsiri ini kebanyakan digunkaan sebagai aromatherapic oil pada produk sehingga pemakai merasa lebih nyaman memakai produk yang ditawarkan dari aroma yang ditimbulkannya. Pada praktikum ini dibuat beberapa produk yang menggunakan tambahan minyak atsiri sebagai bahan aromaterapi, yaitu massage oil, lilin aromaterapi, dan garam mandi.
a. Minyak Pijat (Massage Oil)

Minyak pijat atau dalam bahasa trend-nya massage oil merupakan suatu minyak yang terbuat dari essensial alami yang didapat dari ekstraksi tumbuhtumbuhan, biasanya dipergunakan untuk body massage atau biasa disebut pijat tubuh. Massage oil memiliki banyak khasiat, di antaranya: memperlancar peredaran darah, memberikan rasa hangat, dan efek menenangkan sehingga tubuh menjadi segar dan nyaman setelah dipijat. Minyak pijat memiliki banyak variasi bergantung pada minyak atsiri yang digunakan sebagai bahan tambahannya. Beberapa minyak atsiri yang biasa digunakan, mulai dari ekstrak dari bunga melati, levander, dan mawar, ekstrak dedaunan seperti teh hijau sampai minyak atsiri yang didapatkan dari ekstraksi buah seperti lemon dan pala.

Pijat

ditetapkan

sebagai

manipulasi

jaringan

lunak

dari

sistem

musculoskeletal, telah dilakukan selama berabad-abad dalam hampir setiap budaya di seluruh dunia (Vickers dan Zollman, 1999). Penggunaan pijat penyembuhan untuk tujuan pertama kali didokumentasikan di Cina medis manuskrip datang kembali tahun 4000 (Greene, 2000). Jenis pijat menggunakan minyak esensial yang berasal dari tanaman berfungsi untuk meningkatkan penyembuhan dan efek dari pijat rileks. Minyak dikatakan memiliki efek yang kuat pada mood melalui penyerapan melalui kulit maupun melalui pencium stimulasi (Vickers dan Zollman, 1999). Pijat membantu mengatur tingkat gula darah, meningkatkan kepatuhan diet, dan mengurangi kegelisahan dan depresi pada anak-anak dengan diabetes (Field, et al. 1997). Massage oil yang digunakan dalam praktikum ini terbuat dari Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa biasa, dan minyak jarak (97%) yang masing-masing ditambah 3 % campuran minyak atsiri seperti minyak pala dan minyak cengkeh. Minyak cengkeh dan minyak pala sangat cocok digunakan untuk minyak pijat karena sifat dimilikinya. Minyak pala dan minyak sereh adalah jenis minyak yang dapat memberikan efek hangat dan nyaman pada tubuh setelah dipijat. Minyak kelapa murni atau VCO adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur. Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. VCO digunakan untuk minyak pijat karena mempunyai banyak manfaat, antara lain mematikan berbagai virus yang menyebabkan mononucleosis, influenza, hepatitis C, cacar air, herpes dan penyakitpenyakit lainnya, membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya yang meningkatkan penuaan dini dan penyakit degenerative, melembutkan kulit dan mengencangkan kulit dan lapisan lemak di bawahnya, mencegah keriput, kulit

kendor dan bercak-bercak penuaan, dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan radiasi sinar ultra violet pada kulit. Minyak kelapa merupakan minyak yang dihasilkan dari daging buah kelapa. Minyak kelapa dibuat dengan cara thermal, baik dengan pengepresan kopra pada suhu tinggi, maupun pemanasan santan kelapa hingga diperoleh minyak. Minyak kelapa biasa dikonsumsi masyarakat sebagai minyak goreng dan merupakan salah satu minyak nabati favorit masayarakat. Minyak kelapa digunakan sebagai bahan minyak pijat karena fungsinya yang beragam sebagai antimikroba dan antioksidan. Antioksidan adalah zat yang bermanfaat untuk menghentikan serangan radikal bebas yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan yang paling terlihat dengan mata telanjang adalah penuaan di kulit. Minyak kelapa yang dioleskan ke kulit meresap dalam kulit dan susunan jaringan konektif. Di dalam kulit, minyak kelapa membatasi kerusakan yang diakibatkan oleh cahaya matahari berlebih. Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli. Minyak ini memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat. Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industry, misalnya sabun, pelumas, minyak rem dan hidrolik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum. Penggunaan minyak jarak sebagai minyak pijat dikarenakan manfaatnya yang dapat mencegah penyakit dan menjaga kesehatan kulit. Hal ini karena bahan aktif alami antimikroba dalam minyak jarak dapat menghambat beberapa jenis mikroba pathogen pada kulit Pada praktikum ini dibuat beberapa jenis massage oil dengan komposisi minyak utama dan minyak atsiri yang berbeda-beda. Minyak pijat yang telah dibuat kemudian diuji organoleptik dengan 24 panelis untuk mengetahui tingkat aroma, warna, kelekatan, dan viskositasnya. Dari parameter aroma, diketahui minyak pijat yang paling disukai adalah minyak pijat yang dibuat kelompok 1 dengan komposisi minyak kelapa (97%) dan minyak pala (3%) dan minyak pijat yang dibuat

