P. 1
Morbus Hansen

Morbus Hansen

|Views: 117|Likes:
Dipublikasikan oleh setyabudyselalu

More info:

Published by: setyabudyselalu on Jun 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

Konsep diri adalah semua ide dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu

dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan laraia 2001), menurut Beck, William dan Rawlin lebih menjelaskan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh fisikal emosional, intelektual, social dan spiritual. Komponen dari konsep diri dalah 1. Citra tubuh, 2. Ideal diri, 3. Peran, 4. Identitas diri, 5. Harga diri. Citra tubuh (Body image) adalah sikap persepsi keyakinan dan pengatahuan individu secara sadar terhadap tubuhnya yaitu ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek yang kontak secara terus menerus (anting, make up, kontak lensa, pakaian, kursi roda) baik masa lalu maupun sekarang.Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan obyak yang sering kontak dengan tubuh. Ideal diri adalah persepsi individual tentang bagaimana dia harus berprilaku berdasarkan standar, tujuan, keinginan atau nilai pribadi tertentu. Ideal diri juga sering diartikan suatu citacita, keinginan, harapan tentang diri sendiri. Peran adalah seperangkat perilaku yang diharapkan secara sosial yang berhubungan dengan fungsi individu pada berbagai kelompok sosial. Identitas diri adalah rasa internal tentang individualitas, keutuhan, dan konsistensi dari seseorang sepanjang waktu dan dalam berbagai situasi. Identitas bisa disebut juga dengan rasa diri tentang aspek fisik, emosional, kognitif dan social. Identitas diri mencakup : 1. Konstansi, 2. Kontinuitas. Harga diri (Self Esteem) adalah penilaian individu tentang pencapaian dri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri, pencapaian. Pencapaian ideal diri/cita-cita/harapan langsung mengahasilkan perasaan berharga. Kegagalan dalam pencapaian ideal diri bisa terjadi harga diri rendah.

30% penderita kusta ada di propinsi Jawa Timur terutama di pantai utara. Maluku. dan Aceh. Sumber penularan : 1. Brazil. Indonesia. Sulawesi. Aceh. kuli kering akibat gangguan pengeluaran kelenjar keringat. Kusata akan menular apabila terjadi kontak yang lama dan erat antara penderita dengan yang tida menderita kusta. Masa inkubasi rata-rata 2-5 tahun bisa juga bertahun-tahun. semutan. kelainan pada saraf tepi. rasa tebal pada kulit. Dari sikap masyarakat tersebut penderita Morbus Hansen (lepra/kusta) sering merasa seperti orang yang hina atau tidak berguna dalam masyarakat. Judul : “ Gambaran konsep diri pada citra diri pederita morbus hansen/kusta/lepra di Sumber Glaga Pacet”. diluar tubuh manusia kuman bertahan sampai 9 hari. 70% penderita kusta ada di Papua. . Jawa Timur.Morbus Hansen (lepra/kusta) adalah penyakit menular yang bersifat kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Sulawesi. Penderita kusta yang belum sama sekali diobati. Melalui kontak erat. Distribusi penyakit Morbus Hansen (kusta/lepra) yaitu India. lama. kelemahan otot. penyakit yang menakutkan karena menular. Di Indonesia penyakit ini menyebar dibeberapa daerah yaitu Papua. Dalam penderita Morbus Hansen (kusta/lepra) penderita sering mengalami masalah pada konsep diri yang disebabkan oleh suatu persepsi yang salah serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit Morbus Hansen (kusta/lepra) yang membuat para penderita penyakit tersebut sering dikucilkan oleh masyarakat karena masyrakat mengganggap bahwa penyakit tersebut adalah penyakit kutukan. droplet. 2. Maluku. langsung. Waktu belah kuman : 12-14 hari. Gejala klinis Morbus Hansen (kusta/lepra) : adanya bercak pada kulit yang mati rasa.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->