Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

DAFTAR OBAT
ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

profilaksis.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). Kustantinah. DDEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. Diharapkan dengan berlakunya DDEN tahun 2008 ini. NIP. Revisi DDEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DDEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. revisi terakhirdilakukan pada tahun 2005. terapi dan rehabilitasi. Db at esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah danjenis yang cukup. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DDEN. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DAFTARISI Halaman Kata Sambutan Daftar lsi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konftik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks 21 59 iii 81 91 97 101 103 ra. 140 100 965 105 107 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. mencakup upaya diagnosis. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. PENDAHULUAN Bab II. Apt. Daftar Obat Terbatas u ntuk Puskesmas 2008 LAMPI RAN-LAMPI RAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. MAppSc. Kepada semua pihak yang telah memberikan DDEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SKlIII/2006 Kebijakan Dbat Nasional. 7. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Drganisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Susunan Drganisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 8. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431 ). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/l/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. 2. pola penyakit. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SKlIII/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DDEN) 2008. Pemerintahan Daerah Propinsi. Tambahan Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). 6. 4. b. Peraturan Pemerintah Pemerintahan antara Pemerintah Daerah Nomor 82. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/X11/2007. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SKlVIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang a. 11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. bahwa Daftar Dbat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SKlVII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Mengingat 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). 5. Fungsi. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Drganisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. tentang 12. Tugas. dan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Lembaran Negara Nomor 4737). 3. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini Kedua iii Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 iv . 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. c. MEMUTUSKAN: Menetapkan Kesatu KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. serta program kesehatan.

Dengan ditetapkannya Keputusan ini. keamanan. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. memeratakan. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SKlVII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Penerapan DDEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga Daftar Obat Esensial Nasional (DDEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Keempat LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 7911MENKES/SKNIII12008 TANGGAL: 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam Ketujuh Ditetapkan di Jakarta pada tanggal21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. v Daftar Obat Esensial Nasional2008 . Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Penerapan DDEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan.

Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. Seluruh proses pembahasan.BABI PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. dan pentingnya pernyataan conflicting ofinterestdari para anggota tim ahli. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). telah dirintis kearah perbaikan tersebul. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak.World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). 5. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. Keberpihakan kepada kepentingan anak. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. proses revisi. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. 4. Organisasi Kesehatan Dunia . 2. 6. yaitu 4 (empat) orang. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. Pada tahun 2007. maka revisi pada tahun 2008. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. Mengingat beberapa hal di atas. BABI PENDAHULUAN 3. termasuk bentuk sediaan. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. dalam beberapa hal antara lain: 1. Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai.

Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. sarana dan fasilitas kesehatan. harus memenuhi kriteria berikut: . Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. Kriteria Obat Esensial Nasional a. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. (4).Obat yang sifatnya paling banyakdiketahui berdasarkan data ilmiah. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. satu studi quasi-eksperimental jenis lib III Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. Dalam pelaksanaan revisi. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DDEN. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. seperti studi komparatif.Obat yang telah dikenal. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya. Pedoman Pengobatan. Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan.Obat yang stabilitasnya lebih baik. yang dirancang dengan baik. . Mutu terjamin.A. terapi dan rehabilitasi. b. Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DDEN. pilihan dijatuhkan pada : . termasukstabilitas dan bioavailabilitas. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. DPHD Askes). Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinikdari pakaryang disegani. . sebagai berikut: TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS la Ib Iia OF EVIDENCE) Fakta diperoleh dari meta anal isis uji klinik acak dengan kontrol. Penerapan Konsep Dbat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. (3). . Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya lain yang dirancang dengan baik. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. . (8). 1.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). (7). a. DDEN merupakan stan dar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. c. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa. (6). .Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Dbat Esensial Nasional (DDEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 2. 3. . profilaksis. . Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasionallndonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan oba!. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. seluruh obat yang ada dalam DDEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DDEN.Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita. studi korelasi. mencakup upaya diagnosis. 2 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 3 . (5). Formularium Rumah Sa kit. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). tanpa acak. dan studi kasus. IV 2. Dbatjadi kombinasi tetap.Obat dengan sifatfarmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. (2). dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftarobatterbatas lain (DaftarDbat PKD.Mudah diperoleh. .

Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.Penerapan DDEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. masing-masing daerah kabupaten I kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan oba!. daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. keamanan. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) I Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DDEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebu!. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. C. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. Informatorium Obat Nasionallndonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. Penerapan DDEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan. dengan perencanaan yang tepa!. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain: Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Db at Esensial menggunakan nama generik. kelengkapan dan tidak menyesatkan. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. efek samping. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Saki!. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Saki!. dosis dan lama pengobatan. d. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Pembelian yang transparan dan kompetitif. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. Pengembangan Informatorium Obat Nasionallndonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan oba!. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Pemerintahan Daerah Propinsi. sehingga dapat disusun 4 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 5 . kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DDEN adalah mengika!. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyaraka!. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. b. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan oba!. Bentuk sediaan. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan oba!. kabupaten maupun kota. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. dosis. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. e. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. 3. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu.

mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan oba!. interaksi obat dan bentuk sediaan. Komunikasi. dosis. 7. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. Jalurlain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. Instansi Pemerintah I Swasta b. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). dan penelitian kesehatan. 5. pemerintah c. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. cara penggunaan. pendidikan dan penelitian lain. Organisasi Profesi yang terkait c. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. kontraindikasi. 6 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 7 . Puskesmas. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. yang relatif murah harganya.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. baik pemerintah maupun swasta. epidemiologi.A/Menkes/SK/XI/2002. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. farmasi. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. 4. supervisi. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. peringatan perhatian. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). 8. 9. b. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Informasi tersebut meliputi indikasi. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten I kota I provinsi) dan tingkat pusa!. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. 6. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. dan pendidikan. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. efek samping. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d.q. pendidikan. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379.

dituliskan diantara tanda kurung. 8 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 9 . maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. d. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. Tata Nama a. obat dikelompokkan sub-subkelas terapi. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim.c. Tidak menggunakan standarganda bagi mutu obat yang didonasikan. b. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Menyelenggarakan komunikasi. misalnya : tablet salut enterik. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. subkelas dan kadang-kadang subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun d. DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. c. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. B. 3. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedomanistandar yang berlaku. informasi dan pengelolaan. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan oba!. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. b. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. Terminologi 1. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. DOEN Rumah Sakit sama dengan Satu jenis obat dapat dipergunakan sediaan dapat terdiri dari beberapa Dalam DOEN. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. ObatSumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. mutu obat dan masa berlaku obat. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). Untuk obat yang belum terdaftardi Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10. kedua. berdasarkan kelas. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. lsi dan Format DOEN a. Pengertian dan Singkatan a. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). 2. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. injeksi intravena dan sebagainya. b. Empat prinsip utama obat do nasi adalah : a. Dalam setiap berdasarkan abjad nama oba!. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. c. d. dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk jenis kekuatan. pengemasan dan pemberian label. c. misalnya : garam orali!. Dalam pelaksanaannya.

Tirn ahli dan konsultan bekerja bersarna dalarn pernbahasan yang dibagi dalarn beberapa kali pernbahasan berdasarkan kelas terapi. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat prograrn akan berakibat pada proses pengadaan obat. inj infiltr inj i. b. Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. Lain-lain (1) Penulisan informasi pad a kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a). Dengan pernaharnan ini. Beberapa perurnparnaan rnuncul untuk rnernperrnudah pengertian atau konsep obat esensial.v.(4) Besarkemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. diperlukan perhatian terhadap sifatlcara kerja obat (f). sekretariat rnendukung dengan inforrnasi dari Cochrane review dan WHO Library. Hal ini dilakukan rnengingat perkernbangan ilrnu kedokteran yang belurn tertarnpung di dalarnnya. Selain inforrnasi dari konsultan dan tirn ahli. Pernaharnan konsep DOEN. Dari proses ini. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departernen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat prograrn. (2) (3) (4) larinfus OAT serb serbaktif serb inj serb inj i.rn. Obat esensial adalah lantai bukan langit-Iangit. Singkatan arnp btl bls ih inj inj dlrn rninyak inji.k.v. Konsultan terutarna yang bertanggung jawab atas data EBM. Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna rnerah. Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah saki!. Rupanya pernaharnan konsep obat esensial rnulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai. telah bekerja sesuai dengan kornpetensi. inj i. injs. sekarang ini sudah bukan lagi pernbatasan. pendapat ahli sernata. Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it). misalnya kotak 100 vial. narnun pernbahasan tidak lagi hanya berdasar pernbuktian tingkat ke-4. diterjernahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). contohnya penggunaan obat kanker. dikombinasikan dengan obat lain (i). Obat esensial adalah kebutuhan rninirnal dalarn pelayanan kesehatan. kapl kaps ktk ktg lar larrektal arnpul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalarn rninyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intrarnuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. diperlukan monitoring ketatatau pertimbangan medis (e). pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. diperlukan fasilitas tertentu (h).a. inj i. inj p. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efeksamping (b). persoalan yang rnuncul kernudian yaitu rnasalah perbedaan persepsi dan pengertian obat prograrn. tetapi rnengkaji seluruh obat dalarn DOEN 2005.v. Proses Pembaharuan Revisi Pernbahasan bukan hanya dari us ulan yang rnasuk. Untuk rnengatasi hal ini telah disepakati. pembatasan indikasi (c). rnulai disosialisasikan kernbali. baik dari prograrn dan rnaupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) 0). serb kering sir sirkering sup susp tab tab kunyah tabsalut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts ttsmata ttstelinga larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetesmata tetes telinga c.k. rneski inforrnasi EBM belurn sepenuhnya berlaku. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). Hal ini terlihat dari berbagai pernbatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). 10 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 11 .

dokter umum. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis I ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. (6). dan direktorat lain. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. Timahli (b). Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. 2. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Jika diperlukan. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. 25 instansi memberikan jawaban. Konsultan (c). Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. (b). Sekretariat Pelaksana b. Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. departemen/bagian di rumah sakit. Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. (e). Selain usulan dari instansi. Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. (d). jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. dokter umum I puskesmas. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis I ilmiah yang diperlukan tim ahli. KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. proses revisi. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). (c). kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 oba!.Dalam proses revisi. (8). (3). Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. (5). 12 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 13 . dokter spesialis atau apoteker. puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. (2). dapat memberikan usulan dengan data pendukung. Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. terdiri dari : (a). penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosrasi profesi. sangat intensif. 1. Organisasi (1). (b). Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. (7). farmakologi (klinik). (c). Perubahan formulasi (bentuk sediaan. Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). (4). Acuan ini berisi kepanitiaan. Pengelola Program dan (d). namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. apoteker. Menyatakan kesediaan secara tertulis. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. tim ahli dan konsultan. B. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. 22 jawaban untuk menambahkan. Namun. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. membutuhkan penekanan hal ini. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan I pengadaan oba!. seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. C. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). Setelah 3 bulan pengiriman. Kepanitiaan a. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item oba!. dokter gigi. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. hanya dibedakan dokter.

jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain). (c). RS Swasta terpilih. e. RS o o Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi Fakultas Kedokteran Fakultas Farmasi 3. Tata eara revisi DOEN. 14 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 15 . puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes). Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis. DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. pelaksana kegiatan revisi DOEN. RS Khusus. Hanya mengkaji usulan yang masuk.(2). Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. (b). Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a). Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. RS TNIPOLRI. DPHO-ASKES dan lain-lain). (b). RS Kabupaten terpilih. Jenis rapat pembahasan (a). Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. Rumah Sakit TNI-POLRI. (2). Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili. Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. d. Rapat Perdana berisi tentang : Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan. konsultan. Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. kriteria. aeuan pengadaan obat PKD. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. pengelola program. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir. Puskesmas Rawat Inap). Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkail. yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana). Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk. Us ulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan. b. Meneermati seeara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan seeara seksama. Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. Rapat Pleno Berfungsi untuk menyepakati. Tata eara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. e. Peserta rapat : tim ahli. Suratpermintaan kesediaan berisi: Uraian tugas tim ahli. RS Propinsi. Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. Menolakdan menerima usulan (b). Cara revisi DOEN a. Cara pembahasan materi revisi (1). Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. Rapat-rapat pembahasan teknis Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. (c). Proses rekrutmen anggota TimAhli dan Konsulta (a). Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN.

m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. Sementara itu enfluran eairan ih. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. Lidokain inj 1% (HCI) + epinefrin 1 : 200. Selain itu. Antineoplastik. sebagai sedativa dan hipnotika.v. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 meg/ml.2. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol.m. tab kunyah 100 mg. Antiinflamasi Nonsteroid. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan.2. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. 16 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 17 . 3 . karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID.5 %. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak.v. Antipirai Kolkhisin tab 500 meg. namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. Dalam hal obat antituberkulosis.. 8. pasea operasi pada anak. untuk masuk dalam DOEN. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasea operasi yang belum bisa menerima pemberian obat seeara oral dan tidak mengiritasi lambung. dikeluarkan dari daftar. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. khususnya di RS. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. 1. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima 4. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. Namun. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan. Selain itu midazolam inj i. 5 mg/ml. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. amp 2 ml. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain.o o o o Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI. 1000 mg/amp. Anestetik 2. Antipirai 1. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. 5. pra anestesi. Analgesik. dikeluarkan dari daftar. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi.5 %. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. 1 mg/ml dan inj i. sejak awal sudah tereantum dalam DOEN. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. PPNI.1. ISFI. mengingat ketersediaan di pasaran. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1.v. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lop inavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. Antiepilepsi -Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima. suatu infeksi nosokomial yang serius. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. i. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran eairan ih lar.1. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. karena kemasan dinilai terlalu besar.3.v. WHO Model List 2007 pun tidak meneantumkan kolkhisin lagi. IDI. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. Sedangkan thiopental serb inj i. walau harganya mahal. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. 6. karbamazepin 100 mg/5 ml. aureus). Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk meneegah terjadinya infeksi luka operasi. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti "membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya". btl 120 ml. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. 240 mg dapat diterima. memberi tempat kepada sefazolin. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. Sehingga dalam DOEN ini tereantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml.v/i. 1. dieantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam.3. Amfoterisin*) inj. Antipiretik. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. Namun dengan muneulnya banyak obat NSAID. khususnya untuk anestesi spinal.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. 2. 2.

Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. 23. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. D. menggantikan gameksan. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. diterima untuk pilihan golongan SSRI. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. salep levertran. reserpin. Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. 20. jika diperlukan. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. Klorambusil harganya murah . 18 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 19 . terutama tim ahli dan konsultan. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid.18% infus. 28. ObatTopikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. dapatdimasukkan dalam formularium rumah saki!. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. KomNas DOEN. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda.penambahan daunorubisin HCI serbuk inj 50 mg.4 % isotonik. hidung dan tenggorokan. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa4% + NaCI 0. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. 18. karena kemasan terlalu besar. Obat Telinga. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. sertralin dan paroksetin. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah saki!. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Penambahan klozapin diterima. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List. ObatGigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. kuinidin. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. diusulkan penambahan fluoksetin. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. seperti penggunaan amalgam. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. 14. dan natrium bikarbonat inj 1. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. semua dikeluarkan dari DOEN. ObatKardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. 17. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. Hidung dan Tenggorokan.

btl 100/1 000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut.v.1 ANALGESIK NARKOTIK NONSTEROID.li. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. ibuprofen tab 200 mg. ANTIPIRAI BABII DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin inj i. ANALGESIK.k.v. ANTIPIRETIK.m. ktk 10 bls @10tab fenilbutason tab salut 200 mg. btl 250 tab inj i.li. lambat 50 mg/ml (HCI). btl 100 tab tab 400 mg.ls.m. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat).li. Kekuatan. dan Kemasan) RESTRIKSI 1.05 mg/ml (sebagai sitrat).2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. ANTIINFLAMASI 1. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman. ktk 5 amp @2 ml tab 10 mg. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat petidin sufentanil 1. 10 mg/ml (HCl/sulfat).k. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Dbat Esensial Nasional2008 21 .m.ls.v. ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat). ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. 0. inj i.BABII DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI.

10 mg/ml (HCI). untuk analgesia diazepam morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara.v. . btl 100/1000 tab 2.m. btl 100/1000 tab . gas dalam tabung inj 10%. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7. 2% (HCI). 1 mg/ml inj i. KELAS TERAPI. ktk 10 mg/ml (sebagai HCI).KELAS TERAPI. 3. amp2 ml Khusus spinal.1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p. ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. 5 mg/ml ih.v.v.5% (HCI) + glukosa 7.50% (HCI). btl 1000 tab inj 5 mg/ml. 10 mg/ml (HCl/sulfat).Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ktk 10 amp @ 1 ml 2. terjadi pad a 65% penderita. tube 10 9 semprot 4%. tablet dengan banyak minum.5%. ANESTETIK 2. ktk 100 amp @2 ml inj i. ANTIALERGI dan OBAT untukANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dim 20 ml air injeksi).Tidak diberikan sewaktu serangan akul. 10 vial @ 20 ml 50 mg/ml (sebagai HCI).v.m. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental inj i.3. btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.v.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. btl 50/250 ml cairan ih. btl 1000 tab RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek sam ping agranulositosis. FORMULASI ~ 2.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg.k. ktk 5 amp @ 4 ml semprot. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. . Kekuatan. 10 vial @ 20 ml Untuk penggunaan khusus (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg.li.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n. untuk analgesia 22 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional2008 23 . ktk 5 amp @20 ml serb inj i.v.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. NAMA GENERIK metampiron FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCI). ktk 25 amp 1. gas dalam tabung ih.Dosis 2 X Y.ls. ktk 10 str@ 10 tab tab 50 mg. dan Kemasan) tab 500 mg. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus spinal. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.5 %. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat).)~ cairan ih. btl 250 ml inj i.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . 0. probenesid tab 500 mg. ktk inj i.v.v. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.

btl 120 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. 5. ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI . btl 120 ml tab 30 mg.Dosis 0. 20%. Cal fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat 24 Daftar Obat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 25 . ktk 10 amp @ 2 ml inj 0.v.KELAS TERAPI. bisa diulang KELAS TERAPI.0. 5 mg/ml (HCI).m. ANTIEPILEPSI . ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml.3 mg . btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).Terpilih untuk anafilaksis . amp 25 ml inj i. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab tab 100 mg.v.v.ls. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai antidot" (dosis besar).m. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. tube 2.5 kg serb. ktg 0.v.li. btl 100 tab tab 15 mg.v.~d~an~K~em~a~s~a~n)~ inj s. 10 mg/ml (sebagai dihidrat). 50 mg/ml (sebagai garam Na). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).m 50 mg/ml. btl 1000 tab inj i.v.1 KHUSUS atropin inj i.5 mg. btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml.li.li. btl 120 ml fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). ktk 100 amp @2 ml tab 200 mg. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif. 25%.10 mg/ml.ANTIKONVULSI diazepam inj i. 0. ktk 10 amp @10 ml inj i. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.m.02 mg/ml (HCI). btl 1000 tab tab 50 mg. amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). ktk 10 vial @ 5 ml valproat karbamazepin kalsium folinat (Ieukovorin.2 UMUM apomorfin RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. ktk 100 amp @2 ml lar rektal4 mg/ml. ktk 24 amp @10ml inj i. dan Kemasan) inj s. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) FORMULASI (Bentuk Sediaan.k.1% (sebagai HCI/bitartrat). 5 mg/ml. ktg 30 9 (Bentuk Sediaan.4 mg/ml (HCI). btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat).v. FORMULASI ~ klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.5 ml kaps 30 mg (garam Na).m. ~ NAMA GENERIK 4. Kekuatan.k 1 mg/ml (sulfat).k. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. 40%. btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 100 amp @2 ml inj i.

1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 vial sefazolin prokain benzilpenisilin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 9 1 vial. btl 60 ml serb inj i. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6. ktk 100 vial serb inj 1 9 1 vial. 250 mg/vial (sebagaigaram Na).v. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. btl 60 ml serb inj i. 250 mg/vial (sebagai garam Na).1.v.btl100tab .2 juta Ul/ml. 2.4 juta Ul/ml.2 ANTIBAKTERI 6. btl 60 ml serb inj i. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6.v. ktk 2 vial (Bentuk Sediaan.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62.5 mg/5 ml (sebagai garam Na). ktk 10 vial serbinj i.m.li.li.m. 500 mg/vial (sebagai garam Na).m. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ serb inj i.m.li.2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat). 6.li.v. 10 juta Ul/vial.1 Antelmintik Intestinal albendazol FORMULASI (Bentuk Sediaan. 500 mg/vial (sebagaigaram Na). . ktk 25 vial @ 10 ml inj i. Dosis untuk anak 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg.1. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.li. 1.m. 3 juta Ul/vial.v. ktk 10 vial serb inj i. ANTIINFEKSI 6.KELAS TERAPI.1 ANTELMINTIK 6.2.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan Fasci%psis buski.m. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. ~ NAMA GENERIK ampisilin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. ktk 2 vial 26 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 27 . Kekuatan.m.m. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na). 1 juta Ul/vial. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K). ktk 10 vial inj i.v. ktk 100 vial serb inj i. 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 mlair injeksi).1.m. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).m. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. FORMULASI ~ tab 400 mg. NAMA GENERIK 6. btl 30 ml tab scored 300 mg. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).li. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).3 Antisistosoma prazikuantel tab600mg. ktk 5 str @ 6 tab Un t u k s t ro n gil 0 ide s.

dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI.2.v.2.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi: sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16mg/ml sulfadiazin tab. oksitetrasiklin klindamisin tetrasiklin kaps 250 mg (HCI). btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCI). 10 amp @ 2 ml 6.2. btl 100/1000 tab tab 500 mg. 100 amp @2 ml mg/ml (sebagai sulfat). btl 1000 tab scored 28 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 .2. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat).4 Makrolid eritromisin kaps 250 mg (sebagai stearat).6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCI). dan Kemasan) tab scored 200 mg. ktk 1 vial Life saving MRSA pada infeksi 6.2. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. ktk 5 amp @ 5 ml.v.. btl 60 ml serb inj i.1 Tetrasiklin doksisiklin FORMULASI (Bentuk Sediaan.2. 6. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). btl 100/1000 tab sup 500 mg.KELAS TERAPI.2 Antibakteri Lain 6. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).7 Penggunaan Khusus metronidazol tab.2. ktk 10 str@ 10 kaps 6. 10 vial @ 10 ml Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal 6.2. btl 100 tab tab 250 mg. serb inj 500 mg/vial. NAMA GENERIK trimetoprim FORMULASI (Bentuk Sediaan. untuk sulfasalazin inj i. btl 100 ml tab 500 mg. ktk 10 str@ 10 kaps inj i.v.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2.2. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. NAMA GENERIK 6. ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik.2. ktk 10 vial @ 10 ml 6. Tidak sebagai pilihan utama ktk 10 bls @ 10 tab scored untuk infeksi kuman gram positif.2. hanya untuk kondisi darurat. ktk 100 amp @2 ml Khusus untuk infeksi tulang.3.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 ktk inj 40 ktk mg/ml (sebagai sulfat). Kekuatan.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.v.1 Antilepra tab 500 mg. ktk 10 str@ 10 tab vankomisin 6. btl 100 tab scored RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklatlHCI). ktk inj i. Kekuatan. btl 500 tab Pemakaian khusus colitis ulceraliva.2. 10 amp @ 3 ml 50 mg/ml (HCI). ktk 250 mg/3 ml (HCI).2.

ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.v. 75 mg. i. Hanya untuk dan lepra. btl 100 tab tab 100 mg. btl 100 tab scored tab scored 200 mg.4 ANTIFUNGI 6.1 Antifungi. 450 mg tab 75 mg. 50 mg. RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. ktk 10 str@ 10 tab serb inj 1000 mglvial (sebagai sulfat). 450 mg tab 75 mg. sistemik amfoterisin *) streptomisin Kombinasi: rifampisin isoniazid Kombinasi: rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid kapl150 mg.000 Ul/ml. btl 100 kaps kaps 300 mg. 150 mg. RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. vial 50 mg/1 0 ml. ~ ~ NAMA GENERIK Kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol 6. ktk 10 str @ 10 kaps KELAS TERAPI. btl 100/1 000 tab tab scored 100 mg.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n. 6.4. micronized kapl150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl150 mg. 50 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional inj.)~ kaps dalam minyak 100 mg.000 Ul/tab btl 100/1 000 tab susp 100. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin. 30 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . 300 mg tab 400 mg. btl 100 tab scored tab 200 mg. parakoksi .3.KELAS TERAPI. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg. vial @ 10 ml tab scored 250 mg.dioidomikosis dan lain-lain). tuberkulosis isoniazid kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru). ktk 10 str @ 10 tab pirazinamid tab salut enterik 500 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih FORMULASI (BentukSediaan.3. 250 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 100 tab tab 500 mg (HCI). ~ NAMA GENERIK klofazimin.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCI). 500 mg tab 275 mg. ktk 100 vial trimetoprim 6. 75 mg tab 150 mg. btl 1000 tab tab 300 mg.. 500 mg ~ rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. micronized FORMULASI (BentukSediaan. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional nistatin tab salut 500. botol12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokulan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n)~ kapl150 mg. 300 mg tab 400 mg.

btl 1000 tab inj i.5. btl 60 tab tab 40 mg. btl 100 tab 6. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. dan Kemasan) salep. NAMA GENERIK 6. topikal Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol FORMULASI (Bentuk Sediaan.6.v.2. tube 10 9 cairan 25%. 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml nevirapin 6.1 Antiherpes asiklovir tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6. btl 1000 tab zidovudin 6.5.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg. FORMULASI ~ serb 2% (nitrat). 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).li. ktg 20 9 krim 2% (nitrat).2 efavirens Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) tab 200 mg. pot 30 9 RESTRIKSI KELAS TERAPI. 25% (sebagai HCI). ktk 6 amp @ 1 ml inj i.2 Antimalaria 6. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. Kekuatan.KELAS TERAPI.6 ANTIVIRUS 6. btl 60 tab tab 100 mg. btl 1000 tab (Bentuk Sediaan.2 Antifungi.2. btl 10 ml lar infus i.1.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi: pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 32 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 . btl 90 tab tab 600 mg. btl 100 tab tab 500 mg.6.2. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).5.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ ktk.2. btl 60 tab tab 300 mg.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat).5 ANTIPROTOZOA 6.4.2. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml. 6.6.5. Antiretroviral 6.000 UI/tab.2. 200 mg/10 ml 6. btl 30 tab tab 200 mg.6.6.v. ktk 10 str@ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat.v. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) stavudin tab 150 mg tab 30 mg. btl 30 ml tab vagina 100. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.m. ~ NAMA GENERIK kombinasi: artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.

ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCI).v. 50 mg/ml. ktk 1 vial 0.5 mg (sebagai mesilat). btl 10 tab inj 3 mg/ml.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10. 5 mg/vial (sebagai garam Na).5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat). ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i. ktk 10 str@ 10 tab tab scored 40 mg (HCI) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin 7. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 .1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol FORMULASI (Bentuk Sediaan.2. dan Kemasan) inj i.v. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial.t. btl 100 tab tab. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. NAMA GENERIK daktinomisin FORMULASI (Bentuk Sediaan.li. Cal klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat etoposid fluorourasil 8. testosteron 8.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg. 8. btl 10 kaps inj i. Kekuatan. btl 25 tab tab 2.v. btl 100 kaps tab salut 50 mg. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na). ANTIMIGREN 7. ktk 30/100 tab 1 mg 50 mg IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF kalsium folinat (Ieukovorin.m. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.v.KELAS TERAPI. Kekuatan.v.v.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi: ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat). ktk 5 str @ 4 kaps lunak tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8°C. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. btl 50 tab inj 200 mg/ml. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg.000 UI/vial. btl 100 tab kaps lunak 25 mg. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat). 1000 mg/vial.li. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. ktk 1 amp tab salut 2 mg.5 mg (sebagai garam Na). ktk 100 vial RESTRIKSI tab 2.5 mg/vial. 200 mg/vial. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 1 vial 2. ktk 1 vial serb inj i.v. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCI). ktk 1 vial serb inj i.v. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg.5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). btl 28 tab serb inj i. 0. ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8. ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. 500 mg/vial. NAMA GENERIK 7. ktk 1 vial serb inj i. 10 mg/vial (HCI). 50 mg/vial (HCI). ANTINEOPLASTIK.

ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8.2 KOAGULASI. .li. btl 1000 tab tab salut 300 mg. btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9. FORMULASI RESTRIKSI ~ ~K~e=k=u=at=an~.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan sianokobalamin (vitamin B12) 10.63 9 nitrogen) 17.KELAS TERAPI.5 mg lar infus.k. terbatas vinblastin protamin sulfat . btl 1000 tab inj 10 mg/ml. ktk 10 vial @ 5 ml Pemakaian tertentu). btl 250 tab fraksi protein plasma Harus benar diproduksi dengan 10. ktk 5 vial serb inj 10 mglvial (sulfat).m. OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. Na (Bentuk Sediaan.Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 1000 tab tab 5 mg. ktk 1 vial serb inj 500 Ullvial + pelarut 10 ml. ktk 100 amp @ 1 ml 11. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. . DARAH.Tidak boleh diberikan seeara intratekal Harus disimpan pada suhu 2-8°C (kasus vinkristin warfarin tab 2 mg (garam Na/K).19 9 kalsium (terikat pada polipeptida 0.25 9 kalium klorida 0. btl 500 ml . ktk 1 vial KELAS TERAPI.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 Ullvial + pelarut 10 ml. ~ __ N_A_M_A_G_EN_E_R_I_K _ heparin. btl 1000 tab sir. ~ __ N_A_M_A_G_EN_E_R_I_K _ sitarabin (Bentuk Sediaan.~d=an~Ke=m~a=s~an)~ inj i.k 100 mglvial.Oosis untuk bayi baru lahir 1 mg .5 9 natrium klorida 4.Oosis untuk bayi prematur 0.1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg. btl 500 ml Pengganti plasma OOEN kombinasi: poligelin (ekivalen dengan 0.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. ANTIPARKINSON Antiparkinson OOEN kombinasi: benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. FORMULASI RESTRIKSI ~ ~K~e~k~u~at=an~. btl 100 tab 11. amp 1 ml .ls.v.v.m 2 mg/ml. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.125 9 air steril bebas pirogen sampai 500 ml 36 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 .4 TERAPI PALIATIF. btl 100 tab faktor IX kompleks Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCI). OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg.ls. 1 mglvial (sulfat). serb inj i. ktk 1 vial serb inj i. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml.v.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 500 ml lar infus 10%. btl inj 500 meg/ml. ktk 1 vial serb inj 1000 Ullvial + pelarut 25 ml.~d=an~Ke~m~a=s~an). btl 60 ml tts. 5000 Ul/ml.

btl 6 kaps inj 65%. NAMA GENERIK 12. kedap udara. btl 2 I 65%. btl 500 ml klorheksidin lar 5. NAMA GENERIK 12.2%.v.k. Kekuatan.0% (glukonat). ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml.1.042 9 barium sulfat 13.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0.1.KELAS TERAPI.2 TES FUNGSI 12. 200 mg/ml.3 Lain-lain fluoresein inj i. btl 5 ml ktk 1 amp 5 ml ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12.25 9 simetikon 0.612 g/ml. ktg. Untuk diencerkan serb.2.2. 76%. btl 2501450 ml 55%. ktk 1 vial 2 ml 12.4 Mielografi iofendilat inj mengandung 30. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml.1 Ginjal natrium aminohipurat 12.1.2 Biligrafi natrium iopodat 12. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI.1. ktk 1 amp 20 ml kaps 500 mg. susp susp susp ktg 200 9 2. 1:10.612 ktk 10 g/ml.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13. DIAGNOSTIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. .3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. 20%. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat 12.755 g/ml. terlindung dari cahaya. btl 1000 ml Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi: natrium bikarbonat 1.51 meglumin natrium amidotrizoat lar 59. ktk 1 amp 20 ml RESTRIKSI 12.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12. amp @ 10 ml g/ml.6 Urografi iopamidol FORMULASI (Bentuk Sediaan. 5%. ktk 1 amp 10 ml inj i. amp @ 20 ml inj 76%.v. ktk 10 amp @ 20 ml inj i.1. dan Kemasan) inj 0.5% iodium.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.2.Untuk diencerkan sampai 3%. 1% (garam Na). Kekuatan. ktk 1 vial 20 ml inj 0.v.7%.408 ktk 10 inj 0.1. btl 10 ml I 50 ml 38 39 . ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts tts inj inj mata mata 10%. btl 120 ml polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul. bt12.2 Hati natrium bromsulftalein 12. btl 5 ml 2% (garam Na).

btl 1000 ml serb (untuk larO. tube 10 9 semprot 15% (HCI). klg 50 butir set (Bentuk Sediaan.1 GIGI dan MULUT. ktk 2 tube cairan. 20 IU/ml. btl cubicles 1x1x1 cm.1 Antidiabetes. 10 mg/ml.m.ls. HORMON. btl 100 9 pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. btl 100 tab pasta. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL.5 mg. ktg 20 9 cairan. btl 10 ml Kemasan udara harus kedap manitol spironolakton 15. btl 100 tab tab 5 mg. btl 6 9 (4.li.1%).000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj.000 Ul/ml. btl 10 9 lar.2 ANTIDIABETES 16.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ lar 10%. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar. FORMULASI ~ 14.2. Oral glibenklamida Untuk diencerkan. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. btl 100 ml 11000 ml serb.2 GIGI dan MULUT. btl 500 ml tab 25 mg. FORMULASI KELAS TERAPI.2 DISINFEKTAN etanol70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (Iisol) paraformaldehida RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ktk 100 amp @2 ml pasta 5% (HCI).v.KELAS TERAPI. btl 1000 ml (Bentuk Sediaan. GIGI dan MULUT. ktk 5 bls @ 20 tab natrium hipoklorit nistatin 40 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 41 . btl 250 tab inj i. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml hidroklorliazid semprot 0. btl 10 ml tab 0.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n)~ lar dan serb.05-0.2 ml. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi: lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg.k. btl 100 9 serb.5 mg. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. DIURETIK furosemida tab 40 mg.8 ml) cocoa butter 5 9 ktk 120 batang set pasta. btl 12 ml Daftar Dbat Esensial Nasional2008 16. btl 100 tab tab 5 mg. ~ NAMA GENERIK povidon iodida 13. ktk 10 str@10tab 16. btl 1000 tab lar infus 20%. glipizid tab 2. OBAT dan BAHAN untuk 14.2% (glukonat) inj 2% (HCI). btl 100 ml cairan. ~ ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. btl 100 tab lar 5%.1 HORMON ANTID/uRETIK desmopresin vasopresin semprot inj i.m. btl 10 ml susp 100. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg.

ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg.3. btl 1000 tab 16. ~ ~ NAMA GENERIK 16.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem Hel isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.1 mg.KELAS TERAPI. kombinasi: levonorgestrel etinilestradiol 150 meg 30 meg Parenteral inj depo 150 mg 17.3. KARDIOVASKULER. btl 100 tab inj 0. Oral pil 17.3.0625 pediatrik mg untuk 16. btl 100 tab prednison 17.3. GopperT AKDR (IUD) set 1 buah digoksin 42 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 .3. 125 mg/ml.625 mg.3. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 1 vial 10 ml 16.4.4 Kontraseptik 16.05 mg. btl 1000 tab Dalam pemakaian dilarutkan dulu.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat).5 mg. medroksi progesteron asetat 16.4.2 Kontraseptik.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN.25 mg. RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ~ NAMA GENERIK metformin 16. ktk 1 vial 10 ml inj 100 Ul/ml. ktk 10 str@ 10 tab tab 30 mg.2.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16.1 Androgen testosteron 16.btl 60 tab tab sublingual 0. harus inj 100 Ul/ml. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. ktk. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg.m. str 28 tab tab 0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).ktk 1amp @2 ml Tablet 0.5 mg. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.0625 mg.3 Kontraseptik.lmplan levonorgestrel FORMULASI (BentukSediaan.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ implan 2 rods (3-4 tahun) ~ inj 100 Ul/ml. serb inj 100 mglvial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. btl 50 tab tab scored 100 mg.1 Kontraseptik. btl 100 tab tab 0.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ tab 500 mg. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol natrium tiroksin btl 30 ml tab 0.4 Kontraseptik.3. RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. ktk 10 str@ 10 tab tab sublingual 5 mg. btl 100 tab tab 0.3.5 mg. btl 100 tab KELAS TERAPI.OBAT inj i.4.2 Antidiabetes. btl 100/1000 tab tab 0. insulin intermediate insulin regular insulin regular: insulin intermediate (30 : 70) Parenteral FORMULASI (BentukSediaan.25 mg/ml.4.

0625 pediatrik mg untuk propranolol verapamil Untuk aritmia supraventrikuler.m.15 mg/ml (Hel). Dapat timbul efek samping batuk. btl 100/1 000 tab inj.v'/i.5 mg.25 mg. ~ NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (Hel).~d~a~n~K~e~m~a=sa~n)~ kaps 100 mg (fosfat). .4 ANTIAGREGASI norepinefrin 17. Perlu sarana dan keahlian khusus.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin asam asetilsalisilat (asetosal) tab scored 10 mg. 10 mg/ml. vial tab 10 mg PLATELET tab 80 mg. ktk 30 tab scored 44 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 . btl 100 tab inj i. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg.Tidak boleh digunakan untuk wan ita hamil. btl 100 tab tab scored 12.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 3 str@ 10 tab tab 10 mg.7. Digunakan berat untuk hipertensi kaptopril 17.v.5 TROMBOLITIK streptokinase Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 10 amp @ 2 ml Untuk intrakardial resusitasi (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI. furosemida 17. ~ atau ~ NAMA GENERIK RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. btl 100 tab tab 0.1% (sebagai bitartrat). btl 50 tab tab 25 mg.1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (Hel).7.6 GAGAL JAN TUNG. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 10 str@10 tab scored tab scored 25 mg. amp 10 ml inj 40 mg/ml (Hel). ktk 3 str@ 10 tab tab 20 mg. OBAT digoksin tab 0. acting natrium nitroprusid *) nifedipin 17. 2% (Hel).25 mg/ml. FORMULASI KELAS TERAPI. vial 5 ml inj 25 mg/ml.~d~a~n~K~e~m~a=sa~n) inj 750.v. ktk 20 str @ 10 tab inj i. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. btl 30 tab inj 2. . btl 100/100 tab inj 0. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 10 str @ 10 tab scored . ktk 5 amp @ 5 ml inj i.5 juta Ullvial (Bentuk Sediaan.m. 1 mg/ml (Hel). btl 100 kaps inj 0.1 % (sebagai Hell bitartrat). Tablet 0.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17. OBAT untuk 17. amp 2 ml Sebagai long vasopressor. 0.5 mg.0625 mg. 0.7 SYOK. ktk 10 bls @ 10 tab Diberikan setiap 4 jam. ktk 10 str @ 6 I 10 tab scored inj i. FORMULASI ~ 17. ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml.000 Ullvial inj 1.2 Syok karena anestesi efedrin inj 50 mg/ml (l+Cl). 17.Dapat timbul efek sam ping batuk.5 mg/ml (Hel).v.

.1 % (sebagai valerat). kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4 % 18.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi: basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. pot 30 9 lar 5 %. tube 5 9 larutan Dibuat segar urea 18. salep 2%.4 ANTIINFLAMASI beta meta son hidrokorlison liquor veilli (solutio salicylic acid 0. tube 5 9 krim 2. pot 500 9 Hanya untuk luka bakar yang luas.000 UI/g perak sulfadiazin salep. FORMULASI ~ 18.1 % boraks 0. btl 30 ml dan ANTIPRURITIK salep 0. tube 46 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 . btl 100 ml tingtur 25 %. tube 20 9 perak nitrat lar 20%.Tidak boleh digunakan pada wan ita hamil karena efek teratogenik. KULlT. .5% (asetat). Kekuatan. tube 5 9 krim 0. akut dan serb 2% (nitrat). tube 40 9 natrium tiosulfat 18.KELAS TERAPI.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%. OBAT TOPIKAL untuk 18. ~ NAMA GENERIK Salep 2-4 .~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) salep. pot 30 9 Untuk keadaan kronis. coal tar podofilin 18. btl 30 ml liquor krim 10 %.5 ANTISKABIES permetrin dan ANTIPEDIKULOSIS krim 5 %.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . pot 30 9 salep 5%.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18.5 % gliserin 10 % 18. btl 30 ml susp 5%.1 %) kombinasi : asam salisilat 0.1% (sebagai valerat).Tidak boleh dibawa pulang. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena: . ktk 100 9 susp 2%. pot 30 9 salep 10%. tube 10 9 cairan 25%.6 KAUSTIK RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. pot 30 9 (Bentuk Sediaan.05%. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. tube 5 9 krim 0.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi serb 2%. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorpsi. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep. ktg 20 9 krim 2% (nitrat).Harus diaplikasikan oleh dokter .1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. .

225 % Larutan nutrisi.5 9 tts mata 0.KELAS TERAPI. OBAT untuk 21. tube 3. 100 ktg.LAIN air untuk injeksi 21.1 %. 8. btl 25 ml inj i.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 . vial 50 ml lar infus. ktk 1 amp 10 ml inj i. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. btl 500 ml FORMULASI ~ 19. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal OOEN hemodialisa OOEN Untuk pra operatif pada anak. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20.58 9 2. 24 btl @ 1000 ml lar. btl 100/500 ml Pemakaian terbatas (kasus tertentu). Perlu sarana dan keahlian khusus. Oiminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus.70 9 tab siap larut 300 mg. btl 500 ml inj i. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%. 20.3%.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) (Bentuk Sediaan. btl 500 ml inj 15%.v. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0. btl lar infus 5 %. tube 3. btl 500 ml tetrakain 21. btl 500 ml lar infus 5%. 10%. btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%. Kekuatan.3 LAIN . tube 4 9 salep mata 1% (Hel). lar infus. tube 3. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. btl 500 ml lar infus 3%.5% (Hel). btl 500 ml lar infus 10%.2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg.1. btl 1 galon RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 25 ml inj 1. 1 mek/ml. ~ NAMA GENERIK Larutan nutrisi OOEN kombinasi: glukosa 5% natrium klorida 0. btl 100/500 ml lar infus 20%.18 % RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~.v. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20.4%. inj 0.Oisimpan dalam wadah kedap udara.9%.3%. btl 1000 tab ktk. tiap ktg untuk 200 ml air 0.30 9 0. dan Kemasan) lar infus. btl 5 ml tts mata 0. btl 5 ml salep mata 0.4% isotonik.5%.52 9 0.5% (Hel).5 9 gentamisin salep mata 0. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.v. tube kedap 10 tab .Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air . btl 500 ml lar infus 40%. btl lar infus 0. LARUTAN ELEKTROLlT. natrium klorida ringer laktat 20. btl 5 ml darrow glukosa ana (OG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus. MATA.1 ORAL Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb.

btl 5 ml Untuk kasus syndrome dry eyes litium karbonat 23.3 ANTIINFLAMASI betametason FORMULASI (Bentuk Sediaan.5% (sulfat).125 mg (maleat).4 MIDRIATIK atropin tts mata 0. btl 5 ml tts mata 4% (HCI/nitrat).m. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). ktk 30 tab tab 200 mg. btl 5 ml tts mata 0.25 mg/ml (dekanoat).m/i. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat).200 mg/ml. btl 100 tab inj i. btl 5 ml 23. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. Safety windows 0. btl 15 ml 23.v. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCI/nitrat). btl 5 ml metilergometrin tab salut 0.KELAS TERAPI.5 mg (HCI).m. Kekuatan.5 MIOTIK DAN AN TIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.2 mmol ek/I timolol fluoksetin 21. btl 100 tab inj 0. ktk 10 bls @ 10 tab kap/tab 10 mg. ktk 10 vial @ 20 ml 21. Kekuatan. ktk 10 vial @ 1 ml Nasional 2008 50 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial 51 . btl 1000 tab inj i. PSIKOFARMAKA 23. 5 mg/ml. ktk 10 str @ 10 tab B i I a me m u n 9 kin k an dilakukan monitoring kadar oba!.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin KOMPULSI tab 25 mg (HCI). 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%.8-1. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium).2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCI).6 LAIN-LAIN kombinasi: hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0.5% (maleat). btl 5 ml tts mata 0. dan Kemasan) RESTRIKSI 22. ktk 100 amp @ 1 ml 21. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22.1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium). btl 5 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 tab serb inj i. btl 1000 tab tab 5 mg.25% (maleat). ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin 23.01 % b/v natrium kromoglikat lar 2%.3 ANTIOaSESI klomipramin tts mata 2%. NAMA GENERIK sulfasetamida 21. btl 1000 tab tab 2. btl 15ml oksitosin 22.

ktk 10 vial (Bentuk Sediaan.rn. btl 100/1000 tab tab 1.5 mg. btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) . OBAT. ktk 5 str@ 10 tab tab 2 mg.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) serb inj i. ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 . amp 2. OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab regular release 10 mg. btl 1000 tab inj i.KELAS TERAPI. ktk 50 tab Sebagai alternatif klorpromazin. btl 1000 tab Penggunaan Y. 24.5 ml inj i. ktk 100 tab tab 5 mg. 25 mg/ml (Hel). 100 mglvial (klorida). ktk 30 tab tab extended release 20 mg. ktk 50 amp @ 1 ml tab 60 mg (bromida).1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium rokuronium inj 25 mg 1 2.v 10 mg/ml.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp. ktk 5 str@ 10 tab tab 150 mg.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.rn. vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (Hel). 25 mg/ml (l+Cl). FORMULASI ~ Pemakaian terbatas (kasus tertentu).v/i.5 ml. OBAT untuk neostigmin *) piridostigmin inj 0. btl 1000 tab inj i. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLIN ESTERASE 24. FORMULASI KELAS TERAPI. dimenhidrinat tab 50 mg. . untuk 25.~d~a~n~K~e~m~a~sa~n.5 mg/ml (metilsulfat). 2 mg/ml (l+Cl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i.Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) .m 5 mg/ml (Hel). btl 15 ml/100 ml inj i. btl 100/1 000 tab tab 2 mg. (Bentuk Sediaan. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. ktk 3 str@ 10 tab 23.5 mg. ADHD. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg.)~ tab 0.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25. SALURAN CERNA.2 ANTIEMETIK tab kunyah. ~ NAMA GENERIK haloperidol RESTRIKSI ~K~e~k~ua~t~an~. 5 mg/ml (l+Cl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (Hel). ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. ~ ~ NAMA GENERIK suksinilkolin RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. btl 1000 tab tab salut 100 mg (Hel). 5.rn. btl 60 ml risperidon tab 1 mg. ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan kedua setelah alternatif piridostigmin 25.rn. ktk 50 tab tab 50 mg.m.2 MIASTENIA GRAVIS. Perlu sarana dan keahlian khusus.

5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).li.5 mg.li.m. kanister 15 ml tab 0. sulfasalazin FORMULASI (Bentuk Sediaan. 10 ml ih/aerosol 100 meg/dosis (sebagai su Ifat) . btl 1000 tab inj i. btl 10 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 ml 26. NAMA GENERIK 25. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). 0.5 mg/2. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCI).6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb. btl 100/1000 tab lar ih 0. ktk 6 sup eairan. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 meg/puff.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi: bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2.52 9 0. ktk 4x5 nebules 25. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml.30 9 0. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). klg 100 tab inj i. ktk 10 str@ 10 tab RESTRIKSI OBAT untuk 26. kanister 15 ml aerosol 200 meg/puff./s. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.v.KELAS TERAPI.1 mg/tts. 1 mg/ml (sulfat).k.5 % . SALURAN NAPAS. btl 50 ml tts 0.v. Kekuatan. Kekuatan. ktk 6 sup sup 10 mg.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 9 25.k.5ml NaCI. ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI). ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25.70 9 Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah serangan dan u ntuk serangan akut pertama. tabung 200/400 dosis inj 50 meg/ml (sebagai sulfat). btl 1000 tab inj 0. btl 60 ml 54 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 .ls.5 DlARE.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg. ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml. intermitten Inhalasi untuk sup 5 mg. tiap ktg untuk 200 ml air 0.1 % (sebagai HCI/bitartrat). btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCI). NAMA GENERIK metoklopramid FORMULASI (Bentuk Sediaan.25 mg/ml (sulfat).2 ANTITUSIF dekstrometorfan gliserin tab 15 mg (H Br). dan Kemasan) tab 500 mg. OBAT untuk 26.m. 100 ktg.7 ANTIINFLAMASI.58 9 2. btl 100/1000 tab sup.v. OBAT untuk Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat).

btl 200 ml eairan konsentrat. TELINGA.5.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaea. ktk 10 vial @ 10 ml ..Disimpan pad a suhu 2-80 C. . 0 serum antirabies .m.m.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies..II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (AD.050 % (HCI).li.C. inj i. btl 1000 ml serum antitetanus (A. 500 UI. btl 60 ml tab 100 mg. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. btl 1000 tab eairan. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster: ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml OBAT untuk inj i.025% (HCI). karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pad a suhu 2-80 C.000 UI/vial. vial inj i. 1500 UI/amp.Untuk dieneerkan sampai 3%.Disimpan pada suhu 2-80 C. ktk 5 amp @ 2 ml inj i. obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. NAMA GENERIK kodein FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 .m. hidrogen peroksida eairan konsentrat. 28.m.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml.m.000 UI/vial.k.k. terlindung dari eahaya. btl 250 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI. HIDUNG dan TENGGOROKAN. Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu 2-80 C Disimpan pada suhu -200 C. btl 1000 ml vaksin eampak Disimpan pada suhu 2-80 C.U. Disimpan pada suhu 2-80 C.m. ktk 1 vial 0..li.B.000 UI/amp.KELAS TERAPI. untuk manusia 27. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pad a suhu 2-80 C.. . tts telinga 10 %. SISTEM IMUN. btl 15ml tts hidung 0.k..000 UI/vial. 0 inj i. ktk 1 vial 5 ml tts.G. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 meg/ml. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. ~ NAMA GENERIK 27.B. dan Kemasan) tab 10 mg (HCI/fosfat).T. Kekuatan.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies. btl 50 ml tts hidung 0. . inj i. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pad a suhu 2_8 C..m.. ktk 10 vial @4 ml inj i.m.S) Untuk peneegahan : inj i.v.li.2 VAKSIN vaksin B. Disimpan pad a suhu 2-80 C. I (khusus ular dari luar Papua) A. kedap udara.v. RESTRIKSI ~K~e~ku~a~t~an~. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. .v 20. .U.Khusus daerah tertentu .m.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A.k..m. 20. ktk 10 vial @5 ml Harus disimpan dibawah 50 C FORMULASI ~ pada suhu 26. ktk 5 amp @ 4 ml inj s.Disimpan pad a suhu 2_8 C. ktk 10 vial @5 ml inj i.k.S) inj i. btl 5 ml eairan semprot 4% (HCI).10.m.li.~d~a~n~K~e~m~a~sa=n) (Bentuk Sediaan. . ktk 10 amp @ 2 ml.m. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. 1 ml inj i. 100 UI/ml. 10.

NAMA GENERIK 29. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (Hel). btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (Hel). btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml.000 UI (sebagai palmitat). btl 1000 tab tab 5000 IU. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. btl 100 kaps susp 10. btl 1000 tab tab. btl 60 ml kaps lunak 200 mg. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. Kekuatan. btl 1000 tab RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . btl 1000 tab kaps 50.000 UI.000 UI. btl 1000 tab tab 25 mg (Hel).000 UI. botol1000 tab kaps lunak 50.000 Ul/ml. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin e) ergokalsiferol (vitamin 03) FORMULASI (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI. dan Kemasan) tab 50 mg.

1 ANALGESIK NARKOTIK petidin NONSTEROID.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ktk 10 bls @10tab tab 500 mg. btl 100 tab tab 500 mg.v 10 mg/ml (sebagai HCI). dan Kemasan) RESTRIKSI FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 . tube 10 9 semprot 4%.3. btl 60 ml 2. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. NAMA GENERIK 2.m 10 mg/ml (HCI).k/i. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. ktk 10 str@ 10 tab tab 50 mg.v 50 mg/ml (sebagai HCI). btl 1000 tab inj 5 mg/ml. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara. ktk 10 amp @ 1 ml 1.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi).Tidak diberikan sewaktu serangan akut . ktk 10 str@ 10 tab tab 100 mg.BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. Kekuatan.3 PROSEDUR PRE OPERATIF.v 2% (HCI). diazepam morfin probenesid tab 500 mg. btl 100 tab tab 400 mg. ANTIINFLAMASI 1. ktk 10 bls @10tab tab 200 mg.m/s. btl 100/1000 tab . btl 100/1000 tab 3. dan Kemasan) RESTRIKSI etil klorida lidokain semprot.kfi. ANESTETIK 2. NAMA GENERIK KELAS TERAPI. tablet dengan banyak minum. btl 1000 tab Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek sam ping agranulositosis. ANTIPIRETIK.Tidak diberikan sewaktu serangan akul. . ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.v lambat 50 mg/ml (HCI). ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. gas dalam tabung serb inj i. 2. 1. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). ANTIPIRAI inj i. ANALGESIK. Kekuatan. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCI).2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. ktk 10 vial @ 20 ml ih. ktk 10 amp @2 ml Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di 1.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita .m/s.1 ANESTETIK LOKAL FORMULASI (Bentuk Sediaan. ANTIALERGI dan OBAT untukANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).Oosis 2 X Y. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). ktk 100 amp @ 2 ml inj p. ktk 25 amp Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di Pemakaian hanya Puskesmas Perawatan di oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg.

btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. Cal natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.m/i.4 juta UI/ml. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).ANTIKONVULSI inj i. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal4 mg/ml.Oosis 0. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).1. ktk 100 amp @2 ml RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat). ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. btl 1000 tab inj i.v 250 (sebagai garam ktk 10 vial serb inj i. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).v/s.m/i. ktk 10 amp @10 ml 6. ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas. 6. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). btl 1000 tab tab 100 mg. benzatin benzilpenisilin ampisilin 6. btl 1000 tab Oisediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.k/i.1 ANTELMINTIK 6.1 Antelmintik mebendazol Intestinal 4.5 ml kaps 30 mg (garam Na). ktk 25 vial @ 10 ml 61 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 .2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat).KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj i. btl 100 tab tab 500 mg.0. fenitoin inj i. ktg 30 9 . ktk 100 amp @2 ml inj i. dan Kemasan) inj s.m 50 mg/ml.2 ANTIBAKTERI serb aktif.v 50 mg/ml (sebagai garam Na).2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat 5.5 mg. Kekuatan. mg/vial Na).v 25%. bisa diulang KELAS TERAPI.3 mg .Oalam label perlu dicantumkan peringatan "hanya sebagai anti dot" (dosis besar).m/i. btl 1000 tab tab 50 mg.1 KHUSUS atropin inj i. Kekuatan.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg.2. ANTIEPILEPSI diazepam tab 1 mg. tube 2.m/i.v 500 (sebagai garam ktk 10 vial mg/vial Na). NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) FORMULASI (Bentuk Sediaan.m 1.Terpilih untuk anafilaksis . btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). ANTIINFEKSI .1. . ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml.v 5 mg/ml. btl 60 ml serb inj i.m 2.k 1 mg/ml (sulfat).2 juta UI/ml.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6. ktg 0. ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI . ktk 25 vial @ 4 ml inj i. NAMA GENERIK fenobarbital FORMULASI (Bentuk Sediaan.5 kg serb. ktk 100 amp @ 1 ml 6. ktk 10 amp @ 2 ml tab 100 mg. btl 30 ml pirantel kalsium folinat (Ieukovorin. dan Kemasan) tab 30 mg.1% (sebagai HCI/ bitartrat).m 0.

2. btl 100 tab scored RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6.v 10 juta UI/vial. btl 100/1000 tab 6. Kekuatan. btl 100 tab tab 500 mg (Hel).2. btl 100 tab tab 100 mg.m/i.7 Penggunaan metronidazol 6. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. 75 mg tab 150 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. dan Kemasan) tab 500 mg.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (Hel). dan Kemasan) inj i.2. 6. ktk 100 vial serb inj i. ktk 100 vial kapl150 mg. btl 1000 kaps kaps 500 mg (Hel). btl 1000 tab tab 300 mg.v 250 mg/3 ml (Hel). ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. ktk 10 str@ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 60 ml serb inj i. ktk 10 amp @ 3 ml inj i. btl 100 tab tab scored 300 mg.2.2.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.2. Kekuatan.v 50 mg/ml (Hel).3. NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). ktk 10 str@ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).m 3 juta UI/vial.2. btl 100/1000 tab tab 500 mg.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2. btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6. btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. ktk 100 vial RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str@ 10 kaps 6. ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K). btl 60 ml Khusus tab 250 mg.2 Antibakteri Lain 6. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (Hel). micronized tab scored 100 mg.2.2.3. btl 100 tab tab scored 200 mg.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat).1 Antilepra dapson klofazimin.KELAS TERAPI. 63 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . btl 100 kaps tetrasiklin 6. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra.2. ktk 10 str@ 10 tab streptomisin kombinasi: rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol100 mg trimetoprim 20 mg tab.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.m 1 juta UI/vial.

btl 100 tab kapl150 mg.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. 50 mg. ktk 10 str@ 10 tab RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. dan Kemasan) tab vagina 100. ktk 100 amp @2 ml . 75 mg.5. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. 250 mg. pot 30 9 primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan kuinin 6. btl 100/1 000 tab susp 100. Kekuatan.2 Antifungi.5.5. kapl150 mg. btl 1000 tab inj i. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 500 tab tab scored 100 mg. NAMA GENERIK nistatin FORMULASI (Bentuk Sediaan. 500 mg tab 275 mg.000 Ul/ml. 150 mg.Hanya untuk malaria yang gawat. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).000 Ul/tab. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 100 tab scored artemether artesunat inj 80 mg/ml.v 25% (sebagai Hel). 300 mg tab 400 mg.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi: pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. btl 12 ml kombinasi: artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. Kekuatan.3. ktk 8 vial @ 1 ml 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).4. 6. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).1 Antifungi. NAMA GENERIK kombinasi: rifampisin isoniazid etambutol kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi: rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol FORMULASI (Bentuk Sediaan. tab.4. Sistemik griseofulvin.2. 450 mg tab 75 mg. 6.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab. ktk 10 str @ 10 tab 6.000 Ul/tab. micronized nistatin tab scored 250 mg. Topikal Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. btl 100 tab scored tab salut 500. dan Kemasan) kapl150 mg tab 150 mg tab 400 mg RESTRIKSI KELAS TERAPI.5 ANTIPROTOZOA 6. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.4 ANTIFUNGI 6.5. btl 100 tab tab 500 mg. btl 1000 tab 65 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 . 300 mg tab 400 mg.vli.2.2 Antimalaria 6. 450 mg tab 75 mg.m 60 mg/ml.KELAS TERAPI. btl 1000 tab 6.

5 mg (sebagai mesilat). dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 5 ml ktk 1 amp 5 ml ktk 1 amp 5 ml 7. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. ktk 100 amp @ 1 ml 13.3 Lain-lain fluoresein tis tis inj inj mata mata 10%. kedap udara.2 KOAGULASI. ktk 10 str@ 10 tab 12. eairan konsentrat. btl 100 tab lar 5%.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi: ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat).5 mg Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . terlindung dari eahaya .Oosis untuk bayi prematur 0. btl 5 ml 2% (garam Na). btl 250 tab Oiagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. btl 1000 tab sir.Oosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl 100 ml /1000 ml serb. DIAGNOSTIK 12. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 ml besi (II) sulfat 7 H2O sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (Iisol) paraformaldehida eairan. ktg 20 9 Program P2-PL.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. 1% (garam Na). ktk 1 vial 2 ml 9. 13.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida tab 2 mg (Hel). 20%.KELAS TERAPI. Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. OBAT yang MEMPENGARUHI povidon iodida 10. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13. btl inj 500 meg/ml. btl 100 tab Oiagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.Untuk dieneerkan sampai 3%.2.2 TES FUNGSI FORMULASI (Bentuk Sediaan.m 2 mg/ml.Oisimpan dalam botol dengan sumbat kaea. DARAH. btl 60 ml tts.k 1:10. ANTIPARKINSON Antiparkinson OOEN kombinasi: benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. btl 1000 ml .1 PROFILAKSIS dihidroergotamin FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab. ktk 30/100 tab 1 mg 50 mg 12. 10. dan Kemasan) RESTRIKSI tab 2. samijaga Oitjen lar 10%.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. btl 1000 ml . Kekuatan. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. NAMA GENERIK 7. btl 1000 tab tab salut 300 mg. NAMA GENERIK 12. ANTIMIGREN 7.2 DISINFEKTAN etanol70% kalsium hipoklorit lar. btl 1000 ml 10. amp 1 ml tab 1 g.

ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCI). GIGI dan MULUT.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI 16.3.2 ANTIDIABETES 16. tube 10 9 semprot 15% (HCI).4 Kontraseptik inj 2% (HCI). Oral kombinasi : levonorgestrel 150 meg etinil estradiol 30 meg pil nistatin 14.1 Antidiabetes. OBAT dan BAHAN untuk 14. HORMON.05-0. harus dilarutkan propiltiourasil tab scored 100 mg.2 Kontraseptik. NAMA GENERIK 15. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb. btl 10 ml tab 0.2.1 G/GI dan MULUT.3 Kontraseptik.3. Oral glibenklamida tab 2. btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan udara harus kedap 16. Kekuatan. btl 60 ml susp 100. btl 250 tab inj i.1 Kontraseptik. Kekuatan. btl 100 tab tab 500 mg.3. metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi: lidokain HCI 2% epinefrin 1 : 80. btl 1000 tab 69 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 .8 ml) cocoa butter 5 9 ktk 120 batang set pasta. btl 12 ml 16. dan Kemasan) tab 40 mg. btl 100 9 16.m 10 mg/ml. btl 100 tab FERTILITAS Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. btl 100 ml eairan.5 mg. btl 10 ml 16. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb.5 mg.4.2 G/GI dan MULUT. DIURETIK furosemida FORMULASI (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI. btl 100 tab tab 5 mg. ktk 2 tube eairan. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.vli. dan Kemasan) RESTRIKSI KELAS TERAPI. AKDR (IUD) copper T set 1 buah 16. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian dulu. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0.4. btl cubicles 1x1x1 em.000 etil klorida eugenol fluor inj.3.000 Ul/ml. btl 6 9 (4.4. klg 50 butir 16. ktk 25 amp @ 2 ml RESTRIKSI 14.2 ml. btl 10 9 lar.

btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). tube 5 9 17. ktk 100 amp @ 1 ml 17. btl 100 tab tab scored 12.1% (sebagai valerat). NAMA GENERIK furosemida FORMULASI (Bentuk Sediaan.25 mg/ml. tube 5 9 krim 2. ktk 1 amp 2 ml Tablet 0.6 GAGAL JANTUNG.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg. dan Kemasan) tab 0.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.5 mg. ktk 10 amp @ 1ml tab 50 mg. serb inj 100 mglvial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.vli.2 ANTIARITMIA propranolol tab 10 mg (Hel).btl60 tab 17.Dapat timbul efek samping batuk.3 ANTIFUNGI salep.000 UI/g 18. Antifungi DOEN kombinasi: asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep. OBAT untuk 17. ktk 10 bls @ 10 tab .Dapat timbul efek sam ping batuk.7.0625 mg. Kekuatan.v 1 mg/ml (Hel). prednison Sebagai alternatif deksametason.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17. NAMA GENERIK 16.1 % (sebagai Hell bitartrat).m 10 mg/ml.OBAT 17. btl 30 ml dan ANTIPRURITIK salep 0.5 mg.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason FORMULASI (Bentuk Sediaan. .4 ANTIINFLAMASI beta meta son 17.4 ANTIAGREGASI asam asetilsalisilat (asetosal) 18. tube 5 9 17. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. ktk 10 str @ 10 tab scored RESTRIKSI kaptopril hidrokorlison .5 mg. btl 1000 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI. pot 30 9 Untuk kronis. OBAT TOPIKAL untuk 18. 17.Tidak boleh digunakan untuk wan ita hamil. tube 5 9 krim 0. keadaan akut dan cairan 25%.25 mg.5% (asetat). ktk 10 str@10 tab scored tab scored 25 mg. btl 100 tab tab 0.1% (sebagai valerat).2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi: basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. OBAT digoksin tab 0. dan Kemasan) tab 40 mg.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i.7 SYOK.0625 pediatrik mg untuk hidrokortison 71 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . btl 100 tab inj i. Kekuatan.KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. ktk 30 tab 18. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. . ktk 10 str@ 10 tab tab sublingual 5 mg. KULlT. ktk 20 str @ 10 tab inj i. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored PLATELET tab 80 mg.v 0. btl 100/100 tab inj 0. KARDIOVASKULER.

btl 100 ml tingtur 25 %. btl 5 ml sulfasetamida 21. . OBAT untuk 21. btl 30 ml susp 5%.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens serb 2%.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%.58g 2.3 LAIN . NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. Kekuatan.6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%. btl 30 ml coal tar podofilin natrium klorida ringer laktat 20.4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tis mata 0. . btl 500 ml lar infus 10%. Kekuatan. tube 3.5g tis mata 15% (natrium). pot 30 9 lar 5 %. btl 500 ml lar infus 3%. dan Kemasan) RESTRIKSI 18. lar infus 5%. pot 30 9 salep 10%. vial 50 ml Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan serb.70 9 tab 500 mg.Harus diaplikasikan oleh dokter .1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat natrium bikarbonat 20. btl 25 ml lar infus 0. ktk 100 9 susp 2%.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena: . MATA.52 9 0. btl 500 ml lar infus 40%.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik.9%. btl 5 ml 73 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . .30 9 0. dan Kemasan) salep.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. btl 500 ml inj 15%. tiap ktg untuk 200 ml air 0.5% (sulfat). btl 30 ml liquor salep mata 1% (HCI). NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. pot 30 9 RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 tab Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi.Tidak boleh dibawa pulang.LAIN air untuk injeksi 21. NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.KELAS TERAPI. btl 5 ml 18. 100 ktg. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20. pot 30 9 salep 5%. LARUTAN ELEKTROLlT.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. btl 500 ml ktk.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . kombinasi : asam salisilat 2% belerang endap 4 % 18. amp/vial @10 ml/20 ml tis mata 0.5% (HCI). btl 5 ml tis mata 1% (sulfat).

5 mg. untuk 25. btl 5 ml RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj i.m 2 mg/ml (HCI).5 mg. PSIKOFARMAKA 23. ktk 100 amp @ 2 ml dan ANTIMANIA tab salut 25 mg (HCI). ktk 100 tab tab 5 mg.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. btl 1000 tab inj i.m 5 mg/ml (HCI). . btl 1000 tab tab 5 mg. ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) . ktk 5 amp @ 1 ml inj i.m 25 mg/ml (HCI). btl 100/1 000 tab tab 2 mg.m 5 mg/ml.3 ANTIOaSESI klomipramin 23.2 ANTIDEPRESI amitriptilin 23. Kekuatan. ktk 10 bls @ 10 tab KOMPULSI tab 25 mg (HCI). NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 1 ml 25. btl 1000 tab ).3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi: bismut subgalat 150 heksaklorofen 2. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. SALURAN CERNA.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg.KELAS TERAPI.Sebagai alternatif klorpromazin. btl 60 ml kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.m 25 mg/ml (HCI). tab salut 25 mg (HCI).5 lidokain 10 seng oksida 120 sup ad 2 sup.200 mg/ml. btl 1000 tab Antasida DOEN II susp. btl 1000 tab inj i.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi: aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. NAMA GENERIK klorpromazin FORMULASI (Bentuk Sediaan. OBAT. ktk 100 sup mg mg mg mg 9 75 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 .5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin 22. Kekuatan. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCI).125 mg (maleat). ktk 100 amp @ 2 ml 25. ktk 100 amp @ 1 ml RESTRIKSI 21. dan Kemasan) tis mata 2% (HCl/nitrat).4 ANTIPSIKOSIS haloperidol klorpromazin tab 0. dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCI). ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 Ul/ml. btl 1 00/1 000 tab tts 2 mg/ml. ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat).. btl 1000 tab oksitosin 23. btl 100/1000 tab tab 1.1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat).m 5 mg/ml (HCI).-1 jam Penggunaan sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23. btl 15 ml/100 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. btl 100 tab inj 0.

5 mg.Disimpan pad a suhu 2-80 C. btl 100/1 000 tab 27. btl 60 ml vaksin B.vls. btl 100/1 000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).2 VAKSIN tab 15 mg (HBr). btl 200 ml cairan konsentrat.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb.B.000 Ullvial. btl 1000 tab cairan. dan Kemasan) tab 10 mg.li.m/i. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pad a suhu dibawah 50 C.25 mg/ml (sulfat). 100 ktg. ktk 10 vial @ 5 ml inj i.2 ANTITUSIF dekstrometorfan inj i.KELAS TERAPI. . 77 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 .Disimpan pad a suhu 2-80 C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.k 0.m. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. cairan.vls.1 % (sebagai HCl/bitartrat). .52 9 0.m. OBAT untuk 26. btl 100/1000 tab RESTRIKSI KELAS TERAPI.Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.S) inj i.S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i.Khusus daerah tertentu .II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (AD. dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). ktk 10 vial @ 10 ml inj i. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.m.k. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).000 Ullvial. NAMA GENERIK kodein 26. OBAT untuk Garam oralit kombinasi: natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25. ktk 10 vial @ 5 ml .C.70 9 Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghinciari muntah 27.k. inj i. ktk 10 amp @ 2 ml.Disimpan pad a suhu 2_80 C.m 1500 Ul/amp.G.5 DlARE. btl 250 tab RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml.m 20. NAMA GENERIK 25. tiap ktg untuk 200 ml air 0. .U. btl 60 ml tab 100 mg. btl 100 ml 26. I (khusus ular dari luar Papua) A. serum antirabies inj i.k 1 mg/ml (sulfat).v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. SALURAN NAPAS. klg 100 tab inj i. btl 1000 ml ekstrak beladon 25.v 20. btl 1000 tab inj i.m 10.U.li. ktk 10 vial @20 ml Disimpan pad a suhu 2_80 C.B. Kekuatan. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.4 ANTISPASMODIK atropin FORMULASI (Bentuk Sediaan.000 Ul/amp.m 100 Ul/ml.T.m/i.58g 2. SISTEM IMUN. . btl 1000 tab inj 0. ktkl10 vial @ 4 ml 26. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kekuatan.30 9 0. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCI).li.v. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.1 ANTIASMA deksametason tab 0.000 Ullvial.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A.v 10.

m. btl 1000 tab tab 10 mg (HCI). ktk 1 vialS ml Oisimpan pada suhu 2-80 C Oisimpan pada suhu 2-80 C tts. btl 5 ml tab 50 mg. btl 1000 tab RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (OT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (OTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. NAMA GENERIK vaksin eampak FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab kaps lunak 50.m. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200.000 UI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100.k.KELAS TERAPI. ktk 10 vial @ 5 ml RESTRIKSI Oisimpan pada suhu 2-80 C KELAS TERAPI. TELINGA. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster: ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml OBAT untuk Oisimpan pada suhu -200 C . Kekuatan.000 UI. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . btl 1000 tab tab.li. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 1000 tab tab 5.k.k. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tts telinga 10 %. ktk 1 vial 0. NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab tab 25 mg (HCI).m. 1 ml inj i. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. dan Kemasan) inj s. karbogliserin 29.000 UI. HIDUNG dan TENGGOROKAN. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 meg/ml. 28. Kekuatan.000 UI (sebagai palmitat).Oisimpan pada suhu 2-80 C . dan Kemasan) tab 50 mg (HCI) . untuk manusia Oisimpan pada suhu 2-80 C Oisimpan pada suhu 2-80 C MENTERIKESEHATAN inj i.5.Oigunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies.

v. Kemasan) tab 0.m 60 mg/ml. tube 5 9 jeli 5%. btl 5 ml 4 5 + 6 artesunat + 7 8 asam triklorasetat asetazolam ida Pindah sub kelas terapi 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + + + 12 13 besi (II) sulfat 7H20 betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 .m/i. Kekuatan Sediaan. PERU BAHAN FORMULASI 1 alprazolam + LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 inj.5%.5 ml.v/i. ktk 6 amp @ 3 ml inj i.5 ml salep mata 1000 UI/g. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 100 tab serb inj i. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium). ktg tab 250 mg. tube 5 9 jeli 2. ktk 10 str@ 10 tab tab 0.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. i.. ktk 10 str@ 10 tab serb 65·75%. btl 100 tab tab 200 mg. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2.25 mg. PENGURANGAN (. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 8 vial @ 1 ml kristal.v.). amp 2.5 mg. tube 5 9 tts. btl 1 oz PENAMBAHAN (+). vial 50 mg tab 5 mg (l+Cl).

ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg. btl 100 tab inj 0. btl 1000 tab tab 0.48 9 iodium).v. Kemasan) inj i. PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. vial 5 ml inj 25 mg/ml.m.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. 100 ktg.v. 2 mg/ml ktk 5 amp @ inj i.v. btl 5 ml inj 50 mg/ml. ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg.1 ml mengandung 0.0625 mg. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat). 1 ml Perubahan garam bentuk 26 edrofonium Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 efavirens 29 30 enfluran etakridin (rivanol) - 45 46 gentian violet haloperidol 82 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 .m. 1 ml (l+Cl). btl 100 tab tab 0. PENGURANGAN (.). btl 500 ml lar infus 5 %.li. btl 250 ml lar 0. ktk 30 tab PENAMBAHAN (+). PERU BAHAN FORMULASI 14 bupivakain + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) + + 15 campuran insulin regular: intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin 32 16 17 18 19 20 21 22 set 1 buah serb inj 50 mg (Hel) lar infus 6%.35%. btl 10 ml inj i. Kekuatan Sediaan. 0.25% (l+Cl). 10 mg/ml (klorida). ktk 30 tab kap/tab 20 mg. btl 300 ml serb.25 mg/ml.05 mg/ml (sitrat).a. ktk 5 vial 20 ml inj 100 Ul/ml.m. btl 100/1 000 kaps sir 250 mg/5 ml. btl 100 9 Perubahan sediaan etoksuksimid + + 33 34 35 bentuk 36 37 39 40 fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin etonogestrel fenitoin fenobarbital + Perubahan kemasan bentuk Perubahan kekuatan sediaan + + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + 41 + 42 fraksi protein plasma (termasu] fibrinogen) framisetin kasa steril1 % (sulfat). PENGURANGAN (.1 %. btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i. ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tis mata 0.). Kekuatan Sediaan.25 mg. 2mg/ml. amp 1 ml kap/tab 10 mg. Kemasan) inj infiltr 0. tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%. ktk 10 Ibr krim 1%. ktk 1 vial 10 ml PENAMBAHAN (+). i.96 ml (setara dengan 0. 5 mg/ml ktk 5 amp @ (l+Cl). vial 10 ml inj i. ktk 5 amp @ 2 ml inj.li. btl 90 tab tab 600 mg.m. btl 30 tab cairan ih. btl 30 ml serb.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab 25 mg, btl 1000 tab tab10mg krim 1% (asetat), tube 5 9 tis mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (. ), PERU BAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) serb inj 10 mg/vial (HCI), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl250 tab

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.), PERU BAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

+ +

66

klormetin

+

+

67

klozapin *)

68

kodein

Peru bahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml eairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCI), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCI), btl 250 tab tab 2 mg tis telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), bt12,51 lar 4,0 % (glukonat), bt12,51 lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 I

+

69

kolkhisin

tab 500 meg, ktk 3 str@ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

+

70

kombinasi: ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi: ekst. apii herba 92mg eksl. ortosiphonis folium 28 mg komposit resin kuinidin

71

kapsul

+

+ 72
73 Perubahan nama obat

57

karbamazepin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1 000 tab infus, btl 500 ml

+

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

74

+

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCI0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

+

75 76

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCI), ktk 4 bls @ 9 tab

77
78 79 80

+

85

84

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) salep kulit 5% pil75 meg, 150 meg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCI) + epinefrin 200.000, ktk 10 vial @ inj 2% (HCI) + epinefrin 200.000, ktk 10 vial @ 1: 30 ml 1: 20 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.),

PERU BAHAN
FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (.), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

+

95

(dl) metilfenidat *)

+

96 97

metil prednisolon

Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

85

lidokain

98

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tis 0,1 mg/tls, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 9 inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tis telinga, btl 5 ml

+ + +

86

liquor faberi

liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

99 midazolam

87

liquor veilli; kombinasi: asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10% lisinopril

+
100 101 natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi: neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

+

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab200 mg,ktk 10 str@ 10 tab tab eairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

Perubahan kekuatan sediaan

102 103 104

+ +

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

105 106

+

+
107 108 109

-

-

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

+

87

86

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (l+Cl), btl 100/1 000 tab tab 16 mg (l+Cl), btl 100/1 000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 mil 50 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (-), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan) tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UII amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 Ul/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 9 btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (-),

PERU BAHAN
FORMULASI +

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

-

125

retinol (vitamin A)

126

retinol (vitamin A)

-

127 114 115 permetrin piridostigmin +

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + +

Pindah kelas terapi

128 129 130

116

polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan

117

tis mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 9 cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (Hel) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

+

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon

134

sufentanil

Perubahan nama obat

Perubahan kekuatan sediaan

135

suksametonium

122

propiltiourasil

136

suksinil kolin

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

137 sulpirid

89

124

reserpin

138 tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Dbat Esensial

Nasional2008

Daftar Obat Esensial

Nasional

2008

ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).k. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). ktk 1 vial 25 ml PENAMBAHAN (+). Kekualan Sediaan. btl 100 tab Perubahan sediaan 143 144 vankomisin + 145 vekuronium kekuatan 146 147 warfarin zidovudin Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 90 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 .). ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na). btl 100 tab tab 100 mg. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). 1:10.v. 500 mg/vial. ktk 25 amp tis mata 1%. btl 5 ml inj i.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Benluk Sediaan. PERU BAHAN FORMULASI 139 tiopental Perubahan benluk dan kekuatan sediaan 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat LAMPIRANII KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SKlIII/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. PENGURANGAN (. btl 120 ml serb inj. Kemasan) serb inj i. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida).

melaksanakan pendokumentasian. mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut: a. 3781). Kelima 91 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . pola penyakit. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). d. bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obatyang rasional. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. TimAhli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan daril ke dalam DOEN 2008. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhirmasa kerjanya. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lam piran keputusan ini. Fungsi. d. Susunan Organisasi. Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dania tau dikeluarkan dalam DOEN2008. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis I ilmiah yang diperlukan tim ahli. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya sampai dengan akhirtahun 2008. perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. ketersediaan obat esensial yang aman. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Peri XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. c. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Mengingat 1. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. tambahan Lembaran Negara RI No. Peraturan Pemerintah No. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. 3.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI NOMOR KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA : 239/MENKES/SKlIII/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN Pertama Menetapkan MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: KEPUTUSAN MENTER I KESEHATAN NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN (KOMNASDOEN 2008). bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. e. Ketiga Keempat 4. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 5. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. Kedua b. keputusan ini MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang a. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan DaftarObat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. 7. b. 2. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Tugas. f. c.138. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SKlIII/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. 6.

9. 3. 10. 3. 4. 2. Riawan (Dokter umum) Sri Suryawati (Apoteker) Jawab Salinan Keputusan ini disampaikan 1. 93 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . 6. 9. 7. 11. 13. 9. 12. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya. 7. 8. 4. Hadinegoro (Dokler spesialis) Arini Setiawati (Apoteker) Atie W. Soekandar (Dokler umum) Engko Sosialine (Apoteker) lrawan Mangunalmaja (Dokler spesialis) Iwan Dwiprahasto (Dokter umum) Kartono Muhammad (Dokter umum) Nani Sukasediati (Apoteker) Pinky F. 2. 3. 2.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. 14. 4. Penanggung TimAhli: Ketua Wakil Anggota MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN: KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 239IMENKES/SKJlI1I2008 TANGGAL : 5 MARET 2008 KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN) 2008 Ketujuh Ditetapkan di Pad a tanggal J A K ART A 5 MARET 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehalan Kepala Badan Pengawas Obal dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obal dan Makanan : Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alai Kesehatan Iwan Darmansjah (Dokter umum) Rianto Setiabudy (Dokter umum) 1. Pengarah: 1. 5. 3. 5. 5. 8. 7. 5. kepada: Konsultan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan PengawasObatdan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untukdilaksanakan sebagaimana mestinya 1. 6. 4. 8. Abdul Muthalib (Dokter spesialis) Asril Aminullah (Dokter spesialis) Bambang Sudarmanto (Dokter spesialis) Dede Gunawan (Dokler spesialis) Djakaria (Dokter spesialis) Gunawan (Dokler spesialis) Hanafi Trisnohadi (Dokter spesialis) Inge Sulanlo (Dokler umum) Nugroho Kampono (Dokter spesialis) Omo Abdul Madjid (Dokter spesialis) Robert Reverger (Dokler spesialis) Sarwono Waspadji (Dokler spesialis) Silvia Desiree Fadiel (Dokter gigi) Sri Rezeki S. 6. 2.

9. Sekretariat 1. 3. 2. 8. Imunisasi dan Kesehatan Matra KasubditStandardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Ditetapkan di Pad a tan99al J A K ART A 5 MARET 2008 95 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . 4. 4. 2. 6. Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono AnwarWahyudi Nofiyanti Mulyati Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian danAlat Kesehatan Direktur Bina Obat Publikdan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian PenyakitTidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. 5. 3. 6. 5. 7.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana: Ketua Sekretaris Sekretaris I Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokterumum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 Anggota 1. 10.

Dr. PhD. Solo Direktur RS dr. Hadinegoro. DR. Irawan Mangunatmadja. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. SpOG. SpKGA DR. Iwan Dwiprahasto. SpRad (K). Kimia Farma Direktur Utama PT. Dettie Yuliati. Kartono Muhammad dr. dr. Sri Rezeki S. Atie W. Surabaya Direktur RSU Kab. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr. Abdullah Akhmad. Prof. Dr. dr. Sardjito. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. M. dr. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Karyadi. dr. Prof.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AIKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. M. SpFK. Prof. Hussein Palembang Direktur RS dr. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. dr. MARS Ora. Dr. Apt. Omo Abdul Madjid. SpS (K) dr. Dr. Bambang Sudarmanto. SpPD (K). SpOG. Prof. Siloam Karawaci.Abdul Muthalib. SpKJ(K) Prof. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Engko Sosialine.Denpasar Direktur RS. Nugroho Kampono. Dr. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua PersatuanAhli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. Iwan Darmansjah.Apt. dr. SpA dr. Zorni Fadia dr. SpKJ (K) dr. SpA (K) Prof. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. PhD. M. Prof. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. Indofarma Direktur Utama PT. SpFK. Sri Suryawati dr.Biomed dr. dr. dr. Prof. S. SpA (K) drg. Prof. Riawan Ora. Sarwono Waspadji.Arini Setiawati. Gunawan Darmansjah. Inge Sutanto Prof. Dede Gunawan. Jakarta Ditrektur RSU Husada. dr. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. MSi Dita Novianti. Moewardi. SpPD (K) Prof. dr. Padang Direktur Utama PT. Robert Reverger. Silvia Desiree.Si. dr.Asril Aminullah. Djakaria. dr. Makasar Direktur RSU Dr. SpA (K) dr.Soetomo.MedSc. Rianto Setiabudy. dr. Hanafi Trisnohadi. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. Soekandar. SpFK. SpAn. MM 97 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . Pinky F.

Drs. Ema Viaza. dr.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. S. Apt. S. Rohayati Rahafat. Apt.Si. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRANIV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUAIWAKIL KETUAIANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . Ojentot Fibihanindyo Putro Ora. Apt. Ora. Apt.Si. OaraAmelia.

Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir.PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini. Nama Alamat LAMPlRANV SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1. 2. Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN. . Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN. 3. Jakarta. *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 .

menjalankan. Tidak ada keluarga dari anggola KomNas yang memiliki. mengendalikan. Anggola KomNas lidak meminla alau menerima uang alau apapun yang bernilai dari seseorang alau organisasi baik secara langsung alau lidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapal mempengaruhi subyeklivilas revisi alau hasil penilaian. Anggola KomNas lidak berlindak sebagai wakil resmi dari sualu badan unluk Dengan ini menyalakan bahwa saya : Memahami dan akan memaluhi pernyalaan yang lertera di alas. Anggola KomNas Tanggal mempresenlasikan baik berupa lulisan. organisasi keagamaan dimana ia lidak menerima kompensasi apapun alau sepanjang organisasi lersebul lidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggola KomNas. maka yang bersangkulan harus memberilahukan kepada Kelua Tim Ahli alau Direklur Bina Penggunaan Obal Rasional sebelum seliap kegialan revisi dan lidak ikul serla dalam pelaksanaan pengambilan kepulusan.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obal Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa lidak akan ada konflik kepenlingan anggola Komile Nasional DOEN (disingkal : KomNas DOEN) yang 6. Jika dalam melaksanakan lugas sebagai anggola KomNas mempunyai konflik alau resiko konflik kepenlingan. Anggola KomNas lidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegialan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun lanpa perselujuan dari Kelua Tim Ahli dan anggola KomNas yang lain. 1. Anggola KomNas diperbolehkan unluk lerlibal sebagai pelugas alau anggola badan dari organisasi sosial. Saya yang berlanda langan di bawah ini : Nama Jabalan Kelua/Wakil Kelual Anggola TimAhli I Konsultan'' KomNasDOEN dapal mengganggu kepulusan yang dibuat. lisan. *) Corel yang lidak perlu 103 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . peragaan alau menampilkan sesualu yang mungkin dapal mengunlungkan secara finansial/malerial bagi dirinya. memiliki kepenlingan alau bekerja pada perusahaan alau fasililas lain yang berada di bawah pengawasan anggola KomNas. 5. 3. 4. Unluk ilu perlu adanya kesediaan seluruh anggola KomNas DOEN unluk mempelajari dan menandalangani dokumen pernyalaan berikul apabila sudah menyelujuinya. 2.

LAMPI RAN VI FORMAT KAJIAN USULANPENAMBAHAN/PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 0 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRANVI FORMAT KAJIAN USULANPENAMBAHAN/PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

200 .............. 106 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 ....REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Us ulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN DAN KEKUATAN PERUBAHAN KEMASAN PENAMBAHAN PENGURANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *J INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan *) Dilampirkan literatur / acuan / pus taka terpercaya literatur / acuan / pustaka terkait ... Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP.....

78 A. 73 asetazolamida. 43. 71 asam askorbat. 50. 31. 46. 53. 37 furosemida. 73 belerang endap. lihat adrenalin ergokalsiferol. 33 asparaginase.U. 41 gliseril guaiakolat. 47. 54. 50. 65 gutta percha points. 37 air untuk injeksi. 29. 36. 72. 41. 77 griseofulvin. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 69 barium sulfat. 75 amodiakuin tab.D. 26. 34 B bahan kontras media DOEN. 69 cairan intralipid. 74. 34. 36. 76 antimalaria DOEN. 26. 56. 67 dikloksasilin. 67 flufenazin. 34 deferoksamin. 72 antifungi DOEN. 39. 55 amiodaron. 55. 65. 55. 72 G garam oralit. 78 AB. 76 heksamin mandelat. 58 ergotamin. 24 bisakodil. 36. IS. 67 betametason. 60. 55. 23.45 DT. 53. 67 asam retinoat. 66 amoksisilin trihidrat. 42. 43 amitriptilin. Na. micronized. 46.34 boraks. 42 homatropin. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 48 darrow glukosa half strength. 41. 78 A. 40. 62 ampisilin. 58. 31. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 41. 40. 72 asam folat. 47. 50 asetosal. 69 H haloperidol. 61. 25 artemether. 56. 50. 22. 27 benzilpenisilin kristal. 74 albendazol. 51 fluor.S. 34. 70 glipizid. 66 artesunat. 32. 44 dobutamin. 32. 69 etinilestradiol. 60. 41. 33. 51 fluoksetin. 76 bleomisin. 67 benzalkonium klorida. 40. lihat a traumatic restorative treatment glibenklamida. 67 eritromisin. 31. 32.79 DTP. 45 doksisiklin. 51. 46 asam salisilat. 49. 47. 69 atropin. 55. 61. 77 dekstran . 72 antihemoroid DOEN. 46 hidroksipropil metilselulosa. 48 coal tar. 54. 55 bupivakain. 29. 77 azatioprin. 30. 57. 59 107 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 75 halotan. 31 hemodialisa DOEN. 65. 48 desmopresin. 54. 54. 46. 49 glass ionomer art. 34 daktinomisin. 67 apomorfin.46 budesonid. 70 D dakarbazin. 35 fraksi protein plasma. 73 benserazid. 72 bedak salisil. 72. 21. 78 gliserin. 37 fenilbutason. 54. 35 dopamin. 71. 46. 21 fenitoin. 60 digoksin. 70. 27. 60. 35 F faktor VIII. 23. 57. 50. 72. 77 glukosa. 60. 56 hydroxy ethyl starch. 21. 43. 40. 33. 48 heparin. 41 hidrokortison. 73 copper T.79 fenobarbital. 49 aminofilin. 40. 77 epinefrin. 77 gentamisin. 39. 64. 48. 66 asam asetilsalisilat. 77 ekstrak beladon. 45. 37 c CHKM. 69 antasida DOEN I. 27. 45. 69 E efavirens. 46. 41. 42 etoposid. 37 faktor IX kompleks. 46. 27 diloksanid. 68 etil klorida. 43 dimenhidrinat. 71. 33 efedrin. 54. 69 fluoresein. 35 eugenol.U/. 71 dihidroergotamin.78 adrenalin. 34 atenolol. 36. 56. 64 darrow glukosa ana. 32 diltiazem HCI. 48 diazepam. 32. 25. 45. 44. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 62 fenoksimetil penisilin. 22. 59. 50 dekstrose. 61 I Ibuprofen. 24. 76 disopiramida. 53. 49 busulfan. 76 antibakteri DOEN. 71 atrakurium. 75 dietilkarbamazin. 43. 64 estrogen terkonjugasi. 45. 63 fentanil. 52. 79 asam benzoat. 24. 26 alopurinol. 44. 22. 43. 26. 25.INDEKS A AB. 35 dapson. 47. 76 antasida DOEN II. 32. 29. 68 fluorourasil. 66 antiparkinson DOEN. 46. 48. 28 doksorubisin. 50 benzatin benzilpenisilin. 40. 51. 74. 37 hidrogen peroksida. 56. 42 etambutol. 22. 68 hidroklortiazida. 62 difenhidramin. 59 aluminium hidroksida. 52 atraumatic restorative treatment. 56. 23. 38 bahan tumpatan semen tara. 48. 54. 38 basitrasin. 32.23 heksaklorofen. 21 fitomenadion. 65 etanol 70%. 23. 77 air steril bebas pirogen. 53. 25. 77 dekstrometorfan. 36. 50 hidroksi progesteron. 42. 74. 24 deksametason. 48 daunorubisin. 49. 61. 72 biru metilen. 76 amfoterisin. 50 human tetanus immunoglobulin.II. 74 glukosa anhidrat. 65. 54 bismut subgalat.

28. 76 liquor carbonis detergens. 43. 46 morfin. 69. 58 kalsium hidroksida. 39. 39 natrium diklofenak. 54. 48. 32. 43. 65 nitrogen oksida. 63. 40. 28 kresol. 58. tersaponifikasi. 61 manitol.S 109 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 110 . 31. 54. 73 liquorfaberi. 24 natrium aminohipurat. 75 pirantel. 69 pengganti plasma DOEN. 49. 46 petidin. 21. 46. 67 levonorgestrel. 23 mikonazol. 56. 27 senyawa klor. 27. 46 S salbutamol. 49 insulin intermediate. 47. 66 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 Q 0 OBH. 43. 63 prokarbazin. 61 karbogliserin. 49 leukovorin. 24. U. 77 komposit resin. 36. lihat OBH oksigen. 22. 66 podofilin. 66 klorpromazin. 33. 32. 32. 68 kuinin. 49. 23 propranolol.53 nevirapin. 26 prednisone. 44 metilergometrin. 68 kalsium laktat. 43 neostigmin. lihat A. 44 natrium tiosulfat. 53 retinol. 40. 54 metotreksat. 60 N nalokson. 46 lisinopril. 24. lihat CHKM klorheksidin. 25 karbon aktif. 40. 31. 75 (dl) metilfenidat. 35.I serum antidifieri. 71 kotrimoksazol DOEN I. 58 iofendilat. 66 probenesid. 60 ketokonazol. 51 lopinavir. 55. 60. 35 metakresol sulfonat. 31 ketoprofen. 35 kloramfenikol. 70 larutan nutrisi. 73 seng oksida. 60 oksimetazolin. 22. 64. 40. 42 iodium. 77 natrium kromoglikat. 28. 68 parasetamol. 57. 65 piridoksin. 61 kalsium glukonat. 70 lidokain. 38. 48. 30. 46. 64. 72 natrium tiroksin. 47. 33 larutan lugol. 24. 63 kotrimoksazol DOEN II. 76 sefazolin. 29 klofazimin. 59 pilokarpin. 35 merkaptopurin. lihat kalk kaptopril. 64 klomipramin.78 obat batuk hitam. 69 permetrin. 59 prokain benzilpenisilin. 52 rokuronium. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 64. 27 sefiriakson. 79 piridostigmin. micronized. 39 metenamin mandelat. 23 isoniazid. 23. 48. 48. 49. 22. 73 poligelin.79 kalsium. 33 klozapin. 39 melfalan . 30. 54. 63 klorfeniramin.D. 49 larutan nutrisi DOEN. 71. 35 propiltiourasil. 44 nikotinamid. 25. 34. 70 propofol. 21 klindamisin. 58. 79 ketamin. 28. 38 isof/uran. 42 insulin regular. 50 natrium nitropusid. 28. 37 penisilin V. 30. 22. 52 metoklopramid. 33 J K kafein. 40 klorokuin. 23 nitrogliserin. 58 nistatin. 30. 62 medroksi progesteron asetat. 49. 64. 47. 61 klorfenol kamfer mentol. 38. 38. 74. 45. 42. 24. lihat kalsium folinat levodopa. 34. 66. 59 pasta pengisi saluran akar. 65 isosorbid dinitrat. 58. 79 rifampisin. 77 salep 2-4. 31. 73 liquor veilli. 31. 35 metronidazol. 65 ringer laktat. 29.70 meglumin amidotrizoat. 77 kalk.37 kalsium folinat. 21. 66 midazolam. 40. 40. 51. 32. 40. 25. 51. lihat biru metilen metildopa. 23. 52 p paraformaldehida. 42. 75 R ranitidin. 40 natrium iopodat. 38 natrium klorida. 47. 69 kalsium hipoklorit. 44 lisol. 26. 39 natrium bikarbonat. 39 polimiksin B. 52 kodein. 59 natrium hipoklorit. 44. 33. 72 povidon iodida. 41.49 mebendazol. 74. 41. lihat AB. 32. 40 serum anti bisa ular. 51. 32. 68 prazikuantel. 33 nifedipin. 31. 23. 37. 57. 37 M magnesium hidroksida. 57 oksitetrasiklin. 65. 47. 67 kalium klorida. 43 norepinefrin. 43. 69 nitrofurantoin. 72 karbamazepin. 59 metanal. 51. 39 metampiron. 61. 38 iopamidol. 43. 74 natrium bromsu/ftalein. 37 polikresulen. 75 klonidin. 44. 21. 74 risperidon. 26. 62 pirazinamid. 53. 74 oksitosin. 24. lihat heksamin mandelat meiformin. 71 primakuin. 54. 53 pirimetamin. 41. 45 noretisteron.idoksuridin. 42 L lamivudin. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 71 protamin sulfat. 63 kotrimoksazol DOEN III. 50. 42. 76 magnesium sulfat. 44. Ca. 22. 38 ioheksol. 73 perak sulfadiazin. 56. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 70 metil tionin klorida. 44 klorambusil.

78 serum antitetanus. 48. 36 solutio salicylic acid 0. 28. 77 vaksin hepatitis 8 rekombinan. 60 triheksifenidil. 64 sulfadoksin.G. 41 verapamil.. lihat OTP vaksin jerap difteri tetanus. 36. 67 siklofosfamid. 34. 56. 77 vaksin campak. 66 sulfametoksazol. 45 streptomisin. 33 streptokinase. 56 sianokobalamin. lihat tiamin vitamin 812. 65 sulfasalazin. 79 vaksin polio. 79 valproat. 63. 57. 29. 29 vasopressin. lihat sianokobalamin vitamin 86. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis. 28. 30. 56.serum antirabies. 79 timolol. 21 suksinilkolin. 36 vitamin A. 69 stavudin. 44 vinblastin. 56. 79 tetrakain. 67 trimetoprim. 33 u urea. 47 111 Daftar Dbat Esensial Nasional2008 . lihat 0 T vaksin jerap tetanus 57. 42 tetanus adsorbed toxoid. 28. lihat A. 79 vitamin 81. lihat piridoksin vitamin C. 32. 64 sufentanil. 45. 74.38 simvastatin. 50. 34 testosteron. 25 vankomisin. 31. 57. 29. 64. 54. 41. 65 trinatrium sitrat dihidrat. untuk manusia. 63. T S serum imunoglobulin. 49. lihat ergokalsiferol vitamin K1.C.50 tiopental. 34 simetikon. 41 spons gelatin. 77 tuberkulin protein purified derivative. lihat retinol vitamin 8 kompleks. lihat fitomenadion T tamoksifen. 58. 55 sulfasetamida. 58. 35 siklosporin. 36 vinkristin. 41 v vaksin 8. 31. 23. lihat liquor veilli spironolakton. 74 tetrasiklin. 29 sisplatin. 1%. 74 surgical ginggival pack. 53 sulfadiazin. 57. 36. 28. 63 tiamin. lihat asam askorbat vitamin 03. 39. 79 vaksin rabies. 72 siprof/oksasin. 35 sitarabin. 56. 37 x y z zidovudin. 68 w warfarin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful