P. 1
44_52_imam

44_52_imam

|Views: 97|Likes:
Dipublikasikan oleh Leo Coolz

More info:

Published by: Leo Coolz on Jun 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

ANALISIS PENENTUAN WAKTU PERAWATAN DAN JUMLAH PERSEDIAAN SUKU CADANG RANTAI GARU YANG OPTIMAL

Imam Sodikin Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri , IST AKPRIND Yogyakarta, dikiam12@yahoo.com

ABSTRACT PG. Madukismo is one of the companies operating in the area of agroindustry with the main product of sugar. In order to exist, the company needs to increase the work effectiveness and efficiency in using the production machines through the planning of maintenance scheduling in order that the machines or units that are going to be used can operate well, and work properly. Aim of this research is value analysis of failure rate, parameter reliability, maintainability, availability, and also analyze level of requirement of amount of spare-part optimal with approach of Sparepart requirement nomograph. With the existence of effort, hence can increase quality of production, availability and reliability high by maximizing equipments age, and also exploiting of effective maintenance. Based on research result show that MTBM of intermediate carier component (chain) is 152.86 hours, MTBF is 314.71 hours, probability of readiness value range from 88,10 % till 90.10 %, reliability value is 99.53 %, with failure rate 0.00792 every hours, and determination of feed amounts at "t" periods with level of protection equal to 95 % depict amount of requirement of accesses for intermediate carier component (chain) that availed counted 30 units. Key words: Reliability, maintainability, availability, maintenance period

INTISARI PG. Madukismo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, maka diperlukan suatu sistem perawatan yang baik. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas dan efesiensi kerja di dalam penggunaan mesin produksi tersebut melalui perencanaan penjadwalan perawatan agar mesin atau unit yang akan digunakan dapat beroperasi dengan baik, dan tidak mengalami gangguan kerusakan pada saat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai laju kerusakan, parameter realiability, maintainability, availability, serta menganalisis tingkat kebutuhan jumlah spare-part yang optimal dengan pendekatan Spare-part requirement nomograph. Adanya upaya tersebut dimaksudkan agar dapat meningkatkan ketersediaan dan keandalan yang tinggi dengan memaksimalkan umur peralatan, serta pemeliharaan yang efektif. Hasil yang diperoleh meliputi tingkat keandalan mengalami penurunan selama periode waktu operasi, sehingga laju kerusakan komponen rantai garu (mata rantai) selama penggunaan mengalami peningkatan. Nilai MTBM komponen adalah 152,86 jam, nilai MTBF komponen adalah 314,71 jam, nilai Availability komponen antara 88,10 % hingga 90,10 %, nilai Reliability komponen yaitu 99,53 %, dan cenderung menurun dengan laju 0,00792 kerusakan per jam, dan jumlah suku cadang komponen yang harus disediakan pada Unit Mesin Penggiling Tebu minimal 30 unit. Kata kunci: Kehandalan, kemudahan perawatan, ketersediaan, waktu perawatan

PENDAHULUAN hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah Seiring dengan perekonomian yang kesiapan mesin-mesin produksi dalam belum stabil dan semakin tajamnya melaksanakan tugasnya. Untuk menjaga persaingan di dunia industri, maka keadaan tingkat kesiapan mesin agar mesin dapat tersebut memaksa suatu perusahaan untuk selalu digunakan terus sehingga kontinuitas lebih meningkatkan kelancaran, efektivitas produksi dapat terus terjamin, maka dan efisiensi kegiatan operasinya. Salah satu 44 Sodikin , Analisis Penentuan Waktu Perawatan dan Jumlah Persediaan Suku Cadang Rantai Garu Yang Optimal

