Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. pada hari Kemis Legi. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup. Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. ialah Sultan di Demak. bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung). yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan. yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Bisa kita maklumi.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). Di kelak kemudian hari (ditinjau. yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. Setelah Kerajaan ini jatuh pula. Raden Patah. justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Patani dan Sriwijaya. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar. Oleh Pujangga. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain.

1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri.Sejengkal tanah dikenai pajak.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka.Kuda suka makan sambal. Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu.Perahu berjalan di angkasa. sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad. 11. Tanah Jawa kalungan wesi --. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --. Lalu dari hasil. Sekilan bumi dipajeki --. terutama pujangga terkenal R. penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.Ng. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih. 9. Jika kita teliti secara kronologi. yakni Kitab Musarar. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 .. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. 8. Dengan demikian. Kali ilang kedhunge --.Pulau Jawa berkalung besi.Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan). raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.Orang perempuan berpakaian lelaki. 3. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. Jaran doyan mangan sambel --. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh.Bumi semakin lama semakin mengerut. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini. ISI RAMALAN 1. Pasar ilang kumandhang --. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --.Pasar kehilangan suara. 5. 2. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--. Bumi saya suwe saya mengkeret --. 10. 7. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi. 6. 4. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --. Setelah mendapat pathokan/data baru.

Lebih mengutamakan menipu. Prawan seaga lima--. Akeh manungsa lali asale --. Akeh wong ijol bebojo--.Orang (yang) jahat dipuji-puji. Barang jahat diangkat-angkat--.Banyak perempuan menjual diri. Akeh kelakuan sing ganjil --. Wong bener thenger-thenger --. 31. 21.Banyak perempuan ingkar pada suami.Banyak orang kerja halal justru merasa malu.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri. Randha seuang loro--. 40. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--. 45. 47. 36. Barang suci dibenci--.Duda pincang laku sembilan uang. Dhudha pincang laku sembilan uang--.Banyak orang tukar istri/suami.Orang-orang saling lempar kesalahan. 17. Wong apik-apik padha kapencil --.Banyak laki-laki tak mau beristri. Kulawarga padha curiga--. Lali kamanungsan--. 26.Lupa sanak lupa saudara. 23.Laki-laki naik tandu. 34. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--. Wegah nyambut gawe --.Orang (yang) benar termangu-mangu. Akeh wong lanang ora duwe bojo--.perempuan hilang malu. nggedhekake duraka --.Perempuan menunggang kuda.12.Banyak orang lupa asal-usul.Banyak ibu menjual anak.Melepas nafsu angkara murka.Yang jahat dijunjung-junjung. 28. 33.Lupa hikmah kebaikan. Akeh anak wani nglawan ibu--. Wong wadon ilang kawirangane--. Wong agung kasinggung--. 15.Banyak ayah lupa anak.Lima perawan lima picis. Ngumbar nafsu angkara murka.Banyak janji tidak ditepati. 16. Wong ala kapuja--.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. Wong jahat munggah pangkat--.Lupa jati kemanusiaan. 24.Hukuman Raja tidak adil.Orang (yang) salah gembira ria. Kepingin urip mewah --.Banyak orang hanya mementingkan uang. Luwih utama ngapusi --.Menantang ayah. Akeh bapa lali anak--.Yang suci (justru) dibenci. 32. 29. 48. Lali sanak lali kadang--. 50. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --. 39. 5 . 52.Kawan menjadi lawan. 38. 35. 53. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--.Banyak pejabat jahat dan ganjil. 18. Nantang bapa--.Keluarga saling curiga.Banyak ulah-tabiat ganjil. 44. 14. memupuk durhaka. 43.Dua janda harga seuang (Red. 27. Wong wadon nunggang jaran--. Wong lanang ilang kaprawirane--. 25. Ukuman Ratu ora adil --. 46. 13.Laki-laki hilang perwira/kejantanan. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--.Orang yang baik justru tersisih.: seuang = 8. Wong lanang linggih plangki--. 41. Wong apik ditampik-tampik--. 22.Sedulur padha cidra--. Wong salah bungah --. 37. 49.Orang (yang) mulia dilecehkan. 19. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--. 54. Manungsa padha seneng nyalah--. 51.Orang (yang) jahat naik pangkat.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). Akeh ibu padha ngedol anake--. 20.5 sen). 30. 42.Banyak anak berani melawan ibu.Inginnya hidup mewah.Malas untuk bekerja. Lali kabecikan--.Saudara dan saudara saling khianat. Kanca dadi mungsuh --. Akeh janji ora ditetepi --. Akeh wong wadon ngedol awake--.

Kana-kene saya angkara murka --. Pedagang akeh sing keplarang--. Guru disatru---Guru dimusuhi. 82. 93. Durjana saya sempurna--. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. 75.Durjana semakin sempurna. 76. Omah suci dibenci--. 79. 77. celaka. Omah ala saya dipuja--. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. 92.Sedang yang jahat makin bahagia. Akeh wong ngaku-aku--. 94. 70. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. Sing jujur kojur--.Banyak orang berdagang ilmu. 72. 60. 85. kulon. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 87. 84. 96. Agama akeh sing nantang--. 56. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. 80. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. tapi palsu belaka. 97. 88. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--.Orang yang lugu dibelenggu.Rumah maksiat makin dipuja. Wong lugu kebelenggu--.55. 68. Akeh randha nglairake anak--.Banyak hujan salah musim. 66.Yang curang berkuasa. dan utara.Mengaku suci.Ketika itu burung gagak dibilang bangau. Njabane putih njerone dhadhu--.Banyak orang mengaku diri. 91.Orang yang mulia dipenjara. Akeh prawan tuwa--. Prikamanungsan saya ilang--.Banyak tipu banyak muslihat. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. Akeh udan salah mangsa--. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. 6 .Pedagang banyak yang tenggelam. 62. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. 67.Banyak kutukan. Akeh wong becik saya sengsara--. nanging sucine palsu--. Wong jahat munggah pangkat--. 78. Akeh bujuk akeh lojo--. Wong jahat saya seneng--. Teka saka wetan.Rumah suci dijauhi. 83.Agama banyak ditentang. 71. 100. 73. 58. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.Angkara murka semakin menjadi-jadi. 65. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. 69.Perikemanusiaan semakin hilang. 101. selatan. Sing curang garang--. Akeh anak haram---Banyak anak haram.Banyak anak lahir mencari bapaknya. 98.Di luar putih di dalam jingga. 63. 99. 74. 64. 89. 86. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. 57. 61. kidul lan lor---Datang dari timur.Yang jujur sengsara. Akeh wong ngedol ngelmu--. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. 81. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. Wong mulya dikunjara--.Banyak pengkhianat. Akeh pengkianat--. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. Akeh laknat--.Banyak perawan tua. barat.Perempuan lacur dimana-mana. 59. 90. Akeh barang haram---Banyak barang haram.Banyak orang baik makin sengsara. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.Orang jahat naik pangkat. 95.Banyak janda melahirkan bayi. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. Ngakune suci.

113. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. 127. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. 121. 139. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 134. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 104. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. 135. 119. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. 123. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. 126. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. Sing wedi mati---Yang takut mati.102. 143. 110. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. hilang wibawanya. 136. 7 . Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. 120. 107. 114. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. Ratu ora netepi janji. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 132. 116. 109. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. 108. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. 129. 118. 112. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. 131. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 122. 111. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. 128. 106. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. 115. 138. 142. 105. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 117. 133. 137. musna panguwasane---Raja ingkar janji. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. 140. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. 124. 125. 103. 141. 130.

Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. 163. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. 167. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. beruntunglah si sadar. 175. 178. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. 174. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. Akeh barang-barang haram. Bejane sing lali. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. 154. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. 184. 156. 170. 155. 153. 158. 157. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. akeh bocah haram---Banyak barang haram. Akeh wong edan. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.Pencuri duduk berperut gendut. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. 183. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 173. 164. 168. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. 179. 152. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 148. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 159. 176. 149. 180. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. Agama ditantang---Agama ditantang. 162. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. 186. 181. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 171. 147. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. jahat dan hilang akal budi. 160.Yang sewenang-wenang merasa menang. 151. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. 182. 177. banyak anak haram. 145.144. 8 . 185. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. 150. Maling lungguh wetenge mblenduk --. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. 146. 161. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. 169. 166. 165.

Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. 9 . 208. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. banyak orang bakhil. 199. Akeh wong ijir. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 197. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. 202. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. 210. 191. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 205. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. 192. 194. Buruh mangluh---Buruh menangis. 215. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. Landa-Cina kari sejodho --. 209. 201. 193. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. 196. 195. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.187. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.Belanda-Cina tinggal sepasang. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. 212. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. 211. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. 206. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 200. 190. 198. 188. 204. 203. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. 207. 213. 214. 189.

hiya iku tandane kalabendu wis minger. padha asung bhekti.blogspot. benar. bila menang tak menghina yang lain. bener. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja. nugel tanah Jawa kaping pindho. memperkokoh tatanan jagad raya. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). kumara prewangan. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku. sing wis adu wirang nanging kondhang. mengerahkan jin dan setan. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). genaha kacetha kanthi njingglang. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. itulah asuhannya Sabdopalon. yen menang tan ngasorake liyan. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. segalanya tampak terang benderang. (menyerang tanpa pasukan. jujur.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. para kawula padha sukasuka. tajamnya tritunggal nan suci. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. nora ana wong ngresula kurang. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. bersenjatakan trisula wedha. lurus. Jika 10 . rakyat bersuka ria. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. jejeg. ratune nyembah kawula. angagem trisula wedha. …. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. para pandhita hiya padha muja. (…. 173. berganti zaman penuh kemuliaan. raja menyembah rakyat. mumpuni sakabehing laku. para pendeta juga pada memuja. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. landhepe triniji suci.ngerahake jin setan. jujur. andayani indering jagad raya. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. centi wektu jejering kalamukti. marga adiling pangeran wus teka. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. nglurug tanpa bala. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. tak ada yang mengeluh kekurangan. memotong tanah Jawa kedua kali.

tidak senang mengasuh paduka.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. nama Manik Maya. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. nama Manik Maya (Semar) itusaya. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur. mung nêtêpi jênênge Sêmar.…” (“…. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. rêmên manut nunut-nunut. irib-iriban. “Sabdapalon matur yen arêp misah. ature ora lunga. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok. nglimputi salire wujud. yang meliputi segala wujud. jawabnya tidak pergi. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. akan tetapi tidak bertempat di situ. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . wirang momong tiyang cabluk. maka mereka berpisah. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. nanging ora manggon ing kono.. karsa dados jawan. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. anglela kalingan padhang. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Tentu ini tidak kita kehendaki. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. …. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. saya malu kepada bumi dan langit. sing wis adu wirang nanging kondhang. yang disebut dalam ajaran Jawa. kula wirang dhatêng bumi langit. punika kula.”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. hanya menetapkan namanya Semar. …. membuatnya samar. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. botên rêmên momong paduka. begitu ditanya perginya kemana. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. …”). kearab-araban. tidak ada gunanya saya asuh. malu mengasuh orang tolol. … Manawi paduka botên pitados. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. tanpa guna kula êmong. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. itulah asuhannya Sabdopalon. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat).. … Kalau paduka tidakpercaya. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. hanya ikutikutan.

Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. dan jagad raya pada umumnya.bertaqwa kepada Tuhan. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. Mulai dari leluhur paduka dahulu. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi.000 langkung 3 taun.. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. Palon adalah kayu pengancing kandang. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. Genggong artinya langgeng tidak berubah. ….. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan.532 tahun..” (“…. Genggong: langgêng botên ewah. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. ….. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. …. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “…. tidak ada yang berubah agamanya. Sintên ingkang jumênêng Nata. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. Dari apa yang telah disinggung di atas. dumugi saprikiumur-kula sampun 2..”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. Siapa yang bertahta. Sebelum manusia mengenal agama. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. langgêng salaminipun. Naya têgêsipun ulat. salah berpikir atau salah 12 . …. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin.. Naya artinya pandangan. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. kula momong pikukuh lajêr Jawi. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Sakutremdan Bambang Sakri. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2.. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. botên wontêningkang ewah agamanipun. run-tumurun ngantosdumugi sapriki. …. ….000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. langgeng selamanya. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. dados momongan kula. Sang Wiku Manumanasa. mencolo putri”. Dados wicantênkula punika. menjadi asuhan hamba. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. momong lajêr Jawi.. Saat ini di tahun 2007. Sakutrêm lan Bambang Sakri. turun temurun sampai sekarang. Palon: pikukuh kandhang. Sang Wiku Manumanasa.

Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti..dalam perbuatan. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.” (“…. Jawi kantun jawan. Paduka perlu faham. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. manawi sampun santun agami Islam. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah). Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. Jawinipun ical. meninggalkan agama Budha. Jawi-nya hilang. rêmên nunut bangsa sanes.” (“…. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan.” “…. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. nilar agami Buddha. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas.berpegang pada kawruh Jawa. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa..”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. keturunan Paduka akan celaka. Sang Prabu diminta memahami. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. dan lain-lain. iya iku sing diêmong Sabdapalon. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). jika sudah berganti agama Islam. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. Ki Bodronoyo. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. Sang Hyang Ismoyo. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. Paduka yêktos. “aki”. Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 .. suka ikut-ikutan bangsa lain. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. turun paduka tamtu apês. nanging wong loro mau banjur musna.. agêgaman kawruh. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput.

Sadaya gilir gumanti. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Sabda Palon matur sugal. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Klawan Paduka sang Nata. Sagung kang para Nata. Wangsul maring sunya ruri. (Bila ada yang tidak mau memakai. Momong marang anak putu. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Boten kenging kalamunta kaowahan.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang. Baunya tidak sedap.Gama Buda kula sebar tanah Jawa. Kula gantos kang agami. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Ing benjang sakpungkur mami. Ngrasuka agama Islam. Berkasakan rupi-rupi. Ngidul ngilen purugira. Sinten tan purun nganggeya.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Jangkep gangsal atus tahun. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Mung kula maturpetungna. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Sudah digaris kita harus berpisah. Karsanireng Jawata. Pratandha tembayan mami.) 4. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu.) 3. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Nggih punika medal kula. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). Wit kula puniki yekti. Kang jurneneng Tanah Jawi. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Wus nyebar agama budi. Anggereng jagad satuhu. Kula damel pratandha. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Yen wus prapta kang wanci. “Yen kawula boten arsi. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Itulah pertanda 14 . Merapi janji mami. Ngganda banger ingkang warih.) 2. Yekti kula rusak sami. Ratuning Dang Hyang Jawi. Wit ing dinten punika.Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Yen durung lebur atempur.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Sun sajekken putu kula. saya sebar seluruh tanah Jawa. namun orang dua itu kemudian raib. akan saya hancurkan. Dereng lega kang ati.

Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Prapteng tengah. Sebab dunia ini ada ditanganNya.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. 15 . 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Kinarya amertandhani.Lamanya pergi selama 500 tahun. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Upami nyabrang kali. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. Warata sa Tanah Jawi. Kemudian. Baunya tidak sedap. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Apabila angka tanggal. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu.) 5. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. Bebaya ingkang tumeka. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. Sang Hyang Ismoyo. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Wonten ing sakwasanipun. Sanget-sangeting sangsara. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. Tan kenging dipun singgahi. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu. Sedaya pra Jawata. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). Kaline banjir bandhang.) 6. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). Kelak Merapi akan bergelegar. Sinengkalan tahunira.kalau saya datang. Tidak dapat bila diubah lagi. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. Jerone ngelebne jalmi. kembali sebagai wujud dewa. Wit ing donya puniki.tengahipun. Allah SWT. Ginawe kang paring gesang. Jagad iki yekti ana kang akarya. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian.

” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. Dari penelusuran secara spiritual. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. yaitu Pulau Bali. Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. dan Parama Siwa. Beliau mendapat wahyu di Purancak.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. Di dalam kawruh Jawa. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Sadha Siwa. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Sebelum pergi ke Pulau Bali. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. nama sebuah gunung di Jawa Timur. Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”). peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”).

Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. batise twara katanjung. korban suci yang seratus ini. kidung atau kekawin. kasor ento utamannya. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. eda bani ring kawitan. kalah keutamaannya itu. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. Pucak Tedung. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. sang sampun kaucap garwa. Tugu. ring ida dane samian. Ponjok Batu. dan lain-lain. (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. dan tidak akan menginjak kotoran. Masceti. baan suputra satunggal. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. Bapa mituduhin cening. da jua ulah malihat. Bukit Gong. tak akan ternoda keturunannya. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). tingkahe menadi pyanak. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Pakendungan. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. Rambut siwi. telu ne maadan garwa. guru reka. wangsane tong kaletehan. 2. utama orang yang membangun telaga. satus reka saliunnya. melah alepe majalan. Ulu watu. orang yang disebut guru. banyaknya seratus. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. gunannya anggon malihat. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. Peti Tenget. utama ngwangun tlaga. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. Amertasari. bacin tuara bakat ingsak. lakukanlah berdua. sebab kaki tak akan tersandung. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. Gowa Lawah. Pulaki. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. tata cara menjadi anak. guru tapak tui timpalnya. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. Tengkulak. guru prabhu. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. guru reka. Uli jani jwa kardinin. patut 17 . Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. 3. ring sang ngangun yadnya pisan.Suranadi (Lombok). Bukit Payung. Pangajengan. tingkahe mangelah mata. mamedasin ane patut. kepada semua orang. Tuwi ada ucaping haji. tong ada ngupet manemah. kasor buin yadnyane satus. Dalem Gandamayu. tak ada yang akan mencaci maki. ajak dadwa nah gawenang. Melanting. Air Jeruk. Bukcabe. 4. lebih baik hati-hati dalam berjalan. jangan durhakapada leluhur. patut tingkahe buatang. Sakenan. Melah pelapanin mamunyi. tiga banyaknya yang disebut guru. kalah oleh anak baik seorang. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. guru prabhu.

begitulah sebenarnya anakku. katanjung bena nahanang. maidep matetumbasan. Nanging da pati adekin.betul-betul hina nilainya. tak mungkin tidak akan berhasil. twara nyak meli ne rusak. hatihatilah melangkahkannya. 5. hal yang benar hendaknya diucapkan.jangan berbicara sembarangan. juga masih memilih. de mangucap patikacuh. jangan hentihentinya berbuat baik. agar selalu mendapat kebenaran. waluya matetanduran. kranannya mangelah cunguh. sok baru dapat mencium. kalau rajin menanam. 7.Jangan segalanya dicium.Memiliki tangan jangan usil. Ngelah lima da ja gudip. ningehang raosemelah. kemanapun di bawa tak akan laku. memperhatikantingkah laku yang benar. apang manggih karahaywan. (bait 15) -. camkan dan simpan dalam hati. joh pare twara mupuang. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. 6. wantah nista ya ajinnya. buine tong kanggoang anak. agar bisa melaksanakannya. kija aba tuaralaku.apang bisa jwa ningkahang. da manganggoang tingkah rusak. 9. eda jwa mangulah laku. begitu pula dalam melangkahkan kaki. dan “SatrioPinandhito 18 . gunanya untuk melihat. anggon ngadek twah gunanya. yen anteng twi manandur. patutang jua agrasayang. 10. da pati dingeh-dingehang. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. keto cening sujatinnya. mendengar kata-kata yang benar. Tingkahe mangelah kuping.Pilihlah tingkah laku yang baik. seperti menggunakan mata. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat. sebenarnya untuk mendengar.utamakan tingkah laku yang benar. bermaksud hendak berbelanja. ne patut jwa ucapang. pasti yang baik dibelinya. 8. da maren ngertiang awak. saluire kaucap rusak. patuh ring ma mwatang tingkah. tata cara dalam bertingkah laku. (bait 12) -. jangan hanya sekedar melihat. masih ya nu mamilihin. resepang pejang di manah. sama halnya dengan memilih tingkah laku. buka anake ka pasar. tuah anggon maningehang. (bait 11) Kegunaan punya telinga. gunan bibih twah mangucap.Pilihlah perbuatan yang baik. kegunaan mulut untuk berbicara.-. hati-hati menggunakan. yatnain twah nyalanang. jangan semua hal didengarkan. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. tingkahe ngardinin awak. Awake patut gawenin. ibaratnya bagai bercocok tanam. mangulah maan madiman. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. (bait 16). twah ne melah tumbas ipun. apikin jua nyemakang. agar menemukan keselamatan. baik-baiklah caranya merasakan. apang patute bakatang. wyadin batise tindakang. (bait 13) -. tidak mau membeli yang rusak. Tingkah ne melah pilihin. seperti orang ke pasar. Tingkah ne melah pilihin.

Ng. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. Ronggowarsito. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. Jadi. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Semoga Allah ridho. Tidak perlu banyak perdebatan. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit.Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. TEGAKLAH GARUDAKU. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. waskitho. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?). terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. para leluhur Nusantara. JAYALAH NEGERIKU. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit.

pan sumarah kumambang karseng Hyang. biyasa mring dhawuh wêling gurune. kinarya cagak lênggahe. sawusnya winaos tamat. ngêbun-bun pasihaning Hyang. puruhita mring Raden Budi. sinung têmbang macapat.--------------------.panggusthine tan mamang ing lair batin. mring sagung ahli sastra. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. siwi. sagotra minulyarja. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala. myat Sinarkara sarjunireng galih.------------------. ping trilikur ri Tumpak manis.ing lokhilmakful tulise. sru Jawata. Pan sinambi-sambi jagi panti. sasêlanira ngupaya têdha. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. kyai Kalamwadi ngarang. lêlêpiyanipun.Tandhanagara. anganggurngêthêkur. mung kinarya ngarêm-arêmi.. karya suka pirêneng jalmi. BÊBUKA.------------------------. Ruwah Jewarsanira. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. DHARMO GANDUL. ing nguni anggêguru.. sinung aran srat Darmagandhul jinilid. pan ingêmbun pinusthi ing cipta. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir. myat carita dipangikêtira. Pan katêmben amaos kinteki. têmbang raras rum sêya prasaja. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). tuladhaning kawruh. Sancaya kang windu. sinambipanti.T. tinarimeng Bathara. kinarya nglipur manah. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------. Surakarta.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 .org/?pg=articles&arti. kiyai Kalamwadine. kêdah mêdharkên kawruh. trêwaca wijang raose. pangesthine ing awal akhir. sinung ilham ing alam sahir myang kabir. Wus pinupus sumendhe ing takdir. panitranira nuju. tarimanireng badan. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. pinirit tinuladha. Babon asli tinggalane K. pan biyasa mituhu susêtya.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. sasêdyanya kabul.mangesthi amiluta.mring tyas gung kumacêlu.R. tanetung lêbur luluh. kinteki. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam. masa Nêm ringkêlnya Aryang. dumadyaauliya. yun darbeya miwah nimpêni. ngarêmnggennya dama cinubluk. sumungkêm lair batine. sêtyanglampahi dhawah. duta rehing guru. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi.agung nugraheng Hyang Suksma.

Sang Prabu sedang dimabuk asmara. mung kanggo pasêmon. selain mengagung-agungkan agama Islam. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul".) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka. sedangkan nama Majapathit itu. supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". sabên marak. sajrone lagi sih-sinihan. (Pada saat itu. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). hanya sebagai perumpamaan. (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya. tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. mengenai agama Islam. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. nanging aku wis tau dikandhani guruku. sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. ora ana maneh kang diaturake. (Jawabannya Ki Kalamwadi. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja. (2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. Ia minta izin pada sang raja. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu. ia menikah dengan Putri Cempa. Tiap kali berkatakata.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. tidak ada hal lain yang dibicarakan.) 21 . kajaba mung mulyakake agama Islam.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. maka saat sedang berdua-duaan. "Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka. sarta nyuwun idi marang Sang Nata. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti. dene ênggone jênêng Majapahit iku. bab luruhe agama Islam. "Asal mulanya bagaimana. Sang Prabu lagi kalimput panggalihe. (Pada zaman kuno.) Ing wêktu iku.

banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat.) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. dan diberi nama Raden Patah. banjur ngrasuk agama Rasul. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam. Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. Ia mengajar agama Islam di sana. bisane mung sadarma nglakoni. para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun. baik bagian barat maupun timur. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam. diparingi têtêngêr Raden Patah. budi kang ngobahake. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. mula bisa dadi gurune wong Islam. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka. Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang. Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat. Surabaya. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat. Orang Jawa di pesisir utara. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa. Budi iku Dzate Hyang Widdhi. Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan.) 22 . dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat.apa. manusa ora bisa apa.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau. Hawa iku karêping hati. Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah. Tuban. Putranya itu lahir di Palembang. miyose putra mau ana ing Palembang. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi. dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa.penterjemah) .(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. tetapi budi yang mengubah segalanya.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata.

Saka ature Patih. diberi nama Babah Patah. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah. Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. banjur boyong marang Dêmak. tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku. mulane katone iya sênêng. ana ing desa Bintara. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. Katêlah nganti tumêka saprene. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang. sênênge mau amung kanggo samudana bae.Barêng Raden Patah wis diwasa. (Babah Patah. namanya adalah Kaotiang. sêsêbutane: Kaotiang. (Kalau menurut ibunya.) Yen miturut ibu. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . disebut Bambang. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat.) Barêng wis sawatara masa. arane Raden Kusen.) Ature Patih kang mangkono mau. nanging sarehne ibune bangsa Cina. maka seharusnya disebut Babah. para nayaka uga padha mupakat. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung. yen nglêluri lêluhur kuna. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang. têgêse pambabare ana nagara liya. yang artinya lahirnya ada di negara lain.) Ing nalika samana. Padahal ia tidak benar-benar senang. putra raja yang lahir di gunung. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. prayoga disêbut Babah. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama. karena itu bersikap seolah-olah senang. ia mengunjungi ayahnya. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing. sêsêbutane Bambang. Jawa Buddha agamane.senang diberi nama Babah. Hingga sampai sekarang. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah. mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya. sowan ingkang rama.

Oleh sebab itu. Satêkane lor Kadhiri. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare. saiki isih anawujuding patilasane.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. tatkala telah berada di Demak. Yen sarak rasul. kali Brantas pinuju banjir. Yen cêgah mangan rusak. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora. tetapi kok disebut Sunan. yakni ke desa Bintara. Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak. mula saka pangiraku iya nyata. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin. sirik cêgah mangan turu. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. 24 . kok nganggo sêsêbutan Sunan. Apabila mengikuti rasul. Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. isih kêna dinyatakake. Makin lama agama rasul makin menyebar. ia pindah ke Demak. iya iku ing tanah Kêrtasana. Sunan itu artinya budi. iya kudu ditimbang ing sabênêre.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata. Sunan iku têgêse budi. mung nuruti rasaning lesan lan awak. kêpalangan banyu. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik. dimana kemudian mereka digelari Sunan. Apabila membaca atau mendengar. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. masih menahan diri dari makan dan tidur.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih. (Ketika waktunya telah tiba. kang ndherekakemung sakabat loro. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. satêkane wetan kali banjur niti. para ulama menjadi ingin memiliki gelar. para ngulama sarake Buddha. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik.niti agamane wong kono apa wis Islam. para ulama itu dikiranya Buddha. Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. lakune isih padha cêgah mangan. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. wêtune saka engêtan. durung padha duwe karêp kang cidra. cêgah turu. melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. belum memiliki keinginan buruk. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. apa isih agama Budi. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri. pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur.

wajah lagi arêp mêpêg birahi. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. yen diombe nglarani wêtêng. lan maneh iki wancine luhur. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum. aku arêp wudhu. bukan Buddha namun mirip. wong ing kono akeh padha agama Kalang. ataukah masih menganutagama Budi. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah.sama beragama Gedhah. (Ki Bandar menjawab. MBok Prawan salah cipta. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak. "Jika begitu maka orang di sini sama. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. ing wêktu iku lagi nênun. kula ingkang nêkseni". Gêdhah iku ora irêng ora putih. denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. banyune isih buthêk. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam.) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. sarak Buddha mung sawatara. sungai masih banjir dan airnya keruh. saya yang menjadi saksi. arêp salat". Sunan Benang berkata. orang di sana agamanya Kalang. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih. yen sampeyan ajêng ngombe". Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang. yen pinuji dina Riyadi. Selain itu sudah waktunya salat Lohor. Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang.kali iki isih banjir. Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya. Bandung dianggêp Nabine. pangrasane wong lanang arêp njêjawat. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya. kang ana mung bocah prawan siji. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. kula nêdha toya imbon bêning rêsik".) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan. yaitu di tanah Kertasana. tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah". padha sênêng-sênêng ana ing omah. "Baik. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. yang mulia. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri. "Carilah air minum di desa. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat. Ketika tiba di utara Kediri. sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah. mereka terhalang oleh air. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu. Yang ada hanya 25 .") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan. mêjanani marang dheweke. Bandung dianggap nabi mereka. mulyakakeBandung Bandawasa. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. (Menurut Ki Bandar. kajaba uyuh kula niki imbon bêning.

ing panggonan kono disabdakake larang banyu. sawah. awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. nganti kawêtu pangandikane nyupatani.êndêlake kaprawirane. kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat. dan ladang.seorang gadis perawan menjelang dewasa. sawah. kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. kang padha rusak. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan. jika Anda ingin meminumnya. ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya. satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. akeh desa kang padha rusak. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil. Sehingga banyak desa. gawene nyikara marang para lêlêmbut. barêng kêna dayaningpangandika mau. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut. sawah sarta patêgalan.tansah digubêl anak putune. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa. ngêndêl. bangêt dukane. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air. selain air kencing saya yang bening. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang. hutan. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. prawane aja lakiyen durung tuwa. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. dan ladang yang rusak. dimana saat itu ia sedang menenun. yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani. alas. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. saya minta air minum yang bening dan bersih. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. Di sini tidak ada air minum. Gadis perawan tersebut salah sangka. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. mula akeh desa.) 26 . Sunan Benang mirêng ature sakabate. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani.

iya iku kiyai daha lan kiyai Daka.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. Lo têgêse kowe. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu. Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. dadi ora tansah ganggu gawe. ngaturake kahanane kabeh. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. maune jênênge kiyai Daha. Lo itu artinya kamu. (Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. Ratune manggon ing Selabale. namanya adalah Buta Locaya. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka.Sunan Benang. caya têgêse: kêna dipracaya. Wiwite ana sêbutan kiyai. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. bisaa tumêka ing pati. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. duwe adhi jênênge kiyai Daka. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe. satêkane ing Kadhiri. dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. kiyai Buta Locaya iku bodho. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung. Oleh karena itu ia dijadikan patih. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. segera pergi menjumpai Sunan Benang. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri. sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami. sehingga sang raja 27 . sarta dadi senapatining pêrang. (6) Jênênge Buta Locaya. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. mulane didadekake patih. matur marang ratune. caya artinya bisa dipercaya.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. barêng Sri Jayabaya rawuh. kang uga ngêsotake wong ing kono. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa. dheweke diparingi Buta Locaya.

sarta kinêbutan êlaring mêrak. Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya. kang anom aran panji Sarilaut. sarirane ngantikaya gêni. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. diadhêp patihe aran Megamêndhung. lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing.sangat mengasihi Kyai Daka. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. arane Sunan Benang. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. didhawuhinglawan Sunan Benang. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre. rumêksa kawah sarta lahar. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. 28 . sarta lakune barêng karo angin.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa. ngrungkêbi pangkone. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut. wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin.

amarga kaya dene cêdhak mawa. 29 . kowe apa padha slamêt?". banjur padha katisên. tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum. "Aku tidak tertipu. sarta nganggo jênêng Sumbre. jênêngmu Buta Locaya.Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. sumêdya ganggu gawe. dadi dheweke kawanguran karêpe. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke. (Buta Locaya terkejut bukan main. di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre.katitik saka awake panas kaya mawa. serta menyamar sebagai Sumbre. "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?". karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula.(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. dene mangangge pating gêdhabyah. Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre. dede pangagêm Jawi. Ia kemudian berdiri di tengah jalan. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre. di bawah pohon sambi. aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri. (Tidak lama kemudian. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang. aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya.") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. Kados wangun walang kadung?". (Sunan Bonang berkata. Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang. kiyai Sumbre mangkono uga. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre.) Sakabat loro kang maune padha sumaput. namamu adalah Buta Locaya. Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang. karena kedinginan.". karena Sunan Bonang mengetahui namanya. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. Mereka berjalan secepat angin. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang.) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. Sunang Bonang datang dari arah utara. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara. "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku.

sêlaminipun awis toya. sungainya surut. jênêngku Sayid Kramat. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya.") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. ngêlih lepen. ngriki padukasotakên. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. lepenipun asat. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua. pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang. makatên wau saking sabda paduka. kok tingkah lakunya tidak sopan. sedangkan rumah saya ada di Bonang. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan. 30 . Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya. memindah aliran sungai. sabin. menyiksa orang lain yang tak bersalah.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab. sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. sikara tanpa dosa. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. têtêpe agama biru. iku prênahe ana ing ngêndi?". pintên-pintên sami risak. wana. (Buta Locaya menjawab. "Di sebelah timur itu. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. yakni di desa Menang. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9). Lelaki susah menemukan jodohnya. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. namaku adalah Sayid Kramat. berapa banyak yang rusak. namung kantun namaning dhusun. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. Sedangkan di sini. punika namanipun siya-siya botên surup. semua peninggalan telah musnah. lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. dene omahku ing Benang tanah Tuban. (Sunan Bonang berkata lagi. yang tertinggal adalah nama desa itu. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. beda dengan adat istiadat Jawa. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam. sawah. sabab agama Kalang. "Aku orang Arab. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. Tuban.) Kula badhe pitaken. sadaya patilasan sampun sami sirna. Itu namanya tindakan yang tidak berguna. Semua itu berasal dari kutukan Anda. nyabdakakên ingkang botên patut. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. Anda kutuk selamanya susah air. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. hutan. "Anda itu orang mana. paduka sikara botên surup. Anda menyiksa anak cucu Adam. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. prawan tuwa jaka tuwa.

mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi". Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. Oleh karenanya. saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. yaitu gadis perawan kurang ajar itu. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. kata-katanya menjadi keras.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune. karenanya merusak tanah. tepatnya agama biru. Di sini menjadi melimpah air kembali.sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. amargi ngrisakakên tanah. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. botên timbang kaliyan kukumipun. Aku kutuk susah air. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan. siya dahwen sikara botên ngangge prakara. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja. ing ngriki sagêda mirah toya malih. sesuai dengan titah dari Hyang Manon. paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. "Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. kene kabeh tak sotake larang banyu. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. punika namanipun tiyang dahwen". dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. yakni agama Kalang. karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih. punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. (Buta Locaya berkata lagi. tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu. Anda tarik kembali kutukan Anda. muride Ijajil." (Sunan Bonang berkata.penterjemah) . maka Anda akan dihukum melarat sekali. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt. Kesalahan tidak seberapa. "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut. melainkan lebih 31 . karena tidak bersedia memberikan saya air minum.mula tak-sotake larang banyu. sehingga bisa untuk bercocok tanah. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan. sugih sanak malaekat. aku njaluk banyu ora oleh. Sudah begini saja. botên sapintên lêpatipun. tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat. Tidak sesuai dengan hukumannya. air sungainya saya rubah alirannya. karena saya minta air minum tidak boleh. mungkin yang dimaksud Tuhan . dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. mula kaline banjur tak-êlih iline. prawan baleg. Itu namanya orang berengsek. Seandainya diketahui yang memiliki negara. (Sunan Bonang berkata. sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon.

karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia. Kalau sudah mati. sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. dan berbeda dengan kalian yang manusia. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya.sedangkan Anda adalah orang Arab. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam. siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. Anda menyiksa orang tanpa dosa. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. nggih niki margi paduka cilaka. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi.penterjemah). kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. Aji Saka tiyang saka Hindhu. Aji Saka orang dari India. Ya sudah. apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. khanseharusnya berbudi luhur. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. dikasihi oleh sahabat. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin. Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. Inggih sampun ta. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya.tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi. Paduka niksa wong tanpa dosa. Anda akan tinggal di sana. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. saya minta dikembalikan seperti asal mulanya. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. Di tanah Jawa ini. botên tahan digodha lare. Kula niki bangsaning lêlêmbut. lajêng paduka-ênggeni piyambak. sami damêl awising toya. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. nanging kok jêbul botên makatên. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . Mengapa Anda meniru Aji Saka. sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir.têluh kajêngipun pêjah sadaya. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan. mêsthi simpên budi luhur. paduka tiyang saking 'Arab. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. maka seharusnya berbudi luhur. sanes alam kaliyan manusa. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa. yen sampun dados. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. yaitu karena Anda dihina. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya. Sama-sama membuat sulit air. paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur.

yen aku padu karo kowe. Sumbre sarta Singkal.Islam akan saya santet agar mati semua. wijine mêtuwa lêngane. "Harus dikembalikan sekarang juga. Ing besuk dadiya pasêksen. Asam itu menjadi lambang ulat masam. sarta susahe jalma lan dhêmit. Saya akan minta pada Tuhan. dagingnya menjadi masam. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. besuk yen wus limang atus taun. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. dene gawe kasusahan warna-warna. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. besok jika telah genap lima ratus tahun. paduka kula-banda". ia mengancam Sunan Bonang. nyikara wong kang ora dosa. banjur nêpsu maneh. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran." ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali. dene dhêmit padu lan manusa. jika tidak bisa. maka berkatalah ia. "Buta Locaya. kali iki bisa bali kaya mau-maune". mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. 33 . aku pamit nyimpang mangetan. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu. kamu tidak perlu mengajari aku. (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. buah sambi ini aku sebut cacil. daginge dadiya asêm. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika. saya ini Sunan. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. buah sambi akan menjadi dua warna. karena kok seperti anak kecil berkelahi. maka sungai ini kembali seperti semula. woh sambi dadi warna loro kanggone. yen botên sagêd. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan. Dan mulai saat ini. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. aku pamit mau ke Magetan. Kawanguran têgêse kawruhan. bijinya agar keluar minyaknya. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali.") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. dak-suwun marang Rabbana. ing kene desa ing Sumbre. kang lor jênênge desa Singkal. "Sudah. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga. maka Anda saya tahan di sini. serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus.

rêca mau awak siji êndhase loro. Sunan Benang ngasta kudhi. buah trenggulun namanya kenthos. saya raja. Besok di jaman Nusa Srenggi. sebagai lambang tekadnya wanita Jawa. "Hingga sekarang. Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran. kula Ratu". Kawanguran artinya pengetathuan. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. Singkah artinya menemukan akal budi. Itu namanya makhluk halus sombong.(Setelah berkata demikian.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung. guruku".") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. iku pituture Raden Budi Sukardi. yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus. Sunan Bonang tiba di desa Bogem. (Ki Kalamwadi menjelaskan. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya. sintên ingkang sumêrêp rêca punika. (Sunan Bonang menjawab. benjing jaman Nusa Srênggi. rêca jaran êndhase digêmpal. Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. (Sunan Bonang berkata.") 34 . disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua. kok berani bertengkar dengan manusia. woh trênggulun jênênge kênthos. jênênge dhêmit kêmênthus".") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. (Buta Locaya berkata.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang. ngriku Sunan. prakara rusaking rêca". Letaknya ada di bawah pohon trenggulun. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. "Kamu itu bangsa makhluk halus. Ia berkata. siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa. dan Singkal. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. dadiya pangeling-eling ing besuk. ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. Sumbre. saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. karena berasal dari sabda Sunan Bonang.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi. awit saka sabdane Sunan Benang.") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang.

satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. "Anda itu benar-benar orang brengsek. saupama diêlih saka panggonane. baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang. dheweke nêpsu maneh. (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya. kajaba yen nganggo piranti. sumure banjur digolingake. Sunan Bonang yang menggulingkannya. yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar." (Jawaban Sunan Bonang. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen. dene Sunan Benang sawise. dene ana madhêp mangulon. êmbuh bênêr lupute". karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya.) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh.") 35 .Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. timbul amarahnya kembali.Sunan Benang banjur tindak mangalor. Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu. iku pituture Raden Budi guruku. sa-niki awon warnine. Itu katanya Raden Budi guruku. saka akehe kêmbange kang tiba. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. Lahir dan bathinnya tersesat. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. supaya jangan dimantrai. aja tansah disajeni dikutugi. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. dhuwure ana 16 kaki. barêng wis wanci asar. entah benar entah tidak. (Ki Kalamwadi menjelaskan. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. Sunan Benang kang anggolingake. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. Di luar desa itu ada sumur. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. ubênge bangkekane 10 kaki. sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau. dan tiba di desa Nyahen. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab. ngantikaton abang mbêranang.) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. kêrsane arêp salat. bathuke dikrowak. Yang menyembah patung itu namanya kafir. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat.

ing kono pusêring bumi. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu . memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. dipun kutugi. karena itu dimantrai dan diberi sesajian. botên kuwasa. "Orang Jawa itu khan sudah tahu. sehingga seharusnya mereka juga sesat. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. Anda siksa.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" . wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah. botên gadhah daya.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran. bukan Hyang Labawalhujwa. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun. Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah. tidak punya kekuasaan apa. wujude nggih tugu sela. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. punika inggih langkung sasar". bahwa itu hanya sebuah arca batu. didelehi tugu watu disujudi wong akeh.Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 .Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. tidak punya daya apa-apa. dados têdhanipun manusa. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. dipun sajeni. badannya terasa segar. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. di situ terletakpusatnya bumi. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. sanes Hyang Labawalhujwa. Wujudnya juga tugu batu. langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. Selain itu mereka makan bau harum. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru. makluking Pangeran. yen punika rêca sela. Dibangun tugu dan disembah orang banyak. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil. sarta nêdha ganda wangi. mila sami dipun ladosi. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah.karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. (Sunan Bonang menjawab. wontên ing rêca.

Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. sumêrêp saderengipun kalampahan. sintên sumêrêp asalipun badanipun. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. sidik paningalipun têrus. inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. besuk yen mati oleh kamulyan". Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. yang juga merupakan kekasih Allah. pengetahuannya amburadul. orang tersesat menyembah tugu batu. sumêrêp budi hawanipun. petuah dari leluhur sendiri. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya. manawi panggenanipun raga pêtêng. tetapi apabila pikirannya gelap. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun. Ia juga menerima wahyu mulia. punapa dora punapayêktos. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos.) 37 . ketika mereka sudah melakukan kejahatan. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. entah benar entah salahnya. "Ketahuilah. tiyang Jawi pathokan sastra. "Itu semua disebut dalam kitabku. sasar nyêmbah tugu sela. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak. kawruhipun sasar-susur. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos. Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. paduka pathokan tulis. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. sami maujud piyambak saking sabda kun. manawi sampun nrimah nêmbah curi. Anda berpedoman pada kitab. Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. pinaringan wahyu mulya. punika kêdah dipunrêksa. (Sunan Bonang berkata lagi. sasar nêmbah tugu sela. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika.sami nyungkêmi kabar. ta. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. Inilah yang harus diperhatikan. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. punika wajib dipun sujudi.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. tugu damêlan Nabi. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa. mengetahui akal budinya. padahal belum tahu keadaan di sana. hanya percaya perkataannya para penipu. Siapa yang sadar akan asal usulnya. Orang mempercayai kitab Arab. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. sami.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. bêtuwah saking lêluhuripun.

Bicaranya juga luwes. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. saking lêpat.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. tekad panjênêngan rusuh. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang. kowe setan brêkasakan". yang kesaktiannya melebihi Anda. Tanahnya panas. serta jarang hujan. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. Jika tidak mau pergi dari sini. tandha kirang nalar. wanitanipun ayu. rêmên nyikara niaya. wahai setan iblis. pertanda kurang nalar. Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya. mulya langgêng salamine. cukup hujan dan air. saya minta Anda pergi saja dar sini. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. mastani Mêkah punika nagari cilaka. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. yang pria tampan. kula sumêrêp nagari Mêkah. kirang nêdha kawruh budi. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. manawi botên purun kesah sapunika. apa yang ditanam dapat tumbuh. tiyangipun jalêr bagus. kula-aturi kesah saking ngriki. Silakan Anda ukur. maoni adating 38 . bila salah pukullah saya. bênteripun banter awis jawah. susah air. nanging dhêmit raja. manawi tiyang ingkang ahli nalar. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. rêmên niksa ing sanes. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. dados murid kula!". kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. nyade umuk. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. sitinipun panas. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. senang menyiksa orang lain. kurang memakan pengetahuan akal budi. Anda itu orang durhaka.Mila panjênêngan anganjawi. kangge rencang tumbasan. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. Panjênêngan tiyang duraka. nyade mulyaning nagari Mêkah. digdayanipun ngungkuli panjênêngan. tanaman tidak bisa tubuh. madya luwês wicaranipun. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut. yang wanita cantik. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. sapunika panjênêngan ukur. "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu. Saya minta untuk pergi dari sini. (Sunan Bonang berkata. tanah pasir mirah toya. asrêp lan bênteripun cêkapan. negeri Jawa yang suci dan mulia. (Anda itu seperti orang tidak waras. panjênêngan punapa botên badhe susah.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. awis toya. mila minggat.

menyebabkan kekeringan. panjênêngan enggala kesah. ngarubiru agamane lêluhur kina. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. nyudakakên toya". merusak barang yang bagus. maoni agama. karena salah maka melarikan diri dari sana. buah dadap. Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. Buktinya di sni membuat onar. (Oleh karena itu hingga sekarang. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu. namanya kledhung. manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah. Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. kalah kawruh kalah nalar". Niat Anda buruk. "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar. (Buta Locaya menjawab dengan marah. bunganya dinamakan celung. (Sunan Bonang lalu berpamitan. prajuritnya banyak yang tewas 39 . Perang itu sangat ramai. Makin lama makin membuat susah saja. Pasukan Demak tiga puluh ribu. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. menghina adatistiadat orang lain. Sunan Benang banjur tindak. Ia diiringkan dua abdi terkasih. Mulia dan abadi selamatnya. wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara. pergilah cepat-cepat.uwong. "Ya sudah.") Mula katêlah nganti tumêka saprene. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit.") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. (Buta Locaya menjawab. damêl risak barang sae. Di sini membuat susah saja. wontêning ngriki mindhak damêl sangar. Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. Anda belum tentu mulia seperti saya. tetapi raja makhluk halus. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. woh dhadhap jênênge kledhung. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag. Sabdapalon dan Nayagenggong. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil. mbucal dhatêng Mênadhu". kêmbange aran celung. "Meskipun saya makhluk halus.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo. maka terburu-buru perjalanannya. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. (Sunan Bonang berkata. gemar menyiksa orang lain. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang". menghina agama. Ratu wajib niksa. mengharubiru agama leluhur kuno. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu. murugakên awis wos. Di Arab Anda tergolong orang hina. belum saatnya maju perang. nambahi bênter. Membuat susah air. buahnya kledhung. uwohe kledhung. Setelah memberi perintah demikian.

bertanding dengan Sunan Kudus. yang ada hanya Ratu Mas. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. seperti tugu baja. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. akhirnya Patih Majapahit gugur. 40 . merebut negara melakukan pembunuhan. kuajari kalian benar salah. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. Kelak kubalas. hanya tinggal istrinya. " Setewasnya Patih Majapahit. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. kutiup kepala kalian. Istri beliau asli dari Tuban. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. dikubur di sebelah tenggara istana. "Ingat-ingat orang Islam. Sunan Ngundung balas ditombak. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. putra Arya Teja. tewas. tidak ada yang ditakuti. Mereka merampok sampai bersih. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Sunan Ampel sudah wafat. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. Bangkai manusia tumpang tindih.berguguran. disuruh bersyahadat. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Seberapa kuat satu orang sendirian. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. yaitu putri Campa. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. yang menghadangterjungkal mampus. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. para Sunan kemudian masuk ke istana. Adapun yang mau takhluk. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. kucukur rambut kalian bersih-bersih. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. tega merusak negara Majapahit. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. Sultan Demak berangkat ke Ampel. Orang-orang di sekeliling istana bubar. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Setelah wafatnya Sunan Ampel. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. Pasukan Majapahit lama-lama habis. Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun.

serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. masih mempercayai agama kafir. itu beragama Islam. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. Berbeda matanya orang Jawa. dengan berkata. tidak berbakti kepada orang kafir. Gusti Allah bersifat rahman. Orang Jawa matanya hanya satu. Melawan raja dan orang tuamu. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. Matamu itu berkacalah. Katanya anaknya Sang Prabu. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. Kamu aku dongengi. Mengapa negara majapahit dirusak. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. agar tidak blero penglihatanmu. dan yang mengizinkan para Sunan. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. selain hanya Gusti Allah sendiri. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. maka ia menjadi tahu benar dan salah. kedua kepada raja yang memberi anugrah. pasti hormat kepada ayah." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. ia wajib dijunjung tinggi. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong. punya mertua kafir.Beliau meminta restu. Demikian ia berkata "Cucuku. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. "Angger! Ketahuilah. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. tidak usah disuruh. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. katanya. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. Ingat-ingatlah asalasalmu. kamu dosa tiga hal. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. berwujud kertas atau patung batu. harus keluar dari keinginan diri sendiri. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. menangis seraya merangkul Sang Prabu. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. jawablah sebenarnya. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Wong Agung Kuparman. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. tahu yang baik dan yang buruk. tidak tahu yang benardan yang salah.

aku rakyat kecil dan hanya perempuan. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. setiap hari makan manusia. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. Tidak seperti tekadmu. Itulah yang dinamakan hukum Allah. Aku akan bertanya sekarang. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. seluruh kata-katamu lidah api. pun bukan buku dari leluhur. ayahanda disia-siakan. coba keluarkan apa mukjizatmu. kesusahannya tidak dipikir. Orang mengembara kok diturut perkataanya. di dalam merah. tetapi tidak berkenan. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya. yang putih hanya di luar. maka kemudian dimusuhi. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. Kata-kata saja koq dipercayai. hanya mengandalkan surban putih. masih melestarikan agama lama. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. Jika demikian caranya. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. tetapi putihnya kuntul. Aku sudah tuwa tiwas. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. bahwa ia belum memohon pindah agama. nanti buwana balik namanya. Tidak lama kemudian. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. putranya menginginkan tahta ayahandanya. karena keinginanmu menjadi raja. hanya kamu sendiri yang tahu. mentang. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. Para Nabi di jaman kuno. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . akan tetap menjadi tuanya seorangraja. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. wasiatnya kamu langgar. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa. untuk menjadi raja di tanah Jawa. Sekarang kakekmu sudah wafat. "Tindakanmu itu makin salah. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. lahir batin tidak salah. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. ia memburu-buru tahta ayahandanya. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. Itu bukan patokanmu. aku tidak berwenang mengizinkan. hanya menurut perkataan buku. Kanjeng Nabi Dawud. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. kakekmu melarang. Ketika kakekmu masih hidup. Berani kepada orang tua. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. meskipun melawan orang tua. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. sedangkan jika kamu nanti tua. tetapi posisinya sebagai orangtuanya.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku.

semua menemui sengsara. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. kedua membelot kepada Raja. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. pasti ia akan membela kepada ayahnya. serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. tetapi semua sudah terjadi. dan berubah menjadi buaya. lagi pula kehilangan ayah. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. Akan tetapi apabil tidak berkenan. kamu pasti celaka. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. tersenyum sambil menganggukangguk. jangan dipaksa. Pertama memusuhi ayah sendiri. Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. itu saja sudah berat tanggunganmu. mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. Setelah itu. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. tidak lama kemudian mati. Para santri bermain rebana dan berdzikir. yang demikian itu hukum Allah". Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. Tapi kamu kok mau menjalani. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. dan benci kepada Dewata Cengkar. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. Apa lagi seperti kamu. selama hidup namamu buruk. matimu pasti masuk neraka. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. pahlawan pemersatu Indonesia itu. 43 . kutukannya pasti makbul. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. Ajisaka diangkat menjadi raja. Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit.Jawa bernama Aji Saka. Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. [Majapahit. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. tercebur ke laut. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa.

dan mempunyai perangai yang halus. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung. :"Hamba diutus putra Paduka. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. karena tidak mau pindah agama Islam. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. hanya diantar dua sahabat. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. jangan di tanah Jawa. Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi.Mendengar hal itu Sunan Bonang. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. Sabdapalon. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel. Sunan Giri kemudian menyambung. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. Perjalanannya terlunta-lunta. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. dalam batin merasa (sedikit. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. Dari sumber lain.red. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu.

dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. Karena semua telah terjadi. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada. apalagi yang dimohon lagi. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan.memerintah negeri. menambahi cahaya nubuwat yang bening. Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh."Sekarang aku akan ke Pulau Bali. agar buta mataku ini. dimasukkan dalam ubun-ubun." Sang Prabu Brawijaya bersabda. Dulu-dulu aku beri hati. Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. serta ingat kepada kebaikanku. Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. diminta dengan tulus. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Itu pun jika Paduka berkenan. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. Jika Paduka berkenan pulang.: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. Apabila sudah siap semua prajurit. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. diikat dipucuk rambut. di gunung mana Paduka ingin tinggal. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi. :"Aku sudah dengar kata-katamu. menjadi jimat yang dipegang erat. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. disembah para bupati. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. menyianyiakan orang tua tanpa dosa. Kata-katanya hanya manis di bibir. Kemudian ia berkata lembut. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. Paduka inginkan beristirahat dimana. bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. dan punya belas kasih kepada orang 45 . Namun semua telah terjadi. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. Kini putra Paduka ingat. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. lamis semua. berani durhaka kepada ayah raja. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. kecuali hanya ampunan Paduka. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. tetapi tidak tahu aturan. menurut kesenangan Paduka. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. tetapi tidak tahu jalan. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja.

kemudian memanggil para raja. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. Pagi sore dibokongi sembahyang. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja. menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. disuruh menunggu pintu belakang. kupertimbangkan saranmu. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering. Lain hari lupa. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air. Ia berkata dalam hati. sudah kenyang menjadi raja. menepati sumpah sejati. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. ketiga pemberi anugerah. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. benar dan salahnya." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan.:"Mustahil jika demikian. Sahid! Alangkah sedih hatiku. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. tidak memakai dua mata. Aku ini raja binatara. si Patah menghadap kepadaku. kulit kisut punggung wungkuk. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi." Sunan Kalijaga sangat prihatin.tua ini. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya. memusuhi raja dan bapa. karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia. pasti akan terjadi perang besar. Aku sudah tua renta." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. baik dan buruknya. hatinya tersentuh juga. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata. aku kemudian ditangkap dikebiri. orang sudah tua-renta. lalu ingin menjadi raja." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. tidak tahu diri. Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. hanya menepati satu kebenaran. bersiaga mengangkat senjata. Kupikirkan baik-baik. besok hamba yang tanggung. maka ia mohon agar dibunuh saja. Berat sabdanya. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading. :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . Aku tidak malu. diminta dengan baik-baik. :"Sahid! Duduklah dahulu. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka.:"Coba pikirkanlah.

luluh menjadi lembut. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. "Syahadat itu seperti apa. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan. Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. turuntemurun sampai sekarang. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. Mulai dari leluhur Paduka dahulu.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. Sang Prabu dimohon Islam lahir batin. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. keluar dari badan yang terbuka. Kewajiban manusia menghayati rasa. rambutnya tidak mempan digunting. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian. Tidak ada yangberubah 47 . kedua tahu makanan. Pedoman orang Islam itu syahadat. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. Yang pertama pengetahuan badan. tidak memuji Muhammad di Arab. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. "asyhadu ala ilaha ilallah. ruh Muhamad Rasul. karena asyhadu alla. Kalau kalian mau. itu menyembah berhala namanya. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya. Toh hanya soal agama. Sunan Kalijaga lantas berkata. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara. keluarnya rasa hidup. karena apabila hanya lahir saja. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba. dan mengucapkan asma Allah. artinya Rasul rasa. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. maka rambutnya bisa dipotong." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. lullah. coba ucapkan biar aku dengarkan. aku koq belum tahu. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. Sakutrem dan Bambang Sakri. tiada Tuhan selain Allah. jika tidak mengetahui artinya syahadat. Rasul adalah rasa kang nusuli. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon. artinya aku bersaksi." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul. rasul naik ke surga. rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. Rasa termasuk lesan. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. Sang Wiku Manumanasa.Paduka.

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi. itulah wujud hamba. jika beroleh buah kuldi banyak. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. Kiwa artinya. meskipun sukmanya hewan. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. hidup langgeng yang tidak bisa mati. terjadi dari sabda kun fayakun. kemudian bangun lagi. lahir batin. waktu Dewa menyambung umur. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. jika sudah pisah raga dan sukma. terjadi dari sabda kun. Disebut dalam Serat Anbiya. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. jika Paduka mencaci. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. Adam atau wujud bisa sama. keblat utara benar satu. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta. Paduka tetap kafir. nafas memuji kepada Gusti. tidak ada manusia. menjadi rakyat Sang Raja. Jika pisah sukma dan budi. tidak percaya kepada takdirGusti. Ula-ula. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. Walikat. kehendak Adam. di dunia hanya sekedar memakai raga. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. Jika Paduka mencela. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. bisa hilang seketika. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. Mata artinya lihatlah batin satu. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. Demikian itu bunyi serat tadi. Labung. Raga hamba itu sifat Dewa. ulatana. ingat hidup mati. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. beruntungnya kaya daging. Tengen artinya tengenen kang terang. walikaning urip. cela mati Paduka. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. Timbangan artinya salang. tetapi jika tekadnya melenceng. matinya tersesat menjadi kuwuk. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. purwa benar dan salah. Tepak artinya tepa-tapa-nira. tidak membuat tidak memakai. kayu batu. perahunya sudah hancur. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. menjadi iblis menunggu tanah. Punuk artinya panakna. baik dan buruk. Pundak itu panduk. apabila beroleh buah pengetahuan banyak. Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam. hidupnya ganti ruh baru. yang lebih baik dari yang lama. bisa untuk bekal hidup. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. raga iki isi hawa kekajengan. Jiling itu puji eling kepada Gusti. menempel pada besi. 51 . Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. Sungsum artinya sungsungen. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. yang lurus kiblatmu. maka manusia harus yang waspada. ingatlah asal-usul manusia. jadi tinggal kehendak hamba saja.dengan Gusti. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. laleren gegermu kang nggligir. jika saya ingin mewujud. budi kemudian berganti baitullah. tidak wenang mengukuhi mati. alam manusia itu sampungan. dari manusia menjadi manusia. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. ganti tempat baru. Meskupun suksma manusia.

keturunan Paduka akan celaka. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. sudah wangi. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa." "Bagaimana ini. badan Sabdapalon. Palon kayu pengancing kandang. yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak. Jika air tadi bisa berbau wangi." Sang Prabu bertanya. hawa." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. artinya hilang. Apa cacadnya agama Buda. hamba tidak ikut-ikutan. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. Paduka dijerumuskan." "Iya sudah. Jawa tinggal Jawan. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. Jadi bicara hamba itu. "Ikut agama lama. Tiga-tiganya itu satu. Paduka bayangannya. 52 . karena air sumber baunya wangi. malu mengasuh manusia tolol. Hamba wirang kepada bumi langit. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. tidak terpisah.Coba Paduka tunjuk. tidak mati tidak hidup. Seperti anakanak. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang. yang membuat bumi dan langit. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. hendak menjadi jawan. air kencing hamba. sudah disaksikan Sahid. seperti yang sudah dikatakan. Hidupnya meliputi dalam matinya. tidak muda tidak tua. suka ikut bangsa lain. yang bernama Manik Maya itu hamba. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. Paduka wujud sifat suksma. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. "Tidak jauh tidak dekat. Puncaknya pun kemudian berlubang. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. suka menurut ikut-ikutan. tinggal asma meliputi badan. yang disebut pedoman Jawa. kentut sekali saja. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. apinya banyak yang keluar. Semua sudah jelas. dan badan. karena agama Islam itu sangat mulia. keluar apinya serta ada kawahnya. berisi air panas dan air tawar. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Sejati tunggal budi. tanpa guna hamba asuh. Itu hamba yang membuat. tetapi apabila baunya tidak wangi. langgeng selamanya. Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. Naya artinya pandangan. Gunung-gunung hamba kentuti. Jika paduka tidak percaya. lihat bagaimana baunya. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. besarnya api di bawah tanah. tetapi juga tidak berkumpul. aku sudah terlanjur masuk agama Islam. aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi. hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. meninggalkan agama Buda. langgeng selamanya. silahkan Paduka jalani sendiri. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba. aku malu apabila ditertawakan bumi langit." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih.

hujan kembali seperti jaman Buda. sekarang hanya kamu kutanya. Prabu Brawiaya kemudian pergi. airnya dicium masih wangi. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. Sang Prabu istirahat di sana. Sang Prabu bersumpah. Sabdapalon berkata sambil meludah. karena paduka yang salah. Air sumber tadi untuk pertanda. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. 53 . dan kembali mau makan buah pengetahuan. tambah panas jarang hujan. suka menyembah batu.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. jika bau harumnya hilang. tetapi tidak berada di situ. berpengetahuan. membuat bingung para petani. bila laki-laki menurut perempuan. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. "Sejak jaman kuno. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong. anglela kalingan padang." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Walaupun tumbuh kecil saja. "Kamu cela sudah tanpa guna. banyak manusia suka menipu. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. Esok harinya tabung itu dibuka. satunya diisi air sumber." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. bulan depan bulan tidak kelihatan. Tabung setelah diisi air. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. biji mati tidak tumbuh. artinya meliputi sekalian wujud. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. (=tiba-tiba menghilang. ingat kepada agama Buda lagi. Besok apabila sudah bertaubat. karena sudah terlanjur. tidak berwewenang memulai kehendak. yang satu diisi air tawar. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi. sudah disaksikan oleh si Sahid. besok. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. jika bau wangi hilang. padi seperti kerikil. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. Berkurang hasil bumi. ditolak oleh Dewa. Lama beliau tidak berkata. kembali ke agama Kawruh. hanya menepati yang namanya Semar. diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. hanya untuk makanan burung. Sejak hari ini hujan sudah berkurang. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. Dewa kemudian memaafkan. pasti sengsara. hujan salah musim. Coba Paduka saksikan. tetapi kedua orang tersebut musnah." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. besok apabila ada orang Jawa tua.

Sakitnya Sang Prabu semakin parah. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci." Sang Prabu kemudian merangkul putranya. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. karena kerap diminum di jalan. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. Sang Prabu bertanya. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. tidak jelas ke mana larinya. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Sang Prabu kemudian berkata. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan." Jangan menangis. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. karena hanya akan membuat kekacauan dunia. Prabalingga dan Bangerwarih. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Sesampai di Demak. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya.Pagi harinya air dicium masih wangi. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. melaporkan tingkah laku cucunya. tetapi kemudian sakit. Tetapi tinggal sedikit. Bondhan Kejawan. "Prabalingga di besuk namanya dua. perangnya akan kalah. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. Menghadaplah ke Demak. Sampai di Prabalingga. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan. mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. jangan ada perang. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. "Sahid. seperti yang sudah diceritakan di depan." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. maka kemudian pergi ke Majapahit. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. Baik buruk jangan ditolak. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. disitu juga istirahat semalam." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. Prabu Jimbun. Putra raja Majapahit. tetapi berbusa harum. Sang Prabu beristirahat di sana. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. Merasa tidak enak pikirnya. "Hamba putra Paduka. mendekatlah kemari. Jangan ada perang berebut tahtaku. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. Esok paginya air itu dilihat lagi. lalu dibuang. Nanti kuberi tanda tangan. Air yang tawar masih enak. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. Sang 54 .

kuberi izin. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. sampai aku disia-siakan seperti ini. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . Maka wasiatku. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. dalam berperang mendua hati. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. Aku titip anak kecil ini. nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo. anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. tidak melihat wafatnya ayahanda. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. Sudah Sahid. "Celaka kamu Jimbun. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain." Sang Prabu setelah bersabda demikian. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. terus wafat. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Apabila masih kemilau cahaya rembulan. Maka kutinggikan Putri Cempa." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. Nyai Ageng berkata. Seketurunannya asuhlah. "Ya.Prabu kemudian berkata. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. tangannya kemudian bersedekap. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi. Jawa. Bisa mencelakai hidup. "Sastra artinya tulisan. Cina. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. dan Raksasa. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. Dan lagi pesanku kepada kamu. Dan lagi pesanku. membela ayah merebut tahta. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. setelah aku tidak ada. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan. besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu. semua wasiatku tulislah. wulan artinya cahaya dunia. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. Bila ada untungnya. Karena akan menginjak Gustinya. "Sahid. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. serta tidak dianggap laki-laki.

menyamar hanya untuk 56 . Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. marah. Apabila dipikirkan sangat memalukan. tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar. Demit itu juga TUKANG SANTET. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. seorang putra memusuhi ayahandanya. yaitu ganti agama." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak. tawon. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. Artinya. agar jangan mengganggu di belakang hari. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. giginya gemeretuk. Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. Semua itu untuk menutupi rahasia raja. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan). agar tidak memperpanjang rasa malu. Adapun kenyataannya. dan demit. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. Sesudah diberi. Demit artinya samar. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. orang Majapahit geger karena ditenung demit. tawon. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. senjatanya berada di anus. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. rungsid." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. remit. Tidak cocok lahir batin. siapa yang mendengar pasti marah. keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. Artinya Palembang itu mlembang. balas merusak. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali.meneteskan air mata berat. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. karena banyaknya tikus. Hutan angker banyak demitnya. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon. wajahnya merah seperti api. Adapun jelasnya demikian. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. akhirnya menyengat dari belakang. Keduanya terhenyak. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). dan demit. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. setelah dibuka berbunyi menggelegar. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah.

Kombang artinya diam tapi suaranya riuh. Mereka semua memberontak dengan licik. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. Mereka dikejutkan. keadaan di Jawa juga berubah. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. Maksudnya diam marah saja. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak.. dosanya lahir batin. Artinya lihatlah tengkukmu. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan. Tuma artinya tuman `terbiasa'. Orang Majapahit tidak siap senjata. babi hutan itu juga bernama andapan. tidak berkenan melawan dengan perang. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. Setelah negara pindah ke Demak. Waktu itu diberi pangkat. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja. sampai Sang Prabu tidak habis pikir. ibumu putri Cina. Kebo artinya kerbau.. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. senang minum darah. tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya.menghadap ketika hari raya grebeg. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. tetapi juga para wali lainnya. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. penjelasan kitab manik Maya. Sembilannya Adipati Demak. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir.. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . yakni raja kaya. Tidak berpikir benar dan salah. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. terdengar sampai ke negara mana-mana. Prabu Brawijaya disindir. sifatnya sia-sia. Asalnya Jawa. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. ( .

banyak manusia berwatak iblis/ serakah. Tanah Jawa kalungan wesi. orang benar melompong bengong. kali gedhe ilang kedhunge. titikane nganggo kethu bengi. jaran doyan sambel. tak punya rasa malu karena terpaksa. tanah Jawa berkalungkan besi. Yogyakarta. dihimpun oleh KRT Kertonegoro. bejane sing lali. mulai korupsikolusi – nepotisme. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. iblis menjelma manusia. untungnya yang lupa. iblis muncul/jahat. rakyat kerja keras bagai kuda. perahu berjalan diatas angkasa. itu pertanda datangnya jaman. kereta roda papat setugel. mengku ratu wis ora bapa. 120. kuda suka sambal. masih beruntung mereka yang sadar. [ Banyak barang masuk lubang. kereta api. 58 . ora duwe wirang marga kapeksa.CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. Iblis mendhilis. wong tuku ngglenik sing dodol. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. bejane sing eling. kendaraan roda dua mulai beredar. 119. nanging isih beja sing waspada. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. Mula den titenana. pasar hilang gaungnya. 117. reklamasi pantai. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. pembangunan perumahan. akeh wong kaliren lan wuta. Rawa dadi bera. menungsa sara. yaiku mretandhani tekane jaman. untungnya yang ingat. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. wong bener thenger-thenger. bisnis dengan bisik-bisik.. sing dodol akal-akal. yang menjual banyak akal]. banyak orang kelaparan dan buta. Iblis manjalma menungsa. kereta roda empat separo. pasar ilang kumandhange. kababare jangka Jayabaya amrepeki. Akeh barang lumebu luweng. barang publik disimpan pribadi. samangsa tanah jawa.] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil. asesilih ratu bengi. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan. ajejuluk sarwa agung edi. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. orang membeli membujuk yang menjual. pesawat terbang. manusia sengsara. [Rawa menjadi kering tandus. sungai hilang lubuknya. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi. 118.

terhentak sambil miring. yen nitih ing wetenge turangga. sinabda mati tan kena mimis. nanging cures ludhes merga lemes. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . digdaya tanpa aji apa-apa. dan Inggris 123. Pantes yen apeparab bupatining prang. bertumpuk harta namun tak memilikinya. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. benderanya berwarna merah putih. dentuman meriam. Interpretasi: Munculnya Sukarno. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. kendaraan kuda berkaki lima. patine marga kejepit sekiling daging. bila menyerang tanpa pasukan. kretekan bayu Priyangan. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. lamun menang tan angasorake liyan. disusuli swarane bendhe waja. namun binasa karena lemas. kelemahannya wanita cantik menggoda. 124. sinendhal sinambi miring. sang ratu bernyali kecil. warnanya serupa wajah Baladewa. adhepe pondok tan karuwan keblate. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. bendera merah putih dan simbol garuda. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. tak kena guna-guna. [Pantas bernama komandan perang. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. bila menang takkan merendahkan lawan. 121. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. tan kena penggawe ala. bergelar serba agung dan indah]. disusuli suara bende baja]. anak2 yang beringas melotot.[Maka harap diingat/dicermati. memakai peci hitam. ulese kaya pasuryane Baladewa. sisaning gurenda. 122. abandha-abandhu nanging nora duwe. angundamana bala sabrang sing doyan asu. bertanda gambar margasatwa. na’asnya lawan setan. sugih tan abebandhu. menaiknya di perut kuda]. matinya karena terjepit sekerat daging]. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. [Rumah2 tak beraturan arahnya. thuyul ambregudul. yen nglurug tanpa bala. kaya tak berharta. berjuluk raja malam. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra. tuyul buruk. bocah cilik2 pating pendelik. sing wani bakal wirang. tinengeran gambare raja-kaya. tak tahu gelagat jaman. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. nanging apese mungsuh setan. titihane turangga asikil lima cacahe. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam. sakti tanpa azimat. mula ywa ngerti jangkane jaman. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. tandanya memakai peci malam. yang berani menentang bakal malu. ratune atine cilik. mudah tergoda wanita. ditakdirkan mati tak kena peluru. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. jembatan angin Priyangan. Panglima Tertinggi dsb.

memakai topi baja. wong bodho dadi priyayi. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. tahun masehi nga nem nem. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. berpakaian daun bambu muda. tahun nasrani (1)966.125. seragam hijau. para penjahat bersuka-ria. duwe bala lan prajurit. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. karena bertutup belanga lumuten. orang bodoh menjadi pejabat. (Buana Minggu. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. lambang kartika eka paksi. jaman wong sugih krasa wedi. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. kang kebak isi baya. bila kenal pada mendekat. 27 Desember 1998:) 126. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. yang penuh buaya. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. [Ada manusia mengaku jadi raja. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. pindha tawon gung. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. Tahun Jawa (1)393. amarga tutup kuwali lumuten. di kepung lumut samudera] Interpretasi. disertai angkatan udara. 60 . ageme godhong pring anom. [jika menyebutkan namanya. ditarik kereta tanpa kuda. yen kenal padha nyandhing. dimana orang kaya merasa takut. Interpretasi: setelah jatuh. [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. nama bisa bikin ramai. Yen sira nyebut asmane. membawa senjata. orang baik yang menderita]. pasti ramai. tank. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. negaranya lebar seperdelapan. senenge wong jahat. tapi dikendalikan suara menggerung. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. sumsume iwak lodan munggah ing daratan. 129. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. karena dapat menyebabkan keributan. iku tandha praptane jaman. pandhereke padha nyangklong once. Interpretasi: Munculnya Suharto. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. negarane ambane sakprawolon. masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno. gineret kreta tanpa turangga. konglomerat cina). yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. sapto linuweng ing sumur jalatundha. suara menggemuruh. bagai lebah raksasa. asmane bisa ngramekake. punya pasukan dan prajurit. kinepung lumut seganten. pengikutnya memanggung once. merasa sakti tanpa aji keling. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. Angkatan Darat. sudahe wong becik. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. itulah pertanda datangnya jaman. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. atetenger kartikapaksi. warsa srani nga nem nem. mesthi dadi rame. bertanda bintang garuda. bisa krasa digdaya tanpa aji keling. naik mobil.

[Penodong makin kurang ajar. pepatihe kepala judhi. [Harta menjadi bencana. malah ngajak mlarat. hamba berani pada tuannya. disana-sini semakin bingung. ayam mengeram diatas pikulan] 133. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. seiring dengan zaman. rentetan peristiwa G30S/PKI. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. yang mengalah semua merasa salah. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. sing kalah. wong njamin jaluk dijamin. juragan dadi mapan. wong momong mitenah sing diemong. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. wong cilik kepencil. juragan menjadi mapan. tanpa sirah amung gembung. ada dua versi berarti ada yang palsu. patihnya kepala penjudi. pitik angrem sandhuwure pikulan. banyak orang tertipu ikut masuk jurang. pada kapikut katut. yang benar dikatakan salah. sing ngalah kabeh rumongso salah. rampok makin berlagak. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. marga dadi korbane sing jahat sing jahil. sama-sama terpikat dan menurut. wong njaga nyolong sing dijaga. Begal padha ndugal. karena pandainya bicara. Bandha dadi memala. yang kalah. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. pangkat menjadi pemikat. buruh wani juragan. tanpa kepala hanya badan]. sing menang padha sawenangwenang. pangkat dadi pikat. pintere micara sing bener digawe ala. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. aslinya tak ketemu. akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. kenyataannya malah mengajak melarat. orang kecil terpencil] 61 . yang berhati suci dibenci. sing jahat ndilat tur oleh drajad. badan mati pinggir kali. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. sing aswara suwe-suwe bala. wong ngerti padha mangan ati. rumongso menang. orang pintar diputar-putar. kampak pada kepak-kepak.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. penjaga mencuri yang dijaga. kene sansaya bingung. sing ati suci padha dibenci. pengasuh memfitnah yang diasuh. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. janji menehi pangkat drajad. wong pinter diinger-inger. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132. buruh berani pada juragannya. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. (Buana Minggu. mayat dipinggir kali. kawula bendara. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. 3 Januari 1999): 131. angkara murka menjadi-jadi.

yang tak tahu semakin dituduh. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. Rumah suci dihindari. Kamangnusane akeh sing ilang. 137. terjadi reformasi 1998. guru padha satru. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. Agama akeh sing nantang. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. 138. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. benang tenun. wong jahat padha seneng mragat. yang mengetahui menanggung beban. sing ora weruh sansaya ketutuh. Akeh udan salah mangsa. akeh randha meteng. berpakaian serba hitam. rumah maksiat disenangi. saudara memusuhi saudara. Nanging umure tan panjang. guru saling berseteru. Ana wong tapa ageng.134. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. kana kene padha ngumbar angkara murka. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. sing weruh kebubuh. Wanita angger wanita jebul kelangan laki. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. dipatuhi oleh kaum laki-laki. [Pendeta itu berdagang kayu. Banyak kematian tanpa disertai upacara. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. [Banyak hujan salah musim. Akeh bayi tanpa bapa. Pendeta mengungsi karena takut mati. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. Angrasuk busana ireng. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139. [Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng. Akeh mati tanpa slametan. muncul satengahe gunung kendheng. sedulur ngarah sedherek. Banyak perawan tuwa. Wanodya padha wani ing ngendi-endi. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. Akeh laknat akeh pengkhianat. Dimana-mana wanita makin berani]. Banyak yang menentang agama. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. banyak yang berkhianat. anak mangan bapak. buruh dadi mungsuh. Banyak bayi tanpa ayah. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. hanya setahun Jawa merah] 62 . anak makan bapak. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. cari makan dengan permusuhan. 135. kasus penjarahan dan orang hilang. Akeh prawan tuwa. Namung sawarsa jawa bang. baju. ikat kepala. [Banyak yang terkutuk. tetapi usianya tak panjang. Banyak janda hamil. Modin padha ngungsi marga wedi mati.

Endi sing bener endi sing sejati. banyak rumah diatas kuda. longsor. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. kayu gelondongan ratusan truk. dirasa enak kaya roti bolu. Para tapa padha ora wani. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. Marga wedi kapiyak wadine. hilang kekuasaan dan wibawanya. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. juga doyan kayu gelondong dan besi. Mereka yang sehat berpikir. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong. Wong dagang barang sansaya laris. Sing edan padha bisa dandan. Amenangi jaman edan. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. yen wengi padha ora bisa turu. dari daerah Pati (gunung Kendheng). isih beja sing eling lan waspada. 140. aktifitas gunungapi. Ratu ora netepi janji. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. sapa sira sing sayekti. [Raja/pemimpin mengingkari janji. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. 17 Januari 1999: 143. wong pada mangan wong. jelas mana yang benar mana yang sejati. petani lugu digencet. tetapi besi tua satu truk. Wong dora padha ura-ura. Beja bejane sing lali. penebangan hutan semena-mena. mereka yang dusta malah berdendang ceria. banjir. karena terasa nikmat seperti roti bolu. [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. [Banjir besar terjadi dimana-mana. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. Banjir bandhang ana ngendi-endi. 144. Sing waras padha nggagas. 63 . wong tani padha ditaleni. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. kasus ini cuma berjalan singkat. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda. ora edan ora komanan. orang makan sesama orang. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh. pakaian serba hitam.] 141. Buana Minggu. Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. Salah-salah anemahi pati. musna kuwasa lan prabawane. 145. Pancen wolak waliking jaman. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. Padha wedi nggiyarake piwulang adi. Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. yaitu dijaman gila. akeh omah ndhuwur kudha. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya.

yang tak sanggup mencuri justru dibenci. akeh anak nundhung biyung. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. manungsa lali asale. nasibnya tidak terpikirkan 147. sak kilan bumi dipajeki. sarjana ahli. sing ora bisa maling digething. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. orang bersalah semakin bersuka-ria. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. lupa perikemanusiaannya. wong wadon nganggo panganggo lanang. lupa kebaikan. 31 Januari 1999. hal baik dibenci]. 149. sawah berubah menjadi bangunan. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. perempuan mengenakan pakaian laki-laki. keluarga saling curiga. hal jahat disanjung. Akeh manungsa ngutamakake royal. manusia senang menipu. tanah sejengkal saja dikenai pajak. orang jujur semakin termangumangu. banyakanak mengusir ibunya. banyak ayah melupakan anaknya. wong bener sangsaya thenger-thenger. Buana Minggu. manusia lupa asalnya]. sedulur padha cidra. [Banyak manusia mengutamakan royal. manungsa padha seneng ngalap.bungah. 64 . ada pajak tanah dan bangunan. sing pinter duraka dadi kanca. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. 148. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. teman menjadi musuh. akeh bapa lali anak. [Banyak janji tidak ditepati. yang pandai durhaka menjadi teman. luwih utama ngapusi. sesama saudara saling berbohong. Interpretasi: Tanah menciut. Ukuman ratu ora adil. 146. lali sanak lali kadang. kulawarga padha curiga. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. wong salah sangsaya bungah. barang jahat diangkat-angkat. tan nindakake ukuming Allah. lali kabecikan. takmenjalankan hukum Tuhan. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. Akeh janji ora ditepati. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. kanca dai mungsuh. [Tanah makin lama makin menyempit. lupa sanak saudara. lali kamanungsane. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. 150. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. barang suci dibenci. akeh bandha musna tan karuwan larine. banyak orang melanggar sumpah sendiri. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung.

ngaku suci sucine palsu. yang jujur celaka. wanita hilang sikap kewanitaannya. wanita padha ora setya. masih ingusan sudah beranak. wong lanang nunggang pelangi. Wanita nglamar priya.] 153. [Banyak lelaki tanpa isteri. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. mengaku suci. wong ala pinuja puja. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. yang berdagang tak dapat uang. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. wong agung kesinggung. [Wanita melamar pria. Akeh wong adol ngelmu. orang berkuasa berlaku hina. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. Sing curang garang. banyak yang tertipu. [Banyak orang menjual ilmu. tindak jahat makin sempurna. akeh barang-barang haram. isih bayi padha mbayi. melampiaskan keangkaramurkaan. wong apik ditampik. banyak ibu menjual anak. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. Wong wadon nunggang jaran. wong jahat munggah pangkat. prawan sanga lima. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. pengkhianat hidup senang. sing jujur kojur. diluar putih dalamnya abuabu.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. laku sedheng jare gagah. akeh bujuk akeh lajuk. banyak wanita menjual badan. orang jahat dipuja. nggedheake duraka. banyak pembujuk dan penipu] 155. [Yang curang garang. kesucian palsu. wong dagang kepalanggrang. Akeh jago tanpa bojo. randha sanga lara.[Hukum raja tidak adil. perawan sembilan lima] 154. wong lanang ilang kaprawiirane. banyak orang mengaku-aku. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. akeh wanita adol awak. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. yang pria merendahkan derajatnya sendiri. yang baik malah dikucilkan. wong judi ndadi. akeh biyung adol anak. [Perempuan naik kuda. lelaki naik pelangi.] 156. semua perilaku bertolak belakang. wong mulya dikunjara. 152. banyak wanita tidak setia. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. mengandalkan kedurhakaan. njaba putih njerone dadhu. akeh wong ngaku-aku. wong salah dianggep bener. orang salah dianggap benar. penjudi menjadi-jadi. janda sembilan sakit. menjanjikan. banyak barang haram] 65 . bojo ijol-ijolan jare jempolan. orang benar dipenjara. wanita ilang kawanitane. wegah makarya kepengin urip kaya raja. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul.

prihatine manungsa kalantur lantur.157. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. sing cilik keceklik. diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. ana kidul wetan bener.larut. yang hutang harus membayar. 159. pagi sekali hilangnya. karena semua dibenci. 160. sing wedi padha mati. yang kebagian tidak berhemat]. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. 161. ketika Bathara Surya muncul. 66 . candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. melu Jawa sing padha eling. jika tidak pulang semua tetap tinggal. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. Wong golek pangan pindha gabah den interi. sing tan eling miling-miling. sing kebat kliwat. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. seiring dengan yang pergi. mereka yang berhemat tak kebagian. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus. bermulalah. mloya. marga tinggal padha digething. yang takut padha mati. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. 7 Februari 1999: 158. eling aywa mulih padha manjing. datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ]. tetapi yang ngawur menjadi makmur. wetane Bengawan Banyu. wong utang mbayar. sing kasep kepleset. yang terlambat terpeleset. yang kecil tergencet. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. utang wirang nyaur wirang. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. yang sadar lalu ikut Jawa. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun. sing anggak kelenggak. berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding. yang sombong terdesak. kaya manungsa sing angleleda. Buana Minggu. lawase pitung bengi. berparas bagaikan Bathara Kresna. yang berhati-hati mengeluh setengah mati].mlayu kaya maling kena tuding. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca. memanjang di tenggara. Banyak orang bermalasan dan pelit. Hutang nyawa membayar nyawa.. keprihatinan manusia berlarut. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. yang bergerak cepat berlebihan. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha. wong nyilih mbalekake. utang nyawa nyaur nyawa. nanging sing ngawur padha makmur. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. dawa ngalu-alu tumanja. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. reformasi terjadi tahun 1998. Jinejer wolak waliking jaman. yang tak sadar lihat-lihat. hutang malu membayar malu]. Ingat. akeh wong ijir akeh centil. akan ada Dewa menjelma manusia. terjadinya perubahan jaman. arupa pagupon dara tundha tiga. sing gedhe rame tanpa gawe. selama tujuh malam. yang banyak bicara tanpa kerja.

Indonesia (Nusantara) ini unik. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?). tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. ya Harumurti. tidak tampak dan tak berwujud. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. kang jumeneng gunung lawu. momongane padha dadi nayaka. Apeparap pangeraning prang. bener. seperti halnya manusia berjinak. daerah pangkalan militer angkatan udara.[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit. kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik.jejeg. agegaman Trisula Wedha. berpedoman Trisula Wedha. Sing mandhegani putrane batara Indra. dekat sungai besar. 67 . Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong]. Putra kinasih swargi. mumpuni skabehing laku. Padha baris padha rebut bebener garis. bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca. dan Hindu-Buddha. cina teringat akan para syeh. [Banyak orang mati hanya digigit nyamuk. rumah tiga tingkat. Interpretasi: Trisula Weda. berupa rumah merpati tiga tingkat. banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin. nugel tanah Jawa kaping pindho.jujur. segenap makhluk halus tunduk. dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. berwatak jinak-jinak merpati. landhepe priniji suci. di timurnya sungai besar. hiya Kresna. Tan kasat mata tan arupa. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. 14 Februari 1999: 162. Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah. [Bergelar panglima perang. meskipun seragamnya tak memadai. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. benar. Akeh wong sing dicokot lemut mati. seperti demam berdarah. [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. sekti mandraguna tanpa aji-aji. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang. ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian. akeh swara aneh tanpa rupa. Kristen-Katolik. menaklukan jin setan. Akeh wong sing dicokot semut sirna. ya Kresna. Bala prewangan makhluk halus. Kyai Batara Mukti. hiya kyai Bathara Mukti.lurus. dedemit?) 163. bersatu padu membantu manusia Jawa. padha asesanti Trisula Wedha. maknanya kitab bermata tiga (trisula). ngerehake jin setan. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang.jinak merpati. (senapati ing ngalogo). Banyak suara tanpa rupa.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G. menguasai semua ilmu. yang berbaris mematuhi perintah. di sebelah barat didominasi oleh Islam. itulah pasukan bantuan makhluk halus. perange tanpa bala. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang.Lawu. Banyak orang tewas hanya digigit semut. hiya Harumurti. Kumara-prewangan. Buana Minggu. dua kali memotong tanah Jawa.jujur. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa.

sabdane malati. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. mung angendelake trisula. untuk membaca reinkarnasi seseorang. Ora tuwa enom padha dene bayi. bisa nyumurupi lahire mbahira. nanging mung pilih pilih sapa. Buana Minggu. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. gegawe pepati utawa utang nyawa. wus tan bapa tan bibi. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. pembawa maut atau hutang nyawa. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. Waskitha pinda dewa. wasis wegig waskitha. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. buyutira. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. 168. Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama . beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. memiliki karakter menepati janji. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. paringane gathutkaca sayuta. [Maka carilah ksatria itu. [Ludahnya bagaikan api. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. kumara kang wus katon nebus dosane. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa. pemberian sejuta Gatutkaca]. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. ngerti sadurunge winarah. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. yang ditengah pantang merugikan sesama. cicitnya. [Setiap bulan Sura disaksikan. muda seperti bayi saja. wong ora ndayani. ucapannya keramat. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin.] Interpretasi: Idu geni. Pada dasarnya. kemampuan spiritual. tidak mampu bertindak. 166. yang jahat pasti mati. Mula den upadinen sinatriya iku. tahu sebelum terjadi. bagaikan lahir bersamaan sehari. menguasai wedha Jawa.Bali) merupakan Hindu-Buddha.spiritual di Nusantara. 21 Februari 1999: 167. jawa ngerti garise siji-sijining umat. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. suatu ketajaman mata batin. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. 165. tan kewran sasuruping jaman. memahami nasibnya umat. hanya mengandalkan trisula. kaadhepake ngarsane sang kuwasa. memahami leluhurnya. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. pindha lahir bareng sedina.sementara di tengah (p. yatim piatu. mengerti putaran zaman. Tidak tua. ngawuningani jantraning jaman. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. sabdane malati. sudah tak berayah-beribu. takkan bingung sampai akhir zaman]. cucunya. nyuwun apa wae mesthi sembada. bisa pirsa mbah-mbahira. Idune idu geni. melainkan orang yang terpilih saja. sing mbregendul mesthi mati. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. 68 . Daya pikirnya sangat tajam. pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. Pendhak sura nguntapa. isih timur keceluk wong tuwa. lola wus aputus wedha Jawa. [Arif seperti dewa. dihadapkan kepada Yang Berkuasa. canggahira. garis sabda ora gantalan dina.

ketahuilah bahwa itu cobaan. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. [Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. ngango simbul ratu tanpa makutha. dewa apengawak manungsa. ana begja begjane sing den pundhuti. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara. marang jarwane jangka kalaningsun. [Di depan begawan. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. uga ana janma sing durung mangsane. ratune nyembah kawula. malati bisa kesiku. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. Buana Minggu. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. bukan dewa disebut dewa.169. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. Aja gumun aja ngungun. demi keberuntungan anak cucu]. bukan pendeta disebut pendeta. mula sing menangi enggala den leluri. hiya siji iki kang bisa paring pituduh. angagem Trisula 69 . ing jaman Kalabendu Jawa. Nglurug tanpa bala. beja bejane anak putu. para kawula padha sukasuka. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. aja kongsi jaman kendhang. Menghadaplah dengan hormat. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. yen menang tan ngasorake liyan. ana manungsa kaiden ketemu. marga adiling pangeran wus teka. ateges jantrane kaemong sira sabrayat. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk. hingga menjadi terang benderang]. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. kaya manungsa kinen anggep manungsa. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. iku hiya paringaning dewa. juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. [Jangan heran jangan bingung. jangan sampai jaman berlalu. 173. aja-aja kleru pandhita samudana. marga bisa manjing jroning ati. Ing ngarsa begawan. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. senang menggoda meminta secara nista. gawang-gawang terang ndrandhang. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. 172. madhepe den marikelu. 28 Februari 1999: 171. Sirik den wenehi ati. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi]. itulah putera Bathara Indra. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. dudu dewa sinebut dewa. ngertiya yen iku coba aja kaina. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. larinen pandhita asenjata trisula wedha. bagai manusia tak dianggap manusia. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik. Janganlah keliru pendeta palsu. tentang arti ramalanku. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. Jangan iri. hiya iku putrane Bathara Indra. 170. tan kena den apusi. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. dudu pandhita sinebut pandhita.

Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. 70 . Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. andayani indering jagad raya padha asung bekti. sing wis adu wirang. Semua pendeta juga menghormatinya. dia itu asuhan kaki Sabdopalon. HABIS. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang. yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. yang pernah dipermalukan. [Perang tanpa pasukan.Wedha. memakai Trisula Wedha. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. para pandhita hiya padha muja. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. jika menang tak merendahkan lawan. namun semua telah jadi jelas dan terang. nora ana wong nggresula kurang. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan).