Anda di halaman 1dari 46

Arie Nizar Sidqi

PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011

Oleh : ARIE NIZAR SIDQI P17433210026

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN 2011

PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011

Proposal skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai derajat Sarjana Sains Terapan di Bidang kesehatan Lingkungan

Oleh : ARIE NIZAR SIDQI P17433210026

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN 2011 ii

LEMBAR PERSETUJUAN

Proposal Skripsi yang ditulis oleh Nama NIM Judul Proposal Karya Tulis Ilmiah : : : Arie Nizar Sidqi Arie Nizar sidqi P17433210026 Pengaruh Dosis Desinfektan Terhadap Penurunan Angka Kuman Pada Lantai Di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011

Telah kami setujui untuk diujikan di depan Dewan Penguji Skripsi pada tanggal 31 Januari 2011

Purwokerto, 26 Januari 2011

Pembimbing I Proposal Skripsi

Pembimbing II Proposal Skripsi

Agus Subagiyo,SIP,M.Kes NIP. 19610827 198403 1 004 iii

Asep Tata Gunawan.,SKM,M.Kes NIP. 19651116 198402 1 001

PROPOSAL SKRIPSI Pengaruh Dosis Desinfektan Terhadap Penurunan Angka kuman Pada Lantai Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011 Disusun oleh: ARIE NIZAR SIDQI NIM. P17433210026 Telah diseminarkan dengan Pembimbing dan Penguji Proposal Skripsi Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto pada tanggal 31 Januari 2011
Ketua Tim Penguji Seminar Pembimbing I

Agus Subagiyo, SIP, M.Kes NIP : 19610827 198403 1 004 Anggota

Agus Subagiyo, SIP, M.Kes NIP : 19610827 198403 1 004 Pembimbing II

Asep Tata Gunawan, SKM, M.Kes NIP : 19651116 198902 1 001 Anggota

Asep Tata Gunawan, SKM, M.Kes NIP : 19651116 198902 1 001

Tri Cahyono, SKM, M.Si NIP : 19640821 198903 1 002 Anggota

Zaeni Budiono, BE, SIP, M.Si NIP : 19621101 198303 1 003

Proposal Skripsi ini telah memenuhi persyaratan sebagai pedoman pelaksanaan penelitian penyusunan Skripsi Mengetahui Ketua Program Studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Depkes Semarang Yulianto. BE, S.Pd, M.Kes NIP : 19610731 198403 1 003 iv

BIODATA
Nama Tempat, tanggal lahir Agama Jenis kelamin Alamat : Arie Nizar Sidqi : Pemalang, 26 Januari 1989 : Islam : Laki-laki : Jl. R.a Kartini 343 Rt 33 Rw 04 Randudongkal Pemalang Riwayat pendidikan : 1. Tahun 2001 Lulus SD Negeri 07 Randudongkal 2. Tahun 2004 Lulus SLTP Islam Randudongkal 3. Tahun 2007 Lulus SMA PGRI 3 Randudongkal 4. Tahun 2010 Lulus DIII Politekhnik Kesehatan Depkes Semarang, Jurusan Kesehatan

Lingkungan Purwokerto, Prodi DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto. 5. Tahun 2010 diterima di Politekhnik Kesehatan Kemenkes Semarang, Jurusan Kesehatan

Lingkungan Purwokerto, Prodi DIV Kesehatan Lingkungan Purwokerto.

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Tempat, Tanggal Lahir NIM Judul Skripsi : Arie Nizar Sidqi

: Pemalang, 26 Januari 1989 : P17433210026 : Pengaruh Dosis Desinfektan Terhadap penurunan Angka kuman Pada Lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa proposal skripsi ini adalah betulbetul hasil karya saya dan bukan hasil penjiplakan dari hasil karya orang lain. Demikian pernyataan ini dan apabila kelak dikemudian hari terbukti dalam proposal skripsi ada unsur penjiplakan, maka saya bersedia

mempertangggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Purwokerto, Januari 2011 Yang menyatakan

Arie Nizar Sidqi

vi

KATA PENGANTAR

Tiada kata terindah yang kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal skripsi ini dengan judul Pengaruh Dosis Desinfektan Terhadap Penurunan Angka kuman Pada Lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011 . Tujuan penulis dalam menyusun Proposal Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan untuk melakukan pelaksanaan penelitian Skripsi Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik materiil maupun moril sehingga penyusunan Proposal Skripsi ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada: 1. Bapak Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc., selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. 2. Bapak Sugeng Abdullah, SST. MSi selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto. 3. Bapak Yulianto, BE, S.Pd, M.Kes, selaku Ketua Prodi DIV Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto. 4. Bapak Agus Subagiyo, SIP, M.Kes, selaku pembimbing utama Proposal Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan serta saran. 5. Bapak Asep Tata Gunawan, SKM, selaku pembimbing pendamping Proposal Sripsi yang telah banyak memberikan bimbingan serta saran.

vii

6.

Bapak dan Ibu tercinta, yang senantiasa memberikan kasih sayang tiada terkira sehingga Proposal Skripsi ini dapat terselesaikan.