oleh kelompok 3 dengan komposisi VCO (97%) dan minyak pala (3%). Minyak pijat kelompok 1 mempunyai rata-rata penilaian sebesar 3, 29 sedangkan minyak pijat kelompok 3 mempunyai rata-rata penilaian sebesar 3, 125. Minyak pala, minyak kelapa,dan minyak VCO cenderung lebih disukai karena aromanya yang tidak terlalu menyengat. Parameter kedua yang diuji adalah parameter warna. Dari parameter ini, diketahui bahwa warna yang paling menarik bagi panelis adalah minyak pijat kelompok 1 dan kelompok 2 dengan rata-rata penilaian 3,333 dan 3, 417. Nilai tersebut menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari campuran minyak kelapa dengan miyak pala (kelompok 1) serta campuran minyak kelapa dengan minyak sereh (kelompok 2) memberikan kesan biasa mendekati menarik bagi panelis yang menilai. Parameter kelekatan minyak adalah parameter ketiga yang dinilai dari minyak pijat yang telah dibuat di praktikum ini. Kelekatan paling kuat menurut panelis adalah minyak pijat yang dibuat kelompok 1 dan kelompok 6. Komposisi minyak kelapa dengan minyak pala (kelompok 1) mempunyai nilai rata-rata penilaiansebesar 3, 083 sama dengan rata-rata penilaian pada minyak dengan komposisi minyak jarak dan minyak sereh (kelompok6). Secara umum, sifat kelekatan minyak yang dibuat saat praktikum tidak kuat maupun kurang kuat. Hal ini karena sebaran rata-rata penilaian panelis antara 2,79 sampai 3, 08 yang berarti sifat kelekatan masing-masing minyak hampir sama. Parameter terakhir yang diuji adalah parameter viskositas minyak. Dari data pengamatan 24 panelis, diketahui bahwa nilai rata-rata penilaian panelis untuk tingkat viskositas minyak pijat kelompok 4 dan kelompok 5 adalah yang paling tinggi di antara yang lain yaitu sebesar 3,25. Minyak pijat kelompok 4 merupaka campuran dari VCO dan minyak sereh, sedangkan minyak pijat kelompok 5 merupakan campuran dari minyak jarak dan minyak pala. b. Garam Mandi Garam mandi adalah campuran senyawa garam dengan beberapa zat seperti minyak atsiri yang digunakan sebagai tambahan pada saat mandi berendam. Garam mandi bisanya digunakan untuk mandi di dalam bath-tub atau hanya digunakan untuk sekedar merendam kaki untuk menghilangkan pegal-pegal. Pada praktikum

