Buku Jongko Jayabaya

Dikumpulkan oleh: Dalang Sapanyana, Yogyakarta 2010

DAFTAR ISI : 1. 2. 3. 4.
Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya Menelisik Misteri Sabdo Palon Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) Cuplikan JONGKO JAYABAYA

Hal. 2 10 20 58

1

Ramalan Jayabaya Dan Sejarahnya
Sumber: www.warungbebas.com Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Namun studi akademis yang dilakukan oleh banyak sarjana, akhirnya menemukan bahwa Ramalan Jayabaya ini bukanlah karya raja Jayabaya. Asal-usul Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (16131645 M). Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong. Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn. Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M). Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama 2

Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi. Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan. Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu. Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa. sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I. bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta. Di kelak kemudian hari (ditinjau. lalu di ganti oleh penguasa baru yakni. karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung). Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3. Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Analisa Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar. ialah Sultan di Demak. Raden Patah. yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Patani dan Sriwijaya. yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura. lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya. yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup. pada hari Kemis Legi.10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M. Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha. yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M. yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar. Bisa kita maklumi. diganti oleh Ratu seluruh jajatah. Setelah Kerajaan ini jatuh pula. Oleh Pujangga. Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain.Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III). yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 3 . Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram.

sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu membuat karangan berjudul "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negaranegara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad. Jangka Jayabaya ini merupakan karya Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi. cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.Kuda suka makan sambal. Semua itu telah berasal dari satu sumber benih.. yakni Kitab Musarar.Ng. raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal. jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini. terutama pujangga terkenal R. Tanah Jawa kalungan wesi --. 11.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 4 . 4. Kali ilang kedhunge --. Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. Dengan demikian. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --. 9. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --. 2. 8. akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini. Setelah mendapat pathokan/data baru. 7.1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. 6. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru.Pulau Jawa berkalung besi. Jaran doyan mangan sambel --.Perahu berjalan di angkasa. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --. plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh.Sejengkal tanah dikenai pajak. 5. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru.Pasar kehilangan suara. sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. Sekilan bumi dipajeki --. Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu. yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. Jika kita teliti secara kronologi. 3. 10. Lalu dari hasil. Pasar ilang kumandhang --. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--.Orang perempuan berpakaian lelaki.Bumi semakin lama semakin mengerut. ISI RAMALAN 1. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian.Sungai kehilangan mata airdan kedhung (karena pendangkalan). Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan. Bumi saya suwe saya mengkeret --. penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.

perempuan hilang malu. 20. Lali kabecikan--. Akeh wong lanang ora duwe bojo--. Ukuman Ratu ora adil --. Wong ala kapuja--.Orang (yang) mulia dilecehkan. 17.Hukuman Raja tidak adil. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. 16.Banyak orang tukar istri/suami. Prawan seaga lima--. Wong apik ditampik-tampik--.Inginnya hidup mewah. Wong apik-apik padha kapencil --.Lupa hikmah kebaikan.Keluarga saling curiga. Akeh janji ora ditetepi --.Yang suci (justru) dibenci. 38.Melepas nafsu angkara murka. Wegah nyambut gawe --.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).Laki-laki hilang perwira/kejantanan. 33. 29.Banyak pejabat jahat dan ganjil. 42. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--.Duda pincang laku sembilan uang.Orang (yang) jahat dipuji-puji. 41.Orang (yang) benar termangu-mangu.Lupa jati kemanusiaan. Wong jahat munggah pangkat--.Banyak perempuan menjual diri. 43. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--. Wong salah bungah --. 32. 31. 26. 35.: seuang = 8.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. 53.Orang-orang saling lempar kesalahan.Banyak perempuan ingkar pada suami.Dua janda harga seuang (Red. 18.Banyak ibu menjual anak. 47.5 sen). Luwih utama ngapusi --.Banyak anak berani melawan ibu. Wong wadon nunggang jaran--.Banyak orang hanya mementingkan uang.Orang (yang) salah gembira ria.Menantang ayah. Randha seuang loro--. Lali kamanungsan--. Manungsa padha seneng nyalah--. 51.Kawan menjadi lawan. 25. Akeh wong ijol bebojo--.Lima perawan lima picis. 45. 50. 13. 30.Banyak laki-laki tak mau beristri. memupuk durhaka. 22.Orang yang baik justru tersisih. Akeh anak wani nglawan ibu--. 44. 34. Lali sanak lali kadang--. 24. Akeh bapa lali anak--. 15.Lebih mengutamakan menipu.Banyak orang lupa asal-usul. Dhudha pincang laku sembilan uang--.Perempuan menunggang kuda. Barang suci dibenci--. 54.Lupa sanak lupa saudara. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--. 46. Kanca dadi mungsuh --. Akeh kelakuan sing ganjil --.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri. Wong lanang ilang kaprawirane--. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--.Saudara dan saudara saling khianat. 37.Banyak orang kerja halal justru merasa malu. 49. Wong wadon ilang kawirangane--. 28.Sedulur padha cidra--. 14.Banyak ayah lupa anak. Wong agung kasinggung--. Wong bener thenger-thenger --. Nantang bapa--.Yang jahat dijunjung-junjung. 23.Banyak ulah-tabiat ganjil.Banyak janji tidak ditepati. Barang jahat diangkat-angkat--. Akeh manungsa lali asale --. Kulawarga padha curiga--. 19. Wong lanang linggih plangki--. 27. Akeh ibu padha ngedol anake--. 52. 40. Akeh wong wadon ngedol awake--. 48. 5 . 36. Ngumbar nafsu angkara murka. Kepingin urip mewah --.12.Malas untuk bekerja. nggedhekake duraka --.Orang (yang) jahat naik pangkat. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --. 39.Laki-laki naik tandu. 21.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--. Omah ala saya dipuja--. 60.Perikemanusiaan semakin hilang. 100. Akeh randha nglairake anak--. Sing curang garang--. Akeh barang haram---Banyak barang haram. Njabane putih njerone dhadhu--. 76.55. Wong jahat saya seneng--.Di luar putih di dalam jingga. 75.Banyak janda melahirkan bayi. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. celaka. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 68. 69.Yang curang berkuasa. 63. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. nanging sucine palsu--. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. 89. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.Banyak kutukan. kidul lan lor---Datang dari timur. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. Akeh prawan tuwa--. Ngakune suci. 67.Banyak anak lahir mencari bapaknya.Mengaku suci. 64. Akeh wong ngedol ngelmu--. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara. 70. 83. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. 77. 84. Akeh pengkianat--. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.Ketika itu burung gagak dibilang bangau.Orang jahat naik pangkat.Orang yang mulia dipenjara. selatan. 90.Orang yang lugu dibelenggu. Guru disatru---Guru dimusuhi. Akeh anak haram---Banyak anak haram.Agama banyak ditentang. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. Wong lugu kebelenggu--.Rumah maksiat makin dipuja. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. 82. 79. Akeh udan salah mangsa--. 74.Rumah suci dijauhi. Akeh wong ngaku-aku--. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. 97.Sedang yang jahat makin bahagia. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. 59. 72. 71.Yang jujur sengsara.Banyak orang berdagang ilmu. Sing jujur kojur--.Durjana semakin sempurna. 99. Akeh bujuk akeh lojo--.Pedagang banyak yang tenggelam. 101. 6 .Angkara murka semakin menjadi-jadi. 56. Akeh laknat--. 91.Banyak tipu banyak muslihat. Pedagang akeh sing keplarang--. Wong mulya dikunjara--.Banyak pengkhianat. 96. 57. 92. Prikamanungsan saya ilang--. 66. 73. 80. Teka saka wetan. kulon. 78. tapi palsu belaka.Banyak orang baik makin sengsara. 95. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.Perempuan lacur dimana-mana. 62. 65. 86. dan utara. Wong jahat munggah pangkat--. 88. Durjana saya sempurna--. 94. Akeh wong becik saya sengsara--. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. 98. 85. barat. 61.Banyak perawan tua. 58. Omah suci dibenci--. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. 81. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. 87. Agama akeh sing nantang--. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. Kana-kene saya angkara murka --.Banyak orang mengaku diri. 93.Banyak hujan salah musim.

114. 134. 133. 132. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih. 128. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. 131. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. 130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. 120. 122. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 118. 113. 110. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 135. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. 142. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. 104. 117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. 124. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 139. 116. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. 109. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 141. 108. 7 . 129. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. 125. 111. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 107. 143. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. 106. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. 140. 137. 105. 123. 126. 136. 115. 127. Sing wedi mati---Yang takut mati. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. 103. 112. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. musna panguwasane---Raja ingkar janji. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. hilang wibawanya. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. Ratu ora netepi janji. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 121. 119. 138. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.102. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.

Pencuri duduk berperut gendut. 180. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. Bejane sing lali. 165. 148. 178. 157. 183. 153. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. 173. 182. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 185. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 156. 147. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 169. 151. 159. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 172. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 158. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. 149. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. 170. 146. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. banyak anak haram. 160. 154.144. 152. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. Agama ditantang---Agama ditantang. 164.Yang sewenang-wenang merasa menang. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. Akeh wong edan. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. 184. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. 181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. 179. 150. 171. 177. 162. 186. 161. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. akeh bocah haram---Banyak barang haram. 166. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. 176. 168. Akeh barang-barang haram. 167. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. 8 . 175. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 145. Maling lungguh wetenge mblenduk --. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit. 174. 163. jahat dan hilang akal budi. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 155. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. beruntunglah si sadar.

207.Belanda-Cina tinggal sepasang. 189. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. 190. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. Akeh wong ijir. 188. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. 197. 194. Buruh mangluh---Buruh menangis. 192. 213. 199. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. 200. 215. 198. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. 204. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 206. 210. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. 205. 208. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga. 203. 195. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. 202.187. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. 193. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 196. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. 191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. 9 . Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. Landa-Cina kari sejodho --. 214. banyak orang bakhil. 212. 211. 209. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. 201. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.

bener. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. berganti zaman penuh kemuliaan. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. para pendeta juga pada memuja. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. 173. lurus. memotong tanah Jawa kedua kali. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. yen menang tan ngasorake liyan.ngerahake jin setan. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). mumpuni sakabehing laku. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong). rakyat bersuka ria. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. sing wis adu wirang nanging kondhang. jejeg. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V (memerintah tahun 1453 – 1478) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja. bersenjatakan trisula wedha. tajamnya tritunggal nan suci. nora ana wong ngresula kurang.MENELISIK MISTERI SABDO PALON Meditasi http://meditasiku. benar. hiya iku tandane kalabendu wis minger. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. nglurug tanpa bala. bila menang tak menghina yang lain. para kawula padha sukasuka. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur.com/ JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA BEDAH TELISIK SPIRITUAL WASIAT NENEK MOYANG Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. (menyerang tanpa pasukan. andayani indering jagad raya. landhepe triniji suci. kumara prewangan. para pandhita hiya padha muja. jujur.blogspot. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. jujur. (…. namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut. nugel tanah Jawa kaping pindho. memperkokoh tatanan jagad raya. padha asung bhekti. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi). Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. segalanya tampak terang benderang. Jika 10 . angagem trisula wedha. marga adiling pangeran wus teka. ratune nyembah kawula. mengerahkan jin dan setan. raja menyembah rakyat. tak ada yang mengeluh kekurangan. genaha kacetha kanthi njingglang. …. itulah asuhannya Sabdopalon. yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb: 164. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. centi wektu jejering kalamukti.

tanpa guna kula êmong. rêmên manut nunut-nunut. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. punika kula. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. malu mengasuh orang tolol. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. Tentu ini tidak kita kehendaki. …. nanging ora manggon ing kono. …”). anglela kalingan padhang. karsa dados jawan. membuatnya samar. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok.” (“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. irib-iriban. botên rêmên momong paduka. jawabnya tidak pergi. itulah asuhannya Sabdopalon. sing wis adu wirang nanging kondhang. nglimputi salire wujud. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). nama Manik Maya. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan 11 . Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. …”) Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi danlangit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. wirang momong tiyang cabluk.. maka mereka berpisah.belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. yang disebut dalam ajaran Jawa. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya).”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. kula wirang dhatêng bumi langit. … Manawi paduka botên pitados.. nama Manik Maya (Semar) itusaya. ature ora lunga. hanya menetapkan namanya Semar. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnyayang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “ManikMaya” atau “Semar”. …. akan tetapi tidak bertempat di situ. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. tidak senang mengasuh paduka. tidak ada gunanya saya asuh. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. “Sabdapalon matur yen arêp misah. yang meliputi segala wujud. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini: Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. saya malu kepada bumi dan langit. … Kalau paduka tidakpercaya. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. kula badhe padosmomongan ingkang mripat satunggal. yang sudah menanggung malu tetapitermasyhur. mung nêtêpi jênênge Sêmar. begitu ditanya perginya kemana. barêng didangu lungane mênyang ngêndi.…” (“…. kearab-araban. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan balatentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. hanya ikutikutan.

dumugi saprikiumur-kula sampun 2. turun temurun sampai sekarang. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. Sakutrêm lan Bambang Sakri. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “….. Saat ini di tahun 2007. Genggong: langgêng botên ewah. Sang Wiku Manumanasa.. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. dados momongan kula. Palon adalah kayu pengancing kandang. mencolo putri”. Naya artinya pandangan. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2..000 langkung 3 taun. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus.. ….” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini RatuDhang Hyang yang menjaga tanah Jawa.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. …. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. Palon: pikukuh kandhang. salah berpikir atau salah 12 . Siapa yang bertahta. botên wontêningkang ewah agamanipun. tidak ada yang berubah agamanya. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa.532 tahun. ….” (“…. hamba mengasuhketurunan raja-raja Jawa. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. Dados wicantênkula punika. langgêng salaminipun. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untukmenjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. langgeng selamanya. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. kula momong pikukuh lajêr Jawi. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. menjadi asuhan hamba... Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. selalu bersyukur dan elingserta berjalan pada jalan kebaikan.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa.. momong lajêr Jawi. Sebelum manusia mengenal agama. Sakutremdan Bambang Sakri. Dari apa yang telah disinggung di atas. Genggong artinya langgeng tidak berubah. …. Sang Wiku Manumanasa. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. Mulai dari leluhur paduka dahulu. …. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata.”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. Naya têgêsipun ulat. …. dan jagad raya pada umumnya. Sintên ingkang jumênêng Nata.bertaqwa kepada Tuhan. run-tumurun ngantosdumugi sapriki.. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata.

keturunan Paduka akan celaka.. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). rêmên nunut bangsa sanes. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. “aki”.. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. Juga dikatakan bahwa adasaat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Ki Bodronoyo.” (“…. ataupun “eyang”) yang memegang teguhkawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibatakibatnya dalam waktu berjalan.berpegang pada kawruh Jawa. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. Paduka perlu faham. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). manawi sampun santun agami Islam. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “…. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput.. Jawinipun ical. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara 13 . suka ikut-ikutan bangsa lain. iya iku sing diêmong Sabdapalon.” (“…. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya. agêgaman kawruh. Sang Hyang Ismoyo. meninggalkan agama Budha. Jawi kantun jawan. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”.dalam perbuatan. nanging wong loro mau banjur musna. nilar agami Buddha. Sang Prabu diminta memahami.. jika sudah berganti agama Islam. turun paduka tamtu apês. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurungewinarah). Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. Paduka yêktos.” “…. dan lain-lain. Jawi-nya hilang. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti.

Wangsul maring sunya ruri. Kang jurneneng Tanah Jawi.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Yekti kula rusak sami.Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang.) 2. Kula damel pratandha. Sun sajekken putu kula. “Yen kawula boten arsi. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Mung kula maturpetungna.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijayaberpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Wit ing dinten punika. Ing benjang sakpungkur mami. Klawan Paduka sang Nata. (Bila ada yang tidak mau memakai. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). Kula gantos kang agami. Sadaya gilir gumanti. Dereng lega kang ati. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. namun orang dua itu kemudian raib. Pratandha tembayan mami.) 4. Merapi janji mami. Ngganda banger ingkang warih. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Wus nyebar agama budi. Yen durung lebur atempur. Karsanireng Jawata. Ratuning Dang Hyang Jawi. Sudah digaris kita harus berpisah. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. saya sebar seluruh tanah Jawa. Jangkep gangsal atus tahun. Yen wus prapta kang wanci.Gama Buda kula sebar tanah Jawa. Baunya tidak sedap. Berkasakan rupi-rupi. Momong marang anak putu. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Meditasi Sang Prabu. Sinten tan purun nganggeya.) 3.Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. akan saya hancurkan. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Wit kula puniki yekti. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Sabda Palon matur sugal. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya.Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Ngidul ngilen purugira. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Itulah pertanda 14 . maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 1. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. Anggereng jagad satuhu. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. Boten kenging kalamunta kaowahan. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Nggih punika medal kula. Ngrasuka agama Islam. Sagung kang para Nata. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini.

Ginawe kang paring gesang. Baunya tidak sedap. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewa-dewa). Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. Jerone ngelebne jalmi. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Kinarya amertandhani. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Kaline banjir bandhang. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Kemudian. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. Kelak Merapi akan bergelegar.kalau saya datang.Lamanya pergi selama 500 tahun. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. Bebaya ingkang tumeka. Sanget-sangeting sangsara. Warata sa Tanah Jawi. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang.) Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Wonten ing sakwasanipun. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Sang Hyang Ismoyo. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran Nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Upami nyabrang kali.) 6. Tidak dapat bila diubah lagi. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu. Sedaya pra Jawata. bulan dan tahun dijumlahkan (13 Me1 2006). 15 . Sinengkalan tahunira. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Wit ing donya puniki. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Tan kenging dipun singgahi. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Jagad iki yekti ana kang akarya. Saat kejadian malam itu lahar Merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Allah SWT. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. Prapteng tengah. Apabila angka tanggal. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”. kembali sebagai wujud dewa.tengahipun. Kang tuwuh ing tanah Jawi.) 5.

Sadha Siwa. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan.Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”). Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. dan Parama Siwa. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Dari penelusuran secara spiritual. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha.” Dengan kemampuan supranatural dan matabathinnya. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Sebelum pergi ke Pulau Bali. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau: Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual. penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat 16 . maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Beliau mendapat wahyu di Purancak. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. ditandai dengan berbagai bencanaalam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). yaitu Pulau Bali. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. Di dalam kawruh Jawa. nama sebuah gunung di Jawa Timur. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara.

3. satus reka saliunnya. banyaknya seratus. Ulu watu. kasor ento utamannya. Tuwi ada ucaping haji. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa. Pangajengan. baan suputra satunggal. Tengkulak. (bait 8) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. bacin tuara bakat ingsak. Dalem Gandamayu. Amertasari. guru reka. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. Masceti. tong ada ngupet manemah. Pucak Tedung. patut 17 . mamedasin ane patut. ring sang ngangun yadnya pisan. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. utama orang yang membangun telaga. ring ida dane samian. tingkahe menadi pyanak. kasor buin yadnyane satus. (bait 6) Ayahnda memberitahumu anakku. Bukcabe. Bapa mituduhin cening. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. tingkahe mangelah mata. patut tingkahe buatang. tak ada yang akan mencaci maki. Bukit Payung. orang yang disebut guru. Tugu. Gowa Lawah. Rambut siwi. Pulaki. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. Air Jeruk. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. sang sampun kaucap garwa. sebab kaki tak akan tersandung. Peti Tenget. Bukit Gong. 4. batise twara katanjung. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. ajak dadwa nah gawenang. kidung atau kekawin. da jua ulah malihat.Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). Pakendungan. gunannya anggon malihat. lebih baik hati-hati dalam berjalan. melah alepe majalan. dan lain-lain. guru reka. tak akan ternoda keturunannya. kepada semua orang. dan tidak akan menginjak kotoran. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. (bait 5) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. tiga banyaknya yang disebut guru. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Melah pelapanin mamunyi. guru prabhu. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. telu ne maadan garwa. guru tapak tui timpalnya. kalah oleh anak baik seorang. utama ngwangun tlaga. Uli jani jwa kardinin. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. (bait 10) Mulai sekarang lakukan. Sakenan. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun.Suranadi (Lombok). korban suci yang seratus ini. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. kalah keutamaannya itu. jangan durhakapada leluhur. eda bani ring kawitan. Ponjok Batu. Melanting. 2. guru prabhu. lakukanlah berdua. wangsane tong kaletehan. tata cara menjadi anak.

(bait 13) -.Pilihlah tingkah laku yang baik. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. baik-baiklah caranya merasakan. tidak mau membeli yang rusak. mangulah maan madiman. apang patute bakatang. sebenarnya untuk mendengar. 10. sama halnya dengan memilih tingkah laku. tuah anggon maningehang. kranannya mangelah cunguh. Tingkah ne melah pilihin. agar selalu mendapat kebenaran. saluire kaucap rusak. agar menemukan keselamatan. seperti menggunakan mata.Jangan segalanya dicium. ibaratnya bagai bercocok tanam. 5. kalau rajin menanam. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. kemanapun di bawa tak akan laku.-. waluya matetanduran. de mangucap patikacuh. (bait 11) Kegunaan punya telinga. kegunaan mulut untuk berbicara. (bait 16). bermaksud hendak berbelanja. agar bisa melaksanakannya. kija aba tuaralaku. dan “SatrioPinandhito 18 .jangan berbicara sembarangan. tingkahe ngardinin awak.Pilihlah perbuatan yang baik. wantah nista ya ajinnya. wyadin batise tindakang. 9.betul-betul hina nilainya. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. camkan dan simpan dalam hati. patutang jua agrasayang. buka anake ka pasar. 8. anggon ngadek twah gunanya. (bait 14) Kebenaran hendaknya diperbuat. da maren ngertiang awak. katanjung bena nahanang.apang bisa jwa ningkahang. (bait 15) -. masih ya nu mamilihin. twah ne melah tumbas ipun. buine tong kanggoang anak. patuh ring ma mwatang tingkah. jangan hanya sekedar melihat. Nanging da pati adekin. yatnain twah nyalanang. pasti yang baik dibelinya. tata cara dalam bertingkah laku. juga masih memilih. keto cening sujatinnya. da pati dingeh-dingehang. jangan hentihentinya berbuat baik. joh pare twara mupuang. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. ne patut jwa ucapang. da manganggoang tingkah rusak. Tingkah ne melah pilihin. ningehang raosemelah. 7. Tingkahe mangelah kuping. maidep matetumbasan. eda jwa mangulah laku.Memiliki tangan jangan usil. yen anteng twi manandur. Awake patut gawenin. apang manggih karahaywan. gunanya untuk melihat. hatihatilah melangkahkannya. mendengar kata-kata yang benar. Ngelah lima da ja gudip. begitulah sebenarnya anakku. memperhatikantingkah laku yang benar. hati-hati menggunakan. hal yang benar hendaknya diucapkan. apikin jua nyemakang. jangan semua hal didengarkan. 6. begitu pula dalam melangkahkan kaki. tak mungkin tidak akan berhasil. gunan bibih twah mangucap.utamakan tingkah laku yang benar. seperti orang ke pasar. sok baru dapat mencium. resepang pejang di manah. (bait 12) -. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan: “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. twara nyak meli ne rusak.

waskitho. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. Ronggowarsito. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru.” Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. JAYALAH NEGERIKU. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. para leluhur Nusantara. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang tahu. Jadi. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tandatanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Semoga Allah ridho. TEGAKLAH GARUDAKU. Tidak perlu banyak perdebatan. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?).Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. JAYALAH NUSANTARAKU… (nurahmad) 19 . terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R.Ng. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua.

sinung aran srat Darmagandhul jinilid. tanetung lêbur luluh.agung nugraheng Hyang Suksma. sawusnya winaos tamat. sinung têmbang macapat. Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959 Toko Buku "Sadu-Budi" Sala. kinteki. wuku Wukir sangkalanira ing warsi: wuk guna ngesthi Nata (taun Jawa 1830). tinarimeng Bathara. pan sumarah kumambang karseng Hyang.panggusthine tan mamang ing lair batin.Tandhanagara. myat carita dipangikêtira. lêlêpiyanipun. ngêbun-bun pasihaning Hyang. mring sagung ahli sastra. pan biyasa mituhu susêtya. puruhita mring Raden Budi. trêwaca wijang raose.------------------------. Wus pinupus sumendhe ing takdir. suprandene tan kalirên wayah ngêbuntakdir. Babon asli tinggalane K. anganggurngêthêkur. kinarya nglipur manah. mung kinarya ngarêm-arêmi. sinung ilham ing alam sahir myang kabir. [Bagian Pembukaan tidak diterjemahkan karena penterjemah tidak paham bahasa Jawa klasik] -------. têmbang raras rum sêya prasaja. Surakarta.org/?pg=articles&arti. sasêdyanya kabul.--------------------.Serat Dharmo Gandul ( Terjemahan ) AGUNG SANGHYANG JATI http://agungsanghyangjati. Sancaya kang windu. sasêlanira ngupaya têdha. kinarya cagak lênggahe. Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam.------------------. Awal mulanya Orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan Beralih pada Agama Islam) Gancaran basa Jawa ngoko. Pan sinambi-sambi jagi panti. karya suka pirêneng jalmi.T. kiyai Kalamwadine.R.ing lokhilmakful tulise. pan ingêmbun pinusthi ing cipta. sumungkêm lair batine. pinirit tinuladha. kêdah mêdharkên kawruh. Angawruhi sasmiteng Hyang Widdhi.. panitranira nuju.mring tyas gung kumacêlu. ngarêmnggennya dama cinubluk. sagotra minulyarja. tuladhaning kawruh.mangesthi amiluta. duta rehing guru. ping trilikur ri Tumpak manis.-----------------------Ing sawijining dina Darmagandhul matur marang Kalamwadi mangkene "Mau-maune kêpriye dene wong Jawa kok banjur padha ninggal agama Buddha salin agama Islam?" 20 . dumadyaauliya. BÊBUKA. Ruwah Jewarsanira. (Kisah mengenai berdirinya Kerajaan Islam Demak dan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya. ing nguni anggêguru. yun darbeya miwah nimpêni. sru Jawata. biyasa mring dhawuh wêling gurune.. sêtyanglampahi dhawah. pinindha lir Jawata Satuduhe Raden Budi êning. DHARMO GANDUL. myat Sinarkara sarjunireng galih. kyai Kalamwadi ngarang. pangesthine ing awal akhir. linaksanan tinêdhak tinurun sungging. tarimanireng badan. sinambipanti. siwi. Pan katêmben amaos kinteki. masa Nêm ringkêlnya Aryang.

"Bagaimana kalau begitu ceritanya?") Ki Kalamwadi banjur ngandika maneh: "Bab iki satêmêne iya prêlu dikandhakake. (Tidak berama lama datanglah pengikut Putri Cempa yang bernama Sayid Rakhmat ke Majalengka. (2) karena Putri Cempa itu beragama Islam. ing mangka guruku kuwi iya kêna dipracaya.") Ature Darmagandhul: "Banjur kapriye dongengane?" (Darmagandhul bertanya. hanya sebagai perumpamaan. "Hal ini sesungguhnya juga perlu diungkapkan agar orang yang tidak tahu asal mulanya menjadi tahu. sedangkan nama Majapathit itu. sabên marak. "Asal mulanya bagaimana.) Ing wêktu iku. bab luruhe agama Islam. (2) ing mangka Putri Cêmpa mau agamane Islam. sajrone lagi sih-sinihan. (Pada saat itu. selain itu guru saya itu juga bisa dipercaya. dene ênggone jênêng Majapahit iku. tapi saya sudahpernah diberi tahu oleh guru saya. nyaritakake purwane wong Jawa padha ninggal agama Buddha banjur salin agama Rasul". kok orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan berubah menganut Agama Islam?") Wangsulane Ki Kalamwadi: "Aku dhewe iya ora pati ngrêti. sarta nyuwun idi marang Sang Nata. (1) Di Kerajaan Majapahit yang berkuasa sebagai Raja adalah Prabu Brawijaya. Sang Rêtna tansah matur marang Sang Nata. Sang Putri [selalu] berbicara pada sang Raja. ora ana maneh kang diaturake. nanging kang durung ngrêti dêdongengane iya Majapahit iku wis jênêng sakawit.(Pada suatu hari bertanyalah Darmagandhul pada Kalamwadi sebagai berikut. "Saya sendiri juga tidak begitu mengerti. maka saat sedang berdua-duaan. (Pada zaman kuno. Sang Prabu sedang dimabuk asmara. Sang Prabu krama oleh Putri Cêmpa. Sang Prabu lagi kalimput panggalihe. [Beliau]menceritakan asal mulanya orang Jawa meninggalkan Agama Buddha dan bergantimenganut agama Rasul (Islam). nanging aku wis tau dikandhani guruku. mung kanggo pasêmon. Kerajaan Majapahit itu namanya Kerajaan Majalengka. sehingga menyebabkan tertariknya hati Sang Prabu akan agama Islam. supaya wong kang ora ngrêti mula-bukane karêben ngrêti". (1) Ing nagara Majalêngka kang jumênêng Nata wêkasan jêjuluk Prabu Brawijaya. (Ki Kalamwadi lalu berkata lagi. ia menikah dengan Putri Cempa. tidak ada hal lain yang dibicarakan.") Ing jaman kuna nagara Majapahit iku jênênge nagara Majalêngka. (Jawabannya Ki Kalamwadi. untuk menggelar penyebaran syariat agama Rasul (Islam). tetapi bagi yang belum tahu ceritanya. Majapahit itu telah merupakan namanya semenjak awal. selain mengagung-agungkan agama Islam. nganti njalari katariking panggalihe Sang Prabu marang agama Islam mau. kaparênga anggêlarake sarengate agama Rasul. kajaba mung mulyakake agama Islam. Ia minta izin pada sang raja. mengenai agama Islam. Tiap kali berkatakata.) Ora antara suwe kaprênah pulunane Putri Cêmpa kang aran Sayid Rakhmat tinjo mênyang Majalêngka.) 21 .

Ia mengajar agama Islam di sana. miyose putra mau ana ing Palembang. dene panggonane ana ing Benang (4) bawah Tuban. mula bisa dadi gurune wong Islam. manusa ora bisa apa. Sayid Rakhmat banjur kalakon dhêdhukuh ana Ngampeldênta ing Surabaya (3) anggêlarake agama Rasul. Sayid Kramat iku maulana saka ing 'Arab têdhake Kanjêng Nabi Rasulu'llah. (Sayid Kramat menjadi gurunya orang-orang yang sudah menganut agama Islam. wonge uga padha kelu rêmbuge Sayid Kramat.penterjemah) . dene wong-wonge padha manêmbah marang Budi Hawa. (Raja Brawijaya memiliki putra dari seorang putri berkebangsaan Cina. banyak orang yang telah mematuhiperkataan Sayid Kramat. sedangkan Hawa itu adalah kehendak hati. Banyak orang Jawa yang berguru pada Sayid Kramat. Wong Jawa ing pasisir lor sapangulon sapangetan padha ninggal agamane Buddha. dan diberi nama Raden Patah. Surabaya. serta sama-sama meminta desa kecil di daerah pesisir.) Sayid Kramat dadi gurune wong-wong kang wis ngrasuk agama Islam kabeh. Dari Blambangan ke arah barat hingga Banten. Sayid Rakhmat lalu mendirikan sebuah desa kecil (dukuh) di Ngampeldenta. atau tempat kelahirannya Nabi Muhammad. Hawa iku karêping hati.) Mangka agama Buddha iku ana ing tanah Jawa wis kêlakon urip nganti sewu taun. sama-sama meninggalkan agama Buddha dan berpindah masuk Islam. wong Jawa banjur akeh bangêt kang padha agama Islam. Sayid Kramat itu adalah pemuka agama yang berasal dari Arab. Budi iku Dzate Hyang Widdhi. Selanjutnya makin banyak para ulama dari seberang yang datang.) Panyuwunan mangkono mau uga diparêngake dening Sang Nata. IngBlambangan sapangulon nganti tumêka ing Bantên. baik bagian barat maupun timur. orang Jawa makin banyak yang beragama Islam. diparingi têtêngêr Raden Patah. sehingga dapat menjadi gurunya para penganut agama Islam.Sang Prabu iya marêngake apa kang dadi panyuwune Sayid rakhmat mau. Putranya itu lahir di Palembang. bisane mung sadarma nglakoni. tetapi budi yang mengubah segalanya. Orang Jawa di pesisir utara. Tempat menetapnya berada di Benang (juga disebut Bonang . Para ulama dan para maulana itu beramai-ramai menghadap sang raja di Majalengka. banjur ngrasuk agama Rasul.) Sang Prabu Brawijaya kagungan putra kakung kang patutan saka Putri Bangsa Cina. Lama-lama perkampungan kecil semacam itu makin menjamur. Tuban. Budi adalah Zat dari Hyang Widdhi. Ing kono banjur akeh para ngulama saka sabrang kang padha têka. Manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa selain berusaha menjalankan. budi kang ngobahake. para ngulama lan para maulana iku padha marêk sang Prabu ing Majalêngka. Suwe-suwe pangidhêp mangkono mau saya ngrêbda. (Sang Prabu juga mengabulkan apa yang diminta oleh Sayid Rakhmat itu. (Pada saat itu agama Buddha telah dianut di tanah Jawa selama seribu tahun. Akeh wong Jawa kang padha kelu maguru marang Sayid Kramat.) 22 .apa. sarta padha nyuwun dhêdhukuh ing pasisir.(Permintaan tersebut juga dikabulkan oleh Sang Raja. para penganutnya menyembah pada Budi Hawa.

(Kalau menurut ibunya. yen miturut lêluhur kuna putrane Sang Prabu mau disêbut Bambang. têgêse pambabare ana nagara liya. madanani para bupatiurut pasisir Dêmak sapangulon. mungguh satêmêne ora sênêng bangêt ênggone diparingi sêsêbutan Babah iku. yen blastêran Cina lan Jawa sêsêbutane Babah. (Kemudian Babah Patah diangkat menjadi bupati di Demak. sarta Babah Patah dipalakramakake oleh ing Ngampelgadhing. (Pendapat sang patih tersebut juga disepakati oleh para pegawai kerajaan. banjur boyong marang Dêmak. Jawa Buddha agamane.senang diberi nama Babah. anak raja itu seharusnya diberi nama Bambang. yang artinya lahirnya ada di negara lain. disebut Bambang. Saka ature Patih. Sebab menurut tradisi leluhur Jawa yang beragama Buddha. Sang Prabu lalu memanggip para patih dan pegawai kerajaan. putraning Nata kang pambabare ana ing gunung. Satêkane Majalêngka Sang Prabu kewran panggalihe ênggone arêp maringi sêsêbutan marang putrane. Hingga sampai sekarang. mulane katone iya sênêng. sênênge mau amung kanggo samudana bae. namanya adalah Kaotiang. maka seharusnya disebut Babah. Sang Prabu banjur nimbali patih sarta para nayaka. putra raja yang lahir di gunung. prayoga disêbut Babah. sowan ingkang rama. (Tatkala Raden Patah sudah dewasa. dene Raden Kusen ing nalika iku 23 . Oleh karenanya sang raja mengumumkan bahwa putranya itu yang lahir di Palembang. tetapi karena ibunya berkembangsaan Cina. nganti sadhereke seje ramatunggal ibu. awit yen miturut lêluri saka ingkangrama. Setibanya di Majalengka Sang Prabu bingung hatinya untuk memberi nama pada puteranya.Barêng Raden Patah wis diwasa. diberi nama Babah Patah. Babah Patah wêdi yen ora nglakoni dhawuhe ingkang rama. (Babah Patah. yang kebetulan dikepalai oleh Kyai Ageng Ngampel. Babah Patah lalu diperintahkan untuk berguru diNgampelgadhing. yen nglêluri lêluhur kuna. takut kalau tidak mematuhi sabda bapaknya. arane Raden Kusen. mula Sang Nata iya banjur dhawuh marang padha wadya. orang yang berdarah campuran Cina dan Jawa diberi nama Babah. anane ing Dêmak didhawuhi nglêstarekake agamane. Katêlah nganti tumêka saprene.) Ature Patih kang mangkono mau. Padahal ia tidak benar-benar senang.) Yen miturut ibu. untuk mengepalai para bupatidi pesisir Demak ke arah barat. sêsêbutane Bambang.) Ing nalika iku Babah Patah banjur jinunjung dadi Bupati ing Dêmak. ia mengunjungi ayahnya. karena itu bersikap seolah-olah senang. yaitu kalau dalam bahasa Arab disebut Sayid atau Sarib. yen putra Nata kang miyos ana ing Palembang iku diparingi sêsêbutan lan asma Babah Patah. dene yen wong 'Arab sêsêbutane Sayid utawa Sarib.) Barêng wis sawatara masa. Patih berkata bahwa kalau menurut leluhur zaman dahulu.) Ing nalika samana. nanging sarehne ibune bangsa Cina. sêsêbutane: Kaotiang. ana ing desa Bintara. Mereka diminta pendapatnya di dalam memberikan nama bagi putranya itu. para nayaka uga padha mupakat. Ia memiliki saudara lain ibu yang bernama Raden Kusen. padha dipundhuti têtimbangan ênggone arêp maringi sêsêbutan ingkang putra mau. sarta sarehne Babah Patah nalika ana ing Palembang agamane wis Islam. kabênêr wayahe kiyai Agêng Ngampel.

maka ia wajib menuntut ilmu lahir dan bathin. (Sang Prabu Brawijaya jadi jatuh hati. Peristiwaperistiwa tersebut diketahui dari ingatan semata. Apabila membaca atau mendengar. melainkan hanya menuruti hawa nafsu keinginan. cêgah turu. isih kêna dinyatakake.) Sang Prabu Brawijaya kagungan panggalih. lakune isih padha cêgah mangan. Yen sarak rasul. kok nganggo sêsêbutan Sunan. jroning utêk iku yen diwarahi budi nyambut gawe. para ngulama sarake Buddha. tetapi Prabu Brawijaya telah terlanjur memberikan angin. (Ketika waktunya telah tiba.) Suwening suwe sarak Rasul saya ngrêbda. Sunan itu artinya budi. (Pada saat itu ada peristiwa-peristiwa yang aneh yang tidak masuk akal. Pada saat itu para ulama masih memiliki hati yang baik. isih padha cêgah dhahar sarta cêgah sare. dimana kemudian mereka digelari Sunan. Ing wêktu iku para ngulama budine bêcik-bêcik. pohon pengetahuan kesadaran pada yang baik dan buruk. mung nuruti rasaning lesan lan awak. ia diperintahkan untuk melestarikan agamanya. uwite kawruh kaelingan kang bêcik lan kang ala.maka perlu dipertimbangkan benar dan tidaknya. Oleh sebab itu. mula saka pangiraku iya nyata. tatkala telah berada di Demak. Sunan Benang sarta sakabate loro padha nyabrang. maka mereka [seharusnya] bukan menahan diri dari makan dan tidur.) Dhek nalika samana Sunan Benang sumêdya tindak marang Kadhiri. para ngulama padha nyuwun pangkat sarta padha duwe sêsêbutan Sunan. saiki isih anawujuding patilasane. Satêkane lor Kadhiri. Tingkah laku mereka masih menahan diri dari makan dan tidur. (Makin lama agama Rasul makin menyebar luas. wêtune saka engêtan. maka menurut pendapatku hal tersebut benarbenar terjadi. masih menahan diri dari makan dan tidur. iku wajib sinuwunan kawruhe ngelmu lair batin. iya kudu ditimbang ing sabênêre.) Ing wêktu iku ana nalar kang aneh. pinaringan nama sarta sêsêbutan Raden Arya Pêcattandha. dan diberi gelar Raden Arya Pecattandha. ia pindah ke Demak. apa isih agama Budi. tetapi kok disebut Sunan. ora kêna dikawruhi sarana netra karna sarta lesan. Sunan iku têgêse budi. iya iku ing tanah Kêrtasana.jinunjung dadi Adipatiana ing Têrung (5). kêpalangan banyu. Sebetulnya Babah Patah telah beragama Islam saat di Palembang. para ulama menjadi ingin memiliki gelar. belum memiliki keinginan buruk. Apabila mengikuti rasul. durung padha duwe karêp kang cidra. sirik cêgah mangan turu.niti agamane wong kono apa wis Islam. Makin lama agama rasul makin menyebar. Tatkala kebiasaan menahan diri dari makan dan tidur telah rusak. Suwe-suwe agama Rasul saya sumêbar. Yen cêgah mangan rusak. yakni ke desa Bintara. Prabu Brawijaya uga banjur paring idi. Tetapi karena sampai sekarang masihada peninggalannya. Jika buah budi itu menyadari akan kebaikan. kali Brantas pinuju banjir. 24 . satêkane wetan kali banjur niti. kang maca lan kang krungu nganggêp têmên lan ora. kang ndherekakemung sakabat loro. Sedangkan Raden Kusen diangkat menjadi adipati di Terung. yen wohe budi ngrêti marang kaelingan bêcik. para ulama itu dikiranya Buddha.

mêjanani marang dheweke. "Jika begitu maka orang di sini sama. dan ketika telah tiba di seberang iamencari tahu apakah orang di sana telah beragama Islam. (Salah seorang sahabatnya lalu pergi ke desa mencari air minum. Sungai Brantas saat itu kebetulan sedang banjir." Tempat di bagianutara Kediri namanya mulai sekarang adalah Kutha Gedhah. lan maneh iki wancine luhur. MBok Prawan salah cipta. kang ana mung bocah prawan siji. tanah kene patut diarani Kutha Gêdhah". sedangkan agama Rasul masih sedikit sekali tersebarnya. yen sampeyan ajêng ngombe". yen pinuji dina Riyadi. ing wêktu iku lagi nênun. denekang agama Rasul lagi bribik-bribik. (Menurut Ki Bandar. sungai masih banjir dan airnya keruh. Ketika tiba di utara Kediri. (Sunan Benang berkata pada sahabatnya. Sunan Benang berkata. Tanah saloring kutha kadhiri banjur jênêng Kutha Gêdhah. pangrasane wong lanang arêp njêjawat. wong-wong padha bêbarêngan mangan enak.kali iki isih banjir. "Carilah air minum di desa. Sunan Benang ngandika: "Yen ngono wong kene kabeh padha agama Gêdhah. Sakabat têka sarta alon calathune: "mBok Nganten.wajah lagi arêp mêpêg birahi. kajaba uyuh kula niki imbon bêning. Pada saat hari perayaan keagamaan mereka bersama-sama makan enak dan bersenang-senang di rumah. aku arêp wudhu. ngriki botên entên carane wong ngimbu banyu. mBok Prawan kaget krungu swarane wong lanang. nanging kang mangkono mau arang kang padha ngrêti mula-bukane. arêp salat". mereka terhalang oleh air. banyune isih buthêk. sarak Buddha mung sawatara. Jika diminum maka akan menyebabkan sakit perut. Bandung dianggap nabi mereka. yang mengantarnya hanya dua orang sahabat. bukan Buddha namun mirip. Gêdhah iku ora irêng ora putih. wong ing kono akeh padha agama Kalang. kula ingkang nêkseni". Selain itu sudah waktunya salat Lohor. Tempat ini pantas disebut Kutha Gedhah. Yang ada hanya 25 . Sunan Benang dan dua orang sahabatnya sama-sama menyeberang. "Baik. barêng noleh wêruh lanang sajak kaya santri. padha sênêng-sênêng ana ing omah. Saya mau wudhu untuk salat") Sakabate siji banjur lunga mênyang padesan arêp golek banyu. orang di sana agamanya Kalang. mulyakakeBandung Bandawasa. yang mulia.") Ki Bandar matur: "Dhawuh pangandika panjênêngan. yen diombe nglarani wêtêng. saya yang menjadi saksi. Gedhah itu tidak hitam ataupun putih.) Sunan Benang ngandika marang sakabate: "Kowe goleka banyu imbon mênyang padesan. Ia sampai di desa Pathuk dan menjumpai rumah yang nampaknya tidak ada prianya. ataukah masih menganutagama Budi. tetapi orang jarang mengetahui asal mula nama tersebut. nganti têkane saiki isih karan Kutha Gêdhah. têkan ing desa Pathukana omah katone suwung ora ana wonge lanang.) Ature Ki Bandar wong ing kono agamane Kalang. Bandung dianggêp Nabine. (Ki Bandar menjawab.sama beragama Gedhah. Orang di sana yang sebagian besar beragama Kalang memuliakan Bandung Bandawasa. yaitu di tanah Kertasana.(Pada saat itu Sunan Benang bersiap-siap untuk mengunjungi Kediri. kula nêdha toya imbon bêning rêsik"." Hingga saat ini masih disebut dengan Kutha Gedhah. mula ênggonemangsuli nganggo têmbung saru: "nDika mêntas liwat kali têka ngangge ngarani njalukbanyu imbon.