7. 8.

Untuk teman-teman satu angkatan, terima kasih untuk segala kerja samanya. Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu dalam menyelesaikan Proposal Skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Proposal Skripsi ini masih

terdapat kekurangan baik dalam materi, teknik penulisan maupun sistematikanya. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca untuk penyempurnaan sangat penulis harapkan. Semoga Proposal Skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca.

Purwokerto, Januari 2011

Arie Nizar sidqi NIM: P17433210026

viii

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL................................................................................ i HALAMAN JUDUL ................................................................................... ii HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iv HALAMAN BIODATA .............................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN ..................................................................... vi KATA PENGANTAR................................................................................. vii DAFTAR ISI ............................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. Latar belakang................................................................................. 1 Masalah........................................................................................... 3 Tujuan penelitian............................................................................ 3 Manfaat penelitian........................................................................... 4 Ruang Lingkup................................................................................ 5 Keaslian penelitian .......................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PISTAKA A. B. C. D. Pengertian-pengertian...................................................................... 7 Mikroorganisme .............................................................................. 8 Desinfeksi ....................................................................................... 12 Angka kuman lantai ........................................................................ 15 ix

E. F. G.

Cara pengepelan lantai .................................................................... 16 Kerangka teori................................................................................. 17 Hipotesis ......................................................................................... 17

BAB III METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. Variabel penelitian .......................................................................... 18 Jenis penelitian................................................................................ 21 Waktu dan lokasi penelitian............................................................. 21 Populasi dan sampel ........................................................................ 21 Pengumpulan data ........................................................................... 22 Pengolahan data ............................................................................. 23 Analisis data.................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka teori 3.1 Struktur hubungan variabel Halaman 17 19

xi

DAFTAR TABEL
Gambar 2.1 Definisi operasional Halaman 19

xii

DAFTAR LAMPIRAN
1. Prosedur pengambilan sampel pada lantai 2. Prosedur pengukuran pencahayaan 3. Prosedur pengukuran suhu dan kelembaban 4. Kuesioner untuk petugas kebersihan 5. Denah titik usap lantai 6. Prosedur penelitian angka kuman lantai

xiii

Arie Nizar Sidqi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok hidup manusia yang bersifat asasi. Bagi setiap Negara, masalah kesehatan merupakan pencerminan nyata kondisi dan kekuatan masyarakatnya, seperti layaknya kata bijak yang menyebutkan Rakyat Sehat Negara Kuat sebagai salah satu Negara berkembang, Indonesia mempunyai tingkat kesehatan dan kondisi pelayanan yang kurang memadai dibandingkan dengan negara-negara maju. Tujuan pembangunan kesehatan menurut UU RI No.36 Tahun 2009 Bab II Pasal 3 adalah Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan dengan upaya pencegahan (preventive) penyembuhan penyakit (curative), pemulihan penderita (rehabilitative) dan peningkatan kesehatan (promotive). Kegiatan tersebut menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah meningkatkanya derajat kesehatan masyarakat, sedangkan dampak negatifnya adalah agen penyakit yang dibawa oleh penderita dari luar ke rumah sakit atau

pengunjung yang berstatus karier. Penyebab penyakit dapat berada di lantai, udara, peralatan medis dan non medis. RSUD Margono Soekarjo termasuk rumah sakit milik Propinsi Jawa Tengah kelas B pendidikan, yang berada di Jalan Dr. Gumbreg No. 1 Purwokerto Kabupaten Banyumas. RSUD Margono mempunyai luas 11,5

hektar, tersedia beberapa bangsal dan tersedia 496 kamar tidur kamar yang banyak pengunjung, sehingga dapat menimbulkan lingkungan rumah sakit menjadi tidak sehat, seperti lantai ruangan menjadi kotor, banyak sampah dan permasalahan yang lain. Menurut Djasio Sanropie (1989, h 19), lantai mempunyai

kemungkinan lebih besar dalam kondisi kotor bila dibandingkan dengan permukaan bangunan lain seperti langit-langit dan dinding. Telah terbukti bahwa dengan membunuh kuman-kuman yang terdapat di lantai dan semua permukaan, dapat menurunkan kemungkinan infeksi melalui luka terbuka yang ada di permukaan tubuh. Ruang kenanga merupakan ruang bedah pria kelas 1,2,3 . Tempat tidur di ruang Kenanga hampir setiap hari digunakan oleh pasien dan oleh pasien ditunggu oleh penunggu dan dikunjungi oleh pengunjung. Dengan banyaknya jumlah pasien yang dirawat, penunggu dan pengunjung dapat mengakibatkan ruang bedah terutama lantai menjadi kotor dan banyak kuman. Desinfeksi adalah upaya untuk mengurangi/menghilangkan jumlah mikroorganisme patogen penyebab penyakit (tidak termasuk spora ) dengan cara kimiawi. Pengepelan menggunakan desinfektan adalah usaha untuk membersihkan lantai dengan cara kimiawi untuk mengurangi dan

menghilangkan mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Frekuensi

pengepelan dua kali sehari di ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, diharapkan dapat menurunkan angka kuman lantai sampai dibawah standar. Untuk mengetahui efektifitas desinfektan perlu diuji langsung, yaitu setelah lantai diberi desinfektan kemudian dihitung jumlah jasad renik yang didasarkan pada jumlah kuman yang ada di lantai tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Dosis Desinfektan Terhadap Penurunan Angka Kuman Pada Lantai Di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011.

