Anda di halaman 1dari 19

Analog to Digital converter____________________________________________________

MAKALAH DASAR TELEKOMUNIKASI

KONVERSI ANALOG KE DIGITAL

DISUSUN OLEH :

DANANG FAJAR R F 441 10 072

UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2011

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudahmudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, temanteman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini ( Konversi Analog Ke Digital ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Palu,

Juni 2011

Penyusun

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________

DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................... Kata Pengantar...................................................................................................... Daftar Isi...............................................................................................................

i ii iii

BAB I Pendahuluan ........................................................................................... 1.1 Latar Belakang........................................................................................ BAB II Pembahasan Pengubah Analog ke Digital................................................ 2.1 Komponen Utama ADC........................................................................... 2.2 Digital To Analog Converter.................................................................... 2.3 Analog To Digital Converter.................................................................... 2.4 Parameter ADC........................................................................................

1 1 2 3 7 9 11

BAB III Penutup................................................................................................... 1. Kesimpulan ............................................................................................... 2. Saran ......................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................

14 15 15 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sistem telepon di dunia diperkenalkan oleh Graham Bell pada tahun 1876. Sejak saat itu, manusia berusaha mengembangkan teknik telekomunikasi, antara lain dengan Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________
3

Analog to Digital converter____________________________________________________ metode multipleksing, yakni teknik untuk mentransmisikan sinyal komunikasi media transmisi yang efisien. Sinyal telepon/ suara adalah sinyal yang berbentuk analog dan metode multipleksing pertama kali adalah dengan melakukan pemisahan frekuensi (FDM), yakni dengan melakukan modulasi pada sinyal-sinyal informasi dengan frekuensi yang berbeda. Selanjutnya dilakukan penggabungan dan ditransmisikan. Perkembangan teknik telekomunikasi, mengarah pada sistem komunikasi digital, yang lebih efisien dan relatif tidak rentan terhadap noise. Sehingga untuk mentransmisikan sinyal-sinyal analog, pertama kali sinyal tersebut harus dirubah ke dalam bentuk digital yang bersesuaian. Pada Tulisan ini, akan dibahas teknik perubah analog to digital dengan metode Successive Approximation Register atau disingkat SAR yang linear. Analog to digital converter (ADC) adalah suatu cara untuk melakukan konversi sinyal analog ke bentuk digital yang bersesuaian. Ada bermacam cara untuk melakukan konversi tersebut, antara lain dengan menggunakan counter, ramp (kapasitor) dan SAR. Metode SAR memiliki kelebihan dari teknik lain, yakni waktu konversi yang tetap, yakni sesuai dengan jumlah bit yang diinginkan. Biasanya untuk sistem komunikasi telepon digunakan 8 bit, sehingga waktu konversi adalah 8 kali sinyal clock. Waktu konversi ini, akan sangat memudahkan proses sinyal selanjutnya, karena dapat dibayangkan dengan perbedaan waktu konversi pada tiap sinyal sampling tentu akan sangat mengganggu proses multipleksing.

BAB II PENGUBAH ANALOG KE DIGITAL (ADC)


Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi sinyal sinyal digital. IC ADC 0804 dianggap dapat memenuhi kebutuhan dari rangkaian yang akan dibuat. IC jenis ini bekerja secara cermat dengan menambahkan sedikit komponen sesuai dengan spesifikasi yang harus diberikan dan dapat mengkonversikan secara cepat suatu masukan tegangan. Hal-hal Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________
4

Analog to Digital converter____________________________________________________ yang juga perlu diperhatikan dalam penggunaan ADC ini adalah tegangan maksimum yang dapat dikonversikan oleh ADC dari rangkaian pengkondisi sinyal, resolusi, pewaktu eksternal ADC, tipe keluaran, ketepatan dan waktu konversinya. Beberapa karakteristik penting ADC : 1. Waktu konversi 2. Resolusi 3. Ketidaklinieran 4. Akurasi Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang nilainya proposional. Jenis ADC yang biasa digunakan dalam perancangan adalah jenis successive approximation convertion atau pendekatan bertingkat yang memiliki waktu konversi jauh lebih singkat dan tidak tergantung pada nilai masukan analognya atau sinyal yang akan diubah. Secara singkat prinsip kerja dari konverter A/D adalah semua bit-bit diset kemudian diuji, dan bilamana perlu sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Dengan rangkaian yang paling cepat, konversi akan diselesaikan sesudah 8 clock, dan keluaran D/A merupakan nilai analog yang ekivalen dengan nilai register SAR. Apabila konversi telah dilaksanakan, rangkaian kembali mengirim sinyal selesai konversi yang berlogika rendah. Sisi turun sinyal ini akan menghasilkan data digital yang ekivalen ke dalam register buffer. Dengan demikian, keluaran digital akan tetap tersimpan sekalipun akan di mulai siklus konversi yang baru.

2.1 Komponen Utama Analog to Digital Converter (ADC) 2.1.1 Komparator Tegangan Komparator tegangan adalah sebuat rangkaian yang dapat membandingkan besar tegangan masukan. Komparator tegangan biasanya menggunakan Op-Amp sebagai piranti utama dalam rangkaian. Ada dua jenis komparator tegangan, yaitu komparator tegangan sederhana, dan komparator tegangan dengan histerisis. a. Rangkaian Komparator tegangan sederhana

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________

Gambar 1.Rangkaian Komparator Tegangan Sederhana

Vref di hubungkan ke +V supply, kemudian R1 dan R2 digunakan sebagai pembagi tegangan, sehingg nilai tegangan yang di referensikan pada masukan + op-amp adalah sebesar : V = [R1/(R1+R2) ] * Vsupply Op-amp tersebut akan membandingkan nilai tegangan pada kedua masukannya, apabila masukan (-) lebih besar dari masukan (+) maka, keluaran op-amp akan menjadi sama dengan Vsupply, apabila tegangan masukan (-) lebih kecil dari masukan (+) maka keluaran op-amp akan menjadi sama dengan + Vsupply. Jadi dalam hal ini jika Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi Vsupply, jika sebaliknya, Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi + Vsupply.Untuk op-amp yang sesuai untuk di pakai pada rangkaian op-amp untuk komparator biasanya menggunakan op-amp dengan tipe LM339 yang banyak di pasaran.

b. Rangkaian Komparator tegangan dengan histerisis Tujuan dari rangkaian histerisis adalah untuk meminimalkan efek noise pada tegangan masukan. Misalnya tegangan referensinya di set 3,3 V, sedangkan itu juga memiliki nois sebesar 0,1 V, maka jika tegangan inputnya tepat 3,3V, maka keluarannya akan berfluktuasi sesuai dari noise-nya. Dengan menggunakan komparator dengan histerisis, maka keluarannya tidak akan berlogika -Vsupply sebelum Vinput melewati batas atas, dan sebaliknya, keluarannya tidak akan mengeluarkan tegangan +Vsupply sebelum Vinput melewati batas bawah. Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________

Gambar 2.Komparator dengan Histerisis 2.1.2 Flip flop

Dalam sirkuit digital, flip-flop adalah istilah untuk sebuah sirkuit elektronik (sebuah Multivibrator bistable) yang memiliki dua kondisi stabil dan dengan demikian mampu dijadikan sebagai satu memori.Sebuah flop-flip biasanya dikontrol oleh satu atau dua sinyal kontrol dan / atau gerbang atau sinyal clock. Output sering kali berisi komplemen serta output normal.Flip-Flop dapat dibagi lagi menjadi beberapa tipe berdasarkan penerapan umum , baik asynchronous atau yang berdasarkan sekuen clock sistem: RS ("set-reset"), D ("data" atau "penundaan" ), T ("toggle "), dan JK (MasterSlave) adalah jenis yang umum, semua yang dapat dibuat dari (sebagian) jenis lainnya oleh beberapa gerbang logika. Perilaku tipe tertentu dapat dijelaskan oleh apa yang disebut persamaan karakteristik (tabel kebenaran). Salah satu contoh D (Delay) flip-flop adalah sebagai berikut :

Gambar 3.Delay Flip Flop

Tabel Kebenaran

CK

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________ 0 1 1 1 1 0 1 1 X X 1 0 X X 0 1 1 0

Gambar 4.Flip-flop dan tabel kebenarannya

Flip-flop jenis lain adalah JK flip-flop atau yang biasa dikenal dengan Master-Slave flip-flop. Untuk jelasnya dapat dilihat berikut ini :

Gambar 5.Master-Slave flip-flop

Tabel Kebenaran JK Flip-flop

INPUTS Preset 0 0 1 1 1 1 Clear 0 1 0 1 1 1 Clock X X X J K

OUTPUTS Q 1 1 0 0 1 0 Q' 1 0 1 Q' 0 1


8

X X X X X X 0 1 0 0 0 1

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________ 1 1 1 1 0 1 1 TOGLE Q Q'

X X

Gambar 5.JK Flip-flop

Dengan menggunakan rangkaian flip-flop, dapat dibangun sebuah up/down counter, contoh sebagai berikut :

Gambar 6. Ripple Counter dengan JK FF (Up Counter)

2.1.3 Ring Counter

Ring counter seperti sebuah register geser, dimana nilai logik 1 bergeser secara bergantian dari satu flip-flop ke flip=flop yang lain. Unpan balik nilai akhir menjadikan kondisi awal terjadi lagi. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

Analog to Digital converter____________________________________________________

Gambar 7. Ring Counter

2.2 Digital to Analog Conveter

Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan bagaimana membangun sebuah 8-bit digital untuk konverter analog dengan masukan paralel. Jika Anda tidak tahu apa artinya ini, baik yang hanya sebuah sirkuit yang akan mengambil input nomor 8-bit digital dari 0 (00.000.000) sampai 255 (11111111), dan output nilai relatif pada skala dari 0 sampai 5V.Proses matematika yang menggambarkan proses ini sangat sederhana, sebuah konverter 8 bit akan membagi 5 volt ke 255 langkah, setiap langkah memiliki nilai: 5 / 255 = 0.019 V.Maka tegangan output untuk converter harus sama dengan input biner dikalikan dengan nilai langkah, misalnyauntuk masukan dari 129 (1000 0001 dalam biner) tegangan output harus: 129 X 0,019 = 2.451V

Berikut ini adalah diagram fungsional disederhanakan dari DAC 8-bit.

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

10

Analog to Digital converter____________________________________________________

Gambar 8 Blok Diagram ADC 8 Bit Untuk membangun sebuah konverter digital to analog, dapat digunakan metode R/2R seperti gambar berikut :

Gambar 9 Analog to Digital Converter Metode R/2R

MSB atau Most Significant Bit, adalah bit yang paling besar nilainya, yakni setengah dari tegangan input maksimum. Sedangkan LSB atau Least Significant Bit adalah bit yang nilainya terkecil atau setara dengan 1/255 dari nilai tegangan input (28 = 256). Biasanya, sinyal DAC di-buffer dengan IC op-amp, sehingga nilai output memiliki stabilitas yang lebih baik, seperti gambar berikut ini:

Gambar 10.DAC dengan Buffer

2.3 Analog To Digital Converter

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

11

Analog to Digital converter____________________________________________________ Seperti telah disinggung diatas, bahwa terdapat beberapa macam teknik ADC. Teknik ADC yang paling sederhana yakni dengan metode counter. Sebuah sinyal dimasukkan ke sebuah comparator selanjutnya counter akan mulai menghitung maju. Bit-bit couter diumpankan ke subuah DAC dan keluaran DAC tadi akan dikoparasi dengan sinyal input. Apabila keluaran komparator belum berubah, maka sinyal clock terus bekerja. Misalkan range Vin input adalah 0-5 Volt, maka nilai 1 bit (LSB) adalah 5/255 volt = 0,019 Volt. Apabila nilai Vin 2 volt, maka jumlah clock = 2/0,019 = 102 pulsa clock. Pada nilai puncak, maka jumlah clock adalah sebanyak 255 pulsa clock. Menurut teorema nyquist, nilai pemodulasi minimum 2 kali frekuensi informasi. Frekuensi maksimum sinyal suara adalah 4 kHz, sehinga frekuensi sampling sebesar 2 x 4 kHz = 8 kHz. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konversi adalah 1/8000 = 125 s. Frekuensi clock maksimum adalah sebanyak 255 pada tegangan maksimum, sehingga frekuensi clock minimum yang dibutuhkan adalah = 255 pulsa dalam 125 s atau 2040 kHz.Konfigurasi umum adalah sebagai berikut :

Gambar 11. Blok Diagram ADC dengan Teknik Counter

Teknik lain adalah dengan metode Ramp, dimana pada teknik ini dimanfaatkan sifat dari kapasitor yang dapat mengisi dan mengosong. Dengan frekuensi tertentu, maka kapasitor akan terus mengisi selama sinyal clock ada, dan akan berhenti pada saat nilai komparator berubah.Pada metode SAR, input DAC diumpankan MSB, atau setara dengan setengah dari nilasi maksimum. Apabila nilai tersebut terlalu besar terhadap Vin atau komparator berubah, maka MSB akan direset dan MSB kedua (2nd MSB) akan diset atau setara dengan nilai maksimum. Selanjutnya apabila nilai tersebut lebih kecil dari Vin, maka MSB kedua dipertahankan, selanjutnya bit ketiga akan diset 1. Begitu seterusnya hingga pada bit terakhir atau LSB.Contoh, nilai Vin = 3 Volt, maka proses yang berjalan adalah sebagai berikut : Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________
12

Analog to Digital converter____________________________________________________

Tabel 1 Proses ADC dengan Teknik SAR

Secara sederhana, blok diagram ADC dengan teknik SAR adalah sebagai berikut:

Gambar 12. ADC dengan teknik SAR

Apabila data output diserikasn, maka bit rate dari hasil konversi analog ke digital 8 bit dengan frekuensi sinyal input maksimum 4 kHz adalah sebesar 64 kbps. Ketelitian sebuah konverter analog ke digital adalah 1 LSB. Apabila sinyal digital dikonversi kedalam 8 bit, dan tegangan input masimum 5 Volt, maka faktor kesalahan terbesar adalah sebesar 5/255 = 0,0196 volt.Pada sinyal-sinyal input yang kecil, sinyal to noise ratio (SNR) akan lebih besar. Hal ini biasanya diatasi dengan menggunakan penguat logaritmis. Sebuah algoritma A-Law -adalah algoritma companding standar, digunakan di Eropa sistem komunikasi digital untuk mengoptimalkan, yaitu, memodifikasi, rentang dinamis sebuah sinyal analog untuk digitasi.Hal ini mirip dengan algoritma -hukum yang digunakan di Amerika Utara dan Jepang.

Untuk masukan yang diberikan x, persamaan untuk encoding A-hukum adalah sebagai berikut:

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

13

Analog to Digital converter____________________________________________________ Dimana A adalah sebuah parameter kompresi. Di Eropa nilai A = 87.7; kadang nilai 87.6 juga digunakan. Fungsi invers A-law diberikan pada persamaan berikut ini,

2.4 Parameter Analog to Digital Converter (ADC) Kuantitas penting dalam ADC adalah rentang tegangan terkecil yang tidak dapat mengubah hasil konversi. Rentang tegangan ini sering disebut dengan Minimal Representable Voltage (MRV) atau LSB.MRV = LSB = FS / 2 n.(1) dimana LSB menunjukkan nilai analog dari suatu Least Significant Bit (LSB), dan FS (Full Scale) adalah nilai maksimum dari tegangan referensi. Karena semua tegangan dalam jangkauan ini diwakili oleh bilangan biner yang sama, maka akan terdapat ketidakpastian konversi sebesar _ LSB untuk setiap pengubahan. Masalah ini dapat dikurangi dengan menambah jumlah bit pada output pengubah. Output maksimum suatu ADC tidak berada pada nilai FS akan tetapi pada 7/8 FS. Misalkan sebuah ADC 3 bit ideal, akan mempunyai LSB sebesar 1/8 FS. Jangkauan input akan dikuantisasikan pada delapan tingkat dari 0 sampai 7/8 kali FS. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 13.Parameter Hasil konversi ADC Terdapat berbagai cara mengubah sinyal analog ke digital, dalam pekerjaan ini dipakai metode pendekatan berturutan atau succesive approximation. Karena ADC dengan jenis ini sudah banyak di pasaran dalam bentuk chip sehingga mempermudah pemakaian. Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________
14

Analog to Digital converter____________________________________________________ Metode ini didasari pada pendekatan sinyal input dengan kode biner dan kemudian berturut-turut memperbaiki pendekatan ini untuk setiap bit pada kode sampai didapatkan pendekatan yang paling baik. Untuk meyimpan kode biner pada setiap tahapan dalam proses digunakan Succesive Approximation Register (SAR). Gambar 14a, 14b, 14c adalah diagram langkah pengubahan untuk 3 bit SA-ADC. Konversi diawali dari most significant bit (MSB) diset tinggi, ini identik dengan memperkirakan nilai input adalah _ FS. Komparator akan membandingkan output DAC dengan tegangan input dan memerintahkan pengendali untuk mematikan MSB jika perkiraan mula-mula ternyata lebih besar dari tegangan input. Pada periode clock selanjutnya pengendali menyalakan MSB berikutnya, kemudian kembali

membandingkan output dari DAC dengan sinyal input. Proses ini terus diulang sampai pada LSB. Setelah sampai pada tahap ini nilai konversi yang berada pada SAR adalah pendekatan yang terbaik dari sinyal input. Dalam proses ini diambil asumsi bahwa sinyal input konstan selama konversi.

Gambar 14a, Diagram langkah pengubahan untuk 3 bit SA-ADC

Gambar 14b,Diagram langkah pengubahan untuk 3 bit SA-ADC

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

15

Analog to Digital converter____________________________________________________

Gambar 14c,Diagram langkah pengubahan untuk 3 bit SA-ADC

BAB III
Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________
16

Analog to Digital converter____________________________________________________

PENUTUP
Allhamdulilah, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas terlaksananya pembuatan makalah ini, dan penulis ucapkan terima kasih kepada seluruh orang yang telah membantu dan memotivasi penulis atas makalah ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin.

KESIMPULAN DAN SARAN


Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

17

Analog to Digital converter____________________________________________________ 1. Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi sinyal sinyal digital. 2. Kuantitas penting dalam ADC adalah rentang tegangan terkecil yang tidak dapat mengubah hasil konversi. Rentang tegangan ini sering disebut dengan Minimal Representable Voltage (MRV) atau LSB.MRV = LSB = FS / 2 n.(1) dimana LSB menunjukkan nilai analog dari suatu Least Significant Bit (LSB), dan FS (Full Scale) adalah nilai maksimum dari tegangan referensi. 3. Nilai kesalahan/ error pada ADC maksimum sebesar 1 LSB 4. Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi sinyal sinyal digital. 5. ADC dengan menggunakan teknik SAR memiliki kerumitan sendiri, tetapi dengan kemajuan teknologi dalam bidang mikrokontroller, hal tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. 6. Untuk keperluan pengukuran, sebaiknya ADC memiliki jumlah bit yang lebih banyak, sehingga tingkat ketelitian akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

18

Analog to Digital converter____________________________________________________

1. Binsar

P.

Sitorus

(2011)

Konverter

Analog

ke

Digital.From

http://brightsiteofmylife.blogspot.com/2011/01/konverter-analog-ke-digital.html,19 Juni 2011

2. Bobby

(2008)

ADC

Analog

to

Digital

Converter

).From

http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/11/23/adc-analog-to-digital-converter/,19 Juni 2011

3. ELEKTRO Online. (1996-2000 ) Nomor 33, Tahun VI, Oktober 2000, Pengubah Analog ke Digital.From http://www.elektroindonesia.com/elektro/elek33.html,20 Juni 2011

Elektro Untad 2011 ______________________________________________________________

19