Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

pada hari Kemis Legi. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. Di kelak kemudian hari (ditinjau. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan. Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain. bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Raden Patah. Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Bisa kita maklumi. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung). yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup. Setelah Kerajaan ini jatuh pula. yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. ialah Sultan di Demak. Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram. Patani dan Sriwijaya. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. Oleh Pujangga. Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar.

Dengan demikian.Sejengkal tanah dikenai pajak. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka.Kuda suka makan sambal. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I. 11. sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih.Pasar kehilangan suara. Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. Pasar ilang kumandhang --. yakni Kitab Musarar. 10. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru.1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. terutama pujangga terkenal R. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --.Orang perempuan berpakaian lelaki. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini. 4.Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan). Tanah Jawa kalungan wesi --.Ng. Setelah mendapat pathokan/data baru. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. 8. Lalu dari hasil. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. Kali ilang kedhunge --. Jika kita teliti secara kronologi. 9. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini.Pulau Jawa berkalung besi. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi. ISI RAMALAN 1. 7. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. 5. raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. 6. 2. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu. Sekilan bumi dipajeki --.Perahu berjalan di angkasa.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. 3. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 . Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --. Jaran doyan mangan sambel --. Bumi saya suwe saya mengkeret --. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --.Bumi semakin lama semakin mengerut.. penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.

Banyak orang hanya mementingkan uang.Banyak perempuan menjual diri. 22.Malas untuk bekerja. Wong bener thenger-thenger --. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --. 26.Banyak ibu menjual anak. 43. 16. 38. Wong jahat munggah pangkat--. Barang jahat diangkat-angkat--. Randha seuang loro--. 21.Banyak orang lupa asal-usul. Lali kabecikan--. 45.Melepas nafsu angkara murka. Barang suci dibenci--. 19. 25. Lali kamanungsan--.Banyak ulah-tabiat ganjil. Kepingin urip mewah --. 47. Manungsa padha seneng nyalah--. Wong salah bungah --. 40.Saudara dan saudara saling khianat. 54.Orang-orang saling lempar kesalahan. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--. Lali sanak lali kadang--. Akeh anak wani nglawan ibu--.Inginnya hidup mewah.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.Kawan menjadi lawan.Yang jahat dijunjung-junjung. Akeh bapa lali anak--.Banyak pejabat jahat dan ganjil.Menantang ayah. 53. 5 . 18. Wong agung kasinggung--. Wegah nyambut gawe --.Keluarga saling curiga.Laki-laki naik tandu. 41. Wong ala kapuja--.Orang (yang) benar termangu-mangu.Orang (yang) jahat naik pangkat.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). Ukuman Ratu ora adil --.Perempuan menunggang kuda. Akeh wong wadon ngedol awake--.Hukuman Raja tidak adil. Kulawarga padha curiga--. Wong wadon ilang kawirangane--. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. Akeh janji ora ditetepi --.Lima perawan lima picis. 30. Dhudha pincang laku sembilan uang--. 17. Akeh ibu padha ngedol anake--. 31. Ngumbar nafsu angkara murka. 39. 48.Banyak janji tidak ditepati. Akeh wong ijol bebojo--. Akeh wong lanang ora duwe bojo--. 20.Banyak orang tukar istri/suami. 32. 27. 51.Orang (yang) salah gembira ria. 24. Luwih utama ngapusi --. Wong apik-apik padha kapencil --. 49. 28. Akeh manungsa lali asale --.Banyak laki-laki tak mau beristri. Nantang bapa--. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--.Banyak orang kerja halal justru merasa malu. Wong wadon nunggang jaran--.Yang suci (justru) dibenci.Lupa sanak lupa saudara. 42. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--.Orang (yang) jahat dipuji-puji. 46. Wong lanang ilang kaprawirane--.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.Orang yang baik justru tersisih.Dua janda harga seuang (Red. memupuk durhaka.perempuan hilang malu. Prawan seaga lima--.Banyak anak berani melawan ibu.Duda pincang laku sembilan uang. 36. 52. 33. 37. 13.Banyak perempuan ingkar pada suami. Kanca dadi mungsuh --.Lupa hikmah kebaikan.Lebih mengutamakan menipu. 14. Wong lanang linggih plangki--. 50. nggedhekake duraka --.Lupa jati kemanusiaan. 23.Sedulur padha cidra--. 29.Orang (yang) mulia dilecehkan.Banyak ayah lupa anak.: seuang = 8. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--. Akeh kelakuan sing ganjil --. 34.12.5 sen). 44. 15. 35.Laki-laki hilang perwira/kejantanan. Wong apik ditampik-tampik--.

Rumah maksiat makin dipuja. 69. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. 61. Akeh udan salah mangsa--. 100. Sing curang garang--.55. kulon. Ngakune suci. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara. Pedagang akeh sing keplarang--. Kana-kene saya angkara murka --.Ketika itu burung gagak dibilang bangau. 56. 87.Banyak orang baik makin sengsara. 60. Akeh bujuk akeh lojo--. 99.Banyak janda melahirkan bayi. Akeh randha nglairake anak--. 57.Rumah suci dijauhi. 6 . Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. 93.Banyak pengkhianat. 94. 84. Akeh anak haram---Banyak anak haram.Mengaku suci. 75. 92.Banyak tipu banyak muslihat. Akeh wong becik saya sengsara--. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.Banyak orang mengaku diri. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. selatan. Teka saka wetan.Perikemanusiaan semakin hilang.Pedagang banyak yang tenggelam. Akeh wong ngedol ngelmu--. Omah suci dibenci--. dan utara. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. 65. 62. 64. 83. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--. 66.Angkara murka semakin menjadi-jadi. 59. 73.Perempuan lacur dimana-mana. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.Yang curang berkuasa.Orang yang lugu dibelenggu. 96. kidul lan lor---Datang dari timur. 101. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. 68. 82. 74. Wong jahat saya seneng--. nanging sucine palsu--. celaka. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. tapi palsu belaka. Agama akeh sing nantang--. Akeh pengkianat--. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. 70. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. 58. 91. Wong jahat munggah pangkat--. 71.Banyak hujan salah musim. 89. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.Sedang yang jahat makin bahagia.Banyak anak lahir mencari bapaknya. barat. Prikamanungsan saya ilang--. 81. 76. Wong mulya dikunjara--. 90. 97. 67. 79. Omah ala saya dipuja--. 78. Sing jujur kojur--. 85. Akeh prawan tuwa--. 86.Banyak kutukan. 80. 88. 98. Wong lugu kebelenggu--.Durjana semakin sempurna. Akeh barang haram---Banyak barang haram.Di luar putih di dalam jingga.Banyak perawan tua.Banyak orang berdagang ilmu. 72. 95. Akeh wong ngaku-aku--.Orang jahat naik pangkat. Akeh laknat--.Agama banyak ditentang.Orang yang mulia dipenjara. Durjana saya sempurna--. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. Guru disatru---Guru dimusuhi.Yang jujur sengsara. Njabane putih njerone dhadhu--. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. 77. 63.

Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 120. 143. 126. 103. 110. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. 135. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. 124. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. 132. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. 123. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. 136. Ratu ora netepi janji. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. 118. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. 112. 129.102. 131. 113. 111. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 108. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. 122. 107. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. 114. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. 137. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 127. 115. 125. Sing wedi mati---Yang takut mati. 109. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. 119. 138. 116. 105. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. 106. 121. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 130. 139. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. 141. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 140. musna panguwasane---Raja ingkar janji. 7 . Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. 133. 134. 128. 104. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 142. hilang wibawanya. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. 117.

Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit. 152. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. Bejane sing lali. 186. 158. 151. 183. 162. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. 164. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. 169. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. beruntunglah si sadar. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. 148. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. 177. 178. Agama ditantang---Agama ditantang. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. 160. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. 175. 149. 155. 184. Akeh barang-barang haram. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.Pencuri duduk berperut gendut. Akeh wong edan. Maling lungguh wetenge mblenduk --. 173. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. banyak anak haram. 157. 145. 174. 185. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 156. 154. 146. 166. 159. 168. 181. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 179. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. 182. 150. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 165. 180. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. 170. 161. akeh bocah haram---Banyak barang haram. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. 176. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. 171. jahat dan hilang akal budi. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. 8 .144. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. 147. 153. 167. 163. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.Yang sewenang-wenang merasa menang. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.

207. 202. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. 206. 212. 215. 201. 198. 192.Belanda-Cina tinggal sepasang. 197. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. 193. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 199. 203. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 210. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. banyak orang bakhil. 213. 191. Akeh wong ijir. 209. 9 . Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. 196. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. 208. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. 204. 211. Landa-Cina kari sejodho --. 195. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. 190. 200. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.187. 188. 189. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. 205. 214. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. 194. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. Buruh mangluh---Buruh menangis.

jejeg. rakyat bersuka ria. (…. ….blogspot. bersenjatakan trisula wedha. padha asung bhekti. raja menyembah rakyat. bila menang tak menghina yang lain. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. ratune nyembah kawula. 173. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. andayani indering jagad raya. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. tak ada yang mengeluh kekurangan. memperkokoh tatanan jagad raya. nglurug tanpa bala. nora ana wong ngresula kurang. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. genaha kacetha kanthi njingglang. mumpuni sakabehing laku. Jika 10 . benar. segalanya tampak terang benderang. sing wis adu wirang nanging kondhang. berganti zaman penuh kemuliaan. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. memotong tanah Jawa kedua kali.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon.ngerahake jin setan. nugel tanah Jawa kaping pindho. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. centi wektu jejering kalamukti. landhepe triniji suci. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. hiya iku tandane kalabendu wis minger. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. para kawula padha sukasuka. jujur. bener. tajamnya tritunggal nan suci. yen menang tan ngasorake liyan. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). para pendeta juga pada memuja. itulah asuhannya Sabdopalon. mengerahkan jin dan setan. angagem trisula wedha. lurus. yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. kumara prewangan. jujur. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. para pandhita hiya padha muja. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). marga adiling pangeran wus teka. (menyerang tanpa pasukan. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon.

Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. yang meliputi segala wujud. mung nêtêpi jênênge Sêmar. begitu ditanya perginya kemana. nglimputi salire wujud. … Kalau paduka tidakpercaya. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. …. Tentu ini tidak kita kehendaki. botên rêmên momong paduka. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. tidak ada gunanya saya asuh. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. maka mereka berpisah. nama Manik Maya (Semar) itusaya. tidak senang mengasuh paduka. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok.. … Manawi paduka botên pitados. kang kasêbut ing pikêkah Jawi.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. kula wirang dhatêng bumi langit. ature ora lunga. itulah asuhannya Sabdopalon. anglela kalingan padhang. hanya ikutikutan. membuatnya samar.. nama Manik Maya.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. “Sabdapalon matur yen arêp misah. sing wis adu wirang nanging kondhang. malu mengasuh orang tolol. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). yang disebut dalam ajaran Jawa.”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya.…” (“…. tanpa guna kula êmong. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. wirang momong tiyang cabluk. punika kula. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. karsa dados jawan. hanya menetapkan namanya Semar. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga. …. kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. nanging ora manggon ing kono. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. akan tetapi tidak bertempat di situ. …”). jawabnya tidak pergi. kearab-araban. irib-iriban. saya malu kepada bumi dan langit. rêmên manut nunut-nunut. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur.

. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Naya artinya pandangan. dumugi saprikiumur-kula sampun 2. Sakutremdan Bambang Sakri. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “…. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. Genggong artinya langgeng tidak berubah. langgeng selamanya.. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata.” (“…. mencolo putri”. Sakutrêm lan Bambang Sakri.000 langkung 3 taun. Palon adalah kayu pengancing kandang. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. dados momongan kula.. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi.bertaqwa kepada Tuhan.532 tahun. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. Palon: pikukuh kandhang.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Sebelum manusia mengenal agama. ….”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. Dari apa yang telah disinggung di atas. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa. Genggong: langgêng botên ewah. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. run-tumurun ngantosdumugi sapriki. Sang Wiku Manumanasa. Siapa yang bertahta. Sang Wiku Manumanasa. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya.. …..”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”.. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2. Saat ini di tahun 2007. turun temurun sampai sekarang. Naya têgêsipun ulat. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. momong lajêr Jawi. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. Dados wicantênkula punika. Mulai dari leluhur paduka dahulu. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. …. salah berpikir atau salah 12 . kula momong pikukuh lajêr Jawi. …. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. dan jagad raya pada umumnya. …. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. menjadi asuhan hamba. tidak ada yang berubah agamanya.. …. langgêng salaminipun. botên wontêningkang ewah agamanipun.. Sintên ingkang jumênêng Nata.

Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. iya iku sing diêmong Sabdapalon. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. Ki Bodronoyo. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. nilar agami Buddha.. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 . turun paduka tamtu apês. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. nanging wong loro mau banjur musna. manawi sampun santun agami Islam. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. Jawi-nya hilang... keturunan Paduka akan celaka. jika sudah berganti agama Islam. rêmên nunut bangsa sanes. “aki”.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. meninggalkan agama Budha. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. agêgaman kawruh. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah). Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. Paduka perlu faham. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. dan lain-lain.” (“….dalam perbuatan.” “…. Sang Prabu diminta memahami. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya. suka ikut-ikutan bangsa lain. Sang Hyang Ismoyo. Jawi kantun jawan. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Paduka yêktos.berpegang pada kawruh Jawa. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Jawinipun ical.. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong.” (“…. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”.

ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. namun orang dua itu kemudian raib. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu. Sun sajekken putu kula. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Berkasakan rupi-rupi. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Yekti kula rusak sami. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). akan saya hancurkan. Nggih punika medal kula. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Merapi janji mami. Boten kenging kalamunta kaowahan. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi.) 3. Momong marang anak putu. Sadaya gilir gumanti. (Bila ada yang tidak mau memakai. Kula gantos kang agami.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Anggereng jagad satuhu. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang. Ratuning Dang Hyang Jawi. Karsanireng Jawata.Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Mung kula maturpetungna. Sagung kang para Nata. Yen durung lebur atempur. Sudah digaris kita harus berpisah. Yen wus prapta kang wanci. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Kang jurneneng Tanah Jawi. Ngrasuka agama Islam. Pratandha tembayan mami. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Wit kula puniki yekti.Gama Buda kula sebar tanah Jawa.) 2. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Itulah pertanda 14 . Sabda Palon matur sugal. Wit ing dinten punika. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Kula damel pratandha. Jangkep gangsal atus tahun. Sinten tan purun nganggeya. Ngganda banger ingkang warih. Baunya tidak sedap. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. Klawan Paduka sang Nata. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Ngidul ngilen purugira. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. Wus nyebar agama budi. “Yen kawula boten arsi. Wangsul maring sunya ruri. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Wus pinasthi sayekti kula pisahan.) 4. Ing benjang sakpungkur mami. Dereng lega kang ati. saya sebar seluruh tanah Jawa.

Kinarya amertandhani. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Wonten ing sakwasanipun. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin.kalau saya datang. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. Sinengkalan tahunira. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). kembali sebagai wujud dewa. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. Ginawe kang paring gesang. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. Allah SWT. 15 . Kaline banjir bandhang. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. Bebaya ingkang tumeka. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). Tan kenging dipun singgahi. Kemudian. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Sang Hyang Ismoyo. Sedaya pra Jawata. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Lawon Sapta Ngesthi Aji. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu.tengahipun. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Jerone ngelebne jalmi. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu).) 5. Wit ing donya puniki. Kelak Merapi akan bergelegar. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat.) 6. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Prapteng tengah. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Baunya tidak sedap. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. Tidak dapat bila diubah lagi. Sanget-sangeting sangsara. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Warata sa Tanah Jawi. Jagad iki yekti ana kang akarya. Upami nyabrang kali. Apabila angka tanggal. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Sebab dunia ini ada ditanganNya.Lamanya pergi selama 500 tahun. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. Sadha Siwa. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. yaitu Pulau Bali. Di dalam kawruh Jawa. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). dan Parama Siwa. Dari penelusuran secara spiritual. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”).” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. Sebelum pergi ke Pulau Bali. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. nama sebuah gunung di Jawa Timur. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara. penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. Beliau mendapat wahyu di Purancak. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan.

Bukit Payung. Tengkulak. kalah oleh anak baik seorang. Melah pelapanin mamunyi. Ponjok Batu. tingkahe mangelah mata. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. bacin tuara bakat ingsak. melah alepe majalan. guru reka. telu ne maadan garwa. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. tiga banyaknya yang disebut guru. Air Jeruk. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. eda bani ring kawitan. guru prabhu. baan suputra satunggal. Pakendungan.Suranadi (Lombok). Bukit Gong. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). korban suci yang seratus ini. patut 17 . Melanting. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. jangan durhakapada leluhur. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. banyaknya seratus. Rambut siwi. sebab kaki tak akan tersandung. kasor ento utamannya. kalah keutamaannya itu. da jua ulah malihat. guru reka. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. Ulu watu. utama orang yang membangun telaga. kidung atau kekawin. Dalem Gandamayu. Pangajengan. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. ring sang ngangun yadnya pisan. utama ngwangun tlaga. kasor buin yadnyane satus. patut tingkahe buatang. tong ada ngupet manemah. Pucak Tedung. dan lain-lain. sang sampun kaucap garwa. ajak dadwa nah gawenang. Bapa mituduhin cening. tingkahe menadi pyanak. Peti Tenget. tata cara menjadi anak. Pulaki. Masceti. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. Bukcabe. Amertasari. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat.Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. gunannya anggon malihat. guru prabhu. lakukanlah berdua. 3. guru tapak tui timpalnya. wangsane tong kaletehan. batise twara katanjung. tak akan ternoda keturunannya. Gowa Lawah. Tugu. tak ada yang akan mencaci maki. mamedasin ane patut. ring ida dane samian. orang yang disebut guru. dan tidak akan menginjak kotoran. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. satus reka saliunnya. Tuwi ada ucaping haji. 2. Uli jani jwa kardinin. 4. kepada semua orang. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Sakenan. lebih baik hati-hati dalam berjalan. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. oleh orang yang melakukan korban suci sekali.

sebenarnya untuk mendengar. waluya matetanduran. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat. keto cening sujatinnya. Tingkahe mangelah kuping. (bait 16). ditambah lagi tiada disukai masyarakat. Tingkah ne melah pilihin.betul-betul hina nilainya. 5. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. seperti menggunakan mata. hal yang benar hendaknya diucapkan.-. Nanging da pati adekin. resepang pejang di manah. hati-hati menggunakan. buka anake ka pasar. ne patut jwa ucapang. camkan dan simpan dalam hati. sok baru dapat mencium. mangulah maan madiman. mendengar kata-kata yang benar. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. tidak mau membeli yang rusak. katanjung bena nahanang. patuh ring ma mwatang tingkah. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. anggon ngadek twah gunanya. Ngelah lima da ja gudip. dan “SatrioPinandhito 18 . begitulah sebenarnya anakku.jangan berbicara sembarangan. gunan bibih twah mangucap. ningehang raosemelah. apang patute bakatang. 8.utamakan tingkah laku yang benar. tingkahe ngardinin awak. tata cara dalam bertingkah laku. twah ne melah tumbas ipun. agar menemukan keselamatan. de mangucap patikacuh. kemanapun di bawa tak akan laku.Memiliki tangan jangan usil. begitu pula dalam melangkahkan kaki. 10. bermaksud hendak berbelanja. masih ya nu mamilihin. seperti orang ke pasar. memperhatikantingkah laku yang benar.apang bisa jwa ningkahang. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. kija aba tuaralaku. jangan hentihentinya berbuat baik. baik-baiklah caranya merasakan. gunanya untuk melihat. maidep matetumbasan. ibaratnya bagai bercocok tanam. da manganggoang tingkah rusak. 6. kegunaan mulut untuk berbicara. kalau rajin menanam. wyadin batise tindakang. tuah anggon maningehang. pasti yang baik dibelinya. yen anteng twi manandur. 7. da maren ngertiang awak. joh pare twara mupuang. Awake patut gawenin. apikin jua nyemakang. tak mungkin tidak akan berhasil. Tingkah ne melah pilihin. 9. hatihatilah melangkahkannya. (bait 13) -. apang manggih karahaywan. (bait 12) -. (bait 11) Kegunaan punya telinga. da pati dingeh-dingehang. jangan semua hal didengarkan. saluire kaucap rusak.Jangan segalanya dicium. yatnain twah nyalanang. eda jwa mangulah laku. patutang jua agrasayang. twara nyak meli ne rusak. jangan hanya sekedar melihat. agar bisa melaksanakannya. (bait 15) -.Pilihlah perbuatan yang baik. sama halnya dengan memilih tingkah laku. buine tong kanggoang anak. kranannya mangelah cunguh. juga masih memilih.Pilihlah tingkah laku yang baik. agar selalu mendapat kebenaran. wantah nista ya ajinnya.

dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. TEGAKLAH GARUDAKU. Ronggowarsito. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. JAYALAH NEGERIKU. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?). ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. Semoga Allah ridho.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini.Ng. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Tidak perlu banyak perdebatan. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. waskitho.Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. para leluhur Nusantara. Jadi.

têmbang raras rum sêya prasaja. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam. tanetung lêbur luluh. yun darbeya miwah nimpêni. pan ingêmbun pinusthi ing cipta.--------------------. puruhita mring Raden Budi. Pan katêmben amaos kinteki. tuladhaning kawruh.ing lokhilmakful tulise. karya suka pirêneng jalmi. sinung têmbang macapat. sru Jawata.mangesthi amiluta. ing nguni anggêguru. pinirit tinuladha.mring tyas gung kumacêlu.R.Tandhanagara. kinarya cagak lênggahe.panggusthine tan mamang ing lair batin. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. mung kinarya ngarêm-arêmi. mring sagung ahli sastra. kiyai Kalamwadine. masa Nêm ringkêlnya Aryang. duta rehing guru. kinarya nglipur manah.T. sumungkêm lair batine.------------------. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). ngêbun-bun pasihaning Hyang. kêdah mêdharkên kawruh. Babon asli tinggalane K. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir. anganggurngêthêkur. sinung aran srat Darmagandhul jinilid. tarimanireng badan. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------. kinteki.org/?pg=articles&arti. myat Sinarkara sarjunireng galih. Surakarta. ngarêmnggennya dama cinubluk.. pan sumarah kumambang karseng Hyang. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. DHARMO GANDUL. biyasa mring dhawuh wêling gurune. sinambipanti.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 . trêwaca wijang raose. siwi.. ping trilikur ri Tumpak manis.agung nugraheng Hyang Suksma. Pan sinambi-sambi jagi panti. Sancaya kang windu.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. panitranira nuju. sêtyanglampahi dhawah. Wus pinupus sumendhe ing takdir. pan biyasa mituhu susêtya.------------------------. kyai Kalamwadi ngarang. myat carita dipangikêtira. sasêlanira ngupaya têdha. pangesthine ing awal akhir. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. sinung ilham ing alam sahir myang kabir. lêlêpiyanipun. dumadyaauliya. BÊBUKA. sasêdyanya kabul. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala. sawusnya winaos tamat. sagotra minulyarja. tinarimeng Bathara. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi. Ruwah Jewarsanira.

bab luruhe agama Islam. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya. sajrone lagi sih-sinihan.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. (Pada saat itu. kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti. ora ana maneh kang diaturake. (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. (Pada zaman kuno. mung kanggo pasêmon. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka. Tiap kali berkatakata. tidak ada hal lain yang dibicarakan. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. Sang Prabu lagi kalimput panggalihe.) Ing wêktu iku. maka saat sedang berdua-duaan. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja.) 21 . supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". (2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya. kajaba mung mulyakake agama Islam. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu. (Jawabannya Ki Kalamwadi. tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul". hanya sebagai perumpamaan. sedangkan nama Majapathit itu. dene ênggone jênêng Majapahit iku. mengenai agama Islam. sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). "Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti. ia menikah dengan Putri Cempa. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam. selain mengagung-agungkan agama Islam. sabên marak. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. nanging aku wis tau dikandhani guruku. Sang Prabu sedang dimabuk asmara. sarta nyuwun idi marang Sang Nata. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit.) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. Ia minta izin pada sang raja.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka. "Asal mulanya bagaimana. (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya.

para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan. Ia mengajar agama Islam di sana. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban.apa. Budi iku Dzate Hyang Widdhi. manusa ora bisa apa. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir. Surabaya. Orang Jawa di pesisir utara. diparingi têtêngêr Raden Patah. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat. Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. bisane mung sadarma nglakoni. Hawa iku karêping hati. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat. Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka.) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. baik bagian barat maupun timur. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. tetapi budi yang mengubah segalanya.penterjemah) . Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. Tuban. Putranya itu lahir di Palembang. IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. banjur ngrasuk agama Rasul.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah.) 22 . dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa. budi kang ngobahake. mula bisa dadi gurune wong Islam. banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat.(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. dan diberi nama Raden Patah. Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam. miyose putra mau ana ing Palembang. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi.

Saka ature Patih. Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. karena itu bersikap seolah-olah senang. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. diberi nama Babah Patah. têgêse pambabare ana nagara liya. namanya adalah Kaotiang. Padahal ia tidak benar-benar senang. disebut Bambang.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. yang artinya lahirnya ada di negara lain. tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. (Babah Patah. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka.Barêng Raden Patah wis diwasa. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. ia mengunjungi ayahnya. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. sêsêbutane: Kaotiang. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah. Hingga sampai sekarang. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. ana ing desa Bintara. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing.) Barêng wis sawatara masa. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib. sêsêbutane Bambang. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam.) Ature Patih kang mangkono mau. yen nglêluri lêluhur kuna. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya. putra raja yang lahir di gunung. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha. para nayaka uga padha mupakat. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu. Katêlah nganti tumêka saprene. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. banjur boyong marang Dêmak. mulane katone iya sênêng. mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya.) Ing nalika samana. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang. prayoga disêbut Babah. maka seharusnya disebut Babah. arane Raden Kusen. sênênge mau amung kanggo samudana bae. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. Jawa Buddha agamane.) Yen miturut ibu. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung.senang diberi nama Babah. (Kalau menurut ibunya. nanging sarehne ibune bangsa Cina. sowan ingkang rama. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku.

cêgah turu. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur. (Ketika waktunya telah tiba. belum memiliki keinginan buruk. maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. Apabila mengikuti rasul. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. tatkala telah berada di Demak. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. sirik cêgah mangan turu. dimana kemudian mereka digelari Sunan. iya kudu ditimbang ing sabênêre. kêpalangan banyu. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. Yen sarak rasul. Yen cêgah mangan rusak. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin. Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata. satêkane wetan kali banjur niti. masih menahan diri dari makan dan tidur. ia pindah ke Demak. Sunan itu artinya budi. saiki isih anawujuding patilasane.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih. lakune isih padha cêgah mangan.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora. mung nuruti rasaning lesan lan awak. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. isih kêna dinyatakake. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala. kali Brantas pinuju banjir. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. Apabila membaca atau mendengar. tetapi kok disebut Sunan. para ngulama sarake Buddha. Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati.niti agamane wong kono apa wis Islam. kok nganggo sêsêbutan Sunan. mula saka pangiraku iya nyata. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. apa isih agama Budi. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. durung padha duwe karêp kang cidra. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare. yakni ke desa Bintara.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. para ulama itu dikiranya Buddha. Sunan iku têgêse budi. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. wêtune saka engêtan. Makin lama agama rasul makin menyebar. kang ndherekakemung sakabat loro. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. Oleh sebab itu.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. Satêkane lor Kadhiri. 24 . iya iku ing tanah Kêrtasana. para ulama menjadi ingin memiliki gelar. melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan.

lan maneh iki wancine luhur. Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum. yen sampeyan ajêng ngombe". saya yang menjadi saksi. Selain itu sudah waktunya salat Lohor. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih. mereka terhalang oleh air. mulyakakeBandung Bandawasa." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. yaitu di tanah Kertasana.) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten.wajah lagi arêp mêpêg birahi. Bandung dianggap nabi mereka. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah. bukan Buddha namun mirip. "Jika begitu maka orang di sini sama. Gêdhah iku ora irêng ora putih. denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. yen pinuji dina Riyadi. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat. yen diombe nglarani wêtêng. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. padha sênêng-sênêng ana ing omah. ataukah masih menganutagama Budi. wong ing kono akeh padha agama Kalang.) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan.kali iki isih banjir. sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. kajaba uyuh kula niki imbon bêning. mêjanani marang dheweke. Yang ada hanya 25 . Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir.sama beragama Gedhah. "Carilah air minum di desa. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. Bandung dianggêp Nabine. kang ana mung bocah prawan siji. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu. pangrasane wong lanang arêp njêjawat.") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan. Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam. aku arêp wudhu. (Ki Bandar menjawab. Ketika tiba di utara Kediri. orang di sana agamanya Kalang. MBok Prawan salah cipta. arêp salat". banyune isih buthêk. kula ingkang nêkseni". (Menurut Ki Bandar. yang mulia." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya. Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. sarak Buddha mung sawatara. ing wêktu iku lagi nênun. sungai masih banjir dan airnya keruh. kula nêdha toya imbon bêning rêsik". tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah". "Baik.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang. Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut. Sunan Benang berkata. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon.

awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. Sehingga banyak desa. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani. saya minta air minum yang bening dan bersih. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. dan ladang. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. alas. ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa. dimana saat itu ia sedang menenun. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan. ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. Di sini tidak ada air minum. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. dan ladang yang rusak. satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. jika Anda ingin meminumnya. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut. sawah sarta patêgalan. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. selain air kencing saya yang bening.tansah digubêl anak putune.êndêlake kaprawirane. prawane aja lakiyen durung tuwa.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya. hutan. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. sawah. kang padha rusak. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang.seorang gadis perawan menjelang dewasa. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. akeh desa kang padha rusak. nganti kawêtu pangandikane nyupatani." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. Gadis perawan tersebut salah sangka. ngêndêl. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air. mula akeh desa. bangêt dukane. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. barêng kêna dayaningpangandika mau.) 26 . kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika. gawene nyikara marang para lêlêmbut. sawah. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. Sunan Benang mirêng ature sakabate. sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. ing panggonan kono disabdakake larang banyu.

nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. mulane didadekake patih. sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. duwe adhi jênênge kiyai Daka. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. kang uga ngêsotake wong ing kono. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. iya iku kiyai daha lan kiyai Daka. Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu.Sunan Benang. matur marang ratune. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara. satêkane ing Kadhiri. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. Lo têgêse kowe. (6) Jênênge Buta Locaya. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. caya artinya bisa dipercaya. segera pergi menjumpai Sunan Benang. dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. sehingga sang raja 27 . jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa. ngaturake kahanane kabeh. Wiwite ana sêbutan kiyai. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. kiyai Buta Locaya iku bodho. bisaa tumêka ing pati. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri. (Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. Ratune manggon ing Selabale. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. Lo itu artinya kamu. maune jênênge kiyai Daha. Oleh karena itu ia dijadikan patih. namanya adalah Buta Locaya. caya têgêse: kêna dipracaya. sarta dadi senapatining pêrang.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. dheweke diparingi Buta Locaya. dadi ora tansah ganggu gawe. barêng Sri Jayabaya rawuh. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah.

Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. kang anom aran panji Sarilaut. ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum.sangat mengasihi Kyai Daka. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri. 28 . sarta lakune barêng karo angin. lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha. diadhêp patihe aran Megamêndhung. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. sarta kinêbutan êlaring mêrak. ngrungkêbi pangkone. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing. didhawuhinglawan Sunan Benang. rumêksa kawah sarta lahar. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. arane Sunan Benang.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton. sarirane ngantikaya gêni. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin.

Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre. di bawah pohon sambi. sumêdya ganggu gawe. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre. "Aku tidak tertipu. 29 . dede pangagêm Jawi. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre. karena kedinginan. aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri. (Tidak lama kemudian. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre. dene mangangge pating gêdhabyah. Mereka berjalan secepat angin. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke.". Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre.katitik saka awake panas kaya mawa. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang.) Sakabat loro kang maune padha sumaput. dadi dheweke kawanguran karêpe. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku.(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. kowe apa padha slamêt?". wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?". jênêngmu Buta Locaya. sarta nganggo jênêng Sumbre. Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. (Buta Locaya terkejut bukan main. "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang.") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api. kiyai Sumbre mangkono uga. Kados wangun walang kadung?". Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang. aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. serta menyamar sebagai Sumbre. namamu adalah Buta Locaya. Ia kemudian berdiri di tengah jalan. amarga kaya dene cêdhak mawa. Sunang Bonang datang dari arah utara. Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang. (Sunan Bonang berkata. karena Sunan Bonang mengetahui namanya. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. banjur padha katisên.) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang. tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum.

Lelaki susah menemukan jodohnya. "Di sebelah timur itu. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. sawah. sêlaminipun awis toya. sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. dene omahku ing Benang tanah Tuban. namung kantun namaning dhusun. semua peninggalan telah musnah. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. ngêlih lepen. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. punika namanipun siya-siya botên surup. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. berapa banyak yang rusak. makatên wau saking sabda paduka. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. kok tingkah lakunya tidak sopan. dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. jênêngku Sayid Kramat. pintên-pintên sami risak. sabin. hutan.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab. Anda menyiksa anak cucu Adam. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9).) Kula badhe pitaken. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. menyiksa orang lain yang tak bersalah.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang. beda dengan adat istiadat Jawa. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. "Anda itu orang mana. Semua itu berasal dari kutukan Anda. 30 . wana. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya. Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. sungainya surut. yang tertinggal adalah nama desa itu. lepenipun asat. Itu namanya tindakan yang tidak berguna. Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. (Sunan Bonang berkata lagi. "Aku orang Arab. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah. sadaya patilasan sampun sami sirna. pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. sabab agama Kalang. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua. memindah aliran sungai. nyabdakakên ingkang botên patut. Sedangkan di sini. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. sedangkan rumah saya ada di Bonang. namaku adalah Sayid Kramat. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. paduka sikara botên surup. sikara tanpa dosa.") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. (Buta Locaya menjawab. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. têtêpe agama biru. lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. Tuban. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. iku prênahe ana ing ngêndi?". ngriki padukasotakên. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. yakni di desa Menang. prawan tuwa jaka tuwa. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. Anda kutuk selamanya susah air. mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan.

"Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. mula kaline banjur tak-êlih iline. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan.mula tak-sotake larang banyu. Itu namanya orang berengsek. "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut. maka Anda akan dihukum melarat sekali.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. melainkan lebih 31 . Anda tarik kembali kutukan Anda. karena saya minta air minum tidak boleh. ing ngriki sagêda mirah toya malih. karenanya merusak tanah. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah. mungkin yang dimaksud Tuhan . sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon. saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari. Oleh karenanya. paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu. amargi ngrisakakên tanah. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. Di sini menjadi melimpah air kembali. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. tepatnya agama biru. karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih.sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. Aku kutuk susah air. siya dahwen sikara botên ngangge prakara. yaitu gadis perawan kurang ajar itu. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. prawan baleg. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan." (Sunan Bonang berkata. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama. sesuai dengan titah dari Hyang Manon. punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. botên sapintên lêpatipun. (Sunan Bonang berkata. dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. sehingga bisa untuk bercocok tanah. Seandainya diketahui yang memiliki negara. yakni agama Kalang. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. karena tidak bersedia memberikan saya air minum. tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. botên timbang kaliyan kukumipun. air sungainya saya rubah alirannya. sugih sanak malaekat. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. muride Ijajil. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi". Sudah begini saja. aku njaluk banyu ora oleh. dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. kata-katanya menjadi keras. (Buta Locaya berkata lagi. punika namanipun tiyang dahwen". tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat. mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi.penterjemah) . Tidak sesuai dengan hukumannya. kene kabeh tak sotake larang banyu. Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami. Kesalahan tidak seberapa. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah.

apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali. Aji Saka tiyang saka Hindhu. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya.penterjemah). paduka tiyang saking 'Arab. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa. dikasihi oleh sahabat. Inggih sampun ta. Ya sudah. sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Aji Saka orang dari India. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. Paduka niksa wong tanpa dosa. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. Anda akan tinggal di sana. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. Di tanah Jawa ini. Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya. sanes alam kaliyan manusa. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa. botên tahan digodha lare. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. maka seharusnya berbudi luhur. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. sami damêl awising toya. dan berbeda dengan kalian yang manusia. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. lajêng paduka-ênggeni piyambak. Kalau sudah mati. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin. karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia. nggih niki margi paduka cilaka. kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. Mengapa Anda meniru Aji Saka. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya. paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi. khanseharusnya berbudi luhur. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. Kula niki bangsaning lêlêmbut. sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. mêsthi simpên budi luhur. nanging kok jêbul botên makatên.sedangkan Anda adalah orang Arab. Sama-sama membuat sulit air. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam. Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. yen sampun dados. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . saya minta dikembalikan seperti asal mulanya.tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. yaitu karena Anda dihina. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan. Anda menyiksa orang tanpa dosa.têluh kajêngipun pêjah sadaya.

ia mengancam Sunan Bonang. banjur nêpsu maneh. jika tidak bisa. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga. besok jika telah genap lima ratus tahun. buah sambi ini aku sebut cacil. dene gawe kasusahan warna-warna. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. Dan mulai saat ini. "Buta Locaya. nyikara wong kang ora dosa. ing kene desa ing Sumbre. aku pamit nyimpang mangetan. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran. Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal. kang lor jênênge desa Singkal. saya ini Sunan. woh sambi dadi warna loro kanggone.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. bijinya agar keluar minyaknya. besuk yen wus limang atus taun. maka sungai ini kembali seperti semula. "Harus dikembalikan sekarang juga. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. 33 .") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. Asam itu menjadi lambang ulat masam. dagingnya menjadi masam. Kawanguran têgêse kawruhan. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. paduka kula-banda". sarta susahe jalma lan dhêmit. aku pamit mau ke Magetan. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia. dene dhêmit padu lan manusa. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. buah sambi akan menjadi dua warna. karena kok seperti anak kecil berkelahi. kali iki bisa bali kaya mau-maune". (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali. daginge dadiya asêm.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. wijine mêtuwa lêngane. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. kamu tidak perlu mengajari aku. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki." ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali. Ing besuk dadiya pasêksen. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu.Islam akan saya santet agar mati semua. Sumbre sarta Singkal. yen botên sagêd. Saya akan minta pada Tuhan. maka Anda saya tahan di sini. "Sudah. dak-suwun marang Rabbana. yen aku padu karo kowe. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. maka berkatalah ia. (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya.

siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos. Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan.") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. iku pituture Raden Budi Sukardi. Sunan Bonang tiba di desa Bogem. Sumbre. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang.") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. kok berani bertengkar dengan manusia. Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. kula Ratu". wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. ngriku Sunan. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. buah trenggulun namanya kenthos.") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. saya raja. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya. Itu namanya makhluk halus sombong. rêca jaran êndhase digêmpal. Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran.(Setelah berkata demikian. (Sunan Bonang menjawab. Singkah artinya menemukan akal budi. prakara rusaking rêca". Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. guruku". karena berasal dari sabda Sunan Bonang. woh trênggulun jênênge kênthos. yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. (Ki Kalamwadi menjelaskan.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. dan Singkal. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi. Sunan Benang ngasta kudhi. saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene. Kawanguran artinya pengetathuan. ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. Ia berkata. jênênge dhêmit kêmênthus". rêca mau awak siji êndhase loro. "Hingga sekarang. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua. Letaknya ada di bawah pohon trenggulun. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. (Sunan Bonang berkata. (Buta Locaya berkata. dadiya pangeling-eling ing besuk. awit saka sabdane Sunan Benang.") 34 . Besok di jaman Nusa Srenggi. sebagai lambang tekadnya wanita Jawa. sintên ingkang sumêrêp rêca punika. benjing jaman Nusa Srênggi. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang. "Kamu itu bangsa makhluk halus.

) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling. "Anda itu benar-benar orang brengsek. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. ngantikaton abang mbêranang. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. Itu katanya Raden Budi guruku. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. aja tansah disajeni dikutugi. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab.Sunan Benang banjur tindak mangalor. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona. supaya jangan dimantrai. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya. Lahir dan bathinnya tersesat. dan tiba di desa Nyahen.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake. entah benar entah tidak. dene ana madhêp mangulon. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara.) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. sa-niki awon warnine. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. dhuwure ana 16 kaki. saka akehe kêmbange kang tiba. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat. sumure banjur digolingake. kajaba yen nganggo piranti. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak. ubênge bangkekane 10 kaki. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. Sunan Benang kang anggolingake. saupama diêlih saka panggonane. sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu. iku pituture Raden Budi guruku.Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. kêrsane arêp salat. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh." (Jawaban Sunan Bonang. dene Sunan Benang sawise. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki. bathuke dikrowak. dheweke nêpsu maneh. baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang. barêng wis wanci asar.") 35 . yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. Di luar desa itu ada sumur. (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya. Yang menyembah patung itu namanya kafir. timbul amarahnya kembali. Sunan Bonang yang menggulingkannya. êmbuh bênêr lupute". (Ki Kalamwadi menjelaskan. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen.

") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran.Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos. wontên ing rêca. wujude nggih tugu sela. bahwa itu hanya sebuah arca batu. botên kuwasa. langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" . badannya terasa segar. punika inggih langkung sasar". didelehi tugu watu disujudi wong akeh. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa. dipun sajeni. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. makluking Pangeran. botên gadhah daya. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah. yen punika rêca sela. ing kono pusêring bumi. Selain itu mereka makan bau harum.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. (Sunan Bonang menjawab. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. Wujudnya juga tugu batu.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. tidak punya daya apa-apa. mila sami dipun ladosi. karena itu dimantrai dan diberi sesajian. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu . memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. di situ terletakpusatnya bumi. sarta nêdha ganda wangi. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. "Orang Jawa itu khan sudah tahu. dipun kutugi. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru. Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. sehingga seharusnya mereka juga sesat. dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil.karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . Dibangun tugu dan disembah orang banyak.Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 . sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. sanes Hyang Labawalhujwa. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah. Anda siksa. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah. dados têdhanipun manusa. tidak punya kekuasaan apa. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun. wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah. bukan Hyang Labawalhujwa.

punika wajib dipun sujudi.sami nyungkêmi kabar. ketika mereka sudah melakukan kejahatan. sumêrêp saderengipun kalampahan. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. sintên sumêrêp asalipun badanipun. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. Ia juga menerima wahyu mulia. hanya percaya perkataannya para penipu. Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. sidik paningalipun têrus. manawi sampun nrimah nêmbah curi. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati. yang juga merupakan kekasih Allah. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. besuk yen mati oleh kamulyan". Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. (Sunan Bonang berkata lagi. punika kêdah dipunrêksa. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. pinaringan wahyu mulya. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha. kawruhipun sasar-susur. pengetahuannya amburadul. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos. padahal belum tahu keadaan di sana. "Ketahuilah. sami maujud piyambak saking sabda kun. tugu damêlan Nabi. ta. Siapa yang sadar akan asal usulnya. "Itu semua disebut dalam kitabku. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun. Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno. manawi panggenanipun raga pêtêng. Inilah yang harus diperhatikan. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa.) 37 . Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. orang tersesat menyembah tugu batu. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. tetapi apabila pikirannya gelap. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan. inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. entah benar entah salahnya. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah. Anda berpedoman pada kitab. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. sasar nyêmbah tugu sela.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. bêtuwah saking lêluhuripun. Orang mempercayai kitab Arab. petuah dari leluhur sendiri. mengetahui akal budinya. paduka pathokan tulis. sasar nêmbah tugu sela. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos. sumêrêp budi hawanipun. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. sami. tiyang Jawi pathokan sastra. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. punapa dora punapayêktos.

maoni adating 38 . Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. nanging dhêmit raja. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. mulya langgêng salamine. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. Silakan Anda ukur. Jika tidak mau pergi dari sini. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. bênteripun banter awis jawah. digdayanipun ngungkuli panjênêngan. tanah pasir mirah toya. kurang memakan pengetahuan akal budi. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. madya luwês wicaranipun. bila salah pukullah saya. asrêp lan bênteripun cêkapan. tandha kirang nalar. punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. yang kesaktiannya melebihi Anda. (Anda itu seperti orang tidak waras. rêmên nyikara niaya. kirang nêdha kawruh budi. mila minggat. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. yang pria tampan. Tanahnya panas. kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. serta jarang hujan. cukup hujan dan air. apa yang ditanam dapat tumbuh. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. wanitanipun ayu. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. Panjênêngan tiyang duraka. Anda itu orang durhaka. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut. tekad panjênêngan rusuh. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. wahai setan iblis. susah air. dados murid kula!". kangge rencang tumbasan. panjênêngan punapa botên badhe susah. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. mastani Mêkah punika nagari cilaka. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. (Sunan Bonang berkata. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. kula-aturi kesah saking ngriki. manawi tiyang ingkang ahli nalar. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. pertanda kurang nalar. nyade mulyaning nagari Mêkah. nyade umuk. rêmên niksa ing sanes. sapunika panjênêngan ukur. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. tanaman tidak bisa tubuh. manawi botên purun kesah sapunika. saya minta Anda pergi saja dar sini.Mila panjênêngan anganjawi. sitinipun panas. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. kula sumêrêp nagari Mêkah. Bicaranya juga luwes. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. yang wanita cantik. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. senang menyiksa orang lain. inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. tiyangipun jalêr bagus. Saya minta untuk pergi dari sini.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu. saking lêpat. negeri Jawa yang suci dan mulia. awis toya. badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. kowe setan brêkasakan". mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang.

panjênêngan enggala kesah. bunganya dinamakan celung. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag.uwong. woh dhadhap jênênge kledhung. Di sini membuat susah saja. buah dadap. murugakên awis wos. "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. Mulia dan abadi selamatnya. menyebabkan kekeringan. menghina adatistiadat orang lain. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. prajuritnya banyak yang tewas 39 . wontêning ngriki mindhak damêl sangar. Makin lama makin membuat susah saja. (Sunan Bonang berkata. tetapi raja makhluk halus. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. "Meskipun saya makhluk halus. Perang itu sangat ramai. karena salah maka melarikan diri dari sana. merusak barang yang bagus. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo. manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah. Niat Anda buruk.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang".") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil. Ratu wajib niksa. mengharubiru agama leluhur kuno. damêl risak barang sae. "Ya sudah. kalah kawruh kalah nalar". maoni agama. Setelah memberi perintah demikian. Sabdapalon dan Nayagenggong. menghina agama. kêmbange aran celung. (Buta Locaya menjawab dengan marah. Pasukan Demak tiga puluh ribu. namanya kledhung. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu. Ia diiringkan dua abdi terkasih. mbucal dhatêng Mênadhu". wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. buahnya kledhung. Membuat susah air. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. maka terburu-buru perjalanannya. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu. pergilah cepat-cepat. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. (Buta Locaya menjawab. nyudakakên toya". (Oleh karena itu hingga sekarang. uwohe kledhung. Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. nambahi bênter. Sunan Benang banjur tindak. dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit. Buktinya di sni membuat onar.") Mula katêlah nganti tumêka saprene. gemar menyiksa orang lain.") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. ngarubiru agamane lêluhur kina. belum saatnya maju perang. Di Arab Anda tergolong orang hina. Anda belum tentu mulia seperti saya. (Sunan Bonang lalu berpamitan.

Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. bertanding dengan Sunan Kudus. Adapun yang mau takhluk. akhirnya Patih Majapahit gugur. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. Orang-orang di sekeliling istana bubar. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. putra Arya Teja. tega merusak negara Majapahit. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Istri beliau asli dari Tuban. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Seberapa kuat satu orang sendirian. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. "Ingat-ingat orang Islam. kutiup kepala kalian. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Sunan Ngundung balas ditombak. Pasukan Majapahit lama-lama habis. kuajari kalian benar salah. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. yang menghadangterjungkal mampus. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an.berguguran. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. 40 . " Setewasnya Patih Majapahit. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. kucukur rambut kalian bersih-bersih. disuruh bersyahadat. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. para Sunan kemudian masuk ke istana. Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit. Kelak kubalas. seperti tugu baja. Setelah wafatnya Sunan Ampel. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. tewas. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. yang ada hanya Ratu Mas. hanya tinggal istrinya. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Sunan Ampel sudah wafat. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana. yaitu putri Campa. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. merebut negara melakukan pembunuhan. Sultan Demak berangkat ke Ampel. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Bangkai manusia tumpang tindih. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Mereka merampok sampai bersih. dikubur di sebelah tenggara istana. tidak ada yang ditakuti.

harus keluar dari keinginan diri sendiri. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. dengan berkata. tidak usah disuruh. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. Matamu itu berkacalah. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. Ingat-ingatlah asalasalmu. "Angger! Ketahuilah. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. Demikian ia berkata "Cucuku. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. Katanya anaknya Sang Prabu. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan.Beliau meminta restu." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. menangis seraya merangkul Sang Prabu. pasti hormat kepada ayah. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. itu beragama Islam. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. Berbeda matanya orang Jawa. tahu yang baik dan yang buruk. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. maka ia menjadi tahu benar dan salah. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. selain hanya Gusti Allah sendiri. Wong Agung Kuparman. ia wajib dijunjung tinggi. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. dan yang mengizinkan para Sunan. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. berwujud kertas atau patung batu. kamu dosa tiga hal. katanya. Gusti Allah bersifat rahman. Melawan raja dan orang tuamu. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. Kamu aku dongengi. sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. tidak tahu yang benardan yang salah. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. Orang Jawa matanya hanya satu. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. tidak berbakti kepada orang kafir. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah. punya mertua kafir. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. jawablah sebenarnya. kedua kepada raja yang memberi anugrah. Mengapa negara majapahit dirusak. serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. masih mempercayai agama kafir. agar tidak blero penglihatanmu. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama.

Kanjeng Nabi Dawud. akan tetap menjadi tuanya seorangraja. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. untuk menjadi raja di tanah Jawa. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. Tidak lama kemudian. sedangkan jika kamu nanti tua. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. masih melestarikan agama lama. Kata-kata saja koq dipercayai. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. di dalam merah. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. Aku akan bertanya sekarang." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. setiap hari makan manusia. kakekmu melarang. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. hanya kamu sendiri yang tahu. Itu bukan patokanmu. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. tetapi putihnya kuntul. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. maka kemudian dimusuhi. Jika demikian caranya. karena keinginanmu menjadi raja. seluruh kata-katamu lidah api. hanya mengandalkan surban putih. ayahanda disia-siakan.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. "Tindakanmu itu makin salah. bahwa ia belum memohon pindah agama. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. lahir batin tidak salah. Ketika kakekmu masih hidup. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. meskipun melawan orang tua. Para Nabi di jaman kuno. mentang. Itulah yang dinamakan hukum Allah. tetapi tidak berkenan. Berani kepada orang tua. aku tidak berwenang mengizinkan. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. Aku sudah tuwa tiwas. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. nanti buwana balik namanya. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa. wasiatnya kamu langgar. hanya menurut perkataan buku. Orang mengembara kok diturut perkataanya. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. Tidak seperti tekadmu. Sekarang kakekmu sudah wafat. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. ia memburu-buru tahta ayahandanya. aku rakyat kecil dan hanya perempuan. kesusahannya tidak dipikir. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . yang putih hanya di luar. putranya menginginkan tahta ayahandanya. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. pun bukan buku dari leluhur. tetapi posisinya sebagai orangtuanya. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa. coba keluarkan apa mukjizatmu.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama.

Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. kutukannya pasti makbul. Para santri bermain rebana dan berdzikir. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. jangan dipaksa. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. Tapi kamu kok mau menjalani. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. pasti ia akan membela kepada ayahnya. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. pahlawan pemersatu Indonesia itu. tidak lama kemudian mati. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. yang demikian itu hukum Allah". dan benci kepada Dewata Cengkar. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. Pertama memusuhi ayah sendiri. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. lagi pula kehilangan ayah. selama hidup namamu buruk. serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. tersenyum sambil menganggukangguk. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya. semua menemui sengsara. [Majapahit. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh. matimu pasti masuk neraka. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. Akan tetapi apabil tidak berkenan. Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. Apa lagi seperti kamu. Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit. Ajisaka diangkat menjadi raja. Setelah itu. dan berubah menjadi buaya. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa. tetapi semua sudah terjadi. Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. kamu pasti celaka. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. 43 . kedua membelot kepada Raja. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. itu saja sudah berat tanggunganmu. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian.Jawa bernama Aji Saka. tercebur ke laut.

karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. Dari sumber lain. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. dan mempunyai perangai yang halus.red. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. Sunan Giri kemudian menyambung. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. karena tidak mau pindah agama Islam.Mendengar hal itu Sunan Bonang. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu. :"Hamba diutus putra Paduka. Perjalanannya terlunta-lunta. hanya diantar dua sahabat. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. Sabdapalon. dalam batin merasa (sedikit. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. jangan di tanah Jawa. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel. Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya.

: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. Paduka inginkan beristirahat dimana. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. diikat dipucuk rambut. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. dan punya belas kasih kepada orang 45 . di gunung mana Paduka ingin tinggal. Kemudian ia berkata lembut. Karena semua telah terjadi. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan.memerintah negeri. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. Apabila sudah siap semua prajurit. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. kecuali hanya ampunan Paduka. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata."Sekarang aku akan ke Pulau Bali. Kata-katanya hanya manis di bibir. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. Namun semua telah terjadi. lamis semua. Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh. dimasukkan dalam ubun-ubun. tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. menjadi jimat yang dipegang erat. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja. disembah para bupati. :"Aku sudah dengar kata-katamu. Jika Paduka berkenan pulang. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi. menyianyiakan orang tua tanpa dosa. Kini putra Paduka ingat. tetapi tidak tahu aturan. menurut kesenangan Paduka. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. diminta dengan tulus. menambahi cahaya nubuwat yang bening. bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. serta ingat kepada kebaikanku. Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata." Sang Prabu Brawijaya bersabda. agar buta mataku ini. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. Itu pun jika Paduka berkenan. Dulu-dulu aku beri hati. Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. tetapi tidak tahu jalan. apalagi yang dimohon lagi. berani durhaka kepada ayah raja.

Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka. kupertimbangkan saranmu. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. si Patah menghadap kepadaku. Sahid! Alangkah sedih hatiku. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. sudah kenyang menjadi raja. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. Pagi sore dibokongi sembahyang." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. besok hamba yang tanggung. lalu ingin menjadi raja. Kupikirkan baik-baik. Ia berkata dalam hati. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu." Sunan Kalijaga sangat prihatin.:"Mustahil jika demikian. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. bersiaga mengangkat senjata." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air. karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia. :"Sahid! Duduklah dahulu. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering. baik dan buruknya. menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan. Berat sabdanya. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. ketiga pemberi anugerah. menepati sumpah sejati. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. Aku sudah tua renta. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. memusuhi raja dan bapa." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. kemudian memanggil para raja. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. aku kemudian ditangkap dikebiri.:"Coba pikirkanlah. tidak tahu diri. benar dan salahnya. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata. hatinya tersentuh juga.tua ini. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku. pasti akan terjadi perang besar. :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. Aku ini raja binatara. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang. maka ia mohon agar dibunuh saja. orang sudah tua-renta. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. tidak memakai dua mata. hanya menepati satu kebenaran. kulit kisut punggung wungkuk. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya. disuruh menunggu pintu belakang. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit. Lain hari lupa. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. Aku tidak malu. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. diminta dengan baik-baik.

karena apabila hanya lahir saja. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. turuntemurun sampai sekarang. "asyhadu ala ilaha ilallah. rambutnya tidak mempan digunting. jika tidak mengetahui artinya syahadat. Pedoman orang Islam itu syahadat. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul.Paduka. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. kedua tahu makanan. coba ucapkan biar aku dengarkan. Yang pertama pengetahuan badan. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. Tidak ada yangberubah 47 . rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. Sunan Kalijaga lantas berkata. Sang Prabu dimohon Islam lahir batin." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. tiada Tuhan selain Allah. keluarnya rasa hidup. aku koq belum tahu. Rasa termasuk lesan. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya. rasul naik ke surga. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata. "Syahadat itu seperti apa. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. maka rambutnya bisa dipotong. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. artinya Rasul rasa. Kewajiban manusia menghayati rasa. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. artinya aku bersaksi. lullah. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. tidak memuji Muhammad di Arab. Rasul adalah rasa kang nusuli. Mulai dari leluhur Paduka dahulu. ruh Muhamad Rasul. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara. Toh hanya soal agama. karena asyhadu alla. Kalau kalian mau. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan. itu menyembah berhala namanya." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. keluar dari badan yang terbuka. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon. luluh menjadi lembut. Sang Wiku Manumanasa. Sakutrem dan Bambang Sakri. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir. dan mengucapkan asma Allah. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah.

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

Kiwa artinya. tidak membuat tidak memakai. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta. jika sudah pisah raga dan sukma. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. perahunya sudah hancur. jika saya ingin mewujud. menempel pada besi. Timbangan artinya salang. Adam atau wujud bisa sama. Labung. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. yang lebih baik dari yang lama. Meskupun suksma manusia. budi kemudian berganti baitullah. kayu batu. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. ganti tempat baru. Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam. yang lurus kiblatmu. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. baik dan buruk. maka manusia harus yang waspada. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. jika Paduka mencaci. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. Pundak itu panduk. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. nafas memuji kepada Gusti. kemudian bangun lagi. di dunia hanya sekedar memakai raga. Raga hamba itu sifat Dewa. Jiling itu puji eling kepada Gusti. Walikat. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. hidupnya ganti ruh baru. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. Tepak artinya tepa-tapa-nira. kehendak Adam. ulatana. Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. Punuk artinya panakna. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. bisa hilang seketika. menjadi iblis menunggu tanah. hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi. raga iki isi hawa kekajengan. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. laleren gegermu kang nggligir. Sungsum artinya sungsungen. tidak wenang mengukuhi mati. hidup langgeng yang tidak bisa mati. cela mati Paduka. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. lahir batin. ingat hidup mati. terjadi dari sabda kun fayakun. purwa benar dan salah. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. Demikian itu bunyi serat tadi. ingatlah asal-usul manusia. walikaning urip. Jika pisah sukma dan budi.dengan Gusti. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. keblat utara benar satu. bisa untuk bekal hidup. 51 . tidak ada manusia. tidak percaya kepada takdirGusti. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. menjadi rakyat Sang Raja. Jika Paduka mencela. terjadi dari sabda kun. dari manusia menjadi manusia. meskipun sukmanya hewan. waktu Dewa menyambung umur. itulah wujud hamba. beruntungnya kaya daging. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. Mata artinya lihatlah batin satu. Tengen artinya tengenen kang terang. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. Paduka tetap kafir. Ula-ula. Disebut dalam Serat Anbiya. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. tetapi jika tekadnya melenceng. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. jika beroleh buah kuldi banyak. jadi tinggal kehendak hamba saja. alam manusia itu sampungan. matinya tersesat menjadi kuwuk. apabila beroleh buah pengetahuan banyak.

bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. air kencing hamba. yang bernama Manik Maya itu hamba. lihat bagaimana baunya. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. suka menurut ikut-ikutan. "Tidak jauh tidak dekat. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. Itu hamba yang membuat. aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi." Sang Prabu bertanya. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. karena air sumber baunya wangi. keluar apinya serta ada kawahnya. Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. karena agama Islam itu sangat mulia. suka ikut bangsa lain. Jawa tinggal Jawan. tinggal asma meliputi badan. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. seperti yang sudah dikatakan. silahkan Paduka jalani sendiri. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. keturunan Paduka akan celaka. berisi air panas dan air tawar." "Bagaimana ini. "Ikut agama lama. langgeng selamanya. Jadi bicara hamba itu. aku malu apabila ditertawakan bumi langit. Paduka bayangannya. yang membuat bumi dan langit. 52 . Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. tetapi juga tidak berkumpul. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. Puncaknya pun kemudian berlubang. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. badan Sabdapalon. tidak muda tidak tua. Jika paduka tidak percaya. Semua sudah jelas. hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. sudah disaksikan Sahid. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. Sejati tunggal budi. tetapi apabila baunya tidak wangi." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. dan badan. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. Paduka wujud sifat suksma. Tiga-tiganya itu satu. sudah wangi. Apa cacadnya agama Buda. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. Paduka dijerumuskan. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang. kentut sekali saja. Jika air tadi bisa berbau wangi. langgeng selamanya. hawa. Naya artinya pandangan." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih. meninggalkan agama Buda. tidak mati tidak hidup. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. hendak menjadi jawan. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. Hidupnya meliputi dalam matinya.Coba Paduka tunjuk. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. Seperti anakanak. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. tanpa guna hamba asuh. yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak. tidak terpisah. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba. Palon kayu pengancing kandang. artinya hilang. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. hamba tidak ikut-ikutan. apinya banyak yang keluar. Gunung-gunung hamba kentuti. malu mengasuh manusia tolol. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba." "Iya sudah. besarnya api di bawah tanah. Hamba wirang kepada bumi langit. Genggong artinya langgeng tidak berubah. yang disebut pedoman Jawa. aku sudah terlanjur masuk agama Islam.

Esok harinya tabung itu dibuka. tidak berwewenang memulai kehendak. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. (=tiba-tiba menghilang. besok. ingat kepada agama Buda lagi. Walaupun tumbuh kecil saja. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. satunya diisi air sumber. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. "Kamu cela sudah tanpa guna. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. hujan kembali seperti jaman Buda. airnya dicium masih wangi. Sang Prabu bersumpah. Prabu Brawiaya kemudian pergi. dan kembali mau makan buah pengetahuan. bulan depan bulan tidak kelihatan. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam. biji mati tidak tumbuh. Sejak hari ini hujan sudah berkurang. yang satu diisi air tawar. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. tambah panas jarang hujan. jika bau harumnya hilang." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. tetapi kedua orang tersebut musnah. hanya menepati yang namanya Semar. karena paduka yang salah. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi. sudah disaksikan oleh si Sahid." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Air sumber tadi untuk pertanda. sekarang hanya kamu kutanya. Dewa kemudian memaafkan. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. pasti sengsara. Sang Prabu istirahat di sana. membuat bingung para petani." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. besok apabila ada orang Jawa tua. hujan salah musim. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. banyak manusia suka menipu. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong. "Sejak jaman kuno. Lama beliau tidak berkata. yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. anglela kalingan padang. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. Besok apabila sudah bertaubat. ditolak oleh Dewa.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. Coba Paduka saksikan. 53 . artinya meliputi sekalian wujud. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. suka menyembah batu. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. hanya untuk makanan burung. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. berpengetahuan. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. padi seperti kerikil. karena sudah terlanjur. Berkurang hasil bumi." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. jika bau wangi hilang. bila laki-laki menurut perempuan. Tabung setelah diisi air. Sabdapalon berkata sambil meludah. kembali ke agama Kawruh. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. tetapi tidak berada di situ.

Sang Prabu kemudian berkata. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. "Prabalingga di besuk namanya dua. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Prabu Jimbun. "Hamba putra Paduka. seperti yang sudah diceritakan di depan. maka kemudian pergi ke Majapahit. perangnya akan kalah. mendekatlah kemari." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan." Jangan menangis. Menghadaplah ke Demak. buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Jangan ada perang berebut tahtaku. Baik buruk jangan ditolak. Air yang tawar masih enak. Sesampai di Demak. Sang Prabu beristirahat di sana. Tetapi tinggal sedikit. mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. karena hanya akan membuat kekacauan dunia. Sakitnya Sang Prabu semakin parah.Pagi harinya air dicium masih wangi. Bondhan Kejawan. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. jangan ada perang. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Nanti kuberi tanda tangan. Esok paginya air itu dilihat lagi. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. tetapi kemudian sakit. karena kerap diminum di jalan. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. Prabalingga dan Bangerwarih. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. tetapi berbusa harum. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. Sampai di Prabalingga. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. Sang 54 . Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. melaporkan tingkah laku cucunya. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan. "Sahid. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). Merasa tidak enak pikirnya. Putra raja Majapahit. lalu dibuang. tidak jelas ke mana larinya. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. disitu juga istirahat semalam. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Jangan ada yang memulai perang setelah aku." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. Sang Prabu bertanya. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi." Sang Prabu kemudian merangkul putranya. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun.

Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu. "Sahid. "Celaka kamu Jimbun. nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. Sudah Sahid. semua wasiatku tulislah. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. wulan artinya cahaya dunia. Bisa mencelakai hidup. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. serta tidak dianggap laki-laki. Apabila masih kemilau cahaya rembulan. sampai aku disia-siakan seperti ini. setelah aku tidak ada. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya." Sang Prabu setelah bersabda demikian. besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. "Sastra artinya tulisan. terus wafat. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain. Dan lagi pesanku kepada kamu. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. kuberi izin. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. dalam berperang mendua hati. dan Raksasa. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan.Prabu kemudian berkata. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . membela ayah merebut tahta. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak. Maka kutinggikan Putri Cempa. Jawa. Karena akan menginjak Gustinya. Aku titip anak kecil ini. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. Seketurunannya asuhlah. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi. tidak melihat wafatnya ayahanda." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. "Ya. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo. Nyai Ageng berkata. Bila ada untungnya. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. tangannya kemudian bersedekap. Cina." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. Maka wasiatku. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. Dan lagi pesanku. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat.

Semua itu untuk menutupi rahasia raja. Apabila dipikirkan sangat memalukan. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. Demit artinya samar. yaitu ganti agama. ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. Artinya. setelah dibuka berbunyi menggelegar. giginya gemeretuk. seorang putra memusuhi ayahandanya. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. dan demit. tawon. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. remit. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar.meneteskan air mata berat. Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. tawon. orang Majapahit geger karena ditenung demit. Adapun jelasnya demikian. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. Keduanya terhenyak. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan. dan demit. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. akhirnya menyengat dari belakang. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon. rungsid." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. Tidak cocok lahir batin. wajahnya merah seperti api. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. balas merusak. Hutan angker banyak demitnya. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan). Artinya Palembang itu mlembang. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). menyamar hanya untuk 56 . Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak. keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. agar tidak memperpanjang rasa malu. siapa yang mendengar pasti marah. karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. Demit itu juga TUKANG SANTET. senjatanya berada di anus. agar jangan mengganggu di belakang hari. Sesudah diberi. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. marah. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. karena banyaknya tikus. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. Adapun kenyataannya.

Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. babi hutan itu juga bernama andapan. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. Maksudnya diam marah saja. Tuma artinya tuman `terbiasa'. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . sampai Sang Prabu tidak habis pikir. ( . Tidak berpikir benar dan salah. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. tetapi juga para wali lainnya.. Setelah negara pindah ke Demak. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir.menghadap ketika hari raya grebeg. sifatnya sia-sia. Waktu itu diberi pangkat. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa. Asalnya Jawa. penjelasan kitab manik Maya. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. dosanya lahir batin. Mereka semua memberontak dengan licik. tidak berkenan melawan dengan perang. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. Mereka dikejutkan. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja. keadaan di Jawa juga berubah. senang minum darah. karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. Kebo artinya kerbau. yakni raja kaya. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. terdengar sampai ke negara mana-mana. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Artinya lihatlah tengkukmu. ibumu putri Cina. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja.. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak. Kombang artinya diam tapi suaranya riuh.. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Sembilannya Adipati Demak. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. Prabu Brawijaya disindir. Orang Majapahit tidak siap senjata. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya.

] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil. dihimpun oleh KRT Kertonegoro.. pembangunan perumahan. kereta api. iblis muncul/jahat. orang membeli membujuk yang menjual. barang publik disimpan pribadi. banyak manusia berwatak iblis/ serakah. sing dodol akal-akal. pasar hilang gaungnya. Akeh barang lumebu luweng. untungnya yang ingat. wong tuku ngglenik sing dodol. untungnya yang lupa. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. masih beruntung mereka yang sadar. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. jaran doyan sambel. Tanah Jawa kalungan wesi. samangsa tanah jawa. kereta roda papat setugel. tanah Jawa berkalungkan besi. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan. menungsa sara. prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. bejane sing lali. Iblis mendhilis. iblis menjelma manusia. wong bener thenger-thenger. kereta roda empat separo. banyak orang kelaparan dan buta. 120. yaiku mretandhani tekane jaman. kali gedhe ilang kedhunge. bejane sing eling. perahu berjalan diatas angkasa. Rawa dadi bera. titikane nganggo kethu bengi. orang benar melompong bengong. Mula den titenana. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. mulai korupsikolusi – nepotisme. ajejuluk sarwa agung edi. sungai hilang lubuknya. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. ora duwe wirang marga kapeksa. [Rawa menjadi kering tandus.CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. Iblis manjalma menungsa. nanging isih beja sing waspada. kababare jangka Jayabaya amrepeki. mengku ratu wis ora bapa. reklamasi pantai. kuda suka sambal. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. tak punya rasa malu karena terpaksa. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi. kendaraan roda dua mulai beredar. 58 . itu pertanda datangnya jaman. [ Banyak barang masuk lubang. akeh wong kaliren lan wuta. 118. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. bisnis dengan bisik-bisik. yang menjual banyak akal]. 117. manusia sengsara. pesawat terbang. asesilih ratu bengi. rakyat kerja keras bagai kuda. Yogyakarta. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. 119. pasar ilang kumandhange.

digdaya tanpa aji apa-apa. sugih tan abebandhu. anak2 yang beringas melotot. tuyul buruk. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. Pantes yen apeparab bupatining prang. bergelar serba agung dan indah]. tandanya memakai peci malam. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . tak kena guna-guna. lamun menang tan angasorake liyan. nanging cures ludhes merga lemes. ditakdirkan mati tak kena peluru. bila menyerang tanpa pasukan. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. yen nglurug tanpa bala. sisaning gurenda. thuyul ambregudul. ratune atine cilik. yang berani menentang bakal malu. tan kena penggawe ala. Interpretasi: Munculnya Sukarno. disusuli suara bende baja]. dentuman meriam. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. sinendhal sinambi miring. adhepe pondok tan karuwan keblate. yen nitih ing wetenge turangga. 121. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. na’asnya lawan setan. bendera merah putih dan simbol garuda. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra. memakai peci hitam. kelemahannya wanita cantik menggoda. bertanda gambar margasatwa. benderanya berwarna merah putih. 124. jembatan angin Priyangan. mula ywa ngerti jangkane jaman. [Pantas bernama komandan perang. dan Inggris 123. nanging apese mungsuh setan. disusuli swarane bendhe waja.[Maka harap diingat/dicermati. bocah cilik2 pating pendelik. bila menang takkan merendahkan lawan. kaya tak berharta. terhentak sambil miring. kretekan bayu Priyangan. sang ratu bernyali kecil. abandha-abandhu nanging nora duwe. titihane turangga asikil lima cacahe. mudah tergoda wanita. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. sing wani bakal wirang. bertumpuk harta namun tak memilikinya. [Rumah2 tak beraturan arahnya. menaiknya di perut kuda]. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. namun binasa karena lemas. 122. angundamana bala sabrang sing doyan asu. matinya karena terjepit sekerat daging]. berjuluk raja malam. kendaraan kuda berkaki lima. patine marga kejepit sekiling daging. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. sakti tanpa azimat. warnanya serupa wajah Baladewa. sinabda mati tan kena mimis. Panglima Tertinggi dsb. tak tahu gelagat jaman. tinengeran gambare raja-kaya. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam. ulese kaya pasuryane Baladewa.

konglomerat cina). dimana orang kaya merasa takut. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. sumsume iwak lodan munggah ing daratan. iku tandha praptane jaman. wong bodho dadi priyayi. (Buana Minggu. duwe bala lan prajurit. seragam hijau. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. karena dapat menyebabkan keributan. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. pasti ramai. ditarik kereta tanpa kuda. punya pasukan dan prajurit. bisa krasa digdaya tanpa aji keling. asmane bisa ngramekake. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. amarga tutup kuwali lumuten. pindha tawon gung. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. nama bisa bikin ramai. 129. 27 Desember 1998:) 126. Angkatan Darat. Interpretasi: setelah jatuh. bagai lebah raksasa. pengikutnya memanggung once. negaranya lebar seperdelapan. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. berpakaian daun bambu muda. warsa srani nga nem nem. tahun masehi nga nem nem. tapi dikendalikan suara menggerung. jaman wong sugih krasa wedi. sapto linuweng ing sumur jalatundha. Yen sira nyebut asmane. [Ada manusia mengaku jadi raja. yang penuh buaya. yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. yen kenal padha nyandhing. senenge wong jahat. tahun nasrani (1)966. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. orang baik yang menderita]. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. tank.125. masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno. [jika menyebutkan namanya. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. kang kebak isi baya. bila kenal pada mendekat. disertai angkatan udara. 60 . [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. atetenger kartikapaksi. lambang kartika eka paksi. naik mobil. Interpretasi: Munculnya Suharto. ageme godhong pring anom. memakai topi baja. Tahun Jawa (1)393. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. karena bertutup belanga lumuten. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. para penjahat bersuka-ria. suara menggemuruh. sudahe wong becik. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. kinepung lumut seganten. pandhereke padha nyangklong once. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. itulah pertanda datangnya jaman. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. mesthi dadi rame. merasa sakti tanpa aji keling. negarane ambane sakprawolon. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. di kepung lumut samudera] Interpretasi. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. bertanda bintang garuda. gineret kreta tanpa turangga. orang bodoh menjadi pejabat. membawa senjata.

pada kapikut katut. wong ngerti padha mangan ati. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. pepatihe kepala judhi. ada dua versi berarti ada yang palsu. akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. orang kecil terpencil] 61 . pitik angrem sandhuwure pikulan. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. mayat dipinggir kali. [Penodong makin kurang ajar. rumongso menang. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. pangkat dadi pikat. seiring dengan zaman. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132. pangkat menjadi pemikat. hamba berani pada tuannya. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. tanpa kepala hanya badan]. pengasuh memfitnah yang diasuh. kawula bendara. Begal padha ndugal. sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. kenyataannya malah mengajak melarat. yang benar dikatakan salah. [Harta menjadi bencana. janji menehi pangkat drajad. banyak orang tertipu ikut masuk jurang. wong cilik kepencil. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. sing ati suci padha dibenci. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. kampak pada kepak-kepak. buruh berani pada juragannya. marga dadi korbane sing jahat sing jahil. sing kalah. malah ngajak mlarat. yang kalah.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. yang berhati suci dibenci. juragan menjadi mapan. sing menang padha sawenangwenang. kene sansaya bingung. angkara murka menjadi-jadi. badan mati pinggir kali. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. wong njaga nyolong sing dijaga. buruh wani juragan. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. wong pinter diinger-inger. tanpa sirah amung gembung. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. disana-sini semakin bingung. ayam mengeram diatas pikulan] 133. karena pandainya bicara. wong momong mitenah sing diemong. Bandha dadi memala. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. juragan dadi mapan. pintere micara sing bener digawe ala. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. 3 Januari 1999): 131. aslinya tak ketemu. rampok makin berlagak. patihnya kepala penjudi. sing ngalah kabeh rumongso salah. sama-sama terpikat dan menurut. (Buana Minggu. orang pintar diputar-putar. yang mengalah semua merasa salah. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. penjaga mencuri yang dijaga. wong njamin jaluk dijamin. sing aswara suwe-suwe bala. rentetan peristiwa G30S/PKI. sing jahat ndilat tur oleh drajad.

[Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng. Agama akeh sing nantang. Akeh bayi tanpa bapa. dipatuhi oleh kaum laki-laki. guru padha satru. Rumah suci dihindari. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. Banyak perawan tuwa. hanya setahun Jawa merah] 62 . Wanita angger wanita jebul kelangan laki. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. terjadi reformasi 1998. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. Akeh mati tanpa slametan. Akeh prawan tuwa. berpakaian serba hitam. [Pendeta itu berdagang kayu. Angrasuk busana ireng. Banyak bayi tanpa ayah. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. Modin padha ngungsi marga wedi mati. Ana wong tapa ageng. cari makan dengan permusuhan. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. Namung sawarsa jawa bang. Nanging umure tan panjang. buruh dadi mungsuh. Wanodya padha wani ing ngendi-endi. wong jahat padha seneng mragat. benang tenun. sing ora weruh sansaya ketutuh. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. yang mengetahui menanggung beban. Pendeta mengungsi karena takut mati. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. guru saling berseteru. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. [Banyak yang terkutuk. Banyak yang menentang agama. 138. Banyak kematian tanpa disertai upacara. ikat kepala. Banyak janda hamil. banyak yang berkhianat. 137. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. anak makan bapak. kasus penjarahan dan orang hilang. akeh randha meteng. yang tak tahu semakin dituduh. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. baju. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. sedulur ngarah sedherek. kana kene padha ngumbar angkara murka. sing weruh kebubuh. [Banyak hujan salah musim. anak mangan bapak. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. rumah maksiat disenangi. Akeh laknat akeh pengkhianat.134. saudara memusuhi saudara. Kamangnusane akeh sing ilang. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. Akeh udan salah mangsa. Dimana-mana wanita makin berani]. muncul satengahe gunung kendheng. 135. tetapi usianya tak panjang. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139.

Mereka yang sehat berpikir. Sing waras padha nggagas. Sing edan padha bisa dandan. dari daerah Pati (gunung Kendheng). Padha wedi nggiyarake piwulang adi. Para tapa padha ora wani. banjir. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya. wong tani padha ditaleni. dirasa enak kaya roti bolu. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. tetapi besi tua satu truk. kasus ini cuma berjalan singkat. Ratu ora netepi janji. 144. petani lugu digencet. akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. longsor. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. hilang kekuasaan dan wibawanya. sapa sira sing sayekti. juga doyan kayu gelondong dan besi. ora edan ora komanan. aktifitas gunungapi. banyak rumah diatas kuda. mereka yang dusta malah berdendang ceria. 140. 145. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. [Raja/pemimpin mengingkari janji. penebangan hutan semena-mena. Amenangi jaman edan. musna kuwasa lan prabawane. Wong dagang barang sansaya laris. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. isih beja sing eling lan waspada. karena terasa nikmat seperti roti bolu. Wong dora padha ura-ura. Salah-salah anemahi pati. Pancen wolak waliking jaman. yen wengi padha ora bisa turu. jelas mana yang benar mana yang sejati. pakaian serba hitam. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. 63 . yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. [Banjir besar terjadi dimana-mana. Endi sing bener endi sing sejati.] 141. Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan. yaitu dijaman gila. Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda. [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. Beja bejane sing lali. orang makan sesama orang. wong pada mangan wong. Banjir bandhang ana ngendi-endi. Buana Minggu. 17 Januari 1999: 143. kayu gelondongan ratusan truk. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. akeh omah ndhuwur kudha. Marga wedi kapiyak wadine. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh.

sing ora bisa maling digething. wong bener sangsaya thenger-thenger. Akeh janji ora ditepati. orang jujur semakin termangumangu. lupa kebaikan. yang pandai durhaka menjadi teman. Interpretasi: Tanah menciut.bungah. kulawarga padha curiga. Akeh manungsa ngutamakake royal. sak kilan bumi dipajeki. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. hal jahat disanjung. nasibnya tidak terpikirkan 147. banyak ayah melupakan anaknya. sesama saudara saling berbohong. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. takmenjalankan hukum Tuhan. tan nindakake ukuming Allah. sing pinter duraka dadi kanca. 31 Januari 1999. wong salah sangsaya bungah. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. manusia senang menipu. manungsa padha seneng ngalap. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. barang suci dibenci. akeh bapa lali anak. 150. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. hal baik dibenci]. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. 64 . Ukuman ratu ora adil. 149. lupa perikemanusiaannya. sedulur padha cidra. orang bersalah semakin bersuka-ria. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. keluarga saling curiga. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. perempuan mengenakan pakaian laki-laki.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. [Banyak janji tidak ditepati. banyak orang melanggar sumpah sendiri. manusia lupa asalnya]. [Banyak manusia mengutamakan royal. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung. lupa sanak saudara. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. tanah sejengkal saja dikenai pajak. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. lali kabecikan. luwih utama ngapusi. ada pajak tanah dan bangunan. barang jahat diangkat-angkat. kanca dai mungsuh. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil. 148. lali sanak lali kadang. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. [Tanah makin lama makin menyempit. sarjana ahli. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. sawah berubah menjadi bangunan. yang tak sanggup mencuri justru dibenci. wong wadon nganggo panganggo lanang. 146. lali kamanungsane. manungsa lali asale. Buana Minggu. teman menjadi musuh. akeh bandha musna tan karuwan larine. akeh anak nundhung biyung. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. banyakanak mengusir ibunya.

njaba putih njerone dadhu. wong judi ndadi. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. wong mulya dikunjara. bojo ijol-ijolan jare jempolan. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul. wong apik ditampik. isih bayi padha mbayi. akeh wong ngaku-aku. lelaki naik pelangi. mengaku suci. orang jahat dipuja. wong lanang ilang kaprawiirane.] 153. penjudi menjadi-jadi.] 156. Akeh jago tanpa bojo. kesucian palsu. wong ala pinuja puja. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. banyak barang haram] 65 . [Yang curang garang. banyak wanita menjual badan. Wanita nglamar priya. yang jujur celaka. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. akeh wanita adol awak. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. ngaku suci sucine palsu. [Wanita melamar pria. wegah makarya kepengin urip kaya raja. wanita ilang kawanitane. [Perempuan naik kuda. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. Akeh wong adol ngelmu. Sing curang garang. nggedheake duraka. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. Wong wadon nunggang jaran. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. banyak ibu menjual anak. akeh barang-barang haram. melampiaskan keangkaramurkaan. akeh biyung adol anak. yang pria merendahkan derajatnya sendiri. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. pengkhianat hidup senang. [Banyak orang menjual ilmu. yang berdagang tak dapat uang. laku sedheng jare gagah. mengandalkan kedurhakaan. banyak wanita tidak setia. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. banyak yang tertipu. akeh bujuk akeh lajuk. orang salah dianggap benar. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. wong agung kesinggung. wong dagang kepalanggrang. prawan sanga lima. 152. menjanjikan. janda sembilan sakit. wanita hilang sikap kewanitaannya. tindak jahat makin sempurna. banyak pembujuk dan penipu] 155.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. orang berkuasa berlaku hina. [Banyak lelaki tanpa isteri. randha sanga lara. semua perilaku bertolak belakang. wong lanang nunggang pelangi. masih ingusan sudah beranak. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. orang benar dipenjara. wong jahat munggah pangkat.[Hukum raja tidak adil. sing jujur kojur. diluar putih dalamnya abuabu. wanita padha ora setya. yang baik malah dikucilkan. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. banyak orang mengaku-aku. perawan sembilan lima] 154. wong salah dianggep bener.

ana kidul wetan bener. sing kebat kliwat. keprihatinan manusia berlarut. 7 Februari 1999: 158. akan ada Dewa menjelma manusia. 159. diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. tetapi yang ngawur menjadi makmur. yang banyak bicara tanpa kerja. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. kaya manungsa sing angleleda. melu Jawa sing padha eling. sing anggak kelenggak. yang sadar lalu ikut Jawa. dawa ngalu-alu tumanja. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. yang berhati-hati mengeluh setengah mati]. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. sing cilik keceklik. Banyak orang bermalasan dan pelit. wong utang mbayar. 161. 160. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus. marga tinggal padha digething. Ingat. yang bergerak cepat berlebihan.157. Hutang nyawa membayar nyawa. utang wirang nyaur wirang. selama tujuh malam. arupa pagupon dara tundha tiga. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. wong nyilih mbalekake. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon. pagi sekali hilangnya. memanjang di tenggara. bermulalah. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun.larut. utang nyawa nyaur nyawa. berparas bagaikan Bathara Kresna. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. yang terlambat terpeleset. yang kecil tergencet. yang kebagian tidak berhemat].mlayu kaya maling kena tuding. yang tak sadar lihat-lihat. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. wetane Bengawan Banyu. ketika Bathara Surya muncul. seiring dengan yang pergi. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca.. Jinejer wolak waliking jaman. terjadinya perubahan jaman. sing kasep kepleset. mereka yang berhemat tak kebagian. yang sombong terdesak. Buana Minggu. prihatine manungsa kalantur lantur. candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. sing wedi padha mati. nanging sing ngawur padha makmur. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. Wong golek pangan pindha gabah den interi. akeh wong ijir akeh centil. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. 66 . datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ]. sing gedhe rame tanpa gawe. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. reformasi terjadi tahun 1998. sing tan eling miling-miling. yang hutang harus membayar. yang takut padha mati. lawase pitung bengi. eling aywa mulih padha manjing. karena semua dibenci. mloya. jika tidak pulang semua tetap tinggal. hutang malu membayar malu]. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding.

banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin. cina teringat akan para syeh. dedemit?) 163. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. dan Hindu-Buddha. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. Kumara-prewangan. segenap makhluk halus tunduk. kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. berpedoman Trisula Wedha. ngerehake jin setan. menaklukan jin setan. momongane padha dadi nayaka. [Bergelar panglima perang. Interpretasi: Trisula Weda. Banyak suara tanpa rupa. Kristen-Katolik. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik. tidak tampak dan tak berwujud. akeh swara aneh tanpa rupa. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang. [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang. hiya kyai Bathara Mukti. bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G. mumpuni skabehing laku. Tan kasat mata tan arupa. bener. sekti mandraguna tanpa aji-aji. meskipun seragamnya tak memadai. (senapati ing ngalogo). menguasai semua ilmu. Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. Putra kinasih swargi. dekat sungai besar. kang jumeneng gunung lawu. Apeparap pangeraning prang. nugel tanah Jawa kaping pindho. [Banyak orang mati hanya digigit nyamuk. bersatu padu membantu manusia Jawa. Akeh wong sing dicokot semut sirna. benar. Padha baris padha rebut bebener garis. dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. berupa rumah merpati tiga tingkat.jejeg. di sebelah barat didominasi oleh Islam. agegaman Trisula Wedha.lurus. 67 . Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah.jujur. landhepe priniji suci. Banyak orang tewas hanya digigit semut. ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian.[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat.jinak merpati. ya Kresna. hiya Kresna. hiya Harumurti. padha asesanti Trisula Wedha. rumah tiga tingkat. dua kali memotong tanah Jawa. yang berbaris mematuhi perintah. itulah pasukan bantuan makhluk halus. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa.Lawu. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. Kyai Batara Mukti. seperti halnya manusia berjinak.jujur. perange tanpa bala. ya Harumurti. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam. Buana Minggu. di timurnya sungai besar. Bala prewangan makhluk halus. daerah pangkalan militer angkatan udara. seperti demam berdarah. tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?). 14 Februari 1999: 162. Indonesia (Nusantara) ini unik. diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong]. Sing mandhegani putrane batara Indra. berwatak jinak-jinak merpati. Akeh wong sing dicokot lemut mati. maknanya kitab bermata tiga (trisula).

ucapannya keramat. tahu sebelum terjadi. ngawuningani jantraning jaman. memiliki karakter menepati janji. beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. cucunya. paringane gathutkaca sayuta. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. pembawa maut atau hutang nyawa. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin. kemampuan spiritual. Waskitha pinda dewa.Bali) merupakan Hindu-Buddha. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa. pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. Pada dasarnya. ngerti sadurunge winarah. hanya mengandalkan trisula. gegawe pepati utawa utang nyawa. wong ora ndayani. wasis wegig waskitha. canggahira. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. memahami leluhurnya. Daya pikirnya sangat tajam. 68 . garis sabda ora gantalan dina. [Maka carilah ksatria itu. lola wus aputus wedha Jawa. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. tidak mampu bertindak. [Arif seperti dewa. jawa ngerti garise siji-sijining umat. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. yang jahat pasti mati. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. tan kewran sasuruping jaman. 168. wus tan bapa tan bibi. sabdane malati. sabdane malati. sudah tak berayah-beribu. dihadapkan kepada Yang Berkuasa. mung angendelake trisula. bisa pirsa mbah-mbahira.] Interpretasi: Idu geni. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. yatim piatu. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. menguasai wedha Jawa. muda seperti bayi saja.sementara di tengah (p. 21 Februari 1999: 167. Pendhak sura nguntapa. Idune idu geni. melainkan orang yang terpilih saja. bisa nyumurupi lahire mbahira. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. nyuwun apa wae mesthi sembada. kaadhepake ngarsane sang kuwasa.spiritual di Nusantara. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. buyutira. [Ludahnya bagaikan api. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. suatu ketajaman mata batin. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. isih timur keceluk wong tuwa. 165. Tidak tua. pindha lahir bareng sedina. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. kumara kang wus katon nebus dosane. cicitnya. mengerti putaran zaman. 166. sing mbregendul mesthi mati. pemberian sejuta Gatutkaca]. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. yang ditengah pantang merugikan sesama. bagaikan lahir bersamaan sehari. takkan bingung sampai akhir zaman]. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. Ora tuwa enom padha dene bayi. [Setiap bulan Sura disaksikan. memahami nasibnya umat. untuk membaca reinkarnasi seseorang. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa. Mula den upadinen sinatriya iku. nanging mung pilih pilih sapa. Buana Minggu. Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama .

ketahuilah bahwa itu cobaan. aja-aja kleru pandhita samudana. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. [Di depan begawan. marga adiling pangeran wus teka. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. marga bisa manjing jroning ati. gawang-gawang terang ndrandhang. uga ana janma sing durung mangsane. ngango simbul ratu tanpa makutha. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara. itulah putera Bathara Indra. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. hiya siji iki kang bisa paring pituduh. dudu dewa sinebut dewa. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. bukan pendeta disebut pendeta. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. dewa apengawak manungsa. senang menggoda meminta secara nista. kaya manungsa kinen anggep manungsa. hingga menjadi terang benderang]. [Jangan heran jangan bingung. yen menang tan ngasorake liyan. dudu pandhita sinebut pandhita. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk. Jangan iri. Buana Minggu. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. Menghadaplah dengan hormat. ana manungsa kaiden ketemu. 28 Februari 1999: 171. tentang arti ramalanku. bukan dewa disebut dewa. Sirik den wenehi ati. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. Aja gumun aja ngungun. ratune nyembah kawula. ngertiya yen iku coba aja kaina. tan kena den apusi. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. 173. juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. aja kongsi jaman kendhang. ateges jantrane kaemong sira sabrayat. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. hiya iku putrane Bathara Indra.169. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. 170. malati bisa kesiku. marang jarwane jangka kalaningsun. iku hiya paringaning dewa. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham. para kawula padha sukasuka. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. beja bejane anak putu. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. madhepe den marikelu. bagai manusia tak dianggap manusia. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. Ing ngarsa begawan. demi keberuntungan anak cucu]. mula sing menangi enggala den leluri. angagem Trisula 69 . jangan sampai jaman berlalu. [Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. larinen pandhita asenjata trisula wedha. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. ing jaman Kalabendu Jawa. Janganlah keliru pendeta palsu. Nglurug tanpa bala. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi]. 172. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. ana begja begjane sing den pundhuti.

yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. sing wis adu wirang. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. nora ana wong nggresula kurang. [Perang tanpa pasukan. andayani indering jagad raya padha asung bekti. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. 70 .Wedha. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan). Semua pendeta juga menghormatinya. para pandhita hiya padha muja. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. namun semua telah jadi jelas dan terang. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. jika menang tak merendahkan lawan. yang pernah dipermalukan. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang. dia itu asuhan kaki Sabdopalon. HABIS. memakai Trisula Wedha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful