Anda di halaman 1dari 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis pola dan struktur pertumbuhan ekonomi untuk masing-masing sub sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo tahun 2001-2008 dilakukan menggunakan Tipologi Klassen. Sub sektor yang termasuk dalam sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo adalah sub sektor pertanian bahan makanan, perikanan, dan pertanian lainnya. Ketiga sub sektor tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tabel tipologi Klassen, dimana indikator yang digunakan adalah rata-rata laju petumbuhan ekonomi sub sektor kabupaten terhadap Provinsi sebagai sumbu vertical dan rata-rata pendapatan perkapita untuk sub sektor kabupaten terhadap provinsi. Setelah diketahui laju pertumbuhan ekonomi sub sektor pertanian dan rata-rata PDRB sub sektor pertanian, kemudian dilakukan pengelompokkan sub sektor ekonomi menurut model Klassen, yaitu Sektor Prima, Potensial, Berkembang, dan Terbelakang. Hasil perhitungan laju pertumbuhan ekonomi sub sektor pertanian dan rata-rata PDRB sub sektor pertanian untuk Kabupaten Kulon Progo tahun 2001-2008 yaitu menunjukkan bahwa keseluruhan sub sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo untuk tahun 2001-2008 yaitu sub sektor pertanian bahan makanan, perikanan, dan pertanian lainnya berada pada sektor terbelakang. Hal ini disebabkan karena keseluruhan sub sektor pertanian tersebut memiliki nilai rata-rata PDRB Kabupaten yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata PDRB Provinsi. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi seluruh sub sektor pertanian di Kabupaten juga lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi Provinsi.

Sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo pada dasarnya merupakan sektor basis untuk tahun 2001-2008. Namun, karena tidak didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang disebabkan karena sektor selain pertanian merupakan sektor non basis, menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo menjadi berjalan lambat dan jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi Provinsi. Dengan kata lain, sektor pertanian dalam peranannya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi tidak didukung dengan peningkatan pertumbuhan di sektor lainnya, sehingga struktur perekonomian di Kabupaten Kulon Progo menjadi tertinggal untuk sektor pertanian. Selain ketidakmampuan Sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo karena lambatnya pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan rendahnya rata-rata PDRB di sektor pertanian, struktur perekonomian di Kabupaten Kulon Progo yang cenderung bergantung pada sektor pertanian menyebabkan Kabupaten Kulon Progo mengalami ketertinggalan jika dibandingkan dengan struktur perekonomian di Kabupaten lainnya seperti Sleman yang tidak bergantung pada sektor pertanian. Struktur perekonomian di Kabupaten Kulon Progo yang bergantung pada sektor pertanian merupakan alasan kenapa pertumbuhan ekonomi dan rata-rata PDRB menjadi rendah, karena sektor pertanian tidak kebal terhadap adanya krisis moneter. Bahan produksi untuk pertanian yang semakin mahal karena adanya kenaikan harga, kemampuan pengelolaan dan pemasaran produksi yang terbatas, serta jumlah lahan pertanian yang terbatas menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dan berdampak pada tidak mampunya sektor pertanian dalam meningkatkan PDRB secara keseluruhan.

Kabupaten Kulon Progo dengan struktur perekonomian sektor pertanian yang mengalami ketertinggalan hendaknya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, dimana dengan jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani harus dapat meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi sehingga sektor pertanian dapat dikembangkan dan sektor pertanian tidak lagi menjadi sektor yang tertinggal. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatan produktivitas di sektor pertanian adalah dengan dilaksanakannya program-program usaha tani seperti swasembada, penguasaan teknologi pengelolaan, peningkatan kemampuan pemasaran hasil produksi, dan lain-lain. Dengan kata lain, pengembangan sektor pertanian hendaknya tidak hanya berkonsentrasi pada produksi semata, namun juga berorientasi pada produktivitas selain produksi, salah satunya adalah Agribisnis.

KESIMPULAN

1. Berdasarkan metode Tipologi Klassen diketahui bahwa pada tahun 2001-2008 seluruh sub sektor pertanian (pertanian bahan pangan, perikanan, dan pertanian lainnya) termasuk dalam sektor tertinggal/terbelakang. 2. Struktur perekonomian Kabupaten Kulon Progo yang merupakan struktur ekonomi sektor pertanian memiliki rata-rata PDRB yang lebih rendah dari Provinsi dan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari Provinsi. 3. Sektor pertanian yang merupakan sektor basis di Kabupaten Kulon Progo tidak didukung oleh sektor lainnya yang merupakan sektor non basis, sehingga laju pertumbuhan Kabupaten menjadi lebih lambat dari laju pertumbuhan Provinsi. 4. Sektor pertanian merupakan sektor yang tidak kebal/rawan terhadap krisis ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dan berdampak pada tidak mampunya sektor pertanian dalam meningkatkan PDRB secara keseluruhan. 5. Pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dapat dikembangkan agar tidak tertinggal yaitu dengan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, yaitu dengan berorientasi pada Agribisnis seperti swasembada, peningkatan teknik pengelolaan, pemasaran hasil produksi, dan lain-lain.