P. 1
24449681 Daftar Obat Esensial Nasional

24449681 Daftar Obat Esensial Nasional

|Views: 37|Likes:
Dipublikasikan oleh Olvi Aderine

More info:

Published by: Olvi Aderine on Jun 22, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1. Proses revisi
  • 14. ObatGigi Dan Mulut
  • 28. Obat Telinga, Hidung dan Tenggorokan
  • 17. ObatKardiovaskuler
  • D. Penyerbarluasan DOEN 2008
  • 18. ObatTopikal
  • 20. Larutan Elektrolit dan Nutrisi
  • 23. Psikofarmaka
  • 2. ANESTETIK
  • 3. ANTIALERGI dan OBAT untukANAFILAKSIS
  • 6. ANTIINFEKSI
  • 6.2.2.1 Tetrasiklin
  • 6.5.2.1 Untuk Pencegahan
  • 6.5.2.2 Untuk Pengobatan
  • 6.6.2.1. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI)
  • 6.6.2.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI)
  • 6.6.2.3 Protease Inhibitor
  • 10. DARAH, OBAT yang MEMPENGARUHI
  • 11. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA
  • 13. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN
  • 14. GIGI dan MULUT, OBAT dan BAHAN untuk
  • 15. DIURETIK
  • 16. HORMON, OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK
  • BAHAN RANGAN *J

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

DAFTAR OBAT
ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). DDEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Apt. mencakup upaya diagnosis. Revisi DDEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DDEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. MAppSc. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. revisi terakhirdilakukan pada tahun 2005. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DAFTARISI Halaman Kata Sambutan Daftar lsi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. Kepada semua pihak yang telah memberikan DDEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. Diharapkan dengan berlakunya DDEN tahun 2008 ini. terapi dan rehabilitasi. 140 100 965 105 107 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . Db at esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. PENDAHULUAN Bab II. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DDEN. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konftik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks 21 59 iii 81 91 97 101 103 ra. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah danjenis yang cukup. Kustantinah. NIP. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Daftar Obat Terbatas u ntuk Puskesmas 2008 LAMPI RAN-LAMPI RAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. profilaksis.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. pola penyakit. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Mengingat 1. bahwa Daftar Dbat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SKlVII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Drganisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. c. 7. Peraturan Pemerintah Pemerintahan antara Pemerintah Daerah Nomor 82. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini Kedua iii Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 iv . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 11. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Pemerintahan Daerah Propinsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431 ). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). tentang 12. 4. Tambahan Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah. b. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Drganisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. 2. 5. 10. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/X11/2007. 9.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SKlVIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SKlIII/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DDEN) 2008. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). MEMUTUSKAN: Menetapkan Kesatu KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SKlIII/2006 Kebijakan Dbat Nasional. dan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Lembaran Negara Nomor 4737). serta program kesehatan. 8. Susunan Drganisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Fungsi. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. 6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/l/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.

Penerapan DDEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. keamanan. Keempat LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 7911MENKES/SKNIII12008 TANGGAL: 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam Ketujuh Ditetapkan di Jakarta pada tanggal21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. Dengan ditetapkannya Keputusan ini. Penerapan DDEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. v Daftar Obat Esensial Nasional2008 . Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga Daftar Obat Esensial Nasional (DDEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SKlVII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. memeratakan.

maka revisi pada tahun 2008. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. Keberpihakan kepada kepentingan anak. yaitu 4 (empat) orang. dan pentingnya pernyataan conflicting ofinterestdari para anggota tim ahli. proses revisi. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. 5. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. Organisasi Kesehatan Dunia . 4. juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. termasuk bentuk sediaan. Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. Seluruh proses pembahasan. BABI PENDAHULUAN 3. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. 6. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. dalam beberapa hal antara lain: 1. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. Pada tahun 2007. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007).World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. Mengingat beberapa hal di atas.BABI PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. telah dirintis kearah perbaikan tersebul. 2.

. . yang dirancang dengan baik. 3. sebagai berikut: TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS la Ib Iia OF EVIDENCE) Fakta diperoleh dari meta anal isis uji klinik acak dengan kontrol. DPHD Askes). seluruh obat yang ada dalam DDEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DDEN. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita. tanpa acak. (8). (5). Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasionallndonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan oba!. DDEN merupakan stan dar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. profilaksis. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol.Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. (6). termasukstabilitas dan bioavailabilitas. sarana dan fasilitas kesehatan. Mutu terjamin. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. . Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DDEN. Dbatjadi kombinasi tetap.Obat dengan sifatfarmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. studi korelasi. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan. . Penerapan Konsep Dbat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. (7). Pedoman Pengobatan. Formularium Rumah Sa kit.Obat yang telah dikenal. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. dan studi kasus.Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Dbat Esensial Nasional (DDEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. (4).Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). pilihan dijatuhkan pada : . terapi dan rehabilitasi. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik.Mudah diperoleh. c. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya lain yang dirancang dengan baik. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DDEN. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa.A. . . (3). Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. Dalam pelaksanaan revisi. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftarobatterbatas lain (DaftarDbat PKD. (2). 2. a. IV 2. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya. Kriteria Obat Esensial Nasional a. harus memenuhi kriteria berikut: . satu studi quasi-eksperimental jenis lib III Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik.Obat yang stabilitasnya lebih baik.Obat yang sifatnya paling banyakdiketahui berdasarkan data ilmiah. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. b. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. seperti studi komparatif. Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinikdari pakaryang disegani. 1. . . mencakup upaya diagnosis. 2 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 3 .

Pemerintahan Daerah Propinsi. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan oba!. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. Informatorium Obat Nasionallndonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyaraka!. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Saki!. keamanan. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. efek samping. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. masing-masing daerah kabupaten I kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan oba!. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Saki!. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain: Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Db at Esensial menggunakan nama generik. b. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). kabupaten maupun kota. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. Penerapan DDEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. kelengkapan dan tidak menyesatkan. Pengembangan Informatorium Obat Nasionallndonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan oba!. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DDEN adalah mengika!. C. 3. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. dosis. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. e. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. dengan perencanaan yang tepa!. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan oba!. dosis dan lama pengobatan. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) I Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DDEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebu!. d. Bentuk sediaan.Penerapan DDEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Pembelian yang transparan dan kompetitif. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. sehingga dapat disusun 4 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 5 . misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu.

baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. 6. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. baik pemerintah maupun swasta. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. kontraindikasi. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. b. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Jalurlain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Organisasi Profesi yang terkait c. epidemiologi. Instansi Pemerintah I Swasta b. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). pendidikan dan penelitian lain. 5. efek samping. interaksi obat dan bentuk sediaan.q. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). 8. supervisi. 7. yang relatif murah harganya. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. dan penelitian kesehatan. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. farmasi. Informasi tersebut meliputi indikasi. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten I kota I provinsi) dan tingkat pusa!. Puskesmas. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. 9. Komunikasi. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan oba!. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. pendidikan. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379. peringatan perhatian. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. pemerintah c. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. dan pendidikan. dosis. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. 6 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 7 . Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. cara penggunaan.A/Menkes/SK/XI/2002. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan.

b. pengemasan dan pemberian label. 3. 8 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 9 . ObatSumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. 10. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). informasi dan pengelolaan. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi.c. d. b. Empat prinsip utama obat do nasi adalah : a. obat dikelompokkan sub-subkelas terapi. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedomanistandar yang berlaku. B. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan oba!. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. c. b. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. d. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. kedua. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. misalnya : garam orali!. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. Menyelenggarakan komunikasi. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. berdasarkan kelas. lsi dan Format DOEN a. mutu obat dan masa berlaku obat. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. 2. Tata Nama a. dituliskan diantara tanda kurung. c. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). c. subkelas dan kadang-kadang subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun d. DOEN Rumah Sakit sama dengan Satu jenis obat dapat dipergunakan sediaan dapat terdiri dari beberapa Dalam DOEN. Dalam setiap berdasarkan abjad nama oba!. Dalam pelaksanaannya. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. Terminologi 1. DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. Pengertian dan Singkatan a. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. Tidak menggunakan standarganda bagi mutu obat yang didonasikan. injeksi intravena dan sebagainya. Untuk obat yang belum terdaftardi Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk jenis kekuatan. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. misalnya : tablet salut enterik. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai.

Tirn ahli dan konsultan bekerja bersarna dalarn pernbahasan yang dibagi dalarn beberapa kali pernbahasan berdasarkan kelas terapi.rn.v. narnun pernbahasan tidak lagi hanya berdasar pernbuktian tingkat ke-4. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departernen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat prograrn. Selain inforrnasi dari konsultan dan tirn ahli. sekretariat rnendukung dengan inforrnasi dari Cochrane review dan WHO Library. Pernaharnan konsep DOEN. tetapi rnengkaji seluruh obat dalarn DOEN 2005. Proses Pembaharuan Revisi Pernbahasan bukan hanya dari us ulan yang rnasuk. Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah saki!. telah bekerja sesuai dengan kornpetensi. Obat esensial adalah lantai bukan langit-Iangit. Dengan pernaharnan ini. Hal ini dilakukan rnengingat perkernbangan ilrnu kedokteran yang belurn tertarnpung di dalarnnya. Singkatan arnp btl bls ih inj inj dlrn rninyak inji. persoalan yang rnuncul kernudian yaitu rnasalah perbedaan persepsi dan pengertian obat prograrn. Hal ini terlihat dari berbagai pernbatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. sekarang ini sudah bukan lagi pernbatasan. inj p. baik dari prograrn dan rnaupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD).k. Dari proses ini. Konsultan terutarna yang bertanggung jawab atas data EBM.k.a. Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. injs. dikombinasikan dengan obat lain (i). Obat esensial adalah kebutuhan rninirnal dalarn pelayanan kesehatan. Lain-lain (1) Penulisan informasi pad a kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a). Untuk rnengatasi hal ini telah disepakati. pembatasan indikasi (c). rnulai disosialisasikan kernbali. misalnya kotak 100 vial. (2) (3) (4) larinfus OAT serb serbaktif serb inj serb inj i. pendapat ahli sernata. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efeksamping (b). inj infiltr inj i. inj i. kapl kaps ktk ktg lar larrektal arnpul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalarn rninyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intrarnuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it). diperlukan perhatian terhadap sifatlcara kerja obat (f).v. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). serb kering sir sirkering sup susp tab tab kunyah tabsalut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts ttsmata ttstelinga larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetesmata tetes telinga c. diterjernahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). Rupanya pernaharnan konsep obat esensial rnulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai.v. contohnya penggunaan obat kanker. inj i. 10 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 11 . diperlukan monitoring ketatatau pertimbangan medis (e). rneski inforrnasi EBM belurn sepenuhnya berlaku. diperlukan fasilitas tertentu (h). di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) 0). b.(4) Besarkemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna rnerah. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. Beberapa perurnparnaan rnuncul untuk rnernperrnudah pengertian atau konsep obat esensial. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat prograrn akan berakibat pada proses pengadaan obat.

C. namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. dokter spesialis atau apoteker. terdiri dari : (a). (6). apoteker. (d). Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan I pengadaan oba!. Timahli (b). Organisasi (1). Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis I ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. (3). tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. dan direktorat lain. Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). membutuhkan penekanan hal ini. puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. farmakologi (klinik). hanya dibedakan dokter. kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 oba!. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. (4). (7). sangat intensif. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. Pengelola Program dan (d). 2. (c). Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. (5). Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. departemen/bagian di rumah sakit.Dalam proses revisi. proses revisi. dokter umum. Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis I ilmiah yang diperlukan tim ahli. (c). Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. B. 1. Acuan ini berisi kepanitiaan. dokter umum I puskesmas. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. Kepanitiaan a. Konsultan (c). pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. Selain usulan dari instansi. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. (b). dapat memberikan usulan dengan data pendukung. seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. Sekretariat Pelaksana b. (b). Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. Namun. tim ahli dan konsultan. 12 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 13 . Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. 22 jawaban untuk menambahkan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Jika diperlukan. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. 25 instansi memberikan jawaban. Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item oba!. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. (2). Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosrasi profesi. Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. Setelah 3 bulan pengiriman. Perubahan formulasi (bentuk sediaan. (e). dokter gigi. jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. (8). Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. Menyatakan kesediaan secara tertulis.

jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain). Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. Tata eara revisi DOEN. Suratpermintaan kesediaan berisi: Uraian tugas tim ahli. DPHO-ASKES dan lain-lain). mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. Us ulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan. Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. Cara revisi DOEN a. (2). Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. Rapat Perdana berisi tentang : Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan. RS Propinsi. e. b.(2). Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis. Puskesmas Rawat Inap). Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. RS Khusus. Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkail. Rumah Sakit TNI-POLRI. Rapat Pleno Berfungsi untuk menyepakati. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. Meneermati seeara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan seeara seksama. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. Rapat-rapat pembahasan teknis Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes). Cara pembahasan materi revisi (1). yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. (c). Jenis rapat pembahasan (a). aeuan pengadaan obat PKD. pengelola program. Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. d. Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. (c). Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a). RS Swasta terpilih. kriteria. maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. konsultan. Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. (b). Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana). RS o o Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi Fakultas Kedokteran Fakultas Farmasi 3. Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. 14 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 15 . Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. Tata eara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk. Hanya mengkaji usulan yang masuk. (b). e. RS Kabupaten terpilih. Menolakdan menerima usulan (b). pelaksana kegiatan revisi DOEN. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN. Peserta rapat : tim ahli. RS TNIPOLRI. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir. Proses rekrutmen anggota TimAhli dan Konsulta (a).

dieantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. Antiinflamasi Nonsteroid.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. Dalam hal obat antituberkulosis. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 meg/ml. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lop inavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. Namun. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran eairan ih lar. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7.1. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima 4. 1000 mg/amp.2. i. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. Sedangkan thiopental serb inj i. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. 2. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. 3 . btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. khususnya untuk anestesi spinal.1. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti "membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya". 6. Sementara itu enfluran eairan ih. WHO Model List 2007 pun tidak meneantumkan kolkhisin lagi. 16 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 17 . namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. Antipiretik. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. pasea operasi pada anak. Sehingga dalam DOEN ini tereantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml.v. btl 120 ml.. Anestetik 2. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial.5 %. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. efek toksik terhadap jantung lebih kecil.v.3. Antipirai Kolkhisin tab 500 meg. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. 5.o o o o Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. Namun dengan muneulnya banyak obat NSAID. mengingat ketersediaan di pasaran. karbamazepin 100 mg/5 ml. walau harganya mahal. sebagai sedativa dan hipnotika.v. Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. untuk masuk dalam DOEN. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1. amp 2 ml. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. Selain itu.5 %. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. Amfoterisin*) inj. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. dikeluarkan dari daftar. ISFI. 5 mg/ml.3. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. aureus). 2. 1. Antiepilepsi -Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk meneegah terjadinya infeksi luka operasi. khususnya di RS. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. Selain itu midazolam inj i. Antipirai 1. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasea operasi yang belum bisa menerima pemberian obat seeara oral dan tidak mengiritasi lambung. PPNI.2. Lidokain inj 1% (HCI) + epinefrin 1 : 200. 240 mg dapat diterima. dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. IDI. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). Analgesik.v/i. karena kemasan dinilai terlalu besar. 1 mg/ml dan inj i. suatu infeksi nosokomial yang serius. memberi tempat kepada sefazolin.v. Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. 1. tab kunyah 100 mg.m. pra anestesi. dikeluarkan dari daftar. Antineoplastik. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi. 8.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. sejak awal sudah tereantum dalam DOEN.

Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. 28. 18. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. Obat Telinga. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa4% + NaCI 0. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. 23. Hidung dan Tenggorokan. semua dikeluarkan dari DOEN. reserpin. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik.4 % isotonik. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid.18% infus. ObatTopikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). hidung dan tenggorokan. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. terutama tim ahli dan konsultan. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah saki!. 14. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. Klorambusil harganya murah . D. ObatGigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. KomNas DOEN. 18 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 19 . bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. diusulkan penambahan fluoksetin. 20. diterima untuk pilihan golongan SSRI. dan natrium bikarbonat inj 1. Penambahan klozapin diterima. ObatKardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. menggantikan gameksan. sertralin dan paroksetin. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda. salep levertran. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. 17. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. seperti penggunaan amalgam. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. jika diperlukan. dapatdimasukkan dalam formularium rumah saki!.penambahan daunorubisin HCI serbuk inj 50 mg. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. karena kemasan terlalu besar. kuinidin. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.

ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat).1 ANALGESIK NARKOTIK NONSTEROID.ls. ANTIPIRETIK.ls. ANTIPIRAI BABII DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin inj i.m. ktk 5 amp @2 ml tab 10 mg.li.05 mg/ml (sebagai sitrat). lambat 50 mg/ml (HCI). dan Kemasan) RESTRIKSI 1. inj i. btl 100/1 000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut.m. ANALGESIK. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat petidin sufentanil 1.k. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Dbat Esensial Nasional2008 21 . ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. 10 mg/ml (HCl/sulfat).m. ktk 10 bls @10tab fenilbutason tab salut 200 mg. ibuprofen tab 200 mg.li.BABII DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. ANTIINFLAMASI 1.v.li.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. btl 250 tab inj i. btl 100 tab tab 400 mg.k. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. 0.v.v. Kekuatan.

m. ktk 25 amp 1. btl 1000 tab RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek sam ping agranulositosis. 2% (HCI).v. untuk analgesia 22 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional2008 23 .~d~a~n~K~e~m~a~sa~n. ktk 5 amp @20 ml serb inj i. 10 mg/ml (HCl/sulfat).ls. 5 mg/ml ih. ANTIALERGI dan OBAT untukANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v. terjadi pad a 65% penderita. btl 100/1000 tab 2. amp2 ml Khusus spinal.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . KELAS TERAPI.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . Kekuatan. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. btl 50/250 ml cairan ih. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. 1 mg/ml inj i. ktk 10 mg/ml (sebagai HCI). btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental inj i. 10 vial @ 20 ml 50 mg/ml (sebagai HCI). ktk 10 amp @ 1 ml 2. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg. ktk 10 str@ 10 tab tab 50 mg.5% (HCI) + glukosa 7.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.5 %.3. dan Kemasan) tab 500 mg.v. 3. FORMULASI ~ 2. gas dalam tabung inj 10%. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7. gas dalam tabung ih. ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. probenesid tab 500 mg. 10 vial @ 20 ml Untuk penggunaan khusus (Bentuk Sediaan.k. .li. 0.50% (HCI).Dosis 2 X Y. btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 5 amp @ 4 ml semprot.10 mg/ml (HCI). ANESTETIK 2.5%. tablet dengan banyak minum. btl 100/1000 tab . .v.)~ cairan ih.KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. ktk inj i. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dim 20 ml air injeksi). ktk 100 amp @2 ml inj i.Tidak diberikan sewaktu serangan akul.v.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. NAMA GENERIK metampiron FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. untuk analgesia diazepam morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus spinal. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCI).1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p.v. btl 250 ml inj i.v.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. tube 10 9 semprot 4%.m. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.v. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0.

20%. ktk 100 amp @2 ml lar rektal4 mg/ml.li. dan Kemasan) inj s.~d~an~K~em~a~s~a~n)~ inj s.Dosis 0. btl 120 ml inj i. ktg 0. tube 2.5 ml kaps 30 mg (garam Na). Kekuatan. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif. btl 1000 tab inj i. bisa diulang KELAS TERAPI.m.1% (sebagai HCI/bitartrat). btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. ktk 100 amp @2 ml inj i. btl 1000 tab tab 100 mg. btl 120 ml fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai antidot" (dosis besar). ANTIEPILEPSI .4 mg/ml (HCI). ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. btl 10 tab inj 3 mg/ml.v. btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat).k.k 1 mg/ml (sulfat).v. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0. btl 100 tab tab 15 mg. ktk 24 amp @10ml inj i. amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI .m.2 UMUM apomorfin RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ktk 10 amp @10 ml inj i.ls. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat).Terpilih untuk anafilaksis .1 KHUSUS atropin inj i.li.0.v.ANTIKONVULSI diazepam inj i. btl 120 ml tab 30 mg. ktk 10 vial @ 5 ml valproat karbamazepin kalsium folinat (Ieukovorin. FORMULASI ~ klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.m. Cal fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat 24 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 25 . ~ NAMA GENERIK 4.KELAS TERAPI.10 mg/ml. ktk 100 amp @2 ml tab 200 mg. 0.m. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.5 mg. ktg 30 9 (Bentuk Sediaan. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab inj i.li. 50 mg/ml (sebagai garam Na). amp 25 ml inj i. 40%. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). 25%.v. btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml. btl 1000 tab tab 50 mg.v. 5 mg/ml. 10 mg/ml (sebagai dihidrat).3 mg .02 mg/ml (HCI). 5 mg/ml (HCI).v. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).m 50 mg/ml. 5.v.k. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.5 kg serb. btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).

ktk 100 vial serb inj i. NAMA GENERIK 6. Kekuatan.2 juta Ul/ml.li.KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ serb inj i. ktk 10 vial inj i. ktk 100 vial serb inj 1 9 1 vial. 500 mg/vial (sebagaigaram Na).v.li.1 Antelmintik Intestinal albendazol FORMULASI (Bentuk Sediaan. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6. ktk 10 vial sefazolin prokain benzilpenisilin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 9 1 vial. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). 1 juta Ul/vial. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 vial serbinj i.1.m.2 ANTIBAKTERI 6.v. .m.4 juta Ul/ml. 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 mlair injeksi). ktk 2 vial 26 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 27 .m. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6.2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat). btl 60 ml serb inj i. ktk 5 str @ 6 tab Un t u k s t ro n gil 0 ide s.1 ANTELMINTIK 6.1.1.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan Fasci%psis buski. 10 juta Ul/vial.3 Antisistosoma prazikuantel tab600mg.v. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 2 vial (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.m. btl 60 ml serb inj i.m. FORMULASI ~ tab 400 mg.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat). ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62.5 mg/5 ml (sebagai garam Na).1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. ~ NAMA GENERIK ampisilin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.m.v. 3 juta Ul/vial. 250 mg/vial (sebagaigaram Na). ktk 25 vial @ 10 ml inj i. ktk 10 vial serb inj i. ANTIINFEKSI 6. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).m.li.li.2.li. 2.m. 250 mg/vial (sebagai garam Na).v. btl 30 ml tab scored 300 mg.m. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K). 1. 6. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).btl100tab . ktk 25 vial @ 4 ml inj i.li. Dosis untuk anak 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg.m.v. btl 60 ml serb inj i.

ktk 10 str@ 10 kaps 6. btl 60 ml serb inj i. ktk inj i.2.v.2. 10 amp @ 3 ml 50 mg/ml (HCI).3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.v. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCI). btl 1000 tab scored 28 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 . 6. ktk 250 mg/3 ml (HCI). btl 100/1000 tab tab 500 mg. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). NAMA GENERIK 6.v.2.2 Antibakteri Lain 6.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCI).2. untuk sulfasalazin inj i. 10 amp @ 2 ml 6.v. btl 500 tab Pemakaian khusus colitis ulceraliva. oksitetrasiklin klindamisin tetrasiklin kaps 250 mg (HCI).3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi: sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16mg/ml sulfadiazin tab. btl 100 tab tab 250 mg. Kekuatan. ktk 10 vial @ 10 ml 6. btl 100/1000 tab sup 500 mg. ktk 10 str@ 10 kaps inj i.2.2. NAMA GENERIK trimetoprim FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kekuatan. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. ktk 1 vial Life saving MRSA pada infeksi 6.2.2. hanya untuk kondisi darurat.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 ktk inj 40 ktk mg/ml (sebagai sulfat).2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat). ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat).3. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI.4 Makrolid eritromisin kaps 250 mg (sebagai stearat).2. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).7 Penggunaan Khusus metronidazol tab.2.2.. ktk 100 amp @2 ml Khusus untuk infeksi tulang. ktk 10 str@ 10 tab vankomisin 6. ktk 5 amp @ 5 ml. 10 vial @ 10 ml Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal 6.2.1 Tetrasiklin doksisiklin FORMULASI (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) tab scored 200 mg.KELAS TERAPI.1 Antilepra tab 500 mg. btl 100 tab scored RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklatlHCI). 100 amp @2 ml mg/ml (sebagai sulfat).2. Tidak sebagai pilihan utama ktk 10 bls @ 10 tab scored untuk infeksi kuman gram positif. btl 100 ml tab 500 mg.2. serb inj 500 mg/vial.2.

450 mg tab 75 mg. ktk 10 str @ 10 kaps KELAS TERAPI.4.dioidomikosis dan lain-lain). RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. 150 mg. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg.000 Ul/tab btl 100/1 000 tab susp 100.KELAS TERAPI. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional nistatin tab salut 500. ~ ~ NAMA GENERIK Kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol 6. btl 100/1 000 tab tab scored 100 mg.3. 500 mg ~ rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. micronized kapl150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl150 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. sistemik amfoterisin *) streptomisin Kombinasi: rifampisin isoniazid Kombinasi: rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid kapl150 mg. 50 mg. botol12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokulan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain. vial 50 mg/1 0 ml. 30 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. ktk 100 vial trimetoprim 6.3 Antiseptik Saluran Kemih FORMULASI (BentukSediaan.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n. 500 mg tab 275 mg. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 1000 tab tab 300 mg. ktk 10 str@ 10 tab serb inj 1000 mglvial (sebagai sulfat).3. 250 mg. Hanya untuk dan lepra. micronized FORMULASI (BentukSediaan. ktk 10 str @ 10 tab pirazinamid tab salut enterik 500 mg. parakoksi .. RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin.)~ kaps dalam minyak 100 mg. 75 mg tab 150 mg. tuberkulosis isoniazid kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. 75 mg. ~ NAMA GENERIK klofazimin.000 Ul/ml. i. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. 6. btl 100 tab scored tab 200 mg. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru).v. 300 mg tab 400 mg. btl 100 kaps kaps 300 mg.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n)~ kapl150 mg. 300 mg tab 400 mg.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCI). btl 100 tab tab 100 mg. 50 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional inj. btl 100 tab tab 500 mg (HCI).1 Antifungi. 450 mg tab 75 mg.4 ANTIFUNGI 6. vial @ 10 ml tab scored 250 mg.

2. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat). btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 32 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 .5.2 efavirens Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) tab 200 mg. Antiretroviral 6.2.2 Antifungi. pot 30 9 RESTRIKSI KELAS TERAPI.6. ktg 20 9 krim 2% (nitrat).6.000 UI/tab. FORMULASI ~ serb 2% (nitrat).2. btl 60 tab tab 40 mg.li. btl 1000 tab inj i.1. btl 100 tab 6. tube 10 9 cairan 25%. dan Kemasan) salep.6. btl 60 tab tab 300 mg.2. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). 25% (sebagai HCI). btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg. btl 10 ml lar infus i. btl 1000 tab zidovudin 6. topikal Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 10 str@ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat.v.m.KELAS TERAPI.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ ktk.2 Antimalaria 6. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat). 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml nevirapin 6.5. 6. btl 30 ml tab vagina 100. btl 30 tab tab 200 mg.5 ANTIPROTOZOA 6.4. btl 1000 tab (Bentuk Sediaan.2. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml.v. ~ NAMA GENERIK kombinasi: artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. btl 90 tab tab 600 mg.2.5. NAMA GENERIK 6. btl 60 tab tab 100 mg.6. btl 100 tab tab 500 mg. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml.5. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).6 ANTIVIRUS 6.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi: pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.1 Antiherpes asiklovir tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6. 200 mg/10 ml 6.v. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) stavudin tab 150 mg tab 30 mg. ktk 6 amp @ 1 ml inj i.6. Kekuatan.

btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na).li. 50 mg/vial (HCI).KELAS TERAPI. 10 mg/vial (HCI). dan Kemasan) inj i.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi: ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat). ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i.v.v. btl 100 kaps tab salut 50 mg.5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). ANTIMIGREN 7. ktk 1 vial serb inj i.li. btl 28 tab serb inj i.5 mg (sebagai mesilat). btl 50 tab inj 200 mg/ml. ktk 30/100 tab 1 mg 50 mg IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF kalsium folinat (Ieukovorin. ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8. btl 10 kaps inj i. btl 25 tab tab 2. ktk 5 str @ 4 kaps lunak tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8°C.m. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg. 5 mg/vial (sebagai garam Na). btl 100 tab kaps lunak 25 mg. Kekuatan. 1000 mg/vial. ANTINEOPLASTIK. NAMA GENERIK daktinomisin FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg. testosteron 8. ktk 1 vial serb inj i. 500 mg/vial. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. NAMA GENERIK 7. Cal klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat etoposid fluorourasil 8. Kekuatan. 0. ktk 10 str@ 10 tab tab scored 40 mg (HCI) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin 7. btl 100 tab tab. 8.v. ktk 1 amp tab salut 2 mg. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.v. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial.v. ktk 1 vial 0.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10. ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 .5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat).2. 200 mg/vial.v. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. ktk 1 vial 2.5 mg/vial.v. ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCI). ktk 1 vial serb inj i. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat). ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCI). ktk 100 vial RESTRIKSI tab 2. btl 10 tab inj 3 mg/ml.000 UI/vial. 50 mg/ml.5 mg (sebagai garam Na).v.t.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol FORMULASI (Bentuk Sediaan.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg.

125 9 air steril bebas pirogen sampai 500 ml 36 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9. ktk 1 vial serb inj 1000 Ullvial + pelarut 25 ml. serb inj i.KELAS TERAPI.Oosis untuk bayi prematur 0. ANTIPARKINSON Antiparkinson OOEN kombinasi: benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 Ullvial + pelarut 10 ml.li.k. btl 500 ml lar infus 10%. ~ __ N_A_M_A_G_EN_E_R_I_K _ sitarabin (Bentuk Sediaan. btl 100 tab faktor IX kompleks Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCI). btl 60 ml tts. ~ __ N_A_M_A_G_EN_E_R_I_K _ heparin. ktk 1 vial serb inj i. btl 1000 tab tab 5 mg. terbatas vinblastin protamin sulfat . ktk 100 amp @ 1 ml 11.~d=an~Ke=m~a=s~an)~ inj i. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.m 2 mg/ml.m. ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8.v. DARAH. ktk 5 vial serb inj 10 mglvial (sulfat). btl 100 tab 11.63 9 nitrogen) 17. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml. btl 500 ml Pengganti plasma OOEN kombinasi: poligelin (ekivalen dengan 0. 1 mglvial (sulfat).25 9 kalium klorida 0.1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg.~d=an~Ke~m~a=s~an).Oosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl inj 500 meg/ml. amp 1 ml .ls.5 mg lar infus. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. ktk 1 vial KELAS TERAPI.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan sianokobalamin (vitamin B12) 10. ktk 1 vial serb inj 500 Ullvial + pelarut 10 ml. OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg.k 100 mglvial.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 500 ml .19 9 kalsium (terikat pada polipeptida 0.4 TERAPI PALIATIF. btl 250 tab fraksi protein plasma Harus benar diproduksi dengan 10. 5000 Ul/ml.v. btl 1000 tab sir.v.Tidak boleh diberikan seeara intratekal Harus disimpan pada suhu 2-8°C (kasus vinkristin warfarin tab 2 mg (garam Na/K). FORMULASI RESTRIKSI ~ ~K~e=k=u=at=an~.2 KOAGULASI. ktk 10 vial @ 5 ml Pemakaian tertentu). .ls. btl 1000 tab tab salut 300 mg. Na (Bentuk Sediaan.5 9 natrium klorida 4.Perlu sarana dan keahlian khusus. . FORMULASI RESTRIKSI ~ ~K~e~k~u~at=an~.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11.

25 9 simetikon 0.KELAS TERAPI. 200 mg/ml. 1:10. amp @ 20 ml inj 76%.k.1.2%. NAMA GENERIK 12. btl 2501450 ml 55%.Untuk diencerkan sampai 3%. Kekuatan. btl 2 I 65%. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13. NAMA GENERIK 12. Untuk diencerkan serb. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. btl 10 ml I 50 ml 38 39 .6 Urografi iopamidol FORMULASI (Bentuk Sediaan.1.755 g/ml.v.1.1. ktk 1 amp 10 ml inj i. terlindung dari cahaya.1.5% iodium. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat 12.51 meglumin natrium amidotrizoat lar 59.2 Biligrafi natrium iopodat 12. btl 500 ml klorheksidin lar 5.5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi: natrium bikarbonat 1.612 ktk 10 g/ml.4 Mielografi iofendilat inj mengandung 30.2 Hati natrium bromsulftalein 12. ktk 1 vial 2 ml 12.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. 20%. kedap udara. . btl 1000 ml Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.v.1 Ginjal natrium aminohipurat 12. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml. bt12.2.1. dan Kemasan) inj 0.2 TES FUNGSI 12.0% (glukonat).042 9 barium sulfat 13. 76%. 5%.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12. DIAGNOSTIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial 20 ml inj 0. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts tts inj inj mata mata 10%.3 Lain-lain fluoresein inj i.v.612 g/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. ktk 1 amp 20 ml kaps 500 mg. amp @ 10 ml g/ml. 1% (garam Na).7%.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. ktg. btl 5 ml 2% (garam Na). susp susp susp ktg 200 9 2.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.408 ktk 10 inj 0.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.2. ktk 1 amp 20 ml RESTRIKSI 12. btl 6 kaps inj 65%.2. Kekuatan. btl 5 ml ktk 1 amp 5 ml ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12. ktk 10 amp @ 20 ml inj i. btl 120 ml polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul.

btl 100 tab tab 5 mg. glipizid tab 2. btl 6 9 (4. FORMULASI KELAS TERAPI. btl 10 9 lar. btl 500 ml tab 25 mg.m. btl 10 ml susp 100.KELAS TERAPI. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml hidroklorliazid semprot 0. ~ ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~.5 mg.v.ls. 20 IU/ml. ktk 5 bls @ 20 tab natrium hipoklorit nistatin 40 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 41 . Oral glibenklamida Untuk diencerkan.k.1%).000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj.05-0. btl 100 9 pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. btl 60 ml cairan konsentrat 5%.2 ANTIDIABETES 16. 10 mg/ml. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0. btl 100 tab pasta.5 mg.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ lar dan serb. btl cubicles 1x1x1 cm. btl 100 tab lar 5%.1 GIGI dan MULUT. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL. OBAT dan BAHAN untuk 14.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ lar 10%.li.000 Ul/ml. ktk 2 tube cairan. ktk 10 str@10tab 16.1 HORMON ANTID/uRETIK desmopresin vasopresin semprot inj i. btl 100 tab tab 5 mg. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. btl 10 ml tab 0.2.2 DISINFEKTAN etanol70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (Iisol) paraformaldehida RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~.2 ml. ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg. btl 10 ml Kemasan udara harus kedap manitol spironolakton 15. FORMULASI ~ 14.2 GIGI dan MULUT. ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. ktg 20 9 cairan.8 ml) cocoa butter 5 9 ktk 120 batang set pasta. klg 50 butir set (Bentuk Sediaan. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar. GIGI dan MULUT. DIURETIK furosemida tab 40 mg.1 Antidiabetes.m. btl 100 ml 11000 ml serb. btl 1000 ml (Bentuk Sediaan. HORMON.2% (glukonat) inj 2% (HCI). btl 250 tab inj i. ktk 100 amp @2 ml pasta 5% (HCI). btl 1000 tab lar infus 20%. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi: lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. btl 100 ml cairan. btl 1000 ml serb (untuk larO. tube 10 9 semprot 15% (HCI). btl 12 ml Daftar Dbat Esensial Nasional2008 16. btl 100 9 serb. ~ NAMA GENERIK povidon iodida 13.

625 mg.3.btl 60 tab tab sublingual 0. btl 1000 tab Dalam pemakaian dilarutkan dulu.4.25 mg/ml.3.5 mg.3.3. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16.3.3.1 Androgen testosteron 16.2 Antidiabetes. btl 100 tab tab 0.0625 mg. serb inj 100 mglvial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.4 Kontraseptik. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0.0625 pediatrik mg untuk 16. btl 50 tab tab scored 100 mg.m. ktk 10 str@ 10 tab tab sublingual 5 mg.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg. btl 100 tab KELAS TERAPI. btl 1000 tab 16. btl 100/1000 tab tab 0.1 mg. KARDIOVASKULER. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0.3. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg. btl 100 tab prednison 17.4. ~ ~ NAMA GENERIK 16. ktk 10 str@ 10 tab tab 30 mg.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ tab 500 mg. GopperT AKDR (IUD) set 1 buah digoksin 42 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 .3.5 mg. medroksi progesteron asetat 16. Oral pil 17. RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.4.2.5 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat).lmplan levonorgestrel FORMULASI (BentukSediaan.2 Kontraseptik.ktk 1amp @2 ml Tablet 0.OBAT inj i. insulin intermediate insulin regular insulin regular: insulin intermediate (30 : 70) Parenteral FORMULASI (BentukSediaan. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). kombinasi: levonorgestrel etinilestradiol 150 meg 30 meg Parenteral inj depo 150 mg 17. ktk. btl 100 tab tab 0. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN.1 Kontraseptik.05 mg.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol natrium tiroksin btl 30 ml tab 0. ~ NAMA GENERIK metformin 16.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ implan 2 rods (3-4 tahun) ~ inj 100 Ul/ml. RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. 125 mg/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 100 Ul/ml.4.4 Kontraseptik 16. harus inj 100 Ul/ml. btl 100 tab inj 0.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem Hel isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.3 Kontraseptik. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. str 28 tab tab 0.KELAS TERAPI. ktk 1 vial 10 ml 16.25 mg.