kali ini dilakukan pembuatan garam mandi secara sederhana dengan menambahakan berbagai wewangian dari minyak atsiri pada senyawa garam, yang dalam praktikum ini menggunakan MgSO4. Pembuatan garam mandi di praktikum ini sangat sederhana hanya dengan mengguanakan bahan-bahan sederhana dengan proporsi yang benar. Hal ini dikarenakan garam mandi sebernarnya terbuat dari dua macam garam, yaitu garam dasar dan garam Epsom (MgSO4). Garam dasar ( garam laut ) ini adalah garam dengan grade terapeutik yang memilki 26 mineral essensial dan sifat pelembab. Hal ini digunakan untuk peremajaan tubuh dan relaksasi otot-otot tegang. Sedangkan garam Epsom (MgSO4) atau garam inggris digunakan dalam pengobatan nyeri otot, keseleo dan memar. Magnesium sulfat dalam garam bereaksi dengan asam laktat dan mengurangi kekakuan pada otot dan sendi (Anonim, 2011).. Penamaaan garam inggris atau Epsom salt karena garam ini berasal dari Epsom, Surrey, Inggris. Berbeda dengan garam meja yang menggandung natrium klorida, kandungan garam inggris adalah magnesium sulfat. Kandungan inilah yang membuat garam inggris bersifat menguntungkan, karena dapat menenangkan tubuh, pikiran dan jiwa. Berikut beberapa khasiat garam Epsom : 1. Menghilangkan stres dan membuat tubuh santai Stres dapat menghilangkan magnesium dari dalam tubuh. Kandungan magnesium sulfat garam Inggris yang dilarutkan dalam air hangat dapat diserap melalui kulit dan mengisi ulang tingkat magnesium dalam tubuh. Garam juga dapat menarik racun dari tubuh, menenangkan sistem saraf, mengurangi pembengkakan dan membuat otot-otot rileks. 2. Mengurangi rasa sakit dan kram otot Merendam kaki dalam bak dengan setengah cangkir garam Inggris, tidak hanya menghilangkan lelah, tetapi juga menghilangkan bau kaki. Garam Inggris menetralisir bau kaki dan melembutkan kulit. Mandi garam Inggris juga diketahui dapat meringankan peradangan dan mengurangi rasa sakit, sehingga bermanfaat dalam pengobatan sakit otot, asma dan migrain.

3. Mengangkat kulit mati Pijat dengan satu sendok makan garam Inggris yang dicampur dengan minyak zaitun atau minyak mandi dan digosok ke seluruh tubuh, ini dapat mengangkat kulit mati dan melembutkan kulit. 4. Membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik Studi menunjukkan bahwa magnesium adalah elektrolit dan membantu untuk memastikan berfungsinya otot, saraf dan enzim dengan baik. Garam Inggris juga penting untuk pemanfaatan yang tepat dari kalsium dalam sel, dan dapat mengobati reumatik atau radang sendi. (Wahyuningsih, 2010). Penambahan minyak atsiri atau essensial oil berfungsi untuk memberikan keharuman khas yang menenangkan seperti lemongrass, ginger, citrus dan tea tree berkhasiat untuk mencerahkan kaki dan menghilangkan pegal-pegal. Minyak atsiri sangat penting dalam pembuatan garam mandi. Ini adalah minyak yang meningkatkan penyembuhan dan sifat aromatik garam. Sehimgga pemilihan minyak esensial dengan hati-hati. Berikut adalah beberapa wewangian minyak atsiri yang dapat menimbulkan efek yang diinginkan : minyak lavender telah menenangkan dan sifat anti-mikroba. minyak mawar memiliki sifat romantis dan menenangkan. Chamomile, Clary Sage dan Ylang Ylang sangat santai. minyak Eucalyptus dapat menyembuhkan masalah pernapasan, peppermint dapat mengangkat mood dan memperkuat diri . Jahe, jeruk manis dan minyak Rosemary dan kayu putih sangat merangsang dan memberi efek santai. Gunakan minyak atsiri yang sesuai dengan tujuan atau sesuai dengan kegunaan pengobatan tertentu. Pada praktikum ini garam mandi dibuat dengan garam Epsom atau MgSO4 yang ditambahkan minyak atsiri. Penggunaan minyak atsiri disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pada praktikum ini minyak atsiri yang digunakan adalah minyak nilam, minyak kenanga, dan minyak pala yang memberikan efek menenagkan pada tubuh. Minyak pala digunakan pada campuran garam mandi karena mempunyai berbagai khasiat. Minyak Pala sangat bermanfaat untuk mengobati dan nyeri sendi otot dan luka karena merupakan obat penenang yang sangat baik. Minyak Pala juga bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan karena penggunaan minyak pala sangat efektif

untuk pengobatan radang sendi, rematik, sakit pinggang, dan lain-lain. Selain itu, minyak pala merupakan bagian penting dari pengobatan antara lain untuk mengobati sakit perut, dan mengurangi pembengkakan sendi. Minyak kenanga merupakan hasil ekstrak bunga kenanga melalui proses penyulingan uap, dan sebagai hasilnya, minyak kenanga juga dikenal sebagai odorata minyak kenanga. Minyak kenanga memiliki aroma bunga yang indah, menyenangkan dan eksotis. Minyak kenanga banyak digunakan dalam aromaterapi untuk pengobatan beberapa masalah dan penyakit. Beberapa penggunaan membuktikan bahwa minyak kenanga mempunyai manfaat sebagai berikut :

Minyak kenanga adalah antidepresan yang sangat baik. Penggunaan

minyak kenanga yang diencerkan dapat membantu meringankan tekanan mental dan depresi. Oleh karena itu, sering digunakan untuk mengobati hipertensi, palpitasi, dan kondisi lain yang berkaitan dengan stres dan kecemasan. Hal ini juga sangat bermanfaat untuk mengobati insomnia. Bahkan, sebagai akibatnya sifat obat penenang minyak kenanga, itu secara luas digunakan untuk pengobatan shock emosional dan gangguan sistem saraf lainnya.

Minyak kenanga memiliki kemampuan untuk merangsang sistem darah. Penggunaan minyak kenanga yang diencerkan

peredaran tubuh.

meningkatkan sirkulasi darah dan dapat membantu menghilangkan racun dari Minyak kenanga dapat digunakan sebagai pelembab kulit yang baik.

Penggunaan miyak ini seiring waktu, dapat membuat kulit Anda lebih sehat dan kenyal serta membantu dalam menjaga kulit ampak lebih muda. Karena sifat antiseptik dan antibakterinya, minyak kenanga juga digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit kulit.

Minyak kenanga juga memiliki kemampuan untuk menghapus

keriput. Pemijatan dapat dilakukan pada wajah yang keriput sebelum waktunya atau kulit wajah longgar dengan minyak kenanga diencerkan . Pemijatan harus dilakukan lembut bergerak ke atas dengan menggunakan kedua telapak tangan.

Minyak nilam tergolong dalam minyak atsiri dengan komponen utamanya adalah patchoulol. Daun dan bunga nilam mengandung minyak ini, tetapi orang biasanya mendapatkan minyak nilam dari penyulingan uap terhadap daun keringnya. Minyak nilam digunakan pada garam mandi sebagai fiksatif minyak atsiri lainnya. Minyak nilam akan mengikat aroma minyak pala dan kenanga sehingga aromanya tidak cepat hilang. Mandi berendam air garam ini menyehatkan karena dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, melepaskan sel kulit mati, aliran darah menjadi lebih lancar dan juga menangkal radikal bebas. Mandi air garam seperti ini dapat dilakukan seminggu sekali atau sebulam dua kali, maksimal 30 menit, bagi yang berkulit sensitif harus kurang dai 30 menit agar kulit tidak teriritasi. Setelah berendam bilas tubuh dengan air biasa dan sabun sesuai jenis kuulit, keringkan tubuh dan olesi dengan pelembab. Meskipun mandi garam sangat bermanfaat namun penggunaannya juga harus hatihati, jangan berlebihan karena jika berlebihan akan dapat menyebabkan osteoporosis. Tubuh memerlukan kandungan garam tertentu agar berfungsi dengan baik. Sodium membantu tubuh menjaga konsentrasi cairan di dalam tubuh. (Anonim, 2010). Garam juga berperan sebagai transmisi elektronik dalam saraf dan membantu sel-sel tubuh membentuk nutrisi. Kandungan garam di dalam tubuh sangat diperlukan untuk mendukung fungsi organ tubuh karena di dalam tubuh ada asam basa, sedangkan garam berguna untuk membantu kontraksi otot, sel-sel saraf bekerja, membantu konsentrasi otak, dan menjaga tubuh agar tidak terasa lemas. Selain itu, kandungan garam dalam batas normal dan kandungan sodium chlorida juga dibutuhkan untuk mempertahankan cairan dalam tubuh untuk sirkulasi darah dan di dalam tubuh. Namun, kandungan garam berlebihan akan menyebabkan massa kepadatan tulang berkurang atau osteopeni (gangguan tulang tahap ringan). (Anonim, 2009) Penggunaan garam mandi juga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yaitu jamur dan bakteri karena pada kadar yang tinggi garam sendiri dapat berfungsi untuk mematikan penyakit terutama yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri. Manfaat garam mandi antar lain adalah dapat mengobati kepenatan, dan mengelurakan racun dari dalam tubuh. Racun dalam tubuh akan terbuang melewati pori-pori kulit dan keringat. Mandi garam merupakan gaya modern untuk

merilekskan badan dengan biaya yang relatif murah tetapi perlu dihindari untuk mereka yang memilki penyakit hipertensi karena sifat garam yang dapat menaikan tekanan darah. Pada praktikum ini dibuat garam mandi dengan beberpa komposisi yang berbeda. Setelah garammandi dibuat, kemudian dilakukan uji organoleptik oleh 23 panelis dengan parameter aroma, warna, dan kenyamanan. Garam mandi dilarutkan pada 2 liter air kemudian dinilai panelis dengan mencelupkan tangan ke dalam baskom yang telah diisi air garam tersebut. Dari parameter aroma, garam mandi yang paling kuat menurut panelis adalah garam mandi kelompok 5 (garam+minyak nilam 0,5 ml+minyak pala 0,25 ml) dengan rata-rata penilaian 3,48 dan garam mandi kelompok 6 (garam+minyak nilam 0,375 ml+minyak pala 0,375) dengan rata-rata 3,26. Dari nilai rata-rata penilaian, aroma yang ditimbulkan pada saat garam telah dilarutkan dengan air panas tidak begitu kuat. Hal ini karena aroma minyak telah sebagian menguap dan semakin cepat menguap karena dicampurkan pada air panas. Pada parameter warna, rata-rata penilaian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu berkisar antara 2,87 sampai 3,13. Hal ini dikarenakan warna dari hasil pelarutan garam mandi dengan air panas adalah bening tidak berwarna yang disebabkan komposisi garam hanya sedikit dibandingkan air panas yang ditambahkan. Pada penilaian pameter kenyamanan, diketahui bahwa penilaian ratarata panelis ada di atas 3,00 tetapi dibawah 3, 50. Campuran garam, minyak atsiri, dan air hangat ini memberikan efek nyaman pada pengguna. c. Lilin Aromaterapi Lilin aromaterapi adalah lilin yang diresapi dengan minyak atsiri. Minyak atsiri adalah bahan utama aromaterapi karena dapat memeberikan efek nyaman. Minyak atsiri yang bisa digunakan pada lilin aromaterapi adalah minyak atsiri yang berasal dari tumbuhan, bunga, kayu, dan buah. Minyak esensial dalam lilin aromaterapi yang mudah menguap akan dilepaskan dan tersebar ke udara pada suhu yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ketika lilin dinyalakan suhu akan meningkatkan sehingga lilin dapat memancarkan uap terapeutik dari minyak atsiri yang ada di dalamnya. Bau lembut yang keluar dari pembakaran lilin dapat membuat seakanakan seluruh ruangan menjadi tenang dan sejuk.

Aromaterapi lebih sering dikenal sebagai salah satu cera terapi kesehatan yang aman dan nyaman dengan menggunakan minyak essensial (sari pati) hasil ekstraksi bunga, daun, buah, dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Aromaterapi adalah terapi menggunakan essential oil atau sari minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, gairah, menyegarkan serta menenangkan jiwa, dan merangsang proses penyembuhan. Penambahan zat fiksatif pada lilin aromaterapi adalah untuk mendapatkan aroma-aroma yang dapat menenangkan dan merelaksasi pikiran. Pada praktikum ini, lilin aromaterapi yang dibuat ditambahkan dengan minyak nilam sebagai fiksatif dan juga ditambah minyak melati. Minyak nilam merupakan zat fiksatif yang mampumngikat aroma sehingga dapat bertahan lebih lama. Minyak nilam disini akan mengikat aroma dari minyak melati yang dicampurkan sehingga walaupun lilin lama diletakkan dalam ruang terbuka, aroma minyak melatitidak cepat hilang. Menurut Anonim (2010), manfaat dari aroma bunga melati adalah memberikan efek menyejukkan, meningkatkan keseimbangan, pikiran positif, gairah seksual, kepekaan, kejernihan pikiran, harapan, keterbukaan, kebijaksanaan, ketenangan jiwa, rasa bahagia, romans, dan cinta. Juga dapat mengurangi depresi, rasa cemas, batuk, rasa sakit saat menstruasi, stress, sedih, kecewa, dan lain-lain. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi ini adalah stearin dan parafin. Stearin merupakan bahan turunan dari kelapa sawit. Stearin ini mempunyai keunggulan antara lain adalah karena diproduksi dari produk alami dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu menurut Anonim (2010), pembakaran pada lilin berbahan dasar stearin lebih sempurna dibandingkan dengan paraffin. Secara kimia, parafin adalah nama umum untuk hidrokarbon alkan dengan formula CnH2n+2. Lilin parafin merujuk pada benda padat dengan n=2040. Molekul parafin paling simpel adalah metana (CH4). Bentuk padat parafin, disebut lilin parafin, berasal dari molekul terberat mulai C20H42 hingga C401H82. Lilin parafin pertama ditemukan oleh Carl Reichenbach tahun 1830. Lilin stearin umumnya lebih baik dari lilin parafin, di dalam api yang tenang lilin ini dapat terbakar habis, tidak ada lelehan dan tidak berasap, sehingga baik digunakan untuk ruang tertutup. Sedangkan pada lilin yang mengandung paraffin
1

