Anda di halaman 1dari 5

Gastritis

1.

DD - Ulkus peptikum - GERD - Kanker lambung - Penyakit traktus biliaris - Keracunan makanan Cara mendiagnosis a. Anamnesis - Nyeri panas dan pedih di epigastrium - Mual - Muntah - Anoreksia - Sendawa - Kembung - Riwayat penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu - Jika gastritis memberat, dan menimbulkan hematemesis, melena b. Pemeriksaan fisik - Pucat - Lemah - Keringat - Takikardia - Nyeri tekan epigastrium c. Pemeriksaan penunjang - Lab y Darah rutin : anemia y ELISA test serologi yang memiliki sensitifitas dan spesifitas lebih dari 90% untuk mediagnosis gastritis yang disebabkan h.pylori y 13- C Urea breath test Test ini memiliki sensitifitas dan spesitifitas 90% dan jika test ini positif mengindikasi kan terjadi infeksi aktif. Namun kelemahan dari test ini adalah mahal y PA Penilaian histologis dari biopsi dari antrum dan corpus gaster lebih definitif tetapi lebih mahal dibandingkan rapid urea test. Ini digunakan bila pasien dengan suspek H. Pylory memiliki rapid urea test nya negatif Degradasi epitel Hyperplasia foveolar Infiltrasi netrofil Inflamasi sel mononuklear Folikel limfoid Atropi Intestinal metaplasia Hyperplasia sel endokrin Kerusakan sel parietal
-adis-

2.

Endoskopi tidak diindikasikan untuk mendiagnosis H. Pilory. Endoscopy dapat memberikan gambaran erosi superficial hingga hemorrage yang disebabkan oleh ulserasi akut y Eritema y Elsudatif y Flat-erosion y Raised erosion y Perdarahan y Edematous-rugae

3.

Definisi Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung. Epidemiologi - Insidensi H. pylori mendekati 90% pada orang dewasa dan anak-anak lebih tinggi - Insidensi gastritis meningkat seiring dengan pertambahan umur - Insidensi gastritis yang disebabkan infeksi H. Pylori meningkat pada usia 8-16 tahun. - Sosioekonomi yang rendah dan riwayat keluarga yang memiliki ulkus gaster juga berhubungan dengan kejadian gastritis Etiologi - Infeksi : Helicobacter pylori (paling sering), sitomegalovirus, candida - Obat-obatan (eg. NSAID) - Alkohol - Rokok - Minuman berkafein (eg. kopi) - Stres - Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung seperti trauma, luka bakar dan sepsis - Ketidakteraturan makan Klasifikasi Berdasarkan perjalanan penyakit : - Gastritis akut Paling sering di jumpai di klinik gastritis akut erosif (suatu peradangan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis) - Gastritis kronis suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori Berdasarkan etiologi : Gastritis karena H. Pylori dan Gastritis NSAID Gastritis karena alkohol Gastritis erosiva

4.

5.

6.

-adis-

7.

Patofisiologi - Gastritis karena H. pylori y Bakteri H. pylori menghasilkan enzim urease yang sangat kuat mengubah urea dalam lambung menjadi ammonia bakteri H.pylor yang diselubungi awan amoniak yang dapat melindungi diri dari keasaman lambung. y H. Pylori dengan flagella menempel pada dinding lambung multiplikasi. y Bagian yang menempel pada epitel mukosa lambung disebut adheren pedestal. Melalui zat yang disebut adhesin, H. Pylori berikatan dengan satu jenis gliserolipid yang terdapat di dalam epitel y Bakteri H.Pylori mengeluarkan katalase, oksidase, alkaliposfatase, gamma glutamil transpeptidase, lipase, protease, dan musinase. Enzim protease dan fosfolipase diduga merusak glikoprotein dan fosfolipid yang menutup mukosa lambung. y H. Pylori mengeluarkan toxin peradangan dan reaksi imun - Gastritis NSAID y NSAID menghambat siklooksigenase mukosa lambung sebagai pembentuk prostaglandin dari asam arakidonat yang merupakan salah satu faktor defensif mukosa lambung yang sangat penting. y NSAID kandungan asamnya bersifat korosif merusak sel-sel epitel mukosa secara topikal y Aspirin menurunkan sekresi bikarbonat dan mukus oleh lambung kemampuan faktor defensif terganggu Tatalaksana Pengobatan gastritis meliputi : - Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi - Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dapat dijumpai. - Pemberian obat-obat antasid atau obat-obat ulkus lambung yang lain.

8.

Pada gastritis, penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan : Gastritis akut y Non farmakologi Edukasi : hindari alkohol. Nutrisi  Diet mengandung gizi dianjurkan Bila pasien mampu makan melalui mulut  Jus lemon encer atau cuka encer u/ menetralisir alkali Cairan perlu diberikan secara parenteral Bila gejala menetap y Farmakologi Bila perdarahan terjadi, lakukan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran gastrointestinal Antasid : menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri Acid blocker : membantu mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi. Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat H.pylori. Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus. y Reaksi lambung diperlukan untuk mengatasi obstruksi pilorus.
-adis-

y Operatif Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau perforasi. Gastritis kronis y Non farmakologis Diet diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering. Mengurangi stress y Antiobiotik (seperti tetraciklin , amoxillin) dan gram bismuth (pepto-bismol) mengatasi H. Pylori

Dari sumber lain!! - NSAID Gastritis, penangannya adalah y Farmakologi Sukralfat 1 gr 4 x 1


y

Ranitidin 150 mg 2 x 1

PPI (proton pump inhibitor); Omeprazol 20 mg sekali dalam sehari Nonfarmakologi Hentikan penggunaan NSAID

H. Pylori Gastritis y Regimen I PPI dosis ganda


y

Clarithomisin 2 x 500 mg Amoxicilin 2 x 100 mg

Regimen II PPI dosis ganda Clarithomisi 2 x 500 mg Metronidazol 2 x 500 mg

Regimen III PPI dosis Ganda Tetrasiklin 4 x 500 mg Metronidazol 2 x 500 mg Subsalisilat Bismuth

9.

Pencegahan - Tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi lambung - Makan teratur atau tidak terlalu cepat - Mengurangi makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak - Hindari merokok dan banyak minum kopi/alkohol - Kurangi stres

10. Prognosis 11. Komplikasi


-adis-

Perdarahan saluran cerna Ulkus Penyempitan antrum-pilorus Karsinoma lambung

12. KDU : 4

-adis-