25 mg. ~ NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~.4 ANTIAGREGASI norepinefrin 17. btl 100 kaps inj 0. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (Hel). ktk 5 amp @ 5 ml inj i.KELAS TERAPI.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n) inj 750.v.5 mg. .0625 pediatrik mg untuk propranolol verapamil Untuk aritmia supraventrikuler. ktk 20 str @ 10 tab inj i. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. vial tab 10 mg PLATELET tab 80 mg.5 mg.0625 mg. FORMULASI ~ 17. acting natrium nitroprusid *) nifedipin 17. Digunakan berat untuk hipertensi kaptopril 17.5 mg/ml (Hel).2 Syok karena anestesi efedrin inj 50 mg/ml (l+Cl).5 juta Ullvial (Bentuk Sediaan. btl 100 tab inj i.7. 10 mg/ml. 17.v. Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 100 tab tab scored 12. ktk 10 amp @ 2 ml Untuk intrakardial resusitasi (Bentuk Sediaan. ktk 30 tab scored 44 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 .25 mg/ml. Tablet 0.7. .1 % (sebagai Hell bitartrat).1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml. btl 100/100 tab inj 0. ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml.7 SYOK.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ kaps 100 mg (fosfat). ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (Hel).Dapat timbul efek sam ping batuk. amp 10 ml inj 40 mg/ml (Hel). btl 30 tab inj 2. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg.Tidak boleh digunakan untuk wan ita hamil. 1 mg/ml (Hel).6 GAGAL JAN TUNG. OBAT digoksin tab 0. ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17. ktk 10 str @ 10 tab scored . amp 2 ml Sebagai long vasopressor. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. ktk 10 bls @ 10 tab Diberikan setiap 4 jam.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. vial 5 ml inj 25 mg/ml.1% (sebagai bitartrat). ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. 0.v. btl 100 tab tab 0.m.15 mg/ml (Hel). Dapat timbul efek samping batuk.000 Ullvial inj 1. ~ atau ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. btl 100/1 000 tab inj. btl 50 tab tab 25 mg. FORMULASI KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 6 I 10 tab scored inj i.5 TROMBOLITIK streptokinase Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 2% (Hel).m. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. OBAT untuk 17.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin asam asetilsalisilat (asetosal) tab scored 10 mg. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg. ktk 3 str@ 10 tab tab 20 mg. furosemida 17.v'/i. ktk 10 str@10 tab scored tab scored 25 mg. 0.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 3 str@ 10 tab tab 10 mg.

4 ANTIINFLAMASI beta meta son hidrokorlison liquor veilli (solutio salicylic acid 0.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) salep.1% (sebagai valerat).05%.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi: basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. btl 30 ml dan ANTIPRURITIK salep 0. . KULlT. ktk 100 9 susp 2%. pot 30 9 (Bentuk Sediaan. ktg 20 9 krim 2% (nitrat). pot 30 9 lar 5 %.6 KAUSTIK RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. FORMULASI ~ 18. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18.5% (asetat). NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. tube 5 9 krim 0. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena: . tube 5 9 larutan Dibuat segar urea 18. salep 2%. pot 30 9 salep 5%. pot 30 9 salep 10%.5 ANTISKABIES permetrin dan ANTIPEDIKULOSIS krim 5 %. tube 46 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 .1 % boraks 0.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorpsi.5 % gliserin 10 % 18.Harus diaplikasikan oleh dokter . btl 30 ml liquor krim 10 %. btl 100 ml tingtur 25 %. tube 20 9 perak nitrat lar 20%.000 UI/g perak sulfadiazin salep. tube 5 9 krim 2. ~ NAMA GENERIK Salep 2-4 .8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi serb 2%.KELAS TERAPI. coal tar podofilin 18.1 %) kombinasi : asam salisilat 0. tube 40 9 natrium tiosulfat 18. akut dan serb 2% (nitrat).1 % (sebagai valerat). tube 10 9 cairan 25%.Tidak boleh digunakan pada wan ita hamil karena efek teratogenik. Kekuatan. pot 500 9 Hanya untuk luka bakar yang luas. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. . OBAT TOPIKAL untuk 18. tube 5 9 krim 0. . kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4 % 18.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . pot 30 9 Untuk keadaan kronis.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.Tidak boleh dibawa pulang. btl 30 ml susp 5%.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.

btl 500 ml tetrakain 21. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. btl 500 ml inj 15%.58 9 2. btl 500 ml lar infus 10%.1 ORAL Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb.30 9 0. vial 50 ml lar infus. 24 btl @ 1000 ml lar. btl 500 ml FORMULASI ~ 19. btl 5 ml tts mata 0. LARUTAN ELEKTROLlT. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%. inj 0.4%. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. tube 3. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal OOEN hemodialisa OOEN Untuk pra operatif pada anak. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium.70 9 tab siap larut 300 mg. 100 ktg. tube 3.18 % RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.LAIN air untuk injeksi 21.v.KELAS TERAPI.5 9 gentamisin salep mata 0.v. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml inj i. btl 100/500 ml Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl lar infus 5 %.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air .Oisimpan dalam wadah kedap udara. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0.5% (Hel).5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 . 20. btl 500 ml lar infus 5%.3 LAIN . dan Kemasan) lar infus.4% isotonik. btl 500 ml lar infus 40%.3%.5%. Kekuatan.v.3%. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. tube 3. btl 1 galon RESTRIKSI KELAS TERAPI. tiap ktg untuk 200 ml air 0. OBAT untuk 21. lar infus. btl 25 ml inj 1.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus. btl 25 ml inj i.5 9 tts mata 0. tube kedap 10 tab . ktk 1 amp 10 ml inj i.1 %. Perlu sarana dan keahlian khusus.5% (Hel). btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%. 1 mek/ml. Oiminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus. btl 1000 tab ktk. 8.225 % Larutan nutrisi.2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg. 10%.52 9 0.1. btl 100/500 ml lar infus 20%. tube 4 9 salep mata 1% (Hel). btl lar infus 0. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 5 ml darrow glukosa ana (OG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus. btl 5 ml salep mata 0.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) (Bentuk Sediaan. ~ NAMA GENERIK Larutan nutrisi OOEN kombinasi: glukosa 5% natrium klorida 0. natrium klorida ringer laktat 20. MATA.9%.

500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 bls @ 10 tab kap/tab 10 mg.m.5% (maleat).3 ANTIINFLAMASI betametason FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 5 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI.4 MIDRIATIK atropin tts mata 0. btl 1000 tab tab 5 mg. 5 mg/ml. btl 5 ml 23. btl 5 ml tts mata 4% (HCI/nitrat). btl 1000 tab inj i.125 mg (maleat). ktk 10 vial @ 1 ml Nasional 2008 50 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial 51 .5 mg (HCI). PSIKOFARMAKA 23.v.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin KOMPULSI tab 25 mg (HCI). ktk 100 amp @ 1 ml 21. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. Kekuatan. btl 100 tab inj 0.m/i.5% (sulfat).01 % b/v natrium kromoglikat lar 2%.6 LAIN-LAIN kombinasi: hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.3 ANTIOaSESI klomipramin tts mata 2%. btl 15 ml 23. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). btl 15ml oksitosin 22.25 mg/ml (dekanoat). btl 5 ml Untuk kasus syndrome dry eyes litium karbonat 23. btl 100 tab inj i. btl 5 ml metilergometrin tab salut 0.KELAS TERAPI. dan Kemasan) RESTRIKSI 22.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml.25% (maleat). NAMA GENERIK sulfasetamida 21. ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin 23.200 mg/ml. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCI/nitrat).m.8-1. btl 1000 tab tab 2. btl 5 ml tts mata 0. Safety windows 0. ktk 10 vial @ 20 ml 21. btl 5 ml tts mata 0.1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium). ktk 10 str @ 10 tab B i I a me m u n 9 kin k an dilakukan monitoring kadar oba!. Kekuatan. btl 100 tab serb inj i.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCI).5 MIOTIK DAN AN TIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg. ktk 30 tab tab 200 mg.2 mmol ek/I timolol fluoksetin 21. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium). ktk 30 tab kap/tab 20 mg. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.

ktk 50 tab tab 50 mg. OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab regular release 10 mg. ktk 3 str@ 10 tab 23. ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. (Bentuk Sediaan. 2 mg/ml (l+Cl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 60 ml risperidon tab 1 mg. btl 1000 tab Penggunaan Y. ktk 50 tab Sebagai alternatif klorpromazin. btl 15 ml/100 ml inj i. 25 mg/ml (Hel). btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) . ktk 5 str@ 10 tab tab 2 mg.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. 100 mglvial (klorida).2 MIASTENIA GRAVIS. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLIN ESTERASE 24. btl 100/1 000 tab tab 2 mg. amp 2.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp.v 10 mg/ml. ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan kedua setelah alternatif piridostigmin 25. Perlu sarana dan keahlian khusus.5 mg.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25.KELAS TERAPI.)~ tab 0.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium rokuronium inj 25 mg 1 2.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n. . ktk 10 vial (Bentuk Sediaan.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) serb inj i. btl 1000 tab inj i.m 5 mg/ml (Hel).5 mg.5 ml. FORMULASI KELAS TERAPI.5 mg/ml (metilsulfat). ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg. OBAT untuk neostigmin *) piridostigmin inj 0. vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (Hel). ADHD. btl 1000 tab inj i. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.rn. dimenhidrinat tab 50 mg.v/i. 24.5 ml inj i. ktk 100 tab tab 5 mg. 25 mg/ml (l+Cl).Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . btl 1000 tab tab salut 100 mg (Hel). ktk 50 amp @ 1 ml tab 60 mg (bromida).rn. 5 mg/ml (l+Cl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (Hel). SALURAN CERNA. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. ktk 30 tab tab extended release 20 mg. ~ NAMA GENERIK haloperidol RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 . FORMULASI ~ Pemakaian terbatas (kasus tertentu). OBAT. 5.2 ANTIEMETIK tab kunyah. untuk 25. ~ ~ NAMA GENERIK suksinilkolin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.m.rn. btl 100/1000 tab tab 1. ktk 5 str@ 10 tab tab 150 mg.rn.

btl 100/1000 tab sup. ktk 10 str@ 10 tab RESTRIKSI OBAT untuk 26.k.v.70 9 Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah serangan dan u ntuk serangan akut pertama. kanister 15 ml tab 0. tabung 200/400 dosis inj 50 meg/ml (sebagai sulfat).2 ANTITUSIF dekstrometorfan gliserin tab 15 mg (H Br). btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCI). Kekuatan. ktk 4x5 nebules 25. btl 1000 tab inj i. 1 mg/ml (sulfat).5ml NaCI. OBAT untuk 26.58 9 2. kanister 15 ml aerosol 200 meg/puff. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI). Kekuatan. 100 ktg./s. tiap ktg untuk 200 ml air 0. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).7 ANTIINFLAMASI. OBAT untuk Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.5 DlARE. dan Kemasan) tab 500 mg. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml.m.k. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 10 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI.5 mg/2.5 mg. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 meg/puff. ktk 6 sup eairan. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25. 0.25 mg/ml (sulfat). klg 100 tab inj i. btl 50 ml tts 0. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. NAMA GENERIK 25. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg.m. btl 100 ml 26. btl 60 ml 54 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 .30 9 0.ls. btl 100/1000 tab lar ih 0. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCI).li.v.52 9 0. sulfasalazin FORMULASI (Bentuk Sediaan. NAMA GENERIK metoklopramid FORMULASI (Bentuk Sediaan. intermitten Inhalasi untuk sup 5 mg.5 % . btl 1000 tab inj 0. SALURAN NAPAS. ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi: bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat). ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml. ktk 6 sup sup 10 mg. 10 ml ih/aerosol 100 meg/dosis (sebagai su Ifat) .5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 9 25.v.KELAS TERAPI.1 mg/tts.1 % (sebagai HCI/bitartrat).6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).li.

