Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Disusun oleh: Renaldo (23) Rinaldo Rusli (24) Rio Rheza (25) Rizky Riyaldhi (26)

SMA REGINA PACIS 2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini dengan sebaik -baiknya. Karena tanpa rahmat dan pertolongan dari -Nya, kami tidak akan menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Karya tulis ini disusun dengan tujuan melaporkan hasil pengamatan kami dalam praktikum biologi kali ini yang bertemakan Sistem Koordinasi Tubuh . Kami

berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Akhir kata, kami juga mengucapkan ba nyak terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kamidalam pembuatan makalah ini sehingga dapat terselesaikan.Seperti layaknya pribahasa Tak ada gading yang tak retak, kami menyadari bahw a makalah kam masi memilikikekurangan.Oleh karena itu kami sang at mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Bogor, 15 April 2011

Daftar Isi

Kata Pengantar ................................ ................................ ................................ ............. 1 Daftar Isi ................................ ................................ ................................ ....................... 2 Daftar Tabel ................................ ................................ ................................ .................. 3 1. Pendahuluan ................................ ................................ ................................ ............. 4 1.1 Latar Belakang ................................ ................................ ................................ ... 4 1.2 Tujuan ................................ ................................ ................................ ................ 4 2. Tinjauan Pustaka ................................ ................................ ................................ ...... 5 2.1 Sistem Saraf ................................ ................................ ................................ ....... 5 2.2 Neuron ................................ ................................ ................................ ................ 5 2.3 Susunan Sistem Saraf ................................ ................................ ........................ 6 3. Hasil dan Pembahasan ................................ ................................ ............................. 10 3.1 Hasil ................................ ................................ ................................ ................... 10 3.2 Pembahasan ................................ ................................ ................................ ...... 13 4. Kesimpulan dan Saran ................................ ................................ .............................. 14 Penutup ................................ ................................ ................................ ........................ 15 Daftar Pustaka ................................ ................................ ................................ .............. 16

Daftar Tabel

1. Kemampuan Koordinasi Mata Kanan dan Kiri ................................ ............................. 10 2. Kemampuan Kecepatan Pengenalan Anggota Tubuh ................................ ................. 11 3. Kemampuan Mempertemukan Dua Ujung Jari ................................ ............................ 12 4. Kemampuan Keseimbangan Tubuh Saat Berjalan ................................ ...................... 12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Sistem koordinasi adalah sistem pergerakan yang seimbang sesuai dengan perintah otak. Contohn ya: mengingat posisi anggota tub uh, berjalan dengan lurus di satu garis, dan lain sebagainya. Hal ini sangat sederhana namun banyak orang yang kurang memperhatikan hal tersebut .Karena itulah kami ingin mempelaja ri lebih jauh mengenai sistem koordinasi dengan cara melakukan berbagai percobaan dan tes test. Jika kami tidak mengetahui bagaimana cara kerja si stem koordinasi, kita akan kesulitan dalam beraktifitas. Bagaimana cara melatih system ini agar dapat tetap baik dan terjaga. Semua ada dan kami teliti dalam laporan ini. Oleh karena, itu secara garis besar latar belakang kami membuat laporan ini adalah untuk mempelajari sistem koordinasi, bagaimana cara bekerjanya, serta manfaat dari mempelajari sistem koordinasi dalam kehidupan masyarakat saat ini.

1.2

Tujuan Mempelajari pengertian sistem koordinasi beserta cara kerjanya dengan cara melakukan serangkaian tes yang berhubungan dengan sistem koordinasi dan menganalisis data yang didapat. 1.2.1. Tujuan Umum Tujuan umum dari percobaan dan pembuatan laporan ini adalah agar kami dapat mengenal lebih dalam sehubungan dengan sistem koordinasi dengan cara menganalisis hasil dari tes yang telah diuji coba. Dengan demikian kami dapat memberikan hasil penelitian kami kepada pemb aca sehingga bagi siapa pun yang membaca laporan ini dapat menjaga sistem koordinasi tubuh dengan benar 1.2.2. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari percobaan serta pembuatan laporan ini adalah kewajiban sebagai pelajar untuk menyelesaikan tugas berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.Selain itu percobaan ini juga dapat digunakan sebagai sarana belajar yang berhubungan dengan sistem koordinasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Saraf Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan -perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang har us dimiliki oleh sistem saraf, yaitu: Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabu t penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel -sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar. 2.2 Neuron Sistem saraf terdiri atas sel -sel saraf yang disebut neuron.Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan).Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson. a. Badan sel Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.

b. Dendrit Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang - cabang.Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi mengantarkan rangsangan ke badan sel. c. Akson Akson disebut neurit.Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang -benang halus yang disebut neurofibril.Neurofibri l dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel - selsachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan u ntuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan.Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin.Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan. Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu: a.Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan darireseptor yaitu alat indera. b.Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektoryaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang. c.Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satudengan sel sara f lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang.Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan.Hubungan antara saraf tersebutdisebut sinapsis. Sinapsis initerletak antara dendrit dan neurit.Bentuk sinapsis sepertibenjolandengan kantung -kantung yang berisi zat kimia sepertiasetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase.Zat -zat tersebutberperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis. untuk menerima dan

2.3 Susunan Sistem Saraf Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.Sistemsaraf pusat terdiriatas otak dan sumsum tulang belakang.Sedangkan sistem saraftepi terdiri atassistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. 2.3.1 Sistem Saraf Pusat a) Otak Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia.Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan.Bagian utama otak adalah otak besar ( Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri Masing-masing belahan pada otak tersebut disebuthemister.Otak besar belahan kananmengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkanotak belahan kiri mengaturdan mengendalikan bagiantubuh sebelah kanan. Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnyadi bawah otak besar.Otak kecilterdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalamberwarna putih.Otak kecil dibagi menjadi dua bagian,yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkanoleh jembatan varol. Otakkecil kegiatan. Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, danotak tengah. Batang otak terletak didepan otak kecil,di bawah otak besar, dan menjadi penghubung dua lapis, antaraotak yaitu besar dan otakkecil. danluar luar Batang otak kelabu berisi disebut karena neurit dengansumsum lanjutan atau sumsum penghubung.Batangotakterbagi menjadi lapisan dalam berwarna putih, banyakmengandungneuron.Lapisan berwarna berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuhdanmengkoordinasikan ke rja otot ketika seseorangakan melakukan

dandendrit. Fungsi dari batangotak adalah mengatur refleksfis iologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung,suhu tubuh,tekanan, darah, dan kegiatan lain yangtidak disadari.

b) Sumsum Tulang Belakang Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulaidari ruas -ruastulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yangkedua.Sumsum tulangbelakang terbagi menjadi dualapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalamberwarna kelabu.Lapisan luar mengandung serabutsaraf dan lapisan dalam mengandung badansaraf. Di dalam sumsum tulang belak ang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan sarafpenghubung.Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otakdan ke otak serta sebagaipusat pengatur gerak refleks. 2.3.2 Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawapesan dari dan ke sistem sarafpusat.Kerjasama antarasistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahancepatdalamtubuhuntukmeresponrangsangandarilingkunganmu.Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistemsaraf somatis dan sistem saraf otonom. a) Sistem Saraf Somatis Sistem saraf somatisterdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang sarafsumsumtulang belakang. Kedua belas pasang sarafotak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata,hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakangkeluar melalui sela-sela ruas tulangbelakangdanberhubungan dengan bagian -bagiantubuh, antara lainkaki, tangan, dan ototlurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot -otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berar ti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian -bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. b) Sistem Saraf Otonom Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita.Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung.Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, kar ena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke -1 sampai dengan ke-12.Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut :  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Memperlebar bronkus  Mempertinggi tekanan darah  Memperlambat gerak peristaltis  Memperlebar pupil  Menghambat sekresi empedu  Menurunkan sekresi ludah  Meningkatkan sekresi adrenalin Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral.Susunan saraf parasimpatik berupa jaring - jaring yang berhubung -hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.Urat sarafnya menuju ke organ tubu h yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil 1. Kemampuan Koordinasi Mata Kanan dan Kiri Saat Percobaa n Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Percobaa n Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Posisi Jari Kiri Atas Posisi Jari Kiri

Tepat

Kanan

Atas

Bawah

Saat

Mata Terbuka

Tepat

Kanan

Bawah

Mata Kiri Tertutup

10

Saat

Percobaa n Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tepat

Kanan

Posisi Jari Kiri Atas

Bawah

Mata Kanan Tertutup

2. Kemampuan Dalam Kecepatan Pengenalan Anggota Tubuh Saat Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mata Terbuka Nama Anggota Tubuh Tumit Siku kanan Belakang Leher Jambang Bulu Mata Tumit Pinggang Pundak Telapak Kaki Bokong Nama Anggota Tubuh Perut Alis Dagu Hati Mata Kaki Ketiak Ubun-ubun Pinggang Betis Pergelangan Tangan Gagal Berhasil Waktu (sekon) 1 1 0.6 2 1 0.5 0.8 0.6 0.8 0.7 Waktu (sekon) 0.6 0.5 0.5 0.6 0.8 0.4 1.1 0.9 0.6 0.5

Saat

Gagal

Berhasil

Mata Tertutup

11

3. Kemampuan Mempertemukan Dua Ujung Jari Saat Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Posisi Jari Belakang

Tepat

Depan

Atas

Bawah

Mata Terbuka

Posisi Jari Belakang

Saat

Tepat

Depan

Atas

Bawah

4. Kemampuan Keseimbangan Tubuh Saat Berjalan Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Posisi Tubuh Saat Berjalan Lurus Kiri Kanan

Saat

Mata Terbuka

Mata Tertutup

12

Saat

Percobaan Ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Posisi Tubuh Saat Berjalan Lurus Kiri Kanan

3.2 Pembahasan Berdasarkan data mengenai kemampuan koordinasi mata kiri dan kanan yang telah dilakukan, terlihat bahwa justru ketika salah satu mata ditutup jumlah posisi jari yang tepat lebih banyak daripada ketika kedua mata terbuka.Begitu pula pada percobaan kedua mengenai pengenalan anggota tubuh, jumlah yang berhasil lebih banyak ketika mata tertutup daripada ketika mata terbuka.Pada percobaa n ketiga yaitu mempertemukan kedua ujung jari, pada mata terbuka lebih banyak yang mengarah ke bawah, begitu juga ketika mata tertutup.Pada percobaan yang terakhir mengenai keseimbangan tubuh saat berjalan, terlihat perbedaan yang signifikan ketika mata te rtutup dan mata terbuka. Ketika mata terbuka posisi tubuh saat berjalan seimbang, sedangkan ketika mata tertutup posisi tubuh saat berjalan kurang seimbang

Mata Tertutup

13

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

1.

Kesimpulan Sistem saraf pada manusia sangat berperan penting dalam berbagai hal.Sistem

saraf berfungsi mengkoordinasikan gerak yang dilakukan tubuh.Selain itu sistem saraf juga berfungsi mengkoordinasikan mata kiri dan mata kanan, membantu daya pikir serta daya ingat, dan juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

2.

Saran Sistem saraf adalah salah satu sistem yang penting bagi manusia karena

berhubungan dengan segala aktivitas yang dilakukan oleh tubuh. Oleh karena itu, apabila ada kerusakan pada sel saraf, maka kemungkinan akan terjadi pula ketidaksetimbangan pada tubuh. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menjaga sistem saraf dan indera kita dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas tubuh.

14

Penutup
Kami berharap laporan yang telah kami susun ini dapat berguna bagi yang membacanya, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Diharapkan pembaca sekalian dapat lebih memahami baik pengertian, struktur, maupun cara kerja dari sistem saraf sesuai dengan tema yang kami angkat dalam percobaan kali ini. Kami mohon maaf yang sebesar besarnya apabila ada kata kata dari kami yang kurang berkenan bagi pembaca.Kami juga mohon maaf apabila data data yang kami sajikan yang kurang sesuai dengan harapan pembaca.Kami juga mohon maaf apabila laporan yang kami susun ini masi h jauh dari sempurna.Sekian laporan ini kami susun, kami ucapkan terimakasih yang sebesar -besarnya.

15

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf http://www.scribd.com/doc/6578595/Sistem -Saraf

16