Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Karbohidrat atau gula menempati kedudukan inti pada metabolisme tumbuhan sehingga cara deteksi dan perkiraan kuantitatifnya sangat penting bagi ahli tumbuhan. Gula bukan saja merupakan senyawa organic rumit pertama yang terbentuk dalam tumbuhan sebagai hasil fotosintesis, tetapi mereka juga merupakan sumber utama energi pernapasan. Karbohidrat adalah sarana penyimpan energi (sebagai pati) dan pengangkut (sebagai sukrosa), serta pembangun dasar dinding sel (selulosa). Banyak golongan senyawa tumbuhan lain, misalnya asam nukleat dan glikosida tumbuhan, mengandung gula sebagai cirri penting strukturnya. Gula mempunyai srjumlah peran ekologi, pada antaraksi hewan tumbuhan (nectar bunga terutama berupa gula), pada perlindungan luka dan infeksi, dan pada pengawaracunan senyawa asing. Gula mempunyai turunan-turunannya yang memiliki sifat fitokimia dengan sifat,kegunaan, sumber, dan dalam bentuk sediaan farmasi yang berbeda.

1.1

1.2 Tujuan Tujuan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui jenis gula turunannya, serta sifat dan kegunaan dalam bidang farmasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung karbon, hidrogen, dan akosigen. Dalam kehidupan manusia karbohidrat sangat di butuhkan karena bisa berperan dalam makanan (amilum), pakaian ( selulosa), pemukiman (kayu, selulosa), kertas (selulosa) dan lain-lain. Sementara di bidang farmasi karbohidrat banyak di gunakan antara lain sebagai sirup, bahan pensuspensi, kultur media bakteri, dan bahan penolong pembuatan tablet. 2.1 Klasifikasi Gula dan turunannya a. Gula yang sebenarnya 1) Monosakarida - Pentosa (arabinosa, fruktosa, ramnosa, ribosa dan ksilosa) -Heksosa (fruktosa, galaktosa, glukosa, dan manosa) 2) Disakarida - Disakarida yang mereduksi (gentibiosa, laktosa, dan maltosa) - Disakarida yang tidak mereduksi (sukrosa) 3) Trisakarida Trisakarida yang tidak mereduksi (Rafinosa) b. Bukan gula atau polisakarida 1`) Pentosa ( araban, ksilan) 2) Hesosan Glukosan ( Selulosa, sekstran, glikogen, dan amilum) Fruktosa (inulin dan tritisin) Monosan Galaktosan c. Turunan Karbohidrat 1) Gum, suatu eksudat tanaman berupa getah yang mengandung karbohidrat 2) Musilago, suatu eksudat berupa lendir yang mengandung karbohidrat

3)Pektin, suatu eksudat tanaman berupa gel yang mengandung karbohidrat asam 2.1.1 Monosakarida Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat lagi di pecah dengan cara hiidrolisis, monosakarida mengandung rumus umum C5H10O5 , umumnya zat ini tidak terdapat bebas dalam tanaman, tetapi berada dalam pentosa (C5H8O4) , seperti pada Cherry atau wood gum. Monosakarida yang mengandung enam atom karbon disebut heksosa dengan rumus C6H12O6. Senyawa yang mengandung golongan ini antara lain ruktosa, galaktosa, glukosa dan manosa yang terdapat dalam tanaman tinggi (tanaman yang organorgannya telah terbentuk secara lengkap). Glukosa terbentuk sebagai salah satu produk awal yang dihasilkan melalui proses fotosintesis. Glukosa banyak terkandung dalam buah-buahan, tetapi sebagian besar dibuat lewat hidrolisis amilum Jenis- jenis monosakarida. 1) Dekstrosa Dekstrosa, alfa-D-(+)-glukopiranosa, atau D-Glukosa adalah gula yang biasanya di peroleh Sumber Secara alami glukosa terdapat dalam buah anggur (20-30%), buah uniperi (sampai 4%), ceri, sroberi, bluberrie dan buah-buahan lain.. glukosa murni diperoleh dengan cara hidrolisis dari amilum jagung, Zea mays Linne (famili graminae) Sifat-sifat Glukosa berupa kristal monohidrat. Glukosa larut dalam air dan rasa manisnya lebih rendah 25% dibandingkan dengan gula glukosa ( gula pasir) Sedian farmasi Contoh sediaan farmasi glukosa yang digunakan dalam pengobatan antara lain injeksi dekstrosa, injeksi dekstrosa dan natrium klorida, larutan anti-koagulasi dekstrosa, natrium sitrat dan asam sitrat, sirup hipofosfit, tabel dekstrosa dan natrium klorida, injeksi bismut. 2) Fruktosa dengan hidrolisis dari amilum. Dekstrosa mengandung rumus (C6H12O6H2O)

Fruktosa adalah kristal tidak berwarna atau serbuk putih tidak berbau dan berasa manis, fruktosa tidak mempunyai gugus aldehida, melainkan gugus keton sehingga tidak dapat dioksidasi menjadi asam Sumber Fruktosa terdapat dalam buah yang berasa manis (fruit sugar) dan madu. Fruktosa di peroleh dengan cara hidrolisis inulin yaitu polisakarida dari fruktosan. Sumbersumber inulin antara lain Helianthus tuberosus dan Taraxacum officinale (famili compositae) Fruktosa dapat pula di buat melalui inversi larutan sukrosa dalam air, lalu diteruskan dengan pemisahan dari glukosa. Sifat-sifat Di dalam lambung, fruktosa diabsorbsi oleh lambung tanpa dicerna. Fruktosa lebih manis dibandingkan dengan gula sukrosa Sediaan Farmasi Fruktosa terdapat dalam sediaan farmasi seperti frutabs, fructose injeksi dan fructose and sodium Chloride Injection 3) Karamel (Saccharum ustum) Karamel adalah larutan pekat dari produk yang di peroleh dengan memanasi gula atau glukosa sampai manisnya hilang dan di peroleh masa berwarna coklat tua yang homogen. Selama pemanasan ditambahkan sedikit alkali, alkali karbonat, atau dicolok dengan mineral Sumber Sumber kramel adalah gula dan glukosa Sifat-sifat Karamel adalah cairan kental yang berwarna coklat tua dengan bau khas terbakar dan rasa pahit yang enak. Berat jenisnya tidak kurang dari 1,30 pada suhu 25C. caramel dapat bercampur dengan air dalam semua perbandingan dan larutan dalam alcohol encer sampai 55% volume. Satu bagian dalam 1000 bagian air suling memberikan larutan warna oranye kekuningan. Sedian farmasi Sediaan farmasi dari caramel antaralain sirup obat batuk dan obat demam pada anak 4) Ksilosa (Xylose)

Ksilosa (wood sugar) adalah suatu pentose yang diperoleh dengan cara mendidihkan bongkol jagung (corn cobs), jerami (straw) dan bahan serupa dengan asam encer untuk menghidrolisis polimer ksilan 5) Arabinosa Arabinosa adalah suatu contoh karbohidrat yang diperoleh dengan cara menguraikan senyawa lain . Sumber Arabinosa (pectin sugar)adalah suatu pentose yang diperoleh dari gum Kegunaan Arabinosa digunakan sebagai pereaksi fermentasi pada kultur media preparat mikrobiologi 6) Ramnosa (isodulcitol) adalah suatu metilpentosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O5 Sumber Ramnosa antara lain terkandung dalam tanaman Rbus toxicodendron (Anacardiaceae) dan dalam bagian gula diberbagai glikosida steroid Kegunaan Ramnosa digunakan sebagai pereaksi dalam proses fermentasi pada kultur media bakteri. 2.1.2 Disakarida Disakarida yang penting untuk farmasi adalah sukrosa (gula pasir), laktosa (gula susu), dan gentibiosa. Sukrosa adalah disakarida yang tidak mereduksi karena tidak memiliki gugus aldehid bebas. Sukrosa merupakan satu-satunya yang terdapat dalam keadaan bebas secara melimpah pada tanaman. Jenis-jenis Disakarida a) Sukrosa Sukrosa adalah gula yang diperoleh dari batang tanaman Saccharum offcinarum dari Linn family graminae atau umbi Beta vulgaris Linne, family chenopodiaceae atau dari sumber-sumber lain dan tidak mengandung bahan tambahan. Sukrosa memiliki rumus molekul C12H22 O11 Sumber

Sukrosa juga disebut saccharum atau gula dan tersebarluas dalam tanaman. Secara komersial gula dibuat dari tebu atau bit dapat pula diperoleh dari maple (Acer Saccharum, Aceraceae) dari berbagai palem dan sumber lain Sifat-sifat Sukrosa berupa Kristal, berbentuk kubus, tidak berwarna, tidak berbau,rasa manis, stabil di udara, bereaksi netral terhadap lakmus, mudah larut dalam air dan sukar larut dalam alcohol. b) Madu ( Mel depuratum) Madu (honey, clarified, strained honey) adalah pengetahan gula sakarida yang dikumpulkan dalam indung madu dalam lebah Apis mellifera Linne (family Appidae). Madu terbentuk dengan cara inverse sukrosa yang di kumpulkan oleh lebah dan nectar bunga c) Laktosa Laktosa tidak terlalu manis, tetapi banyak digunakan dalam farmasi yaitu antara lain sebagai bahan pengisi pada proses pembuatan sediaan farmasi Sumber dari laktosa yaitu gula yang diperoleh dari susu. d) Gentiobiosa 2.1.3 Polisakarida Polysakarida adalah polimer yang terbentuk secara alami. Polisakarida berasal dari aldosa atau ketosa dengan polimerisasi kondensasi yang mempunyai rumus umum (C6H10O5)n Polisakarida yang penting dalam farmasi 1) Amylum Amylum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud penyimpangan sementara pada proses fotosintesis. Amylum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan permanen untuk tanaman, dalam biji, kulit batang, akar tanaman menahun dan umbi. Amylum merupakan 50-65 % berat kering gandum dan 80 % bahan kering umbi kentang. Sumber amylum terbentuk granul atau butiran-butiran kecil dengan lapisan-lapisan yang karakteristik. Tanaman mengandung amylum dalam farmasi yang sering digunakan yaitu Zea mays(jagung), oryza sativa (beras), solanum tuberosum

(kentang), triticum aesticum (gandum), maranta arudinaceae (garut), ipomea batatas(ketela rambat) dan manihot utilissima(ketela pohon) Sifat-sifat amilum secara umum yaitu terdiri dari 20% bagian yang larut dalam air dan 80% tidak larut dalam aminopektin. Pemisahan yang lebih efisien dilakukan dengan mengendapkan dan membuat senyawa komleks dari amilosa dengan pereaksi yang sesuai meliputi bermacam-macam etanol atau nitroparafin. Amilosa bereaksi dengan iodium membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru tua, sedangkan amilopektin memberikan warna violet kebiruan atau ungu. 2) Inulin Inulin adalah polimer D-Frukon-Furanosa dengan residu-residu yang berhubungan satu sama lain secara lurus oleh ikatan beta 2,1. Inulin di peroleh dari organ bawah tanaman familia Compositae, terutama banyak terdapat dalam Taraxacum, inula, lappa, Echinaceae, Triticum, dan chicory. Tanaman yang mengandung inulin antara lain Taracacum officinale yang juga mengandung senyawa minyak atsiri, levulosa, kholina, asam- p- hidroksi-fenil asetat, asam 3,4 hidroksi sinamat, asm-asam lemak, alcohol monohidrat. Inulin terdapat dalam cairan sel, Bila akar atau rimpang segar direndam dalam etanol dalam beberapa malam akan muncul Kristal inulin. Inulin di gunakan dalam kultur media sebagai bahan untuk mengidentiofikasi secara fermentative dari bakteri tertentu, inulin juga di gunakan untuk menurunkan gula dalam darah dalam kasus kencing manis. 3) Dekstran Dekstran adalah poliglukan yang terhubung secara alfa 1,6. Dekstran terberntuk dari sukrosa karena system kerjanya system enzim trans-glukosilase (dekstran sukrase yang terdapat dalam Leuconostoc masenteraides dan leuconostoc dextranicum (family lactobateriaceae) 4) Selulosa Selulosa adalah polisakarida yang merupakan komponen utama penyusun dinding sel dalam tanaman, selulosa tidak larut dalam pelarut biasa selulosa diperoleh dari ekstrasi kayu atau bahan lain yang menggunakan bantuan alkali kuat atau kalsium sulfit yang dapat melarutkan lignin selanjutnya selulosa dilarutkan dalam pereaksi

Schweitzer ( larutan tembaga amoniakal) membentik endapan kompleks tembaga selulosa yang pada penambahan asam akan memberi endapan selulosa. Kapas murni terdiri dari rambut-rambut biji kapas (Gossypium barbadense) dan hamper 100 % berupa selulosa. 5) Gum dan mucilage Gum merupakan hidrokoloid tanaman yang tergolong menjadi garam-garam dari polisakarida maupun polisakarida anionic dan ionic Sumber-sumber penghasil gum adalah sebagai berikut: 1. Eksudat pohon atau semak-semak : akasia, karaya, tragakan. 2. Gum laut : agar, algin, karaginan. 3. Gum biji : Guat, locust, bean, psyllium. 4. Sari tanaman :pectin 5. Turunan selulosa dan amilum : amilum hidroksi etil, karboksimethyl selulosa, selulosa terokidasi. 6. Gum mikroba : dextran, ksantan. 2.2 Obat hayati yang sekerabat dengan gula Selain senyawa-senyawa gula sebenarnya, ada senyawa hayati yang mengandung senyawa yang secara metabolic sekerabat dengan gula 1. Produk metabolism glikolitik dan oksidatif Katabolisme karbohidrat merupakan kerangka metabolic dasar yang menentukan kegiatan semua sel. Produk farmasi tertentu seperti etanol dan asam sitrat dihasilkan oleh pernafasan seluler dari karbohidrat terutama glukosa biasanya reaksi-reaksi yang terjadi dianggap mengikuti beberapa system yang berurutan. Reaksi pertama adalah perubahan glukosa menjadi asam piruvat dengan glikolisis secara anaerob kemudian tanta adanya asam piruvat akan di ubah menjadi asam laktat atau etanol tergantung system biologi yang terlihat di dalamnya. a) Asam- asam Asam-asam alami dari tanaman seperti asam sitrat, asam laktat dan asam tratat banyak di pakai dalam proses pembuatan makanan dan ramuan-ramuan obat, peran penting dari asam-asam tersebut terutama sebagai asidulan atau menjadi salah satu komponen dari system buffer untuk mengendalikan keasaman

1. Asam Sitrat (acidum citricum) Asam sitrat terdapat pada tanaman dan buah-buahan antara lain jeruk, nanas dan buah lain berasa asam, kebanyakan asam sitrat di peroleh dengan cara fermentasi sukrosa. 2. Asam Laktat (acidum lacticum) Asam laktat terbentuk dari susu asam , merupakan campuran asam laktat (C3H6O3) dan anhidra laktat (C6H10O5). Asam laktat di peroleh dengan cara fermentasi dari karbohidrat seperti molase (tetes tebu), hidrolisis amilum jagung, amilum kentang dan gula susu(whey). 3 Asan Tartrat (Acidum tratinicum) a) Asam tatrat adalah asam dikarboksilat yang di peroleh dari hasil tambahan dari hasil tambahan pada industry minuman beralkohol dari anggur. b) Etanol c) Sari buah ceri d) Sari buah prambos 2. Produk metabolit reduktif a) Manitol Manitol atau D-Manitol adalah gula alcohol heksahidrik atau poli-ol yang diperoleh dari reduksi manosa atau dengan cara isolasi dari manna. Manna adalah suatu eksudat berupa getah mengalir dari tanaman Fraxinus ornus (family oleaceae) yang di lukai dengan mengandung 50-60 % manitol b) Sorbitol Sorbitol atau D-glukositol yang pada awalnya terdapat dari buah masak Sorbus ancupariaLinne. Family Rosaceae, sorbitol juga banyak terdapat pada buah, tetapai biasanya dibuat dari glukosa dengan cara gidrogenasi atau reduksi elektrolit., sorbitol mudah larut dan dapat bergabung dengan sirup, alcohol, dan poliol.

2.3 Cara Analisis 2.3.1 Cara Analisis Monosakarida Cara Analisis yang Dianjurkan a. Menyiapkan cuplikan Analisis gula-bebas dalam daun atau jaringan tumbuhan lain biasanya dilakukan dengan ekstraksi jaringan segar dengan etanol 95% atau methanol. Dilanjutkan dengan memekatkan ekstrak untuk menghilangkan alcohol dan menyaringnya melalui celite atau memusingkan ekstrak air yang pekat tersebut untuk menghilangkan endapan. Mungkin juga bermanfaat bila mencuci ekstrak pada suatu tahap dengan eter minyak bumiuntuk menghilangkan lipid, tetapi pencucian ini tidak selau diperlukan. Ekstrak air jernih yang diperoleh dapat ditotolkan langsung pada kertas atau pelat. b. Kromatografi Kertas Ekstrak gula dikromatografi satu arah secara menurun pada kertas Whatman no.1 dengan empat pengembang berlainan disamping larutan campuran baku yang mengandung glukosa, galaktosa, arabinosa, dan ramnosa. Campuran baku harus dilarutkan dalam isopropanol 10% (mencegah pencemaran bacteria) masing-masing gula berkonsentrasi0.5% bobot: kira-kira 3 - 5 % mikroliter larutan ini harus dititolakan pada kertas. Ekstrak tumbuhan harus ditotolkan dalam beberapa konsentrasi (misalnya satu, dua, dan lima kali penotolan) bila kadar gula dalam ekstrak tidak diketahui. c. Memastikan Identitas Pemastian identitas dapat dilakukan pada skala mikro dengan mengukur serapan spectrum senyawa berwarna yang terbentuk sebagai hasil reaksi suatu gula dengan resorsinol H2SO4 1M atau aniline hydrogen ftalat. Glukosa dan galaktosa dapat diidentifikasi secara enzim pada skala mikro dengan menggunakan berturut-turut glukosa oksidase dan galaktosa oksidase. Enzim bersama-sama dengan sesepora katalase ditambahkan ke dalam larutan gula atau dapat disemprotkan pada kromatogram. Dalam waktu singkat gula dioksidasi secara khas menjadi senyawa yang tidak bereaksi lagi dengan aniline hydrogen ftalat. d. Analisis Kuantitatif

Sering perlu ditentukan jumlah berbagai monosakarida yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan atau dalam hidrolisat glikosida tumbuhan. Salah satu cara nya yaitu (Harborne 1960): totolkan sejumlah volume larutan gula pada garis awal dengan mikropipet, buat triplo. Biarkan kertas mengring dan kembangkan dengan salah satu dari keempat pengembang baku gula. Untuk deteksi, kertas dicelupkan ke dalam pereaksi aniline hydrogen ftalat, lalu dikeringkan dan dipanaskan selama 5 menit pada 105 derajat celcius. Guntingalah bercak yang berwarna dan msing masing di elusi dengan 3 ml methanol yang mengandung SnCl2 1%. Ukur serapannya pada panjang gelombang maksimum dengan spektrofotometer (glukosa pada 397 nm, ramnosa pada 375 nm) dan ambillah harga pukul rata dari tiga percobaan. Untuk menghitung konsentrasi masing-masing gula dakam ekstrak asal, kita harus mengkromatografi larutan gula baku (pembanding) dalam berbagai konsentrasi yang diketahui pada kondisi yang sama. Disamping itu serapan harus diukur dengan menggunakan blangko yang berupa hasil elusi bercak kosong yang ukurannya sama dengan ukuran bercak berwarna yang bersangkutan dan digunting pada waktu yang bersamaan dari kromatogram. e. Pembanding Autentik Hampir semua gula yang disebutkan diatas dapat dibeli dari penyedia niaga. Apiosa dapat diperoleh dari biji peterseli, Petroselium crispum, sebagai berikut: ekstrak serbuk biji dengan alcohol panas, lalu alcohol diuapkan. Hidrolisis sisa ekstrak dengan menghasilkan campuran gula dengab salah satu ialah apiosa, yang dapat dibedakan dengan jelas ketika kelincahanya tinggi. Apiosa dapat diperoleh pada skala preparative dengan mengkromatografi campuran gula tersebut pada kertas Whatman no.3 berupa garis dengan menggunakan salah sau dari empat pengembang gula. Analisa Cara yang Lain a. Kromatografi Lapis Tipis Kebanyakan pemisahan yang dicapai dengan Kkt dapat juga dicapai dengan KLT pada selulosa mikrokristal. Silica gel, penjerap KLT yang popular, sering diubah dengan pra-perlakuan memakai larutan dapar yang sesuai (fosfat atu borat) sebelum digunakan untuk memisahkan gula. Pengembang yang dapat memisahkan gula-umum

pada silica gel biasa adalah campuran n-butanol asam asetat eter air (9:6:3:1). Waktu pengembangan 6 jam. Gula dapat dideteksi dengan menyemprot kromatogram memakai aniline hydrogen ftalat . penyemprot lain ialah naftoresorsinol 0,2% dalam nbuutanol yang mengandung asam fosfat 10%. Bila perlu dipanaskan sepuluh menit pada 100C, ketosa berwarna merah jambu, pentosa hijau dan heksosa biru. b. Kromatografi Gas Cair KGC gula merupakan cara kurang menyenangkan dibandingkan cara Kkt, tetapi KGC mempunyai kelebihan, yaitu lebih peka c. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Sebagian besar KCKT merupakan cara pelengkap pada KGC untuk memperkirakan gula. KCKT sangat baik untuk memisahkan campuran gula yang berkerabat dekat. Mungkin juga KCKT merupakan cara yang lebih baik dibandingkan Kkt untuk pemisahan dan penentuan kuantitatif deret homolog oligosakarida. Kekurangan KCKT ialah deteksinya terbatas pada pengukuran indeks bias yang kurang peka dan tidak memungkinkan pengelusian landaian melalui kolom. Tetapi bila gula dibuat turunannya (misalnya sebagai ester benzoate) sebelum dipisahkan, dapat digunakan UV untuk mendeteksinya, tetapi dengan demikian kelebihannya dari KGC hilang. d. Elektroforesis kertas Cara ini penting untuk memisahkan gula, tetapi lebih berguna untuk oligosakarida dan turunan monosakarida dibandingkan untuk monosakarida induk. Cara elektrolisis kertas dapat digunakansebagai penjaring untuk membedakan gula yang mengandung penyulih asam atau basa (asam glukuronat, gula fosfat, gula amino) dari monosakarida netral. Caranya dengan melakukan elektroforesis tanpa pereaksi pengompleks. Cara elektroforesis baku untuk gula umum ialah menggunakan dapar natrium borat 0,05 M (Ph 9-10) dan tegangan 25-30 V/cm selama 90 menit.

2.3.2 Cara Analisis Oligosakarida Cara Analisis yang Dianjurkan Memsahkan oligosakarida secara Kkt lebih sukar dari pada memisahkan monosakarida karena oligosakarida tidak begitu lincah dalam pengembang gula yang biasa. Untuk mengatasi kesukaran ini biasanyajangka waktu pengembangan diperpanjang (48-96 jam) dan pengembang dibiarkan menetes dari ujung kertas. a.Memastikan Identitas Ciri oligosakarida dapat ditentukan lebih lanjut dengan melakukan berbagai uji warna memakai perekasi semprot yang lebih khas pada kromatogram setelah pengembangan, misalnya trifeniltetrazolium klorida (4% dalam methanol ditambah NaOH 1M yang volumenya sama) dengan oligosakarida yang mempunyai ikatan 1 ke empat atau 1 ke 6 (misalnya gentabiosa tetapi soforosa tidak) menghasilkan warna merah. b. Pembanding Autentik Sederetan oligosakarida murni dapat dibeli dari penyedia niaga termasuk gentabiosa, maltosa, sukrosa, laminarbiosa dan trehalosa. Senyawa tertentu lainnya dapat diperoleh dengan mudah dengan menghidrolisa glikosida tumbuhan yang dapat dibeli (misalnya rutinosa dari rutin) atau polisakarida (misalnya nigerosa dari nigeran). 2.3.3 Cara Analisis Alkohol Gula dan Siklitolumum Cara yang dianjurkan alcohol gula a. Menyiapkan cuplikan Ekstraksi jaringan tumbuhan dengan etanol 80% secara rrefluks. Lakukan tiga kali, setiapa kali digunakan pelarut segar. Uapkan alcohol pada tekanan rendah dan sisanya dilarutkan dalam air, lalu disaring atau dipusingkan untuk menghilangkan endapan. Bila perlu protein dihilangkan dan akhirnya ekstrak diawaionkan dengan damar penukar kation dan anion. b. Kromatografi Kertas

Pengembang gula baku harus dihindari karena alcohol cenderung mempunyai kelincahan yang sama (semua heksitol mempunyai Rf kira-kira 21 dengan pengembang BTPA) dan tak tyer[ppisahkan dari gula mereduksi. Pengembang umum yang harus digunakan ialah n-propanol-etilasetat-air (7:2:1). Alcohol dapat dideteksi dengan AgNO3 basaatau dengan lembayung bromokresol. AgNO3 dibuat sebagai larutan jenuh dalam air yang dicampur dengan aseton dengan perbandingan 1 : 200. larutan ini dipakai sebagai pereaksi celup. Setelah dikeringkan, kromatogram dicelupkan ke dalam larutan NaOH 0,5% dalam etanol. Bercak coklat tampak pada latar belakang putih setelah 10 menit pada suhu kamar. Pengembang kedua yang dianjurkan untuk alcohol gula ialah campuran metil etil keton-asam asetat-larutan jenuh asam borat dalam air ( 9:1:1). c. Elektroforesis Kertas Sebaiknya deteksi alcohol secara Kkt dipastikan lagi dengan cara elektroforesis tegangan rendah yang dapat dilakukan dalam larutan timbale asetat basa (5,8%). Cara yang dianjurkan Siklitol Kromatografi Kertas Siklitol biasanya dipisahkan dan diidentifikasikan dengan cara gabungan Kkt dan elektroforesis. Untuk kromatografi, dapat digunakan pengembang n-propanol-etil asetat-air (7:1:2) dengan kertas Whatman no.3 dan pengembangan semalam. Cara Pilihan lain Untuk memmisahkan poliol dan siklitol dapat digunakan KLT sebagai pengganti Kkt. Misalnya, manitol, sorbitol dan dulsitol dapat dipisahkan pada silica gel dengan pengembang n-butanol-asam asetat-ete-air (9:6:3:1). Sebaiknya siklitol dapat dikromatografi pada selulosa mikrokristal dengan menggunakan pengembang yang sama pada Kkt. Pengembang yang cocok untuk pelat silica gel ialah n-butanol-piridina- air (10:3:1). Poliol dan siklitol dapat dipisahkan secara KGC sebagai eter trimetilsilil dengan car yang sama seperti padda monosakarida. KCKT juga dapat digunakan untuk memisahkan poliol dan siklitol, dan umumnya dipakai cara yang sama seperti untuk gula mereduksi.

BAB III KESIMPULAN Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Gula dapat dipilah menjadi tiga golongan bedasarkan ukuran molekulnya yaitu monosakarida, sederhana (misalnya glukosa, fruktosa) danturunannya, oligosakarida, yang terbentuk dengan kondensasi dua satuan monosakarida atau lebih (contohnya: sukrosa) dan polisakarida, yang terdiri atas satuan monosakarida berantai panjang, disambungkan dengan cara kepala ke ekor, berbentuk rantai lurus atau bercabang. Selain senyawa-senyawa gula sebenarnya, ada senyawa hayati yang mengandung senyawa yang secara metabolic sekerabat dengan gula yaitu terdiri dari Produk metabolism glikolitik dan oksidatif seperti Asam-asam alami dari tanaman seperti asam sitrat, asam laktat dan asam tratat Etanol, Sari buah ceri, Sari buah prambos. Dan Produk metabolit reduktif (manitol, sorbitol). Cara Analisis yang dapat Digunakan yaitu Kromatografi Kertas, Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Gas Cair Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Elektroforesis kertas dengan perbandingan eluen yang sesuai.