P. 1
Audit BPK terhadap Kab Pasuruan 2004

Audit BPK terhadap Kab Pasuruan 2004

|Views: 420|Likes:
Dipublikasikan oleh Indoplaces
Audit BPK terhadap laporang keuangan Pemkab Pasuruan tahun 2004
Audit BPK terhadap laporang keuangan Pemkab Pasuruan tahun 2004

More info:

Published by: Indoplaces on Jun 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2011

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2004

DI PASURUAN

PERWAKILAN IV BPK-RI YOGYAKARTA

Nomor Tanggal

: :

73/R/XIV.4/04/2005 28 April 2005

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Jl. HOS Cokroaminoto No. 52 Yogyakarta 55244 Telp 0274 563635, Fax 0274 588736

Yogyakarta, 28 April 2005 Nomor Sifat Lampiran Perihal : : : : 73/R/XIV.4/04/2005 Rahasia 1 (satu) berkas Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004

Kepada Yth: 1. Bupati Pasuruan 2. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Di Pasuruan Sesuai dengan Ketentuan Pasal 23 E Perubahan Ketiga UUD 1945 jo Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dengan hormat kami sampaikan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004. Atas perhatian dan tindak lanjutnya, diucapkan terima kasih.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KEPALA PERWAKILAN IV YOGYAKARTA

OMO DAHLAN NIP. 240000261 Tembusan :
1. 2. 3. 4. 5 Yth. Menteri Dalam Negeri, di Jakarta; Yth. Auditor Utama KN-IV BPK-RI, di Jakarta; Yth. Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri, di Jakarta; Yth. Kepala Badan Pengawasan Propinsi Jawa Timur, di Surabaya; Yth. Kepala Badan Pengawas Daerah Kabupaten Pasuruan, di Pasuruan.

DAFTAR ISI
Halaman BAGIAN PERTAMA I II Laporan Auditor Independen …………………………………………... Laporan Keuangan Yang Diberi Opini oleh BPK ....………………….. A. Neraca …………………………………………………………………. B. Laporan Perhitungan Anggaran …………………………………….. C. Laporan Aliran Kas ………………………………………………….. D. Catatan atas Laporan Keuangan Daerah …………………………... 1. Umum …………………… ………………………………………... 2. Perubahan dan Realisasi Anggaran ................................................... 3. Penjelasan Neraca per 31 Desember 2004 ........................................ 4. Penjelasan Laporan Perhitungan APBD TA 2004 ............................ 1 3 3 5 7 8 8 9 10 15

BAGIAN KEDUA BAB I Gambaran Umum Pemeriksaan A. Gambaran Umum………………………………………………………. 1. Dasar Hukum Pemeriksaan ………………………………………... 2. Tujuan Pemeriksaan ………………………………………………… 3. Lingkup Pemeriksaan ……………………………………………….. 4. Standar Pemeriksaan ……………………………………………. 24 24 24 24 25 25 26 26 28 31

5. Batasan dan Kendala Pemeriksaan …………………………………. B. Laporan Keuangan yang diperiksa BPK ………………………………. 1. Neraca ……………………………………………………………… 2. Laporan Perhitungan Anggaran ……………………………………. 3. Laporan Aliran Kas …………………………………………………

BAB II

Laporan Pemeriksaan A. Penelaahan atas Sistem dan Pelaksanaan Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan…….………… Koreksi Pembukuan dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004...................... 32

B.

36

C.

Catatan Pemeriksaan ……………………………………………….. 1. Catatan Pemeriksaan yang Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan ………………………………………………………. a. Pendapatan sebesar Rp441.423.630,00 Dicatat pada Rekening yang Tidak Tepat………………………………… b. Penerimaan Pendapatan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tahun 2004 sebesar Rp42.000.000,00 Dipergunakan untuk Menutup Kekurangan Pelunasan BLM Tahun 2003............................................................................. c. Sebagian hibah Aset dari PT.Dwi Purnama Abadi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum Dilaporkan dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2004 ...…………………... d. Lampu Penerangan Jalan Milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebanyak 2.663 Titik belum Dimasukkan dalam Neraca………………………………………………………. e. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Belanja Bantuan Keuangan kepada Dinas P&K dan Honorarium Tim/Panitia Sebesar Rp700.000.000,00 tidak Didukung dengan Bukti yang Lengkap dan Sah……………………………………… f. Beberapa Belanja Bagian Keuangan dan Bappeda Dibebankan ke Rekening yang tidak Sesuai sebesar Rp57.425.000,00………………………………………….... 2. Catatan Pemeriksaan yang tidak Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan ……………………………………………... a. Kontrak Pengadaan Sotfware SIMDUK Entri Data Kecamatan dan Software SIMDUK Cetak KK/KTP tidak Menjelaskan Hak Cipta atas Software……………………... b. Pengadaan Tanah untuk Pembenihan Ikan dan Pembibitan Kentang Tidak Sesuai Ketentuan…………………………... c. Pelimpahan Aset Propinsi Jawa Timur ke Pemerintah Kabupaten Pasuruan Tidak Sesuai Ketentuan....................... d. Kendaraan Rusak Berat Senilai Rp260.500.000,00 Masih Tercatat dalam Daftar Inventaris dan belum Dihapuskan …. e. Kendaraan Dinas Hilang Telah Diproses TGR belum Dihapuskan dari Aset Daerah………………………………

59 59 59

62

64

67

69

71

73

73

76

78

80

82

f. Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD Senilai Rp345.951.530,00 dan Peralatan Komputer yang Hilang Belum Diproses Sesuai Ketentuan…………………………. g. Pengeluaran sebesar Rp3.496.179.175,00 yang Dibebankan pada Kelompok Belanja tidak Tersangka tidak Sesuai Ketentuan................................................................................ h. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Minimal Senilai Rp17.358.985.370,00 Tidak Sesuai Ketentuan....................... i. Pembebanan Bantuan Kegiatan Intensifikasi dan Ektensifikasi Pajak Pusat dan Propinsi sebesar Rp1.540.095.564,25 pada APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2004 tidak tepat....................................................................... j. Pengeluaran untuk Pimpinan dan Anggota DPRD sejumlah Rp4.640.642.040,00 tidak sesuai Ketentuan........................... k. Pembebanan Bantuan Asuransi bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Anggota BPD dan Tenaga Honorer pada APBD Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp4.477.820.000,00 Tidak Tepat...................... D. Laporan Keuangan setelah diperiksa BPK ………………………….. 1. Neraca ………………………………………………………….. 2. Laporan Perhitungan Anggaran ………………………………... 3. Laporan Aliran Kas ……………………………………………..

84

86

89

95

99

104 108 108 110 112

E.

Lampiran 1. Biaya Pemeliharaan yang Dikapitalisasi Menjadi Asset ……….. 2. Biaya Pemeliharaan yang Dikapitalisasi menjadi Asset ……….. 3. Rekapitulasi Dana Sharing SMK Terpadu ……………………... 4. Rekapitulasi Stock Opname Barang Tahun 2004 ……………… 5. Tanda Bukti Persekabpas Kurang Lengkap ……………………. 6. Nilai Tunai dan santunan Meninggal Dunia Premi PNS dan Perangkat Desa ………………………………………………..... 7. Daftar Koreksi Atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan … 8. Kertas Kerja Neraca Per 31 Desember 2004 …………………... 9. Laporan Perhitungan APBD Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 ...………………………………………….…… 10. Laporan Aliran Kas Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004………………... …………………………………………... 113 116 117 119 120 121 128 135 137 140

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jl. HOS Cokroaminoto No. 52, Telp.0274-563635, 566152, Fax.588736 Yogyakarta 55244

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tahun Anggaran 2004 Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 2 Undang-undang No. 5 Tahun 1973, dan Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) telah memeriksa Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa Laporan Keuangan bebas dari salah saji yang material sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan

Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian atas Neraca Daerah per tanggal 31 Desember 2004, Laporan Perhitungan APBD dan Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004. Berdasarkan Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004, BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku. Di dalam semua hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004, BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Pasuruan dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Yogyakarta, April 2004 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan IV di Yogyakarta Ketua Tim

Makmun Fuad,SE.Ak,MSc Akuntan REG-NEG D-15522

II. LAPORAN KEUANGAN YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR A. Neraca
Kode Akun 1
4 4.1

Nama Akun 2
AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Perimbangan Piutang Lain-lain Persediaan Bahan Habis Pakai Jumlah Aktiva Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi dalam Saham Investasi Lain-lain Jumlah Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Bangunan Gedung Monumen dan Tugu Alat-alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan Ternak dan Tanaman Alat usaha dan Pengendalian org. Tanaman Jumlah Aktiva Tetap DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN Piutang Angsuran Build, Operate and Transfer (BOT) Bangunan Dalam Pengerjaan Jumlah Aktiva Lain-lain

Jumlah (setelah koreksi) 3

33.151.899.769,04 413.924.930,00 291.725.639,74 2.486.625,00 4.033.322.581,00 8.378.599.424,00 46,276,205,544.14

4.2

1.883.792.843,39 24.456.050.896,50 26.339.843.739,89

4.3

336.490.483.671,00 145.444.254.085,00 49.439.088.065,00 13.691.887.700,00 8.228.903.200,00 393.737.814.180,00 771.358.500,00 6.412.898.450,00 27.332.577.500,00 751.479.900,00 788.713.800,00 27.268.818.728,00 4.699.838.037,00 4.271.914.350,00 1.734.925.800,00 1.221.599.550,00 48.150.400,00 1.042.388.030,00 131.425.000,00 1.023.508.518.946,00 61.852.606.456,91

4.4 4.5

-

JUMLAH AKTIVA 5 5.1 HUTANG HUTANG LANCAR Bagian Lancar Hutang Jk. Panjang Hutang Lain-lain Jumlah Hutang Lancar HUTANG JANGKA PANJANG Hutang Dalam Negeri Hutang Luar Negeri Jumlah Hutang Jangka Panjang EKUITAS Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Dicadangkan Ekuitas Dana Donasi Jumlah Ekuitas JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS

1,157,977,174,686.94

-

5.2

206.268.210,09 206.268.210,09

6 6.1 6.2 6.3

1.095.856.200.019,94 61.852.606.456,91 62.100.000,00 1.157.770.906.476,85 1.157.977.174.686,94

B.

Laporan Perhitungan Anggaran
Nama Akun 2 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil pajak dan Bantuan Keu.Prop Lain-lain Pendapatan yang sah JUMLAH PENDAPATAN Anggaran (Setelah Perubahan) 3 Realisasi (setelah koreksi) 4

Kode Akun 1 1 1.1

54.559.516.553,58 32.438.500.000,00 11.360.680.000,00 10.760.336.553,58 451.288.269.779,47 36.559.614.552,00 378.252.000.000,00 5.000.000.000,00 31.476.655.227,47 20.624.877.400,00 526.472.663.733,05

61.382.591.668,03 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03 467.324.324.074,00 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00 20.005.262.000,00 548,712,177,742.03 -

1.2

2 2.1

BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Tak Tersangka 158.918.760.440,32 101.320.249.452,06 67.530.496.268,00 26.649.708.870,06 4.164.870.000,00 2.975.174.314,00 37.710.950.613,26 13.141.010.770,46 21.025.606.537,80 1.289.985.000,00 2.254.348.305,00 16.093.560.375,00 3.794.000.000,00 432.229.630.406,40 195.609.747.808,40 187.554.023.164,00 3.430.997.006,00 1.437.760.000,00 3.186.967.638,40 89.484.459.507,00 6.280.204.471,00 43.463.392.846,00

153.710.037.891,66 100.824.803.294,06 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 36.306.145.157,60 12.865.312.038,60 20.072.110.999,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 13.082.910.265,00 3.496.179.175,00 426.525.967.195,00 192.920.316.985,00 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00 87.791.899.479,00 6.057.467.343,00 42.274.707.014,00

2.2

PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa

Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal 2.3 BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEU JUMLAH BELANJA

943.675.000,00 38.797.187.190,00 66.833.103.318,00 80.302.319.773,00 591.148.390.846,72

889.514.900,00 38.570.210.222,00 64.964.694.896,00

80.849.055.835,00 580.236.005.086,66

SURPLUS/DEFISIT

(64.675.727.113,67) (31.523.827.344,63)

3 3.1

PEMBIAYAAN
Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang pokok yang jatuh tempo Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berkenaan 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 72.156.484.768,12 26.973.357.363,91 45.135.179.589,00 47.947.815,21 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 105,308,384,537.16 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 47.957.811,21 33.151.899.769,04

3.2

JUMLAH PEMBIAYAAN

64.675.727.113,67

31.523.827.344,63

C.

Laporan Aliran Kas
Uraian ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai /Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai /Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Penjualan Investasi Jangka Panjang Penjualan Aktiva Tetap Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Modal/Pembangunan Pembelian Investasi Jangka Panjang Jumlah Aliran Kas Dari Aktivitas Investasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Transfer dari Dana Cadangan Penjualan Asset Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pengembalian Investasi Jumlah Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Transfer Ke Dana Cadangan Pembayaran Realisasi Investasi Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Bersih Kas Selama Periode Saldo Kas Awal Saldo Kas Akhir Jumlah (Setelah Koreksi)

61.382.591.668,03 467.324.324.074,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

251.378.324.451,00 30.871.660.503,06 5.541.529.540,00 5.953.605.785,00 18.913.829.381,60 62.355.768.013,00 2.133.854.900,00 40.694.592.342,00 80.849.055.835,00 3.496.179.175,00 502.188.399.925,66 46.523.777.816,37

78.047.605.161,00 78.047.605.161,00 (78.047.605.161,00)

107.978.575.301,00 107.978.575.301,00 47.957.811,21 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 72.156.484.768,12 35.822.090.532,88 4.298.263.188,25 28.853.636.580,79 33.151.899.769,04

D. Catatan Atas Laporan Keuangan

1. Umum Laporan Keuangan Tahun 2004 adalah laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang disusun dari sebuah proses akuntansi double entry. Dengan proses tersebut, laporan keuangan ini telah berhasil menampilkan komponen-komponen laporan keuangan pemerintah seperti disyaratkan dalam berbagai peraturan perundangan terkait, khususnya PP No.105 Tahun 2000 dan Kepmendagri No.29 Tahun 2002, yang terdiri atas: a. Neraca; b. Laporan Perhitungan APBD; c. Laporan Aliran Kas; d. Catatan Atas Laporan Keuangan.

Neraca yang dihasilkan pada Laporan Keuangan Tahun 2004 ini diharapkan mampu memberikan informasi yang komprehensif tentang keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan seperti posisi kas, piutang, asset daerah dan hutang secara bersamaan. Adanya informasi yang komprehensif tersebut diharapkan dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal seperti investor atau kreditor.

Untuk memberikan informasi tentang perkembangan posisi keuangan Pemerintah kabupaten Pasuruan dalam satu tahun terakhir maka disajikan pula laporan keuangan selama Tahun 2004.

Dalam membaca Laporan Keuangan Tahun 2004 ini diharapkan terdapat pemahaman adanya hubungan yang erat diantara komponen-komponen laporan keuangan. Dalam hal ini laporan perhitungan dan laporan aliran kas merupakan penjelasan atas perubahan posisi keuangan yang tergambar didalam neraca tahun 2003 dan 2004. Selain itu, catatan atas laporan keuangan diharapkan dibaca sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan dengan komponen laporan keuangan lainnya.

2. Perubahan dan Realisasi Anggaran Ikhtisar perubahan dan realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk Tahun Anggaran 2004 adalah sebagai berikut: a. Realisasi Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004: 1) Realisasi Pendapatan Rp548.712.177.742,03 2) Realisasi Belanja Rp580.236.005.086,66 Defisit (Rp31.523.827.344,63) 3) Realisasi Pembiayaan Penerimaan Rp136.832.211.881,79 Pengeluaran Rp105.308.384.537,16 Surplus Rp31.523.827.344,63 Selisih Anggaran dengan Realisasi Pendapatan sejumlah Rp22.239.514.008,98 dengan rincian sebagai berikut: 1) Angg.Pendapatan setelah Perubahan Rp526.472.663.733,05 2) Realisasi Pendapatan Rp548.712.177.742,03 Selisih Lebih Rp22.239.514.008,98 Selisih Anggaran dengan Realisasi Belanja sejumlah Rp10.912.385.760,01 dengan rincian sebagai berikut: 1) Anggaran Belanja setelah Perubahan Rp591.148.390.846,67 2) Realisasi Rp580,236,005,086.66 Selisih Kurang Rp10.912.385.760,01 Selisih Anggaran dengan Realisasi Pendapatan Belanja Defisit sejumlah Rp33.151.899.769,04 dengan rincian sebagai berikut: 1) Defisit setelah Perubahan (Rp64.675.727.113,67) 2) Realisasi (Rp31.523.827.344,63) Selisih Lebih Rp33.151.899.769,04 Selisih Anggaran dengan Realisasi Pembiayaan Surplus sejumlah Rp33.151.899.769,04 dengan rincian sebagai berikut: 1) Penerimaan Setelah perubahan Rp136.832.211.881,79 Realisasi Rp136.832.211.881,79 Selisih Rp0,00 2) Pengeluaran Setelah perubahan Rp72.156.484.768,12 Realisasi Rp105.308.384.537,16 Selisih Lebih Rp33.151.899.769,04 Surplus Pembiayaan Rp33.151.899.769,04

b.

c.

d.

e.

3. Penjelasan Neraca per 31 Desember 2004

a. AKTIVA LANCAR 1) Kas a) Kas Daerah Di Bank Rp 33,151,899,769.04

Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah di Bank Per 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1 Kas Daerah Di Bank Per 31 Desember 2004

No.

Jenis Kas Daerah di Bank

Jumlah Rp

1.

Bank Jatim No. Rekening 0231001644 No. Rekening 0231012800 No. Rekening 0231015752 8.311.378.749,21 227.933.364,00 6.500.000.000,00

2.

Bank BUKOPIN No. Rekening 195041067 JUMLAH 18.090.626.155,83 33.129.938.269,04

b) Kas PK

Rp21.961.500,00

2) Piutang Pajak

Rp413.924.930,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah tagihan pajak daerah tahun 2004 yang belum tertagih dan belum disetor ke Kas Daerah sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 2 Piutang Pajak Per 31 Desember 2004 No. Jenis Pajak Jumlah Rp 1 2 3 Pajak Hotel Villa dan Penginapan Pajak Penerangan Jalan Non PLN Pajak Restoran / Rumah Makan Total 18.447.000,00 314.483.430,00 80.994.500,00 413.924.930,00

3) Piutang Retribusi

Rp 291.725.639,74

Jumlah tersebut merupakan tagihan retribusi tahun 2004 yang belum tertagih dan belum disetor ke Kas Daerah sampai dengan 31 Desember 2004, dengan rincian sebagai berikut : - Piutang Retribusi Sewa Tanah - Piutang Retribusi IMB - Piutang Retribusi Injin HO - Piutang Retribusi RP-3HH Jumlah Rp 98.145.717,00 Rp 93.187.907,50 Rp 55.514.200,00 Rp 44.877.815,24 Rp 291.725.639,74

4) Piutang Perimbangan

Rp2.486.625,00

Jumlah tersebut merupakan tagihan bagi hasil non pajak Tanaman Hutan Rakyat (TAHURA) tahun 2004.

5) Piutang Lain-Lain

Rp4.037.569.156,36

Jumlah tersebut merupakan jumlah tagihan Pemerintah Daerah tahun 2004 kepada Pihak Lain yang sampai dengan 31 Desember 2004 belum terselesaikan. dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 3 Piutang Lain-Lain Per 31 Desember 2004 No. Jenis Pajak Jumlah Rp 1 2 Kompensasi PPh 21 Pinjaman melalui Dinas Perikanan dan kelautan 3 4 Ganti Rugi Kekayaan Daerah Pinjaman Modal kepada Pedagang Pasar Bangil 5 Dana Revolving pada Dinas 484.713.585,00 4.246.575,36 4.037.569.156,36 93.623.825,00 149.365.000,00 21.240.000,00 3.284.380.171,00

Pertanian 6 Bunga Deposito Total

6) Persediaan Bahan Pakai Habis

Rp8.378.599.424,00

Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan bahan pakai habis yang masih tersisa pada tanggal 31 Desember 2004.

b. INVESTASI JANGKA PANJANG 1) Investasi Dalam Saham Rp 1.883.792.843,39

Jumlah tersebut merupakan jumlah Investasi Dalam Saham Bank Jatim yang telah diinvestasikan sampai dengan 31 Desember 2004 , dengan rincian sebagai berikut : Saham : 1.883 lembar @Rp1.000.000,00 Setoran saham yang belum diaktakan = Rp1.883.000.000,00 = Rp 792.843,39

2) Investasi Lain-Lain
dinvestasikan sampai dengan 31 sebagai berikut :

Rp 24.456.050.896,50

Jumlah tersebut merupakan jumlah Investasi Lain-Lain yang telah Desember 2004 , dengan rincian

- Investasi Lain-Lain pada CV. Duta Bangsa dengan alamat Jl. Raya
Surabaya - Malang No. 81 Sukorejo Pasuruan bergerak di bidang Usaha Asphalt Mixing Plant dan Ready Mix senilai

Rp7.377.067.196,50 Investasi Lain-Lain pada Usaha Peternakan Aliansi ( UPA ) dengan alamat Desa Sumberejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. senilai Rp7.068.983.700,00 - Investasi Lain-lain pada jalan Tol Gempol – Pandaan senilai Rp9.750.000.000,00 - Investasi Lain-lain pada BPR Pesisir senilai Rp260.000.000,00.

c. AKTIVA TETAP

Rp1.023.508.518.946,00

Jumlah aktiva tetap pada neraca awal per 31 Desember 2002 berdasarkan hasil Penilaian Aset dari PP AB Unibraw Malang adalah sebesar Rp829.058.886.715,00. Selama Tahun 2004, terjadi mutasi aktiva tetap dengan saldo awal per 31 Desember 2003 sebesar Rp926.903.093.155,00. Mutasi tersebut adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Instalasi Jaringan Bangunan Gedung Monumen dan tugu Alat-alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Alat Kantor & Rumah Tangga Alat Studio & Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Kesenian, Kebudayaan Hewan,Ternak dan Tanaman Alat Usaha & Pengendalian org. Tanaman Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 5.296.498.253,00 33.133.792.050,00 4.007.491.165,00 6.098.104.700,00 3.790.349.200,00 28.520.324.325,00 260.442.500,00 0,00 4.127.094.000,00 38.000.000,00 35.000.000,00 6.795.661.168,00 988.665.200,00 2.467.758.550,00 285.020.000,00 356.411.650,00 0,00 403.388.030,00 1.425.000,00 96.605.425.791,00

Jumlah Aktiva Tetap sampai dengan 31 Desember 2004 senilai Rp1.023.508.518.946,00.

d. DANA CADANGAN

Rp61.852.606.456,91

Dana Cadangan diakui pada akhir periode akuntansi berdasarkan jumlah pembiayaan yang berupa jumlah penerimaan transfer dari dana cadangan dan atau jumlah pembiayaan yang berupa pengeluaran transfer ke dana cadangan sebesar Rp61.852.606.456,91. Jumlah tersebut merupakan saldo Dana Cadangan yang ada di Bank Per 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 4 Dana Cadangan Di Bank Per 31 Desember 2004

No.

Posisi Dana Cadangan di Bank

Jumlah (Rp)

1.

Bank Jatim No. Rekening 0231009500 396.565.178,74

2.

Bank BUKOPIN DOC No. Rekening 195041067 58.456.041.278,17

3.

Bank Syari’ah Mandiri No. Rekening 470002968 3.000.000.000,00

JUMLAH

61.852.606.456,91

e. HUTANG JANGKA PANJANG

Rp206.268.210,09

Jumlah Hutang Jangka Panjang merupakan hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan Keuangan pada Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jederal Pengelolaan Penerusan Pinjaman Lembaga sebesar

Direktorat

Rp206.268.210,09 belum termasuk perhitungan denda.

f. EKUITAS DANA Ekuitas dana adalah jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aktiva dengan jumlah hutang dan terdiri dari Ekuitas Dana Umum, Ekuitas Dana Dicadangkan dan Ekuitas Dana Donasi.

1) Ekuitas Dana Umum

Rp1.095.856.200.019,94

Jumlah tersebut diatas merupakan keadaan Ekuitas dana umum dari: Aktiva Lancar Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap Jumlah Hutang Jangka Panjang Jumlah Rp Rp 46.276.205.544,14 26.339.843.739,89

Rp 1.023.446.418.946,00 Rp 1.096.062.468.230,03 Rp (206.268.210,09)

Rp 1.095.856.200.019,94

2) Ekuitas Dana Dicadangkan Jumlah tersebut merupakan

Rp61.852.606.456,91 kekayaan bersih berupa aktiva yang

dicadangkan yang dirincian sesuai dengan dana cadangan.

3) Ekuitas Dana Donasi

Rp62.100.000,00

Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih berupa aktiva hibah dari PT. Dwi Purnama Abadi.

4. Penjelasan Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004

a. PENDAPATAN 1) Pendapatan Asli Daerah Rp61.382.591.668,03

Jumlah tersebut merupakan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian Pendapatan Asli Daerah tersaji pada tabel 5 dibawah ini:

Tabel 5 Pendapatan Asli Daerah Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 Jenis Pendapatn Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Total 61.382.591.668,03 Jumlah (Rp) 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03

2) Pendapatan Dana Perimbangan Jumlah tersebut merupakan

Rp467.324.324.074,00 Pendapatan Dana Perimbangan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, Perincian Pendapatan Dana Perimbangan tersaji pada table 6 di bawah ini: Tabel 6 Pendapatan Dana Perimbanagan Daerah Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2004
No 1 2 3 4 Jenis Pajak Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi Total 467.324.324.074,00 Jumlah (Rp) 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00

3) Lain-lain Pendapatan Yang Sah

Rp20.005.262.000,00

Jumlah Lain-lain Pendapatan yang Sah Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk yang berakhir 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp20.005.262.000,00 yang berasal dari Dana Penyeimbang.

b. BELANJA 1) Belanja Aparatur a) Belanja Administrasi Umum Rp100.824.803.294,06

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan pada belanja adminstrasi umum Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian belanja administrasi umum tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 7 Belanja Administrasi Umum Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 4 Uraian Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Total Jumlah (Rp) 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 100.824.803.294,06

b) Belanja Operasi dan Pemeliharaan

Rp36.306.145.157,60

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan pada belanja operasi dan pemeliharaan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk

tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian belanja operasi dan pemeliharaan tersaji pada tabel dibawah ini: Tabel 8 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 4 Uraian Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Total Jumlah (Rp) 12.865.312.038,60 20.072.110.999,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 36.306.145.157,60

c) Belanja Modal

Rp13.082.910.265,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja modal yang terjadi selama tahun yang berakhir per 31 Desember 2004. Perincian Belanja Modal Aparatur tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 9 Belanja Modal Aparatur Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 4 Belanja Modal Alat-alat Bengkel Jumlah (Rp) 5.092.256.565,00 88.308.500,00

3.839.197.000,00

15.000.000,00

5

Belanja Modal Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga 2.890.411.350,00

6

Belanja Modal Alat-alat Studio dan Alat-alat Komunikasi

803.825.200,00

7

Belanja Modal Buku/Perpustakaan Total

353.911.650,00 13.082.910.265,00

d) Belanja Tidak Tersangka

Rp3.496.179.175,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja tidak tersangka Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian tersaji pada table dibawah ini.

