Anda di halaman 1dari 2

Oerganisasi kemahasiswaan merupakan sebuah miniature Negara yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi kelembagaan baik eksekutif, legislative maupun

yudikatif dimana dikenal dengan sebutan system Demokrasi. Keluarga Mahasiswa ITS (KM ITS) sebagai perwujudan student government (pemerintahan mahasiswa) yang penyelenggaraannya sepenuhnya dari oleh dan untuk mahasiswa. Fungsi KM ITS sendiri adalah menjadi wadah pembelajaran dan pembinaan dalam pengembangan diri tiap mahasiswa ITS. Sebagai miniature sebuah Negara dimana segala sesuatu proses penyelenggaraan yang ada didalamnya diperlukan aturan-aturan yang bertujuan menjaga keselarasan, keseimbangan dan keteraturan hubungan antar elemen /lembaga, maka KM ITS sebagai student government memiliki sbuah aturan tertinggi yaitu Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS (KDKM ITS). Sebagai Undang-undang tertinggi yang menjadi dasar atas segala bentuk penyelenggaraan yang ada mka setiap elemn/lembaga yang ada di dalam KM ITS wajib untuk mematuhi dan mentaati serta berpedoman pada KDKM ITS. KDKM ITS sendiri merupakan produk hokum dari hasil Musyawarah Besar Mahasiswa ITS (MUBES ITS). KDKM yang ada dan diberlakukan saat ini adalah KDKM hasil dari MUBES III ITS yang diselenggarakan tahun 2001. Sepuluh tahun sudah umur dari KDKM ITS sekarang ini, tentunya diperlukan amandemen atau sedikit perubahan didalamnya selayaknya UUD sebuah Negara yang tak mungkin bisa tetap sesuai dengan laju perkembangan kehidupan bermasyarakat. Dengan situasi dan kondisi kekinian di dalam KM ITS sendiri yang telah jauh mengalami perubahan dibandingkan tahu-tahun diselenggarakannya MUBES III ITS yang menunjukkan dinamisasi dari KM ITS sendiri maka memang tidak salah jika KM ITS sekarang sedang bergelora untuk segera menyelenggarakan MUBES IV ITS. Rencana penyelenggaraan MUBES IV ITS bukanlah tanpa alas as, memang banyak sekali ketidaksesuaian beberapa aturan di dalam KDKM ITS hasil MUBES III ITS dengan kondisi kekinian kemahasiswaan di kampus ITS saat ini. Ketidaksesuaian itu bisa jadi merupakan impact dari proses pendewasaan dalam diri KM ITS sendiri dan mungkin juga akibat perubahan pola kehidupan kemahasiswaan di ITS baik secara structural maupun social budayanya. Ketidaksesuaian ini menyebabkan adanya aturan-aturan KDKM ITS yang tidak lagi bisa diindahkan oleh beberapa elemen di KM ITS. Sebagai contoh pelaksanaan kegiatan minat dan bakat yang seharusnya menjadi focus dari Lembaga Minat Bakat (LMB), namun pada perjalanannya sekarang hamper setiap HMJ

memiliki lembaga sendiri yang membidangi minat dan bakat, jelas hal ini tidak sesuai dengan amanat di dalam KDKM sendiri.