Anda di halaman 1dari 27

Fiqh Muamalah

Sistem Peradilan Dan Hukum Positif LKS


Oleh: Didin Hafidhuddin

Disampaikan pada Pelatihan Pengenalan Perbankan Syari'ah Dan Lembaga Keuangan Syari'ah (LKS) Terkait Operasional Bank Syari'ah Bagi Notaris, Pasca Sarjana UIKA Bogor, Hotel Pangrango 2 Jl. Raya Pajajaran, Bogor, Senin-Selasa 21-22 Jumadil Akhir 1427 H/17-18 Juli 2006.

Pandangan Islam Terhadap Bisnis Syariah


Bisnis atau usaha adalah bagian dari muamalah; Muamalah adalah bagian dari syariah; Syariah terkait erat dengan aqidah dan akhlaq. Jadi, bisnis yang diperintahkan adalah bisnis yang sejalan dengan syari'ah, berlandaskan aqidah, dan memiliki muatan-muatan akhlaq.
2

Alasan Bisnis Harus Sesuai Syariah


Karena bisnis memiliki dimensi VERTIKAL (bagian dari ibadah kepada Allah SWT) dan berdimensi HORIZONTAL (memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, masyarakat, dan memakmurkan kehidupan). Perhatikan firman-Nya dalam QS. An-Nur: 37 dan QS. AlJumu'ah: 10
3

Firman Allah SWT


: . .{37 : }
"Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." (QS. AnNur: 37). 4

Firman Allah SWT (2)


: . .{10 : }
"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah: 10).
5

Sabda Rasulullah Saw.


: s . } .{
Rasulullah Saw. bersabda: Pedagang yang terpercaya dan jujur (kelak di syurga) akan bersama dengan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. (HR. Turmudzi).
6

Bisnis Merupakan Bagian Dari Ibadah


Karena bisnis merupakan bagian dari ibadah, maka: Harus dilakukan dengan penuh kesungguhan (mujahadah), Teliti dan tekun (ihsan dan itqan), Direncanakan dengan matang (tidak asal-asalan) dan berusaha dilakukan dalam bangunan kerjasama yang kokoh. Bisnis yang semacam inilah yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan duniawi dan ukhrawi (al-falah).
7

Firman Allah SWT


: ... .{2 : ... }
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran..." (QS. Al-Maidah: 2).

Sabda Rasul Saw. & Ucapan Ali r.a.


: s .{ . }
"Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai perbuatan kamu sekalian yang dikerjakan secara itqan (tuntas dan profesional)." (HR. Thabrani).
"Sayyidina Ali r.a. berkata: "(Bahwasanya) kebenaran yang tidak diatur dengan rapi (profesional) pasti akan dikalahkan oleh kebatilan yang diatur dengan rapi (profesional)."

.{ . }

Fiqh Muamalah
Dalam bidang ibadah mahdlah, ada kaidah yang menyatakan perhatikan apa yang diperintahkan, di luar itu tidak boleh ditinggalkan. Sedangkan dalam bidang mu'amalah berlaku kaidah, yang berbunyi:

.
Hukum pokok dari muamalah adalah BOLEH, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

e.g. Contoh Apapun kegiatan ekonomi boleh dilakukan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.
10

Prinsip Dalam Muamalah


Pertama, Tidak boleh jual-beli benda yang diharamkan (minuman keras, obat-obat terlarang, daging babi, dsb). Perhatikan firmanNya dalam QS. AlMaidah ayat 90-91.
11

Firman Allah SWT


: )09( .{91-90 : )19(. }
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (90) Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (91)." (QS. Al-Maidah: 90-91).
12

Sabda Rasulullah Saw.


: s .... } .{
Rasulullah Saw. bersabda: Allah dan Rasul-Nya melarang jual-beli KHAMR, bangkai, daging babi dan berhala/patung yang disembah .... (HR. Bukhari dan Muslim).
13

Prinsip Dalam Muamalah


Kedua, Tidak boleh menipu, seperti mempermainkan takaran/timbangan dan kwalitas.
Rasulullah Saw. bersabda: Barangsiapa yang suka menipu, maka bukan termasuk umatku.
14

: s .

Firman Allah SWT


: )1( )2( )3( )4( )5( .{6-1 : )6(. }
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1) (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi (2) dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (3) Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan (4) pada suatu hari yang besar (5) (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam (6). (QS. Al-Muthaffifin : 1-6).
15

Prinsip Dalam Muamalah


Ketiga, Tidak boleh melakukan suap/sogok/risywah.
: . .{188 : }
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 188).
16

Sabda Rasulullah Saw.


: s .{ . }
Rasulullah Saw. bersabda: Allah melaknat orang yang menyuap, yang menerimanya dan yang menjadi perantaranya. (HR. Ahmad). Korupsi perbuatan fasad Perbuatan FASAD (yang merusak tatanan kehidupan).
17

Prinsip Dalam Muamalah


Keempat, Tidak boleh melakukan kegiatan riba. BUNGA termasuk RIBA. : . .{39 : }
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (QS. Ar-Rum: 39).
18

Firman Allah SWT (2)


: . .{161 : }
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (QS. An-Nisa: 161).
19

Firman Allah SWT (3)


: )031( .{131-130 : )131(. }

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (130) Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (131). (QS. Ali Imran: 130-131).
20

Firman Allah SWT (4)


: )872( .{279-278 : )972{. }
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman (278) Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (279). (QS. Al-Baqarah: 278-279).
21

Lembaga Yang Menyatakan BUNGA = RIBA


1) MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYYAH 2) 3) 4) 5) 6)

(Sidoarjo, 1968). LAJNAH BAHSUL MASAIL - NU (Bandar Lampung, 1982). Sidang Organisasi Konferensi Islam (Pakistan, 1970). Mufti Negara Mesir ( 1989). Konsul Kajian Islam Dunia (Cairo, 1965). Komisi Fatwa MUI (Desember, 2003).
22

Penyelesaian Sengketa Dalam Muamalah Penyelesaian sengketa dalam mu'amalah dilakukan melalui musyawarah; jika tidak berhasil, maka melalui Badan Arbitrase Syari'ah Nasional (BASYARNAS), dan jika tidak berhasil melalui mekanisme Pengadilan Agama. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.3 tahun 2006.
23

Fungsi dan Peran DPS, DSN, dan BI


1) Dewan Pengawas Syariah (DPS): Mengawasi jalannya operasional bank sehari-hari agar selalu sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari'ah Membuat pernyataan secara berkala (biasanya tiap tahun) bahwa bank yang diawasinya telah berjalan sesuai dengan ketentuan syari'ah. Meneliti dan membuat rekomendasi produk baru dari bank yang diawasinya.
24

Fungsi dan Peran DPS, DSN, dan BI


2) Dewan Syariah Nasional (DSN): Mengawasi jalannya operasional bank sehari-hari agar selalu sesuai dengan ketentuan syari'ah Islam; Meneliti dan memberi fatwa bagi produk-produk yang dikembangkan oleh lembaga keuangan syari'ah; Memberikan rekomendasi para ulama yang akan ditugaskan sebagai Dewan Pengawas Syari'ah pada suatu lembaga keuangan syari'ah; Memberikan teguran kepada lembaga keuangan syari'ah jika lembaga yang bersangkutan menyimpang dari garis panduan yang telah ditetapkan; Mengusulkan kepada otoritas yang berwenang, seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan, untuk memberikan sanksi agar perusahaan tersebut tidak mengembangkan lebih jauh tindakantindakannya yang tidak sesuai dengan syari'ah.
25

Fungsi dan Peran DPS, DSN, dan BI


2) Bank Indonesia (BI): Pengawasan juga dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), terutama yang berkaitan dengan kesehatan Bank. Dalam prakteknya, para pengawas dari Bank Indonesia kadangkala memberikan juga saran dan teguran yang berkaitan dengan ketundukan pada syari'ah, apabila terdapat indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan syari'ah. Jadi, secara keseluruhan pengawasan terhadap Bank Syari'ah, baik kelembagaan maupaun produk cukup ketat, karena dilakukan oleh Dewan Syari'ah Nasional (DSN) melalui Dewan Pengawas Syari'ah (DPS) dan Bank Indonesia (BI).
26

Penutup

72