Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH EXPORT-IMPORT

Dengan Topik

INCOTERMS 2000
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah English for Entrepeneurship

OLEH: (Kelas 2A-D4)


FAJAR NUGROHO ANTIKA RESPATININGRUM NIDIA JUANITA (0942620001) (09426200 (09426200

PROGRAM STUDI D-IV MANAJEMEN PEMASARAN JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI MALANG 2011

PEMBAHASAN Incoterms atau International Commercial Terms adalah kumpulan istilah yang dibuat untuk menyamakan pengertian antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional..Incoterms menjelaskan hak dan kewajiban pembeli dan penjual yang berhubungan dengan pengiriman barang. Hal-hal yang dijelaskan meliputi proses pengiriman barang, penanggung jawab proses ekspor-impor, penanggung biaya yang timbul dan penanggung risiko bila terjadi perubahan kondisi barang yang terjadi akibat proses pengiriman. INCOTERM atau International Commercial Terms 2000 bertujuan Menciptakan seperangkat peraturan itnernasional, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan istilahistilah yang umum dipergunakan dalam perdagangan internasional, supaya tidak terjadi mis interpretasi di negara-negara yang berbeda. Incoterms dikeluarkan oleh Kamar Dagang Internasional atau International Chamber of Commerce (ICC), versi terakhir yang dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 2000 disebut sebagai Incoterms 2000. Incoterms 2000 dikeluarkan dalam bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dan 31 bahasa lain sebagai terjemahan resmi. Incoterms 2000 merupakan kelengkapan yang diperlukan untuk penyusunan sales contract, yang mengatur hak dan kewajiban antara penjual dan pembeli terhadap hal-hal sebagai berikut: 1) Syarat penyerahan barang dari penjual kepada pembeli. 2) Pembagian resiko antara penjual dan pembeli. 3) Tanggung jawab dalam perolehan ijin ekspor-impor. Satu hal yang perlu dipahami bahwa ruang lingkup Incoterms 2000 terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban penjual dan pembeli terhadap barang-barang yang bersifat nyata (tangible). Dengan demikian syarat penyerahan barang terhadap barangbarang yang sifatnya tidak berwujud (intangible) seperti software komputer, merk dagang, hak kekayaan intelektual, dan sebagainya, tidak termasuk dalam cakupan incoterms.

INCOTERM 2000 terbagi ke dalam 4 kelompok : Kelompok Terms E Penjual menyerahkan barang di tempatnya sendiri F Penjual menyerahkan barang di tempat yang ditunjuk buyer C Penjual menandatangani kontrak angkutan tanpa menanggung resiko kehilangan atau D kerusakan Penjual menanggung biaya dan resiko yang diperlukan / akan timbul dalam pengangkutan, kehilangan atau kerusakan Masing-masing kelompok tadi kemudian diperinci lagi menjadi : Group E Departure Group F Main Carriage Unpaid Group C Main Carriage Paid EXW (Ex Works) FCA (Free Carrier) FAS (Free Alongside Ship) FOB (Free On Board) CFR (Cost and Freight) CIF (Cost, Insurance and Freight) CPT (Carriage Paid To ) CIP (Carriage and Insurance Paid To ) Group D Arrival DAF (Delivered At Frontier) DES (Delivered Ex Ship) DEQ (Delivered Ex Quay) DDU (Delivered Duty Unpaid) DDP (Delivered Duty Paid)

Tiga belas istilah dalam Incoterms 2000: 1. EXW (nama tempat): Ex Works, (Ex Works (EXW) adalah bagian dari Incoterms. Dalam persyaratan penyerahan barang dengan menggunakan Ex Works yang memiliki kewajiban utama adalah pembeli dengan kewajiban untuk memikul semua biaya dan risiko terhadap barang. Selain itu pembeli harus bertanggung jawab juga dalam pengurusan formalitas melalakukan ekspor. Penyerahan dengan Ex Works dilakukan pada gudang penyimpanan barang penjual (loco gudang penjual)) atau pihak penjual menentukan tempat pengambilan barang.

2. FCA (nama tempat): Free Carrier,( Free Carrier (FCA) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan dengan Free Carrier dilakukan pada tempat pengangkut, yang dengan begitu telah terjadi peralihan risiko dari penjual kepada pembeli. Dalam pembiayaan pengiriman dan risiko barang ditanggung oleh pembeli. Dalam pengiriman barang dapat digunakan semua transportasi pengangkutan yang ada dan dikenal) atau pihak penjual hanya bertanggung jawab untuk mengurus izin ekspor dan meyerahkan barang ke pihak pengangkut di tempat yang telah ditentukan. 3. FAS (nama pelabuhan keberangkatan): Free Alongside Ship,( FSA adalah bagian dari Incoterms. Dalam penyerahan barang dengan menggunakan persyaratan Free Alongside Ship yang memiliki kewajiban utama adalah pembeli dengan memikul biaya pengangkutan barang dan risiko terhadap barang. Selain itu pembeli memiliki kewajiban untuk mengurus formalitas ekspor.Penyerahan barang oleh penjual kepada pembeli dilakukan di samping kapal pengangkutan. Free Alongside Ship hanya dapat dipakai dalam pengangkutan laut atau pengangkutan antara pulau saja) atau pihak penjual bertanggung jawab sampai barang berada di pelabuhan keberangkatan dan siap disamping kapal untuk dimuat. Hanya berlaku untuk transportasi air. 4. FOB (nama pelabuhan keberangkatan): Free On Board, (Free On Board (FOB) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Free On Board dilakukan pada di atas kapal yang akan melakukan pengangkutan barang. Selain itu yang memiliki kewajiban untuk mengurus formalitas ekspor adalah pihak penjual. Persyaratan dengan menggunakan FOB hanya dapat dilakukan untuk pengangkutan laut dan antara pulau semata.) atau pihak penjual bertanggung jawab dari mengurus izin ekspor sampai memuat barang di kapal yang siap berangkat. Hanya berlaku untuk transportasi air. 5. CFR (nama pelabuhan tujuan): Cost and Freight,( Cost and Freight (CFR) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Cost and Freight dilakukan di atas kapal, namun ongkos angkut sudah dibayar penjual sampai ke pelabuhan tujuan, dengan begitu penjual wajib mengurus formalitas ekspor. Selain itu dengan persyaratan CFR, maka peralihan risiko dan biaya tambahan beralih setelah barang dimuat di atas kapal. Persyaratan penyerahan barang dengan CFR hanya dapat dilakukan untuk pengangkutan laut dan pengangkutan antara pulau saja.) atau pihak penjual menanggung biaya sampai kapal yang memuat barang merapat di pelabuhan tujuan, namun tanggung jawab hanya sampai saat kapal berangkat dari pelabuhan keberangkatan. Hanya berlaku untuk transportasi air. 4

6. CIF (nama pelabuhan tujuan): Cost, Insurance and Freight, (Cost, Insurance and Freight (CIF) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Cost, Insurance and Freight dilakukan di atas kapal, namun ongkos angkut dan premi asuransi sudah dibayar oleh penjual sampai ke pelabuhan tujuan, dengan begitu penjual wajib untuk mengurus formalitas ekspor. Selain itu dengan persyaratan CIF, maka penjual memiliki kewajiban untuk menutup kontrak asuransi dan melakukan pembayaran premi asuransi. Persyaratan penyerahan barang dengan CFR hanya dapat dilakukan untuk pengangkutan laut dan pengangkutan antara pulau saja) atau sama seperti CFR ditambah pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim. Hanya berlaku untuk transportasi air. 7. CPT (nama tempat tujuan): Carriage Paid To, (Carriage Paid To (CPT) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Carriage Paid To dilakukan di tempat pengangkut, namun ongkos angkut sudah dibayar sampai ke pelabuhan tujuan. Selain itu dengan persyaratan CPT, maka peralihan risiko barang dan biaya tambahan telah beralih dari penjual kepada pembeli setelah barang diserahkan kepada pengangkut. Persyaratan penyerahan barang dengan CPT dapat dipakai untuk moda transportasi pengangkutan apa saja) atau pihak penjual menanggung biaya sampai barang tiba di tempat tujuan, namun tanggung jawab hanya sampai saat barang diserahkan ke pihak pengangkut. 8. CIP (nama tempat tujuan): Carriage and Insurance Paid to, (Carriage and Insurance Paid to (CIP) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Cost and Insurance Paid to dilakukan di tempat pengangkut, namun ongkos angkut dan premi asuransi sudah dibayar sampai ke pelabuhan tujuan, dengan begitu penjual juga wajib untuk mengurus formalitas ekspor. Selain itu dengan persyaratan CIP, maka penjual memiliki kewajiban untuk menutup kontrak asuransi dan melakukan pembayaran premi asuransi. Persyaratan penyerahan barang dengan CIP dapat dilakukan untuk moda transportasi apa saja) atau sama seperti CPT ditambah pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim. 9. DAF (nama tempat): Delivered At Frontier,( Delivered At Frontier (DAF) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Delivered At Frontier dilakukan di perbatasan negara tujuan, tetapi belum memasuki daerah pabean negara tujuan. Selain itu dengan persyaratan DAF, maka penjual memiliki kewajiban untuk mengurus formalitas ekspor. Persyaratan penyerahan barang dengan DAF dapat dilakukan untuk pengangkutan dengan moda transportasi apa saja) atau pihak penjual mengurus izin 5

ekspor dan bertanggung jawab sampai barang tiba di perbatasan negara tujuan. Bea cukai dan izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. 10. DES (nama pelabuhan tujuan): Delivered Ex Ship, (Delivered Ex Ship (DES) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Delivered Ex Ship dilakukan di atas dermaga pelabuhan tujuan, namun belum diselesaikan urusan pabean (pajak), dengan begitu penjual wajib memikul semua biaya dan risiko sampai dengan barang tiba di pelabuhan. Persyaratan penyerahan barang dengan DES hanya dapat dilakukan untuk pengangkutan laut dan pengangkutan antara pulau saja) atau pihak penjual bertanggung jawab sampai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan siap untuk dibongkar. izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Hanya berlaku untuk transportasi air. 11. DEQ (nama pelabuhan tujuan): Delivered Ex Quay, (Delivered Ex Quay (DEQ) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Delivered Ex Quay dilakukan di atas dermaga pelabuhan tujuan dan telah diselesaikan formalitas untuk ekspor, dengan begitu pembeli/buyer wajib memikul semua biaya termasuk bea masuk, pajak impor, dan pungutan lainnya serta risiko sampai dengan barang tiba di pelabuhan. Persyaratan penyerahan barang dengan DEQ hanya dapat dilakukan untuk pengangkutan laut dan pengangkutan antara pulau saja. Apabila penjual tidak sanggup untuk memenuhi persyaratan DEQ, maka syarat DEQ lebih baik tidak digunakan oleh penjual) atau pihak penjual bertanggung jawab sampai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan barang telah dibongkar dan disimpan di dermaga. Izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Hanya berlaku untuk transportasi air. 12. DDU (nama tempat tujuan): Delivered Duty Unpaid, (Delivered Duty Unpaid (DDU) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Delivered Duty Unpaid dilakukan di negara yang melakukan impor, namun belum diselesaikan bea masuk, dengan begitu penjual wajib memikul semua biaya dan risiko sampai dengan barang tiba di negara tujuan, kecuali kewajiban membayar bea masuk, pajak, dan pungutan lainnya. Persyaratan penyerahan barang dengan syarat DDU dapat dilakukan untuk pengangkutan dengan moda transportasi pengangkutan apa saja. Jika formalitas untuk melakukan impor tidak terselesaikan pada waktunya, maka pembeli memikul biaya dan risiko tambahan yang mungkin terjadi) atau pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, namun tidak termasuk

biaya asuransi dan biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. 13. DDP (nama tempat tujuan): Delivered Duty Paid, (Delivered Duty Paid (DDP) adalah bagian dari Incoterms. Penyerahan barang dengan Delivered Duty Paid dilakukan di negara yang melakukan impor, namun bea masuk sudah dibayar dan diselesaikan, dengan begitu penjual wajib memikul semua biaya dan risiko sampai dengan barang tiba di negara tujuan. Persyaratan penyerahan barang dengan syarat DDP dapat dilakukan untuk pengangkutan dengan moda transportasi pengangkutan apa saja. Jika formalitas untuk melakukan impor tidak dapat dilakukan oleh penjual, maka syarat DDP jangan digunakan, karena penjual harus mengurus formalitas impor) atau pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, termasuk biaya asuransi dan semua biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Izin impor juga menjadi tanggung jawab pihak penjual. Contoh penggunaan Incoterms 2000:

FCA Jakarta Incoterms 2000 FOB Liverpool Incoterms 2000 DDU Frankfurt Schmidt GmbH Warehouse 4 Incoterms 2000

Catatan : transfer of risk from the seller to the buyer : transfer risiko dari penjual kepada pembeli transport and insurance paid : transportasi dan asuransi yang dibayar transport paid : Dibayar transportasi the seller : penjual first carrier :kurir pertama leading part :bagian utama destination part : bagian tempat tujuan the buyer : pembeli frontier : tanah perbatasan", daerah yang berbatasan dengan negara lain.

KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari pembelajaran ini, adalah dengan adanya Incoterms 2000 bisa didapatkan manfaat yang akan dirasakan oleh eksportir dan importir. Manfaat adanya Incoterms 2000 bagi eksportir maupun importir adalah sebagai berikut : 1. Memudahkan bagi eksportir dalam mengekspor barangnya kepada importir. 2. Meminimalkan terjadinya perselisihan dan kesalahpahaman antara eksportir dan importir, mengenai syarat penyerahan barang, siapa yang menanggung resiko dan siapa yang menanggung biaya pengiriman. 3. Terjadinya perbedaan interpretasi terhadap syarat-syarat perdagangan di antara pelaku perdagangan antarnegara dapat dicegah 4. Untuk menghindari adanya penafsiran ganda mengenai suatu pernyataan perikatan mengenai syarat penyerahan barang dalam sales contract. 8

DAFTAR PUSTAKA Amir M.S. 2002. Kontrak Dagang Ekspor. Jakarta : PPM http://www.scribd.com/doc/31185155/International-Commercial-Terms http://www.sectoredwin.net/2009/04/mengenal-incoterms.html http://docs.google.com/viewer? a=v&q=cache:ORJHBiUiBOwJ:digilib.uns.ac.id/upload/dokumen/176881802201104291.php %3Fact%3Df%26f%3D53940106200908343.pdf%26ft%3Dnotepad%26d%3D%252Fwww %252Fdglib%252Fupload%252Fdokumen %252F+mekanisme+incoterms+2000&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESiHuEFbxFuVb Z3Kcfw_1ovyyrLa7wDVxryvSaKWhKeMStkpzPGVOYfZq6Z9bzGjWfkrH93KRoXoHzIy3DC7oiXDkMlY7oFP_3BPQynLMgfO7MKuwhzdBmmxJpgNfhzSq1JzO8&sig=AHIEtbRFkyLhG_yL0tuF84yz4xZnSmEHfg 9