Anda di halaman 1dari 20

SEJARAH

Metode bayi tabung yang dipelopori sejumlah dokter Inggris ini untuk pertama kali berhasil menghadirkan bayi perempuan bernama Louise Brown pada tahun 1978. Sebelum ditemukannya teknik bayi tabung, untuk menolong pasutri tak subur digunakan teknik inseminasi buatan, yakni dengan cara penyemprotan sejumlah cairan semen suami ke dalam rahim dengan bantuan alat suntik.Dengan cara ini diharapkan sperma lebih mudah bertemu dengan sel telur.Sayang,tingkat keberhasilannya hanya 15%. Pada teknik bayi tabung atau in vitro fertilization yang melahirkan Louis Brown, pertama-tama dilakukan perangsangan indung telur sang istri dengan hormon khusus untuk menumbuhkan lebih dari satu sel telur. Perangsangan berlangsung 5 - 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan sudah saatnya diambil.Selanjutnya, folikel atau gelembung sel telur diambil tanpa operasi, melainkan dengan tuntunan alat ultrasonografi transvaginal (melalui vagina). Sementara semua sel telur yang berhasil diangkat dieramkan dalam inkubator, air mani suami dikeluarkan dengan cara masturbasi, dibersihkan, kemudian diambil sekitar 50.000 - 100.000 sel sperma. Sperma itu ditebarkan di sekitar sel telur dalam sebuah wadah khusus di dalam laboratorium.Sel telur yang terbuahi normal, ditandai dengan adanya dua sel inti, segera membelah menjadi embrio.Sampai dengan hari ketiga, maksimal empat embrio yang sudah berkembang ditanamkan ke rahim istri.Dua minggu kemudian dilakukan pemeriksaan hormon Beta-HCG dan urine untuk meyakinkan bahwa kehamilan memang terjadi. Sejak kelahiran Louise Brown, teknik bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) semakin populer saja di dunia.Di Indonesia, teknik bayi tabung (IVF) ini pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak-Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, pada 1987.Teknik bayi tabung yang kini disebut IVF konvensional itu berhasil melahirkan bayi tabung pertama, Nugroho Karyanto, pada 2 Mei 1988.Setelah itu lahir sekitar 300 "adik" Nugroho, di antaranya dua kelahiran kembar empat. Sukses besar teknik bayi tabung (IVF) konvensional ternyata masih belum memuaskan dunia kedokteran, apalagi kalau mutu dan jumlah sperma yang hendak digunakan kurang. Maka dikembangkanlah teknik lain seperti PZD (Partial Zona Dessection) dan SUZI (Subzonal Sperm Intersection). Pada teknik PZD, sperma disemprotkan ke sel telur setelah dinding sel telur dibuat celah untuk mempermudah kontak sperma dengan sel telur.Sedangkan pada SUZI sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur.Namun, teknik pembuahan mikromanipulasi di luar tubuh ini pun masih dianggap kurang memuaskan hasilnya. Sekitar lima tahun lalu Belgia membuat gebrakan lain pada teknik bayi tabung yang disebut ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). Teknik canggih ini ternyata sangat tepat diterapkan pada kasus mutu dan jumlah sperma yang minim.Kalau pada IVF konvensional diperlukan 50.000 - 100.000 sperma untuk membuahi sel telur, pada ICSI hanya dibutuhkan satu sperma dengan kualitas nomor wahid.Melalui pipet khusus, sperma disuntikkan ke
1

dalam satu sel telur yang juga dinilai bagus. Langkah selanjutnya mengikuti cara IVF konvensional. Pada teknik ini jumlah embrio yang ditanamkan cuma 1 - 3 embrio.Setelah embrio berhasil ditanamkan dalam rahim, si calon ibu tinggal di rumah sakit selama satu malam. Di Indonesia, menurut dr. Subyanto DSOG dan dr. Muchsin Jaffar DSPK, tim unit infertilitas MELATI-RSAB Harapan Kita, ICSI sudah diterapkan sejak 1995 dan berhasil melahirkan anak yang pertama pada Mei 1996. Dengan teknik ini keberhasilan bayi tabung meningkat menjadi 30 - 40%, terutama pada pasangan usia subur. Berdasarkan pengalaman, menurut dr. Muchsin, peluang terjadinya embrio pada teknologi bayi tabung sekitar 90%, di antaranya 30 - 40% berhasil hamil. Namun, dari jumlah itu, 20 - 25% mengalami keguguran. Sedangkan wanita usia 40-an yang berhasil melahirkan dengan teknik in vitro hanya 6%. Karena rendahnya tingkat keberhasilan dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan pasien, teknik ini tidak dianjurkan untuk wanita berusia 40-an. Pasangan yang masuk program MELATI tidak harus mengikuti program IVF. Teknik ini hanya ditawarkan kalau setelah diusahakan dengan cara lain, tidak berhasil. Sebelum mengikuti program ini pun pasutri diminta mengikuti ceramah dan menerima penjelasan semua prosedurnya agar diikuti dengan mantap. Biaya mengikuti program bayi tabung (IVF) ini memang tidak murah. Pada akhir 1980-an biayanya sekitar Rp 5 juta. Kini, berkisar antara Rp 13,5 juta - Rp 18 juta. Harga obat suntik perangsang indung telur saja sudah naik hampir empat kali lipat.Padahal, suntikan yang dibutuhkan selama dua minggu mencapai 45 ampul. Selain RSAB Harapan Kita, Jakarta, teknik bayi tabung (IVF) juga sudah diterapkan di FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo (Jakarta), Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Surabaya), dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan RS Dr. Sardjito (Yogyakarta).

