Lampiran 2

80

Lampiran 2

81

LAMPIRAN 3

tekanan darah terukur 26 27 28 85 . gelisah. I Bagian Anak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diagnosa Anemia sedang/berat Apnea/gasping Asfiksia neonatorum Bayi ikhterus. anak iksterus Bayi kecil/premature Cardiac arrest/payah jantung Cyanotic Spell (penyakit jantung) Diare profis (>10/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak Difteri Ditemukan bising jantung. baygon) keadaan umum masih baik Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital (minyak tanah. kesadaran menurun.Lampiran 3 Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: No. kemungkinan diabetes Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum masih baik Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. sianosis ada retraksi hebat (penggunaan otot pernafasan sekunder) Sering kencing. fungsi vital masih baik Hematuri Hipertensi berat Hipotensi/syok ringan s/d sedang Intoxicasi (minyak tanah. tanda pendarahan lain disertai febris Gagal Ginjal Akut Gagal Nafas Akut Gangguan kesadaran. baygon) Kejang disertai penurunan kesadaran Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak Panas tinggi >40oC Resusitasi cairan Sangat sesak. aritmia Endema/bengkak seluruh badan Epistaksis.

I Bagian Anak 1 29 2 30 31 3 Diagnosa Anemia Tetanus sedang/berat Apnea/gasping Tidak kencing > 8jam Tifus abdominalis dengan komplikasi Asfiksia neonatorum Abses cerebri Bayi ikhterus. d. aritmia BPH dengan retensio urine Endema/bengkak seluruh badan Cedera kepala berat Epistaksis. Patah tulang rahang (maxilla dan umum masih baik mandibula) terbuka dan tertutup Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital d. fungsi vital masih baik Cedera wajah tanpa gangguan jalan nafas antara lain : Hematuri a. Drowning tekanan darah terukur Flail chest Fraktur tulang kepala Gastroskikis Gigitan binatang/manusia . baygon) Cellulitis Kejang disertai penurunan kesadaran Cholesistitis acut Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi Corpus Alienum ataupun tidak pada : a. kemungkinan diabetes f.Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: Lampiran 3 No. anak iksterus Abses sub mandibula Bayi kecil/premature Amputasi penis Cardiac arrest/payah jantung Anuria Cyanotic Spell (penyakit jantung) Apendicitis (>10/hari) disertai dehidrasi Diare profisacuta ataupun ani (Anus malformasi) Astresia tidak Difteri Akut Abdomen Ditemukan bising jantung. Patah tulang hidung/nasal terbuka dan Hipertensi berat tertutup b. Luka terbuka daerah wajah (minyak tanah. Genetalia Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum CVA Bleeding masih baik Dislokasi persendian Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. gelisah. kesadaran menurun. Abdomen sianosis ada retraksi hebat (penggunaan otot pernafasan gerak e. Patah tulang pipi (zygoma) terbuka dan Hipotensi/syok ringan s/d sedang tertutup Intoxicasi (minyak tanah. tanda pendarahan lain disertai Cedera febris kepala sedang Gagal Ginjal Akut Cedera tulang belakang (vertebral) Gagal Nafas Akut Cedera wajah dengan gangguan jalan nafas Gangguan kesadaran. baygon) keadaan c. Anggota sekunder) Sering kencing. Thorax Sangat sesak. Leher Resusitasi cairan II Bedah 4 1 5 2 6 3 7 4 8 5 9 6 7 10 8 11 9 12 10 13 11 14 12 15 13 16 17 18 19 20 14 21 15 22 16 23 24 25 26 27 17 18 28 19 20 21 22 23 86 c. Intra cranial Panas tinggi >40oC b.

Sangatbleeding sianosisotot dan tendon Ruptur ada retraksi hebat (penggunaan otot pernafasan penis Strangulasi sekunder) Sering kencing. tekanan darah terukur Tenggelam Torsio testis Tracheo esophagus fistel Trauma tajam dan tumpul daerah leher Trauma tumpul abdomen 87 30 8 31 9 32 33 10 34 11 35 12 36 37 13 38 14 39 15 40 16 41 17 18 42 19 43 44 20 45 46 21 47 22 48 49 23 50 24 51 25 52 53 26 54 27 55 56 28 57 58 59 60 61 . fungsi vital masih baik Gangguan pecah Pancreatitis Hematuri acut Patah tulang dengan dugaan cedera Hipertensi berat pembuluh darah Hipotensi/syok ringan s/d sedang Patah tulang iga multiple Intoxicasi (minyak tanah. kesadaran menurun. kemungkinan diabetes Syok Neuroragik Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum Tension pneumothorax masih baik Tetanus generalisata Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. tanda pendarahan lain disertai Luka febristerbuka daerah thorax Meningokel/myelokel pecah Gagal Ginjal Akut Multiple trauma Gagal Nafas Akut Omfalokel kesadaran. aritmia Luka terbuka daerah abdomen Endema/bengkak seluruh badan Luka terbuka daerah kepala Epistaksis. baygon) Periappendiculla infiltrate Kejang disertai penurunan kesadaran Peritonitis generalisata Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi Phlegmon dasar mulut ataupun tidak Priapismus Panas tinggi >40oC Prolaps rekti Resusitasi cairan Rectal sesak.Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: Lampiran 3 No. I Bagian Anak 1 24 2 25 3 26 4 27 5 6 7 28 29 Diagnosa Anemia sedang/berat Hanging Apnea/gaspingdan pneumothorax Hematothorax Hematuria Asfiksia neonatorum Hemoroid Grade IV (dengan Bayi ikhterus. baygon) keadaan Patah tulang leher umum masih baik Patah tulang terbuka Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital Patang tulang tertutup (minyak tanah. anak iksterus tanda strangulasi) Bayi kecil/premature Hernia incarcerate Cardiac arrest/payah jantung Hidrocephalus dengan TIK meningkat Cyanotic Spell (penyakit jantung) Hirchprung desease Diare obstruksi Ileus profis (>10/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak Internal Difteri bleeding Luka baker Ditemukan bising jantung. gelisah.

aritmia Edema paru akut Henti jantung Endema/bengkak seluruh badan Hipertensi tanda pendarahan lain disertai Epistaksis. anak iksterus Unstable pelvis Bayi kecil/premature Urosepsi Cardiac arrest/payah jantung Aritmia Cyanotic Spell (penyakit jantung) Aritmia dan shock Diare profis (>10/hari) disertai dehidrasi Angina pectoris ataupun tidak Difteri Cor pulmonale decompensata yang akut Ditemukan bising jantung. baygon) Syndrome koroner akut Syncope karena penyakit jantung Kejang disertai penurunan kesadaran Abortus Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak Atonia Uteri Panas tinggi >40oC Distosia bahu Resusitasi cairan Eklamsia Sangat sesak. berat dengan komplikasi (Hipertensi enchephalopati. kesadaran menurun. baygon) keadaan umum masih baik PEA (Pulseless Electrical Activity) dan Asistol Sesak nafas karena payah jantung Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital (minyak tanah. gelisah. fungsi vital masih baik Kelainan katup jantung dengan gangguan ABC (Airway Breathing Circulation) Hematuri Krisis hipertensi Hipertensi berat Miokarditis dengan shock Hipotensi/syok ringan s/d sedang Nyeri dada Intoxicasi (minyak tanah.Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: Lampiran 3 No. tekanan darah & Eklampsia Pre Eklampsia terukur Sisa Plasenta Benda asing di kornea mata/kelopak mata Blenorrhoe/Gonoblenorrhoe III 6 68 Kardiovaskuler 1 7 2 8 3 9 4 105 116 127 138 149 15 10 16 11 17 12 18 13 19 14 15 20 16 17 21 IV Kebidanan 1 22 2 23 3 24 4 25 5 6 7 26 8 27 9 10 28 11 12 1 2 V Mata 88 . Ekstraksi Vacum sianosisNifas retraksi hebat (penggunaan otot Infeksi ada pernafasan sekunder) Kehamilan Ektopik Terganggu Sering kencing. I Bagian Anak 62 1 63 2 64 3 65 4 66 5 67 Diagnosa Trauma toraks Anemia sedang/berat Trauma musculoskeletal Apnea/gasping Trauma spiral Traumatik amputasi Asfiksia neonatorum Tumor otak dengan penurunan kesadaran Bayi ikhterus. kemungkinan diabetes Perdarahan Antepartum Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum Perdarahan masih baik Postpartum Perlukaan Jalan Lahir Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. CVA) febris Infark Miokard dengan komplikasi (shock) Gagal Ginjal Akut Kelainan jantung Gagal Nafas Akut bawaan dengan gangguan ABC (Airway Breathing Circulation) Gangguan kesadaran.

CRAO Cyanotic Spell (penyakit jantung) c. tekanan darah terukur Tenggelam Demam berdarah dengue Demam Tifoid Difteri 89 . P. baygon) Gagal nafas Kejang disertai penurunan kesadaran Injury paru Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi Massive hemoptisis ataupun tidak Massive pleural effusion Panas tinggi >40oC Oedema paru non Resusitasi cairan cardiogenic 9 8 10 11 12 9 13 14 15 16 10 17 11 18 12 VI Paru-Paru 191 2 203 4 21 5 22 6 237 248 9 25 10 11 26 12 27 13 14 28 15 VII Penyakit Dalam 1 2 3 Open/closed pneumotrorax Sangat sesak. Akut b. Erosi Ditemukan bising jantung.M Exacerbasi hebat sianosis ada retraksiacut (penggunaan otot pernafasan sepsis Pneumonia sekunder) Sering kencing.Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: Lampiran 3 No. Vitreous Bleeding Diare profis (>10/hari) disertai dehidrasi Sellulitis tidak ataupun Orbita Difteri kelainan kornea mata : Semua a.P. Trauma fotoelektrik/radiasi Gangguan tajam/tajam tembus masih baik c. Trauma kesadaran. gelisah. Sekunder Bayi ikhterus. Descematolis Epistaksis. I Bagian Anak 3 1 4 2 5 3 4 5 6 6 7 8 7 Diagnosa Dakriosistisis akut Anemia sedang/berat Endofalmitis/panofalmitis Apnea/gasping Glaukoma : Asfiksia neonatorum a. severe keadaan Asma bronchitis moderat baygon) umum masih baik Aspirasi pneumonia Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital Emboli paru (minyak tanah. kemungkinan diabetes Pneumothorax ventil Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum Recurrent Haemoptoe masih baik Status asmaticus Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. Ulkus/abses Endema/bengkak seluruh badan c. tanda pendarahan lain disertai febris trauma mata : Semua Gagal Ginjal Akut a. Ablasio retina Cardiac arrest/payah jantung b. Trauma tumpul Gagal Nafas Akut b.O. aritmia b. anak iksterus Penurunan tajam penglihatan mendadak : Bayi kecil/premature a. kesadaran menurun. fungsi vital Hematuri sinus kavernosis Trombosis Hipertensi berat Tumor orbita dengan pendarahan Hipotensi/syok ringan s/d sedang Uveitis/Skleritis/Iritasi Intoxicasi (minyak tanah.

dan benda Gagal tenggorokan asing Nafas Akut Benda asing telinga dan hidung Gangguan kesadaran. fungsi vital masih baik Disfagia Hematuri Obstruksi berat Hipertensisaluran nafas atas Gr. sianosis ada retraksi hebat (penggunaan otot Gangguan Konversi pernafasan sekunder) Gaduh Gelisah Sering kencing. I Bagian Anak 4 1 5 2 6 3 7 4 8 5 9 6 10 7 11 8 12 13 Diagnosa Disequilebrium pasca HD Anemia sedang/berat Gagal Ginjal Akut GEA dan dehidrasi Apnea/gasping Hematemesis melena Asfiksia neonatorum Hematochezia Bayi ikhterus. aritmia Leptospirosis Endema/bengkak seluruh badan Malaria Obsevasi Syol Epistaksis. kesadaran menurun. IV Hipotensi/syok ringan s/d sedang Jackson Otalgia akut (apapun penyebabnya) Intoxicasi (minyak tanah.Yang termasuk dalam diagnosa Gawat Darurat adalah sebagai berikut: Lampiran 3 No. tekanan darah terukur 90 . tanda pendarahan lain disertai febris dibidang THT & kepala-leher Abses Gagal Ginjal Akut Benda asing laring/trakea/bronkus. kemungkinan diabetes Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum masih baik Shock berat (profound) : Nadi tak teraba. anak iksterus Hipertensi maligna Bayi kecil/premature Intoksikasi Opiat Cardiac arrest/payah jantung Keracunan makanan Cyanotic Spell (penyakit jantung) 9 14 10 15 11 16 17 12 VIII THT 1 13 2 14 153 164 175 186 197 8 209 10 21 11 22 12 IX Psikiatri 13 23 241 252 3 4 26 27 28 Keracunan obat Diare profis (>10/hari) disertai dehidrasi Koma metabolic ataupun tidak Difteri Keto Acidosis Diabetikum (KAD) Ditemukan bising jantung. baygon) Syok karena kelainan di bidang THT Kejang disertai dibidang THT & kepala-leher Trauma (akut) penurunan kesadaran Muntah profis (>6/hari) disertai dehidrasi Tuli mendadak ataupun tidak Vertigo (berat) Panas tinggi >40oC Gangguan Panik Resusitasi cairan Gangguan Psikotik Sangat sesak. II/III Jackson Obtruksi saluran nafas atas Gr. baygon) keadaan umum masih baik Parese fasilitas akut Intoxicasi disertaio gangguan fungsi vital Pendarahan dibidang THT (minyak tanah. gelisah.

LAMPIRAN 4 .

Lampiran 4 93 .

LAMPIRAN 5 .

Lampiran 5 97 .

Lampiran 5 98 .

LAMPIRAN 6 .

Lampiran 6 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 856/Menkes/SK/IX/2009 TENTANG STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT ( IGD ) RUMAH SAKIT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575 / Menkes /Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. 2. bahwa rumah sakit harus memiliki Standar Instalasi Gawat Darurat sehingga dapat memberikan pelayanan dengan respon cepat dan penanganan yang tepat. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 448/Menkes/SK/ 101 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang .Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431). Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637). 6. 4. 3. Tambahan Negara Nomor 4548). b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit. Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125.

MEMUTUSKAN: Menetapkan Kesatu Kedua : : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu tercantum dalam lampiran keputusan ini. Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua agar digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan penyelenggara rumah sakit dalam memberikan pelayanan gawat darurat di rumah sakit. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit sepanjang mengatur mengenai gawat darurat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. dr .masing. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. 7.SITI FADILAH SUPARI. Sp.Lampiran 6 VII/1993 tentang Pembentukan Tim Kesehatan Penanggulangan Korban Bencana di setiap Rumah Sakit. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal Jakarta 25 September 2009 8. Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Standar Instalasi Gawat Darurat ( IGD ) Rumah Sakit dengan melibatkan organisasi profesi terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya masing. Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini.JP (K) 102 . Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/ X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di kabupaten/Kota. Dr. Ketiga : Keempat : Kelima : Keenam : MENTERI KESEHATAN RI.

desentralisasi dan otonomi telaj memberikan peluang daerah untuk mengembangkan daerahnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya serta siap mengambil alih tanggung jawab yang selam ini dilakukan oleh pusat.0 % berasal dari pasien rujukan. B.402. Prinsip Umum 1. Untuk itu daerah harus dapat menyusun perencanaan di bidang kesehatan khususnya pelayanan gawat darurat yang baik dan terarah agar mutu pelayanan kesehatan tidak menurun.3 % dari total seluruh kunjungan di RSU).033 RSU dengan jumlah kunjungan ke RSU sebanyak 33. pada tahun 2007 jumlah rumah sakit di Indonesia sebanyak 1. prasarana. Pasien yang masuk ke IGD rumah sakit tentunya butuh pertolongan yang cepat dan tepat untuk itu perlu adanya standar dalam memberikan pelayanan gawat darurat sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya sehingga dapat menjamin suatu penanganan gawat darurat dengan response time yang cepat dan penanganan yang tepat.000. sementara data kunjungan ke IGD sebanyak 4. 103 . Oleh karenanya Depkes perlu membuat standar yang baku dalam pelayanan gawat darurat yang dapat menjadi acuan bagi daerah dalam mengembangkan pelayanan gawat darurat khususnya di Instalasi Gawat Darurat RS. Disisi lain. PENDAHULUAN A. dari jumlah seluruh kunjungan IGD terdapat 12. sumberdaya manusia dan manajemen Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit sesuai dengan standar.094. Latar Belakang Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes.205 (13.319 yang terdiri atas 1. Setiap Rumah Sakit wajib memiliki pelayanan gawat darurat yang memiliki kemampuan : l Melakukan pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat l Melakukan resusitasi dan stabilitasi (life saving).Lampiran 6 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009 Tanggal : 25 September 2009 STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT I. sebaliknya meningkat dengan pesat. Semua itu dapat dicapai antara lain dengan meningkatkan sarana.

yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas A. 5. 3. dengan struktur organisasi fungsional yang terdiri dari unsur pimpinan dan unsur pelaksana. D. 3. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas C. dengan wewenang penuh yang dipimpin oleh dokter. 2. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas B. Target Pencapaian Standar 1. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. Pasien gawat darurat harus ditangani paling lama 5 ( lima ) menit setelah sampai di IGD. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. C. 6. Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit harus dapat memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. multiprofesi dan terintegrasi.­ Klasifikasi Klasifikasi pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari : 1. Organisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) didasarkan pada organisasi multidisiplin. 4. Rumah Sakit tidak boleh meminta uang muka pada saat menangani kasus gawat darurat.Lampiran 6 2. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. Berbagai nama untuk instalasi/unit pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD). 104 . Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas D. Setiap Rumah sakit wajib berusaha untuk menyesuaikan pelayanan gawat daruratnya minimal sesuai dengan klasifikasi berikut. 7. 4. 2. 3.

Diagnosis & penanganan : penanganan : penanganan : penanganan Permasalahan pd Permasalahan pd Permasalahan pd Permasalahan pd A. 2. Bedah cito (Circulation (Circulation problem) problem) 2. Bedah cito 4. Diagnosis & 1. Stabilisasi dan Penggunaan obat. Resusitasi-ICU Resusitasi pembuluh darah pembuluh darah 4. C dgn alat-alat A : Jalan nafas A : Jalan nafas yang lebih lengkap yang lebih lengkap (airway problem). problem) problem) EKG. defibrilasi dan dan 3. evakuasi EKG. defibrilasi EKG. C dgn alat-alat A. Bedah cito 105 . Observasi HCU/R. B. C : Sirkulasi C : Sirkulasi R. (airway problem). defibrilasi (observasi HCU) 3.Lampiran 6 II. JENIS PELAYANAN Level IV Level III Level II Level I Memberikan pelayanan Memberikan pelayanan Memberikan pelayanan Memberikan pelayanan sebagai berikut: sebagai berikut: sebagai berikut: sebagai berikut: 1. termasuk ventilator termasuk ventilator B : Pernafasan B : Pernafasan 2. Penilaian 2. Melakukan Disability. Diagnosis & 1. (Breathing (Breathing Penggunaan obat. Observasi HCU/ 3. B. Diagnosis & 1. Penilaian disability. Penggunaan obat. Penilaian disability.

Dokter PPDS Dokter Umum (+Pelatihan Kegawat Daruratan) GELTS.Lampiran 6 III. ATLS. Obsgyn 4 Besar + Anestasi on site l (dr Spesialis lain on call) l l Anak. Penyakit Dalam on call. Anak. BTLS. SUMBER DAYA MANUSIA Level Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis l Level IV Level IV Level IV Level IV Semua jenis on call l Bedah. dll On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam Perawat Kepala S1 Jam kerja / DIII Diluar jam kerja (+Pelatihan Kegawat Daruratan) Emergency Nursing. Obsgyn. Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call) On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam - Bedah. BCLS dll Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) On site 24 jam Jam kerja / Jam kerja / Diluar jam kerja Jam kerja / On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam Non Medis Bagian Keuangan Kamtib (24 jam) On site 24 jam Pekarya (24 jam) On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam 106 . ACLS.

Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level I dan II. Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. 2. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection” . mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. 9. 11. 4. 8. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. Area dekontaminasi ditempatkan di depan/diluar IGD atau terpisah dengan IGD. 7. PERSYARATAN SARANA A. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda-tanda yang jelas dari dalam dan luar Rumah Sakit.Lampiran 6 IV. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). 3. 12. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat) 107 . Persyaratan Fisik Bangunan : 1. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS. Apotik 24 jam tersedia dekat IGD. 10. 6. 5.

Sarana B. R.Non Bedah / Medical .Bedah . R. Resusitasi b.Keuangan . R. Tunggu ( Public Area ) .Telepon Umum .Lampiran 6 Lampiran 6 B.Keamanan b. Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 Jam 3 RUANG OPERASI + + +/- - 108 . Penyimpanan Strecher e.Tolilet .Kafetaria . R.Anak .Pendaftaran pasien baru/ rawat . Dekontaminasi + + + + + +/- + + + + + + + + + Bisa Bergabung + + + + Bisa Bergabung +/- +/- +/- Bagi IGD yang berada dekat industri harus memiliki ruang ini.Kebidanan c. Persyaratan Persyaratan NO 1 Sarana LEVEL IV LEVEL III LEVEL II LEVEL I KET KELAS/ RUANG RUANG PENERIMAAN a. Informasi dan Komunikasi 2 RUANG TINDAKAN a.Rekam Medik c. R. Triase + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem d. R. R.ATM . R.Informasi . Administrasi . Tindakan .

Hemodialisis d. R. R. Luka Bakar c. Intermediate/ HCU . Neonatus b. Umum .Lampiran 6 NO 4 KELAS/ RUANG RUANG OBSERVASI LEVEL IV + LEVEL III + LEVEL II + LEVEL I Bisa bergabung dengan ruangan lain KET 5 RUANG KHUSUS a. Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/+ Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 109 . Cardiac / Jantung . Pediatric/ Anak . R. R.

FASILITAS / PRASARANA MEDIS Lampiran 6 V. RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal ) B. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa / Anak) Kanul Oksigen Oksigen Mask (Dewasa / Anak) Chest Tube Crico/ Trakheostomi + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + + Minimal 2 Rasio ( Cross Sectionsal ) ( Perlu dibuatkan form ) 110 . LEVEL IV + + NO KELAS/ RUANG LEVEL III + + LEVEL II + + LEVEL I + + KET A. Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh level IGD rumah sakit. FASILITAS / PRASARANA MEDIS rumah sakit. juga oleh Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh level IGD jumlah kasus yang ditangani. juga oleh jumlah kasus yang ditangani.V.

Lampiran 6 NO KELAS/ RUANG Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibrilator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Concentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Device ( KED ) Urine Bag NGT Wound Toilet Set Cairan Infus Koloid Cairan Infus Kristaloid Cairan Infus Dextrose Adrenalin Sulfat Atropin Kortikosteroid + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus diresepkan Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set/ TT Minimal 1 set Minimal 1 set LEVEL IV + + + + + + + + + + + + + LEVEL III + + + + + + + + + + + + + LEVEL II +/+/+/+/+ + + + + + + + +/- LEVEL I + + + + + + + + + KET Minimal 1 Sesuai Jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1 : 1 TT di IGD Minimal 1 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI 111 .

Lampiran 6 NO KELAS/ RUANG Lidokain Dextrose 50 % Aminophilin ATS . kacamata google Manitol Furosemid LEVEL IV + + + + + + + LEVEL III + + + + + + + LEVEL II + + + + + + + LEVEL I + + + + + + + KET Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan + + + + + + + + 2 Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Meja Operasi / Tempat tidur tindakan Dressing set Infusion set Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer Tiang Infus Lampu Operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 112 . sarung tangan . TT Trombolitik Amiodaron (inotropik) APD : masker.

kacamata google 3 Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Kumbah Lambung Set EKG Kursi Periksa Irigator Pemeriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syringe Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus diresepkan 113 . sarun tangan.Lampiran 6 NO KELAS/ RUANG LEVEL IV + + + + + + + + + + + LEVEL III + + + + + + + + + + + LEVEL II + + + + + + + + + + + LEVEL I + + + + + + + + + + + KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI Analgetik Antiseptik Cairan kristaloid Lidokain Wound dressing Alat-alat anti septic ATS Anti Bisa Ular Anti Rabies Benang jarum APD : masker.

sarung tgn.Lampiran 6 NO KELAS/ RUANG Opthalmoscope Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Cairan Infus Koloid Cairan Infus Kristaloid Cairan Infus Dextrose Adrenalin Sulfas Atropin Kortikosteroid Lidokain Aminophilin / ß 2 bloker Pethidin Morfin Anti convulsion Dopamin Dobutamin ATS Trombolitik Amiodaron (inotropik) APD : masker. kacamata google Manitol Furosemid LEVEL IV Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + + + + + + + + + + + + + + + LEVEL III Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + + + + + + + + + + + + + + + LEVEL II Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + + + + + + + + + + + + + + + LEVEL I Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + + + + + + + + + + + + + + + KET OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan + + + + + + + + 114 .

OABATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI PERALATAN MEDIS Kuret Set Partus Set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal1/ bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung Minimal 1/ bergabung 115 .Lampiran 6 NO 4 KELAS/ RUANG Ruang Tindakan Bayi & Anak LEVEL IV LEVEL III PERALATAN MEDIS LEVEL II LEVEL I KET Inkubator Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Suction Oksigen Stesolid Mikro drips set Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup OBAT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful