Anda di halaman 1dari 3

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial

oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobic atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Manfaat kompos bagi tanah dan tanaman: Meningkatkan kesuburan tanah Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah Meningkatkan kapasitas serap air tanah Meningkatkan aktivitas mikroba tanah Meningkatkan kualitas hasil panen Menyediakan hormone dan vitamin bagi tanaman Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman Meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah

Organisme yang terlibat dalam proses pengomposan: Kelompok OrganismeOrganismeJumlah/gr komposMikrofloraBakteri; Aktinomicetes; Kapang109 - 109; 105 5 108; 104 - 106MikrofanunaProtozoa104 - proses Kondisi yang optimal untuk mempercepat 10 MakrofloraJamur tingkat tinggiMakrofaunaCacing tanah, rayap, semut, kutu, dll pengomposan: Konsisi yang bisa Ideal diterima Rasio C/N 20:1 s/d 25-35:1 Factor-faktor yang mempengaruhi 40:1 proses pengomposan:40 - 65 % Kelembaban 45 62 % berat Konsentrasi oksigen > 5% > 10% tersediaRasio C/N Ukuran partikel Ukuran partikel 1 inchi bervariasi Aerasi 1000 lbs/cu Bulk Density 1000 lbs/cu yd Porositas yd pH Kelembapan 5.5 - 9.0 6.5 - 8.0 Temperature 43 66 C Suhu 54 -60 C pH Kandungan hara Kandungan zat berbahaya Lama pengomposan Kondisi

Tahapan Pengomposan Pemilahan sampah Pengecilan ukuran Pemberian mikroba Penyusunan tumpukan Pembalikan Penyiraman Pematangan

Alat dan bahan: Daun Mikroba, misalnya EM4, Promi, OrgaDec, Stardec, BioPos, dll. Air Gula tetes/gula merah Pisau Kaleng Karung berongga Plastic Baskom Semprotan

Proses pengomposan: 1. Pilah-pilah dedaunan, pemisahan dari bahan anorganik (kayu lapuk dan bahan berbahaya) 2. Perkecil ukuran daun, cincang dengan pisau. 3. Campur air 1 liter dengan 5 ml EM4 dan 10 ml gula tetes dalam baskom. Aduk hingga rata dan taruh dalam semprotan. Lalu semprotkan dalam ke dedaunan. 4. taruh dedaunan ke dalam karung berongga, lalu masukkan ke dalam kaleng. Karena anaerob maka tutup kaleng dengan plastic, jangan sampai terkontaminasi dengan udara. 5. bila tumpukan tebal lalu suhu terlalu tinggi, maka dilakukan pembalikan 6. bila terlalu kering (kelembapan <50%) maka harus dilakukan penyiraman. 7. setelah pengomposan berjalan, suhu tumpukan akan semakin menurun hingga mendekati suhu ruangan. Pada saat itu tumpukan telah lapuk, Mutu Kompos berwarna coklat tua atau kehitaman. Kompos masuk pada tahap 1. pematangan. kompos yang bermutu adalah kompos yang telah terdekomposisi dengan sempurna serta tidak menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman. 2. penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabakan terjadinya persaingan bahan nutrient antara tanaman dengan mikroorganisme tanah yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman 3. kompos yang baik memiliki ciri: warna coklat tua hingga hitam dan mirip dengan warna tanah tidak larut dalam air, meski sebagian membentuk suspensi nisbah C/N sebesar 10-20, tergantung dari bahan baku dan derajad humifikasinya. Berefek jika diaplikasikan dengan tanah Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan Tidak berbau