ngêndêl. dan ladang. ia mengira orang tersebut ingin menggodanya. Semua itu akibat ulah Sunan Bonang. saya minta air minum yang bening dan bersih. Nganti tumêka saprene tanah Gêdhah iku larang banyu. "Mbok Nganten (panggilan terhadap wanita dalam bahasa Jawa). satêkane ngarsane Sunan Benang banjur ngaturake lêlakone nalika golek banyu. ing sanalika kali Brantas iline dadi cilik. selain air kencing saya yang bening. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi susah air serta gadis dan perjakannya terlambat menikah. Aliran sungai yang pada mulanya besar itu menyimpang dan membanjiri desa. prawane aja lakiyen durung tuwa. Sungai yang mengalir di Kediri dijadikan surut airnya serta berpindah alirannya ke arah lain yang tidak seharusnya. iline banjur salin dalan kang dudu mêsthine. dan ladang yang rusak." ) Santri krungu têtêmbungan mangkono banjur lunga tanpa pamit lakune dirikatake sarta garundêlan turut dalan. sawah. padha wadul yen ana wong arane Sunan Benang. para gadisnya akan terlambat menikah dan demikian pula kaum perjakanya. jaka lan prawane iya nganti kasep ênggone omah-omah. kali kang maune iline gêdhe sanalika dadi asat. akeh desa kang padha rusak. kang padha rusak.tansah digubêl anak putune. Di sini tidak ada air minum. dimana saat itu ia sedang menenun. Banyak desa yang rusak karena diterjang aliran sungai yang berpindah alirannya. ia kemudianmengucapkan sumpah serapah pada warga desa tersebut. sawah sarta patêgalan. Sesudah kutukan tersebut diucapkan aliran Sungai Brantas menjadi kecil." Gadis perawan itu terkejut mendengar suara pria. Sunan Benang melanjutkan perjalanannya ke Kediri. Gadis perawan tersebut salah sangka. iya iku dhêmit ing sumur Tanjungtani. (Sang santri yang mendengar ucapan kotor itu pergi tanpa pamit dan jalannya dicepatcepatkan. barêng kêna dayaningpangandika mau.seorang gadis perawan menjelang dewasa. hutan. Sunan Benang têrus tindak mênyang Kadhiri. Anak cucunya para berkeluh kesah padanya. awit katrajang ilining banyu kali kang ngalih iline. Tempat itu dikutuk agar susah mendapatkan air.êndêlake kaprawirane. mereka melaporkan tindakan orang bernama Sunan Benang yang kegemarannya menyiksa para makhluk halus serta memamerkan kesaktiannya. Ketika mendengar hal itu Sunan Bonang marah sekali. ketika menoleh ia melihat seorang pria yang nampaknya mirip santri. iya iku saka Panggawene Sunan Benang (Pada waktu itu ada seorang makhluk halus bernama Nyai Plencing. sawah. yakni makhluk halus yang berdiam di sumur Tanjungtani. mula akeh desa. Sahabat Sunan Benang mendekat serta berkata perlahan. Ia menggerutu dalam hati dan menceritakan pengalamannya di hadapan Sunan Bonang.) Ing wêktu iki ana dhêmit jênênge Nyai Plêncing. iline banyu kang gêdhe nyimpang nrabas desa alas sawah lan patêgalan. nganti kawêtu pangandikane nyupatani. jika Anda ingin meminumnya. "Anda menyeberang sungai datang kemari untuk minta air minum. bangêt dukane. alas. maka dijawabnya dengan perkataan kotor. Sunan Benang mirêng ature sakabate. Sungai yang pada mulanya deras alirannya itu menjadi surut.) 26 . kali kang saka Kadhiri disotake banjur asat sanalika. ing panggonan kono disabdakake larang banyu. sarta jakane aja rabi yen durung dadi jaka tuwa. gawene nyikara marang para lêlêmbut. Sehingga banyak desa.

sarta banjur didadekake patihe Sang Prabu Jayabaya. mula sang Prabu asih bangêt marang kiyai Daka. Nyai Plêncing krungu wadule anak putune mangkono mau. Nyai Plencing yang mendengar keluh kesan anak cucunya itu. sarta dadi senapatining pêrang. dadi ora tansah ganggu gawe.) Buta iku têgêse: butêng utawa bodho. karena tubuh mereka serasa panas terbakar. nanging têmên mantêp sêtya ing Gusti. Sehingga Kyai Buta Locaya itu artinya bodoh. Anak cucu Nyai Plencing bersama-sama memohon Nyai Plencing agar bersedia menyantet Sunan Benang sampai mati dan tidak menganggu mereka lagi. ngaturake kahanane kabeh. segera pergi menjumpai Sunan Benang. kang uga ngêsotake wong ing kono. sehingga sang raja 27 . Yang pertama kali bergelar kyai adalah Kyai Daha dan Kyai Daka. Kyai itu artinya mengayomi anak cucu dan orangorang yang berada di kanan-kirinya. jênênge kiyai Daka dipundhut kanggo jênêng desa. Raja makhluk halus itu berdiam di Selabale. Buta Locaya iku patihe Sri Jayabaya. (Sunan Bonang juga mengutuk orang di sana. dene kiyai Daka banjur diparingi jênêng kiyai Tunggulwulung. maune jênênge kiyai Daha. Oleh karena itu ia dijadikan patih. Anak putune Nyai Plêncing padha ngajak supaya Nyai Plêncing gêlêma nêluh sarta ngrêridhu Sunan Benang. namanya adalah Buta Locaya.Sunan Benang. jênênge kiyai Daha dipundhut kanggo jênênge nagara. kiyai têgêse: ngayahi anak putune sarta wong-wong ing kanan keringe. Pada saat Sri Jayabaya tiba di sana. mulane didadekake patih. Ratune manggon ing Selabale. Wiwite ana sêbutan kiyai. iya iku kiyai daha lan kiyai Daka. (Sang raja lalu menuju ke rumah Kyai Daka. caya artinya bisa dipercaya.) Dhêmit-dhêmit mau banjur padha mlayu marang Kadhiri. dheweke diparingi Buta Locaya. Selabale itu letaknya ada di kaki gunung Wilis. enggal mangkat mêthukake lakune Sunan Benang. Lo têgêse kowe. kiyai Buta Locaya iku bodho. Di sana Sang Prabu Jayabaya beserta seluruh pengikut dan pengawalnya disambut dengan meriah. Sunan Benang dhêmêne salah gawe. duwe adhi jênênge kiyai Daka. satêkane ing Kadhiri. Kiyai daha iki cikal-bakal ing Kadhiri. bisaa tumêka ing pati. (Makhluk-makhluk halus itu lalu lari ke Kediri. sarta kono disotake larang banyu sarta diêlih jênênge tanah aran Kutha Gêdhah. ana ing kono Sang Prabu sawadyabalane disugata. nanging dhêmit-dhêmit mau ora bisa nyêdhaki Sunan Benang. Tetapi makhlukmakhluk halus tersebut tidak dapat mendekati Sunan Benang. dene Selabale iku dununge ana sukune gunung Wilis. (Buta itu artinya buteng atau bodoh. Kyai Daha itu asal usulnya ada di Kediri. Buta Locaya itu adalah patih Sri Jayabaya. Sunan Benang itu kegemarannya bertindak salah. amarga rasane awake padha panas bangêt kaya diobong. matur marang ratune. lanang wadon ngantiya kasep ênggone omah-omah. dulu namanya adalah kyai Daha dan memiliki adik bernama Kyai Daka. tetapi kawan yang setia dan patuh pada pimpinannya. caya têgêse: kêna dipracaya. barêng Sri Jayabaya rawuh. gadis dan perjaka akan terlambat kawin. (6) Jênênge Buta Locaya. nama Kyai Daha itu dijadikan nama negara dan ia kemudian diberi nama Buta Locaya dan dijadikan patih oleh Sang Prabu Jayabaya. Lo itu artinya kamu. ) Jêngkare Sri Narendra anjujug ing omahe kiyai Daka. Ketika tiba di sana mereka melaporkan pada rajanya segala hal yang mereka alami.

28 . ngrungkêbi pangkone. kiyai Sumbre banjur ngadêg ana ing têngah dalan sangisoring wit sambi. Nyai Plêncing ngaturake susahe para lêlêmbut sarta para manusa. didhawuhinglawan Sunan Benang.) Ing wêktu iku kiyai Buta Locaya lagi lênggah ana ing kursi kêncana kang dilemeki kasur babut isi sari. Ni Mas Ratu Pagêdhongan dadi ratuning dhêmit nusa Jawa. Seluruh makhluk halus yang ada di lautan dan daratan serta juga kanan kiri Tanah Jawa bersama-sama takluk pada Ni Mas Ratu Anginangin. Ni Mas Ratu Pagedhongan menjadi ratu makhluk halus seluruh Jawa. dene para lêlêmbut kangpirang-pirang ewu mau padha ora ngaton. maka Buta Locaya dan Kyai Tunggulwulung juga ikut moksha. yen lahar mêtu supaya ora gawe rusaking desa sarta liya-liyane. Yang lebih tua bernama Panji Sektiguna dan adiknya bernama Sarilaut. Pusat kerajannya ada di laut selatan dan digelari Ni Mas Ratu Anginangin. kang tuwa arane Panji Sêktidiguna. Ia mengawasi dan dan lahar agar supaya saat lahar keluar tidak merusak desa dan lain sebagainya. sanalika banjur nimbali putra-wayahe sarta para jin pêri parajangan. ing kono Buta Locaya banjur maujud manusa aran kiyai Sumbre. Nyai Plencing mengisahkan penderitaan para makhluk halus dan manusia.) Samuksane Sang Prabu Jayabaya lan putrane putri kang aran Ni Mas Ratu Pagêdhongan. Buta Locaya kediamannya ada di Selabale. sarta kinêbutan êlaring mêrak. Buta Locaya lan kiyai Tunggulwulung uga padha muksa. ora antara suwe lêlêmbut wis têkan ing saêloring desa Kukum. kang anom aran panji Sarilaut. Datang menghadap patihnya bernama Megamendhung dan dua putra tertuanya juga hadir. kaget kasaru têkane Nyai Plêncing. (Ketika Sang Prabu Jayabaya dan putrinya yang bernama Ni Mas Ratu Pagedhongan telah moksha.) Buta Locaya lagi ngandikan karo kang padha ngadhêp. lan putrane kakung loro uga padha ngadhêp. kabeh padha sumiwi marang Ni Mas Ratu Anginangin. rumêksa kawah sarta lahar. sarirane ngantikaya gêni.) Buta Locaya krungu wadule Nyai Plêncing mangkono mau bangêt dukane. sarta ngaturake yen kang gawe rusak iku. arane Sunan Benang. Nama Kyai Daka dijadikan nama desa dan selain itu ia diberi gelar Kyai Tunggulwulung serta diangkat menjadi panglima perang. Sakabehe lêlêmbut kang ana ing lautan dharatan sarta kanan keringe tanah Jawa. ngadhang lakune Sunan Benang kang saka êlor. Buta Locaya panggonane ana ing Selabale. Para lêlêmbut mau padha sikêp gêgaman pêrang. (Waktu itu Kyai Buta Locaya sedang duduk di singgasananya yang dialasi kasur permadani. sedangkan Kyai Tunggulwulung ada di Gunung Kelut. kuthane ana sagara kidul sarta jêjuluk Ni Mas Ratu Anginangin. Ia mengatakan bahwa Sunan Benang yang merusak itu orang dari Tuban yang berkelana ke Kediri. wong saka Tuban kang sumêdya lêlana mênyang Kadhiri. sarta lakune barêng karo angin. matur bab rusake tanah lor Kadhiri. dene kiyai Tunggulwulung ana ing gunung Kêlut.sangat mengasihi Kyai Daka. (Buta Locaya sangat terkejut dengan laporan Nyai Plencing mengenai tingkah polah Sunan Benang yang merusak tanah di utara Kediri. diadhêp patihe aran Megamêndhung.

sarta nganggo jênêng Sumbre. (Tidak lama kemudian. Dene lêlêmbut kang pirang-pirang ewu mau padha sumingkir adoh. Ia sudah mengetahui bahwa yang berdiri di bawah pohon itu rajanya makhluk halus yang terlah bersiapsiapuntuk menganggu dirinya. sehingga ia merasa ketahuan rahasianya. di sana Buta Locaya beralih wujud menjadi manusia yang bernama Kyai Sumbre. Wajahnya menjadi merah padam bagaikan api.) Ora antara suwe têkane Sunan Benang saka lor. jênêngmu Buta Locaya. Para makhluk halus itu bersiap-siap untuk perang.") Kiyai Sumbre matur marang Sunan Benang: "Paduka punika tiyang punapa. Para makhluk halus yang berjumlah banyak tersebut bersama-sama menyingkir jauh-jauh karena tidak tahan dengan hawa kekuatan Sunan Bonang. 29 . dadi dheweke kawanguran karêpe.) Sakabat loro kang maune padha sumaput. Ia segera memanggil anak-anaknya dan juga para makhluk halus jin serta peri. serta menyamar sebagai Sumbre. namamu adalah Buta Locaya. Apa kamu cari mati?") Buta Locaya kaget bangêt dene Sunan Benang ngrêtos jênênge dheweke. wusana banjur matur marang Sunan Benang: "Kados pundi dene paduka sagêd mangrêtos manawi kula punika Buta Locaya?". Ia kemudian berdiri di tengah jalan.". tidak berapa lama mereka tiba di utara desa Kukum. (Buta Locaya terkejut bukan main. kowe apa padha slamêt?". "Aku tidak tertipu. Mereka tidak tahan terkena hawa kekuatan Kyai Sumbre. Kados wangun walang kadung?". "Buta Locaya! Kamu menghadang jalanku. karena Sunan Bonang mengetahui namanya. Dimana hal itu diketahui dari hawa panas yang keluar dari makhluk halus tersebut. banjur padha katisên.) Sunan Benang andangu marang kiyai Sumbre: "Buta Locaya! Kowe kok mêthukake lakuku. amarga kêna daya prabawane kiyai Sumbre. menghadang perjalanan Sunan Benang dari utara. (Dua orang sahabat Sunan Bonang pingsan. aku ngrêti yen kowe ratuning dhêmit Kadhiri. Lalu bertanyalah ia pada Sunan Bonang. Sunang Bonang datang dari arah utara.Namun Sunan Bonang juga tidak tahan berada di dekat Kyai Sumbre.katitik saka awake panas kaya mawa. Sunan Benang wis ora kasamaran yen kang ngadêg ana sangisoring wit sambi iku ratuning dhêmit. kiyai Sumbre mangkono uga. dede pangagêm Jawi.(Buta Locaya mendengar laporan Nyai Plencing itu menjadi sangat marah. Mangkono uga Sunan Benang uga ora bêtah cêdhak karo kiyai Sumbre. di bawah pohon sambi. amarga kaya dene cêdhak mawa. dene mangangge pating gêdhabyah. (Sunan Bonang berkata. Mereka berjalan secepat angin. ora bêtah kêna prabawane Sunan Benang. (Sunan Bonang menegur Kyai Sumbre. Ia mengajak mereka melawan Sunan Benang. karena kedinginan. maka Kyai Sumbre ada di tempat itu pula. "Darimana Anda dapat mengetahui bahwa saya adalah Buta Locaya?") Sunan Benang ngandika: "Aku ora kasamaran. sumêdya ganggu gawe. karena kemanapunSunan Bonang menyingkir. aku tahu bahwa engkau adalah rajanya para makhluk halus di Kediri.

sabab agama Kalang. kraton utawi patamanan Bagendhawati ingkang kagungan Ni Mas Ratu Pagêdhongan inggih sampun sirna. Anda kutuk selamanya susah air. Anda menyiksa anak cucu Adam. semua peninggalan telah musnah. sêpintên susahipun tiyang ingkang sami kêbênan. Sungai Kediri berubah alirannya dan menerjang desa. "Di sebelah timur itu. ngriki padukasotakên. menyiksa orang lain yang tak bersalah. menyebabkan susahnya kehidupan orang lain. istana serta tempat pesanggrahan juga telah tiada lagi. yakni di desa Menang. wana. mungguh kang dadi sêdyaku arêp mênyang Kadhiri. prawan tuwa jaka tuwa. (Sunan Bonang berkata lagi. Semua itu musnah tertimbun tanah pasir dan lahar dari gunung Kelut. nyabdakakên ingkang botên patut. lajêng botên gampil pêncaripun titahing Latawalhujwa. paduka sikara botên surup. hutan. makatên wau saking sabda paduka. beda dengan adat istiadat Jawa. begitu besarnya kesusahan orang yang kebanjiran. dan selanjutnya mengutuk bahwa di daerah ini akan susah air. lepen Kadhiri ngalih panggenan mili nrajang dhusun. kok tingkah lakunya tidak sopan. Lelaki susah menemukan jodohnya. (Buta Locaya menjawab.") Sunan Benang ngandika: "Mula ing kene tak-êlih jênêng Kutha Gêdhah. sawah.) Kula badhe pitaken. punika namanipun siya-siya botên surup. pesanggrahan Wanacatur juga telah sirna. memindah aliran sungai. Semua itu berasal dari kutukan Anda. namung kantun namaning dhusun. sadaya patilasan sampun sami sirna. dene omahku ing Benang tanah Tuban.") Sunan Benang ngandika maneh: "Aku bangsa 'Arab. sêlaminipun awis toya. sadaya wau sirnanipun kaurugan siti pasir sarta lahar saking rêdi Kêlut. pasanggrahan Wanacatur ugi sampun sirna. lajêng nyabdakakên ing ngriki awis toya. Anda itu hanya menyiksa orang lain yang tidak bersalah. ngêlih lepen. amarga wonge kene agamane ora irêng ora putih. dan juga mengubah nama menjadi Kutha Gedhah. Aku ke Kediri karena ingin melihat peninggalan istana Sang Prabu Jayabaya. Sedangkan di sini. Tindakan itu bertentangan dengan titah dari Latawalhujwa. sungainya surut. kraton sarta pasanggrahanipun inggih sampun botên wontên. nyikara tanpa prakara" (Sekarang saya hendak bertanya. sikara tanpa dosa. namaku adalah Sayid Kramat. Istana tersebut dulunya berada di mana?") Buta Locaya banjur matur: "Wetan punika wastanipun dhusun Mênang (9). sarta ngêlih nami Kutha Gêdhah. paduka gêndhak sikara dhatêng anak putu Adam. "Aku orang Arab. Itu namanya tindakan yang tidak berguna. saiba susahipun tiyang gêsang laki rabi sampun lungse. jênêngku Sayid Kramat. yang tertinggal adalah nama desa itu. 30 . pêrlu nonton patilasan kadhatone Sang Prabu Jayabaya. Tuban. têtêpe agama biru. Seperti belalang saja [loncat sini loncat sana. pintên-pintên sami risak. berapa banyak yang rusak. lepenipun asat. Istana dan taman istana Bagendhawati milik Ni Mas Ratu Pagedhongan juga telah musnah. "Anda itu orang mana. iku prênahe ana ing ngêndi?". sedangkan rumah saya ada di Bonang. sabin. [Mengutuk] orang menjadi perawan dan perjaka tua. mengucapkansesuatu yang tidak patut diucapkan.(Kyai Sumbre menjawab pada Sunan Bonang.

maka Anda akan dihukum melarat sekali. ngêndêlake dumeh tiyang digdaya. karenanya merusak tanah. "Itu namanya orang yang tanpa pertimbangan. amarga kang tak jaluki banyu ora oleh iku. ing ngriki sagêda mirah toya malih. Pria dan wanita dapat kembali menikah pada usia mudah.") Buta Locaya matur maneh: "Punika namanipun botên timbang kaliyan sot panjênêngan. yakni agama Kalang. karena saya minta air minum tidak boleh. dene ênggonku ngêsotake prawan tuwa jaka tuwa. sehingga bisa untuk bercocok tanah. tetapi Anda telah membuat susah orang banyak sekali. "Meskipun kamu laporkan Raja Majalengka saya tidak takut. prawan baleg. tetapi kok datang-datang mengharubiru agama. paduka inggih dipunukum mlarat ingkang langkung awrat. sagêd dados asil panggêsangan laki rabi taksih alit lajêng mêncarakên titahipun Hyang Manon. dan selain itu hanya satu orang yang bersalah. melainkan lebih 31 . kene kabeh tak sotake larang banyu. tur namung tiyang satunggal ingkang lêpat. Anda itu bukan Narendra (gelar Wisnu. sugih sanak malaekat. punapa paduka punika tiyang tunggilipun AjiSaka. sesuai dengan titah dari Hyang Manon. mbok sampun sumakehan dumeh dipun kasihi Hyang Widdhi. Di sini menjadi melimpah air kembali.mula tak-sotake larang banyu. Semua yang berada di sini saya kutuk susah air. "Tempat ini aku ganti namanya menjadi Kutha Gedhah. calathune sêngol: "Rêmbag paduka niki dede rêmbage wong ahli praja. Anda tarik kembali kutukan Anda. mungkin yang dimaksud Tuhan . siya dahwen sikara botên ngangge prakara. Saya mengutuk agar orang di sini menjadi perawan dan perjaka tua. "Anda itu jelas sekali tidak mencerminkan seseorang yang bijaksana dan berbudi luhur. Seandainya diketahui yang memiliki negara. tepatnya agama biru. Oleh karenanya. Panjênêngan sanes Narendra têka ngarubiru agami. amargi ngrisakakên tanah. Kesalahan tidak seberapa. paduka punika namanipun damêl mlaratipun tiyang kathah. botên timbang kaliyan kukumipun. (Sunan Bonang berkata. patute rêmbage tiyang entên ing bambon. lah sapunika mugi panjênêngan-sotakê n wangsulipun malih. saupami konjuk Ingkang Kagungan Nagari. (Buta Locaya berkata lagi.nanging sami ahli budi sarta ajrih sêsikuning Dewa. botên sapintên lêpatipun. nanging ingkang susah kok tiyang kathah sangêt. mula kaline banjur tak-êlih iline. Aku kutuk susah air.") Buta Locaya barêng krungu têmbung ora wêdi marang Ratu Majalêngka banjur mêtunêpsune. air sungainya saya rubah alirannya.sanadyan ing tanah Jawi rak inggih wontên ingkang nglangkungi kaprawiran paduka. punika namanipun tiyang dahwen". Itu namanya orang berengsek.") Sunan Benang ngandika: "Sanadyan kok-aturake Ratu Majalêngka aku ora wêdi". karena orang di sini agamanya tidak hitam tidak putih. têbih saking ahli budi yen ngantos siya dhatêng sêsami nyikara tanpa prakara. kata-katanya menjadi keras. karena tidak bersedia memberikan saya air minum. Sudah begini saja. muride Ijajil. (Buta Locaya setelah mendengar bahwa Sunan Bonang tidak takut pada Raja Majalengka menjadi makin marah. Tidak sesuai dengan hukumannya. lajêng tumindak sakarsa-karsa botên toleh kalêpatan.penterjemah) ." (Sunan Bonang berkata. Anda itu namanya membuat susah orang banyak. aku njaluk banyu ora oleh. yaitu gadis perawan kurang ajar itu.

