P. 1
KAK Seleksi Ulang an

KAK Seleksi Ulang an

|Views: 196|Likes:
Dipublikasikan oleh Azri Aziz

More info:

Published by: Azri Aziz on Jun 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2015

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA (K.A.K.

) PENGADAAN DOKUMEN PERENCANAAN TERMASUK DESAIN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KEDUTAAN BESAR REPUBUK INDONESIA DI BERLIN - JERMAN, TA. 2008
1. LATAR BELAKANG
a. Pada tanggal 21 Desember 2007 di Serlin, Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, atas nama Pemerintah Indonesia telah menantandatangani kontrak perjanjian jual beli, antara Pemerintah RI dan Liegenschaftsfond (Iembaga yang mewakili Pemerintah Kota Berlin), atas sebidang tanah seluas k.1. 3.190 m2 di Tiergarten Strasse, Berlin yang akan menjadi lahan untuk dibangun Gedung Kantor Kedutaan Sesar Republik Indonesia (KBRI) untuk Republik Federal Jerman di Berlin. b. Saat ini proses jual bell telah memasukitahap pembayaran kedua yang jatuh temponya paling lambat 15 Agustus 2008. Departemen Luar Negeri RI telah mengupayakan pembayaran tahap kedua ini, yakni dilakukan dengan menggunakan kredit Bank Mandiri. c. Pada tanggal 25 Pebruari 2008, Kementerian Luar Negeri Jerman, melalui nota diplomatik, telah menyetujui tanah di Tiergarten Strasse, Berlin sebagai lahan yang akan dibangun menjadi Gedung Kantor KBRI Berlin.

d. Sejalan dengan penyelesaian proses pembelian tanah tersebut, maka langkah selanjutnya KBRI perlu segera mempersiapkan proses pembangunan fisik gedung KBRI Berlin di atas tanah tersebut. 1) Kegiatan pembangunan gedung KBRI Berlin dilaksanakan dengan berlandaskan pada ketentuan perundangan yang berlaku, antara lain Keppres No. 80 Tahun 2003 beserta perubahan-perubahannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 2) Sesuai dengan peraturan-peraturan tersebut, maka pembangunan gedung KBRI Berlin akan meliputi kegiatan pengadaan jasa-jasa pembuatan dokumen perencanaan termasuk desain konstruksi, pelaksana konstruksi dan manajemen konstruksi. 3) Kegiatan pembangunan gedung KBRI juga perlu memperhatikan peraturanperaturan dan praktek yang berlaku setempat, serta memenuhi standar kualitas dan keamanan bangunan di Jerman; 4) Bangunan KBRI juga harus dilain pihak juga harus mencerminkan wajah dan karakteristik Indonesia, dan diharapkan dapat menjadi salah satu kebanggaan nasional. e. Setiap proses pada pengadaanl rehabilitasi Bangunan Gedung Negara dilaksanakan secara bertahap, yaitu tahap persiapan, perencanaan, pengadaan jasa dan pelaksanaan konstruksi fisiko Tahapan pembuatan perencanaan sangat

diperlukan dalam proses tersebut. Biaya Perencanaan. Dokumen Perencanaan lengkap dengan spesifikasi teknis dan perkiraan biaya nantinya akan dijadikan sebagai dasar untuk pembangunan fisik gedung kantor KBRI Berlin. SUMBER PENDANAAN a. 3. transparan. 2) Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. efektif. dan value far money. kriteria. yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Konsultan Perencana. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Berlin dan Konsultan Perencana. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Pengguna Jasa adalah Nama PPK Alamat : Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin Jerman. 2. Lehrter StraBe 16 -17. c. Wahyu Hersetiati Priyanto Minister Counsellor I Kepala Kanselerai. MAKSUD DAN TUJUAN a. Diharapkan pada pelaksanaannya nanti Departemen Luar Negeri terutama KBRI di Berlin Jerman dapat bekerjasama dengan Konsultan Perencana terpilih yang tentunya memiliki tenaga ahli dengan kualifikasi khusus yang mampu menterjemahkan dengan sebaik mungkin segala program fungsional maupun operasional ke dalam suatu Desain Perencanaan yang optimal sesuai dengan angggaran yang terbatas dan dalam batas waktu yang cukup ketat pula.10557 Berlin Germany 4. f. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. b. efisien. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang membuat masukan. azas. . yang terdiri dari : a) Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang b) Materi dan penggandaan laporan. dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntabel. 1) Besarnya biaya pekerjaan Perencanaan mengikuti pedoman dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 451PRTIMI2007 tangga/ 27 Desember 2007 perihal tentang Pedaman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yaitu : a) b) Besarnya biaya Konsultan Perencana merupakan biaya tetap dan pasti. adil. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan gedung kantor Kedutaan Besar RI di Berlin sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia dan Jerman.

c) d) e) f) g) h) i) 3) Pembelian bahan dan ATK. Nomor : 0049.800 m2 Gedung KBRI Berlin dirancang untuk dapat mengemban misi Perwakilan RI di luar negeri. Lokasi Kegiatan. maka jurnlah total luas bangunan yang direncanakan sekitar 5. b. Biaya penyelidikan tanah sederhana Pembelian dan atau sewa peralatan Biaya rapat-rapat Perjalanan (Iokal maupun luar kota/internasional) Jasa dan overhead Perencanaan Pajak dan luran daerah lainnya. koefisien lantai bangunan (KLB) adalah (1.509 m2. Lingkup kegiatan. (i) Berdasarkan aturan tata kota di Berlin. ekonomi. serta merefleksikan sikap dan kepentingan nasional.01-/2008 tanggal31 Desember 2007. mendukung kinerja seluruh fungsi KBRI Berlin (politik.Berlin. protokol. 2) Promosi Ekonomi dan Sosiai Budaya.1. Sumber biaya dari keseluruhan pekerjaan dibebankan pada DIPA Kedutaan Besar Republik Indonesia . pariwisata dan seni budaya Indonesia.Jerman. DATA PENUNJANG SERTA. . (ii) Dengan demikian luas bangunan (gross volume) yang diperbolehkan (di luar basement) adalah sekitar 3. sosial budaya. (iii) Ditambah 2 lantai basement. a. khususnya dl Jerman. Tahun Anggaran 2008. c. konsuler. Atase Pertahanan.0101101. LlNGKUP KEGIATAN.!. LOKASI KEGIATAN. Fungsi dan Citra Bangunan : Gedung kantor KBRI Berlin rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 3. 3) Fungsi Pelayanan Masyarakat dan Perlindungan terhadap WNI dan BH/. 5. Sumber Biaya. LlNGKUP PEKERJAAN. dan atase-atase teknis). b. Data Penunjang . mencakup: 1) Misi Fungsional. c.1). dalam hal ini gedung harus mempunyai ruangan-ruangan yang memadai sebagai tempat bekerja bagi pimpinan dan seJuruh staf KBRI Berlin. adalah pembuatan Dokumen Perencanaan (detail) Pembangunan Gdung Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin Jerman. a. adalah Wilayah Republik Indonesia di Berlin . didasarkan pada prestasi Pembayaran biaya KonsuJtan Perencana kemajuan pekerjaan perencanaan. investasi. serta mendukung kinerja KBRI dalam melayani serta melindungi WNI dan BHI di wilayah Republik FederalJerman.190 m2. dalam hal ini gedung KBRI Berlin diharapkan dapat menampilkan "wajah Indonesia" dan menjadi tempat bagi dilakukannya berbagai kegiatan promosi perdagangan. dalam hal ini gedung KBRI dirancang untuk dapat menunjang tugas-tugas kekonsuleran dan keimigrasian.

penghijauan. Kebutuhan d. Semua gam bar arsitektur. yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. rencana utilitas tapak termasuk [alan. 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 yang dapat meliputi tug astug as perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari : 1) Persiapan perencanaan seperti mengumpuJkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan dan evaluasi terhadap penawaran. parkir. struktur. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi (E. perkiraan biaya dan membantu proses mengurus perijinan sampai mendapat keterangan rencana kota. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang.4) Wahana Peningkatan Peran Masyarakat Indonesia di LN dalam Diplomas. Perkiraan biaya. Rencana struktur. c. beserta uraian konsep dan visualisasi. dll.E). 6) . Menyusun pengembangan a) b) c) rencana. Penyusunan pra-rencana seperti rencana blok plan. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (berdasarkan peraturan bangunan setempat . Publik.2. antara lain membuat : 2) 3) d) e) 4) Rencana blok massa bangunan. Membantu panitia pengadaan pada saat pemberian penjelasan pelelangan umum pelaksana pekerjaan. Ruang : TERLAMPIR (lihat lampiran) Lingkup pekerjaan. Rencana utilitas (MekanikaI/Elektrikal). Laporan akhir perencanaan. rencana tapak. dan ME dibuat oleh Tenaga Ahli yang mempunyai ijin sertifikat keahlian (Indonesia dan Jerman). dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a) Gambar-gambar detail site engineering berupa detail utilitas yang sesuai dengan gam bar rencana yang telah disetujui serta gam bar struktur bangunan yang akan dilelangkan.Jerman) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. dalam hal ini gedung KBRI diharapkan dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di Jerman. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan dan 1MB pendahuluan dari Pemerintah kota setempat (Berlin Jerman). Rencana Arsitektur. beserta uraian konsep dan perhitungannya (perhitungan struktur harus ditanda tangani oleh Tenaga Ahli yang mempunyai ijin/sertifikat keahlian). khususnya Pedoman Teknis PembangunanGedung Negara. sebagai bag ian dari diplomasi publik serta pembinaan masyarakat Indonesia yang berada di wilayah akreditasi KBRI Berlin. site engineering. b) c) d) 5) Mengadakan persiapan pelelangan umum pelaksana pekerjaan. saluran. seperti membantu Pengguna Barang/Jasa dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan umum pelaksana pekerjaan. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan.

. 8) Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. Koordinasi dan Hubungan Kerja. PROSES PERENCANAAN a. 2) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek termasuk melalui KAK ini seperti dari segi pembiayaan. Konsultan Perencana diwajibkan meJakukan koordinasi secara aktif dengan Pemberi Tugas dan Dinas/Badanl Pemerintah kota terkait. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Pelaksanaan perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin . b. Konsultan perencana bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang berlaku dilandasi pasal 11 Undang-Undang nomor 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi. c. 3) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pemberi Tugas dan Tim Teknis Dalam pertemuan berkaJatersebut ditentukan produk antara pokok yang harus dihasilkan Konsultan Perencana sesuai dengan pengarahan Pemberi Tugas dan Tim Teknis berdasarkan standar hasil perencanaan. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. b) Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi.Jerman. 6. Konsultan Perencana harus sefalu memperhitungkan bahwa waktu pefaksanaan tugas adafah mengikat. TANGGUNG JAWAB KONSULTAN PERENCANA dan dan a. 7. c. standard dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. Secara umum tanggung jawab konsultan perencana adalah minimal sebagai berikut: 1) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku mekanisme pertanggungan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berJaku. DaJampelaksanaan tugas. b. baik dalam pendataan maupun perumusan rencana.7) Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a) Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. c) Memberikan saran-saran. d) Membuat laporan akhir pengawasan berkala.

d) Menjamin terwujudnya bangunan gedung sesuai dengan karakteristik lingkungan dan serta mencerminkan budaya Indonesia serta kemajuan teknologi yang berkembang pada saat inil modern. bentuk bangunan harus serasi dengan bangunan yang telah ada sebelumnya. pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana seperti yang dimaksud di dalam KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan yang disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan yaitu : 1) Persyaratan Peruntukan dan Intensitas a) Menjamin bangunan gedung yang didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan yaitu di Berlin . c) Efisien dalam penggunaan sumber daya energi baik di dalam pemanfaatan dan pemeliharaannya. Persyaratan Struktur bangunan. penghijauan dan lain-lain • Pengendalian dan pemahaman konsep-konsep serta kaidah-kaidah perencanaan dan perancangan serta spesifikasi yang berlaku. Persyaratan Arsitektur dan lingkungan bangunan gedung harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : a) Mencerminkan fungsi sebagai Kantor KBRI. Struktur Balok dan Kolom. Kriteria Umum Dalam proses perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin . b) Rencana teknis lainnya. • Penanggulangan Bahaya Kebakaran • Jaringan listrik • Jaringan Komunikasi (termasuk IT) • dan lain-lain Pengenalan dan pemahaman informasi tentang wilayah sesuai dengan peraturan bangunan di Berlin . perkerasan. batas-batas topografL • Kondisi Tanah • Keadaan air tanah • Koefisien Lantai bangunan (KLB) • Koefisien Daerah Hijau (KDH) • Garis Sempadan Bangunan (GSB) • Sentuk Kapling • Peruntukan Sangunan sekitar kapling • Ketinggian Bangunan • Jarak antar bangunan • Rincian penggunaan lahan. serasi dan selaras dengan lingkungannya.Jerman. HASIL PERENCANAAN a. Persyaratan Utilitas bangunan seperti : • Air Sersih (sumber air serta jaringan dan kapasitasnya) • Air hujan dan air buangan • Air kotor dan sampah • Tata udara/AC dan Heater. Struktur Basement. 2) 3) 4) 5) . b) Seimbang. Struktur Lantai dan Rangka Atap.Jerman antara lain: • Data Pengukuran tapak perencanaan • Kondisi Fisik seperti luasan.8.Jerman. antara lain: Struktur Pondasi.

2) 3) 4) . Masukan Untuk melaksanakan tugasnya. segi teknis lainnya. baik dari segi fungsi khusus bangunan. ~ Gamb~Peffipe~~ Tahap Rencana Detail a) Gambar rencana teknis bangunan lengkap b) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) c) Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) d) Rencana Anggaran biaya (RAB) e) Laporan Perencanaan Arsitektur. termasuk konsep organisasi.Jerman.6) b. Kriteria Khusus Kriteria yang dimaksudkan adalah untuk memberikan syarat-syarat khusus/spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan.Jerman). termasuk program ruang. antara lain: 1) Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. dll. dan tanggung jawab pelaksanaan. organisasi hubungan ruang dan konsultasi dengan pemerintah Berlin Jerman mengenai peraturan setempat terkait dengan perizinan bangunan (1MB). b) Konsep Perencanaan. sketsa gagasan. konsultan perencana harus mencari infromasi yang dibutuhkan selain informasi yang ada pad a Kerangka Acuan Kerja ini. Menyusun dan Merumuskan perkiraan Rencana Anggaran Biaya. 2) Solusi dan batasan-batasan kontekstual seperti faktor sosial budaya. a) Konsep penyiapan rencana teknis. Berlin Jerman mengenai 1MB sesuai dengan kententuan yang ditetapkan oleh Pemerintah kota Berlin . keterangan rencana kota Berlin . c) Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) d) Draft Rencana Anggaran Biaya. Struktur. Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana. Mekanikal dan elektrikal. f) Dan lain-lain. Tahap Pra-Rencana Teknis a) Gambar rencana tapak b) Gambar-gambar pra-rencana bangunan c) Perkiraan biaya pembangunan d) Garis besar rencana kerja & syarat-syarat (RKS) . perkembangan kemajuan teknologi pad a saat ini. b) Gambar pengembangan rencana arsitektur bangunan. meJiputi antara lain: 1) C. utilitas & parkir. d.Jerman. Tahap Persiapan Perencana IKonsep Desain. metode pelaksanaan. c) Laporan data dan informasi lapangan termasuk penyelidikan tanah sederhana. Tahap Pengembangan Rencana a) Gambar pengembangan rencana jaringan jalan. jumlah dan kualifikasi tim perencana. struktur bangunan dan utilitas.out line specifications. terutama peraturan tentang bangunan setempat (Berlin . e) Konsultasi rencana dengan dinas teknis/pemda setempat.

pengerasan. utilitas terhadap tapak. blok massa bangunan terhadap lahan.5) Tahap Pelelangan a) Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan b) Laporan bantuan teknis dan administrasi pada waktu pelelangan Tahap Pengawasan Berkala a) Laporan pengawasan berkala b) Dokumen petunjuk penggunaan. penghijauan dan sebagainya. b) Rencana Tapak dan site engineering (1:200) menunjukkan jaringan jalan. zone-zone lantai yang penting. dan perawatan 9.antara lain: a) Ketentuan tentang ruang yang berlaku untuk lahan. hubungannya dengan Pemberi Tugas. 4) 5) . perkerasan dan sebagainya. c) Denah bangunan (1:100) menunjukan posisi ruang. LAPORAN Jenis laporan yang harus diserahkan kepada pengguna jasa adalah : a. meliputi : a) Situasi (1 :500. seperti garis Sempadan Bangunan (GSB) Koefisien Dasar Bangunan (KDB). 1:200) menunjukan posisi jaringan jalan & utilitas.Jerman. Kondisi air tanah dan curah hujan Status lahan.Peta-Peta 2) Interprestasi KAK sehingga dapat diperoleh informasi tentang lokasi antara lain: a) b) c) d) e) f) Lokasi lahan dan bangunan sekitarnya Ukuran dan bentuk lahan yang jelas batas-batasnya. Konsep dasar pemikiran yang mencakup analisa terhadap informasi semua pihak (KAK) Pemerintahan Daerah setempatl Berlin . laporan yang disampaikan meliputi : 1) Survey Data: a) Data Primer . Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Gambar. tinggi bangunan. Kondisi lahan berkaitan dengan Usulan type pondasi yang akan dipakai.Master Plan . saluran air kotor. b) Standard-standard bangunan gedung setempat yang harus digunakan. listrik. Saluran-saluran kota yang ada disekitar lokasi. c) Peraturan-peraturan yang harus diikuti dalam perencanaan maupun pelaksanaan bangunan. 3) Informasi dari Pemerintah Daerah setempatl Berlin . Tahap Konsepsi Desain/Perancangan.Soil test untuk mengetahui komposisi tanah b) Data Sekunder . antara lain saluran air bersih. Data-data penunjang dan penerapannya terhadap rancangan. ukuran ruang.Jerman. gas dan telepon.Topografi . peralatanl perlengkapan/bangunan 6) pemeHharaan.

menunjukkan ruang dalam bangunan yang terpotong secara memanjang dan melintang.e) f) Tampak (1: 100) minimal dua buah yang menunjukkan pandangan ke arah bangunan. Mekanikal dan Elektrikal (1) Sistem jaringan supply dan distribusi yang berhubungan dengan lahan & bangunan dan jaringan-jaringan yang ada (one line drawing/skematik diagram) (2) Sisten jaringan supply dan distribusi semua sub system untuk tiaptiap bangunan (skematik diagram) (3) Sistem jaringan supply dan distribusi semua sub system untuk seluruh bangunan secara vertikal (skematik diagram) Semua sub-sistem tersebut (meliputi air bersih.. tinggi plafond dan sebagainya. 1) Laporan Teknis yang menjelaskan : a) b) c) d) Pemilihan konsep bangunan. tata cahaya dan lain-lain) harus digambarkan sedemikan rupa sehingga kaitan antara masing-masing sub-sistem secara keseluruhan sudah dapat terlihat jelas. sound system. ukuran ruang runjukkan zone-zone lantai yang penting. menunjukkan ruang dalam bangunan yang terpotong secara memanjang dan melintang. gas. tata udara. tinggi lantai. listrik. air kotor. utilitas terhadap tapak. blok massa bangunan terhadap lahan. laporan yang disampaikan meliputi : b. 1:200) menunjukan posisi jaringan [alan & utilitas. Tahap Pra-Rencana. tinggi plafond dan sebagainya. Potongan (1:100) minimal dua buah. Gambar-gambar yang meliputi : a) Arsitektur: (1) Situasi (1:500. Pemilihan sub system utilitas (Mekanikal dan Elektrikal) digunakan diluar dan dalam bangunan. Konsep tata ruanq luar dan pol a hijau. Struktur dan Konstruksi : (1) Sistem struktur bangunan (secara prinsip) (2) System basement. menunjukkan penampilan bangunan-bangunan dari sudut tertentu dilingkungannya. telepon. (5) Potongan (1:100) minimal dua buah. penghijauan dan sebagainya . yang 2) Laporan lain. antara lain tentang keadaan (availability) sub system serta peralatan-peralatan yang lain di pasaran (mudah/tidak dan ada beberapa macam pilihan dan sebagainya). d) Tata hijau/Lansekap: (1) Konsep tata ruang luar & blok massa bangunan (2) Konsep pola hijau 3) b) c) . (6) Perspektif. (3) Denah bangunan (1 :100) menunjukan posisi ruang. Pemilihan sub system struktur yang digunakan dalam bangunan. (4) Tampak (1:100) minimal dua buah yang menunjukkan pandangan ke arah bangunan. (2) Rencana Tapak dan site engineering (1:200) menunjukkan jaringan jalan. pengerasan. tinggi lantai.

Pekerjaan lain yang memerlukan detail lebih jelas . dimensi dan cara pembangunan tulangan-tulangannya. 1:5. saklar dan outlet serta groupingnya. air kotor. Basement dan metoda pelaksanaannya. Pemasangan emergency genset dan tangki bahan bakarnya. Penyambungan dan pemasangan untuk bangunan dengan bahan utama baja atau kayu.Pemasangan dan penyelesaian . b) Hasil Pengembangan Rancangan c) Perhitungan mengenai sistem dari sub sistem yang terpadu dengan hasil rancangan bangunan secara lebih rinci (setlap tahun anggaran). tunjukkan detail dari : . Titik-titik lampu. Elektrikal. Struktur. Sertai daftar gam bar Mekanikal dan Elektrikal. 1:25. b) Perhitungan biaya bangunan lengkap dengan jaringan utilitas. Penyambungan pada type hydrant. sebutkan jenis kabelnya. Pemasangan panel-panel kontrol. type Hose Box dan type Sprinkler. Lansekap). dimensi masingmasing beserta alat bantunya. 1: 10. (skala 1:50. laporan yang disampaikan meliputi : c. tunjukkan detail dari: . Panel-panellistrik (utama dan pembagi).Cara penyambungan pipa air bersih.Pondasi. Pelelangan setiap Tahap Pekerjaan per tahun 2) d. Mekanikal. 1:20. Sertai daftar gam bar. 1:5). disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. yang meliputi : a) Site engineering (skala 1:200. Rangka atap dan pemasangan penutupnya. 1:50. (skala 1:50.Sertai daftar gambar.4) Rencana Anggaran Biaya. b) c) . yang meliputi : a) Perhitungan biaya secara kasar yang dibutuhkan untuk masing-masing sub-slstem Uaringan [alan & utlitas. Tahap Dokumen Dokumen Pelelangan disusun untuk anggaran. d) Out line spesifikasi secara lebih rinci (setiap tahun anggaran) Laporan lain : Konsultan Perencana agar mempersiapkan produk yang diperlukan untuk mendapatkan ijin dari Pemerintah kota Berlin . 1:20. 1:100. Pemasangan armatur-armatur lampu. tunjukkan detail dari: . Penulangan lantai. 1:20. balok-balok dan tangga. Struktur dan Konstruksi.Jerman. Rencana. yang secara total berupa : 1) Gambar-gambar. 1:10). 1:2). Tahap pengembangan 1) Laporan Teknis yang menjelaskan : a) Hasil soil investigation/penyelidikan tanah terinci untuk mengetahui jenis Pengembangan Rancangan.

Mutu yang diijinkan.Tingkat pengujian (Iaboratorium. Data lelang memuat ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan jenis pekerjaan. b) c) d) e) RKS (terutama syarat teknis) dalam hal ini harus meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Pernyataan masukan (bahan.Jerman). Syarat Teknis pekerjaan sarnpai bag ian yang sekecil-kecilnya secara terinci dari masing-masing sub-sistem (Jaringan jalan & Utilitas.Standard yang digunakan untuk hal tersebut diatas . atau pengamatan dilapangan) . meliputi : penyusunan. Struktur. b) Persyaratan proses yang terutama menyangkut cara dan waktu. evaluasi penawaran dan penunjukkan penyedia jasa. Data lelang tidak menjadi bag ian dari kontrak. serta Tata Hijau/Lansekap). penyampaian. Lampiran-Iampiran. pembukaan. . Syarat-syarat Umum dan Syarat-syarat Khusus Kontrak.Cara pengujiannya.Cara penanganan bahan (processing) untuk semua bahan. . komponen maupun peralatan. evaluasi penawaran dan penunjukkan penyedia jasa. peralatan. standard yang digunakan (Serlin .Tingkat kualitas tahap tertentu sebelum proses berikutnya boleh dilanjutkan Persyaratan tentang produkloutput yang berupa bangunan atau bagian bangunan atau peralatan yang terpasang. . apabila dalam ketiga persyaratan terse but diatas masih belum dapat menjelaskan keinginan Konsultan Perencana.Persyaratan kualitas untuk masing-masing bagian bangunanl peralatan dari segi ketepatan. pembukaan.2) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) RKS terdiri dari 5 (lima) bagian : a) Instruksi Kepada Peserta Lelang berisi informasi yang diperlukan oleh peserta lelang untuk menyiapkan penawarannya sesuai dengan ketentuan. kekuatan dan "performance" secara keseluruhan.Jerman). . jelaskan: . lengkap untuk masing-masing subsistem dalam perancangan proyek. c) d) 3) Rencana Anggaran Biaya (RAB): a) RAB harus disusun berdasarkan gambar kerja dan RKS dengan memperhitungkan berbagai faktor pengadaaan bahan maupun alat. .Tingkat pembuktian kualifikasi tenaga yang diijinkan (pengujian lapangan. sertifikat dan bukti lain) .Urutan proses tersebut diatas yang disyaratkannya boleh dilanjutkan. Mekanikal & Elektrikal. penyampaian. meliputi: penyusunan. perlengkapan) dan penjelasan : . Bila perlu dapat ditambahkan syarat-syarat khusus (Berlin .Cara penanganan (handling) bahan atau peralatan yang disyaratkan. kerapian. b) RAB harus tajam dan realistis. jelaskan : .

Lansekap 7.8 tahun 5 . 3.Jerman dengan melakukan join operasi atau mengikutsertakan Tenaga Ahli setempat (Berlin Jerman) yang bersertifikat dengan ketentuan sebagai berikut : JML (org) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 KUALIFI KASI 81 81 81 S1 81 81 81 81 S1 81 81 81 81 SERTIFIKAT PENGALAMAN MINIMAL 15 tahun 9 . 10. . Interior 12. 1. TENAGA PENDUKUNG 1.8tahun No A. Mekanikal 8. Cost Estimator B. Arsitektur 4. Mekanikal & Elektrikal 4. Elektrikal 9. 8ipill 8truktur (Bgn) 5. Laporan Akhir Pekerjaan Perencanaan.8 tahun 5.8 tahun 9 . IT/lnformatika 13.8 tahun 5.8 tahun 5 . JABATAN TENAGAAHLI Team Leader (Arsitektur) Arsitektur 3. Mekanikal 10. 8ipill 8truktur (8gn) 6.8 tahun 5 . ASISTEN TENAGA AHLI 1. Konsultan Perencana harus menyediakan Tenaga Ahli yang memenuhi ketentuan untuk kegiatan perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Kedutaan Sesar Republik Indonesia di Berlin . Arsitektur 2.8tahun 5.8 tahun 5 . DAN WAKTU PELAKSANAAN Layanan Tenaga Ahli Untuk melaksanakan tujuan. 4) 5) Eksekutif Summary. Lansekap 1 1 1 Indonesia Indonesia Jerman Indonesia Jerman Indonesia Indonesia Indonesia Jerman Jerman Indonesia Indonesia Indonesia 2 2 2 2 S1 81 S1 81 1111- 4 4 4 4 tahun tahun tahun tahun C. Waktu Pelaksanaan Waktu yang disediakan untuk pekerjaan ini adalah 6 (enam) bulan sejak dikeluarkannya SPMK (8urat Perintah Mulai Kerja). 4. Surveyor Juru Gambar I CAD Operator Komputer Administrasi Kantor 2 4 2 03 03 03 S1 3 8555- 12 tahun 8 tahun 8 tahun 8 tahun b. LAYANAN KEAHLIAN a.12 tahun 5 . 2.8 tahun 5 . 4x dalam 1 bulan). ditambah dengan Pengawasan Berkala selama masa pelaksanaan konstruksi yaitu 6 (enam) bulan (min.12 tahun 5. 2. Sipill 8truktur 3.c) RAB berdasarkan Bill Of Quantity (BQ) yang disusun menurut jenis pekerjaan yang ada dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Elektrikal 11.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->