dapat menyebabkan polusi dan jelaga. Namun, biasanya para perajin lilin lebih menyukai campuran paraffin karena dapat mengurangi harga produksi dan harga jual akan lebih murah. Hal ini pada dasarnya adalah menyalahi aturan dari maksud utama pembuatan lilin aroma terapi yang diharapkan memberikan efek yang baik untuk tubuh. Lilin dengan stearin biasanya lebih tahan lama, dikarenakan material dari stearine lebih padat dibanding material paraffin. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil pembakaran, lilin yang mengandung stearin lebih banyak mengalami pembakaran yang lebih lama dibandingkan dengan lilin yang mengandung banyak paraffin. Pada uji organoleptik dilakukan pada kategori warna dan kekerasan. Pengujian organoleptik terhadap lilin aromaterapi ini dilakukan oleh 13 orang. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada kategori warna rata-rata panelis menyukai warna lilin yang dibuat kelompok dua dan empat dengan rata-rata nilai sebesar 3,69231 dan 3,53846 yang berarti lilin dinilai oleh panelis lebih dari netral dan mendekati suka. Sedangkan untuk kategori kekerasan, panelis lebih menyukai lilin 3 dan 4, dengan nilai sama sebesar 3,5384. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa lilin yang disukai panelis adalah lilin yang komposisi stearinya 40 - 42,5 gram dan parafinnya sekitar 7,5 10 gram. Pada uji daya bakar lilin, diketahui bahwa lilin kelompok 1(stearin 35 g + paraffin 15 g) untuk membakar 2 cm memerlukan waktu 8 menit. Pembakaran lilin kelompok 4 (stearin 42,5 g + paraffin 7,5 g) memerlukan waktu 2 menit 26 detik, pembakaran lilin kelompok 5 (stearin 45 g + paraffin 5 g) memerlukan waktu 14 menit, dan pembakaran lilin kelompok 6 (stearin 47,5 g + paraffin 2,5 g) memerlukan waktu 15 menit. Data yang diperoleh dari praktikum tersebut tidak sesuai dengan literatur yang ada. Hal ini dikarenakan kondisi saat pembakaran berbeda-beda sehingga tidak bisa diukur secara pasti penyebab kesalahan pengukuran tersebut. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa semakin banyak stearin yang digunakan maka lilin akan semakin keras. Apabila lilin lebih banyak mengandung paraffin, maka lilin akan semakin lembek. Fungsi dari stearin ini adalah untuk memberi bentuk pada lilin yang dibuat, karena stearin akan menjadi padat setelah dingin. Sebelum stearin memadat, terlebih dahulu ditambah parafin dan pewarna. Maksud ditambahkannya parafin adalah sebagai bahan bakar untuk lilin agar dapat terbakar. Selain itu tujuan pencampuran antara paraffin dan stearin ialah

agar paraffin yang dimasukkan dapat keras karena sifat dasar dari paraffin ialah cenderung lembek dan lentur pada temperatur dibawah titik leburnya, maka digabungkan dengan stearin. Bersama stearin, parafin menjadi bahan dasar lilin batangan. Hanya saja, kelemahan dalam penggunaan paraffin adalah sisa pembakaran yang ditimbulkannya dapat menyebabkan polusi dan jelaga.

IV.