Melakukan perencanaan penjadwalan perawatan preventif.dibutuhkan perawatan mesin atau maintenance yang baik (Mustafa. dan fasilitas yang terlibat dalam proses produksi ataupun yang beroperasi pasti akan mengalami keausan sehingga suatu saat pasti akan mengalami kerusakan. dan menganalisis kebutuhan jumlah spare-part yang optimal dengan pendekatan Spare-part requirement nomograph. 44-52 45 . Jurnal Teknologi. jika terjadi kegagalan sistem atau kerusakan. Madukismo adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. masukan. Penjadwalan Perawatan Kelancaran proses produksi atau beroperasinya suatu unit dipengaruhi oleh sistem perawatan yang diterapkan. Juni 2010. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukan tersedianya suku cadang komponen yang memadai pada saat dibutuhkan. sehingga dapat menentukan waktu perawatan yang optimal. Saat menentukan jumlah spare-parts seyogyanya mempertimbangkan kebutuhan operasi sistem dan mengembangkan tingkat-tingkat yang mencukupi pada tiap lokasi perawatan koreksi dikerjakan. parameter realiability. Penyediaan suku cadang harus didasarkan atas beberapa hal salah satunya berdasarkan tingkat kekritisannya yaitu pada komponen yang sering mengalami kerusakan yang berarti berhubungan dengan biaya penyediaan suku cadang. yang akhirnya menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Nomograph tidak hanya menyederhanakan penyediaan sparepart. Input yang diharapkan adalah jumlah kebutuhan suku cadang rantai garu di Unit Mesin Penggiling Tebu yang optimal pada setiap penggantian sehingga jumlah persediaan selalu ada tanpa terjadi waktu tunda logistik/material. mesin. Persediaan (inventory) komponen ini tidak bisa dihindari karena untuk memperolehnya tidak bisa seketika sedangkan untuk kebutuhan akan barang tersebut bisa sewaktu-waktu. batasan. dan tingkat persediaan suku cadang rantai garu di Unit Mesin Penggiling Tebu. tetapi juga memberikan informasi yang dapat membantu dalam evaluasi terhadap alternatif pendekatan desain dalam pengertian spare-part dan dalam penentuan siklus terhadap pengadaan (provisioning). kriteria kinerja. Seperti yang disajikan pada gambar 1 di bawah ini. Seberapa cepat keausan ini terjadi atau seberapa sering frekuensi kerusakan muncul akan menimbulkan permasalahan sehubungan dengan munculnya gangguan pada suatu fasilitas ataupun pada kesuluruhan proses produksi. Terjadinya kerusakan mesin akibat rusaknya komponen tidak dapat diketahui dengan pasti. maintainability. Penyediaan suku cadang yang sedikit terkadang menyerap dana perawatan yang sangat besar. availability. menghitung dan menganalisis nilai laju kerusakan. 2. 1998). Salah satu bentuk aktivitas perawatan adalah penggantian (replacement) komponen yang telah mengalami kerusakan (falied). 1. Karena itu perlu dilakukan perencanaan jumlah persediaan komponen mesin supaya kelancaran produksi terjaga. Salah satu alat penting yang digunakan adalah rantai garu. Fungsi yang vital pada alat tersebut menyebabkan kelancaran proses produksi terhambat. terutama pada suku cadang yang sering rusak karena mesin akan sering mengalami “break down”. yang sangat penting fungsinya. Untuk kepentingan ini maka sistem perawatan harus memiliki dan menjalankan fungsi dari beberapa hal yaitu: varibel-variabel keputusan. Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi tingkat kerusakan. Salah satu pendekatan dalam penentuan jumlah persediaan adalah dengan menggunakan nomograph. Sistem Perawatan Sistem perawatan harus memiliki respon yang baik terhadap kerusakan-kerusakan yang akan muncul maupun kapasitas kerja yang memadai untuk menangani kerusakan yang terjadi. Volume 3 Nomor 1 . PG. dan keluaran. Unit Mesin Penggiling Tebu merupakan unit tempat dilakukannya proses awal penggilingan. Pada perusahaan tersebut. Setiap peralatan.

e. Menyiapkan personil. Keandalan / Reliabilitas a. Reliabilitas didefinisikan dengan beragam pengertian. c. Meminimalkan biaya produksi total yang secara langsung dapat dihubungkan dengan servis dan perbaikan. b. g. 1992).⎧What ⎪ How ⎪ Variabel Keputusan: ⎨ ⎪Who ⎪Where ⎩ Batasan: • Fasilitas Perawatan • Perencanaan Agregat • Anggaran Jadwal: • Perawatan Preventif • Repair Pengambilan Keputusan Perawatan Data Peralatan: • Penyebab Break Down • Biaya Kriteria Kinerja Data Perawatan: • Repair • Perawatan Gambar 1. sehingga dari sistem diharapkan menghasilkan output sesuai yang dikehendaki (Gasperz. 4. Pengertian Perawatan Sistem Perawatan atau pemeliharaan mempunyai definisi dan pengertian yang berbeda-beda. f. fasilitas. Komponen Dasar Sistem Perawatan (Nasution. Meminimalkan frekuensi dan kuatnya gangguan-gangguan terhadap proses operasi. Memaksimalkan produksi dari sumbersumber sistem yang ada. dan pengoperasian peralatan secara tepat. 1998): a. d. 5. tapi secara umum yaitu reliabilitas adalah kemampuan suatu produk berlaku sesuai dengan fungsi tertentu dalam Laporan: • Persedian Suku cadang • Kapasitas Perawatan Keluaran 46 Sodikin . Tujuan dan Kegiatan dalam Sistem Perawatan Tujuan perawatan pada umumnya adalah sebagai berikut (Mustafa. pelayanan. Pengertian Keandalan Reliabilitas adalah salah satu dari karakteritik kualitas yang menentukan. 2006) 3. Perawatan merupakan suatu kegiatan yang diarahkan pada tujuan untuk menjamin kelangsungan fungsional suatu sistem produksi. Menjaga agar sistem aman dan mencegah berkembangnya gangguan keamanan. Memaksimalkan umur kegunaan dari sistem. Memungkinkan tercapainya mutu produk dan kepuasan pelanggan melalui penyesuaian. dan metodenya agar mampu mengerjakan tugas-tugas perawatan. Analisis Penentuan Waktu Perawatan dan Jumlah Persediaan Suku Cadang Rantai Garu Yang Optimal . Sedangkan menurut Handoko (1984) salah satu maksud utama kegiatan pemeliharaan adalah untuk memelihara reliabilitas sistem pengoperasian pada tingkat yang dapat diterima dan tetap memaksimumkan laba atau meminimumkan biaya.