B. Masalah 1. Berapakah angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr.. Margono Soekarjo sebelum pemberian desinfektan? 2. Berapakah angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo sesudah pemberian desinfektan dengan dosis 25 ml/liter, 30 ml/liter? 3. Berapakah prosentase penurunan angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr.. Margono Soekarjo sesudah pengepelan dengan menggunakan desinfektan dengan dosis 25 ml/liter, 30 ml/liter? 4. Dosis desinfektan manakah yang paling efektif untuk menurunkan angka kuman lantai pada proses pengepelan di Ruang Kenanga RSUD DR. Margono Soekarjo?

C. Tujuan Penilitian 1. Mengetahui angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr.. Margono Soekarjo sebelum pemberian desinfektan. 2. Mengetahui angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr.. Margono Soekarjo setelah pemberian desinfektan dengan dosis 25 ml/liter, 30 ml/liter. 3. Menghitung prosentase penurunan angka kuman pada lantai di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono soekarjo sesudah pengepelan dengan desinfektan dengan dosis 25 ml/liter, 30 ml/liter. 4. Mengetahui dosis desinfektan yang paling efektif untuk menurunkan angka kuman pada lantai pada proses pengepelan di Ruang Kenanga RSUD Margono Soekarjo.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi masyarakat Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lantai. 2. Bagi pihak rumah sakit Sebagai bahan masukan tentang cara pengepelan yang efektif untuk menurunkan angka kuman pada lantai. 3. Bagi almamater Untuk menambah bahan pustaka bagi pihak Jurusan Kesehatan Lingkungan.

4. Bagi peneliti Untuk menambah pengetahuan dan wawasan di bidang kesehatan lingkungan khususnya masalah sanitasi rumah sakit.

E. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini adalah jumlah kuman pada lantai sebelum dan seadalah sudah pemberian desinfektan pada ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011.

F. Keaslian Penalitian No 1 Judul Penilitian Nama Metode Deskriftif Variabel Variabel bebas, Variabel terikat Hasil Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sebelum pemberian desinfektan adalah 12 koloni/cm2. Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sesudah pemberian desinfektan adalah 5 koloni/cm2. Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sebelum pemberian desinfektan adalah 33 koloni/cm2. Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sesudah pemberian desinfektan adalah 6 koloni/cm2.

Studi Jumlah Kandungan Wilujeng Kuman pada Lantai Bangsal Perawatan Rumah Sakit Wijayakusuma Puwokerto Tahun 2008

Studi Komparasi Angka Ulfah Kuman Lantai Sebelum dan Farida Sesudah Desinfektan pada Trisnawati Ruang Bersalin RSUD Purbalingga 2009

Deskriftif

Variabel bebas, Variabel terikat

Pengaruh desinfektan terhadap Penurunan angka Kuman lantai di ruang Bougenvile RSU Banyumas Tahun 2010

Putut
Karyawan

Deskriftif

Variabel bebas, variabel penggang gu, variabel terikat

Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sebelum pemberian desinfektan adalah 26 koloni/cm2. Rata-rata jumlah kuman lantai bangsal perawatan sesudah pemberian desinfektan adalah 6 koloni/cm2.

Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang telah ada adalah Dosis desinfektan yang berdeda, kali ini peneliti memakai 2 dosis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian pengertian 1. Pengertian Rumah Sakit Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 986 Tahun 1992 / MENKES /XI/1992) Rumah sakit adalah:

Sarana sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.

2. Pengertian Desinfeksi Menurut Dirjen PPM dan PLP (1993, h. 3): Desinfeksi adalah upaya untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme pathogen penyebab penyakit dengan cara fisik maupun kimiawi, proses ini tidak termasuk menghancurkan spora.

3. Pengertian Kuman Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995, h 541) kuman adalah binatang yang amat kecil atau mikroorganisme yang bersifat pathogen dan non pathogen. Yang pathogen dapat menimbulkan penyakit pada manusia, sedangkan yang non pathogen tidak menimbulkan penyakit pada manusia.