sadaya manusa Jawi ingkang Islam badhe sami kula. paduka tiyang saking 'Arab. dan berbeda dengan kalian yang manusia. Bersikaplah rendah hati sehingga dikasihi oleh Hyang Widdhi. menciptakan kebajikan bagi orang banyak. mêsthi simpên budi luhur. Tidak tahan digoda oleh anak kecil. damêl wilujêng dhatêng tiyang kathah. sami damêl awising toya. kula tamtu nyuwun bantu wadya bala dhatêng Kanjêng Ratu Ayu Anginangin ingkang wontên samodra kidul". paduka ngakên Sunan rak kêdah simpên budi luhur. Mereka sama sekali tidak menyiksa orang lain tanpa melihat kesalahannya terlebih dahulu. sapunika sadaya ingkang risak kula-aturi mangsulakên malih. Anda menyiksa orang tanpa dosa. Ya sudah. Sungai yang surut dan tempat yang rusak diterjang banjir. Jika Anda tidak bersedia mengembalikannya. wujud paduka niki jajil bêlis katingal. Kula niki bangsaning lêlêmbut. tandhane paduka sapunika sampun jasa naraka jahanam. lepen ingkang asat lan panggenan ingkang sami katrajang toya kula-aturi mangsulakên kados sawaunipun. dikasihi oleh sahabat. muridnya Ijajil?) Aji Saka dados Ratu tanah Jawi namung tigang taun lajêng minggat saking tanah Jawi. Aji Saka orang dari India. Itu namanya orang jahat yang tidak menimbang dulu permasalahannya.sedangkan Anda adalah orang Arab. Sunan macam apa itu?) Yen pancen Sunaning jalma yêktos. Sama-sama membuat sulit air. Mengapa Anda meniru Aji Saka. khanseharusnya berbudi luhur. Inggih sampun ta. (Kalau memang Anda sudah Sunan secara lahir bathin.tepat lagidisebut dengan gelandangan (bahasa asli apabila diterjemahkan secara harafiah adalah orang yang tinggal dalam rumah bambu. lajêng paduka-ênggeni piyambak. saya minta dikembalikan seperti asal mulanya. Dimasukkan kawah air panas yang asapnya melimpah-limpah. Aji Saka tiyang saka Hindhu. Beraninya hanya mengandalkan kesaktiannya. apa yang sudah rusak saya minta untuk diperbaikik kembali. Karenanya saya ini masih ingat dengan kesejahteraan umat manusia. Anda itu seperti iblis tingkah lakunya. Sehingga dengan demikian setelah ini Anda pantas masuk neraka jahanam. sumbêr toya ing Mêdhang saurutipun dipun bêkta minggat sadaya. nggih niki margi paduka cilaka. siram salêbêting kawah wedang ingkang umob mumpal-mumpal. tetapi kok malah tingkah lakunya seperti itu. yen sampun dados.têluh kajêngipun pêjah sadaya. Paduka niksa wong tanpa dosa. niku Sunan napa? (Aji Saka menjadi raja tanah Jawa.penterjemah). sumber air yang ada di Medhang juga dibawanya pergi. semua orang Jawa yang sudah masuk 32 . dan bukannya bertindak semau-maunya sendiri dengan tidak melihat kesalahannya. Kalau sudah mati. namun semuanya itu berbudi luhur dan tidak berusaha mengungguli para dewa. sanes alam kaliyan manusa. manawi panjênêngan botên karsa mangsulakên. yaitu karena Anda dihina. Anda akan tinggal di sana. mila sami siya-siya dhatêng sêsami. Saya ini termasuk golongan makhluk halus. Anda itu mengaku-ngaku sebagai Sunan. lajêng mubal nêpsune gêlis duka. lalu bangkit nafsu angkara murkanya. tetapi tiga tahun kemudian pergi meninggalkannya. Di tanah Jawa ini. nanging kok jêbul botên makatên. botên tahan digodha lare. maka seharusnya berbudi luhur. karena itu sama-sama tidak menghargai sesama manusia. khan banyak orang yang kesaktiannya melebihi Anda. ewadene kula taksih engêt dhatêng wilujêngipun manusa.

nyikara wong kang ora dosa. sedangkan yang di sini namanya Sumbre. besok jika telah genap lima ratus tahun.") Sunan Benang barêng mirêng nêpsune Buta Locaya rumaos lupute. aku pamit mau ke Magetan. yen aku padu karo kowe. Asam itu menjadi lambang ulat masam. kang lor jênênge desa Singkal. dagingnya menjadi masam. lênga têgêse dhêmit mlêlêng jalma lunga. dhêmit lan wong pêcicilan rêbut bênêr ngadu kawruh prakara rusaking tanah. serta kesengsaraan manusia dan makhluk halus. Dan mulai saat ini. aku pamit nyimpang mangetan. jika tidak bisa. Singkal têgêse sêngkêl banjur nêmu akal. tidak dapat menarik kembali ucapanku yang sudah keluar. nuli maturmarang Sunan Benang: "Kêdah paduka-wangsulna sapunika. dene panggonane balamu kangana ing kidul iku jênênge desa Kawanguran". 33 . wijine mêtuwa lêngane. karena kok seperti anak kecil berkelahi." ) Sunan Benang sawuse ngandika mangkono banjur mlumpat marang wetan kali. karena makhluk halus bertengkar dengan manusia. Minyak artinya makhluk halus menghalangi perginya manusia. besuk yen wus limang atus taun. paduka kula-banda". "Buta Locaya. bijinya agar keluar minyaknya. Saya akan minta pada Tuhan. yen botên sagêd. Sedangkan tempat berkumpulnya pasukanmu di bagian selatan namanya dewa Kawanguran. buah sambi ini aku sebut cacil. ora kêna mbaleni caturku kang wus kawêtu. kamu tidak perlu mengajari aku.Islam akan saya santet agar mati semua.") Sunan Benang ngandika marang Buta Locaya: "Wis kowe ora kêna mangsuli. Pada masa mendatang jadilah saksi kalau saya bertengkar dengan kamu. asêm dadi pasêmoning ulat kêcut. Kawanguran têgêse kawruhan.") Buta Locaya barêng krungu kêsagahane Sunan Benang. saya ini Sunan. kali iki bisa bali kaya mau-maune". buah sambi akan menjadi dua warna. ia mengancam Sunan Bonang. mula banjur ngandika: "Buta Locaya! aku iki bangsa Sunan. ing kene desa ing Sumbre. (Buta Locaya setelah mendengar penolakan Sunan Bonang menjadi marah kembali. lan wiwit saiki panggonan têtêmon iki. "Sudah. Makhluk halus dan manusia berkelahi mengadu pengetahuan masalah rusaknya tanah. Sumbre sarta Singkal. (Sunan Bonang berkata pada Buta Locaya. katêlah nganti tumêka saprene ing tanah Kutha Gêdhah ana desa aran Kawanguran. "Harus dikembalikan sekarang juga. daginge dadiya asêm. maka Anda saya tahan di sini. (Sunan Bonang setelah mendengar nasehat Buta Locaya jadi menyadari kesalahannya karena telah menyebabkan kesengsaraan banyak orang. banjur nêpsu maneh. maka sungai ini kembali seperti semula. woh sambi iki tak-jênêngake cacil. dene gawe kasusahan warna-warna. dene kok kaya bocah cilik padha tukaran. dene dhêmit padu lan manusa. tempat ini yang utara namanya desa Singkah. dak-suwun marang Rabbana. sarta susahe jalma lan dhêmit. woh sambi dadi warna loro kanggone. maka berkatalah ia. Ing besuk dadiya pasêksen. Saya tentu juga akan minta bala bantuan dari Ratu Ayu Anginangin di laut selatan.

Itu namanya makhluk halus sombong. buah trenggulun namanya kenthos. saya wuwuh nêpsune sarta mangkene wuwuse: "Punika yasanipun sang Prabu Jayabaya. Buah trenggulun itu banyak sekali hingga menggunung tinggi. "Lalu kenapa memangnya? Anda Sunan. rêca jaran êndhase digêmpal. Hingga saat ini di Kutha Gedhah ada desa bernama Kawanguran. woh trênggulun jênênge kênthos. kula Ratu". dan Singkal.") Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene.") Sunan Benang ngandika: "Woh trênggulun iki tak-jênêngake kênthos. Besok di jaman Nusa Srenggi. "Hingga sekarang. (Buta Locaya mengikuti perginya Sunan Bonang. benjing jaman Nusa Srênggi. Letaknya ada di bawah pohon trenggulun.") Buta Locaya mangsuli: "Inggih kaot punapa. Itu adalah pemberitahuan dari guruku Raden Budi Sukardi.") Sunan Benang ngandika: "Kowe iku bangsa dhêmit kok wani padu karo manusa. Kawanguran artinya pengetathuan. "Buah trenggulun ini aku namakan kenthos. maka bangkit kembali kemarahan Buta Locaya.) Buta Locaya nututi tindake Sunan Bonang. sebagai lambang tekadnya wanita Jawa. (Ki Kalamwadi menjelaskan.) Buta Locaya barêng wêruh patrape Sunan Benang anggêmpal êndhasing rêca jaran. awit saka sabdane Sunan Benang. Sunan Bonang tiba di desa Bogem. Sunan Bonang lalu menghancurkan kepala patung kuda itu. siapa saja yang melihat patung itu akan sama-sama memahami tekad para wanita Jawa. kangge pralambang ing tekadipun wanita Jawi. saya raja. deneprênahe ana sangisoring wit trênggulun. (Buta Locaya berkata. (Sunan Bonang berkata. Sunan Bonang lalu melompat ke timur sungai. Sunan Bonang tindake têkan ing desa Bogêm. lajêng sami mangrêtos tekadipun para wanita Jawi" (Setelah melihat Sunan Bonang menghancurkan kepala patung kuda. (Sunan Bonang menjawab. Singkah artinya menemukan akal budi. Ia berkata. Sunan Benang ngasta kudhi.") 34 . Sumbre. ngriku Sunan. kok berani bertengkar dengan manusia. prakara rusaking rêca". disana ia melihat ada patung kuda yang berbadan satu tetapi berkepala dua. "Itu adalah peninggalan sang Prabu Jayabaya. sehingga menjadi peringatan di masa mendatang kalau aku bertengkar dengan makhluk halus sombong masalah rusaknya patung. ana ing kono Sunan Benang mriksani rêca jaran. jênênge dhêmit kêmênthus". dadiya pangeling-eling ing besuk. karena berasal dari sabda Sunan Bonang. yen aku kêrêngan karo dhêmit kumênthus. sintên ingkang sumêrêp rêca punika.(Setelah berkata demikian. guruku". "Kamu itu bangsa makhluk halus. wohe trênggulun mau akeh bangêt kang padha tiba nganti amblasah. iku pituture Raden Budi Sukardi. rêca mau awak siji êndhase loro.

) Ki Kalamwadi ngandika: "Katêlah nganti saprene sumur mau karane sumur Gumuling. Patung itu adalah peninggalan Sang Prabu Jayabaya. satêkane desa Nyahen (10) ing kona ana rêca buta wadon. Pada saat itu kebetulan pohon dadapnya sedang banyak bunganya dan banyak yang berjatuhan di kanan dan kirinya patung raksasa itu sehingga nampak merah merona.") Sunan Benang sawise salat banjur nêrusake tindake.Sunan Benang banjur tindak mangalor. "Anda itu benar-benar orang brengsek. lalu mengapa Anda rusak?") Pangandikane Sunan Benang: "Mulane rêca iki tak-rusak. êmbuh bênêr lupute". (Setelah salat maka Sunan Bonang meneruskan perjalanannya. Pada saat itu telah waktunya salat asar dan ia hendak menunaikan ibadah salat. lah asilipun punapa panjênêngan ngrisak rêca?" (Buta Locaya mengetahui tindakan Sunan Bonang merusak patung itu. tetapi tidak ada ember untuk menimba air. barêng wis wanci asar." (Jawaban Sunan Bonang. calathune: "Panjênêngan nyata tiyang dahwen. baune têngên rêca mau disêmpal dening Sunan Benang.) Buta Locaya wêruh yen Sunan Benang ngrusak rêca. dan tiba di desa Nyahen. Itu katanya Raden Budi guruku. Sunan Benang priksa rêca mau gumun bangêt. Apabila diangkat orang 800 juga masih belum terangkat. Sunan Benang kang anggolingake. saka akehe kêmbange kang tiba. (Sunan Bonang lalu pergi ke arah utara. (Ki Kalamwadi menjelaskan. Sunan Bonang melihat arca yang tingginya 16 kaki dan lingkarnya 10 kaki.Di sana ada patung raksasa wanita yang terletak di bawah pohon dadap. sarta akeh kang tiba kanan keringe rêca buta mau. sumure banjur digolingake. Lahir dan bathinnya tersesat. Di luar desa itu ada sumur. ubênge bangkekane 10 kaki.") 35 . timbul amarahnya kembali. dene Sunan Benang sawise. "Hingga saat ini sumur itu disebut sumur Gumuling. wêktu iku dhadhape pinuju akeh bangêt kêmbange. Sunan Bonang yang menggulingkannya. supaya aja dipundhi-pundhi dening wong akeh. dene ana madhêp mangulon. kêrsane arêp salat. yen dijunjung wong wolung atus ora kangkat. dhuwure ana 16 kaki. Yang menyembah patung itu namanya kafir. ngantikaton abang mbêranang. sajabane desa kono ana sumur nanging ora ana timbane. kajaba yen nganggo piranti. "Arca ini saya rusak supaya jangan disembah-sembah oleh orang banyak. Patung bagus-bagus kok dirusak tanpa sebab. entah benar entah tidak. ing mangka punika yasanipun Sang Prabu Jayabaya. yen wong muji brahala iku jênênge kapir kupur lair batine kêsasar. aja tansah disajeni dikutugi. dheweke nêpsu maneh. bathuke dikrowak. sa-niki awon warnine. iku pituture Raden Budi guruku. nuli sagêd mundhut banyu kagêm wudhu banjur salat. prênahe ana sangisoring wit dhadhap. saupama diêlih saka panggonane. Bahu kanan patung tersebut dihancurkan oleh Sunan Bonang dan selain itu dahinya juga dirusak. rêca buta bêcik-bêcik dirusak tanpa prakara. karena itu Sunan Bonang menggulingkan sumur itu sehingga ia bisa menggambil air dari dalamnya. supaya jangan dimantrai.

Apakah sudah memperoleh tanda tangan dan cap dari Tuhan?") 36 . karena itu dimantrai dan diberi sesajian. angsal pangapuntên sadaya kalêpatanipun. Orang yang gemar berbuat seenaknya sendirinya terhadap sesama makhluk Tuhan. wujude nggih tugu sela. makluking Pangeran.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Tandhane napa yen angsal sihe Pangeran. ing kono pusêring bumi.maka para makhluk halus itu diberi tempat tinggal di dalam arca. dhêmit manawi nêdha ganda wangi badanipun kraos sumyah. Gusti Allah paring pangapura lupute kabeh salawase urip ana ing 'alam pangumbaran" . (Sunan Bonang menjawab. amargi siti utawi kajêng punika wontên asilipun. botên kuwasa. Wujudnya juga tugu batu. "Ka'bah itu ada karena jasanya Nabi Ibrahim. di situ terletakpusatnya bumi. Selain itu mereka makan bau harum. mila sami dipun ladosi. Anda siksa. "Orang Jawa itu khan sudah tahu. supados para lêlêmbut sampun sami manggen wontên ing siti utawi kajêng. sampun sami ngraos yen alamipun dhêmit punika sanes kalayan alamipun manusa.") Pangandikane Sunan Benang: Ka'batu'llah iku kang jasa Kangjêng Nabi Ibrahim. wangsul tiyang bangsa 'Arab sami sojah Ka'batu'llah. Siapa saja yang bersujud pada Ka'bah. tidak punya kekuasaan apa. badannya terasa segar. dipun sajeni. bahwa itu hanya sebuah arca batu. botên gadhah daya. sehingga seharusnya mereka juga sesat. dipun kutugi. mila para lêlêmbut sami dipun sukani panggenan wontên ing rêca. sanes Hyang Labawalhujwa. (Sudah wajar kalau para makhluk halus tinggal di gua dan patung. Makhluk halus itu apabila makan bau harum. jadi karena itu Anda patut disebut orang jahil. supaya para makhluk halus yang dulunya tinggal di tanah atau kayu . yen punika rêca sela. Lebih baik orang Jawa yang menghormati patung demi menguntungkan para makhluk halus. Dibangun tugu dan disembah orang banyak. didelehi tugu watu disujudi wong akeh. "Buktinya apa kalau mereka beroleh pengampunan dosa dari Tuhan. sing sapa sujud marang Ka'batu'llah. Anda itu tahu nggak sih?) Sampun jamakipun brêkasakan manggen ing guwa. dados têdhanipun manusa. memperoleh pengampunan dari semua kesalahan. Apakah Anda sudah pernah merasakan hidup di alam makhluk halus yang berbeda dengan alam manusia? Mereka yang hidup di dalam patung baru. Allah akan mengampuni dosanya selama hidup di dunia. bukan Hyang Labawalhujwa. panjênêngan-tundhungdhatêng pundi? (Buta Locaya mengomel lagi. Aluwung manusa Jawa ngurmati wujud rêca ingkang pantês simpên budi nyawa. dibandingkan dengan orang Arab yang menyembah Ka'bah. Mereka betah tinggal di patung-patung batu yang berada di tempat sepi atau yang berada di depan pohon besar. tidak punya daya apa-apa. punapa sampun angsal saking Pangeran Kang Maha Agung tapak asta mawi cap abrit? (Buta Locaya menjawab dengan marah. punika inggih langkung sasar".karena tanah dan kayu itu dimanfaatkan bagi manusia . langkung sênêng malih manawi manggen wontên ing rêca wêtah ing panggenan ingkang sêpi edhum utawi wontên ngandhap kajêng ingkang agêng. manggen wontên ing rêca têka panjênêngan sikara. sarta nêdha ganda wangi. dados panjênêngan punika têtêp tiyang jail gêndhak sikara siya-siya dhatêng sasamining tumitah. wontên ing rêca.Buta Locaya calathu maneh: "Wong Jawa rak sampun ngrêtos.

inggih kêkasihipun Ingkang Kuwaos. manawi panggenanipun raga pêtêng. punapa dora punapayêktos. Ia juga menerima wahyu mulia. pengetahuannya amburadul. prayogi dhatêng rêdi Kêlut kathah sela agêng-agêng yasanipun Pangeran. yaitu yang sanggup dijadikan suri tauladan. Inilah yang harus diperhatikan. Dene ingkang yasa rêca punika Prabu Jayabaya. sumêrêp saderengipun kalampahan. Siapa yang sadar akan asal usulnya. paduka pathokan tulis. ta. sedangkan orang Jawa berpedoman pada sastra kuno. Sedangkan yang membangun arca batu itu adalah Prabu Jayabaya.) 37 . "Ketahuilah. kemuliaan yang ada di dunia ini sudah ternoda. ketika mereka sudah melakukan kejahatan. "Itu semua disebut dalam kitabku.sami nyungkêmi kabar. kesemuanya itu terwujud berdasarkan Sabda Allah. sidik paningalipun têrus. inggih pintêr sugih engêtan sidik paningalipun têrus. bêtuwah saking lêluhuripun. tubuh manusia itulah Ka'bah sejati.) Sanadyan rintên dalu nglampahi salat. pinaringan wahyu mulya. Tiyang nyungkêmi kabar 'Arab. (Buta Locaya menjawab dengan tidak senang hati. Nabi punika rak inggih manusa kêkasihipun Gusti Allah. yang juga merupakan kekasih Allah. sumêrêp cipta sasmita ingkang dereng kalampahan. manawi sampun nrimah nêmbah curi. Lebih baik mempercayai sastra kuno dari leluhur sendiri yangpeningggalannya masih dapat disaksikan. petuah dari leluhur sendiri.Sunan Benang ngandika maneh: "Kang kasêbut ing kitabku. sayêktos yen yasanipun Ingkang Maha Kuwaos. kamulyan sanyata wontên ing dunya kemawon sampun korup. anggêga ujaripun tiyang nglêmpara. orang tersesat menyembah tugu batu. (Sunan Bonang berkata lagi. Orang mempercayai kitab Arab. entah benar entah salahnya. badanipun manusa punika Baitu'llah ingkang sayêktos. sami maujud piyambak saking sabda kun. Berdasarkan izin Yang Maha Kuasa. aluwung nyungkêmi kabar sastra saking lêluhuripun piyambak. Besok kalau meninggal akan beroleh kemuliaan. menyembah tugu batu yang dibuat nabi. Sejati karena ciptaannya Yang Maha Kuasa. punika wajib dipun sujudi. Anda berpedoman pada kitab. sasar nêmbah tugu sela. inggih punika ingkang kenging kangge tuladha. sintên sumêrêp asalipun badanipun. dereng ngrêtos kawontênanipun ngrika. (Meskipun siang dan malam menjalankan salat. hanya percaya perkataannya para penipu. punika kêdah dipunrêksa. diberi wahyu sehingga menjadi pandai dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. Saking dhawuhipun Ingkang Maha Kuwaos. sumêrêp budi hawanipun. seluruh umat manusia harus mengetahui mengenai Ka'bah sejati. jugabanyak pengetahuannya dan sanggup mengetahui apa yang akan terjadi. sami. ingkang patilasanipun taksih kenging dipuntingali. sasar nyêmbah tugu sela. besuk yen mati oleh kamulyan". tetapi apabila pikirannya gelap. itulah yang sesungguhnya lebih pantas disembah. kawruhipun sasar-susur. Nabi itu khan jugamanusia kekasih Allah. Di Gunung Kelut banyak batu besar-besar hasil ciptaan Tuhan. tiyang Jawi pathokan sastra. pinaringan wahyu nyata pintêr sugih engêtan. manusa sadaya kêdah sumêrêp ing Baitu'llahipun. padahal belum tahu keadaan di sana.") Buta Locaya mangsuli karo mbêkos: "Pêjah malih yen sumêrêpa. tugu damêlan Nabi. mengetahui akal budinya.

badhe kula-undhangakê n adhi-kula ingkang wontên ing rêdi Kêlut. tanaman tidak bisa tubuh. Anda apa sanggup mengetahui apa yang akan terjadi? Sudahlah. mulya langgêng salamine. nyade mulyaning nagari Mêkah. panjênêngan dereng tamptu mulya kados kula. wontên ing 'Arab nakal kalêbêt tiyang awon. tanêm-tanêm tuwuh botên sagêd mêdal. apa yang ditanam dapat tumbuh. kurang memakan pengetahuan akal budi. pertanda kurang nalar. (Anda itu seperti orang tidak waras. punapa ingkang dipuntanêm sagêd tuwuh. Saya minta untuk pergi dari sini.) Rêmbag panjênêngan punika mblasar. rêmên nyikara niaya. maka akan saya panggilkan adik saya dari Gunung Kelut. (Sunan Bonang berkata. Tanahnya panas. panjênêngan punapa sagêd ngêpal lampahing jaman? Sampun ta. senang menyiksa orang lain. Bicaranya juga luwes. wanitanipun ayu. asrêp lan bênteripun cêkapan. digdayanipun ngungkuli panjênêngan. sitinipun panas. Rêmbag panjênêngan badhe priksa pusêring jagad. tiyangipun jalêr bagus. saya minta Anda pergi saja dar sini. dados murid kula!". sapunika panjênêngan ukur. kirang nêdha kawruh budi. yen panjênêngan mulya tamtu botên kesah saking 'Arab. Apakah Anda tidak sengsara? Apakah Anda ingin berdiam dalam batu seperti saya? Kalau mau silakan datang ke Selabale. bila salah pukullah saya. nyade umuk. nagari Jawi ngriki nagari suci lan mulya. yang kesaktiannya melebihi Anda. Ingkang yasa rêca punika Maha Prabu Jayabaya. manawi kula lêpat panjênêngan jotos. serta jarang hujan. madya luwês wicaranipun. tandhanipun wontên ing ngriki taksih krejaban. Jika tidak mau pergi dari sini. Malah banyak orang yang diperjual-belikan sebagai budak. awis toya. mastani Mêkah punika nagari cilaka. (Anda menjual kemuliaannya negeri Mekah. maoni adating 38 . inggih ing ngriki ingkang kula-linggihi punika. saking lêpat. mila panjênêngan dhatêng tanah Jawi. panjênêngan punapa botên badhe susah. maka tempat yang saya duduki inilah yang merupakan pusat jagad. mila minggat. kula-aturi kesah kemawon saking ngriki. kowe setan brêkasakan". rêmên niksa ing sanes. tekad panjênêngan rusuh. kula-aturi kesah saking ngriki. Anda itu orang durhaka. negeri Jawa yang suci dan mulia. Yang membuat arca itu Maha Prabu Jayabaya. wahai setan iblis. yang pria tampan. lajêng kula-bêkta mlêbêt dhatêng kawahipun rêdi Kêlut. susah air.Mila panjênêngan anganjawi. malah kathah tiyang sade tinumbas tiyang. "Saya tidak mau mengikuti perkataanmu. Panjênêngan tiyang duraka. kula sumêrêp nagari Mêkah. manawi botên purun kesah sapunika.") Buta Locaya mangsuli: "Sanadyan kula dhêmit. jadi murid saya!") Sunan Benang ngandika: "Ora arêp manut rêmbugmu. bênteripun banter awis jawah. Padahal saya tahu seperti apa sebenarnya Mekah. yang wanita cantik. punapa panjênêngan kêpengin manggen ing sela kados kula? Mangga dhatêng Selabale. kangge rencang tumbasan. Anda saya keroyok apa bisa menang? Lalu akan saya bawa ke dalam kawah Gunung Kelut. manawi tiyang ingkang ahli nalar. Kalau Anda bicara masalah pusatnya jagad. tanah pasir mirah toya. Orang yang sanggup bernalar akan menyebut Mekah itu negeri celaka. tandha kirang nalar. nanging dhêmit raja. cukup hujan dan air. panjênêngan kula-kroyok punapa sagêd mênang. Silakan Anda ukur.

woh dhadhap jênênge kledhung. Niat Anda buruk. maka terburu-buru perjalanannya. wadyabala Demak sudah membuatabrisan mengepung negara." Sunan Bonang meninggalkan tempat itu dan Buta Locaya beserta pasukannya juga pulang meninggalkan tempat itu. nambahi bênter. pergilah cepat-cepat. Mulia dan abadi selamatnya.uwong. uwohe kledhung. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan.) Adipati Pengging dan Ponorogo Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo. bunganya dinamakan celung.") Mula katêlah nganti tumêka saprene. Di Arab Anda tergolong orang hina. panjênêngan enggala kesah.) Sunan Benang banjur pamitan: "Wis aku arêp mulih mênyang Benang". "Pohon dadap ini bunganya aku beri nama celung. Sabdapalon dan Nayagenggong. buahnya kledhung. "Meskipun saya makhluk halus. mengharubiru agama leluhur kuno. (Sunan Bonang berkata. Setelah memberi perintah demikian. (Buta Locaya menjawab dengan marah. merusak barang yang bagus. Jika Anda orang mulia maka tidak akan pergi meninggalkan Arab. Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. dene Buta Locaya sawadya-balane uga banjur mulih. namanya kledhung. Buktinya di sni membuat onar. menghina adatistiadat orang lain. Wadya Demak kemudianperang dengan pasukan Majapahit. gemar menyiksa orang lain. pasukan Majapahit hanya tiga ribu. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. belum saatnya maju perang. Perang itu sangat ramai. kalah kawruh kalah nalar". tetapi raja makhluk halus. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekianbanyak itu.") Buta Locaya mangsuli karo nêpsu: "Inggih sampun. Jadilah saksi bila aku bertengkar dengan raja makhluk halus dan kalah pengetahuan serta nalar. Anda belum tentu mulia seperti saya. Makin lama makin membuat susah saja. Membuat susah air. Oleh karena itu Anda datang ke tanah Jawa. karena aku kalah nalar dan kalah pembicaraan. Ia diiringkan dua abdi terkasih. Ratu wajib niksa. manawi kadangon wontên ing ngriki mindhak damêl susah. (Sunan Bonang lalu berpamitan. (Buta Locaya menjawab. buah dadap. karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil. kêmbange aran celung. "Sudah saya akan pulang ke Bonang. prajuritnya banyak yang tewas 39 .") Sunan Benang ngandika: "Dhadhap iki kêmbange tak jênêngake celung. murugakên awis wos. dadiya pasêksen yen aku padu lan ratu dhêmit. damêl risak barang sae. Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian. Sunan Benang banjur tindak. karena salah maka melarikan diri dari sana. wontêning ngriki mindhak damêl sangar. sabab aku kêcelung nalar lan kêledhung rêmbag. ngarubiru agamane lêluhur kina. Raja wajib menyiksa dan membuang Anda. mbucal dhatêng Mênadhu". menyebabkan kekeringan. Di sini membuat susah saja. maoni agama. "Ya sudah. (Oleh karena itu hingga sekarang. nyudakakên toya". menghina agama. Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. Pasukan Demak tiga puluh ribu.

" Setewasnya Patih Majapahit. tega merusak negara Majapahit. Setelah wafatnya Sunan Ampel. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit. kemudian dikumpulkan dengan orang Islam. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa. disuruh bersyahadat. akhirnya Patih Majapahit gugur. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan. para Sunan kemudian masuk ke istana. Istri beliau asli dari Tuban. Sebagianpasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada. hanya tinggal istrinya. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan. Pasukan Majapahit lama-lama habis. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. yaitu putri Campa. kucukur rambut kalian bersih-bersih. kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan. yang ada hanya Ratu Mas. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur'an. Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Mereka merampok sampai bersih.berguguran. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel. dikubur di sebelah tenggara istana. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. putra Arya Teja. Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. seperti tugu baja. tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus. Bangkai manusia tumpang tindih. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun. tewas. "Ingat-ingat orang Islam. Ia menerjang bagaikan banteng terluka. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. tidak ada yang ditakuti. 40 . Sultan Demak berangkat ke Ampel. Sunan Ampel sudah wafat. membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Pesantren Ampelgading Kabupaten Terung Sesudah tiga hari. siapa pun yang diterjang bubar berlarian. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara. yang menghadangterjungkal mampus. kuajari kalian benar salah. Kelak kubalas. Orang-orang di sekeliling istana bubar. Adapun yang mau takhluk. Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. Seberapa kuat satu orang sendirian. bertanding dengan Sunan Kudus. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Sunan Ngundung balas ditombak. kutiup kepala kalian. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. merebut negara melakukan pembunuhan.

harus keluar dari keinginan diri sendiri. Ikhlasnya hati bakti kepada ayah. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. kinimati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu. "Angger ! Aku akan bertanyakepada kamu. Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah. ia wajib dijunjung tinggi. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan. tahu yang baik dan yang buruk. Orang Jawa matanya hanya satu. serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar. tidak usah disuruh." Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri. ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong. "Angger! Ketahuilah. kamu dosa tiga hal. hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. Buda kawak dawuk seperti kuwuk. Katanya anaknya Sang Prabu. agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. punya mertua kafir. itu beragama Islam. dan yang mengizinkan para Sunan. kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan. Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun. Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun. ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?" Raden Patah kemudian menjawab. serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih. jawablah sebenarnya. Apabila Gusti Allah I sudah mengizinkan. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya. selain hanya Gusti Allah sendiri. karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam. Ingat-ingatlah asalasalmu. Demikian ia berkata "Cucuku. karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Kamu aku dongengi. tidak tahu yang benardan yang salah. maka ia menjadi tahu benar dan salah. Mengapa negara majapahit dirusak. Melawan raja dan orang tuamu. dengan berkata. Gusti Allah bersifat rahman. agar tidak blero penglihatanmu. bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir. masih mempercayai agama kafir. berwujud kertas atau patung batu. mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. tidak berbakti kepada orang kafir. menangis seraya merangkul Sang Prabu.Beliau meminta restu. Matamu itu berkacalah. serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. Berbeda matanya orang Jawa. katanya. kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. kedua kepada raja yang memberi anugrah. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. pasti hormat kepada ayah. mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat 41 . Wong Agung Kuparman. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa.

tetapi posisinya sebagai orangtuanya. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. akan tetap menjadi tuanya seorangraja. putranya menginginkan tahta ayahandanya. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam. katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapatganjaran surga. wasiatnya kamu langgar. sedangkan jika kamu nanti tua. karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa." Nyai Ageng Ampel Nyai Ageng Ampel berkata lagi. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. Tidak seperti tekadmu. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama. pun bukan buku dari leluhur. aku tidak berwenang mengizinkan. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu. yang putih hanya di luar. nanti buwana balik namanya. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya. untuk menjadi raja di tanah Jawa. Orang mengembara kok diturut perkataanya. Jika demikian caranya. Berani kepada orang tua. mentang. ada Brahmara dari tanah seberang datang ke 42 . di dalam merah. seluruh kata-katamu lidah api. Tidak lama kemudian.menjunjung tinggi kedua orang tuanya. agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana? Prabu Jimbun berkata. masih melestarikan agama lama. tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan. Itulah yang dinamakan hukum Allah. Itu bukan patokanmu. tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa. aku lihat?" Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa. Ketika kakekmu masih hidup. maka kemudian dimusuhi. karena keinginanmu menjadi raja. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. setiap hari makan manusia. Aku sudah tuwa tiwas. "Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah. kesusahannya tidak dipikir.mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. tetapi tidak berkenan. ayahanda disia-siakan. Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar. bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara. Sekarang kakekmu sudah wafat. Kanjeng Nabi Dawud. bahwa ia belum memohon pindah agama. aku rakyat kecil dan hanya perempuan. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku. meskipun melawan orang tua. kakekmu melarang. ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama. tetapi putihnya kuntul. yang mendapat celaka ya kamu sendiri. Itu pertanda ternyata masih mentahpengetahuanmu. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu. hanya kamu sendiri yang tahu. Aku akan bertanya sekarang. lahir batin tidak salah. coba keluarkan apa mukjizatmu. Kata-kata saja koq dipercayai. ia memburu-buru tahta ayahandanya. sampa iia tersangkut tergantung di pohon. dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir. kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit. hanya mengandalkan surban putih. sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. Para Nabi di jaman kuno. kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan. "Tindakanmu itu makin salah. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan. hanya menurut perkataan buku.

mati ditangan Islam toh !!! Ohhh begitu toh.kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. " Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila. Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit. tidak lama kemudian mati. Sang Raja kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh. jangan dipaksa. dan ajaklah mampir ke Ampelgading. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa. Ia dikatakan tidak tahu membalas kebaikan Sang Prabu Brawijaya. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit. Apa lagi seperti kamu. selama hidup namamu buruk. kamu pasti celaka. Ajisaka diangkat menjadi raja. Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak. Gua baru tahu ! red] Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam. hukumnya masih seperti yang kuceritakantadi. Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun. dan benci kepada Dewata Cengkar. para pengikutnya menyambutnya dengan gembira dan berpesta ria. yang mendapat celaka hanya kamu sendiri. Para santri bermain rebana dan berdzikir. lagi pula kehilangan ayah. ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat.Jawa bernama Aji Saka. bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. yang demikian itu hukum Allah". pasti ia akan membela kepada ayahnya. Pertama memusuhi ayah sendiri. semua menemui sengsara. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan batinnya. pahlawan pemersatu Indonesia itu. 43 . Semua kemarahan Nyai Ageng Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. matimu pasti masuk neraka. itu saja sudah berat tanggunganmu. buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua. Akhirnya ia diperintahkan supaya mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. tercebur ke laut. Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. serta memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. Akan tetapi di Ampel ia malah dimarahi dan diumpat-umpat. Patih Majapahit tewas di tengah peperangan. mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. [Majapahit. dan berubah menjadi buaya. serta melaporkan kalau ayahandanya dan Raden Gugur lolos. karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk. Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak. Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya. kedua membelot kepada Raja. Akan tetapi apabil tidak berkenan. tersenyum sambil menganggukangguk. Tapi kamu kok mau menjalani. kutukannya pasti makbul. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati. tetapi semua sudah terjadi. serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. Setelah itu. Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya. Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka. Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. Kepada Eyang Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian. "Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati.

jangan di tanah Jawa. Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta. hanya diantar dua sahabat. lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan.Mendengar hal itu Sunan Bonang. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta 44 . ditemukan Sunan Kalijaga adalah seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai. ) rasa yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu Brawijaya dan Patih. untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. Karena membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. karena tidak mau pindah agama Islam. Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. jika ayahandanya memaksa pulang ke Majapahit. karena pasti akan mengganggu orang yang pindah ke agama Islam. maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk menyerang balik. sang abdi setia & berbudi luhur Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. dalam batin merasa (sedikit. :"Hamba diutus putra Paduka. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. Sunan Bonang lebih baik akan pulang ke Arab. dan mempunyai perangai yang halus. Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya. Sunan Giri kemudian menyambung. yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih berkuasa di wilayahnya masingmasing dan kalau sampai Prabu Brawijaya berhasil sampai ke Bali. "Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?" Sunan Kalijaga berkata. Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu dipikirkan benar. Beliau memohonampun atas kekhilafannya. mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan. menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya. agar tidak menganggu pengislaman Jawa. Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta ampun akan semua kesalahannya. Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu.red. yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Sabdapalon. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa. karena pertimbangan wanita itu pasti kurang sempurna. Sunan Bonang serta Prabu Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. red) menyesal dan bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. (Redaksi: Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta lagi. Perjalanannya terlunta-lunta. sampai lancang berani merebut tahta Paduka. Dari sumber lain. Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. Tetapi (karena gengsi dan sudah kepalang tanggung.

Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. sebab pertama durhaka kepada ayah dan kedua kepada raja. diikat dipucuk rambut. berani durhaka kepada ayah raja. :"Aku sudah dengar kata-katamu. Paduka inginkan beristirahat dimana. Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina. maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. Kini putra Paduka ingat. Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana Paduka berada. lamis semua. dan punya belas kasih kepada orang 45 . Sekarang paduka hendak pergi ke mana?" Sang Prabu Brawijaya berkata. Aku akan beri tahu tingkah si Patah. menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga. tetapi tidak tahu aturan. bertemu dengan Prabu Dewa Agung di Kelungkung. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. bahwa putrinya yang menjadi istriku punya anak laki-laki satu. Sunan Kalijaga merasa sangat bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang." Sang Prabu Brawijaya bersabda. putra Paduka akan menyerahkan tahta Paduka Raja. dimasukkan dalam ubun-ubun. tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa. bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana tinggalnya. dihormati dan dimintai restu keselamatan semua yang di bumi. disembah para bupati. lupa dengan aturan manusia yang utama!" Setelah mendengar bersabda Sang Prabu. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit. tapi balasannya seperti kenying buntut ! Apa coba salahku? Mengapa negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia. Kemudian ia berkata lembut."Sekarang aku akan ke Pulau Bali. Adapun apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi. serta ingat kepada kebaikanku. menurut kesenangan Paduka. Dulu-dulu aku beri hati. Akan kuminta agar datang di negeri Bali. Jika Paduka berkenan pulang. menambahi cahaya nubuwat yang bening. agar buta mataku ini. menjadi jimat yang dipegang erat.: "Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. memangku mahligai istana dijunjung para punggawa. mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi. Namun semua telah terjadi. Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati di Demak. di gunung mana Paduka ingin tinggal. menyianyiakan orang tua tanpa dosa.memerintah negeri. diminta dengan tulus. tetaplah menjadi raja seperti sedia kala. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka. untuk keselamatan putra cucu Paduka semua. Aku akan minta kerelaannya untuk aku bunuh kedua anaknya sekaligus. Itu pun jika Paduka berkenan. tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka. tetapi tidak tahu jalan. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan Tuhan. Karena semua telah terjadi. Apabila sudah siap semua prajurit. Ia juga kuminta kerelaan cucunya hendak aku bunuh. apalagi yang dimohon lagi. Kata-katanya hanya manis di bibir. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. kecuali hanya ampunan Paduka.

menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur.:"Mustahil jika demikian. tidak tahu diri. Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi. apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan ilalang kering. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut bangkai. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan darah keturunan Paduka. tapi tidak lama kemudian lengser keprabon. pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang. :"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading. Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. Ia berkata dalam hati. yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging dimakan serigala lainnya. ketiga pemberi anugerah. Sedangkan si Patah meng-aniaya kepadaku. lemah tidak berdaya kok akan direndam dalam air. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. memusuhi raja dan bapa. Aku ini raja binatara. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. Apakah tidak sayang Negeri Jawa rusak. kupertimbangkan saranmu. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya. lalu ingin menjadi raja. orang sudah tua-renta. diminta dengan baik-baik." Sunan Kalijaga sangat prihatin. Kupikirkan baik-baik." Sunan Kalijaga memendam senyum dan berkata. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam posisi salah. maka ia mohon agar dibunuh saja. disuruh menunggu pintu belakang. bencinya tidak bisa sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. :"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali. benar dan salahnya. bersiaga mengangkat senjata. menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. Seumpamanya si Patah menganggap aku sebagai bapaknya." Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan. pasti akan terjadi perang besar. Pagi sore dibokongi sembahyang. hatinya tersentuh juga. Aku tidak malu." Balas sang Prabu : " Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. si Patah menghadap kepadaku. Sudah pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua. Sahid! Alangkah sedih hatiku. istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan baik-baik pula. menepati sumpah sejati. baik dan buruknya. kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja. besok hamba yang tanggung. hamba yakin tidak akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku pulang ke Majapahit.:"Coba pikirkanlah. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak 46 . Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. karena akan malu mengetahui peristiwa yang menjijikkan itu. kemudian memanggil para raja. sudah kenyang menjadi raja." Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. hanya menepati satu kebenaran. apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. Aku sudah tua renta. Biarlah terjadi perang besar ayah melawan anak. maka kemudian beliau menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata. Lain hari lupa. karena aku khawatir apabila kata-katamu itu bohong saja. Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?" Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi. karena aku tidak memulai kejahatan dan meninggalkantata cara yang mulia. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang akan celaka. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam peperangan.tua ini. Berat sabdanya. aku kemudian ditangkap dikebiri. tidak memakai dua mata. :"Sahid! Duduklah dahulu. kulit kisut punggung wungkuk.

Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. Disebut Rasulullah itu rasa ala ganda salah. Tidak ada yangberubah 47 . lullah. Kalau kalian mau. Adapun raga manusia itu asalnya dari ruh idhafi. Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara." Sabdapalon berkata dengan sedih (shock berat). keluar dari badan yang terbuka. " Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. dan manusia yang menyembah kepada sesuatu yang kelihatan mata. namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul. Badan jasmani manusia adalah letak rasa. Sang Wiku Manumanasa. turuntemurun sampai sekarang. meskipun salat dingklakdingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya. artinya aku bersaksi. aku koq belum tahu. Pedoman orang Islam itu syahadat. Perdebatan Prabu Brawijaya dengan Sabdapalon." Perdebatan Theologis Prabu Brawijaya Sang Prabu berkata. Sakutrem dan Bambang Sakri. Rasul adalah rasa kang nusuli. tiada Tuhan selain Allah. tidak tahu rukun Islam maka tidak akan mengerti awal kejadian. Mulai dari leluhur Paduka dahulu. rambutnya tidak mempan digunting. Toh hanya soal agama." Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam. Rasa termasuk lesan. coba ucapkan biar aku dengarkan. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. rasa dan makanan menjadi sebutan Muhammad Rasulullah. artinya Rasul rasa. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Sunan Kalijaga lantas berkata. luluh menjadi lembut. "Syahadat itu seperti apa. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. Diringkas menjadi satu Muhammad Rasulullah. tidak memuji Muhammad di Arab. dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. Yang pertama pengetahuan badan. Manusia mengucap itu harus paham kepada apa yang diucapkan. karena apabila hanya lahir saja. maka sembahyang yang berbunyi ushali itu artinya memahami asalnya. Adapun maksud Nabi Muhammad Rasulullah adalah itu Muhammad itu makam kuburan. wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Badan manusia itu bayangan Dzat Tuhan." Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat. jika tidak mengetahui artinya syahadat. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong.:"Manusia yang menyembah kepada angan-angan saja tapi tidak tahu sifat-Nya maka ia tetap kafir. "asyhadu ala ilaha ilallah. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. karena asyhadu alla.Paduka. kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha. :"Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. itu menyembah berhala namanya. rasul naik ke surga. dan mengucapkan asma Allah. Jadi badan manusia itu tempatnya sekalian rasa yang memuji badan sendiri. ruh Muhamad Rasul. Kewajiban manusia menghayati rasa. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. keluarnya rasa hidup. Sang Prabu dimohon Islam lahir batin. maka manusia itu perlu mengerti secara lahir dan batin. kedua tahu makanan. maka rambutnya bisa dipotong. akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. :"Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam.

agamanya, sejak pertama menempati agama Buddha, baru Paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Jawa artinya 'tahu'. Mau menerima berarti 'Jawan'. Kalau hanya ikut-ikutan, akan membuat celaka muksa Paduka kelak," Kata Wikutama yang kemudian disambut halilintar bersahutan. (Redaksi: Menurut ajaran Buddha mengenal adanya reinkarnasi, jadi Sabdapalon ini telah berkali-kali bereinkarnasi dan selalu menjadi seorang patih di tanah Jawa. Bandingkan dengan reinkarnasi dari para Lama di Tibet) Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata, karena mau masuk agama Islam, yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal: (1) rumput Jawan, (2) padi Randanunut, dan (3) padi Mriyi. Sang Prabu bertanya, "Bagaimana niatanmu, mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul, lalu menyebut Nabi Muhammad Rasullalah dan nama Allah YangSejati?" Sabdopalon berkata dengan sedih (putus asa),:"Paduka masuklah sendiri. Hamba tidak tega melihat watak sia-sia, seperti manusia Arab itu. Menginjak-injak hukum, menginjak-injak tatanan. Jika hamba pindah agama, pasti akan celaka muksa hamba kelak. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua, memuji diri sendiri. Kalau hamba mengatakan kurang ajar, memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. Hamba suka agama lama menyebut Dewa Yang Maha Lebih. Dunia itu tubuh Dewata yang bersifat budi dan hawa, sudah menjadi kewajiban manusia itu menurut budi kehendaknya, menjadi tuntas dan tidak mengecewakan, jika menyebut Nabi Muhammad Rasulullah, artinya Muhammad itu makaman kubur, kubur rasa yang salah, hanya men-Tuhan-kan badan jasmani, hanya mementingkan rasa enak, tidak ingat karma dibelakang. Maka nama Muhammad adalah tempat kuburan sekalian rasa. Ruh idafi artinya tubuh, jika sudah rusak kembali kepada asalnya lagi. Prabu Brawijaya nanti akan pulang kemana. Adam itu sama dengan Hyang Ibrahm, arthinya kebrahen ketika hidupnya, tidak mendapatkan rasa yang benar. Tetapi bangunnya rasa yang berwujud badan dinamai Muhammadun, tempat kuburan rasa. Jasa budi menjadi sifat manusia. Jika diambil Yang Maha Kuasa, tubuh Paduka sifatnya jadi dengan sendirinya. Orang tua tidak membuat, maka dinamai anak, karena adanya dengan sendirinya, jadinyaatas suatu yang ghaib, atas kehendak Lata wal Hujwa, yang meliputi wujud, wujudi sendiri, rusak-rusaknya sendiri, jika diambil oleh Yang Maha Kuasa, hanya tinggal rasa dan amal yang Paduka bawa ke mana saja. Jika nista menjadi setan yang menjaga suatu tempat. Hanya menunggui daging basi yang sudah luluh menjadi tanah. Demikian tadi tidak ada perlunya. Demikian itu karena kurang budi dan pengetahuannya. Ketika hidupnya belum makan buah pohon pengetahuan dan buah pohon budi. Pilih mati menjadi setan, menunggu batu mengharap-harap manusia mengirim sajian dan selamatan. Kelak meninggalkan mujizat Rahmat memberi kutukan kiamat kepada anak cucunya yang tinggal. Manusia mati tidak dalam aturan raja yang sifatnya lahiriah. Sukma pisah dengan budi, jika tekadnya baik akan menerima kemuliaan. Akan tetapi jika tekadnya buruk akan menerima siksaan. Coba Paduka pikir kata hamba itu!" Prabu berkata "Kembali kepada asalnya, asal Nur bali kepada Nur".

48

Sabdapalon bertutur "Itu pengetahuan manusia yang bingung, hidupnya merugi, tidak punya pengetahuan ingat, belum menghayati buah pengetahuan dan budi, asal satu mendapat satu. Itu bukan mati yang utama. Mati yang utama itu sewu satus telung puluh. Artinya satus itu putus, telu itu tilas, puluh itu pulih, wujud kembali, wujudnya rusak, tetapi yang rusak hanya yang berasal dari ruh idhafi lapisan, bulan surup pasti dari mana asalnya mulai menjadi manusia. Surup artinya sumurup purwa madya wasana, menepati kedudukan manusia." Sang Prabu menjawab, "Ciptaku menempel pada orang yang lebih." Sabdopalon berkata, "Itu manusia tersesat, seperti kemladeyan menempel di pepohonan besar, tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang. Itu bukan mati yang utama. Tapi matinya manusia nista, sukanya hanya menempel, ikut-ikutan, tidak memiliki sendiri, jika diusir kemudian gentayangan menjadi kuntilanak, kemudian menempel kepada awal mulanya lagi." Sang Prabu berkata lagi, "Aku akan kembali kepada yang suwung, kekosongan, ketika aku belum mewujud apa-apa, demikianlah tujuan kematianku kelak." "Itu matinya manusia tidak berguna, tidak punya iman dan ilmu, ketika hidupnya seperti hewan, hanya makan, minum, dan tidur. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. Penting minum dan kencing saja, hilang makna hidup dalam mati." Sang Prabu, "Aku menunggui tempat kubur, apabila sudah hancur luluh menjadi debu." Sabdopalon menyambung, "Itulah matinya manusia bodoh, menjadi setan kuburan, menunggui daging di kuburan, daging yang sudah luluh menjadi tanah, tidak mengerti berganti ruh idhafi baru. Itulah manusia bodoh, ketahuliah. Terima kasih!" Sang Prabu berkata, "Aku akan muksa dengan ragaku." Sabdopalon tersenyum, "Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa, tidak mampu meringkas makan badannya, gemuk kebanyakan daging. Manusia mati muksa itu celaka, karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. Tidak bersyahadat, tidak mati dan tidak hidup, tidak bisa menjadi ruh idhafi baru, hanya menjadi gunungan demit." Sang Prabu, "Aku tidak punya kehendak apa-apa, tidak bisa memilih, terserah Yang Maha Kuasa." Sabdopalon, "Paduka meninggalkan sifat tidak merasa sebagai titah yang terpuji, meninggalkan kewajiban sebagai manusia. Manusia diwenangkan untuk menolak atau memilih. Jika sudah menerima akan mati, sudah tidak perlu mencari ilmu kemuliaan mati." Sang Prabu, "Keinginanku kembali ke akhirat, masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa." Sabdopalon berkata, "Akhirat, surga, sudah Paduka kemana-mana, dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. Paduka akan pergi ke akhirat mana? Apa tidak tersesat? Padahal akhirat itu artinya melarat, dimana-mana ada akhirat. Bila mau hamba ingatkan, jangan sampai Paduka mendapat kemelaratan seperti dalam pengadilan negara. Jika salah menjawabnya tentu dihukum, ditangkap, dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. Masuk akhirat Nusa Srenggi. Nusa artinya anusia sreng artinya berat sekali, enggi artinya kerja. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Apa tidak celaka, manusia hidup di dunia demikian tadi, sekeluarganya hanya mendapat beras sekojong tanpa daging, sambal, sayur. Itu perumpamaan akhirat yang kelihatan nyata. Jika akhirat manusia mati malah lebih dari itu, Paduka jangan sampai pulang ke akhirat, jangan sampai masuk ke surga,

49

malah tersesat, banyak binatang yang mengganggu, semua tidur berselimut tanah, hidupnya berkerja dengan paksaan, tidak salah dipaksa. Paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah, karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. Wujudnya hanya asma, meliputi dunia dan akhirat, Paduka belum kenal, kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Bertemunya cahaya menyala menjadi satu, tidak pisah tidak kumpul, jauhnya tanpa batasan, dekat tidakbertemu. Saya tidak tahan dekat apalagi Paduka, Kanjeng Nabi Musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. Maka Allah tidak kelihatan, hanya Dzatnya yang meliputi semua makhluk. Paduka bibit ruhani, bukan jenis malaikat. Manusia raganya berasal dari nutfah, menghadap Hyang Lata wal Hujwa. Jika sudah lama, minta yang baru, tidak bolak-balik. Itulah mati hidup. Orang yang hidup adalah jika nafasnya masih berjalan, hidup yang langgeng, tidak berubah tidak bergeser, yang mati hanya raganya, tidak merasakan kenikmatan, maka bagi manusia Buda, jika raganya sudah tua, sukmanya pun keluar minta ganti yang baik, melebihi yang sudah tua. Nutfah jangan sampai berubah dari dunianya. Dunia manusia itu langgeng, tidak berubah-ubah, yang berubah itu tempat rasa dan raga yang berasal dari ruh idhafi. Prabu Brawijaya itu tidak muda tidak tua, tetapi langgeng berada di tengah dunianya, berjalan tidak berubah dari tempatnya di gua hasrat cipta yang hening. Bawalah bekalmu, bekal untuk makan raga. Apapun milik kita akan hilang, berkumpul dan berpisah. Denyut jantung sebelah kiri adalah rasa, cipta letaknya di langit-langit mulut. Itu akhir pengetahuan. Pengetahuan manusia beragama Buda. Ruh berjalan lewat langit-langit mulut, berhenti di kerongkongan, keluar lewat kemaluan, hanyut dalam lautan rahmat, kemudian masuk ke gua garbha perempuan. Itulah jatuhnya nikmat di bumi rahmat. Di situ budi membuat istana baitullah yang mulia, terjadi lewat sabda kun fayakun. Di tengah rahim ibu itu takdir manusia ditentukan, rizkinya digariskan, umurnya juga dipastikan, tidak bisa dirubah, seperti tertulis dalam Lauh Mahfudz. Keberuntungan dan kematiannya tergantung pada nalar dan pengetahuan, yang kurang ikhtiarnya akan kurang beruntung pula. Awal mula Kiblat empat Awal mula kiblat empat, yaitu timur (Wetan) barat (Kulon) selatan(Kidul) dan utara (Lor) adalah demikian. Wetan artinya wiwitan asal manusia mewujud; kulon artinya bapa kelonan; kidul artinya wstri didudul di tengah perutnya; lor artinya lahirnya jabang bayi. Tanggal pertama purnama, tarik sekali tenunan sudahselesai. Artinya pur: jumbuh, na: ana wujud; ma: madep kepada wujud. Jumbuh itu artinya lengkap, serba ada, menguasai alam besar kecil, tanggal manusia, lahir dari ibunya, bersama dengan saudaranya kakang mbarep (kakak tertua) adi ragil (adik terkecil). Kakang mbarep itu kawah, adi itu ari-ari. Saudara ghaib yang lahir bersamaan, menjaga hidupnya selama matahari tetap terbit di dunia, berupa cahaya, isinya ingat semuanya. Siang malam jangan khawatir kepada semua rupa, yang ingat semuanya, surup, dan tanggalnya pun sudah jelas, waktu dulu, sekarang atau besok, itu pengetahuan manusia Jawa yang beragama Buddha. Raga itu diibaratkan perahu, sedangkan sukma adalah orang yang ada di atas perahu tadi, yang menunjukkan tujuannya. Jika perahunya berjalan salah arah, akhirnya perahu pecah, manusia rebah. Maka harus bertujua, senyampang perahu masih berjalan, jika tidak bertujuan hidupnya, dan matinya tidak akan bisa sampai tujuan, menepati kemanusiaannya. Jika perahu rusak maka akan pisah dengan orangnya. Artinya sukma juga pisah dengan budi, itu namanya syahadat, pisahnya kawula

50

Tuhan yang Sejati Jika Paduka memeluk agama Islam. Raga hamba itu sifat Dewa. Lempeng kiwa tengen artinya tekad yang lahir batin. Jika perahu manusia Jawa bisa berganti baitullah lagi yang lebih baik. Kiwa artinya. purwa benar dan salah. tetapi bisa menjelma menjadi manusia. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal. budi kemudian berganti baitullah. Ketika Batara Wisnu bertahta di Medang Kasapta. yang lurus kiblatmu. baunya seperti ketika masih menjadi hewan. cela mati Paduka. Jika Paduka mencela. tetapi jika tekadnya melenceng. Disebut dalam Serat Anbiya. maka manusia harus yang waspada. tidak membuat tidak memakai. Raga manusia itu namanya baitullah itu perahu buatan Allah. dari manusia menjadi manusia. Jika Paduka tidak bisa membaca sasmita yang ada di badan manusia. bisa hilang seketika. badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. kehendak Adam. laleren gegermu kang nggligir. Ula-ula. tidak percaya kepada takdirGusti. baik dan buruk. dan murtad kepada leluhur Jawa semua. ingat hidup mati. lahir batin. itulah wujud hamba. binatang hutan dan makhluk halus dicipta menjadi manusia. Dewa yang membuat cahaya bersinar meliputi badan. perahu orang Islam hidupnya tinggal rasa. matinya tersesat menjadi kuwuk. binatang hutan dan makhluk halus juga dicipta menjadi manusia. apabila beroleh buah pengetahuan banyak. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. raga iki isi hawa kekajengan. Punuk artinya panakna. Adam atau wujud bisa sama. Jiling itu puji eling kepada Gusti. menempel pada besi. terjadi dari sabda kun. Pundak itu panduk. Tepak artinya tepa-tapa-nira. Kanjeng Nabi Musa waktu dahulu manusia yang mati di kubur. Maka bau manusia satu dan yang lainnya berbeda-beda. tidak ada manusia. hidup di dunia mencari pengetahuan dengan buah kuldi. Jika sukma itu mati di alam dunia kosong. menjadi rakyat Sang Raja. alam manusia itu sampungan. Adapun jika bisa membaca sasmita yang ada pada raga tadi. beruntungnya kaya daging. kayu batu. dan wajib meminta kepada Tuhan baitullah yang baru. Paduka tetap kafir. Sungsum artinya sungsungen. bisa untuk bekal hidup. perahunya sudah hancur. Manusia hidup di dunia dari muda sampai tua. jika sudah pisah raga dan sukma. Demikian itu bunyi serat tadi. keblat utara benar satu. terjadi dari sabda kun fayakun. jadi tinggal kehendak hamba saja. Ketika Eyang Paduka Prabu Palasara bertahta di Gajahoya. jika saya ingin mewujud. Mata artinya lihatlah batin satu. jika beroleh buah kuldi banyak. Cahya artinya incengan aneng cengelmu. nafas memuji kepada Gusti. Walikat. menjadi iblis menunggu tanah. waktu Dewa menyambung umur. siapa yang membuat raga? Siapa yang memberi nama? Hanya Lata wal Hujwa. meskipun sukmanya hewan. Serat Tapak Hyang menyebut Sastrajendra Hayuningrat. walikaning urip. ingatlah asal-usul manusia.dengan Gusti. dan menyebut jituok artinya hanya puji tok. Meskupun suksma manusia. mati Paduka tersesat seperti kuwuk. kemudian bangun lagi. Jika pisah sukma dan budi. ulatana. di dunia hanya sekedar memakai raga. ganti tempat baru. jika Paduka mencaci. hidup langgeng yang tidak bisa mati. Tengen artinya tengenen kang terang. Sah artinya pisah dengan Dzat Tuhan. Timbangan artinya salang. Labung. tidak wenang mengukuhi mati. yang lebih baik dari yang lama. 51 . hidupnya ganti ruh baru.

Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti. Palon kayu pengancing kandang. "Ikut agama lama. kentut sekali saja. hendak menjadi jawan. Paduka wujud sifat suksma. Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. Jawa tinggal Jawan. keluar apinya serta ada kawahnya." Sang Prabu bertanya. Tiga-tiganya itu satu. Jadi bicara hamba itu. tidak mati tidak hidup. yang bernama Manik Maya itu hamba. meninggalkan agama Buda. Paduka dijerumuskan. Sejati tunggal budi. Paduka bayangannya. bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul. Quote:"Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. aku malu apabila ditertawakan bumi langit. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa. tanpa guna hamba asuh. Jika paduka tidak percaya. karena agama Islam itu sangat mulia. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian. jika hamba melawan kencing hamba sendiri. aku sudah terlanjur masuk agama Islam. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini. apinya banyak yang keluar. Hidupnya meliputi dalam matinya. Hamba wirang kepada bumi langit. itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Budha. silahkan Paduka jalani sendiri. sudah wangi. badan Sabdapalon.Coba Paduka tunjuk. "Di mana Tuhan yang Sejati?" Sabdopalon berkata. Apa cacadnya agama Buda. karena air sumber baunya wangi. "Tidak jauh tidak dekat. Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu. manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. aku tidak boleh kembali kepada agama Buda lagi. tidak terpisah. tetapi apabila baunya tidak wangi. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba. Itu hamba yang membuat. kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba." "Bagaimana ini. Semua sudah jelas. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. yang disebut pedoman Jawa. Gunung-gunung hamba kentuti. yang membuat bumi dan langit." "Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?" tanya Prabu Sabdopalon berkata dengan sedih. langgeng selamanya. malu mengasuh manusia tolol. lihat bagaimana baunya. suka menurut ikut-ikutan. Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata. suka ikut bangsa lain. tidak muda tidak tua. Genggong artinya langgeng tidak berubah. keturunan Paduka akan celaka. maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang. hamba tidak ikut-ikutan. jelas sampai tidak kelihatan abdopalon. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang ganjing. artinya hilang. tetapi juga tidak berkumpul. dan badan. itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul. besarnya api di bawah tanah. langgeng selamanya." "Iya sudah. Naya artinya pandangan. Seperti anakanak. Jika air tadi bisa berbau wangi. air kencing hamba. sudah disaksikan Sahid." Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu. hawa. 52 . yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak. maka gunung-gunung tinggi puncaknya. berisi air panas dan air tawar. Sungguh jika sudah berganti agama Islam. Puncaknya pun kemudian berlubang. seperti yang sudah dikatakan. tinggal asma meliputi badan. hamba hendak mencari asuhan yang satu mata.

Tabung setelah diisi air. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu. hanya untuk makanan burung. membuat bingung para petani. Walaupun tumbuh kecil saja. karena paduka yang salah.Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti. yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. berpengetahuan. masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam. Berani bertindak nista dan suka bersumpah. Dewa kemudian memaafkan. karena perempuan itu utamanya untuk wadah. sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi." Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau." Prabalingga dan Bangerwarih Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber. jika bau wangi hilang. tambah panas jarang hujan. (=tiba-tiba menghilang. "Sejak jaman kuno. hujan kembali seperti jaman Buda. banyak manusia suka menipu. dan kembali mau makan buah pengetahuan. Air sumber tadi untuk pertanda. "Kamu cela sudah tanpa guna. ditolak oleh Dewa. Prabu Brawiaya kemudian pergi. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya. jika bau harumnya hilang. red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha) Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. Coba Paduka saksikan. diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. Lama beliau tidak berkata. anglela kalingan padang. sudah disaksikan oleh si Sahid. artinya meliputi sekalian wujud. satunya diisi air sumber. bila laki-laki menurut perempuan. orang Jawa akan meninggalkan agama Islam. Esok harinya tabung itu dibuka. hujan salah musim. suka menyembah batu. kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya. padi seperti kerikil. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itukarena terpikat kata putri Cempa. sekarang hanya kamu kutanya. Sang Prabu bersumpah. karena sudah terlanjur. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. tetapi tidak berada di situ. airnya dicium masih wangi. yang satu diisi air tawar. Besok apabila sudah bertaubat. Sejak hari ini hujan sudah berkurang." Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. tetapi kedua orang tersebut musnah. bulan depan bulan tidak kelihatan." Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi. sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong. besok apabila ada orang Jawa tua. ingat kepada agama Buda lagi. 53 . kembali ke agama Kawruh. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. Sabdapalon berkata sambil meludah. orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. biji mati tidak tumbuh. Sang Prabu istirahat di sana. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. tidak berwewenang memulai kehendak. Berkurang hasil bumi. hanya menepati yang namanya Semar. besok. "Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib. pasti sengsara.

karena hanya akan membuat kekacauan dunia. mendekatlah kemari. Sang Prabu bertanya. lalu dibuang. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam. Nanti kuberi tanda tangan. perangnya akan kalah. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Air yang tawar masih enak. Sakitnya Sang Prabu semakin parah. tetapi berbusa harum. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian. Sampai di Prabalingga. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani. disitu juga istirahat semalam. Sayangilah rakyat dan jangan merusak tanah Jawa. Jangan ada perang berebut tahtaku. malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi. Sang Prabu beristirahat di sana. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel. Sang Prabu kemudian berkata. semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci. Putra raja Majapahit. agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading." Sang Prabu kemudian merangkul putranya. "Hamba putra Paduka. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima. Prabalingga dan Bangerwarih. melaporkan tingkah laku cucunya. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo. sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Bondhan Kejawan. surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun. "Sahid. Tetapi tinggal sedikit. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub. jangan ada perang. Prabu Jimbun.Pagi harinya air dicium masih wangi. Menghadaplah ke Demak. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa. "Prabalingga di besuk namanya dua. semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel. Esok paginya air itu dilihat lagi. "Siapa yang menyembah ini?" Raden Bondan Kejawan berkata. tetapi kemudian sakit. mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak. Merasa tidak enak pikirnya." Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan. seperti yang sudah diceritakan di depan. Sesampai di Demak. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk). Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan. Sang 54 . buatlah surat ke Pengging dan Ponorogo. Raden Bondan Kejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. Baik buruk jangan ditolak. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi. maka kemudian pergi ke Majapahit. tidak jelas ke mana larinya." Jangan menangis." Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu." Kembali ke Alam Kalanggengan Sunan Kalijaga kemudian menulis surat. karena kerap diminum di jalan.

Seketurunannya asuhlah. Apabila masih kemilau cahaya rembulan. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning." Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu. Maka wasiatku. Karena akan menginjak Gustinya. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. Karena si Patah itu dari tiga bangsa. membela ayah merebut tahta. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain. terus wafat. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. tangannya kemudian bersedekap. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak. Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. Cina. Sudah Sahid. kuberi izin." Sunan Kalijaga kemudian menjawab. Nyai Ageng berkata. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak. nanti orang Jawa ingat bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya." Sang Prabu setelah bersabda demikian. dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel. Surat itu kemudian disembah dengan 55 . serta tidak dianggap laki-laki. besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit.Prabu kemudian berkata. karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan. Aku titip anak kecil ini. tetapi hanya berhenti tiga keturunan. "Sahid. wulan artinya cahaya dunia. Maka kutinggikan Putri Cempa. anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa. dalam berperang mendua hati. Bisa mencelakai hidup. tidak melihat wafatnya ayahanda. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. "Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?" Sang Prabu berkata. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan. "Ya. besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. Bila ada untungnya. yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong. sampai aku disia-siakan seperti ini. karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah. ia hanya bisa pasrah kepada takdir. serta minta ampunan semuakesalahan yang sudah terjadi. pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. semua wasiatku tulislah. Jawa. maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa." Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng. "Celaka kamu Jimbun. Dan lagi pesanku kepada kamu. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan. jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Dan lagi pesanku. "Sastra artinya tulisan. setelah aku tidak ada. dan Raksasa.

Adapun jelasnya demikian. Tidak cocok lahir batin." Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul. SIAPA YANG PERCAYA? Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj. Demit artinya samar. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. Adapun kenyataannya. Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. rungsid. agar jangan mengganggu di belakang hari. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa. mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi. cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis. tawon. para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang. "Namun semua tadi hanya pasemon (=kiasan). Sesudah diberi.meneteskan air mata berat. keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. seorang putra memusuhi ayahandanya. tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. karena banyaknya tikus. dan demit. yaitu ganti agama. agar tidak memperpanjang rasa malu. Demit itu juga TUKANG SANTET. senjatanya berada di anus. Hutan angker banyak demitnya. keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar. siapa yang mendengar pasti marah. karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal. dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan. artinya tadinya ketika dimuka memakai katakata yang manis. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri." "Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. wajahnya merah seperti api. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. remit. menyamar hanya untuk 56 . Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus. dan demit. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian: "Karena Karomah para wali. Semua itu untuk menutupi rahasia raja. Apabila dipikirkan sangat memalukan. orang Majapahit geger karena ditenung demit. balas merusak. akhirnya menyengat dari belakang. itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. Artinya Palembang itu mlembang. Sekalaning Majapahit Adapun menurut pendapat yang lain. marah. tawon. hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar. setelah dibuka berbunyi menggelegar. Artinya. Adapun pasemon tadi artinya demikian: Tikus itu wataknya remeh. Adapun tala artinya mentala `tega' merusak Majapahit. Keduanya terhenyak. matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri. giginya gemeretuk. tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon. Negara Majapahit itu besar dan kokoh.

Prabu Brawijaya disindir. Tuma artinya tuman `terbiasa'. ( . Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya. Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. Orang Majapahit tidak siap senjata. Keajaiban Alam Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir. Copyright © 2010 Agungsanghyangjati 57 . yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu. sampai Sang Prabu tidak habis pikir. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar. Maksudnya diam marah saja. ibumu putri Cina. penjelasan kitab manik Maya. Sembilannya Adipati Demak. Tidak berpikir benar dan salah. tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak. tetapi juga para wali lainnya. senang minum darah. Waktu itu diberi pangkat. Mereka dikejutkan. karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa.. yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengandisengat tawon serta digerogoti tikus saja. sifatnya sia-sia. "Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah Majapahit. babi hutan itu juga bernama andapan. Setelah negara pindah ke Demak. dosanya lahir batin. isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga. tidak berkenan melawan dengan perang. maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja.. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya. terdengar sampai ke negara mana-mana. Artinya lihatlah tengkukmu. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. yakni raja kaya. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan.menghadap ketika hari raya grebeg. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan. Kombang artinya diam tapi suaranya riuh. karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. Asalnya Jawa. Mereka semua memberontak dengan licik.. tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Kebo artinya kerbau. keadaan di Jawa juga berubah. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah. ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. artinya mendapat simpati dari Sang Prabu.

CUPLIKAN JONGKO JAYABAYA Kumpulan cuplikan berdasarkan surat-surat RM Sosrokartono. iblis menjelma manusia. pasar hilang gaungnya. tak punya rasa malu karena terpaksa. pembangunan perumahan. prahu lumaku ing dhuwur awang-awang. sing dodol akal-akal. Mula den titenana. bejane sing lali. perahu berjalan diatas angkasa. Interpretasi: Mulai muncul budaya korupsi. yaiku mretandhani tekane jaman. bisnis dengan bisik-bisik. dihimpun oleh KRT Kertonegoro. sungai hilang lubuknya. wong bener thenger-thenger. ajejuluk sarwa agung edi.. pesawat terbang. Akeh barang lumebu luweng. pengapesane wanita ayu ngiwi-iwi. asesilih ratu bengi. masih beruntung mereka yang sadar. sungai mengalami pendangkalan karena erosi dan pengendapan. tanah Jawa berkalungkan besi. jaran doyan sambel. 120. untungnya yang ingat. kali gedhe ilang kedhunge. mulai korupsikolusi – nepotisme.] Interpretasi: Di Pulau Jawa mulai ada mobil. menungsa sara. terbebernya ramalan Jayabaya telah dekat. yang menjual banyak akal]. [Rawa menjadi kering tandus. banyak manusia berwatak iblis/ serakah. 119. titikane nganggo kethu bengi. nanging isih beja sing waspada. Tanah Jawa kalungan wesi. barang publik disimpan pribadi. pasar ilang kumandhange. Besuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga. Rawa dadi bera. kendaraan roda dua mulai beredar. Yogyakarta. pasar berubah menjadi mal/ supermarket. kababare jangka Jayabaya amrepeki. banyak orang kelaparan dan buta. 58 . kereta roda empat separo. tetapi masih beruntung yang waspada] Interpretasi: Mulai pendangkalan sungai. bejane sing eling. reklamasi pantai. kuda suka sambal. ora duwe wirang marga kapeksa. iblis muncul/jahat. untungnya yang lupa. [ Banyak barang masuk lubang. orang membeli membujuk yang menjual. rakyat kerja keras bagai kuda. kereta roda papat setugel. itu pertanda datangnya jaman. orang benar melompong bengong. merupakan bagian akhir dari jangka Jayabaya. akeh wong kaliren lan wuta. Iblis mendhilis. manusia sengsara. samangsa tanah jawa. wong tuku ngglenik sing dodol. Iblis manjalma menungsa. 117. 118. [Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda. dimuat secara serial dalam harian Buana Minggu. mengku ratu wis ora bapa. kereta api.

jembatan angin Priyangan. kretekan bayu Priyangan. umbul-umbule warna jenang gula kelapa. kendaraan kuda berkaki lima. warnanya serupa wajah Baladewa. Pantes yen apeparab bupatining prang. tak kena guna-guna. tidak suka mengumpulkan harta untuk pribadi. Patine nunggu sabda bupatining prang Bathara Indra. matinya karena terjepit sekerat daging]. [tewasnya menunggu perintah panglima perang Batara Indra. tetapi lemas dan tak berdaya karena pelukan wanita (terjepit sekerat daging) 59 . angundamana bala sabrang sing doyan asu. memperolok warga seberang yang doyan anjing] Interpretasi: Sukarno runtuh karena demonstrasi. bila menyerang tanpa pasukan. mudah tergoda wanita. sinendhal sinambi miring. sing wani bakal wirang. bergelar serba agung dan indah]. ditakdirkan mati tak kena peluru. 124. [Ratu sakti tak mempan senjata apapun. kaya tak berharta. bertumpuk harta namun tak memilikinya. tuyul buruk. memimpin dan memerdekakan negara dunia ketiga. mengerumuni rumah bersorak sorai bagai mengusir ayam. digdaya tanpa aji apa-apa. disusuli swarane bendhe waja. lamun menang tan angasorake liyan. terhentak sambil miring. na’asnya lawan setan. abandha-abandhu nanging nora duwe. yang berani menentang bakal malu. Interpretasi: Sukarno menguasai dunia. sewaktu tanah Jawa mempunyai raja tanpa ayah. [Pantas bernama komandan perang. sugih tan abebandhu. dan Inggris 123. namun binasa karena lemas. yen nglurug tanpa bala. nanging cures ludhes merga lemes. sakti tanpa azimat. tan kena penggawe ala. adhepe pondok tan karuwan keblate. berjuluk raja malam. ulese kaya pasuryane Baladewa. Interpretasi: Sukarno lemah bukan karena ditembak atau disantet. 121. bila menang takkan merendahkan lawan. anak2 yang beringas melotot. memakai peci hitam. Panglima Tertinggi dsb. ratune atine cilik. ngrubungi omah surak2 kaya nggusah pitik. 122. kelemahannya wanita cantik menggoda. sang ratu bernyali kecil. bocah cilik2 pating pendelik. Interpretasi: Munculnya Sukarno.[Maka harap diingat/dicermati. [Rumah2 tak beraturan arahnya. bertanda gambar margasatwa. menaiknya di perut kuda]. sinabda mati tan kena mimis. tandanya memakai peci malam. bendera merah putih dan simbol garuda. mula ywa ngerti jangkane jaman. nanging apese mungsuh setan. mengobarkan pertentangan dengan Amerika. tak tahu gelagat jaman. patine marga kejepit sekiling daging. sisaning gurenda. yen nitih ing wetenge turangga. disusuli suara bende baja]. titihane turangga asikil lima cacahe. gelarnya macam-macam: Pemimpin Besar Revolusi. Ratu digdaya tan tedas tapak paluning pandhe. thuyul ambregudul. tinengeran gambare raja-kaya. benderanya berwarna merah putih. dentuman meriam.

kinepung lumut seganten. asmane bisa ngramekake. gineret kreta tanpa turangga. disertai angkatan udara. sing nganglang Gathutkaca kembar sewu. karena bertutup belanga lumuten. [Ada manusia mengaku jadi raja. [jika menyebutkan namanya. para penjahat bersuka-ria. dikelilingi samudra berwarna hijau/pasukan militer. sudahe wong becik. Interpretasi: setelah jatuh. tahun masehi nga nem nem. duwe bala lan prajurit. maupun angkatan laut yang naik ke darat 128. Angkatan Darat. lambang kartika eka paksi. yen kenal padha nyandhing. nyekeli gegaman uleg wesi lambung. ageme godhong pring anom. apindha manungsa digdaya kaya Baruklinthing. wong bodho dadi priyayi. tahun nasrani (1)966. itulah pertanda datangnya jaman. tapi dikendalikan suara menggerung. nanging kaobah-osikake swara gumrenggeng. Yen sira nyebut asmane. ibarat manusia sakti seperti Baruklinthing] 127. di kepung lumut samudera] Interpretasi. bila kenal pada mendekat. warsa srani nga nem nem. (Buana Minggu. nama bisa bikin ramai. tank. memakai topi baja. berpakaian daun bambu muda.125. [Kalau mendengar namanya banyak yang benci. Ana janma ngaku-aku dadi ratu. sumsumnya ikan lodan naik kedarat]. Tahun Jawa (1)393. orang baik yang menderita]. yang tebal mengawalnya Gatutkaca kembar seribu. sing rame ya sing kasinungan Iblis Wewe. pindha tawon gung. seragam hijau. 27 Desember 1998:) 126. konglomerat cina). sumsume iwak lodan munggah ing daratan. pandhereke padha nyangklong once. negaranya lebar seperdelapan. karena dapat menyebabkan keributan. yang penuh buaya. Interpretasi: Munculnya Suharto. negarane ambane sakprawolon. kang kebak isi baya. naik mobil. tujuh dimasukan ke dalam sumur jalatunda. membawa senjata. orang bodoh menjadi pejabat. iku tandha praptane jaman. 60 . bisa krasa digdaya tanpa aji keling. senenge wong jahat. suara menggemuruh. amarga tutup kuwali lumuten. pasti ramai. Yen krungu asmane akeh kang padha gething. 129. ditemani orang-orang membawa huncwe (pipa cangklong. [Itulah pasukannya semut hijau yang kehilangan ngangrang/semut merah. pengikutnya memanggung once. mesthi dadi rame. dimana orang kaya merasa takut. merasa sakti tanpa aji keling. jaman wong sugih krasa wedi. sapto linuweng ing sumur jalatundha. punya pasukan dan prajurit. yang ribut adalah mereka yang kemasukan iblis. bertanda bintang garuda. [Penutupnya tahun Jawa lu nga lu. ditarik kereta tanpa kuda. atetenger kartikapaksi. yang ramai ya yang ketempatan iblis wewe]. Tutupe warsa Jawa lu nga lu. Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang. masyarakat tidak berani menyebut nama Sukarno. bagai lebah raksasa.

marga dadi korbane sing jahat sing jahil. kampak pada kepak-kepak. patihnya kepala penjudi. (Buana Minggu. sing menang padha sawenangwenang. seiring dengan zaman. sing jahat ndilat tur oleh drajad. rampok makin berlagak. pitik angrem sandhuwure pikulan. pangkat dadi pikat. kene sansaya bingung. banyak orang tertipu ikut masuk jurang. juragan dadi mapan. akeh wong kablithuk melu lumebu ing jurang. orang kecil terpencil] 61 . sing maling thenguk-thenguk nemu gethuk. tanpa sirah amung gembung. sing aswara suwe-suwe bala. sing ati suci padha dibenci. Interpretasi: Militer bertopi baja hijau. [Kedudukan raja karena mengaku-aku. orang yang seharusnya menanggung minta ditanggung karena jadi korbannya yang jahat dan jahil. pintere micara sing bener digawe ala. wong momong mitenah sing diemong. disana-sini semakin bingung. pengasuh memfitnah yang diasuh. semut hijau kehilangan semut merah (nasionalisme) 130. wong njamin jaluk dijamin. angkara murka menjadi-jadi. Bandha dadi memala. penjaga mencuri yang dijaga. 3 Januari 1999): 131. pembunuhan masal banyak mayat mengapung di sungai. sing ngalah kabeh rumongso salah. wong cilik kepencil. aslinya tak ketemu. yang pencuri duduk-duduk mendapat rejeki. rumongso menang. wong njaga nyolong sing dijaga. sama-sama terpikat dan menurut. orang pintar diputar-putar. yang kalah. tanpa kepala hanya badan]. malah ngajak mlarat. [Penodong makin kurang ajar. buruh berani pada juragannya. kana wani akeh Lenggahe ratu ngaku-aku. rentetan peristiwa G30S/PKI. pangkat menjadi pemikat. juragan menjadi mapan. janji menehi pangkat drajad. ayam mengeram diatas pikulan] 133. orang yang sadar malah menderita] Interpretasi: Kasus Super Semar. kawula bendara. pada kapikut katut. yang menang menjadi sewenangwenang karena merasa menang. ada dua versi berarti ada yang palsu. pepatihe kepala judhi. dinjanjikan mendapat pangkat dan derajat. [Harta menjadi bencana. karena pandainya bicara. sing kalah. Begal padha ndugal. wong ngerti padha mangan ati. buruh wani juragan. yang benar dikatakan salah. Akeh sing kudhung kuwali lumuten. badan mati pinggir kali. [Mereka yang berkerudung belanga berlumut. tetapi yang jahat menjilat malah mendapat kedudukan. yang berhati suci dibenci. mayat dipinggir kali. wong pinter diinger-inger. bebarengan jaman angkara murko samsaya ndadi. yang mengalah semua merasa salah.Interpretasi: Terbunuhnya tujuh jendral di Lubang Buaya. kenyataannya malah mengajak melarat. hamba berani pada tuannya. yang pandai bicara lama-lama banyak pengikut. Istilah raja berarti pimpinan nasional/ presiden 132.

Wanita angger wanita jebul kelangan laki. saudara memusuhi saudara. Akeh laknat akeh pengkhianat. cari makan dengan permusuhan. baju. Agama akeh sing nantang. Banyak perawan tuwa. [Banyak yang terkutuk. [Ada pertapa besar muncul ditengah-tengah gunung Kendeng. Namung sawarsa jawa bang. Banyak bayi tanpa ayah. para penjahat senang main jarah] Interpretasi: Kelak terjadi kerusuhan di segala penjuru. 138. sing weruh kebubuh. Disuyudi wong lanang sapirang pirang. Adhedagang carang klambi udheng lawe wenang. Kamangnusane akeh sing ilang. banyak yang berkhianat. Laki mati tan karuwan ujare tan karuwan dinane. Pandhita iku ajejuluk candra siji Jawa. Ana wong tapa ageng. [Pendeta itu berdagang kayu. akeh randha meteng. Akeh udan salah mangsa. ikat kepala. Akeh prawan tuwa. 135. Angrasuk busana ireng. Akeh bayi tanpa bapa.134. Besuk yen ana perang saka wetan kulon lor kidul. muncul satengahe gunung kendheng. terjadi reformasi 1998. membantu mereka yang dikeroyok oleh tuyul ganas. Sing ngurusi wong mati malah digawe mati. dipatuhi oleh kaum laki-laki. Banyak yang menentang agama. Banyak yang hilang perikemanusiaannya. sedulur ngarah sedherek. Dimana-mana wanita makin berani]. Siapa saja yang mencari tahu kematian mereka malah dibunuh]. wong jahat padha seneng mragat. Rumah suci dihindari. berpakaian serba hitam. yang tak tahu semakin dituduh. hanya setahun Jawa merah] 62 . Pendeta mengungsi karena takut mati. Wanodya padha wani ing ngendi-endi. rumah maksiat disenangi. Modin padha ngungsi marga wedi mati. anak makan bapak. Akeh mati tanpa slametan. yang meninggal tanpa ada kejelasan kapan terjadinya. disanasini orang saling menyebar keangkaramurkaan] Buana Minggu 10 Januari 1999: 136. sing ora weruh sansaya ketutuh. Nanging umure tan panjang. pendeta itu bergelar bulan pertama Jawa] 139. benang tenun. [Banyak hujan salah musim. wong becik tansaya sengsara lan mbendhul. yang mengetahui menanggung beban. 137. guru saling berseteru. Banyak janda hamil. Ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng. [Kelak jika ada perang dari timur barat utara selatan. [Para isteri terpaksa kehilangan suami. tetapi usianya tak panjang. anak mangan bapak. kasus penjarahan dan orang hilang. Omah suci padha dibenci omah ala padha dipuja. maka orang baik-baik makin sengsara dan menderita. buruh dadi mungsuh. guru padha satru. kana kene padha ngumbar angkara murka. Banyak kematian tanpa disertai upacara.

