Anda di halaman 1dari 3

TREATMENT 00:01am DRAFT 6 TEMA : Seorang pria yang memiliki surprise untuk membuat moment hari ulang tahun

kekasihnya berkesan dan tak terlupakan dengan berakhir sebuah lamaran. IDE CERITA : Memberanikan diri untuk membuat sesuatu yang berbeda di momentmoment istimewa, agar dapat selamanya dikenang. LOG LINE : Jika ketakutan tidak seperti apa yang kita takutkan Ext. Taman kota - malam Suasana malam di taman kota yang cukup ramai, beberapa pengujung berpacaran dan ada juga remaja yang hanya bermain-main dengan teman sebaya. Diantara keramaian itu ada seorang wanita sebut saja Revita sedang menunggu kekasih yang sudah membuat janji untuk bertemu di tempat itu. Untuk menghilangkan kejenuhan ia memutar sebuah musik melalui hape dengan sepasang headset di telinganya. Menikmati alunan lagu itu seraya mengayun-ayunkan kedua kakinya. Dilihatnya 10meter sebelah kiri ada dua orang yang tidak dikenal sedang mengawasi. Mereka berpawakan preman sebut saja mr.x1 dan mr.x2 dengan pakaian khasnya. Berkali-kali asap rokok menyamarkan wajah kedua preman itu. Seperti merencakan sesuatu untuk mendapatkan gadis yang diincarnya, mr.x2 itu membisikkan sesuatu ke telinga mr.x1.Dipahaminya bisikan itu, lalu ia membuang dan meninjak rokoknya sebelum meninggalkan tempat berdirinya. Dengan expresi yang bosan dan jenuh, Revita berusaha menghubungi Ardhi dengan teleponnya. Dicarinya nomer telepon ardhi, ia melakukan panggilan dan berharap ardhi sudah berada di taman itu. Namun ketika ia berdiri dan berusaha melihat sekelilingnya, tak didapatkannya wajah Ardhi muncul di taman itu. Ia semakin bingung karena teleponnya tidak terjawab. Duduklah kembali ia di tempat yang sama dengan posisi yang berbeda. Dilihatnya kedua preman yang tadinya berdua kini hanya tinggal satu orang saja. Revita merasa ada

keanehan saat melihat tatapan mata mr.x2 yang sangat tajam. Membuat jantungnya berdegup lebih kencang, takut bila sesuatu terjadi padanya. Mr.x2 melangkahkan kakinya mendekati posisi dimana Revita berada. Karena panik tangan revita pun bergetar saat mencoba mengambil tasnya. Dengan cepat ia berdiri dan meninggalkan tempat duduknya. EXT.jembatan. taman kota malam Revita mempercepat langkah kakinya meninggalkan taman itu. Ia ingin memastikan bahwa orang tadi tidak mengikutinya, namun ketika ditolehnya kebelakang harapan itu sirna. Revita secepat mungkin menyeberangi jembatan dengan segala perasaan khawatir dan gugup. Saat ia berusaha berlari, ia pun tersontak kaget karena salah satu dari mereka ternyata sudah menghadangnya. Revita bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan, tak mungkin jika ia akan menyeburkan diri ke sungai. Kini dua orang itu menghampiri Revita dari arah depan dan belakang. Sebagai seorang wanita Revita hanya bisa menangis dan usaha untuk membela diri sia-sia. Dengan cepat sigap kedua preman itu kini menguasai Revita, disekap. Int.ruangan - malam Revita didudukkan disebuah kursi dengan keadaan mulut dan mata yang masih tertutup. Dengan nafas memburu dan keringat yang membasahi tubuhnya, revita mencoba melepaskan ikatan di mulut dan matanya. Setelah sebelumnya ikatan di tangan di lepas oleh mr.x2. Handphone Ardhi berdering dan sebuah note muncul di layanan reminder 00:01am REVITA BIRTHDAY. Dan lampu ruangan menyala. Mata revita kini terbebas dari sapu tangan yang menutupinya. Ia melihat hamparan lilin berjejer dan sebuah ruangan berpencahayaan lebih terang juga banyak lilin yang menghiasinya. Suara denting gitar mengalunpun kini semakin membuat Revita linglung,

tidak tahu apa yang sedang ia alami saat ini. Karena ia mengenal alunan nada-nada itu, Revita melangkahkan kakinya mendekati sumber suara dan melewati lilin-lilin di sepanjang jalan yang menuju ke ruangan itu. Sesampainya Revita di ruangan itu ia kaget melihat Ardhi dengan hikmatnya memetik senar-senar gitar mengalun. Setelah melihat Revita di depan pintu, Ardhi dengan santai menghentikan permainan gitarnya, dan meletakkan di samping tempat duduknya. Ia berdiri dan mendatangi Revita. Ardhi berusaha menghibur Revita yang wajahnya terlihat begitu emosi dan marah. Dikeluarkannya suatu permainan sulap dengan harapan revita dapat segera tersenyum kembali. Cliiingg.sulap yang bagus, Ardhi tersenyum. Tetapi tidak disangka, Revita justru menamparnya dengan keras. Plaak!!! Ardhi terdiam..suasana hening. Beberapa saat kemudian mata revita berkaca-kaca. Secara spontan langsung memeluk ardhi dengan erat dan menangis dipundaknya. Seakan-akan ia sangat merasakan sebuah perasaan yang campur aduk, antara sedih senang marah dan terharu. Ia marah karena Ardhi mengerjainya secara gila, dan senang karena itu hanya sebuah permainan. Bagaimana jika seandainya itu benar-benar terjadi, Revita tidak bisa membayangkan semua itu. Revita kini sudah terlihat lebih tenang dipelukan Ardhi. Tangan Ardhi pun mengangkat kepala revita ke hadapannya, di usapnya air mata itu. Revita masih tersedu-sedu. Ardhi mengambil sebuah kotak di saku celana belakangnya, dibukalah kotak itu dihadapan Revita, dan mengucapkan Will you marry me?. Sontak Revita terharu dan bahagia, ia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Dengan cepat revita memeluk Ardhi lagi dan mereka berdua berciuman.