KESIMPULAN

Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada produkproduk kecantikan dan kesehatan seperti, sabun aromaterapi, lulur aromaterapi, massage oil, krim perawatan kulit, lilin aromaterapi, dan aromaterapic lam. Pada praktikum ini dibuat beberapa produk yang menggunakan tambahan minyak atsiri sebagai bahan aromaterapi, yaitu massage oil, lilin aromaterapi, dan garam mandi. Massage oil merupakan suatu minyak yang terbuat dari essensial alami yang didapat dari ekstraksi tumbuh-tumbuhan, biasanya dipergunakan untuk body massage atau biasa disebut pijat tubuh. Dari parameter aroma, diketahui minyak pijat yang paling disukai adalah minyak pijat yang dibuat kelompok 1 dengan komposisi minyak kelapa (97%) dan minyak pala (3%) karena aromanya yang tidak terlalu menyengat. Secara umum, sifat kelekatan minyak yang dibuat saat praktikum tidak kuat maupun kurang kuat karena sebaran rata-ratanya hampir sama. Viskositas minyak pijat kelompok 4 (VCO + minyak sereh) dan kelompok 5 (minyak jarak + minyak pala) adalah yang paling tinggi di antara yang lain yaitu sebesar 3,25. Garam mandi adalah campuran senyawa garam dengan beberapa zat seperti minyak atsiri yang digunakan sebagai tambahan pada saat mandi berendam. Dari parameter aroma, garam mandi yang paling kuat menurut panelis adalah garam mandi kelompok 5 (garam+minyak nilam 0,5 ml+minyak pala 0,25 ml) dengan ratarata penilaian 3,48. Pada parameter warna, rata-rata penilaian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu berkisar antara 2,87 sampai 3,13. Pada penilaian pameter kenyamanan, diketahui bahwa penilaian rata-rata panelis ada di atas 3,00 tetapi dibawah 3, 50. Lilin aromaterapi adalah lilin yang diresapi dengan minyak atsiri. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada kategori warna rata-rata panelis menyukai warna lilin yang dibuat kelompok dua dan empat. Sedangkan untuk kategori kekerasan, panelis lebih menyukai lilin 3 dan 4. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa lilin yang disukai panelis adalah lilin yang komposisi stearinya 40 - 42,5 gram dan parafinnya sekitar 7,5 10 gram. Pada uji daya bakar lilin Data yang diperoleh dari praktikum tersebut tidak sesuai dengan literatur yang ada. Hal ini dikarenakan kondisi saat pembakaran berbeda-beda sehingga tidak bisa diukur secara pasti penyebab kesalahan pengukuran tersebut.

DAFTAR PUSTAKA Anonim.2009.http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Macam,%20Jenis, %20Manfaat%20dan%20Bahaya%20Garam&&nomorurut_artikel=255). [25 Mei 2011]. Anonim. 2009. http://shantybio.transdigit.com. [25 Mei 2011].
Anonim. 2009.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/diet-and-exercise/2099728-

mandi-garam-dan-manfaatnya/#ixzz1N5Zf0mSu. [25 Mei 2011] Anonim. 2010.http://baliaromaticspa.wordpress.com/2008/11/14/manfaat-garamuntuk-kecantikan/) [22 mei 2011] Anonim. 2010. (http://id.wikipedia.org/wiki/Parafin). [25 Mei 2011] Anonim. 2011. http://essential-oil.com/id/uses-of-essential-oils_when-bathing-ishealing-6-tips-to-make-aromatherapy-bath-salts_604.html. [25 Mei 2011] Anonim. 2010. http://puspitamelati.blogspot.com/2011/01/manfaat-aroma-bungamelati-setara.html. [25 Mei 2010] Anonim. 2010. http://www.balihandicraft.web.id/news/votive-candle/[25 Mei 2011] Field, Hernandez-Reif M, dan Seligman S. 1997. Juvenile Rheumatoid Arthritis: Manfaat Dari Pijat. J Pediatr Psychol. 22 (5) :607-617. Greene. 2000. Massage therapy. Dalam: Novey DW, ed. Clinician's. Louis, Mo: Mosby:338-348. Vickers, A dan Zollman. 1999. Pijat Therapies. BMJ. 319 (7219) :1254-1257. Wahyuningsih, Merry. 2010. Garam inggris yang Menenangkan Tubuh.www.detikHealth.com. [24 mei 2011].