Anda di halaman 1dari 114

KURIKULUM SMK PGRI 20 JAKARTA

PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK KETENAGA LISTRIKAN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA


PERKUMPULAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN DIKDASMEN PGRI

S M K PGRI 2 0 J A K A R T A
H. Abdurrahman No. 54, Cibubur, Jakarta Timur Telp. 021-87713123 Fax. 021-87754525 Web Site. www. smkpgri20jkt.sch.id
TAHUN 2009

LEMBAR PENGESAHAN

Kurikulum SMK PGRI 20 Jakarta Program Studi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik telah diketahui dan disahkan untuk digunakan mulai Tahun Pelajaran 2009/2010

Mengetahui/Menyetujui Ketua Komite Sekolah

Jakarta, Juli 2009 Kepala PGRI 20 Jakarta

RAMIDJO

Drs. H. R E M B U N

Mengesahkan a/n. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Kepala Bidang SMK

Drs. H. SLAMET WIDODO, MPd. NIP. 131 470 701

KATA PENGANTAR
Tidak ada kata yang patut kami ucapkan selain mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang tiada henti-hentinya melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, atas tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik sebagai salah satu program keahlian yang ada di sekolah kami. Penyusunan KTSP ini dilakukan bersama-sama dengan Komite Sekolah, Guru-guru baik normatif, adaptif maupun produktif dengan dukungan dari stake holder serta bimbingan dari pihak yang berkompeten, yaitu Pengawas sekolah Sudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta. Penyusunan KTSP Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik merujuk pada Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi dan Permendiknas no. 23 tahun 2006 tentang standar lulusan, serta Permendiknas no. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas no. 22 dan no. 23 tahun 2006. Juga merujuk pada standar kompetensi dan kompetensi dasar SMK yang dikeluarkan oleh BSNP serta bimbingan teknis penyusunan kurikulum KTSP yang dikeluarkan oleh Bidang Pembinaan SMK. KTSP Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik merupakan aktualisasi pengembangan kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan dengan tuntutan DU/DI, dengan harapan dapat dijadikan pedoman dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di SMK PGRI 20 Jakarta mulai tahun pelajaran 2009/2010. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan KTSP Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ini, dan kami menyadari bahwa KTSP ini masih jauh dari kesempurnaan serta masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, untuk perbaikan dan penyempurnaan KTSP ini.

Jakarta, Juli 2009 Kepala SMK PGRI 20 Jakarta

Drs. H. R E M B U N

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ................................................................................................... ii Kata Pengantar ........................................................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................................................... iv I. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1 A. Latar Belakang Penyusunan Kurikulum ........................................................ 1 B. Landasan Penyusunan Kurikulum ................................................................. 3 1.Landasan Filosofis ...................................................................................... 3 2.Landasan Yuridis ........................................................................................ 3 C. Tujuan Penyusunan Kurikulum ..................................................................... 4 D. Prinsip Pengembangan Kurikulum ................................................................ 4

II. TUJUAN PENDIDIKAN SMK DAN VISI, MISI SERTA TUJUAN SMK PGRI 20 JAKARTA .............................................................................. 6 A. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ............................. 6 B. Visi, Misi dan Tujuan SMK PGRI 20 Jakarta ............................................... 6 1.Visi SMK PGRI 20 Jakarta......................................................................... 6 2.Misi SMK PGRI 20 Jakarta ........................................................................ 6 3.Tujuan SMK PGRI 20 Jakarta .................................................................... 6 C. Visi, Misi dan Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ............................................................................................... 7 1.Visi Kompetensi Kehalian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ....................... 7 2.Misi Kompetensi Kehalian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ..................... 7 3.Tujuan Kompetensi Kehalian Teknik Instalasi Tenaga Listrik .................. 7 D. Ruang Lingkup Pekerjaan.............................................................................. 8

III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL), STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR ....................... 9 A. Standar Kompetensi Lulusan SMK ............................................................... 9 B. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mata Pelajaran..................................... 10 C. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kelompok Normatif Dan Adaptif..................................................................................................... 22 4

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelompok Produktif................ 69 E. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Muatan Lokal .......................... 74

IV. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum........................................................................................ 75 1.Diagram Pencapaian Kompetensi Produktif............................................... 75 2.Struktur Kurikulum..................................................................................... 78 B. Muatan Kurikulum......................................................................................... 79

V. KALENDER PENDIDIKAN DAN AKADEMIK SEKOLAH...................... 96 A. Kalender Pendidikan SMK/MAK tahun 2009/2010...................................... 96 B. Perhitungan Minggu Efektif .......................................................................... 97 C. Kalender Akademik Sekolah Tahun 2009/2010 ............................................ 98

VI. PENUTUP........................................................................................................... 100

BAB. I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENYUSUNAN KURIKULUM Era globalisasi dan pasar bebas membawa dampak persaingan yang semakin ketat di samping membuka peluang kerja sama. Untuk menghadapi persaingan dan memanfaatkan peluang kerja sama, diperlukan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang kompeten untuk menjadi pelakunya. Bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat dunia, tidak bisa menghindari segala konsekuensi dari era tersebut. Keunggulan komparatif yang selama ini dimiliki, seperti tenaga ( buruh ) murah, ketersediaan bahan mentah, kemudahan berinvestasi dan insentif lain, sudah tidak lagi relevan untuk dijadikan andalan. Persaingan bebas pada tingkat manca negara lebih banyak menuntut keunggulan kompetitif, dimana faktor kualitas menjadi ukran keunggulan. Kaena itulah, ketersediaan SDM berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional menjadi alternatif jawaban untuk memenangkan persaingan global tersebut. Bila kontek, upaya mengembangkan keunggulan SDM dikaitkan dengan tantangan tersebut serta implementasi undang-undang nomor 22/1999 dan undang-undang nomor 25/1999, maka upaya tersebut jelas harus dilakukan lebih intensif, terencana, dan sistimatis. Untuk itu maka perumusan kebijakan pengembangan SDM melalui jalur pendidikan harus dilakukan secara komprensif dan mengakomodasi aneka ragam kebutuhan yang berkembang. Mengantisipasi tantangan dan pdeluang tersebut , pemerintah telah melakukan upaya penyempurnaan sistem pendidikan, bila sebelumnya pengelolaan pendidikan

merupakan wewenang pusat, maka dengan berlakunya undang-undang tersebut kewenangannya berada pada pemerintah daerah kota/kabupaten. Kantor Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat kota/kabupaten harus dapat mempertimbangkan dengan bijaksana kondisi nyata organisasi maupun lingkungannya, dan harus mendukung pula misi pendidikan nasional. Perubahan seperti tersebut di atas berkaitan dengan kurikulum yang dengan sendirinya menuntut dan mempersyaratkan berbagai perubahan pada komponen-komponen pendidikan lain. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 6

Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian kelompok pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : a. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b. Belajar untuk memahami dan menghayati, c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, d. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Otonomi dalam pengelolaan pendidikan merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja para staf, menawarkan partisipasi langsung kepada kelompokkelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. Otonomi sekolah juga berperan dalam menampung konsensus umum tentang pemberdayaan sekolah. Pemberdayaan sekolah dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukkan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga dapat ditujukan sebagai sarana peningkatan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Keterlibatan kepala sekolah dan guru dalam pengambilan keputusan-

keputusan sekolah juga mendorong rasa kepemilikan yang lebih tinggi terhadap sekolahnya yang pada akhirnya mendorong mereka untuk menggunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang optimal. Sekolah juga harus mampu mencermati kebutuhan peserta didik yang bervariasi, keinginan staf yang berbeda, kondisi lingkungan yang beragam, harapan masyarakat yang menitipkan anaknya pada sekolah agar kelak bisa mandiri, serta tuntutan dunia kerja untuk memperoleh tenaga kerja yang produktif, potensial, dan berkualitas. 7

B. LANDASAN PENYUSUNAN KURIKULUM 1. LANDASAN FILOSOFIS Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat Indonesia dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah pendidkan yang berat, terutama berkaitan dengan kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Mentalitas sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama pada masyarakat agraris, dengan ketertinggalannya sebagai akibat penjajahan, belum mendukung tercapainya cita-cita pembangunan nasional. Berbagai kekurangan dan kelemahan mentalitas masyarakat Indonesia tersebut antara lain : suka melakukan terobosan dengan mengabaikan mutu, kurang rasa percaya diri, tidak berdisiplin murni, tidak berorientasi ke masa depan, dan suka mengabaikan tanggung jawabtanpa rasa malu. Terdapat ciri-ciri manusia Indonesia yang menghambat, yaitu hipokrit atau munafik, segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya, putusannya, kekuatannya, pikirannya, berjiwa feodal, percaya pada takhayul, boros, lebih suka tidak bekerja keras kecuali kalau terpaksa, ingin cepat kaya, berpangkat, cepat cemburu, dengki dan tukang meniru, Di samping itu terdapat kelemahan lain yang kurang menunjang pembangunan. Menghadapi kondisi masyarakat Indonesia sebagaimana diuraikan di atas, pembangunan pendidikan merupan suatu keharusan dan amat penting untuk dilakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 2. LANDASAN YURIDIS Landasan Yuridis penyusunan KTSP 2009 adalah : a. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 b. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional 1) Pasal 1 ayat 19 2) Pasal 18 ayat 1, 2, 3 dan 4 3) Pasal 32 ayat 1, 2 dan 3 4) Pasal 35 ayat 2 5) Pasal 36 ayat 1, 2, 3 dan 4 6) Pasal 37 ayat 1, 2 dan 3 7) Pasal 38 ayat 1 dan 2 8

c. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan 1) Pasal 1 ayat 5, 13, 14, dan 15 2) Pasal 5 ayat 1 dan 2 3) Pasal 7 ayat 1, 2, 6, 7 dan 8 4) Pasal 8 ayat 1, 2 dan 3 5) Pasal 10 ayat 1, 2 dan 3 6) Pasal 11 ayat 2, 3 dan 4 7) Pasal 13 ayat 1, 2, 3 dan 4 8) Pasal 16 ayat 1, 2, 3, 4 dan 5 9) Pasal 17 ayat 1 dan 2 10) Pasal 18 ayat 1, 2 dan 3 11) Pasal 20 d. Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi ( SI ) e. Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )

f. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2006, tentang perlaksanaan Permendiknas nomor 23 dan 23 tahun 2006

C. TUJUAN PENYUSUNAN KURIKULUM 1. Untuk dijadikan acuan dan pedoman bagi Sekolah (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bermutu, terukur, berkesinambungan, dan dapat dipertanggungjawabkan. 2. Untuk dijadikan acuan dan pedoman bagi Stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun pengendalian/control untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, bermut, dan memenuhi harapan masyarakat.

D. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi

dinas pendidikan, mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh BSNP. Sebagaimana Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada umumnya, KTSP SMK dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum harus memberikan kegiatan pembelajaran peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha/industri dan dunia 10

kerja. Oleh karena itu, upaya pengembangan kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan kecakapan vokasional merupakan keniscayaan. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara

berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan

pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). E. ACUAN PENYUSUNAN KURIKULUM Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun harus

memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia.

11

2.

Peningkatan potensi,

kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat

perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik. 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. 4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. 5. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh-kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga 12

tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan IPTEKS. 7. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia. 8. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. 11. Kesetaraan jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. 12. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas masing-masing satuan pendidikan.

13

BAB II TUJUAN PENDIDIKAN SMK DAN VISI, MISI, SERTA TUJUAN SMK PGRI 20 JAKARTA

A. TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

B. VISI, MISI DAN TUJUAN SMK PGRI 20 JAKARTA

1. VISI SMK PGRI 20 JAKARTA Sekolah menengah kejuruan PGRI 20 Jakarta, menjadi pusat layanan industri dan layanan penyediaan calon tenaga kerja yang profesional di Jakarta dan sekitarnya 2. MISI SMK PGRI 20 JAKARTA Mempersiapkan para lulusan untuk menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang bertakwa, cerdas, terampil, mempunyai budaya tertib, budaya bersih, dan budaya kerja yang tinggi, berjiwa wirausaha sebagai prasarat guna mengisi kebutuhan tenaga kerja menuju persaingan global. 3. TUJUAN SMK PGRI 20 JAKARTA a. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang bermartabat, berakhlak mulia, sehat, cakap berilmu, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. c. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat, dunia usaha dan industri maupun melalui jenjang pendidikan lebih tinggi guna menuju persaingan global.

14

C. VISI MISI DAN TUJUAN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK 1. VISI KOMPETNSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK : Membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang menguasai IPTEK, menjadi tenaga kerja produktif, berjiwa wirausaha, kreatif yang dilandasi keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia sebagai teknisi dibidang instalasi tenaga listrik.

2. MISI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK a. Menghasilkan SDM yang menjadi faktor unggulan, mengubah prilaku dari status beban menjadi aset ekonomi dibidang teknik instalasi tenaga listrik b. Menghasilkan tenaga kerja yang produktif, kreatif dan dapat mengembangkan diri khususnya menjadi teknisi instalasi tenaga listrik yang dilandasi keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia 3. TUJUAN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK Tujuan Program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik secara umum mengacu pada isi undang-undang Sistem Pendidikan Nasional ( UU SPN ) pasal 3 menegenai tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa Pendidikan Kejuruan merupakan Pendidikan Menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik sebagai bagian dari pendidikan menengah bertujuan menyiapkan siswa/tamatan : a. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian Teknik Ketenagalistrikan, khususnya Teknik Instalasi Tenaga Listrik. b. Mampu memilih karier, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup keahlian Teknik Ketenagalistrikan, khususnya Teknik Instalasi Tenaga Listrik. c. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian Teknik Ketenagalistrikan, khususnya Teknik Instalasi Tenaga Listrik. d. Menjadi warga negara yang produktif, adaptif dan kreatif.

