Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

ialah Sultan di Demak. Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar. lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Raden Patah. dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. Oleh Pujangga. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain. Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram. bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Setelah Kerajaan ini jatuh pula.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Patani dan Sriwijaya. Di kelak kemudian hari (ditinjau. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung). Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. Bisa kita maklumi. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup. Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono. yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. pada hari Kemis Legi. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan.

Bumi saya suwe saya mengkeret --. Jaran doyan mangan sambel --. 2. 10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --. sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.Orang perempuan berpakaian lelaki. penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--. 9. 11. Lalu dari hasil. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu.Pasar kehilangan suara. 4. Tanah Jawa kalungan wesi --.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. terutama pujangga terkenal R. Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. ISI RAMALAN 1. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 .Ng. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. 7.. Sekilan bumi dipajeki --. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini.Pulau Jawa berkalung besi. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --.Sejengkal tanah dikenai pajak. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. Setelah mendapat pathokan/data baru.1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. Kali ilang kedhunge --. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi. raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. Pasar ilang kumandhang --. 8. 5. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini. 3. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!.Perahu berjalan di angkasa. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.Kuda suka makan sambal. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. Dengan demikian. yakni Kitab Musarar. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian.Bumi semakin lama semakin mengerut. 6.Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan). Jika kita teliti secara kronologi.

18.Orang yang baik justru tersisih. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--. 41. Wong agung kasinggung--. Wong salah bungah --. 50. 47. Luwih utama ngapusi --. Akeh wong lanang ora duwe bojo--. Akeh anak wani nglawan ibu--. Lali sanak lali kadang--. Kanca dadi mungsuh --. 38.Malas untuk bekerja. Akeh wong ijol bebojo--.12.Banyak perempuan ingkar pada suami. nggedhekake duraka --.5 sen). 37. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. Kepingin urip mewah --.: seuang = 8. 14. 5 . 54.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).Orang (yang) benar termangu-mangu. 46.perempuan hilang malu. 30. 44. Wong jahat munggah pangkat--. 24.Lupa hikmah kebaikan.Banyak ulah-tabiat ganjil. Wong wadon nunggang jaran--.Laki-laki hilang perwira/kejantanan. Lali kamanungsan--. 25. Prawan seaga lima--. Randha seuang loro--.Kawan menjadi lawan.Banyak ayah lupa anak.Orang (yang) mulia dilecehkan. 34. 42. Wong bener thenger-thenger --. 21. 27.Duda pincang laku sembilan uang. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--. 52.Sedulur padha cidra--. 15.Banyak laki-laki tak mau beristri.Orang (yang) jahat dipuji-puji.Laki-laki naik tandu. Akeh janji ora ditetepi --. 33. 48. Wong lanang ilang kaprawirane--. 22. 13. Nantang bapa--.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. Barang suci dibenci--. Ukuman Ratu ora adil --. 29.Hukuman Raja tidak adil. 51. 20.Yang jahat dijunjung-junjung.Melepas nafsu angkara murka. 45. 26.Dua janda harga seuang (Red. 36. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--. Kulawarga padha curiga--. 17.Lupa sanak lupa saudara.Saudara dan saudara saling khianat.Banyak ibu menjual anak.Banyak pejabat jahat dan ganjil. 40. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--.Banyak orang hanya mementingkan uang. Lali kabecikan--. Akeh kelakuan sing ganjil --.Lupa jati kemanusiaan. 28.Inginnya hidup mewah. memupuk durhaka. Wong lanang linggih plangki--. 31.Banyak orang kerja halal justru merasa malu. Barang jahat diangkat-angkat--. Akeh wong wadon ngedol awake--. 19. Dhudha pincang laku sembilan uang--. 23. Wong apik-apik padha kapencil --. Akeh ibu padha ngedol anake--.Banyak orang tukar istri/suami.Perempuan menunggang kuda.Orang (yang) salah gembira ria. Wong ala kapuja--.Banyak perempuan menjual diri. Wong apik ditampik-tampik--.Yang suci (justru) dibenci. 39.Orang-orang saling lempar kesalahan. Akeh bapa lali anak--.Banyak janji tidak ditepati.Lebih mengutamakan menipu.Lima perawan lima picis. Wong wadon ilang kawirangane--. 35. 43. Ngumbar nafsu angkara murka.Banyak anak berani melawan ibu.Keluarga saling curiga. 16. 32. Wegah nyambut gawe --.Banyak orang lupa asal-usul. 53.Menantang ayah.Orang (yang) jahat naik pangkat. Manungsa padha seneng nyalah--. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --. Akeh manungsa lali asale --. 49.

86.Yang curang berkuasa. 71.Orang yang mulia dipenjara. 90. 92.Banyak orang berdagang ilmu. 98. 58.Banyak orang mengaku diri. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. 67. 64.55.Angkara murka semakin menjadi-jadi.Perikemanusiaan semakin hilang.Mengaku suci.Rumah maksiat makin dipuja.Banyak kutukan.Banyak pengkhianat. 56.Di luar putih di dalam jingga. 61. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. Njabane putih njerone dhadhu--. 101. 76. 99. 59. kidul lan lor---Datang dari timur. 66. Agama akeh sing nantang--. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.Banyak janda melahirkan bayi. Ngakune suci. Akeh bujuk akeh lojo--. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.Pedagang banyak yang tenggelam.Banyak tipu banyak muslihat. Akeh barang haram---Banyak barang haram. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. Pedagang akeh sing keplarang--. Wong jahat saya seneng--.Ketika itu burung gagak dibilang bangau. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. Omah ala saya dipuja--.Banyak orang baik makin sengsara. 57.Durjana semakin sempurna.Perempuan lacur dimana-mana. 73. nanging sucine palsu--.Orang yang lugu dibelenggu. 91.Orang jahat naik pangkat. 63. 100. Akeh wong becik saya sengsara--. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. 85. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. Guru disatru---Guru dimusuhi. 6 . 81. barat. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. 77.Sedang yang jahat makin bahagia. 83. Wong mulya dikunjara--. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. selatan. Akeh laknat--. Akeh randha nglairake anak--. Wong lugu kebelenggu--. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. 89.Banyak anak lahir mencari bapaknya. 72. 84. 62. 78.Agama banyak ditentang. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--. 87. celaka.Rumah suci dijauhi. 96. 82. kulon. 88. Akeh anak haram---Banyak anak haram. Akeh wong ngaku-aku--. Kana-kene saya angkara murka --. Sing curang garang--. Akeh udan salah mangsa--. Akeh prawan tuwa--. 79. 65. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. 93. Akeh wong ngedol ngelmu--. 70. Prikamanungsan saya ilang--. 68. Wong jahat munggah pangkat--. Durjana saya sempurna--. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 69. 75. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. 60. 80. Sing jujur kojur--.Yang jujur sengsara. dan utara. Omah suci dibenci--. 95.Banyak hujan salah musim. 94. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. Akeh pengkianat--. tapi palsu belaka. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. 97. 74.Banyak perawan tua. Teka saka wetan.

122. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. 136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. 113. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 115. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. 135. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. 125. 109. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. hilang wibawanya. 129. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 130. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. Ratu ora netepi janji. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. 137. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 105. 141. 128. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. 112. 108. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. 106. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. 138. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. 107. 119. 114. 7 . 142. musna panguwasane---Raja ingkar janji. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 103. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. 120. 117. 140.102. 126. 123. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 121. 104. 143. 131. 139. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. 132. 134. 111. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 116. 127. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. 118. Sing wedi mati---Yang takut mati. 110. 124. 133.

182. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit. 178. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. 147. 171. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. 158. 155. 186. 150. 166.Pencuri duduk berperut gendut. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. 153. 160. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. Bejane sing lali. 175. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. 185. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. banyak anak haram. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. 167. 180. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. 168. 152. Maling lungguh wetenge mblenduk --. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. 183. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. 151. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 176.Yang sewenang-wenang merasa menang. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. 8 . Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 173. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 165. 164. 159. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. 179. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 145. 154. 169. beruntunglah si sadar. 163. 161. 149. 181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. 156. Akeh wong edan. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. 162. akeh bocah haram---Banyak barang haram. 170. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. jahat dan hilang akal budi. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 184. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. Agama ditantang---Agama ditantang. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.144. 146. 174. 157. Akeh barang-barang haram. 148. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. 177.

Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. 194. 211. 198. 204. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. 200. 9 . Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. 196. 207. 199. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 188. 209. 191. 201. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. 213. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. 205. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.Belanda-Cina tinggal sepasang. 189. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. Buruh mangluh---Buruh menangis. 193. Akeh wong ijir. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. 215. 202. 208. 203. 210. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. Landa-Cina kari sejodho --. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. 192. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. 212.187. 197. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. banyak orang bakhil. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 214. 190. 195. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. 206. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.

173. jejeg. hiya iku tandane kalabendu wis minger.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. landhepe triniji suci. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. memotong tanah Jawa kedua kali. jujur. para pendeta juga pada memuja. memperkokoh tatanan jagad raya. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. ratune nyembah kawula. tajamnya tritunggal nan suci. sing wis adu wirang nanging kondhang. centi wektu jejering kalamukti. (…. angagem trisula wedha. benar. raja menyembah rakyat.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. rakyat bersuka ria. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). mumpuni sakabehing laku. bila menang tak menghina yang lain. berganti zaman penuh kemuliaan. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. marga adiling pangeran wus teka. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). itulah asuhannya Sabdopalon. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.ngerahake jin setan. mengerahkan jin dan setan. genaha kacetha kanthi njingglang. …. yen menang tan ngasorake liyan. lurus. segalanya tampak terang benderang. nora ana wong ngresula kurang. padha asung bhekti. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. bersenjatakan trisula wedha. jujur. tak ada yang mengeluh kekurangan. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). bener. (menyerang tanpa pasukan. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja. Jika 10 . kumara prewangan. para kawula padha sukasuka. para pandhita hiya padha muja. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba.blogspot. andayani indering jagad raya. nugel tanah Jawa kaping pindho. nglurug tanpa bala.

malu mengasuh orang tolol. …. saya malu kepada bumi dan langit. akan tetapi tidak bertempat di situ. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. barêng didangu lungane mênyang ngêndi.. … Manawi paduka botên pitados. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . botên rêmên momong paduka. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok. yang disebut dalam ajaran Jawa. …”). “Sabdapalon matur yen arêp misah. kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. membuatnya samar. yang meliputi segala wujud. …. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. Tentu ini tidak kita kehendaki. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. wirang momong tiyang cabluk. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. tanpa guna kula êmong. begitu ditanya perginya kemana.”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. nama Manik Maya. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga.…” (“…. ature ora lunga. nama Manik Maya (Semar) itusaya. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. nglimputi salire wujud. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. hanya menetapkan namanya Semar. irib-iriban. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. kearab-araban.. karsa dados jawan. yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur. jawabnya tidak pergi. kula wirang dhatêng bumi langit. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. maka mereka berpisah. rêmên manut nunut-nunut. itulah asuhannya Sabdopalon. sing wis adu wirang nanging kondhang.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. hanya ikutikutan. mung nêtêpi jênênge Sêmar. tidak senang mengasuh paduka. tidak ada gunanya saya asuh.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. punika kula. … Kalau paduka tidakpercaya. anglela kalingan padhang. nanging ora manggon ing kono.

