Anda di halaman 1dari 5

Ciprofloxacin 500 mg Indikasi: Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin,

antara lain pada : - Saluran kemih termasuk prostatitis. - Uretritis dan serpisitis gonore. - Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid. - Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus. - Kulit dan jaringan lunak. - Tulang dan sendi. Kontra Indikasi: - Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya - tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui,anak-anak pada masa pertumbuhan,karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tulang rawan. - Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut - Pada penderita epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya. Komposisi : Ciprofloxacin 250 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin 250 mg Ciprofloxacin 500 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg. Farmakologi : Ciprofloxacin (1-cyclopropyl-6-fluoro-1,4-dihydro-4-oxo-7-(-1-piperazinyl-3quinolone carboxylic acid) merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolone. mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA gyrase bakteri, bersifat bakterisida dengan spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif. ciprofloxacin diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitas absolut antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh. metabolismenya dihati dan diekskresi terutama melalui urine. Dosis : 1.Untuk infeksi saluran kemih : - Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari - Berat : 2 x 500 mg sehari - Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari 2.Untuk infeksi saluran cerna :

- Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari 3.Untuk infeksi saluran nafas, tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak : - Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari - Berat : 2 x 750 mg sehari - Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari - Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari. - Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit. Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang. Peringatan dan perhatian : - Untuk menghindari terjadinya kristaluria maka tablet siprofloksasin harus ditelan dengan cairan - Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat keteranga pada dosis ) - Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan - Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. Efek samping : Efek samping siprofloksasin biasanya ringan dan jarang timbul antara lain: - Gangguan saluran cerna : Mual,muntah,diare dan sakit perut - Gangguan susunan saraf pusat : Sakit kepala,pusing,gelisah,insomnia dan euforia - Reaksi hipersensitivitas : Pruritus dan urtikaria - Peningkatan sementara nilai enzim hati,terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati. - Bila terjadi efek samping konsultasi ke Dokter HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jenis: Tablet

Siprofloksasin Apa Siprofloksasin Itu?

Unduh versi PDF

Siprofloksasin (ciprofloxacin atau sipro) adalah obat antibiotik. Antibiotik melawan infeksi yang disebabkan bakteri. Sipro melawan banyak jenis bakteri. Obat ini juga dipakai untuk melawan beberapa infeksi oportunistik (IO) pada Odha.

Catatan: Pada 2004, CDC di AS mencatat peningkatan dalam jenis gonore yang resistan terhadap sipro yang ditemukan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penggunaan sipro dapat tidak efektif untuk gonore, dan justru meningkatkan penyebaran jenis gonore yang resistan terhadap obat. Oleh karena ini, CDC di AS mengusulkan penggunaan antibiotik lain untuk mengobati gonore pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Mengapa Odha Memakai Sipro? Sipro dipakai untuk banyak infeksi bakteri yang berbeda. Obat ini berhasil terhadap beberapa jenis bakteri yang berbeda, termasuk infeksi yang resistan terhadap obat lain, termasuk penisilin. Banyak kuman hidup di tubuh kita atau umum dalam lingkungan kita. Sistem kekebalan yang sehat dapat menyerang atau mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh kuman tersebut. Namun, infeksi HIV dapat merusak sistem kekebalan. Infeksi yang mengambil manfaat dari kerusakan pertahanan kekebalan tubuh dikenal sebagai infeksi oportunistik. Orang dengan penyakit HIV tahap lanjut dapat mengalami infeksi oportunistik. Lihat Lembaran Informasi (LI) 500 untuk informasi lebih lanjut tentang IO. Sipro sering dipakai dengan antibiotik lain untuk mengobati MAC(mycobacterium avium complex), salah satu IO pada Odha. Lihat LI 510 untuk informasi tentang MAC. Odha dengan jumlah CD4 di bawah 50 dapat mengembangkan MAC. Jika jumlah CD4 kita di bawah 50, sebaiknya kita bicara dengan dokter tentang penggunaan sipro. Beberapa orang beralergi pada sipro dan antibiotik sejenis. Katakan pada dokter jika kita beralergi pada antibiotik apa pun. Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat? Jika kita memakai obat resep apa pun, kita harus menghabisi semua pil yang diresepkan. Banyak orang berhenti memakai obat jika mereka merasa lebih baik. Ini bukan langkah yang baik. Jika sebuah obat tidak mematikan semua kuman, kuman tersebut dapat berubah (bermutasi) sehingga mereka bisa kebal (resistan). Bila kuman menjadi resistan terhadap satu atau beberapa obat, obat tersebut tidak akan berhasil lagi di tubuh kita. Misalnya, jika kita memakai sipro untuk melawan MAC, dan kita lupakan terlalu banyak dosis, kuman MAC di tubuh kita dapat menjadi resistan pada sipro. Jika ini terjadi, kita harus memakai obat lain terhadap MAC. Bagaimana Sipro Dipakai?

Sipro tersedia dalam tablet dengan berbagai kekuatan. Tablet mengandung antara 100mg dan 750mg Sipro. Juga ada versi dengan nama Sipro XR, dengan isinya 500mg. Sipro juga tersedia dalam bentuk sirop. Sipro bentuk biasa dipakai setiap 12 jam, sedangkan versi XR dipakai sekali sehari. Takaran sipro dan lama penggunaannya tergantung pada jenis infeksi. Tablet sipro dapat dipakai dengan atau tanpa makan. Minum banyak air waktu memakainya, agar menentukan bahwa obat ini tidak berkumpul dalam ginjal. Jangan pakai sipro sekaligus dengan obat antiasam yang mengandung aluminium atau magnesium. Ini akan mengurangi jumlah sipro dalam aliran darah. Apa Efek Samping Sipro? Efek samping sipro yang paling umum adalah mual, diare, muntah, sakit perut, sakit kepala, ruam pada kulit, dan keresahan. Obat ini juga bisa menyebabkan pusing dan kantuk. Hanya sangat sedikit orang yang memakai sipro mengalami efek samping ini. Namun, sebagian besar obat antiretroviral (ARV) juga menyebabkan masalah pada sistem pencernaan. Sipro dapat memburukkan masalah ini. Sipro meningkatkan kepekaan beberapa orang terhadap sinar matahari. Obat ini juga dapat meningkatkan efek kafein, dan membuat kita ngeri dan gelisah. Pada kasus yang jarang, sipro dapat menyebabkan reaksi alergi yang dapat menjadi gawat. Antibiotik membunuh bakteri baik yang diperlukan dalam pencernaan makanan. Kita dapat makan yoghurt atau suplemen (makan tambahan) asidofilus untuk mengganti bakteri tersebut. Bagaimana Sipro Berinteraksi dengan Obat Lain? Sipro tidak diuraikan oleh hati. Jadi obat ini tidak banyak berinteraksi dengan ARV yang dipakai untuk menyerang HIV lihat LI 407 untuk informasi lebih lanjut mengenai interaksi. Namun, pastikan dokter mengetahui SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai. Obat antiasam dengan aluminium dan magnesium dapat mengurangi tingkat sipro dalam aliran darah. Jangan memakai antiasam sekaligus dengan sipro. Suplemen yang mengandung zat kalsium, besi, atau zink juga dapat mengurangi kadar sipro. Jangan memakainya sekaligus dengan sipro. Tanya pada dokter apakah sebaiknya kita tetap memakai multivitamin yang mengandung zat besi, kalsium, atau zink sekaligus dengan sipro.

Probenesid adalah obat untuk mengurangi tingkat asam urik. Ini pengobatan untuk pirai. Probenesid menyebabkan peningkatan tinggi pada kadar sipro dalam aliran darah. Sipro dapat meningkatkan kadar metadon, mungkin menyebabkan overdosis yang berat.