Tabel 10 Belanja Tidak Tersangka Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004
No 1 2 Uraian Belanja tak tersangka untuk Pilpres Belanja tak tersangka untuk Polres dan Kodim Total Jumlah (Rp) 1.878.663.900,00 1.617.515.275,00 3.496.179.175,00

2) Belanja Publik a) Belanja Administrasi Umum Rp192.920.316.985,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan pada belanja adminstrasi umum Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tahun

yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian belanja administrasi umum tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 11 Belanja Administrasi Umum Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 4 Uraian Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Total Jumlah (Rp) 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00 192.920.316.985,00

b) Belanja Operasi dan Pemeliharaan

Rp87.791.899.479,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan pada belanja operasi dan pemeliharaan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian belanja operasi dan pemeliharaan tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 12 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 Uraian Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Jumlah (Rp) 6.057.467.343,00 42.274.707.014,00

3 4

Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Total

889.514.900,00 38.570.210.222,00 87.791.899.479,00

c) Belanja Modal

Rp64.964.694.896,00

Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja modal yang terjadi selama tahun yang berakhir per 31 Desember 2004. Perincian Belanja Modal Publik tersaji pada tabel dibawah ini:

Tabel 13 Belanja Modal Publik Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jalan dan Jembatan Belanja Modal Bangunan Air Belanja Modal Instalasi Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Bangunan Gedung Belanja Modal Monumen Belanja Modal Alat-Alat Angkutan Belanja Modal Alat-alat Bengkel Belanja Modal Alat-alat Pengolahan Jumlah (Rp) 237.941.688,00 21.474.014.050,00 583.311.535,00 6.098.104.700,00 207.115.700,00 28.362.756.325,00 260.442.500,00 283.397.000,00 23.000.000,00 750.000,00

11

Belanja Modal Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga

4.180.154.818,00

12

Belanja Modal Alat-alat Studio dan Alat-alat Komunikasi

59.365.000,00

13 14 15 16

Belanja Modal Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Alat-alat Laboratorium Belanja Modal Buku/Perpustakaan Belanja Modal hewan, ternak serta tanaman

2.467.758.550,00 285.020.000,00 2.500.000,00

403.388.030,00

17

Belanja Modal Alat-alat Pertanian dan Perkebunan

35.000.000,00

18

Belanja Modal Alat-alat Pengendalian Organisasi Total

675.000,00

64.964.694.896,00

d) Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Rp80.849.055.835,00 Jumlah tersebut merupakan jumlah belanja bagi hasil dan bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004. Perincian tersaji pada table di bawah ini. Tabel 14 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 No 1 Uraian Belanja Bantuan Keuangan kpd pemerintah kabupaten/kota Jumlah (Rp)

3.198.901.335,00

2

Belanja Bantuan Keuangan kpd pemerintah desa/Kelurahan

23.954.361.500,00

3

Belanja Bantuan Keuangan kpd Organisasi Kemasyarakatan

41.950.677.500,00

4

Belanja Bantuan Keuangan kpd Organisasi Profesi

804.300.000,00

5

Belanja Bantuan Keuangan kpd Koperasi

135.480.000,00

6

Belanja Bantuan Keuangan kpd Masyarakat

10.765.335.500,00

7

Belanja Bantuan Keuangan kpd Pemerintah Total

40.000.000,00

80.849.055.835,00

c. PEMBIAYAAN 1) Penerimaan Daerah Rp136.832.211.881,79

Jumlah tersebut merupakan jumlah Sisa Lebih Tahun Lalu dan Transfer dari Dana Cadangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004.

2) Pengeluaran Daerah

Rp105.308.384.537,16

Jumlah tersebut merupakan jumlah pengeluaran untuk pembayaranpembayaran pokok pinjaman dan obligasi pemerintah daerah, realisasi investasi pemerintah daerah, transfer ke dana cadangan serta merupakan komponen Sisa Lebih Tahun Berkenaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004.

BAB I GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN
A. GAMBARAN UMUM 1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 1945; b. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; c. Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara; d. Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang

Perbendaharaan Negara; e. Pasal 25 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah; f. Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.

2. Tujuan Pemeriksaan Untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai laporan pertanggungjawaban atas realisasi APBD Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan mengenai Pengelolaan Keuangan Daerah.

3. Lingkup Pemeriksaan Untuk mencapai tujuan pemeriksaan tersebut, maka pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004, meliputi : a. Laporan Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran 2004; b. Neraca Per Tanggal 31 Desember Tahun 2004 (tidak termasuk Neraca Awal per tanggal 31 Desember 2002); c. Laporan Aliran Kas Tahun Anggaran 2004;

d. Catatan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004. 4. Standar Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit

Pemerintahan (SAP) yang diterbitkan oleh BPK-RI Tahun 1995, Panduan Manajemen Pemeriksaan, dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

5. Batasan dan Kendala Pemeriksaan Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Keuangan, BPK-RI masih menghadapi kendala bahwa para pengelola keuangan pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum memahami sepenuhnya sistem pembukuan double entry dan dasar pencatatan kas modifikasian seperti tertuang dalam Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002.

B. Laporan Keuangan yang Diperiksa BPK Ringkasan Neraca Daerah, Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan Laporan Aliran Kas Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 sebelum koreksi dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Neraca
Kode Akun 1 4.0.00 4.1.00 4.1.01 4.1.02 4.1.03 4.1.04 4.1.05 Nama Akun 2 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Surat Berharga Piutang Pajak Piutang Retribusi Pesediaan Bahan Habis Pakai JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi dalam Saham Investasi Lain-lain JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Intalasi Jaringan Bangunan Gedung Monumen dan Tugu Alat-Alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Stodio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan Ternak dan Tanaman Alat Usaha & Pengendalian org. Tanaman JUMLAH AKTIVA TETAP DANA CADANGAN Jumlah sebelum koreksi (Rp) 3

33.129.938.269,04 413.924.930,00 246.847.824,50 1.165.659.950,00 34.956.370.973,54

4.2.00 4.2.01 4.2.09

1.883.792.843,39 24.196.050.896,50 26.079.843.739,89 336.524.183.671,00 133.784.476.085,00 46.014.908.435,00 13.691.887.700,00 4.733.978.200,00 393.580.246.180,00 771.358.500,00 6.412.898.450,00 27.328.077.500,00 751.479.900,00 788.713.800,00 27.565.685.228,00 4.574.363.037,00 4.271.914.350,00 1.734.925.800,00 1.221.599.550,00 48.150.400,00 1.042.388.030,00 131.425.000,00 1.004.972.659.816,00 61.852.606.456,91

4.3.00 4.3.01 4.3.02 4.3.03 4.3.04 4.3.05 4.3.06 4.3.07 4.3.08 4.3.09 4.3.10 4.3.11 4.3.12 4.3.13 4.3.14 4.3.15 4.3.16 4.3.17 4.3.18 4.3.19

4.4.00

1 4.5.00 4.5.01 4.5.02 4.5.03

2 AKTIVA LAIN-LAIN Piutang Angsuran Buil, Operate and Transfer (BOT) Banguna Dalam Pengejaan JUMLAH AKTIVA LAIN-LAIN JUMLAH AKTIVA

3

1.127.861.480.986,34

5.0.00 5.1.00 5.1.10 5.1.50

HUTANG HUTANG LANCAR Bagian Lancar Hutang Jk. Panjang Hutang Lain-Lain JUMLAH HUTANG LANCAR HUTANG JANGKA. PANJANG Hutang Dalam Negeri Hutang Luar Negeri JUMLAH HUTANG JANGKA. PANJANG EKUITAS EKUITAS DANA UMUM EKUITAS DANA DICADANGKAN EKUITAS DANA DONASI JUMLAH EKUITAS JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS

-

5.2.00 5.2.10 5.2.20

206.268.210,09 206.268.210,09

6.0.00 6.1.00 6.2.00 6.3.00

1.065.802.606.319,34 61.852.606.456,91 1.127.655.212.776,25 1.127.861.480.986,34

2. Laporan Perhitungan Anggaran
Kode Akun 1 1 1.1 1.1.01 1.1.02 1.1.04 Nama Akun 2 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Lain - Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Dan Bantuan Keuangan Dari Propinsi
LAIN - LAIN PENDAPATAN YG SAH

Anggaran (Setelah Perubahan) 3

Realisasi sebelum koreksi (Rp) 4

54.559.516.553,58 32.438.500.000,00 11.360.680.000,00 10.760.336.553,58 451.288.269.779,47 36.559.614.552,00 378.252.000.000,00 5.000.000.000,00 31.476.655.227,47 20.624.877.400,00 20.624.877.400,00 526.472.663.733,05

61.382.591.668,03 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03 467.324.324.074,00 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00 20.005.262.000,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

1.2 1.2.01 1.2.02 1.2.03 1.2.04

1.3 1.3.01

Dana Penyeimbang Jumlah Pendapatan

2 2.1 2.1.1 2.1.01.1 2.1.02.1 2.1.03.1 2.1.04.1 2.2.1 2.2.01.1 2.2.02.1 2.2.03.1 2.2.04.1 2.3.1 2.3.01.1 2.3.05.1 2.3.09.1 2.3.10.1 2.3.12.1

BELANJA APARATUR DAERAH BELANJA ADMINSTRASI UMUM Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang Dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang Dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA MODAL Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Alat-Alat Angkutan Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Belanja Modal Alat-Alat Kantor Dan Rumah Tangga 158.918.760.440,32 101.320.249.452,06 67.530.496.268,00 26.649.708.870,06 4.164.870.000,00 2.975.174.314,00 37.710.950.613,26 13.141.010.770,46 21.025.606.537,80 1.289.985.000,00 2.254.348.305,00 16.093.560.375,00 7.675.000.000,00 95.500.000,00 4.140.500.000,00 15.000.000,00 2.981.632.500,00 153.731.999.391,66 100.824.803.294,06 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 36.306.145.157,60 12.856.362.038,60 20.081.060.999,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 13.104.871.765,00 5.092.256.565,00 88.308.500,00 3.839.197.000,00 15.000.000,00 2.912.372.850,00

2.3.13.1 2.3.16.1 2.5.1 2.2 2.1.2 2.1.01.2 2.1.02.2 2.1.03.2 2.1.04.2 2.2.2 2.2.01.2 2.2.02.2 2.2.03.2 2.2.04.2 2.3.2 2.3.01.2 2.3.02.2 2.3.03.2 2.3.04.2 2.3.05.2 2.3.06.2 2.3.07.2 2.3.09.2 2.3.10.2 2.3.11.2 2.3.12.2 2.3.13.2 2.3.14.2 2.3.15.2 2.3.16.2 2.3.18.2 2.3.20.2 2.3.21.2

Belanja Modal Alat-Alat Studio Dan Alat-Alat Komunikasi Belanja Modal Buku/Perpustakaan BELANJA TIDAK TERSANGKA BELANJA PUBLIK BELANJA ADMINSTRASI UMUM Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang Dan Jasa Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang Dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan BELANJA MODAL Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jalan Dan Jembatan Belanja Modal Bangunan Air Belanaj Modal Instalasi Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Bangunan Gedung Belanja Modal Monumen Belanja Modal Alat-Alat Angkutan Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Belanja Modal Alat-Alat Pengolahan Belanja Modal Alat-Alat Kantor Dan Rumah Tangga Belanja Modal Alat-Alat Studio Dan Alat-Alat Komunikasi Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium Belanja Modal Buku/Perpustakaan Belanja Modal Hewan, Ternak Serta Tanaman Belanja Modal Alat - Alat Pertanian Dan Perkebunan Belanja Modal Alat - Alat Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa/Kelurahan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi

830.793.500,00 355.134.375,00 3.794.000.000,00 432.229.630.406,40 195.609.747.808,40 187.554.023.164,00 3.430.997.006,00 1.437.760.000,00 3.186.967.638,40

803.825.200,00 353.911.650,00 3.496.179.175,00 426.525.967.195,00 192.920.316.985,00 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00

89.484.459.507,00 6.280.204.471,00 43.463.392.846,00 943.675.000,00 38.797.187.190,00 66.833.103.318,00 302.000.000,00 21.780.450.000,00 800.000.000,00 6.641.542.500,00 208.500.000,00 29.055.788.500,00 270.141.000,00 285.418.750.00 23.900.000,00 750.000,00 4.200.220.868,00 60.655.000,00 2.471.561.700,00 287.175.000,00 2.500.000,00 406.750.000,00 35.000.000,00 750.000,00

87.791.899.479,00 6.057.467.343,00 42.274.707.014,00 889.514.900,00 38.570.210.222,00 64.964.694.896,00 237.941.688,00 21.474.014.050,00 583.311.535,00 6.098.104.700,00 207.115.700,00 28.362.756.325,00 260.442.500,00 283.397.000,00 23.000.000,00 750.000,00 4.180.154.818,00 59.365.000,00 2.467.758.550,00 285.020.000,00 2.500.000,00 403.388.030,00 35.000.000,00 675.000,00

2.4.2 2.4.03.2 2.4.04.2 2.4.05.2 2.4.06.2

80.302.319.773,00 2.971.674.100,00 23.971.391.500,00 41.610.597.173,00 811.800.000,00

80.849.055.835,00 3.198.901.335,00 23.954.361.500,00 41.950.677.500,00 804.300.000,00

2.4.07.2 2.4.08.2 2.4.09.2

Bantuan Keuangan Kpd Koperasi Belanja Bantuan Keuangan Kpd Masyarakat Belanja Bantuan Keuangan Kpd Pemerintah Kecamatan JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT

138.980.000,00

135.480.000,00

10.757.877.000,00 40.000.000,00 591.148.390.846,72 (64.675.727.113,67)

10.765.335.500,00 40.000.000,00 580.257.966.586,66 (31.545.788.844,63)

3 3.1 3.1.01 3.1.02 3.2 3.2.01 3.2.02 3.2.03

PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan PENGELUARAN DAERAH Transfer Ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Sisa Perhitungan Anggaran Tahun Berkenaan JUMLAH PEMBIAYAAN 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 72.156.484.768,12 26.973.357.363,91 45.135.179.589,00 47.947.815,21 64.675.727.113,67 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 105.286.423.037,16 (0,00) 10.255.920.500,00 47.957.811,21 33.129.938.269,04 31.545.788.844,63

3. Laporan Aliran Kas
URAIAN ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Penjualan Investasi Jangka Panjang Penjualan Aktiva Tetap Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Modal / Pembangunan Pembelian Investasi Jangka Panjang Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Transfer dari Dana Cadangan Penjualan Asset Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pengembalian Investasi Jumlah Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Transfer Ke Dana Cadangan Pembayaran Realisasi Investasi Jumlah JUMLAH (Rp)

61.382.591.668,03 467.324.324.074,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03 293.745.120.279,06 251.378.324.451,00 30.871.660.503,06 5.541.529.540,00 5.953.605.785,00 124.098.044.636,6 18.913.829.381,60 62.355.768.013,00 2.133.854.900,00 40.694.592.342,00 80.849.055.835,00 3.496.179.175,00 502.188.399.925,66 46.523.777.816,37

78.069.566.661,00 78.069.566.661,00 (78.069.566.661,00)

107.978.575.301,00 107.978.575.301,00 47.957.811,21 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 72.156.484.768,12

Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Bersih Kas Selana Periode Saldo Kas Awal Saldo Kas Akhir

35.822.090.532,88 4.276.301.688,25 28.853.636.580,79 33.129.938.269,04

BAB II LAPORAN PEMERIKSAAN

A. Penelaahan atas Sistem Pengendalian Intern dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dilakukan oleh Bagian Keuangan Sekretarian Daerah. Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten

Pasuruan Tahun Anggaran 2004 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuaan ganda dengan dasar kas modifikasian, sebagaimana diatur dalam dan

Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban

Keuangan Daerah dan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002

tentang Pedoman Pengelolaan, Pengurusan, dan Pertanggungjawan Pengelolaan APBD. Pada tahun anggaran 2002. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyusun

Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Pasuruan Nomor 37 Tahun 2002 tentang pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam peraturan-peraturan tersebut di atas, pemerintah daerah diwajibkan untuk membuat laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Perhitungan APBD, Laporan aliran Kas dan Nota Perhitungan APBD. Di dalam penyajian laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan sistem pembukuan ganda dengan dasar kas modifikasian. Hasil penelaahan atas sistem pembukuan dan penyusunan laporan keuangan serta pelaksanaannya yang diselenggaarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang kami uji, pembukuan dan penyusunan laporan keuangan ternyata belum sepenuhnya mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. Masih terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan. Beberapa kelemahan yang kami temukan adalah sebagai berikut:

1.

Penyusunan Anggaran Dengan menggunakan Kepmendagri No.29 Tahun 2002 sebagai dasar penyusunan pertanggungjawaban keuangan daerah, APBD Daerah Kabupaten Pasuruan dibagi ke dalam tiga klasifikasi besar: pendapatan, belanja dan pembiayaan. Kode rekening disusun 14 digit sesuai kepmendagri tersebut. Penganggaran pendapatan belum sepenuhnya mengantisipasi beberapa pendapatan, sehingga ada beberapa realisasi pendapatan yang belum tersedia kode rekeningnya. Hal ini menyebabkan pendapatan tertentu disajikan lebih tinggi karena realisasi yang belum memiliki kode rekening diakui sebagai pendapatan tersebut. Beberapa belanja barang berumur ekonomis lebih dari satu tahun dianggarkan sebagai belanja pemeliharaan atau belanja barang. Akibatnya beberapa aktiva di dalam neraca disajikan lebih rendah dari seharusnya karena tidak dikapitalisasinya (tidak diakui sebagai aktiva) belanja barang-barang tersebut. Hal yang sama terjadi pada belanja pemeliharaan yang sesungguhnya merupakan rehab besar yang menambah nilai ekonomis aktiva. Beberapa belanja dianggarkan tanpa memperhatikan batasan

penganggarannya yang sebenarnya hanya diperkenankan untuk bidang atau bagian belanja tertentu. Beberapa belanja untuk DPRD dianggarkan tanpa memperhatikan peraturan perundangan tentang DPRD dan sebagian dibebankan ke bagian rekening Sekretariat DPRD dan bantuan keuangan. Hal ini menjadikan belanjabelanja tersebut disajikan lebih lebih rendah, sedang belanja bantuan keuangan dan belanja Sekretariat DPRD menjadi lebih tinggi. Di beberapa dinas/unit kerja, ada penyaluran dana bergulir ke masyarakat, dana yang menjadi piutang (hak tagih) bagi dinas/unit tersebut. Sesuai dengan Kepmendagri No.29 Tahun 2002 pasal 8, bantuan keuangan bukan pengeluaran yang menghasilkan piutang. Penyaluran dana seperti ini seharusnya bukan merupakan bantuan keuangan tetapi merupakan belanja operasional dinas/unit kerja bersangkutan.

2.

Pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan anggaran secara umum dari segi keuangan telah dilakukan sesuai dengan anggaran dan peraturan yang berlaku. Akan tetapi dasar hukum pelaksanaan belum cukup tepat. Belanja honorarium misalnya, didasarkan pada keputusan Bupati atau pejabat lain yang berwenang. Honor untuk eksekutif didasarkan pada keputusan Bupati, tetapi konsideran (pertimbangan) yang digunakan dalam keputusan tersebut kurang tepat. Konsideran teknis yang dipakai hanya perda tentang APBD dan Perubahan APBD, bukan aturan teknis lain misalnya batasan honorarium, surat keputusan kepanitiaan dan lain-lain. Beberapa honorarium DPRD sama sekali tidak didasarkan pada keputusan apapun. Demikian juga dengan besaran penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD, belum ada surat keputusan yang menjelaskan besaran nominal berbagai penghasilan tetap DPRD, tarif perjalanan dinas dan penghasilan lain.

3.

Pembukuan dan Penyusunan Laporan Pembukuan laporan keuangan telah menggunakan bantuan sistem yang terkomputerisasi secara on-line antara sub-sub bagian di dalam Bagian Keuangan. Entri yang digunakan di antaranya SKO, SPMU dan SPJ yang akan menghasilkan berbagai register, jurnal dan buku besar perhitungan. Buku besar neraca belum dibuat karena selama ini bagian pembukuan tidak memiliki data dasar aktiva berupa saldo awal tiap jenis aktiva. Pencatatan rinci atas aktiva hanya ada di Bagian Perlengkapan yang belum secara on-line terhubung dengan sistem komputerisasi di Bagian Keuangan. Bagian Keuangan memasukkan aktiva akhir menunggu penghitungan mutasi aktiva di Bagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan dalam memasukkan mutasi aktiva menunggu pelaporan persediaan dan penambahan atau pengurangan aktiva dari masingmasing dinas yang melakukan pengadaan barang. Beberapa dinas/unit kerja melaporkan persediaan atau pembelian barang secara terlambat ke Bagian Perlengkapan. Beberapa dinas bahkan tidak mampu menyajikan nilai rupiah dari persediaan yang dimilikinya sampai dengan pemeriksaan berakhir yaitu Rumah

Sakit Umum Daerah. Akibat tidak dilaporkannya persediaan dinas/unit kerja tersebut penyajiaan persediaan di neraca menjadi lebih rendah. Dinas Bina Marga dan Dinas Pengairan tidak memberikan pelaporan tentang belanja pemeliharaan yang seharusnya diakui sebagai penambah aktiva bersangkutan. Hal ini disebabkan kurang jelasnya batasan biaya pemeliharaan yang bisa dikapitalisasi dan yang tidak bisa dikapitalisasi. Belum adanya kebijakan akuntansi yang memberi batasan belanja pemeliharaan yang bisa menambah aktiva serta harus dikapitalisasi dan yang tidak dapat dikapitalisasi menjadi sebab utama hal ini. Selain itu, persoalan lain dalam pembukuan dan pelaporan adalah pada surat pertanggungjawaban atas dana yang disalurkan sebagai bantuan keuangan. Persatuan Sepakbola Kabupaten Pasuruan (Persekabpas) serta Dewan Pendidikan Kabupaten merupakan lembaga yang sama sekali belum menyerahkan laporan penggunaan dana bantuan keuangan ke dinas/unit kerja terkait.

Pertanggungjawaban yang dapat dilihat dari kedua lembaga itu dari hasil konfirmasi menunjukkan bahwa penyusunan pertanggungjawaban masih jauh dari yang diharapkan. Pengecekan ke bukti-bukti pendukung meskipun dapat dilakukan tidak sistematik dan sulit. Beberapa pertanggungjawaban bantuan keuangan juga mengalami hal yang sama. Pengecekan ke bukti transaksi dapat dilakukan tetapi tidak mudah. Beberapa penerima bantuan kurang memberikan perhatian pada pertangunggjawaban dana yang mereka terima. Hal ini terjadi karena tidak ada sosialisasi dan aturan tentang perlunya para penerima bantuan keuangan untuk membuat surat

pertanggungjawaban sesuai standar. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dibuat aturan untuk pelaporan keuangan bagi penerima bantuan keuangan.

Atas kelemahan pengendalian intern tersebut, BPK-RI menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan review atas sistem pembukuan dan penyusunan laporan keuangannya.

B. Koreksi Pembukuan dan Kecermatan Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 Dari hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2004 yang telah disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, BPK RI telah mengajukan empat koreksi atas Perhitungan APBD dengan nilai koreksi saldo akun menurut objek sebesar Rp52.873.000,00 dan 27 koreksi atas akun-akun Neraca dengan nilai koreksi sebesar Rp32.058.769.200,60 kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dhi. Sub Bagian Pembukuan dan Verifikasi Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan. Koreksi yang dilakukan BPK RI didasarkan atas kebenaran formal dari bukti akuntansi. Koreksi-koreksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kesalahan karena belum dicatat Pada Tahun Anggaran 2004, terjadi transaksi yang belum dicatat oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai berikut: a. Dinas Pengairan Pada Tahun Anggaran 2004, terjadi transaksi keuangan berupa biaya pemeliharaan bangunan air (irigasi) pada Dinas Pengairan sebesar

Rp2.642.564.812,00 (dari total belanja pemeliharaan bangunan air (irigasi) sebesar Rp10.216.918.887,00) yang melebihi nilai asset awal bangunan air (irigasi) yang bersangkutan. Setelah dilakukan penelusuran, nilai asset awal pada bangunan tersebut adalah sebesar Rp969.717.000,00 dengan rincian pada Lampiran I. Dengan melihat belanja pemeliharaan yang jauh melebihi nilai asset awal (272,51%) maka belanja tersebut dapat dikapitalisasikan ke dalam aset sehingga menambah nilai aset. Sehubungan dengan itu, BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut : Bangunan Air- Irigasi Ekuitas Dana Umum Rp2.642.564.812,00 Rp2.642.564.812,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu :

1) Akun Bangunan Air (Irigasi) bertambah sebesar Rp2.642.564.812,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp2.642.564.812,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

b. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pada Tahun Anggaran 2004, terjadi transaksi keuangan berupa : 1) Pembangunan Infrastruktur Jaringan Komunikasi Data senilai

Rp1.075.900.000,00 dengan sumber pembiayaan berasal dari anggaran Biaya Jasa Pihak Ketiga (Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai) yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (LPM-Unej), Jl. Veteran No.3 Jember; 2) Pembangunan Sistem Data Lakip LPJ Terkomputerisasi (SAKIP On Line Terintegrasi) senilai Rp875.600.000,00 yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (LPM-Unej), Jl. Veteran No.3 Jember dengan sumber pembiayaan dari anggaran Biaya Jasa Pihak Ketiga (Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai); 3) Pemetaan dan Pendataan Potensi Wilayah Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 senilai Rp1.148.000.000,00 yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Jl. Arif Rahman Hakim dengan pembiayaan berasal dari Biaya Jasa Pihak Ketiga (Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai).

Ketiga transaksi di atas berwujud jaringan komputer/informasi yang memiliki manfaat ekonomis lebih dari satu tahun. Karena itu, hasil dari transaksi di atas seharusnya dikapitalisir (diakui sebagai aktiva). Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum memasukkannya kedalam neraca. Atas kejadian tersebut, BPK RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut : Jaringan Rp3.099.500.000,00 Ekuitas Dana Umum Rp3.099.500.000,00 Dengan adanya koreksi tersebut di atas, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu : 1) Akun Jaringan bertambah sebesar Rp3.099.500.000,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp3.099.500.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

c. Dinas Bina Marga Dengan melakukan uji petik atas transaksi belanja pemeliharaan yang terjadi selama Tahun Anggaran 2004, diketahui bahwa terdapat belanja pemeliharaan berupa beberapa peningkatan jalan satu ruas dan rehab jembatan sebesar Rp11.659.778.000,00. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan

Barang/Proyek Inventaris Kabupaten Pasuruan yang menyebutkan bahwa belanja pemeliharaan tersebut merupakan asset Pemerintah Kabupaten Pasuruan, maka belanja pemeliharaan tersebut harus dimasukkan ke dalam aktiva. Rincian belanja pemeliharaan jalan dan jembatan pada Lampiran II. Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut : Jalan dan Jembatan Ekuitas Dana Umum Rp11.659.778.000,00 Rp11.659.778.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu : 1) Akun Jalan dan Jembatan bertambah sebesar Rp11.659.778.000,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp11.659.778.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

d. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melalui uji petik yang dilakukan terhadap Dinas P&K atas transaksi keuangan selama Tahun 2004, maka terdapat beberapa transaksi yang berasal dari Bantuan Keuangan kepada lembaga pendidikan berupa pembangunan fisik kepada lembaga-lembaga pendidikan, yaitu: 1) Pembangunan lokal baru pada TK Negeri Pembina di Kecamatan Bangil dengan sumber pembiayaan berasal dari Dana Pembagunan Fisik TK Negeri sebesar Rp45.000.000,00; 2) Pengadaan peralatan sekolah pada 5 Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Terpadu, yaitu SMKN Winongan, Sukorejo, Tutur, Puspo, dan Nguling,

sebesar Rp528.070.000,00 dengan rincian pada Lampiran III. Pembiayaan atas pengadaan tersebut berasal dari Dana Pendampingan SMK Terpadu. Atas transaksi tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum mengakuinya sebagai aktiva. Sehingga perlu dilakukan koreksi atas aktiva yang bersangkutan. Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut : Bangunan Gedung Alat kantor dan Rumah Tangga Ekuitas Dana Umum Rp45.000.000,00 Rp528.070.000,00 Rp573.070.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu : 1) Akun Bangunan Gedung bertambah sebesar Rp45.000.000,00; 2) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga bertambah sebesar

Rp528.070.000,00; 3) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp573.070.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

e. Sekretariat Dewan Sekretariat DPRD pada Tahun 2004 menganggarkan biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja (2.01.04.1.04.06.01.1) yang direalisasikan sebesar Rp176.500.000. Dari realisasi tersebut, di antaranya sebesar Rp35.000.000,00 (SPMU No3469/BT) digunakan untuk pembuatan tempat parkir kendaraan dinas DPRD Kabupaten Pasuruan. Oleh Sub Bagian Pembukuan, pembuatan tempat parkir tersebut belum diakui sebagai aset karena dianggarkan sebagai biaya pemeliharaan. Dokumen kontrak dan pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut bukan pekerjaan pemeliharaan tetapi merupakan pembuatan bangunan baru yang seharusnya dikapitalisasi sebagai penambah aset. Selain itu telah dianggarkan juga biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal (2.01.04.1.04.06.02.1) sebesar Rp96.000.000,00. Biaya ini

digunakan untuk Pengadaan Bahan Material untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dengan SPMU No.2716/BT. Dokumen kontrak menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan perbaikan besar yang menambah nilai aset dan seharusnya dikapitalisasi pada aset rumah dinas Ketua DPRD. Akan tetapi karena dianggarkan dalam biaya pemeliharaan, oleh Sub Bagian Keuangan belum diakui sebagai aset. Atas kejadian tersebut, BPK RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Bangunan Gedung Ekuitas Dana Umum Rp131.000.000,00 Rp131.000.000,00

Dengan adanya koreksi tersebut di atas, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun Bangunan gedung bertambah sebesar Rp131.000.000,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp131.000.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

f. Bagian Umum 1) Pemeliharaan alat komunikasi oleh Bagian Umum dengan SPMU No. 4813/PK sebesar Rp25.000.000,00, SPMU No.4810/PK sebesar

Rp25.000.000.00, SPMU No4811/PK sebesar Rp25.000.000,00, SPMU No. 4812/PK sebesar Rp25.000.000,00 dan SPMU No 4815/PK sebesar Rp29.975.000,00 ternyata merupakan belanja untuk pengadaan alat komunikasi. Sebagai belanja pemeliharaan, belanja alat komunikasi ini belum dikapitalisasi sebagai aset. Atas kejadian tersebut, BPK RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Alat komunikasi Ekuitas Dana Umum Rp129.975.000,00 Rp129.975.000,00

Dengan adanya koreksi tersebut di atas, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004 yaitu:

a) Akun Alat Komunikasi bertambah sebesar Rp129.975.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp129.975.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

2) Pemeliharaan komputer oleh Bagian Umum dengan SPMU No 4895/PK sebesar Rp8.210.000,00 dan SPMU No.4896/PK sebesar Rp25.000.000,00 ternyata merupakan belanja untuk pengadaan dan pemasangan komputer di Bagian Umum, Bagian Perlengkapan, Bagian Otodes dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah. Sebagai belanja pemeliharaan, belanja alat komunikasi ini belum dikapitalisasi sebagai aset. Atas kejadian tersebut, BPK RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Alat kantor dan rumah tangga Ekuitas Dana Umum Rp33.210.000,00 Rp33.210.000,00

Dengan adanya koreksi tersebut di atas, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004 yaitu: a) Akun Alat kantor dan rumah tangga bertambah sebesar

Rp33.210.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp33.210.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

g. Dinas Catatan Sipil Dari catatan dan uji fisik atas persediaan kartu di Kantor Catatan Sipil diketahui bahwa sampai dengan 31 Desember 2004 masih terdapat persediaan blangko Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejumlah masing-masing 94.841 lembar dan 22.779 lembar. Dengan harga KK per lembar Rp1.500,00 dan KTP per lembar Rp2.000,00, nilai persediaan KK sebesar Rp142.261.500,00 dan KTP sebesar Rp45.558.000,00. Oleh Kantor Catatan Sipil persediaan blangko ini belum dilaporkan pada Bagian Perlengkapan dan Bagian Keuangan sehingga belum tercatat sebagai persediaan di dalam neraca.

Atas kejadian tersebut, BPK RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum Rp187.819.500,00 Rp187.819.500,00

Dengan adanya koreksi tersebut di atas, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004 yaitu: 1) Akun persediaan bahan habis pakai bertambah sebesar Rp187.819.500,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp187.819.500,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

h. Bagian Keuangan 1) Pada Tahun 2004 terdapat kompensasi Pajak PPh Pasal 21 tahun 2001 dan 2002 sebagai akibat adanya perubahan tarif pajak PPh Pasal 21 dari 10% menjadi 5%, sehingga Pemerintah Kabupaten Pasuruan kelebihan membayar PPh 21 sebesar Rp4.374.230.063,00. kelebihan telah

dikompensasi untuk bulan Nopember dan Desember 2004 sebesar Rp1.089.849.892,00. Dengan demikian Pemerintah Daerah masih

mempunyai Piutang Kompesasi PPh Pasal 21 kepada Direktorat Jendral Pajak sebesar Rp3.284.380.171,00. Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Piutang Lain-lain- Kompensasi PPh Ekuitas Dana Umum Rp3.284.380.171,00 Rp3.284.380.171,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Piutang Lain-lain-Kompensasi PPh 21 bertambah sebesar Rp3.284.380.171,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp3.284.380.171,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

2) Pendapatan Bunga Deposito bulan September-Desember 2004 atas rekening deposito pada Bank Jatim sebesar Rp4.246.575,36 belum dicatat dalam Laporan Perhitungan APBD TA 2004. Atas Kejadian tersebut diatas, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca sebagai berikut: Piutang Lain-lain-Bunga Deposito Ekuitas dana Umum Rp4.246.575,36 Rp4.246.575,36

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Piutang Lain-lain-Bunga Deposito bertambah sebesar

Rp4.246.575,36; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp4.246.575,36. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 3) Terkait dengan pentingnya pengembangan sistem komputerisasi untuk menuju era electronic government (e-Gov), pemerintah Pasuruan telah mengadakan kerjasama dengan PPAB Universitas Brawijaya untuk mengadakan program On-line system di Bagian keuangan dengan nilai kontrak sebesar Rp395.425.000,00. Kegiatan tersebut didanai dari Biaya Jasa Pihak Ketiga, dan selama tahun 2003 belum diakui sebagai asset pada akun-akun Neraca per 31 Desember 2003 maupun 2004. Atas kejadian tersebut diatas, BPK-RI melakukan koreksi pada akun-akun neraca sebagai berikut: Jaringan Ekuitas Dana Umum Rp395.425.000,00 Rp395.425.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun Neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Jaringan bertambah Rp395.425.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp395.425.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

4) Selama Tahun 2001 sampai dengan 2004 Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah kehilangan barang inventaris kantor, berupa satu mobil kijang dan enam buah sepeda motor. Atas kejadian tersebut telah diputuskan tuntutan ganti rugi kepada penanggung jawab kendaraan pada tanggal 6 September 2004 sebesar Rp21.240.000,00. Dengan dijatuhkannya putusan tersebut, Pemerintah mempunyai piutang kepada karyawan yang belum disajikan pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Dengan demikian BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Piutang lain-lainKekayaan daerah Ganti Rugi Rp21.240.000,00 Rp21.240.000,00

Ekuitas Dana Umum akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada

piutang lain-lain-Ganti Rugi Kekayaan Daerah bertambah

Rp21.240.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp21.240.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

i. Dinas Perikanan dan Kelautan 1) Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 diketahui terdapat realisasi Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang dipergunakan untuk penyertaan modal pada pembentukan BPR Pesisir sebesar Rp260.000.000,00. Terhadap transaksi tersebut belum diakui dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Sehubungan dengan itu, BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Investasi Lain-lain Ekuitas Dana Umum Rp260.000.000,00 Rp260.000.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, Yaitu: a) Akun Investasi Lain-Lain bertambah Rp260.000.000,00;

b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp260.000.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 2) Pada Tahun 2004, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memberikan bantuan keuangan kepada para nelayan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan yang bersifat pinjaman. Sampai akhir tahun 2004 pinjaman ini belum kembali, dengan rincian sebagai berikut: a) Modal usaha bagi Koperasi LEPP M3 …............ b) Pinjaman Modal Keuangan Pengolah Ikan…….. c) Bantuan keuangan untuk nelayan perahu………. d) Bantuan Untuk KUB……………………………. Jumlah Rp100.000.000,00 Rp 4.365.000,00

Rp 30.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp149.365.000,00

Terhadap Piutang terhadap nelayan tersebut belum dicatat dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Sehubungan dengan itu, BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Piutang Lain-lain Ekuitas Dana Umum Rp149.365.000,00 Rp149.365.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Piutang Lain-lain bertambah Rp149.365.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp149.365.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya. 3) Pada Tahun 2004, realisasi Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai sebesar Rp781.584.818,00 dipergunakan untuk: a) Pembuatan Kolam Induk b) Pembuatan Kolam Pembenihan c) Pembuatan Fasilitas Bangunan Jumlah : : : : Rp135.399.369,00 Rp488.715.449,00 Rp157.500.000,00 Rp781.614.818,00

Atas kejadian tersebut diatas, oleh Bagian Keuangan belum dicatat dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Oleh karena itu BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Bangunan Air Ekuitas Dana Umum Rp781.614.818,00 Rp781.614.818,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Bangunan Air bertambah Rp781.614.818,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah Rp781.614.818,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

j. Dinas Pendapatan Daerah 1) Pada Tahun Anggaran 2004, telah terjadi transaksi non keuangan berupa hibah 394 komputer dan 139 printer hasil pengadaan Tahun Anggaran 2003 ke lembaga pendidikan swasta pada tanggal 3 Februari 2004. Harga perolehan barang-barang inventaris tersebut adalah sebagai berikut: Komputer Printer Total 394 x Rp2.150.000,00 = Rp847.100.000,00 139 x Rp425.000 = Rp 59.075.000,00 = Rp906.175.000,00 Atas kejadian tersebut diatas, BPK-RI melakukan koreksi pada akun-akun neraca sebagai berikut: Ekuitas Dana Umum Alat Kantor dan Tangga Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga berkurang Rp906.175.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum berkurang sebesar Rp906.175.000,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya. Rp906.175.000,00 Rumah Rp906.175.000,00

2) Pada Tahun 2004, terjadi transaksi pengadaan satu

buah AC senilai

Rp4.500.000,00 untuk dipasangkan pada kendaraan dinas Kijang N 9722 RA yang dicatat pada Biaya Pemeliharaan Alat Angkutan Darat

Bermotor. Terhadap transaksi tersebut, pada akhir Tahun Anggaran 2004 tidak dilakukan penyesuaian neraca, sehingga penambahan asset tersebut tidak tercatat sebagai komponen akun Alat Angkutan pada neraca per 31 Desember 2004. Sehubungan dengan itu, BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Alat Angkutan Ekuitas Dana Umum Rp4.500.000,00 Rp4.500.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Alat Angkutan bertambah Rp4.500.000,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah Rp4.500.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya. 3) Saldo Piutang Retribusi menurut neraca per 31 Desember 2004 dicantumkan sebesar Rp246.847.824,50. Hasil pemeriksaan atas dokumen terkait terdapat Piutang Retribusi Pemeriksaan Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan (RP3HH) sebesar Rp44.877.815,24 yang sampai akhir tahun anggaran belum diterima. Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum Rp44.877.815,24 Rp44.877.815,24

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Piutang Retribusi bertambah Rp44.877.815,00 b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah Rp44.877.815,00 Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

4) Saldo Dana Perimbangan menurut neraca Kabupaten Pasuruan per 31 Desember 2004 dicantumkan nihil. Hasil pemeriksaan atas dokumen terkait terdapat Pendapatan Tanaman Hutan Rakyat (TAHURA) yang sudah diajukan proses pencairannya, namun sampai dengan akhir tahun 2004 belum diterima. Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi akun-akun neraca sebagai berikut: Piutang Perimbangan Ekuitas Dana Umum Rp2.486.625,00 Rp2.486.625,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Piutang Perimbangan bertambah Rp2.486.625,00. b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah Rp2.486.625,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya. 5) Pada Tahun 2004, Dinas Pendapatan Daerah memperoleh hibah dari PT.Dwi Purnama Abadi karena adanya penghentian kerjasama antara keduanya. Aset-aset tersebut belum semuanya berada di Dispenda dan dapat dihitung harga perolehannya. Sebagian asset yang harga

perolehannya sudah diketahui, oleh Bendaharawan Barang telah dilaporkan sebagai asset daerah dengan rincian sebagai berikut: a) Meja kursi sebesar…………………… Rp 2.100.000,00 b) Mainframe sebesar…………………… Rp60.000.000,00 Total Rp62.100.000,00 Atas kejadian tersebut diatas oleh bagian keuangan belum dicatat dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Oleh karena itu BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Alat Kantor dan Rumah Tangga Ekuitas Dana Donasi Rp62.100.000,00 Rp62.100.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun Neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga bertambah Rp62.100.000,00;

b) Akun Ekuitas Dana Donasi bertambah Rp62.100.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya. k. Bagian Perlengkapan 1) Saldo Persediaan Bahan Habis Pakai menurut neraca Kabupaten Pasuruan per 31 Desember 2004 dicantumkan sebesar Rp1.165.659.950,00 dengan rincian pada Lampiran IV. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung persediaan dan wawancara dengan petugas gudang menunjukkan selain persediaan tersebut ternyata masih terdapat nilai persediaan pada akhir Tahun Anggaran 2004 yang belum dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2004, yaitu persediaan pada: a) Sekretariat KPU b) Dinas Koperasi PKM c) Dinas Cipta Karya d) Badan Pengawas Daerah e) Dinas Kesehatan f) RSUD JUMLAH : : : : : : : Rp Rp Rp Rp 1.148.100,00 172.875,00 2.914.250,00 1.637.000,00

Rp 6.244.628.169,00 Rp 717.545.630,00 Rp 6.968.046.024,00

Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum Rp6.968.046.024,00 Rp6.968.046.024,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Persediaan Bahan Habis Pakai bertambah sebesar Rp6.968.046.024,00; b) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp6.968.046.024,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya. 2) Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen pendapatan pada Tahun Anggaran 2004 diketahui terdapat pendapatan atas Ganti Rugi atas kerugian barangbarang Bongkar Gedung Puskesmas Cangkringan Malang Beji dan Pasar Gondanglegi kec. Beji untuk pelebaran jalan. Atas kejadian tersebut berkurangnya asset Pemerintah Kabupaten belum dicatat dalam neraca.

Oleh karena itu, BPK-RI melakukan koreksi atas akun-akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Ekuitas Dana Umum Tanah Bangunan Gedung Rp52.132.000,00 Rp33.700.000,00 Rp18.432.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: a) Akun Tanah berkurang Rp33.700.000,00; b) Akun Bangunan Gedung berkurang sebesar Rp18.432.000,00; c) Akun Ekuitas Dana Umum berkurang sebesar Rp52.132.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

l. Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 diketahui relisasi Kegiatan Pinjaman Modal kepada pedagang Pasar Bangil akibat musibah kebakaran yang dikelola oleh Dinas Koperasi PKM senilai Rp100.000.000,00. Pinjaman tersebut dibiayai dari belanja bagi hasil dan

bantuan keuangan. Piutang yang terjadi belum diperhitungkan dalam neraca per 31 Desember 2004. Sampai dengan akhir Tahun 2004 sudah ada pengembalian pokok pinjaman dari pedagang Pasar Bangil sebesar Rp6.376.175,00. Masih terdapat piutang sebesar Rp93.623.825,00 yang belum diakui dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004, sehingga BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Piutang Lain-lain Ekuitas Dana Umum Rp93.623.825,00 Rp93.623.825,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: 1) Akun Piutang lain-lain bertambah Rp93.623.825,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah Rp93.623.825,00

Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

m. Dinas Pertanian Dalam rangka pengembangan produksi pertanian di Kabupaten Pasuruan, mulai Tahun 2003 dan 2004 Pemerintah Daerah dhi. Dinas Pertanian menyalurkan bantuan kepada para petani sebagai tambahan modal dalam mengembangkan budidaya pertaniannya. Jangka waktu pengembalian dana tersebut adalah dua tahun, dan sampai dengan akhir Tahun 2004 masih terdapat dana bantuan yang bersifat pinjaman sebesar Rp484 .713.585,00, dengan rincian sebagai berikut: 1) Untuk petani Agribisnis (Pengusaha Kecil di bidang Pertanian)……………………………. 2) Panangkaran Kacang Tanah…………………. 3) Pengembangan Tanaman Hibrida…………… 4) Pengembangan pertanian rakyat terpadu ( Paprika & Krisan)…………………………. 5) Penumbuhan komoditi unggulan……………. Jumlah Rp 137.000.000,00 Rp 75.000.000,00 Rp 250.000.000,00 Rp Rp 9.393.585,00 13.320.000,00

Rp 484.713.585,00

Piutang terhadap para petani tersebut belum dicatat dalam akun-akun neraca per 31 Desember 2004. Sehubungan dengan itu, BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut: Piutang Lain-lain Ekuitas Dana Umum Rp484.713.585,00 Rp484.713.585,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: 1) Akun Piutang Lain-lain bertambah Rp484.713.585,00; 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp484.713.585,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

n. Bupati Kepala Daerah Pada Tahun 2004, terjadi transaksi keuangan berupa pengadaan dua buah dispenser senilai Rp2.500.000,00 dan satu buah pompa air senilai Rp890.000,00 dengan sumber pembiayaan berasal dari anggaran Belanja Administrasi Umum (Belanja Alat-Alat Listrik dan Elektronik). Terhadap transaksi tersebut diatas, pada akhir Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak melakukan penyesuaian neraca, sehingga penambahan asset tersebut belum dicatat pada akun Alat Kantor dan Rumah Tangga. Oleh karena itu, BPK-RI melakukan koreksi pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Alat Kantor dan Rumah Tangga Ekuitas Dana Umum Rp3.390.000,00 Rp3.390.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: 1) Akun Alat Kantor dan Rumah Tangga bertambah Rp3.390.000,00. 2) Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp3.390.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

2. Kesalahan Pembebanan (dicatat tapi salah akun) Pemeriksaan atas bahan-bahan pembukuan dan perhitungan APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004, diketahui masih dijumpai beberapa pencatatan yang tidak tepat pembebanannya, yaitu : a. Berdasarkan SPMU pada Bagian Keuangan nomor

932/01104/424.041/BT/2004 tanggal 11 April 2004, terdapat biaya untuk honor narasumber pegawai pemda dalam pembinaan pemegang kas (PK) dan pembantu PK sebesar Rp5.500.000,00. Jurnal yang telah dicatat oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan adalah:

Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai (2.01.08.2.02.02.01.1) Kas

Rp5.500.000,00

Rp5.500.000,00

Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut: Honorarium tim/panitia ( 2.01.08.2.01.01.01.1) Kas Rp5.500.000,00 Rp5.500.000,00

Sehingga BPK RI melakukan jurnal koreksi sebagai berikut: Honorarium tim/panitia ( 2.01.08.2.01.01.01.1) Biaya jasa tenaga kerja non pegawai (2.01.08.2.02.02.01.1) Rp5.500.000,00 Rp5.500.000,00

Dengan koreksi tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun dalam Laporan Perhitungan Anggaran (LPA) Tahun Anggaran 2004, yaitu: Akun Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai ( 2.01.08.2.01.01.01.1) Saldo sebelum koreksi Rp1.132.530.400,00 Koreksi kurang (Rp 5.500.000,00) Saldo setelah koreksi Rp1.127.030.400,00 Akun Honorarium tim/ panitia( 2.01.08.2.01.01.01.1) Saldo sebelum koreksi Koreksi tambah Saldo setelah koreksi Rp 280.300.000,00 Rp 5.500.000,00 Rp285.800.000,00

Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

b. Pada Tahun Anggaran 2004, Dinas Pendapatan Daerah melakukan kegiatan penyuluhan ke 24 kecamatan dengan biaya sebesar Rp8.190.000,00. Untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan di bentuk tim khusus yang melibatkan tim penyuluh dan pejabat-pejabat di Dispenda. Pengeluaranpengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan tersebut dibebankan pada rekening

Biaya Jasa Pihak Ketiga. Begitu juga untuk pembayaran honorarium Tim dhi. Pejabat sebesar Rp3.450.000,00 juga dibebankan pada Biaya Jasa Pihak Ketiga. Atas transaksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan pencatatan sebagai berikut: Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai (2.01.05.2.02.02.01.1) Kas Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut: Honorarium tim/panitia ( 2.01.05.2.01.01.01.1) Kas Rp3.450.000,00 Rp3.450.000,00 Rp3.450.000,00 Rp3.450.000,00

Atas kejadian tersebut, BPK-RI melakukan koreksi atas akun-akun LPA sebagai berikut: Honorarium tim/panitia ( 2.01.05.2.01.01.01.1) Biaya jasa tenaga kerja non pegawai (2.01.05.2.02.02.01.1) Rp3.450.000,00 Rp3.450.000,00

Dengan koreksi tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun dalam Laporan Perhitungan Anggaran (LPA) Tahun Anggaran 2004, yaitu: Akun Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai (2.01.05.2.02.02.01.1) Saldo sebelum koreksi Koreksi kurang Saldo setelah koreksi Rp2.041.560.511,00 (Rp 3.450.000,00) Rp2.038.110.511,00

Akun Honorarium tim/ panitia ( 2.01.05.2.01.01.01.1) Saldo sebelum koreksi Koreksi Tambah Saldo setelah koreksi Rp1.607.615.566,00 Rp 3.450.000,00 Rp1.611.065.566,00 bersedia

Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

c. Pada tahun 2004, terjadi transaksi belanja modal alat komunikasi sebesar Rp75.500.000,00. Atas transaksi tersebut pada akhir Tahun Anggaran 2004, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah melakukan koreksi neraca sebagai berikut: Alat studio dan komunikasi Ekuitas Dana Umum Rp75.500.000,00 Rp75.500.000,00

Namun dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat asset selain alat studio dan komunikasi yaitu berupa pengadaan 6 buah kipas angin pendingin senilai Rp4.500,000,00. Sehubungan dengan hal tersebut, BPK-RI melakukan koreksi pada akun neraca per 31 Desember 2004 sebagi berikut: Alat kantor dan rumah tangga Alat studio dan komunikasi Rp4.500.000,00 Rp4.500.000,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akunakun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: 1) Akun Alat kantor dan rumah tangga bertambah Rp4.500.000,00 2) Akun alat studio dan komunikasi berkurang Rp4.500.000,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

3. Terdapat pencatatan akuntansi yang belum diakui transaksinya Pada Tahun Anggaran 2004, terjadi transaksi pengeluaran kas untuk pembelian meja dan kursi bagian perlengkapan dengan SPM No.932/05833/424.941/BT/ 2004 senilai Rp48.600.000,00. Atas transaksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan pencatatan sebagai berikut: Kas PK Kas Rp48.600.000,00 Rp48.600.000,00

Pada saat pengisian kembali (Peng-SPJ-an) dilakukan jurnal umum sebagai berikut : Belanja Modal Meja dan Kursi Kas PK Rp48.600.000,00 Rp48.600.000,00

Pada akhir tahun anggaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga melakukan koreksi neraca untuk mengakui perolehan aset, yaitu: Alat kantor dan rumah tangga Benja Modal Meja dan Kursi Rp48.600.000,00 Rp48.600.000,00

Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari transaksi tersebut, sebesar Rp21.961.500,00 belum dapat diakui karena terdapat setoran pengembalian pada tanggal 7 Januari 2005. Pencatatan tersebut harus dikoreksi sebagai berikut: Kas PK Belanja Modal Meja dan Kursi SILPA tahun berkenaan Ekuitas Dana Umum Rp21.961.500,00 Rp21.961.500,00 Rp21.961.500,00 Rp21.961.500,00

Untuk menyesuaikan nilai alat kantor dan rumah tangga pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu: Ekuitas Dana umum Alat kantor dan rumah tangga Rp21.961.500,00 Rp21.961.500,00

Dengan koreksi tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada: a. Akun dalam Laporan Perhitungan Anggaran (LPA) Tahun Anggaran 2004, yaitu: Belanja Modal Meja dan kursi (2.01.19.3.12.04.01.2) Saldo sebelum koreksi Koreksi kurang Saldo setelah koreksi Rp411.329.000,00 (Rp 21.961.500,00) Rp389.367.500,00

b. Akun dalam neraca per 31 Desember 2004, yaitu : 1) Akun Kas berupa Kas PK bertambah sebesar Rp 21.961.500,00 karena adanya pengembalian sisa Kas oleh Pemegang Kas; 2) Akun Alat kantor dan rumah tangga berkurang sebesar Rp21.961.500,00; 3) Akun Ekuitas Dana Umum berkurang sebesar Rp21.961.500,00. Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada laporan keuangannya.