15

Adapun ruang lingkup pekerjaan bagi lulusan kompetensi keahlian teknik Instalasi Tenaga Listrik adalah jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang meliputi perbaikan Instalasi Tenaga Listrik :

No

Dunia Usaha / Industri

Lingkup Pekerjaan

Instalasi Rumah Tinggal

Teknisi / Perencanaan pemasangan instalasi rumah tinggal

Instalasi Bangunan Bertingkat Teknisi/ Perencanaan pemasangan instalasi gedung

Instalasi Listrik Industri

bertingkat

Teknisi/Perencanaan dan pemasangan instalasi listrik industri

Dengan memanfaatkan kemampuan, pengalaman dan berbagai peluang yang ada, lulusan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik juga dimungkinkan mengelola dan atau berwirausaha di bidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik

16

BAB. III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM 1. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI PRODUKTIF Diagram pencapaian kompetensi pada Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik merupakan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit -multi entry yang dapat diterapkan. Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan. Adapun kode dan nama-nama standar kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik adalah sebagai berikut : NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KODE DKK. SK. 1 DKK. SK. 2 STANDAR KOMPETENSI Menganalisis rangkaian listrik Menggunakan hasil pengukuran

DKK. SK. 3 DKK. SK. 4 DKK. SK. 5 KK. SK. 1 KK. SK. 2 KK. SK. 3 KK. SK. 4

Menafsirkan gambar teknik listrik Melakukan pekerjaan mekanik dasar Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Memahami dasar-dasar elektronika Memahami pengukuran komponen elektronika Merawat peralatan rumah tangga listrik Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik

10

KK. SK. 5

Memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana 17

NO 11

KODE KK. SK. 6

STANDAR KOMPETENSI Memasang instalasi Tenaga Listrik Bangunan Sederhana Memasang instalasi penerangan listrik bangunan bertingkat Memasang instalasi tenaga listrik bangunan bertingkat Memperbaiki motor listrik Mengoperasikan sistem pengendali elektronik Mengoperasikan peralatan pengendali daya tegangan rendah Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik Memasang sistem pentanahan instalasi listrik Merawat panel listrik dan switchgear

12

KK. SK. 7

13 14 15

KK. SK. 8 KK. SK. 9 KK. SK. 10

16

KK. SK. 11

17 18 19

KK. SK. 12 KK. SK. 13 KK. SK. 14

18

Sedangkan diagram pencapaian kompetensi produktif dapat digambarkan sebagai berikut :

KELAS XII ( DUA BELAS ) KK. SK. 5 Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana KK. SK. 7 Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Bertingkat

KK. SK. 6 Memasang Instalasi tenaga Listrik Bangunan Sederhana

KK. SK. 8 Memasang Instalasi tenaga Listrik Bangunan Bertingkat

KK. SK. 3 Merawat Peralatan Rumah Tangga Listrik

KK. SK. 4 Memperbaiki Peralatan Rumah Tangga Listrik

KELAS XI ( SEBELAS ) KK. SK. 14 Merawat Panel listrik dan Switchgear

KK. SK. 11 Mengoperasikan Peralatan Pengendali daya Tegangan rendah

KK. SK. 9 Memperbaiki Motor Listrik

KK. SK. 10 Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektronik KK. SK. 12 Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik KK. SK. 13 Memasang Sistem Pertanahan Instalasi Listrik

KELAS X ( SEPULUH )
DKK. SK. 1 Menganalisis Rangkaian Kelistrikan

DKK. SK. 5 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

DKK. SK. 2 Menggunakan Hasil pengukuran

DKK. SK. 3 Melakukan Pekerjaan Mekanik Dasar

DKK. SK. 4 Menafsirkan Gambar Teknik

KK. SK. 1 Memahami Dasar-dasar Elektronika

KK. SK. 2 Memahami pengukuran Komponen elektronika

19

2. STRUKTUR KURIKULUM
DURASI NO MATA PELAJARAN
IDEAL IMPL 1 X 2 1

SMT DAN JML JAM PER MINGGU


XI 2 1 XII 2

A
I

KELOMPOK MATA PELAJARAN


Kelompok Normatif

1 Pendidikan Agama 2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Pend. Jasmani olahraga kesehatan 5 Seni dan Budaya
II Kelompok Adaptif

192 192 192 192 128

222 187 222 187 76

2 2 2 2 1

2 2 2 2 1

2 2 2 2 1

2 2 2 2 1

2 1 4 1

2 1 4 1

1 Matematika 2 Bahasa Inggris 3 Fisika 4 Kimia 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 KKPI 8 Kewirausahaan
Jumlah Durasi Normatif Adaptif III Kelompok Produktif

516 440 276 192 192 128 202 192


3034

736 660 222 222 187 76 222 187


3406

6 4 2 2 2 1 2 2
30

6 4 2 2 2 1 2 2
30

6 6 2 2 2 1 2 2
32

6 6 2 2 2 1 2 2
32

8 8 2 2 1

8 8 2 2 1

2 1
32

2 1
32

1 Dasar Kompetensi Kejuruan 2 Kompetensi Kejuruan


Jumlah Durasi Produktif

140 1044 1184 192 192* 4410

152 1326

4 8

4 8 14 14 14 14

1478 12 12 14 14 14 14 152 192* 5036 44 44 48 48 48 48 2 2 2 2 2 2

B C

MUATAN LOKAL PENGEMBANGAN DIRI TOTAL

20

B. MUATAN KURIKULUM 1. Kelompok Mata Pelajaran


Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2002005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Kelompok mata pelajaran tersebut dikelompokkan melalui muatan atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP No. 19 Tahun 2005 pada pasal 6 ayat (1) dan pasal 7 seperti yang tergambar pada tabel di bawah ini.

KELOMPOK MATA PELAJARAN


Agama dan Akhlak Mulia

CAKUPAN
Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

MELALUI

Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan

Dilaksanakan melalui muatan Membentuk peserta didik Kewarganegaraan dan Kepribadian menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani

21

KELOMPOK MATA PELAJARAN

CAKUPAN

MELALUI Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, Ilmu

Ilmu Pengetahuan dan teknologi

Mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik

Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, keterampilan kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan local yang relevan

Membentuk karakter peserta didik menjadi Estetika manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya Membentuk karakter Jasmani olahraga dan kesehatan peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas

Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan dan muatanlokal yang relevan Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan local yang relevan

Selanjutnya dari kelima kelompok mata pelajaran tersebut di atas, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 20 Jakarta masih dijabarkan seperti berikut ini. a. Kelompok Normatif: Pendidikan Agama, PKn, B Indonesia, Penjasorkes, Seni Budaya. b. Kelompok Adaptif: Matematika, B. Inggris IPA, IPS, KKPI, KWU, Fisika, Kimia. c. Kelompok Dasar Kejuruan d. Kelompok Kompetensi Kejuruan. e. Kelompok Muatan Lokal. f. Kelompok Pengembangan Diri.

22

2. Muatan Lokal
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan ciri khas dan sumber daya sekolah di DKI Jakarta sebagai kota jasa perdagangan dan pariwisata. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum SMK PGRI 20 Jakarta. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing sekolah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional. Muatan lokal untuk Kompetensi Keahlian teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK PGRI 20 Jakarta adalah Perawatan dan Perbaikan Peralatan Komunikasi Dan Elektronik

3. Pengembangan Diri
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan rasa seni yang dimiliki dan pemahaman budaya. lokal yang relevan. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan. Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan. kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik. a. Kegiatan terprogram terdiri atas tiga komponen: 1) Pelayanan konseling, meliputi pengembangan: a) Kehidupan Pribadi. b) Kehidupan Sosial. c) Kemampuan Belajar. d) Wawasan dan Pembinaan/bimbingan Karier 2) Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan: a) Kepramukaan. b) Latihan Dasar Kepemimpinan c) Seni, Olahraga, Keagamaan, dan Jurnalistik 23

3) Dakwah Sistem Langsung /Mentoring Agama Dakwah Sistem Langsung /Mentoring Agama dimaksudkan untuk membentuk sikap mental peserta didik dengan materi keagamaan, peserta didik menunjukkan perilaku Akhlaqul Karimah yang tercermin dalam cara memberi salam, cara berbicara, perilaku dan aktualisai kehidupan ditampilkan dalam kehidupan seharihari dengan bimbingan dan tuntunan kaifiyah Ibadan yang benar sesuai dengan ajaran Agama dengan pendekatan DSL (Dakwah Sistem Langsung) SMK PGRI 20 Jakarta, hal ini tercermin kejujuran dalam mengerjakan tugas-tugas selalu mandiri dan bebas dari perbuatan tercela/nyontek sehingga prestasi yang di ukir selalu ada peningkatan seiring dengan berjalannya waktu. Kesungguhan dan kesadaran peserta didik dalam mengikuti seluruh kegiatan secara benar, senang dan hati yang lapang akan membuka kunci kesuksesan dalam mempersiapkan diri menjadi manusia yang produktif, dan enterpreneur. Dakwah Sistem Langsung dilaksanakan pada setiap minggu sekali diluar jam pelajaran dengan alokasi waktu 1-2 jam pelajaran yang dimulai pukul 13.15 s.d 15.15. Kegiatan ini diciptakan dalam suasana yang menyenangkan dengan metode yang variatif, melibatkan peserta untuk berperan aktif, riang sehingga fress dan tidak melelahkan sekalipun ditempuh dalam waktu yang panjang dan kegiatan yang padat, kegiatan perlu diselingi dengan kreatifitas seni disela-sela waktu antar materi untuk menyeimbangkan syaraf otak kanan dan kiri.

a. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram: 1) Rutin: yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, pemeliharaan kebersihan lingkungan dan kesehatan diri. 2) Spontan: adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). 3) Keteladanan: adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu. 24

4. Pengaturan Beban Belajar:


a. Alokasi waktu kelompok adaptif dan kelompok dasar kejuruan serta kelompok kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. b. Materi Dasar kejuruan dan Kompetensi Kejuruan sesuai dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja. c. Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda. d. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. e. Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 36 sd. 46 jam pelajaran perminggu. f. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah 38 minggu per tahun dan 110 minggu per tiga tahun g. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK 3 tahun dan maksimum 4 tahun.

5. Ketuntasan Belajar:
Peserta didik dinyatakan tuntas/lulus pada pembelajaran tiap-tiap mata pelajaran, apabila nilai yang diperoleh memenuhi batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap Indikator, setiap Kompetensi dasar (KD), dan setiap Standar Kompetensi (SK) pada tiap-tiap mata pelajaran. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditentukan oleh Pokja Guru tiap mata pelajaran dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik (Intake), Tingkat Kesulitan (Kompleksitas) kompetensi, dan kemampuan sumberdaya pendukung (Daya dukung) dalam penyelenggaraan

pembelajaran. KKM mata pelajaran ( KKM Mapel ) diperoleh dari rata-rata KKM seluruh standar kompetensi (SK) pada mata pelajaran tersebut. KKM standar kompetensi ( KKM. SK ) diperolah dari rata-rata KKM seluruh kompetensi dasar ( KKM. KD ) pada standar kompetensi tersebut. KKM kompetensi dasar ( KKM. KD ) diperoleh dari rata-rata KKM seluruh indikator ( KKM. Indikator ) pada kompetensi dasar tersebut.

25

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Dari Tingkat Satuan Pendidikan: a. Kenaikan Kelas:
1) Penentuan Kenaikan Kelas a) Kenaikan kelas ditentukan melalui Rapat Dewan Guru yang terdiri dari seluruh guru mata pelajaran kelas X, XI dan XII b) Rapat Dewan Guru pada point a), dapat mengubah kriteria kenaikan kelas melalui musyawarah mufakat. Apabila pada musyawarah tidak diperoleh kimufakatan, maka ditentukan dengan aklamasi. 2) Kriteria Kenaikan Kelas peserta didik dinyatakan naik kelas/ dapat mengikuti pembelajaran pada semester tahun berikutnya adalah : a) Berkelakuan baik yang didasarkan pada penilaian walikelas tentang kepribadian peserta didik ( Kelakuan, Kerajinan, Kerapihan ) b) Memenuhi kehadiran komulatif 90% dengan hari efaktif 240 hari dalam 1 tahun ( Ketidakhadiran komulatif termasuk sakit, ijin, alfa maksimum 24 hari, dengan jumlah maksimal alfa 12 kali dalam 1 tahun pelajaran ) c) Jumlah nilai tidak lulus ( Nilai dibawah KKM ) untuk keseluruhan mata pelajaran normatif, adaptif dan mulok dalam 1 tahun pelajaran maksimal 3 mata pelajaran d) Nilai tiap-tiap standar kompetensi seluruh mata pelajaran dasar kejuruan dan kompetensi kejuruan dalam 1 tahun pelajaran, harus 100% memenuhi batas lulus e) Kepribadian dinilai Baikoleh guru PKN dengan mempertimbangkan masukan dari guru-guru mata pelajaran yang lain. f) Akhlak Mulia dinilai Baik oleh guru Agama dengan mempertimbangkan masukan dari guru-guru mata pelajaran yang lain g) Memiliki nilai pengembangan diri khususnya ekstrakurikuler minimal Cukup

b. Kelulusan Dari Tingkat Satuan Pendidikan:


1) Penentuan Kelulusan Penentuan kelulusan dari tingkat satuan pendidikan bagi peserta didik pada akhir tahun pembelajaran ditentukan melalui Rapat Dewan Guru kelas XII

26

2) Kriteria Kelulusan Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) Memperoleh nilai minimal Baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran Agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan c) Lulus Ujian Sekolah (US) d) Lulus Ujian Nasional

7. Penjurusan:
Penjurusan di SMK PGRI 20 Jakarta dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. Calon peserta didik memilih jurusan yang diminati pada saat mengisi formulir pendaftaran pada saat PSB b. Calon peserta didik harus memenuhi kriteria: 1) Tinggi badan minimal 153 cm (Untuk laki-laki) dan minimal 150 cm (Untuk perempuan) 2) Tidak buta warna 3) Tidak cacat fisik, tidak bertato, tidak tindikan kuping 4) Bebas narkoba c. Calon peserta harus lulus seleksi tertulis, fisik dan wawancara

8. Pendidikan Kecakapan Hidup:


Pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang. Secara khusus Pendidikan kecakapan hidup bertujuan untuk a. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi. b. Merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya dimasa yang akan datang. c. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai prinsip pendidikan berbasais luas. d. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang ada dimasyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah 27

Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global:


Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang diajarkan di Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

10. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran: a. Pembelajaran secara klasikal dengan sistem paket:
Pembelajaran dilaksanakan secara klasikal yaitu kegiatan pembelajaran dengan sejumlah peserta didik dalam satu kelas yang memungkinkan belajar bersama, berkelompok maupun individual. Beban mata pelajaran ditentukan dengan sistem paket, artinya, setiap siswa mempelajari kompetensi yang telah ditentukan oleh sekolah.

b. Pendekatan Pembelajaran:
1) Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning): Pembelajaran tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang

menekankan penguasaan materi (topik/kompetensi) yang dipersyaratkan untuk tingkat kemampuan tertentu. Peserta didik boleh pindah pada materi lain bila materi yang dipelajari sudah dikuasai secara tuntas, jika peserta didik belum mencapai kriteria minimal kompeten, harus mengulangi sampai berhasil. Agar ketuntasan belajar mencapai 100 %, maka dilakukan program remedial dan perbaikan secara terjadwal dengan menyedia kan jam ke ; 11 - 12 sebagai jam 28

perbaikan dan pengayaan atau diwaktu/bulan yang lain atas dasar kesepakatan bersama antara guru dan peserta didik.

2) Pembelajaran Berbasis Produks: Pembelajaran berbasis produksi merupakan interaksi antara guru dan peserta didik dari KBM yang mengacu pada proses produksi untuk mencapai Standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu. Pendekatan pembelajaran ini akan memiliki muatan ganda, yaitu ketrampilan dan menghasilkan komoditi/jasa mupun produk. Ini yang diarahkan untuk mengisi kebutuhan pasar dan penjual. Pendekatan ini menggabungkan tiga aspek secara dan sistimatis yaitu; Aspek pembelajaran dalam proses pemelajaran di sekolah, Aspek ekonomi yang mencakup pengenalan dunia bisnis berupa harga delivery time, efisiensi bahan, kepuasan pelanggan, dsb. Aspek industri dalam bentuk penguasaan keterampilan, sikap dan sikap kerja industri yang terstandar.