. Laju kerusakan suatu produk tidak tetap/konstan. MTTF = E ( T ) = ∞ ∫ tf ( t ) dt 0 ...(3) f (t ) = = dt dt Fungsi di atas dinamakan fungsi probabilitas kepadatan / probability density function (PDF)...... Masing-masing komponen memiliki kemungkinan mengalami kerusakan sehingga untuk mendapatkan kembali ke kondisi yang baik. Mean Time To Falilure (MTTF) dirumuskan. Lognormal. digunakan variabel kontinu random T sebagai waktu sistem akan rusak T≥ 0.... 1997): a. Juni 2010.(1) F(t) = 1. Analisis kerusakan suatu peralatan dibagi menjadi 2 cara. Menentukan pada ketergantungan mekanisme kerusakan terhadap waktu Jurnal Teknologi.. Untuk menyatakan hubungan secara logikal. Konsep Pemeliharaan bagi Perawatan Sistem Maintainability adalah kemampuan suatu sistem untuk untuk dipelihara dimana perawatan merupakan serangkaian tindakan yang harus diambil untuk memperbaiki atau mempertahankan suatu sistem dalam keadaan siap operasi. Mean Time Between Maintenance (MTBM) atau Waktu Rata-rata di antara perawatan.. 8.... fungsi kepadatan probabilitas kerusakan. Ia selalu berubah seiring dengan meningkatnya usia produk...R(t) = Pr { T < t } . b. 1992)... Untuk mempermudah penentuan distribusi kerusakan dibantu dengan software Arena 7. Analisis keandalan Reliabilitas didefinisikan sebagai probabilitas atau kemungkinan suatu sistem (komponen) akan berfungsi selama periode t.Penentuan Distribusi Umur Komponen Kritis Pada umumnya model yang sering digunakan untuk menganalisis distribusi waktu kejadian kerusakan atau kegagalan komponen berbentuk distribusi kontinyu seperti distribusi normal.. 7. komponen tersebut harus diperbaiki atau diganti. b... fungsi keandalan..(6) MTBM 47 .. exponential.. dan Weibull.desain lingkungan atau kondisi operasi yang spesifik.(5) 6. Uji Kecocokan Distribusi Kerusakan Pengujian distribusi bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil mengikuti pola distribusi tertentu sesuai yang diasumsikan.. Namun tidak semua komponen mesin yang mengalami kerusakan berdampak signifikan terhadap beban non produksi perusahaan dari biaya perawatan yang harus dikeluarkan..... Komponen-komponen menjadi kelompok komponen kritis... Fungsi reliabilitas dapat ditunjukan sebagai (Walpole...0. a. yaitu: a.. b. Analisis Kerusakan Dalam kerusakan suatu peralatan faktor yang diperhatikan adalah laju kerusakan (failure rate) alat setiap saat selama masa operasinya... Jumlah komponen ini biasanya lebih sedikit dari komponen yang non kritis.(2) Dengan menetapkan R(t) sebagai fungsi reliabilitas dan F(t) fungsi distribusi kumulatif / Cumulative distribution function (CDF) dari distribusi kerusakan maka: dF ( t ) dR ( t ) ........ Perhitungan-perhitungan dalam maintainability antara lain (Ebeling.. Metode yang dipergunakan untuk uji kecocokan distribusi adalah dengan Goodness of Fit Test.. Penentuan Komponen Kritis Setiap mesin terdiri dari berbagai jenis komponen penyusunnya. Menentukan sebab-sebab kerusakan berdasarkan aspek-aspek teknis peralatan. Fungsi PDF di atas menunjukkan bentuk dari distribusi kerusakan. namun biaya untuk pergantian komponennya lebih besar dari kelompok lainnya. ∞ MTTF = ∫ R (t ) dt 0 .. fpt (Laju Perawatan Terjadwal) fpt = (1 − λ xMTBM ) ...... sesuai dengan lingkungannya (Gasperz... b.. Reliabilitas dapat diekspresikan melalui beberapa cara yaitu melalui laju kerusakan (failure rate). Volume 3 Nomor 1 . 44-52 tanpa memperhatikan sebab-sebab kerusakan peralatan..(4) Dimana rata-rata atau nilai pengharapan dari distribusi probabilitas ditentukan oleh f (t). fungsi ini dapat ditulis dengan.. 1989): R (t) = Pr { T≥t } ..……...