4. Kesalahan Aritmatika (dicatat pada akun yang benar tapi salah jumlah) Berdasarkan neraca per 31 Desember 2004 dan Penjelasan pos-pos neraca diketahui bahwa saldo persediaan bahan habis pakai per 31 Desember 2004 adalah senilai Rp1.165.659.950,00. Hasil pemeriksaan atas dokumen terkait dengan persediaan bahan habis pakai yaitu hasil stock opname unit kerja diketahui bahwa nilai persediaan barang habis pakai per 31 Desember 2004 dari beberapa dinas dicantumkan lebih rendah dari yang seharusnya, dengan rincian sebagai berikut:
No 1. 2. 3. Unit Kerja Dinas Pengairan Sekretariat DPRD Bagian Perlengkapan Total Neraca Per 31 Desember 2004 (Rp) 6.465.750,00 878.250,00 23.762.800,00 31.106.800,00 Lap. Stock Opname (Rp) 39.060.750,00 9.330.750,00 39.789.250,00 88.180.750,00 Selisih (Rp) 32.595.000,00 8.452.500,00 16.026.450,00 57.073.950,00

Atas transaksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan pencatatan sebagai berikut: Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum Rp31.106.800,00 Rp31.106.800,00

Seharusnya transaksi tersebut dicatat sebagai berikut: Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum Rp88.180.750,00 Rp88.180.750,00

Sehingga BPK-RI melakukan koreksi sebagai berikut : Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum Rp57.073.950,00 Rp57.073.950,00

Dengan pencatatan tersebut, maka terjadi perubahan saldo pada akun-akun neraca per 31 Desember 2004, yaitu : a. Akun Persediaan Bahan Habis Pakai bertambah sebesar Rp57.073.950,00; b. Akun Ekuitas Dana Umum bertambah sebesar Rp57.073.950,00.

Atas koreksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersedia melakukan koreksi pada Laporan Keuangannya.

C. Catatan Pemeriksaan Hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah (sebelum disampaikan ke DPRD) Tahun Anggaran 2004 yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat diungkapkan sebanyak tujuh belas Catatan Pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan DPRD untuk meningkatkan kualitas laporan keuangannya.

1. Catatan Pemeriksaan yang Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan Daerah

a. Pendapatan sebesar Rp441.423.630,00 Dicatat pada Rekening yang Tidak Tepat

Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD TA 2004 diketahui realisasi dana perimbangan sebesar Rp467.324.324.074,00 dan lain-lain PAD yang sah adalah sebesar Rp20.005.262.000,00. Hasil pemeriksaan atas Laporan Penerimaan PAD serta bukti surat tanda setor pendapatan ke Kas Daerah dan bukti transfer diketahui terdapat pendapatan yang dicatat pada kode rekening yang tidak tepat, yaitu: 1) Penerimaan ganti rugi atas pembongkaran Gedung Puskesmas Cangkringan Malang Beji dan Pasar Gondanglegi Kecamatan Beji untuk pelebaran jalan sebesar Rp352.397.500,00 oleh Bagian Perlengkapan telah dicatat dalam rekening 1.1.04.01.03 Penjualan Rumah Jabatan/ Rumah Dinas, yang seharusnya dicatat dalam kelompok Lain-lain Pendapatan yang Sah. 2) Penerimaan Bagi Hasil Retribusi Pemeriksaan Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan/ RP3HH sebesar Rp85.926.130,00 dicatat dalam rekening 1.2.01.02.01 Bagi Hasil Bukan Pajak, Provisi Sumber Daya Hutan pada Dinas Pendapatan, seharusnya dicatat dalam Obyek

Retribusi Daerah karena RP3HH merupakan pendapatan retribusi pada Dinas Kehutanan. 3) Pendapatan Biaya Adminstrasi Wajib Daftar Perusahaan (WDP) sebesar Rp1.975.000,00 dan pendapatan dari Radio Suara Pasuruan atas

Pelelangan Papan reklame sebesar Rp1.125.000,00 dicatat dalam rekening 1.1.04.04.03 Setor Kembali PK Satuan Kerja, yang seharusnya dicatat dalam obyek Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.

Menurut

penjelasan

Bagian

Keuangan,

pencatatan

realisasi

pendapatan pada kode rekening yang tidak tepat tersebut karena Sistem Pencatatan Pendapatan secara On-Line System tidak dapat mengakomodasi jenis-jenis pendapatan tersebut. Oleh karena itu dicatat pada kode rekening yang memungkinkan. Seharusnya pencatatan tersebut tidak perlu terjadi , karena pendapatan yang tidak ada dalam program maupun APBD bisa diantisipasi dalam kode rekening cadangan.

Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan: 1) Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 Tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman, Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD Lampiran III, yang menunjukkan bahwa tiap kelompok pendapatan ada kemungkinan dibuka rekeninng baru; 2) Surat dari Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur No.

522/488/116.05/2004 tanggal 15 juli 2004 tentang Bagi Hasil Penerimaan RP3HH Triwulan I Tahun 2004 yang antara lain menyebutkan bahwa untuk jenis pendapatan tersebut hendaknya diakui sebagai PAD atas Dinas Kehutanan/instansi yang menangani kehutanan, mengingat pelayanan dilakukan oleh instansi dimaksud.

Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi pendapatan pada Laporan Perhitungan APBD TA 2004 tidak menggambarkan angka yang seharusnya.

Terjadinya pencatatan pendapatan pada rekening yang tidak seharusnya tersebut disebabkan oleh: 1) Tim Anggaran dan Panitia Anggaran yang kurang cermat dalam menganggarkan jenis-jenis pendapatan daerah tidak berdasarkan pada potensi daerah yang ada; 2) On-Line System yang tidak mengantisipasi adanya pendapatan yang tidak dianggarkan sebelumnya.

Bagian Keuangan Setda menjelaskan bahwa realisasi penerimaan tersebut terjadi setelah PAPBD Tahun 2004 maka penerimaannya digabung/dimasukkan pada rekening yang ada di dalam materi perhitungan APBD Tahun 2004 dan untuk menyempurnakan program sudah dianggarkan dalam APBD Tahun 2005.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar: 1) Menegur Tim Anggaran dan Panitia Anggaran yang kurang cermat dalam menganggarkan jenis-jenis pendapatan daerah; 2) Memerintahkan Kepala Bagian Keuangan agar menyempurnakan online system agar dapat mengantisipasi adanya pendapatan yang tidak dianggarkan sebelumnya.

b. Penerimaan Pendapatan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tahun 2004 sebesar Rp42.000.000,00 Dipergunakan untuk Menutup

Kekurangan Pelunasan BLM Tahun 2003.

Dalam rangka meningkatkan Pengusaha kecil di Bidang Pertanian Program Pengembangan Sumberdaya Sarana dan Prasarana Pertanian, sejak Tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan dana bantuan keuangan yang diterimakan oleh kelompok tani agrobisnis. Dana tersebut bersifat dana revolving yang harus dikembalikan dalam jangka waktu dua tahun. Dari hasil pemeriksaan dokumen-dokumen yang terkait pada Dinas Pertanian diketahui bahwa dana revolving Pengembangan Sumber Daya Sarana dan Prasarana Tahun 2003 sebesar Rp42.000.000,00 belum dapat dilunasi sampai batas akhir peminjaman (Tahun 2004). Untuk menutup kekurangan tersebut, Dinas Pertanian menggunakan pendapatan dari dana revolving Pengembangan Sumber Daya Sarana dan Prasarana Pertanian Tahun 2004 sebesar Rp34.000.000,00 dan insentif PAD Tahun 2004 sebesar Rp8.000.000,00. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Kegiatan

Pengembangan Sumber Daya Sarana dan Prasarana Pertanian, hal tersebut dilakukan karena jika setoran penguat modal Tahun 2003 tersebut belum lunas maka anggaran penguat modal Tahun 2005 tidak dapat terealisasi. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Bab IV Pelaksanaan APBD bagian Pertama Penerimaan dan Pengeluaran APBD pasal 24 ayat (3) yang menyebutkan bahwa pendapatan daerah disetor sepenuhnya tepat pada waktunya ke Kas Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Kondisi tersebut mengakibatkan membuka peluang kredit macet, karena status pinjaman kelompok tani pada Pemerintah Daerah telah lunas. Serta hal tersebut mengakibatkan komposisi piutang lain-lain pada neraca tidak mengungkapkan hal seharusnya.

Keterlambatan penyetoran pendapatan tersebut disebabkan oleh kebijakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk menutup kekurangan setoran Tahun 2003 dengan pendapatan Tahun 2004.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan karena setoran PAD untuk Tahun 2003 harus lunas di Tahun 2004, sedangkan tunggakan PAD yang masih ada di kelompok tersebut tetap dilakukan penagihan melalui surat penagihan yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah dengan Nomor: 521/44/424.066/2005 tanggal 17 Januari 2005, perihal Tunggakan PAD Penguatan Modal Diperta.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk menyetor pendapatan sesuai dengan substansi yang seharusnya.

c. Sebagian Hibah Aset dari PT.Dwi Purnama Abadi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum Dilaporkan dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2004

Sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan ketentuan PP No.105 Tahun 2000 dan UU No.17 Tahun 2003 yang mengharuskan kepada Pemerintah Daerah bisa menyajikan laporan keuangan daerah secara lengkap termasuk di dalamnya neraca daerah, maka Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah membentuk neraca daerah sejak awal Tahun 2003. Dari hasil review atas laporan keuangan daerah beserta kertas kerja penyusunan neraca dan konfirmasi ke dinas terkait terdapat asset daerah yang merupakan hibah PT. Dwi Purnama Abadi ke Dinas Pendapatan Daerah belum dilaporkan pada neraca per 31 Desember 2004. Sebagian aset yang sudah dapat dinilai harga perolehannnya telah dicatat dalam neraca, sedangkan aset yang belum dapat dinilai, belum dapat dicantumkan dalam neraca daerah per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: 1) Aset-aset yang berada di Dinas Pendapatan Daerah: • • • • • 4 buah Printer; 1 buah CD Microsoft Windows 2000 Server; 1 buah CD Microsoft Windows 2000 Profesional; 1 unit Oracle 9i Enterprise Edition; 4 program aplikasi : Sistem Informasi (SI) BPHTB, SI-Payment Online System, SI-Entry IMB dan Linking data IMB, SI-Entry Data SPPT-PBB dan Konfirmasi Data SPPT-PBB. 2) Aset-aset yang masih di BPN: • • • • • 3 meja dan 3 kursi; 1 unit Komputer Pos Bank Jatim; 1 buah printer; 1 unit Komputer Monitoring BPHTB SSB; 1 unit Komputer LST Konfirmasi SPPT-PBB.

3) Aset-aset daerah yang masih di Dinas Perijinan dan Penanaman Modal (DPPM): • • • • 1 meja dan 1 kursi; 1 unit Komputer DPPM.

4) Aset-aset yang masih di Bank Persepsi (BRI): 1 meja dan 1 kursi; 1 unit Komputer Pos.

5) Aset yang masih di Bank Jatim: 1 unit Komputer Pos. 6) Aset yang masih di KP-PBB Kabupaten Pasuruan: 1 unit Komputer LST Konfirmasi SPPT-PBB.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: 1) Kepmendagri No.29 Tahun 2002 tanggal 20 Juni 2002 pada: • Pasal 1 huruf (t) dinyatakan bahwa aset daerah adalah semua harta kekayaan milik daerah baik barang berwujud maupun barang tidak berwujud. • Serta pasal 85 ayat (1) yang antara lain menyatakan neraca daerah menyajikan informasi mengenai posisi aktiva, utang dan ekuitas dana pada akhir Tahun Anggaran. 2) Tujuan umum penyusunan neraca adalah menyajikan informasi posisi keuangan daerah pada akhir tahun anggaran yang meliputi aktiva, hutang dan ekuitas dana yang dimiliki Pemerintah Daerah pada akhir periode akuntansi.

Hal tersebut di atas mengakibatkan: 1) Neraca daerah dan posisi aset daerah pada neraca per 31 Desember 2004 dilaporkan lebih rendah (understated) dari yang seharusnya. 2) Aset-aset daerah yang berada di luar pemerintah daerah kurang dapat dikendalikan penggunaanya.

Permasalahan tersebut disebabkan Pemegang Barang pada Dinas Pendapatan Daerah lalai tidak melaporkan hibah tersebut ke Bagian Perlengkapan dan Bagian Keuangan dhi Sub Bagian Pembukuan.

Bagian Keuangan maupun Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa hibah aset tersebut belum diketahui. Untuk selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar : 1) Memerintahkan Kepala Dinas Pendapatan untuk menegur Pemegang Barang yang tidak melaporkan asset-asset yang dihibahkan kepada Dinas Pendapatan kepada Bagian Perlengkapan 2) Memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan supaya melaporkan asset Dinas Pendapatan kepada Kepala Bagian Keuangan dan melakukan penilaian berdasarkan estimasi harga yang wajar dan diakomodasi menambah nilai perolehan asset pada neraca daerah.

d. Lampu Penerangan Jalan Milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebanyak 2.663 Titik belum Dimasukkan dalam Neraca

Lampu yang dipasang oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruaan sebagai lampu penerangan jalan umum (LPJU) merupakan kekayaan yang diakui di dalam neraca pada akun klasifikasi jaringan. Pemeriksaan terhadap buku besar jaringan menunjukkan bahwa yang baru diakui sebagai bagian dari jaringan adalah pemasangan jaringan listrik baru Tahun 2004 serta jaringan listrik yang terpasang di kantor-kantor milik Pemerintah Kabupaten. Berdasarkan pemeriksaan atas bukti-bukti pendukung catatan jaringan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan, terdapat 2879 titik lampu penerangan jalan yang dipasang oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan rincian pengadaan sebagai berikut: Dipasang sebelum Tahun 2002 Dipasang Tahun 2002 Dipasang Tahun 2003 Dipasang Tahun 2004 Jumlah 2.188 279 196 216 2.897

Dari jumlah tersebut, ternyata baru sebanyak 216 titik lampu yang diakui pada aktiva dan buku besar jaringan, sehingga masih terdapat 2.663 titik lampu yang belum diakui sebagai aktiva jaringan. Menurut penjelasan dari Bagian Perlengkapan, titik-tik lampu tersebut belum diakui sebagai aktiva karena tidak ada laporan pada saat inventarisasi asset oleh Dinas Bina Marga. Sampai dengan akhir pemeriksaan, ternyata Dinas Bina Marga tidak mampu memberikan penjelasan berapa nilai 2.663 titik tersebut, karena dokumen yang berkaitan dengan pengerjaan titik-tik lampu itu tidak diperoleh.

Berdasarkan Lampiran XXIX Kepmendagri No.29 Tahun 2002 dalam kebijakan akuntansi ayat (23) dinyatakan bahwa yang termasuk dalam jaringan diantaranya jaringan listrik.

Dengan tidak dicatatnya jaringan listrik tersebut menjadikan aktiva Pemerintah Kabupaten Pasuruaan menjadi lebih rendah.

Hal tersebut disebabkan oleh kurang cermatnya petugas Pemegang Barang pada Dinas Bina Marga untuk melaporkan titik lampu penerangan jalan dimaksud dan nilainya sebagai aktiva Pemerintah kabupaten Pasuruan.

Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa titik-titik lampu dimaksud memang belum masuk ke dalam daftar aset di SIMBADA.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Kepala Dinas Bina Marga dan memerintahkan Pemegang Barang untuk menginventarisasi titik lampu penerangan jalan dan nilainya serta melaporkan ke Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan.

e. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Belanja Bantuan Keuangan kepada Dinas P&K dan Honorarium Tim/Panitia Sebesar Rp700.000.000,00 tidak Didukung dengan Bukti yang Lengkap dan Sah

Hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap SPJ yang dikirimkan ke Bagian Keuangan oleh unit kerja dan telah diverifikasi oleh Sub Bagian Pembukuan dan Verifikasi diketahui bahwa terdapat SPJ untuk Honorarium Tim/ Panitia serta Belanja Bantuan Keuangan untuk Dinas P & K belum didukung dengan bukti-bukti yang lengkap sebesar Rp700.000.000,00, seperti dalam tabel berikut:

No 1.

Kegiatan Bantuan untuk Dewan Pendidikan Bantuan Pendamping Implementasi pelaksanaan Grand Policy Pembahasan Awal Perhitungan APBD Tahun 2003

Penerima Ketua Dewan Pendidikan Atas Nama Tim/panitia kegiatan

Jumlah (Rp) 430.000.000,00

2.

200.000.000,00

Bukti Pertanggung jawaban Kwitansi/ Tanda Terima Uang Kwitansi/ Tanda Terima Uang

Kelengkapan Seharusnya Bukti Kegiatan Operasional Bukti Kegiatan Pendamping Implementasi

3.

Sekretariat Dewan

13.000.000,00

Kwitansi tanda terima

4.

5.

Penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2004 Pemrosesan APBD Tahun Anggaran 2004 JUMLAH

Sekretariat Dewan

27.000.000,00

Kwitansi tanda terima

Kwitansi kepada Tim Anggaran eksekutif, karyawan Bag. Keuangan, dan Sekwan. Kwitansi kepada Tim/Panitia yang bersangkutan. Kwitansi kepada Tim/Panitia yang bersangkutan.

Sekretaris Dewan

30.000.000,00

Kwitansi tanda terima

700.000.000,00

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : 1) Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tanggal 10 Nopember 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 27 yang menyebutkan bahwa setiap pembebanan APBD harus

didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. 2) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 dalam pasal 57 ayat (1), menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib

mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. 3) Perda Nomor 37 Tahun 2001 tanggal 27 Desember 2001 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 40 ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap pembebanan APBD harus didukung dengan bukti-bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh dari pihak yang menagih.

Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran minimal sebesar Rp700.000.000,00 tidak dapat diyakini kebenarannya.

Hal tersebut disebabkan oleh: 1) Kelalaian pemegang kas dari unit kerja yang bersangkutan yang tidak menyusun SPJ secara lengkap dan sah sesuai ketentuan; 2) Kurang optimalnya Sub Bagian Verifikasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam pengesahan SPJ.

Dinas P&K menjelaskan bahwa sampai dengan tanggal 18 Maret 2004 pertanggungjawaban kegiatan tersebut memang belum ada.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar: 1) Memerintahkan Kepala Dinas P&K dan Kepala Bagian Keuangan agar menegur para pemegang kas di unit kerjanya yang telah lalai melengkapi SPJ dengan bukti yang telah ditentukan; 2) Menegur Sub Bag Verifikasi yang kurang optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

f. Beberapa Belanja Bagian Keuangan dan Bappeda Dibebankan ke Rekening yang tidak Sesuai sebesar Rp57.425.000,00

Hasil pemeriksaan secara uji petik pada belanja Bagian Keuangan dan Bappeda Tahun Anggaran 2004 terdapat beberapa rekening yang tidak sesuai pembebanannya sebesar Rp57.425.000,00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Berdasarkan SPMU Nomor 932/0980/424.041/BT/2004 tanggal 31 Maret 2004 terdapat biaya makan dan minum sebesar Rp18.350.000,00 dalam rangka pembahasan akhir Laporan Perhitungan TA 2003 Operasi dan Pemeliharaan (Honorarium/ Upah) rekening 2.01.08.2.01.01.01.1. Seharusnya dicatat dalam rekening 2.01.08.2.02.02.05.1 Belanja Operasi dan Pemeliharaan (Biaya Makanan dan Minuman). 2) Berdasarkan kumpulan SPP selama satu tahun pada Bappeda, terdapat Belanja Operasi dan Pemeliharaan - Biaya Jasa Pihak Ketiga (Biaya Transportasi dan Akomodasi) sebesar Rp39.075.000,00 bagi pegawai Bappeda, yang dibebankan pada rekening 2.01.06.2.02.02.02.1.

Seharusnya dicatat dalam rekening 2.01.06.2.01.01.01.1 Belanja Operasi dan Pemeliharaan (Honorarium Tim/Panitia). Koreksi atas kedua kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan karena akan terjadi pelampauan anggaran seperti tabel di bawah ini:
Anggaran (Rp) Realisasi sebelum audit (Rp) Realisasi setelah audit (Rp) 192.275.000,00 Pelampauan (Rp) 6.815.000,00

No a.

Nama Akun Biaya Makanan dan Minuman

185.460.000,00 173.925.000,00

b.

Honorarium Tim/Panitia

439.645.000,00 412.490.000,00

451.565.000,00

11.920.000,00

Kondisi di atas tidak sesuai dengan Kepmendagri No.29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa pengguna

anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain daripada yang ditetapkan. Pengeluaran anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya mengakibatkan realisasi Belanja Honorarium Tim/Panitia dan Belanja Makanan dan Minuman disajikan lebih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh kurang ditaatinya disiplin anggaran oleh pengguna anggaran pada Bagian Keuangan dan Bappeda. Bagian Keuangan maupun Bappeda sepakat sepakat dengan temuan BPK bahwa terdapat beberapa akun yang tidak sesuai peruntukannya. Di masa mendatang akan lebih diperhatikan lagi batasan tersebut. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur pengguna anggaran dhi. Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Bappeda untuk mematuhi disiplin anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD.

2. Catatan Pemeriksaan yang Tidak Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan Daerah

a. Kontrak Pengadaan Sotfware SIMDUK Entri Data Kecamatan dan Software SIMDUK Cetak KK/KTP tidak Menjelaskan Hak Cipta atas Software

Kantor catatan Sipil Kabupaten Pasuruan dalam Tahun 2004 melakukan pengadaan perangkat komputer dan software untuk keperluan Sistem Manajemen Kependudukan. Perangkat komputer tersebut dipasang di tujuh kecamatan yaitu Purwodadi, Purwosari, Bangil, Prigen, Pandaan, Gempol dan Beji. Untuk setiap kecamatan diperlukan biaya sebesar Rp444.972.000,00 sehingga biaya pengadaan seluruhnya sebesar

Rp3.114.804.000,00. Biaya ini telah direalisasikan berdasarkan SPMU No.01975/BT sebesar Rp2.959.063.800,00 atau 95% dan SPMU

No.5793/BT sebesar Rp155.740.200,00 atau 5%. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh PT. Sinar Solusindo Surabaya berdasarkan Surat Perjanjian Pengadaan Perangkat Keras dan Lunak (Komputer Simduk Online) Nomor 602/137b/424.102/2004. Didalam kontrak disebutkan bahwa dari nilai kontrak sebesar Rp444.972.000,00, dirinci lagi menjadi sebesar Rp99.295.000,00 untuk software SIMDUK entry data kecamatan dan sebesar Rp222.715.000,00 untuk software SIMDUK cetak KTP/KK, akan tetapi tidak menyebutkan secara jelas jenis pengadaan kedua software tersebut: apakah Pemerintah Kabupaten Pasuruan membeli kedua software tersebut atau apakah pemerintah Kabupaten Pasuruan meminta dibuatkan kedua software. Apabila pengadaan software merupakan pembelian, maka biaya untuk setiap kecamatan harus sama seperti dalam kontrak. Pengadaan software dengan pembelian ini bisa dilakukan jika hanya ada satu pembuat software dan software tersebut telah memiliki hak cipta. Rekanan bisa merupakan pembuat software tersebut atau distributornya. Sedangkan jika pengadaan software merupakan pesanan untuk dibuatkan software, maka software seharusnya menjadi hak cipta

pemerintah Kabupaten Pasuruan dhi Kantor Catatan Sipil. Dengan cara seperti ini, maka biaya yang dikeluarkan adalah biaya pembuatan satu buah software dan biaya instalasi ke perangkat di tujuh kecamatan. Biaya yang dikeluarkan tidak sama seperti dalam kontrak yang membebankan biaya software secara sama di tujuh kecamatan tanpa ada biaya master software. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pelelangan menunjukkan terdapat dua rekanan lain yang mengajukan penawaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengadaan software SIMDUK lebih merupakan pesanan pembuatan daripada pembelian. Software dapat dibuat oleh rekanan lain Sehingga biaya yang seharusnya dikeluarkan hanya biaya pembuatan software dan instalasi ke kecamatan. Pengadaan software ke kecamatan lainnya di masa mendatang hanya tinggal biaya instalasi software yang lebih murah dari pengadaan software. Pemimpin kegiatan dalam menanggapi persoalan ini tidak dapat memberikan penjelasan apakah pengadaan merupakan pembelian atau pesanan pembuatan. Dengan tidak jelasnya jenis pengadaan software menjadikan hak cipta Pemerintah Kabupaten Pasuruan terhadap software menjadi tidak jelas. Dalam pengadaan SIMDUK, Pemerintah Kabupaten Pasuruan dibatasi Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan PT. Sinar Solusindo Surabaya No.180/17/SPJ/424.022/2003 tanggal 7 Juli 2003. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 3 Juli 2003. Dengan berlakunya Kepres No.80 Tahun 2003 dan Kepres No.61 Tahun 2004, pengadaan barang harus transparan, terbuka dan bersaing. Pengadaan SIMDUK dengan dibatasi oleh perjanjian kerjasama di atas menyebabkan penyedia yang lain tidak dapat menawarkan pengadaan software SIMDUK yang lebih bersaing.

Pengadaan software tersebut di atas tidak sesuai dengan Kepres No.61 Tahun 2004 pasal 3 bahwa pengadaan barang/jasa: 1) huruf a harus efisien; 2) huruf c harus terbuka dan bersaing; 3) huruf d harus transparan.

Pengadaan tersebut di atas mengakibatkan: 1) Tidak jelasnya hak pemerintah daerah terhadap software SIMDUK entry data kecamatan dan SIMDUK cetak KK/KTP apakah menjadi hak Pemerintah Kabupaten Pasuruan atau tidak; 2) tidak dapat dinilainya ekonomi dan efisiensi pengadaan software.

Hal tersebut disebabkan oleh: 1) Kurang jelinya dan tidak tahunya pemimpin kegiatan dan panitia pelelangan dalam membuat kontrak berkaitan dengan software; 2) kesengajaan rekanan untuk membuat kontrak tidak cukup menjamin hak/kewajiban kedua belah pihak.