3) Pembelajaran Mandiri: KBM yang memposisikan peserta didik sebagai subyek yang mampu mengelola proses pembelajaran secara swakelola (mandiri). Dalam pembelajaran mandiri, peserta didik harus mampu menyiapkan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan menilai proses dan hasil pemelajaran, dengan ciri sebagai berikut: a) Guru memberikan asistensi jika diperlukan. b) Peserta didik lebih aktif dan dinamis. c) Kegiatan pemelajaran bersifat swakelola.

4) Pembelajaran Berbasis Kompetensi: Interaksi antara guru dan peserta didik dalam KBM yang mengacu pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dan menyuluruh terhadap penguasaan standar kompetensi oleh peserta didik secara individual dengan berdasarkan pada Penilaian Acuan Patokan (PAP).

5) Pembelajaran Berwawasan Lingkungan: Proses KBM yang memasukkan dasar-dasar pendidikan lingkungan hidup secara terintegrasi dalam setiap materi pembelajaran. 29

6) Pembelajaran Berbasis Normatif dan Adaptif: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses pembentukan watak, sikap, kepribadian, ekonomi. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan tamatan yang memiliki norma-norma sebagai makhluk sosial dan kematangan, serta memiliki potensi dalam mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK/Global.Untuk itu dikembangkan Pendidikan Dakwah Sistem Langsung.

7) Pembelajaran Sepanjang Hari: Merupakan pendekatan KBM yang mengacu pada proses dan karakter obyek yang dipelajari secara alamiah, cirinya antara lain; Waktu pembelajaran bisa terjadwal dan tidak terjadwal, KBM di laksanakan secara bersela sesuai dengan kebutuhan baik pada waktu pagi atau siang, waktu pembelajaran khususnya praktik sangat ditentukan oleh kebutuhan obyek yang dipelajari, dan waktu belajar peserta didik tidak harus belajar selama 24 jam terus menerus.

c. Tempat Pembelajaran:
Susunan Kurikulum SMK PGRI 20 Jakarta terdiri dari program normatif, adaptif, produktif , program pengembangan diri dan muatan lokal dengan pengembangan. Kompetensi lulusannya sesuai dengan standar kompetensi lulusan masing-masing program keahlian yang mengacu pada standar kompetensi nasional (SKN) dan levellevel kopetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum SMK PGRI 20 Jakarta. Masa pendidikan di SMK PGRI 20 Jakarta adalah 3 tahun dan selama-lamanya 4 tahun. Alokasi waktu belajar berkisar antara 1044 jam pelajaran untuk selama waktu pendidikan. Durasi pembelajaran 45 menit per jam pelajaran dan praktik kerja industri dilaksanakan selama 4 sampai 12 bulan dengan menggunakan modular system untuk pelajaran normatif dan adaptif pada saat siswa melaksanakan praktik kerja industri tersebut. Pola penyelenggaraan pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui pola pendidikan sistem ganda dengan pengaturan sebagai berikut ;

1) Pembelajaran di Sekolah: Melakukan pembelajaran progran normatif, adaptif dan produktif, untuk pembelajaran produktif ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian serta penguasaan alat dan teknik bekerja yang tepat, bila memungkinkan dapat 30

melibatkan unsur industri dalam proses pembelajarannya. Disamping itu dikembangkan kelas wirausaha dan pengelolaan Unit Produksi.

2) Pembelajaran di Industri: Kegiatan pelatihan di industri / dunia usaha dilaksanakan sesuai program bersama yang telah disepakati dan dilengkapi dengan jurnal kegiatan, daftar kemajuan pelatihan, perangkat monitoring dan asuransi kecelakaan kerja. Untuk pelaksanaannya dilakukan langkah-langkah berikut; a) Pengkondisian Prakerin: Sebelum peserta didik melaksanakan praktik industri, peserta didik melaksanakan praktik di sekolah dan atau sekolah mendatangkan guru tamu dari industri atau dunia usaha. b) Pemrograman Bersama: Program Prakerin dibuat bersama antara sekolah (Waka Hubin), Ketua Kompetensi Keahlian (Ka. Prog) dengan DU/DI agar apa yang akan dikerjakan peserta didik selama praktik industri bisa diketahui bersama. c) Guru Tamu: Sekolah secara priodik mendatangkan guru tamu yang akan memberi informasi tentang dunia industri untuk menambah wawasan bagi peserta didik. d) Modular Sistem: Untuk mengantisipasi ketinggalan materi pembelajaran normative dan adaptif selama peserta didik melaksanakan prakerin, maka peserta didik dibekali modul pembelajaran. Tugas terstruktur dan evaluasinya diberikan guru mata pelajaran kepada peserta didik melalui guru yang bertugas membimbing dan monitoring peserta didik tersebut. e) Orientasi Kerja: Sekolah memberi tugas kepada peserta didik tingkat I pada setiap liburan untuk mengikuti kegiatan kerja yang dilakukan oleh Ortu/lingkungan yang ada di masyarakat dan penulisan Laporan Hasil Praktek Orientasi Kerja yang dilakukan selama liburan akhir semester gasal/genap.

31

f)

Replika Industri: Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan peserta didik dan mempersiapkan peserta didik memiliki keterampilan dalam memasuki kehidupan di masyarakat, maka sekolah mengadakan program replikasi bekerjasama dengan PT. ASTRA OTOPSRTS dan PT. Pertamina serta Perusaahaan lainnya sebagai suplay produk dan jasa. Replika Industri ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa dalam berwira usaha.

11. Penilaian Pembelajaran: a. Ulangan Harian:


1) Pengertian: Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 2) Waktu Pelaksanaan: Ulangan harian dilaksanakan terintegrasi dalam proses pembelajaran, waktu pelaksanaannya ditentukan oleh tiap-tiap guru mata pelajaran. 3) Materi, Bentuk dan Hasil Penilaian: Materi ulangan harian ini mencakup beberapa indikator atau beberapa kompetensi dasar (KD). Ulangan harian ini dapat berbentuk test maupun non test. Hasil dari ulangan harian ini dimasukkan dalam daftar nilai siswa yang ada di tiap-tiap guru mata pelajaran. Nilai ulangan harian ini meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Nilai ulangan harian ini di entry ke dalam folder penyerahan nilai tiap-tiap guru dan menyerahkan copy print out ke bagian kurikulum yang telah dilengkapi dengan prosentase daya serap dan ketuntasan belajar siswa yang didasarkan pada KKM tiap-tiap mata pelajaran.

b. Ulangan Tengan Semester:


1) Pengertian: Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Persyaratan peserta didik dapat mengikuti Ulangan akhir semester ini ditentukan oleh Sekolah 32

2) Waktu Pelaksanaan: Ulangan tengah semester dilaksanakan pada waktu tertentu yang ditentukan oleh sekolah yang dinamakan Pekan Ulangan Tengah Semester secara serentak untuk seluruh mata pelajaran dan pelaksanaannya terintegrasi dalam proses pembelajaran. 3) Materi, Bentuk dan hasil penilaian: Materi Ulangan tengah semester ini meliputi beberapa indikator atau beberapa kompetensi dasar atau beberapa standar kompetensi dengan mengambil materi yang urgen/penting/pokok. Ulangan tengah semester ini berbentuk test, baik test tertulis atau test unjuk kerja. Hasil dari ulangan tengah semester ini dimasukkan dalam daftar nilai siswa yang ada di tiap-tiap guru mata pelajaran. Nilai ulangan ulangan tengah semester ini mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Nilai ulangan tengah semester ini di entry ke dalam folder

penyerahan nilai tiap-tiap guru dan menyerahkan copy print out ke bagian kurikulum yang telah dilengkapi dengan prosentase daya serap dan ketuntasan belajar siswa yang didasarkan pada KKM tiap-tiap mata pelajaran.

c. Ulangan Akhir Semester:


1) Pengertian: Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Persyaratan peserta didik dapat mengikuti Ulangan akhir semester ini ditentukan oleh Sekolah. 2) Waktu Pelaksanaan: Ulangan akhir semester ganjil dilaksanakan secara serentak seluruh mata pelajaran dan dilaksanakan secara terjadwal yang pelaksanaannya ditentukan oleh sekolah 3) Materi, Bentuk dan Hasil penilaian: Ulangan Akhir Semester ini berbentuk test tertulis.Untuk mata pelajaran Normatif dan adaptif, materi Ulangan akhir semester ini meliputi seluruh indicator, seluruh kompetensi dasar dan seluruh standar kompetensi dengan mengambil materi yang urgen/penting/pokok dari setiap mata pelajaran yang diajarkan pada semester ganjil. Khusus mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan, materi meliputi indicator materi dari Standar Kompetensi yang 33

urgen/pokok/penting

yang

merupakan

gabungan

dari

beberapa

Standar

Kompetensi. Soal disusun oleh guru mata pelajaran, yang dilengkapi dengan perangkat soal yang meliputi kisi-kisi soal, kartu soal, lembar soal, kunci jawaban dan pedoman pensekoran, serta analisis soal. Hasil dari Ulangan Akhir Semester ini dimasukkan dalam daftar nilai siswa yang ada di tiap-tiap guru mata pelajaran. Nilai ulangan semester ini di entry ke dalam folder penyerahan nilai tiap-tiap guru dan menyerahkan copy print out ke bagian kurikulum yang telah dilengkapi dengan prosentase daya serap dan ketuntasan belajar siswa yang didasarkan pada KKM tiap-tiap mata pelajaran.

b. Ulangan Akhir Semester Genap/Ulangan Kenaikan Kelas:


1) Pengertian: Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Persyaratan peserta didik dapat mengikuti Ulangan akhir semester ini ditentukan oleh Sekolah. 2) Waktu Pelaksanaan: Ulangan akhir semester genap dilaksanakan secara serentak seluruh mata pelajaran dan dilaksanakan secara terjadwal yang pelaksanaannya ditentukan oleh sekolah 3) Materi, Bentuk dan Hasil Penilaian: Ulangan Akhir Semester ini berbentuk test tertulis.Untuk mata pelajaran Normatif dan adaptif, materi Ulangan akhir semester ini meliputi seluruh indicator, seluruh kompetensi dasar dan seluruh standar kompetensi dengan mengambil materi yang urgen/penting/pokok dari setiap mata pelajaran yang diajarkan pada semester genap. Khusus mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan, materi meliputi indicator materi dari Standar Kompetensi yang urgen/pokok/penting yang merupakan gabungan dari beberapa Standar

Kompetensi. Soal disusun oleh guru mata pelajaran, yang dilengkapi dengan perangkat soal yang meliputi kisi-kisi soal, kartu soal, lembar soal, kunci jawaban dan pedoman pensekoran, serta analisis soal. Hasil dari Ulangan Akhir Semester ini dimasukkan dalam daftar nilai siswa yang ada di tiap-tiap guru mata pelajaran. Nilai ulangan semester ini di entry ke dalam folder penyerahan nilai tiap-tiap guru 34

dan menyerahkan copy print out ke bagian kurikulum yang telah dilengkapi dengan prosentase daya serap dan ketuntasan belajar siswa yang didasarkan pada KKM tiap-tiap mata pelajaran.

c. Test Kendali Mutu (TKM):


Test Kendali Mutu (TKM) ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana mutu pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah secara umum. 1) Test Kendali Mutu (TKM) oleh Dinas Pendidikan /Rayon: TKM ini diselenggarakan secara serentak seluruh sekolah di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kriteria penilaiannya mengikuti aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan provinsi DKI Jakarta. 2) Test Kendali Mutu (TKM) oleh Sekolah: TKM ini diselenggarakan oleh Sekolah, jenis mata pelajaran yang diujikan ditentukan oleh sekolah. Materi, standar kesulitan dan kriteria penilaiannya mengacu pada Ujian Nasional (UN) dan hasilnya digunakan sebagai bahan pengendalian mutu pelajaran

d. Uji Kompetensi Keahlian ( UKK ):


Uji Kompetensi Keahlian yang berupa Projeck Work adalah pendekatan penilaian yang dirancang menyatu dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut diharapkan proses intruksional terselenggara secara alami, dan menjadi wahana belajar bagi peserta didik untuk dapat mengekpresikan

kompetensinya. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi ; Penentuan Topik/Judul Proyek Work, menetapkan bukti belajar, menentukan rambu-rambu penyusunan soal, dan menetapkan patokan kelulusan (Indikator keberhasilan dan patokan keberhasilan).

e. Ujian Nasional:
Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Persyaratan peserta didik dapat mengikuti Ujian Nasional ditentukan oleh Pemerintah dengan POS Ujian Nasional.

35

i. Ujian Sekolah:
Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Ujian Sekolah meliputi Ujian praktik dan tertulis. Bentuk dan jumlah soal Ujian Sekolah mengikuti POS Ujian Sekolah yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Soal Ujian Sekolah disusun oleh Pokja Guru tiap mata pelajaran, yang disertai perangkat soal yang meliputi kisi-kisi soal, Kartu soal, lembar soal, Kunci jawaban dan pedoman pensekoran, serta analisis penulisan butir soal. Persyaratan peserta didik dapat mengikuti Ujian Sekolah (US) ditentukan oleh Sekolah

12. Kriteria dan Predikat Nilai:


a. Ulangan harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester 1) Untuk Mata pelajaran Normatif, Adaptif dan Mulok

NO 1 2 3 4

NILAI 90 - 100 75 - 89 60 - 74 0 - 59

PREDIKAT Amat Baik Baik Cukup Kurang

2) Untuk Dasar Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan (Produktif)

NO 1 2

NILAI 70 - 100 0 - 69

PREDIKAT Kompeten Belum Kompeten

36

b. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Ketentuan pelaksanaan dan kriteria kelulusan serta predikat nilai untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK), mengikuti ketentuan yang berlaku yang ditentukan oleh BNSP dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang diatur dalam POS. c. Ujian Nasional (UN) Ketentuan pelaksanaan dan kriteria kelulusan serta predikat nilai untuk Ujian Nasioanal (UN), mengikuti ketentuan yang berlaku yang ditentukan oleh BNSP dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang diatur dalam POS. d. Ujian Sekolah (US) Ketentuan pelaksanaan dan kriteria kelulusan serta predikat nilai untuk Ujian Sekolah (US), mengikuti ketentuan yang berlaku yang ditentukan oleh BNSP dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang diatur dalam POS. Sedangkan kriteria kelulusan dan predikat nilai Ujian Sekolah (US), ditentukan sekolah. Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah (US) apabila: 1) Telah menyelesaiakan/telah lulus seluruh standar kompetensi seluruh mata pelajaran yang di ujikan dalam Ujian Sekolah (US) 2) Mengikuti seluruh kegiatan Ujian Sekolah (US) 3) Mendapatkan nilai sekurang kurangnya 7,00 untuk setiap mata uji baik ujian teori maupun ujian praktik yang diujikan pada Ujian Sekolah (US).

13. Pelaporan hasil belajar:


Pelaporan hasil belajar peserta didik diatur sebagai berikut: a. Hasil nilai ulangan harian diinformasikan langsung oleh guru mata pelajaran kepada peserta didik b. Hasil nilai Ulangan Tengah Semester diinformasikan oleh wali kelas kepada peserta didik c. Hasil nilai Ulangan akhir semester secara keseluruhan baik pada semester ganjil dan semester genap disampaikan kepada orang tua peserta didik oleh wali kelas berupa Raport bagi peserta didik yang nilai seluruh standar kompetensinya memenuhi batas lulus dan berupa Laporan Hasil Studi (LHS) bagi peserta didik yang masih mempunyai nilai standar kompetensi belum memenuhi batas lulus d. Hasil belajar siswa setelah lulus dari satuan tingkat pendidikan disampaikan kepada siswa berupa Ijasah dan SKHUN (Bagi seluruh peserta didik) serta Transkrip Nilai (Bagi peserta didik yang membutuhkan). 37

BAB. IV KALENDER PENDIDIKAN DAN AKADEMIK SEKOLAH A. KALENDER PENDIDIKAN SMK/MAK TAHUN 2009/2010

32

B. PERHITUNGAN MINGGU EFEKTIF KELAS X DAN XI


1. SEMESTER GANJIL

NO

BULAN

JML MINGGU 5 4 5 4 4 5 27

JML MINGGU TIDAK EFEKTIF 3 1 3 0 0 2 9

JML MINGGU EFEKTIF 2 3 2 4 4 3 18

1 2 3 4 5 6

JULI 2009 AGUSTUS 2009 SEPTEMBER 2009 OKTOBER 2009 NOPEMBER 2009 DESEMBER 2009 JUMLAH

2. SEMESTER GENAP JML MINGGU 4 4 5 4 4 4 25 JML MINGGU TIDAK EFEKTIF 0 0 0 2 1 2 5 JML MINGGU EFEKTIF 4 4 5 2 3 2 20

NO 1 2 3 4 5 6

BULAN JANUARI 2010 PEBRUARI 2010 MARET 2010 APRIL 2010 MEI 2010 JUNI 2010 JUMLAH

33

C. PERHITUNGAN MINGGU EFEKTIF KELAS XII


1. SEMESTER GANJIL JML MINGGU EFEKTIF 2 3 2 4 4 3 18

NO

BULAN

JML MINGGU 5 4 5 4 4 5 27

JML MINGGU TIDAK EFEKTIF 3 1 3 0 0 2 9

1 2 3 4 5 6

JULI 2009 AGUSTUS 2009 SEPTEMBER 2009 OKTOBER 2009 NOPEMBER 2009 DESEMBER 2009 JUMLAH

2. SEMESTER GENAP JML MINGGU 4 4 5 4 4 4 25 JML MINGGU TIDAK EFEKTIF 0 0 0 2 4 4 10 JML MINGGU EFEKTIF 4 4 5 2 0 0 15

NO 1 2 3 4 5 6

BULAN JANUARI 2010 PEBRUARI 2010 MARET 2010 APRIL 2010 MEI 2010 JUNI 2010 JUMLAH

34

D. KALENDER AKADEMIK SEKOLAH TAHUN 2009/2010 1. SEMESTER GANJIL NO BULAN KEGIATAN 1 Juni - Juli Rapat awal tahun pelajaran 2009/2010 Penyusunan administrasi guru (Progta, Promes, Silabus, KKM, RPP) Hari pertama masuk sekolah Kegiatan MOS siswa kelas X Pemantapan/penyegaran siswa kelas XI dan XII KBM efektif Pembentukan Pengurus OSIS KBM efektif Rapat Komite Sekolah Upacara peringatan HUT RI Libur awal Ramadhan KBM efektif KBM efektif Rakor Walim Kelas Rakor Guru Piket KBM Pesantren Kilat Buka puasa bersama Libur menjelang Idzul Fitri Libur Idzul Fitri Libur setelah Idzul Fitri Halal Bihalal KBM efektif Rapat Kerja Guru KBM efektif Pekan tengah semester ganjil KBM efektif KBM efektif Libur Hari Raya Idzul Adha Ulangan Semester ganjil Penyerahan nilai dan Pekan Remidial Entry nilai dan pencetakan raport Pembagian Raport Libur Nasional Libur semester ganjil Libur Nasional 35

Juli minggu ke-III

Juli minggu ke-IV & V

4 5 6

Agustus Agustus minggu ke-III Agustus meniggu ke -IV

September

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

September minggu ke-III September minggu ke-IV dan V Oktober Oktober minggu ke-II Oktober minggu ke-III&IV Nopember Desember minggu ke-I Desember minggu ke-II Desember minggu ke-III Desember minggu ke-IV&V

2. SEMESTER GENAP NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 BULAN Januari minggu ke-I Januari minggu ke-II Januari minggu ke-III&IV Pebruari minggu ke- I s/d III Pebruari minggu ke-IV Maret meinggu ke-I&II Maret minggu ke III Maret minggu ke-IV Maret minggu ke-V April minggu ke-I&II KEGIATAN KBM efektif semester genap KBM efektif Libur Nasional KBM efektif KBM efektif KBM efektif Libur Nasional TKM kelas XII KBM efektif KBM efektif Libur Nasional Pekan tengah semester genap Try Out UN kelas XII Ujian Nasional Teori kejuruan KBM efektif Uji Kompetensi Keahlian (UKK) kelas XII KBM efektif Pemantapan Persiapan UN kelas XII Ujian Nasioanal kelas XII Ujian Sekolah Praktik Normatif adaptif KBM efektif kelas X dan XI Pekan Ulangan semester genap kelas XII Persiapan US teori kelas XII Ujian Sekolah teori kelas XII KBM efektif kelas X dan XI KBM efektif kelas X dan XI Rapat kelulusan kelas XII Ulangan Semester genap kelas X dan XI Penyerahan nilai semester genap Pekan remedial Rapat wali kelas Entry nilai dan pencetakan raport Rapat Kenaikan kelas Pembagian raport kelas X dan XI Libur semester genap Masuk KBM Semester ganjil tahun 2010/2011 36

11 12 13 14 15 16 17

April minggu ke-III&IV Mei minggu ke-I Mei minggu ke II Mei minggu ke-III&IV Juni minggu ke-I Juni minggu ke-II Juni minggu ke-III

18 19 20

Juni minggu ke-IV Juli minggu ke-I&II Juli minggu ke-III

BAB. V PENGEMBANGAN SILABUS


A. STANDAR KOMPETENTSI LULUSAN SMK 1. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 2. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya 3. 4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global 5. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif 6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam

pengambilan keputusan 7. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 8. 9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks

10. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial 11. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 12. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 13. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya 14. Mengapresiasi karya seni dan budaya 15. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok 16. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan 17. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 18. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 19. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 37

20. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 21. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 22. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya

B. STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN 1. Pendidikan Agama Islam SMK/MAK a. Memahami ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi b. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna c. Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir dan fitnah d. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam e. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonsia dan di dunia 2. Pendidikan Agama Kristen SMK a. Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial b. Merespon berbagai bentuk kehidupan modern, perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mengacu pada ajaran Kristen c. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam kehidupan gereja, masyarakat dan bangsa d. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai sejahtera

38

3.

Pendidikan Agama Katolik SMK a. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk bertindak secara bertanggung jawab. b. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadi Yesus Kristus yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata meneladani dalam hidup sehari-hari. c. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman makna Gereja, fungsi dan sifatsifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam hidup bergereja. d. Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, antara lain: keadilan, kejujuran dan keutuhan lingkungan hidup

4.

Pendidikan Agama Hindu SMK a. Memahami Atman sebagai sumber hidup, Hukum Karma dan Punarbhawa, dan ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi b. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala, ajaran Tat Twam Asi, Catur Warna, Catur Asrama, dan Catur Purusartha c. Memahami tata cara persembahyangan, pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan, dan perkawinan menurut Hindu (Wiwaha) d. Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan Smerti) sebagai sumber hukum Hindu e. Memahami struktur, hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci f. Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu g. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan hakekatnya h. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta

39

i. Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita, seni keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya 5. Pendidikan Agama Buddha SMK a. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila), meditasi (samadhi), dan kebijaksanaan (panna) b. Memiliki kemampuan untuk memahami dan meyakini hukum alam c. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya d. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masingmasing aliran e. Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha, Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha f. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah g. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama h. Memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari i. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi 6. Pendidikan Kewarganegaraan SMK/MAK a. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia b. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi c. Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri d. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem pemerintahan NKRI e. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi , kedaulatan negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia f. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum internasional 40

g. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 h. Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan internasional, regional, dan kerja sama global lainnya i. Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional 7. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMK/MAK a. Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga dengan menggunakan peraturan b. Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya c. Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh, kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya d. Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi, senam aerobik, dan aktivitas lainnya e. Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang, permainan di air dan keselamatan di air f. Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas seperti melakukan

perkemahan, penjelajahan alam sekitar, mendaki gunung, dan lain-lain g. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV 8. Bahasa Indonesia SMK/MAK Tingkat Semenjana a. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari

41

b. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari c. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari d. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Tingkat Madia a. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan b. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pekerjaan c. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan d. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan Tingkat Unggul a. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana

42

b. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana c. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana d. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana 9. Bahasa Inggris SMK/MAK Level Novice a. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari b. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari c. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari d. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 43

Level Elementary a. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan b. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan c. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan d. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan Level Intermediate a. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian b. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian c. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian 44

d. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian

10.

Matematika Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian SMK/MAK a. Memahami konsep operasi bilangan riil serta penerapannya dalam pemecahan masalah b. Memahami konsep aproksimasi kesalahan serta penerapannya dalam pemecahan masalah c. Memahami sistem persamaan linier, pertidaksamaan linier, dan persamaan kuadrat, serta penerapannya dalam pemecahan masalah d. Memahami logika matematik dalam pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor serta penerapannya dalam pemecahan masalah e. Memahami konsep matriks dan penerapannya dalam pemecahan masalah yang terkait dengan matriks f. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas

trigonometri dan penerapannya dalam pemecahan masalah g. Memahami konsep persamaan fungsi linier dan fungsi kuadrat dan penerapannya dalam pemecahan masalah h. Memahami konsep barisan dan deret dan penerapannya dalam pemecahan masalah i. Memahami konsep kedudukan, jarak, dan besar sudut dalam ruang dimensi dua dan penerapannya dalam pemecahan masalah j. Memahami konsep vektor dan penerapannya dalam pemecahan masalah k. Memahami konsep teori peluang dan penerapannya dalam pemecahan masalah l. Memahami konsep statistik sederhana dan penerapannya dalam pemecahan masalah 45

m. Memahami konsep irisan kerucut dan penerapannya dalam pemecahan masalah n. Memahami konsep limit fungsi dan turunan fungsi dan penerapannya dalam pemecahan masalah o. Memahami konsep integral dan penerapannya dalam pemecahan masalah p. Menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah q. Menalar secara kritis dan mengembangkan aktivitas kreatif dalam memecahkan masalah serta mengkomunikasikan ide r. Menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri 11. Ilmu Pengetahuan Alam SMK/MAK a. Mampu mengenali gejala-gejala alam melalui pengamatan langsung dan menafsirkannya untuk kepentingan kehidupan sehari-hari b. Mengenali berbagai jenis polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan c. Memiliki kesadaran dan mampu berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan ekosistem lingkungan dan sumber daya alam d. Menerapkan IPA sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri 12. Fisika Kelompok Teknologi SMK/MAK a. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung, tidak langsung, secara cermat, teliti, dan obyektif b. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, kekekalan energi, impuls, dan momentum c. Memahami sifat mekanik bahan serta menentukan kekuatan bahan

46

d. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal, fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta

penerapannya dalam mesin kalor e. Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah f. Memahami konsep getaran, gelombang, dan bunyi serta penerapannya untuk pemecahan masalah g. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah h. Menguasai konsep dasar Fisika yang mendukung secara langsung pencapaian kompetensi program keahliannya i. Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mendukung penerapan kompetensi program keahliannya dalam kehidupan sehari-hari j. Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mengembangkan kemampuan program keahliannya pada tingkat yang lebih tinggi 13. Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan SMK/MAK a. Memahami konsep materi dan perubahannya, fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika, kesetimbangan, kekekalan masa dan kekekalan energi b. Memahami sifat berbagai larutan asam-basa, larutan koloid, larutan elektrolitnon elektrolit, termasuk cara pengukuran dan kegunaannya c. Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta

penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik, korosi logam, dan pemisahan bahan (elektrolisis) d. Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya, lemak, karbohidrat, protein, dan polimer serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari e. Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat 47

f. Memahami konsep, prinsip, hukum, dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi g. Menggunakan pengetahuan dasar kimia dalam kehidupan sehari-hari, dan memiliki kemampuan dasar kimia sebagai landasan dalam mengembangkan kompetensi di masing-masing bidang keahlian. 14. Ilmu Pengetahuan Sosial SMK/MAK a. Memahami konsep-konsep interaksi antarindividu serta interaksi dengan lingkungan masyarakat sekitar b. Memahami proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat hingga terjadinya kebangkitan nasional c. Memahami konsep kebutuhan manusia akan barang serta memahami prosesproses dasar ekonomi dalam rangka pemenuhan kebutuhan d. Berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial ekonomi e. Memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan f. Mampu berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global. 15. Seni Budaya SMK/MAK Seni Rupa a. Memahami konsep seni rupa dan memahami pentingnya seni rupa dalam kehidupan b. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni rupa Seni Musik a. Memahami konsep seni musik dan memahami pentingnya seni musik dalam kehidupan b. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni musik

48

Seni Tari a. Memahami konsep seni tari dan memahami pentingnya seni tari dalam kehidupan b. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni tari Teater a. Memahami konsep teater dan memahami pentingnya teater dalam kehidupan b. Menunjukan sikap apresiatif terhadap teater

16.

Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi SMK/MAK a. Mampu mengoperasikan komputer PC b. Mampu mengoperasikan sistem operasi soft ware c. Mampu menggunakan teknologi komputer untuk mengolah data, keperluan sehari-hari serta keperluan yang terkait dengan kebutuhan dunia kerja d. Mampu mengoperasikan PC dalam suatu jaringan serta mengoperasikan web design e. Mampu menggambar dasar, menggambar sederhana, dan menggambar profesional dengan menggunakan program AUTO CAD

17.

Kewirausahaan SMK/MAK a. Mampu mengidentifikasi kegiatan dan peluang usaha dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi di lingkungan masyarakatnya b. Menerapkan sikap dan perilaku wirausaha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakatnya c. Memahami sendi-sendi kepemimpinan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya d. Mampu merencanakan sekaligus mengelola usaha kecil/mikro dalam bidangnya 49

18.

Dasar Kompetensi Kejuruan a. Menganalisis rangkaian listrik b. Menggunakan hasil pengukuran c. Menafsirkan gambar teknik listrik d. Melakukan pekerjaan mekanik dasar e. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

19.

Kompetensi Kejuruan Teknik Instalasi Tenaga Listrik a. Memahami dasar-dasar elektronika b. Memahami pengukuran komponen elektronika c. Merawat peralatan rumah tangga listrik d. Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik e. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana f. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan sederhana g. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan bertingkat h. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan bertingkat i. Memperbaiki motor listrik j. Mengoperasikan sistem pengendali elektronik k. Mengoperasikan peralatan pengendali daya tegangan rendah l. Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik m. Memasang sistem pentanahan instalasi listrik n. Merawat panel listrik dan switchgear

20.

Muatan Lokal (Mulok) a. b. c. Perawatan dan perbaikan peralatan komunikasi Perawatan peralatan elektronik Perbaikan peralatan elektronik

50

C.

STANDAR KOMPETENSI (SK) DAN KOMPETENSI DASAR (KD) TIAP MATA PELAJARAN

1. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Standar Kompetensi Al Quraan 1. Memahami ayatayat Al-Quran tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi 1.1 Membaca QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 Menyebutkan arti QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, AzZariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 Membaca QS Al Anam: 162-163 dan AlBayyinah: 5 Menyebutkan arti QS Al Anam: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5 Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al Anam: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5 Membaca QS Ali Imran: 159 dan QS Asy Syura: 38 Menyebutkan arti QS Ali Imran: dan QS Asy Syura: 38 Menampilkan perilaku hidup demokratis seperti terkandung dalam QS Ali Imran: dan QS Asy Syura: 38 dalam kehidupan sehari-hari Membaca QS Al Baqarah: 148 dan QS Al-Fatir: 32 Menjelaskan arti QS Al Baqarah: 148 dan QS Al-Fatir: 32 Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperi terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS AlFatir: 32 Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1.2

X/1

1.3

2.

Memahami ayatayat Al-Quran tentang keikhlasan dalam beribadah

2.1 2.2 2.3

X/1

3.

Memahami ayatayat Al-Quran tentang demokrasi

3.1 3.2 3.3

X/1

4. Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang kompetisi dalam kebaikan

4.1 4.2 4.3

X/1

51

Standar Kompetensi 5. Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang perintah menyantuni kaum dhuafa 5.1 5.2 5.3

Kompetensi Dasar Membaca QS Al Isra: 2627 dan QS AlBaqarah: 177 Menjelaskan arti QS Al-Isra: 26-27 dan QS Al Baqarah: 177 Menampilkan perilaku menyantuni kaum duafa seperti terkandung dalam QS AlIsra: 26-27 dan QS Al Baqarah: 177 Membaca QS Ar Rum: 41- 42, QS AlAraf: 56-58, dan QS Ash Shad: 27 Menjelaskan arti QS Ar Rum: 41- 42, QS Al-Araf: 56-58, dan QS Ash Shad: 27 Membiasakan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam QS Ar Rum: 41- 42, QS Al-Araf: 56-58, dan QS Ash Shad: 27 Membaca QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 4041, dan QS Al-Kahfi: 29
Menjelaskan arti QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: 29

Kelas/ Semester

X/2

6. Memahami ayat-ayat Al Quran tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup

6.1 6.2 6.3

X/2

7.

Memahami ayat ayat Al-Quran tentang anjuran bertoleransi

7.1 7.2 7.3

Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkandung dalam QS AlKafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS AlKahfi: 29 Membaca QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al-Jumuah: 9-10 Menjelaskan arti QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al-Jumuah: 9-10 Mebiasakan beretos kerja seperti terkandung dalam QS Al-Mujadalah: 11, dan QS Al-Jumuah: 9-10 Membaca QS Yunus:101 dan QS AlBaqarah: 164 Menjelaskan arti QS Yunus: 101 dan QS Al-Baqarah: 164 Melakukan pengembangan iptek seperti terkandung dalam QS Yunus: 101 dan QS Al-Baqarah: 164

X/2

8.

Memahami ayatayat Al-Quran tentang etos kerja

8.1 8.2 8.3

X/2

9. Memahami ayatayat Al Quran tentang pengembangan IPTEK

9.1 9.2 9.3

X/2

52

Standar Kompetensi Aqidah 10. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifatsifatNya dalam Al Asma

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

10.1 Menyebutkan 10 sifat Allah dalam AlAsma al-Husna 10.2 Menjelaskan arti 10 sifat Allah dalam AlAsma al-Husna 10.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah dalam Al-Asma al-Husna 11.1 Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat 11.2 Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat 11.3 Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam kehidupan sehari-hari

XI / 1

11. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat

XI / 1

12. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah

12.1 Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasul Allah 12.2 Menunjukkan contoh-contoh prilaku beriman kepada Rasul Allah 12.3 Menampilkan Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari

X/1

13. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah

13.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Kitab-kitab Allah 13.2 Menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah

XI / 1

14. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir

14.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir 14.2 Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir

XI / 1

15. Meningkatkan keimanan kepada qadha dan qadar

15.1 Menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada qadha dan qadar 15.2 Menerapkan hikmah beriman kepada qadha dan qadar XI / 1

53

Standar Kompetensi Fiqih 16. Memahami sumber hukum Islam, hukum taklifi, dan hikmah ibadah

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

16.1 Menyebutkan pengertian, kedudukan dan fungsi Al Quran, Al Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam 16.2 Menjelaskan pengertian, kedudukan, dan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam 16.3 Menjelaskan pengertian dan hikmah ibadah 16.4 Menerapkan hukum taklifi dalam kehidupan sehari-hari

XI / 2

17. Memahami hukum Islam tentang infak, zakat, haji dan wakaf

17.1 Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan infak, zakat, haji dan wakaf 17.2 Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan infak, zakat, haji dan wakaf 17.3 Membiasakan berinfak XI / 2

18. Memahami hukum Islam tentang muamalah

18.1 Menjelaskan asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam 18.2 Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam 18.3 Menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari XI / 2

19. Memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah 20. Memahami hukum Islam tentang hukum keluarga

19.1 Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah 19.2 Memperagakan tatacara pengurusan jenazah 20.1 Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam 20.2 Menjelaskan hikmah perkawinan 20.3 Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia

XI / 2

XI / 2

21. Memahami hukum Islam tentang waris

21.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum waris 21.2 Menjelaskan ketentuan hukum waris di Indonesia 21.3 Menjelaskan contoh pelaksanaan hukum waris di Indonesia XI / 2

54

Standar Kompetensi Akhlak 22. Membiasakan perilaku terpuji

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

22.1 Menyebutkan pengertian perilaku husnudhan 22.2 Menyebutkan contoh-contoh perilaku husnudhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia 22.3 Membiasakan perilaku husnudhan dalam kehidupan sehari-hari 22.4 Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian 22.5 Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian 22.6 Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian dalam kehidupan sehari-hari XII / 1

XII / 1

Akhlak 23. Menghindari perilaku tercela 23.1 Menjelaskan pengertian hasud, riya dan aniaya 23.2 Menyebutkan contoh perilaku hasud, iya, dan aniaya 23.3 Menghindari perilaku hasud, riya dan aniaya dalam kehidupan sehari-hari XII / 1

24. Membiasakan berperilaku terpuji

24.1 Menjelaskan pengertian taubat dan raja` 24.2 Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja` 24.3 Membiasakan perilaku bertaubat dan raja` dalam kehidupan sehari hari XII / 1

25. Membiasakan berperilaku terpuji

25.1 Menjelaskan pengertian dan maksud menghargai karya orang lain 25.2 Menampilkan contoh perilaku menghargai karya orang lain 25.3 Membiasakan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari XII / 1

55

Standar Kompetensi 26. Menghindari perilaku tercela

Kompetensi Dasar 26.1 Menjelaskan pengertian dosa besar 26.2 Menyebutkan contoh perbuatan dosa besar 26.3 Menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari

Kelas/ Semester

XII / 1

27. Membiasakan perilaku terpuji

27.1 Menjelaskan pengertian adil, ridla, dan amal shaleh 27.2 Menampilkan contoh perilaku adil, ridla, dan amal shaleh 27.3 Membiasakan perilaku adil, ridla, dan amal shaleh dalam kehidupan seharihari XII / 1

28. Menghindari prilaku tercela

28.1 Menjelaskan pengeretian isyrof, tabzit, ghinbah, dan fitnah 28.2 Menjelaskan contoh prilaku isyrof, tabzir, ghibah dan fitnah 28.3 Menghindari prilaku isyrof tabzir, ghibah dan fitnah XII / 1

29. Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Makkah 30. Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Madinah

29.1 Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah 29.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Makkah

XII / 2

30.1 Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah 30.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah XII / 2

Tarikh dan Peradaban Islam 31. Memahami perkembangan Islam di dunia 31.1 Menjelaskan perkembangan Islam di dunia 31.2 Memberikan contoh perkembangan Islam di dunia 31.3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di dunia XII / 2

56

2. PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

Nilai-Nilai Kristiani 1. Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam perga ulan antar pribadi dan kehidupan sosial de ngan menunjukkan bahwa remaja Kristen bertumbuh sebagai pribadi dewasa yang tidak kehilangan identitas 1.1 Mengalami proses pertumbuhan sebagai pribadi yang dewasa dan memiliki karakter yang kokoh dengan pola pikir yang komprehensif dalam segala aspek Mengidentifikasi berbagai pergumulan dalam keluarga dalam kaitannya dengan pengaruh modernisasi

X/1

1.2

X/2

2. Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik

2.1. Mengenal diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, cita-cita dan panggilan hidupnya, sehingga menerima diri sebagaimana adanya 2.2. Memahami dirinya sebagai manusia yang diciptakan Allah menurut citra-Nya, sehingga menyadari bahwa semua manusia adalah saudara se Allah Bapa Ibu

XI/1

XI/2

2.3. Memahami jati diri pria dan wanita yang diciptakan Allah untuk saling melengkapi sebagai partner yang sederajat XII/1 2.4. Mengenal suara hatinya, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat 2.5. Bersikap kritis terhadap pengaruh mass media, kelompok tertentu dan sebagainya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggung jawabkan

XII/2

57

3. PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

Nilai-Nilai Kristiani 1. Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik
1.1. Mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai

tolok ukur tertinggi dari imannya


1.2. Mengenal Yesus yang datang untuk

mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sehingga peserta didik merasa terpanggil untuk berjuang bersama Yesus
1.3. Mengenal Yesus yang berani memberikan

diri-Nya dengan menderita sengsara, wafat di salib, bangkit dan naik ke surga demi kebahagiaan manusia
1.4. Mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai sahabat sejati, tokoh idola, Putera Allah dan Juru Selamat 1.5. Mampu mengenal Roh Kudus yang melahirkan, membimbing dan menghidupi Gereja dan mengenal Allah Tritunggal sebagai kebenaran iman Kristen

X/1

2. Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah

2.1 2.2

Memahami arti Gereja sebagai Umat Allah dan persekutuan yang terbuka Memahami fungsi dan peranan Hierarki, sehingga bersedia berpartisipasi dan bekerja sama dengan hierarki (dan pimpinan Gereja yang lain) dalam hidup menggereja Memahami sifat-sifat Gereja yang satu, Kudus, Katolik dan Apostolik, sehingga menjaga keutuhan serta terpanggil untuk merasul dan memperjuangkan kepentingan umum Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya

2.3

X/2

2.4

58

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

3.

Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari

3.1 Menghargai dan bersedia berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama atau berkepercayaan lain 3.2 Bersedia untuk berjuang menegakkan keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan perannya 3.3 Memahami dan menyadari kemajemukan bangsa Indonesia, sehingga mampu hidup dan terlibat dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera 4.1 Memahami peranannya sebagai warga negara, sehingga mampu terlibat membangun negara dan bangsanya Mengenal dan menyadari panggilan hidupnya sehingga mampu menentukan langkah yang tepat untuk menjawab panggilan tersebut XI/2

XI/1

4.

Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari

4.2

Nilai-Nilai Kristiani 5. Merespon nilai-nilai Kristiani yang diperhadapkan dengan gaya hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari
6. Merespon nilai-nilai Kristiani yang diperhadapkan dengan gaya hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan seharihari

5.1 Mengidentifikasikan dan mewujudkan nilai-nilai Kristiani 5.2 Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan sosial

XII/1 6.1 Mewujudkan nilai-nilai Kristiani di dalam menghadapi gaya hidup modern 6.2 Memahami dan bersikap kritis terhadap perkembangan budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi

59

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

7.

Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam perannya sebagai warga Gereja dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, khususnya dalam tindakan sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam perannya sebagai warga gereja dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, khususnya dalam tindakan sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera

8.1 Menjelaskan gereja dan perannya sebagai institusi sosial dan sebagai persekutuan orang percaya di tengah tantangan kehidupan masa kini 8.2 Bersikap kritis terhadap peran agama dalam masyarakat XII/1

8.

8.1 Bersikap kritis terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM dalam hidupnya 8.2 Mewujudkan perannya sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera secara pribadi dan komunitas XII/2

60

4. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Smt

1. Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

1.1. 1.2. 1.3. 1.4.

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegar X/1

2. Menampilkan Sikap Positif Terhadap Sistem Hukum dan Peradilan Nasional

Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia X/1

3. Menampilkan Peran Serta dalam Upaya Pemajuan, Penghormatan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia Mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan internasional HAM Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi Menganalisis substansi konstitusi Negara Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia Menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi negara X/2 X/1

4. Menganalisis Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi

61

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Smt

5. Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Mendeskripsikan kedudukan warga negara dan pewarganegaraan di Indonesia Menganalisis persamaan kedudukan warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara Menghargai persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku X/2

6. Menganalisis Sistem Politik di Indonesia

Mendeskripsikan supra struktur dan infra struktur politik di Indonesia Mendeskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai negara Menampilkan peran serta dalam sistem politik di Indonesia X/2

7. Menganalisis Budaya Politik di Indonesia

7.1. 7.2.

Mendeskripsikan pengertian budaya politik Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik Menampilkan peran serta budaya politik partisipan prinsip budaya demokrasi

XI / 1

7.3. 7.4.

8. Menganalisis Budaya Demokrasi Menuju Masyarakat Madani

8.1 Mendeskripsikan pengertian dan prinsip8.2 Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat

madani
8.3 Menganalisis pelaksanaan demokrasi di

Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi


8.4 Menampilkan perilaku budaya demokrasi

XI / 1

dalam kehidupan sehari-hari

62

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Smt

9. Menampilkan Sikap Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

9.1

Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara XI / 1

9.2 9.3

10. Menganalisis Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional

10.1 Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana-sarana hubungan internasional bagi suatu negara 10.2 Menjelaskan tahap-tahap perjanjian internasional 10.3 Menganalisis fungsi Perwakilan Diplomatik 10.4 Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional 10.5 Menghargai kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia XI / 2

11. Menganalisis Sistem Hukum dan Peradilan Internasional

11.1. Mendeskripsikan istem hukum danperadilan internasional 11.2. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 11.3. Menghargai putusan Mahkamah Internasional XI / 2

12. Menampilkan Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

12.1. Menampilkan Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka 12.2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan 12.3. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka XII / 1

13. Mengevaluasi Berbagai Sistem Pemerintahan

13.1. Menganalisis sistem pemerintahan di berbagai negara 13.2. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan Negara Indonesia 13.3. Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain XI / 1

63

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Smt

14. Mengevaluasi Peranan Pers Dalam Masyarakat Demokrasi

14.1. Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peran serta perkembangan pers di Indonesia 14.2. Kebebasan pers dan dampaknya 14.3. Manfaat media massa dalam kehidupan sehari-hari. 14.4. Dampak dari penyalahgunaan kebebasan pers/media massa XII / 2

15. Mengevaluasi Dampak Globalisasi

15.1. Mendeskripsikan proses, aspek, dan dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 15.2. Mengevaluasi pengaruh globalisasi terhadap kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia 15.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh dan implikasi globalisasi terhadap Bangsa dan Negara Indonesia 15.4. Mempresentasikan tulisan tentang pengaruh globalisasi terhadap Bangsa dan Negara Indonesia

XII / 2

64

5. BAHASA INDONESIA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Berkomunikasi dengan
bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

1.1

Menyimak untuk memahami lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak Membaca cepat untuk memahami informasi tertulis dalam konteks bermasyarakat Melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat Mengucapkan kalimat dengan jelas, lancar, bernalar, dan wajar Menulis dengan memanfaatkan kategori/kelas kata Membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat dengan memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk teks Memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat Menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun Menggunakan kalimat tanya secara tertulis sesuai dengan situasi komunikasi Membuat parafrasa dari teks tertulis Menyimak untuk menyimpulkan informasi yang tidak bersifat perintah dalam konteks bekerja Memahami perintah kerja tertulis Menggunakan secara lisan kalimat tanya/pernyataan dalam konteks bekerja Membuat parafrasa lisan dalam konteks bekerja Menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi Menulis wacana yang bercorak naratif, deskriptif, ekspositoris, dan argumentatif X/2 X/1

1.2

1.3 1.4 1.5 1.6

2. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6

3. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia

3.1

3.2 3.3

3.4 3.5 3.6

XI/1

65

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

4. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia

4.1

Menyimak untuk memahami perintah yang diungkapkan atau yang tidak dalam konteks bekerja Membaca untuk memahami makna kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam konteks bekerja Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja Berdiskusi yang bermakna dalam konteks bekerja Bernegosiasi yang menghasilkan dalam konteks bekerja Menyampaikan laporan atau presentasi lisan dalam konteks bekerja Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja Menyimpulkan isi teks tertulis dalam konteks bekerja Menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat Menulis laporan ilmiah sederhana XI / 2

4.2

4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 5. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul 5.1

5.2 5.3 6. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul 6.1 6.2

XII / 1

XII / 2

66

6. PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

a.

b.

c. d.

Mempraktikkan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kebugaran jasmani dalam bentuk sederhana serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri Mempraktikkan tes kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri. Mempraktikkan perawatan tubuh agar tetap segar Mempraktikkan berbagai bentuk kebugaran jasmani sesuai dengan kebutuhan serta nilai kejujuran, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri Mempraktikkan tes kebugaran dan interpretasi hasil tes dalam menentukan derajat kebugaran serta nilai kejujuran, semangat, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri

X/1

e.

2. Mempraktikkan aktivitas pengembangan untuk meningkatkan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

3. Meningkatkan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

3.1 Mempraktikkan berbagai bentuk latihan kelincahan, power dan daya tahan untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 3.2 Mempraktikan tes untuk kelincahan, power dan daya tahan dalam kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin dan percaya diri. 3.1 Mempraktikkan latihan sirkuit untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri 3.2 Mempraktikkan peningkatan beban latihan sirkuit untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri 3.3 Mempraktikkan tes untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri

X/ 1

X/1

67

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

4. Mempraktikkan perancangan aktivitas pengembangan untuk peningkatan dan pemeliharaan kebugaran jasmani

4.1

Merancang program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri Melaksanakan program latihan fisik sesuai dengan prinsip-prinsip latihan yang benar serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri Mempraktikkan program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani Mempraktikkan membaca hasil tes bedasarkan tabel yang cocok Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**) Mempraktikkan keterampilan salah satu cabang olahraga bela diri serta nilai kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri**) Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman Mempraktikkan keterampilan olahraga bela diri serta nilai kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri**) X/1

4.2

5. Memelihara tingkat

5.1

kebugaran jasmani yang telah dicapai dan nilainilai yang terkandung di dalamnya
6. Mempraktikkan berbagai

X/1

5.2 6.1

keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

X/1

6.2

7. Mempraktikkan

7.1

keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya
7.2

X/2

7.3

68

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

8. Mempraktikkan berbagai

8.1

keterampilan permainan olahraga dengan teknik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya. 8.2

Mempraktikkan keterampilan teknik salah satu nomor atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras dan percaya diri **) Mempraktikkan keterampilan teknik penyerangan salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri**) Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bela diri secara berpasangan dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai lawan, kerja keras, percaya diri dan menerima kekalahan**) Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak lanjutan serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan dan estetika Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai disiplin, toleransi,kerja sama, keluesan dan estetika

X/2

8.3

9. Mempraktikkan aktivitas

9.1

ritmik menggunakan alat dengan koordinasi dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 9.2

X/2

10. Mempraktikkan

keterampilan senam ketangkasan dengan alat dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

10.1 Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan dengan menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman 10.2 Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan tanpa menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman X/2

69

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

11. Mempraktikkan

11.1 Mempraktikkan keterampilan

rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsep yang benar dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

gerakan kombinasi rangkaian senam lantai serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman
11.2 Mempraktikkan keterampilan

X/2

gerakan kombinasi rangkaian senam ketangkasan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, dan menghargai teman
12. Mengkombinasikan

rangkaian gerakan senam lantai dan senam ketangkasan dengan alat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

12.1 Mempraktikkan rangkaian gerakan senam lantai serta nilai percaya dirim, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya kepada teman 12.2 Mempraktikkan rangkaian gerakan senam ketangkasan dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, tanggungjawab, kerja sama, dan percaya kepada teman 13.1 Mempraktikkan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan 13.2 Mempraktikkan keterampilan dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang benar serta nilai disiplin, toleransi dan estetika 13.3 Mempraktikkan kombinasi keterampilan langkah kaki dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik berirama tanpa alat serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan dan estetika
13.4 Mempraktikkan rangkaian senam

X/2

13. Mempraktikkan aktivitas

ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

XI / 1

irama tanpa alat dengan koordinasi gerak serta nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika

70

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

14. Mempraktikkan aktivitas

ritmik menggunakan alat dengan koordinasi yang baik dan nilai yang terkandung di dalamnya

14.1 Mempraktikkan koombinasi gerak berirama menggunakan alat dengan koordinasi serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan 14.2 Merangkai aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan
15.1 Mempraktikkan keterampilan gerak berirama senam aerobik serta nilai kerjasama, kedisiplinan, percaya diri, keluwesan, dan estetika 15.2 Mempraktikkan keterampilan menyelaraskan antara gerak dan irama dengan iringan musik serta nilai kerjasama, disiplin, percaya diri, keluwesan, dan estetika
16.1. Mempraktikkan keterampilan dasar

XI / 1

15. Mempraktikkan satu

rangkaian gerak berirama berbentuk aktivitas aerobik secara beregu dengan diiringi musik dan nilai nilai yang yerkandung di dalamnya

XI / 1

16. Mempraktikkan salah

satu gaya renang dan loncat indah sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya*)

salah satu gaya renang serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras
16.2. Mempraktikkan keterampilan teknik

XI / 1

dasar loncat indah dari samping kolam dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras
17.1 Mempraktikkan kombinasi teknik

17. Mempraktikkan

keterampilan beberapa gaya renang dan pertolongan kecelakaan di air dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya*)

renang gaya dada, gaya bebas dan salah satu gaya lain serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab
17.2 Mempraktikkan keterampilan dasar

XI / 2

pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab

71

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

18. Mempraktikkan berbagai

18.1. Mempraktikkan keterampilan

keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**)
18.2. Mempraktikkan keterampilan salah

satu permainan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri**)
19. Menerapkan budaya 19.1 Menganalisis bahaya penggunaan

XI / 2

hidup sehat

narkoba
19.2 Memahami berbagai peraturan

perundangan tentang narkoba


19.3 Menganalisis dampak seks bebas 19.4 Memahami cara menghindari seks

bebas
19.5 Memahami bahaya HIV/AIDS 19.6 Memahami cara penularan HIV/AIDS 19.7 Memahami cara menghindari

XI / 2

penularan HIV/AIDS
19.8 Memahami cara pemanfaatan luang

untuk kesehatan
19.9 Menerapkan pola hidup sehat

20. Mempraktikkan berbagai

20.1 Mempraktikkan keterampilan teknik

keterampilan permainan olahraga dengan teknik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya.

bermain salah satu permainan olahraga bola besar secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri **)
20.2 Mempraktikkan

keterampilan teknik bermain salah satu permainan olahraga bola kecil secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, kerja keras dan percaya diri**)

XII / 1

72

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

21. Mempraktikkan berbagai

21.1 Mempraktikkan keterampilan

keterampilan dasar permainan olahraga dengan teknik dan taktik , dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

bermain salah satu permainan olahraga bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras dan percaya diri **)
21.2 Mempraktikkan keterampilan

bermain salah satu permainan olahraga bola kecil serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras, toleransi dan percaya diri**)
21.3 Mempraktikkan teknik salah atletik

XII / 1

dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri**)
21.4 Mempraktikkan keterampilan

teknik salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri.**)

22. Mempraktikkan

keterampilan permainan olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilainilai yang terkandung di dalamnya

22.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri**) 22.2 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toeleransi, kerja keras dan percaya diri**)
22.3 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan, kerja keras dan percaya diri**)

XII / 1

22.4 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan sebenarya serta nilai kerjasama, , kejujuran, menerima kekalahan kerja keras dan percaya diri**

73

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

23. Mempraktikkan

perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilainilai yang terkandung di dalamnya***)

23.1 Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok 23.2 Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan kegiatan penjelajahan di pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, keputusan dalam kelompok 23.3 Mempraktikkan keterampilan memilih makanan dan minuman yang sehat

XII / 1

24. Mempraktikkan pe

rencanaan dan ke terampilan pen jelajahan, dan penyelamatan di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***)
25. Mengevaluasi kegiatan

24.1 Mempraktikkan keterampilan merencanakan penjelajahan di perbukitan 24.2 Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan penjelajahan di perbukitan serta nilai disiplin, tanggungjawab dan keselamatan
XII / 2

25.1 Mengevaluasi kegiatan di sekitar

luar kelas/sekolah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***)

sekolah serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi
25.2 Mengevaluasi kegiatan di alam

bebas serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi
25.3 Mengevaluasi kegiatan kunjungan ke

XII / 2

tempat-tempat bersejarah serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi
25.4 Mengevaluasi kegiatan karya wisata

serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi
26. Mempraktikkan budaya 26.1 Mempraktikkan pola hidup sehat 26.2 Menampilan perilaku hidup sehat

hidup sehat

XII / 2

74

7. SENI DAN BUDAYA


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

Seni Musik 1. Mengapresiasi karya seni musik 2.1Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik 2.2Menunjukkan nilai-nilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik X/1

2. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni musik

2.1 Memainkan musik 2.2 Mendiskusikan persiapan pertunjukan musik yang diselenggarakan di sekolah 2.3 Mendiskusikan suatu pertunjukan musik

X/1

Seni Tari 1. Mengapresiasi karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari 1.2 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara 2. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 2.1 Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi dalam bentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok 2.2 Mendiskusikan tari kreasi yang berbentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok X/2

X/2

Seni Rupa 2. Mengapresiasi karya seni rupa 2.1 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan 2.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara 3. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni rupa 3.1 Mendiskusikan karya seni rupa terapan yang memanfaatkan berbagai teknik dan corak 3.2 Melaporkan pengamatan terhadap karya seni rupa terapan yang memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara XI / 1 XI / 1

75

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

Teater 1. Mengapresiasi karya seni teater 1.1 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur estetis pertunjukan teater 1.2 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater 2. Mengekspresikan diri berkaitan dengan seni teater 2.1 Merancang persiapan pergelaran teater 2.2 Menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater XI / 2

XI / 2

76

8. MATEMATIKA Standar Kompetensi 1. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil 1. 1 1. 2 1. 3 1. 4 2. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aproksimasi kesalahan 21.1 21.2 Kompetensi Dasar Menerapkan operasi pada bilangan riil Menerapkan operasi pada bilangan berpangkat Menerapkan operasi pada bilangan irasional Menerapkan konsep logaritma Menerapkan konsep kesalahan pengukuran Menerapkan konsep operasi hasil pengukuran X/1 Kelas/ Semester

X/1

3.

Memecahkan masalah berkaitan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat

3.1. Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan linier 3.2. Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan kuadrat 3.3. Menerapkan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat 3.4. Menyelesaikan sistem persamaan

X/1

4.

Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks

4. 1 Mendeskripsikan macam-macam matriks 4. 2 Menyelesaikan operasi matriks 4. 3 Menentukan determinan dan invers

X/2

5.

Menerapkan logika 5.1. Mendeskripsikan pernyataan dan matematika dalam bukan pernyataan (kalimat terbuka) pemecahan masalah yang berkaitan dengan 5.2. Mendeskripsikan ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi dan pernyataan majemuk ingkarannya dan pernyataan berkuantor 5.3. Mendeskripsikan invers, konvers dan kontraposisi 5.4. Menerapkan modus ponens, modus tollens dan prinsip silogisme dalam menarik kesimpulan

X/2

77

Standar Kompetensi 6. Menerapkan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 6. 1 Menentukan nilai perbandingan trigonometri suatu sudut. 6. 2 Mengkonversi koordinat kartesius dan koordinat kutub 6. 3 Menerapkan aturan sinus dan kosinus 6. 4 Menentukan luas suatu segitiga 6. 5 Menerapkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut 6. 6 Menyelesaikan persamaan trigonometri

Kelas/ Semester

X/2

7.

Menyelesaikan 7.1 masalah program linier 7.2 7.3 7.4

Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier Menentukan model matematika dari soal ceritera (kalimat verbal) Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linier Menerapkan garis selidik XI / 1

8.

Memcahkan masalah 8.1. Mendeskripsikan perbedaan konsep yang berkaitan dengan relasi dan fungsi fungsi, persamaan, 8.2. Menerapkan konsep fungsi linier fungsi liinier dan fungsi kuadrat 8.3. Menggambarkan fungsi kuadrat 8.4. Menerapkan konsep fungsi kuadrat 8.5. Menerapkan konsep fungsi eksponen 8.6. Menerapkan konsep fungsi logaritma 8.7. Menerapkan konsep fungsi trigonometri XI / 1

9.

Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah

9.1 9.2 9.3

Mengidentifikasi pola, barisan, dan deret bilangan Menerapkan konsep barisan dan deret aritmatika Menerapkan konsep barisan dan deret geometri XI / 1

10. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi dua

10.1 Mengidentifikasi sudut 10.2 Menentukan keliling bangun datar dan


luas daerah bangun datar XI / 1

10.3 Menerapkan transformasi bangun


datar

78

Standar Kompetensi 11. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

11.1 Mengidentifikasi bangun ruang dan


unsur-unsurnya

11.2 Menghitung luas permukaan 11.3 Menerapkan konsep volume bangun


ruang

XI / 1

11.4 Menentukan hubungan antarunsurunsur dalam bangun ruang 12. Memecahkan masalah dengan konsep teori peluang 13. Menerapkan konsep vektor dalam pemecahan masalah

12.1 Mendeskripsikan kaidah pencacahan,


permutasi, dan kombinasi XI / 2

12.2 Menghitung peluang suatu kejadian 13.1 Menerapkan konsep vektor pada
bidang datar

13.2 Menerapkan konsep vektor pada


bangun ruang 14.1 Mengidentifikasi pengertian statistik, statistika, populasi, dan sampel 14.2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram 14.3 Menentukan ukuran pemusatan data 14.4 Menentukan ukuran penyebaran data

XI / 2

14. Menerapkan aturan konsep statistik dalam pemecahan masalah

XI / 2

15. Menerapkan konsep irisan kerucut dalam memecahkan masalah

15.1 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan lingkaran 15.2 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan parabola 15.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan elips 15.4 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan hiperbola

XI / 2

79

Standar Kompetensi 16. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 16.1. Menjelaskan secara intuitif arti limit fungsi di suatu titik dan di tak hingga Menggunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri 16.2. Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi 16.3. Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan masalah 16.4. Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi dan penafsirannya

Kelas/ Semester

XII / 1

17. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

17.1. Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu 17.2. Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan fungsi trigonometri yang sederhana 17.3. Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dan volum benda putar

XII / 1

18. Kapita selekta matematika I 19. Kapita selekta matematika I dan II 20. Kapita selekta matematika I, II dan III

18.1 Kapita selekta matematika I

XII / 1

19.1 Kapita selekta matematika II

20.1 Kapita selekta matematika III

XII / 2

80

9. BAHASA INGGRIS
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Novice

1.1

1.2 1.3 1.4

Memahami ungkapan-ungkapan dasar pada interaksi sosial untuk kepentingan kehidupan Menyebutkan benda-benda, orang, ciri-ciri, waktu, hari, bulan, dan tahun Mendeskripsikan benda-benda, orang, ciriciri, waktu, hari, bulan, dan tahun Menghasilkan tuturan sederhana yang cukup untuk fungsi-fungsi dasar Menjelaskan secara sederhana kegiatan yang sedang terjadi Memahami memo dan menu sederhana, jadwal perjalanan kendaraan umum, dan rambu-rambu lalu lintas Memahami kata-kata dan istilah asing serta kalimat sederhana berdasarkan rumus Menuliskan undangan sederhana Memahami percakapan sederhana seharihari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat Merinci tugas pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya secara lisan dan tulisan Menceritakan pekerjaan di masa lalu dan rencana kerja yang akan datang Mengungkapkan berbagai macam maksud hati Memahami instruksi-instruksi sederhana Membuat pesan-pesan pendek, petunjuk dan daftar dengan pilihan kata, ejaan dan tata tulis yang berterima

X/1

1.5 1.6

X/2

1.7 1.8 2. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Elementary 2.1

2.2

XI / 1

2.3

2.4

2.5 2.6 2.7

XI / 2

81

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

3. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Intermediate

3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

Memahami monolog yang muncul pada situasi kerja tertentu Memahami percakapan terbatas dengan penutur asli Menyajikan laporan Memahami manual penggunaan peralatan Memahami surat-surat bisnis sederhana Memahami dokumen-dokumen teknis Menulis surat bisnis dan laporan sederhan XII / 1

3.8 Kapita selekta Bahasa Inggris 1, 2 dan 3

XII / 2

10. FISIKA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Mengukur besaran dan menerapkan satuannya

1.1 1.2

Menguasai konsep besaran dan satuannya Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis X/1

2. Menerapkan hukum gerak dan gaya

2. 1 2. 2 2. 3 2. 4 2. 5

Menguasai konsep gerak dan gaya Menguasai hukum Newton Menghitung gerak lurus Menghitung gerak melingkar Menghitung gaya gesek X/1

3. Menerapkan gerak translasi, rotasi, dan keseimbangan benda tegar

3.1 3.2 3.3 3.4

Menguasai konsep gerak translasi dan rotasi Menguasai konsep keseimbangan benda tegar Menghitung gerak translasi dan rotasi Menghitung keseimbangan benda tegar X/1

82

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

4. Menerapkan konsep usaha/ daya dan energi

4.1 4.2 4.3

Menguasai konsep usaha/daya dan energi Menguasai hukum kekekalan energi Menghitung usaha/daya dan energi X/2

5. Menerapkan konsep impuls dan momentum

5. 1 Mengenali jenis tumbukan 5. 2 Menguasai konsep impuls dan hukum kekekalan momentum 5. 3 Menerapkan hubungan impuls dan momentum dalam perhitungan

X/2

6. Menginterpretasikan sifat mekanik bahan

6.1 6.2 6.3

Menguasai konsep elastisitas bahan Menguasai hukum Hooke Menentukan kekuatan bahan X/2

7. Menerapkan konsep suhu 7.1 dan kalor 7.2 7.3 7.4

Menguasai konsep suhu dan kalor Menguasai pengaruh kalor terhadap zat Mengukur suhu dan kalor Menghitung kalor XI / 1

8. Menerapkan konsep fluida

8.1 8.2 8.3 8.4

Menguasai hukum fluida statis Menguasai hukum fluida dinamis Menghitung fluida statis Menghitung fluida dinamis XI / 1

9. Menerapkan hukum Termodinamika

9.1 9.2

Menguasai hukum Termodinamika Menggunakan hukum Termodinamika dalam perhitungan XI / 1

10. Menerapkan getaran, gelombang, dan bunyi

10.1 Menguasai hukum getaran, gelombang, dan bunyi 10.2 Membedakan getaran, gelombang, dan bunyi 10.3 Menghitung getaran, gelombang, dan bunyi XI / 2

83

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

11. Menerapkan konsep magnet dan elektromagnet

11.1 Menguasai konsep kemagnetan 11.2 Menguasai hukum magnet dan elektromagnet 11.3 Menggunakan magnet 11.4 Menggunakan electromagnet XI / 2

12. Menerapkan konsep optik

12.1

Membedakan konsep cermin dan lensa XI / 2

12.2 Menggunakan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya 12.3 Menggunakan cermin dan lensa

13. Menginterpretasikan listrik statis dan dinamis

13.1 Membedakan konsep listrik statis dan dinamis 13.2 Menjelaskan penerapan listrik statis dan dinamis XII / 1

14. Menerapkan konsep listrik arus searah

14.1 Menguasai hukum kelistrikan arus searah 14.2 Menguasai hubungan antara tegangan, hambatan, dan arus 14.3 Menghitung daya dan energi listrik arus searah

XII / 1

15. Menerapkan konsep listrik arus bolak-balik

15.1 Menguasai hukum kelistrikan arus bolakbalik 15.2 Menguasai hubungan antara tegangan, impedensi, dan arus 15.3 Menghitung daya dan energi listrik arus bolak-balik XII / 2

16. Kapita selekta fisika I 17. Kapita selekta fisika I 18. Kapita selekta fisika I

16.1. Kapita selekta fisika I 17.1 Kapita selekta fisika II 18.1 Kapita selekta fisika III XII / 2

84

11. KIMIA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Memahami konsep materi dan perubahannya

1.1 1.2 1.3

Mengelompokkan sifat materi Mengelompokkan perubahan materi Mengklasifikasi materi X/1

2. Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi

2.1 2.2 2.3 3.1 3.2 4.1 4.2

Memahami lambang unsur Memahami rumus kimia Menyetarakan persamaan reaksi Mendeskripsikan perkembangan teori atom Menginterpretasikan data dalam tabel sistem periodik Menjelaskan konsep mol Menerapkan hukum Gay Lussac dan hukum Avogadro Mendeskripsikan terjadinya ikatan ion Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen Menjelaskan ikatan logam Menuliskan nama senyawa kimia X / II X/1

3. Mengidentifikasi struktur atom dan sifat-sifat periodik pada tabel periodik unsur 4. Memahami konsep mol

X/1

5. Memahami terjadinya ikatan kimia

5.1 5.2 5.3 5.4

X / II

6. Memahami perkembangan konsep reaksi kimia

6. 1 6. 2

Mendeskripsikan pengertian umum reaksi kimia Membedakan konsep oksidasi, reduksi dan reaksi lainnya Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan Menerapkan konsep reaksi redoks dalam elektrokimia Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan XI / 1 X / II

7. Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

7.1 7.2 7.3 7.4

85

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

8. Menentukan perubahan entalpi berdasarkan konsep termokimia

8.1

Menjelaskan entalpi dan perubahan entalpi XI / 1

8.2 Menentukan perubahan entalpi reaksi 8.3. Menentukan kalor pembakaran berbagai
bahan baker

9. Mengkomunikasikan senyawa hidrokarbon dan kegunaannya

9.1 9.2 9.3

Mendeskripsikan kekhasan atom karbon yang membentuk senyawa hidrokarbon Menggolongkan senyawa hidrokarbon dan turunannya Mendeskripsikan kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan manusia XI / 2

10. Memahami konsep kesetimbangan reaksi

10.1 Menguasai reaksi kesetimbangan 10.2 Menguasai faktor-faktor yang


mempengaruhi pergeseran kesetimbangan XII / 1

10.3 Menentukan hubungan kuantitatif antara


pereaksi dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 11. Mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi 12. Menjelaskan sistem klasifikasi dan kegunaan polimer 13. Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati.

11.1 Menentukan laju reaksi dan orde reaksi 11.2 Menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi

XI / 2

12.1 Reaksi senyawa organik 12.2 Benzena dan turunannya 12.3 Mengklasifikasi polimer 13.1 Mengidentifikasi koloid, suspensi, dan
larutan sejati

XI / 2

13.2 Membedakan macam dan sifat koloid 13.3 Menerapkan sistem koloid dalam
kehidupan

XII / 1

14. Melakukan pemisahan dan analisis

14.1 Memisahkan zat dari campuran 14.2 Menentukan kadar suatu unsur/senyawa
senyawa gravimetri, volumetri, dan teknik lainnya.

XII / 1

15. Kapita selekta kimia I 16. Kapita selekta kimia II 17. Kapita selekta kimia III

15.1. 15.2. 15.3.

Kapita selekta kimia I Kapita selekta kimia II Kapita selekta kimia III XII / 2

86

12. ILMU PENGETAHUAN ALAM


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan

1.1

Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik Mengidentifikasi jenis limbah Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah Mengidentifikasi komponen ekosistem Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan Mendeskripsikan Amdal

X/1

1.2

X/2

2. Memahami polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan

2.1 2.2 2.3

XI / 1

2.4 3. Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal 3.1 3.2 3.3

XI / 2

XII / 1

4. Menerapkan IPA dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan tempat tinggal dan kerja

4.1

Mengaplikasikan Materi IPA yang disekolah dengan penemuan-penemuan sederhana

XII / 2

87

13. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas/ Semester

1. Memahami kehidupan
sosial manusia

1.1 1.2 1.3

Mengidentifikasi interaksi sebagai proses sosial Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia, dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia Mengidentifikasi kebutuhan manusia ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas X/1

2. Memahami proses
kebangkitan nasional

2.1

2.2

X/1

3. Memahami permasalahan
ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi

3.1

3.2 Mendeskripsikan berbagai sumber


X/2

3.3 Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi,


yaitu tentang apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi

4. Memahami konsep
ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen termasuk permintaan, penawaran, keseimbangan harga, dan pasar

4.1 4.2 4.3 4.4

Mendeskripsikan berbagai kegiatan ekonomi dan pelaku-pelakunya Membedakan prinsip ekonomi dan motif ekonomi Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya Mendeskripsikan pengertian keseimbangan dan harga Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar, barang dan jasa

X/2

4.5

4.6 4.7

88

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kelas/ Semester

5. Memahami struktur sosial


serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial

5.1 5.2

Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Mendeskripsikan perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural XI / 1

6. Mendeskripsikan
kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

6.1 6.2

XI / 1

6.3

7. Memahami kesamaan dan


keberagaman budaya

7. 1 Mengidentifikasi berbagai budaya lokal,


pengaruh budaya asing, dan hubungan antarbudaya

7. 2 Mendeskripsikan potensi keberagaman


budaya yang ada di masyarakat setempat dalam kaitannya dengan budaya nasional XI / 2

7. 3 Mengidentifikasi berbagai alternatif


penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman budaya

7. 4 Menunjukkan sikap toleransi dan empati


sosial terhadap keberagaman budaya

89

14. KETRAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI

Standar Kompetensi 1. Pengenalan hardware pada PC

Kompetensi Dasar 1.1 Memahami sejarah perkembangan komputer 1.2 Mengenal Perangkat hardware dan software komputer 1.3 Melakukan perakitan komputer 2.1 Mengoperasikan operasi berbasis teks 2.2 Mengoperasikan operasi berbasis Graphic User Interface (GUI) 3.1 Menginstal sistem operasi dan software 3.2 Mengoperasikan software pengolah kata 3.3 Mengoperasikan software spreadsheet 3.4 Mengoperasikan software presentasi 3.5 Mengoperasikan software aplikasi basis data

Kelas/ Semester

X/1

2. Mengoperasikan PC stand alone 3. Mengoperasikan sistem operasi software

X/1

X/1

X/2

4. Mengolah data aplikasi

4.1 Melakukan entry data aplikasi dengan keyboard 4.2 Melakukan update data dengan utilitas aplikasi 4.3 Melakukan delete data dengan utilitas aplikasi 4.4 Melakukan entry data dengan image scanner 4.5 Melakukan entry data dengan OCR (Optical Character Recognition) 5.1 Menginstal software jaringan 5.2 Mengoperasikan jaringan PC dengan sistem operasi 6.1 Mengoperasikan web-browser 6.2 Mengoperasikan software email client 7.1 Pengenalan software program AutoCAD 7.2 Mengenal perintah menu dan icon yang berasosiasi dengannya. 7.3 Mengelola file dan folder 8.1 Membuka software AutoCAD, menggambar dasar untuk menggambar teknik.

XI / 1

5. Mengoperasikan PC dalam jaringan 6. Mengoperasikan web-design 7. Pengenalan AutoCAD

XI / 2

XI / 2

XII / 1

8. Menggambar dasar dengan program AutoCAD

XII / 1

90

Standar Kompetensi 9. Menggambar sederhana dengan program AutoCAD

Kompetensi Dasar 9.1 Membuka software AutoCAD, menggambar sederhana untuk menggambar teknik 9.2 Melengkapi gambar dengan arsir, memberi teks dan dimensi/ukuran 10.1 Membuka software AutoCAD, menggambar lanjut dengan software AutoCAD untuk menggambar teknik. 10.2 Memanfaatkan block, wblock, dan memodifikasi object dengan properties. 11.1 Membuka software AutoCAD, membuat kop gambar/etiket gambar untuk mencetak gambar kerja teknik. 12.1 Memahami gambar isometrik 12.2 Menggambar isometrik untuk gambar kerja teknik dengan snap isometrik. 13.1 Menggambar profesional benda kerja teknik secara lengkap sampai pada print out, dengan program AutoCAD.

Kelas/ Semester

XII / 1

10. Menggambar lanjutan dengan program AutoCAD

XII / 2

11. Mengatur gambar dan mencetak gambar

XII / 2

12. Menggambar isometrik

XII / 2

13. Menggambar profesional dengan program AutoCAD

XII / 2

91

15. KEWIRAUSAHAAN Standar Kompetensi 1. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausahawan Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif Merumuskan solusi masalah Mengembangkan semangat wirausaha Membangun komitmen bagi dirinya dan bagi orang lain Mengambil resiko usaha Membuat keputusan X/2 X/1 Kelas/ Semester

2. Menerapkan jiwa kepemimpinan

2. 2 2. 3 2. 4 2. 5

Menunjukkan sikap pantang menyerah dan ulet Mengelola konflik Membangun visi dan misi usaha XI / 1

3. Merencanakan usaha kecil/mikro

3. 1 3. 2 3. 3

Menganalisis peluang usaha Menganalisis aspek-aspek pengelolaan usaha Menyusun proposal usaha XI / 2

4. Mengelola usaha kecil/mikro

4. 1 4. 2 4. 3 4. 4

Mempersiapkan pendirian usaha Menghitung resiko menjalankan usaha Menjalankan usaha kecil Mengevaluasi hasil usaha XII / 1 XII / 2

92

16. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

Standar Kompetensi
1. Menganalisis

Kompetensi dasar 1.1 Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik 1.2 Menganalisis rangkaian listrik arus searah 1.3 Menganalisis rangkaian listrik arus bolakbalik 1.4 Menganalisis rangkaian kemagnetan.

Kelas/ Smt

rangkaian listrik

X/1

2. Menggunakan hasil

pengukuran

2.1 Mendeskripsikan konsep pengukuran besaranbesaran listrik 2.2 Melakukan pengukuran besaran listrik 2.3 Menganalisis hasil pengukuran besaran besaran listrik. X/1

3. Menafsirkan gambar

teknik listrik

3.1 Menerapkan standarisasi dan normalisasi gambar teknik ketenagalistrikan 3.2 Menafsirkan gambar instalasi ketenagalistrikan industri 3.3 Menafsirkan gambar berbasis rele dan komputer. X/1

4. Melakukan pekerjaan

mekanik dasar

4.1 Mendeskripsikan cara penggunaan peralatan tangan 4.2 Mendeskripsikan cara penggunaan peralatan mesin 4.3 Menggunakan peralatan tangan dan mesin untuk menyelesaikan pekerjaan mekanik listrik. X/2

5. Menerapkan

keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

5.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 5.2 Melaksanakan prosedur K3.

X/2

93

17. KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

Standar Kompetensi 1. Memahami dasardasar elektronika 1.1 1.2 1.3 1.4 2. Memahami pengukuran komponen elektronika 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 3. Merawat peralatan rumah tangga listrik 3.1 3.2

Kompetensi dasar Memahami konsep dasar elektronika Memahami simbol komponen elektronika Memahami sifat-sifat komponen elektronika pasif Menggambar karakteristik komponen elektronika. Memahamiperalatan ukur komponen elektronika Melakukan pengukuran komponen R Melakukan pengukuran komponen C Melakukan pengukuran komponen L Memahami hasil pengukuran. Memahami jenis peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas Memahami prosedur perawatan peralatan rumah tangga listrik menggunakan alat pemanas Memahami jenis peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan motor Memahami prosedur perawatan peralatan rumah tangga listrik menggunakan motor listrik Merawat peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor Memahami data sheet komponen peralatan rumah tangga yang menggunakan alat pemanas dan motor. Memahami cara perbaikan peralatan rumah tangga listrik Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor Memeriksa hasil perbaikan menggunakan alat ukur multimeter Melakukan uji fungsi hasil perbaikan.

Kelas/ Smt

X/1

X/2

3.3 3.4

XII / 1

3.5 3.6

4. Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik

4.1 4.2 4.3 4.4

XII / 2

94

Standar Kompetensi 5. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 6. Memasang instalasi Tenaga Listrik Bangunan Sederhana 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 7. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan bertingkat 7.1 7.2 7.3 7.4 7.5 8. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan bertingkat 8.1 8.2 8.3 8.4

Kompetensi dasar Memahami instalasi penerangan 1 fase Menggambar rencana instalasi penerangan Memasang instalasi penerangan di luar permukaan Memasang instalasi penerangan di dalam permukaan Memasang lampu penerangan, termasuk instalasi di dalam armatur lampu. Memahami pemasangan instalasi tenaga listrik 1 fase Menggambar rencana instalasi tenaga Memasang instalasi tenaga di luar permukaan Memasang instalasi tenaga di dalam permukaan Memasang kotak-kontak 1 fase. Memahami instalasi penerangan 3 fase Menggambar rencana instalasi penerangan Memasang panel hubung bagi instalasi penerangan Memasang instalasi kabel dan pemipaan Memasang beban listrik penerangan 1 fase dalam sistem 3 fase. Memahami pemasangan instalasi tenaga listrik 3 fase Merencanakan panel hubung bagi 3 fase instalasi tenaga Memasang panel hubung bagi 3 fase instalasi tenaga Memasang kotak-kontak 3 fase.

Kelas/ Smt

XII / 1

XII / 1

XII / 2

XII / 2

95

Standar Kompetensi 9. Memperbaiki motor listrik 9.1 9.2 9.3 9.4 9.5 10. Mengoperasikan sistem pengendali elektronik

Kompetensi dasar Memahami cara perbaikan motor listrik Membongkar kumparan motor Melilit kumparan motor Memeriksa hasil lilitan kembali Melakukan uji fungsi motor hasil lilitan ulang.

Kelas/ Smt

XI / 1

10.1 Memahami prinsip pengoperasian sistem pengendali elektronik 10.2 Merencanakan rangkaian kendali elektronik sederhana 10.3 Membuat rangkaian kendali elektronik sederhana 10.4 Mengoperasikan sistem kendali elektronik 10.5 Memahami data operasi sistem kendali elektronik 10.6 Melakukan tindakan pengamanan pada sistem kendali elektronik yang mengalami gangguan.

XI / 1

11. Mengoperasikan 11.1 Memahami prinsip kerja pengoperasian peralatan pengendali peralatan pengendali daya tegangan rendah daya tegangan rendah 11.2 Menerapkan prosedur pengoperasian sistem kelistrikan 11.3 Mengoperasikan peralatan pengendali daya tegangan rendah 11.4 Memahami data operasi peralatan pengendali daya tegangan rendah 11.5 Melakukan tindakan pengamanan pada operasi peralatan pengendali daya tegangan rendah yang mengalami gangguan.

XI / 2

96

Standar Kompetensi 12. Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik

Kompetensi dasar 12.1 Memahami prinsip kerja pengoperasian sistem kendali elektromagnetik 12.2 Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik 12.3 Memahami data operasi sistem kendali elektromagnetik 12.4 Mengoperasikan mesin produksi dengan pengendali elektromagnetik 12.5 Melakukan tindakan pengamanan pada operasi sistem kendali elektromagnetik yang mengalami gangguan.

Kelas/ Smt

XI / 2

13. Memasang sistem pentanahan instalasi listrik

13.1 Mengemukakan jenis-jenis orde pentanahan 13.2 Mengemukakan prosedur pemasangan sistem pentanahan instalasi 13.3 Mengukur tahanan pentanahan. 13.4 Memahami hasil pengukuran tahanan pentanahan 13.5 Memasang orde pentanahan. XI / 1

14. Merawat panel listrik dan switchgear

14.1 Memahami perbaikan panel listrik dan switchgear 14.2 Memahami jenis-jenis panel listrik dan switchgear 14.3 Melakukan perawatan ringan panel kontrol 14.4 Melakukan perawatan ringan panel tenaga 14.5 Melakukan perawatan ringan switchgear. XI / 2

97

18. MUATAN LOKAL TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

Standar Kompetensi 1. Merakit personal


komputer

Kompetensi dasar 1.1. Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi 1.2. Melakukan instalasi komponen PC

Kelas/ Smt X/1

1.3. Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen system operasi) 1.4. Menyambung peripheral menggunakan software 1.5. Memeriksa hasil perakitan PC

X/2

2. Melakukan perbaikan 2.1. Mengidentifi-kasi masalah melalui gejala yang muncul dan / atau seting ulang sistem PC 2.2. Menjelaskan langkah perbaikan periferal yang
bermasalah 2.3. Memperbaiki periferal 2.4. Memeriksa hasil perbaikan

XI / 1

2.5. Memperbaiki PC 3. Melakukan perawatan dan up-grade PC 3.1. Menjelaskan langkah perawatan PC 3.2. Melakukan perawatan PC
3.3. Memeriksa hasil perawatan

XI / 2

XII / 1

3.4. Melakukan up-grade PC

XII / 2

98

D. UNIT WAKTU SILABUS 1. Silabus mata pelajaran a. Disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. b. Penyusunan silabus dilaksanakan bersama-sama oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama pada tingkat satuan pendidikan untuk satu sekolah atau kelompok sekolah, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing sekolah. 2. Implementasi pembelajaran per semester a. Penggalan silabus kelompok program normatif dan adaptif sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. b. Penggalan silabus kelompok program produktif ditetapkan berdasarkan satuan kompetensi sesuai dengan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning).

E. PENGEMBANG SILABUS 1. Team Pengembang Silabus : Personil yang terlibat dalam pengembangan silabus di SMK PGRI 20 Jakarta terdiri dari unsur guru yang terkoordinir dalam kelompok kerja guru ( POKJA )

tiap mata pelajaran, unsur ketua kompetensi keahlian, unsur wakil kepala sekolah dan Kepala Sekolah, serta unsur Dinas Pendidikan yang dalam hal ini di wakili oleh Pengawas Sekolah 2. Landasan Pengembangan Silabus: a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 ayat (2) b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 3. Prinsip-prinsip pengembangan silabus: a. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 99

b. Relevan Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. c. Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. d. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian. e. Memadai Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. f. Aktual dan kontekstual Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. g. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. h. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor).

100

4. Tahapan Pengembangan Silabus Langkah-langkah pengembangan silabus disajikan pada diagram alir berikut. Diagram Alir Penyusunan Silabus Mata Pelajaran Pengkajian
Standar Kompetensi Lulusan (SKL dan SKK) SMK

Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata Pelajaran

Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Penyusunan
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Indikator

Analisis Kedalaman dan Keluasan Materi

Materi Pembelajaran

Penilaian

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

101

Komponen-komponen pengembangan silabus mencakup unsur-unsur di bawah ini (sistem penomoran yang ada bukan merupakan urutan sedangkan urutan pengembangan silabus disajikan pada diagram alir di atas). a. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Kompetensi Lulusan/SKL (Permendiknas No. 23 Tahun 2006), dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak selalu harus sesuai dengan urutan yang ada dalam dokumen SKL; 2) Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; 3) Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. b. Merumuskan indikator Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang diwujudkan dalam bentuk perubahan perilaku yang dapat diukur dan diamati, mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dapat juga diartikan sebagai tingkat kinerja yang akan didemonstrasikan untuk setiap kompetensi dasar atau sejauh mana setiap uraian dalam kompetensi dasar dapat tercapai dan terukur. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Perumusan indikator harus memperhatikan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai, sehingga rumusan indikator tidak lebih tinggi dari KD (berdasarkan prinsip taksonomi Bloom). c. Penentuan jenis penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian 102

hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. 1) 2) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 3) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik. 4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, pembelajaran remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan pembelajaran pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. 5) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. d. Mengidentifikasi materi pembelajaran Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

103

1) 2)

Potensi peserta didik; Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik ;

3) 4) 5) 6)

Kebermanfaatan bagi peserta didik; Struktur keilmuan; Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran; Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, khususnya dunia kerja;

7)

Alokasi waktu. penyusunan materi pembelajaran memperhatikan

Untuk program produktif

indikator (kriteria kinerja) dan lingkup variable/kondisi kinerja yang tertuang dalam SKK Kompetensi Keahlian bersangkutan. e. Mengembangkan kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat

terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Atau dengan kata lain, pada kegiatan

pembelajaran akan tergambar bahwa peserta didik tidak hanya akan memperoleh pengalaman belajar tentang substansi yang dipelajari tetapi juga tentang kompetensi generik/kompetensi kunci/soft skill. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. 1) Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. 2) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. 104

3)

Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik sebagai subjek/student center, sehingga guru lebih berperan sebagai fasilitator.

4)

Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.

5)

Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

6)

Praktik Kerja Industri Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kegiatan pembelajaran mata pelajaran kelompok program produktif. Kegiatan Prakerin dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a) Prakerin bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta didik dalam pembentukan kompetensi secara utuh dan lebih bermakna, terutama pembentukan sikap (etos) kerja sesuai dengan tuntutan kebutuhan di lapangan kerja. b) Waktu pelaksanaan Prakerin dialokasikan dari waktu yang tersedia pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan, dengan ketentuan empat jam praktik di industri setara dengan satu jam tatap muka yang terstruktur dalam kurikulum. c) Kegiatan Prakerin sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran, juga dimanfaatkan sebagai bagian dari penilaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik. d) Ketersediaan sarana dan prasarana/sumber daya yang dimiliki sekolah untuk mendukung proses pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. e) Prakerin dapat dilaksanakan secara bertahap untuk setiap standar kompetensi dan atau di blok dalam satuan waktu tertentu, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing Kompetensi Keahlian dan kondisi tempat Prakerin.

105

7) Menentukan alokasi waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. 8) Menentukan sumber belajar Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau alat/bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. F. SISTEMATIKA PENYUSUNAN SILABUS Silabus untuk setiap mata pelajaran, baik kelompok normatif, adaptif dan produktif maupun muatan local disusun dengan sistematika sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi pokok pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Alokasi Waktu Sumber Belajar

G. PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN, Dalam implementasinya, silabus dijabarkan menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan data evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran. 106

BAB. VI PENUTUP
Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Pelajaran 2009/2010 ini, yang merupakan hasil pengembangan KTSP Tahun Pelajaran 2008/2009 maka SMK PGRI 20 Jakarta telah memiliki acuan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada tahun 2009/2010 dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan belajar mengajar di SMK PGRI 20 Jakarta menjadi Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta sesuai dengan kebutuhan dan keadaan daerah. Selanjutnya diharapkan semua komponen sekolah maupun stake holder selalu berupaya secara terus menerus untuk mengembangkan KTSP ini sehingga out put dari SMK PGRI 20 Jakarta dapat bersaing di dunia usaha dan dunia industri Nasional maupun Internasional.

Kami menyadari bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Pelajaran 2009/2010 ini, harus selalu di sempurnakan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan yang ada. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan masukan dan saran dari berbagai pihak demi tercapainya kualitas pendidikan yang diharapkan dan lebih baik lagi.

Selanjutnya kegiatan pengembangan kurikulum KTSP ini diharapkan dapat berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan, sehingga KTSP yang ada di SMK PGRI 20 Jakarta selalu menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kemajuan teknologi.

107

LAMPIRAN :

Lampiran 1: Silabus ( Normatif, adaptif, produktif, mulok )

Lampiran 2 : Beberapa RPP (Normatif, adaptif, produktif, mulok )

108