4. Pengertian Mikroorganisme Menurut Volk dan Weeler (1990, h. 333): Mikroorganisme adalah jasad renik yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang atau kasat mata dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop

B. Mikroorganisme 1. Pengertian Mikroorganisme (jasad renik) Menurut Asad (1993, h.252) yang dimaksud jaded renik adalah makhluk hidup yang sangat kecil yang dapat dilihat dengan kaca pembesar. Mikroorganisme merupakan jasad renik yang bentuknya sangat kecil, sehingga akan kelihatan jelas apabila diamati dengan menggunakan mikroskop. 2. Mikroorganisme Patogen dan Penyakitnya Menurut Nyoman Suendra, et. Al. (1993, h. 33) Mikroorganisme parasit dan yang menyebababkan penyakit pada manusia, merupakan jenis mikroorganisme pathogen seperti bakteri, virus, jamur,dan protozoa. Mikroorganisme selain ada yang bermanfaat dalam tubuh manusia yang sehat misalnya usus yang membentuk vitamin K dan membantu absorbsi makanan, ada juga yang merugikan manusia. Mikroorganisme pathogen antara lain dapat menimbulkan penyakit pada saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran air seni. Kelompok mikroorganisme yang paling banyak menimbulkan penyakit adalah bakteri.

3. Pertumbuhan Jasad renik Pertumbuhan Jasad Renik dibagi dalam beberapa fase yaitu (Srikandi Fardiaz, 1992, h.95-101) a. Fasa Adaptasi (penyesuaian) Pada face ini belum terjadi pembelahan sel karena beberapa enzim belum disintesis. Faktor yang mempengaruhi lamanya fase adaptasi yaitu: 1) Medium dan lingkungan pertumbuhan 2) Jumlah inokulum b. Fase pertumbuhan Awal Pada fase pertumbuhan awal sel mulai membelah dengan kecepatan yang masih rendah karena baru selesai tahap penyesuaian diri. c. Fase pertumbuhan Logaritmik Pada fase ini sel jasad renik membeleh dengan kecepatan dan konstan. Karena pada fase ini kecepatan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya, seperti pH, kandungan nutrient dan kondisi lingkungan termasuh suhu dan kelembaban udara. d. Fase Pertumbuhan Lambat Sebab perlambatan pertumbuhan populasi jasad renik fase ini adalah: 1) Zat nutrisi didalam medium berkurang 2) Adanya hasil hasil metabolisme yang mungkin beracun atau dapat menghambat pertumbuhan jasad renik.

10

e. Fase Pertumbuhan Tetap (statis) Jumlah populasi sel tetap karena jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati. Pada fase ini, sel-sel menjadi lebih tahan terhadap ekstrem seperti panas, dingin, radiasi, dan bahan kimia. f. Fase Kematian Pada fase ini, jumlah sel yang mati semakin lama semakin banyak dan kecepatan kematian dipengaruhi oleh kondisi nutrient, lingkungan dan jenis jasad renik. Sebab yang mempengaruhi fase kematian yaitu: 1) Nutrien didalam medium sudah habis 2) Energi cadangan didalam sel habis. 4. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jasad renik Pada pertumbuhan jasad renik, tidak semua sel yang terbentuk akan terus hidup. Hal ini dikarenakan oleh faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jasad renik (Srikandi Fardiaz, 1996, h.11 ). a. Tersedia Nutrien Jasad renik membutuhkan nutrient untuk kehidupan pertumbuhannya sebagai: 1) Sunber karbon 2) Sumber nitrogen 3) Sumber energi 4) Faktor pertumbuhan yaitu mineral dan vitamin

11

b. Tersedianya air Sel jasad renik memerlukan air dalam berkembang biak, tetapi tidak semua air dapat digunakan oleh jasad renik. Kondisi atau keadaan air yang tidak dapat digunakan oleh jasad renik yaitu: 1) Adanya salut dan ion dapat mengikat air didalam larutan 2) Koloid hidrofilik (gel) dapat mengikat air 3) Air berbentuk Kristal es atau hidrasi c. Nilai pH Nilai pH medium sangat mempengaruhi jenis jasad renik, karena jasad renik dapat tumbuh pada suhu pH 3-6 . d. Suhu Jasad renik mempunyai suhu optimum, minimum dan maksimum untuk pertumbuhannya., tetapi ada juga pengaruh suhu terhadap kecepatan pertumbuhan sel yaitu: 1) Pertumbuhan jasad renik terjadi pada suhu dengan kisaran 30C 2) Kecepatan pertumbuhan jasad renik meningkat lambat dengan naiknya suhu sampai mencapai kecepatan pertumbuhan maksimal 3) Diatas suhu maksimum, kecepatan pertumbuhan manurun dengan cepat dengan naiknya suhu

12

e. Tersedianya O2 Konsentrasi O2 di lingkungan mempengaruhi jasad renik yang dapat tumbuh. Berdasarkan kebutuhan O2 jasad renik dibedakan menjadi jasad renik yang bersifat aerobic, anaerobic dan aerobic fakultatif.

C. Desinfeksi 1. Pengertian Desinfeksi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Indonesia, Depdikbud, 1995, h.228) desinfeksi adalah bahan kimia (lisol, kreolin) yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik. 2. Ciri-ciri Desinfektan yang ideal Menurut Mitchael J Pelezar, Jr., et. Al. (1988, h.488) cirri-ciri desinfektan yang ideal yaitu: a. Aktivitas antimicrobial. Kemampuan substansi untuk mamatikan berbagai macam

mikroorganisme. b. Kelarutan. Substansi itu harus dapat larut dalam air atau pelarut-pelarut lain sampai pada taraf yang diperlukan untuk dapat digunakan secara efektif.