APA ITU BAYI TABUNG ???


Jika dilihat dari kata bayi & tabung, mungkin bayi tabung berarti bayi dari hasil pembuahan di tabung. Ada juga yang bilang bayi tabung adalah bayi dari hasil tabungan.Memang benar jika dikatakan demikian, karena proses bayi tabung ini biayanya sangat mahal. Tetapi bayi tabung itu sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita, dalam istilah kerennya in vitro vertilization (IVF). In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas (nah nyambung juga kan dengan kata tabung). Dalam bahasa Inggris di sebut vertilization. Dalam proses bayi tabung atau IVF, sel telur yang sudah matangdiambil dari indung telur lalu dibuahi dengan sperma di dalam sebuah medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi bayi.
2

LATAR BELAKANG TABUNG


y y y y

DIADAKANNYA

BAYI

Proses bayi tabung akan dilakukan jika terjadi hal seperti di bawah ini : Kualitas dan kuantitas sperma. Keadaan rahim normal atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan rontgen dan USG. Apakah tuba falopi (saluran telur) lancar atau tersumbat. Untuk mengetahuinya dilakukan pemeriksaan HCG. Apakah lingkungan di sekitar rahim dan indung telur normal atau ada kelainan. Pemeriksaan dilakukan dengan laparoskopi diagnostik/diteropong.

Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasi-in-vitro yang memiliki pengertian sebagai berikut : Fertilisasi-in-vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita, pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat Fahrenheit. Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Otto Soemarwoto dalam bukunya Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global, dengan tambahan dan keterangan dari Drs. Muhammad Djumhana, S.H., menyatakan bahwa bayi tabung pada satu pihak merupakan hikmah. Ia dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi, mereka tidak dapat mempunyai anak. Dalam kasus ini, sel telur istri dan sperma suami dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang terjadi ditanam dalam kandungan istri. Dalam hal ini kiranya tidak ada pendapat pro dan kontra terhadap bayi yang lahir karena merupakan keturunan genetik suami dan istri. Akan tetapi seiring perkembangannya, mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang mulia menjadi pertentangan. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. Tulisan ini tidak akan membahas mengenai pro kontra yang ada tetapi akan membahas mengenai aspek hukum perdata yang menekankan pada status hukum dari si anak dan segala akibat yang mengikutinya.
3

Proses Inseminasi Buatan (Bayi Tabung) Dalam melakukan fertilisasi-in-virto transfer embrio dilakukan dalam tujuh tingkatan dasar yang dilakukan oleh petugas medis, yaitu : 1. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang. 2. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan pemeriksaan ultrasonografi. 3. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi. 4. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur, kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik. 5. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel 6. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri. Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan. 7. Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi.

PROSES BAYI TABUNG


Ada beberapa proses yang dilakukan oleh pasutri sebelum melaksanakan proses b ayi tabung. Jika melakukan proses bayi tabung di salah satu rumah sakit di Singapore, pasutri akan melakukan hal-hal berikut : 1. Persiapan mental diwajibkan bagi pasangan lewat konseling yang diberikan oleh pekerja sosial yang disediakan oleh rumah sakit. In tinya kita disuruh bersiap untuk menghadapi keadaan kalau proses bayi tabung berhasil maupun tidak berhasil. 2. Perkembangan hormon yang terkontrol dimulai sesaat setelah mendapatkan mens, tepatnya pada hari ke dua lewat suntikan yang diberikan setiap hari se lama kurang lebih tiga minggu, sampai mencapai ukuran telur yang diharapkan. 3. Tahap pematangan telur melalui injeksi obat hormon satu hari sebelum sel telur yang matang dikeluarkan. 4. Pengeluaran telur melalui proses operasi kecil, telur diambil sebanyak-banyaknya. 5. Tahapan proses pembuahan sel telur dengan sperma menjadi embrio, dilakukan oleh embriologist di rumah sakit. 6. Setelah dua hari pembuahan, embrio yang terbaik dipilih dan dimasukkan kedalam rahim. Kali ini prosesnya mudah, hanya memerlukan wantu sekitar 10 menit. 7. Agar emrio dalam rahim dapat bertahan & berkembang dengan baik maka harus mengalami suntikan hormon setiap hari selama 17 hari. Setelah itu barulah didapatkan kepastian hamil atau tidak.
4