Dari apa yang telah disinggung di atas. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. momong lajêr Jawi.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Sintên ingkang jumênêng Nata. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa.. Dados wicantênkula punika.. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. …. run-tumurun ngantosdumugi sapriki. Saat ini di tahun 2007.. Sebelum manusia mengenal agama. langgêng salaminipun. Siapa yang bertahta. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa.. Naya têgêsipun ulat. Naya artinya pandangan. Palon adalah kayu pengancing kandang. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. dan jagad raya pada umumnya. …. botên wontêningkang ewah agamanipun. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. Sakutremdan Bambang Sakri.. turun temurun sampai sekarang. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2.000 langkung 3 taun. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Sang Wiku Manumanasa. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya.bertaqwa kepada Tuhan. Sakutrêm lan Bambang Sakri. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. …. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. ….000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. tidak ada yang berubah agamanya. Genggong artinya langgeng tidak berubah. mencolo putri”. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan.. ….. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. langgeng selamanya. menjadi asuhan hamba. keberadaan Semar telah ada di muka bumi.”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. dumugi saprikiumur-kula sampun 2.” (“…. Mulai dari leluhur paduka dahulu. Genggong: langgêng botên ewah. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita..532 tahun. salah berpikir atau salah 12 . paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Sang Wiku Manumanasa. dados momongan kula. Palon: pikukuh kandhang. …. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “…. kula momong pikukuh lajêr Jawi.

serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah).” (“…. jika sudah berganti agama Islam. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). nanging wong loro mau banjur musna. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Jawinipun ical. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. Jawi-nya hilang. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. Sang Prabu diminta memahami.. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). iya iku sing diêmong Sabdapalon. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Paduka perlu faham. “aki”. Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. dan lain-lain. suka ikut-ikutan bangsa lain. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 . Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”. Ki Bodronoyo. meninggalkan agama Budha. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya.. agêgaman kawruh. keturunan Paduka akan celaka. Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. rêmên nunut bangsa sanes. Sang Hyang Ismoyo. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya.” (“…. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). Paduka yêktos.. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama.dalam perbuatan.” “….berpegang pada kawruh Jawa. Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. turun paduka tamtu apês. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. nilar agami Buddha.. Jawi kantun jawan. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. manawi sampun santun agami Islam.

Kula damel pratandha.) 3.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Baunya tidak sedap.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Mung kula maturpetungna. Jangkep gangsal atus tahun.Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Sinten tan purun nganggeya. Dereng lega kang ati. Wangsul maring sunya ruri. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Yekti kula rusak sami. Momong marang anak putu. Sabda Palon matur sugal. “Yen kawula boten arsi. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Wit ing dinten punika. Ratuning Dang Hyang Jawi. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Ngganda banger ingkang warih. Kang jurneneng Tanah Jawi. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Itulah pertanda 14 . Ngidul ngilen purugira.Gama Buda kula sebar tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Yen wus prapta kang wanci. Sudah digaris kita harus berpisah. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). Pratandha tembayan mami.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. Sadaya gilir gumanti. Kula gantos kang agami. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Ing benjang sakpungkur mami.) 2. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Berkasakan rupi-rupi.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. namun orang dua itu kemudian raib. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Sagung kang para Nata. akan saya hancurkan. Sun sajekken putu kula. (Bila ada yang tidak mau memakai. Karsanireng Jawata. Merapi janji mami. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Nggih punika medal kula. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. Wus nyebar agama budi.) 4. Anggereng jagad satuhu. Wit kula puniki yekti. saya sebar seluruh tanah Jawa. Klawan Paduka sang Nata. Boten kenging kalamunta kaowahan. Yen durung lebur atempur. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. Ngrasuka agama Islam.

Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Wit ing donya puniki. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam.) 5. Allah SWT. 15 .kalau saya datang. Warata sa Tanah Jawi. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Tidak dapat bila diubah lagi. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. Baunya tidak sedap. Kelak Merapi akan bergelegar. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Jagad iki yekti ana kang akarya. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Sinengkalan tahunira. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. Prapteng tengah. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). Kang tuwuh ing tanah Jawi. Sanget-sangeting sangsara. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu. Tan kenging dipun singgahi. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. Tiba-tiba sungainya banjir besar. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Sebab dunia ini ada ditanganNya.tengahipun. Apabila angka tanggal. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat.Lamanya pergi selama 500 tahun. kembali sebagai wujud dewa. Upami nyabrang kali. Ginawe kang paring gesang. Kinarya amertandhani. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Bebaya ingkang tumeka. Wonten ing sakwasanipun. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Kaline banjir bandhang. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Sang Hyang Ismoyo. Sedaya pra Jawata. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). Jerone ngelebne jalmi.) 6. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Kemudian.

Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). Sebelum pergi ke Pulau Bali. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. Di dalam kawruh Jawa. yaitu Pulau Bali. Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”). Dari penelusuran secara spiritual. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Beliau mendapat wahyu di Purancak. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. dan Parama Siwa. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan.” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. Sadha Siwa. penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. nama sebuah gunung di Jawa Timur. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual.

da jua ulah malihat. Air Jeruk. tong ada ngupet manemah. dan guru tapak (yang mengajar) itu. 4. tak ada yang akan mencaci maki. guru tapak tui timpalnya. kidung atau kekawin. Pulaki. korban suci yang seratus ini. Uli jani jwa kardinin. jangan durhakapada leluhur. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. Gowa Lawah. guru prabhu. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. guru reka. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. banyaknya seratus. orang yang disebut guru. lakukanlah berdua. ring sang ngangun yadnya pisan. Bukit Payung. Bukcabe. Pangajengan. lebih baik hati-hati dalam berjalan. ring ida dane samian. (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. kasor buin yadnyane satus. guru reka. ajak dadwa nah gawenang. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. Sakenan. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. Melah pelapanin mamunyi. kalah oleh anak baik seorang. Ponjok Batu. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. Rambut siwi. baan suputra satunggal. patut 17 . kasor ento utamannya. gunannya anggon malihat. mamedasin ane patut. melah alepe majalan. Tuwi ada ucaping haji. tiga banyaknya yang disebut guru. batise twara katanjung. utama orang yang membangun telaga. Bapa mituduhin cening. dan lain-lain. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. Ulu watu. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. Tengkulak. 2. 3. tak akan ternoda keturunannya. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). eda bani ring kawitan. telu ne maadan garwa. satus reka saliunnya. kepada semua orang. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. Masceti. dan tidak akan menginjak kotoran. Dalem Gandamayu. tingkahe mangelah mata. Tugu. guru prabhu. Melanting. Pakendungan.Suranadi (Lombok). sang sampun kaucap garwa. tata cara menjadi anak. sebab kaki tak akan tersandung.Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). bacin tuara bakat ingsak. Pucak Tedung. Peti Tenget. utama ngwangun tlaga. patut tingkahe buatang. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. Bukit Gong. kalah keutamaannya itu. wangsane tong kaletehan. tingkahe menadi pyanak. Amertasari.

Ngelah lima da ja gudip. jangan semua hal didengarkan. 6. sok baru dapat mencium. da maren ngertiang awak. 8. Tingkah ne melah pilihin. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. 7. begitu pula dalam melangkahkan kaki. hatihatilah melangkahkannya. keto cening sujatinnya. kegunaan mulut untuk berbicara. joh pare twara mupuang. 9. sama halnya dengan memilih tingkah laku.utamakan tingkah laku yang benar. katanjung bena nahanang. gunan bibih twah mangucap. agar menemukan keselamatan.Pilihlah tingkah laku yang baik. seperti orang ke pasar. yatnain twah nyalanang. begitulah sebenarnya anakku. ne patut jwa ucapang. pasti yang baik dibelinya. buine tong kanggoang anak. tata cara dalam bertingkah laku. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. memperhatikantingkah laku yang benar. kija aba tuaralaku. agar bisa melaksanakannya. (bait 13) -. ibaratnya bagai bercocok tanam. Nanging da pati adekin. (bait 11) Kegunaan punya telinga. (bait 16). baik-baiklah caranya merasakan. saluire kaucap rusak. wyadin batise tindakang. de mangucap patikacuh. resepang pejang di manah. kemanapun di bawa tak akan laku. 10.Memiliki tangan jangan usil.betul-betul hina nilainya. wantah nista ya ajinnya. hati-hati menggunakan. camkan dan simpan dalam hati.apang bisa jwa ningkahang. tidak mau membeli yang rusak.-. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat. yen anteng twi manandur. jangan hentihentinya berbuat baik. agar selalu mendapat kebenaran. da manganggoang tingkah rusak. mangulah maan madiman. eda jwa mangulah laku. jangan hanya sekedar melihat. gunanya untuk melihat. bermaksud hendak berbelanja. (bait 12) -. sebenarnya untuk mendengar. Tingkahe mangelah kuping. kranannya mangelah cunguh. patutang jua agrasayang. apang patute bakatang. mendengar kata-kata yang benar. juga masih memilih. anggon ngadek twah gunanya.Jangan segalanya dicium. twah ne melah tumbas ipun. maidep matetumbasan. hal yang benar hendaknya diucapkan. dan “SatrioPinandhito 18 . apang manggih karahaywan. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. tuah anggon maningehang. Awake patut gawenin. patuh ring ma mwatang tingkah. seperti menggunakan mata. tingkahe ngardinin awak.Pilihlah perbuatan yang baik. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. apikin jua nyemakang. 5. ningehang raosemelah. waluya matetanduran. da pati dingeh-dingehang. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. tak mungkin tidak akan berhasil. twara nyak meli ne rusak. buka anake ka pasar. kalau rajin menanam. Tingkah ne melah pilihin. (bait 15) -.jangan berbicara sembarangan. masih ya nu mamilihin.

ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . waskitho. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. TEGAKLAH GARUDAKU. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. Ronggowarsito. JAYALAH NEGERIKU. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. Tidak perlu banyak perdebatan.Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. para leluhur Nusantara. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini.Ng. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?). yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. Jadi. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Semoga Allah ridho. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini.

myat carita dipangikêtira.------------------------. Ruwah Jewarsanira. puruhita mring Raden Budi. ngarêmnggennya dama cinubluk. trêwaca wijang raose. kyai Kalamwadi ngarang. Babon asli tinggalane K.. mung kinarya ngarêm-arêmi. sru Jawata. sêtyanglampahi dhawah. sinung aran srat Darmagandhul jinilid. pan sumarah kumambang karseng Hyang. siwi. ing nguni anggêguru. Pan sinambi-sambi jagi panti. Pan katêmben amaos kinteki. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). pan biyasa mituhu susêtya. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. kinteki. Sancaya kang windu.------------------. sasêlanira ngupaya têdha. tanetung lêbur luluh. pinirit tinuladha.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 . sinung ilham ing alam sahir myang kabir.org/?pg=articles&arti. Wus pinupus sumendhe ing takdir. ping trilikur ri Tumpak manis. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam.ing lokhilmakful tulise. masa Nêm ringkêlnya Aryang. karya suka pirêneng jalmi. tuladhaning kawruh.agung nugraheng Hyang Suksma. tarimanireng badan. sasêdyanya kabul. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir.panggusthine tan mamang ing lair batin.. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala.T. Surakarta. BÊBUKA.mring tyas gung kumacêlu. sinambipanti. kêdah mêdharkên kawruh. dumadyaauliya.--------------------.mangesthi amiluta. kinarya cagak lênggahe. sawusnya winaos tamat. mring sagung ahli sastra. ngêbun-bun pasihaning Hyang. duta rehing guru.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. panitranira nuju. biyasa mring dhawuh wêling gurune. kiyai Kalamwadine. sumungkêm lair batine. kinarya nglipur manah. pangesthine ing awal akhir. yun darbeya miwah nimpêni. myat Sinarkara sarjunireng galih.Tandhanagara. sinung têmbang macapat.R. sagotra minulyarja. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi. anganggurngêthêkur. DHARMO GANDUL. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. pan ingêmbun pinusthi ing cipta. tinarimeng Bathara. lêlêpiyanipun. têmbang raras rum sêya prasaja.

Ia minta izin pada sang raja. maka saat sedang berdua-duaan. Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. selain mengagung-agungkan agama Islam. Tiap kali berkatakata. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. sarta nyuwun idi marang Sang Nata. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. (Pada saat itu. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja. mengenai agama Islam. Sang Prabu lagi kalimput panggalihe. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). sajrone lagi sih-sinihan.) Ing wêktu iku.) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka. "Asal mulanya bagaimana. "Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. Sang Prabu sedang dimabuk asmara. mung kanggo pasêmon. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. dene ênggone jênêng Majapahit iku. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. (Jawabannya Ki Kalamwadi. bab luruhe agama Islam. ora ana maneh kang diaturake. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit. (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam. tidak ada hal lain yang dibicarakan. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. sedangkan nama Majapathit itu. supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. hanya sebagai perumpamaan. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul". sabên marak. (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya. (Pada zaman kuno. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu. nanging aku wis tau dikandhani guruku. tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka. kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti. (2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. ia menikah dengan Putri Cempa.) 21 . (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. kajaba mung mulyakake agama Islam.

Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat. manusa ora bisa apa. atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. Surabaya.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. baik bagian barat maupun timur. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka. Budi iku Dzate Hyang Widdhi. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten. miyose putra mau ana ing Palembang. Tuban.penterjemah) . diparingi têtêngêr Raden Patah. para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan. tetapi budi yang mengubah segalanya. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab.(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul. mula bisa dadi gurune wong Islam. dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban. IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa. budi kang ngobahake.) 22 . Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. Hawa iku karêping hati. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat. bisane mung sadarma nglakoni. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . banjur ngrasuk agama Rasul. Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata.) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. dan diberi nama Raden Patah. Orang Jawa di pesisir utara. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam. Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda.apa. Ia mengajar agama Islam di sana.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi. Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta. banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat. Putranya itu lahir di Palembang. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa.

) Ing nalika samana. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. yang artinya lahirnya ada di negara lain. ia mengunjungi ayahnya.senang diberi nama Babah. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. yen nglêluri lêluhur kuna. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. maka seharusnya disebut Babah. têgêse pambabare ana nagara liya. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha. namanya adalah Kaotiang. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. karena itu bersikap seolah-olah senang. disebut Bambang. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. sêsêbutane: Kaotiang. Saka ature Patih. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. para nayaka uga padha mupakat. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. arane Raden Kusen. sêsêbutane Bambang. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing.) Yen miturut ibu. Hingga sampai sekarang. Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. mulane katone iya sênêng. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama. nanging sarehne ibune bangsa Cina. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam. putra raja yang lahir di gunung. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. banjur boyong marang Dêmak. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat. (Kalau menurut ibunya. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah. ana ing desa Bintara. sowan ingkang rama. tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. Jawa Buddha agamane. Padahal ia tidak benar-benar senang. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu. Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . (Babah Patah. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku.Barêng Raden Patah wis diwasa. prayoga disêbut Babah. diberi nama Babah Patah. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang.) Barêng wis sawatara masa. mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya.) Ature Patih kang mangkono mau.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya. sênênge mau amung kanggo samudana bae. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan. Katêlah nganti tumêka saprene.

Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. durung padha duwe karêp kang cidra. isih kêna dinyatakake. cêgah turu. wêtune saka engêtan. dimana kemudian mereka digelari Sunan. Oleh sebab itu. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. Apabila mengikuti rasul. tetapi kok disebut Sunan. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur. yakni ke desa Bintara. kali Brantas pinuju banjir. kêpalangan banyu. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. tatkala telah berada di Demak. Yen cêgah mangan rusak. saiki isih anawujuding patilasane.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin. Makin lama agama rasul makin menyebar. masih menahan diri dari makan dan tidur. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang.niti agamane wong kono apa wis Islam. Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. Sunan iku têgêse budi. belum memiliki keinginan buruk. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik. para ngulama sarake Buddha. (Ketika waktunya telah tiba. kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri. mula saka pangiraku iya nyata. para ulama menjadi ingin memiliki gelar. Satêkane lor Kadhiri. iya iku ing tanah Kêrtasana. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. ia pindah ke Demak.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh. sirik cêgah mangan turu. pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha. 24 . Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak. kok nganggo sêsêbutan Sunan. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. apa isih agama Budi. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik. lakune isih padha cêgah mangan. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare. Sunan itu artinya budi. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. kang ndherekakemung sakabat loro. Yen sarak rasul. Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. mung nuruti rasaning lesan lan awak. Apabila membaca atau mendengar. maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. para ulama itu dikiranya Buddha. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan. satêkane wetan kali banjur niti. iya kudu ditimbang ing sabênêre.

Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. padha sênêng-sênêng ana ing omah. Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah.kali iki isih banjir. MBok Prawan salah cipta. Sunan Benang berkata.sama beragama Gedhah. Yang ada hanya 25 . yaitu di tanah Kertasana.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten. orang di sana agamanya Kalang. Gêdhah iku ora irêng ora putih. Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya.wajah lagi arêp mêpêg birahi. bukan Buddha namun mirip. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu. wong ing kono akeh padha agama Kalang. mulyakakeBandung Bandawasa. Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang. tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah". ataukah masih menganutagama Budi. mêjanani marang dheweke. kajaba uyuh kula niki imbon bêning. aku arêp wudhu. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. sarak Buddha mung sawatara. (Ki Bandar menjawab. Ketika tiba di utara Kediri. ing wêktu iku lagi nênun. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah. "Jika begitu maka orang di sini sama." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. "Baik. Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya.) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan. lan maneh iki wancine luhur. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. Bandung dianggap nabi mereka. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat. saya yang menjadi saksi. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon. sungai masih banjir dan airnya keruh. pangrasane wong lanang arêp njêjawat.") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan.) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang. yen diombe nglarani wêtêng. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri. yang mulia. Selain itu sudah waktunya salat Lohor. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa. (Menurut Ki Bandar. banyune isih buthêk. kula nêdha toya imbon bêning rêsik". "Carilah air minum di desa. arêp salat". yen sampeyan ajêng ngombe". kang ana mung bocah prawan siji. kula ingkang nêkseni". yen pinuji dina Riyadi. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak. mereka terhalang oleh air." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. Bandung dianggêp Nabine.

sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air. dan ladang. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. gawene nyikara marang para lêlêmbut. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. prawane aja lakiyen durung tuwa." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan. saya minta air minum yang bening dan bersih. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. dimana saat itu ia sedang menenun. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. jika Anda ingin meminumnya. kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika.) 26 . iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut. alas. nganti kawêtu pangandikane nyupatani. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. bangêt dukane. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya. sawah. sawah sarta patêgalan. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang. mula akeh desa. yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani.seorang gadis perawan menjelang dewasa. barêng kêna dayaningpangandika mau.êndêlake kaprawirane. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. akeh desa kang padha rusak. Sunan Benang mirêng ature sakabate. sawah. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. selain air kencing saya yang bening. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. Sehingga banyak desa. Di sini tidak ada air minum. Gadis perawan tersebut salah sangka. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang. ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut. kang padha rusak. ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. ngêndêl. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat. hutan. ing panggonan kono disabdakake larang banyu.tansah digubêl anak putune. dan ladang yang rusak.

ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara. dadi ora tansah ganggu gawe. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. matur marang ratune. satêkane ing Kadhiri. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. caya têgêse: kêna dipracaya. Ratune manggon ing Selabale. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. bisaa tumêka ing pati. Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah. Oleh karena itu ia dijadikan patih. duwe adhi jênênge kiyai Daka. sehingga sang raja 27 . dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. dheweke diparingi Buta Locaya.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka. jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa. (6) Jênênge Buta Locaya. (Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. iya iku kiyai daha lan kiyai Daka. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. Wiwite ana sêbutan kiyai. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. ngaturake kahanane kabeh. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe. namanya adalah Buta Locaya. kiyai Buta Locaya iku bodho. Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. Lo itu artinya kamu. kang uga ngêsotake wong ing kono. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. segera pergi menjumpai Sunan Benang. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. maune jênênge kiyai Daha. sarta dadi senapatining pêrang. mulane didadekake patih. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. Lo têgêse kowe. barêng Sri Jayabaya rawuh. sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami.Sunan Benang. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. caya artinya bisa dipercaya.

wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri. arane Sunan Benang. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. sarta lakune barêng karo angin.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha. 28 . ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri. lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. ngrungkêbi pangkone. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir. kang anom aran panji Sarilaut. sarta kinêbutan êlaring mêrak. didhawuhinglawan Sunan Benang.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. rumêksa kawah sarta lahar. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya. diadhêp patihe aran Megamêndhung. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut.sangat mengasihi Kyai Daka. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang. sarirane ngantikaya gêni.

jênêngmu Buta Locaya.". "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran. aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri. amarga kaya dene cêdhak mawa. "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang. kowe apa padha slamêt?". Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. banjur padha katisên. dene mangangge pating gêdhabyah. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api. aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. Kados wangun walang kadung?". Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang. karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. karena kedinginan. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh.katitik saka awake panas kaya mawa. wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?".") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang. Sunang Bonang datang dari arah utara. tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum.) Sakabat loro kang maune padha sumaput. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula. dadi dheweke kawanguran karêpe. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. dede pangagêm Jawi. Ia kemudian berdiri di tengah jalan. sarta nganggo jênêng Sumbre. Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. sumêdya ganggu gawe. Mereka berjalan secepat angin.) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku. kiyai Sumbre mangkono uga. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre. serta menyamar sebagai Sumbre. di bawah pohon sambi. (Buta Locaya terkejut bukan main.(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. (Tidak lama kemudian. 29 . di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre. namamu adalah Buta Locaya. karena Sunan Bonang mengetahui namanya. (Sunan Bonang berkata. "Aku tidak tertipu.Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre.

dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. namung kantun namaning dhusun. mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan. Lelaki susah menemukan jodohnya. sabin.") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. memindah aliran sungai. (Buta Locaya menjawab. sedangkan rumah saya ada di Bonang. sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. "Aku orang Arab. pintên-pintên sami risak. sêlaminipun awis toya. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang. têtêpe agama biru. iku prênahe ana ing ngêndi?". sadaya patilasan sampun sami sirna. ngêlih lepen. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. Tuban. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9). Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. sungainya surut. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. sabab agama Kalang. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. beda dengan adat istiadat Jawa. (Sunan Bonang berkata lagi. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. Itu namanya tindakan yang tidak berguna. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya. jênêngku Sayid Kramat. Semua itu berasal dari kutukan Anda. sawah. berapa banyak yang rusak. makatên wau saking sabda paduka. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. prawan tuwa jaka tuwa. kok tingkah lakunya tidak sopan. 30 . lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. yakni di desa Menang. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah. hutan. Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya. ngriki padukasotakên. lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. namaku adalah Sayid Kramat. "Anda itu orang mana.) Kula badhe pitaken. Sedangkan di sini. "Di sebelah timur itu. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. wana. sikara tanpa dosa. paduka sikara botên surup. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. dene omahku ing Benang tanah Tuban. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. Anda menyiksa anak cucu Adam. menyiksa orang lain yang tak bersalah. Anda kutuk selamanya susah air. lepenipun asat. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. semua peninggalan telah musnah. nyabdakakên ingkang botên patut. punika namanipun siya-siya botên surup. yang tertinggal adalah nama desa itu. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab.

saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt. Itu namanya orang berengsek. mungkin yang dimaksud Tuhan . ing ngriki sagêda mirah toya malih. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. "Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. Di sini menjadi melimpah air kembali. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. karenanya merusak tanah. Tidak sesuai dengan hukumannya. punika namanipun tiyang dahwen". sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon. Kesalahan tidak seberapa. air sungainya saya rubah alirannya. mula kaline banjur tak-êlih iline. amargi ngrisakakên tanah. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah. tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat.mula tak-sotake larang banyu. Aku kutuk susah air. siya dahwen sikara botên ngangge prakara. botên sapintên lêpatipun. tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja. Seandainya diketahui yang memiliki negara. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune. dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. yaitu gadis perawan kurang ajar itu. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. melainkan lebih 31 .penterjemah) . "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. karena tidak bersedia memberikan saya air minum. Anda tarik kembali kutukan Anda. prawan baleg. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. kata-katanya menjadi keras. dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih. tepatnya agama biru.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan. mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi. karena saya minta air minum tidak boleh. Sudah begini saja. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. botên timbang kaliyan kukumipun. paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama. Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan." (Sunan Bonang berkata. aku njaluk banyu ora oleh. (Buta Locaya berkata lagi. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih. sehingga bisa untuk bercocok tanah. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah. kene kabeh tak sotake larang banyu. Oleh karenanya. (Sunan Bonang berkata. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. yakni agama Kalang. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. maka Anda akan dihukum melarat sekali. sesuai dengan titah dari Hyang Manon.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi".sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. muride Ijajil.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. sugih sanak malaekat.

Mengapa Anda meniru Aji Saka. sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. Aji Saka tiyang saka Hindhu. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi.sedangkan Anda adalah orang Arab. Di tanah Jawa ini. maka seharusnya berbudi luhur. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya.têluh kajêngipun pêjah sadaya. yen sampun dados. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya. sanes alam kaliyan manusa. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Kula niki bangsaning lêlêmbut. saya minta dikembalikan seperti asal mulanya. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. dan berbeda dengan kalian yang manusia. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya. paduka tiyang saking 'Arab. lajêng paduka-ênggeni piyambak. Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". Ya sudah. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa. Paduka niksa wong tanpa dosa. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . Anda menyiksa orang tanpa dosa. nanging kok jêbul botên makatên. sami damêl awising toya. Sama-sama membuat sulit air.tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. Aji Saka orang dari India. paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir. dikasihi oleh sahabat.penterjemah). Anda akan tinggal di sana. dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi. apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali. botên tahan digodha lare. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Kalau sudah mati. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa. siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. yaitu karena Anda dihina. nggih niki margi paduka cilaka. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia. Inggih sampun ta. khanseharusnya berbudi luhur. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan. mêsthi simpên budi luhur. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam.

" ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali. ia mengancam Sunan Bonang. wijine mêtuwa lêngane. yen botên sagêd. dene gawe kasusahan warna-warna. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran. "Harus dikembalikan sekarang juga. paduka kula-banda". besuk yen wus limang atus taun. Asam itu menjadi lambang ulat masam. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga. ing kene desa ing Sumbre. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia. dagingnya menjadi masam. sarta susahe jalma lan dhêmit. banjur nêpsu maneh. maka berkatalah ia. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. buah sambi ini aku sebut cacil. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. daginge dadiya asêm.Islam akan saya santet agar mati semua. saya ini Sunan. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya. woh sambi dadi warna loro kanggone. nyikara wong kang ora dosa. serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus. kamu tidak perlu mengajari aku. "Sudah.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute. buah sambi akan menjadi dua warna. "Buta Locaya.") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. Kawanguran têgêse kawruhan. Saya akan minta pada Tuhan. jika tidak bisa. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika. (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali. Dan mulai saat ini. maka Anda saya tahan di sini. karena kok seperti anak kecil berkelahi. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan. besok jika telah genap lima ratus tahun. Ing besuk dadiya pasêksen. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. aku pamit mau ke Magetan. maka sungai ini kembali seperti semula. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. yen aku padu karo kowe. dak-suwun marang Rabbana. mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. 33 . Sumbre sarta Singkal. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. aku pamit nyimpang mangetan. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. kali iki bisa bali kaya mau-maune". dene dhêmit padu lan manusa. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. kang lor jênênge desa Singkal. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. bijinya agar keluar minyaknya. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu.

kula Ratu". iku pituture Raden Budi Sukardi. (Sunan Bonang berkata. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan.") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. (Sunan Bonang menjawab. dadiya pangeling-eling ing besuk. Sunan Bonang tiba di desa Bogem. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. ngriku Sunan. buah trenggulun namanya kenthos. guruku". yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. dan Singkal.(Setelah berkata demikian. disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua. benjing jaman Nusa Srênggi. Singkah artinya menemukan akal budi. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung. Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. sintên ingkang sumêrêp rêca punika. Sumbre. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. Sunan Benang ngasta kudhi. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya. saya raja. rêca mau awak siji êndhase loro.") 34 . Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran. Ia berkata. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang. Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. Kawanguran artinya pengetathuan. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi. Itu namanya makhluk halus sombong.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. jênênge dhêmit kêmênthus". ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. "Hingga sekarang. woh trênggulun jênênge kênthos.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. awit saka sabdane Sunan Benang. saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya. (Buta Locaya berkata. (Ki Kalamwadi menjelaskan. sebagai lambang tekadnya wanita Jawa.") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. prakara rusaking rêca".") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. kok berani bertengkar dengan manusia. siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa. karena berasal dari sabda Sunan Bonang.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. rêca jaran êndhase digêmpal. Besok di jaman Nusa Srenggi. Letaknya ada di bawah pohon trenggulun. "Kamu itu bangsa makhluk halus. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos.

saka akehe kêmbange kang tiba. dene Sunan Benang sawise. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. dhuwure ana 16 kaki. timbul amarahnya kembali. ubênge bangkekane 10 kaki. entah benar entah tidak. sa-niki awon warnine. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. supaya jangan dimantrai. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. (Ki Kalamwadi menjelaskan.) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang. sumure banjur digolingake. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki. dan tiba di desa Nyahen. iku pituture Raden Budi guruku. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake. sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau. "Anda itu benar-benar orang brengsek. Lahir dan bathinnya tersesat. dene ana madhêp mangulon. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak.Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya.") 35 . aja tansah disajeni dikutugi. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh. Sunan Bonang yang menggulingkannya. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya." (Jawaban Sunan Bonang. ngantikaton abang mbêranang. saupama diêlih saka panggonane. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat. yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara. Di luar desa itu ada sumur. karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya. satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. bathuke dikrowak. barêng wis wanci asar.Sunan Benang banjur tindak mangalor. kajaba yen nganggo piranti.) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. dheweke nêpsu maneh. êmbuh bênêr lupute". Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. Sunan Benang kang anggolingake. Itu katanya Raden Budi guruku. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona. Yang menyembah patung itu namanya kafir. kêrsane arêp salat. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab.

Anda siksa. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah.Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 . dados têdhanipun manusa. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. Selain itu mereka makan bau harum. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. punika inggih langkung sasar". Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" . dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. sehingga seharusnya mereka juga sesat. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. yen punika rêca sela. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. tidak punya kekuasaan apa. Dibangun tugu dan disembah orang banyak.Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. mila sami dipun ladosi. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. ing kono pusêring bumi. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. makluking Pangeran. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. bukan Hyang Labawalhujwa. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. wujude nggih tugu sela. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah.karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . Wujudnya juga tugu batu. Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah. dipun kutugi. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil. wontên ing rêca. Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung. dipun sajeni. (Sunan Bonang menjawab. didelehi tugu watu disujudi wong akeh. tidak punya daya apa-apa. botên gadhah daya. bahwa itu hanya sebuah arca batu. badannya terasa segar. botên kuwasa. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. karena itu dimantrai dan diberi sesajian. sanes Hyang Labawalhujwa. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun. di situ terletakpusatnya bumi. "Orang Jawa itu khan sudah tahu. sarta nêdha ganda wangi. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu .

sidik paningalipun têrus. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. tetapi apabila pikirannya gelap. punika kêdah dipunrêksa. bêtuwah saking lêluhuripun. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. sami maujud piyambak saking sabda kun. Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. sasar nêmbah tugu sela. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah. Orang mempercayai kitab Arab. pengetahuannya amburadul. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika. Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. Inilah yang harus diperhatikan. sami. "Ketahuilah.) 37 . Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. (Sunan Bonang berkata lagi. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya. mengetahui akal budinya. kawruhipun sasar-susur. pinaringan wahyu mulya. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan.sami nyungkêmi kabar. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun. petuah dari leluhur sendiri. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. Ia juga menerima wahyu mulia. sumêrêp budi hawanipun.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. punika wajib dipun sujudi. Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno. Anda berpedoman pada kitab. padahal belum tahu keadaan di sana. orang tersesat menyembah tugu batu. tiyang Jawi pathokan sastra. hanya percaya perkataannya para penipu. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. ketika mereka sudah melakukan kejahatan. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus. yang juga merupakan kekasih Allah. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. "Itu semua disebut dalam kitabku. sintên sumêrêp asalipun badanipun. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati. punapa dora punapayêktos. Siapa yang sadar akan asal usulnya. paduka pathokan tulis. sumêrêp saderengipun kalampahan. tugu damêlan Nabi. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. sasar nyêmbah tugu sela. besuk yen mati oleh kamulyan". ta. manawi sampun nrimah nêmbah curi.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha. manawi panggenanipun raga pêtêng. entah benar entah salahnya.

tandha kirang nalar. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. Tanahnya panas. asrêp lan bênteripun cêkapan. saking lêpat. (Anda itu seperti orang tidak waras. wahai setan iblis. susah air. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. rêmên nyikara niaya.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. kula sumêrêp nagari Mêkah. manawi botên purun kesah sapunika. manawi tiyang ingkang ahli nalar. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. maoni adating 38 . kangge rencang tumbasan. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. yang pria tampan. Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya. nanging dhêmit raja.Mila panjênêngan anganjawi. "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu. digdayanipun ngungkuli panjênêngan. saya minta Anda pergi saja dar sini. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. mulya langgêng salamine. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. apa yang ditanam dapat tumbuh. bênteripun banter awis jawah. negeri Jawa yang suci dan mulia. inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. Bicaranya juga luwes. dados murid kula!". punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. pertanda kurang nalar. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. bila salah pukullah saya. yang wanita cantik. sapunika panjênêngan ukur.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. kirang nêdha kawruh budi. nyade mulyaning nagari Mêkah. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. Saya minta untuk pergi dari sini. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. Jika tidak mau pergi dari sini. (Sunan Bonang berkata. yang kesaktiannya melebihi Anda. Anda itu orang durhaka. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. kowe setan brêkasakan". serta jarang hujan. mastani Mêkah punika nagari cilaka. tanaman tidak bisa tubuh. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. Panjênêngan tiyang duraka. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. Silakan Anda ukur. mila minggat. madya luwês wicaranipun. wanitanipun ayu. jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. rêmên niksa ing sanes. senang menyiksa orang lain. awis toya. tekad panjênêngan rusuh. tiyangipun jalêr bagus. nyade umuk. kurang memakan pengetahuan akal budi. cukup hujan dan air. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. tanah pasir mirah toya. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut. sitinipun panas. kula-aturi kesah saking ngriki. kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. panjênêngan punapa botên badhe susah.

