LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 5 MOMEN INERSIA

Nama NPM Tanggal / Jam Asisten

: Lukman Santoso : 240110090123 : 17 November 2009/ 15.00-16.00 WIB : Dini Kurniati

TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2009

dalam hal ini. . Perubahan kecepatan sudut = percepatan sudut. besaran ini adalah kelembaman sebuah benda tegar yang berputar terhadap rotasinya. Apabila benda sudah bergerak lurus dengan kecepatan tertentu. benda tersebut juga sulit digerakan jika massanya besar. pembahasan menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sistem yang lebih rumit seperti gerakan giroskopik. Sebuah truk gandeng yang sedang bergerak lebih sulit dihentikan dibandingkan dengan sebuah taxi. Massa bisa diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk mempertahankan kecepatan geraknya. dan beberapa besaran lain. Momen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar. Misalnya jika kita menendang bola tenis meja dan bola sepak dengan gaya yang sama. dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut. semakin besar torsi.BAB II Tinjauan Pustaka 1. Torsi sangat berpengaruh terhadap gerakan benda yang berotasi. semakin besar perubahan kecepatan sudut yang dialami benda. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Dalam gerak lurus. momen gaya dan percepatan sudut. benda sulit dihentikan jika massa benda itu besar. Momen Inersia Momen inersia (satuan SI kg m2) adalah ukuran ketahanan objek terhadap perubahan laju rotasinya. Perlu diketahui bahwa benda yang berotasi juga memiliki massa. Dengan kata lain. maka tentu saja bola sepak akan bergerak lebih lambat. semakin besar torsi. Jadi kita bisa mengatakan bahwa torsi sebanding alias berbanding lurus dengan percepatan sudut benda. massa berpengaruh terhadap gerakan benda. Meskipun pembahasan skalar terhadap momen inersia. semakin besar pengaruhnya terhadap gerakan benda yang berotasi. Sebaliknya jika benda sedang diam (kecepatan = 0).

Konsep partikel ini yang kita gunakan dalam membahas gerak benda pada Topik Kinematika (Gerak Lurus.( Momen Inersia dalam Gerak Rotasi mirip dengan massa dalam gerak lurus). Gerak Melingkar) dan Dinamika (Hukum Newton). baik massa titik atau struktur tiga dimensi. Definisi sederhana momen inersia (terhadap sumbu rotasi tertentu) dari sembarang objek. benda bergerak mengitari sudut). benda yang berputar juga sulit dihentikan jika momen inersianya besar. Jadi penggunaan istilah partikel hanya untuk mempermudah pembahasan mengenai gerakan. diberikan oleh rumus: Di mana m adalah massa dan r adalah jarak tegak lurus terhadap sumbu rotasi. Sebenarnya tidak ada batas ukuran yang ditetapkan untuk kata partikel.Momen Inersia Partikel Sebelum kita membahas momen inersia benda tegar. Disebut sudut karena dalam gerak rotasi. Gerak Parabola. maka Momen Inersia dalam gerak rotasi menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan sudut (kecepatan sudut = kecepatan gerak benda ketika melakukan gerak rotasi. Makin besar Momen inersia suatu benda. di mana posisi suatu benda digambarkan seperti posisi suatu titik. terlebih dahulu kita pelajari Momen inersia partikel. massa benda tegar dikenal dengan julukan Momen Inersia alias MI. semakin sulit membuat benda itu berputar alias berotasi. Kalau massa dalam gerak lurus menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan linear (kecepatan linear = kecepatan gerak benda pada lintasan lurus). . Jangan membayangkan partikel sebagai sebuah benda yang berukuran sangat kecil.Dalam gerak rotasi. Jadi benda-benda dianggap seperti partikel. 2. sebaliknya.

kita tidak bisa menganggap benda sebagai partikel karena kecepatan linear setiap bagian benda berbeda-beda ketika ia berotasi. Setelah diberikan gaya F. Kecepatan sudut semua bagian benda itu sama. dengan kecepatan linear tertentu. Benda tegar adalah benda yang memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam. Bagaimanapun. Mengenai hal ini sudah dijelaskan dalam Kinematika Rotasi. misalnya. Mula-mula partikel diam. Misalnya sebuah partikel bermassa m diberikan gaya F sehingga ia melakukan gerak rotasi terhadap sumbu O. setiap benda itu bisa dianggap terdiri dari partikel-partikel. Jadi pada kesempatan ini. misalnya. Bagian benda yang ada di dekat sumbu rotasi bergerak lebih pelan (kecepatan linearnya kecil). terlebih dahulu kita pahami Momen Inersia partikel. karena ketika bergerak. Dalam hal Percepatan tagensial = percepatan linear partikel ketika berotasi. mula-mula partikel itu diam (kecepatan = 0). . ini lalu benda bergerak mengalami (mengalami percepatan perubahan tangensial. kita menganggap benda sebagai partikel. Jadi untuk membantu kita memahami momen Inersia benda-benda yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda itu. kecepatan linear setiap bagian benda berbeda-beda. Jadi . sedangkan bagian benda yang ada di tepi bergerak lebih cepat (kecepatan linear lebih besar). Dalam gerak lurus dan gerak parabola. bagian depan dan bagian belakang mobil mempunyai kecepatan yang sama. Partikel itu berjarak r dari sumbu rotasi. Jadi kita bisa mengganggap mobil seperti partikel alias titik. kita akan berkenalan dengan momen inersia benda tegar. Ketika sebuah mobil bergerak.Konsep partikel itu berbeda dengan konsep benda tegar. terlebih dahulu kita tinjau Momen Inersia sebuah partikel yang melakukan gerak rotasi. kecepatan linear) setelah diberikan gaya. setiap bagian benda itu memiliki kecepatan (maksudnya kecepatan linear) yang sama. partikel itu bergerak . Ketika sebuah benda melakukan gerak rotasi. Hal ini dimaksudkan untuk membantu kita memahami konsep momen inersia. Setelah membahas Momen Inersia Partikel.

. Istilah kerennya. Hubungan antara percepatan tangensial dengan percepatan sudut dinyatakan dengan persamaan : Sekarang kita masukan a tangensial ke dalam persamaan di atas : Kita kalikan ruas kiri dan ruas kanan dengan r : mr2 adalah momen inersia partikel bermassa m. massa (m) dan percepatan tangensial (at). yang berotasi sejauh r dari sumbu rotasi. persamaan ini juga menyatakan hubungan antara torsi.Kita bisa menyatakan hubungan antara gaya (F). Untuk mudahnya. Jadi Momen Inersia partikel merupakan hasil kali antara massa partikel itu (m) dengan kuadrat jarak tegak lurus dari sumbu rotasi ke partikel (r2). dengan persamaan Hukum II Newton : Karena partikel itu melakukan gerak rotasi. bandingkan dengan gambar di atas. ini adalah persamaan Hukum II Newton untuk partikel yang berotasi. maka ia pasti mempunyai percepatan sudut. momen inersia dan percepatan sudut partikel yang melakukan gerak rotasi.

tetapi jika kedua benda itu berotasi pada sumbu alias poros yang berbeda. .Secara matematis. jarak antara titik-titik anggota sistem selalu tetap. Ini cuma persamaan umum saja. maka Momen Inersia-nya juga berbeda. momen inersia partikel dirumuskan sebagai berikut : 3. Walaupun bentuk dan ukuran dua benda sama. Secara umum. Momen Inersia setiap benda tegar bisa dinyatakan sebagai berikut : Benda tegar bisa kita anggap tersusun dari banyak partikel yang tersebar di seluruh bagian benda itu. Bagaimanapun untuk menentukan Momen Inersia suatu benda tegar. Sekarang coba kita lihat Momen Inersia beberapa benda tegar. Momen Inersia Benda Tegar Benda tegar adalah sistem benda yang terdiri atas sistem benda titik yang jumlahnya tak-hinggadan jika ada gaya yang bekerja. kita perlu meninjau benda tegar itu ketika ia berotasi. jadi momen inersia dari setiap benda merupakan jumlah total momen inersia setiap partikel yang menyusun benda itu. Setiap partikel-partikel itu punya massa dan tentu saja memiliki jarak r dari sumbu rotasi.

Pada gambar. Jadi semua partikel yang menyusun lingkaran tipis berada pada jarak r dari sumbu rotasi. Momen Inersia (I) setiap partikel juga bergantung pada massa (m) partikel itu dan kuadrat jarak (r2) partikel dari sumbu rotasi. jarak setiap partikel yang menyusun benda tegar berbeda-beda jika diukur dari sumbu rotasi. Benda-benda tegar bisa dianggap tersusun dari partikel-partikel. ada partikel yang sembunyi di pojok bawah.3. Momen Inersia Benda-Benda yang Bentuknya Beraturan Selain bergantung pada sumbu rotasi. Jarak setiap partikel ke sumbu rotasi berbeda-beda. ada yang terjepit di tengah . Ini cuma ilustrasi saja. Persoalannya. amati gambar di bawah Ini contoh sebuah benda tegar. Momen inersia lingkaran tipis ini sama dengan jumlah total momen inersia semua partikel yang tersebar di seluruh bagian lingkaran tipis. partikel diwakili oleh titik berwarna hitam. . Lingkaran tipis dengan jari-jari R dan bermassa M (sumbu rotasi terletak pada pusat) Lingkaran tipis ini mirip seperti cincin tapi cincin lebih tebal. Total massa semua partikel yang menyusun benda = massa benda itu. ada partikel yang berada dekat sumbu rotasi. Ada partikel yang berada di bagian tepi benda.

Momen Inersia lingkaran tipis yang berotasi seperti tampak pada gambar di atas. teorema sumbu tegak lurus + sifat simetri benda. Di bawah ini contoh momen inersia dari beberapa benda tegar. bermassa M dan lebar L (sumbu rotasi terletak di tengah-tengah salah satu diameter) b. bermassa M dan lebar L. selain menggunakan kalkulus. Cincin tipis berjari-jari R. Setiap partikel pada lingkaran tipis berada pada jarak r dari sumbu rotasi. yakni dengan bantuan teorema sumbu sejajar. Cincin tipis berjari-jari R. bisa diturunkan sebagai berikut : Perhatikan gambar di atas. dengan demikian : r1 = r2 = r3 = r4 = r5 = r6 = R I = MR2 Ada cara lain untuk menurunkan momen inersia benda tegar. a. (sumbu rotasi terletak pada salah satu garis singgung) .

dengan jari-jari dalam R2 dan jari-jari luar R1 d.c. Silinder berongga. Silinder padat dengan jari-jari R (sumbu rotasi terletak pada diameter pusat) . Silinder padat dengan jari-jari R (sumbu rotasi terletak pada sumbu silinder) e.

Bola pejal dengan jari-jari R (sumbu rotasi terletak pada salah satu diameter) g.f. Kulit Bola dengan jari-jari R (sumbu rotasi terletak pada salah satu diameter) h. Batang pejal yang panjangnya L (sumbu rotasi terletak pada pusat ) .

i. tegak lurus permukaan) . Balok pejal yang panjangnya P dan lebarnya L (sumbu rotasi terletak pada pusat. Batang pejal yang panjangnya L (sumbu rotasi terletak pada salah satu ujung) j.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful