P. 1
Buku Jongko Jayabaya

Buku Jongko Jayabaya

|Views: 10,054|Likes:
Dipublikasikan oleh elisanurullaili

More info:

Published by: elisanurullaili on Jun 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Setelah Kerajaan ini jatuh pula. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni. lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono. dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram. Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan. yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). ialah Sultan di Demak.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Di kelak kemudian hari (ditinjau. Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar. yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. pada hari Kemis Legi. Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Patani dan Sriwijaya. Raden Patah. Bisa kita maklumi. Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. Oleh Pujangga. justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung).

penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian. Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. Setelah mendapat pathokan/data baru. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini. 11. Dengan demikian.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. ISI RAMALAN 1. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu.Perahu berjalan di angkasa.Orang perempuan berpakaian lelaki. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi. Tanah Jawa kalungan wesi --.Sejengkal tanah dikenai pajak. 8. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. 2.Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan).1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 . Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --. Sekilan bumi dipajeki --.Kuda suka makan sambal. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih. Bumi saya suwe saya mengkeret --. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --. sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad. raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal. Jika kita teliti secara kronologi. 6. Lalu dari hasil. 9. Jaran doyan mangan sambel --. 7.Bumi semakin lama semakin mengerut.Pulau Jawa berkalung besi. Pasar ilang kumandhang --. 10. yakni Kitab Musarar. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I. Kali ilang kedhunge --. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. 4. 3. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. terutama pujangga terkenal R.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. 5.Pasar kehilangan suara..Ng. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh.

Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. Manungsa padha seneng nyalah--.Laki-laki hilang perwira/kejantanan. 31.Orang (yang) benar termangu-mangu. Prawan seaga lima--. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--.Banyak anak berani melawan ibu. 25. Kanca dadi mungsuh --. 50. Ukuman Ratu ora adil --.Banyak pejabat jahat dan ganjil. Wong jahat munggah pangkat--.perempuan hilang malu. 49. 48. 52. 53. Akeh bapa lali anak--.Lebih mengutamakan menipu. 16.Sedulur padha cidra--.Lupa jati kemanusiaan. 35. Wong salah bungah --.Orang (yang) jahat naik pangkat. 54. Wegah nyambut gawe --.Perempuan menunggang kuda. Kulawarga padha curiga--. Wong apik ditampik-tampik--. 43.12. Akeh janji ora ditetepi --. Dhudha pincang laku sembilan uang--. 24.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --. Akeh wong lanang ora duwe bojo--. memupuk durhaka. 27. Akeh ibu padha ngedol anake--. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--.Lupa hikmah kebaikan.Banyak perempuan menjual diri. Wong wadon ilang kawirangane--.Banyak ulah-tabiat ganjil.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.Inginnya hidup mewah.Lupa sanak lupa saudara.Kawan menjadi lawan.Yang suci (justru) dibenci. 28. Lali kabecikan--. 44.Orang yang baik justru tersisih.Duda pincang laku sembilan uang.Lima perawan lima picis.Orang (yang) salah gembira ria. 45.Orang (yang) jahat dipuji-puji. 46. 18. Wong bener thenger-thenger --. 38. Wong lanang ilang kaprawirane--. 21. 34. 15. 41. 19. Akeh manungsa lali asale --.Menantang ayah.Banyak ibu menjual anak. Randha seuang loro--.Banyak perempuan ingkar pada suami.Dua janda harga seuang (Red.Keluarga saling curiga. 40.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. Barang suci dibenci--. Wong lanang linggih plangki--. Wong wadon nunggang jaran--. Kepingin urip mewah --. Akeh anak wani nglawan ibu--. Ngumbar nafsu angkara murka. 37. nggedhekake duraka --.5 sen). Nantang bapa--. Akeh kelakuan sing ganjil --. 26. 5 . Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--.Banyak laki-laki tak mau beristri. 36.: seuang = 8. 13.Banyak orang hanya mementingkan uang. 47.Yang jahat dijunjung-junjung. 17.Laki-laki naik tandu.Melepas nafsu angkara murka.Malas untuk bekerja. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--.Banyak ayah lupa anak. Wong agung kasinggung--.Banyak orang kerja halal justru merasa malu.Banyak orang lupa asal-usul.Saudara dan saudara saling khianat. 14. 30. 42. Lali sanak lali kadang--. 23.Hukuman Raja tidak adil. Barang jahat diangkat-angkat--. Wong ala kapuja--. 22.Orang-orang saling lempar kesalahan. Luwih utama ngapusi --. Lali kamanungsan--. Akeh wong ijol bebojo--. Wong apik-apik padha kapencil --. 20.Orang (yang) mulia dilecehkan. 33. 29. 32. 51.Banyak orang tukar istri/suami. 39. Akeh wong wadon ngedol awake--.Banyak janji tidak ditepati.

Wong jahat munggah pangkat--. 65. 83.Orang yang lugu dibelenggu. Akeh anak haram---Banyak anak haram. Omah ala saya dipuja--. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. 98. Kana-kene saya angkara murka --.Mengaku suci.Banyak anak lahir mencari bapaknya. 74.Pedagang banyak yang tenggelam.Agama banyak ditentang. 63. Sing curang garang--. kidul lan lor---Datang dari timur. 92. Akeh wong ngaku-aku--.Orang jahat naik pangkat.Yang jujur sengsara. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. Akeh bujuk akeh lojo--. 96.Rumah suci dijauhi. 97. Agama akeh sing nantang--. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.Ketika itu burung gagak dibilang bangau. Guru disatru---Guru dimusuhi. 56.55.Orang yang mulia dipenjara. 87. 67.Banyak pengkhianat. 73. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. barat. Akeh wong becik saya sengsara--. Akeh laknat--.Banyak orang baik makin sengsara. 91. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--. Akeh pengkianat--. 89. 57.Banyak hujan salah musim. Akeh randha nglairake anak--. 95. 100. 99. 101. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. Sing jujur kojur--. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 76. 77. 60. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. 66. 59. dan utara. 94.Yang curang berkuasa. 81. selatan.Banyak janda melahirkan bayi. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. Njabane putih njerone dhadhu--. Omah suci dibenci--. 86.Sedang yang jahat makin bahagia. 80. Prikamanungsan saya ilang--. tapi palsu belaka. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. 84. celaka. Wong lugu kebelenggu--. 69. 85. Ngakune suci. Wong jahat saya seneng--. Teka saka wetan. 62. 70.Angkara murka semakin menjadi-jadi. 88.Banyak orang berdagang ilmu.Rumah maksiat makin dipuja. 79.Di luar putih di dalam jingga. 71.Banyak kutukan. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.Perempuan lacur dimana-mana. 93.Banyak tipu banyak muslihat. 72. 82. 58. Pedagang akeh sing keplarang--. 90. Akeh prawan tuwa--. Akeh udan salah mangsa--. Wong mulya dikunjara--. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.Banyak perawan tua. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara. nanging sucine palsu--. 61. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. Akeh barang haram---Banyak barang haram.Perikemanusiaan semakin hilang. 64. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. Akeh wong ngedol ngelmu--. kulon. 6 . Durjana saya sempurna--.Durjana semakin sempurna. 78. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. 75.Banyak orang mengaku diri. 68. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.

Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. 125. 115. 121. 112. 114. 107. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 118. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 119. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. 142. Ratu ora netepi janji. 124. 108. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. Sing wedi mati---Yang takut mati. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. 135. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 126. musna panguwasane---Raja ingkar janji. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. 103. 127. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.102. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 143. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 139. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. hilang wibawanya. 120. 106. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. 104. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. 123. 132. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 130. 137. 134. 113. 129. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. 140. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. 122. 111. 141. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 136. 131. 133. 7 . 116. 117. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. 110. 109. 138. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. 128. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. 105. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.

178. 149. 157. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 165. Maling lungguh wetenge mblenduk --. jahat dan hilang akal budi. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. 147. 158. 175. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. 148. 161. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. 8 . beruntunglah si sadar. Agama ditantang---Agama ditantang. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. 181. 152. 162. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.Yang sewenang-wenang merasa menang. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. akeh bocah haram---Banyak barang haram. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 177. Bejane sing lali. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. 176. 154. 173. 146. 179. 169. 151. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.Pencuri duduk berperut gendut. banyak anak haram. 186. Akeh wong edan. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. 160. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. 170. 168. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. 159. Akeh barang-barang haram. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. 171. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit.144. 185. 164. 174. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 184. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 182. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. 153. 166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. 163. 150. 145. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 183. 155. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 156. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 167. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. 180. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. 200. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. 205. 210. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. Landa-Cina kari sejodho --. 190. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. 203. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.187. 201. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. 193. 209. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 189. banyak orang bakhil. 215. 208. 206. 195. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. 213. 191. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. Akeh wong ijir. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. 212. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. 214.Belanda-Cina tinggal sepasang. 202. 197. 188. 207. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 194. 199. 192. 198. 204. 196. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 211. Buruh mangluh---Buruh menangis. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. 9 .

tak ada yang mengeluh kekurangan. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). ratune nyembah kawula. Jika 10 . saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. nora ana wong ngresula kurang. angagem trisula wedha. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. berganti zaman penuh kemuliaan. raja menyembah rakyat. hiya iku tandane kalabendu wis minger. marga adiling pangeran wus teka. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. mumpuni sakabehing laku. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. nugel tanah Jawa kaping pindho. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. centi wektu jejering kalamukti. lurus. yen menang tan ngasorake liyan. bener.blogspot. andayani indering jagad raya. itulah asuhannya Sabdopalon. 173. bersenjatakan trisula wedha. memotong tanah Jawa kedua kali. genaha kacetha kanthi njingglang. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. …. (menyerang tanpa pasukan. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. para pandhita hiya padha muja. jejeg. benar. para pendeta juga pada memuja. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). mengerahkan jin dan setan. landhepe triniji suci. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. tajamnya tritunggal nan suci. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. bila menang tak menghina yang lain. jujur. segalanya tampak terang benderang. padha asung bhekti. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. rakyat bersuka ria.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. memperkokoh tatanan jagad raya. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur.ngerahake jin setan. (…. sing wis adu wirang nanging kondhang. nglurug tanpa bala. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. para kawula padha sukasuka. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku. jujur. kumara prewangan.

Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. nama Manik Maya (Semar) itusaya. kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. Tentu ini tidak kita kehendaki. mung nêtêpi jênênge Sêmar.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. membuatnya samar. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). …. … Manawi paduka botên pitados. hanya menetapkan namanya Semar. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga. ….…” (“…. hanya ikutikutan. itulah asuhannya Sabdopalon. saya malu kepada bumi dan langit.. akan tetapi tidak bertempat di situ. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. ature ora lunga. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. nglimputi salire wujud. botên rêmên momong paduka. malu mengasuh orang tolol. kula wirang dhatêng bumi langit. nama Manik Maya. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur. yang meliputi segala wujud. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). “Sabdapalon matur yen arêp misah. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. begitu ditanya perginya kemana. punika kula.. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. tidak senang mengasuh paduka. rêmên manut nunut-nunut.”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. anglela kalingan padhang. nanging ora manggon ing kono. tidak ada gunanya saya asuh. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. yang disebut dalam ajaran Jawa. tanpa guna kula êmong. jawabnya tidak pergi.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. karsa dados jawan. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok. … Kalau paduka tidakpercaya. wirang momong tiyang cabluk. kearab-araban. maka mereka berpisah. irib-iriban. …”). sing wis adu wirang nanging kondhang. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam.

Naya têgêsipun ulat. Mulai dari leluhur paduka dahulu. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa. Genggong: langgêng botên ewah. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. dados momongan kula.. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. Palon: pikukuh kandhang. Sang Wiku Manumanasa.532 tahun. ….. Sang Wiku Manumanasa. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. turun temurun sampai sekarang. …. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. mencolo putri”. menjadi asuhan hamba.. Sintên ingkang jumênêng Nata. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa.” (“….000 langkung 3 taun.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. langgêng salaminipun. dan jagad raya pada umumnya. …. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. kula momong pikukuh lajêr Jawi. langgeng selamanya. keberadaan Semar telah ada di muka bumi.bertaqwa kepada Tuhan. Dados wicantênkula punika. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. Palon adalah kayu pengancing kandang. tidak ada yang berubah agamanya. dumugi saprikiumur-kula sampun 2. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. Sakutremdan Bambang Sakri.. momong lajêr Jawi. …. Sakutrêm lan Bambang Sakri. run-tumurun ngantosdumugi sapriki. botên wontêningkang ewah agamanipun.. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. …. Sebelum manusia mengenal agama.. Naya artinya pandangan. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. ….”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. Dari apa yang telah disinggung di atas. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “….000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. salah berpikir atau salah 12 . paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2.. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan. Saat ini di tahun 2007. Siapa yang bertahta..

diantaranya adalah Ki Sabdopalon.. Paduka yêktos. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. rêmên nunut bangsa sanes. nilar agami Buddha. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). keturunan Paduka akan celaka. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. nanging wong loro mau banjur musna. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. Sang Prabu diaturi ngyêktosi.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. Jawi kantun jawan. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah). wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 .” “….berpegang pada kawruh Jawa. Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. jika sudah berganti agama Islam. Paduka perlu faham. agêgaman kawruh. Sang Prabu diminta memahami. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. manawi sampun santun agami Islam. meninggalkan agama Budha. suka ikut-ikutan bangsa lain. iya iku sing diêmong Sabdapalon. Ki Bodronoyo. dan lain-lain. Sang Hyang Ismoyo. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan.. Jawi-nya hilang. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang.” (“…. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong.dalam perbuatan. Jawinipun ical.. turun paduka tamtu apês.” (“…. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya.. “aki”. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti.

Yen durung lebur atempur. Dereng lega kang ati. Karsanireng Jawata. Wit ing dinten punika. Sinten tan purun nganggeya. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Momong marang anak putu. Ngidul ngilen purugira. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Sun sajekken putu kula. namun orang dua itu kemudian raib. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. Wit kula puniki yekti. Mung kula maturpetungna. Sagung kang para Nata. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Pratandha tembayan mami. Kula gantos kang agami. Itulah pertanda 14 . Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Nggih punika medal kula. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. Sadaya gilir gumanti. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). Wangsul maring sunya ruri. Yen wus prapta kang wanci. (Bila ada yang tidak mau memakai. Boten kenging kalamunta kaowahan. Ing benjang sakpungkur mami. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. Ngganda banger ingkang warih.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Sabda Palon matur sugal. Merapi janji mami. Klawan Paduka sang Nata. Kang jurneneng Tanah Jawi.) 4. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Berkasakan rupi-rupi.) 2. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. saya sebar seluruh tanah Jawa. akan saya hancurkan. Anggereng jagad satuhu.) 3.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu. Kula damel pratandha. Jangkep gangsal atus tahun. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Wus nyebar agama budi.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Ngrasuka agama Islam. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini.Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Sudah digaris kita harus berpisah. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Yekti kula rusak sami. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa.Gama Buda kula sebar tanah Jawa. “Yen kawula boten arsi. Baunya tidak sedap. Ratuning Dang Hyang Jawi.

Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Tan kenging dipun singgahi. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Jagad iki yekti ana kang akarya. Allah SWT.Lamanya pergi selama 500 tahun. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Upami nyabrang kali. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). Bebaya ingkang tumeka. Kaline banjir bandhang. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). Prapteng tengah. kembali sebagai wujud dewa. Sinengkalan tahunira. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin.) 6. 15 . dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. Baunya tidak sedap. Jerone ngelebne jalmi. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. Apabila angka tanggal. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Kemudian. Warata sa Tanah Jawi. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Wit ing donya puniki. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Sanget-sangeting sangsara. Kelak Merapi akan bergelegar.kalau saya datang. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”.) 5. Kinarya amertandhani. Sedaya pra Jawata. Tidak dapat bila diubah lagi. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo.tengahipun. Sang Hyang Ismoyo. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Wonten ing sakwasanipun. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). Ginawe kang paring gesang.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya.

Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual.” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”). Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. Beliau mendapat wahyu di Purancak. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. yaitu Pulau Bali. Sadha Siwa. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. nama sebuah gunung di Jawa Timur. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). Dari penelusuran secara spiritual. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. Sebelum pergi ke Pulau Bali. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. Di dalam kawruh Jawa. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara. dan Parama Siwa. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. Melah pelapanin mamunyi. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. Pucak Tedung. bacin tuara bakat ingsak. Air Jeruk. guru tapak tui timpalnya. (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. tingkahe menadi pyanak. kasor buin yadnyane satus. 2. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. telu ne maadan garwa. eda bani ring kawitan. 3. Sakenan. tata cara menjadi anak. lakukanlah berdua.Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). Uli jani jwa kardinin. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. da jua ulah malihat. Masceti. tong ada ngupet manemah. ring ida dane samian. gunannya anggon malihat. guru prabhu. dan guru tapak (yang mengajar) itu. sang sampun kaucap garwa. wangsane tong kaletehan. orang yang disebut guru. Peti Tenget. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. tak ada yang akan mencaci maki. tak akan ternoda keturunannya. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. 4. patut 17 . satus reka saliunnya. Ulu watu. korban suci yang seratus ini. patut tingkahe buatang. sebab kaki tak akan tersandung. Tugu. kasor ento utamannya. Bukit Gong. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. Bapa mituduhin cening. guru reka. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. Bukcabe. Tuwi ada ucaping haji. guru reka. utama orang yang membangun telaga. kidung atau kekawin. guru prabhu. kalah oleh anak baik seorang. tingkahe mangelah mata. ajak dadwa nah gawenang. Gowa Lawah. utama ngwangun tlaga. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. batise twara katanjung. kalah keutamaannya itu.Suranadi (Lombok). Pakendungan. melah alepe majalan. Rambut siwi. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. Melanting. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. ring sang ngangun yadnya pisan. Tengkulak. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. tiga banyaknya yang disebut guru. jangan durhakapada leluhur. Bukit Payung. banyaknya seratus. dan tidak akan menginjak kotoran. Dalem Gandamayu. Amertasari. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. Pulaki. baan suputra satunggal. dan lain-lain. mamedasin ane patut. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. kepada semua orang. Ponjok Batu. lebih baik hati-hati dalam berjalan. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). Pangajengan.

agar menemukan keselamatan. begitu pula dalam melangkahkan kaki. kranannya mangelah cunguh. 5. waluya matetanduran. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. (bait 15) -. masih ya nu mamilihin. dan “SatrioPinandhito 18 . camkan dan simpan dalam hati. jangan hanya sekedar melihat. agar bisa melaksanakannya. hati-hati menggunakan. sok baru dapat mencium. twara nyak meli ne rusak. apang manggih karahaywan.betul-betul hina nilainya. Awake patut gawenin. (bait 12) -. gunan bibih twah mangucap.apang bisa jwa ningkahang. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat.Jangan segalanya dicium.Memiliki tangan jangan usil. ibaratnya bagai bercocok tanam. da maren ngertiang awak. kija aba tuaralaku. juga masih memilih. tak mungkin tidak akan berhasil. katanjung bena nahanang. ningehang raosemelah. ne patut jwa ucapang. 9. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. Tingkah ne melah pilihin. (bait 16). sama halnya dengan memilih tingkah laku. hatihatilah melangkahkannya. joh pare twara mupuang. (bait 13) -. mendengar kata-kata yang benar. hal yang benar hendaknya diucapkan. apang patute bakatang. keto cening sujatinnya.utamakan tingkah laku yang benar. gunanya untuk melihat. twah ne melah tumbas ipun. apikin jua nyemakang. sebenarnya untuk mendengar. 6. mangulah maan madiman. eda jwa mangulah laku. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. da pati dingeh-dingehang. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. de mangucap patikacuh. tata cara dalam bertingkah laku. buka anake ka pasar. anggon ngadek twah gunanya. patuh ring ma mwatang tingkah. 8. (bait 11) Kegunaan punya telinga. patutang jua agrasayang. resepang pejang di manah. maidep matetumbasan. yen anteng twi manandur. tuah anggon maningehang. seperti menggunakan mata. memperhatikantingkah laku yang benar. Tingkahe mangelah kuping. da manganggoang tingkah rusak. tidak mau membeli yang rusak.Pilihlah tingkah laku yang baik. kemanapun di bawa tak akan laku. Tingkah ne melah pilihin.-. Ngelah lima da ja gudip. agar selalu mendapat kebenaran. bermaksud hendak berbelanja. jangan hentihentinya berbuat baik.jangan berbicara sembarangan. pasti yang baik dibelinya. Nanging da pati adekin. 7. tingkahe ngardinin awak. wyadin batise tindakang. jangan semua hal didengarkan. buine tong kanggoang anak. kegunaan mulut untuk berbicara. seperti orang ke pasar. baik-baiklah caranya merasakan.Pilihlah perbuatan yang baik. yatnain twah nyalanang. begitulah sebenarnya anakku. 10. kalau rajin menanam. saluire kaucap rusak. wantah nista ya ajinnya.

Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. para leluhur Nusantara. TEGAKLAH GARUDAKU. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. Semoga Allah ridho. waskitho. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. Jadi. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. Tidak perlu banyak perdebatan. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya.Ng. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?). Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. JAYALAH NEGERIKU. Ronggowarsito.Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit.

trêwaca wijang raose. DHARMO GANDUL. sawusnya winaos tamat. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam. Wus pinupus sumendhe ing takdir. pan ingêmbun pinusthi ing cipta.mring tyas gung kumacêlu. Ruwah Jewarsanira. pangesthine ing awal akhir. ing nguni anggêguru. anganggurngêthêkur. sinung têmbang macapat. Pan sinambi-sambi jagi panti. yun darbeya miwah nimpêni. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. sagotra minulyarja. panitranira nuju. sêtyanglampahi dhawah.--------------------. sumungkêm lair batine. kiyai Kalamwadine. Surakarta. ngarêmnggennya dama cinubluk.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 .ing lokhilmakful tulise. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. sru Jawata. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala. kinteki. tuladhaning kawruh. lêlêpiyanipun.R.T. têmbang raras rum sêya prasaja. masa Nêm ringkêlnya Aryang. sasêdyanya kabul.------------------. tarimanireng badan. BÊBUKA. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------.agung nugraheng Hyang Suksma. Sancaya kang windu. puruhita mring Raden Budi.mangesthi amiluta. ngêbun-bun pasihaning Hyang. kinarya nglipur manah. pan biyasa mituhu susêtya. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. pinirit tinuladha. pan sumarah kumambang karseng Hyang. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). dumadyaauliya.Tandhanagara. myat carita dipangikêtira. kêdah mêdharkên kawruh. karya suka pirêneng jalmi. myat Sinarkara sarjunireng galih. siwi. biyasa mring dhawuh wêling gurune. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. sinambipanti. sinung aran srat Darmagandhul jinilid.------------------------. tinarimeng Bathara. tanetung lêbur luluh. Babon asli tinggalane K. Pan katêmben amaos kinteki. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi.. sasêlanira ngupaya têdha. sinung ilham ing alam sahir myang kabir.org/?pg=articles&arti. ping trilikur ri Tumpak manis.. duta rehing guru.panggusthine tan mamang ing lair batin. kyai Kalamwadi ngarang. kinarya cagak lênggahe. mring sagung ahli sastra. mung kinarya ngarêm-arêmi.

ora ana maneh kang diaturake. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam.) 21 . bab luruhe agama Islam. mung kanggo pasêmon. dene ênggone jênêng Majapahit iku. "Asal mulanya bagaimana. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul". Sang Prabu lagi kalimput panggalihe. (2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka. (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. maka saat sedang berdua-duaan. hanya sebagai perumpamaan. Tiap kali berkatakata. (Jawabannya Ki Kalamwadi. nanging aku wis tau dikandhani guruku.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka. mengenai agama Islam. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya. tidak ada hal lain yang dibicarakan. Sang Prabu sedang dimabuk asmara. supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". "Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja. tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. selain mengagung-agungkan agama Islam. Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit. sabên marak. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka.) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka. sajrone lagi sih-sinihan. sarta nyuwun idi marang Sang Nata. kajaba mung mulyakake agama Islam. sedangkan nama Majapathit itu. (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya. ia menikah dengan Putri Cempa. Ia minta izin pada sang raja. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. (Pada zaman kuno.) Ing wêktu iku. sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). (Pada saat itu.

banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat.) 22 .) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir. budi kang ngobahake. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun. Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. Surabaya. tetapi budi yang mengubah segalanya. dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul. Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam. Hawa iku karêping hati. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. Putranya itu lahir di Palembang. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. manusa ora bisa apa. miyose putra mau ana ing Palembang. Ia mengajar agama Islam di sana. Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat.penterjemah) . Budi iku Dzate Hyang Widdhi.apa. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten. IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. Tuban. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan. baik bagian barat maupun timur.(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam. atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. mula bisa dadi gurune wong Islam. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat. Orang Jawa di pesisir utara. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka. Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta. Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. banjur ngrasuk agama Rasul. diparingi têtêngêr Raden Patah. bisane mung sadarma nglakoni. dan diberi nama Raden Patah.

sênênge mau amung kanggo samudana bae. Jawa Buddha agamane. banjur boyong marang Dêmak. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. sêsêbutane Bambang. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib. (Kalau menurut ibunya. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah. Hingga sampai sekarang. têgêse pambabare ana nagara liya. namanya adalah Kaotiang. Padahal ia tidak benar-benar senang. Katêlah nganti tumêka saprene. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel. (Babah Patah. arane Raden Kusen. Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya. ia mengunjungi ayahnya. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka.Barêng Raden Patah wis diwasa. maka seharusnya disebut Babah. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha.senang diberi nama Babah. yen nglêluri lêluhur kuna.) Ing nalika samana. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat. karena itu bersikap seolah-olah senang. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama.) Barêng wis sawatara masa. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. sowan ingkang rama. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung. sêsêbutane: Kaotiang. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. Saka ature Patih.) Yen miturut ibu. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing. diberi nama Babah Patah. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. ana ing desa Bintara.) Ature Patih kang mangkono mau. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah. Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. prayoga disêbut Babah. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku. yang artinya lahirnya ada di negara lain. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. nanging sarehne ibune bangsa Cina. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. mulane katone iya sênêng. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. disebut Bambang. putra raja yang lahir di gunung. para nayaka uga padha mupakat.

yakni ke desa Bintara. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare.niti agamane wong kono apa wis Islam. mula saka pangiraku iya nyata. kêpalangan banyu. Sunan itu artinya budi. 24 . uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala. Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. Apabila membaca atau mendengar. pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha. sirik cêgah mangan turu. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan. tetapi kok disebut Sunan. iya iku ing tanah Kêrtasana.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). satêkane wetan kali banjur niti. para ngulama sarake Buddha. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. belum memiliki keinginan buruk. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. para ulama menjadi ingin memiliki gelar. kali Brantas pinuju banjir. masih menahan diri dari makan dan tidur. melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. kok nganggo sêsêbutan Sunan. Satêkane lor Kadhiri.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri. wêtune saka engêtan. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. Sunan iku têgêse budi. Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. saiki isih anawujuding patilasane. Apabila mengikuti rasul. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. apa isih agama Budi. kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang. lakune isih padha cêgah mangan. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha. maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik. isih kêna dinyatakake. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. tatkala telah berada di Demak. para ulama itu dikiranya Buddha. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati. mung nuruti rasaning lesan lan awak. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. kang ndherekakemung sakabat loro. Makin lama agama rasul makin menyebar. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur. dimana kemudian mereka digelari Sunan. Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. ia pindah ke Demak. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik. durung padha duwe karêp kang cidra. (Ketika waktunya telah tiba. Yen cêgah mangan rusak. cêgah turu. Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata. iya kudu ditimbang ing sabênêre. Oleh sebab itu. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. Yen sarak rasul.

ataukah masih menganutagama Budi.) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. mereka terhalang oleh air. kula ingkang nêkseni". Bandung dianggêp Nabine. Yang ada hanya 25 . denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. yen sampeyan ajêng ngombe". mulyakakeBandung Bandawasa. Gêdhah iku ora irêng ora putih. orang di sana agamanya Kalang. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. (Menurut Ki Bandar. tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah". bukan Buddha namun mirip. saya yang menjadi saksi.sama beragama Gedhah. mêjanani marang dheweke. Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat. MBok Prawan salah cipta.) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan.wajah lagi arêp mêpêg birahi. "Jika begitu maka orang di sini sama. yang mulia. wong ing kono akeh padha agama Kalang. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. banyune isih buthêk. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten. Ketika tiba di utara Kediri. yen pinuji dina Riyadi. yaitu di tanah Kertasana. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon. Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. "Carilah air minum di desa. (Ki Bandar menjawab. kula nêdha toya imbon bêning rêsik". Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah. yen diombe nglarani wêtêng. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu. Sunan Benang berkata. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir. kang ana mung bocah prawan siji. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya. Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. Selain itu sudah waktunya salat Lohor. kajaba uyuh kula niki imbon bêning. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. Bandung dianggap nabi mereka. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang. pangrasane wong lanang arêp njêjawat. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. arêp salat". sungai masih banjir dan airnya keruh. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah.kali iki isih banjir. sarak Buddha mung sawatara.") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan. ing wêktu iku lagi nênun. "Baik." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut. aku arêp wudhu. padha sênêng-sênêng ana ing omah. lan maneh iki wancine luhur.

ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. dan ladang. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah. iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. saya minta air minum yang bening dan bersih. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang.tansah digubêl anak putune. ing panggonan kono disabdakake larang banyu. nganti kawêtu pangandikane nyupatani. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. kang padha rusak. alas. hutan.seorang gadis perawan menjelang dewasa. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. sawah sarta patêgalan." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan. Sunan Benang mirêng ature sakabate. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan. kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika. satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. sawah.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing. prawane aja lakiyen durung tuwa. dan ladang yang rusak. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. sawah. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. bangêt dukane. sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. mula akeh desa. Sehingga banyak desa. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya. barêng kêna dayaningpangandika mau.êndêlake kaprawirane. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. Di sini tidak ada air minum. gawene nyikara marang para lêlêmbut. kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat.) 26 . yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air. "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. Gadis perawan tersebut salah sangka. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. ngêndêl. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. jika Anda ingin meminumnya. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. selain air kencing saya yang bening. akeh desa kang padha rusak. dimana saat itu ia sedang menenun. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa.

(Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. barêng Sri Jayabaya rawuh. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami. caya têgêse: kêna dipracaya. mulane didadekake patih. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. Oleh karena itu ia dijadikan patih. Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. duwe adhi jênênge kiyai Daka. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. kang uga ngêsotake wong ing kono. caya artinya bisa dipercaya. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe.Sunan Benang. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. Lo itu artinya kamu. Wiwite ana sêbutan kiyai. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri. Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. segera pergi menjumpai Sunan Benang. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. kiyai Buta Locaya iku bodho. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. Ratune manggon ing Selabale. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang. jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. satêkane ing Kadhiri. dadi ora tansah ganggu gawe. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. maune jênênge kiyai Daha. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. iya iku kiyai daha lan kiyai Daka. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. Lo têgêse kowe. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. namanya adalah Buta Locaya. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya. sehingga sang raja 27 . dheweke diparingi Buta Locaya. ngaturake kahanane kabeh. bisaa tumêka ing pati. sarta dadi senapatining pêrang. matur marang ratune. sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. (6) Jênênge Buta Locaya. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung.

diadhêp patihe aran Megamêndhung.sangat mengasihi Kyai Daka. wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale. didhawuhinglawan Sunan Benang. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. 28 . lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. sarirane ngantikaya gêni. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. arane Sunan Benang. sarta lakune barêng karo angin. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. rumêksa kawah sarta lahar. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp. kang anom aran panji Sarilaut. ngrungkêbi pangkone. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. sarta kinêbutan êlaring mêrak.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin.

sarta nganggo jênêng Sumbre. karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang. Ia kemudian berdiri di tengah jalan. "Aku tidak tertipu. banjur padha katisên. Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang.katitik saka awake panas kaya mawa. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre. (Tidak lama kemudian. Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. karena Sunan Bonang mengetahui namanya. (Sunan Bonang berkata. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre.". aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri.") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. sumêdya ganggu gawe. Sunang Bonang datang dari arah utara.) Sakabat loro kang maune padha sumaput. namamu adalah Buta Locaya.) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula. kiyai Sumbre mangkono uga. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh. aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran. wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?". serta menyamar sebagai Sumbre. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. dede pangagêm Jawi. Mereka berjalan secepat angin. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara. karena kedinginan. tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum. dadi dheweke kawanguran karêpe. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. 29 . amarga kaya dene cêdhak mawa.(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. (Buta Locaya terkejut bukan main. jênêngmu Buta Locaya. kowe apa padha slamêt?". di bawah pohon sambi. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre.Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang. Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang. dene mangangge pating gêdhabyah. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api. Kados wangun walang kadung?".

dene omahku ing Benang tanah Tuban. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam. (Buta Locaya menjawab. namung kantun namaning dhusun. lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa. pintên-pintên sami risak. sadaya patilasan sampun sami sirna. punika namanipun siya-siya botên surup. beda dengan adat istiadat Jawa. 30 .") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. memindah aliran sungai. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. sabin. sabab agama Kalang. ngêlih lepen. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. sêlaminipun awis toya. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. ngriki padukasotakên. nyabdakakên ingkang botên patut. yakni di desa Menang. Anda kutuk selamanya susah air. jênêngku Sayid Kramat.) Kula badhe pitaken. iku prênahe ana ing ngêndi?". têtêpe agama biru. yang tertinggal adalah nama desa itu. Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. kok tingkah lakunya tidak sopan. wana. Semua itu berasal dari kutukan Anda. sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. lepenipun asat. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. Anda menyiksa anak cucu Adam.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab. hutan. sikara tanpa dosa. "Aku orang Arab. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. sungainya surut. namaku adalah Sayid Kramat. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9). mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan. semua peninggalan telah musnah. berapa banyak yang rusak. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. prawan tuwa jaka tuwa. dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. (Sunan Bonang berkata lagi. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. Sedangkan di sini. Itu namanya tindakan yang tidak berguna. Lelaki susah menemukan jodohnya. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. paduka sikara botên surup. makatên wau saking sabda paduka. Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang. sawah. "Anda itu orang mana. "Di sebelah timur itu. sedangkan rumah saya ada di Bonang. Tuban. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. menyiksa orang lain yang tak bersalah. pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya.

"Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi. amargi ngrisakakên tanah. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut.mula tak-sotake larang banyu. sesuai dengan titah dari Hyang Manon. mungkin yang dimaksud Tuhan .penterjemah) . tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. botên timbang kaliyan kukumipun. yaitu gadis perawan kurang ajar itu.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune. karena saya minta air minum tidak boleh. sehingga bisa untuk bercocok tanah. paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. Di sini menjadi melimpah air kembali. siya dahwen sikara botên ngangge prakara. dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari. Aku kutuk susah air. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. (Sunan Bonang berkata. air sungainya saya rubah alirannya. dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. Kesalahan tidak seberapa. botên sapintên lêpatipun. (Buta Locaya berkata lagi. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. kene kabeh tak sotake larang banyu. tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. melainkan lebih 31 . karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan. karenanya merusak tanah. tepatnya agama biru." (Sunan Bonang berkata. sugih sanak malaekat. Anda tarik kembali kutukan Anda. punika namanipun tiyang dahwen". Itu namanya orang berengsek. Seandainya diketahui yang memiliki negara. sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt. Sudah begini saja. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. Oleh karenanya. aku njaluk banyu ora oleh. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu. Tidak sesuai dengan hukumannya.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi". karena tidak bersedia memberikan saya air minum. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. prawan baleg. kata-katanya menjadi keras. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih.sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. ing ngriki sagêda mirah toya malih. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. muride Ijajil. yakni agama Kalang. Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami. maka Anda akan dihukum melarat sekali. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja. mula kaline banjur tak-êlih iline.

Aji Saka orang dari India. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa.penterjemah). Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Ya sudah. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. nanging kok jêbul botên makatên. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. maka seharusnya berbudi luhur. Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. Mengapa Anda meniru Aji Saka. Kalau sudah mati. Paduka niksa wong tanpa dosa. Sama-sama membuat sulit air. saya minta dikembalikan seperti asal mulanya. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. yen sampun dados. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan.têluh kajêngipun pêjah sadaya. paduka tiyang saking 'Arab. karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia. apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa. lajêng paduka-ênggeni piyambak. nggih niki margi paduka cilaka. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. Aji Saka tiyang saka Hindhu. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. Di tanah Jawa ini.tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. Inggih sampun ta. khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. dikasihi oleh sahabat. khanseharusnya berbudi luhur. dan berbeda dengan kalian yang manusia. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. sanes alam kaliyan manusa. dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. yaitu karena Anda dihina. Kula niki bangsaning lêlêmbut.sedangkan Anda adalah orang Arab. mêsthi simpên budi luhur. Anda akan tinggal di sana. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi. sami damêl awising toya. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. botên tahan digodha lare. Anda menyiksa orang tanpa dosa. paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur.

besok jika telah genap lima ratus tahun. sarta susahe jalma lan dhêmit. bijinya agar keluar minyaknya. "Sudah. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. aku pamit mau ke Magetan. yen aku padu karo kowe. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga. dak-suwun marang Rabbana." ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali. kamu tidak perlu mengajari aku. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. nyikara wong kang ora dosa. buah sambi akan menjadi dua warna. dene dhêmit padu lan manusa. besuk yen wus limang atus taun. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran. Kawanguran têgêse kawruhan. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. "Harus dikembalikan sekarang juga. Sumbre sarta Singkal. wijine mêtuwa lêngane. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. woh sambi dadi warna loro kanggone. daginge dadiya asêm. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. Dan mulai saat ini. (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali. Ing besuk dadiya pasêksen. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika.") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. jika tidak bisa. serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus. kali iki bisa bali kaya mau-maune". saya ini Sunan. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan. karena kok seperti anak kecil berkelahi. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. aku pamit nyimpang mangetan. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal. dene gawe kasusahan warna-warna. maka Anda saya tahan di sini.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute.Islam akan saya santet agar mati semua. 33 . maka sungai ini kembali seperti semula. kang lor jênênge desa Singkal. Saya akan minta pada Tuhan. ia mengancam Sunan Bonang. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. banjur nêpsu maneh. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. paduka kula-banda". Asam itu menjadi lambang ulat masam. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". "Buta Locaya. mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. maka berkatalah ia. buah sambi ini aku sebut cacil. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu. yen botên sagêd. dagingnya menjadi masam. (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. ing kene desa ing Sumbre.

Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. Singkah artinya menemukan akal budi. (Buta Locaya berkata.(Setelah berkata demikian. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan. dan Singkal. Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. jênênge dhêmit kêmênthus". woh trênggulun jênênge kênthos. awit saka sabdane Sunan Benang. (Sunan Bonang menjawab. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung. Sunan Bonang tiba di desa Bogem. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya. guruku". yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. (Ki Kalamwadi menjelaskan. dadiya pangeling-eling ing besuk. benjing jaman Nusa Srênggi. saya raja. Ia berkata. Sumbre. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. rêca mau awak siji êndhase loro. kula Ratu". siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa.") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. ngriku Sunan. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos. Sunan Benang ngasta kudhi. sintên ingkang sumêrêp rêca punika.") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. (Sunan Bonang berkata. saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. Kawanguran artinya pengetathuan. Besok di jaman Nusa Srenggi. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi. kok berani bertengkar dengan manusia. karena berasal dari sabda Sunan Bonang. "Kamu itu bangsa makhluk halus. prakara rusaking rêca". Letaknya ada di bawah pohon trenggulun. iku pituture Raden Budi Sukardi. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. Itu namanya makhluk halus sombong.") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua.") 34 . sebagai lambang tekadnya wanita Jawa. Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene. ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. "Hingga sekarang. buah trenggulun namanya kenthos. rêca jaran êndhase digêmpal.

sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake. sumure banjur digolingake. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh. (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak. Di luar desa itu ada sumur. dhuwure ana 16 kaki. timbul amarahnya kembali. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. "Anda itu benar-benar orang brengsek. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. Sunan Benang kang anggolingake. aja tansah disajeni dikutugi. iku pituture Raden Budi guruku.") 35 . baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang. kêrsane arêp salat. supaya jangan dimantrai. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. saka akehe kêmbange kang tiba.Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. sa-niki awon warnine. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. ngantikaton abang mbêranang. êmbuh bênêr lupute".) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling.) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. (Ki Kalamwadi menjelaskan. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki. satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. entah benar entah tidak. ubênge bangkekane 10 kaki.Sunan Benang banjur tindak mangalor. dan tiba di desa Nyahen. Lahir dan bathinnya tersesat. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. Itu katanya Raden Budi guruku. Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. dheweke nêpsu maneh. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. barêng wis wanci asar. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat. yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar. Sunan Bonang yang menggulingkannya. saupama diêlih saka panggonane." (Jawaban Sunan Bonang. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu. Yang menyembah patung itu namanya kafir. karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab. kajaba yen nganggo piranti. bathuke dikrowak. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. dene Sunan Benang sawise. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. dene ana madhêp mangulon.

di situ terletakpusatnya bumi.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun. "Orang Jawa itu khan sudah tahu.Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil. tidak punya kekuasaan apa. ing kono pusêring bumi. mila sami dipun ladosi. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. (Sunan Bonang menjawab. Dibangun tugu dan disembah orang banyak.Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 . botên gadhah daya. sehingga seharusnya mereka juga sesat. punika inggih langkung sasar". Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa. sanes Hyang Labawalhujwa. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. botên kuwasa. sarta nêdha ganda wangi. makluking Pangeran. Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu . yen punika rêca sela. karena itu dimantrai dan diberi sesajian. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. didelehi tugu watu disujudi wong akeh. langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru. tidak punya daya apa-apa. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" . dipun kutugi. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. wontên ing rêca. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. wujude nggih tugu sela. bukan Hyang Labawalhujwa. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. bahwa itu hanya sebuah arca batu. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah. dipun sajeni. badannya terasa segar. Selain itu mereka makan bau harum.karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . Anda siksa. memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. Wujudnya juga tugu batu. dados têdhanipun manusa. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung.

pinaringan wahyu mulya. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. padahal belum tahu keadaan di sana. Orang mempercayai kitab Arab. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos. sasar nêmbah tugu sela. manawi panggenanipun raga pêtêng. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. "Ketahuilah. ta. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan. sasar nyêmbah tugu sela. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. entah benar entah salahnya. sami maujud piyambak saking sabda kun. Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. (Sunan Bonang berkata lagi. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. sintên sumêrêp asalipun badanipun. tetapi apabila pikirannya gelap. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati. manawi sampun nrimah nêmbah curi. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya. Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. tugu damêlan Nabi. punika wajib dipun sujudi. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati. yang juga merupakan kekasih Allah. bêtuwah saking lêluhuripun. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. tiyang Jawi pathokan sastra.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun.) 37 . Inilah yang harus diperhatikan. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak. kawruhipun sasar-susur. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. Siapa yang sadar akan asal usulnya. punapa dora punapayêktos. sumêrêp budi hawanipun. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah.sami nyungkêmi kabar. Anda berpedoman pada kitab. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. sami. mengetahui akal budinya. besuk yen mati oleh kamulyan". petuah dari leluhur sendiri. Ia juga menerima wahyu mulia. punika kêdah dipunrêksa. inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. sidik paningalipun têrus. pengetahuannya amburadul. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. "Itu semua disebut dalam kitabku. orang tersesat menyembah tugu batu. ketika mereka sudah melakukan kejahatan. sumêrêp saderengipun kalampahan. paduka pathokan tulis. Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. hanya percaya perkataannya para penipu. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno.

digdayanipun ngungkuli panjênêngan. awis toya. yang kesaktiannya melebihi Anda. senang menyiksa orang lain.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. kurang memakan pengetahuan akal budi. mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. asrêp lan bênteripun cêkapan. (Sunan Bonang berkata.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. rêmên niksa ing sanes. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. mastani Mêkah punika nagari cilaka. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. kula sumêrêp nagari Mêkah. punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. dados murid kula!". Tanahnya panas. Silakan Anda ukur. sapunika panjênêngan ukur. (Anda itu seperti orang tidak waras. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. Panjênêngan tiyang duraka. kangge rencang tumbasan. bênteripun banter awis jawah. saya minta Anda pergi saja dar sini. Bicaranya juga luwes. inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. tekad panjênêngan rusuh. mila minggat. tandha kirang nalar. yang wanita cantik. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. apa yang ditanam dapat tumbuh. nyade mulyaning nagari Mêkah. kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. serta jarang hujan. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. tanah pasir mirah toya. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. tiyangipun jalêr bagus. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. mulya langgêng salamine. kowe setan brêkasakan". jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. yang pria tampan. Jika tidak mau pergi dari sini. bila salah pukullah saya. rêmên nyikara niaya. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. maoni adating 38 . "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu.Mila panjênêngan anganjawi. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang. pertanda kurang nalar. badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. nanging dhêmit raja. manawi botên purun kesah sapunika. madya luwês wicaranipun. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. wahai setan iblis. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya. wanitanipun ayu. cukup hujan dan air. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut. Saya minta untuk pergi dari sini. kirang nêdha kawruh budi. saking lêpat. tanaman tidak bisa tubuh. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. panjênêngan punapa botên badhe susah. manawi tiyang ingkang ahli nalar. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. negeri Jawa yang suci dan mulia. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. kula-aturi kesah saking ngriki. susah air. nyade umuk. Anda itu orang durhaka. sitinipun panas.

(Sunan Bonang lalu berpamitan. manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. belum saatnya maju perang. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag. menyebabkan kekeringan. buahnya kledhung. Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit. (Buta Locaya menjawab. Buktinya di sni membuat onar. Mulia dan abadi selamatnya. menghina agama. pergilah cepat-cepat. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. panjênêngan enggala kesah. maka terburu-buru perjalanannya. Niat Anda buruk. karena salah maka melarikan diri dari sana. Ia diiringkan dua abdi terkasih. Anda belum tentu mulia seperti saya. Sabdapalon dan Nayagenggong. merusak barang yang bagus. ngarubiru agamane lêluhur kina. uwohe kledhung. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. tetapi raja makhluk halus. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. Di Arab Anda tergolong orang hina. kêmbange aran celung. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. damêl risak barang sae. wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar.") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. mbucal dhatêng Mênadhu". Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. bunganya dinamakan celung. Membuat susah air.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo. nambahi bênter. Perang itu sangat ramai. prajuritnya banyak yang tewas 39 . (Buta Locaya menjawab dengan marah. "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. woh dhadhap jênênge kledhung. (Sunan Bonang berkata. nyudakakên toya". dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit. "Ya sudah. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. kalah kawruh kalah nalar". Ratu wajib niksa. wontêning ngriki mindhak damêl sangar.uwong. Sunan Benang banjur tindak. maoni agama. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih. gemar menyiksa orang lain. murugakên awis wos. "Meskipun saya makhluk halus.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang". Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. Makin lama makin membuat susah saja. namanya kledhung. Di sini membuat susah saja. mengharubiru agama leluhur kuno. Setelah memberi perintah demikian. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil.") Mula katêlah nganti tumêka saprene. menghina adatistiadat orang lain. buah dadap. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan. Pasukan Demak tiga puluh ribu. (Oleh karena itu hingga sekarang.

Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. "Ingat-ingat orang Islam. Istri beliau asli dari Tuban. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Sultan Demak berangkat ke Ampel. kucukur rambut kalian bersih-bersih. Bangkai manusia tumpang tindih. tewas. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. dikubur di sebelah tenggara istana. Pasukan Majapahit lama-lama habis. yang menghadangterjungkal mampus. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun.berguguran. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. kuajari kalian benar salah. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. akhirnya Patih Majapahit gugur. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. bertanding dengan Sunan Kudus. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. Kelak kubalas. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. merebut negara melakukan pembunuhan. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Sunan Ampel sudah wafat. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. Seberapa kuat satu orang sendirian. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. Orang-orang di sekeliling istana bubar. putra Arya Teja. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Mereka merampok sampai bersih. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Sunan Ngundung balas ditombak. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an. Adapun yang mau takhluk. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Setelah wafatnya Sunan Ampel. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. para Sunan kemudian masuk ke istana. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. " Setewasnya Patih Majapahit. yang ada hanya Ratu Mas. seperti tugu baja. kutiup kepala kalian. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. tidak ada yang ditakuti. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. hanya tinggal istrinya. 40 . Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. tega merusak negara Majapahit. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. disuruh bersyahadat. yaitu putri Campa. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana.

ia wajib dijunjung tinggi. Demikian ia berkata "Cucuku. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. Katanya anaknya Sang Prabu. agar tidak blero penglihatanmu. tidak berbakti kepada orang kafir. katanya. Gusti Allah bersifat rahman. Ingat-ingatlah asalasalmu. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Mengapa negara majapahit dirusak. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. Melawan raja dan orang tuamu. selain hanya Gusti Allah sendiri. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. jawablah sebenarnya. harus keluar dari keinginan diri sendiri. sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. tidak tahu yang benardan yang salah. kedua kepada raja yang memberi anugrah. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. tidak usah disuruh. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. menangis seraya merangkul Sang Prabu. Matamu itu berkacalah. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. dengan berkata. itu beragama Islam. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. Kamu aku dongengi.Beliau meminta restu. maka ia menjadi tahu benar dan salah. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. Wong Agung Kuparman. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. pasti hormat kepada ayah. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. dan yang mengizinkan para Sunan. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. kamu dosa tiga hal. Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. Orang Jawa matanya hanya satu. "Angger! Ketahuilah. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. punya mertua kafir. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. Berbeda matanya orang Jawa. tahu yang baik dan yang buruk. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. berwujud kertas atau patung batu. masih mempercayai agama kafir.

hanya mengandalkan surban putih. Itulah yang dinamakan hukum Allah. untuk menjadi raja di tanah Jawa. Tidak lama kemudian. masih melestarikan agama lama. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku. Para Nabi di jaman kuno. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. wasiatnya kamu langgar. Ketika kakekmu masih hidup. coba keluarkan apa mukjizatmu. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. mentang. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. pun bukan buku dari leluhur. lahir batin tidak salah. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. Kata-kata saja koq dipercayai. Aku akan bertanya sekarang. tetapi tidak berkenan. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. Itu bukan patokanmu. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. tetapi putihnya kuntul." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. Kanjeng Nabi Dawud. karena keinginanmu menjadi raja. bahwa ia belum memohon pindah agama. Orang mengembara kok diturut perkataanya. kakekmu melarang. Berani kepada orang tua. Jika demikian caranya. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. di dalam merah. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. aku rakyat kecil dan hanya perempuan. akan tetap menjadi tuanya seorangraja. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. hanya menurut perkataan buku. Aku sudah tuwa tiwas. Sekarang kakekmu sudah wafat. setiap hari makan manusia. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. seluruh kata-katamu lidah api. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. ayahanda disia-siakan. ia memburu-buru tahta ayahandanya. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. hanya kamu sendiri yang tahu. Tidak seperti tekadmu.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. yang putih hanya di luar. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam. kesusahannya tidak dipikir. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya. tetapi posisinya sebagai orangtuanya. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. putranya menginginkan tahta ayahandanya. meskipun melawan orang tua. maka kemudian dimusuhi. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. "Tindakanmu itu makin salah. nanti buwana balik namanya. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah. sedangkan jika kamu nanti tua. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. aku tidak berwenang mengizinkan.

Jawa bernama Aji Saka. Setelah itu. tetapi semua sudah terjadi. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. semua menemui sengsara. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. yang demikian itu hukum Allah". [Majapahit. tersenyum sambil menganggukangguk. Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. selama hidup namamu buruk. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. jangan dipaksa. Para santri bermain rebana dan berdzikir. kamu pasti celaka. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. Akan tetapi apabil tidak berkenan.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. lagi pula kehilangan ayah. 43 . serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. pahlawan pemersatu Indonesia itu. matimu pasti masuk neraka. Tapi kamu kok mau menjalani. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. kedua membelot kepada Raja. mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh. Apa lagi seperti kamu. kutukannya pasti makbul. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. pasti ia akan membela kepada ayahnya. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. tidak lama kemudian mati. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit. dan berubah menjadi buaya. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. Ajisaka diangkat menjadi raja. dan benci kepada Dewata Cengkar. itu saja sudah berat tanggunganmu. tercebur ke laut. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat. Pertama memusuhi ayah sendiri.

jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. karena tidak mau pindah agama Islam. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. Sunan Giri kemudian menyambung. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. :"Hamba diutus putra Paduka. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel.Mendengar hal itu Sunan Bonang. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. dalam batin merasa (sedikit. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. dan mempunyai perangai yang halus. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. jangan di tanah Jawa. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. hanya diantar dua sahabat. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . Perjalanannya terlunta-lunta. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. Sabdapalon. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu. Dari sumber lain.red. Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan.

Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. tetapi tidak tahu aturan. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. lamis semua. Kini putra Paduka ingat. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. serta ingat kepada kebaikanku. berani durhaka kepada ayah raja. bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata. Namun semua telah terjadi. Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh. dimasukkan dalam ubun-ubun. menurut kesenangan Paduka. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. diikat dipucuk rambut. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. Dulu-dulu aku beri hati. Kata-katanya hanya manis di bibir. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. Paduka inginkan beristirahat dimana. diminta dengan tulus. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. tetapi tidak tahu jalan. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. kecuali hanya ampunan Paduka.: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan. apalagi yang dimohon lagi."Sekarang aku akan ke Pulau Bali. Jika Paduka berkenan pulang. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja. disembah para bupati. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. di gunung mana Paduka ingin tinggal. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. Apabila sudah siap semua prajurit. dan punya belas kasih kepada orang 45 . tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. :"Aku sudah dengar kata-katamu. agar buta mataku ini. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. menyianyiakan orang tua tanpa dosa. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal." Sang Prabu Brawijaya bersabda. menjadi jimat yang dipegang erat.memerintah negeri. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. Karena semua telah terjadi. Itu pun jika Paduka berkenan. Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. menambahi cahaya nubuwat yang bening. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi. Kemudian ia berkata lembut. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada.

Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. si Patah menghadap kepadaku. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi. tidak tahu diri. :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku. pasti akan terjadi perang besar. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya.:"Mustahil jika demikian. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. lalu ingin menjadi raja. diminta dengan baik-baik. Pagi sore dibokongi sembahyang. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. Aku tidak malu. Aku ini raja binatara. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air. ketiga pemberi anugerah. kulit kisut punggung wungkuk. kemudian memanggil para raja. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. menepati sumpah sejati. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya.tua ini. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak. Aku sudah tua renta. maka ia mohon agar dibunuh saja." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. hatinya tersentuh juga. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. benar dan salahnya. Berat sabdanya. kupertimbangkan saranmu. Sahid! Alangkah sedih hatiku. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. Lain hari lupa." Sunan Kalijaga sangat prihatin. menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan. disuruh menunggu pintu belakang. memusuhi raja dan bapa. orang sudah tua-renta. baik dan buruknya. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. tidak memakai dua mata. aku kemudian ditangkap dikebiri. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading. Kupikirkan baik-baik. sudah kenyang menjadi raja. besok hamba yang tanggung. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka. :"Sahid! Duduklah dahulu. bersiaga mengangkat senjata. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja.:"Coba pikirkanlah. karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka. hanya menepati satu kebenaran." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan. Ia berkata dalam hati. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering.

Sang Wiku Manumanasa. kedua tahu makanan. Sakutrem dan Bambang Sakri. Toh hanya soal agama. Yang pertama pengetahuan badan. tiada Tuhan selain Allah. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. lullah. itu menyembah berhala namanya. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Sang Prabu dimohon Islam lahir batin. Kalau kalian mau. Tidak ada yangberubah 47 ." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata. artinya aku bersaksi. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara. rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. rasul naik ke surga. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. luluh menjadi lembut. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. tidak memuji Muhammad di Arab. karena apabila hanya lahir saja. Kewajiban manusia menghayati rasa. turuntemurun sampai sekarang. maka rambutnya bisa dipotong." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). dan mengucapkan asma Allah. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. Sunan Kalijaga lantas berkata. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah. ruh Muhamad Rasul. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. karena asyhadu alla. jika tidak mengetahui artinya syahadat. keluarnya rasa hidup. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon. Rasul adalah rasa kang nusuli. "Syahadat itu seperti apa. coba ucapkan biar aku dengarkan. Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir. aku koq belum tahu. Rasa termasuk lesan. rambutnya tidak mempan digunting. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. artinya Rasul rasa. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian.Paduka. Mulai dari leluhur Paduka dahulu. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Pedoman orang Islam itu syahadat. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. keluar dari badan yang terbuka. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. "asyhadu ala ilaha ilallah.

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

budi kemudian berganti baitullah. bisa untuk bekal hidup. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. Punuk artinya panakna. bisa hilang seketika. 51 . purwa benar dan salah. lahir batin. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. terjadi dari sabda kun. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. apabila beroleh buah pengetahuan banyak. baik dan buruk. raga iki isi hawa kekajengan. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. tidak ada manusia. tidak percaya kepada takdirGusti. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. di dunia hanya sekedar memakai raga. waktu Dewa menyambung umur. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. Jika pisah sukma dan budi. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. Disebut dalam Serat Anbiya. jadi tinggal kehendak hamba saja. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. kemudian bangun lagi. Pundak itu panduk. Paduka tetap kafir. Ula-ula. ingat hidup mati. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. ulatana. hidup langgeng yang tidak bisa mati. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. jika Paduka mencaci. itulah wujud hamba. matinya tersesat menjadi kuwuk. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. jika sudah pisah raga dan sukma. Jiling itu puji eling kepada Gusti. tetapi jika tekadnya melenceng. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. perahunya sudah hancur. keblat utara benar satu. menempel pada besi. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. terjadi dari sabda kun fayakun. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. Tengen artinya tengenen kang terang. ingatlah asal-usul manusia. Sungsum artinya sungsungen. Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam.dengan Gusti. kehendak Adam. jika saya ingin mewujud. Adam atau wujud bisa sama. tidak wenang mengukuhi mati. hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi. Demikian itu bunyi serat tadi. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. alam manusia itu sampungan. beruntungnya kaya daging. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. menjadi iblis menunggu tanah. Raga hamba itu sifat Dewa. yang lebih baik dari yang lama. nafas memuji kepada Gusti. Jika Paduka mencela. walikaning urip. dari manusia menjadi manusia. Tepak artinya tepa-tapa-nira. Kiwa artinya. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. Meskupun suksma manusia. cela mati Paduka. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. hidupnya ganti ruh baru. Timbangan artinya salang. Mata artinya lihatlah batin satu. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. menjadi rakyat Sang Raja. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. tidak membuat tidak memakai. maka manusia harus yang waspada. ganti tempat baru. laleren gegermu kang nggligir. Walikat. Labung. yang lurus kiblatmu. meskipun sukmanya hewan. jika beroleh buah kuldi banyak. kayu batu. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta.

hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. Apa cacadnya agama Buda. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. langgeng selamanya. yang membuat bumi dan langit. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. tetapi apabila baunya tidak wangi. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang." "Iya sudah. kentut sekali saja. suka ikut bangsa lain. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. Tiga-tiganya itu satu. Jawa tinggal Jawan. seperti yang sudah dikatakan." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. Naya artinya pandangan. keturunan Paduka akan celaka.Coba Paduka tunjuk. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa. karena air sumber baunya wangi. lihat bagaimana baunya. keluar apinya serta ada kawahnya. Hamba wirang kepada bumi langit. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. tetapi juga tidak berkumpul. Jika paduka tidak percaya. Jika air tadi bisa berbau wangi. hamba tidak ikut-ikutan. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba. Semua sudah jelas. Itu hamba yang membuat. apinya banyak yang keluar. hendak menjadi jawan. hawa. Jadi bicara hamba itu. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba. "Ikut agama lama. Puncaknya pun kemudian berlubang. sudah disaksikan Sahid. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. aku malu apabila ditertawakan bumi langit. sudah wangi. tidak terpisah. langgeng selamanya. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. meninggalkan agama Buda. Seperti anakanak. berisi air panas dan air tawar. Paduka dijerumuskan. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. tinggal asma meliputi badan. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. karena agama Islam itu sangat mulia. air kencing hamba." Sang Prabu bertanya. tanpa guna hamba asuh." "Bagaimana ini. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. Gunung-gunung hamba kentuti. yang bernama Manik Maya itu hamba. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. badan Sabdapalon. aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih. suka menurut ikut-ikutan. Sejati tunggal budi. Paduka wujud sifat suksma. artinya hilang. besarnya api di bawah tanah. yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. aku sudah terlanjur masuk agama Islam. malu mengasuh manusia tolol. yang disebut pedoman Jawa. Paduka bayangannya. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. Palon kayu pengancing kandang. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. tidak mati tidak hidup. Hidupnya meliputi dalam matinya. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. 52 . silahkan Paduka jalani sendiri. dan badan. "Tidak jauh tidak dekat. tidak muda tidak tua.

suka menyembah batu. Sang Prabu istirahat di sana. Sang Prabu bersumpah. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. "Kamu cela sudah tanpa guna. bulan depan bulan tidak kelihatan. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi. biji mati tidak tumbuh. anglela kalingan padang. karena paduka yang salah. yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. "Sejak jaman kuno. Sejak hari ini hujan sudah berkurang. berpengetahuan. Air sumber tadi untuk pertanda. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. sudah disaksikan oleh si Sahid. Besok apabila sudah bertaubat. Lama beliau tidak berkata. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. yang satu diisi air tawar. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam. Dewa kemudian memaafkan. ditolak oleh Dewa. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. jika bau harumnya hilang. tetapi kedua orang tersebut musnah. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. tetapi tidak berada di situ. hujan salah musim. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. pasti sengsara. Tabung setelah diisi air. besok. membuat bingung para petani. besok apabila ada orang Jawa tua. hanya menepati yang namanya Semar. Prabu Brawiaya kemudian pergi. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. Berkurang hasil bumi. tambah panas jarang hujan. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. artinya meliputi sekalian wujud. hanya untuk makanan burung. banyak manusia suka menipu. kembali ke agama Kawruh. (=tiba-tiba menghilang. jika bau wangi hilang. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. Coba Paduka saksikan. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. ingat kepada agama Buda lagi. hujan kembali seperti jaman Buda. bila laki-laki menurut perempuan. airnya dicium masih wangi. tidak berwewenang memulai kehendak. satunya diisi air sumber. sekarang hanya kamu kutanya. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. dan kembali mau makan buah pengetahuan. 53 . Esok harinya tabung itu dibuka. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. karena sudah terlanjur. Walaupun tumbuh kecil saja. padi seperti kerikil. Sabdapalon berkata sambil meludah.

melaporkan tingkah laku cucunya. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun. Putra raja Majapahit. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Menghadaplah ke Demak. karena hanya akan membuat kekacauan dunia. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi." Sang Prabu kemudian merangkul putranya." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat. tidak jelas ke mana larinya. Sang Prabu bertanya. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. tetapi berbusa harum.Pagi harinya air dicium masih wangi." Jangan menangis. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan. Bondhan Kejawan. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. jangan ada perang. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. karena kerap diminum di jalan. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. Prabalingga dan Bangerwarih. lalu dibuang. Tetapi tinggal sedikit. "Sahid. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. Esok paginya air itu dilihat lagi. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. mendekatlah kemari. perangnya akan kalah." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Sesampai di Demak. Sampai di Prabalingga. Sang 54 . mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. Nanti kuberi tanda tangan. maka kemudian pergi ke Majapahit. "Prabalingga di besuk namanya dua. tetapi kemudian sakit. Prabu Jimbun. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. Sang Prabu kemudian berkata. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. seperti yang sudah diceritakan di depan. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). "Hamba putra Paduka. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Sakitnya Sang Prabu semakin parah. Jangan ada perang berebut tahtaku. Merasa tidak enak pikirnya. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Air yang tawar masih enak. Sang Prabu beristirahat di sana. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Baik buruk jangan ditolak. disitu juga istirahat semalam.

Apabila masih kemilau cahaya rembulan. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. Nyai Ageng berkata. Karena akan menginjak Gustinya. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. "Sastra artinya tulisan. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. semua wasiatku tulislah. Jawa. "Sahid. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. wulan artinya cahaya dunia. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. dan Raksasa. membela ayah merebut tahta. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. kuberi izin. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. dalam berperang mendua hati. Bila ada untungnya. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. "Ya." Sang Prabu setelah bersabda demikian. setelah aku tidak ada. Maka wasiatku. Dan lagi pesanku. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. tangannya kemudian bersedekap. besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. Aku titip anak kecil ini. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. serta tidak dianggap laki-laki. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit. Cina. Seketurunannya asuhlah.Prabu kemudian berkata. "Celaka kamu Jimbun." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. tidak melihat wafatnya ayahanda. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. Sudah Sahid. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. Maka kutinggikan Putri Cempa. terus wafat. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. Dan lagi pesanku kepada kamu. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Bisa mencelakai hidup. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. sampai aku disia-siakan seperti ini. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu.

wajahnya merah seperti api. Tidak cocok lahir batin. agar jangan mengganggu di belakang hari. agar tidak memperpanjang rasa malu. tawon. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. Adapun kenyataannya. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. siapa yang mendengar pasti marah. Keduanya terhenyak. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. yaitu ganti agama. dan demit. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. Hutan angker banyak demitnya. seorang putra memusuhi ayahandanya. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. orang Majapahit geger karena ditenung demit. karena banyaknya tikus. remit. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak. Sesudah diberi. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. Apabila dipikirkan sangat memalukan. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon. tawon. dan demit. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). balas merusak. akhirnya menyengat dari belakang. tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. marah." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. Artinya Palembang itu mlembang. giginya gemeretuk. Semua itu untuk menutupi rahasia raja. rungsid. Demit itu juga TUKANG SANTET. Artinya. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. senjatanya berada di anus. menyamar hanya untuk 56 . keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan. Adapun jelasnya demikian. setelah dibuka berbunyi menggelegar. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan).meneteskan air mata berat. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. Demit artinya samar. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL.

karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. Waktu itu diberi pangkat. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa.. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa. Tidak berpikir benar dan salah.menghadap ketika hari raya grebeg. terdengar sampai ke negara mana-mana. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. Kombang artinya diam tapi suaranya riuh. penjelasan kitab manik Maya. Mereka dikejutkan. Maksudnya diam marah saja. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . senang minum darah. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. tetapi juga para wali lainnya. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. Tuma artinya tuman `terbiasa'.. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. Setelah negara pindah ke Demak. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. Orang Majapahit tidak siap senjata. babi hutan itu juga bernama andapan. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja. Prabu Brawijaya disindir. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja.. sampai Sang Prabu tidak habis pikir. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Sembilannya Adipati Demak. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya. dosanya lahir batin. tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya. ( . yakni raja kaya. ibumu putri Cina. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Mereka semua memberontak dengan licik. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. Asalnya Jawa. tidak berkenan melawan dengan perang. keadaan di Jawa juga berubah. Kebo artinya kerbau. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. sifatnya sia-sia. Artinya lihatlah tengkukmu. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur.

prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. kuda suka sambal. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi. banyak orang kelaparan dan buta. bejane sing eling. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. samangsa tanah jawa. Iblis mendhilis. Rawa dadi bera. 58 . ora duwe wirang marga kapeksa. nanging isih beja sing waspada. pasar ilang kumandhange. kendaraan roda dua mulai beredar. titikane nganggo kethu bengi. wong tuku ngglenik sing dodol. iblis muncul/jahat. kereta api. iblis menjelma manusia. Akeh barang lumebu luweng. bisnis dengan bisik-bisik. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. yaiku mretandhani tekane jaman. untungnya yang ingat. dihimpun oleh KRT Kertonegoro. barang publik disimpan pribadi. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. reklamasi pantai. ajejuluk sarwa agung edi. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. tak punya rasa malu karena terpaksa. akeh wong kaliren lan wuta. manusia sengsara. banyak manusia berwatak iblis/ serakah.CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. menungsa sara. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. sing dodol akal-akal. Yogyakarta. asesilih ratu bengi. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. yang menjual banyak akal].] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. orang membeli membujuk yang menjual. rakyat kerja keras bagai kuda. masih beruntung mereka yang sadar. tanah Jawa berkalungkan besi. 119. untungnya yang lupa. Tanah Jawa kalungan wesi. perahu berjalan diatas angkasa. sungai hilang lubuknya. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan. [Rawa menjadi kering tandus. kereta roda empat separo. wong bener thenger-thenger. jaran doyan sambel. orang benar melompong bengong. Iblis manjalma menungsa.. kababare jangka Jayabaya amrepeki. itu pertanda datangnya jaman. kereta roda papat setugel. pembangunan perumahan. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. [ Banyak barang masuk lubang. Mula den titenana. 117. bejane sing lali. kali gedhe ilang kedhunge. 118. 120. mengku ratu wis ora bapa. mulai korupsikolusi – nepotisme. pasar hilang gaungnya. pesawat terbang.

[Rumah2 tak beraturan arahnya. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. yen nitih ing wetenge turangga. yang berani menentang bakal malu. lamun menang tan angasorake liyan. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . patine marga kejepit sekiling daging. angundamana bala sabrang sing doyan asu. sinabda mati tan kena mimis. memakai peci hitam. titihane turangga asikil lima cacahe. kretekan bayu Priyangan. menaiknya di perut kuda]. ditakdirkan mati tak kena peluru. nanging apese mungsuh setan. tinengeran gambare raja-kaya. bergelar serba agung dan indah]. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam.[Maka harap diingat/dicermati. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. bila menang takkan merendahkan lawan. digdaya tanpa aji apa-apa. sang ratu bernyali kecil. tak tahu gelagat jaman. tuyul buruk. nanging cures ludhes merga lemes. terhentak sambil miring. sugih tan abebandhu. thuyul ambregudul. berjuluk raja malam. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. kelemahannya wanita cantik menggoda. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra. ratune atine cilik. sing wani bakal wirang. na’asnya lawan setan. tak kena guna-guna. 122. kaya tak berharta. bila menyerang tanpa pasukan. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. bertumpuk harta namun tak memilikinya. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. dentuman meriam. Pantes yen apeparab bupatining prang. jembatan angin Priyangan. [Pantas bernama komandan perang. mula ywa ngerti jangkane jaman. anak2 yang beringas melotot. disusuli swarane bendhe waja. abandha-abandhu nanging nora duwe. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. Interpretasi: Munculnya Sukarno. kendaraan kuda berkaki lima. sinendhal sinambi miring. bendera merah putih dan simbol garuda. yen nglurug tanpa bala. mudah tergoda wanita. 121. tan kena penggawe ala. dan Inggris 123. 124. adhepe pondok tan karuwan keblate. benderanya berwarna merah putih. ulese kaya pasuryane Baladewa. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. disusuli suara bende baja]. tandanya memakai peci malam. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. warnanya serupa wajah Baladewa. sakti tanpa azimat. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. Panglima Tertinggi dsb. matinya karena terjepit sekerat daging]. bocah cilik2 pating pendelik. bertanda gambar margasatwa. sisaning gurenda. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. namun binasa karena lemas.

tahun masehi nga nem nem. atetenger kartikapaksi. [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. tank. bisa krasa digdaya tanpa aji keling. sudahe wong becik. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. bertanda bintang garuda. warsa srani nga nem nem. ageme godhong pring anom. karena dapat menyebabkan keributan. 60 . Interpretasi: setelah jatuh. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. Tahun Jawa (1)393. yen kenal padha nyandhing. konglomerat cina). dimana orang kaya merasa takut. orang baik yang menderita]. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. mesthi dadi rame. pengikutnya memanggung once. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. ditarik kereta tanpa kuda. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. karena bertutup belanga lumuten. sumsume iwak lodan munggah ing daratan. senenge wong jahat. punya pasukan dan prajurit. bagai lebah raksasa. nama bisa bikin ramai. negarane ambane sakprawolon. pasti ramai. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. kinepung lumut seganten. suara menggemuruh. [Ada manusia mengaku jadi raja. amarga tutup kuwali lumuten. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. disertai angkatan udara. masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno. 27 Desember 1998:) 126. berpakaian daun bambu muda. wong bodho dadi priyayi.125. duwe bala lan prajurit. jaman wong sugih krasa wedi. tapi dikendalikan suara menggerung. Angkatan Darat. iku tandha praptane jaman. Interpretasi: Munculnya Suharto. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. sapto linuweng ing sumur jalatundha. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. gineret kreta tanpa turangga. negaranya lebar seperdelapan. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. (Buana Minggu. itulah pertanda datangnya jaman. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. naik mobil. bila kenal pada mendekat. tahun nasrani (1)966. para penjahat bersuka-ria. merasa sakti tanpa aji keling. seragam hijau. 129. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. orang bodoh menjadi pejabat. asmane bisa ngramekake. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. memakai topi baja. Yen sira nyebut asmane. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. membawa senjata. kang kebak isi baya. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. lambang kartika eka paksi. di kepung lumut samudera] Interpretasi. [jika menyebutkan namanya. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. pindha tawon gung. pandhereke padha nyangklong once. yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. yang penuh buaya.

pada kapikut katut. orang kecil terpencil] 61 . akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. Begal padha ndugal. [Harta menjadi bencana. wong cilik kepencil. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. pitik angrem sandhuwure pikulan. pangkat menjadi pemikat. pepatihe kepala judhi. buruh wani juragan.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. pengasuh memfitnah yang diasuh. tanpa kepala hanya badan]. sing kalah. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. sing aswara suwe-suwe bala. wong njamin jaluk dijamin. aslinya tak ketemu. pangkat dadi pikat. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. sama-sama terpikat dan menurut. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. kampak pada kepak-kepak. janji menehi pangkat drajad. badan mati pinggir kali. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. 3 Januari 1999): 131. (Buana Minggu. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. marga dadi korbane sing jahat sing jahil. ayam mengeram diatas pikulan] 133. juragan menjadi mapan. tanpa sirah amung gembung. ada dua versi berarti ada yang palsu. penjaga mencuri yang dijaga. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. rentetan peristiwa G30S/PKI. hamba berani pada tuannya. juragan dadi mapan. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. yang kalah. buruh berani pada juragannya. rampok makin berlagak. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. rumongso menang. wong pinter diinger-inger. angkara murka menjadi-jadi. mayat dipinggir kali. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. [Penodong makin kurang ajar. malah ngajak mlarat. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. wong njaga nyolong sing dijaga. sing ati suci padha dibenci. orang pintar diputar-putar. Bandha dadi memala. yang mengalah semua merasa salah. wong ngerti padha mangan ati. yang berhati suci dibenci. yang benar dikatakan salah. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. karena pandainya bicara. banyak orang tertipu ikut masuk jurang. wong momong mitenah sing diemong. disana-sini semakin bingung. sing menang padha sawenangwenang. sing jahat ndilat tur oleh drajad. kene sansaya bingung. patihnya kepala penjudi. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. sing ngalah kabeh rumongso salah. kawula bendara. pintere micara sing bener digawe ala. kenyataannya malah mengajak melarat. seiring dengan zaman.

sing weruh kebubuh. ikat kepala. yang tak tahu semakin dituduh. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. terjadi reformasi 1998. Akeh laknat akeh pengkhianat. Akeh mati tanpa slametan. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. guru saling berseteru. anak makan bapak. Dimana-mana wanita makin berani]. Banyak kematian tanpa disertai upacara. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. [Banyak yang terkutuk. muncul satengahe gunung kendheng. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. Angrasuk busana ireng. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139. sing ora weruh sansaya ketutuh. akeh randha meteng. Pendeta mengungsi karena takut mati. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. Akeh prawan tuwa. cari makan dengan permusuhan. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. hanya setahun Jawa merah] 62 . Ana wong tapa ageng. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. [Pendeta itu berdagang kayu. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. [Banyak hujan salah musim.134. Banyak perawan tuwa. baju. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. kasus penjarahan dan orang hilang. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. tetapi usianya tak panjang. Akeh udan salah mangsa. Namung sawarsa jawa bang. berpakaian serba hitam. wong jahat padha seneng mragat. 135. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. rumah maksiat disenangi. kana kene padha ngumbar angkara murka. Modin padha ngungsi marga wedi mati. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. yang mengetahui menanggung beban. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. dipatuhi oleh kaum laki-laki. Banyak yang menentang agama. Wanodya padha wani ing ngendi-endi. buruh dadi mungsuh. 137. Kamangnusane akeh sing ilang. saudara memusuhi saudara. Agama akeh sing nantang. Wanita angger wanita jebul kelangan laki. 138. Nanging umure tan panjang. anak mangan bapak. Banyak janda hamil. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. Akeh bayi tanpa bapa. benang tenun. banyak yang berkhianat. Rumah suci dihindari. sedulur ngarah sedherek. Banyak bayi tanpa ayah. guru padha satru. [Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng.

hilang kekuasaan dan wibawanya. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. longsor. Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142. Banjir bandhang ana ngendi-endi. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. Salah-salah anemahi pati. Ratu ora netepi janji. dari daerah Pati (gunung Kendheng). akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. [Banjir besar terjadi dimana-mana. ora edan ora komanan. 140. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong. 145. 17 Januari 1999: 143. kasus ini cuma berjalan singkat. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. mereka yang dusta malah berdendang ceria. Padha wedi nggiyarake piwulang adi. Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. kayu gelondongan ratusan truk. pakaian serba hitam. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda. jelas mana yang benar mana yang sejati. Wong dagang barang sansaya laris. Buana Minggu. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. karena terasa nikmat seperti roti bolu. penebangan hutan semena-mena. Sing edan padha bisa dandan. orang makan sesama orang. Wong dora padha ura-ura. yen wengi padha ora bisa turu. Sing waras padha nggagas. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya. Marga wedi kapiyak wadine. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. 144. dirasa enak kaya roti bolu.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. juga doyan kayu gelondong dan besi. Amenangi jaman edan. wong pada mangan wong. Pancen wolak waliking jaman. banyak rumah diatas kuda. Endi sing bener endi sing sejati. aktifitas gunungapi. Mereka yang sehat berpikir.] 141. tetapi besi tua satu truk. wong tani padha ditaleni. Beja bejane sing lali. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh. yaitu dijaman gila. [Raja/pemimpin mengingkari janji. petani lugu digencet. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan. sapa sira sing sayekti. yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. musna kuwasa lan prabawane. Para tapa padha ora wani. banjir. 63 . [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. akeh omah ndhuwur kudha. isih beja sing eling lan waspada.

manusia lupa asalnya]. sedulur padha cidra. sarjana ahli. sing pinter duraka dadi kanca. yang tak sanggup mencuri justru dibenci. hal baik dibenci]. orang bersalah semakin bersuka-ria. teman menjadi musuh. 146. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. barang suci dibenci. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. akeh bandha musna tan karuwan larine. 31 Januari 1999. takmenjalankan hukum Tuhan. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil. akeh anak nundhung biyung. Akeh manungsa ngutamakake royal. 148. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung. barang jahat diangkat-angkat. [Banyak manusia mengutamakan royal. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. lupa perikemanusiaannya. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil.bungah. tanah sejengkal saja dikenai pajak. lali kamanungsane. yang pandai durhaka menjadi teman. banyak orang melanggar sumpah sendiri. tan nindakake ukuming Allah. Ukuman ratu ora adil. hal jahat disanjung. wong wadon nganggo panganggo lanang. banyak ayah melupakan anaknya. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. banyakanak mengusir ibunya. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. manusia senang menipu. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. Buana Minggu. manungsa lali asale. Interpretasi: Tanah menciut. ada pajak tanah dan bangunan. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. akeh bapa lali anak. keluarga saling curiga. 64 . 150. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. [Tanah makin lama makin menyempit. sak kilan bumi dipajeki. luwih utama ngapusi. lupa kebaikan. kanca dai mungsuh. 149. manungsa padha seneng ngalap. lali kabecikan. perempuan mengenakan pakaian laki-laki.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. lali sanak lali kadang. lupa sanak saudara. wong bener sangsaya thenger-thenger. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. sing ora bisa maling digething. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. nasibnya tidak terpikirkan 147. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. wong salah sangsaya bungah. Akeh janji ora ditepati. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. [Banyak janji tidak ditepati. orang jujur semakin termangumangu. sawah berubah menjadi bangunan. sesama saudara saling berbohong. kulawarga padha curiga.

Wanita nglamar priya. mengandalkan kedurhakaan. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. mengaku suci. bojo ijol-ijolan jare jempolan. orang salah dianggap benar. [Wanita melamar pria. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. perawan sembilan lima] 154. wong mulya dikunjara.[Hukum raja tidak adil. Wong wadon nunggang jaran. yang pria merendahkan derajatnya sendiri. isih bayi padha mbayi. banyak pembujuk dan penipu] 155. janda sembilan sakit. njaba putih njerone dadhu. wong ala pinuja puja. randha sanga lara. orang jahat dipuja. banyak orang mengaku-aku. [Perempuan naik kuda. yang jujur celaka. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul. wong lanang ilang kaprawiirane. yang baik malah dikucilkan. Akeh wong adol ngelmu.] 153. wong agung kesinggung. wong jahat munggah pangkat. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. banyak ibu menjual anak. laku sedheng jare gagah. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. tindak jahat makin sempurna. wanita ilang kawanitane. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. wong dagang kepalanggrang. banyak yang tertipu. akeh barang-barang haram. Sing curang garang. akeh biyung adol anak. yang berdagang tak dapat uang. wong lanang nunggang pelangi. akeh wong ngaku-aku. wegah makarya kepengin urip kaya raja. wong apik ditampik. sing jujur kojur. wanita padha ora setya. 152. kesucian palsu. semua perilaku bertolak belakang. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. banyak barang haram] 65 . Akeh jago tanpa bojo. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. akeh wanita adol awak. prawan sanga lima. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. wong judi ndadi. pengkhianat hidup senang. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. masih ingusan sudah beranak. banyak wanita tidak setia. [Yang curang garang. akeh bujuk akeh lajuk. wong salah dianggep bener. diluar putih dalamnya abuabu. nggedheake duraka. orang benar dipenjara. melampiaskan keangkaramurkaan.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. orang berkuasa berlaku hina. lelaki naik pelangi. ngaku suci sucine palsu. [Banyak orang menjual ilmu. wanita hilang sikap kewanitaannya. banyak wanita menjual badan. menjanjikan.] 156. [Banyak lelaki tanpa isteri. penjudi menjadi-jadi.

bermulalah. akan ada Dewa menjelma manusia. 66 . mloya. nanging sing ngawur padha makmur. yang tak sadar lihat-lihat. terjadinya perubahan jaman. seiring dengan yang pergi. wong utang mbayar. Hutang nyawa membayar nyawa. melu Jawa sing padha eling.larut. sing gedhe rame tanpa gawe. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca. sing tan eling miling-miling. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. pagi sekali hilangnya. sing wedi padha mati. eling aywa mulih padha manjing. lawase pitung bengi.. datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ]. mereka yang berhemat tak kebagian. yang sadar lalu ikut Jawa. Jinejer wolak waliking jaman. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. sing anggak kelenggak. akeh wong ijir akeh centil. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. selama tujuh malam. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. yang takut padha mati. tetapi yang ngawur menjadi makmur. reformasi terjadi tahun 1998. prihatine manungsa kalantur lantur. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. memanjang di tenggara. dawa ngalu-alu tumanja. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun. sing cilik keceklik. marga tinggal padha digething. arupa pagupon dara tundha tiga. yang bergerak cepat berlebihan. yang berhati-hati mengeluh setengah mati].157. 159. Wong golek pangan pindha gabah den interi. jika tidak pulang semua tetap tinggal. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. sing kebat kliwat. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon. berparas bagaikan Bathara Kresna. hutang malu membayar malu]. kaya manungsa sing angleleda. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. yang hutang harus membayar. diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. 161. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. yang kebagian tidak berhemat]. utang wirang nyaur wirang. yang terlambat terpeleset. 160. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. keprihatinan manusia berlarut. ketika Bathara Surya muncul. wetane Bengawan Banyu. Banyak orang bermalasan dan pelit. 7 Februari 1999: 158. karena semua dibenci. Ingat. wong nyilih mbalekake. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha. Buana Minggu. utang nyawa nyaur nyawa. berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding.mlayu kaya maling kena tuding. ana kidul wetan bener. sing kasep kepleset. yang kecil tergencet. yang banyak bicara tanpa kerja. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. yang sombong terdesak.

bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca. seperti demam berdarah. berwatak jinak-jinak merpati. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam. dan Hindu-Buddha. (senapati ing ngalogo). kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. menguasai semua ilmu. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. meskipun seragamnya tak memadai. di sebelah barat didominasi oleh Islam. Sing mandhegani putrane batara Indra. [Bergelar panglima perang. daerah pangkalan militer angkatan udara. ya Harumurti. perange tanpa bala. dedemit?) 163. dekat sungai besar. Interpretasi: Trisula Weda. hiya Harumurti. sekti mandraguna tanpa aji-aji. 67 .jinak merpati.jejeg. Kristen-Katolik. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?). [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. Tan kasat mata tan arupa. dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. padha asesanti Trisula Wedha. yang berbaris mematuhi perintah. ngerehake jin setan. diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong]. tidak tampak dan tak berwujud. kang jumeneng gunung lawu. segenap makhluk halus tunduk. menaklukan jin setan. Putra kinasih swargi. seperti halnya manusia berjinak. hiya Kresna. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik. landhepe priniji suci.jujur. nugel tanah Jawa kaping pindho. Buana Minggu. Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah. di timurnya sungai besar. Kyai Batara Mukti. Padha baris padha rebut bebener garis. Bala prewangan makhluk halus. momongane padha dadi nayaka. bersatu padu membantu manusia Jawa.[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang. 14 Februari 1999: 162. bener. [Banyak orang mati hanya digigit nyamuk.jujur. Akeh wong sing dicokot semut sirna. ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian.Lawu. Akeh wong sing dicokot lemut mati. agegaman Trisula Wedha. akeh swara aneh tanpa rupa. ya Kresna. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa. banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang. berpedoman Trisula Wedha. Indonesia (Nusantara) ini unik. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit. Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. benar. Kumara-prewangan. berupa rumah merpati tiga tingkat. dua kali memotong tanah Jawa.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G.lurus. Banyak suara tanpa rupa. rumah tiga tingkat. tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. Banyak orang tewas hanya digigit semut. mumpuni skabehing laku. itulah pasukan bantuan makhluk halus. Apeparap pangeraning prang. maknanya kitab bermata tiga (trisula). cina teringat akan para syeh. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. hiya kyai Bathara Mukti.

pemberian sejuta Gatutkaca]. melainkan orang yang terpilih saja. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. ngawuningani jantraning jaman. takkan bingung sampai akhir zaman]. tan kewran sasuruping jaman. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. Tidak tua. cicitnya.sementara di tengah (p. garis sabda ora gantalan dina. pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. mengerti putaran zaman. yang jahat pasti mati. sabdane malati. [Setiap bulan Sura disaksikan. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa.Bali) merupakan Hindu-Buddha. sudah tak berayah-beribu. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. wus tan bapa tan bibi. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. Daya pikirnya sangat tajam. 165. jawa ngerti garise siji-sijining umat.spiritual di Nusantara. kemampuan spiritual. isih timur keceluk wong tuwa. paringane gathutkaca sayuta. canggahira. Mula den upadinen sinatriya iku. bisa nyumurupi lahire mbahira. wasis wegig waskitha. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. 21 Februari 1999: 167. Pendhak sura nguntapa.] Interpretasi: Idu geni. Pada dasarnya. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin. sing mbregendul mesthi mati. 166. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. sabdane malati. Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama . yang ditengah pantang merugikan sesama. yatim piatu. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. kumara kang wus katon nebus dosane. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. pindha lahir bareng sedina. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. wong ora ndayani. cucunya. 68 . [Ludahnya bagaikan api. [Arif seperti dewa. ucapannya keramat. hanya mengandalkan trisula. memahami leluhurnya. bisa pirsa mbah-mbahira. gegawe pepati utawa utang nyawa. mung angendelake trisula. kaadhepake ngarsane sang kuwasa. dihadapkan kepada Yang Berkuasa. bagaikan lahir bersamaan sehari. nyuwun apa wae mesthi sembada. nanging mung pilih pilih sapa. pembawa maut atau hutang nyawa. ngerti sadurunge winarah. beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. muda seperti bayi saja. buyutira. lola wus aputus wedha Jawa. suatu ketajaman mata batin. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. memahami nasibnya umat. tidak mampu bertindak. 168. Buana Minggu. Ora tuwa enom padha dene bayi. untuk membaca reinkarnasi seseorang. Waskitha pinda dewa. [Maka carilah ksatria itu. tahu sebelum terjadi. memiliki karakter menepati janji. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. Idune idu geni. menguasai wedha Jawa. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa.

hiya siji iki kang bisa paring pituduh. marga adiling pangeran wus teka. bukan dewa disebut dewa. bukan pendeta disebut pendeta. aja kongsi jaman kendhang. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. ngango simbul ratu tanpa makutha. Nglurug tanpa bala. Aja gumun aja ngungun. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. yen menang tan ngasorake liyan. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. demi keberuntungan anak cucu]. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk.169. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. iku hiya paringaning dewa. tentang arti ramalanku. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. gawang-gawang terang ndrandhang. ketahuilah bahwa itu cobaan. senang menggoda meminta secara nista. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. marga bisa manjing jroning ati. larinen pandhita asenjata trisula wedha. dudu pandhita sinebut pandhita. 28 Februari 1999: 171. kaya manungsa kinen anggep manungsa. ateges jantrane kaemong sira sabrayat. ratune nyembah kawula. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. 170. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi]. malati bisa kesiku. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. ing jaman Kalabendu Jawa. [Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. aja-aja kleru pandhita samudana. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara. Jangan iri. para kawula padha sukasuka. ana manungsa kaiden ketemu. dewa apengawak manungsa. [Jangan heran jangan bingung. beja bejane anak putu. dudu dewa sinebut dewa. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. angagem Trisula 69 . uga ana janma sing durung mangsane. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik. tan kena den apusi. hingga menjadi terang benderang]. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. bagai manusia tak dianggap manusia. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. 173. Ing ngarsa begawan. ana begja begjane sing den pundhuti. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. hiya iku putrane Bathara Indra. 172. [Di depan begawan. mula sing menangi enggala den leluri. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. Sirik den wenehi ati. ngertiya yen iku coba aja kaina. Menghadaplah dengan hormat. Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. jangan sampai jaman berlalu. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. Buana Minggu. itulah putera Bathara Indra. madhepe den marikelu. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. Janganlah keliru pendeta palsu. marang jarwane jangka kalaningsun.

Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. HABIS.Wedha. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. nora ana wong nggresula kurang. [Perang tanpa pasukan. yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. dia itu asuhan kaki Sabdopalon. andayani indering jagad raya padha asung bekti. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. yang pernah dipermalukan. namun semua telah jadi jelas dan terang. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan). jika menang tak merendahkan lawan. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang. Semua pendeta juga menghormatinya. para pandhita hiya padha muja. 70 . sing wis adu wirang. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. memakai Trisula Wedha.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->