13

c. Stabilitas. Perubahan yang terjadi pada substansi itu bila dibiarkan beberapa lama harus seminilmal mungkin dan tidak boleh menghilangkan sifat

antimikrobialnya. d. Tidak bersifat racun bagi makhluk hidup. Bahwa substansi tersebut harus bersifat letal bagi mikroogranisme dan tidak berbahaya bagi manusia ataupun hewan lain. e. Kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap. Sebaiknya desinfektan tersebut menimbulkan bau sedap. f. Berkemampuan sebagai detergen. Suatu desinfektan juga merupakan detergen yang efeknya juga sebagai pembersih. g. Ketersediaan dan biaya. Desinfektan harus tersedia dalam jumlah besar dan dengan harga yang pantas. 3. Jenis Desinfektan Menurut Mitchael J Pelezar, Jr., et. Al. (1988, h 542) desinfektan digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. Fenol dan persenyawaannya. Senyawa ini digunakan untuk mengembangkan teknik-teknik tidak berbau atau hendaknya

pembedahan aseptik, dan untuk mengevaluasi aktifitas bakterisidalnya.

14

b. Persenyawaan alkohol Alkohol efektif untuk mengurangi flora mikroba pada kulit dan untuk desinfektan termomeral oral. c. Detergen Adalah zat pembasah yang terutama digunakan untuk membersihkan permukaan benda. d. Aldehide dan persenyawaan. Senyawa ini mempunyai kegunaan untuk mengendaliakan populasi mikroorganisme. e. Kemosterilisator gas. Adalah sterilisasi kimiawi dengan menggunakan gas. 4. Mekanisme Kerja Desinfektan Menurut Nyoman Suhendra, et. Al. (1992, h. 76 ), faktor utama yang menetukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar desinfektan, wktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja, suhu desinfektan, jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada dan keadaan bahan yang didesinfeksi. Apabila proses desinfeksi ditujukan pada patogen tertentu, agen yang dipilih sebagai desinfektan harus dikenal sebagai bakterisida efektif terhadap organisme tersebut. Menurut Mitchael J Pelezar, Jr, et. Al. (1998, h.457), cara kerja desinfektan dalam mematikan mikroorganisme yaitu:

15

a. Kerusakan pada Dinding sel Dengan cara menghmbat pembentukan atau mengubah setelah selesai terbentuk. b. Perubahan Metabolisme Sel Adanya kerusakan pada membran sitoplasma yang akan

mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan sel atau matinya sel. c. Perubahan Molekul Protein dan Asam Nukleat Apabila terjadi perubahan molekul protein dan asam nukleat dimana hidupnya suatu sel bergabung pada terpeliharanya molekul ini, maka dapat merusak sel tanpa diperbaharui kembali. d. Penghambatan Kerja enzim Penghambatan kerja enzim dapat mengakibatkan terganggunya metabolisme atau matinya sel. e. Penghambatan Sintetis Asam Nukleat dan Protein Adanya gangguan DNA, RNA dan protein didalam proses kehidupan normal sel dapat mengakibatkan kerusakan total pada sel..

D. Angka kuman lantai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995, h.541) kuman adalah binatang yang amat kecil yang dapat menyebabkan penyakit. Cara pemeriksaan jumlah kuman sample usap lantai adalah mengamati dan menghitung pertumbuhan koloni pada media glucose agar plate / NA setelah di inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 35C.

16

E. Cara Pengepelan Lantai menurut Kepmenkes No 1204/Menkes/SK/X/2004 syarat lantai rumah sakit adalah 1. Lantai terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rat dan mudah dibersihkan 2. Lantai yang selalu konntak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup (2-3%) kearah saluran pembuangan air limbah 3. Pertemuan lantai dengan dinding terbentuk konus/lengkung agar mudah dibersihkan. Mengepel lantai ( Dam Sweeping ) adalah cara membersihkan kotoran diatas permukaan lantai dengan memakai kain pel (Agustinus Daryanto, 1995, h.14). Menurut permenkes No 1204/menkes/SK/X/2004, untuk mengurangi dan mengendaalikan kuman pada lantai dengan menyapunya, kemudian dipel dengan air atau dengan bahan pembersih lantai. Pengendalian lantai di rumah sakit, juga harus diperhatikan cara pelaksanaanya yaitu: 1. Kegiatan pembersihan ruang sebaiknya dilakukan pagi dan sore hari. 2. Pembersihan lantai di ruang perawatan pasien dilakukan setelah pembenahan/ merapikan tempat tidur pasien, setelah jam makan, setelah jam kunjungan dokter, setelah kunjungan keluarga dan sewaktu-waktu bila diperlukan. 3. Cara-cara pembersihan yang dapat menebarkan debu harus dihindari. 4. Harus menggunakan cara pembersihak dengan perlengkapan pel yang memenuhi syarat dan bahan antiseptic.

17

5. Pada masing-masing ruang supaya disediakan perlengkapan pel sendiri. 6. Pembersihan lantai dimulai dari bagian ruang paling dalam dan bergerak menuju kearah luar. 7. Sewaktu pembersihan lantai dengan perlengkapan pel semua perabotan ruangan seperti meja, kursi, tempat tidur dan lain-lain harus

diangkut/digeser, agar pembersihan lantai sempurna dengan baik, kamar /ruang harus dilengkapi dengan penghawaan mekanis.

F. Kerangka teori

Dosis Desinfektan

Angka Kuman lantai

Pengepelan lantai menggunakan desinfektan

Angka kuman lantai ruang sesuai standar

Mencegah infeksi/penya kit

Gambar 2.1 Kerangka Teori

G. Hipotesis Hipotesis yang digunakan adalah dengan hipotesis nol (H0), yaitu tidak ada pengaruh penggunaaan berbagai dosis desinfektan terhadap penurunan angka kuman pada lantai.

18

BAB III METODE PENELITIAN

A. Variabel Penelitian 1. Jenis variabel a. Variabel Bebas Variabel bebas atau variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat (dependen) sehingga variabel independen dapat dikatakan sebagai variabel yang

mempengaruhi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dosis desinfektan 25 ml/liter, 30 ml/liter b. Variabel Pengganggu Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah suhu, kelembaban, pencahayaan. c. Variabel Terikat Variabel terikat atau dependen merupakan variabel kriteria, respon, dan output (hasil). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah angka kuman lantai. d. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

18

19

2. Struktur hubungan variabel Variabel Bebas Dosis Desinfektan 25 ml/lt, 30 ml/liter Variabel Kontrol 1.Jenis lantai 2.Periode Waktu Pengepelan 3.Alat Pengepelan 4.Cara pengepelan 5.Jenis desinfektan Variabel Pengganggu 1.Suhu udara 2.Pencahayaan 3.Kelembaban udara 4.Jumlah pasien 5.Jumlah pengunjung 6.Jumlah penunggu

Variabel Terikat Penurunan Angka kuman lantai

Gambar 3.1 Variabel Penelitian

3. Difinisi operasional No Variabel Definisi Operasional Cara Satuan Mendapatkan Data Skala Data

1 Angka Jumlah koloni yang Usap Lantai Koloni/cm kuman lantai terhitung pada media pemeriksaan sampel kuman lantai sebelum dan sesudah pemberian desinfektan 2 Desinfektan Bahan kimia untuk membunuh atau menurunkan kuman Label ml

Rasio

Rasio

20

3 Alat Pengepel

Peralatan yang wawancara digunakan untuk mengepel lantai 4 Jenis lantai Jenis lantai yang pengamatan terbuat 5 Pencahayaan Intensitas penerangan Pengukuran yang terukur dalam ruang Kenanga yang diukur dengan Luxmeter 6 Suhu Temperatur dalam ruang Kenenga yang diukur dengan menggunakan thermohygrometer Jumlah uap air dalam udara di ruang Kenanga yang diukur dengan menggunakan thermohygrometer Dosis desinfektan yang diguakan untuk mengepel yaitu 25 ml, 30 ml dilarutkan dalam 1 liter air Jam saat dilakukan pengepelan yaitu jam 07.00 Teknik yang dilakukan petugas kebersihan dalam membersihkan lantai, dilakukan dengan menggunakan pel dengan gerakan horizontal bolak balik Pengukuran Lux Rasio

RAsio

7 Kelembaban

Pengukuran

Rasio

8 Dosis Desinfektan

Pengukuran

ml/lt

Rasio

9 Waktu pengepelan 10 Cara pengepelan

Pengamatan

Menit

Interval

wawancara

21

B. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan metode komparasi dengan pendekatan cross sectional, dengan maksud untuk mengetahui angka kuman sebelum dan sesudah pada lantai di ruang Kenanga RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto.

C. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu penelitian a. Tahap persiapan Tanggal Desember 2010 - Februari 2011. b. Tahap pelaksanaan Tanggal Maret 2011 - April 2011. c. Tahan penyelesaian Tanggal Mei 2011 - Juni 2011. 2. Lokasi penelitian Ruang bedah pria kelas tiga di Ruang kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

D. Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah lantai ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan luas kamar 4x3 m2 .

22

2. Sampel Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, artinya teknik pengambilan sesuai dengan kehendak peneliti sesuai dengan tujuan penelitian, dan Jumlah titik yang akan diteliti sebanyak 3 titik, sebanyak 13 sampel dan di lakukan pengulangan selama 2x yaitu pada hari senin, rabu. Alasan menggunakan metode purposive sampling: a. Penentuan sampel yang akan di teliti lebih cepat b. Sampel diambil secara kebetulan/sengaja sesuai kehendak peneliti. c. Mendapatkan sampel sesuai tujuan penelitian.

E. Pengumpulan Data 1. Jenis Data a. Data umum Meliputi gambaran umum RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, ruang kenanga, jumlah pasien, jumlah penunggu, dan jumlahn pengunjung. b. Data Khusus Data khusus dalam penelitian ini meliputi, suhu ruangan, kelembaban ruangan, pencahayaan ruangan, dosis desinfektan, angka kuman lantai.

23

2. Sumber Data a. Sumber Data Primer Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil pengukuran yang di lakukan di laboratorium terhadap jumlah kuman pada lantai, pengukuran suhu dan kelembaban serta wawancara dengan petugas. b. Data Data Sekunder Sumber data sekunder berupa arsip dokumen rumah sakit serta bukubuku referensi. 3. Cara Pengumpulan data a. Observasi terhadap obyek yang akan diteliti yaitu pengamatan kondisi lingkungan lantai ruangan dan pengukuran kuman pada lantai dengan alat bantu checklist dan kuesioner. . b. Mengutip arsip dan laporan yaitu menyalin semua data rumah sakit yang diperlukan dalam penelitian c. Pengukuran yaitu mengadakan pengukuran menggunakan alat ukur untuk menentukan suhu, kelembabab dan pencahayaan. d. Pemeriksaaan yaitu pemeriksaan laboratorium dengan usap lantai angka kuman sebelum dan sesudah pengepelan menggunakan desinfektan.

24

F. Pengolahan data 1. Editing Yaitu mengadakan seleksi dan pemilihan data sesuai dengan kelompoknya 2. Coding Yaitu pemberian kode pada data untuk memudahkan dalam analisis data. 3. Tabulating Yaitu memasukkan data dalam tabel untuk mempermudah pengolahan

G. Analisis Data Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu diketahuinya pengaruh dosis desinfektan terhadap penurunan angka kuman lantai. Maka analisis yang dipakai menggunakan uji analisa varian (anava) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji student test (T-Test).

DAFTAR PUSTAKA

Anies, 2006, Managemen Berbasis Lingkungan Solusi Mencegah Dan Menanggulangi Penyakit Menular. Elek Medoka Komputindo, Jakarta. Anwar, A, 1990, Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan, Jakarta Azrul Azwar, 1987. Pengantar Ilmu Kesehatan lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya Darmadi, 2008, Infeksi Nosokomial: Problematika dan Pengendaliannya, Jakarta, Medika Departemen Kesehatan RI, 1993, Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Dirjen PPM & PLP, Jakarta , Pedoman Sanitasi Rumah Sakit, Dirjen PPM & PLP, Jakarta Departemen Kesehatan RI, 2004, Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Dirjen PPM & PLP, Jakarta Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka. Djasio Sanropie, et.al., 1989, Komponen Sanitasi Rumah sakit Untuk Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Djaya, I, 1990, Pengorganisasian dan Tata Laksana Sanitarian Rumah Sakit, Pusdiknakes Depkes RI, Jakarta. Djojodibroto, D., 1997, Kiat Mengelola Rumah Sakit. Hipokrates, Jakarta Fachrul, F.M., 2007. Metode Sampling Bioekologi, Bumi Aksara, Jakarta Handoko Riwidikdo, 2007, Statistik Kesehatan, Yogyakarta; Mitra Cendikia Press Indonesia, Depdikbud, 1995, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka Indonesia, Departemen Kesehatan, 2004, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204/Menkes/ SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Jakarta, Direktorat jenderal pemberantasan Penyakit Menukar dan Penyakit Lingkungan

Marzuki, 2000, Metodologi Riset, Yogyakarta: BEFT UII Notoatmodjo, S., 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta Pudjirahardjo, W.J. , 1993, Penentuan Besar Sampel dalam penelitian dan Statistik Terapan, Airlangga University press, surabaya. Putut karyawan, 2010 Sripsi Pengaruh Desinfektan Terhadap penurunan Desinfektan Terhadap Penurunan Angka Kuman Lantai di Ruang Bougenfil RSUD Banyumas, Purwokerto Kemenkes D4 JKL Sanropie, dkk., 1989, Komponen Sanitasi Rumah Sakit untuk Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi, Departemen Kesehatan RI proyek Pengembangan pendidikan Tenaga Kesehatan, Jakarata. Smet B. 1994, Psikologi Kesehatan, Grasindo, Jakarta Soekidjo Notoatmojo, 2009, Metodologi Penelitian kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta Sugiarto, 2006, Teknik Sampling, Jakarta; PT. Gramedia Pustaka Utama Suhardi, S.H., Koesnandar, D. K. Indriani, H. Arnaldo. 2008. Biosafety : Pedoman Keselamatan Kerja di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah Sakit. PT. Multazam Mitra Prima Suroso, Lasam, 1990, Petunjuk Praktikum Mikrobiologi, Fakultas Biologi Unsoed. Purwokerto Sutomo, Adi Heru, 1996, Aspek Kesehatan Lingkungan di rumah Sakit, Bagian Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. Tri Cahyono, dkk, 2009, Pedoman Penulisan Skripsi, Purwokerto: Departemen kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Depkes Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto program studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan Wilujeng, 2008, Skripsi Studi Jumlah Kandungan Kuman pada Lantai Bangsal Perawatan Rumah Sakit Wijayakusuma Puwokerto. Purwokerto, kemenkes D4 JKL

Lampiran 1

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
Prosedur Pengambilan Sampel Pada lantai A. Metode Usap (swab)

B. Alat 1. Lidi kapas steril, yaitu lidi dililit kapas 2. Sarung tangan steril 3. Formulir pengambilan pemeriksaan laboratorium 4. Gunting 5. Selotip 6. Bunsen 7. Korek api 8. Alat tulis 9. Tas pembawa dalam hal ini adalah termos es

C. Bahan 1. Larutan Buffer NACL 0,85% sebanyak 100 ml dalam botol 2. Alkohol

D. Prosedur Kerja 1. Persiapkan alat, formulir pemeriksaan dan aseptiskan tangan 2. Menentukan titik pengambilan sample pada ruangan yang akan diambil sampelnya untuk berukuran 30 x 30 cm yang sering di lalui orang. 3. Lidi kapas steril dibuka pembungkusnya didekat Bunsen yang menyala 4. Selanjutnya dimasukkan kedalam larutan buffer yang ada didalam botol secara aseptis, kemudian lakukan pengambilan sample 5. Pengambilan sample dengan cara mengusapkan lidi kapas ke lantai sesuai dengan titik dan luas yang ditentukan secara menyilang. Satu lidi kapsa untuk satu titik pengambilan 6. Kemudian lidi kapas tersebut dikumpulkan didalam botol yang berisi larutan buffer. Lidi patahkan, bibir botol panaskan dekat Bunsen 7. Botol tersebut diberi label yang berisi lokasi, tanggal, jam pengambilan dan nama petugas pengambil sample 8. Segera dikirim ke laboratorium pada suhu 5C, paling lambat 1x24 jam.

Lampiran 2

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
Prosedur Pengukuran Pencahayaan A. Alat Lux meter (Takemura DX-100) B. Bahan Ruangan penelitian C. Prosedur kerja 1) Persiapkan a) Jarak antara pengukur dengan alat 60-90 cm b) Tinggi alat dari permukaan lantai 85 cm c) Pakaian pengukur berwarna gelap d) Tentukan titik pengukuran secara tepat 2) Pelaksannan a) Hidupkan lux meter dengan menggeserkan tombol ON b) Kalibrasikan lux meter pada angka 0 c) Lihat layar pada lux meter hingga angka yang muncul stabil d) Angka yang muncul menunjukkan besarnya intensitas cahaya yang di ukur e) Matikan lux meter dengan menggeser tombol OFF f) Catat hasil pengukuran pada formulir

Lampiran 3

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
Prosedur Pengukuran suhu dan kelembaban A. Alat 1. Thermohygrometer 2. Alat tulis B. Bahan Sampel ruangan C. Prosedur Kerja 1. Siapkan alat thermohygrometer 2. Tekan tombol on 3. Untuk mengetahui kelembaban udara tekan tombol RH% 4. Catat angka yang muncul 5. untuk mengetahui suhu udara tekan tombol C 6. Catat angka yang muncul 7. Setelah selesai tekan tombol off

Lampiran 4

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
PEDOMAN WAWANCARA (Untuk Petugas Kebersihan) Hari / Tanggal: A. Identitas Petugas 1. Nama 2. Jenis kelamin 3. Pekerjaan 4. Pendidikan terakhir B. Data Khusus 1. Apakah sebelum pengepelan ruangan dibersihkan dahulu? 2. Berapa kali ruangan dibersihkan? 3. Berapa kali dilakukan pengepelan dalam sehari? 4. Apakah pengepelan menggunakan desinfektan? 5. jika ya, desinfektan apa yang digunakan? 6. Berapa dosis desinfektan yang digunakan? Purwokerto, pewawancara 2011 : : : :

Arie Nizar

Lampiran 5

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
Denah Titik Sampel Usap Lantai Kelas 3 Ruang Kenanga

Keterangan: : Titik pengmbilan sampel

Lampiran 5

PENGARUH DOSIS DESINFEKTAN TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI DI RUANG KENANGA RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2011
Prosedur Penelitian Angka Kuman Pada Lantai Di Ruang Kenanga RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011 Mempersiapkan alat yang dipergunakan dalam penelitian (thermometer, hygrometer, lux meter, swab, larutan fisiologis, alcohol 70% dan Bunsen)

Menuju tempat penelitian pkl. 06.00 WIB

Mengukur suhu, kelembaban, dan pencahayaan ruangan. Kemudian menyapu lantai dan mengepel lantai. Setelah 5 menit pemberian desinfektan, lantai tersebut di usap dengan swab sebagai sample di setiap titik yang sudah ditentukan secara aseptis.

Setelah permukaan lantai di usap, kemudian dimasukkan lagi ke dalam botol yang berisi larutan fisiologis, dan dimasukkan ke dalam termos es

Membawa sample kuman yang berisi swab yang ada dalam botol larutan Fisiologis ke laboratorium RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto untuk di periksa Kemudian lakukan pemeriksaan terhadap jumlah kuman Setelah diinkubasi, kemudian kuman tersebut di hitung dengan menggunakan Coloni Counter catat hasilnya