MEMAKSIMALKAN KESEHATAN SEBELUM MASA KEHAMILAN Beberapa nasehat sederhana yang mudah untuk dilakukan sebelum anda memulai proses bayi tabung anda:
y y y y y y y y y

Diet yang sehat dan teratur. Berhenti merokok dan pengunaan obat-obatan. Jangan meminum minuman beralkohol. Lakukan olahraga ringan: Jalan-jalan sore, jogging. Jaga berat badan sesuai dengan BMI yang ideal. Minum multi-vitamin. Lakukan intercourse 2-3 kali seminggu. Lakukan pemeriksaan darah, tes hepatitis B & C. Hitung dan pahami putaran masa subur anda.

Memahami masa kesuburan anda akan memaksimalkan kesempatan kehamilan yang lebih besar. Setiap wanita memiliki masa subur yang berbeda-beda tiap bulannya. Kunci untuk memperoleh kehamilan adalah memahami betul perputaran masa subur anda, karena saat masa subur tubuh anda akan melepaskan telur yang siap digunakan untuk proses fertilisasi via intercourse yang akan digunakan untuk proses bayi tabung

Langkah-langkah Proses Bayi Tabung


1. Sel sperma berada di sekitar sel telur-siap untuk membuahi.

Menerobos Kesuburan 2. Sel telur hampir siap untuk dilepaskan dari ovarium si wanita.Selama masa subur, wanita akan melepaskan satu atau dua sel telur yang akan berpindah ke bawah yang lalu akan bertemu sel sperma yang akan mengakibatkan terjadinya pembuahan.

Perkembangan sel telur 3. Dalam IVF, dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya untuk memilih yang terbaik diantaranya. Untuk melakukannya, si pasien akan diberikan hormon untuk menambah jumlah produksi sel telur.Proses injeksi ini dapat mengakibatkan adanya efek samping.

Injeksi
6

4. Setelah hormon bekerja sepenuhnya maka sel-sel telur siap untuk dikumpulkan. Dokter bedah akan menggunakan laparoskop untuk memindahkan sel-sel telur tersebut.

Pelepasan Sel telur 5. Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara sangat hati-hati oleh para teknisi.

Pelepasan Sel telur 6. Jika sel sperma dan sel telur terbukti sehat, maka sangatlah mudah untuk menyatukan keduanya dalam sebuah piring lab. Jika sperma tidak sehat sehingga tidak dapat berenang untuk membuahi sel telur, maka akan dilakukan ICSI.

Pelepasan Sel telur

7. Tujuan utama IVF - menghasilkan embrio berumur 2 hari. Embrio ini memiliki 4 sel, yang diharapkan mencapai stage perkembangan yang benar.

Embrio Berumur 2 hari 8. Dokter kemudian memilih 3 embrio terbaik untuk ditransfer yang diinjeksikan ke sistem reproduksi si pasien.

Pemindahan Embrio 9. Dua minggu setelahnya, tes kehamilan dapat dilakukan.

Implanted foetus
8

Dalam proses bayi tabung secara ICSI, GIFT atau ZIFT seringkali ada operasi bedah laparoskopik (laparoscopic surgery). Ini adalah sedikit pembahasan mengenai laparoscopic surgery tersebut. Operasi bedah laparoskopik merupakan teknik bedah yang dilakukan dengan cara membuat lubang kecil di dinding perut dan mengangkat kandung empedu dengan instrumen khusus menggunakan sistem endokamera melalui layar monitor. Operasi ini digunakan dalam prosedur bayi tabung untuk memasukkan sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma dan berkembang menjadi zigot ke dalam tuba fallopi si pasien wanita untuk kemudian agar dapat tumbuh secara alamiah menjadi bayi. Efek bedah laparoskopik merupakan kebalikan dari efek bedah konvensional yang seringkali menimbulkan rasa nyeri pasca operasi, munculnya bekas pembedahan, masa pulih yang lambat, dan masa rawat yang panjang. Efek laparoskopik ini yaitu rasa nyeri yang minimal, masa rawat pendek, masa pulih cepat serta luka parut yang minimal. Angka kematian pada sistem operasi bedah ini tercatat nihil, sedangkan penyulit dan konversi ke bedah konvensional kurang dari satu persen. Bedah laparoskopik sendiri merupakan teknik bedah invasif minimal yang menggunakan sistem endokamera, pneumoperitoneum dan instrumen khusus. Pembedahan dilakukan di dalam rongga abdomen melalui layar monitor tanpa melihat dan menyentuh langsung organ yang dioperasi. Karena itu, spesialis bedah memerlukan pelatihan koordinasi mata dan tangan untuk menguasai keterampilan teknik bedah laparoskopik.

MACAM-MACAM TEKNIK BAYI TABUNG


1. SPERMA KOSONG Pada proses bayi tabung, ada istilah sperma kosong disini maksudnya Pada kasus cairan air mani tanpa sperma (azoospermia), mungkin akibat penyumbatan atau gangguan saluran sperma, kini bisa dilakukan pengambilan sperma dengan teknik operasi langsung pada saluran air mani atau testis. Tekniknya ada dua, MESA (Microsurgical Sperm Aspiration) dan TESE (Testicular Sperm Extraction). Pada MESA, sperma diambil dari tempat sperma dimatangkan dan disimpan (epididimis). Sedangkan pada TESE, sperma langsung diambil dari testis yang merupakan pabrik sperma. Setelah sperma diambil, dipilih yang paling baik. Selanjutnya, dilakukan langkah-langkah menurut prosedur ICSI. Teknik ini juga sudah diterapkan di RSAB Harapan Kita sejak 1996 dan telah berhasil melahirkan dua anak. Seperti di negara lain, sejak 1992 Indonesia sudah melakukan simpan beku embrio. Perangsangan indung telur wanita pada prosedur bayi tabung memungkinkan terbentuknya banyak embrio. Tidak mungkin semua embrio ditransfer ke dalam rahim pada saat
9

bersamaan. Embrio yang untuk sementara tidak digunakan dapat disimpan dengan cara kriopreservasi, yang selanjutnya disimpan dalam tabung berisi cairan nitrogen pada suhu 196 oC di bawah nol derajat. Kapasitas tabung sekitar 100 embrio. Simpan beku embrio ini menghemat biaya karena pasangan tidak perlu lagi mengulang proses pengerjaan dari awal lagi bila embrio berikutnya perlu ditanamkan kembali. Tidak seperti di Barat, embrio ataupun sperma yang tersimpan beku di Indonesia hanya diperuntukkan bagi pasutri yang bersangkutan. Salah satu contoh keberhasilan teknik penyimpanan embrio bisa ditemukan di Belgia. Baru-baru ini lahir seorang bayi laki-laki sehat hasil penanaman embrio yang sudah dibekukan selama 7,5 tahun dari pasangan lain (anonim). Bayi yang dibantu kelahirannya oleh dr. Michael Vermesh ini beratnya 4 kg. Daya tahan embrio yang dibekukan bisa puluhan tahun dan tetap bisa menjadi bayi sehat. Teknologi reproduksi in vitro ternyata sangat membantu pasangan yang mengalami gangguan reproduksi. Mengupayakan pasutri agar bisa mempunyai anak sungguh merupakan perbuatan mulia dan membahagiakan, sekalipun pembuahannya dilakukan di laboratorium. Seperti halnya Louise Brown, mungkin banyak anak yang dilahirkan melalui teknik ini ikut bersyukur bahwa kedua orang tuanya mengikuti program itu. 2. PEMBEKUAN SEL TELUR Jaman sekarang para wanita lebih memilih karir daripada memiliki keluarga tapi setelah mereka menyadari pentingnya sebuah keluarga, mereka sadar bahwa sebentar lagi atau sekarang mereka sudah akan mengalami menopause. Namun jangan kuatir, program bayi tabung atau IVF memiliki perkembangan baru dalam subprosesnya, yaitu sistem pembekuan sel telur yang memungkinkan para wanita bebas dalam memilih waktu yang tepat bagi mereka untuk memulai sebuah keluarga tanpa kuatir batasan umur dan siklus reproduksi yang mereka alami. Sistem pembekuan sel telur ini baru akan diluncurkan di negara Inggris Raya. Biasanya yang dibekukan adalah sel sperma si pria, namun setelah berbagai penelitian maka didapatlah sistem baru pembekuan bagi sel telur.Sebelumnya, berdasarkan tingkat keberhasilan yang rendah yang didapat dari sistem pembekuan sel telur ini serta hanya dilakukan bagi pasien penderita kanker, akan tetapi para rumah-rumah sakit percaya bahwa tehnik yang dikembangkan oleh ilmuwan Jepang ini akan dapat menghasilkan bayi tabung dengan tingkat keberhasilan yang cukup besar. Professor Gedis Grudzinskas, kepala medis Bridge Center meyakini bahwa tehnik ini akan menwarkan sejumlah pilihan kepada para wanita. "Dahulu para wanita memakai pil kontrasepsi untuk dapat menentukan waktu yang tepat untuk mendapatkan anak, tapi sekarang tehnik pembekuan sel telur inilah yang lebih efektif." Akan tetapi tehnik pembekuan sel telur ini yang juga lebih dikenal sebagai vertifikasi masih berada dalam tahap awal perkembangannya. Sebelumnya sistem pembekuan sel telur ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam proses pembekuan dan pencairannya
10

berdasarkan kandungan air yang tinggi yang terdapat didalamnya dan proses pengkristalisasiannya dapat menimbulkan kerusakan pada sel telur. Tehnik pembekuan sel telur yang telah diperbaharui menggunakan proses pemindahan kandungan air yang ada didalam sel telur lalu dilakukan pembekuan dengan menggunakan nitrogen cair. Setelah berbagai penelitian maka disimpulkan bahwa 90-95% sel telur dapat selamat dari proses pembekuan dan dapat digunakan selanjutnya untuk proses bayi tabung dengan tingkat kealamiahan yang hampir sama dengan sel telur segar. Ibu Tessa Darley, seorang pejabat pemerintahan yang nerumur 37 tahun adalah seorang wanita di Inggris yang menggunakan tehnik pembekuan baru ini. "Saya dapat menentukan kapan saya harus mengakhiri karir, menemukan si Mr.Right, memulai sebuah keluarga dan jikapun saya mengalami menopause, saya masih dapat memiliki bayi dari kandungan saya sendiri," katanya yakin. Meskipun rumah sakit di Inggris jarang sekali melayani treatment kesuburan untuk wanita yang berumur lebih dari 50 tahun, banyak kritik mengenai pembatasan umur bagi wanita yang sudah mengalami postmenopausal dalam menjalani program IVF. 3. BLASTOCYST CULTURE Blastocyst culture adalah sebuah tehnik baru dalam prosedur in vitro fertilization dimana embrio yang ditanamkan adalah yang sudah berumur 5-6 hari, 2 hari lebih lama dari IVF standar.Penambahan waktu ini mempermudah memilih embrio yang lebih sehat dan memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi.Kesempatan untuk kelahiran ganda (kembar, kembar tiga) pun lebih dapat diminimalkan. Tehnik IVF pada umumnya menggunakan embrio yang berumur 3 hari dengan tingkat sel 6-10 lalu kemudian dipindahkan kembali ke dalam uterus. Jika embrio dibiarkan tumbuh selama 5 hari atau lebih di laboratorium, maka embrio tersebut akan menjadi blastosis dengan tingkat perkembangan sel 50 Keunggulan Blastosis Sel dari embrio yang berumur lebih dari 3 hari akan mulai untuk membelah setelah distimulasikan dengan sinyal yang dapat ditemukan dalam sel telur yang sudah matang. Embrio memiliki genom yang unik yang belum diaktifkan. Setelah 5 hari, genom tersebut akan aktif dan membelah lalu tumbuh berdasarkan sinyal dari genetiknya sendiri. Jika embrio telah sampai pada tahap blastosis maka embrio tersebut telah melalui masalah pertama dalam proses perkembangannya. Proses pengaktifan gen ini tidak dapat dievaluasi jika embrio masih berumur 3 hari. Dalam siklus reproduksi normal, hari ke-3 (6-10 sel) embrio berada dalam tuba fallopi. Setelah 5 hari, blastosis akan tiba di saluran uterus dan memulai proses implantasi. Pemindahan blastosis yang berumur 5 hari lebih bersifat alamiah dalam prosesnya jika dilihat dari padangan psikologi. Sistem Pemindahan Blastosis belum banyak digunakan karena proses pengaktifan gen-nya memerlukan media kultur dan lingkungan yang khusus.Berbeda dari proses standar IVF, proses blastosis ini memerlukan embrio yang berumur 5 hari atau lebih.

11

DAMPAK DARI PROSES BAYI TABUNG


DAMPAK POSITIF 1. 2. 3. 4. Memberi harapan kepada pasangan pasutri yang lambat punya anak atau mandul. Membantu oranga lain yang mengidap penyakit. Memberikan harapan bagi kesejahteraan umat manusia. Menghindari penyakit (seperti penyakit menurun/genetis, sehingga untuk kedepan akan terlahir manusia yang sehat dan bebas dari penyakit keturunan. 5. Menuntut manusia untuk menciptakan sesuatu yang baru.

DAMPAK NEGATIF 1. 2. 3. 4. Munculnya persewaan rahim dan permasalahannya (menyewa rahim ibu yang lain). Bertentangan dengan kodrat dan fitrah manusia sebagai mahluk tuhan. Kemajuan teknologi telah memperbudak manusia. Memerlukan biaya yang besar sehingga hanya dapat dijangkau oleh kalangan tertentu.

Kendala Program Bayi Tabung Pasutri yang berniat mengikuti program bayi tabung dihadapi beberapa kendala. Yang utama adalah dana yang tidak kecil. Mulai dari Rp 16,5 juta hingga Rp 54 juta untuk sekali program bayi tabung. Di Amerika pun, tingginya biaya program bayi tabung ($6,000 hingga $7,000), juga dianggap sebagai kendala. Apalagi, menurut Awadalla, mahalnya biaya tersebut belum menjamin keberhasilan program bayi tabung. Padahal, teknologi yang digunakan sudah begitu powerful, namun hanya 20% saja kemungkinan program ini akan berhasil. Kalaupun berhasil, risiko bayi kembar lebih dari dua terbilang tinggi pada teknik transfer embrio. Padahal, seorang ibu yang hamil kembar dua saja sudah masuk ke area rawan. Oleh karena itu, kini transfer blastosis lebih banyak direkomendasikan dokter lantaran kemungkinan kembar lebih dari dua hampir tak ada. Selain itu, menurut Awadalla, ada beberapa dampak negatif program bayi tabung untuk si ibu. Misalnya, kemungkinan si ibu terserang infeksi, rhumatoid arthritis atau lupus, dan alergi. Kendati demikian, kenyataan di atas jangan mengendurkan niat Anda untuk mengikuti program bayi tabung. Kalau Tuhan berkehendak, lewat usaha yang maksimal, kesabaran dan ketabahan, tentulah akan berhasil. Apalah arti kesulitan dan rasa sakit yang mendera bila dibandingkan dengan hadirnya buah hati dalam sebuah perkawinan.

12

PERBEDAAN BAYI TABUNG DAN NORMAL


Sampai saat ini data yang ada berdasarkan hasil penelitian di Eropa dan Amerika dengan jumlah sampel yang cukup banyak tidak didapatkan perbedaan yang bermakna dalam hal pertumbuhan dan perkembangan bayi-bayi yang dilahirkan dari teknik bayi tabung dibandingkan dengan bayi-bayi yang didapatkan dari pembuahan alami. Bahkan dengan teknik preimplantation genetic diagnosis (PGD), bayi tabung dapat merupakan pilihan untuk mencegah penyakit yang dapat diturunkan secara genetik. BAYI TABUNG LEBIH PINTAR Penelitian pertama terhadap anak-anak usia delapan tahun dari hasil pembuahan melalui metode intracytoplasmic sperm injection (ICSI) atau bayi tabung menunjukkan bahwa mereka rata-rata memiliki tingkat intelegensi yang lebih baik daripada anak-anak hasil reproduksi normal. Hal tersebut menolak anggapan bahwa teknik tersebut tidak seaman metode in vitro vertilization (IVF) standar yang biasa dipakai untuk menghasilkan bayi tabung. ICSI dilakukan dengan menyuntikkan sperma secara langsung ke dalam sel telur, berbeda dengan IVF standar yang hanya meletakkan sperma sedekat mungkin dengan sel telur, tanpa disuntikkan, agar dapat melakukan pembuahan secara alami. Beberapa penelitian pendahuluan yang dilakukan sejak 1998 melaporkan bahwa anakanak hasil bayi tabung/ICSI usia satu tahun terlambat berkembang dibandingkan anak-anak yang normal. Sehingga keamanan teknik tersebut sempat diragukan. Tapi, penelitian yang lebih lama terhadap anak usia lima tahun, tidak ditemukan perbedaan tingkat perkembangan yang signifikan. Baru-baru ini, tim yang dipimpin Lize Leunens dari Free University of Brussels (VUB) di Belgia membandingkan antara tingkat intelegensi dan kemampuan motorik terhadap 151 anak hasil bayi tabung usia delapan tahun dengan 153 anak hasil pembuahan normal. Hasilnya, tidak ada perbedaan dalam kemampuan motorik dan anak -anak ICSI memiliki nilai tes intelegensi yang lebih tinggi daripada yang normal.Leunens memaparkan hasil penelitiannya dalam pertemuan tahunan Perkumpulan Reproduksi Manusia dan Embriologi Eropa di Kopenhagen, Denmark, Selasa (21/6). "Kami sangat gembira karena dalam jangka panjang anak-anak hasil bayi tabung tersebut tidak menderita kemunduran dalam perkembangannya," katanya. Dalam penelitian tersebut, tidak ada perbedaan level pendidikan dari ibunya, yang diketahui mempengaruhi tingkat intelegensi seorang anak. Oleh karena itu Leunens berpendapat bahwa alasan yang dapat menerangkan adalah motivasi yang lebih besar dari ibu yang mengandung bayi ICSI."Ibu yang mengandung bayi ICSI ini mungkin mendedikasikan dirinya secara khusus sebagai orang tua," katanya.

13

Selain itu, penjelasan yang masuk akal juga disampaikan menanggapi kemunduran tingkat perkembangan pada bayi ICSI yang berusia sangat muda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu bayi ICSI lebih suka membesarkan anaknya di rumah daripada mengirimkan ke playgroup atau berinteraksi dengan orang lain, kondisi yang mungkin menyebabkan kemunduran dalam perkembangan sosial. Tapi, penelitian ini bukanlah jawaban terakhir. Penelitian lain menunjukkan bahwa penolakan banyak orang tua untuk mengijinkan anaknya diteliti, mungkin agak menurunkan kepercayaan hasil penelitian Leunens. Faktanya, sepertiga orangtua anak-anak ICSI menolak berpartisipasi. Tanpa mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan yang lain, Leunens menyatakan bahwa hasil penelitian tidak berbeda dengan kondisi yang dipaparkan orang tua melalui wawancara telepon. Ia juga menekankan bahwa penelitiannnya tidak melihat masalah kesehatan yang lain.

HUKUM PELAKSANAAN BAYI TABUNG


Dasar hukum pelaksanaan bayi tabung di Indonesia adalah Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992. 1. Pasal 16 ayat 1 Kehamilan diluar cara alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapatkan keturunan. 2. Upaya kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan : 1) Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkuta, ditanamkan dalam rahim istri darimana ovum berasal. 2) Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. 3) Pada sarana kesehatan tertentu. Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai norma hukum, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah. Ketentuan mengenai persyaratan penyelenggaraan kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Penjelasan dari Pasal 16 tersebut jika secara medis dapat dibuktikan bahwa pasangan suami istri yang sah benar-benar tidak dapat memperoleh keturunan secara alami, pasangan suami istri tersebut dapat melakukan kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir melalui ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Pelaksanaan upaya kehamilan diluar

14

cara alami harus dilakukan sesuai dengan norma hokum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Apabila dokter melakukan inseminasi buatan dengan donor bukan suami adalah tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara atau denda. Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah. Status anak yang dilahirkan tidak dalam ikatan perkawinan adalah anak diluar nikah. Anak diluar nikah hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibu dan keluarga ibu. Sedangkan anak yang lahir dari sewa rahim, terdapat 2 keadaan sebagai berikut : 1. Ovum dari pemesan, sperma dari pemesan. 2. Ovum pemesan, sperma suami. Apabila sperma dari pemesan disebut Surrogate Mother. Setelah anak dilahirkan maka anak adalah anak sah si ibu dan suaminya. Peralihan status anak dengan adopsi. Permasalahan Hukum Perdata yang Timbul Dalam Inseminasi Buatan (Bayi Tabung) Inseminasi buatan menjadi permasalahan hukum dan etis moral bila sperma/sel telur datang dari pasangan keluarga yang sah dalam hubungan pernikahan. Hal ini pun dapat menjadi masalah bila yang menjadi bahan pembuahan tersebut diambil dari orang yang telah meninggal dunia. Permasalahan yang timbul antara lain adalah : a) Bagaimanakah status keperdataan dari bayi yang dilahirkan melalui proses inseminasi buatan? b) Bagaimanakah hubungan perdata bayi tersebut dengan orang tua biologisnya? Apakah ia mempunyai hak mewaris? c) Bagaimanakah hubungan perdata bayi tersebut dengan surogate mother-nya (dalam kasus terjadi penyewaan rahim) dan orang tua biologisnya? Darimanakah ia memiliki hak mewaris? Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Inseminasi Buatan (Bayi Tabung) Jika benihnya berasal dari Suami Istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian
15

mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari, maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Dasar hukum ps. 255 KUHPer. Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yang mempunyai benih. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. (Biasanya dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu dinilai sah secara perdata barat, sesuai dengan ps. 1320 dan 1338 KUHPer.)

Jika salah satu benihnya berasal dari donor  Jika Suami mandul dan Istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Dasar hukum ps. 250 KUHPer. Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer.

Jika semua benihnya dari donor  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah. Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya. Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat di Indonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transfer embrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. Secara khusus, permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu
16

segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang. FATWA MUI TENTANG BAYI TABUNG Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia MEMUTUSKAN Memfatwakan bahwa : 1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama. 2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya). 3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z -zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan. 4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az zari'ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. ALTERNATIF SELAIN BAYI TABUNG  Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT)

Bila anda memiliki kesulitan untuk mendapatkan kehamilan, maka anda mungkin sudah mencoba beberapa pengobatan alternatif. Namun jika anda masih tetap gagal dalam mencoba beberapa siklus pengobatan, tehnik pemindahan zigot intra fallopi atau zygote intrafallopian transfer (ZIFT) akan berhasil baik untuk anda. Prosedur ZIFT ini memiliki beberapa kelebihan dalam penanganan pengobatan masalah kesuburan dan banyak bukti keberhasilan yang ada. nya

17

Zygote Intrafallopian Transfer adalah sebuah tehnik ART (assisted reproductive technology) yang menggabungkan antara tehnik in vitro fertilization (IVF) dengan gamete intrafallopian transfer (GIFT) guna menghasilkan kehamilan. Selama proses ZIFT, sel telur anda akan dibuahi oleh sel sperma pasangan anda dalam sebuah laboratorium. Setelah sel telur ini dibuahi, lalu akan dipindahkan kedalam tuba fallopi melalui operasi bedah laparoskopik.

Keberhasilan
Tingkat keberhasilan tehnik ZIFT ini cukup meyakinkan walaupun dari 100% tehnik bayi tabung yang ada hanya 1% yang menggunakan tehnik ZIFT ini. Pada tahun 2006 di Amerika Serikat telah lahir lebih dari 280 bayi melalui tehnik ZIFT. Tingkat keberhasilan ZIFT akan bergandung pada umur anda. wanita yang lebih muda akan dapat memiliki tingkat keberhasilan yang lebih daripada wanita yang sudah berumur. Rata-rata 36% pasien ZIFT akan mendapatkan kehamilan selama siklus.

Persyaratan untuk pasien pengguna ZIFT 1. Memiliki masalah ovulasi 2. Pasangan anda memiliki jumlah sel sperma yang sedikit 3. Anda tetap tidak bisa hamil setelah 1 tahun mencoba 4. Anda memiliki 5 atau lebih siklus intrauterine insemination yang gagal 5. Tuba fallopi anda tidak terhalang, tidak terluka Prosedur Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT) Prosedur ZIFT secara keseluruhan akan memakan waktu selama 4-6 minggu. Kadangkadang diperlukan lebih dari satu kali siklus untuk memperoleh kehamilan. Langkah-langkah ZIFT adalah sebagai berikut: 1. Pemberian hormon untuk menstimulasi sel telur 2. Setelah sel telur dewasa, akan dipindahkan 3. Pembuahan sel telur oleh sel sperma 4. Setelah sartu hari, sel telur yag sudah dibuahi akan sipa untuk melakukan proses pemisahan diri, dalam tahap ini embrio akan berubah menjadi zigot 5. 1 - 4 zigot akan diletakkan dalam tuba fallopi anda 6. Anda akan dites untuk impalntasi dan kehamilan dalam beberapa hari kedepan Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan ZIFT adalah dapat memastikan langsung apakah proses bayi tabung yang akan dilakukan berapa persen tingkat keberhasilannya. Ini karena selama proses ZIFT, sel telur anda akan dilihat berhasil atau tidaknya pembuahan yang dilakukan oleh si sel sperma dalam laboratorium. Lain lagi dengan tehnik Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT) yang hanya meleburkan sel sperma dan sel telur lalu diletakkan langsung dalam tuba fallopi sebelum sel telur dan sperma tersebut menjadi sebuah zigot. Tehnik ZIFT juga akan menempatkan zigot yang aktif langsung didalam tuba fallopi. Beberapa pasangan merasakan bahwa cara ini lebih alamiah dalam mendapatkan kehamilan. Kelemahan ZIFT adalah perlunya dilakukan dua kali operasi bedah secara terpisah: satu untuk memindahkan sel telur dan satu lagi memasukkan zigot kedalam tuba fallopi. tehnik bayi tabung secara ZIFT ini juga memerlukan biaya yang besar, sekitar 13,000 US$/siklus. Sebagai tambahan, ZIFT dapat meningkatkan peluang kehamilan ganda.Sekitar 35%nya secara fakta melahirkan secara ganda.

18

 Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT)

Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT) adalah sebuah tehnik penciptaan kehamilan dimana sel telur yang sudah dipindahkan dari ovarium si wanita akan dikawinkan dengan sel sperma si pria yang sudah dicuci bersih, lalu kemudian sel telur dan sperma tersebut diletakkan dalam tuba fallopi melalui lubang kecil dalam abdomen si wanita. Tehnik Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT) ini diperkenalkan pada tahun 1984.Tehnik ini menggunakan by-pass fungsi tuba fallopi untuk mengangkat sel telur. Tehnik ini akan menghasilkan proses pembuatan bayi tabung secara lebih alamiah bila dibandingkan dengan tehnik In vitro fertilization (IVF). Embrio yang diletakkan langsung dalam tuba fallopi akan berkembang dalam lingkungan dan keamanan yang alamiah. Tehnik Gamete Intrafallopian Transfer ini dapat digunakan sebagai alternatif daripada tehnik IVF, sebagai akibat dari infertilitas sel sperma, akan tetapi tehnik ini tetap tidak direkomendasikan jika alasannya adalah kasus infertilitas. Indikasi utama untuk penggunaan tehnik GIFT ini adalah untuk pasien yang memiliki masalah pada non -tubal muda dengan analisis semen yang normal. Kelemahan antara tehnik GIFT dengan IVF adalah kurangnya informasi mengenai fertlisasi dan kualitas embrio serta pemindahan sel telur yang tidak fertil dibandingkan dengan embrio yang terpilih. Jadi GIFT atau ZIFT? Dianjurkan untuk memilih GIFT terlebih dahulu karena metode GIFT lebih murah dan menurunkan resiko kehamilan ganda. Jika GIFT gagal, maka anda pasti akan memilih ZIFT. Diskusikan secara matang dan terarah dengan dokter kandungan anda dalam metode yang terakhir ini.

19

DAFTAR PUSTAKA
Bayi tabung.com Bayi tabung.blogspot.com Dan referensi lainnya.

20