Kantor Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa pengadaan software komputer SIMDUK merupakan pembelian sehingga sesudah tanggal selesainya pemeliharaan Mei 2005, hak cipta software tersebut menjadi milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan dhi Kantor Catatan Sipil.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar: 1) menegur Pemimpin Kegiatan dan Panitia Pelelangan untuk membuat kontrak yang dapat menjamin hak dan kewajiban pihak yang saling terikat dengan jelas; 2) memerintahkan Pemimpin Kegiatan untuk meminta PT Sinar Solusindo Surabaya menunjukkan hak cipta kedua software SIMDUK; 3) memerintahkan Pemimpin Kegiatan meninjau ulang kerjasama

Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan PT Sinar Solusindo Surabaya tentang pengadaan software SIMDUK.

b. Pengadaan Tanah untuk Pembenihan Ikan dan Pembibitan Kentang Tidak Sesuai Ketentuan

Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan pada Tahun 2004 telah melakukan pembelian tanah yang terletak di Desa Penataan Kecamatan Winongan seluas 32.288 m2 yang digunakan untuk bahan pembenihan ikan dan di desa Ngadiwono Kecamatan Tosari seluas 28.225 m2 akan digunakan untuk pembangunan agrobisnis dan holtikultura serta pembenihan kentang. Tetapi dalam menetapkan besarnya harga tanah, oleh Tim/Panitia Pengadaan Tanah hanya mendasarkan dari kesepakatan dalam musyawarah antara panitia dengan para pemilik tanah, yaitu untuk tanah Kecamatan Winongan Rp20.000,00/ m² dan Kecamatan Tosari Rp47.370,00/ m². Selanjutnya harga tanah untuk Kecamatan Winongan ditetapkan dengan SK Bupati No.027/466/HK/424.022/2004 tanggal 8 Agustus 2004 sebesar Rp20.000,00 x 32.288 = Rp645.760.000,00 dan untuk tanah di Kecamatan Tosari dengan SK Bupati No.027/530/HK/424.022/2004 tanggal 20 Oktober 2004 sebesar Rp47.370,00 x 28.225 = Rp1.337.018.250,00. Pelaksanaan pengadaan tanah dilakukan oleh Tim Pengadaan Tanah yang dibentuk dengan SK Bupati Pasuruan No.027/411/HK/424.022/2004 tanggal 28 Juni 2004. Namun dalam pengadaan tanah tersebut Tim Pengadaan Tanah tidak membuat harga taksiran terlebih dahulu kepada Bupati/ Kepala Daerah. Selain itu, tanah tersebut sampai dengan pemeriksaan tanggal 17 Maret 2005 belum disertifikatkan atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan: 1) Kepres Nomor 55 Tahun 1993 tanggal 17 Juni 1993 tentang Pengadaan Tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum dalam pasal 8 nomor (3) yang menyebutkan Panitia Pengadaan Tanah bertugas menaksir dan mengusulkan besarnya ganti kerugian atas tanah yang hak atasnya akan dilepaskan atau diserahkan; 2) Kepmendagri Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Barang Daerah dalam Bab IX pasal 38 ayat (1) menyebutkan supaya pengurusan

barang daerah agar dalam pemanfaatannya terhindar dari penyerobotan, pengambilalihan atau klaim dari pihak lain dilakukan dengan cara huruf (a) Pengamanan administrative, yaitu dengan melengkapi sertifikat dan kelengkapan bukti-bukti kepemilikan.

Kondisi tersebut mengakibatkan harga tanah diragukan kewajarannya.

Hal tersebut disebabkan Panitia Pengadaan Tanah tidak bekerja secara optimal dalam melaksanakan tugasnya dan Bagian Perlengkapan tidak segera mensertifikatkan tanah tersebut.

Atas permasalahan tersebut Bagian Perlengkapan sependapat bahwa dalam hal pengadaan tanah untuk pembenihan ikan dan pembibitan kentang namun Panitia Pengelolaan Tanah sudah membuat laporan hasil musyawarah harga dan dituangkan dalam Berita Acara. Dan untuk pengadaan tanah pembenihan ikan di Desa Penataan Kecamatan Winongan dan untuk pembibitan kentang di Kecamatan Tosari sudang diajukan permohonan pensertifikatan.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Panitia Pengadaan Tanah untuk bekerja lebih optimal dan Bagian Perlengkapan untuk segera melakukan proses sertifikasi tanah.

c. Pelimpahan Aset Propinsi Jawa Timur ke Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak Sesuai Ketentuan

Dengan telah dilaksanakannya otonomi daerah, Gubernur Propinsi Jawa Timur sepakat mengadakan serah terima kepada Bupati Pasuruan untuk satuan kerja, personil, pembiayaan, peralatan dan dokumen perangkat instansi vertikal. Pelimpahan asset tersebut telah dilaksanakan dengan Berita Acara serah Terima No.118/2641/012/2001 tanggal 21 Maret 2001 dan Berita Acara Serah Terima No.118/9622/011/2003 tanggal 19 Desember 2003. Dari pelimpahan asset tersebut terdapat sejumlah 280 lokasi tanah/ bangunan dan 10 buah kendaraan roda empat serta 24 buah kendaraan roda dua. Secara fisik untuk tanah/ bangunan serta kendaraan telah diterima dan dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran tugas. Namun tanah/ bangunan dan kendaraan yang diserahkan tersebut belum semua disertai dengan bukti pengalihan hak yang memadai seperti sertifikat dan BPKB/ STNK. Di samping itu sebuah Isuzu Panther Nopol N9437V Tahun 1994 yang dipinjamkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Propinsi Jawa Timur dengan Berita Acara Perjanjian Pinjam Pakai Barang Inventaris Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan No.020/2771/044/1999 tanggal 22 Juni 1999. Kendaraan tersebut sampai saat ini belum dikembalikan padahal sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Permintaan pengembalian telah dilaksanakan berdasarkan surat Bupati Kabupaten Pasuruan

No.024/127/424.043/2003 tanggal 12 Mei 2004, namun belum ada tindak lanjutnya. Hal tersebut di atas tidak sesuai dengan Kepmendagri dan Otonomi Daerah No.11 Tahun 2001 tanggal 1 februari 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah pada: 1) Bab IX pasal 38 ayat (1) yang menyebutkan upaya pengurusan barang daerah agar dalam pemanfaatannya terhindar dari penyerobotan, pengambilalihan atau klaim dari pihak lain dilakukan dengan cara dalam point:

a) Pengamanan administratif, yaitu dengan melengkapi sertifikat dan bukti-bukti kepemilikan; b) Pengamanan fisik, yaitu dengan pemugaran dan pemasangan tanda kepemilkan barang. 2) Berita Acara Pinjam Pakai Barang Inventaris No.020/2771/044/1999 tanggal 22 Juni 1999 pasal 3 menyebutkan apabila anggaran untuk pengadaan barang-barang inventaris dimaksud telah diterima oleh pihak kedua wajib mengembalikan barang-barang inventaris dimaksud dalam pasal 1 perjanjian ini kepada pihak Pertama dalam keadaan layak pakai.

Akibat belum dilengkapinya dokumen asset yang dilimpahkan, maka kekuatan hukum asset tersebut sangat lemah dan kendaraan yang dipinjam belum dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Keadaan tersebut di atas disebabkan Bagian Perlengkapan yang berwenang menginventarisasi asset daerah kurang aktif selama pengurusan surat-surat tersebut dan kurang aktif untuk menagih peminjaman mobil.

Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah menjelaskan bahwa upaya penagihan telah dilakukan tetapi sampai dengan saat ini belum mendapat tanggapan yang baik dari propinsi.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Kepala Bagian Perlengkapan untuk lebih aktif mengurus surat-surat tanda bukti kepemilikan dan aktif menagih peminjaman mobil.

d. Kendaraan Rusak Berat Senilai Rp260.500.000,00 masih Tercatat dalam Daftar Inventaris dan belum Dihapuskan

Bagian Perlengkapan sebagai pusat inventarisasi barang, bertangung jawab untuk menghimpun hasil inventarisasi barang-barang dan menyimpan dokumen kepemilikannya, termasuk barang inventaris yang sudah rusak. Hasil pemeriksaan atas kendaraan pada Bagian Perlengkapan tanggal 25 Februari 2005 terdapat enam buah mobil ambulance yang rusak berat dan sudah tidak terpakai, di Puskesmas Rejoso dan Puskesmas Gedongwetan satu buah kendaraan roda empat yang rusak. Kendaraan yang rusak ini sudah dilaporkan oleh pemegang barang Dinas Kesehatan ke Bagian Perlengkapan, namun masih terdaftar sebagai aktiva aktif di neraca, yang seharusnya kendaraan-kendaraan tersebut sudah harus diproses

penghapusannya. Daftar kendaraan tersebut adalah sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis Kendaraan Ambulance Ambulance Ambulance Ambulance Ambulance Ambulance Ambulance Ambulance

Tahun 1982 1982 1982 1984 1984 1986 1984 1985

No. Polisi N 9958 V N 9974 VA N 9957 V N 9966 V N 9963 VB N 9999 R N 9996 RE N 9950 VB

Keadaan RB RB RB RB RB RB RB RB

Nilai Perolehan (Rp) 40.000.000,00 16.500.000,00 17.000.000,00 40.000.000,00 30.000.000,00 40.000.000,00 37.000.000,00 40.000.000,00 260.500.000,00

JUMLAH

Hal tersebut tidak sesuai dengan Kepmendagri dan Otonomi Daerah No.11 Tahun 2001 tentang Pedoman dan Pengelolaan Barang Daerah tanggal 1 Februari 2001 dalam Bab VII pada : 1) Pasal 22 ayat (1) menyebutkan setiap barang daerah yang sudah rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi ( hilang/mati), bagi keperluan dinas dapat dihapus dari daftar inventaris;

2) Pasal 23 ayat (1) menyebutkan Penghapusan barang daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 ayat (1) dilaksanakan oleh Panitia Penghapusan Barang Daerah (PPBD) yang ditetapkan dengan

Keputusan Kepala Daerah.

Pencantuman kendaraan yang telah rusak berat dan tidak lagi terpakai mengakibatkan nilai sumberdaya ekonomis yang dilaporkan terlalu besar Rp260.500.000,00.

Hal

tersebut

disebabkan

Bagian

Perlengkapan

tidak

segera

mengusulkan penghapusan.

Bagian

Perlengkapan

Setda

menjelaskan

bahwa

aset

senilai

Rp260.500.000,00 telah diajukan ke DPRD untuk penghapusan, tetapi sampai dengan saat ini belum mendapat persetujuan DPRD.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Kepala Bagian Perlengkapan untuk segera mengusulkan penghapusan.

e. Kendaraan Dinas Hilang telah Diproses TGR belum Dihapuskan dari Aset Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan sejak Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2004 telah kehilangan sebuah kendaraan kijang roda empat dan lima buah sepeda motor. Semua kendaraan inventaris tersebut hilang di rumah para pemegang kendaraan dan telah berusaha mendapatkan kembali serta melapor pada pihak yang berwajib. Badan Pengawas Kabupaten telah melakukan pemeriksaan kepada masing-masing pemegang inventaris. Hasil pemeriksaan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Kepala Daerah. Selain itu telah menetapkan besarnya ganti rugi yang harus ditanggung oleh penanggung jawab berdasarkan Nota Dinas Tim Majelis Pertimbangan kepada Bupati Pasuruan No.950/5/3/HK/424.022/2004. Adapun besarnya tuntutan ganti rugi tersebut adalah sebagai berikut:
No Nama/ Unit Kerja Nilai Harga Usia Jual SK Kendaraan Gub Jatim Totota Kijang 1993 46.000.000,00 8 th (20%) Nopol N9324VA Honda Grand 1996 Nopol N9815VD 6.200.000,00 7 th (40%) 2.480.000,00 Jenis Kendaraan Perhitungan TGR 9.200.000,00

1.

Drs. Totok Setya S Dispenda

2.

Hetty Wijayanti,SSTP Bag Otodes

3.

Drs. Susanto Sekwan

Honda Supra 2002 Nopol N9802RB Honda 1980 Nopol N914 VP Honda Bebek 1999 Nopol N9747R Yamaha 1994 Nopol N9899VC Jumlah V100 GL 100

8.900.000,00

2 th (60%)

5.340.000,00

4.

Samsul Hadi Dinas PKM Koperasi

2.300.000,00

23 th (20%)

460.000,00

5.

Syamsul Arifin,SH Bag Keuangan

7.400.000,00

3 th (40%)

2.960.000,00

6.

Nanik Sri M Dinas P & K

4.000.000,00

8 yh (20%)

800.000,00

74.800.000,00

21.240.000,00

Dengan telah ditetapkannya pembebanan ganti rugi, berarti telah diakui bahwa barang-barang tersebut tidak lagi menjadi asset Pemerintah

Kabupaten Pasuruan. Akan tetapi barang-barang tersebut masih tercatat di daftar inventaris pada bagian perlengkapan.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Kepmendagri dan Otonomi Daerah No.11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah dalam Bab VII Pasal 22 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap barang daerah yang sudah rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi (hilang/rusak) bagi keperluan dinas dapat dihapus dari daftar inventaris.

Kondisi tersebut mengakibatkan nilai aset kendaraan dalam neraca berlebih sebesar Rp74.800.000,00

Hal tersebut disebabkan oleh Bagian Perlengkapan tidak memahami bahwa asset yang telah ditetapkan ganti ruginya oleh Majelis pertimbangan TP & TGR seharusnya dihapuskan dari daftar aktiva.

Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa penghapusan barang yang hilang tersebut tidak dapat dilakukan karena piutang dari pihak-pihak yang menghilangkan belum lunas.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menegur Bagian Perlengkapan untuk mengajukan usulan penghapusan kendaraan tersebut.

f. Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD Senilai Rp345.951.530,00 dan Peralatan Komputer yang Hilang Belum Diproses Sesuai Ketentuan

Pada tanggal 1 Desember 2004 Pemegang Kas (PK) Sekwan memegang uang tunai sebesar Rp345.951.530,00. Uang tersebut

rencananya akan dibagikan kepada Anggota DPRD pada hari itu juga, tetapi para anggota dewan hari itu melayat sampai diluar jam kerjasehingga uang disimpan kembali ke brankas PK. Selanjutnya, tanggal 2 Desember 2004 pukul 04.00 WIB terjadi pencurian di Sekretariat DPRD. Barang yang hilang terdiri dari empat buah CPU, satu buah printer dan uang penghasilan dewan senilai Rp345.951.530,00 yang berada di brankas. Pencurian tersebut sudah dilaporkan kepada Pihak Kepolisian oleh Sekretaris Dewan dengan surat No.STPL/194/XII/2004/Reskrim tanggal 2 Desember 2004. Sampai saat pemeriksaan berakhir belum ada proses tuntutan perbendaharaan dang anti rugi oleh Majelis Pertimbangan TP/TGR.

Hal tersebut diatas tidak sesuai dengan Kepmendagri dan Otonomi Daerah No.11 Tahun 2001 tanggal 1 Februari 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah dalam bab XIII pasal 45 menyebutkan dalam hal terjadi kerugian daerah karena kekurangan perbendaharaan barang dan atau disebabkan perbuatan melanggar hukum/ melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, diselesaikan melalui tuntuan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi uang/ barang daerah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Hal

tersebut

mengakibatkan

belum

jelasnya

kerugian

dan

penanggungjawab kerugian atas kehilangan uang dan barang tersebut.

Kondisi tersebut disebabkan belum adanya perintah dari Bupati untuk segera memproses tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi atas kehilangan uang dan barang tersebut.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar segera memerintahkan Tim Majelis Pertimbangan TP/TGR untuk segera memroses tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi kehilangan uang dan barang tersebut.

g. Pengeluaran sebesar Rp3.496.179.175,00 yang Dibebankan pada Kelompok Belanja Tidak Tersangka tidak Sesuai Ketentuan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menganggarkan Belanja Tak Tersangka dalam APBD Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp1.100.000.000,00 yang kemudian melalui perubahan APBD ditambah Rp2.694.000.000,00 sehingga menjadi sebesar Rp3.794.000.000,00. Realisasi belanja tidak tersangka sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp3.496.179.175,00. Hasil pemeriksaan atas surat pertanggungjawaban keuangan belanja tidak tersangka dan dokumen pendukungnya pada Bagian Keuangan diketahui bahwa dari realisasi tersebut, terdapat pengeluaran-pengeluaran yang tidak tepat apabila dibebankan pada Pos Pengeluaran Tidak Tersangka sebesar Rp3.496.179.175,00, yang digunakan untuk : 1) Pengeluaran yang tidak sesuai peruntukkannya, yaitu untuk KPU dan Pilpres sebesar Rp1.878.663.900,00; 2) Pengeluaran yang telah tersedia anggarannya dalam kelompok belanja lainnya sebesar Rp1.617.515.275,00. Adapun rincian pengeluaran 1) dan 2) di atas adalah sebagai berikut:
No. 1 2 3 4 5 Tanggal 31/03/2004 02/04/2004 08/04/2004 29/06/2004 29/06/2004 SPM 932/0925/424.041/BT/04 932/01037/424.041/BT/04 932/01100/424.041/BT/04 932/02666/424.041/BT/04 932/02667/424.041/BT/04 Uraian Bantuan keuangan kepada KPU Bantuan keuangan kepada KPU Bantuan keuangan kepada KPU Bantuan pelaksanaan pilpres/wapres th 2004 Bantuan pelaksanaan pilpres/wapres th 2004 Jumlah point 1) Bantuan kepada Polres dan Kodim Triw I Bantuan kepada Polres dan Kodim Triw II Bantuan kepada Polres dan Kodim Triw III Bantuan kepada Polres dan Kodim Triw IV Jumlah point 2) Jumlah 1) dan 2) Jumlah 800.000.000,00 174.654.400,00 46.425.000,00 409.224.500,00 448.360.000,00

Rp Rp Rp Rp Rp

Rp 1.878.663.900,00 Rp Rp Rp Rp 300.000.000,00 300.000.000,00 769.515.275,00 248.000.000,00

1 2 3 4

04/03/2004 11/06/2004 14/09/2004 09/12/2004

932/0461/424.041/BT/04 932/02357/424.041/BT/04 932/04416/424.041/BT/04 932/06557/424.041/BT/04

Rp 1.617.515.275,00 Rp 3.496.179.175,00

Pengeluaran Tidak Tersangka untuk bantuan kepada KPU sebesar Rp1.878.663.900,00 direalisasikan atas dasar Keppres RI Nomor 20 Tahun 2004 tentang Dukungan Darurat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2004 untuk Pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2004. Belanja tersebut direalisasikan sebelum perubahan APBD TA 2004 yaitu tanggal 10 Agustus 2004. Sehingga anggaran tersebut dapat dianggarkan dalam anggaran tersendiri dalam anggaran bidang administrasi umum pemerintah unit kerja Sekretariat KPU dalam perubahan anggaran. Belanja tidak tersangka untuk bantuan Polres dan Kodim Kabupaten Pasuruan sebesar Rp1.617.515.275,00 direalisasikan rutin tiap triwulan guna menunjang intelijen, operasi, minlog, teritorial, tindakan kepolisian, pengadaan sarana dan pemeliharaan yang jumlahnya fluktuatif. Anggaran belanja tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menganggarkan tersendiri belanja tersebut dalam Kelompok Belanja Bantuan Keuangan kepada Polres dan Kodim APBD Tahun 2004. Pengeluaran-pengeluaran tersebut di atas tidak memenuhi

persyaratan untuk dibebankan pada Kelompok Pengeluaran Tidak Tersangka karena tidak termasuk kegiatan yang sangat diperlukan. Atas pengeluaran-pengeluaran tersebut, seluruhnya telah diberitahukan secara tertulis kepada DPRD Kabupaten Pasuruan. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan : 1) PP No. 105 Tahun 2000 Tanggal 10 November 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada : a) Pasal 12 ayat (1) Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya tak tersangka disediakan dalam bagian anggaran tersendiri; b) Pasal 12 ayat (2) Pengeluaran yang dibebankan pada pengeluaran tidak tersangka adalah untuk penanganan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran tidak tersangka lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan keuangan pemerintah daerah.

2) Kepmendagri No.29 Tahun 2002 pada : a) Pasal 7 ayat (1) Belanja Tidak Tersangka dianggarkan untuk keperluan penanganan bencana alam, bencana sosial atau

pengeluaran lainnya yang diperlukan dalam rangka keuangan Pemda; b) Pasal 7 ayat (2) pengeluaran lain yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan keuangan Pemda sebagai ayat (1) yaitu: (1) Pengeluaran-pengeluaran yang sangat diperlukan untuk

penyediaan sarana dan prasarana langsung dengan pelayanan masyarakat yang anggarannya tidak tersedia dalam tahun anggaran yang bersangkutan; dan (2) Pengembalian atas kelebihan penerimaan yang terjadi dalam tahun anggaran yang telah ditutup.

Kodisi tersebut di atas mengakibatkan realisasi Pos Pengeluaran Tidak Tersangka tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Permasalahan tersebut di atas terjadi karena kelalaian Panitian Anggaran yang tidak mentaati ketentuan yang berlaku.

Bagian Keuangan Setda menjelaskan bahwa bantuan kepada Polres, KPU, Pilpres dianggap pengeluaran yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan Pemerintah Daerah dan atas dasar MOU antara Kapolri dan Mendagri bahwa dalam rangka penanganan keamanan di daerah, pemerintah daerah dan aparat setempat bisa bekerja sama.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar dalam mengalokasi dana pos Pengeluaran Tidak Tersangka memperhatikan ketentuan yang berlaku.

h. Belanja

Bagi

Hasil

dan

Bantuan

Keuangan

Minimal

Senilai

Rp17.358.985.370,00 Tidak Sesuai Ketentuan

Dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Daerah menganggarkan pemberian bantuan keuangan untuk berbagai kegiatan pada berbagai elemen dan lapisan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 telah mengalokasikan dana untuk Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Mekanisme pada Bagian Keuangan sebesar oleh Rp80.302.319.773,00. Bagian Keuangan

penyalurannya

dikoordinasikan

kemudian disalurkan kepada penerima bantuan melalui unit kerja terkait. Dalam draft Laporan Perhitungan APBD TA 2004 dari anggaran tersebut telah direalisasikan sebesar Rp80.849.055.835,00. Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas dokumen terkait berupa DASK, SPJ, dan hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait diketahui terdapat realisasi belanja bantuan senilai Rp17.358.985.370,00 yang tidak sesuai ketentuan, dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Bantuan Keuangan disalurkan kepada unit kerja internal. Berdasarkan dokumen terkait diketahui terdapat realisai Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang diperuntukkan bagi unit kerja internal Pemda sebesar Rp8.804.985.370,00 yang sudah mempunyai pos tersendiri dalam APBD, dengan rincian sebagai berikut:
No 1 Uraian Honorarium penjaga Rumdin Bupati, Wakil Bupati, Kantor Pemda, dan Kantor Pol PP 2 3 4 Bantuan untuk Operasional Puskesmas Bantuan untuk Kecamatan Bantuan untuk tunjangan Perangkat dan Kepala Desa 5 Bantuan untuk santunan kepada Karyawan Karyawati Pemda 6 7 Bantuan untuk Kegiatan Pemerintah Biaya Operasional Pemilu 459.637.500,00 1.000.000,00 31.800.000,00 1.965.553.870,00 43.280.000,00 4.085.700.000,00 Jumlah (Rp) 63.420.000,00

8 9 10

Bantuan Pengadaan CPNS TA 2004 Bantuan untuk kegiatan di P&K Bantuan untuk Lembaga terkait dengan bagian Hukum

746.222.500,00 1.247.000.000,00 35.000.000,00

11

Bantuan yang diterima pejabat Jumlah

126.371.500,00 8.804.985.370,00

Belanja bantuan tersebut tidak tepat karena lebih bersifat belanja dinas/unit kerja Pemerintah Kabupaten yang seharusnya dianggarkan bukan sebagai belanja bantuan keuangan, karena bukan bantuan untuk pihak ketiga, melainkan bantuan internal pemerintah daerah.

2) Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp950.500.000,00 diberikan kepada instansi vertikal Dari realisasi belanja bantuan keuangan sebesar

Rp80.849.055.835,00 diketahui terdapat pengeluaran yang diberikan kepada instansi vertikal dhi. Muspida sebesar Rp950.500.000,00, dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 Uraian Bantuan untuk Kodim 0819 Bantuan untuk Polres Bantuan untuk Kejaksaan Negeri Bantuan untuk Pengadilan Negeri Operasional Muspida Jumlah Jumlah (Rp) 109.000.000,00 502.500.000,00 207.500.000,00 100.000.000,00 31.500.000,00 950.500.000,00

Pemberian bantuan keuangan kepada instansi vertikal tersebut tidak tepat, mengingat untuk instnasi-instansi tersebut telah mempunyai sumber pembiayaan sendiri yaitu APBN.

3) Penganggaran

Belanja

Bantuan

Keuangan

minimal

sebesar

Rp441.000.000,00 tidak sesuai ketentuan Dari realisasi belanja bantuan diketahui bahwa sebagian dari realisasi belanja tersebut sebesar Rp441.000.000,00 dipergunakan untuk belanja yang seharusnya tidak dianggarkan dalam belanja bantuan

keuangan, seharusnya belanja tersebut merupakan belanja pemberian pinjaman dan belanja penyertaan modal dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 Uraian Penyertaan dalam pembentukan BPR Pesisir Modal usaha bagi koperasi LEPP M3 Pinjaman Modal Keuangan pengolah ikan Modal keuangan untuk pengembangan budidaya tambak (berupa perahu) 5 Modal keuangan untuk KUB Jumlah 15.000.000,00 441.000.000,00 Jumlah (Rp) 260.000.000,00 100.000.000,00 6.000.000,00 60.000.000,00

Belanja bantuan tersebut lebih bersifat investasi karena untuk pembentukan BPR pesisir dan bersifat pinjaman kepada para nelayan.

4) Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp1.012.500.000,00 bagi bantuan operasional fraksi dan anggota di DPRD Kabupaten Pasuruan tidak tepat. Pemeriksaan atas realisasi Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan pada Bagian Keuangan diketahui terdapat pengeluaran bagi anggota DPRD sebesar Rp1.012.500.000,00 yang tidak sesuai ketentuan sebagai berikut: a) Bantuan Keuangan kepada instansi dan terkait dalam Rangka sebesar

Penyelenggaraan

Pemerintahan

Pembangunan

Rp517.500.000,00 diterima oleh anggota DPRD melalui Bagian Keuangan; b) Bantuan Keuangan kepada Fraksi dalam Rangka Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan sebesar Rp495.000.000,00

diterimakan oleh fraksi DPRD melalui Kesbanglinmas. Pemberian bantuan keuangan kepada anggota DPRD melalui Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan pada Bagian Keuangan tidak tepat karena DPRD telah memiliki anggaran sendiri. Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen terkait diketahui bahwa

pertanggunjawaban atas belanja bantuan tersebut baru berupa kwitansi tanpa dilengkapi bukti pelaksanaan kegiatan dimaksud.

5) Bantuan Keuangan untuk lembaga yang belum jelas status kepemilikannya Persatuan Sepakbola Kabupaten Pasuruan (Persekabpas)

merupakan salah satu kesebelasan yang terdaftar di liga divisi satu dan berdomisili di Kabupaten Pasuruan. Untuk operasional Persekabpas Tahun 2004, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp6.150.000.000,00. Bantuan ini diberikan karena minimnya dana yang dapat dihimpun oleh Persekabpas dari hasil pertandingan. Bantuan kepada Persekabpas diberikan melalui rekening Bantuan Keuangan yang dikelola oleh Bagian Keuangan. Pemberian bantuan keuangan tersebut menurut Kepmendagri No.29 tahun 2000 pasal 8 memberi implikasi tidak terjadinya hubungan piutang, investasi dan penanaman modal. Dengan status bantuan keuangan, pengendalian atas pemakaian dana bantuan menjadi tidak jelas. Ketidakjelasan bantuan menjadi lebih rumit karena kepemilikan atas Persekabpas kurang jelas. Dilihat dari besarnya dana bantuan, seharusnya Pemerintah dapat mengendalikan penggunaan dana bantuan, sekaligus hak dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas Persekabpas. Kejelasan hak dan kewajiban ini diperlukan, agar di masa depan tidak terjadi pengalihan kepemilikan Persekabpas kepada pihak ketiga tanpa adanya penggantian atas segala dana bantuan yang telah diberikan. Ketidakjelasan pengendalian atas bantuan keuangan salah satunya ditunjukkan dengan tidak lengkapnya bukti-bukti untuk penggunaan bantuan keuangan pada item-item pengeluaran yang besar (Lampiran V). Transparansi atas penggunaan dana bantuan tersebut juga menjadi tidak jelas. Penggunaan dana publik (APBD) dalam jumlah besar seharusnya dapat dilihat publik sebagai laporan terpisah selain dicantumkan globalnya dalam APBD.

Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan:

1) Peraturan Pemerintah No. 105 Tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada Pasal 4 dinyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan

memperhatikan asas keadilan dan kepatutan 2) Kepmendagri No 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002: a) Pasal 8 yang menyebutkan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan dianggarkan untuk pengeluaran dengan kriteria sebagai berikut: (1) Tidak menerima secara langsung imbal barang dan jasa seperti lazimnya yang terjadi dalam transaksi pembelian dan penjualan; (2) Tidak mengharapkan akan diterima kembali dimasa yang akan datang seperti lazimnya piutang; (3) Tidak mengharapkan adanya hasil seperti lazimnya suatu penyertaan modal atau investasi. b) Lampiran IV yang antara lain menyebutkan bahwa Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan diperuntukkan kepada Pemerintah Kota/Kabupaten khusus untuk penganggaran Belanja Bagi Hasil Retribusi/ Bantuan Keuangan Propinsi kepada Kabupaten/ Kota, Retribusi kepada Pemerintah Desa, Bantuan kepada Pemerintah Desa/ Kelurahan, Organisasi Masyarakat, serta Organisai Profesi. 3) Surat Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 903/2735/SJ tanggal 17 Nopember 2000 tentang Pedoman Umum Penyusunan dan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2001 pada angka 2 huruf a.1) menyebutkan bahwa mekanisme pengusulan dan penyusunan serta pembahasan belanja DPRD diberlakukan sama dengan belanja perangkat daerah lainnya untuk ditampung dalam APBD. Belanja DPRD tidak dibenarkan dianggarkan pada bagian/pos-pos belanja lainnya.

Penganggaran dan penggunaan belanja bagi hasil dan bantuan keuangan yang tidak sesuai ketentuan tersebut mengakibatkan:

1) Realisasi

Belanja

Bagi

Hasil

dan

Bantuan

Keuangan

tidak

mencerminkan pengeluaran yang seharusnya; 2) Belum jelasnya pertanggungjawaban dana yang diberikan untuk DPRD sebesar Rp1.012.500.000,00 dan untuk Persekabpas sebesar

Rp307.670.000,00.

Permasalahan tersebut di atas disebabkan Tim anggaran dan Panitia anggaran kurang cermat dalam mengklasifikasikan jenis anggaran belanja bagi hasil dan bantuan keuangan pada kelompok yang tepat.

Bagian Keuangan Setda menjelaskan bahwa bantuan keuangan tersebut adalah bantuan kepada fraksi-fraksi yang ada di DPRD. Terhadap bantuan yang dikelola oleh Dinas Perikanan seharusnya masuk belanja BOP pada rekening pemberian modal kerja, hal ini akan kami tindak lanjuti pada APBD 2005.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar memerintahkan Tim Anggaran dan Panitia Anggaran supaya mengklasifikasikan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

i. Pembebanan Bantuan Kegiatan Intensifikasi dan Ektensifikasi Pajak Pusat dan Propinsi sebesar Rp1.540.095.564,25 pada APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2004 tidak tepat

Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Pasuruan TA 2004 diketahui bahwa pada Dinas Pendapatan Daerah telah dianggarkan honorarium tim/panitia di antaranya honorarium untuk Tim Intensifikasi dan Ektensifikasi PPh, Pajak Pengambilan ABT dan AP, BPHTB, PKB, BBNKB dan PBB-KB sebesar Rp1.323.551.248,96 dengan realisasi sebesar Rp1.540.095.564,25 atau 116,36%. Hasil pemeriksaan atas SPJ honorarium Tim Intensifikasi dan Ektensifikasi PPh, Pajak Pengambilan ABT dan AP, BPHTB, PKB, BBNKB dan PBB-KB diketahui bahwa dari realisasi untuk : 1) Tim Intensifikasi PBBKB sebesar Rp229.839.830,00; 2) Tim Intensifikasi PKB & BBNKB sebesar Rp378.205.364,50; 3) Tim Intensifikasi Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABT dan AP sebesar Rp415.121.254,75 ; 4) Tim Ekstensifikasi dan Intensifikasi PPh sebesar Rp516.929.115,00. 5) Tim Intensifikasi BPHTB Rp0,00. Pengganggaran untuk kegiatan intensifikasi PKB & BBNKB, Pajak Pengambilan ABT & AP, serta PBBKB telah dilakukan sejak Tahun 2002, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor tersebut dipergunakan

970/6666/101.22/2001 tanggal 22 Oktober 2001 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi. Pembentukan Tim Esktensifikasi dan Intensifikasi PPh baru dilakukan pada tahun 2003 setelah diterbitkannya: 1) Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 188/226/013/2002 tanggal 9 Januari 2003 perihal Pembentukan Tim Esktensifikasi dan Intensifikasi PPh; 2) Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 970/5600/101.24/2004 perihal Program Kerja serta Biaya Operasional Tim Ekstensifikasi dan Instensifikasi PPh Kabupaten/ Kota.

Sedangkan Tim Intensifikasi BPHTB baru terbentuk pada Tahun 2004 setelah dikeluarkannya Surat Gubernur Jatim nomor 112 Tahun 1998 tentang Tim Intensifikasi BPHTB Jawa Timur. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian insentif dan biaya operasional serta pembentukan tim intensifikasi dan ektensifikasi PPh, PKB&BBNKB, PBBKB dan Pengambilan ABT & AP ditetapkan dengan SK Bupati Pasuruan yaitu: 1) SK Nomor 974/856/HK/431.021/2001 tanggal 7 Desember 2001 tentang Tim Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kabupaten Pasuruan; 2) SK Nomor 970/401/HK/424.022/2002 tanggal 29 Juli 2002 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Pengambilan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan Kabupaten Pasuruan; 3) SK Nomor 970/400/HK/424.022/2002 tanggal 29 Juli 2002 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor Kabupaten Pasuruan; 4) SK Nomor 970/122/HK/424.022/2003 tentang Pembentukan Tim ekstensifiksi Wajib Pajak dan Intensifikasi Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dalam Negeri dan Pajak Penghasilan Pasal 21 di Kabupaten Pasuruan; 5) SK Nomor 973/406/HK/424.022/2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang Tim Intensifikasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Kabupaten Pasuruan. Susunan tim-tim untuk kegiatan dimaksud meliputi pihak eksekutif Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan instansi di luar Pemerintah Daerah seperti Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Wilayah Pasuruan pada Dipenda Propinsi Jawa Timur. Pemberian Honorarium Tim Intensifikasi dan Ektensifikasi PPh Pasal 21 Perorangan, Pajak Pengambilan ABT dan AP, BPHTB, PKB, BBN-KB dan PBB-KB dalam APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 tidak tepat mengingat bahwa pajak-pajak tersebut bukan merupakan pajak

Pemerintah Kabupaten Pasuruan, akan tetapi merupakan Pajak Pemerintah Pusat dan Pajak Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Namun demikian, Tim telah berupaya melaksanakan tugasnya berupa sosialisasi, pemantauan potensi pajak, penyuluhan kepada Wajib Pajak (WP), rapat-rapat koordinasi, dan pemantauan serta pengevaluasian pelaksanaan kegiatan dimaksud seperti yang telah diinstruksikan dalam SK-SK tersebut.

Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan : 1) UU Nomor 34 Tahun 2000 tanggal 20 Desember 2000 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Pasal 2 ayat (1) antara lain dinyatakan bahwa jenis pajak propinsi terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABT dan AP. 2) UU No.17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan, antara lain disebutkan bahwa PPh Pasal 21 dan OPDN adalah Pajak Pemerintah Pusat. 3) Peraturan Pemerintah No. 105 Tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada Pasal 4 dinyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan

memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.

Pembebanan Honorarium untuk Tim Intensifikasi dan Ektensifikasi PPh, Pajak Pengambilan ABT dan AP, BPHTB, PKB, BBN-KB dan PBBKB pada APBD tersebut, mengakibatkan pemborosan keuangan daerah sebesar Rp1.540.095.564,25. Permasalahan tersebut di atas terjadi karena kebijakan Bupati Pasuruan dan Panitia Anggaran yang telah menganggarkan honorarium tim intensifikasi dan Ektensifikasi PPh, Pajak Pengambilan ABT dan AP, BPHTB, PKB, BBN-KB dan PBB-KB pada APBD Kabupaten Pasuruan

Tahun Anggaran 2004 kurang memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar meninjau ulang kebijakan pemberian honorarium tim intensifikasi dan ekstensifikasi.

j. Pengeluaran

untuk

Pimpinan

dan

Anggota

DPRD

sejumlah

Rp4.640.642.040,00 tidak sesuai Ketentuan

Peraturan Pemerintah No 110 tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah dicabut akhir Tahun 2003. Dengan demikian, batas pengeluaran untuk pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan untuk tahun 2004 hanya mengacu pada peraturan daerah tentang Kedudukan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Selain itu, terdapat juga Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 tentang Kedudukan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. Peraturan-peraturan ini yang masih efektif berlaku sampai dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. Dengan adanya peraturan-peraturan tersebut, seharusnya penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan didasarkan pada peraturan-peraturan tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, untuk tahun 2004 masih terdapat beberapa pengeluaran untuk Pimpinan dan Anggota DPRD yang tidak sesuai dengan peraturan-peraturan tersebut, yaitu:

1) Insentif Dalam perhitungan APBD Kabupaten Pasuruan, untuk anggota DPRD Kabupaten Pasuruan telah dianggarkan belanja insentif dalam anggaran Sekretariat Dewan yaitu dalam rekening Insentif Pimpinan dan Anggota DPRD (1.01.04.2.01.03.04.1). Untuk Tahun 2004, belanja insentif terealisasi sebesar Rp1.388.290.000,00. Belanja insentif tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai insentif bagi para Anggota DPRD dalam mengikuti rapat-rapat dan pertemuanpertemuan DPRD lainnya. Berdasarkan bukti pertanggungjawaban kegiatan dimaksud menunjukkan bahwa belanja insentif ini diberikan sebagian berdasarkan daftar hadir rapat, tetapi kegiatan-kegiatan rapat tersebut belum didukung bukti yang memadai.

Pemberian insentif tersebut di atas tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku karena belum diatur dalam semua peraturan di atas.

2) Tunjangan Khusus Untuk membantu pembayaran pajak para anggota DPRD, telah dianggarkan belanja Tunjangan Khusus/Tunjangan Pajak Penghasilan pasal 21 (2.01.1.1.01.01.05.1). Tunjangan ini diterimakan secara tunai sebesar Rp47.750.000,00 setiap bulan dan sebesar Rp41.200.000,00 diterimakan bervariasi kepada para anggota DPRD dengan jumlah keseluruhan selama Tahun 2004 sebesar Rp614.200.000,00.

Berdasarkan bukti pertanggungjawaban yang ada, tidak terdapat adanya bukti bahwa dana yang telah diberikan kepada para anggota DPRD tersebut telah dibayarkan sebagai pajak penghasilan mereka. Pemberian secara tunai tersebut seharusnya tidak dilaksanakan karena bendaharawan/pemegang kas Sekretariat Dewan bertanggung jawab untuk memungut dan menyetorkan pajak dimaksud.

3) Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD menganggarkan biaya perjalanan dinas yaitu Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah (2.01.1.1.03.01.01.1) sebesar Rp2.236.400.000,00 dan telah direalisasikan sebesar

Rp2.336.752.040,00 serta Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah (2.01.1.1.03.01.01.1) sebesar Rp357.250.000,00 direalisasikan sebesar Rp357.250.000,00. Rp2.694.002.040,00. pertanggungjawaban, Rp1.855.252.040,00 Jumlah keseluruhan perjalanan dalam dinas surat sejumlah sisanya

Berdasarkan dari diberikan

bukti-bukti

realisasi secara tetap.

tersebut, Sedangkan

diberikan berdasar perhitungan tarip Rp40.000,00 per kegiatan dan sejumlah Rp357.250.000,00 diberikan dalam rangka kunjungan kerja DPRD pada bulan April 2004. Diberikannya perjalanan dinas dalam bentuk pemberian tetap bulanan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam pasal 32 ayat 1 Perda Kabupaten Pasuruan No 37 tahun 2001 diatur bahwa

penghasilan tetap Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari tujuh macam. Perjalanan Dinas tetap tidak termasuk di antara ketujuh macam penghasilan tersebut. Selain itu, dalam pasal 34 ayat (2) perda tersebut diatur bahwa perjalanan dinas penganggarannya berdasar peraturan yang berlaku.

4) Asuransi DPRD Untuk menjamin ketenangan para anggota DPRD dalam menjalankan tugasnya, di dalam pos DPRD dianggarkan biaya asuransi dalam Tunjangan Kesejahteraan (2.01.1.1.01.01.10.1). Untuk Tahun 2004 telah dikeluarkan dua SPMU untuk asuransi. SPMU No 959/BT sebesar Rp475.000.000,00 dibayarkan untuk premi Asuransi Kesehatan Rawat Inap plus Pembedahan Wakil Ketua dengan rincian untuk dan Ketua Anggota

Rp20.000.000,00,

Rp15.000.000,00

Rp10.000.000,00. Premi ini dibayarkan kepada AJB Bumi Putera tanggal 23 Maret 2004 atau hanya lima bulan dari jatuh tempo. Selain asuransi kesehatan, diberikan juga melalui SPMU No 335/BT sebesar Rp243.000.000,00 premi Asuransi Idaman Khusus.

Asuransi idaman khusus ini merupakan kelanjutan dari polis asuransi Idaman Khusus AJB Bumi Putera nomor 26788 Tahun 2000 yang berlaku dari 21 Agustus 1999 – 20 Agustus 2004. Berdasarkan polis tersebut, Sekretariat DPRD membayarkan premi Tahun 2004 tersebut dengan premi masing-masing anggota DPRD sebesar Rp5.400.000,00. Pemberian asuransi Idaman Khusus tidak sesuai dengan Peraturan Daerah No 4 Tahun 2003 yang tidak mengatur tentang asuransi di luar asuransi kesehatan.

5) Premium dan Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas Untuk operasional anggota DPRD, pada pos Sekretariat Dewan terdapat pengeluaran berupa pembelian premium sebesar kendaraan

Rp202.500.000,00

selain

biaya

pemeliharaan

dinas/operasional anggota DPRD. Pemberian bantuan tersebut dalam surat pertanggungjawabannya baru didukung dengan bukti-bukti

kwitansi pengeluaran kegiatan dimaksud dan belum didukung dengan bukti lainnya. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan: 1) Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 37 tahun 2001 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 32 ayat (1) jo Perda Nomor 4 tahun 2003 pasal 2 yang menyatakan bahwa penghasilan Tetap Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari uang representasi, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan komisi, tunjangan khusus, tunjangan perbaikan penghasilan dan tunjangan keluarga dan beras; 2) Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 37 tahun 2001 pasal 34 ayat (2) bahwa besarnya anggaran belanja perjalanan dinas ditetapkan

berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; 3) Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 4 tahun 2003 tentang Kedudukan Keuangan DPRD Kabupaten Pasuruan pasal 1 ayat12 bahwa tunjangan khusus adalah tunjangan yang diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD untuk pembayaran pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku; 4) Perda kabupaten pasuruan Nomor 4 tahun 2003 pasal 10 ayat (1) dan (2) bahwa untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan kepaada pimpinan dan anggota DPRD diberikan tunjangan kesehatan dalam bentuk jaminan kesehatan; 5) Surat Edaran Mendagri Nomor 161/3211/SJ tentang Pedoman tentang Kedudukan Keuangan Pimpinan dan anggota DPRD huruf E.1.d bahwa perjalanan dinas dilaksanakan sesuai rencana kerja yang ditetapkan;

Pemberian berbagai tunjangan/bantuan untuk pimpinan dan anggota DPRD tersebut di atas mengakibatkan : 1) Kerugian daerah minimal sebesar Rp2.098.252.040,00; 2) Pemborosan keuangan daerah sebesar Rp1.388.470.000,00; dan 3) Belum dapat dipercayanya bukti-bukti pendukung sebesar

Rp816.700.000,00.

Hal tersebut disebabkan oleh ketidaktaatan Panitia Anggaran DPRD Kabupaten Pasuruan dalam menentukan anggaran untuk Pimpinan dan Anggota.

Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa:
1) Insentif merupakan bentuk reward pada aktifitas anggota dewan karena pada saat itu istilah honor tidak ada maka sebagian dari subinsentif adalah menggunakan biaya operasional .

2) Tunjangan khusus merupakan satu komponen pendapatan (PP 110). 3) Perjalanan Dinas merupakan dukungan aktivitas anggota DPR, sebagai tindak lanjut dalam pelaksanaan program tahunan. 4) Asuransi DPRD penyelenggaraannya atas kerja sama DPRD Kabupaten Pasuruan dengan PT AJB Bumi Putra 1912 dalam rangka peningkatan kesejahteraan anggota DPRD. Dalam penyelenggaraannya tertuang kententuan-ketentuan yang tertuang dalam MOU. 5) Premium anggota DPRD kedepan disesuaikan dengan kebutuhan dan mendasarkan kepada ketentuan yang ada.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar : 1) Menarik dan menyetor kembali kerugian daerah ke Kas Daerah sebesar Rp2.098.252.040,00; 2) Menegur Panitia Anggaran DPRD untuk mempedomani ketentuan yang berlaku dalam menentukan anggaran; 3) Menegur Sub Bagian menjalankan tugasnya.. verifikasi yang kurang optimal dalam

k. Pembebanan Bantuan Asuransi bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Anggota BPD dan Tenaga Honorer pada APBD Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp4.478.720.000,00 Tidak Tepat.

Dalam Tahun Anggaran 2004, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengalokasikan dana untuk Program Asuransi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebesar Rp3.857.780.000,00 pada Bagian Umum Kelompok Belanja Administrasi Umum, Jenis Belanja Pegawai dan obyek Tunjangan Kesejahteraan Pegawai. Sedangkan untuk Program Asuransi bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua dan Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) sebesar Rp620.940.000,00 dianggarkan di Bagian Keuangan pada kelompok Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan. Dari hasil pemeriksaan atas SPJ dan dokumen pendukung dari kegiatan tersebut diketahui hal-hal sebagai berikut: 1) Pengeluaran untuk bantuan asuransi bagi PNS dan tenaga honorer didasarkan pada surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah

Kabupaten Pasuruan dengan PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, Nomor 54//BP-Pemkab PSR/KS/XII/2002 tanggal 3 Desember 2002. Sedangkan bantuan asuransi bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua dan Anggota BPD didasarkan surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan PT Asuransi Jiwa Bersama 1912, Nomor 143/04/HK/424.022/2003 dan Nomor B145/Ask/Qml-

Pemkab.PSR/KS/IV/2003 tanggal 17 April 2003; 2) Jangka waktu perjanjian untuk Bantuan Asuransi bagi PNS dan tenaga honorer terhitung mulai tanggal 10 Agustus 2002 dan akan berakhir untuk jangka waktu yang tidak ditentukan atau sampai salah satu pihak bermaksud mengakhirinya karena kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan perjanjian ini. Sedangkan untuk asuransi bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, Anggota dan Ketua BPD terhitung sejak tanggal 1 Januari 2003 dan akan berakhir untuk jangka waktu yang tidak ditentukan atau sampai salah satu pihak bermaksud mengakhirinya

karena kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan perjanjian ini; 3) Jumlah premi asuransi bagi PNS dan tenaga honorer yang telah dibayarkan Tahun 2004 sebesar Rp3.857.780.000,00 yang

diperuntukkan bagi 10.540 orang PNS sebesar Rp3.650.480.000,00 dan 1382 orang Tenaga Honorer sebesar Rp207.300.000,00. Sedangkan premi asuransi bagi kepala desa, perangkat desa, Anggota dan Ketua BPD diibayarkan sebesar Rp620.940.000,00 untuk 6672 orang, dengan rincian premi untuk 341 orang kepala desa dan 341 orang ketua BPD masing-masing sebesar Rp10.000,00, 3.584 orang perangkat desa dan 2.406 orang anggota BPD masing- masing sebesar Rp7.500,00.

Pemberian bantuan asuransi tersebut tidak tepat mengingat PNS dan keluarganya telah diberikan tunjangan kesehatan dalam bentuk asuransi kesehatan dan juga telah diikutsertakan dalam dana pensiun dalam bentuk Taspen. Selain itu, kepada PNS yang menjalankan tugas dijamin oleh pemerintah dalam hal biaya pengobatan, perawatan, cacat dan apabila

meninggal dunia akan diberikan uang duka. Demikian pula pemberian bantuan asuransi jiwa kepada kepala desa, perangkat desa, ketua dan anggota BPD serta tenaga honorer yang dibebankan pada APBD tidak tepat mengingat bahwa asuransi jiwa merupakan urusan pribadi dari setiap orang sehingga semestinya ditanggung oleh dana mereka sendiri dan bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang dianggarkan dalam APBD.

Kondisi demikian tidak sesuai dengan : 1) Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tanggal 10 Nopember 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada pasal 4 disebutkan bahwa pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.

2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1981 tentang perawatan, tunjangan cacat dan uang duka PNS, pada : a) Pasal 2 ayat (1) ditentukan bahwa PNS yang mengalami kecelakaan karena dinas atau menderita sakit karena dinas berhak memperoleh pengobatan, perawatan dan atau rehabilitasi. b) Pasal 4 ayat (1) ditentukan bahwa PNS yang oleh tim penguji kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri yang disebabkan cacat karena dinas berhak menerima tunjangan cacat diatas pensiun yang berhak diterimanya. c) Pasal 7 ditentukan bahwa kepada istri atau suami PNS yang tewas diberikan uang duka tewas sebesar 6 kali sebesar penghasilan sebulan dengan ketentuan serendah-rendahnya Rp500.000,00. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 tanggal 30 Juli tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil, dalam pasal ayat (1) ditentukan bahwa semua pegawai negeri sipil, kecuali PNS di lingkungan Departemen Pertahanan Keamanan adalah peserta asuransi sosial.

Pemberian bantuan Asuransi Jiwa yang dibebankan dalam APBD Tahun 2004 tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan daerah sebesar Rp4.478.720.000,00.

Hal tersebut terjadi disebabkan kebijakan Bupati Pasuruan dalam memberi bantuan asuransi kepada PNS, Kepala Desa, Perangkat Desa, Tenaga Honorer dan Badan Perwakilan Desa (BPD) tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Bagian Keuangan Setda menjelaskan bahwa pemberian premi asuransi PNS di Kabupaten Pasuruan dilakukan sebagai niat baik Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kegairahan kerja. Namun jika pemberian asuransi ini dianggap menyalahi aturan, premi asuransi selanjutnya akan dilanjutkan oleh pegawai yang bersangkutan.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada Bupati Pasuruan agar menghentikan program pembayaran asuransi jiwa atas beban APBD dengan cara: 1) PNS, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua dan Anggota BPD serta tenaga honorer diminta untuk mengambil alih dan meneruskan program tersebut atas beban masing-masing dan yang bersangkutan menyetor jumlah premi yang telah dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan ke Kas Daerah; 2) Apabila PNS, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua dan Anggota BPD serta tenaga honorer tidak bersedia mengambil alih, maka perjanjian diakhiri dengan memperhitungkan jumlah klaim asuransi yang dapat diterima Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan terhadap klaim asuransi tersebut selanjutnya disetorkan ke Kas Daerah.

D.

Laporan Keuangan Setelah Diperiksa BPK Ringkasan Neraca Daerah, Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (APBD), dan Laporan Aliran Kas Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2004 setelah koreksi dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Neraca
Kode Akun 1
4 4.1

Nama Akun 2
AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Perimbangan Piutang Lain-lain Persediaan Bahan Habis Pakai Jumlah Aktiva Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi dalam Saham Investasi Lain-lain Jumlah Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Bangunan Gedung Monumen dan Tugu Alat-alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan Ternak dan Tanaman Alat usaha dan Pengendalian org. Tanaman Jumlah Aktiva Tetap

Jumlah (setelah koreksi) 3

33.151.899.769,04 413.924.930,00 291.725.639,74 2.486.625,00 4.033.322.581,00 8.378.599.424,00 46.276.205.544,14

4.2

1.883.792.843,39 24.456.050.896,50 26.339.843.739,89

4.3

336.490.483.671,00 145.444.254.085,00 49.439.088.065,00 13.691.887.700,00 8.228.903.200,00 393.737.814.180,00 771.358.500,00 6.412.898.450,00 27.332.577.500,00 751.479.900,00 788.713.800,00 27.268.818.728,00 4.699.838.037,00 4.271.914.350,00 1.734.925.800,00 1.221.599.550,00 48.150.400,00 1.042.388.030,00 131.425.000,00 1.023.508.518.946,00

1
4.4 4.5 DANA CADANGAN

2

3
61.852.606.456,91

AKTIVA LAIN-LAIN Piutang Angsuran Build, Operate and Transfer (BOT) Bangunan Dalam Pengerjaan Jumlah Aktiva Lain-lain JUMLAH AKTIVA

1.157.977.174.686,94

5 5.1

HUTANG HUTANG LANCAR Bagian Lancar Hutang Jk. Panjang Hutang Lain-lain Jumlah Hutang Lancar HUTANG JANGKA PANJANG Hutang Dalam Negeri Hutang Luar Negeri Jumlah Hutang Jangka Panjang EKUITAS Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Dicadangkan Ekuitas Dana Donasi Jumlah Ekuitas JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS

-

5.2

206.268.210,09 206.268.210,09

6 6.1 6.2 6.3

1.095.856.200.019,94 61.852.606.456,91 62.100.000,00 1.157.770.906.476,85 1.157.977.174.686,94

2. Laporan Perhitungan Anggaran
Kode Akun 1
1

Nama Akun 2
PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil pajak dan Bantuan Keu.Prop Lain-lain Pendapatan yang sah JUMLAH PENDAPATAN

Anggaran (Setelah Perubahan) 3

Realisasi (setelah koreksi) 4

54.559.516.553,58 32.438.500.000,00 11.360.680.000,00 10.760.336.553,58 451.288.269.779,47 36.559.614.552,00 378.252.000.000,00 5.000.000.000,00 31.476.655.227,47 20.624.877.400,00 526.472.663.733,05

61.382.591.668,03 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03 467.324.324.074,00 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

BELANJA APARATUR DAERAH Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Tak Tersangka PELAYANAN PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai

158.918.760.440,32 101.320.249.452,06 67.530.496.268,00 26.649.708.870,06 4.164.870.000,00 2.975.174.314,00 37.710.950.613,26 13.141.010.770,46 21.025.606.537,80 1.289.985.000,00 2.254.348.305,00 16.093.560.375,00 3.794.000.000,00 432.229.630.406,40 195.609.747.808,40 187.554.023.164,00 3.430.997.006,00 1.437.760.000,00 3.186.967.638,40 89.484.459.507,00 6.280.204.471,00

153.710.037.891,66 100.824.803.294,06 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 36.306.145.157,60 12.865.312.038,60 20.072.110.999,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 13.082.910.265,00 3.496.179.175,00 426.525.967.195,00 192.920.316.985,00 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00 87.791.899.479,00 6.057.467.343,00

Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas

43.463.392.846,00 943.675.000,00

42.274.707.014,00 889.514.900,00

Belanja Pemeliharaan

38.797.187.190,00

38.570.210.222,00

Belanja Modal BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEU JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang pokok yang jatuh tempo Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan JUMLAH PEMBIAYAAN

66.833.103.318,00

64.964.694.896,00

80.302.319.773,00 591.148.390.846,72 (64.675.727.113,67)

80.849.055.835,00 580.236.005.086,66 (31.523.827.344,63)

136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 72.156.484.768,12 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 47.957.811,21

136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 105.308.384.537,16 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 47.957.811,21 33.151.899.769,04

64.675.727.113,67

31.523.827.344,63

3. Laporan Aliran Kas
Uraian ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai /Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai /Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Penjualan Investasi Jangka Panjang Penjualan Aktiva Tetap Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Modal/Pembangunan Pembelian Investasi Jangka Panjang Jumlah Aliran Kas Dari Aktivitas Investasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Transfer dari Dana Cadangan Penjualan Asset Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pengembalian Investasi Jumlah Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Transfer Ke Dana Cadangan Pembayaran Realisasi Investasi Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Bersih Kas Selama Periode Saldo Kas Awal Saldo Kas Akhir Jumlah (Setelah Koreksi)

61.382.591.668,03 467.324.324.074,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

251.378.324.451,00 30.871.660.503,06 5.541.529.540,00 5.953.605.785,00 18.913.829.381,60 62.355.768.013,00 2.133.854.900,00 40.694.592.342,00 80.849.055.835,00 3.496.179.175,00 502.188.399.925,66 46.523.777.816,37

78.047.605.161,00 78.047.605.161,00 (78.047.605.161,00)

107.978.575.301,00 107.978.575.301,00 47.957.811,21 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 72.156.484.768,12 35.822.090.532,88 4.298.263.188,25 28.853.636.580,79 33.151.899.769,04

LAMPIRAN I
BIAYA PEMELIHARAAN YG DIKAPITALISASI MJD ASSET DINAS PENGAIRAN NO 1 2 3 4 NAMA PEKERJAAN LOKASI PEKERJAAN NILAI KONTRAK KELOMPOK ASSET NILAI ASSET 63.687.000,00 63.000.000,00 66.000.000,00 BIAYA YG DIKAPITALISASI 147.879.000,00 147.928.000,00 197.306.000,00 Jl. Sumber Paras KETERANGAN

Perbaikan bangunan / saluran Desa Dukuhsari Ds. sebandung III & IV Sebandung Perbaikan saluran alap-alap Kel. Pecalukan, Kec. Prigen Perbaikan bangunan/saluran Desa Siar Kanigoro, Kec. primer Legok Rembang Perbaikan saluran tampung Ds. Kalirejo, Ds. Gayam, Kel.Gondong Wetan Perbaikan bangunan / saluran sekunder Kluwuk Perbaikan / Normalisasi Saluran Pembuang Perbaikan saluran pembuang Pasinan Normalisasi Sal. Drainase Jogonalan Perkuatan tanggul sungai Kluwut Normalisasi sal. Tersier Mlaten Perbaikan dam Kedungrejo Desa Lebaksari, Kec.Wonorejo Desa Wonojati, Kec.Gondangwetan Ds. Pasinan, Ds. Rowogempol Kec. Lekok

147.879.000,00 Saluran Sec. Sebandung 147.928.000,00 Bendung alap-alap 197.306.000,00 Saluran Primer 147.741.000,00 -

5 6 7

148.187.000,00 Bang. Sadap 98.423.000,00 148.335.000,00 -

6.250.000,00 -

148.187.000,00 Jl. Sumber Paras Jl. Ranujati

8 9 10 11 12 13 14

Kel. Jogosari, Kec. Pandaaan Desa Kluwut, Kec. Wonorejo Dsn. Krajan, Desa Mlaten Kec. Nguling Desa Kedungrejo, Kec.Winongan Perkuatan tanggul waduk Desa Ranuklindungan, Ranugrati Kec. Grati Perbaikan Dam / Saluran Desa Welulang, Kec. Lumbang Perbaikan Dam Pandean dan Desa Karangsono, Kec. Saluran Sekunder Besar Rembang Desa Pasrepan, Kec. Pasrepan Perkuatan Tangkis K. Cerame Desa Sekarputih, Kec. Gondongwetan Perbaikan Dam / Saluran

295.736.000,00 Bendung Jogonalan 222.255.000,00 -

63.000.000,00 86.062.000,00 15.000.000,00 191.250.000,00

295.736.000,00 270.810.000,00 98.555.000,00 147.754.000,00 Dam Kedungrejo Jl. Ranugrati Jl. Welang Surak

270.810.000,00 Bendung Mlaten 197.153.000,00 245.904.000,00 -

98.555.000,00 Bang. Sadap 147.754.000,00 Bendung Pendem

15 16

98.694.000,00 Bendung Pasrepan 197.550.000,00 -

201.093.000,00 -

98.694.000,00 Sungai / K. Cerame

115

NO 17 18 19 20

NAMA PEKERJAAN

LOKASI PEKERJAAN

NILAI KONTRAK 296.674.000,00

KELOMPOK ASSET -

NILAI ASSET 11.250.000,00 95.625.000,00 45.000.000,00

Normalisasi Drainase Wareng Dsn. Wareng, Ds.Nguling Kec. Nguling Perbaikan Dam / Saluran Desa Cowek, Kec. Purwodadi Perbaikan Dam / Saluran Desa Dawuhan Sengon, Irigasi Kec Purwodadi Perbaikan Dam / Saluran Dsn. Genengan, Desa Durensewu Kec Pandaan Perbaikan saluran sekunder tambakan Desa Kolursari, Ds.Pogar, Ds.Mojoparon, Kec. Bangil

197.123.000,00 Bendung Cowek 270.419.000,00 Bendung Urung-urung 196.913.000,00 Bendung Genengan

BIAYA YG KETERANGAN DIKAPITALISASI Sungai / K. Laweyan 197.123.000,00 270.419.000,00 196.913.000,00

21

148.004.000,00 Bendung Tambaan

56.250.000,00

148.004.000,00

22 23 24

Normalisasi / Drainase Pasar Bangil Normalisasi saluran pembuang Perbaikan saluran drainase

25

Perbaikan Drainase

Kel. Kiduldalem, Pogar Kec. Bangil Ds. Tanggulangin, Ds.Sladi Kec. Kejayan Dsn Kalitengah, Desa`Karangjati Kec. Pandaan Dsn.Keceling Desa Kemirisewu Kec. Pandaan Desa Gunungsari Kec.Beji

157.834.000,00 147.945.000,00 197.390.000,00

-

-

-

Jl. Bekacak Jl. Tanggulangin Jl. Sangar

197.195.000,00

-

-

-

Jl. Pateguan

26 27 28 29 30

31

32 33

Desa Orobulu Kec. Rembang Desa Pohgedang, Desa Benerwojo Kec. Kejayan Desa Wonosari Kec. Wonorejo Pembangunan rumah pompa, Desa Banjarsari Kec. pagar sumur bor dan jaringan Pandaan irigasi Perbaikan saluran Tlogo Ds.Sentul, Ds.Parelegi, Ds.urwodadi, ds.Tejowangi, Kec.Purwosari & Purwodadi Perbaikan Tanggul Kali Raci Desa Raci Kec.Bangil Perbaikan Bangunan Ds.Klinter Kec. Kejayan Pelimpah Urung-urung Kali Cerame

Perbaikan dam / saluran orokwali Pembuatan plengsengan saluran irigasi sumur bor Perbaikan dam / saluran wijeng Perkuatan tanggul sungai

196.990.000,00 73.962.000,00 Baru

-

6.250.000,00 -

73.962.000,00 147.609.000,00 55.685.812,00

Jl. Tanggul

147.609.000,00 Bang. Sadap 172.848.000,00 55.685.812,00 Baru -

Jl. Welangsurak

189.002.000,00

248.750.000,00 172.364.000,00

-

-

-

Sungai Raci Sungai Cerame

115

NO 34 35

NAMA PEKERJAAN Pembuatan parapet tangkis Kali Winongan Pembuatan plengsengan dengan pasangan batu kali K. Cerame Pembuatan parapet tangkis Kali Winongan

LOKASI PEKERJAAN Desa Kedawungkulon Kec.Grati Ds.Karangpandan Kec. Rejoso Ds. Lebak Kec. Winongan, Ds.Pusungmalang Kec.Puspo Desa Nguling Kec nguling

NILAI KONTRAK 147.743.000,00 197.030.000,00

KELOMPOK ASSET -

NILAI ASSET -

BIAYA YG KETERANGAN DIKAPITALISASI Sungai Winongan Sungai Cerame

36

295.429.000,00

-

-

-

Sungai Winongan

37

38

39 40

Perkuatan pasangan plengsengan dengan pasangan batu kali Laweyan Perkuatan tangkis K.Kedunglarangan dg pasangan bronjong Pembuatan parapet dg pasangan bronjong Pembuatan parapet dg pasangan bronjong TOTAL

295.581.000,00

-

-

-

Sungai Laweyan

Kel.Kersikan, Gempeng & Kel. Kalianyar Kec.Bangil Ds. Patuguran Kec. Rejoso Ds. Arjosari Kec. Rejoso

246.300.000,00

-

-

-

Sungai Kedunglarangan Sungai Rejoso Sungai Rejoso

197.050.000,00 394.158.000,00 7.650.208.812,00

-

969.717.000,00

2.642.564.812,00

115

LAMPIRAN II
BIAYA PEMELIHARAAN YG DIKAPITALISASI MJD ASSET DINAS BINA MARGA
NO 1 KETERANGAN Berita Acara Penyeaan Pekerjaan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004 kepada Bupati Pasuruan Berita Acara Penyeaan Pekerjaan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004 kepada Bupati Pasuruan Berita Acara Penyeaan Pekerjaan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004 kepada Bupati Pasuruan TOTAL NOMOR 622/509/424.065/2004 PEKERJAAN NILAI PEKERJAAN 4.687.698.000,00

Peningkatan Jalan 1 Ruas Rp

2

622/509/424.065/2004

Peningkatan Jalan 1 Ruas Rp

6.222.830.000,00

3

622/509/424.065/2004

Peningkatan Jalan 1 Ruas Rp

749.250.000,00

Rp 11.659.778.000,00

116

LAMPIRAN III
REKAPITULASI DANA SHARING SMK TERPADU UNTUK PERALATAN SEKOLAH DINAS P&K SMKN WINONGAN HARGA SATUAN Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Meja Kepala Sekolah Meja Guru Meja Tulis uk. 1/2 biro Meja Tamu Meja Siswa Kursi Kepala Sekolah Kursi Guru Kursi Kerja Kursi Tamu Kursi Siswa Lemari Administrasi Papan Tulis Komputer Mesin Cetak Mebelair TOTAL 1 9 2 1 72 1 9 2 6 144 2 2 1 1 0 770.000,00 715.000,00 775.000,00 385.000,00 435.000,00 880.000,00 275.000,00 190.500,00 325.000,00 191.000,00 1.320.000,00 605.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 JUMLAH 770.000,00 6.435.000,00 1.550.000,00 385.000,00 31.320.000,00 880.000,00 2.475.000,00 381.000,00 1.950.000,00 27.504.000,00 2.640.000,00 1.210.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 112.625.600,00 Q 1 5 2 1 108 1 5 2 6 0 2 3 1 1 1 770.000,00 720.000,00 775.000,00 385.000,00 436.500,00 880.000,00 277.000,00 191.500,00 325.000,00 191.000,00 1.320.000,00 605.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 SMKN SUKOREJO HARGA SATUAN JUMLAH 770.000,00 3.600.000,00 1.550.000,00 385.000,00 47.142.000,00 880.000,00 1.385.000,00 383.000,00 1.950.000,00 2.640.000,00 1.815.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 113.195.600,00 Q 1 9 2 1 72 1 9 2 6 144 2 2 1 1 770.000,00 715.000,00 775.000,00 385.000,00 435.000,00 880.000,00 275.000,00 190.500,00 325.000,00 191.000,00 1.320.000,00 605.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 SMKN TUTUR HARGA SATUAN JUMLAH 770.000,00 6.435.000,00 1.550.000,00 385.000,00 31.320.000,00 880.000,00 2.475.000,00 381.000,00 1.950.000,00 27.504.000,00 2.640.000,00 1.210.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 112.625.600,00 Q 1 9 2 1 72 1 9 2 6 36 2 2 1 1 SMKN PUSPO HARGA SATUAN 770.000,00 715.000,00 775.000,00 385.000,00 435.000,00 880.000,00 275.000,00 190.500,00 325.000,00 191.000,00 1.320.000,00 605.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 JUMLAH 770.000,00 6.435.000,00 1.550.000,00 385.000,00 31.320.000,00 880.000,00 2.475.000,00 381.000,00 1.950.000,00 6.876.000,00 2.640.000,00 1.210.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 91.997.600,00 Q 1 8 2 1 72 1 8 2 6 72 2 2 1 1 770.000,00 715.000,00 775.000,00 385.000,00 432.500,00 880.000,00 275.000,00 190.500,00 324.000,00 190.000,00 1.320.000,00 605.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 15.570.000,00 SMKN NGULING HARGA SATUAN JUMLAH 770.000,00 5.720.000,00 1.550.000,00 385.000,00 31.140.000,00 880.000,00 2.200.000,00 381.000,00 1.944.000,00 13.680.000,00 2.640.000,00 1.210.000,00 10.125.600,00 25.000.000,00 97.625.600,00 528.070.000,00 JUMLAH

NO

JENIS PERALATAN

118

LAMPIRAN IV

REKAPITULASI STOCK OPNAME BARANG TAHUN 2004 PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN

NO. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

INSTANSI/UNIT KERJA 2 Badan Kepegawaian Daerah Badan Kesbanglinmas Badan Pemberdayaan Masyarakat Badan Pengawas Badan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Badan Pengendalian dampak Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Informasi & Komunikasi Dinas Kehutanan & Perkebunan Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan Dinas Koperasi Pengusaha Kecil & Menengah Dinas Pariwisata Dinas Pasar Dinas Pendapatan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Dinas Perhubungan Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Dinas Perindustrian & Perdagangan Dinas Pengairan Dinas Cipta Karya Dinas Bina Marga Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dinas Peternakan dan Kehewanan Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi KPU Kab. Pasuruan RSUD Bangil Sekretariat DPRD Kantor Arsip & Perpustakaan Kantor Kependudukan & Capil Kantor Ketahanan Pangan & Penyuluhan Pertanian Kantor Polisi Pamong Praja Bagian Tata Pemerintahan Bagian Hukum Bagian Otonomi Desa Bagian Administrasi Pembangunan Bagian Perekonomian Bagian Kesejahteraan Sosial Bagian Keuangan Bagian Umum Bagian Organisasi Bagian Perlengkapan JUMLAH

STOCK OPNAME BARANG HABIS PAKAI 3 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 55.000,00 939.650,00 216.200,00 49.581.425,00 3.896.250,00 457.830.550,00 83.076.245,00 22.331.350,00 7.479.800,00 6.465.750,00 601.600,00 3.396.800,00 878.250,00 13.805.200,00 476.509.200,00 246.000,00 2.294.920,00 440.300,00 2.073.500,00 7.589.100,00 2.190.060,00 23.762.800,00 1.165.659.950,00

119

KKP PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI TAHUN 2004 PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN

NO. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

INSTANSI/UNIT KERJA 2 Badan Kepegawaian Daerah Badan Kesbanglinmas Badan Pemberdayaan Masyarakat Badan Pengawas Badan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Badan Pengendalian dampak Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Informasi & Komunikasi Dinas Kehutanan & Perkebunan Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan Dinas Koperasi Pengusaha Kecil & Menengah Dinas Pariwisata Dinas Pasar Dinas Pendapatan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Dinas Perhubungan Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Dinas Perindustrian & Perdagangan Dinas Pengairan Dinas Cipta Karya Dinas Bina Marga Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dinas Peternakan dan Kehewanan Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi KPU Kab. Pasuruan RSUD Bangil Sekretariat DPRD Kantor Arsip & Perpustakaan Kantor Kependudukan & Capil Kantor Ketahanan Pangan & Penyuluhan Pertanian Kantor Polisi Pamong Praja Bagian Tata Pemerintahan Bagian Hukum Bagian Otonomi Desa Bagian Administrasi Pembangunan Bagian Perekonomian Bagian Kesejahteraan Sosial Bagian Keuangan Bagian Umum Bagian Organisasi Bagian Perlengkapan JUMLAH

STOCK OPNAME BARANG HABIS PAKAI 3 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 55.000,00 1.637.000,00 939.650,00 216.200,00 6.294.209.594,00 172.875,00 3.896.250,00 457.830.550,00 83.076.245,00 22.331.350,00 7.479.800,00 39.060.750,00 2.914.250,00 601.600,00 3.396.800,00 1.148.100,00 717.545.630,00 9.330.750,00 13.805.200,00 664.328.700,00 246.000,00 2.294.920,00 440.300,00 2.073.500,00 7.589.100,00 2.190.060,00 39.789.250,00 8.378.599.424,00

LAMPIRAN V
TANDA BUKTI PERSEKABPAS KURANG LENGKAP
TAHUN 2004

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Jumlah 29.400.000 28.920.000 10.000.000 15.000.000 35.000.000 15.000.000 5.000.000 5.000.000 14.000.000 3.500.000 41.000.000 15.000.000 17.500.000 3.500.000 5.000.000 13.500.000 15.500.000 3.350.000 17.500.000 15.000.000

Tanggal bukti 10-Jan 10-Jan 16-Jan 15-Feb 15-Feb 15-Feb 15-Feb 15-Feb 05-Mar 09-Mar 03-Mar 28-Apr 28-Apr 28-Apr 28-Apr 04-Mei 09-Mei 09-Mei 01-Mei 01-Mei

Uraian Pakaian Sepatu Sewa rumah Taktis melalui wasit melawan Persema Taktis melalui pemain melawan Persema Bonus Wasit melawan Persema Biaya operasional melawan Persema Jamuan tamu PSSI melawan Persema Taktis wasit melawan Persijap Operasional melwan Persijap Penyelenggaraan kompetisi Persekabpas Taktis wasit melawan PSDS Taktis melalui pemaian melawan PSDS Hiburan petugas Bantuan transport official Taktis wasit melawan PSSB Taktis pemain melawan PSLB Operasional melwan PSLB Taktis pemain melawan Persiraja Taktis wasit melawan Persiraja

Keterangan Tanda terima barang oleh pemain tidak ada Tanda terima barang oleh pemain tidak ada Kwitansi sewa rumah hanya Rp4.500.000 Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an Andi Achmad Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an Udik Djanuantoro Tanda terima 17@ Rp500.000,00 dan 32 bola Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an Andi Achmad Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an Udik Djanuantoro Hanya kwitansi an Andi Achmad Hanya kwitansi an As Fatah Hanya kwitansi an Andi Achmad Hanya kwitansi an Andi Achmad Hanya kwitansi an As Fatah Rp 307.670.000,00

TOTAL BUKTI KURANG LENGKAP

120

LAMPIRAN VI
Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp210.000,00/ tahun ( Golongan I ) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 160.650,00 355.950,00 570.150,00 801.675,00 1.055.250,00 1.323.000,00 1.614.375,00 1.934.100,00 2.283.750,00 2.668.050,00 3.068.100,00 3.510.675,00 3.994.200,00 4.524.975,00 5.107.725,00 5.712.525,00 6.372.450,00 7.093.800,00 7.881.300,00 8.742.825,00 9.744.525,00 10.845.450,00 12.061.350,00 13.400.100,00 14.875.875,00 16.506.000,00 18.303.075,00 20.287.575,00 22.479.975,00 24.900.750,00 Santunan Meninggal 787.500,00 1.575.000,00 2.362.500,00 3.150.000,00 3.937.500,00 4.725.000,00 5.512.500,00 6.300.000,00 7.087.500,00 7.875.000,00 8.662.500,00 9.450.000,00 10.237.500,00 11.025.000,00 11.812.500,00 12.600.000,00 13.387.500,00 14.175.000,00 14.962.500,00 15.750.000,00 16.537.500,00 17.325.000,00 18.112.500,00 18.900.000,00 19.687.500,00 20.475.000,00 21.262.500,00 22.050.000,00 22.837.000,00 23.625.000,00

121

LAMPIRAN VIII KERTAS KERJA NERACA PER 31 DESEMBER 2004 KABUPATEN PASURUAN
Neraca Sebelum Koreksi (Unaudited) Koreksi Debet Kredit Neraca Setelah Koreksi (Audited)

No

URAIAN

Ket

1 1.1

AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Perimbangan Piutang Lain-lain Persediaan Bahan Habis Pakai Jumlah Aktiva Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi dalam Saham Investasi Lain-lain Jumlah Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Bangunan Gedung Monumen dan Tugu Alat-alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium

33.129.938.269,04 413.924.930,00 246.847.824,50 1.165.659.950,00 34.956.370.973,54

21.961.500,00 44.877.815,24 2.486.625,00 4.037.569.156,36 7.212.939.474,00

-

33.151.899.769,04 413.924.930,00 291.725.639,74 2.486.625,00 4.037.569.156,36 8.378.599.424,00 46.276.205.544,14

1.883.792.843,39 24.196.050.896,50 26.079.843.739,89

260.000.000,00

-

1.883.792.843,39 24.456.050.896,50 26.339.843.739,89

1.2

336.524.183.671,00 133.784.476.085,00 46.014.908.435,00 13.691.887.700,00 4.733.978.200,00 393.580.246.180,00 771.358.500,00 6.412.898.450,00 27.328.077.500,00 751.479.900,00 788.713.800,00 27.565.685.228,00 4.574.363.037,00 4.271.914.350,00 1.734.925.800,00

11.659.778.000,00 3.424.179.630,00 3.494.925.000,00 176.000.000,00 4.500.000,00 631.270.000,00 129.975.000,00 -

33.700.000,00 18.432.000,00 928.136.500,00 4.500.000,00 -

336.490.483.671,00 145.444.254.085,00 49.439.088.065,00 13.691.887.700,00 8.228.903.200,00 393.737.814.180,00 771.358.500,00 6.412.898.450,00 27.332.577.500,00 751.479.900,00 788.713.800,00 27.268.818.728,00 4.699.838.037,00 4.271.914.350,00 1.734.925.800,00

135

No

URAIAN

Neraca Sebelum Koreksi (Unaudited) 1.221.599.550,00 48.150.400,00 1.042.388.030,00 131.425.000,00 1.004.972.659.816,00 61.852.606.456,91

Koreksi Debet Kredit -

Neraca Setelah Koreksi (Audited) 1.221.599.550,00 48.150.400,00 1.042.388.030,00 131.425.000,00 1.023.508.518.946,00

Ket

Buku / Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan Ternak dan Tanaman Alat usaha dan Pengendalian org. Tana Jumlah Aktiva Tetap 1.3 DANA CADANGAN AKTIVA LAIN-LAIN Piutang Angsuran Build, Operate and Transfer (BOT) Bangunan Dalam Pengerjaan Jumlah Aktiva Lain-lain JUMLAH AKTIVA HUTANG HUTANG LANCAR Bagian Lancar Hutang Jk. Panjang Hutang Lain-lain Jumlah Hutang Lancar HUTANG JANGKA PANJANG Hutang Dalam Negeri Hutang Luar Negeri Jumlah Hutang Jangka Panjang 3 3.1 EKUITAS Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Dicadangkan Ekuitas Dana Donasi Jumlah Ekuitas JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS

-

-

61.852.606.456,91

-

-

-

-

2 2.1

1.127.861.480.986,34

1.157.977.174.686,94

2.2

-

-

-

-

206.268.210,09 206.268.210,09

-

-

206.268.210,09 206.268.210,09

1.065.802.606.319,34 61.852.606.456,91 1.127.655.212.776,25 1.127.861.480.986,34

980.268.500,00 -

31.033.862.200,60 62.100.000,00

1.095.856.200.019,94 61.852.606.456,91 62.100.000,00 1.157.770.906.476,85 1.157.977.174.686,94

32.080.730.700,60

32.080.730.700,60

136

LAMPIRAN VII
DAFTAR KOREKSI ATAS LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2004 No A. Uraian Transaksi Kesalahan karena belum dicatat 1 Berdasarkan konfirmasi dengan Pemimpin Kegiatan dan perbandingan atas kontrak pemeliharaan bangunan irigasi dengan nilai asset awalnya diketahui bahwa belanja pemeliharaan tersebut dapat dikapitalisir kedalam aktiva sebesar Rp 2.642.564.812,00. Koreksi pada Neraca Bangunan Air Irigasi Ekuitas Dana Umum 2 Berdasarkan rekap kontrak selama tahun 2004 atas Biaya Jasa Pihak Ketiga, terdapat tiga kontrak yang menghasilkan jaringan komputer/informasi yang memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun sebesar Rp 3.099.500.000,00 yang belum dimasukkan dalam Akun Jaringan pada Neraca. Koreksi pada Neraca Jaringan Ekuitas Dana Umum 3 Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang/Proyek Inventaris bahwa terdapat belanja pemeliharaan berupa peningkatan beberapa ruas jalan dan rehab jembatan yang merupakan asset pemerintah Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 11.659.778.000,00 yang belum dimasukkan dalam neraca per 31 Desember 2004. Koreksi pada Neraca Jalan dan Jembatan Ekuitas Dana Umum 4 Terdapat belanja bantuan keuangan kepada Dinas P&K sebesar Rp 573.070.000,00 yang berupa pembangunan lokal baru TKNegeri dan pengadaan peralatan sekolah pada 5 SMK Terpadu yang belum disajikan didalam Neraca. Koreksi pada Neraca Bangunan Gedung Alat Kantor dan Rumah Tangga Ekuitas Dana Umum 5 Berdasarkan dokumen kontrak pada Sekwan diketahui bahwa terdapat biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja dan tinggal yang berupa pembuatan tempat parkir dan rehab rumah yang menambah nilai asset, akan tetapi belum diakui sebagai asset sebesar Rp 131.000.000,00. Koreksi pada Neraca Bangunan Gedung Ekuitas Dana Umum 6 Terdapat belanja pemeliharaan berupa pengadaan alat komunikasi dan komputer sebesar Rp 163.185.000,00 pada Bagian Umum yang belum diakui sebagai asset. Koreksi pada Neraca Alat Komunikasi Komputer Ekuitas Dana Umum Jurnal yang dicatat Cr. Jurnal Seharusnya Cr. Jurnal koreksi Cr. Status
Setuju Tidak Setuju

Dr.

Dr.

Dr.

2.642.564.812,00 2.642.564.812,00

3.099.500.000,00 3.099.500.000,00

11.659.778.000,00 11.659.778.000,00

45.000.000,00 528.070.000,00 573.070.000,00

131.000.000,00 131.000.000,00

129.975.000,00 33.210.000,00 163.185.000,00

128

No

Uraian Transaksi

Dr.

Jurnal yang dicatat Cr.

Dr.

Jurnal Seharusnya Cr.

Dr.

Jurnal koreksi Cr.

Status
Setuju Tidak Setuju

7 Berdasarkan catatan dan uji fisik persediaan kartu di Kantor Catatan Sipil, terdapat paersediaan blangko KK dan KTP sebesar Rp 187.819.000,00 yang belum dicatat sebagai persediaan dalam neraca. Koreksi pada Neraca Persediaan Ekuitas Dana Umum 8 Terdapat piutang kompensasi pajak PPh pasal 21 sebesar Rp 3.284.380.171,00 yang belum disajikan dalam neraca. Koreksi pada Neraca Piutang Lain-lain-kompensasi PPh 21 Ekuitas Dana Umum 9 Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD TA 2004 diketahui terdapat realisasi belanja bantuan yang dipergunakan untuk penyertaan modal pada pembentukan BPR Pesisir sebesar Rp260.000.000,00 yang belum diakui dalam neraca. Koreksi pada Neraca Investasi Lain-lain Ekuitas Dana Umum 10 Terdapat piutang kepada nelayan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan sebesar Rp 149.365.000,00 yang belum dicatat dalam akun-akun Neraca. Koreksi pada Neraca Piutang lain-lain Ekuitas Dana Umum 11 Pendapatan Bunga Deposito bulan SeptemberDesember 2004 atas rekening Deposito pada bank Jatim sebesar Rp 4.246.575,36 belum dicatat dalam Laporan Perhitungan APBD TA 2004. Koreksi pada Neraca Piutang Lain-lain-Bunga Deposito Ekuitas Dana Umum 12 Program On-line system di Bagian Keuangan sebesar Rp 395.425.000,00 pada tahun 2003 belum diakui sebagai asset pada neraca per 31 Desember 2003 maupun 2004. Koreksi pada Neraca Jaringan Ekuitas Dana Umum 13 Terdapat tuntutan ganti rugi selama tahun 2001-2004 kepada para penanggung jawab kendaraan sebesar Rp 21.240.000,00 yang belum disajikan dalam akunakun neraca per 31 Desember 2004. Koreksi pada Neraca Piutang lain-lain - Ganti rugi kekayaan daerah Ekuitas Dana Umum 14 Terdapat hibah 394 komputer dan 139 printer hasil pengadaan TA 2003 ke lembaga pendidikan swasta sebesar Rp 906.175.000,00 yang belum dikeluarkan dari neraca. Koreksi pada Neraca Ekuitas Dana Umum Alat Kantor dan Rumah Tangga

187.819.500,00 187.819.500,00

3.284.380.171,00 3.284.380.171,00

260.000.000,00 260.000.000,00

149.365.000,00 149.365.000,00

4.246.575,36 4.246.575,36

395.425.000,00 395.425.000,00

21.240.000,00 21.240.000,00

906.175.000,00 906.175.000,00

129

No

Uraian Transaksi

Dr.

Jurnal yang dicatat Cr.

Dr.

Jurnal Seharusnya Cr.

Dr.

Jurnal koreksi Cr.

Status
Setuju Tidak Setuju

15 Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen pendukung persediaan dan wawancara dengan petugas gudang diketahui bahwa terdapat persediaan pada Sekretariat KPU, Dinas Koperasi PKM,Cipta Karya, Kesehatan, Bawasda dan RSUD yang belum dilaporkan dalam neraca sebesar Rp 6.968.046.024,00. Koreksi pada Neraca Persediaan Bahan Habis Pakai Ekuitas Dana Umum 16 Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen pendapatan pada TA 2004 diketahui terdapat pendapatan atas Ganti rugi kerugian barang-barang bongkar Gedung Puskesmas Cangkringan Malang Beji dan Pasar Godanglegi kec.Beji untuk pelebaran jalan yang belum dicatat atas pengurangannya dalam neraca sebesar Rp 52.132.000,00. Koreksi pada Neraca Ekuitas Dana Umum Tanah Bangunan Gedung 17 Terdapat belanja pemeliharaan berupa pengadaan satu buah AC sebesar Rp 4.500.000,00 yang belum diakui sebagai asset. Koreksi pada Neraca Alat Angkutan Ekuitas Dana Umum 18 Terdapat Piutang Retribusi Pemeriksaan Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan (RP3HH) senilai Rp 44.877.815,24 yang belum disajikan di neraca. Koreksi pada Neraca Piutang Retribusi Ekuitas Dana Umum 19 Piutang Perimbangan atas Pendapatan Tanaman Hutan Rakyat (TAHURA) sebesar Rp 2.486.625,00 belum diakui dalam neraca. Koreksi pada Neraca Piutang Perimbangan Ekuitas Dana Umum 20 Terdapat hibah dari PT Dwi Purnama Abadi kepada Dispenda atas penghentian kerjasama sebesar Rp62.100.000,00 yang belum dicatat dalam akun-akun Neraca. Koreksi pada Neraca Alat Kantor dan Rumah Tangga Ekuitas Dana Donasi 21 Berdasarkan draft Laporan Perhitungan APBD TA 2004 diketahui bahwa terdapat belanja bantuan keuangan yang digunakan untuk kegiatan Pinjaman Modal yang dikelola oleh Dinas Koperasi PKM senilai Rp 100.000.000,00. Atas pinjaman tersebut, sebesar Rp 6.376.175,00 telah kembali. Atas kejadian tersebut belum diakui dalam akun neraca. Koreksi pada Neraca Piutang Lain-lain Ekuitas Dana Umum 22 Terdapat dana bantuan keuangan yang bersifat pinjaman kepada para petani melalui Dinas Pertanian sebesar Rp 484.713.585,00 yang belum dicatat di neraca. Koreksi pada Neraca

6.968.046.024,00 6.968.046.024,00

52.132.000,00 33.700.000,00 18.432.000,00

4.500.000,00 4.500.000,00

44.877.815,24 44.877.815,24

2.486.625,00 2.486.625,00

62.100.000,00 62.100.000,00

93.623.825,00 93.623.825,00

130

No

Uraian Transaksi Piutang Lain-lain Ekuitas Dana Umum

Dr.

Jurnal yang dicatat Cr.

Dr.

Jurnal Seharusnya Cr.

Dr.

Jurnal koreksi Cr. 484.713.585,00 484.713.585,00

Status
Setuju Tidak Setuju

23 Terdapat belanja Administrasi Umum (alat-alat listrik) berupa pengadaan dispenser dan pompa air sebesar Rp 3.390.000,00 yang belum diakui sebagai asset. Koreksi pada Neraca Alat Kantor dan rumah Tangga Ekuitas Dana Umum 24 Terdapat realisasi Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai atas pembuatan kolam induk, pembenihan, dan fasilitas bangunan sebesar Rp 781.614.818,00 yang belum dicatat dalam neraca. Koreksi pada Neraca Bangunan Air Ekuitas Dana Umum B. Kesalahan Pembebanan 1 Terdapat biaya honor nara sumber yang dilakukan oleh pegawai Pemda sebesar Rp 5.500.000,00 yang dicatat dalam rekening jasa tenaga kerja non pegawai pada Bagian Keuangan. Koreksi LPA Honorarium tim/panitia (2.01.05.2.01.01.01.1) Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai (2.01.05.2.02.02.01.1) 2 Terdapat biaya honor tim penyuluh yang dilakukan oleh pegawai Pemda sebesar Rp 3.450.000,00 yang dicatat dalam rekening jasa tenaga kerja non pegawai pada Dispenda. Koreksi LPA Honorarium tim/panitia (2.01.08.2.01.01.01.1) Biaya Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai (2.01.08.2.02.02.01.1) 3 Terdapat pengadaan 6 buah kipas angin pendingin sebesar Rp 4.500.000,00 pada belanja modal alat komunikasi. Koreksi Neraca Alat kantor dan rumah tangga Alat studio dan komunikasi

3.390.000,00 3.390.000,00

781.614.818,00 781.614.818,00

5.500.000,00 5.500.000,00

3.450.000,00 3.450.000,00

4.500.000,00 4.500.000,00

131

No C.

Uraian Transaksi

Dr.

Jurnal yang dicatat Cr.

Dr.

Jurnal Seharusnya Cr.

Dr.

Jurnal koreksi Cr.

Status
Setuju Tidak Setuju

Pencatatan Akuntansi yang Belum Diakui Transaksinya Terdapat pengeluaran kas untuk pembelian meja dan kursi bagian perlengkapan senilai Rp48.600.000,00. Pada tanggal 7 Januari 2005 terdapat setoran pengembalian sebesar Rp21.961.500,00 yang belum diakui. Koreksi LPA Kas Belanja Modal Meja dan Kursi Pembiayaan Pengeluaran- SILPA Tahun Berkenaan Ekuitas Dana Umum Koreksi pada Neraca Ekuitas Dana Umum Alat Kantor dan rumah tangga

21.961.500,00 21.961.500,00 21.961.500,00 21.961.500,00 21.961.500,00 21.961.500,00

D.

Kesalahan Aritmatika Berdasarkan hasil stock opname unit kerja diketahui bahwa nilai persediaan barang habis pakai per 31 Desember 2004 dari Dinas Pengairan, Sekretariat DPRD dan Bagian Perlengkapan dicantumkan lebih rendah sebesar Rp 57.073.950,00 dari yang seharusnya. Koreksi pada Neraca Persediaan Bahan Habis Pakai 31.106.800,00 Ekuitas Dana Umum

88.180.750,00 31.106.800,00 88.180.750,00

57.073.950,00 57.073.950,00

JUMLAH KESIMPULAN :

31.106.800,00

31.106.800,00

88.180.750,00

88.180.750,00

32.111.642.200,60 Pasuruan,

32.111.642.200,60 Maret 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan IV di Yogyakarta

Makmun Fuad, SE,MSc,Ak. No. Register :REG-NED D-15522

132

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp120.000,00/ tahun (Kades) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 91.800,00 203.400,00 325.800,00 458.100,00 603.000,00 756.000,00 922.500,00 1.105.200,00 1.305.000,00 1.524.600,00 1.753.200,00 2.006.100,00 2.282.400,00 2.585.700,00 2.918.700,00 3.264.300,00 3.641.400,00 4.053.600,00 4.503.600,00 4.995.900,00 5.568.300,00 6.197.400,00 6.892.200,00 7.657.200,00 8.500.500,00 9.432.000,00 10.458.900,00 11.592.900,00 12.845.700,00 14.229.000,00 Santunan Meninggal 450.000,00 900.000,00 1.350.000,00 1.800.000,00 2.250.000,00 2.700.000,00 3.150.000,00 3.600.000,00 4.050.000,00 4.500.000,00 4.950.000,00 5.400.000,00 5.850.000,00 6.300.000,00 6.750.000,00 7.200.000,00 7.650.000,00 8.100.000,00 8.550.000,00 9.000.000,00 9.450.000,00 9.900.000,00 10.350.000,00 10.800.000,00 11.250.000,00 11.700.000,00 12.150.000,00 12.600.000,00 13.050.000,00 13.500.000,00

127

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp90.000,00/ tahun (Perangkat Desa) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun Santunan Meninggal 68.550,00 337.500,00 152.550,00 675.000,00 244.350,00 1.012.500,00 343.575,00 1.350.000,00 452.250,00 1.687.500,00 567.000,00 2.025.000,00 691.875,00 2.362.500,00 828.900,00 2.700.000,00 978.750,00 3.037.500,00 1.143.450,00 3.375.000,00 1.314.900,00 3.712.500,00 1.504.575,00 4.050.000,00 1.711.800,00 4.387.500,00 1.939.275,00 4.725.000,00 2.189.025,00 5.062.500,00 2.448.225,00 5.400.000,00 2.731.050,00 5.737.500,00 3.040.200,00 6.075.000,00 3.377.700,00 6.412.500,00 3.746.925,00 6.750.000,00 4.176.225,00 7.087.500,00 4.648.050,00 7.425.000,00 5.169.150,00 7.762.500,00 5.742.900,00 8.100.000,00 6.375.375,00 8.437.500,00 7.074.000,00 8.775.000,00 7.844.175,00 9.112.500,00 8.694.675,00 9.450.000,00 9.634.275,00 9.787.500,00 10.671.750,00 10.125.000,00

126

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp150.000,00/ tahun ( Honorer ) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 114.750,00 254.250,00 407.250,00 572.625,00 753.750,00 945.000,00 1.153.125,00 1.381.500,00 1.631.250,00 1.905.750,00 2.191.500,00 2.507.625,00 2.853.000,00 3.232.125,00 3.648.375,00 4.080.375,00 4.551.750,00 5.067.000,00 5.629.500,00 6.244.875,00 6.960.375,00 7.746.750,00 8.615.250,00 9.571.500,00 10.625.625,00 11.790.000,00 13.073.625,00 14.491.125,00 16.057.125,00 17.786.250,00 Santunan Meninggal 562.500,00 1.125.000,00 1.687.500,00 2.250.000,00 2.812.500,00 3.375.000,00 3.937.500,00 4.500.000,00 5.062.500,00 5.625.000,00 6.187.500,00 6.750.000,00 7.312.500,00 7.875.000,00 8.437.500,00 9.000.000,00 9.562.500,00 10.125.000,00 10.687.500,00 11.250.000,00 11.812.500,00 12.375.000,00 12.937.500,00 13.500.000,00 14.062.500,00 14.625.000,00 15.187.500,00 15.750.000,00 16.312.500,00 16.875.000,00

125

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp420.000,00/ tahun ( Golongan IV ) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 321.300,00 711.900,00 1.140.300,00 1.603.350,00 2.110.500,00 2.646.000,00 3.228.750,00 3.868.200,00 4.567.500,00 5.336.100,00 6.136.200,00 7.021.350,00 7.988.400,00 9.049.950,00 10.215.450,00 11.425.050,00 12.744.900,00 14.187.600,00 15.762.600,00 17.485.650,00 19.489.050,00 21.690.900,00 24.122.700,00 26.800.200,00 29.751.750,00 33.021.000,00 36.606.150,00 40.575.150,00 44.959.150,00 49.801.500,00 Santunan Meninggal 1.575.000,00 3.150.000,00 4.725.000,00 6.300.000,00 7.875.000,00 9.450.000,00 11.025.000,00 12.600.000,00 14.175.000,00 15.750.000,00 17.325.000,00 18.900.000,00 20.475.000,00 22.050.000,00 23.625.000,00 25.200.000,00 26.775.000,00 28.350.000,00 29.925.000,00 31.500.000,00 33.075.000,00 34.650.000,00 36.225.000,00 37.800.000,00 39.375.000,00 40.950.000,00 42.525.000,00 44.100.000,00 45.675.000,00 47.250.000,00

124

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp360.000,00/ tahun ( Golongan III ) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 275.400,00 610.200,00 977.400,00 1.374.300,00 1.809.000,00 2.268.000,00 2.767.500,00 3.315.600,00 3.915.000,00 4.573.800,00 5.259.600,00 6.018.300,00 6.847.200,00 7.757.100,00 8.756.100,00 9.792.900,00 10.924.200,00 12.160.800,00 13.510.800,00 14.987.700,00 16.704.900,00 18.592.200,00 20.676.600,00 22.971.600,00 25.501.500,00 28.296.000,00 31.376.700,00 34.778.700,00 38.537.100,00 42.687.000,00 Santunan Meninggal 1.350.000,00 2.700.000,00 4.050.000,00 5.400.000,00 6.750.000,00 8.100.000,00 9.450.000,00 10.800.000,00 12.150.000,00 13.500.000,00 14.850.000,00 16.200.000,00 17.550.000,00 18.900.000,00 20.250.000,00 21.600.000,00 22.950.000,00 24.300.000,00 25.650.000,00 27.000.000,00 28.350.000,00 29.700.000,00 31.050.000,00 32.400.000,00 33.750.000,00 35.100.000,00 36.450.000,00 37.800.000,00 39.150.000,00 40.500.000,00

123

Nilai Tunai dan Santunan Meninggal Dunia Premi Rp300.000,00/ tahun ( Golongan II ) Tahun Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Tunai Akhir Tahun 229.500,00 508.500,00 814.500,00 1.145.250,00 1.507.500,00 1.890.000,00 2.306.250,00 2.763.000,00 3.262.500,00 3.811.500,00 4.383.000,00 5.015.250,00 5.706.000,00 6.464.250,00 7.296.750,00 8.160.750,00 9.103.500,00 10.134.000,00 11.259.000,00 12.489.750,00 13.920.750,00 15.493.500,00 17.230.500,00 19.143.000,00 21.251.250,00 23.580.000,00 26.147.250,00 28.982.250,00 32.114.250,00 35.572.500,00 Santunan Meninggal 1.125.000,00 2.250.000,00 3.375.000,00 4.500.000,00 5.625.000,00 6.750.000,00 7.875.000,00 9.000.000,00 10.125.000,00 11.250.000,00 12.375.000,00 13.500.000,00 14.625.000,00 15.750.000,00 16.875.000,00 18.000.000,00 19.125.000,00 20.250.000,00 21.375.000,00 22.500.000,00 23.625.000,00 24.750.000,00 25.875.000,00 27.000.000,00 28.125.000,00 29.250.000,00 30.375.000,00 31.500.000,00 32.625.000,00 33.750.000,00

122

LAMPIRAN IX LAPORAN PERHITUNGAN APBD KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2004
NO I 1,1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 URAIAN  PENDAPATAN  Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Jasa giro 1.1.08.1.04.02.01  Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil pajak dan Bantuan Keu.Prop  Lain-lain Pendapatan yang sah Dana Penyeimbang  JUMLAH PENDAPATAN II 2.1 2.1.1 2.1.1.1 2.1.1.2 2.1.1.3 2.1.1.4 BELANJA  APARATUR DAERAH  Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan
153.731.999.391,66 100.824.803.294,06 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 36.306.145.157,60 12.856.362.038,60 280.300.000,00 1.607.615.566,00 20.081.060.999,00 1.132.530.400,00 2.041.560.511,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 13.104.871.765,00 5.092.256.565,00 88.308.500,00 3.839.197.000,00 5.500.000,00 3.450.000,00 1.244.340.000,00 2.124.382.120,00 13.082.910.265,00 5.092.256.565,00 88.308.500,00 3.839.197.000,00 5.500.000,00 3.450.000,00 20.072.110.999,00 153.710.037.891,66 100.824.803.294,06 66.013.241.546,00 27.697.761.353,06 4.216.852.040,00 2.896.948.355,00 36.306.145.157,60 12.865.312.038,60 Perhit APBD Sebelum koreksi 61.382.591.668,03 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03 4.909.074.517,70 467.324.324.074,00 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00 20.005.262.000,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03 548.712.177.742,03 467.324.324.074,00 39.676.457.345,00 378.252.000.000,00 11.500.000.000,00 37.895.866.729,00 20.005.262.000,00 Koreksi Debet Kredit Perhit APBD Setelah koreksi 61.382.591.668,03 37.161.151.288,00 13.443.648.061,00 10.777.792.319,03

1,2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.3

2.1.2  Belanja Operasi & Pemeliharaan 2.1.2.1 Belanja Pegawai
Honorarium tim/panitia - 2.01.08.2.01.01.01.1 Honorarium tim/panitia - 2.01.05.2.01.01.01.1

2.1.2.2 Belanja Barang dan Jasa
Biaya jasa tenaga kerja non pegawai - 2.01.08.2.01.01.01.1 Biaya jasa tenaga kerja non pegawai - 2.01.05.2.01.01.01.1

2.1.2.3 Belanja Perjalanan Dinas 2.1.2.4 Belanja Pemeliharaan 2.1.3  Belanja Modal Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Alat-alat Angkutan

137

NO

URAIAN Belanja Modal Alat-alat Bengkel Belanja Modal Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga
Belanja Modal Meja dan Kursi-2.1.18.3.12.04.01.1

Perhit APBD Sebelum koreksi 15.000.000,00 2.912.372.850,00 411.329.000,00 803.825.200,00 353.911.650,00 3.496.179.175,00 426.525.967.195,00 192.920.316.985,00 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00 87.791.899.479,00 6.057.467.343,00 42.274.707.014,00 889.514.900,00 38.570.210.222,00 64.964.694.896,00 237.941.688,00 21.474.014.050,00 583.311.535,00 6.098.104.700,00 207.115.700,00 28.362.756.325,00 260.442.500,00 283.397.000,00 23.000.000,00 750.000,00 4.180.154.818,00 59.365.000,00 2.467.758.550,00 285.020.000,00 2.500.000,00 403.388.030,00 35.000.000,00 675.000,00

Koreksi Debet Kredit

Perhit APBD Setelah koreksi 15.000.000,00 2.890.411.350,00

21.961.500,00 803.825.200,00 353.911.650,00 3.496.179.175,00 426.525.967.195,00 192.920.316.985,00 185.365.082.905,00 3.173.899.150,00 1.324.677.500,00 3.056.657.430,00 87.791.899.479,00 6.057.467.343,00 42.274.707.014,00 889.514.900,00 38.570.210.222,00 64.964.694.896,00 237.941.688,00 21.474.014.050,00 583.311.535,00 6.098.104.700,00 207.115.700,00 28.362.756.325,00 260.442.500,00 283.397.000,00 23.000.000,00 750.000,00 4.180.154.818,00 59.365.000,00 2.467.758.550,00 285.020.000,00 2.500.000,00 403.388.030,00 35.000.000,00 675.000,00

Belanja Modal Alat-alat Studio dan Komunikasi Belanja Modal Buku/Perpustakaan  Belanja Tidak Tersangka 2.2  PELAYANAN PUBLIK 2.2.1  Belanja Administrasi Umum 2..2.1.1 Belanja Pegawai 2..2.1.2 Belanja Barang dan Jasa 2..2.1.3 Belanja Perjalanan Dinas 2..2.1.4 Belanja Pemeliharaan 2.2.2 2.2.2.1 2.2.2.2 2.2.2.3 2.2.2.4 2.2.3  Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan  Belanja Modal Belanja Modal Tanah Belanja Modal Jalan dan Jembatan Belanja Modal Bangunan Air Belanja Modal Instalasi Belanja Modal Jaringan Belanja Modal Bangunan Gedung Belanja Modal Monumen Belanja Modal Alat-alat Angkutan Belanja Modal Alat-alat Bengkel Belanja Modal Alat-alat Pengolahan Belanja Modal Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Belanja Modal Alat-alat Studio dan Komunikasi Belanja Modal Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Alat-alat Laboratorium Belanja Modal Buku/Perpustakaan Belanja Modal Hewan, Ternak, serta Tanaman Belanja Modal Alat-alat Pertanian dan Perkebunan Belanja Modal Alat-alat Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman  BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEU  JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT

2.3

80.849.055.835,00 580.257.966.586,66 (31.545.788.844,63) -

80.849.055.835,00 580.236.005.086,66 (31.523.827.344,63)

138

NO III 3.1 3.1.1 3.1.2 3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3

URAIAN  PEMBIAYAAN  Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan  Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang pokok yang jatuh tempo Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan  JUMLAH PEMBIAYAAN

Perhit APBD Sebelum koreksi 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 72.156.484.768,12 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 47.957.811,21 33.129.938.269,04

Koreksi Debet Kredit

Perhit APBD Setelah koreksi 136.832.211.881,79 28.853.636.580,79 107.978.575.301,00 105.308.384.537,16 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 47.957.811,21 33.151.899.769,04

21.961.500,00

31.545.788.844,63

30.911.500,00

30.911.500,00

31.523.827.344,63

139

LAMPIRAN X LAPORAN ALIRAN KAS METODE LANGSUNG PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN 31 Desember 2004
URAIAN
ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Aliran Kas Masuk Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjaalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjaalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk Penjualan Investasi Jangka Panjang Penjualan Aktiva Tetap Jumlah Aliran Kas Keluar Belanja Modal / Pembangunan Pembelian Investasi Jangka Panjang Jumlah Aliran Kas Dari Aktivitas Investasi Sebelum koreksi Tambah Koreksi Kurang Setelah Koreksi

61.382.591.668,03 467.324.324.074,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

61.382.591.668,03 467.324.324.074,00 20.005.262.000,00 548.712.177.742,03

251.378.324.451,00 30.871.660.503,06 5.541.529.540,00 5.953.605.785,00 18.913.829.381,60 62.355.768.013,00 2.133.854.900,00 40.694.592.342,00 80.849.055.835,00 3.496.179.175,00 502.188.399.925,66 46.523.777.816,37

251.378.324.451,00 30.871.660.503,06 5.541.529.540,00 5.953.605.785,00 18.913.829.381,60 62.355.768.013,00 2.133.854.900,00 40.694.592.342,00 80.849.055.835,00 3.496.179.175,00 502.188.399.925,66 46.523.777.816,37

78.069.566.661,00 78.069.566.661,00 (78.069.566.661,00) 21.961.500,00

78.047.605.161,00 78.047.605.161,00 (78.047.605.161,00)

ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Transfer dari Dana Cadangan 107.978.575.301,00 Penjualan Asset Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pengembalian Investasi Jumlah 107.978.575.301,00 Aliran Kas Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman dan Obligasi Transfer Ke Dana Cadangan Pembayaran Realisasi Investasi Jumlah Aliran Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan Kenaikan Bersih Kas Selana Periode Saldo Kas Awal Saldo Kas Akhir 47.957.811,21 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 72.156.484.768,12 35.822.090.532,88 4.276.301.688,25 28.853.636.580,79 33.129.938.269,04

107.978.575.301,00 107.978.575.301,00 47.957.811,21 61.852.606.456,91 10.255.920.500,00 72.156.484.768,12 35.822.090.532,88 4.298.263.188,25 28.853.636.580,79 33.151.899.769,04

140

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->