Untuk dieneerkan sampai 3%.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (AD. Kekuatan. dan Kemasan) tab 10 mg (HCI/fosfat). OBAT yang MEMPENGARUHI 27.k. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pad a suhu 2-80 C.B.000 UI/amp. btl 1000 ml vaksin eampak Disimpan pada suhu 2-80 C. TELINGA.5. HIDUNG dan TENGGOROKAN. tts telinga 10 %.000 UI/vial. 28.m. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . SISTEM IMUN. kedap udara. 10. ktk 10 vial @5 ml inj i..m.m. ktk 10 amp @ 2 ml. hidrogen peroksida eairan konsentrat. btl 1000 tab eairan.S) inj i. obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. .000 UI/vial.li.m.v. btl 250 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI.m. untuk manusia 27. ktk 1 vial 0.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pad a suhu 2-80 C. . 1 ml inj i.. . btl 60 ml tab 100 mg.k. Disimpan pad a suhu 2-80 C.li.v.Khusus daerah tertentu .10. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 meg/ml. btl 5 ml eairan semprot 4% (HCI). inj i.025% (HCI). btl 200 ml eairan konsentrat.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A.m.Disimpan pad a suhu 2-80 C.m. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. ktk 10 vial @ 10 ml .k. btl 50 ml tts hidung 0.m.. . 500 UI.G.m. I (khusus ular dari luar Papua) A.B.li. ktk 10 vial @5 ml Harus disimpan dibawah 50 C FORMULASI ~ pada suhu 26.m... Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu -200 C. ktk 1 vial 5 ml tts.k.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaea.li.v 20.Disimpan pad a suhu 2_8 C. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster: ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml OBAT untuk inj i. . NAMA GENERIK kodein FORMULASI (Bentuk Sediaan.Disimpan pada suhu 2-80 C. vial inj i. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pad a suhu 2_8 C. ktk 5 amp @ 4 ml inj s. 0 serum antirabies . 0 inj i. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.S) Untuk peneegahan : inj i.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml. btl 15ml tts hidung 0. RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.T.KELAS TERAPI. 1500 UI/amp.000 UI/vial. ~ NAMA GENERIK 27.050 % (HCI).C. terlindung dari eahaya.. Disimpan pada suhu 2-80 C. 20.. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. btl 1000 ml serum antitetanus (A. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. inj i.m.U.. 100 UI/ml.k. ktk 10 vial @4 ml inj i.U.m. .2 VAKSIN vaksin B.

btl 1000 tab tab 25 mg (Hel). btl 60 ml kaps lunak 200 mg. botol1000 tab kaps lunak 50. btl 100 kaps susp 10. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml. btl 1000 tab kaps 50. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (Hel).KELAS TERAPI. Kekuatan.000 UI (sebagai palmitat).000 UI. btl 1000 tab tab 5000 IU. btl 1000 tab RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . NAMA GENERIK 29.000 UI. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin e) ergokalsiferol (vitamin 03) FORMULASI (Bentuk Sediaan.000 UI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200.000 Ul/ml. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (Hel). dan Kemasan) tab 50 mg. btl 1000 tab tab.

m/s. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara. ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg. 1. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. ktk 10 amp @2 ml Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di 1. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCI).m 10 mg/ml (HCI). ANTIALERGI dan OBAT untukANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v lambat 50 mg/ml (HCI).2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 . btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. NAMA GENERIK KELAS TERAPI.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). diazepam morfin probenesid tab 500 mg.3. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. NAMA GENERIK 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.v 50 mg/ml (sebagai HCI).k/i. btl 100 tab tab 400 mg. btl 1000 tab tab 500 mg.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg. .v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). Kekuatan. btl 1000 tab inj 5 mg/ml.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ANESTETIK 2.kfi. ANTIPIRAI inj i. ktk 10 vial @ 20 ml ih.1 ANESTETIK LOKAL FORMULASI (Bentuk Sediaan. tablet dengan banyak minum. btl 60 ml 2.BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.v 10 mg/ml (sebagai HCI). ANALGESIK. 2.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. ANTIPIRETIK.Tidak diberikan sewaktu serangan akul.Oosis 2 X Y. btl 100/1000 tab . ktk 10 str@ 10 tab tab 50 mg. btl 100/1000 tab 3. ktk 10 bls @10tab tab 200 mg. Kekuatan.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita . ktk 10 amp @ 1 ml 1. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. dan Kemasan) RESTRIKSI FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . ktk 100 amp @ 2 ml inj i. btl 1000 tab Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek sam ping agranulositosis.m/s.1 ANALGESIK NARKOTIK petidin NONSTEROID. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.v 2% (HCI). ktk 10 bls @10tab tab 500 mg. tube 10 9 semprot 4%. ANTIINFLAMASI 1. gas dalam tabung serb inj i. dan Kemasan) RESTRIKSI etil klorida lidokain semprot. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). ktk 25 amp Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg.

ktk 100 amp @2 ml RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat). btl 30 ml pirantel kalsium folinat (Ieukovorin. btl 1000 tab Oisediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. ANTIINFEKSI .m 0.v 50 mg/ml (sebagai garam Na).v 25%.KELAS TERAPI.3 mg . btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). ktk 100 amp @ 1 ml 6.ANTIKONVULSI inj i.5 mg. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.m/i. btl 1000 tab inj i. benzatin benzilpenisilin ampisilin 6. ktg 30 9 .1 ANTELMINTIK 6.Oalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai anti dot" (dosis besar).1 KHUSUS atropin inj i. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.1% (sebagai HCI/ bitartrat).1.k 1 mg/ml (sulfat). fenitoin inj i.0.m/i. ktk 25 vial @ 10 ml 61 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 . Kekuatan. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal4 mg/ml.4 juta UI/ml.2 juta UI/ml.Terpilih untuk anafilaksis .Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6. mg/vial Na). ktk 100 amp @2 ml inj i. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml.5 ml kaps 30 mg (garam Na). btl 60 ml serb inj i. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) FORMULASI (Bentuk Sediaan.m/i. ANTIEPILEPSI diazepam tab 1 mg. NAMA GENERIK fenobarbital FORMULASI (Bentuk Sediaan.m 1.2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat 5. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). 6. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).Oosis 0. Cal natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.1 Antelmintik mebendazol Intestinal 4.2 ANTIBAKTERI serb aktif. ktk 25 vial @ 4 ml inj i.1. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).v 500 (sebagai garam ktk 10 vial mg/vial Na). ktk 10 amp @10 ml 6.v 250 (sebagai garam ktk 10 vial serb inj i.k/i. dan Kemasan) tab 30 mg.v 5 mg/ml.m/i. ktg 0. ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI . dan Kemasan) inj s. btl 100 tab tab 500 mg. .2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat).5 kg serb.m 50 mg/ml. Kekuatan. tube 2. bisa diulang KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 50 mg. ktk 10 amp @ 2 ml tab 100 mg. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na).2. ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg.v/s. btl 1000 tab tab 100 mg. btl 1000 tab inj i.m 2.

2. Kekuatan. btl 100 tab tab scored 300 mg. btl 60 ml serb inj i. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. ktk 100 vial serb inj i. ktk 10 str@ 10 kaps 6.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. btl 100 tab scored RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6.2. btl 100 tab tab 100 mg. btl 100 tab tab 500 mg (Hel). btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat).m 3 juta UI/vial. NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim FORMULASI (Bentuk Sediaan. 75 mg tab 150 mg. ktk 10 amp @ 3 ml inj i.m 1 juta UI/vial.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol100 mg trimetoprim 20 mg tab.3. ktk 100 vial RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str@ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). btl 1000 kaps kaps 500 mg (Hel). dan Kemasan) tab 500 mg.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (Hel). 63 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (Hel). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).1 Antilepra dapson klofazimin. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) FORMULASI (Bentuk Sediaan. micronized tab scored 100 mg. btl 100 kaps tetrasiklin 6.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2. btl 100 tab tab scored 200 mg.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i. btl 60 ml Khusus tab 250 mg. ktk 10 str@ 10 tab streptomisin kombinasi: rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. btl 100/1000 tab tab 500 mg.2. ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 300 mg.v 250 mg/3 ml (Hel). ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. btl 100/1000 tab 6.m/i. btl 1000 tab tab 500 mg.v 10 juta UI/vial.2. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 6.2 Antibakteri Lain 6.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat).2. Kekuatan.3. dan Kemasan) inj i. btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6.7 Penggunaan metronidazol 6.KELAS TERAPI.v 50 mg/ml (Hel). ktk 10 str@ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).2.2.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). ktk 100 vial kapl150 mg.2.2.

2 Antimalaria 6.5.4 ANTIFUNGI 6.m 60 mg/ml. dan Kemasan) kapl150 mg tab 150 mg tab 400 mg RESTRIKSI KELAS TERAPI.4.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. 250 mg. NAMA GENERIK kombinasi: rifampisin isoniazid etambutol kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 tab kapl150 mg.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi: pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. 6. Kekuatan. btl 100 tab scored tab salut 500. ktk 100 amp @2 ml . 500 mg tab 275 mg. ktk 10 str@ 10 tab RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 50 mg. micronized nistatin tab scored 250 mg. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. ktk 8 vial @ 1 ml 6. kapl150 mg.2 Antifungi. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). btl 500 tab tab scored 100 mg.v 25% (sebagai Hel). btl 100 tab tab 500 mg.5. Kekuatan.2. Sistemik griseofulvin.000 Ul/tab. 450 mg tab 75 mg.3. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).4. 300 mg tab 400 mg. 75 mg.5. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. Topikal Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. ktk 10 str @ 10 tab 6. dan Kemasan) tab vagina 100. 6.KELAS TERAPI.5. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. 450 mg tab 75 mg.2.1 Antifungi.Hanya untuk malaria yang gawat. btl 1000 tab 65 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 . btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab 6. btl 100 tab scored artemether artesunat inj 80 mg/ml.5 ANTIPROTOZOA 6. pot 30 9 primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan kuinin 6. tab. 150 mg. btl 12 ml kombinasi: artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. NAMA GENERIK nistatin FORMULASI (Bentuk Sediaan.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. btl 100/1 000 tab susp 100.000 Ul/ml.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.000 Ul/tab. 300 mg tab 400 mg.vli.

Oisimpan dalam botol dengan sumbat kaea. ANTIPARKINSON Antiparkinson OOEN kombinasi: benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab.k 1:10.2 KOAGULASI. btl 100 tab Oiagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. btl 5 ml ktk 1 amp 5 ml ktk 1 amp 5 ml 7. 20%. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. kedap udara. ktk 30/100 tab 1 mg 50 mg 12. eairan konsentrat.2.Oosis untuk bayi baru lahir 1 mg . ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 100 tab lar 5%. ktk 100 amp @ 1 ml 13. btl 100 ml /1000 ml serb. btl 1000 ml 10.2 DISINFEKTAN etanol70% kalsium hipoklorit lar.m 2 mg/ml.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kekuatan. OBAT yang MEMPENGARUHI povidon iodida 10. ANTIMIGREN 7. Kekuatan. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi: ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat). btl 250 tab Oiagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.5 mg (sebagai mesilat).5 mg Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . amp 1 ml tab 1 g. NAMA GENERIK 12. btl inj 500 meg/ml.2 TES FUNGSI FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 1000 ml . 13.Oosis untuk bayi prematur 0. btl 1000 tab tab 5 mg.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida tab 2 mg (Hel). btl 1000 tab tab salut 300 mg. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13. btl 60 ml tts. terlindung dari eahaya . dan Kemasan) RESTRIKSI tab 2. btl 5 ml 2% (garam Na). 10.KELAS TERAPI. ktk 10 str@ 10 tab 12. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.3 Lain-lain fluoresein tis tis inj inj mata mata 10%.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. btl 1000 ml . btl 1000 ml besi (II) sulfat 7 H2O sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (Iisol) paraformaldehida eairan. samijaga Oitjen lar 10%.Untuk dieneerkan sampai 3%. 1% (garam Na). NAMA GENERIK 7. DARAH. ktg 20 9 Program P2-PL. DIAGNOSTIK 12. btl 100 tab tab.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. ktk 1 vial 2 ml 9. btl 1000 tab sir.

5 mg.2 ml. HORMON.1 G/GI dan MULUT.05-0.5 mg. btl 100 tab tab 500 mg. Oral glibenklamida tab 2.4. btl 100 tab FERTILITAS Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. Kekuatan. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.8 ml) cocoa butter 5 9 ktk 120 batang set pasta. ktk 2 tube eairan. AKDR (IUD) copper T set 1 buah 16.2.2 G/GI dan MULUT. DIURETIK furosemida FORMULASI (Bentuk Sediaan. tube 10 9 semprot 15% (HCI). ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.000 etil klorida eugenol fluor inj. btl cubicles 1x1x1 em.KELAS TERAPI.3. btl 10 ml tab 0.3. btl 100 9 16. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 meg etinil estradiol 30 meg pil nistatin 14.2 Kontraseptik.2 ANTIDIABETES 16. btl 250 tab inj i.4.m 10 mg/ml. Kekuatan.1 Kontraseptik. btl 10 9 lar. NAMA GENERIK 15. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb. btl 12 ml 16. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0. GIGI dan MULUT.000 Ul/ml. OBAT dan BAHAN untuk 14.4 Kontraseptik inj 2% (HCI). dan Kemasan) tab 40 mg.vli. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi: lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. btl 6 9 (4.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian dulu. btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan udara harus kedap 16. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb.3 Kontraseptik.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI 16. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCI). metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. btl 1000 tab 69 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 .3. btl 10 ml 16.1 Antidiabetes. btl 100 ml eairan. klg 50 butir 16. btl 100 tab tab 5 mg. btl 60 ml susp 100.3. harus dilarutkan propiltiourasil tab scored 100 mg.4. ktk 25 amp @ 2 ml RESTRIKSI 14. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI.

tube 5 9 17. ktk 10 str @ 10 tab scored RESTRIKSI kaptopril hidrokorlison .Tidak boleh digunakan untuk wan ita hamil. btl 100/100 tab inj 0. btl 1000 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str@ 10 tab tab sublingual 5 mg. ktk 10 str@10 tab scored tab scored 25 mg. ktk 20 str @ 10 tab inj i.5% (asetat).25 mg. ktk 30 tab 18.4 ANTIAGREGASI asam asetilsalisilat (asetosal) 18. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored PLATELET tab 80 mg.5 mg. NAMA GENERIK furosemida FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 10 amp @ 1ml tab 50 mg. dan Kemasan) tab 0. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg.5 mg. btl 100 tab tab scored 12. ktk 1 amp 2 ml Tablet 0.m 10 mg/ml. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg.0625 mg. Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep.5 mg.OBAT 17.1 % (sebagai Hell bitartrat). ktk 10 bls @ 10 tab .1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. tube 5 9 17.0625 pediatrik mg untuk hidrokortison 71 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . tube 5 9 krim 0.7 SYOK. Kekuatan. NAMA GENERIK 16. pot 30 9 Untuk kronis.v 1 mg/ml (Hel). OBAT untuk 17.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. prednison Sebagai alternatif deksametason. OBAT TOPIKAL untuk 18. KARDIOVASKULER.4 ANTIINFLAMASI beta meta son 17.2 ANTIARITMIA propranolol tab 10 mg (Hel). serb inj 100 mglvial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason FORMULASI (Bentuk Sediaan.1% (sebagai valerat). btl 30 ml dan ANTIPRURITIK salep 0.Dapat timbul efek samping batuk.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17. OBAT digoksin tab 0.7. . dan Kemasan) tab 40 mg.25 mg/ml.v 0.btl60 tab 17. 17. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).KELAS TERAPI. tube 5 9 krim 2.000 UI/g 18.6 GAGAL JANTUNG. ktk 100 amp @ 1 ml 17. .3 ANTIFUNGI salep. keadaan akut dan cairan 25%.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi: basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. KULlT.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg.1% (sebagai valerat). btl 100 tab inj i. btl 100 tab tab 0. Kekuatan.Dapat timbul efek sam ping batuk.vli.

30 9 0. btl 5 ml sulfasetamida 21.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. btl 30 ml susp 5%. ktk 100 9 susp 2%. btl 100 ml tingtur 25 %.9%.KELAS TERAPI.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat natrium bikarbonat 20. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. btl 30 ml coal tar podofilin natrium klorida ringer laktat 20. btl 500 ml ktk. Kekuatan. . btl 25 ml lar infus 0. kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4 % 18.Tidak boleh dibawa pulang.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tis mata 0.5% (HCI). OBAT untuk 21. btl 30 ml liquor salep mata 1% (HCI).5g tis mata 15% (natrium). vial 50 ml Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan serb. btl 500 ml lar infus 10%. pot 30 9 salep 10%. pot 30 9 RESTRIKSI KELAS TERAPI.58g 2. MATA. tiap ktg untuk 200 ml air 0. btl 1000 tab Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kekuatan. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus.6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%. 100 ktg.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena: . btl 5 ml 73 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 .5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4. pot 30 9 lar 5 %. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. .70 9 tab 500 mg.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21.3 LAIN . btl 5 ml tis mata 1% (sulfat). dan Kemasan) salep.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. btl 500 ml lar infus 40%. pot 30 9 salep 5%.Harus diaplikasikan oleh dokter .8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens serb 2%.LAIN air untuk injeksi 21. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20.52 9 0. lar infus 5%. btl 500 ml inj 15%.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . LARUTAN ELEKTROLlT. dan Kemasan) RESTRIKSI 18. btl 500 ml lar infus 3%. .5% (sulfat). btl 5 ml 18. amp/vial @10 ml/20 ml tis mata 0. tube 3.

1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg..KELAS TERAPI. btl 1000 tab ). dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCI). ktk 100 tab tab 5 mg.200 mg/ml. tab salut 25 mg (HCI).Sebagai alternatif klorpromazin. SALURAN CERNA. ktk 100 amp @ 1 ml 25.m 5 mg/ml (HCI). btl 60 ml kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.m 5 mg/ml (HCI).1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. btl 1 00/1 000 tab tts 2 mg/ml.m 2 mg/ml (HCI).m 25 mg/ml (HCI). btl 5 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI. OBAT. ktk 100 amp @ 2 ml dan ANTIMANIA tab salut 25 mg (HCI).5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin 22. btl 1000 tab inj i. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 100 tab inj 0. ktk 100 sup mg mg mg mg 9 75 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 .-1 jam Penggunaan sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23.m 25 mg/ml (HCI).5 lidokain 10 seng oksida 120 sup ad 2 sup. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi: bismut subgalat 150 heksaklorofen 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 Ul/ml.5 mg. PSIKOFARMAKA 23.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa.3 ANTIOaSESI klomipramin 23. btl 15 ml/100 ml inj i. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCI). btl 1000 tab oksitosin 23. untuk 25. ktk 100 amp @ 2 ml 25.2 ANTIDEPRESI amitriptilin 23. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 tab inj i. dan Kemasan) tis mata 2% (HCl/nitrat). ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat). btl 100/1000 tab tab 1.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol klorpromazin tab 0. btl 1000 tab inj i.5 mg. btl 100/1 000 tab tab 2 mg.m 5 mg/ml.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. . NAMA GENERIK klorpromazin FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI 21. ktk 10 bls @ 10 tab KOMPULSI tab 25 mg (HCI). OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. Kekuatan.125 mg (maleat). ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) . btl 1000 tab Antasida DOEN II susp.

58g 2.U.m/i.k.S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. ktk 10 vial @ 5 ml . 100 ktg.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (AD.vls.T.B.m 10.li.m.2 ANTITUSIF dekstrometorfan inj i. serum antirabies inj i. I (khusus ular dari luar Papua) A.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat FORMULASI (Bentuk Sediaan.v 20. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI).KELAS TERAPI.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A.Disimpan pad a suhu 2-80 C. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pad a suhu dibawah 50 C. OBAT untuk Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.B. klg 100 tab inj i.k 1 mg/ml (sulfat). Kekuatan. .v.Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.m. .li. SALURAN NAPAS.vls.m 100 Ul/ml.k.v 10. inj i.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). btl 1000 ml ekstrak beladon 25.m 20. NAMA GENERIK kodein 26. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). btl 250 tab RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml. OBAT untuk 26.5 mg. btl 1000 tab inj i. cairan. btl 60 ml tab 100 mg. btl 100 ml 26. btl 100/1000 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI. NAMA GENERIK 25.Disimpan pad a suhu 2_80 C.1 ANTIASMA deksametason tab 0.k 0.2 VAKSIN tab 15 mg (HBr).000 Ul/amp. ktk 10 vial @20 ml Disimpan pad a suhu 2_80 C.000 Ullvial.S) inj i. Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb.m. tiap ktg untuk 200 ml air 0. btl 100/1 000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).U.G. dan Kemasan) tab 10 mg. . .li.30 9 0.m/i. btl 1000 tab inj 0.4 ANTISPASMODIK atropin FORMULASI (Bentuk Sediaan. SISTEM IMUN. btl 60 ml vaksin B.Khusus daerah tertentu .5 DlARE. btl 200 ml cairan konsentrat. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.25 mg/ml (sulfat). dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).70 9 Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghinciari muntah 27. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.52 9 0. btl 100/1 000 tab 27. 77 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 .Disimpan pad a suhu 2-80 C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.1 % (sebagai HCl/bitartrat). ktkl10 vial @ 4 ml 26.m 1500 Ul/amp.C. ktk 10 amp @ 2 ml. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.000 Ullvial. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. btl 1000 tab cairan.000 Ullvial.

btl 1000 tab tab 500 mg. HIDUNG dan TENGGOROKAN.000 UI.m. TELINGA. 28. btl 1000 tab kaps lunak 50. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 meg/ml. ktk 10 vial @ 5 ml RESTRIKSI Oisimpan pada suhu 2-80 C KELAS TERAPI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100.Oigunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster: ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml OBAT untuk Oisimpan pada suhu -200 C . btl 1000 tab RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (OT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (OTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.5. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. dan Kemasan) tab 50 mg (HCI) . ktk vial 10/20 dosis serb inj s. ktk 1 vial 0. 1 ml inj i. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tts telinga 10 %.k. NAMA GENERIK vaksin eampak FORMULASI (Bentuk Sediaan.000 UI. ktk 1 vialS ml Oisimpan pada suhu 2-80 C Oisimpan pada suhu 2-80 C tts. untuk manusia Oisimpan pada suhu 2-80 C Oisimpan pada suhu 2-80 C MENTERIKESEHATAN inj i. btl 1000 tab tab 25 mg (HCI). btl 1000 tab tab 5.k. btl 1000 tab tab 10 mg (HCI). btl 1000 tab tab. Kekuatan.m.KELAS TERAPI. karbogliserin 29. btl 5 ml tab 50 mg.000 UI. Kekuatan.Oisimpan pada suhu 2-80 C .li.k.000 UI (sebagai palmitat).m. dan Kemasan) inj s.

m/i.5%. btl 5 ml 4 5 + 6 artesunat + 7 8 asam triklorasetat asetazolam ida Pindah sub kelas terapi 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + + + 12 13 besi (II) sulfat 7H20 betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 . ktk 10 str@ 10 tab serb 65·75%.5 mg. i. btl 1 oz PENAMBAHAN (+). ktg tab 250 mg. PERU BAHAN FORMULASI 1 alprazolam + LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 inj. Kemasan) tab 0.v.). PENGURANGAN (. amp 2. tube 5 9 tts. ktk 10 str@ 10 tab tab 0. tube 5 9 jeli 5%.5 ml salep mata 1000 UI/g. ktk 8 vial @ 1 ml kristal. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium).v/i.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.5 ml. btl 100 tab tab 200 mg. vial 50 mg tab 5 mg (l+Cl). btl 100 tab serb inj i. 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2..v. tube 5 9 jeli 2.25 mg. ktk 6 amp @ 3 ml inj i.m 60 mg/ml. Kekuatan Sediaan.

48 9 iodium). btl 30 ml serb. ktk 30 tab PENAMBAHAN (+). PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 9 Perubahan sediaan etoksuksimid + + 33 34 35 bentuk 36 37 39 40 fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin etonogestrel fenitoin fenobarbital + Perubahan kemasan bentuk Perubahan kekuatan sediaan + + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + 41 + 42 fraksi protein plasma (termasu] fibrinogen) framisetin kasa steril1 % (sulfat). btl 250 ml lar 0.a.li.m. ktk 5 vial 20 ml inj 100 Ul/ml.v. 1 ml Perubahan garam bentuk 26 edrofonium Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 efavirens 29 30 enfluran etakridin (rivanol) - 45 46 gentian violet haloperidol 82 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 .m. Kemasan) inj infiltr 0.05 mg/ml (sitrat). PENGURANGAN (.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. vial 10 ml inj i. PENGURANGAN (.25% (l+Cl).35%.1 ml mengandung 0. vial 5 ml inj 25 mg/ml.0625 mg. btl 100 tab inj 0. PERU BAHAN FORMULASI 14 bupivakain + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) + + 15 campuran insulin regular: intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin 32 16 17 18 19 20 21 22 set 1 buah serb inj 50 mg (Hel) lar infus 6%.). Kemasan) inj i. 2 mg/ml ktk 5 amp @ inj i. tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%. ktk 10 Ibr krim 1%. i. btl 300 ml serb.25 mg/ml. 10 mg/ml (klorida).m. ktk 1 vial 10 ml PENAMBAHAN (+). btl 10 ml inj i. 1 ml (l+Cl). btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i. btl 90 tab tab 600 mg. ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg.96 ml (setara dengan 0.).25 mg. btl 1000 tab tab 0. btl 100 tab tab 0. btl 100/1 000 kaps sir 250 mg/5 ml. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat).m.li.v. ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tis mata 0. btl 500 ml lar infus 5 %. Kekuatan Sediaan. 2mg/ml. Kekuatan Sediaan. btl 5 ml inj 50 mg/ml. ktk 5 amp @ 2 ml inj. 0.v. btl 30 tab cairan ih. 5 mg/ml ktk 5 amp @ (l+Cl). amp 1 ml kap/tab 10 mg. ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg. 100 ktg.1 %. ktk 30 tab kap/tab 20 mg.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab 25 mg, btl 1000 tab tab10mg krim 1% (asetat), tube 5 9 tis mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (. ), PERU BAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) serb inj 10 mg/vial (HCI), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl250 tab

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.), PERU BAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

+ +

66

klormetin

+

+

67

klozapin *)

68

kodein

Peru bahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml eairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCI), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCI), btl 250 tab tab 2 mg tis telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), bt12,51 lar 4,0 % (glukonat), bt12,51 lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 I

+

69

kolkhisin

tab 500 meg, ktk 3 str@ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

+

70

kombinasi: ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi: ekst. apii herba 92mg eksl. ortosiphonis folium 28 mg komposit resin kuinidin

71

kapsul

+

+ 72
73 Perubahan nama obat

57

karbamazepin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1 000 tab infus, btl 500 ml

+

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

74

+

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCI0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

+

75 76

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCI), ktk 4 bls @ 9 tab

77
78 79 80

+

85

84

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) salep kulit 5% pil75 meg, 150 meg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCI) + epinefrin 200.000, ktk 10 vial @ inj 2% (HCI) + epinefrin 200.000, ktk 10 vial @ 1: 30 ml 1: 20 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.),

PERU BAHAN
FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

+

95

(dl) metilfenidat *)

+

96 97

metil prednisolon

Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

85

lidokain

98

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tis 0,1 mg/tls, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 9 inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tis telinga, btl 5 ml

+ + +

86

liquor faberi

liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

99 midazolam

87

liquor veilli; kombinasi: asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10% lisinopril

+
100 101 natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi: neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

+

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab200 mg,ktk 10 str@ 10 tab tab eairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

Perubahan kekuatan sediaan

102 103 104

+ +

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

105 106

+

+
107 108 109

-

-

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

+

87

86

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (l+Cl), btl 100/1 000 tab tab 16 mg (l+Cl), btl 100/1 000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 mil 50 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (-), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UII amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 Ul/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 9 btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (-),

PERU BAHAN
FORMULASI +

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

-

125

retinol (vitamin A)

126

retinol (vitamin A)

-

127 114 115 permetrin piridostigmin +

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + +

Pindah kelas terapi

128 129 130

116

polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan

117

tis mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 9 cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (Hel) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

+

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon

134

sufentanil

Perubahan nama obat

Perubahan kekuatan sediaan

135

suksametonium

122

propiltiourasil

136

suksinil kolin

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

137 sulpirid

89

124

reserpin

138 tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

PENGURANGAN (. PERU BAHAN FORMULASI 139 tiopental Perubahan benluk dan kekuatan sediaan 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat LAMPIRANII KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SKlIII/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). Kekualan Sediaan. 1:10. btl 5 ml inj i.v. btl 100 tab Perubahan sediaan 143 144 vankomisin + 145 vekuronium kekuatan 146 147 warfarin zidovudin Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 90 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . 500 mg/vial. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida).). btl 120 ml serb inj. Kemasan) serb inj i. ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na).NO NAMA GENERIK FORMULASI (Benluk Sediaan. btl 100 tab tab 100 mg.k. ktk 25 amp tis mata 1%. ktk 1 vial 25 ml PENAMBAHAN (+). btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).

perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obatyang rasional. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Mengingat 1. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. 3. 5. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. tambahan Lembaran Negara RI No. 6. b. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis I ilmiah yang diperlukan tim ahli. c. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya sampai dengan akhirtahun 2008. Fungsi. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SKlIII/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Peraturan Pemerintah No. Ketiga Keempat 4. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan DaftarObat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. TimAhli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan daril ke dalam DOEN 2008. Kelima 91 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. d. 2. ketersediaan obat esensial yang aman. Susunan Organisasi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Kedua b. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 3781). Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lam piran keputusan ini. melaksanakan pendokumentasian. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 7. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Peri XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82.138. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhirmasa kerjanya. mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. keputusan ini MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang a. Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dania tau dikeluarkan dalam DOEN2008. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). e. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. Tugas. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. c. d. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). f. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI NOMOR KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA : 239/MENKES/SKlIII/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN Pertama Menetapkan MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: KEPUTUSAN MENTER I KESEHATAN NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN (KOMNASDOEN 2008). pola penyakit. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut: a.

6. 4. 10. 8. Penanggung TimAhli: Ketua Wakil Anggota MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN: KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 239IMENKES/SKJlI1I2008 TANGGAL : 5 MARET 2008 KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN) 2008 Ketujuh Ditetapkan di Pad a tanggal J A K ART A 5 MARET 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehalan Kepala Badan Pengawas Obal dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obal dan Makanan : Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alai Kesehatan Iwan Darmansjah (Dokter umum) Rianto Setiabudy (Dokter umum) 1. 5. 93 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . Soekandar (Dokler umum) Engko Sosialine (Apoteker) lrawan Mangunalmaja (Dokler spesialis) Iwan Dwiprahasto (Dokter umum) Kartono Muhammad (Dokter umum) Nani Sukasediati (Apoteker) Pinky F. 9. 7. 5. 3. 12. 13. 2. Pengarah: 1. 2. kepada: Konsultan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan PengawasObatdan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untukdilaksanakan sebagaimana mestinya 1. 3. 2. 6. 11. 6. 5.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. 3. 7. 7. 3. 4. 4. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya. Riawan (Dokter umum) Sri Suryawati (Apoteker) Jawab Salinan Keputusan ini disampaikan 1. 5. Hadinegoro (Dokler spesialis) Arini Setiawati (Apoteker) Atie W. 8. 14. 4. Abdul Muthalib (Dokter spesialis) Asril Aminullah (Dokter spesialis) Bambang Sudarmanto (Dokter spesialis) Dede Gunawan (Dokler spesialis) Djakaria (Dokter spesialis) Gunawan (Dokler spesialis) Hanafi Trisnohadi (Dokter spesialis) Inge Sulanlo (Dokler umum) Nugroho Kampono (Dokter spesialis) Omo Abdul Madjid (Dokter spesialis) Robert Reverger (Dokler spesialis) Sarwono Waspadji (Dokler spesialis) Silvia Desiree Fadiel (Dokter gigi) Sri Rezeki S. 9. 9. 8. 2.

3. 4. Imunisasi dan Kesehatan Matra KasubditStandardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Ditetapkan di Pad a tan99al J A K ART A 5 MARET 2008 95 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . 8. Sekretariat 1.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana: Ketua Sekretaris Sekretaris I Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokterumum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 Anggota 1. 10. 2. 5. 2. 5. 9. 4. 6. 6. 3. 7. Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono AnwarWahyudi Nofiyanti Mulyati Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian danAlat Kesehatan Direktur Bina Obat Publikdan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian PenyakitTidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi.

Biomed dr.Apt. Riawan Ora. Zorni Fadia dr.Arini Setiawati. dr. M. Silvia Desiree. Omo Abdul Madjid. Robert Reverger. Sri Rezeki S. Jakarta Ditrektur RSU Husada. PhD. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. SpA (K) Prof. Dr. dr. Prof. Irawan Mangunatmadja. SpFK. S. Padang Direktur Utama PT. Siloam Karawaci. dr. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua PersatuanAhli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. Nugroho Kampono. Prof. Djakaria. M. Prof. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. SpA (K) drg. dr. MARS Ora. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. Gunawan Darmansjah. Surabaya Direktur RSU Kab. DR. Sarwono Waspadji. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. Prof. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Makasar Direktur RSU Dr. dr. Sri Suryawati dr. dr. Karyadi.Abdul Muthalib. Kartono Muhammad dr.Asril Aminullah. SpOG. Kimia Farma Direktur Utama PT. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr. SpA dr. Atie W. SpKGA DR. dr. Engko Sosialine. SpAn. SpRad (K). Dr. Dr.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AIKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi.MedSc. Hanafi Trisnohadi. SpPD (K). Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. Dr. Inge Sutanto Prof. dr. SpS (K) dr. dr. Prof. Dr. Prof. SpOG. Apt. SpPD (K) Prof. Soekandar. Dede Gunawan. SpKJ (K) dr. Moewardi. Dettie Yuliati. MSi Dita Novianti. SpFK. SpFK. M. dr. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. MM 97 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . SpA (K) dr. dr.Si. Indofarma Direktur Utama PT. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Bambang Sudarmanto.Soetomo. Solo Direktur RS dr. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. Hussein Palembang Direktur RS dr. Pinky F. Prof. Abdullah Akhmad. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. dr. Iwan Dwiprahasto. Iwan Darmansjah. Sardjito. SpKJ(K) Prof. Rianto Setiabudy. Hadinegoro. PhD.Denpasar Direktur RS. dr.

Apt. Ojentot Fibihanindyo Putro Ora. Rohayati Rahafat. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRANIV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUAIWAKIL KETUAIANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . OaraAmelia. Drs.Si. Apt.Si. dr. S. Ora. Ema Viaza.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. S. Apt. Apt.

Nama Alamat LAMPlRANV SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1. Jakarta. . *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . 3. Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN. Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN.PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini. 2. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir.

memiliki kepenlingan alau bekerja pada perusahaan alau fasililas lain yang berada di bawah pengawasan anggola KomNas. peragaan alau menampilkan sesualu yang mungkin dapal mengunlungkan secara finansial/malerial bagi dirinya. Anggola KomNas Tanggal mempresenlasikan baik berupa lulisan. Saya yang berlanda langan di bawah ini : Nama Jabalan Kelua/Wakil Kelual Anggola TimAhli I Konsultan'' KomNasDOEN dapal mengganggu kepulusan yang dibuat. 1.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obal Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa lidak akan ada konflik kepenlingan anggola Komile Nasional DOEN (disingkal : KomNas DOEN) yang 6. 5. lisan. maka yang bersangkulan harus memberilahukan kepada Kelua Tim Ahli alau Direklur Bina Penggunaan Obal Rasional sebelum seliap kegialan revisi dan lidak ikul serla dalam pelaksanaan pengambilan kepulusan. *) Corel yang lidak perlu 103 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . Jika dalam melaksanakan lugas sebagai anggola KomNas mempunyai konflik alau resiko konflik kepenlingan. Anggola KomNas lidak berlindak sebagai wakil resmi dari sualu badan unluk Dengan ini menyalakan bahwa saya : Memahami dan akan memaluhi pernyalaan yang lertera di alas. menjalankan. 3. organisasi keagamaan dimana ia lidak menerima kompensasi apapun alau sepanjang organisasi lersebul lidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggola KomNas. Anggola KomNas diperbolehkan unluk lerlibal sebagai pelugas alau anggola badan dari organisasi sosial. Anggola KomNas lidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegialan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun lanpa perselujuan dari Kelua Tim Ahli dan anggola KomNas yang lain. 2. Tidak ada keluarga dari anggola KomNas yang memiliki. Unluk ilu perlu adanya kesediaan seluruh anggola KomNas DOEN unluk mempelajari dan menandalangani dokumen pernyalaan berikul apabila sudah menyelujuinya. 4. mengendalikan. Anggola KomNas lidak meminla alau menerima uang alau apapun yang bernilai dari seseorang alau organisasi baik secara langsung alau lidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapal mempengaruhi subyeklivilas revisi alau hasil penilaian.

LAMPI RAN VI FORMAT KAJIAN USULANPENAMBAHAN/PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 0 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRANVI FORMAT KAJIAN USULANPENAMBAHAN/PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

......... 200 ........ 106 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 .REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Us ulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN DAN KEKUATAN PERUBAHAN KEMASAN PENAMBAHAN PENGURANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *J INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan *) Dilampirkan literatur / acuan / pus taka terpercaya literatur / acuan / pustaka terkait . Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP.......

64 estrogen terkonjugasi. 43. 23. 71. 65. 76 antibakteri DOEN. 68 etil klorida. 34. 41. 35 fraksi protein plasma. 75 dietilkarbamazin. 76 amfoterisin. 50. 28 doksorubisin. 50 dekstrose. 49. 34 deferoksamin. 48 coal tar. 40. 34. 52. 24. 46. micronized. 56. 55. 24 bisakodil. 61. 32. 72 bedak salisil. 45. 77 dekstrometorfan. 61. 76 bleomisin. 43. 54. 34 B bahan kontras media DOEN. 73 asetazolamida. 72. 41.S. 27 diloksanid. 32. 69 antasida DOEN I. 29. 46. 67 benzalkonium klorida. 46. 42 etambutol. 56. 77 griseofulvin. 66 amoksisilin trihidrat. 40. 36. 63 fentanil. 53. 57. 62 difenhidramin. 59 aluminium hidroksida. 47. 65 gutta percha points. 71 atrakurium. 42 homatropin. IS. 54. 40. 74 albendazol. 58. 69 fluoresein. 57. 69 etinilestradiol.II. 70 glipizid. 50 hidroksi progesteron. 27. Na. 56. 33 efedrin.46 budesonid. 37 c CHKM. 29. 66 artesunat. 55 amiodaron. 50 benzatin benzilpenisilin. 56. 44. 22. 24 deksametason. 62 ampisilin. 77 dekstran . 26. 68 fluorourasil. 56. 47. 59 107 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 34 atenolol. 45. 26. 37 hidrogen peroksida. 54. 73 belerang endap. 25. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 49 glass ionomer art. 25 artemether. 25. 42. 35 eugenol. 50 human tetanus immunoglobulin. 41. 32. 73 benserazid. 59. 23. 35 dapson. 69 barium sulfat. 34 daktinomisin. 35 dopamin. 74. 40.D. 26. 42.79 fenobarbital. 69 E efavirens. 65. 66 asam asetilsalisilat. 36. 71 asam askorbat. 22. 30. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 22. 38 bahan tumpatan semen tara. 73 copper T. 31. 65 etanol 70%. 66 antiparkinson DOEN. 74 glukosa anhidrat. 71. 77 azatioprin. 41. 49 aminofilin. 53. 72.78 adrenalin.79 DTP. 43 dimenhidrinat. 46. 67 flufenazin. 67 dikloksasilin. 77 air steril bebas pirogen. 69 H haloperidol. 44 dobutamin. 50. 78 gliserin. 21. 21 fenitoin. 49 busulfan. 26 alopurinol.U/. 72 asam folat. 75 amodiakuin tab.U. 77 ekstrak beladon. 41. 55. 50 asetosal. 27 benzilpenisilin kristal. 53. 50. 46 asam salisilat. 61 I Ibuprofen. 25. 72 antifungi DOEN. 31. 60. 32. 48 daunorubisin.23 heksaklorofen. 39. 60. 46. 70. 45. 55 bupivakain. 27. 77 gentamisin. 36. 60. 76 disopiramida. 76 antimalaria DOEN. 44. 42 etoposid. 51. 71 dihidroergotamin. 54. 48. 61. 77 glukosa. 21 fitomenadion. 40. 43 amitriptilin. 62 fenoksimetil penisilin. 78 A. lihat a traumatic restorative treatment glibenklamida. 22. 41 hidrokortison. 38 basitrasin. 37 fenilbutason. 54 bismut subgalat. 60. 54. 31. 48 desmopresin. 36. 46 hidroksipropil metilselulosa. 48 heparin. 76 antasida DOEN II. 75 halotan. 32 diltiazem HCI. 41 gliseril guaiakolat. 45 doksisiklin. lihat adrenalin ergokalsiferol. 53. 60 digoksin. 67 asam retinoat.INDEKS A AB. 43. 55. 64. 67 eritromisin. 33. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 35 F faktor VIII. 54. 31 hemodialisa DOEN. 24. 32. 64 darrow glukosa ana. 69 atropin. 23. 48. 37 faktor IX kompleks. 48 diazepam. 21. 72. 52 atraumatic restorative treatment.34 boraks. 48. 46. 55. 47. 79 asam benzoat. 51. 46. 51 fluor. 56 hydroxy ethyl starch.45 DT. 37 furosemida. 36. 74. 77 epinefrin. 37 air untuk injeksi. 33 asparaginase. 65. 43. 40. 72 G garam oralit. 72 biru metilen. 32. 33. 78 A. 39. 67 apomorfin. 58 ergotamin. 72 antihemoroid DOEN. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 76 heksamin mandelat. 51 fluoksetin. 74. 69 cairan intralipid. 67 betametason. 68 hidroklortiazida. 48 darrow glukosa half strength. 78 AB. 47. 45. 29. 23. 50. 49. 54. 70 D dakarbazin.

23 nitrogliserin. 63 kotrimoksazol DOEN III. 58. 33 nifedipin. 24. 40 natrium iopodat. 59 pilokarpin. 35 kloramfenikol. 75 (dl) metilfenidat. 28. 61 manitol. 34. 79 rifampisin. 34. 65 ringer laktat. 31. 47. 63 klorfeniramin. 32. 77 kalk. 22. 41. 56. 49 larutan nutrisi DOEN. 44. 23 propranolol. 38. 64.53 nevirapin. 60 oksimetazolin. 48. 43. 23. 27 sefiriakson.70 meglumin amidotrizoat. micronized. 33. 35 propiltiourasil. 50. 43. 74 oksitosin. 72 povidon iodida. 71. 26 prednisone. 58 nistatin. 53 pirimetamin. 26. 23 mikonazol. 49 leukovorin. 61 kalsium glukonat. 33. 71 protamin sulfat. 75 pirantel. 57 oksitetrasiklin.I serum antidifieri. 59 natrium hipoklorit. lihat kalk kaptopril. 26. 24 natrium aminohipurat. 71 kotrimoksazol DOEN I. 69 nitrofurantoin. 63 kotrimoksazol DOEN II. 43 norepinefrin. 22. 69 kalsium hipoklorit. 65 piridoksin. 31 ketoprofen. 54. 66 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Q 0 OBH. 67 kalium klorida. 49 insulin intermediate. 58. 31. 38. 52 rokuronium. 64. 28 kresol. 37 polikresulen. 66 midazolam. 22. 40 serum anti bisa ular. 31. 48.37 kalsium folinat. 24. 48. 44 metilergometrin. 59 metanal. 33 J K kafein. 39 metenamin mandelat. 43 neostigmin. 68 kalsium laktat. 73 liquor veilli. 70 lidokain. lihat kalsium folinat levodopa. 37 M magnesium hidroksida. 47. 37.79 kalsium. Ca. 44 lisol. 22. 38 natrium klorida. 35 metronidazol. 30. 39 natrium bikarbonat. 29 klofazimin. 24. 40. 32. 73 perak sulfadiazin. 29. 74. 69 permetrin. 49. 23 isoniazid. 76 magnesium sulfat. 23. 32. 21. 24. 74. 35. 40. 63. 30. 33 larutan lugol. lihat AB. 66 klorpromazin. 63 prokarbazin. 55. 68 prazikuantel. 36. 62 pirazinamid. 22. 65 nitrogen oksida. 45. 77 natrium kromoglikat. 73 poligelin. 66 podofilin. 57. 46 lisinopril. 72 natrium tiroksin. 57. tersaponifikasi. 32. 35 merkaptopurin. 21. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 51. 64. 51. 79 piridostigmin. 27. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 75 R ranitidin. 46 petidin. 23. 40. 74 risperidon. 44 natrium tiosulfat. 31. 69 pengganti plasma DOEN. 72 karbamazepin. 46 S salbutamol. 42 iodium. 42.idoksuridin. 58 iofendilat. 58. 25. 75 klonidin. 77 komposit resin. 43. 39 natrium diklofenak. 40. U. 62 medroksi progesteron asetat. 52 metoklopramid. 32. 31. 54 metotreksat. 73 seng oksida. 30. 28. 74 natrium bromsu/ftalein. 68 parasetamol. 44 klorambusil. 79 ketamin. 21. 59 prokain benzilpenisilin. 65 isosorbid dinitrat. 54. 54. 43. 60 N nalokson. 67 levonorgestrel. 40. 61. 73 liquorfaberi. 58 kalsium hidroksida. lihat CHKM klorheksidin. 64. 47. 49. 38 isof/uran.49 mebendazol. 43. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 42. 42 L lamivudin.78 obat batuk hitam. lihat heksamin mandelat meiformin. 32. 52 p paraformaldehida. 46 morfin. 42 insulin regular. 28. 64 klomipramin. 47. 41. 38 iopamidol. lihat OBH oksigen. 30. 53.D. 38 ioheksol. 56. 44. 70 metil tionin klorida. 59 pasta pengisi saluran akar. 76 liquor carbonis detergens. 53 retinol. 24. 52 kodein. 27 senyawa klor. 39. 40. 47. 25. 28. 35 metakresol sulfonat. 66 probenesid. 25 karbon aktif. 33 klozapin. 66. 70 larutan nutrisi. 76 sefazolin. 77 salep 2-4. 49. 61 klorfenol kamfer mentol. lihat A. 41. 46. 39 polimiksin B. 60 ketokonazol. 61 karbogliserin. 71 primakuin. 65. 50 natrium nitropusid. 40. 48. 37 penisilin V. 44. lihat biru metilen metildopa. 38. 49. 44 nikotinamid. 45 noretisteron. 40 klorokuin.S 109 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 110 . 39 melfalan . 51. 42. 68 kuinin. 70 propofol. 39 metampiron. 60. 21 klindamisin. 51 lopinavir. 51. 46. 54. 69.

33 u urea. 74 tetrasiklin. 30. 74. 35 siklosporin. 56. 65 sulfasalazin. 67 siklofosfamid. 33 streptokinase. 64 sufentanil. 21 suksinilkolin. 79 vaksin polio. 42 tetanus adsorbed toxoid. 79 valproat. 29. 79 vaksin rabies. lihat OTP vaksin jerap difteri tetanus. 79 vitamin 81. 79 timolol. 28. 45.serum antirabies. 36 solutio salicylic acid 0. 57.C. 63. 79 tetrakain. 53 sulfadiazin. 78 serum antitetanus. 72 siprof/oksasin. 58. 60 triheksifenidil. 77 tuberkulin protein purified derivative. lihat piridoksin vitamin C. 63. 36. 50. lihat retinol vitamin 8 kompleks. lihat liquor veilli spironolakton. 56. 35 sitarabin. untuk manusia. 54. 36 vitamin A. lihat ergokalsiferol vitamin K1. lihat tiamin vitamin 812. 48. 67 trimetoprim. 77 vaksin campak. 57. 28. 28. 68 w warfarin. 44 vinblastin. 45 streptomisin. 31. 41 v vaksin 8. 32. T S serum imunoglobulin.50 tiopental. 28. 29 vasopressin. lihat A. 36 vinkristin. 63 tiamin. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis. 69 stavudin.. 41. 77 vaksin hepatitis 8 rekombinan. 47 111 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . 36. 29 sisplatin. 65 trinatrium sitrat dihidrat. 31. 39. lihat asam askorbat vitamin 03. 34. 49. 66 sulfametoksazol. 34 testosteron. 58.G.38 simvastatin. 41 verapamil. 55 sulfasetamida. 64. 74 surgical ginggival pack. 23. lihat fitomenadion T tamoksifen. 56. 41 spons gelatin. 25 vankomisin. 56. 29. 57. 1%. 64 sulfadoksin. lihat 0 T vaksin jerap tetanus 57. lihat sianokobalamin vitamin 86. 34 simetikon. 56 sianokobalamin. 37 x y z zidovudin.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->