Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Oleh Pujangga. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung). justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura. yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar. Bisa kita maklumi. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono. yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan. Patani dan Sriwijaya. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. ialah Sultan di Demak.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram. pada hari Kemis Legi. Setelah Kerajaan ini jatuh pula. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain. Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Raden Patah. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni. yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Di kelak kemudian hari (ditinjau.

Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi. Bumi saya suwe saya mengkeret --. 10.Pasar kehilangan suara.Orang perempuan berpakaian lelaki. 4.Perahu berjalan di angkasa. Pasar ilang kumandhang --. Tanah Jawa kalungan wesi --.. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. yakni Kitab Musarar. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. terutama pujangga terkenal R. ISI RAMALAN 1. 5. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --. Kali ilang kedhunge --.Bumi semakin lama semakin mengerut. 9.Sejengkal tanah dikenai pajak. 11. 2. 6.Kuda suka makan sambal. Jika kita teliti secara kronologi. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I. raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal. Lalu dari hasil. Jaran doyan mangan sambel --. Sekilan bumi dipajeki --. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru.1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. 7. sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini.Pulau Jawa berkalung besi. Setelah mendapat pathokan/data baru. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. 3. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 .Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan). Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. 8. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. Dengan demikian.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka.Ng. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi.

39. Randha seuang loro--. 32. 13. 40.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. 54.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.Keluarga saling curiga. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --.: seuang = 8. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--. 14. 5 . Wong lanang linggih plangki--. Lali kabecikan--.Banyak ayah lupa anak. 37.12. 26. memupuk durhaka. 28. Akeh wong wadon ngedol awake--. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--. 29.Lupa hikmah kebaikan. 53. Wong apik ditampik-tampik--. Wong wadon nunggang jaran--. 22. 31. 21.Melepas nafsu angkara murka.Orang yang baik justru tersisih.Orang (yang) mulia dilecehkan. Lali sanak lali kadang--. 33.Perempuan menunggang kuda.Banyak ulah-tabiat ganjil.Banyak janji tidak ditepati. 19.Orang-orang saling lempar kesalahan.Yang jahat dijunjung-junjung. Akeh bapa lali anak--. 46. Wegah nyambut gawe --. 43.Banyak orang tukar istri/suami. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. nggedhekake duraka --. 23. 27. 51. 41. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--.Lupa jati kemanusiaan.Malas untuk bekerja.Banyak ibu menjual anak. 45. Akeh manungsa lali asale --.5 sen). Wong salah bungah --. Manungsa padha seneng nyalah--.Inginnya hidup mewah. Barang jahat diangkat-angkat--. 35. 36.Banyak orang hanya mementingkan uang. 38. 18.Orang (yang) jahat naik pangkat.Kawan menjadi lawan.Lima perawan lima picis. 50.Orang (yang) salah gembira ria. Wong wadon ilang kawirangane--. Akeh anak wani nglawan ibu--.Duda pincang laku sembilan uang.Orang (yang) jahat dipuji-puji. Akeh janji ora ditetepi --. 34. 20. 24.Lebih mengutamakan menipu. Wong lanang ilang kaprawirane--.Laki-laki hilang perwira/kejantanan. 49.Sedulur padha cidra--.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). 15. Dhudha pincang laku sembilan uang--. Nantang bapa--. Akeh wong lanang ora duwe bojo--.Banyak perempuan ingkar pada suami.perempuan hilang malu. Akeh kelakuan sing ganjil --. Wong apik-apik padha kapencil --. 48. 30.Yang suci (justru) dibenci.Menantang ayah.Lupa sanak lupa saudara.Orang (yang) benar termangu-mangu. Lali kamanungsan--. Akeh ibu padha ngedol anake--.Banyak pejabat jahat dan ganjil. Luwih utama ngapusi --. Ngumbar nafsu angkara murka.Banyak perempuan menjual diri.Banyak orang lupa asal-usul.Banyak orang kerja halal justru merasa malu. Prawan seaga lima--. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--. 42. Kanca dadi mungsuh --. Barang suci dibenci--. 25. Kulawarga padha curiga--. 44. Wong bener thenger-thenger --. Wong agung kasinggung--. Ukuman Ratu ora adil --.Banyak anak berani melawan ibu. Kepingin urip mewah --.Banyak laki-laki tak mau beristri. 16. 52. Wong jahat munggah pangkat--. Wong ala kapuja--. 47.Dua janda harga seuang (Red.Hukuman Raja tidak adil.Saudara dan saudara saling khianat.Laki-laki naik tandu. Akeh wong ijol bebojo--. 17.

Omah suci dibenci--. 92. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.Ketika itu burung gagak dibilang bangau.Perempuan lacur dimana-mana. 76. Akeh prawan tuwa--. kidul lan lor---Datang dari timur.Yang jujur sengsara. celaka. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. Wong jahat saya seneng--. Agama akeh sing nantang--. Akeh wong ngedol ngelmu--. Pedagang akeh sing keplarang--. 78. 80. 59. 83.Orang yang lugu dibelenggu. 100.Banyak perawan tua. Omah ala saya dipuja--. Durjana saya sempurna--. 87. Akeh pengkianat--. 96.Banyak tipu banyak muslihat.Sedang yang jahat makin bahagia. 72. 82. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. 69. Prikamanungsan saya ilang--. selatan. Kana-kene saya angkara murka --.Yang curang berkuasa. 97. 61.55. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.Orang yang mulia dipenjara.Banyak orang berdagang ilmu. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. Sing jujur kojur--. 101. Akeh wong ngaku-aku--. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. Njabane putih njerone dhadhu--. 60. Akeh wong becik saya sengsara--. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. 74. 64. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. 68. Wong lugu kebelenggu--.Orang jahat naik pangkat. 89. 73. 67. 88. 63. Akeh anak haram---Banyak anak haram. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. Akeh barang haram---Banyak barang haram. Wong mulya dikunjara--. 57. Akeh randha nglairake anak--.Di luar putih di dalam jingga. 84. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. 95. barat. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.Banyak pengkhianat. dan utara. 6 . 79.Rumah maksiat makin dipuja. 71. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.Banyak orang mengaku diri. 62. Sing curang garang--.Banyak anak lahir mencari bapaknya.Perikemanusiaan semakin hilang.Banyak kutukan. 65. 81. 66.Rumah suci dijauhi.Agama banyak ditentang. 58. Guru disatru---Guru dimusuhi. Akeh bujuk akeh lojo--. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. kulon. Teka saka wetan. 75.Banyak hujan salah musim. 94.Mengaku suci. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. Wong jahat munggah pangkat--. 86.Banyak orang baik makin sengsara. 99. Akeh udan salah mangsa--.Pedagang banyak yang tenggelam. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. 93.Angkara murka semakin menjadi-jadi. 98. 90. Ngakune suci. 70. Akeh laknat--. 77.Banyak janda melahirkan bayi. 85. nanging sucine palsu--. tapi palsu belaka. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--.Durjana semakin sempurna. 91. 56.

Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. 108. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. 127. 7 . Ratu ora netepi janji. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 126. 111. 138. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 114. 134. 129. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. 143. 131. musna panguwasane---Raja ingkar janji. 109. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 113. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. 122. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. 120. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 141. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. 118. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. 132. 119. 121. 106. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. 136. 135. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. 142. 133. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 124. 137. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. 112. 140. 110. 103. 107. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. 130. 139. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. 105. 116. hilang wibawanya. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 125. 117. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 115. 104.102. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. Sing wedi mati---Yang takut mati. 123. 128. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.

185. 162. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 147. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. 161. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. 154. 164. 152. beruntunglah si sadar. 165. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. 150. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. Bejane sing lali. 182. 174. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 156. 166. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.144. 169. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. banyak anak haram. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 175. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 145. akeh bocah haram---Banyak barang haram. 184. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 148. 186. 146.Yang sewenang-wenang merasa menang. jahat dan hilang akal budi. Agama ditantang---Agama ditantang. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 153.Pencuri duduk berperut gendut. 176. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. 178. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. 159. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. 157. Akeh barang-barang haram. 151. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. 183. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. 171. 168. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Maling lungguh wetenge mblenduk --. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. 181. 167. Akeh wong edan. 180. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. 173. 149. 8 . 170. 163. 179. 177. 155. 160. 158. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.

203. 195. Landa-Cina kari sejodho --. 206. 192. 215. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. banyak orang bakhil. 212. 211. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. 205. 189. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. 209. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. 199. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. 208. 201. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 214. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 210. 213. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. 207. Buruh mangluh---Buruh menangis.187. 190. 188. 196. 197. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.Belanda-Cina tinggal sepasang. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. 194. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 202. 200. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. 9 . 191. 193. 198. Akeh wong ijir. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. 204. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.

yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). hiya iku momongane kaki Sabdopalon. kumara prewangan. jujur. Jika 10 . jejeg. segalanya tampak terang benderang. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. centi wektu jejering kalamukti. itulah asuhannya Sabdopalon. landhepe triniji suci. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. para kawula padha sukasuka. hiya iku tandane kalabendu wis minger. memperkokoh tatanan jagad raya. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. genaha kacetha kanthi njingglang. raja menyembah rakyat. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. nugel tanah Jawa kaping pindho. nora ana wong ngresula kurang.ngerahake jin setan. lurus. berganti zaman penuh kemuliaan. memotong tanah Jawa kedua kali. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. …. 173.blogspot. ratune nyembah kawula. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. jujur.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. tajamnya tritunggal nan suci. bila menang tak menghina yang lain. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). tak ada yang mengeluh kekurangan. (menyerang tanpa pasukan. bener. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. yen menang tan ngasorake liyan. benar. rakyat bersuka ria. bersenjatakan trisula wedha. andayani indering jagad raya. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. mengerahkan jin dan setan. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. (…. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. para pendeta juga pada memuja. mumpuni sakabehing laku. marga adiling pangeran wus teka. padha asung bhekti. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja. nglurug tanpa bala. para pandhita hiya padha muja. angagem trisula wedha. sing wis adu wirang nanging kondhang.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku.

jawabnya tidak pergi. tidak ada gunanya saya asuh. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. karsa dados jawan. …. malu mengasuh orang tolol. nama Manik Maya. Tentu ini tidak kita kehendaki. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). hanya menetapkan namanya Semar. akan tetapi tidak bertempat di situ. yang disebut dalam ajaran Jawa. kula wirang dhatêng bumi langit.…” (“…. “Sabdapalon matur yen arêp misah. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. hiya iku momongane kaki Sabdopalon.”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. ature ora lunga. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . botên rêmên momong paduka. nama Manik Maya (Semar) itusaya. irib-iriban. maka mereka berpisah. rêmên manut nunut-nunut. punika kula. yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. nglimputi salire wujud. wirang momong tiyang cabluk. saya malu kepada bumi dan langit. … Manawi paduka botên pitados. kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. anglela kalingan padhang.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. yang meliputi segala wujud. … Kalau paduka tidakpercaya.. membuatnya samar. tanpa guna kula êmong. mung nêtêpi jênênge Sêmar. tidak senang mengasuh paduka. hanya ikutikutan. kearab-araban. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. …. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga. itulah asuhannya Sabdopalon. begitu ditanya perginya kemana. …”). sing wis adu wirang nanging kondhang. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar.. nanging ora manggon ing kono. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam.

dan jagad raya pada umumnya. Palon adalah kayu pengancing kandang. …. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan. Sebelum manusia mengenal agama.. menjadi asuhan hamba. botên wontêningkang ewah agamanipun. ….” (“…. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. Sintên ingkang jumênêng Nata. dumugi saprikiumur-kula sampun 2. salah berpikir atau salah 12 . Dari apa yang telah disinggung di atas. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. kula momong pikukuh lajêr Jawi.. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. …. Saat ini di tahun 2007. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. …. langgêng salaminipun. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Genggong: langgêng botên ewah. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi.532 tahun. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. dados momongan kula. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. Sakutremdan Bambang Sakri. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Naya têgêsipun ulat. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. Sang Wiku Manumanasa. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya.000 langkung 3 taun. Sakutrêm lan Bambang Sakri. turun temurun sampai sekarang. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. Naya artinya pandangan.”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan..bertaqwa kepada Tuhan. Siapa yang bertahta. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”.. …. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. Sang Wiku Manumanasa. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. tidak ada yang berubah agamanya. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. mencolo putri”... paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus.. ….000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “…. langgeng selamanya. Mulai dari leluhur paduka dahulu. Dados wicantênkula punika. run-tumurun ngantosdumugi sapriki. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa. Palon: pikukuh kandhang.. momong lajêr Jawi.

Paduka yêktos. rêmên nunut bangsa sanes. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. Sang Hyang Ismoyo. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. jika sudah berganti agama Islam. “aki”. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah). nilar agami Buddha. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 .. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan.. agêgaman kawruh.” “…. turun paduka tamtu apês.” (“…. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. Jawi-nya hilang.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. suka ikut-ikutan bangsa lain. Sang Prabu diminta memahami. Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. iya iku sing diêmong Sabdapalon. nanging wong loro mau banjur musna. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). meninggalkan agama Budha. Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. Jawi kantun jawan. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas.berpegang pada kawruh Jawa. dan lain-lain. Ki Bodronoyo. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya. keturunan Paduka akan celaka. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. manawi sampun santun agami Islam. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”..dalam perbuatan.. Paduka perlu faham. Jawinipun ical.” (“…. Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti.

Nggih punika medal kula. Klawan Paduka sang Nata. Ngganda banger ingkang warih. Sinten tan purun nganggeya. Momong marang anak putu. Karsanireng Jawata. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Kula damel pratandha. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Sagung kang para Nata. Ratuning Dang Hyang Jawi. Mung kula maturpetungna. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. akan saya hancurkan. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Wangsul maring sunya ruri. Yekti kula rusak sami. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu. Kula gantos kang agami.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Sun sajekken putu kula. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Kang jurneneng Tanah Jawi. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. Dereng lega kang ati.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang.) 4.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Yen durung lebur atempur. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya.Gama Buda kula sebar tanah Jawa. Merapi janji mami. Sudah digaris kita harus berpisah. namun orang dua itu kemudian raib. (Bila ada yang tidak mau memakai. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Yen wus prapta kang wanci. Wit ing dinten punika. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Berkasakan rupi-rupi. “Yen kawula boten arsi. Anggereng jagad satuhu. Itulah pertanda 14 .Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Ngrasuka agama Islam. Ngidul ngilen purugira. Boten kenging kalamunta kaowahan. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Jangkep gangsal atus tahun. Wit kula puniki yekti. Sadaya gilir gumanti. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). Baunya tidak sedap. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Ing benjang sakpungkur mami. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Wus pinasthi sayekti kula pisahan.) 3.) 2. saya sebar seluruh tanah Jawa. Sabda Palon matur sugal. Pratandha tembayan mami. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Wus nyebar agama budi. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar.

Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Tiba-tiba sungainya banjir besar. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu.) 5. Kemudian. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Tidak dapat bila diubah lagi. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. Warata sa Tanah Jawi. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Jerone ngelebne jalmi. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. 15 . Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Allah SWT. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. Kaline banjir bandhang. Sanget-sangeting sangsara. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha).Lamanya pergi selama 500 tahun. Sedaya pra Jawata. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Sang Hyang Ismoyo. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Jagad iki yekti ana kang akarya. Kelak Merapi akan bergelegar. Upami nyabrang kali. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Bebaya ingkang tumeka. Tan kenging dipun singgahi. Wit ing donya puniki.) 6. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). Apabila angka tanggal. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Kinarya amertandhani. Ginawe kang paring gesang. kembali sebagai wujud dewa. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Prapteng tengah. Sinengkalan tahunira. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. Baunya tidak sedap. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu).kalau saya datang. Wonten ing sakwasanipun. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat.tengahipun.

Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Beliau mendapat wahyu di Purancak. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Sebelum pergi ke Pulau Bali. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara.” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. Sadha Siwa. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. nama sebuah gunung di Jawa Timur.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. Di dalam kawruh Jawa. dan Parama Siwa. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”). beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. yaitu Pulau Bali. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. Dari penelusuran secara spiritual. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra.

melah alepe majalan. lebih baik hati-hati dalam berjalan. tak ada yang akan mencaci maki. Ponjok Batu. Tugu. orang yang disebut guru. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. 2. sebab kaki tak akan tersandung. Dalem Gandamayu. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. ajak dadwa nah gawenang. Rambut siwi. korban suci yang seratus ini. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). kalah oleh anak baik seorang. Air Jeruk. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. satus reka saliunnya. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. dan lain-lain. tong ada ngupet manemah. kepada semua orang. dan tidak akan menginjak kotoran. lakukanlah berdua. ring ida dane samian. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. bacin tuara bakat ingsak. kasor ento utamannya. tata cara menjadi anak. tiga banyaknya yang disebut guru. gunannya anggon malihat. utama orang yang membangun telaga. kalah keutamaannya itu. Pangajengan. tingkahe menadi pyanak. Bukit Payung. Amertasari. banyaknya seratus. tingkahe mangelah mata. utama ngwangun tlaga. baan suputra satunggal. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. patut tingkahe buatang. Sakenan. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. Masceti. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. guru tapak tui timpalnya. Pucak Tedung. Ulu watu. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. Tengkulak. Pulaki.Suranadi (Lombok).Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). Melanting. Melah pelapanin mamunyi. Tuwi ada ucaping haji. ring sang ngangun yadnya pisan. kidung atau kekawin. da jua ulah malihat. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. 4. guru reka. guru reka. guru prabhu. Bukcabe. Pakendungan. tak akan ternoda keturunannya. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. Gowa Lawah. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. dan guru tapak (yang mengajar) itu. 3. wangsane tong kaletehan. Bapa mituduhin cening. mamedasin ane patut. jangan durhakapada leluhur. sang sampun kaucap garwa. Bukit Gong. kasor buin yadnyane satus. batise twara katanjung. telu ne maadan garwa. Uli jani jwa kardinin. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. eda bani ring kawitan. (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. Peti Tenget. guru prabhu. patut 17 .

ditambah lagi tiada disukai masyarakat. apikin jua nyemakang. 10. yatnain twah nyalanang. anggon ngadek twah gunanya. kemanapun di bawa tak akan laku. (bait 13) -. masih ya nu mamilihin. camkan dan simpan dalam hati. 5. tidak mau membeli yang rusak. ibaratnya bagai bercocok tanam.-. kegunaan mulut untuk berbicara. buka anake ka pasar. katanjung bena nahanang. mendengar kata-kata yang benar. gunanya untuk melihat. Ngelah lima da ja gudip. 8. hal yang benar hendaknya diucapkan. ningehang raosemelah. 6. kranannya mangelah cunguh. apang patute bakatang. waluya matetanduran. patuh ring ma mwatang tingkah. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. pasti yang baik dibelinya. kija aba tuaralaku. wantah nista ya ajinnya. da manganggoang tingkah rusak. (bait 12) -. jangan hentihentinya berbuat baik. gunan bibih twah mangucap. (bait 16). ne patut jwa ucapang. 9. eda jwa mangulah laku. memperhatikantingkah laku yang benar. 7. buine tong kanggoang anak. keto cening sujatinnya. patutang jua agrasayang.Jangan segalanya dicium.Pilihlah perbuatan yang baik. seperti orang ke pasar.jangan berbicara sembarangan. Awake patut gawenin. hatihatilah melangkahkannya. jangan semua hal didengarkan. sok baru dapat mencium.Memiliki tangan jangan usil. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. tata cara dalam bertingkah laku.apang bisa jwa ningkahang. apang manggih karahaywan. hati-hati menggunakan. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat.utamakan tingkah laku yang benar. da maren ngertiang awak. twah ne melah tumbas ipun. bermaksud hendak berbelanja. (bait 11) Kegunaan punya telinga. Nanging da pati adekin. saluire kaucap rusak. sebenarnya untuk mendengar. de mangucap patikacuh. tingkahe ngardinin awak. Tingkah ne melah pilihin. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. jangan hanya sekedar melihat. (bait 15) -. twara nyak meli ne rusak. seperti menggunakan mata. juga masih memilih.Pilihlah tingkah laku yang baik. da pati dingeh-dingehang. begitu pula dalam melangkahkan kaki. maidep matetumbasan. resepang pejang di manah. sama halnya dengan memilih tingkah laku. Tingkahe mangelah kuping. dan “SatrioPinandhito 18 . yen anteng twi manandur. baik-baiklah caranya merasakan.betul-betul hina nilainya. agar selalu mendapat kebenaran. kalau rajin menanam. mangulah maan madiman. joh pare twara mupuang. agar menemukan keselamatan. tuah anggon maningehang. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. begitulah sebenarnya anakku. tak mungkin tidak akan berhasil. agar bisa melaksanakannya. wyadin batise tindakang. Tingkah ne melah pilihin.

terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. waskitho.Ng. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Semoga Allah ridho.Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Tidak perlu banyak perdebatan.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. JAYALAH NEGERIKU. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. Jadi. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?). Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. TEGAKLAH GARUDAKU. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . Ronggowarsito. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. para leluhur Nusantara. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon.

sru Jawata. Pan katêmben amaos kinteki. sagotra minulyarja.T. sinung têmbang macapat. panitranira nuju.mring tyas gung kumacêlu. sawusnya winaos tamat.Tandhanagara. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. sumungkêm lair batine. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). pangesthine ing awal akhir.--------------------. pan ingêmbun pinusthi ing cipta. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam. lêlêpiyanipun. biyasa mring dhawuh wêling gurune. kiyai Kalamwadine. Surakarta. kinteki.agung nugraheng Hyang Suksma. trêwaca wijang raose. ping trilikur ri Tumpak manis. myat Sinarkara sarjunireng galih. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. siwi.R. pan sumarah kumambang karseng Hyang. ngarêmnggennya dama cinubluk. kinarya nglipur manah. DHARMO GANDUL. sasêdyanya kabul. ngêbun-bun pasihaning Hyang. mung kinarya ngarêm-arêmi. pan biyasa mituhu susêtya. mring sagung ahli sastra. Wus pinupus sumendhe ing takdir. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi.panggusthine tan mamang ing lair batin. sinambipanti. ing nguni anggêguru.------------------. tinarimeng Bathara. sasêlanira ngupaya têdha. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. masa Nêm ringkêlnya Aryang.org/?pg=articles&arti. yun darbeya miwah nimpêni. karya suka pirêneng jalmi. puruhita mring Raden Budi.. Sancaya kang windu. duta rehing guru. anganggurngêthêkur. Ruwah Jewarsanira.mangesthi amiluta. myat carita dipangikêtira. kyai Kalamwadi ngarang. kinarya cagak lênggahe. kêdah mêdharkên kawruh. dumadyaauliya..------------------------. Babon asli tinggalane K. pinirit tinuladha. têmbang raras rum sêya prasaja. tanetung lêbur luluh. BÊBUKA. sinung ilham ing alam sahir myang kabir.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 . tarimanireng badan. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala. tuladhaning kawruh. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. Pan sinambi-sambi jagi panti.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. sinung aran srat Darmagandhul jinilid.ing lokhilmakful tulise. sêtyanglampahi dhawah.

(2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. selain mengagung-agungkan agama Islam. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya. "Asal mulanya bagaimana. maka saat sedang berdua-duaan. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. sajrone lagi sih-sinihan.) 21 . kajaba mung mulyakake agama Islam.) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka. (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. bab luruhe agama Islam. (Pada saat itu. supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". tidak ada hal lain yang dibicarakan. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul". sarta nyuwun idi marang Sang Nata. Sang Prabu sedang dimabuk asmara. ora ana maneh kang diaturake. hanya sebagai perumpamaan. sedangkan nama Majapathit itu. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu.) Ing wêktu iku. Sang Prabu lagi kalimput panggalihe. nanging aku wis tau dikandhani guruku. dene ênggone jênêng Majapahit iku. Tiap kali berkatakata.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. (Pada zaman kuno. mengenai agama Islam. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. mung kanggo pasêmon. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. (Jawabannya Ki Kalamwadi. ia menikah dengan Putri Cempa. (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya. (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam. "Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit. sabên marak. Ia minta izin pada sang raja. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka.

Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah. Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten. dan diberi nama Raden Patah.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul. dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban. Budi iku Dzate Hyang Widdhi. Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa.penterjemah) . atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. budi kang ngobahake. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan. Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. Hawa iku karêping hati.apa.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata. diparingi têtêngêr Raden Patah. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . baik bagian barat maupun timur.) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. banjur ngrasuk agama Rasul. bisane mung sadarma nglakoni. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir. mula bisa dadi gurune wong Islam.) 22 . Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda. para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam. dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. manusa ora bisa apa. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. miyose putra mau ana ing Palembang. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat.(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. Surabaya. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab. tetapi budi yang mengubah segalanya. Ia mengajar agama Islam di sana. Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun. Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat. IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. Orang Jawa di pesisir utara. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. Putranya itu lahir di Palembang. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. Tuban.

Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku. para nayaka uga padha mupakat.) Ing nalika samana. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah.Barêng Raden Patah wis diwasa. Katêlah nganti tumêka saprene. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam. yen nglêluri lêluhur kuna.) Ature Patih kang mangkono mau. tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. ia mengunjungi ayahnya.) Yen miturut ibu. yang artinya lahirnya ada di negara lain. namanya adalah Kaotiang. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel. nanging sarehne ibune bangsa Cina. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. putra raja yang lahir di gunung. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu. prayoga disêbut Babah. Padahal ia tidak benar-benar senang. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah.) Barêng wis sawatara masa. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. mulane katone iya sênêng. têgêse pambabare ana nagara liya. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing. Jawa Buddha agamane. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama. Saka ature Patih. ana ing desa Bintara. banjur boyong marang Dêmak. sowan ingkang rama. sênênge mau amung kanggo samudana bae. Hingga sampai sekarang. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. sêsêbutane: Kaotiang. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. sêsêbutane Bambang. (Babah Patah. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. arane Raden Kusen. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. karena itu bersikap seolah-olah senang. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. disebut Bambang. Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. maka seharusnya disebut Babah.senang diberi nama Babah. diberi nama Babah Patah. (Kalau menurut ibunya.

Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. Sunan itu artinya budi. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. lakune isih padha cêgah mangan. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. masih menahan diri dari makan dan tidur. Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. kali Brantas pinuju banjir. saiki isih anawujuding patilasane. maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh. kok nganggo sêsêbutan Sunan. pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha.niti agamane wong kono apa wis Islam. dimana kemudian mereka digelari Sunan. para ulama itu dikiranya Buddha. sirik cêgah mangan turu. iya iku ing tanah Kêrtasana. cêgah turu. Makin lama agama rasul makin menyebar. uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. Apabila membaca atau mendengar.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. tetapi kok disebut Sunan.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri. Satêkane lor Kadhiri. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik. para ngulama sarake Buddha. tatkala telah berada di Demak. satêkane wetan kali banjur niti. yakni ke desa Bintara. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. Apabila mengikuti rasul. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin. Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak. belum memiliki keinginan buruk. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. kêpalangan banyu. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. apa isih agama Budi. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. kang ndherekakemung sakabat loro. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. mung nuruti rasaning lesan lan awak. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan. isih kêna dinyatakake. 24 . kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih. iya kudu ditimbang ing sabênêre. wêtune saka engêtan. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik. ia pindah ke Demak. durung padha duwe karêp kang cidra. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. Oleh sebab itu. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. Yen cêgah mangan rusak. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan. (Ketika waktunya telah tiba. Sunan iku têgêse budi. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare. Yen sarak rasul.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). mula saka pangiraku iya nyata. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang. para ulama menjadi ingin memiliki gelar.

aku arêp wudhu. lan maneh iki wancine luhur. pangrasane wong lanang arêp njêjawat. kula nêdha toya imbon bêning rêsik".) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang. denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. ataukah masih menganutagama Budi. Bandung dianggêp Nabine. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. yen diombe nglarani wêtêng. yaitu di tanah Kertasana. ing wêktu iku lagi nênun. orang di sana agamanya Kalang. mulyakakeBandung Bandawasa. Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya. Sunan Benang berkata. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih. Selain itu sudah waktunya salat Lohor. Gêdhah iku ora irêng ora putih. mêjanani marang dheweke." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. arêp salat".sama beragama Gedhah. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri.") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan. yen sampeyan ajêng ngombe". Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut. "Baik. sungai masih banjir dan airnya keruh.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. yang mulia. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu. sarak Buddha mung sawatara. (Menurut Ki Bandar. Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. (Ki Bandar menjawab. yen pinuji dina Riyadi. "Carilah air minum di desa. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu.kali iki isih banjir. sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. Bandung dianggap nabi mereka. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang. kajaba uyuh kula niki imbon bêning. mereka terhalang oleh air. saya yang menjadi saksi. Yang ada hanya 25 . kang ana mung bocah prawan siji.wajah lagi arêp mêpêg birahi. banyune isih buthêk. wong ing kono akeh padha agama Kalang. padha sênêng-sênêng ana ing omah. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum. "Jika begitu maka orang di sini sama. kula ingkang nêkseni". bukan Buddha namun mirip. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya. MBok Prawan salah cipta. Ketika tiba di utara Kediri. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak. tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah".) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa. Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah.

selain air kencing saya yang bening.) 26 . gawene nyikara marang para lêlêmbut. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. dan ladang yang rusak. ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut.tansah digubêl anak putune. nganti kawêtu pangandikane nyupatani. Di sini tidak ada air minum." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil. hutan. mula akeh desa. prawane aja lakiyen durung tuwa. awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. akeh desa kang padha rusak. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani. barêng kêna dayaningpangandika mau. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. sawah sarta patêgalan. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang. ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. ing panggonan kono disabdakake larang banyu. dan ladang. kang padha rusak. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. saya minta air minum yang bening dan bersih. sawah. Sunan Benang mirêng ature sakabate. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya.seorang gadis perawan menjelang dewasa. alas. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut. yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan. jika Anda ingin meminumnya. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya. Gadis perawan tersebut salah sangka. satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. bangêt dukane. ngêndêl. sawah. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. dimana saat itu ia sedang menenun.êndêlake kaprawirane. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. Sehingga banyak desa.

Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. ngaturake kahanane kabeh. dadi ora tansah ganggu gawe. namanya adalah Buta Locaya. satêkane ing Kadhiri. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. (6) Jênênge Buta Locaya. dheweke diparingi Buta Locaya. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. sehingga sang raja 27 . ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. Lo itu artinya kamu. Ratune manggon ing Selabale. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah.Sunan Benang. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara. duwe adhi jênênge kiyai Daka. maune jênênge kiyai Daha. mulane didadekake patih. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. Oleh karena itu ia dijadikan patih. caya artinya bisa dipercaya. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka. nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri. caya têgêse: kêna dipracaya. Wiwite ana sêbutan kiyai. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. (Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. barêng Sri Jayabaya rawuh. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. segera pergi menjumpai Sunan Benang. dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. Lo têgêse kowe. kiyai Buta Locaya iku bodho. kang uga ngêsotake wong ing kono. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. iya iku kiyai daha lan kiyai Daka. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung. sarta dadi senapatining pêrang. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. bisaa tumêka ing pati. matur marang ratune. jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa.

lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang. sarta lakune barêng karo angin. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. kang anom aran panji Sarilaut. sarta kinêbutan êlaring mêrak. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre. sarirane ngantikaya gêni.sangat mengasihi Kyai Daka. wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. 28 . rumêksa kawah sarta lahar. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. ngrungkêbi pangkone. arane Sunan Benang.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia. Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya. didhawuhinglawan Sunan Benang. diadhêp patihe aran Megamêndhung. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp.

katitik saka awake panas kaya mawa. jênêngmu Buta Locaya. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre. di bawah pohon sambi. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. Ia kemudian berdiri di tengah jalan. 29 .(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. kiyai Sumbre mangkono uga. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula. dadi dheweke kawanguran karêpe. "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran.Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre. (Sunan Bonang berkata. Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang. Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. dede pangagêm Jawi.") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. karena Sunan Bonang mengetahui namanya. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara. namamu adalah Buta Locaya. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya. (Buta Locaya terkejut bukan main. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre.". aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre. (Tidak lama kemudian. banjur padha katisên. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang. amarga kaya dene cêdhak mawa. aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri. Mereka berjalan secepat angin. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke. Kados wangun walang kadung?".) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku. "Aku tidak tertipu. kowe apa padha slamêt?". Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang. sumêdya ganggu gawe. dene mangangge pating gêdhabyah. wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?". tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. serta menyamar sebagai Sumbre. karena kedinginan. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api. sarta nganggo jênêng Sumbre. karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. Sunang Bonang datang dari arah utara.) Sakabat loro kang maune padha sumaput.

sabab agama Kalang. sabin. 30 . menyiksa orang lain yang tak bersalah. nyabdakakên ingkang botên patut. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. "Di sebelah timur itu. kok tingkah lakunya tidak sopan. yang tertinggal adalah nama desa itu. pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya. lepenipun asat. makatên wau saking sabda paduka. Lelaki susah menemukan jodohnya. sikara tanpa dosa. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. têtêpe agama biru. wana. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9). sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. sedangkan rumah saya ada di Bonang. yakni di desa Menang. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. memindah aliran sungai. iku prênahe ana ing ngêndi?". lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam. "Anda itu orang mana. mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan. Anda menyiksa anak cucu Adam. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. sawah. lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa.") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. dene omahku ing Benang tanah Tuban. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. (Buta Locaya menjawab. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. Itu namanya tindakan yang tidak berguna.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab. dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. semua peninggalan telah musnah. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. namaku adalah Sayid Kramat.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. Tuban. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya. prawan tuwa jaka tuwa. "Aku orang Arab. beda dengan adat istiadat Jawa. sadaya patilasan sampun sami sirna. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua. hutan. ngêlih lepen. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. namung kantun namaning dhusun. Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya. berapa banyak yang rusak. pintên-pintên sami risak. sungainya surut. punika namanipun siya-siya botên surup. ngriki padukasotakên. Semua itu berasal dari kutukan Anda. sêlaminipun awis toya. (Sunan Bonang berkata lagi. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. jênêngku Sayid Kramat. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. Anda kutuk selamanya susah air. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah.) Kula badhe pitaken. Sedangkan di sini. paduka sikara botên surup.

Tidak sesuai dengan hukumannya. Sudah begini saja. kene kabeh tak sotake larang banyu.mula tak-sotake larang banyu. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. "Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. karena saya minta air minum tidak boleh. aku njaluk banyu ora oleh. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. amargi ngrisakakên tanah. ing ngriki sagêda mirah toya malih.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi". dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. botên sapintên lêpatipun. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. Aku kutuk susah air. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah. "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut. (Buta Locaya berkata lagi. prawan baleg. maka Anda akan dihukum melarat sekali. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. (Sunan Bonang berkata.penterjemah) . sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon.sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. siya dahwen sikara botên ngangge prakara. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih. kata-katanya menjadi keras. mungkin yang dimaksud Tuhan ." (Sunan Bonang berkata. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. karena tidak bersedia memberikan saya air minum. Di sini menjadi melimpah air kembali. tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama. dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. air sungainya saya rubah alirannya. tepatnya agama biru. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. sugih sanak malaekat. Oleh karenanya. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja. karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih. muride Ijajil. karenanya merusak tanah. tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat. Seandainya diketahui yang memiliki negara. punika namanipun tiyang dahwen". punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. botên timbang kaliyan kukumipun. Anda tarik kembali kutukan Anda. saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. yaitu gadis perawan kurang ajar itu. sesuai dengan titah dari Hyang Manon. mula kaline banjur tak-êlih iline.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. Kesalahan tidak seberapa. sehingga bisa untuk bercocok tanah. Itu namanya orang berengsek. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan. melainkan lebih 31 . paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. yakni agama Kalang.

Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin. Anda akan tinggal di sana. Mengapa Anda meniru Aji Saka. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya. sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi. maka seharusnya berbudi luhur. botên tahan digodha lare. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi. nggih niki margi paduka cilaka. Inggih sampun ta. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. dikasihi oleh sahabat. siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. sami damêl awising toya. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. Paduka niksa wong tanpa dosa. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. sanes alam kaliyan manusa. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. Kula niki bangsaning lêlêmbut. mêsthi simpên budi luhur. Kalau sudah mati. sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. lajêng paduka-ênggeni piyambak. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. saya minta dikembalikan seperti asal mulanya. Aji Saka tiyang saka Hindhu. nanging kok jêbul botên makatên. kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". Sama-sama membuat sulit air. Di tanah Jawa ini. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. yen sampun dados. karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia.penterjemah).tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. dan berbeda dengan kalian yang manusia. khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan.têluh kajêngipun pêjah sadaya.sedangkan Anda adalah orang Arab. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Anda menyiksa orang tanpa dosa. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. Ya sudah. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. yaitu karena Anda dihina. khanseharusnya berbudi luhur. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa. Aji Saka orang dari India. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. paduka tiyang saking 'Arab. dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali.

dene gawe kasusahan warna-warna. wijine mêtuwa lêngane. aku pamit nyimpang mangetan. Kawanguran têgêse kawruhan. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. besuk yen wus limang atus taun. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki. Sumbre sarta Singkal. Ing besuk dadiya pasêksen. mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute. karena kok seperti anak kecil berkelahi. buah sambi akan menjadi dua warna. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran. maka berkatalah ia. saya ini Sunan. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. Dan mulai saat ini. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. Asam itu menjadi lambang ulat masam. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. dak-suwun marang Rabbana. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu. serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus. maka Anda saya tahan di sini. buah sambi ini aku sebut cacil. dene dhêmit padu lan manusa. (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali. 33 . woh sambi dadi warna loro kanggone." ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali.Islam akan saya santet agar mati semua. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. ia mengancam Sunan Bonang. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. paduka kula-banda". jika tidak bisa. kang lor jênênge desa Singkal. banjur nêpsu maneh.") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu. sarta susahe jalma lan dhêmit. "Sudah. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. kamu tidak perlu mengajari aku. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. daginge dadiya asêm. dagingnya menjadi masam. yen aku padu karo kowe. Saya akan minta pada Tuhan. "Buta Locaya. nyikara wong kang ora dosa. ing kene desa ing Sumbre. maka sungai ini kembali seperti semula. yen botên sagêd. bijinya agar keluar minyaknya. "Harus dikembalikan sekarang juga. besok jika telah genap lima ratus tahun. (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya. aku pamit mau ke Magetan. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. kali iki bisa bali kaya mau-maune".

saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya. disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua. dadiya pangeling-eling ing besuk. (Buta Locaya berkata. sintên ingkang sumêrêp rêca punika.") 34 . kula Ratu". ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya. Itu namanya makhluk halus sombong.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene. wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. prakara rusaking rêca". Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. saya raja. Sunan Benang ngasta kudhi. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus. sebagai lambang tekadnya wanita Jawa. karena berasal dari sabda Sunan Bonang. dan Singkal.") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. awit saka sabdane Sunan Benang. rêca mau awak siji êndhase loro. Singkah artinya menemukan akal budi. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung. (Sunan Bonang menjawab. guruku". benjing jaman Nusa Srênggi. siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. Ia berkata. jênênge dhêmit kêmênthus".") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. "Hingga sekarang. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. (Ki Kalamwadi menjelaskan. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos. Kawanguran artinya pengetathuan. Sunan Bonang tiba di desa Bogem.(Setelah berkata demikian. Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran. kok berani bertengkar dengan manusia. iku pituture Raden Budi Sukardi. woh trênggulun jênênge kênthos. Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. Letaknya ada di bawah pohon trenggulun. "Kamu itu bangsa makhluk halus.") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. buah trenggulun namanya kenthos. Sumbre. (Sunan Bonang berkata. Besok di jaman Nusa Srenggi. ngriku Sunan. rêca jaran êndhase digêmpal.

) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara. satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh. êmbuh bênêr lupute".) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling. saupama diêlih saka panggonane. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona. iku pituture Raden Budi guruku. dene ana madhêp mangulon. sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. supaya jangan dimantrai.Sunan Benang banjur tindak mangalor. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak. ubênge bangkekane 10 kaki. dheweke nêpsu maneh. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. Itu katanya Raden Budi guruku. kêrsane arêp salat. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. aja tansah disajeni dikutugi.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake. sumure banjur digolingake. dene Sunan Benang sawise. Yang menyembah patung itu namanya kafir.Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. "Anda itu benar-benar orang brengsek. (Ki Kalamwadi menjelaskan.") 35 . ngantikaton abang mbêranang. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat. dan tiba di desa Nyahen. timbul amarahnya kembali. bathuke dikrowak. dhuwure ana 16 kaki. sa-niki awon warnine. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar. Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya. kajaba yen nganggo piranti. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab. karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya. Sunan Bonang yang menggulingkannya. baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang. Di luar desa itu ada sumur. saka akehe kêmbange kang tiba. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. Lahir dan bathinnya tersesat. Sunan Benang kang anggolingake. barêng wis wanci asar. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu." (Jawaban Sunan Bonang. entah benar entah tidak.

memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. "Orang Jawa itu khan sudah tahu. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. Anda siksa. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. makluking Pangeran. dipun sajeni.Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 . bahwa itu hanya sebuah arca batu. tidak punya daya apa-apa. dados têdhanipun manusa. wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah. Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah. karena itu dimantrai dan diberi sesajian. (Sunan Bonang menjawab. langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu . didelehi tugu watu disujudi wong akeh. Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" .karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . sarta nêdha ganda wangi. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. di situ terletakpusatnya bumi. wujude nggih tugu sela.Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos. Selain itu mereka makan bau harum. punika inggih langkung sasar". sanes Hyang Labawalhujwa.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. Dibangun tugu dan disembah orang banyak. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. mila sami dipun ladosi. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. botên kuwasa. ing kono pusêring bumi. badannya terasa segar. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah. bukan Hyang Labawalhujwa. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah. sehingga seharusnya mereka juga sesat. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. dipun kutugi. botên gadhah daya. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. Wujudnya juga tugu batu. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. wontên ing rêca. tidak punya kekuasaan apa. sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. yen punika rêca sela.

tugu damêlan Nabi. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. petuah dari leluhur sendiri. Siapa yang sadar akan asal usulnya. manawi panggenanipun raga pêtêng.) 37 . Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. punika wajib dipun sujudi. orang tersesat menyembah tugu batu. sumêrêp budi hawanipun. pinaringan wahyu mulya. yang juga merupakan kekasih Allah. Inilah yang harus diperhatikan. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati. (Sunan Bonang berkata lagi. sami maujud piyambak saking sabda kun. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha. Ia juga menerima wahyu mulia. entah benar entah salahnya. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. kawruhipun sasar-susur. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa. besuk yen mati oleh kamulyan". tetapi apabila pikirannya gelap. ketika mereka sudah melakukan kejahatan. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika. "Itu semua disebut dalam kitabku. Orang mempercayai kitab Arab. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati. Anda berpedoman pada kitab.sami nyungkêmi kabar. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. sidik paningalipun têrus. Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. padahal belum tahu keadaan di sana. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno. sasar nyêmbah tugu sela. ta.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. sintên sumêrêp asalipun badanipun. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. sumêrêp saderengipun kalampahan. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus. bêtuwah saking lêluhuripun. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. punapa dora punapayêktos. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. mengetahui akal budinya. Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. manawi sampun nrimah nêmbah curi. paduka pathokan tulis. Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. tiyang Jawi pathokan sastra. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos. "Ketahuilah. punika kêdah dipunrêksa. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. sami. pengetahuannya amburadul. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. sasar nêmbah tugu sela. hanya percaya perkataannya para penipu.

Mila panjênêngan anganjawi. badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. saya minta Anda pergi saja dar sini. nanging dhêmit raja.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. pertanda kurang nalar. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. wanitanipun ayu. awis toya. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. kowe setan brêkasakan". saking lêpat. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. cukup hujan dan air. (Anda itu seperti orang tidak waras. tanaman tidak bisa tubuh. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. manawi tiyang ingkang ahli nalar. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. asrêp lan bênteripun cêkapan. kangge rencang tumbasan. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. tanah pasir mirah toya. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. apa yang ditanam dapat tumbuh. sapunika panjênêngan ukur. bênteripun banter awis jawah. mila minggat. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. manawi botên purun kesah sapunika. Silakan Anda ukur. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. tandha kirang nalar. tiyangipun jalêr bagus. nyade mulyaning nagari Mêkah. kula-aturi kesah saking ngriki. punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. yang wanita cantik. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. Anda itu orang durhaka. yang kesaktiannya melebihi Anda. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang. yang pria tampan. serta jarang hujan. "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu. Saya minta untuk pergi dari sini. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. tekad panjênêngan rusuh. kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. kurang memakan pengetahuan akal budi. Tanahnya panas. senang menyiksa orang lain. (Sunan Bonang berkata. wahai setan iblis. maoni adating 38 . rêmên nyikara niaya. mastani Mêkah punika nagari cilaka. Panjênêngan tiyang duraka. sitinipun panas. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. panjênêngan punapa botên badhe susah. dados murid kula!". Jika tidak mau pergi dari sini. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. madya luwês wicaranipun. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. rêmên niksa ing sanes. Bicaranya juga luwes. kula sumêrêp nagari Mêkah. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. nyade umuk. negeri Jawa yang suci dan mulia. mulya langgêng salamine. digdayanipun ngungkuli panjênêngan. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. bila salah pukullah saya. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. kirang nêdha kawruh budi. inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. susah air.

Di Arab Anda tergolong orang hina. "Meskipun saya makhluk halus. karena salah maka melarikan diri dari sana. menghina adatistiadat orang lain. Setelah memberi perintah demikian. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. (Buta Locaya menjawab dengan marah. buah dadap. uwohe kledhung. Membuat susah air. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. menyebabkan kekeringan. wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara. gemar menyiksa orang lain. panjênêngan enggala kesah. ngarubiru agamane lêluhur kina. kalah kawruh kalah nalar". Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih. bunganya dinamakan celung.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. nambahi bênter. pergilah cepat-cepat. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan. Sunan Benang banjur tindak. wontêning ngriki mindhak damêl sangar. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag. nyudakakên toya". buahnya kledhung. (Sunan Bonang lalu berpamitan. Anda belum tentu mulia seperti saya. mbucal dhatêng Mênadhu"." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu.") Mula katêlah nganti tumêka saprene. Ia diiringkan dua abdi terkasih. Buktinya di sni membuat onar. "Ya sudah. dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit. Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. Niat Anda buruk. Ratu wajib niksa.") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. namanya kledhung. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. Pasukan Demak tiga puluh ribu. damêl risak barang sae. manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah. prajuritnya banyak yang tewas 39 . mengharubiru agama leluhur kuno. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil. Perang itu sangat ramai. woh dhadhap jênênge kledhung. kêmbange aran celung. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu. (Sunan Bonang berkata. (Oleh karena itu hingga sekarang.uwong. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar. (Buta Locaya menjawab. maoni agama. belum saatnya maju perang. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. menghina agama. murugakên awis wos. tetapi raja makhluk halus. Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit. Sabdapalon dan Nayagenggong. maka terburu-buru perjalanannya. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. Mulia dan abadi selamatnya. Makin lama makin membuat susah saja.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang". merusak barang yang bagus. Di sini membuat susah saja.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo.

Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. 40 . akhirnya Patih Majapahit gugur. kutiup kepala kalian. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. yang ada hanya Ratu Mas. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. bertanding dengan Sunan Kudus. disuruh bersyahadat. hanya tinggal istrinya. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. Mereka merampok sampai bersih. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. Kelak kubalas. "Ingat-ingat orang Islam. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. merebut negara melakukan pembunuhan. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. seperti tugu baja. Orang-orang di sekeliling istana bubar. para Sunan kemudian masuk ke istana. Sunan Ngundung balas ditombak. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. putra Arya Teja. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Sultan Demak berangkat ke Ampel. yang menghadangterjungkal mampus. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. kuajari kalian benar salah. tidak ada yang ditakuti. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. Bangkai manusia tumpang tindih. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun. dikubur di sebelah tenggara istana. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana.berguguran. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. " Setewasnya Patih Majapahit. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. Pasukan Majapahit lama-lama habis. tega merusak negara Majapahit. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. yaitu putri Campa. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. tewas. kucukur rambut kalian bersih-bersih. Seberapa kuat satu orang sendirian. Istri beliau asli dari Tuban. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. Sunan Ampel sudah wafat. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Adapun yang mau takhluk. Setelah wafatnya Sunan Ampel.

sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. kedua kepada raja yang memberi anugrah. Matamu itu berkacalah. kamu dosa tiga hal. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. tidak tahu yang benardan yang salah. Gusti Allah bersifat rahman. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. selain hanya Gusti Allah sendiri. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. tidak berbakti kepada orang kafir. Mengapa negara majapahit dirusak. Demikian ia berkata "Cucuku. Wong Agung Kuparman. Melawan raja dan orang tuamu. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah.Beliau meminta restu. Orang Jawa matanya hanya satu. maka ia menjadi tahu benar dan salah. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. harus keluar dari keinginan diri sendiri. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . dan yang mengizinkan para Sunan. itu beragama Islam. Ingat-ingatlah asalasalmu. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. masih mempercayai agama kafir. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. punya mertua kafir. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. tahu yang baik dan yang buruk. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. menangis seraya merangkul Sang Prabu. tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. ia wajib dijunjung tinggi. Kamu aku dongengi. dengan berkata. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. Katanya anaknya Sang Prabu. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. agar tidak blero penglihatanmu. Berbeda matanya orang Jawa. berwujud kertas atau patung batu. katanya. tidak usah disuruh. jawablah sebenarnya. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. pasti hormat kepada ayah. "Angger! Ketahuilah. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati.

bahwa ia belum memohon pindah agama. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. Ketika kakekmu masih hidup. Itulah yang dinamakan hukum Allah. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. Aku sudah tuwa tiwas. Para Nabi di jaman kuno. Kanjeng Nabi Dawud. Sekarang kakekmu sudah wafat. meskipun melawan orang tua. hanya mengandalkan surban putih. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. karena keinginanmu menjadi raja. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku. maka kemudian dimusuhi. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. akan tetap menjadi tuanya seorangraja. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. tetapi posisinya sebagai orangtuanya. di dalam merah. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. tetapi putihnya kuntul. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. seluruh kata-katamu lidah api. tetapi tidak berkenan. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. coba keluarkan apa mukjizatmu. yang putih hanya di luar. mentang. kesusahannya tidak dipikir. hanya kamu sendiri yang tahu. nanti buwana balik namanya. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam. hanya menurut perkataan buku. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. putranya menginginkan tahta ayahandanya. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. ayahanda disia-siakan. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. Itu bukan patokanmu. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. Tidak lama kemudian. Tidak seperti tekadmu. masih melestarikan agama lama. aku tidak berwenang mengizinkan. Jika demikian caranya. pun bukan buku dari leluhur." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. Aku akan bertanya sekarang. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. setiap hari makan manusia. ia memburu-buru tahta ayahandanya. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa. kakekmu melarang. wasiatnya kamu langgar. untuk menjadi raja di tanah Jawa. Berani kepada orang tua. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. lahir batin tidak salah. aku rakyat kecil dan hanya perempuan. sedangkan jika kamu nanti tua. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. "Tindakanmu itu makin salah. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. Orang mengembara kok diturut perkataanya. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. Kata-kata saja koq dipercayai.

tetapi semua sudah terjadi. Apa lagi seperti kamu. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak. Para santri bermain rebana dan berdzikir. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. dan benci kepada Dewata Cengkar. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. Ajisaka diangkat menjadi raja. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya.Jawa bernama Aji Saka. 43 . Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. selama hidup namamu buruk. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. jangan dipaksa. matimu pasti masuk neraka. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. yang demikian itu hukum Allah". semua menemui sengsara. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. pasti ia akan membela kepada ayahnya. pahlawan pemersatu Indonesia itu. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. tersenyum sambil menganggukangguk. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. Akan tetapi apabil tidak berkenan. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. [Majapahit. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. dan berubah menjadi buaya. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian. itu saja sudah berat tanggunganmu. serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. lagi pula kehilangan ayah. Pertama memusuhi ayah sendiri. kamu pasti celaka. kedua membelot kepada Raja. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. kutukannya pasti makbul. Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh. Tapi kamu kok mau menjalani. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati. tercebur ke laut. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. tidak lama kemudian mati. Setelah itu. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya.

Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. :"Hamba diutus putra Paduka. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. jangan di tanah Jawa. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung. jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. karena tidak mau pindah agama Islam. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. dalam batin merasa (sedikit. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. Dari sumber lain. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya.Mendengar hal itu Sunan Bonang. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. dan mempunyai perangai yang halus. Sabdapalon. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. Perjalanannya terlunta-lunta. Sunan Giri kemudian menyambung. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi. hanya diantar dua sahabat.red. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel.

bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. di gunung mana Paduka ingin tinggal. Apabila sudah siap semua prajurit.memerintah negeri. menyianyiakan orang tua tanpa dosa. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. dan punya belas kasih kepada orang 45 . Kata-katanya hanya manis di bibir. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. diminta dengan tulus. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. dimasukkan dalam ubun-ubun." Sang Prabu Brawijaya bersabda. dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. Kini putra Paduka ingat. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. tetapi tidak tahu aturan. Itu pun jika Paduka berkenan. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. agar buta mataku ini. menurut kesenangan Paduka. menambahi cahaya nubuwat yang bening. lamis semua. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. Dulu-dulu aku beri hati. :"Aku sudah dengar kata-katamu. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja."Sekarang aku akan ke Pulau Bali. kecuali hanya ampunan Paduka. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. apalagi yang dimohon lagi.: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan. menjadi jimat yang dipegang erat. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. serta ingat kepada kebaikanku. Jika Paduka berkenan pulang. Kemudian ia berkata lembut. disembah para bupati. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. berani durhaka kepada ayah raja. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. Namun semua telah terjadi. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. Paduka inginkan beristirahat dimana. tetapi tidak tahu jalan. diikat dipucuk rambut. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. Karena semua telah terjadi.

si Patah menghadap kepadaku. pasti akan terjadi perang besar. hanya menepati satu kebenaran. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak. baik dan buruknya. :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. besok hamba yang tanggung. :"Sahid! Duduklah dahulu. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. Aku sudah tua renta. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. sudah kenyang menjadi raja. Aku tidak malu. Berat sabdanya. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. tidak tahu diri. Aku ini raja binatara. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya.tua ini. Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata. kupertimbangkan saranmu. benar dan salahnya. Sahid! Alangkah sedih hatiku. maka ia mohon agar dibunuh saja. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. ketiga pemberi anugerah. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku. hatinya tersentuh juga. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading.:"Coba pikirkanlah. Ia berkata dalam hati. tidak memakai dua mata. orang sudah tua-renta. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. kemudian memanggil para raja. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. Kupikirkan baik-baik. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja. Pagi sore dibokongi sembahyang. Lain hari lupa. memusuhi raja dan bapa." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan. lalu ingin menjadi raja. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering. bersiaga mengangkat senjata.:"Mustahil jika demikian. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu. kulit kisut punggung wungkuk." Sunan Kalijaga sangat prihatin. diminta dengan baik-baik. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. aku kemudian ditangkap dikebiri. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. disuruh menunggu pintu belakang. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit. menepati sumpah sejati.

Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong. "Syahadat itu seperti apa. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. Sunan Kalijaga lantas berkata. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. rasul naik ke surga. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. aku koq belum tahu." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. Tidak ada yangberubah 47 . Sang Prabu dimohon Islam lahir batin. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir. ruh Muhamad Rasul. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. coba ucapkan biar aku dengarkan. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. Toh hanya soal agama. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian. Pedoman orang Islam itu syahadat. karena apabila hanya lahir saja. "asyhadu ala ilaha ilallah. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. Mulai dari leluhur Paduka dahulu. Rasa termasuk lesan. kedua tahu makanan. dan mengucapkan asma Allah. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul. artinya Rasul rasa. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. turuntemurun sampai sekarang. tiada Tuhan selain Allah. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya. keluarnya rasa hidup. Yang pertama pengetahuan badan. luluh menjadi lembut. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan. lullah. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. keluar dari badan yang terbuka. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. Kalau kalian mau. maka rambutnya bisa dipotong. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. karena asyhadu alla. artinya aku bersaksi. tidak memuji Muhammad di Arab. rambutnya tidak mempan digunting. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. Kewajiban manusia menghayati rasa." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa.Paduka. itu menyembah berhala namanya. Rasul adalah rasa kang nusuli. Sang Wiku Manumanasa. Sakutrem dan Bambang Sakri. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah. jika tidak mengetahui artinya syahadat." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata.

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi. Jika pisah sukma dan budi. tetapi jika tekadnya melenceng. matinya tersesat menjadi kuwuk. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. Demikian itu bunyi serat tadi. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. menjadi iblis menunggu tanah. jika sudah pisah raga dan sukma. di dunia hanya sekedar memakai raga. kayu batu. Raga hamba itu sifat Dewa. ingatlah asal-usul manusia. yang lurus kiblatmu. apabila beroleh buah pengetahuan banyak. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. raga iki isi hawa kekajengan. hidup langgeng yang tidak bisa mati. meskipun sukmanya hewan. waktu Dewa menyambung umur. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. terjadi dari sabda kun. beruntungnya kaya daging. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. Mata artinya lihatlah batin satu. Labung. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. walikaning urip. ingat hidup mati. menjadi rakyat Sang Raja. lahir batin. jika saya ingin mewujud. baik dan buruk. ganti tempat baru. Pundak itu panduk. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. terjadi dari sabda kun fayakun. Tepak artinya tepa-tapa-nira. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. Kiwa artinya. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. jika Paduka mencaci. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta. hidupnya ganti ruh baru. 51 . jadi tinggal kehendak hamba saja. Timbangan artinya salang. cela mati Paduka. Paduka tetap kafir. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam. maka manusia harus yang waspada. Meskupun suksma manusia. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. Adam atau wujud bisa sama. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. tidak ada manusia. Disebut dalam Serat Anbiya. tidak wenang mengukuhi mati. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. ulatana. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. tidak membuat tidak memakai. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. Punuk artinya panakna. Sungsum artinya sungsungen. kehendak Adam. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. yang lebih baik dari yang lama. Jiling itu puji eling kepada Gusti. dari manusia menjadi manusia. keblat utara benar satu. Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. laleren gegermu kang nggligir. Ula-ula. purwa benar dan salah. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. jika beroleh buah kuldi banyak. perahunya sudah hancur. bisa hilang seketika. itulah wujud hamba. Jika Paduka mencela. tidak percaya kepada takdirGusti. nafas memuji kepada Gusti. Tengen artinya tengenen kang terang. Walikat. alam manusia itu sampungan.dengan Gusti. kemudian bangun lagi. budi kemudian berganti baitullah. bisa untuk bekal hidup. menempel pada besi.

malu mengasuh manusia tolol. tidak terpisah. keturunan Paduka akan celaka. suka menurut ikut-ikutan. dan badan. yang disebut pedoman Jawa. tanpa guna hamba asuh. Palon kayu pengancing kandang. artinya hilang. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. besarnya api di bawah tanah. silahkan Paduka jalani sendiri." "Iya sudah. Gunung-gunung hamba kentuti. aku sudah terlanjur masuk agama Islam." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih. yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak." Sang Prabu bertanya. Jika air tadi bisa berbau wangi. tidak muda tidak tua. hamba tidak ikut-ikutan. aku malu apabila ditertawakan bumi langit. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa. tidak mati tidak hidup. hawa. aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi. Tiga-tiganya itu satu. Apa cacadnya agama Buda. badan Sabdapalon. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba. "Tidak jauh tidak dekat. Genggong artinya langgeng tidak berubah. seperti yang sudah dikatakan. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. karena agama Islam itu sangat mulia. karena air sumber baunya wangi. berisi air panas dan air tawar. Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. tetapi apabila baunya tidak wangi. Semua sudah jelas. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. tetapi juga tidak berkumpul. Paduka bayangannya. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. Hamba wirang kepada bumi langit. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka.Coba Paduka tunjuk. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang. Jawa tinggal Jawan. sudah disaksikan Sahid. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. Puncaknya pun kemudian berlubang. kentut sekali saja. 52 . Hidupnya meliputi dalam matinya. Jika paduka tidak percaya. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. keluar apinya serta ada kawahnya. meninggalkan agama Buda. Itu hamba yang membuat. tinggal asma meliputi badan. Jadi bicara hamba itu. yang membuat bumi dan langit. yang bernama Manik Maya itu hamba. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. lihat bagaimana baunya. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. suka ikut bangsa lain. Seperti anakanak. Paduka dijerumuskan." "Bagaimana ini. hendak menjadi jawan. air kencing hamba. apinya banyak yang keluar. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. "Ikut agama lama. Sejati tunggal budi. langgeng selamanya." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. langgeng selamanya. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. sudah wangi. Paduka wujud sifat suksma. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. Naya artinya pandangan.

karena sudah terlanjur. sekarang hanya kamu kutanya. (=tiba-tiba menghilang. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. tambah panas jarang hujan." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. ingat kepada agama Buda lagi. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam. berpengetahuan. besok." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Sang Prabu bersumpah. Tabung setelah diisi air. airnya dicium masih wangi. bulan depan bulan tidak kelihatan. suka menyembah batu. Sang Prabu istirahat di sana." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. artinya meliputi sekalian wujud. Berkurang hasil bumi. Air sumber tadi untuk pertanda. 53 . yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. banyak manusia suka menipu. Lama beliau tidak berkata. "Sejak jaman kuno. Besok apabila sudah bertaubat. Sejak hari ini hujan sudah berkurang. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. hujan salah musim. karena paduka yang salah. satunya diisi air sumber. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. bila laki-laki menurut perempuan. padi seperti kerikil. Dewa kemudian memaafkan. jika bau wangi hilang. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. biji mati tidak tumbuh. hanya menepati yang namanya Semar. diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. hujan kembali seperti jaman Buda. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi. "Kamu cela sudah tanpa guna. Walaupun tumbuh kecil saja. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. anglela kalingan padang. yang satu diisi air tawar. tetapi tidak berada di situ. hanya untuk makanan burung. Coba Paduka saksikan. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. ditolak oleh Dewa. pasti sengsara. Prabu Brawiaya kemudian pergi. jika bau harumnya hilang. sudah disaksikan oleh si Sahid. tetapi kedua orang tersebut musnah. dan kembali mau makan buah pengetahuan. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. Sabdapalon berkata sambil meludah. membuat bingung para petani. besok apabila ada orang Jawa tua. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. Esok harinya tabung itu dibuka. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. tidak berwewenang memulai kehendak." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong. kembali ke agama Kawruh.

Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi. Sang Prabu bertanya.Pagi harinya air dicium masih wangi." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat. Putra raja Majapahit. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz." Sang Prabu kemudian merangkul putranya. "Sahid. Sampai di Prabalingga. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun. Tetapi tinggal sedikit." Jangan menangis. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. "Hamba putra Paduka. Jangan ada perang berebut tahtaku. Sang 54 . Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. "Prabalingga di besuk namanya dua. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. tetapi berbusa harum. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. Menghadaplah ke Demak. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. maka kemudian pergi ke Majapahit. Prabu Jimbun. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. Sesampai di Demak. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. Baik buruk jangan ditolak. Esok paginya air itu dilihat lagi." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan. mendekatlah kemari. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. seperti yang sudah diceritakan di depan. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Air yang tawar masih enak. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. perangnya akan kalah." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu. Sang Prabu kemudian berkata. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). Sang Prabu beristirahat di sana. karena kerap diminum di jalan. tidak jelas ke mana larinya. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. tetapi kemudian sakit. Merasa tidak enak pikirnya. Sakitnya Sang Prabu semakin parah. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci. Prabalingga dan Bangerwarih. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. karena hanya akan membuat kekacauan dunia. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. lalu dibuang. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. jangan ada perang. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Bondhan Kejawan. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. melaporkan tingkah laku cucunya. Nanti kuberi tanda tangan. disitu juga istirahat semalam.

anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. "Sastra artinya tulisan. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. semua wasiatku tulislah. dalam berperang mendua hati. Karena akan menginjak Gustinya. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. dan Raksasa. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit. Bila ada untungnya. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. Cina. wulan artinya cahaya dunia. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. Maka kutinggikan Putri Cempa. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. Aku titip anak kecil ini. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. Dan lagi pesanku kepada kamu. membela ayah merebut tahta.Prabu kemudian berkata. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. Nyai Ageng berkata. Maka wasiatku. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. "Ya. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. Jawa." Sang Prabu setelah bersabda demikian. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. sampai aku disia-siakan seperti ini. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu. besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. "Celaka kamu Jimbun. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Apabila masih kemilau cahaya rembulan. tidak melihat wafatnya ayahanda. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. Bisa mencelakai hidup." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja. terus wafat. Sudah Sahid. kuberi izin. Seketurunannya asuhlah. tangannya kemudian bersedekap. serta tidak dianggap laki-laki. setelah aku tidak ada. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. Dan lagi pesanku. "Sahid.

Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. remit. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. Semua itu untuk menutupi rahasia raja. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. agar tidak memperpanjang rasa malu. yaitu ganti agama. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. orang Majapahit geger karena ditenung demit. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. Artinya Palembang itu mlembang. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. dan demit. tawon. Hutan angker banyak demitnya. karena banyaknya tikus. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. Apabila dipikirkan sangat memalukan. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. Demit itu juga TUKANG SANTET. keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. marah. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). Adapun jelasnya demikian.meneteskan air mata berat. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan). menyamar hanya untuk 56 . Sesudah diberi. balas merusak. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan. Keduanya terhenyak. Tidak cocok lahir batin. Artinya. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. Demit artinya samar. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. rungsid. Adapun kenyataannya. giginya gemeretuk. setelah dibuka berbunyi menggelegar. seorang putra memusuhi ayahandanya. wajahnya merah seperti api. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. dan demit. senjatanya berada di anus. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. siapa yang mendengar pasti marah. ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. akhirnya menyengat dari belakang. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. agar jangan mengganggu di belakang hari. tawon. tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak.

ibumu putri Cina. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak. karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. senang minum darah. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja. yakni raja kaya. Maksudnya diam marah saja. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Orang Majapahit tidak siap senjata. Tuma artinya tuman `terbiasa'. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu.menghadap ketika hari raya grebeg. Asalnya Jawa. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . Mereka dikejutkan. Sembilannya Adipati Demak. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. Waktu itu diberi pangkat.. Setelah negara pindah ke Demak. dosanya lahir batin. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. Artinya lihatlah tengkukmu. Mereka semua memberontak dengan licik. Tidak berpikir benar dan salah. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. terdengar sampai ke negara mana-mana. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. sampai Sang Prabu tidak habis pikir. babi hutan itu juga bernama andapan. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. penjelasan kitab manik Maya. yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. Kombang artinya diam tapi suaranya riuh. tetapi juga para wali lainnya.. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. Kebo artinya kerbau. tidak berkenan melawan dengan perang. ( . Prabu Brawijaya disindir. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa. keadaan di Jawa juga berubah. sifatnya sia-sia.. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan.

asesilih ratu bengi. 58 . bejane sing lali. 120. pembangunan perumahan. kereta api. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. tanah Jawa berkalungkan besi. manusia sengsara. [ Banyak barang masuk lubang. kuda suka sambal. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. pasar ilang kumandhange. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. ora duwe wirang marga kapeksa. banyak manusia berwatak iblis/ serakah. kereta roda empat separo. mengku ratu wis ora bapa. orang benar melompong bengong. masih beruntung mereka yang sadar. barang publik disimpan pribadi. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan.] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil.. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. menungsa sara. rakyat kerja keras bagai kuda. Yogyakarta. perahu berjalan diatas angkasa. ajejuluk sarwa agung edi. wong bener thenger-thenger. Mula den titenana. 118. Tanah Jawa kalungan wesi. orang membeli membujuk yang menjual. sungai hilang lubuknya. bisnis dengan bisik-bisik. kereta roda papat setugel. banyak orang kelaparan dan buta. akeh wong kaliren lan wuta. 119. mulai korupsikolusi – nepotisme. wong tuku ngglenik sing dodol. tak punya rasa malu karena terpaksa. bejane sing eling. Akeh barang lumebu luweng. Rawa dadi bera. yang menjual banyak akal]. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. untungnya yang lupa. pesawat terbang. kali gedhe ilang kedhunge. pasar hilang gaungnya.CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. iblis muncul/jahat. reklamasi pantai. titikane nganggo kethu bengi. dihimpun oleh KRT Kertonegoro. Iblis mendhilis. itu pertanda datangnya jaman. yaiku mretandhani tekane jaman. iblis menjelma manusia. kababare jangka Jayabaya amrepeki. samangsa tanah jawa. Iblis manjalma menungsa. nanging isih beja sing waspada. [Rawa menjadi kering tandus. kendaraan roda dua mulai beredar. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi. 117. untungnya yang ingat. prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. jaran doyan sambel. sing dodol akal-akal.

sisaning gurenda. angundamana bala sabrang sing doyan asu. bergelar serba agung dan indah]. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. sakti tanpa azimat. kelemahannya wanita cantik menggoda. na’asnya lawan setan. [Rumah2 tak beraturan arahnya. kretekan bayu Priyangan. titihane turangga asikil lima cacahe. 124. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam. adhepe pondok tan karuwan keblate. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. sugih tan abebandhu. tan kena penggawe ala. sinabda mati tan kena mimis. ulese kaya pasuryane Baladewa. warnanya serupa wajah Baladewa. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. yang berani menentang bakal malu. lamun menang tan angasorake liyan. terhentak sambil miring.[Maka harap diingat/dicermati. matinya karena terjepit sekerat daging]. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. sang ratu bernyali kecil. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. [Pantas bernama komandan perang. disusuli suara bende baja]. 121. yen nglurug tanpa bala. digdaya tanpa aji apa-apa. mudah tergoda wanita. 122. dentuman meriam. sing wani bakal wirang. nanging cures ludhes merga lemes. jembatan angin Priyangan. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. sinendhal sinambi miring. kendaraan kuda berkaki lima. Pantes yen apeparab bupatining prang. tuyul buruk. benderanya berwarna merah putih. Interpretasi: Munculnya Sukarno. tak kena guna-guna. nanging apese mungsuh setan. memakai peci hitam. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. bila menang takkan merendahkan lawan. tinengeran gambare raja-kaya. kaya tak berharta. bertanda gambar margasatwa. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. ditakdirkan mati tak kena peluru. mula ywa ngerti jangkane jaman. tak tahu gelagat jaman. tandanya memakai peci malam. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . ratune atine cilik. abandha-abandhu nanging nora duwe. bocah cilik2 pating pendelik. yen nitih ing wetenge turangga. disusuli swarane bendhe waja. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. bertumpuk harta namun tak memilikinya. namun binasa karena lemas. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. berjuluk raja malam. patine marga kejepit sekiling daging. bila menyerang tanpa pasukan. thuyul ambregudul. dan Inggris 123. menaiknya di perut kuda]. Panglima Tertinggi dsb. anak2 yang beringas melotot. bendera merah putih dan simbol garuda. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra.

Interpretasi: Munculnya Suharto. negarane ambane sakprawolon. gineret kreta tanpa turangga. warsa srani nga nem nem. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. orang bodoh menjadi pejabat. sumsume iwak lodan munggah ing daratan. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. lambang kartika eka paksi. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. bila kenal pada mendekat. (Buana Minggu. [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. negaranya lebar seperdelapan. amarga tutup kuwali lumuten. yang penuh buaya. asmane bisa ngramekake. berpakaian daun bambu muda. memakai topi baja. nama bisa bikin ramai. tapi dikendalikan suara menggerung. suara menggemuruh. Yen sira nyebut asmane. pasti ramai. Tahun Jawa (1)393. wong bodho dadi priyayi. bisa krasa digdaya tanpa aji keling. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. tank. tahun nasrani (1)966. duwe bala lan prajurit. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. 27 Desember 1998:) 126. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. mesthi dadi rame. ageme godhong pring anom. pindha tawon gung. punya pasukan dan prajurit. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. 129. ditarik kereta tanpa kuda. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. Angkatan Darat. tahun masehi nga nem nem. pengikutnya memanggung once. orang baik yang menderita]. senenge wong jahat. Interpretasi: setelah jatuh. di kepung lumut samudera] Interpretasi. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. itulah pertanda datangnya jaman. bagai lebah raksasa. disertai angkatan udara. yen kenal padha nyandhing. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. seragam hijau. yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. [Ada manusia mengaku jadi raja. atetenger kartikapaksi. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. membawa senjata. dimana orang kaya merasa takut. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. kinepung lumut seganten. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. sapto linuweng ing sumur jalatundha.125. 60 . sudahe wong becik. karena dapat menyebabkan keributan. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. pandhereke padha nyangklong once. para penjahat bersuka-ria. merasa sakti tanpa aji keling. naik mobil. karena bertutup belanga lumuten. kang kebak isi baya. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. jaman wong sugih krasa wedi. iku tandha praptane jaman. [jika menyebutkan namanya. bertanda bintang garuda. konglomerat cina). masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno.

yang berhati suci dibenci. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. karena pandainya bicara. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. juragan dadi mapan. disana-sini semakin bingung. seiring dengan zaman. sing ati suci padha dibenci. rampok makin berlagak. Begal padha ndugal. wong njamin jaluk dijamin. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. janji menehi pangkat drajad. kampak pada kepak-kepak. wong pinter diinger-inger. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132. wong ngerti padha mangan ati. wong cilik kepencil. pangkat menjadi pemikat. tanpa sirah amung gembung. orang pintar diputar-putar. buruh wani juragan. penjaga mencuri yang dijaga. rentetan peristiwa G30S/PKI. pengasuh memfitnah yang diasuh. yang benar dikatakan salah. sing kalah. sing aswara suwe-suwe bala. pintere micara sing bener digawe ala. 3 Januari 1999): 131. patihnya kepala penjudi. tanpa kepala hanya badan]. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. sama-sama terpikat dan menurut. Bandha dadi memala. [Harta menjadi bencana. kene sansaya bingung. hamba berani pada tuannya. marga dadi korbane sing jahat sing jahil. aslinya tak ketemu. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. pangkat dadi pikat. kenyataannya malah mengajak melarat.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. yang mengalah semua merasa salah. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. sing ngalah kabeh rumongso salah. sing menang padha sawenangwenang. malah ngajak mlarat. orang kecil terpencil] 61 . rumongso menang. [Penodong makin kurang ajar. (Buana Minggu. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. wong njaga nyolong sing dijaga. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. ada dua versi berarti ada yang palsu. juragan menjadi mapan. pitik angrem sandhuwure pikulan. sing jahat ndilat tur oleh drajad. ayam mengeram diatas pikulan] 133. buruh berani pada juragannya. badan mati pinggir kali. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. banyak orang tertipu ikut masuk jurang. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. kawula bendara. sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. mayat dipinggir kali. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. pada kapikut katut. pepatihe kepala judhi. angkara murka menjadi-jadi. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. wong momong mitenah sing diemong. yang kalah.

Wanodya padha wani ing ngendi-endi. yang tak tahu semakin dituduh. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. Pendeta mengungsi karena takut mati. Banyak perawan tuwa. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. Banyak bayi tanpa ayah. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. wong jahat padha seneng mragat. buruh dadi mungsuh. terjadi reformasi 1998. kasus penjarahan dan orang hilang. Agama akeh sing nantang. kana kene padha ngumbar angkara murka. [Banyak yang terkutuk. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. Angrasuk busana ireng. sing ora weruh sansaya ketutuh. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. guru saling berseteru. [Banyak hujan salah musim. 137. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. sing weruh kebubuh. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. tetapi usianya tak panjang. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. Nanging umure tan panjang. Akeh prawan tuwa. muncul satengahe gunung kendheng. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. Akeh bayi tanpa bapa. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. Banyak kematian tanpa disertai upacara. [Pendeta itu berdagang kayu. 135. baju. anak makan bapak. yang mengetahui menanggung beban. ikat kepala. [Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng. Banyak janda hamil.134. sedulur ngarah sedherek. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. Dimana-mana wanita makin berani]. akeh randha meteng. benang tenun. saudara memusuhi saudara. 138. rumah maksiat disenangi. Ana wong tapa ageng. guru padha satru. berpakaian serba hitam. cari makan dengan permusuhan. Namung sawarsa jawa bang. Akeh udan salah mangsa. hanya setahun Jawa merah] 62 . Rumah suci dihindari. Akeh laknat akeh pengkhianat. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. Banyak yang menentang agama. Modin padha ngungsi marga wedi mati. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. Kamangnusane akeh sing ilang. banyak yang berkhianat. Akeh mati tanpa slametan. Wanita angger wanita jebul kelangan laki. dipatuhi oleh kaum laki-laki. anak mangan bapak.

Ratu ora netepi janji. 17 Januari 1999: 143. petani lugu digencet. yaitu dijaman gila. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. 140. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh. Pancen wolak waliking jaman. Padha wedi nggiyarake piwulang adi. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. Endi sing bener endi sing sejati. tetapi besi tua satu truk. kayu gelondongan ratusan truk. juga doyan kayu gelondong dan besi. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. sapa sira sing sayekti. dirasa enak kaya roti bolu. Para tapa padha ora wani. banyak rumah diatas kuda. 145. Mereka yang sehat berpikir. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda. yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. hilang kekuasaan dan wibawanya. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan. [Banjir besar terjadi dimana-mana. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya. Salah-salah anemahi pati. yen wengi padha ora bisa turu.] 141. [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. orang makan sesama orang. wong tani padha ditaleni. Sing edan padha bisa dandan. penebangan hutan semena-mena. 63 . Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. Beja bejane sing lali. kasus ini cuma berjalan singkat. Wong dagang barang sansaya laris. akeh omah ndhuwur kudha. Amenangi jaman edan. Marga wedi kapiyak wadine. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. Wong dora padha ura-ura. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142. banjir. jelas mana yang benar mana yang sejati. karena terasa nikmat seperti roti bolu. mereka yang dusta malah berdendang ceria. dari daerah Pati (gunung Kendheng). akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. pakaian serba hitam. Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. isih beja sing eling lan waspada. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. wong pada mangan wong. ora edan ora komanan. Banjir bandhang ana ngendi-endi. longsor.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. 144. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong. musna kuwasa lan prabawane. [Raja/pemimpin mengingkari janji. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. aktifitas gunungapi. Buana Minggu. Sing waras padha nggagas.

banyak ayah melupakan anaknya. akeh bapa lali anak. 150.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. lali kabecikan. Interpretasi: Tanah menciut. sesama saudara saling berbohong. sak kilan bumi dipajeki. sing pinter duraka dadi kanca. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. 149. takmenjalankan hukum Tuhan. sedulur padha cidra. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. lali sanak lali kadang. [Banyak manusia mengutamakan royal. luwih utama ngapusi. Ukuman ratu ora adil. banyak orang melanggar sumpah sendiri. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. keluarga saling curiga. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. sawah berubah menjadi bangunan. [Banyak janji tidak ditepati. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. tanah sejengkal saja dikenai pajak. sing ora bisa maling digething.bungah. orang jujur semakin termangumangu. kanca dai mungsuh. nasibnya tidak terpikirkan 147. wong salah sangsaya bungah. barang jahat diangkat-angkat. lali kamanungsane. wong bener sangsaya thenger-thenger. manungsa padha seneng ngalap. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil. tan nindakake ukuming Allah. yang pandai durhaka menjadi teman. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. akeh bandha musna tan karuwan larine. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. barang suci dibenci. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil. [Tanah makin lama makin menyempit. manusia senang menipu. perempuan mengenakan pakaian laki-laki. kulawarga padha curiga. sarjana ahli. Akeh janji ora ditepati. yang tak sanggup mencuri justru dibenci. manusia lupa asalnya]. lupa perikemanusiaannya. banyakanak mengusir ibunya. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. 148. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. akeh anak nundhung biyung. manungsa lali asale. 64 . lupa sanak saudara. hal baik dibenci]. 31 Januari 1999. 146. Buana Minggu. hal jahat disanjung. lupa kebaikan. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung. teman menjadi musuh. ada pajak tanah dan bangunan. Akeh manungsa ngutamakake royal. orang bersalah semakin bersuka-ria. wong wadon nganggo panganggo lanang.

menjanjikan. yang baik malah dikucilkan.] 156. yang berdagang tak dapat uang. akeh wanita adol awak. banyak ibu menjual anak. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. randha sanga lara. orang berkuasa berlaku hina. masih ingusan sudah beranak. wanita padha ora setya. [Yang curang garang. isih bayi padha mbayi. wong mulya dikunjara.] 153. Sing curang garang. lelaki naik pelangi. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. wong dagang kepalanggrang. ngaku suci sucine palsu. bojo ijol-ijolan jare jempolan. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. wong lanang ilang kaprawiirane. 152. pengkhianat hidup senang. wong jahat munggah pangkat. Akeh jago tanpa bojo. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul. wong salah dianggep bener. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. [Perempuan naik kuda. kesucian palsu. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. orang salah dianggap benar. akeh wong ngaku-aku. janda sembilan sakit. akeh biyung adol anak. njaba putih njerone dadhu.[Hukum raja tidak adil. laku sedheng jare gagah. banyak orang mengaku-aku. yang pria merendahkan derajatnya sendiri. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. wanita hilang sikap kewanitaannya. mengaku suci. tindak jahat makin sempurna. banyak wanita menjual badan. banyak barang haram] 65 . [Banyak lelaki tanpa isteri. banyak pembujuk dan penipu] 155. mengandalkan kedurhakaan. Wong wadon nunggang jaran. nggedheake duraka.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. banyak yang tertipu. wong agung kesinggung. wanita ilang kawanitane. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. wong judi ndadi. Akeh wong adol ngelmu. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. sing jujur kojur. wong apik ditampik. Wanita nglamar priya. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. [Wanita melamar pria. melampiaskan keangkaramurkaan. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. orang jahat dipuja. yang jujur celaka. akeh bujuk akeh lajuk. banyak wanita tidak setia. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. semua perilaku bertolak belakang. penjudi menjadi-jadi. wong lanang nunggang pelangi. akeh barang-barang haram. orang benar dipenjara. perawan sembilan lima] 154. wegah makarya kepengin urip kaya raja. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. diluar putih dalamnya abuabu. wong ala pinuja puja. [Banyak orang menjual ilmu. prawan sanga lima.

ketika Bathara Surya muncul. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. dawa ngalu-alu tumanja. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. utang wirang nyaur wirang. keprihatinan manusia berlarut. reformasi terjadi tahun 1998. yang hutang harus membayar. jika tidak pulang semua tetap tinggal. sing gedhe rame tanpa gawe. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. Buana Minggu. yang kebagian tidak berhemat]. akeh wong ijir akeh centil.larut. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha. Jinejer wolak waliking jaman. Ingat. candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. karena semua dibenci. prihatine manungsa kalantur lantur. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus. berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding. nanging sing ngawur padha makmur. sing anggak kelenggak. akan ada Dewa menjelma manusia. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. sing tan eling miling-miling. Hutang nyawa membayar nyawa. hutang malu membayar malu]. yang sombong terdesak. yang takut padha mati. utang nyawa nyaur nyawa. eling aywa mulih padha manjing. lawase pitung bengi. yang kecil tergencet. yang sadar lalu ikut Jawa. yang tak sadar lihat-lihat. terjadinya perubahan jaman. sing kebat kliwat. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca. tetapi yang ngawur menjadi makmur. 159. mloya. yang bergerak cepat berlebihan. bermulalah. memanjang di tenggara. kaya manungsa sing angleleda. diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. arupa pagupon dara tundha tiga. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. marga tinggal padha digething. Wong golek pangan pindha gabah den interi. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. wong utang mbayar.157. 7 Februari 1999: 158. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. ana kidul wetan bener. berparas bagaikan Bathara Kresna. wetane Bengawan Banyu. selama tujuh malam. seiring dengan yang pergi. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon. 66 .. mereka yang berhemat tak kebagian. Banyak orang bermalasan dan pelit. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. melu Jawa sing padha eling. 161. wong nyilih mbalekake. pagi sekali hilangnya. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. yang berhati-hati mengeluh setengah mati]. sing wedi padha mati. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ].mlayu kaya maling kena tuding. 160. sing kasep kepleset. sing cilik keceklik. yang terlambat terpeleset. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. yang banyak bicara tanpa kerja.

Kristen-Katolik. berwatak jinak-jinak merpati. maknanya kitab bermata tiga (trisula). dua kali memotong tanah Jawa. tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. hiya kyai Bathara Mukti. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit.jujur. benar. Apeparap pangeraning prang. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang. diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong].[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang. dedemit?) 163. daerah pangkalan militer angkatan udara. bener. di timurnya sungai besar.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G. seperti halnya manusia berjinak. Banyak suara tanpa rupa. 14 Februari 1999: 162. rumah tiga tingkat. hiya Harumurti. Sing mandhegani putrane batara Indra. padha asesanti Trisula Wedha. ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian. [Bergelar panglima perang. dekat sungai besar. itulah pasukan bantuan makhluk halus. seperti demam berdarah. Interpretasi: Trisula Weda. hiya Kresna. Bala prewangan makhluk halus. nugel tanah Jawa kaping pindho. berpedoman Trisula Wedha. Indonesia (Nusantara) ini unik. Putra kinasih swargi. segenap makhluk halus tunduk.lurus. Tan kasat mata tan arupa. di sebelah barat didominasi oleh Islam. cina teringat akan para syeh. [Banyak orang mati hanya digigit nyamuk. Kumara-prewangan. Akeh wong sing dicokot lemut mati. ngerehake jin setan.jinak merpati. Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. Akeh wong sing dicokot semut sirna. tidak tampak dan tak berwujud. menguasai semua ilmu. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik. (senapati ing ngalogo). Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah.jejeg. Padha baris padha rebut bebener garis. [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. momongane padha dadi nayaka. menaklukan jin setan. Buana Minggu. meskipun seragamnya tak memadai. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?). perange tanpa bala. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. berupa rumah merpati tiga tingkat. landhepe priniji suci. Kyai Batara Mukti. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam.Lawu. 67 . dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. Banyak orang tewas hanya digigit semut. bersatu padu membantu manusia Jawa. dan Hindu-Buddha. agegaman Trisula Wedha. kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. mumpuni skabehing laku.jujur. banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin. ya Harumurti. akeh swara aneh tanpa rupa. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang. sekti mandraguna tanpa aji-aji. yang berbaris mematuhi perintah. ya Kresna. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa. bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca. kang jumeneng gunung lawu.

Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama . pemberian sejuta Gatutkaca]. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. jawa ngerti garise siji-sijining umat. 165. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. memahami nasibnya umat. melainkan orang yang terpilih saja. sudah tak berayah-beribu. sabdane malati. memiliki karakter menepati janji. yatim piatu. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. yang jahat pasti mati. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. Ora tuwa enom padha dene bayi. tan kewran sasuruping jaman. Mula den upadinen sinatriya iku. takkan bingung sampai akhir zaman]. ngerti sadurunge winarah. Tidak tua.spiritual di Nusantara. pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. memahami leluhurnya. [Arif seperti dewa. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin. pindha lahir bareng sedina. bagaikan lahir bersamaan sehari. 168. ngawuningani jantraning jaman. dihadapkan kepada Yang Berkuasa. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. lola wus aputus wedha Jawa. menguasai wedha Jawa.] Interpretasi: Idu geni. garis sabda ora gantalan dina. mung angendelake trisula. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. isih timur keceluk wong tuwa. ucapannya keramat.sementara di tengah (p. canggahira. wong ora ndayani. gegawe pepati utawa utang nyawa. 166. yang ditengah pantang merugikan sesama. nanging mung pilih pilih sapa. nyuwun apa wae mesthi sembada. wus tan bapa tan bibi. Pendhak sura nguntapa. Daya pikirnya sangat tajam. Idune idu geni. bisa pirsa mbah-mbahira. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa. Pada dasarnya. sabdane malati. paringane gathutkaca sayuta. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. sing mbregendul mesthi mati. cucunya. kumara kang wus katon nebus dosane. Waskitha pinda dewa. beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. [Setiap bulan Sura disaksikan. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. kemampuan spiritual. 68 . Buana Minggu. bisa nyumurupi lahire mbahira. mengerti putaran zaman. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. cicitnya. pembawa maut atau hutang nyawa. tidak mampu bertindak. wasis wegig waskitha. tahu sebelum terjadi. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa. kaadhepake ngarsane sang kuwasa. 21 Februari 1999: 167. hanya mengandalkan trisula. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. muda seperti bayi saja. [Ludahnya bagaikan api. suatu ketajaman mata batin.Bali) merupakan Hindu-Buddha. [Maka carilah ksatria itu. untuk membaca reinkarnasi seseorang. buyutira.

[Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. gawang-gawang terang ndrandhang. Janganlah keliru pendeta palsu. uga ana janma sing durung mangsane. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. Aja gumun aja ngungun. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi]. ana manungsa kaiden ketemu. dudu pandhita sinebut pandhita. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. larinen pandhita asenjata trisula wedha. mula sing menangi enggala den leluri. bukan dewa disebut dewa. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. tentang arti ramalanku. Sirik den wenehi ati. angagem Trisula 69 . malati bisa kesiku. aja-aja kleru pandhita samudana. hiya iku putrane Bathara Indra. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. ing jaman Kalabendu Jawa. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. itulah putera Bathara Indra. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. beja bejane anak putu. yen menang tan ngasorake liyan. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. Buana Minggu. dudu dewa sinebut dewa. Ing ngarsa begawan. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. senang menggoda meminta secara nista. [Di depan begawan. ngertiya yen iku coba aja kaina. demi keberuntungan anak cucu]. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. ratune nyembah kawula. jangan sampai jaman berlalu. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk. juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. 28 Februari 1999: 171. marga bisa manjing jroning ati. ana begja begjane sing den pundhuti. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara. ketahuilah bahwa itu cobaan. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. ateges jantrane kaemong sira sabrayat. Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. Menghadaplah dengan hormat. [Jangan heran jangan bingung. marang jarwane jangka kalaningsun. Jangan iri. bukan pendeta disebut pendeta. Nglurug tanpa bala. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. para kawula padha sukasuka. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. dewa apengawak manungsa. ngango simbul ratu tanpa makutha. 170. madhepe den marikelu. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham. kaya manungsa kinen anggep manungsa.169. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. 172. hiya siji iki kang bisa paring pituduh. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. 173. tan kena den apusi. bagai manusia tak dianggap manusia. aja kongsi jaman kendhang. marga adiling pangeran wus teka. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. hingga menjadi terang benderang]. iku hiya paringaning dewa. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik.

HABIS. nora ana wong nggresula kurang.Wedha. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan). para pandhita hiya padha muja. Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. namun semua telah jadi jelas dan terang. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. 70 . yang pernah dipermalukan. memakai Trisula Wedha. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. [Perang tanpa pasukan. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. sing wis adu wirang. jika menang tak merendahkan lawan. Semua pendeta juga menghormatinya. andayani indering jagad raya padha asung bekti. dia itu asuhan kaki Sabdopalon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful