Anda di halaman 1dari 7

TEORI DASAR Kapasitor adalah komponen listrik yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.

kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan listrik dinyatakan oleh besaran kapasitas atau kapasitansi (C) didefinisikan sebagai perbandingan antara muatan listrik q yang tersimpan dalam kapasitor dan beda potensial V antara kedua keping, sehingga :
V = q C

Suatu kapasitor ideal adalah suatu komponen yang beda potensial sesaat yang melalui terminal itu hanya bergantung pada harga sesaat dari muatan q yang telah dipindah dari satu terminal ke terminal yang lain melalui rangkaian luar, Terminal kemana muatan positif dipindahkan mempunyai potensial yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan terminal asal muatan itu dipindahkan. Arus yang berhubungan dengan ini mengecil dengan waktu sehingga disebut arus transien, yang berarti arus yang hanya timbul sebentar, jadi bukan arus tetap. Peristiwa ini digunakan untuk mengubah denyut , mengolah denyut dalam pesawat televisi, penundaan waktu dan sebagainya. Peristiwa ini ditunjukkan pada gambar di bawah ini :
s a R b

Vc C E

Telah kita ketahui bahwa suatu kapasitor terbuat atas dua buah pelat konduktor yang dipisahkan oleh suatu isolator atau dielektrik. Jika luas pelat = A, jarak antara pelat = d, dan permisivitas dielektrik = , maka nilai kapasitansinya :
C = A d

Jika kapasitor dengan kapasitansi C dihubungkan dengan suatu sumber tegangan V, maka setelah beberapa waktu, di dalam kapasitor akan terkumpul muatan sebanyak
q = CV

Setelah nilai muatan ini tercapai, dikatan kapasitor sudah terisi penuh. Isi muatan akan tetap tersimpan dalam kapasitor selama tak ada kebocoran muatan yang mengalir dari pelat kapasitor yang satu ke yang lain. Pada gambar di atas jika saklar S dihubungkan, kapasitor C tidaklah langsung terisi penuh, akan tetapi memerlukan waktu. Pada gambar di atas, setelah saklar ditutup, arus akan mengalir dari sumber tegangan, mengisi muatan kapasitor. Pada suatu saat t, kapasitor yang mulamula kosong mendapat muatan
q(t ) = idt
0 t

beda tegangan pada kapasitor sebesar


Vbc (t ) = Q(t ) 1 t = idt C C0

sedangkan beda tegangan antara kedua ujung resistor R menjadi :


Vab = VC (t ) Vab = 1 idt = iR C 0
t

Oleh karena Vc(t) terus bertambah, Vab akan terus berkurang, sehingga arus I(t) pun akan terus berkurang. Jika kita ambil differensial terhadap waktu pada persamaan di atas kita peroleh :
i di = R , atau C dt di 1 = dt i RC

Kemudian kita lakukan integrasi pada persamaan di atas, sehingga diperoleh


i = Ae t / RC

Pada t=0, kapasitor belum terisi sehingga Vc(t)=0 dan i = menjadi :


i (t ) =

, dan persamaannya

e t / RC

yang berarti arus I(t) turun secara eksponensial. Untuk t = RC, maka
i(t = RC ) = 1 e R

e adalah bilangan natural; e = 2,712. waktu t = RC ini disebut tetapan waktu, dan dinyatakan dengan , sehingga = RC. Untuk menyelidiki bagaimana tegangan kapasitor bertambah dengan waktu ketika kapasitor diisi, kita gunakan persamaan
VC (t ) = 1 1 idt = C C0
t t

R e
0

t / RC

dt , sehingga kita peroleh

VC (t ) = (e t / RC 1) = (1 e t / RC )

grafik perubahan tegangan kapasitor Vc terhadap t adalah sebagai berikut : Tampak makin besar RC, makin lama waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor hingga penuh.. Jika R besar, arus untuk mengisi kapasitor kecil. Ini sama seperti kalau kita mengisi bak air dengan aliran yang kecil, tentu akan diperlukan waktu yang lama. Begitu pula jika C besar, diperlukan waktu lama untuk mengisi penuh. Ini dapat disamakan dengan mengisi bak air dengan volume yang besar. Rangkaian R-C
s a R b

Vc C E

arah positif dari arus adalah sedemikian rupa untuk menimbulkan muatan q pada kapasitor. Jika kita menutup saklar S, kita dapat merumuskan dengan penurunan potensial total, jadi :

iR +

q = C

memang, kita tahu bahwa arus stasioner akan sama dengan nol. Jika arus stasioner Is=1. jika kapasitor mula-mula tak bermuatan pada waktu saklar ditutup, kemudian pada waktu sesudah saklar ditutup q = I t dan persamaan di atas akan menjadi :
iR + 1 t = C

harga I satu-satunya yang akan memenuhi persamaan adalah I = 0. Karena tak terdapat keadaan stasioner, bagian transien akan merupakan pemecahan keseluruhannya. Untuk ini kita harus memecahkan persamaan homogen yang menyangkut ke persamaan :
iR + 1 idt = C

integral dalam persamaan menyatakan muatan yang tertimbun di kapasitor tiap waktu. Seperti biasanya kita mengharapkan arus transiennya mempunyai bentuk :
it = Ae pt

