Anda di halaman 1dari 11

Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya

Menurut UU RI No 22 / 1997 Ada 3 golongan :


Gol I Ganja,kokain, heroin Gol II Morfin & Petidin

Gol III Codein

Psikotropika
Menurut UU RI No 5 / 1997 Terdiri dari 4 golongan: Ekstasi
Gol I Gol II
Amphetamine

Gol IV
Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).

Gol III
Phenobarbital

Zat Adiktif Lainnya


Minuman Alkohol
Gol A 1 5% Bir
Gol B 5 20 % Berbagai minuman anggur Gol C 20 45 % Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker

Berdasarkan kadar etanol

Inhalasi dan Solven


Lem Tiner Penghapus Cat Kuku Bensin

Rokok

Beberapa Bahan Kimia dalam Asap Rokok


Sianida Benzene Cadmium Metanol (alkohol kayu) Asetilena Amonia Formaldehida Hidrogen sianida Arsenik
Karbon monoksida Nikotin

3 Golongan NAPZA berdasarkan Efeknya bagi Pengguna


Gol Depresan (Downer) Gol Stimulan (Upper)
Opioda ( Morfin, Heroin, Codein) Sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) Tranquilizer (anti cemas ).

Amphetamine (Shabu, Ekstasi) Kokain Kanabis (Ganja) LSD ( Lysergic Acid )

Gol Halusinogen

NAPZA yg Sering Disalahgunakan

Opidia
Alamiah (Opiat) Morfin, Opium, Codein

Kokain (koka, coke, happy dust, chalie, srepet,


snow / salju) Bentuk kristal putih, pahit, mudah larut Cara penggunaan: dihirup atau dibakar bersama tembakau Efek : Tubuh segar, tidak nafsu makan, menghilangkan rasa sakit, percaya diri meningkat
Kanabis (cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang) Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.

AMPHETAMINE (seed, meth, crystal, whiz)


Bentuk bubuk, tablet, dan cairan Penggunaan: dihirup dan diminum Ada 2 jenis : MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )/ Ekstasi dan Metamphetamine ice/ shabu. Penggunaan: dibakar dgn alumunium foil lalu asapnya dihirup.