INTERAKSI OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIA

KELOMPOK 2

PENDAHULUAN
• Hipolipidemik: obat yang digunakan untuk menurunkan kadar lipid plasma. Digunakan pada penyakit hiperlipidemia (Peningkatan salah satu atau lebih dari lipid plasma). • Lipid plasma yang utama adalah: -Kolesterol -Trigliserida -Fosfolipid -Asam bebas tidak larut dalam cairan plasma • Lipid plasma dibawa dalam sirkulasi darah dalam bentuk kompleks lipid-protein, yg dikenal sebagai Lipoprotein.

Penggolongan obat-obat yang dapat menurunkan lipoprotein plasma :
• Asam fibrat (ex. Klofibrat, Gemfibrozil) • Resin (ex. Kolestiramin , Kolestipol) • Penghambat HMGCoA Reduktase (ex.Mevastatin, Pravastatin, Lovastatin dan Simvastatin) • Asam Nikotinat (ex.Niasin) • Probukol • Golongan Lain-lain (ex. Neomisin Sulfat, Beta Sitosterol, Dekstrotiroksin, & Bekatul).

(Klofibrat, Gemfibrozil) GOLONGAN ASAM FIBRAT

Klofibrat • Klofibrat menurunkan kadar VLDL. kadar kolesterol dan LDL • Mekanisme kerja : meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga katabolisme lipoprotein kaya-trigliserida seperti VLDL dan LDL meningkat. .

Interaksi Obat • Klofibrat-Rifampisin (Rifampin) Kadar plasma dari metabolit aktif Klofibrat (Chlorophenoxyisobutiric acid – asam CIPB)  ↓ karena rifampisin me↑ metabolisme asam CIPB Penanganan dosis klofibrat dinaikkan • Klofibrat + Probenesid Kadar serum klofibrat meningkat oleh adanya Probenesid  karena probenesid mengurangi clearens ginjal dan clearens metabolit dengan menghambat proses konjugasi dengan as.glukoronat .

sulfonilurea.resin) sedikit menunda tercapainya kadar puncak plasma. meglitinides) dapat diperkuat oleh obat-obatan golongan fibrate  sehingga perlu penurunan dosis dari hipoglikemik. • Klofibrat menggeser antikoagulan oral dari ikatannya dengan albumin dan memperkuat efek obat antikoagulan (warfarin) • Meningkatkan konsentrasi plasma dari beberapa inhibitor HMG-CoA (pravastatin) • Efek hipoglikemik insulin (misalnya. .• Pemberian klofibrat bersama kolestiramin (gol.

Antikoagulan + fibrate .

Gemfibrozil Mekanisme Kerja : • Gemfibrozil sangat efektif menurunkan trigliserid plasma. • Gemfibrozil meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga klirens partikel kaya trigliserid meningkat. sehingga produksi VLDL dalam hati menurun. .

• Gemfibrozil meningkatkan efek antikoagulan warfarin • Kombinasi dengan resin (kolestiramin) menambah efek obat. • Efek hipoglikemik insulin (misalnya. sulfonilurea. lovastatin) dan konsentarsi plasma repaglinide. • Bersamaan dengan antasid dan psyllium dapat mempengaruhi absorpsi gemfibrozil dalam lambung. • Meningkatkan konsentrasi plasma dari beberapa inhibitor HMG-CoA (atorvastatin. meglitinides) dapat diperkuat oleh obat-obatan golongan fibrate. Interaksi Obat . • Kolestipol dapat mengikat dan mengurangi penyerapan gastrointestinal dari gemfibrozil.

GEMFIBROZIL DAN RIFAMPISIN • Rifampicin 600 mg per hari selama enam hari farmakokinetiknya tidak berpengaruh secara signifikan dgn gemfibrozil 600 mg pada 10 subjek normal • Tidak diperlukan tindakan pencegahan khusus .

dua kali sehari. serum creatine kinase menurun cepat ketika pemberian atorvastatin dan gemfibrozil dihentikan. dan dia didiagnosa menderita rhabdomyolysis. Sekitar 3 minggu setelah artovastatin ditambahkan ke gemfibrozil. Artovastatin dan Gemfibrozil Studi kasus . serum creatine kinase yang tinggi dan mialgia.Wanita berumur 43 tahun dengan beberapa masalah medis (pankreatitis berulang. medroksiprogesteron. cimetidine. dan kemudian dia diberikan dosis tinggi estrogen terkonjugasi. furosemid dan supositoria trimethobenzamide. fluoxetine. dia mengalami urin coklat dan keruh.dependent diabetes dan hypertiglyceridaemia) kembali pankreatitis muncul. pengobatan nya dengan gemfibrozil (600 mg dua kali sehari) ditambahkan 10 mg artovastatin dan 2. kurang terkontrol non-insulin .5 mg glibenklamid (glyburide).

Berarti tingkat serum creatin kinase pasien mencapai 15250 u/l. • FDA telah mendokumentasikan 12 laporan kasus miopati atau rhabdomyolisis terkait dengan penggunaan lovastatin dan gemfibrozil bersama-sama. telah dijelaskan. Empat dari mereka yang diuji menunjukkan myoglobulinuria dan lima mengalami gagal ginjal akut. Hal ini 20x lebih besar dari tingkat yang dilihat jika gemfibrozil diberikan sendiri dan 30x lebih besar dibandingkan dengan pemberian lovastatin tunggal. Enam kasus lain rabdomyolisis yang terkait dengan penggunaan obat yang sama.• LOVASTATIN DAN GEMFIBROZIL Meningkatkan resiko miopati dan / atau rhabdomyolysis. . tiga dengan gagal ginjal.

antikolinergik.pelemas otot.Carbamazepin dan gemfibrozil • Carbamazepin  sebagai antikonvulsan. • Menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkankemampuan ADH untuk mereabsorpsi air. • Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. antidepresif dan antiaritmia. antidiuretik. antineuralgik. antimanic. .

saat kondisi pemberian dengan gemfibrozil. • Dua pasien dengan hyperlipoproteinaemia tipe IV menunjukkan peningkatan kadar serum karbamazepin ketika diberikan gemfibrozil 300 mg / hari.7 mg / ml ditemukan ketika tiga bulan pasien setelah pemberian gemfibrozil 300 mg dua kali sehari. g / ml menjadi 13. . Satu menunjukkan peningkatan 8. clearance menjadi lebih normal mengakibatkan peningkatan kadar serum carbamazepine.Studi kasus • Dua pasien dengan hyperlipoproteinaemia menunjukkan peningkatan kadar serum karbamazepin ketika ditambahkan gemfibrozil.8-11.3. • Alasan yang disarankan adalah bahwa klirens dari carbamazepine meningkat dengan peningkatan kolesterol tinggi dan lipid total. Peningkatan dari 8.4 mg / ml dalam empat hari.

(Kolestiramin . Kolestipol) RESIN .

• Penurunan asam empedu oleh pemberian resin ini menyebabkan meningkatnya produksi asam empedu yang berasal dari kolesterol . mengganggu sirkulasi enterohepatik  ekskresi steroid yang bersifat asam dalam tinja meningkat.Mekanisme kerja obat • Keduanya menurunkan kadar kolesterol plasma dengan cara mengikat asam empedu dalam saluran cerna.

D dan K karena gangguan absorpsi lemak. dan furosemid. pravastatin. metronidazole. tiroksin. • Obat ini mengganggu absorpsi klorotiazid. kortikosteroid oral.Interaksi Obat • Kolestiramin dan kolestipol mengganggu absorpsi vitamin A. sehingga obatobat ini harus diberikan 1 jam sebelum atau 4 jam sesudah kolestiramin atau kolestipol .

Interaksi Gol. ResinKlortiazid • Kolestipol menurunkan penyerapan diuretik thiazide Efek diuretik berkurang • Mekanisme ini diyakini thiazide diikat oleh resin pertukaran anion dalam usus  mengakibatkan penurunan kadar plasma dan penurunan ekskresi urin thiazides .

.Interaksi Gol. Resintiroksin • Sequestrants asam empedu dapat mengikat dan mengurangi penyerapan gastrointestinal hormon tiroid. • Mekanisme : meningkatkan kadar TSH setelah penambahan kolestiramin pada pasien yang menerima terapi penggantian tiroid.

Interaksi Gol. • Mekanisme : Sequestrants asam empedu dapat mengikat obat-obatan tertentu dalam usus untuk membentuk kompleks tidak larut yang dikeluarkan dalam tinja. .ResinKortikosteroid • Dapat menunda dan / atau menurunkan penyerapan kortikosteroid oral.

.Interaksi Gol.ResinPravastatin • Kolestipol telah dilaporkan dapat menurunkan laju dan tingkat bioavailabilitas pravastatin •  Dengan cara menurunkan bioavailabilitas inhibitor HMG-CoA lainnya.

(Angka-angka ini berdasarkan data dari daerah di bawah kurva konsentrasi plasma-waktu dan data total eliminasi urin) . resinfurosemid • Bioavailabilitas oral furosemide berkurang sebesar 95% selama pemberian bersamaan cholestyramine dan 80% selama pemberian bersamaan colestipol.Interaksi Gol.

Interaksi Golonan resinMetronidazol • Kolestiramin dapat mengikat dan mengurangi bioavailabilitas oral metronidazole • Uji in-vitro tidak ditemukan interaksi fisikokimia antara metronidazol dan kolestiramin bila dicampur dalam larutan pada pH 7.38 pada berbagai rasio. bioavailabilitas metronidazol berkurang sebesar 21% selama pemberian dengan dosis 4gram kolestiramin . Namun.

(Mevastatin. Lovastatin dan Simvastatin) PENGHAMBAT HMGCOA REDUKTASE . Pravastatin.

• Penghambat HMG CoA-reduktase bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol di hati sehingga menurunkan kadar LDL plasma • Obat yang penting adalah mevastatin. suatu enzim yang mengontrol biosintesis kolesterol.Penghambat HMGCoA Reduktase • Golongan obat ini bersifat kompetitor kuat terhadap HMG CoA-reduktase (hidroksi metil glutamil koenzim-A reduktase). pravastatin. levastatin dan simvastatin .

substrat CYP3A4 Atorvastatin. lovastatin Glukoronil transferase Simvastatin. verapamil Penghambat Gemfibrozil. simvastatin Kumarin Antaraktan Penghambat Ketokonazol. asam nikotinat Penghambat Siklosporin Penginduksi rifampisin simvastatin Efek ↑kadar substratmiopati (miolisis dan rabdomiolisis) ↑↑kadar statinrabdomiolisis ↓ekskresi statin melalui empedu↑kadar statinmiopati (miolisis dan rabdomiolisis) ↓ kadar plasma statin Simvastatin menghambat enzim metabolisme kumarinmemperpanjang waktu protrombin Imatinib meningkatkan kadar serum simvastatin. simvastatin. Bosentan mengurangi AUC simvastatin dan metabolit aktifnya. itrakonazol. rosuvastatin CYP3A4 Fluvastatin. sehingga dapat menyebabkan penurunan keberhasilan simvastatin. Interaksi Obat Simvastatin imatinib Simvastatin bosentan . klaritromisin. lovastatin P-glikoprotein Pravastatin. eritromisin. diltiazem. meningkatkan resiko toksisitas. atrovastatin.

• Kombinasi dengan fenofibrate. dan eritromisin dapat meningkatkan miopati parah dan rhabdomyolysis. • Kombinasi dengan colchicine dapat meningkatkan risiko miopati. • . naisin. asam fenofibric.• Kombinasi pravastatin dan gemfibrozil tidak dianjurkan karena terjadi peningkatkan konsentrasi plasma dari inhibitor HMG-CoA (pravastatin).

• Teori yang diterima hingga kini adalah terjadinya apoptosis miofiber dan penurunan biosintesis koenzim Q10 di dalam otot. pemberian suplemen koenzim Q10 dengan dosis 100 mg sehari selama 30 hari mengurangi gejala miopati pada pasien yang diterapi dengan statin.Studi Kasus • Hingga kini. . risiko efek samping miopati yang dialami oleh pasien-pasien yang diterapi dengan statin belum dapat dimengerti dengan jelas. • Dalam penelititan.

(Niasin) ASAM NIKOTINAT .

sehingga kadar IDL dan LDL menurun.Asam nikotinat • Salah satu dari komponen vitamin B komplek yang di gunakan untuk pengobatan hiperkolesterolemia tipe IIa dan tipe kombinasi IIb dan IV. . • Meknisme kerja : asam nikotinat menurunkan produksi VLDL.

Interaksi Obat • Menyebabkan miopati dan rhabdomyolysis dengan penggunaan bersama inhibitor HMG-CoA (statin). • Kombinasi dengan leflunomide dapat menyebabkan risiko luka hati. .

Asam Nikotinat (niasin) + salisilat .

dan kolestipol. • Penggunaan niasin dengan lovastatin harus dipantau dengan sangat baik. & kekakuan. • Myophaty lovastatin kejadiannya rendah (0. nyeri. • Tidak ada ES pada 22 pasien yang dirawat bersamaan dengan lovastatin. . asam nikotinat. kram.5 harian g) dan juga siklosporin. Semua pasien harus diberi peringatan untuk melaporkan dengan segera rasa sakit otot.Lovastatin + Niasin Bukti klinis • Dua kasus rhabdomyolysis dan satu kasus myositis telah dilaporkan pada pasien yang diberikan lovastatin dan niasin • Rhabdomyolysis yang berkembang pada pasien lovastatin disebabkan oleh penambahan asam nikotinat (2.1%).

PROBUKOL .

Probukol • Menurunkan kadar kolesterol serum dan menurunkan kadar LDL. • Kombinasi dengan agen lain yang dapat memperpanjang interval QT (prokainamida) dapat menyebabkan efek aditif dan meningkatkan resiko aritmia ventrikel dan kematian mendadak. . • Pravastatin + Probukol: Tidak ada perubahan yang signifikan secara klinis dalam bioavailabilitas dosis tunggal 20 mg pravastatin pada 20 subjek sehat yang diberikan 500 mg probukol.

Beta Sitosterol. & Bekatul) .GOLONGAN LAIN-LAIN (Neomisin Sulfat. Dekstrotiroksin.

• Interaksi Obat : 1) Kombinasi dengan resin pengikat asam empedu mungkin lebih efektif daripada obat tunggal manapun dalam mengobati sejumlah pasien hiperkolesterolemia. yaitu membentuk kompleks tidak larut dalam asam empedu. 2) Kombinasi dengan asam nikotinat  saling melengkapi.Neomisin Sulfat • Diberikan per oral  menurunkan kadar kolesterol dengan cara mirip resin. .

Dekstrotiroksin & Bekatul •  Sekarang obat ini sudah tidak digunakan lagi .Beta Sitosterol.

1995. . Jakarta : Bagian Farmakologi FKUI. Kumpulan Kuliah Farmakologi Edisi 2. Sulistia G.DAFTAR PUSTAKA • Ganiswara. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. 1999. • Stockley. Jakarta : EGC. Ivan H. Drug Interactions Fifth Edition. UK : Pharmaceutical Press. 2008. • Staf Pengajar Departemen Farmakologi FKUniversitas Sriwijaya.