Anda di halaman 1dari 1

Metodenya gak ada yg fomat digital, da juga buku n fotocopy-an. yg jelas ada 2 cara: aktif n pasif. 1.

metode pasif - pake trap/jebakan 2. metode aktif - VES - kuadrat sampling - patch sampling -dll klo pengamatan biasanya pake VES (visual encounter survey)/survei perjumpaan visual (jenis yg keliatan aja yg dicatet, klo cuma suara gak dicatet, kan cuma visual). VES ada bagiannya lagi, berdasarkan waktu, berdasarkan transek, dll. klo habitatnya aquatik atau deket air biasanya pake VES with transect design (VES transek). 400 meter buat amfibi, 800-1000m reptil, lebih panjang lebih bagus tapi standarnya sgtu. klo terestrial pake VES with time search design (berdasarkan waktu), biasanya metode ini cuma disebut time search aja. waktu: 2 jam bersih (pas ketemu herpet n catet data, waktu di stop dulu, trus lanjut lagi waktunya klo udh beres catet data), jadi bisa aja sampai lebih dari 2 jam normal klo ketemu banyak herpetnya. data yg dicatet: -waktu awal n akhir -suhu awal n akhir -kelembaban awal n akhir -nama jenis/kode jenis/nomor individu -lokasi pengamatan, ketinggian tempat, dll -tipe habitat (aquatik/terestrial) -substrat (tempat satwa ditemukan): tanah, air, pohon, diatas batu, dll -posisi/jarak dari jalur pengamatan n dari titik awak (klo pke transek) -ketingian dari tanah -titik gps -dll tergantung data apa yg mw diambil buat penelitiannya yg paling penting, jgn lupa foto makro satwanya. buat identifikasi, klo spesimen g diambil. klo masi blm jelas, donlod aja penelitian2 di ksh yg amfibi atau reptil..