Para tapa padha ora wani. ora edan ora komanan. 145. sing mbangkang padha bisa nggalang gedhong magrong-magrong. masih beruntung yang sadar diri dan waspada]. kasus ini cuma berjalan singkat. [Tingkah orang Jawa bagaikan gabah ditampi. longsor. yaitu dijaman gila. Kebenciannya tertumpah kepada para pendeta sejati. yang membangkang semua bisa membangun gedhung mewah]. wong pada mangan wong. petani lugu digencet. Wong dora padha ura-ura. isih beja sing eling lan waspada. aktifitas gunungapi. Sing edan padha bisa dandan. Gethinge kepati-pati marang pandhita kang patigeni. Semua takut menyiarkan ajaran baik karena bisa saja malah dibunuh. Kalau malam semua tak bisa tidur] Interpretasi: Koruptor tidak hanya makan nasi. banyak rumah diatas kuda. mereka yang dusta malah berdendang ceria. penebangan hutan semena-mena. Marga wedi kapiyak wadine. [Yang gila semua bisa berdandan/ berperhiasan. Ratu ora netepi janji. banjir. juga doyan kayu gelondong dan besi. Polahe wong Jawa kaya gabah den interi. Banjir bandhang ana ngendi-endi. Padha wedi nggiyarake piwulang adi. sapa sira sing sayekti. tetapi besi tua satu truk. kayu gligan lan wesi hiya padha doyan. 17 Januari 1999: 143. [Raja/pemimpin mengingkari janji. Mereka yang sehat berpikir. [Begitu sifatnya terjungkil baliknya jaman. para koruptor membenci spiritualis sejati karena takut terungkap rahasia dirinya 142. Sing waras padha nggagas. yen wengi padha ora bisa turu. 63 . akeh omah ndhuwur kudha. gunung meletus tiba-tiba tanpa pertanda.] 141. Endi sing bener endi sing sejati. dari daerah Pati (gunung Kendheng). dirasa enak kaya roti bolu. Amenangi jaman edan. Betapapun keberuntungan mereka yang lupa diri. Pancen wolak waliking jaman. hilang kekuasaan dan wibawanya. jelas mana yang benar mana yang sejati. akeh wong nyekel bandha sing uripe sengsara. Wong dagang barang sansaya laris. bandhane ludes akeh wong mati kaliren sisihing panganan. Salah-salah anemahi pati. Karena takut rahasianya terungkap siapa dirinya yang sebenarnya] Interpretasi: Banyak bencana alam. Tidak ikut-ikutan gila tidak kebagian. pakaian serba hitam. [Banjir besar terjadi dimana-mana. 140. Buana Minggu. musna kuwasa lan prabawane. 144. Gunung jebluk tan anjarwani tan angimpeni. Beja bejane sing lali.Interpretasi: Munculnya tokoh mbah Suro. tetapi para pertapa tak ada yang berani mengatakannya. kayu gelondongan ratusan truk. karena terasa nikmat seperti roti bolu. wong tani padha ditaleni. orang makan sesama orang.

luwih utama ngapusi. Interpretasi: Budaya pemilihan langsung. kanca dai mungsuh. orang bersalah semakin bersuka-ria. janji-janji dalam pemilihan kepala daerah. lupa kebaikan.[Orang berdagang semakin laris hartanya habis. lupa sanak saudara. hal jahat disanjung. kulawarga padha curiga. iku mertandhani yen bakal nemoni wolak waliking jaman. barang suci dibenci. orang jujur semakin termangumangu. manungsa lali asale. banyak pangkat dan derajad diberikan/hilang tanpa alasan kuat]. ada pajak tanah dan bangunan. Interpretasi: Ingat kasus pembubaran/ rasionalisasi IPTN Nurtanio. Buana Minggu. akeh bapa lali anak. banyak ayah melupakan anaknya. lali kamanungsane. lupa perikemanusiaannya. sawah berubah menjadi bangunan. lali sanak lali kadang. [Banyak manusia mengutamakan royal. yang pandai durhaka menjadi teman. Akeh manungsa ngutamakake royal. Akeh janji ora ditepati. 146. nasibnya tidak terpikirkan 147. keluarga saling curiga. banyak orang mati kelaparan di sisi makanan. akeh pangkat lan drajad padha minggat tan karuwan sebabe. wong wadon nganggo panganggo lanang. sak kilan bumi dipajeki. wong bener sangsaya thenger-thenger. sing ora bisa maling digething. 149. [Banyak janji tidak ditepati. manungsa padha seneng ngalap. sing apik padha kepencil akarya apik manungsa lain. perempuan mengenakan pakaian laki-laki. wong salah sangsaya bungah. akeh anak nundhung biyung. manusia lupa asalnya]. tanah sejengkal saja dikenai pajak. banyak orang melanggar sumpah sendiri. 64 . [Tanah makin lama makin menyempit. banyakanak mengusir ibunya. Bumi tansaya suwe saya mengkeret. tan nindakake ukuming Allah. barang jahat diangkat-angkat.bungah. hal baik dibenci]. 148. 150. akeh bandha musna tan karuwan larine. banyak harta hilang tak tentu rimbanya. banyak orang kaya yang hidupnya sengsara]. janji para tokoh politik untuk calon legislatif. sarjana ahli. Ukuman ratu ora adil. teman menjadi musuh. sesama saudara saling berbohong. [Orang yang normal dan adil hidupnya sedih dan terkucil. perempuan suka memakai pakaian laki-laki. lali kabecikan. akeh pangkat jhat jahil kelakuan padha ganjil. sedulur padha cidra. sing pinter duraka dadi kanca. 31 Januari 1999. akeh wong nglanggar sumpahe dewe. Interpretasi: Tanah menciut. Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil. manusia senang menipu. takmenjalankan hukum Tuhan. itu pertanda akan terjadi jungkir baliknya jaman]. yang tak sanggup mencuri justru dibenci.

akeh biyung adol anak. [Wanita melamar pria. wong ala pinuja puja. penjudi menjadi-jadi. mereka katakan bertukar isteri/suami itu hebat. wegah makarya kepengin urip kaya raja. wong lanang nunggang pelangi. melampiaskan keangkaramurkaan. yang berdagang tak dapat uang. banyak orang berpangkat berbuat jahat jahil. wong agung kesinggung. sing jujur kojur. Wanita nglamar priya. janda sembilan sakit.[Hukum raja tidak adil. [Perempuan naik kuda. akeh bujuk akeh lajuk. yang pria merendahkan derajatnya sendiri. prawan sanga lima.terutama dalambujuk rayu investasi usaha dengan sku bunga tinggi. pengkhianat hidup senang. sing priya padha ngasorake drajade dhewe. wanita hilang sikap kewanitaannya. wong dagang kepalanggrang. orang salah dianggap benar. masih ingusan sudah beranak. wanita ilang kawanitane. wanita padha ora setya. [Zaman itu banyak burung dandang dikatakan burung kuntul. tindak jahat makin sempurna.] 153. wong jahat munggah pangkat. lelaki naik pelangi. mengaku suci. banyak yang tertipu. perawan sembilan lima] 154. wong apik ditampik. banyak pembujuk dan penipu] 155. akeh wong ngaku-aku. Akeh jago tanpa bojo. akeh wanita adol awak. randha sanga lara. malas bekerja ingin hidup seperti raja mengumbar hawa nafsu. bojo ijol-ijolan jare jempolan. yang jujur celaka. wong salah dianggep bener. dianggapnya perselingkuhan adalah kebanggaan. orang berkuasa berlaku hina. semua perilaku bertolak belakang. orang jahat dipuja. Wektu iku akeh dandhang diunekake kuntul. yang baik malah dikucilkan. nggedheake duraka. [Banyak orang menjual ilmu. banyak wanita menjual badan. ngaku suci sucine palsu. Sing curang garang. kesucian palsu. banyak wanita tidak setia. [Yang curang garang. menjanjikan. wong lanang ilang kaprawiirane. laku sedheng jare gagah. Orang baik-baik tersisihkan dan yang jahat dinaikkan pangkatnya. akeh barang-barang haram. isih bayi padha mbayi. orang malu berbuat baik karena menganggap berbohong lebih utama] 151. wong judi ndadi. diluar putih dalamnya abuabu. banyak barang haram] 65 . Wong wadon nunggang jaran. banyak ibu menjual anak. wong mulya dikunjara. ngumbar hawa nepsu nguja angkaramurka. mengandalkan kedurhakaan.] 156. [Banyak lelaki tanpa isteri. banyak orang mengaku-aku. Interpretasi: Banyak kasus penipuan. njaba putih njerone dadhu. Akeh wong adol ngelmu. pengkhianat nikmat durjana saya sempurna. lelaki hilang sikap keperwiraannya]. orang benar dipenjara. 152.

yang takut padha mati. yang sadar lalu ikut Jawa. datang ke dunia membantu orang Jawa (indonesia) ]. ana kidul wetan bener. bermulalah. berlari kesana-kemari bagai maling kena tuding. lawase pitung bengi. 160. wong utang mbayar. keprihatinan manusia berlarut. [Cina berlindung keterusan dilempar ngacir. ketika Bathara Surya muncul. 161. yang sombong terdesak. [Orang mencari makan bagaikan gabah ditampi. jika tidak pulang semua tetap tinggal. iku tandhane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa. Jinejer wolak waliking jaman. sing kebat kliwat. reformasi terjadi tahun 1998. yang hutang harus membayar. Hutang nyawa membayar nyawa. parak esuk bener ilange Bathara Surya jumedhul bebarengan sing wis mungkur. 159. candrasengkala Dewa Ngasta Manggalaning Ratu. kaya manungsa sing angleleda. akan ada Dewa menjelma manusia. utang wirang nyaur wirang. adhedhukuh pindha Raden Gatutkaca. yang kecil tergencet. Selot selote yen besuk ngancik tutuping tahun sinengkalan Dewa Ngasta Manggalaning Ratu bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa apasuryan padha Bathara Kresna. terjadinya perubahan jaman. sing cilik keceklik. utang nyawa nyaur nyawa. mereka yang berhemat tak kebagian. berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. eling aywa mulih padha manjing.mlayu kaya maling kena tuding. wong nyilih mbalekake. yang banyak bicara tanpa kerja. yang terlambat terpeleset. nanging sing ngawur padha makmur.larut. Dununge ana sikile redi Lawu sisih kidul kulon. 7 Februari 1999: 158. dawa ngalu-alu tumanja. prihatine manungsa kalantur lantur. Interpretasi: candrasengkala Dewa Ngasto Manggalaning Ratu = 1921 Jw = 1996 M. sing wedi padha mati. arupa pagupon dara tundha tiga. Buana Minggu. sing anggak kelenggak. sing gedhe rame tanpa gawe. karena semua dibenci. akeh wong ijir akeh centil. hutang malu membayar malu]. Banyak orang bermalasan dan pelit. awatak Baladewa agegaman Trisula Wedha.. sing kasep kepleset. Ingat. Mereka yang meminjam harus mengembalikaan. Wong golek pangan pindha gabah den interi. sing eman ora keduman sing keduman ora eman. memanjang di tenggara. yang kebagian tidak berhemat]. sing tan eling miling-miling. wetane Bengawan Banyu. melu Jawa sing padha eling. Cina olang aling keplantrang dibandhem nggendring. mloya. selama tujuh malam. berparas bagaikan Bathara Kresna. pagi sekali hilangnya. yang tak sadar lihat-lihat. Itulah pertanda apabila putra Batara Indra telah kelihatan. sing ngati-ati padha sambat kepati-pati. [Kesempatan bila kelak menginjak tutup tahun.157. Sadurunge ana tetenger lintang kemukus. marga tinggal padha digething. tetapi yang ngawur menjadi makmur. [Sebelumnya ada pertanda bintang kemukus. 66 . diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan. seiring dengan yang pergi. yang berhati-hati mengeluh setengah mati]. yang bergerak cepat berlebihan.

Padha baris padha rebut bebener garis. nugel tanah Jawa kaping pindho. berpedoman Trisula Wedha. Bala prewangan makhluk halus. menguasai semua ilmu. dapat mengingatkan masyarakat cina maupun spiritualis islam (syeh-syeh) 164. perange tanpa bala. ya Harumurti. ya Kresna. meskipun seragamnya tak memadai. agegaman Trisula Wedha. kesaktiannya luar biasa tanpa azimat]. Interpetasi: Semacam munculnya wabah penyakit. tetapi dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah berhala. dan Hindu-Buddha. bertempat wilayah seperti milik Raden Gatutkaca.jujur. (senapati ing ngalogo). ketajamannya tiga menyatu dalam kesucian. berwatak jinak-jinak merpati. kang jumeneng gunung lawu. Interpretasi: Tokoh ini bergelar pangeran perang. dekat sungai besar. kadherekake Sabdopalon ing Nayagenggong. menaklukan jin setan. Akeh wong sing dicokot lemut mati. 67 . Akeh wong sing dicokot semut sirna. 14 Februari 1999: 162. Interpretasi: Trisula Weda. ngerehake jin setan. di sebelah barat didominasi oleh Islam. Kumara-prewangan. Putra kinasih swargi. [Putra kesayangan almarhum yang berkedudukan di Gunung Lawu. sekti mandraguna tanpa aji-aji. tidak tampak dan tak berwujud. Banyak orang tewas hanya digigit semut. hiya kyai Bathara Mukti. seperti halnya manusia berjinak. Tan kasat mata tan arupa. dedemit?) 163. Kristen-Katolik. yang berbaris mematuhi perintah. Yang memimpin adalah putra Betara/Dewa Indra yang bersenjata Trisula Weda. banyak suara tanpa wujud rupa (pasukan jin.[Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah selatan barat.jujur. daerah pangkalan militer angkatan udara.lurus. [Bergelar panglima perang. hiya Harumurti. cina teringat akan para syeh. Kyai Batara Mukti. di timurnya sungai besar. mumpuni skabehing laku. Buana Minggu. Kumara prewangan para lelembut kabawah prentah. rumah tiga tingkat. seperti demam berdarah. bersatu padu membantu manusia Jawa. bener. padha asesanti Trisula Wedha. saekapraya kinen ambantu manungsa jawa.jejeg. landhepe priniji suci. Apeparap pangeraning prang. [Banyak orang mati hanya digigit nyamuk.] Interpretasi: Lokasi berada di barat daya G. benar. Indonesia (Nusantara) ini unik. akeh swara aneh tanpa rupa. hidupnya sederhana tetapi dapat menyelesaikan masalah atau melindungi masyarakat yang menyembah patung ”ndaplang” (Yesus disalib?). diiringi Sabdopalon dan Nayagenggong]. hiya Kresna. dua kali memotong tanah Jawa. yaitu menguasai ilmu spiritual yang dapat menyatukan (ngesuhi) tiga kelompok besar agama: Islam.Lawu. maknanya kitab bermata tiga (trisula). itulah pasukan bantuan makhluk halus. semua memperoleh perintah dalam ketakutan]. segenap makhluk halus tunduk. Sing mandhegani putrane batara Indra. momongane padha dadi nayaka. Para anak didiknya menjadi pasukan tempur dalam perang tanpa anak buah. berupa rumah merpati tiga tingkat. tan pakra anggone nyandhang ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sapirang-pirang sing padha nyembah reca ndaplang. Banyak suara tanpa rupa. cina eling syeh-syeh kabeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang.jinak merpati. di bagian timur didominasi oleh Kristen Katolik.

nanging mung pilih pilih sapa. menguasai wedha Jawa. wus tan bapa tan bibi. buyutira. maknanya: apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan. cahaya yang muncul karena sudah menebus dosanya. yang dibagian pinggir penolak pencuri dan kejahatan]. paringane gathutkaca sayuta. tan kewran sasuruping jaman. Mula den upadinen sinatriya iku. ngawuningani jantraning jaman. setiap orang yang menggembleng diri agar bersih lahir batin. memiliki kemampuan idu geni atau sering dikatakan sabdo pandito ratu. tidak mampu bertindak. yang jahat pasti mati. serta membaca kehendak orang lain sehingga sulit ditipu. memahami leluhurnya. 166. Pada dasarnya. Pendhak sura nguntapa. gegawe pepati utawa utang nyawa. pemberian sejuta Gatutkaca]. garis sabda ora gantalan dina. Tokoh nasional yang diharapkan harus dapat menyatukan keberagaman agama .spiritual di Nusantara. 165. isih timur keceluk wong tuwa. memahami nasibnya umat. tahu sebelum terjadi. mengerti putaran zaman. cicitnya. ucapannya keramat. Ora tuwa enom padha dene bayi. Kepastian ucapannya cepat menjadi kenyataan. nyuwun apa wae mesthi sembada. wong ora ndayani. Tak mau diikuti oleh orang se tanah jawa. dihadapkan kepada Yang Berkuasa.] Interpretasi: Idu geni. ora bisa diapusi merga bisa maca ati. kemampuan spiritual. untuk membaca reinkarnasi seseorang. Tak bisa tertipu karena bisa membaca isi hati. bisa pirsa mbah-mbahira. [Arif seperti dewa. 68 . ngerti sadurunge winarah.sementara di tengah (p. 168. wasis wegig waskitha. bagaikan lahir bersamaan sehari. [Maka carilah ksatria itu. pindha lahir bareng sedina. [Ludahnya bagaikan api. sabdane malati. masih muda tetapi dianggap sebagai orang tua. pucuk trisula tajam begitu ampuhnya. lola wus aputus wedha Jawa. landhepe trisula pucuk ampuh gegawe. kaadhepake ngarsane sang kuwasa. beja bejane sing yakin lan tuhu setya sebdanira. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. cucunya. sing pinggirpinggir tolak colong jupuk winondo. pembawa maut atau hutang nyawa. Beruntunglah bagi yang percaya dan mematuhi perintahnya. melainkan orang yang terpilih saja. sing mbregendul mesthi mati. Idune idu geni. bisa tahu kelahiran kakek-neneknya. kumara kang wus katon nebus dosane. jawa ngerti garise siji-sijining umat. muda seperti bayi saja. Interpretasi: Karena bersih lahir bathin. canggahira. Daya pikirnya sangat tajam. sudah tak berayah-beribu. tokoh ini diberi anugerah dari Tuhan. memiliki karakter menepati janji. Buana Minggu. 21 Februari 1999: 167. tan karsa sinuyudan wong sa tanah jawa. Orang meminta apa saja harus disertai tanggung jawab. sabdane malati. Waskitha pinda dewa. Tidak tua. yatim piatu. [Setiap bulan Sura disaksikan. hanya mengandalkan trisula.Bali) merupakan Hindu-Buddha. takkan bingung sampai akhir zaman]. mung angendelake trisula. yang ditengah pantang merugikan sesama. suatu ketajaman mata batin. bisa nyumurupi lahire mbahira.

ateges jantrane kaemong sira sabrayat. aja sirik aja gela iku dudu wektunira. yang sulung dan masih berkuasa mengusir setan. carilah pendeta bersenjatakan trisula weda yang juga pemberian dewata]. Interpretasi: mengenakan simbol raja tanpa mahkota. hiya siji iki kang bisa paring pituduh. Nglurug tanpa bala. Ing ngarsa begawan. marga adiling pangeran wus teka. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada. jangan sampai jaman berlalu. 173. itulah putera Bathara Indra. Sirik den wenehi ati. [Jangan heran jangan bingung. uga ana janma sing durung mangsane. Maka yang sempat menemui cepatlah cari. ana begja begjane sing den pundhuti. demi keberuntungan anak cucu]. hiya iku putrane Bathara Indra. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. sing seje daya den jarwakake kanthi jlentreh. senenge anggodha ajejaluk cara nistha. berarti keberadaanmu sekeluarga akan dilindungi]. [Pantang dikasih hati bahkan mengandung kutukan. ngango simbul ratu tanpa makutha. gawang-gawang terang ndrandhang. beja bejane anak putu. juga ada yang tidak karena memang belum waktunya. tumurune tirta brajamusthi pisah kaya ngundhuh. madhepe den marikelu. aja-aja kleru pandhita samudana. bukan dewa disebut dewa. dewa bertubuh manusia karena yang menghadapi akan habis ludes sampai keturunannya. tentang arti ramalanku. Ya satu inilah yang dapat memberi petunjuk. jangan dihina karena ada keberuntungan bagi yang dimintai. Tak bisa ditipu karena bisa meresap dalam hati. Menghadaplah dengan hormat. senang menggoda meminta secara nista. maknanya: pimpinan/ tokoh yang tidak memiliki mahkota atau jabatan. yen menang tan ngasorake liyan. larinen pandhita asenjata trisula wedha. [Di depan begawan. jangan kecewa jika itu bukan waktumu. ratune nyembah kawula. dudu pandhita sinebut pandhita. Janganlah melarang yang berusaha mengenali manusia bertubuh dewa. dudu dewa sinebut dewa. marga bisa manjing jroning ati. sing malang-malangi bakal cures ludhes sak braja jalma kumara. Aja gumun aja ngungun. Jangan iri. [Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada di zaman Kalabendu Jawa. mula sing menangi enggala den leluri. Ada manusia dikodratkan dapat bertemu. para kawula padha sukasuka. 172. kaya manungsa kinen anggep manungsa. aja kongsi jaman kendhang. kang pembayun tur isih kuwasa nundhung setan. Turunnya air Brajamusti terpisah bagai memetik. marang jarwane jangka kalaningsun. bukan pendeta disebut pendeta. hingga menjadi terang benderang]. tan kena den apusi. bagai manusia tak dianggap manusia. dewa apengawak manungsa. 28 Februari 1999: 171. ngertiya yen iku coba aja kaina. ana manungsa kaiden ketemu. ketahuilah bahwa itu cobaan. angagem Trisula 69 . 170. iku hiya paringaning dewa.169. malati bisa kesiku. ing jaman Kalabendu Jawa. Janganlah keliru pendeta palsu. mengenakan simbol raja tanpa mahkota. Buana Minggu. yang tidak tahu dijelaskan sampai paham.

HABIS. berganti hadirnya zaman Kalamukti (periode penuh kemuliaan). sing wis adu wirang. yang memberi bakti kepada seluruh jagad raya]. para pandhita hiya padha muja. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. hiya iku tandhane Kalabendu wus minger genti wektu jejering Kalamukti. Itulah pertanda Kalabendu (periode penuh kesulitan) telah musnah. nanging kondhang genah kacetha kanthi njingglang.Wedha. [Perang tanpa pasukan. hiya iku momonganne kaki Sabdopalon. jika menang tak merendahkan lawan. tidak ada lagi orang mengeluh karena kekurangan. Sang pimpinan menyembah (mengabdi) pada rakyat. Semua pendeta juga menghormatinya. andayani indering jagad raya padha asung bekti. nora ana wong nggresula kurang. 70 . yang pernah dipermalukan. namun semua telah jadi jelas dan terang. dia itu asuhan kaki Sabdopalon. memakai Trisula Wedha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful