Anda di halaman 1dari 20

MANAJEMEN DIRI DAN WAKTU

DISAMPAIKAN PADA PERKULIAHAN PEMBELAJARAN BERBASIS IT JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN OLEH RUDIANSYAH

MANAJEMEN
 suatu

proses kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain.

TABIAT WAKTU
  

Cepat berlalu Mustahil Kembali Harta termahal

Cepat Berlalu


Dia bergerak bagaikan awan, berjalan bagaikan tiupan angin, baik pada saat bahagia maupun saat sengsara Betapapun panjangnya umur manusia di dunia ini, sesunguhnya ia tetap pendek, selama penutup hidup adalah kematian. Seorang penyair berkata: jika akhir usia adalah kematian, tidak ada bedanya panjang atau pendek usia itu.

Tak Pernah Kembali




Setiap hari berlalu, setiap jam pergi menghilang, setiap kesempatan datang hanya sekali dan tak mungkin kembali. Al-Hasan Al-Basri, tak ada sehari pun udara pagi di hirup, kecuali ia berkata :wahai anak Adam, aku adalah mahluk baru. Kepadakulah segala perbuatanmu bersaksi. Maka berbekallah dariku, karena sesunguhnya aku jika pergi, tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.

Seorang Penyair :


Ah, seandainya masa muda kembali hari ini akan kukabarkan padanya apa yang dilakukan di masa tua. Tak ada seorang hamba yang hidup kecuali ia naik punggung usianya, berjalan-jalan menghabiskan hari-harinya. Bermalam dan berjalan pagi dan petang. Menjauhi dunia menuju ke kubur.

Harta yang paling berharga




Ketika waktu berlalu demikian cepat sedangkan segala yang berlalu tak akan kembali lagi, maka sang waktu menjadi demikian berharga Sesungguhnya waktu bukanlah terbuat dari emas saja sebagaimana peribahasa yang menyebar, tetapi sang waktu lebih mahal dari emas, intan, permata dan perhiasan lainnya Sang waktu sebagaimana ucapan Hasan AlBana adalah kehidupan itu sendiri. Tidak ada kehidupan manusia selain waktu yang dihabiskan dari lahir sampai ajal menjemput.

Dua situasi dimana orang menyesal telah kehilangan waktu.




Waktu kritis, dimana manusia terbaring tak berdaya menjelang ajalnya. Saat itu, ia berharap mendapatkan kesempatan hidup barang sejenak dan diakhirkan ajalnya agar ia dapat memperbaiki apa-apa yang telah dilakukannya dan meraih kembali apa-apa yang telah berlalu Di akhirat, semua amal manusia dihisab dan mendapatkan balasannya. Bagi mereka para ahli surga tentu akan masuk ke dalam surga dan bagi yang ahli neraka tentu akan masuk neraka. Kala itu orang-orang yang masuk neraka berharap agar mereka bisa hidup sekali lagi, memulai sesuatu yang baru, tapi sungguh mustahil hal itu bisa terjadi.

Kewajiban terhadap waktu




Memanfaatkan waktu dengan baik, mampu menjaganya lebih dari kemampuannya dalam menjaga hartanya Waktu itu seperti pedang, jika tidak kamu potong maka ia akan memotong kamu Barang siapa yang hari ini seperti hari kemarin maka dia telah tertipu dan barangsipa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat.

PANDANGAN TEPAT TENTANG WAKTU


  

KEHARUSAN MELIHAT MASA LALU MENATAP MASA DEPAN MEMPERHATIKAN HARI INI

KEHARUSAN MELIHAT MASA LALU




Melihat masa lalu penting guna mengambil pelajaran darinya. Tidaklah benar meninggalkan yang lama semata-mata karena ia sudah kuno. Karena segala sesuatu yang dianggap kuno disitu terdapat kelebihan dan keistimewaan yakni sesuai dengan wataknya. Tidak menerima renvasi

 

Penyair Kita bergembira dengan hari-hari yang telah kita lalui Padahal ketika itu umur kita pergi sepotong demi sepotong Demikianlah mulianya orang yang berakal, tetapi orang yang berakal di dunia ini bisa dihitung

Menatap masa depan


 

Adalah fitrah manusia jika ia akan menemui hari esok. Segala yang akan datang mengandung sifat dekat, walaupun orang mengiranya jauh. Maka dikatakan : sesunguhnya bersama hari ini ada hari esok, dan esok hari itu tampak dekat sekali Orang yang berakal adalah orang yang senantiasa melakukan persiapan untuk hari esok dan menyiapkan segala sesuatu untuk hari depannya.

Memperhatikan Hari Ini




Jika selalu mengevaluasi diri dengan segala sesuatu yang terjadi dimasa lalunya adalah sebuah keharusan bagi setiap orang, demikian juga keharusan menyongsong masa depannya dengan optimis, maka begitu juga ia harus memperhatikan hari ini. Hari dimana ia hidup di dalamnya.

Waktu itu ada 3 :




Waktu yang tidak melelahkan bagi seseorang, bagaimanapun telah berlalu, entah dalam keadaan susah maupun senang. Waktu esok yang masih menjadi misteri : ia tidak tahu apakah ia bisa hidup sampai saat itu apa tidak? Ia tidak tahu apa yang akan diputuskan kepadanya. Waktu kekekalan yang ia wajib untuk bersungguh-sungguh didalamnya dan mendekatkan diri dengan rabbnya.

Virus Pembunuh Waktu




Virus lalai,yakni penyakit yang menyerang akal dan hati manusia, dimana ia kehilangan perasaan dan kesabaran dengan peristiwaperistiwa yang sedang terjadi, pergantian siang dan malam. Sahal bin abdullah berkata : takutlah persahabatan dengan tiga macam manusia : ulama-ulama yang menjilat, orang-orang sufi yang bodoh dan orang-orang kaya yang lalai

Kebiasaan Menunda-nunda


Kumpulan virus-virus yang dampaknya sangat berbahaya bagi pemanfaatan manusia terhadap waktunya, yakni menunda-nunda dan mengakhirkan, sampai-sampai kata akan itu menjadi lagu wajib dan watak perilakunya. Hindarilah perintah menunda-nunda terhadap dirimu dan penempatannya pada hatimu karena ia adalah tempat kelemahan, penyebab kerugian, dengannya cita-cita terputus. Bersegeralah karena engkau memompa kesigapanmu, seriuslah dengan pekerjaanmu, bangunlah dari tidurmu, hati-hati dengan kealpaanmu.

Landasan Normatif Waktu


  

Qs.Al-Asr : 1-2 Demi Masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian

Kenapa Waktu perlu dimenej..?




Waktu merupakan sumberdaya yang sangat bernilai, karena waktu tidak dapat diperbaharui. Sikap dan cara mengelola waktu akan sangat menentukan, apakah kita akan berhasil atau gagal, sehat atau sakit, tenang dan damai atau stress dan defresi ketika melaluinya.

Waktu rata-rata sepekan


       

Kerja Rumah&keluarga Belajar Kerja sosial Waktu senggang Pemeliharaan Tidur Dll

: 48 jam : 18 jam : 12 jam : 6 jam : 3 jam : 3 jam : 48 jam : 6 jam