(Sunan Bonang berkata. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil.") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. maoni agama. pergilah cepat-cepat. prajuritnya banyak yang tewas 39 . manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah. "Meskipun saya makhluk halus.uwong. mbucal dhatêng Mênadhu". Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit. belum saatnya maju perang. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. Makin lama makin membuat susah saja. wontêning ngriki mindhak damêl sangar. Niat Anda buruk. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar. buah dadap. menghina agama. kalah kawruh kalah nalar". (Oleh karena itu hingga sekarang. Ratu wajib niksa. kêmbange aran celung. "Ya sudah. murugakên awis wos. Buktinya di sni membuat onar. nyudakakên toya". (Sunan Bonang lalu berpamitan. damêl risak barang sae. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. Di Arab Anda tergolong orang hina. mengharubiru agama leluhur kuno. (Buta Locaya menjawab dengan marah. Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. menyebabkan kekeringan. karena salah maka melarikan diri dari sana. woh dhadhap jênênge kledhung. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih. nambahi bênter. menghina adatistiadat orang lain. Membuat susah air." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu. "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara. Setelah memberi perintah demikian. Pasukan Demak tiga puluh ribu. Sunan Benang banjur tindak. Sabdapalon dan Nayagenggong. buahnya kledhung. Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. Anda belum tentu mulia seperti saya.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang". tetapi raja makhluk halus. (Buta Locaya menjawab. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu. ngarubiru agamane lêluhur kina. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan. namanya kledhung. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. gemar menyiksa orang lain. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag. panjênêngan enggala kesah. uwohe kledhung.") Mula katêlah nganti tumêka saprene.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo. maka terburu-buru perjalanannya. Di sini membuat susah saja. merusak barang yang bagus. dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit. Mulia dan abadi selamatnya. bunganya dinamakan celung. Ia diiringkan dua abdi terkasih. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. Perang itu sangat ramai.

Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit.berguguran. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. tega merusak negara Majapahit. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an. kucukur rambut kalian bersih-bersih. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Sunan Ngundung balas ditombak. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Istri beliau asli dari Tuban. "Ingat-ingat orang Islam. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Sultan Demak berangkat ke Ampel. Setelah wafatnya Sunan Ampel. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. yaitu putri Campa. yang menghadangterjungkal mampus. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. tidak ada yang ditakuti. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. 40 . seperti tugu baja. akhirnya Patih Majapahit gugur. yang ada hanya Ratu Mas. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Adapun yang mau takhluk. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. bertanding dengan Sunan Kudus. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. dikubur di sebelah tenggara istana. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. kutiup kepala kalian. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. para Sunan kemudian masuk ke istana. kuajari kalian benar salah. tewas. Orang-orang di sekeliling istana bubar. Seberapa kuat satu orang sendirian. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. Kelak kubalas. disuruh bersyahadat. putra Arya Teja. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. Mereka merampok sampai bersih. merebut negara melakukan pembunuhan. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Bangkai manusia tumpang tindih. Sunan Ampel sudah wafat. " Setewasnya Patih Majapahit. hanya tinggal istrinya. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Pasukan Majapahit lama-lama habis.

Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. Wong Agung Kuparman. Orang Jawa matanya hanya satu. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah. kedua kepada raja yang memberi anugrah. maka ia menjadi tahu benar dan salah. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. itu beragama Islam. tidak usah disuruh. tahu yang baik dan yang buruk. Melawan raja dan orang tuamu. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. jawablah sebenarnya.Beliau meminta restu. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. ia wajib dijunjung tinggi. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. menangis seraya merangkul Sang Prabu. Berbeda matanya orang Jawa. katanya. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. dan yang mengizinkan para Sunan." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. dengan berkata. Matamu itu berkacalah. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. tidak berbakti kepada orang kafir. agar tidak blero penglihatanmu. masih mempercayai agama kafir. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. punya mertua kafir. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. pasti hormat kepada ayah. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Gusti Allah bersifat rahman. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. berwujud kertas atau patung batu. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. kamu dosa tiga hal. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. selain hanya Gusti Allah sendiri. sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. tidak tahu yang benardan yang salah. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Ingat-ingatlah asalasalmu. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa. Demikian ia berkata "Cucuku. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. harus keluar dari keinginan diri sendiri. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. Mengapa negara majapahit dirusak. Katanya anaknya Sang Prabu. "Angger! Ketahuilah. Kamu aku dongengi. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong.

aku tidak berwenang mengizinkan. Berani kepada orang tua. masih melestarikan agama lama.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. Kanjeng Nabi Dawud. ia memburu-buru tahta ayahandanya. Sekarang kakekmu sudah wafat. tetapi putihnya kuntul. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. hanya kamu sendiri yang tahu. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. untuk menjadi raja di tanah Jawa. Itulah yang dinamakan hukum Allah. Para Nabi di jaman kuno. kesusahannya tidak dipikir. Orang mengembara kok diturut perkataanya. bahwa ia belum memohon pindah agama. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. nanti buwana balik namanya. yang putih hanya di luar. Jika demikian caranya. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. Tidak seperti tekadmu. kakekmu melarang. coba keluarkan apa mukjizatmu. mentang. "Tindakanmu itu makin salah. putranya menginginkan tahta ayahandanya. wasiatnya kamu langgar. meskipun melawan orang tua. hanya menurut perkataan buku." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. lahir batin tidak salah. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. Itu bukan patokanmu. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa. aku rakyat kecil dan hanya perempuan. ayahanda disia-siakan. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. setiap hari makan manusia. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. Aku sudah tuwa tiwas. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya. Kata-kata saja koq dipercayai. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. seluruh kata-katamu lidah api. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. tetapi tidak berkenan. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. di dalam merah. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. tetapi posisinya sebagai orangtuanya. hanya mengandalkan surban putih. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. maka kemudian dimusuhi. Tidak lama kemudian. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. karena keinginanmu menjadi raja. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . akan tetap menjadi tuanya seorangraja. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. sedangkan jika kamu nanti tua. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. Aku akan bertanya sekarang. pun bukan buku dari leluhur. Ketika kakekmu masih hidup.

jangan dipaksa. 43 . Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria. kutukannya pasti makbul. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. Ajisaka diangkat menjadi raja. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. dan berubah menjadi buaya. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. Pertama memusuhi ayah sendiri. tersenyum sambil menganggukangguk. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. kamu pasti celaka. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. selama hidup namamu buruk. Akan tetapi apabil tidak berkenan. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. tetapi semua sudah terjadi. tidak lama kemudian mati. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. pasti ia akan membela kepada ayahnya. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. [Majapahit. mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh. matimu pasti masuk neraka. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. Para santri bermain rebana dan berdzikir. dan benci kepada Dewata Cengkar. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. itu saja sudah berat tanggunganmu. pahlawan pemersatu Indonesia itu. semua menemui sengsara. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. Tapi kamu kok mau menjalani. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. Setelah itu. Apa lagi seperti kamu. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. lagi pula kehilangan ayah. yang demikian itu hukum Allah". Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan.Jawa bernama Aji Saka. kedua membelot kepada Raja. serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya. tercebur ke laut. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati.

Mendengar hal itu Sunan Bonang. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. Perjalanannya terlunta-lunta. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. Sabdapalon. dalam batin merasa (sedikit. karena tidak mau pindah agama Islam. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. :"Hamba diutus putra Paduka. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. Dari sumber lain. Sunan Giri kemudian menyambung. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik.red. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi. hanya diantar dua sahabat. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. dan mempunyai perangai yang halus. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. jangan di tanah Jawa.

"Sekarang aku akan ke Pulau Bali. Itu pun jika Paduka berkenan. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. dimasukkan dalam ubun-ubun.memerintah negeri. Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit.: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata. Kemudian ia berkata lembut. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja. Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. menyianyiakan orang tua tanpa dosa. diikat dipucuk rambut. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. tetapi tidak tahu jalan. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. lamis semua. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. dan punya belas kasih kepada orang 45 . Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. Kata-katanya hanya manis di bibir. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. kecuali hanya ampunan Paduka. tetapi tidak tahu aturan. di gunung mana Paduka ingin tinggal. Namun semua telah terjadi. apalagi yang dimohon lagi. Kini putra Paduka ingat. menambahi cahaya nubuwat yang bening. menjadi jimat yang dipegang erat. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. diminta dengan tulus. menurut kesenangan Paduka. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi." Sang Prabu Brawijaya bersabda. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan. Dulu-dulu aku beri hati. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. Paduka inginkan beristirahat dimana. berani durhaka kepada ayah raja. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. Karena semua telah terjadi. agar buta mataku ini. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. disembah para bupati. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. :"Aku sudah dengar kata-katamu. Apabila sudah siap semua prajurit. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. Jika Paduka berkenan pulang. tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. serta ingat kepada kebaikanku.

tua ini. bersiaga mengangkat senjata. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. :"Sahid! Duduklah dahulu. baik dan buruknya. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. Ia berkata dalam hati. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. Aku ini raja binatara." Sunan Kalijaga sangat prihatin. besok hamba yang tanggung. si Patah menghadap kepadaku.:"Coba pikirkanlah. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. benar dan salahnya. Sahid! Alangkah sedih hatiku. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata.:"Mustahil jika demikian. kupertimbangkan saranmu. Aku sudah tua renta. tidak tahu diri. pasti akan terjadi perang besar. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. hanya menepati satu kebenaran. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. memusuhi raja dan bapa. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. Kupikirkan baik-baik. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. orang sudah tua-renta. Pagi sore dibokongi sembahyang. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka. tidak memakai dua mata. menepati sumpah sejati. Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya. kemudian memanggil para raja. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. hatinya tersentuh juga." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. Berat sabdanya. Aku tidak malu. lalu ingin menjadi raja. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan. diminta dengan baik-baik. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading. karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia. maka ia mohon agar dibunuh saja. disuruh menunggu pintu belakang. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. kulit kisut punggung wungkuk. ketiga pemberi anugerah. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering. sudah kenyang menjadi raja. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. aku kemudian ditangkap dikebiri. Lain hari lupa.

itu menyembah berhala namanya. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. maka rambutnya bisa dipotong. "Syahadat itu seperti apa. artinya Rasul rasa. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong. artinya aku bersaksi." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. Mulai dari leluhur Paduka dahulu. rambutnya tidak mempan digunting. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. "asyhadu ala ilaha ilallah. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan. Yang pertama pengetahuan badan. kedua tahu makanan. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. tidak memuji Muhammad di Arab. luluh menjadi lembut. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). rasul naik ke surga. Sang Prabu dimohon Islam lahir batin. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. jika tidak mengetahui artinya syahadat. karena apabila hanya lahir saja. Sunan Kalijaga lantas berkata. Toh hanya soal agama. Kalau kalian mau. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. aku koq belum tahu. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. keluarnya rasa hidup. keluar dari badan yang terbuka. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. turuntemurun sampai sekarang. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. Rasa termasuk lesan. Pedoman orang Islam itu syahadat. Sakutrem dan Bambang Sakri. karena asyhadu alla. ruh Muhamad Rasul.Paduka. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. dan mengucapkan asma Allah. coba ucapkan biar aku dengarkan. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon. lullah." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata. tiada Tuhan selain Allah. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. Sang Wiku Manumanasa. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. Kewajiban manusia menghayati rasa. Rasul adalah rasa kang nusuli.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir. Tidak ada yangberubah 47 .

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

cela mati Paduka. jika beroleh buah kuldi banyak. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. raga iki isi hawa kekajengan. menjadi iblis menunggu tanah. walikaning urip. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. ulatana. Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam. 51 . bisa untuk bekal hidup. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. tidak ada manusia. waktu Dewa menyambung umur. hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi.dengan Gusti. apabila beroleh buah pengetahuan banyak. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. Walikat. jadi tinggal kehendak hamba saja. lahir batin. meskipun sukmanya hewan. Jika pisah sukma dan budi. jika sudah pisah raga dan sukma. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. tidak membuat tidak memakai. Labung. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. Tepak artinya tepa-tapa-nira. tidak percaya kepada takdirGusti. Jiling itu puji eling kepada Gusti. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. menempel pada besi. Meskupun suksma manusia. kehendak Adam. bisa hilang seketika. Adam atau wujud bisa sama. jika Paduka mencaci. jika saya ingin mewujud. yang lebih baik dari yang lama. yang lurus kiblatmu. hidup langgeng yang tidak bisa mati. hidupnya ganti ruh baru. Demikian itu bunyi serat tadi. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. dari manusia menjadi manusia. Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. kemudian bangun lagi. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. budi kemudian berganti baitullah. nafas memuji kepada Gusti. Tengen artinya tengenen kang terang. beruntungnya kaya daging. Mata artinya lihatlah batin satu. ingatlah asal-usul manusia. ingat hidup mati. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. Punuk artinya panakna. Paduka tetap kafir. Kiwa artinya. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. itulah wujud hamba. maka manusia harus yang waspada. Timbangan artinya salang. ganti tempat baru. terjadi dari sabda kun fayakun. tetapi jika tekadnya melenceng. keblat utara benar satu. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. perahunya sudah hancur. Raga hamba itu sifat Dewa. baik dan buruk. tidak wenang mengukuhi mati. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. Ula-ula. Pundak itu panduk. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. alam manusia itu sampungan. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. di dunia hanya sekedar memakai raga. Sungsum artinya sungsungen. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. laleren gegermu kang nggligir. kayu batu. matinya tersesat menjadi kuwuk. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. Disebut dalam Serat Anbiya. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. purwa benar dan salah. Jika Paduka mencela. menjadi rakyat Sang Raja. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. terjadi dari sabda kun. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua.

Jadi bicara hamba itu. langgeng selamanya. berisi air panas dan air tawar. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba. seperti yang sudah dikatakan. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. "Tidak jauh tidak dekat. tinggal asma meliputi badan. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. Jawa tinggal Jawan. Naya artinya pandangan. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. tidak mati tidak hidup. hawa. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. apinya banyak yang keluar. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. Tiga-tiganya itu satu. artinya hilang. karena agama Islam itu sangat mulia. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. air kencing hamba. yang disebut pedoman Jawa. Paduka wujud sifat suksma. karena air sumber baunya wangi. malu mengasuh manusia tolol. 52 . aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi. Puncaknya pun kemudian berlubang. Seperti anakanak." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. keturunan Paduka akan celaka." Sang Prabu bertanya. Apa cacadnya agama Buda. tetapi apabila baunya tidak wangi. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. tanpa guna hamba asuh. aku malu apabila ditertawakan bumi langit. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa. suka ikut bangsa lain. dan badan. yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak. Hamba wirang kepada bumi langit. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. Jika paduka tidak percaya. badan Sabdapalon. Paduka dijerumuskan. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang. tidak terpisah. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. Semua sudah jelas. Seketika air sumber menjadi berbau wangi." "Bagaimana ini. aku sudah terlanjur masuk agama Islam. besarnya api di bawah tanah." "Iya sudah. "Ikut agama lama.Coba Paduka tunjuk. hamba tidak ikut-ikutan. sudah wangi. silahkan Paduka jalani sendiri. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jika air tadi bisa berbau wangi. Itu hamba yang membuat. yang bernama Manik Maya itu hamba. tetapi juga tidak berkumpul. suka menurut ikut-ikutan. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. kentut sekali saja. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. Paduka bayangannya. langgeng selamanya. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba. lihat bagaimana baunya. tidak muda tidak tua. Gunung-gunung hamba kentuti. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. meninggalkan agama Buda. Palon kayu pengancing kandang. Hidupnya meliputi dalam matinya. sudah disaksikan Sahid. keluar apinya serta ada kawahnya. hendak menjadi jawan. yang membuat bumi dan langit. Sejati tunggal budi.

bila laki-laki menurut perempuan. ditolak oleh Dewa. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. jika bau harumnya hilang. besok. suka menyembah batu. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. membuat bingung para petani. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. Walaupun tumbuh kecil saja. 53 . diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. tetapi kedua orang tersebut musnah. banyak manusia suka menipu. airnya dicium masih wangi. Lama beliau tidak berkata. karena paduka yang salah. kembali ke agama Kawruh. sudah disaksikan oleh si Sahid. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. biji mati tidak tumbuh. Sang Prabu istirahat di sana. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam. Sabdapalon berkata sambil meludah. dan kembali mau makan buah pengetahuan. Esok harinya tabung itu dibuka. hanya untuk makanan burung. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. Dewa kemudian memaafkan. bulan depan bulan tidak kelihatan. padi seperti kerikil. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. satunya diisi air sumber. yang satu diisi air tawar. hanya menepati yang namanya Semar. Air sumber tadi untuk pertanda. "Kamu cela sudah tanpa guna. Besok apabila sudah bertaubat. besok apabila ada orang Jawa tua. Sang Prabu bersumpah. hujan kembali seperti jaman Buda. tambah panas jarang hujan. Prabu Brawiaya kemudian pergi. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong. tetapi tidak berada di situ. (=tiba-tiba menghilang." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Sejak hari ini hujan sudah berkurang. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. hujan salah musim. artinya meliputi sekalian wujud. ingat kepada agama Buda lagi. "Sejak jaman kuno. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. Tabung setelah diisi air. pasti sengsara. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi. karena sudah terlanjur. anglela kalingan padang. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. Coba Paduka saksikan. Berkurang hasil bumi. jika bau wangi hilang." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. tidak berwewenang memulai kehendak.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. sekarang hanya kamu kutanya. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. berpengetahuan.

"Sahid. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. melaporkan tingkah laku cucunya. Sang Prabu kemudian berkata. Prabu Jimbun. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi. Prabalingga dan Bangerwarih. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Putra raja Majapahit. tetapi berbusa harum. lalu dibuang." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu. Menghadaplah ke Demak. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci. "Prabalingga di besuk namanya dua. mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. Nanti kuberi tanda tangan. buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. mendekatlah kemari. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. perangnya akan kalah. Sang Prabu beristirahat di sana. Baik buruk jangan ditolak. karena kerap diminum di jalan. Merasa tidak enak pikirnya." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat." Sang Prabu kemudian merangkul putranya. Jangan ada perang berebut tahtaku. Sampai di Prabalingga. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. Air yang tawar masih enak. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. disitu juga istirahat semalam. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. Bondhan Kejawan. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. "Hamba putra Paduka." Jangan menangis.Pagi harinya air dicium masih wangi. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. Sesampai di Demak. tidak jelas ke mana larinya. Sakitnya Sang Prabu semakin parah. Tetapi tinggal sedikit. karena hanya akan membuat kekacauan dunia. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. Sang 54 . Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Esok paginya air itu dilihat lagi. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan. tetapi kemudian sakit. maka kemudian pergi ke Majapahit. seperti yang sudah diceritakan di depan. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Sang Prabu bertanya. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. jangan ada perang. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading.

besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. "Celaka kamu Jimbun. terus wafat. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. wulan artinya cahaya dunia. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. tidak melihat wafatnya ayahanda. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. semua wasiatku tulislah. anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo. Maka wasiatku. serta tidak dianggap laki-laki. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. setelah aku tidak ada. kuberi izin. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. Bila ada untungnya. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi." Sang Prabu setelah bersabda demikian. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . Aku titip anak kecil ini. "Ya. membela ayah merebut tahta. sampai aku disia-siakan seperti ini. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. "Sahid. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. Cina. Dan lagi pesanku. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. Sudah Sahid. Bisa mencelakai hidup. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. Maka kutinggikan Putri Cempa. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. dan Raksasa. Jawa. dalam berperang mendua hati. Dan lagi pesanku kepada kamu. Seketurunannya asuhlah." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. Nyai Ageng berkata. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. "Sastra artinya tulisan.Prabu kemudian berkata. tangannya kemudian bersedekap." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. Karena akan menginjak Gustinya. Apabila masih kemilau cahaya rembulan.

tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. agar tidak memperpanjang rasa malu.meneteskan air mata berat. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali. Artinya. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. dan demit. Semua itu untuk menutupi rahasia raja. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon. tawon. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. yaitu ganti agama. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. Tidak cocok lahir batin. Hutan angker banyak demitnya. Artinya Palembang itu mlembang. wajahnya merah seperti api." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. giginya gemeretuk. Adapun kenyataannya. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan). Adapun tempat tinggalnya di dalam tala. remit. agar jangan mengganggu di belakang hari. Demit artinya samar. karena banyaknya tikus. menyamar hanya untuk 56 . karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. Sesudah diberi. Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak. Apabila dipikirkan sangat memalukan. akhirnya menyengat dari belakang. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. siapa yang mendengar pasti marah. orang Majapahit geger karena ditenung demit. Keduanya terhenyak. dan demit. seorang putra memusuhi ayahandanya. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. rungsid. senjatanya berada di anus. setelah dibuka berbunyi menggelegar. tawon. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. Adapun jelasnya demikian. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. Demit itu juga TUKANG SANTET. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. marah. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. balas merusak.

menghadap ketika hari raya grebeg. Prabu Brawijaya disindir. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . Kombang artinya diam tapi suaranya riuh. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. Sembilannya Adipati Demak. Kebo artinya kerbau. Asalnya Jawa. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan.. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa. Mereka semua memberontak dengan licik. karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Mereka dikejutkan. dosanya lahir batin.. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. terdengar sampai ke negara mana-mana. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. Tidak berpikir benar dan salah. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. Maksudnya diam marah saja. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. tidak berkenan melawan dengan perang. Tuma artinya tuman `terbiasa'. Setelah negara pindah ke Demak. penjelasan kitab manik Maya. tetapi juga para wali lainnya. Waktu itu diberi pangkat. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. sifatnya sia-sia. ibumu putri Cina. ( . tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya.. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. yakni raja kaya. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. senang minum darah. Artinya lihatlah tengkukmu. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. sampai Sang Prabu tidak habis pikir. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja. keadaan di Jawa juga berubah. babi hutan itu juga bernama andapan. Orang Majapahit tidak siap senjata. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir.

bisnis dengan bisik-bisik. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi.. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. untungnya yang ingat. 118. prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. [ Banyak barang masuk lubang. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. orang membeli membujuk yang menjual.] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil. tak punya rasa malu karena terpaksa. wong bener thenger-thenger. Rawa dadi bera. jaran doyan sambel. orang benar melompong bengong. rakyat kerja keras bagai kuda. titikane nganggo kethu bengi. pasar hilang gaungnya. akeh wong kaliren lan wuta. asesilih ratu bengi. wong tuku ngglenik sing dodol. dihimpun oleh KRT Kertonegoro. itu pertanda datangnya jaman. [Rawa menjadi kering tandus. bejane sing lali. banyak orang kelaparan dan buta. 58 . ajejuluk sarwa agung edi. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. manusia sengsara. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. Iblis mendhilis. ora duwe wirang marga kapeksa.CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. mengku ratu wis ora bapa. Akeh barang lumebu luweng. sungai hilang lubuknya. Iblis manjalma menungsa. reklamasi pantai. pembangunan perumahan. pasar ilang kumandhange. masih beruntung mereka yang sadar. Tanah Jawa kalungan wesi. iblis muncul/jahat. iblis menjelma manusia. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. samangsa tanah jawa. kereta roda empat separo. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. barang publik disimpan pribadi. mulai korupsikolusi – nepotisme. pesawat terbang. tanah Jawa berkalungkan besi. 117. kababare jangka Jayabaya amrepeki. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan. kereta api. yaiku mretandhani tekane jaman. perahu berjalan diatas angkasa. Mula den titenana. kuda suka sambal. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. sing dodol akal-akal. nanging isih beja sing waspada. bejane sing eling. menungsa sara. yang menjual banyak akal]. kali gedhe ilang kedhunge. kereta roda papat setugel. kendaraan roda dua mulai beredar. 120. banyak manusia berwatak iblis/ serakah. untungnya yang lupa. Yogyakarta. 119.

berjuluk raja malam. mudah tergoda wanita. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. ratune atine cilik. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. ulese kaya pasuryane Baladewa.[Maka harap diingat/dicermati. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. tuyul buruk. yen nglurug tanpa bala. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . sinabda mati tan kena mimis. sisaning gurenda. na’asnya lawan setan. bila menang takkan merendahkan lawan. adhepe pondok tan karuwan keblate. patine marga kejepit sekiling daging. bertumpuk harta namun tak memilikinya. namun binasa karena lemas. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. bendera merah putih dan simbol garuda. 121. angundamana bala sabrang sing doyan asu. jembatan angin Priyangan. Interpretasi: Munculnya Sukarno. kretekan bayu Priyangan. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. nanging cures ludhes merga lemes. sugih tan abebandhu. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. ditakdirkan mati tak kena peluru. [Pantas bernama komandan perang. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. thuyul ambregudul. bertanda gambar margasatwa. sinendhal sinambi miring. bila menyerang tanpa pasukan. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. mula ywa ngerti jangkane jaman. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam. 122. benderanya berwarna merah putih. kendaraan kuda berkaki lima. tinengeran gambare raja-kaya. 124. terhentak sambil miring. tandanya memakai peci malam. titihane turangga asikil lima cacahe. dan Inggris 123. kelemahannya wanita cantik menggoda. memakai peci hitam. bergelar serba agung dan indah]. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. tak tahu gelagat jaman. menaiknya di perut kuda]. nanging apese mungsuh setan. [Rumah2 tak beraturan arahnya. kaya tak berharta. Panglima Tertinggi dsb. yang berani menentang bakal malu. warnanya serupa wajah Baladewa. anak2 yang beringas melotot. sakti tanpa azimat. dentuman meriam. sang ratu bernyali kecil. sing wani bakal wirang. tak kena guna-guna. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. disusuli swarane bendhe waja. Pantes yen apeparab bupatining prang. abandha-abandhu nanging nora duwe. lamun menang tan angasorake liyan. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. digdaya tanpa aji apa-apa. matinya karena terjepit sekerat daging]. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra. bocah cilik2 pating pendelik. tan kena penggawe ala. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. disusuli suara bende baja]. yen nitih ing wetenge turangga.

sumsume iwak lodan munggah ing daratan. pasti ramai. 129. [Ada manusia mengaku jadi raja. Yen sira nyebut asmane. [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. wong bodho dadi priyayi. orang baik yang menderita]. yen kenal padha nyandhing. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. membawa senjata. Tahun Jawa (1)393. Angkatan Darat. punya pasukan dan prajurit. tank. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. tapi dikendalikan suara menggerung. dimana orang kaya merasa takut. senenge wong jahat. jaman wong sugih krasa wedi. konglomerat cina). seragam hijau. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. [jika menyebutkan namanya. ageme godhong pring anom. pindha tawon gung. tahun masehi nga nem nem. sudahe wong becik. lambang kartika eka paksi. ditarik kereta tanpa kuda. pengikutnya memanggung once. duwe bala lan prajurit. warsa srani nga nem nem. memakai topi baja. itulah pertanda datangnya jaman. karena bertutup belanga lumuten. iku tandha praptane jaman. kang kebak isi baya. para penjahat bersuka-ria. gineret kreta tanpa turangga. mesthi dadi rame. asmane bisa ngramekake. amarga tutup kuwali lumuten. Interpretasi: setelah jatuh. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. sapto linuweng ing sumur jalatundha. merasa sakti tanpa aji keling. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. nama bisa bikin ramai. yang penuh buaya. Interpretasi: Munculnya Suharto. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. negarane ambane sakprawolon. atetenger kartikapaksi. disertai angkatan udara. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. (Buana Minggu. di kepung lumut samudera] Interpretasi. suara menggemuruh. berpakaian daun bambu muda. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. 27 Desember 1998:) 126. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. bagai lebah raksasa. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno. bertanda bintang garuda. negaranya lebar seperdelapan. naik mobil. tahun nasrani (1)966. bisa krasa digdaya tanpa aji keling. orang bodoh menjadi pejabat. karena dapat menyebabkan keributan. pandhereke padha nyangklong once. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. bila kenal pada mendekat. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. kinepung lumut seganten.125. 60 .

wong momong mitenah sing diemong. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. pangkat dadi pikat. penjaga mencuri yang dijaga. buruh berani pada juragannya. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132. karena pandainya bicara. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. pengasuh memfitnah yang diasuh. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. malah ngajak mlarat. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. sing kalah. juragan menjadi mapan. kawula bendara. badan mati pinggir kali. juragan dadi mapan. rentetan peristiwa G30S/PKI. orang kecil terpencil] 61 . banyak orang tertipu ikut masuk jurang. hamba berani pada tuannya. buruh wani juragan. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. rumongso menang. janji menehi pangkat drajad. mayat dipinggir kali. Bandha dadi memala. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. (Buana Minggu. sing ngalah kabeh rumongso salah. yang kalah. 3 Januari 1999): 131. wong njamin jaluk dijamin. marga dadi korbane sing jahat sing jahil. wong pinter diinger-inger. pitik angrem sandhuwure pikulan. patihnya kepala penjudi.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. kene sansaya bingung. aslinya tak ketemu. wong cilik kepencil. wong njaga nyolong sing dijaga. sing jahat ndilat tur oleh drajad. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. tanpa kepala hanya badan]. ada dua versi berarti ada yang palsu. yang mengalah semua merasa salah. pepatihe kepala judhi. pada kapikut katut. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. ayam mengeram diatas pikulan] 133. kampak pada kepak-kepak. wong ngerti padha mangan ati. sing aswara suwe-suwe bala. sama-sama terpikat dan menurut. pintere micara sing bener digawe ala. disana-sini semakin bingung. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. yang berhati suci dibenci. angkara murka menjadi-jadi. yang benar dikatakan salah. kenyataannya malah mengajak melarat. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. pangkat menjadi pemikat. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. orang pintar diputar-putar. [Harta menjadi bencana. akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. tanpa sirah amung gembung. seiring dengan zaman. Begal padha ndugal. [Penodong makin kurang ajar. sing menang padha sawenangwenang. rampok makin berlagak. sing ati suci padha dibenci.

wong jahat padha seneng mragat. Namung sawarsa jawa bang. saudara memusuhi saudara. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. guru padha satru. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. berpakaian serba hitam. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. Agama akeh sing nantang. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. terjadi reformasi 1998. buruh dadi mungsuh. Ana wong tapa ageng. [Banyak yang terkutuk. Wanita angger wanita jebul kelangan laki. Banyak yang menentang agama.134. Nanging umure tan panjang. Wanodya padha wani ing ngendi-endi. ikat kepala. Banyak kematian tanpa disertai upacara. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. Akeh prawan tuwa. Dimana-mana wanita makin berani]. sing ora weruh sansaya ketutuh. Banyak perawan tuwa. sing weruh kebubuh. [Pendeta itu berdagang kayu. kasus penjarahan dan orang hilang. tetapi usianya tak panjang. Akeh laknat akeh pengkhianat. yang mengetahui menanggung beban. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. 137. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. benang tenun. anak mangan bapak. guru saling berseteru. Banyak janda hamil. kana kene padha ngumbar angkara murka. Akeh mati tanpa slametan. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. Akeh udan salah mangsa. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. Banyak bayi tanpa ayah. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. banyak yang berkhianat. sedulur ngarah sedherek. rumah maksiat disenangi. Modin padha ngungsi marga wedi mati. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. cari makan dengan permusuhan. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. Kamangnusane akeh sing ilang. Akeh bayi tanpa bapa. 135. Pendeta mengungsi karena takut mati. 138. [Banyak hujan salah musim. dipatuhi oleh kaum laki-laki. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. [Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. Angrasuk busana ireng. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139. anak makan bapak. akeh randha meteng. Rumah suci dihindari. baju. yang tak tahu semakin dituduh. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. hanya setahun Jawa merah] 62 . muncul satengahe gunung kendheng.

Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. hilang kekuasaan dan wibawanya. pakaian serba hitam. Sing edan padha bisa dandan. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. Pancen wolak waliking jaman. Ratu ora netepi janji. orang makan sesama orang. sapa sira sing sayekti. Para tapa padha ora wani. kasus ini cuma berjalan singkat. 144. juga doyan kayu gelondong dan besi. penebangan hutan semena-mena. 63 . akeh omah ndhuwur kudha. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya.] 141. Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. Amenangi jaman edan. 140. Padha wedi nggiyarake piwulang adi. mereka yang dusta malah berdendang ceria. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. karena terasa nikmat seperti roti bolu. 145. [Banjir besar terjadi dimana-mana. dirasa enak kaya roti bolu. banyak rumah diatas kuda. Mereka yang sehat berpikir. [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. Wong dagang barang sansaya laris. Sing waras padha nggagas. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. aktifitas gunungapi. akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. [Raja/pemimpin mengingkari janji. yen wengi padha ora bisa turu. dari daerah Pati (gunung Kendheng). wong pada mangan wong. Salah-salah anemahi pati. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh. yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. banjir. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142. Wong dora padha ura-ura. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. Marga wedi kapiyak wadine. ora edan ora komanan. wong tani padha ditaleni. musna kuwasa lan prabawane. yaitu dijaman gila. Beja bejane sing lali. jelas mana yang benar mana yang sejati. tetapi besi tua satu truk. isih beja sing eling lan waspada. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. Banjir bandhang ana ngendi-endi. 17 Januari 1999: 143.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. kayu gelondongan ratusan truk. longsor. Endi sing bener endi sing sejati. petani lugu digencet. Buana Minggu. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan.

hal jahat disanjung. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. akeh anak nundhung biyung. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. 64 . sedulur padha cidra. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil. lupa sanak saudara. 148. Akeh janji ora ditepati. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. akeh bapa lali anak. keluarga saling curiga. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. lali kamanungsane. sawah berubah menjadi bangunan. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. kanca dai mungsuh. nasibnya tidak terpikirkan 147. Akeh manungsa ngutamakake royal. Ukuman ratu ora adil. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. akeh bandha musna tan karuwan larine. manusia senang menipu. Buana Minggu. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. lali kabecikan. tan nindakake ukuming Allah. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. perempuan mengenakan pakaian laki-laki. hal baik dibenci]. manusia lupa asalnya]. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. [Banyak manusia mengutamakan royal. teman menjadi musuh. banyakanak mengusir ibunya. sarjana ahli. banyak orang melanggar sumpah sendiri. yang tak sanggup mencuri justru dibenci. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. lupa perikemanusiaannya. banyak ayah melupakan anaknya. yang pandai durhaka menjadi teman. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. manungsa lali asale. sak kilan bumi dipajeki. ada pajak tanah dan bangunan. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. sing pinter duraka dadi kanca. 31 Januari 1999. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. lali sanak lali kadang. 146. manungsa padha seneng ngalap. [Tanah makin lama makin menyempit. sesama saudara saling berbohong. kulawarga padha curiga. orang bersalah semakin bersuka-ria. luwih utama ngapusi. lupa kebaikan. 150. 149. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil. [Banyak janji tidak ditepati. wong bener sangsaya thenger-thenger. takmenjalankan hukum Tuhan. wong salah sangsaya bungah.bungah.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. Interpretasi: Tanah menciut. tanah sejengkal saja dikenai pajak. sing ora bisa maling digething. orang jujur semakin termangumangu. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung. barang suci dibenci. barang jahat diangkat-angkat. wong wadon nganggo panganggo lanang.

152. akeh wanita adol awak. banyak barang haram] 65 . isih bayi padha mbayi. wong agung kesinggung. banyak ibu menjual anak. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. akeh bujuk akeh lajuk. yang pria merendahkan derajatnya sendiri.] 156. Akeh jago tanpa bojo. orang benar dipenjara. wong jahat munggah pangkat. wong lanang ilang kaprawiirane. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. wong dagang kepalanggrang. menjanjikan. [Wanita melamar pria. lelaki naik pelangi. banyak wanita menjual badan. mengaku suci. pengkhianat hidup senang. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. [Yang curang garang. Wong wadon nunggang jaran. ngaku suci sucine palsu. wong apik ditampik. wong salah dianggep bener. njaba putih njerone dadhu. kesucian palsu. semua perilaku bertolak belakang. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. wong judi ndadi. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. penjudi menjadi-jadi. [Banyak lelaki tanpa isteri. randha sanga lara. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. diluar putih dalamnya abuabu. mengandalkan kedurhakaan.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. laku sedheng jare gagah. yang berdagang tak dapat uang. Sing curang garang. janda sembilan sakit. nggedheake duraka.[Hukum raja tidak adil. akeh biyung adol anak. tindak jahat makin sempurna. banyak yang tertipu. melampiaskan keangkaramurkaan. banyak pembujuk dan penipu] 155. wong ala pinuja puja.] 153. Wanita nglamar priya. sing jujur kojur. yang jujur celaka. wegah makarya kepengin urip kaya raja. orang salah dianggap benar. [Perempuan naik kuda. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. prawan sanga lima. akeh barang-barang haram. wanita ilang kawanitane. wanita padha ora setya. masih ingusan sudah beranak. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul. perawan sembilan lima] 154. wanita hilang sikap kewanitaannya. akeh wong ngaku-aku. wong lanang nunggang pelangi. banyak wanita tidak setia. bojo ijol-ijolan jare jempolan. yang baik malah dikucilkan. orang jahat dipuja. [Banyak orang menjual ilmu. banyak orang mengaku-aku. orang berkuasa berlaku hina. wong mulya dikunjara. Akeh wong adol ngelmu.

berparas bagaikan Bathara Kresna. terjadinya perubahan jaman. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. yang bergerak cepat berlebihan. Banyak orang bermalasan dan pelit. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. sing gedhe rame tanpa gawe. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus.. eling aywa mulih padha manjing. diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. Buana Minggu.larut. nanging sing ngawur padha makmur. datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ]. wetane Bengawan Banyu.157. ana kidul wetan bener. yang tak sadar lihat-lihat. bermulalah. yang terlambat terpeleset. sing kasep kepleset. karena semua dibenci. yang sombong terdesak. 66 . berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding. 161. kaya manungsa sing angleleda. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. tetapi yang ngawur menjadi makmur. akeh wong ijir akeh centil. utang nyawa nyaur nyawa. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun. dawa ngalu-alu tumanja. yang sadar lalu ikut Jawa. 160. akan ada Dewa menjelma manusia. Hutang nyawa membayar nyawa. sing anggak kelenggak. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. yang banyak bicara tanpa kerja. Ingat. 159. melu Jawa sing padha eling. sing cilik keceklik. sing tan eling miling-miling. mloya. mereka yang berhemat tak kebagian. lawase pitung bengi. jika tidak pulang semua tetap tinggal. ketika Bathara Surya muncul. reformasi terjadi tahun 1998. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. 7 Februari 1999: 158. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. yang takut padha mati. prihatine manungsa kalantur lantur. seiring dengan yang pergi. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha. candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. sing wedi padha mati. yang kebagian tidak berhemat]. yang kecil tergencet. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. wong nyilih mbalekake. selama tujuh malam. marga tinggal padha digething. yang berhati-hati mengeluh setengah mati]. memanjang di tenggara. hutang malu membayar malu]. sing kebat kliwat.mlayu kaya maling kena tuding. utang wirang nyaur wirang. keprihatinan manusia berlarut. yang hutang harus membayar. wong utang mbayar. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. Jinejer wolak waliking jaman. pagi sekali hilangnya. arupa pagupon dara tundha tiga. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. Wong golek pangan pindha gabah den interi. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon.

[Banyak orang mati hanya digigit nyamuk. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam. Bala prewangan makhluk halus. di sebelah barat didominasi oleh Islam. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. maknanya kitab bermata tiga (trisula). hiya kyai Bathara Mukti. Sing mandhegani putrane batara Indra. hiya Harumurti. mumpuni skabehing laku. tidak tampak dan tak berwujud. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. menaklukan jin setan.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G. Kyai Batara Mukti. menguasai semua ilmu. Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. Banyak suara tanpa rupa.[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat. bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca. banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin. Banyak orang tewas hanya digigit semut. Apeparap pangeraning prang. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang. kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. yang berbaris mematuhi perintah. diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong].lurus. [Bergelar panglima perang. Tan kasat mata tan arupa.jujur. tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. 67 . (senapati ing ngalogo). perange tanpa bala. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. momongane padha dadi nayaka. Akeh wong sing dicokot lemut mati. ya Kresna. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit. agegaman Trisula Wedha. Putra kinasih swargi.Lawu. ngerehake jin setan. itulah pasukan bantuan makhluk halus.jujur. daerah pangkalan militer angkatan udara. padha asesanti Trisula Wedha. Akeh wong sing dicokot semut sirna. dekat sungai besar. Padha baris padha rebut bebener garis. berwatak jinak-jinak merpati. dedemit?) 163. dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian. Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah. benar. akeh swara aneh tanpa rupa. ya Harumurti. kang jumeneng gunung lawu. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?).jinak merpati. hiya Kresna. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang. segenap makhluk halus tunduk.jejeg. meskipun seragamnya tak memadai. dan Hindu-Buddha. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa. Kristen-Katolik. [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. nugel tanah Jawa kaping pindho. 14 Februari 1999: 162. Kumara-prewangan. cina teringat akan para syeh. bersatu padu membantu manusia Jawa. bener. seperti demam berdarah. berupa rumah merpati tiga tingkat. Buana Minggu. rumah tiga tingkat. seperti halnya manusia berjinak. sekti mandraguna tanpa aji-aji. di timurnya sungai besar. landhepe priniji suci. dua kali memotong tanah Jawa. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang. berpedoman Trisula Wedha. Interpretasi: Trisula Weda. Indonesia (Nusantara) ini unik.

canggahira. nyuwun apa wae mesthi sembada. kaadhepake ngarsane sang kuwasa. Tidak tua. yang jahat pasti mati. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin. 21 Februari 1999: 167. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. 168. kemampuan spiritual. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. jawa ngerti garise siji-sijining umat. sudah tak berayah-beribu. Pada dasarnya. wus tan bapa tan bibi. 68 . pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. nanging mung pilih pilih sapa. memiliki karakter menepati janji. sabdane malati. paringane gathutkaca sayuta. Pendhak sura nguntapa. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. Mula den upadinen sinatriya iku. lola wus aputus wedha Jawa. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa. mung angendelake trisula. untuk membaca reinkarnasi seseorang. wong ora ndayani. Ora tuwa enom padha dene bayi. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa. suatu ketajaman mata batin. Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama . bisa nyumurupi lahire mbahira. memahami nasibnya umat. Daya pikirnya sangat tajam. Idune idu geni. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. tan kewran sasuruping jaman. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. yatim piatu. muda seperti bayi saja. ucapannya keramat. cucunya. memahami leluhurnya. sing mbregendul mesthi mati. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. pembawa maut atau hutang nyawa.spiritual di Nusantara. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. yang ditengah pantang merugikan sesama. 166. sabdane malati.] Interpretasi: Idu geni. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. garis sabda ora gantalan dina. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. wasis wegig waskitha. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. pindha lahir bareng sedina. takkan bingung sampai akhir zaman]. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. pemberian sejuta Gatutkaca]. hanya mengandalkan trisula. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. cicitnya. ngerti sadurunge winarah. [Ludahnya bagaikan api. ngawuningani jantraning jaman. tahu sebelum terjadi. kumara kang wus katon nebus dosane. [Arif seperti dewa. menguasai wedha Jawa. melainkan orang yang terpilih saja. bisa pirsa mbah-mbahira. dihadapkan kepada Yang Berkuasa. 165. mengerti putaran zaman. Waskitha pinda dewa. tidak mampu bertindak. gegawe pepati utawa utang nyawa. isih timur keceluk wong tuwa. beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. [Setiap bulan Sura disaksikan. Buana Minggu. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. buyutira. bagaikan lahir bersamaan sehari.Bali) merupakan Hindu-Buddha. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. [Maka carilah ksatria itu.sementara di tengah (p.

Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. bagai manusia tak dianggap manusia. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. marga adiling pangeran wus teka. malati bisa kesiku. ratune nyembah kawula. Janganlah keliru pendeta palsu. ana begja begjane sing den pundhuti. ngertiya yen iku coba aja kaina. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. Menghadaplah dengan hormat. mula sing menangi enggala den leluri. hiya siji iki kang bisa paring pituduh. angagem Trisula 69 . juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. 173. senang menggoda meminta secara nista. Jangan iri. marang jarwane jangka kalaningsun. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. Ing ngarsa begawan. ketahuilah bahwa itu cobaan. dewa apengawak manungsa. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. aja-aja kleru pandhita samudana. marga bisa manjing jroning ati. hiya iku putrane Bathara Indra. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik. [Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. [Jangan heran jangan bingung. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. kaya manungsa kinen anggep manungsa. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. iku hiya paringaning dewa. Aja gumun aja ngungun. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. tan kena den apusi. ngango simbul ratu tanpa makutha. ing jaman Kalabendu Jawa. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. Buana Minggu. itulah putera Bathara Indra. 170. tentang arti ramalanku. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. Nglurug tanpa bala. aja kongsi jaman kendhang. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham. Sirik den wenehi ati. demi keberuntungan anak cucu]. 172. jangan sampai jaman berlalu. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. para kawula padha sukasuka. larinen pandhita asenjata trisula wedha. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. gawang-gawang terang ndrandhang. dudu dewa sinebut dewa. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara.169. ateges jantrane kaemong sira sabrayat. bukan dewa disebut dewa. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. 28 Februari 1999: 171. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. beja bejane anak putu. bukan pendeta disebut pendeta. ana manungsa kaiden ketemu. hingga menjadi terang benderang]. yen menang tan ngasorake liyan. madhepe den marikelu. uga ana janma sing durung mangsane. dudu pandhita sinebut pandhita. [Di depan begawan. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi].

andayani indering jagad raya padha asung bekti. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. memakai Trisula Wedha. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan). para pandhita hiya padha muja. jika menang tak merendahkan lawan. Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. Semua pendeta juga menghormatinya. yang pernah dipermalukan. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. nora ana wong nggresula kurang. sing wis adu wirang.Wedha. [Perang tanpa pasukan. 70 . namun semua telah jadi jelas dan terang. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. dia itu asuhan kaki Sabdopalon. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang. HABIS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful