Anda di halaman 1dari 11

RESUME SEJARAH HUBUNGAN ANTARA PAHAM-PAHAM BARU DENGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN

Di Susun Oleh: Ika Listiawati / XI IPA 1

MAN 2 SITUBONDO

HUBUNGAN ANTARA PAHAM-PAHAM BARU DENGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN A. Paham-Paham Baru dan Perkembangan Nasionalisme di Asia-Afrika 1. Paham-Paham Baru Paham-paham baru pada awalnya muncul di Eropa dan Amerika pada abad ke-19 sebagai akibat Revolusi Prancis, Revolusi Industri, dan Perang Kemerdekaan Amerika. Bangkitnya nasionalisme Asia-Afrika dipengaruhi masuknya paham baru dari Eropa dan Amerika tersebut. a. Nasionalisme Menurut Hans Kohn, nasionalisme adalah paham yang menempatkan pada Negara dan bangsa. Sementara itu, Joseph Ermest Renan mengatakan bahwa nasionalisme muncul karena adanya keinginan umtuk bersatu. Sedangkan Otto Bouer mengatkan bahwa suatu bangsa adalah kelompok manusia dengan persamaan karakter yang tumbuh karena persamaan nasib. Perbedaan lahirnya Nasionalisme di Eropa dengan Nasionalisme Asia-Afrika: Nasionalisme di Eropa diilhami oleh tuntutan penghapusan absolutism raja oleh rakyat, seperti pecahmya Revolusi Prancis. Sedaangkan Nasionalisme di AsiaAfrika merupakan reaksi terhadap adanya imperialism dan kolonialisme bangsa Eropa. b. Liberalisme Liberalisme adalah paham yang menghendaki kebebasan individu dalam bidang ekonomi, agama, budaya, social, dan pengembangan iptek, serta jaminan bagi warga egara atas kebebasan politik. Liberalisme muncul akibat kekuasaan raja yang absolut. Liberalisme berpengaruh besar terhadap bangkitnya nasionalisme di Asia-Afrika karena mengajarkan masyarakat untuk bebas mengatur dan membentuk pemerintahan serta negara sendiri. Tokoh-tokoh liberalism antara lain john Locke dari inggris, Voltaire, Rousseau, Montesquieu dari Prancis, dan Emmanuel Kant dari jerman. Montesquieu dalam bukunya Tha Spirit of Law mengemukakan tentang teori pemisahan kekuasaan yaitu aksekutif, yudikatif, dan legislative. Sedangkan pelopor dalam Liberalisme di bidang ekonomi adalah Adam Smith. Ia menegaskan bahwa pemerintahan seharusnya tidak ikut campur dalam dunia usaha karena justru akan menghambat gairah usaha dan individu. c. Sosialisme Paham yang menghendaki agar masyarakat disusun secara kolektif(bersama) oleh dan untuk kepentingan semua rakyat. Sarana-sarana produksi harus dikelola secara kolektif oleh Negara dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Sosialisme lahir sebagai reaksi adanya krisis social akibat Revolusi Industri. Revolusi Industri melahirkan kapitalisme yang menyebabkan kaum buruh makin tertindas. Paham sosialisme berusaha untuk menciptakan pemerataan social dan penghapusan kemiskinan. d. Demokrasi

Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rk\akyat. Istilah demokrasi berasal dari yunani, yaitu demos(rakyat) dan kratos(pemerintahan). Demokrasi diterapkan pertama kali di Yunani Kuno pada abad ke-6 sampai ke-3 SM yang merupakan demokrasi langsung. Hal tersebut dapat terlaksana karena jumlah penduduk masih sedikit dengan wilayah yang terbatas. Dalam perkembangannya, demokrasi diilhami oleh J. J. Rousseau yang termuat dalam buku Du Contrac Social yang mengatakan bahwa menutur kodratnya manusia dilahirkan sama dan merdeka. Demokrasi di Inggris ditandai dengan ditandatanganinya Magna Charta Libertatum(piagam Agung Kebebasan). Piagam ini merupakan peraturan untuk melindungi rakyat dari tindakan sewenang-wenang. Di samping itu, juga dikeluarkan Bill of Right. 2. Nasionalisme di Asia-Afrika Pada intinya, nasionalisme di Asia-Afrika muncul karena adanya imperalisme dan kolonialisme Barat. Negara-negara jajahan mulai bangkit untuk menjadi sebuah negara merdeka. a. Jepang Sejak abad ke-17, pemerintahan Shogun di jepang melaksanakan politik isolasi(politik menutup diri). Hal ini bertujuan menghindarkan jepang dari pengaruh budaya luar. Usaha mengisolasi diri ini dapat dipatahkan oleh Commodore Perry dari Amerika Serikat yang pada tahun 1854 memasuki jepang melalui Perjanjian Shimoda. Tindakan Kaisar Meiji setelah berkuasa pada tahun 1867 antara lain: 1. Memindahkan ibu kota dari Kyoto ke Tikyo. 2. Menciptakan bendera kebangsaan Hinomaru dan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo. 3. Menjadikan Shinto sebagai agama Negara. 4. Tanggal 8 April 1868, Meijo Tenno mengangkat sumpah yang etrdiri dari 4 asa musyawarah, persatuaan, keadilan, dan pendidikan. Kaisar Meiji juga malakukan pembaruan yang dikenal sebagai Restorasi Meiji yang meliputi: 1. Bidang pemerintahan, yaitu pemerintahan diatur seperti eropa, feodalisme dihapus, dibentuk UUD, dan kaisar atau tenno menjadi kepala Negara. 2. Bidang militer, angkatan perang dibangun secara modern seperti Jerman san Inggria, adanya wajib militer, dan menteri pertahanan bertanggung jawab pada tenno bukan pada parlemen. 3. Bidang pendidikan, yaitu mengirmkan pelajar ke Eropa dan wajib belajar bagi anak berumur 6 tahun. 4. Bidang industry, yaitu mendatangkan ahli teknik dari luar negeri, membangun industry perang, dan peningkatan ekspor. b. Cina Dinasti Manchu yang memerintah cina secara kolot, konservatif, dan melaksanakan politik isolasi(tertutup) ditaklukan oleh bangsa Eropa(inggris) melalui Perang Candu(1839-1842) sehingga cina menandatangani Perjanjian Nanking yang isinya:

1. Pelabuhan-pelabuhan Cina terbuka bagi bangsa Eropa. 2. Inggris berhak menguasai Hongkong(1842). 3. Inggris mendapatkan hak ekstrateritorial. Perjanjian Nanking menyebabkan cina membuka diri untuk menerima bangsa Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman. Kedatangan bangsa Eropa menimbulkan kebencian rakyat cina terhadap bangsa Eropa dan pada Dinasti Manchu yang lemah. Akhirnya muncul Pemberontakan Taiping. Pemberontakan yang lain adalah Pemberontakan Boxers(tinju keadilan) yang berusaha mengusir bangs aasing dari daratan cina dengan pusat pemberontakan di Peking. Akhirnya, pemerintahan Dinasti Manchu menandatangani Boxers Protokol pada tanggal 7 september 1901 yang isinya: 1. Cina mengganti kerugian perang pada Negara-negara eropa 2. Pelarangan gerakan anti-Eropa di cina. 3. Kedutaan eropa dijaga pasukan Eropa. Peristiwa-peristiwa kekalahan Dinasti Manchu dari bangsa Eropa melahirkan gerakan nasionalis Cina yang dipimpin Sun Yat Sen. Dr. Sun Yat Sen menyusun gerakan pembaruan dan kebangsaan berdasarkan perjuangan Sun Min Chu I yaitu nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme. Dengan demikian terbentuk Negara Cina dengan bentuk pemerintahan republic. Presiden Republik Cina pertama adalah Jendral Yuan Shih Kai(1912-1916), sedangkan presiden kedua adalah Dr, Sun Yat Sen. c. India Kekuasaan Inggris di india makin kuat dengan didirikanya organisasi dagang EIC. Tetapi kedatangan inggris sering mendapat perlawanan dari rakyat dan rajaraja india seperti perlawanan raja-raja Martha, perlawanan raja-raja Singh di Punjab, dan pemberontakan SSspoy(The Indian Mumtiny) tahun 1857-1859. Gerakan kebangsaan india dimulai tahun 1885 dengan berdirinya organisasi All India National Congress. Tokoh-tokohnya adalah Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Ali Jinnah, ali Khan, dan lain-lain. Gerakan-gerakan Nasionalisme India antara lain: 1. Brahma Samaj, yaitu gerakan pembaruan dalam agama Hindu dengan memperjuangkan penghapusan kasta di India. Tokohnya adalah Ram Mohan Roy. 2. Santini Ketan, yaitu gerakan pembaruan dalam bidang pendidikan. Tokohnya adalah Rabindranath Tagore. 3. Congress, yaitu majelis rakyat india yang mewakili semua golongan di india, namun tahun 1906 golongan islam yang dipimpin Ali Jinnah keluar dari Congress dan mendirikan Liga Moslem. 4. Gerakan Mahatma Gandhi meliputi: a. Swadesi, yaitu gerakan yang nmengutamakan pemakaian barang produk rakyat india sendiri dan tidak memakai produksi inggris. b. Satyagraha, yaitu asas nonkooperasi(tidak bekerja sama) denan inggris. c. Ahimsa, yaitu asas anti kekerasan. d. Hartal, yaitu aksi dalam bentuk tidak berbuat sesuatu(mogok) untuk

kepentingan inggris. d. Turki Pada abad ke-16 kesultanan Turki mengalami kejayaan. Namun pada pertengahan abad ke-19 Turki mengalami kemunduran. Keaddan demikian menbuat Turki mendapat julukan The Sick Man of Eureopean. Pada tahun 1896 timbul gerakan Turki muda yang bertujuan menyelamatkan Turki dari kehancuran dan reoganisasi pemerintahan dan kenegaraan secara modern. Untuk menyelamatkan Turki dari kehnacuran muncul Revolusi Turki Muda tahun 1919. Kesultanan turki akhirnya dihapus dan diganti dengan Republik Turki dengan Presiden pertama Mustafa Kemal Pasa, ia melakukan westernisasi yaitu pembaruan semua aspek menggunakan model Barat. Program westernisasi dari Mustafa Kemal Pasa antara lain: 1. Pembentukan UUD sesuai dengan konstitusi Barat. 2. Sekularisasi, yaitu kebijakan memisahkan urusan agama dengan kepentingan Negara. 3. Huruf Arab diganti huruf latin. 4. Etatisme, yaitu politik perekonomian diatur oleh Negara. 5. Perkawinan sipil dihapuskan dan poligami dilarang. e. Mesir Gerakan nasionalisme Mesri diawali dengan adanya pemnerontakan Arabi Pasha(1881-1882) yang menentang pengaruh inggris dan Prancis. Akhirnya tanggal 28 februari 1922 inggria mengeluarkan Unilateral Declaration berarti Mesir merdeka dengan status dominion. f. Filiphina Nasionalisme Filipina tumbuh lebih awal dari Negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebab sebab munculnya nasionalisme Filipina antara lain: 1. Imperialisme Spanyol yang kejam 2. Lahir kaum intelektual 3. Penguasa Spanyol yang mengekang bangsa Filipina 4. Pengaruh paham-paham baru seperti demokrasi dan liberalism.

ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL di INDONESIA


Berkembangnya pendidikan dan masuknya paham -paham baru,akhirnya mulai menyadarkan bangsa-bangsa di Asia umumnya dan Indonesia akan hak dan martabatnya sebagai suatu bangsa. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG LAHIRNYA PERGERAKAN NASIONAL di INDONESIA,yaitu 1. Faktor Internal a. Penderitaaan rakyat akibat imperialisme b. Muncul kaum terpelajar c. Kenangan kejayaaan masa lalu 2. Faktor Eksternal a. Kemenangan Jepang atas Rusia th.1904 -1905 b. Pengaruh pergerakan nasional di Asia seperti: China, Filiphina, dan India c. Masuknya paham liberalisme,nasionalisme, dan demokrasi

Berikut ini beberapa organisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia,yaitu 1. BUDI UTOMO
Budi Utomo adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. M aka lahirlah Budi Utomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua"-lah yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu. Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman. 2. SAREKAT DAGANG ISLAM/ SAREKAT ISLAM

Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam. Organisasi ini dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1905, dengan tujuan awal untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim (khususnya pedagang batik) agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar Cina. Pada saat itu, pedagang-pedagang tersebut telah lebih maju usahanya dan memiliki hak dan status yang lebih tinggi dari pada penduduk Indonesia lainnya. Kebijakan yang sengaja diciptakan oleh pemerintah Hindia-Belanda tersebut kemudian menimbulkan perubahan sosial karena timbulnya kesadaran di antara kaum pribumi. SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama Islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Di bawah pimpinan H. Samanhudi, perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan yang berpengaruh. R.M. Tirtoadisuryo pada tahun 1909 mendirikan Sarekat Dagang Islamiah di Batavia. Pada tahun 1910, Tirtoadisuryo mendirikan lagi organisasi semacam itu di Buitenzorg. Demikian pula, di Surabaya H.O.S. Tjokroaminoto mendirikan organisasi serupa tahun 1912. Tjokroaminoto masuk SI bersama Hasan Ali Surati, seorang keturunan India, yang kelak kemudian memegang keuangan surat kabar SI, Utusan Hindia. Tjokroaminoto kemudian dipilih menjadi pemimpin, dan mengubah nama SDI menjadi Sarekat Islam (SI).

3. INDISCHE PARTIJ
Indische Partij ialah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Maksudnya adalah untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.Indische Partij, yang berdasarkan golongan indo yang makmur, merupakan partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia.Partai ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintah kolonial Hindia Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, penolakan dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakkannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh pemerintah kolonial saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

4. MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi. Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan

masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Akan tetapi, ia juga menampilkan kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang ekstrem.

5. GERAKAN PEMUDA
Trikoro Dharmo / Jong Java Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.

Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra) Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin.

6. PARTAI KOMUNIS INDONESIA


Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars. Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia. Pada 1924 nama partai ini diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). 7. TAMAN SISWA Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan beliau bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota

di seluruh Indonesia. Prinsip dasar dalam sekolah/pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru adalah: 1.Ing ngarsa sung tulada ("(yang) di depan memberi teladan/contoh") 2.Ing madya mangun karsa ("(yang)" di tengah membangun prakarsa/semangat") 3.Tut wuri handayani ("dari belakang mendukung").

8. PARTAI NASIONAL INDONESIA(PNI)


PNI atau Partai Nasional Indonesia adalah partai politik tertua di Indonesia. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo

y y

y y y y y y y

1927 - Didirikan di Bandung oleh para tokoh nasional seperti Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo. Selain itu para pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club yang diketuai oleh Ir. Soekarno turut pula bergabung dengan partai ini. 1928 - Berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia menjadi Partai Nasional Indonesia 1929 - PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno, Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja 1930 - Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh ini dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung.Dalam masa pengadilan ini Ir. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat" dan membacakannya di depan pengadilan sebagai gugatannya. 1931 - Pimpinan PNI, Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. Sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931. Moh. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo akhirnya membentuk PNI Baru. Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo. 1933 - Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores sampai dengan 1942. 1934 - Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942. 1955 - PNI memenangkan Pemilihan Umum 1955. 1973 - PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia. 1998 - Dipimpin oleh Supeni, mantan Duta besar keliling Indonesia, PNI didirikan kembali. 1999 - PNI menjadi peserta pemilu 1999. 2002 - PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme dan diketuai oleh Sukmawati Soekarno, anak dari Soekarno.