substitusi harga ini ke dalam persamaan di atasnya sehingga menghasilkan condition equation berikut :
1 pt R + Ae = 0 Cp [

maka

R+

1 =0 Cp

atau

p =

1 RC

karena itu pemecahan transien yang merupakan pemecahan sempurna dalam hal ini adalah :
it = Ae t / RC

sekali lagi kita hanya mempunyai satu konstanta integrasi, terdapat hanya satu keadaan awal untuk menspesifikkan, muatan pada kapasitor pada saat saklar tertutup t=0. karena rangkaian itu tidak mempunyai induktansi, maka terdapat lompatan yang diskontinu dalam arus. Ini seperti halnya mengerjakan suatu gaya tetap secara tiba-tiba pada suatu pegas yang mempunyai geseran dalam tetapi tak mempunyai massa. Dalam hal ini tidak terdapat efek inersia dan karena itu kecepatan dapat bersifat diskontinu pada saat gaya itu dikerjakan, karena gaya yang

bekerja itu harus diimbangi oleh suatu gaya yang sama tetapi arahnya berlawanan pada saat mula-mula dan pada saat yang lain dan karena kapasitor pada permulaannya tak dapat mengadakan gaya tentangan ini, maka counter emf yang dibutuhkan harus segera nampak melalui tahanan. Untuk menghitung konstanta integrasi persamaan, kita akan memisalkan suatu muatan kapasitor q0 padanya tepat sebelum saklar ditutup. Untuk mendapatkan arus awal, kita tinjau persamaan mula-mula iR + 0. kemudian harga dari integral menjadi muatan mula-mula :
R(i )t =0 + q0 = C q0 RC
it = Ae t / RC memberikan
1 idt = pada t = C

atau

( i ) t =0 =

karena itu, mensubstitusi ke dalam persamaan hubungan :

q 0 =A R RC
dan penyelesaian akhirnya menjadi :
q i = 0 e t / RC R RC

kita lihat bahwa penyelesaian ini akan sama dengan nol untuk : q0 = C yaitu muatan yang dibutuhkan untuk menempatkan suatu potensial melalui kapasitor itu sama dengan emf yang dipasang. Jika mula-mula suatu muatan q0 ada pada kapasitor dan tak terdapat baterai dalam rangkaian. Kemudian jika kita menutup saklar, maka :
t = q0 t / RC e RC

Definisi yang umum dari konstanta waktu terpakai pada rangkaian ini. Karena itu T = RC detik. Dengan mudah kita dapat membuktikan bahwa hasil kali RC mempunyai dimensi waktu. Rangkaian pengintegral RC Perhatikan rangkaian R-C pada gambar di bawah ini :

Vs

R
Vs

+Vp

V o

0 -V p

t T /2

+Vp 0 -V p t

+V p

0
-V p

Seperti ditunjukkan gambar di atas jika tetapan waktu =RC<<T, kapasitor C terisi penuh dalam waktu T/2. akan tetapi jika tetapan waktu =RC>>T maka sebelum kapasitor terisi penuh tegangan Vs sudah berbalik menjadi negatif. Akibatnya kapasitor segera dikosongkan dan diisi muatan negatif menuju ke Vp. Belum lagi terisi penuh, Vs sudah berubah tanda lagi. Akibatnya isyarat keluaran akan berupa suatu tegangan yang berbentuk gelombang segitiga. Untuk > RC, bentuk isyarat keluaran seperti integral isyarat masukan. Kalau kita perhatikan gambar di atas nampak untuk =RC>>T pada waktu Vs=+Vp, kemiringan Vo(t) positif, dan pada waktu Vs=-Vp, kemiringan Vo(t) negatf. Tak heran jika rangkaian ini dikenal dengan rangkaian pengintegral RC.

Rangkaian pendifferensial RC

V s (t)

C
V s Vo

T +Vp t

-V p

+Vp +Vp 0 -V p t 0 -V p t

Rangkaian RC akan berlaku sebagai suatu pendifferensial jika dipasang seperti pada gambar di bawah ini. Untuk =RC<<T, isyarat keluaran akan seperti differensial dari isyarat masukan. Tampak jika =RC>>T, atau untuk f>1/RC, bentuk isyarat mirip dengan isyarat masukan, akan tetapi puncaknya miring. Jika RC<T, atau f<RC, isyarat berbentuk denyut dengan tegangan puncak 2Vp. Ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalkan mula-mula kapasitor kosong. Segera setelah tegangan masukan Vs mencapai Vp, akan mengalir arus i(t)=
V p , sehingga tegangan keluaran Vo=Vp. R

Arus segera jatuh dan menjadi nol sebelum setengah periode. Hal ini berarti kapasitor telah penuh dan ada tegangan Vp pada kapasitor. Tiba-tiba Vs berubah tanda menjadi negatif. Akibatnya Vo akan mempunyai harga 2Vp, selanjutnya kapasitor akan terisi negatif, dan pada waktu berubah tanda menjadi positif kembali, Vo = +2Vp. Rangkaian pendifferensial sering digunakan untuk mengubah tegangan berbentuk gelombang persegi menjadi isyarat denyut yang sempit.