Anda di halaman 1dari 4

Dinamakan begitu karena sudah terpasang dari masing-masing pabrikan. Materialnya dari baja putih yang tahan karat.

Sudah terdapat 2 buah ring untuk menjaga tingkat kekencangan. Ukurannya bervariasi menyesuaikan masing-masing pabrikan. Biasa terdapat di beberapa bagian mesin yang jarang dilepas pasang, contohnya pada setelan kekencangan alternator atau kompresor AC. Melihat fisiknya, tampak kualitas buatan dan material lebih halus dari baut biasa. Karena itu harga di pasaran lebih tinggi dibanding baut biasa. Berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 7 ribu. Mur

Sebagai pasangan baut, mur mutlak tahu betul kapasitas baut. Artinya, berapa diameter dan jarak ulir baut, mur harus menyesuaikan diri. Mencegah ulir dol, saat dikencangkan tahap awal dengan tangan, mur harus mudah diputar, jelas Acun yang berdagang mur dan baut sejak 3 tahun lalu. Bentuknya berbeda-beda. Banyak tersedia mur biasa berbentuk segi enam, juga jenis lain dengan topi. Berfungsi agar kekencangan pengikatan lebih kuat. Khusus untuk mur tie-rod, bentuknya seperti bidak benteng catur. Gunanya untuk tempat spi pengunci. Baut Mesin

Kondisi suhu tinggi pada komponen blok mesin, mengharuskan pemakaian baut dan mur sesuai kebutuhan. Sama halnya dengan mur roda, baut dan mur buat mengikat komponen blok mesin harus mengandalkan grade 8.12. Bahan material minimal menggunakan baja hitam. Memang ada yang mengaplikasi baut dengan grade lebih rendah, 8.8, hanya untuk beberapa mobil lawas macam Toyota Kijang Super. Bentuk ulir juga terlihat beda. Biasanya kepala menggunakan kunci L. Pada beberapa bagian mesin ada yang membutuhkan jenis baut tertentu. Bodi berbentuk polos di pangkal, serta ulir berada di bagian tengah sampai ujung baut. Kerapatan antar ulir biasanya berjarak 1,5 mm. Cara Baca M10x55-1,5-8.8

M = ukuran baut dalam metric 10 = diameter baut dalam millimeter 55 = panjang baut daari leher sampai ujung 1,5 = jarak ulir baut 8.8 = grade atau kelas baut sumber : artikel : dicopas dari http://muhammadadysuryaputra.wordpress.com/2010/06/09/jenis-jenis-baut/ gambar : dicopas dari google image Topik yang berhubungan: jenis baut - baut dan mur - jenis baut dan mur - Apa fungsi dari topi pada mur - jenis dan bentuk baud mur - jenis jenis baut - materi baut - macam-macam baut beserta namanya - macam-macam baut atau mur pada mesin - macam macam ulir pada baut dan gambarnya Category: artikel teknik Tags: baut dan mur > baut umum > jenis baut > jenis mur > macam baut >

Kode mutu pada baut mutu tinggi. Dua jenis utama baut kekuatan (mutu) tinggi ditunjukkan oleh ASTM sebagai A325 dan A490. Baut ini memiliki kepala segienam yang tebal dan digunakan dengan mur segienam yang setengah halus (semifinished). Bagian berulirnya lebih pendek daripada baut non struktural, dan dapat dipotong atau digiling (rolled). Baut A325 terbuat dari baja karbon sedang yang diben perlakuan panas dengan kekuatan leleh sekitar 81 sampai 92 ksi (558 sampai 634 Mpa) yang tergantung pada diameter. Baut A490 juga diberi perlakuan panas tetapi terbuat dari baja paduan (alloy) dengan kekuatan leleh sekitar 115 sampai 130 ksi (793 sampai 896 Mpa) yang tergantung pada diameter. Diameter baut kekuatan tinggi berkisar antara 0,5 1,5 inci (3 inci untuk A449). Diameter yang paling sering digunakan pada konstruksi gedung adalah 3/4 inci dan 7/8 inci, sedang ukuran yang paling umum dalam perencanaan jembatan adalah 7/8 inci dan 1 inci. Baut kekuatan tinggi dikencangkan (tightened) untuk menimbulkan tegangan tank yang ditetapkan pada baut sehingga terjadi gaya jepit (klem/clamping force) pada sambungan. Oleh karena itu pemindahan beban kerja yang sesungguhnya pada sambungan terjadi akibat adanya gesekan (friksi) pada potongan yang disambung. Sambungan dengan baut kekuatan tinggi dapat direncanakan sebagai tipe geser (friction type), bila daya tahan gelincir yang tinggi tidak dibutuhkan. Kecuali baut mutu tinggi di atas, ada juga baut biasa / baut mesin / baut hitam. Adapun standar mutu baut biasa adalah standar ASTM A307. Jenis baut seperti ini tidak diperbolehkan untuk bangunan struktur utama. Dengan mengetahui alat sambung baut maka perlu juga mengetahui kekuatan baut tersebut, khususnya terhadap arah gaya yang bekerja padanya. Secara prinsip baut lebih kuat menerima gaya tarik aksial dibanding gaya geser. Itu dapat dilihat dari tabel AISC berikut: Kecuali baut mutu tinggi di atas, ada juga baut biasa / baut mesin / baut hitam. Adapun standar mutu baut biasa adalah standar ASTM A307. Jenis baut seperti ini tidak diperbolehkan untuk bangunan struktur utama. Dengan mengetahui alat sambung baut maka perlu juga mengetahui kekuatan baut tersebut, khususnya terhadap arah gaya yang bekerja padanya. Secara prinsip baut lebih kuat menerima gaya tarik aksial dibanding gaya geser. Itu dapat dilihat dari tabel AISC berikut:

sumber :