9. GERAKAN WANITA

Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani adalah organisasi wanita yang aktif di Indonesia pada tahun 1950-an dan 1960-an. Kelompok ini memiliki hubungan yang kuat dengan Partai Komunis Indonesia, namun sebenarnya merupakan organisasi independen yang memperhatikan masalah-masalah sosialisme dan feminisme Gerwani dianggap oleh Orde Baru sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September, dan dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI karya Arifin C Noer digambarkan menyiksa jendral-jendral yang ditangkap sebelum mereka dibunuh di Lubang Buaya. Selain itu juga digambarkan adegan-adegan di mana anggota-anggota Gerwani menari telanjang, memotong alat kelamin tawanan mereka dan melakukan perbuatan amoral lainnya. Sebagian besar ahli sejarah sepakat bahwa tuduhan-tuduhan ini palsu. Setelah Soeharto menjadi presiden, Gerwani dilarang keberadaannya dan banyak anggotanya diperkosa dan dibunuh, seperti halnya banyak orang lain yang dicurigai sebagai anggota PKI. 10.PPKI Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, sebelum panitia ini terbentuk, sebelumnya telah berdiri BPUPKI namun karena dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan, maka Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Komite Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno. 11. KONGRESS PEMUDA Kongres Pemuda diadakan 2 kali. Kongres Pemuda I diadakan tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi. Kongres Pemuda yang pertama ini dilaksanakan di Batavia (Jakarta). Kongres Pemuda I dilaksanakan dari tanggal 30 April - 2 Mei 1928. Kongres Pemuda I diketuai oleh Muhammad Tabrani (Jong Java). Kongres Pemuda II, atau dikenal sebagai Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, dan terkenal dengan sebutan Sumpah Pemuda dipimpin oleh pemuda Soegondo dari PPI (Persatuan Pemuda Indonesia), menghasilkan Trilogi Pemuda: Satu NUSA, Satu BANGSA, Satu BAHASA: INDONESIA. Selain itu juga ditetapkan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman sebagai lagu kebangsaan. Diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Ketua Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito (PPPI) dan wakilnya Joko Marsaid (Jong Java). 12. PARINDRA( Partai Indonesia Raya) Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka). Parindra menganut azas cooperatie alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewandewan untuk waktu yang tertentu Tujuannya adalah

Mempertebal semangat persatuan, meningkatkan kesejahteraan, memperjuangkan pemerintahan sendiri 13. MIAI( Majelis Islam A'la Indonesia atau MIAI) adalah badan federasi bagi ormas Islam yang dibentuk dari hasil pertemuan 18-21 September 1937. KH Hasyim Asy'ari merupakan pencetus badan kerja sama ini, sehingga menarik hati kalangan modernis seperti KH Mas Mansur dari Muhammadiyah dan Wondoamiseno dari Syarekat Islam.MIAI mengoordinasikan berbagai kegiatan dan menyatukan umat Islam menghadapi politik Belanda seperti menolak undang-undang perkawinan dan wajib militer bagi umat Islam. KH Hasyim Asy'ari menjadi ketua badan legislatif dengan 13 organisasi tergabung dalam MIAI. Setelah Jepang datang, MIAI dibubarkan dan digantikan dengan Masyumi. 14. GAPI(GABUNGAN POLITIK INDONESIA) Gabungan Politik Indonesia (GAPI) adalah suatu organisasi payung dari partaipartai dan organisasi-organisasi politik. GAPI berdiri pada tanggal 21 Mei 1939 di dalam rapat pendirian organisasi nasional di Jakarta. Walaupun tergabung dalam GAPI, masing-masing partai tetap mempunyai kemerdekaan penuh terhadap program kerjanya masing-masing dan bila timbul perselisihan antara partai-partai, GAPI bertindak sebagai penengah. 15. PERHIMPUNAN INDONESIA Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto yang tujuan utamanya ialah mengadakan pesta dansa-dansa dan pidato-pidato. Sejak Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah vereeninging ini memasuki kancah politik. Waktu itu pula vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, namun isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik.