Anda di halaman 1dari 18

UPAYA PENGANEKARAGAMAN PANGAN MELALUI PENDIDIKAN

Oleh: LUTHFIYAH NURLAELA Universitas Negeri Surabaya


Workshop Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hotel Satelit Surabaya, 10-11 Juni 2008
2011/6/20 Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 1

Tujuan Pendidikan secara asasi:




Melimpahkan suatu pandangan hidup Meningkatkan dan merekonstruksi pandangan hidup itu Memenuhi kebutuhankebutuhan individu
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 2

2011/6/20

PERILAKU KONSUMSI PANGAN


 

Merupakan bentuk penerapan kebiasaan makan hsl interaksi individu dgn lingkungan. Kebiasaan makan terbentuk akibat proses sosialisasi yg diperoleh dari lingkungan (meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotor). Faktor yg memotivasi terjadinya perilaku: keadaan lingkungan; dorongan pribadi seperti keinginan, perasaan, emosi, naluri, kebutuhan, hasrat, niat; tujuan yang ingin dicapai
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 3

2011/6/20

Makanan sebagai budaya




Kebutuhan untuk makan bukanlah satusatunya dorongan untuk mengatasi rasa lapar Ada kebutuhan fisiologis, psikologis, sosial dan budaya yang ikut mempengaruhi.
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 4

2011/6/20

Makanan sebagai budaya




Makanan merupakan bagian dari sistem budaya, karena makanan dapat memberikan identitas individu, kelompok individu atau masyarakat dari kelompok budaya tertentu. Sebagai bagian dari budaya, makanan dapat disosialisasikan sejak dari keluarga, pendidikan sekolah, dan masyarakat.
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 5

2011/6/20

Sosialisasi Penganekaragaman Pangan (melalui Keluarga)




Sosialisasi dalam keluarga disebut primary socialization sosialisasi yang pertama diterima oleh seorang anak. Membentuk kepribadian anak ke dalam dunia umum keluargalah yang berperan sebagai agen sosialisasi. menghasilkan basic personality structure pola orientasi norma atau nilai yang ditanamkan pada seseorang anak akan sulit dirubah lagi sepanjang kehidupannya peran keluarga dalam proses sosialisasi amat menonjol
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 6

2011/6/20

Sosialisasi Penganekaragaman Pangan (melalui Sekolah)




Sosialisasi sekunder (secondary socialization) proses berikutnya yang memperkenalkan individu yang telah disosialisasi ke dalam sektor baru dari dunia obyektif masyarakatnya; Proses sosialisasi mengarah pada terwujudnya sikap profesionalisme (dunia yang lebih khusus); Agen sosialisasi adalah lembaga pendidikan, peer group, dan lingkungan yang lebih luas dari keluarga (Berger dan Luckman, 1987).
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 7

2011/6/20

Agen Sosialisasi Penganekaragaman Pangan


Agen sosialisasi menurut Babbie (1977), setidaknya ada empat unsur lingkungan kondisi yang berperan, yaitu:

keluarga sekolah teman sebaya media massa


2011/6/20 Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 8

Sosialisasi melalui Pendidikan




Pranata pendidikan sebagai saluran sosialisasi nilai budaya atau enkulturisasi dapat terselenggara di sekolah, masyarakat, dan keluarga. Ketiga tempat ini lebih sering disebut sebagai institusi pendidikan formal, nonformal, dan informal Merupakan suatu kesatuan dalam melaksanakan fungsi pendidikan secara utuh
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 9

2011/6/20

Sekolah


 

Sebagai pendidikan formal sebagai tempat penanaman nilai yang diinginkan masyarakat pendukungnya kepada anak didik. Proses dan penanaman nilai itu dilakukan melalui sistem tertentu. Materi nilai yang diinginkan, proses penanamannya, kontrol dari proses itu, dan pemanfaatannya direncana dan dikendalikan untuk menampilkan karakteristik sekolah sebagai lembaga enkulturisasi yang formal.
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 10

2011/6/20

PANDUAN UMUM KTSP SD


Satuan Pendidikan perlu memperhatikan kepentingan dan kekhasan daerah, sekolah dan peserta didik dalam mengembangkan KTSP. Untuk SD/MI kelas I, II, III, pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan PENDEKATAN TEMATIK.
2011/6/20 Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 11

Pendekatan tematik


Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa, atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan (Forgaty, 1991; Joni, 1996; Cohen dan Manion,1992; Brand, 1991; Benson, 2005). Sangat bermanfaat karena sifatnya yang komprehensif dan holistik, memfokuskan pada segala sesuatu dari dunia nyata, serta memberikan peluang untuk mengembangkan kemampuan higher order thinking dan problem solving (Depdiknas, 2002; Cheng dan Lo-Fu, 2002).
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 12

2011/6/20

PEMBELAJARAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN UNTUK TK dan RA  Dalam pembelajaran di TK selama ini, tematema telah tersedia.  Tema-tema: Aku, Panca Indra, Keluargaku, Rumah, Sekolah, Makanan dan Minuman, Pakaian, dan lain-lain.  Tema Makanan dan Minuman terdiri dari banyak subtema, antara lain:
 

Manfaat makanan/minuman, misalnya untuk menghilangkan lapar/haus, untuk kesehatan. Jenis makanan/minuman, misalnya makanan pokok tidak hanya nasi, menu sehat seimbang, sayur, laukpauk, buah-buahan, susu, dan sebagainya Asal makanan/minuman, tata tertib makanan/minuman, dan sebagainya.
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 13

2011/6/20

PEMBELAJARAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN UNTUK SD dan MI (KELAS I, II, III)


Kesenian - Melagukan Nyanyian: Pergi ke Ladang - Menggambar atau mewarnai
Bahasa Indonesia
-

Matematika

Bercerita tentang makanan

MAKANAN

- Menyimak cerita guru - Membaca teks pendek - Menggambar dan menulis tentang berbagai makanan

Menjumlah dan mengurang dikaitkan dengan makanan seharihari

Pendidikan Jasmani
Memahami hubungan makanan dan kesehatan, dan olah raga

2011/6/20

Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008

14

PEMBELAJARAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN UNTUK SD (KELAS IV - VI)




Berdasarkan analisis Kurikulum Sains kelas 5 SD pada Semester I, pengetahuan tentang makanan dicakup dalam pokok bahasan Makanan, Alat Pencernaan, dan Kesehatan. Menggayutkan penganekaragaman pangan bukan merupakan hal yang sulit. Namun karena di SD kelas atas mata pelajaran telah diajarkan secara terpisah-pisah, maka pembelajaran penganekaragaman pangan tetap berbasis pada mata pelajaran tertentu, misalnya Sains.
Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008 15

2011/6/20

PENDEKATAN TEMATIK (PADA MATA PELAJARAN SAINS)


Kesenian dan Keterampilan

PPKN

Penganekaragaman Pangan (Center Core)

IPS
2011/6/20 Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008

Pendidikan Jasmani
16

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN UPAYA


  

Komitmen Kreativitas Guru Dukungan sumberbelajar Dukungan Kepala Sekolah Dukungan orang tua

2011/6/20

Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008

17

2011/6/20

Luthfiyah Nurlaela, Hotel Satelit Srby, 10-11 Juni 2008

18