Mean Maintainance Time ( M ct) atau Median Waktu Perawatan Koreksi M ct = TotalWaktuPerawa Korektif ..(9) Jumlah Jam Efektif Operasi Mesin f.(12) MTBM + M c. seperti penjadwalan.(13) MTBM + MDT 10. Selanjutnya dengan menggunakan bantuan Nomograph diharapkan dapat ditentukan jumlah minimum persediaan suku cadang yang optimal. Analisis Penentuan Waktu Perawatan dan Jumlah Persediaan Suku Cadang Rantai Garu Yang Optimal . Operasi Availability ( Ao ) MTBM Ao = . Waktu Rata-rata Perawatan Aktif M= ( λ )( M ct ) + ( fpt )( M pt ) . gir box. Achived Availability (Aa) MTBM Aa = .……(8) e. dan mesin garu (mesin IMC). Secara definisi ada 3 macam ketersediaan.. Mesin garu berkapasitas 1500 kg per jam dan bekerja secara kontinu selama 24 jam per hari. 12. boss (ring). dan mengembangkan tingkat-tingkat yang mencukupi pada tiap lokasi dimana perawatan koreksi dikerjakan.c. sehingga jumlah persediaan selalu ada tanpa terjadi waktu tunda logistik/material dan dapat meminimumkan biaya-biaya persediaan pada biaya khususnya dan biaya perawatan pada umumnya. pihak manajemen dibatasi oleh beberapa kebijaksanaan sistem kontrol lainnya. roll rantai. Rantai garu merupakan salah satu komponen utama dari mesin garu dan kerusakan mesin garu selama ini diakibatkan adanya kerusakan pada rantai garu.. Kerusakan pada mesin garu dapat menyebabkan terhentinya proses penggilingan. dan proses secara keseluruhan.. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan kompromi yang optimal. Pada stasiun kerja gilingan terdapat mesin cruser. Laju Kerusakan (λ) λ= BanyaknyaKerusakanTerjadi . motor listrik. Inheren Availability (Ai) MTBF Ai = . Konsep Ketersediaan bagi Perawatan Sistem Ketersediaan (availability) suatu sistem atau peralatan adalah kemampuan sistem atau peralatan tersebut dapat beroperasi secara memuaskan pada saat tepat pada waktunya dan pada keadaan yang telah ditentukan.. yang kemudian diteruskan ke gilingan berikutnya. akan dicari berapa jumlah minimum persediaan suku cadang yang optimal. 11. 48 Sodikin . dan persediaan..……. rantai ganda (driver chain). yaitu: a.. mata rantai.……. Kebijakan Perencanaan Perawatan Dalam menentukan kebijaksanaan sistem perawatan. Penentuan Jumlah Spare Parts Penentuan jumlah spare-parts seyogyanya mempertimbangkan kebutuhan operasi sistem. Komponen utama mesin garu terdiri dari: roda rantai. roll gilingan (CC). perancangan sistem. Dalam penelitian ini digunakan alat hitung yang disebut Spare-part requirement nomograph. kontrol kualitas. Rata-rata Down Time (MDT) MDT = M + LDT + ADT . dan tile sproked. Keadaan ini menimbulkan interaksi kebijaksanaan perawatan dengan kebijaksanaan lain.(10) tan Banyaknya Perawa Korektif tan 9.(11) MTBF + M ct b.. Mesin garu merupakan mesin yang mengerjakan proses penarikan tebu yang telah melalui proses penggilingan. Spesifikasi mesin garu Stasiun kerja gilingan merupakan stasiun kerja pertama dalam proses penggilingan tebu. (7) λ + fpt d...…. rantai garu. motor listrik 3 phase. mata garu (cakar).

9974 e. D 2 = ⎧ 1 − 0 . square error: kolmogorov-smirnov test = 0. 0026 λ(t) = 4200 ⋅ 0 .00000705 49 Jurnal Teknologi.809 = − 2 . D = ⎧ 0 .14 ⋅ 0.809 ⎞ 2 ⎫ ⎪ ⎪ ⎟ ⎬ ⎨− ⎜ ⎟ ⎜ 0 . 0562 ⎨ ⎬ ⎩ 17 ⎭ c. Rata-rata t’ = μ t ' = 10. 44-52 . Perhitungan uji kecocokan distribusi a. Perhitungan faktor-faktor reliabilitas a.809 = −2.343− 10. F(t) = Φ (− 2 . Volume 3 Nomor 1 . D2).0562 Corresponding p-value = 0. 0026 (tabel dist.055202.80 ) = 0. statistic p-value 2 di atas menunjukkan laju kerusakan mesin garu lognormal.333.01. 0 . Reliabilitas. 2. Laju kerusakan. 09974 =0. R(t) = 1 – 0.01. 343−10 . b.880. 4.880 ⋅ 0 . sedangkan data Preventive Maintenance Time yaitu jumlah kerusakan (n) = 18 dan rata-rata Mpt = 103. Distribusi Laju Kerusakan Mesin Garu Gambar distribusi berbentuk 0. Z= 8.809. 0.PEMBAHASAN Pengolahan data: 1. Penentuan distribusi tingkat kerusakan korektif mesin garu Gambar 2. Juni 2010.0026= 0. 0026 − 1 − 1 ⎫ = 0 . Penentuan komponen kritis Komponen Mesin Garu yang mengalami kerusakan dengan frekuensi terbanyak selama periode pengamatan adalah rantai garu.880 ⋅ 4200 exp ⎧ 1 ⎛ 8. Karena Dn > p-value. Φ = 0 . 0026 ⎫ = 0 .343 − 10. sehingga rantai garu dipilih sebagai komponen kritis. maka H1 ditolak artinya waktu kerusakan berdistribusi lognormal.0562 > 0.880 b.880 ⎠ ⎪ ⎪ 2⎝ ⎭ ⎩ t' = Pdf = 0. dan Standar Deviasi t’ = σ 0. dan corresponding < 0. Hipotesisnya adalah: H0 : waktu kerusakan berdistribusi lognormal H1 : waktu kerusakan berdistribusi bukan lognormal Statistik pengujinya adalah maksimum Dn = maksimum (D1. 0026 ⎨ ⎬ 1 ⎩ 17 ⎭ d. Cdf.normal Z) c. Pdf. f (t ) = 1 2 ⋅ 3. Data Corrective Maintenance Time yaitu jumlah kerusakan = 17 dan total waktu perbaikan = 2520 menit. Z = Kolmograv-Smirnov Goodnees of Fit Test dilakukan dengan membandingkan data dari fungsi distribusi kumulatif normal.000131.0026 d. 3.80 0.276.880 8.01.80 0. jadi Dn = 0. Nilai standar.

.

MTBM f.803 nilai b.668.00167 0.00129 0.3121 0.0000290 0.1685 0.8315 0. = = 1 − (0. 571 17 + 18 g.571 Ao = = 0 .00000903 0.0000496 0.83 -0.6293 0.5239 0.6480 0.0026 0.000132 MTBF 7552941 .3520 0.571 Aa = 3.38 0.941 Ai = = 0 .571 = 0.00205 0.96 -0.Tabel 1.7517 0.2033 0.38 -0.22 -0.571 MDT 495.0000329 0.49 0. M pt = 1860 = 103 .569 = 823 . 55 = 0 .06 1.668.07 0.00101 0. 901 7552.68 0.4761 0.00195 0.8810 3. Perhitungan availability a.1635 0.941 17 h.000141 MTBF 7552. Juni 2010.00150 0.000685 0. 44-52 1 . M ct = Anti log 49.000131 0.4721 0.0000382 0. Inheren Availability (Ai) 7552.000132 LDT 30 MTBM 3668.803 17 b.668.1401 λ 0.7967 0. 55 Jurnal Teknologi.000769 0.5279 0.333 M M 450.00186 0. 17 fpt 0.2206 0. Actual Availability ( Aa ) 3. 18 N Kork.000141 = 450.6879 0.00185 0.571 + 450 . fdt 1 1 = = 0.6480 0.9974 0.571 + 495 .8365 0.1446 0.4721 0.7088 0.571) 3.55 M pt 103. 8906 c.55 + ( 15 menit + 30 menit ) = 495.0000345 0.668.0000303 0.33 0. 333 17 d. Hasil Perhitungan Faktor-faktor Reliabilitas pada Rantai Garu T 4200 18480 21180 23940 35280 40920 46500 52080 66360 68940 76020 80220 90000 97080 117120 125640 128400 Ζ -2. 668 .803 N Prev.3520 0.8599 f(t) 0.6293 0.668.6879 0.08 φ 0. Perhitungan kuantitatif faktor-faktor maintainability a. c.941 + 823.12 -0. MTBF = M 128400 = 7552 .55 Tabel 2.4761 0.2912 0.8554 0.8686 0.0000543 5.7794 0.55 0.1685 0. Volume 3 Nomor 1 .0000121 0.1314 0.8599 R(t) 0.55 6.4129 0.3520 0.0000109 0.5871 0. λ(MTBF) = e.00210 0.00000705 0. Operasional Availability ( Ao ) 3.2033 0.7088 0.0000535 0.06 0.0000240 0. MDT = M + ( ADT + LDT ) MDT = 450.0000175 0.1314 0.80 -1.668.4129 0.00113 0.8365 0.00197 0.55 128400 = 3 .7794 0.6480 0.77 0.98 1.8554 0.000663 F(t) 0.0000218 0.7517 0.0000414 0.0000195 0.941 ADT 15 λ 0.2483 0.0026 0.000132⋅ 3.00156 0. Hasil Perhitungan Faktor-faktor Maintainability Waktu Operasi (menit) 128400 ct 823.3707 0.00137 0.

60 ) = 0. 208−10. Perhitungan menentukan persediaan jumlah suku cadang Tabel 5. Nilai keandalan komponen dalam suatu sistem selama waktu pengoperasiannya yaitu 99.8 Tingkat proteksi 95 % (tingkat keamanan suku cadang tersedia saat dibutuhkan). 2008). 2005.14 ⋅ 0.0047 = 0.000132 8. f (t ) = 1 2 ⋅ π ⋅ σ t ' ⋅T i 1 2 ⋅ 3. dan tingkat proteksi 51 Jurnal Teknologi. pengadaan spare part tiap 6 bulan. Hasil Perhitungan faktor-faktor Reliability Periode “t” Persediaan λ (t) Nama MTBF f (t) F (t) R (t) Komponen Rantai garu 7552.000132 per menit atau 0.941 0. 44-52 .86 jam.880 ⎠ ⎪ ⎪ 2⎝ ⎩ ⎭ = 0. Nilai probabilitas bahwa sistem jika digunakan di bawah kondisi yang telah ditetapkan di dalam lingkungan dukungan ideal akan beroperasi dengan memuaskan pada sembarang waktu adalah 89.Tabel 3. Laju kerusakan. Waktu rata-rata antar perawatan (MTBM) = 3668. Analisis hasil: Secara keseluruhan tingkat keandalan komponen mesin garu mengalami penurunan selama periode waktu operasi.53%.10%. Cdf. cenderung menurun dengan laju kerusakan 0.809 = − 2 . 000132 7552. 208 − 10 .571 menit atau 152. Berdasarkan pendekatan spare part requirement nomograph. 8 .809 ⎞ ⎪ ⎟ ⎬ ⎨− ⎜ ⎜ ⎟ 0. 1 λ(t) = = 0 . Perhitungan faktor-faktor reliability periode “t” persediaan a.8906 Ao 0.880 c. maka dibutuhkan mata rantai sebanyak 30 unit. Pdf.10%. F(t) = Φ ( Z ) = Φ (− 2. 2007.9953 e.00792 kerusakan per jam (Sukmono.0047 d. Nilai probabilitas suatu sistem atau peralatan jika digunakan di bawah kondisi yang telah ditetapkan dalam operasi lingkungan yang nyata akan beroperasi memuaskan jika dioperasikan adalah 88.06%.941 f (t ) = exp 2⎫ ⎧ ⎪ 1 ⎛ 8. Reliabilitas. dan Sodikin.8810 7. sedangkan waktu rata-rata antar kerusakan MTBF = 7552.571 exp ⎧ 1 ⎛ t '− μ ⎞2 ⎫ ⎪ ⎜ t ⎟ ⎪ ⎨− ⎜ ⎟ ⎬ ⎪ 2⎝ σt ⎠ ⎪ ⎩ ⎭ b.000132 kerusakan T = 6 bulan (periode pengadaan) K λ T= (40) (0. R(t) = 1 – 0. Perhitungan Penentuan Jumlah Persediaan Suku Cadang rantai garu Item K Laju Kerusakan Jam Operasi (λ) (t) per hari (T) Rantai garu 40 0.000132 24 Perhitungan penentuan persediaan jumlah suku cadang untuk rantai garu adalah sebagai berikut: K = 40 part λ = 0. Nilai standar. Juni 2010. Nilai Probabilitas suatu sistem dalam keadaan ideal yang beroperasi secara memuaskan pada tiap waktu yang telah ditentukan 90. Maolana. Volume 3 Nomor 1 . 60 Z = 0 . sehingga laju kerusakan mengalami peningkatan sejalan dengan lamanya waktu operasi (Sodikin. Hasil Perhitungan Parameter Availability Nama Komponen Rantai garu Ai 0.0000892 Tabel 4.0047 0.000132) (24) (30) (6) = 22.880⋅ 3668. Jumlah persediaan suku cadang dengan bantuan Spare-part requirement nomograph dengan jumlah spare part pada rantai garu (mata rantai) sebanyak 40 buah.9953 0.71 jam.941 menit atau 314.0000892 0. 2008).9010 Aa 0.

W. D. An Introduction to Reliablity and Maintanability Engineering. 2005. 2. maka jumlah suku cadang yang harus disediakan adalah 30 unit (Sodikin. Skripsi. Analisis Penentuan Waktu Perawatan dan Jumlah Persediaan Suku Cadang Rantai Garu Yang Optimal . E. Batas waktu dilakukannya perawatan terhadap komponen rantai garu maksimal setiap 314. Desember 2008. Edisi1. Yogyakarta. E. IST AKPRIND. BPFE. KESIMPULAN 1. Manajemen Industri. Bandung. IST. Analisis Biaya Perawatan Komponen Mesin dengan Penyediaan Suku Cadang pada Departemen Finishing CV. Mustafa. 1997. Yogyakarta. Daftar Pustaka Ebeling. 2007. Penentuan Interval Perawatan Preventif Komponen Elektrik dan Komponen Mekanik yang Optimal pada Mesin Excavator Seri PC 200-6 dengan Pendekatan Model Jardine. Preventive Maintenance System dengan Consequence Driven Maintenance Terhadap Keandalan Mesin Sebagai Solusi Penurunan Biaya Maintenance. Nasution. Asih. Sukmono.. Yogyakarta. Teknik Industri.95%. 52 Sodikin . 1989. Analisis Sistem Terapan Berdasarkan Pendekatan Teknik Industri. Banjar Jaya.. A. Gasperz.. ISSN: 1979-3405. Yogyakarta. Tarsito. IST AKPRIND. Jurnal Teknologi. edisi pertama. AKPRIND. E. Sodikin. R.. 1998. Yogyakarta. I. 2006. 2008. Mc Graw-Hill. 1992. Yogyakarta. T. A.71 jam beroperasi agar operasional tidak terganggu kerusakan.. IST. I. 1984. 13 Desember 2008. H. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi. Andi Offset. C. edisi pertama. Sodikin. Dasar – Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Singapore. Vol 1 No. Walpole. Skripsi. H. Jumlah suku cadang (mata rantai) yang harus disediakan pada Unit Mesin Penggiling Tebu minimal sebanyak 30 unit. Edisi Ke 4. 2. Teknik Industri. Bandung. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan.. V. AKPRIND.. ITB-Press. H.. 2008. ISSN: 1979-911X. Manajemen Perawatan. Setiawan. Bandung.. ITB. 2008)... Maolana. Handoko. W.. Pengujian Distribusi dan Menentukan Jumlah Persediaan Maksimum & Minimum dari Komponen yang Mengalami Kerusakan dan Batas Pemesanan Kembali.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->