Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KOMUNIKASI DATA 1.

Jelaskan bagaimana suatu sumber informasi yang membangkitkan sinyal analog akan ditransmisikan menggunakan transmisi digital, beri contoh aplikasi seperti ini? Jawab Sumber informasi analog ditransmisikan dengan transmisi digital, dengan cara mendigitalisasi data analog menjadi data digital, menggunakan teknik modulasi seperti PCM & DM, yang mensampling data analog, lalu menkuantitasinya, setelah selesai di coding oleh codec (alat pengubah data analog ke digital dan sebaliknya) menjadi bit-bit biner. Contoh aplikasinya adalah CD-Audio (compact disk audio). 2. Jelaskan bagaimana suatu sumber informasi yang mambangkitkan sinyal digital akan ditransmisikan menggunakan transmisi analog, beri contoh aplikasi seperti ini? Jawab Sumber informasi digital ditransmisikan dengan transmisi analog, dengan cara memodulasinya menggunakan alat yang disebut modem (singkatan dari modulator-demodulator. Modulator pengubah data digital ke analog, demodulator pengubah data analog ke digital) menggunakan teknik encoding seperti ASK (Amplitude Shift Keying), FSK (Frequency Shift Keying) dan PSK (Phase Shift Keying), lalu ditransmisikan ke media transmisi digital seperti kabel PSTN. Contoh aplikasinya adalah Public Telephone Network (300-3400Hz). 3. Menurut anda jelaskan apakah data link layer (node-to-node service reliable) dan transport layer (end-to-end service reliable) redundant atau memang diperlukan dalam suatu arsitektur komunikasi? Jawab Ya, tentu saja sangat diperlukan karena kedua layer tersebut memiliki peran penting dalam komunikasi seperti yang kita network layer mempunyai fungsi mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paketpaket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking

menggunakan router dan switch. Sedangkan, data link layer berfungsi sebagai untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch beroperasi. Sehingga jika arsitektur komunikasi tanpa kedua layer tersebut, komunikasi tidak akan terjadi. 4. Untuk list dari semua code word pada code (15,4) di bawah (0000 0000 0000 000) (0001 1110 1011 001) (0010 0011 1101 011) (0011 1101 0110 010) (0100 0111 1010 110) (0101 1001 0001 111) (0110 0100 0111 101) (0111 1010 1100 100) a. b. (1000 1111 0101 100) (1001 0001 1110 101) (1010 1100 1000 111) (1011 0010 0011 110) (1100 1000 1111 010) (1101 0110 0100 011) (1110 1011 0010 001) (1111 0101 1001 000)

Berapakah minimum distance untuk code ini? Jika code digunakan hanya untuk koreksi error, untuk berapa bit error koreksi dapat dilakukan? c. Jika code digunakan hanya untuk deteksi error, untuk berapa bit error deteksi dapat dilakukan? Jawab a. C (15,4) maka minimum distance adalah 3 b. Minimum distance dari C (15,4) adalah 3 maka error correctionnya adalah (Dmin 1)/2 maka (3 1)/ 2 = 1 c. Minimum distance dari C (15,4) adalah 3 maka error detectionnya adalah 3 5. Untuk message M = 1010001101 dan generator G = 110101, hitung check bit (CRC) yang perlu ditambahkan untuk transmisi. Dik : M = 1010001101 G = 110101 FCS = (G 1) = (6 1) = 5 Dit : CRC? Jawab Pesan yang akan dibagi = M + FCS = 101000110100000

Maka, CRC yang ditambahkan untuk transmisi adalah 01110. 6. Misalkan dua sistem end-to-end seperti gambar di bawah berkomunikasi melalui jaringan paket connection-oriented. Misalkan user sumber mengirimkan message 10 Kbyte ke user tujuan dan semua paket-paket dibatasi pada 1 Kbyte (header diabaikan): asumsi tiap paket dapat diakomodasikan pada frame data link. Untuk tiap link, probabilitas frame mengalami error saat transmisi adalah p.

a. Misalkan data link control hanya mentransfer frame dan tidak mengimplementasikan error control. Cari probabilitas message tiba di tujuan tanpa error b. Misalkan error recovery dilakukan end-to-end, dan jika terjadi sembarang error, keseluruhan message di-retransmisi-kan. Berapa kali rata-rata message harus diretransmisikan? c. Misalkan error recovery dilakukan end-to-end berbasis paket per paket. Berapa jumlah paket total yg perlu ditransmisikan untuk mentransfer keseluruhan message? Jawab

Link 1 Link 2 Link 3 T T T T P P P P T T P P T T P P T P T P T P T P

T = Probabilitas Tidak Error; P = Probabilitas Error a. Message 10 Kbyte dibagi menjadi paket 1 Kbyte sehingga terdapat 10 paket yang akan dikirimkan, antara sumber ke tujuan terdapat 3 link, dan diketahui setiap link terjadi p error. Maka, probabilitas message tiba tanpa error adalah 1. b. Message yang ditransmisikan ada 10 frame jika terjadi error pada salah satu frame maka keseluruhannya harus di transmit ulang, peluang terjadi error adalah 9, maka rata-rata tramisi ulang yang dilakukan adalah 9 x 10 = 90 kali c. Jika message error pada suatu frame maka hanya frame tersebut yang harus ditransmit ulang, sedangkan peluang terjadi error adalah 9, maka rata-rata tramisi ulang yang dilakukan adalah 9 x 1 = 9 kali. 7. Dengan bantuan diagram, jelaskan/gambarkan operasi dari protokol ARQ (i) Go-Back-N dan (ii) Selective Repeat untuk menangani masalah berikut: a. Frame informasi terkorupsi b. Frame ACK/NAK terkorupsi Jawab Protokol ARQ Go-Back-N

a. Frame informasi terkorupsi Operasi yang dilakukan adalah ketika terjadi corruption pada frame informasi (dalam contoh diatas adalah frame 4), receiver mengirimkan sinyal REJ (REJ 4) yang berarti frame tersebut tidak sampai di sisi receiver, lalu transmitter mengirim ulang semua frame dari frame yang error (frame 4), sedangkan frame yang sudah diterima receiver, sebelum sinyal REJ dikirim (frame 5 dan frame 6) dihapus. b. Frame ACK/NAK terkorupsi Operasi yang dilakukan adalah ketika terjadi corruption pada ACK/NAK (dalam contoh diatas adalah RR 7), transmitter memberlakukan waktu tunggu (timeout) dalam menunggu RR yang dikirim oleh receiver, jika RR tidak sampai di transmitter sampai waktu timeout nya habis, maka transmitter akan mengirim ulang semua frame ke receiver dari awal.

Protokol ARQ Selective-Repeat a. Frame informasi terkorupsi Operasi yang dilakukan adalah ketika terjadi corruption pada frame informasi (dalam contoh diatas adalah frame 4), receiver mengirimkan sinyal REJ (REJ 4) yang berarti frame tersebut tidak sampai/terjadi error disisi receiver, lalu transmitter hanya mengirim ulang frame yang tidak sampai di sisi receiver, sedangkan frame (frame 5 dan 6) yang sudah sampai setelah frame yang error tersebut disimpan/dibuffer oleh receiver. b. Frame ACK/NAK terkorupsi Operasi yang dilakukan adalah ketika terjadi corruption pada ACK/NAK (dalam contoh diatas adalah RR 1), transmitter memberlakukan waktu tunggu (timeout) dalam menunggu RR yang dikirim oleh receiver, jika RR tidak sampai di transmitter sampai waktu timeout nya habis, maka transmitter akan mengirim RR (P bit = 1) untuk mengecek frame 1 sudah sampai di sisi receiver.

8.

Apakah

data

link

protocol

dengan hanya

menggunakan

positive

acknowledgement dan timeout bisa bekerja dengan baik? Jika ya, apa gunanya penggunaan negative acknowledgment? Jawab Tidak, karena positive acknowledgement digunakan sebagai tanda jika frame yang dikirim oleh transmitter telah diterima di sisi receiver, tanpa mengecek frame tersebut terdapat error atau tidak, sedangkan timeout berkerja ketika acknowledgement tidak sampai ke sisi transmitter, maka negative acknowledgement perlu digunakan sebagai tanda jika frame telah diterima di sisi receiver namun frame tersebut terdapat error, sehingga transmitter dapat mengirim balik frame yang error tersebut. 9. Penggunaan paket control ENQ ditujukan untuk meningkatkan efisiensi protokol Stop and Wait, jelaskan pada kondisi (skenario) seperti apa penggunaan ENQ bermanfaat dan pada kondisi apa tidak meningkatkan efisiensi? Jawab Bermanfaat ketika terjadi kegagalan transmisi ACK dari penerima, yang menyebabkan pengirim tidak perlu mengirimkan frame kembali. Tidak meningkatkan efisiensi ketika terjadi kegagalan transmisi frame dari pengirim. 10. Jelas bahwa bit stuffing diperlukan pada field address, data dan FCS pada frame HDLC. Apakah bit stuffing juga diperlukan pada field control? Jawab Tidak, karena control field memiliki urutan bit data yang bersifat tetap dan tidak memiliki flag didalamnya sehingga tidak diperlukan bit stuffing.

11.

CRC dibangun dengan membangkitkan 4-bit FCS untuk message 11-bit. Generator polynomial yang digunakan adalah X4 + X3 + 1. a. Kodekan deretan bit data 1001101110 b. Misalkan bit ke-7 (dari kiri) dari codeword mengalami error, perlihatkan bagaimana algoritma deteksi error bekerja?

Jawab Dik : M = 1001101110 G = 1101 FCS = 4

Jawab a. Pesan yang akan dibagi = M + FCS = 1001101110000

Sehingga deretan data dan checksum yang akan ditransmisikannya, M+CRC = 100110111+1010 = 1001101111010 b. Codeword error (bit 7) = 1001100111010 Cara algoritma deteksi error bekerja adalah membagi data dan checksum dengan generator (dalam kasus ini generator = 1101), jika hasil bagi bernilai 0 maka tidak terjadi error, jika bernilai 1 maka terjadi error.

Dari hasil perhitungan deteksi error diatas didapatkan nilai sisa (hasil) 110 yang menandakan terdapat kesalahan pada data dan checksum yang dikirimkan.

12.

Apakah

data

link

protocol

dengan

hanya

menggunakan

positive

acknowledgement dan timeout bisa bekerja dengan baik? Jika ya, apa gunanya penggunaan negative acknowledgment? Jawab Tidak, karena positive acknowledgement digunakan sebagai tanda jika frame yang dikirim oleh transmitter telah diterima di sisi receiver, tanpa mengecek frame tersebut terdapat error atau tidak, sedangkan timeout berkerja ketika acknowledgement tidak sampai ke sisi transmitter, maka negative acknowledgement perlu digunakan sebagai tanda jika frame telah diterima di sisi receiver namun frame tersebut terdapat error, sehingga transmitter dapat mengirim balik frame yang error tersebut. 13. Gambar di bawah memperlihatkan operasi HDLC normal response mode. a. Identifikasikan kesalahan yang terdapat pada gambar tersebut b. Perbaiki gambar di bawah untuk transfer data yang sama

Jawab a. Kesalahan terjadi pada saat pengiriman frame informasi 1 dari stasiun A ke setasiun B, lalu stasiun B mengirim frame reject 1 ke stasiun A lalu stasiun A mengirim balik frame informasi 1.

b. Gambar

14.

Suatu message 64-kil byte akan ditransmisikan dari sumber ke tujuan seperti diperli atkan pada gambar di bawah. Jaringan membatasi ukuran paket maksimum sebesar 2 kil byte dan tiap paket mempunyai header 32 byte. Saluran transmisi pada jaringan mempunyai bit error rate 10 dan -6 Stop-and-Wait AR digunakan pada tiap saluran transmisi. Berapa lama

rata-rata untuk mendapatkan message dari sumber ke tujuan? Asumsikan kecepatan propagasi sinyal 2 x 105 km/det.1

15.

Suatu modem telepon digunakan untuk menghubungkan PC dengan host computer. Kecepatan modem adalah 56 kbps dan delay propagasi satu -arah adalah 100 ms. a. Cari efisiensi untuk Stop-and-Wait AR jika ukuran frame adalah 256 bytes, 512 bytes, dengan asumsi bit error rate 10-4. b. Cari efisiensi dari Go-Back N jika sequence number 3 -bit digunakan
-4 dengan ukuran frame 256 bytes, 512 bytes. Asumsi bit error rate 10 .

Sumber

1000 km

Switch

1000 km

Tujuan

1,5 Mbps

1,5 Mbps

Beri Nilai